Está en la página 1de 7

5. Apa yang dimaksud dengan review kontijensi?

Jawab:

Kontinjensi adalah suatu keadaan yang masih diliputi oleh ketidakpastian mengenai kemungkinan
diperolehnya laba atau rugi oleh suatu perusahaan yang baru akan terselesaikan dengan terjadi atau
tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa di masa yang akan datang. Seperti pada kenyataannya lebih
sulit menemukan transaski yang tidak tercatat daripada melakukan verifikasi atas informasi yang
tercatat. Dalam mengaudit kewajiban kontijensi ini, prosedur audit yang biasa digunakan oleh para
auditor antara lain :

1) Melakukan Tanya-Jawab dengan pihak manajemen (langsung / tertulis) tentang


tercatatnya kontijensi.
2) Mereview laporan agen penerimaan internal pada tahun berjalan dan tahun
sebelumnya atas penentuan PPh.
3) Mereview notulensi pertemuan direktur dan pemegang saham bila ada indikasi
tuntutan hukum atau kontijensi lainnya.
4) Menganalisis kondisi hukum untuk periode audit dan mereview tagihan dan pernyataan
dari penasihat hukum atas terjadinya kewajiban kontijensi.
5) Memperoleh surat dari penasihat hukum atas status kewajiban kontijensi
6) Mereview dokumentasi audit bila terdapat informasi yang mengindikasikan terjadinya
kontijensi.
7) Memeriksa perjanjian kredit tanggal neraca dan meminta konfirmasi saldo yang terpakai
atau tidak.
6. Apa yang dilakukan auditor ketika mengakumulasi bukti-bukti final?

Jawab:
Yang dilakukan auditor ketika mengakumulasi bukti-bukti final antara lain :
1) Melakukan Prosedur Analitis Akhir
Prosedur analitis yang dilakukan selama penyelesaian audit berguna sebagai telaah akhir atas salah saji
material atau masalah keuangan yang tidak disebutkan selama pengujian dan membantu auditor dalam
memberikan pandangan objektif atas laporan keuangan.
2) Mengevaluasi Asumsi Kelangsungan Usaha
PSA 30 mensyaratkan auditor untuk mengevaluasi bila ada keraguan yang substansial mengenai
kemampuan klien dalam melanjutkan usaha, setidaknya dalam waktu satu tahun atau lebih setelah
tanggal neraca. Auditor membuat penilaian pada awalnya sebagai bagian dari perencanaan, tetapi bisa
saja mengubah hasil penilaian bila ada informasi baru.
3) Memperoleh Surat Representasi Manajemen
Surat representasi manajemen merupakan dokumen dimana manajemen ditanyai dengan
pertanyaan tertentu untuk memastikan bahwa manajemen memahami tanggung jawabnya dan
untuk melindungi auditor jika manajemen akan menuntut auditor.
4) Mempertimbangkan informasi pendukung laporan keuangan dasar
. Biasanya auditor tidak melakukan audit terperinci yang memadai untuk menyesuaikan opini atas
informasi tambahan, tetapi dalam kondisi tertentu auditor dapat saja mengandalkan bahwa informasi
tersebut disajikan dengan wajar.
5) Membaca informasi lain dalam laporan tahunan.
PSA 44 (SA 550) mensyaratkan auditor untuk membaca informasi lain yang dimasukkan dalam laporan
tahunan mengenai laporan keuangan. Misalnya asumsikan bahwa surat dalam laporan tahunan
menyebutkan kenaikkan laba per lembar saham dari Rp.2.600,- menjadi Rp.2.930,-. Auditor diminta
untuk membandingkan informasi dengan laporan keuangan atas kesesuainya.

