Está en la página 1de 3

.

KOMUNIKASI DOKTER DENGAN PASIEN

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RUMAH SAKIT PKU 02.2/SPO-YANMED/RSPKU/IV/2016 01 1/3
MUHAMMADIYAH BLORA
Ditetapkan Oleh
Tanggal Terbit
Direktur RS PKU Muh Blora
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL 22 April 2016
dr. Arief Tajally Adhiatma, MH.Kes
NIK. 030
Komunikasi adalah proses tercapainya kesamaan pengertian antara
individu yang bertindak sebagai sumber dan individu yang bertindak
PENGERTIAN
sebagai penerima; meliputi kemampuan berbicara, mendengar, melihat
dan kemampuan kognitif.
1. Memberikan informasi yang jelas kepada pasien
TUJUAN
2. Agar apa yang ingin disampaikan dapat dimengerti dengan baik.
Mengacu SK Direktur RS PKU Muhammadiyah Blora No.
146.1/SK.DIR/RSPKU/III/2015, Tentang Kebijakan Sasaran
KEBIJAKAN
Keselamatan Pasien pada Lampiran Kedua tentang Peningkatan
Komunikasi yang Efektif.
A. Persiapan
PROSEDUR Penampilan petugas:
PELAKSAAN 1. Periksa kerapihan pakaian seragam
2. Periksa kelengkapan atribut

B. Pelaksanaan
1. Memberi salam (Assalamu’alaikum wr. wb) dengan ramah
kepada pasien pada saat datang
2. Bertanya kepada pasien mengenai keluhan dan apa yang
dirasakan pasien. Melalui pertanyaan tersebut dokter dapat
membantu pasien untuk menyatakan keinginan dan kebutuhan
serta mengekspresikan perasaan pasien. Cara bertanya yang
efektif yaitu:
a. Gunakan nada suara yang menunjukkan minat, perhatian
dan keramahan.
b. Gunakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh pasien.
.

KOMUNIKASI DOKTER DENGAN PASIEN

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RUMAH SAKIT PKU 02.2/SPO-YANMED/RSPKU/IV/2016 01 2/3
MUHAMMADIYAH BLORA
c. Ajukan satu pertanyaan dan tunggu jawabannya dengan
penuh perhatian.
d. Gunakan kata-kata seperti “lalu?”, “dan”, “oh?”. Karena
kata-kata tersebut dapat meningkatkan keinginan pasien
untuk lebih banyak bicara. Hindari pertanyaan “mengapa?”
karena dapat menimbulkan kesan mencari kesalahan.
e. Gunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka, misalnya
“Ceritakan...”, “Bagaimana...” karena sangat bermanfaat
untuk membina hubungan yang baik dengan pasien dan
dapat mengorek hal-hal yang terkait dengan penyakitnya.
3. Setelah pasien selesai menyatakan keluhan dan kebutuhannya,
berikanlah informasi dengan jelas sehingga dapat dimengerti
oleh pasien dan dapat membantu pasien dalam mengambil
keputusan.
4. Bantuan diberikan ketika pasien yang mengalami kesulitan
dalam mengambil keputusan atau dalam menentukan sikap.
Dalam hal ini dokter memberikan bantuan agar pasien dapat
memecahkan permasalahannya dengan mudah.
5. Dokter memberikan penjelasan kepada pasien tentang keputusan
yang telah dipilihnya. Misalnya, bila pasien memilih salah satu
metode KB atau jenis tindakan tertentu, berikan penjelasan
tentang pilihannya tersebut berikut dengan efek sampingnya.
6. Bila dirasa perlu, berikan kesempatan pada pasien untuk datang
kembali.
7. Tutup dengan Salam (Assalamu’alaikum,wb.wb).

C. Hal yang harus diperhatikan


1. Terimalah pasien apa adanya dan perlakukan secara individual
2. Ulangi hal-hal yang telah didengar sehingga pasien tahu bahwa
dokter memahaminya.
.

KOMUNIKASI DOKTER DENGAN PASIEN

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RUMAH SAKIT PKU 02.2/SPO-YANMED/RSPKU/IV/2016 01 3/3
MUHAMMADIYAH BLORA
3. Duduklah dengan nyaman, sedikit condong ke depan, hindari
gerakan-gerakan yang dapat mengganggu jalannya komunikasi
dan pandanglah pasien ketika dia berbicara.
1. Instalasi Gawat Darurat
2. Instalasi Rawat Inap
UNIT TERKAIT
3. Instalasi Rawat Jalan
4. Kamar Operasi