7. Jelaskan jenis-jenis audit report!


Jenis-jenis Opini Audit
a. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion)
Adalah pendapat yang diberikan auditor ketika auditor tidak menemukan kesalahan material secara
keseluruhan laporan keuangan atau tidak terdapat penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku
(SAK).
b. Opini Wajar Tanpa Pengecualian dengan Paragraf Penjelasan (Modified Unqualified Opinion)
Adalah pendapat yang diberikan ketika suatu keadaan tertentu yang tidak berpengaruh langsung
terhadap pendapat wajar. Keadaan tertentu dapat terjadi apabila:
1. Pendapat auditor sebagian didasarkan atas pendapat auditor independen lain.’
2. Karena belum adanya aturan yang jelas maka laporan keuangan dibuat menyimpang dari
SAK.
3. Laporan dipengaruhi oleh ketidakpastian peristiwa masa yang akan datang hasilnya belum
dapat diperkirakan pada tanggal laporan audit.
c. Opini Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion)
Adalah pendapat yang diberikan ketika laporan keuangan dikatakan wajar dalam hal yang material,
tetapi terdapat sesuatu penyimpangan/ kurang lengkap pada pos tertentu, sehingga harus dikecualikan.
Dari pengecualian tersebut yang dapat mungkin terjadi, apabila:
1. Bukti kurang cukup
2. Adanya pembatasan ruang lingkup
3. Terdapat penyimpangan dalam penerapan prinsip akuntansi yang berlaku umum (SAK).
d. Opini Tidak Wajar (Adverse Opinion)
Adalah pendapat yang diberikan ketika laporan secara keseluruhan ini dapat terjadi apabila auditor
harus memberikan tambahan paragraf untuk menjelaskan ketidakwajaran atas laporan keuangan,
disertai dengan dampak dari akibat ketidakwajaran tersebut, pada laporan auditnya.
e. Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer of opinion)
Adalah pendapat yang diberikan ketika ruang lingkup pemeriksaan yang dibatasi, sehingga auditor tidak
melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan standar auditing yang ditetapkan IAI.

8. Jelaskan yang dimaksud jasa assurance dan jasa nonassurance

Jawab :
Jasa Assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan kualitas informasi bagi para
pengambil keputusan. Jasa semacam ini dianggap penting karena si penyedia jasa assurance itu
independen dan dianggap tidak bias berkenaan dengan informasi yang diperiksa..

Jasa nonassurance adalah jasa yang dihasilkan oleh AP (Akuntan Publik) yang didalamnya ia tidak
memberikan suatu pendapat, keyakinan atau bentuk lain dari keyakinan.

9. Apa saja yang termasuk jasa assurance dan jasa nonassurance?

Jawab :

a. Jasa Assurance

JASA ATESTASI
Jasa Atestasi adalah jasa yang diberikan oleh profesi akuntan publik dimana profesi akuntan publik akan
mengeluarkan laporan tertulis yang menyatakan kesimpulan atas keandalan asersi tertulis yang dibuat
dan ditanggungjawabi pihak lain.
Ada Tiga jenis jasa atestasi:
1. Audit atas Laporan Keuangan historis. Yaitu bentuk jasa atestasi dimana auditor menerbitkan suatu
laporan tertulis yang berisi pendapat apakah Laporan Keuangan (LK) dalam semua hal yang material
sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berlaku Umum di Indonesia.
2. Audit atas pengendalian internal atas pelaporan keuangan, untuk audit atas pengendalian internal
terhadap pelaporan keuangan, manajemen menegaskan bahwa pengendalian internal telah
dikembangkan dan diimplementasikan mengikuti kriteria yang sudah mapan.
3. Review atas Laporan Keuangan historis. Banyak perusahaan non publik yang menerbitkan LK kepada
berbagai pemakai, tetapi tidak bersedia membiayai audit atas LK tsb. Dalam kondisi seperti ini akuntan
publik dapat membantu menyediakan jasa review. Audit dan review berbeda dalam hal luasnya
pemeriksaan dan jaminan keakuratan. Audit dilaksanakan dengan pemeriksaan skala luas untuk
mengumpulkan bahan bukti memadai dalam rangka memberikan jaminan yang tinggi atas keakuratan
LK .
4. jasa atestasi mengenai teknologi informasi, untuk atestasi mengenai teknologi informasi, manajemen
mengeluarkan berbagai asersi tentang reabilitas dan keamanan informasi elektronik. Web trust dan
sytrust adalah jasa – jasa atestasi yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan akan assurance ini.
5. Jasa Atestasi Lainnya. KAP, dewasa ini, mengembangkan jasa-jasa baru, misalnya atestasi atas LK
prospektif (prakiraan dan proyeksi), data statistik atas hasil-hasil investasi untuk organisasi seperti reksa
dana, karakteristik perangkat lunak komputer.

b. jasa nonassurance
Ada Tiga jasa yang sering disediakan profesi Akuntan Publik:
1. Jasa Perpajakan. KAP (Kantor Akuntan Publik) membantu klien menyusun Surat Pemberitahuan Pajak
Tahunan (SPT) untuk PPh, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), dll.
2. Konsultasi Manajemen. KAP membantu klien meningkatkan efektifitas operasinya, meliputi
pemberian rekomendasi dan sejumlah saran mengenai pembenahan system skuntansi, pemanfaatan
instalasi computer, ikut serta menyusun strategi pemasaran, dll.
3. Jasa Akuntansi dan Pembukuan. Banyak perusahaan kecil dengan staf akuntansi terbatas
menyerahkan pembuatan laporan keuangannya kepada KAP, atau melakukan tugas-tugas pembukuan.
10. Sebutkan 5 area jasa akuntansi menurut AICPA
Jawab :
- Bidang industri dan bisnis
- Praktek umum
- Pemerintah
- Pendidikan
- konsultasi
1. Sebutkan Akun, fungsi bisnis dan dokumen terkait dan prosedur analitis dari siklus akuisisi
modal dan pembayaran kembali
Pengelompokkan akun-akun terkait
Akun yang terkait wesel bayar
1. Kas di bank
2. Beban bunga
3. Utang bunga

Prosedur Analitis untuk Wesel Bayar


Prosedur Analitis Kemungkinan Salah saji
Menghitung ulang beban bunga atas Salah saji beban bunga dan bunga akrual
dasar suku bunga rata-rata dan wesel atau penghapuan wesel bayar yang beredar.
bulanan secara keseluruhan.

Membandingkan setiap wesel yang Penghapusan atau salah saji wesel bayar.
beredar dengan tahun sebelumnya.

Membandingkan jumlah saldo weel Salah saji beban bunga dan bunga akrual
bayar, beban bunga dan bunga akrual atau wesel bayar.
dengan saldo tahun sebelumnya.

Tabel 22-2 Tujuan Audit yang Berkaitan dengan saldo dan pengujian
atas Rincian Saldo untuk Wesel Bayar dan Bunga
Tujuan Audit yang Prosedur Pengujian atas Komentar
Berkaitan dengan Saldo Rincian Saldo yang Umum
Wesel bayar dalam  Memfoot daftar wesel Hal tersebut seringkali
skedul wesel bayar bauar untuk wesel bayar dilakukan atas dasar 100
sama dengan register dan bunga akrual persen karena ukuran
atau file induk wesel  Menelusuri totalnya ke populasi yangkecil atau
bayar klien, dan buku besar umum dilakukan dengan
totalnya dijumlahkan  Menelusuri setiap wesel menggunakan perangkat
dengan benar serta bayar ke file induk lunak audit jika ada volume
sama dengan buku wesel yang besar
besar umum (detail tie-
in)
Wesel bayar dalam  Mengonfirmasi wesel Tujuan eksistensi tidak
skedul memang ada bayar sepenting kelengkapan atau
(existence)  Memeriksa salinan ke akuratan
duplikan wesel untuk
melihat otorisasi
 Memeriksa notulen
perusahaan menyangkut
perstujuan pinjaman
Wesel bayar yang ada  Memeriksa wesel yang Tujuan ini penting untuk
telah dicantumkan dibayar setelah akhir mengungkapkan baik
dalam skedul wesel tahun untuk menentukan kesalahan maupun
bayar (Completeness) apakah hal itu kecurangan. Ketiga prosedur
merupakan kewajiban tersebut dilakukan pada
pada tanggal neraca sebagian besar audtit.
 Memperoleh konfirmasi Prosedur tambahan untuk
bank standar yang mencari kewajiban yang
meliputi referensi dihapus mungkin diperlukan
khusus tentang jika pengendalian
keberadaan wesel bayar internalnya lemah
dari semua bank dimana
klien melakukan bisnis
 Mereview rekonsiliasi
bank menyangkut wesel
baru yang di kredit
secara langsung ke akun
bank oleh bank
Weel bayar dan bunga  Memeriksa salinan Dalam beberapa kasus,
akrual pada skedul duplikat wesel mungkin perlu menghitung,
sudah akurat menyangkut pokok dan dengan menggunakan teknik
(Accuracy) suku bunga nilai sekarang, suku bunga
 Mengonfirmasi wesl yang berlaku atau jumlah
bayar, suku bunga, dan pokok wesel. Contohnya
tanggal terakhir dimana adalah ketika peralatan
bunga dibayar dengan diperoleh dengan wesel
pemegang wesel
 Menghitung kembali
bunga akrual
Wesel bayar dalam  Memeriksa tanggal jatuh
skedul telah tempo pada salinan
diklasifikasikan dengan duplikat wesel untuk
benar (Classification) menentukan apakah
semua bagian wesel
merupakan kewajiban
tidak lancar
 Mereview wesel untuk
menentukan apakah ada
wesel bayar atau utang
usaha dari pihak terkait
Wesel bayar  Memeriksa salinan Wesel harus dicantukan
dicantumkan dalam duplikat wesel untuk sebagai kewajiban periode
periode yang benar ( menentukan apakah berjalan ketika diberi
Cut Off) telah diberi tanggal pad tanggal pada atau sebelum
atau sebelum tanggal tanggal neraca
neraca
Perusahaan memiliki  Memeriksa wesel untuk
kewajiban untuk menentukan apakah
membayar wesel bayar perusahaan memiliki
(Obligations) kewajiban untuk
membayar

EKUITAS PEMILIK
Akun ekuitas pemilik yang utama dalam suatu peruashaan terbuka, yang mencakup :
- Modal dan saham biasa
- Agio saham
- Laba ditahan dan dividen terkait
Catatan dan dokumen terkait ekuitas pemilik
a. Catatan sertifikat modal saham (capital stock certificate record) mencatat penerbitan
dan pembeliaan kembali modal saham selama umur perusahaan. Catatan transaksi
modal saham meliputi:
 Nomor sertifikat
 Jumlah saham yang diterbitkan
 Nama orang yang akan menerima saham yang diterbitkan
 Tanggal penerbitan
b. File induk modal saham pemegang saham (shareholders’ capital stock master file)
adalah catatan saham yang beredar pada suatu waktu tertentu. File induk berfungsi
sebagai pengecek terhadap keakuratan catatan sertifikat modal saham dan saldo saham
biasa dalam buku besar umum.
c. Panitera Independen dan Agen Transfer Saham
Setiap perusahaan yang sahamnya terdaftar dibursa saham wajib memiliki panitera
independen (independent registrar) sebagai pengendali untuk mencegah penerbitan
sertifikat saham yang tidak tepat. Tanggung jawab panitera independent adalah
memastikan bahwa saham diterbitkan oleh perusahaan sesuai dengan provisi modal
dalam akta persahaan dan otorisasi dewan direksi.
Beberapa pengendalian internal bagi aktivitas ekuitas pemilik :
1. Otorisasi transaksi yang tepat
Jenis transaksi ekuitas pemilik berikut biasanya memerlukan otorisasi khusus:
 Penerbitan modal saham. Otorisasi itu termasuk jenis ekuitas uang akan diterbitkan
(seperti saham preferen atau saham biasa), jjumlah saham yang akan diterbitkan, nilai
pari saham, kondisi privilege bagi setiaip saham selain saham biasa, dan tanggal
penerbitan
 Pembelian kembali modal saham. Pembelian kembali saham biasa atau saham
preferen, penetapan waktu pembelian kembali, dan jumlah yang akan dibayar atas
saham semuanya harus disetujui oleh dewan direksi
 Pengumuman dividen. Dewan direksi harus mengotorisasi bentuk dividen (seperti
tunau atau saham), jumlah dividen per saham, dan catatan serta tanggal pembayaran
dividen

2. Penyimpanan catatan dan pemisahan tugas yang tepat


Pengendalian internal harus memadai untuk memastikan bahwa :
 Pemilik aktual saham diakui dalam catatan perusahaan
 Jumlah dividen yang benar dibayar kepemegang saham yang memiliki saham pada
tanggal pencatatan dividen
 Potensi misapropriasi aatau penyalahgunaan aset telah diminimalisasi.