Está en la página 1de 7

a jenis makanan sehat sangat bervariasi, pemilihan makanan yang tepat akan sangat berpengaruh.

Hal
penting untuk memenuhi kebutuhan gizi baik untuk ibu hamil maupun bagi bayi yang sedang dikandung.

Ibu hamil disarankan mengkonsumsi:

a. Sayur-sayuran dan buah buahan, roti dari gandum utuh, serta sereal dalam jumlah besar.

b. Produk susu rendah lemak dan daging tanpa lemak dalam jumlah sedang.

c. Makanan tinggi lemak, gula dan garam dalam jumlah kecil.

d. Daging tanpa lemak, ayam dan ikan.

e. Kacang yang dikeringkan.

f. Kacang-kacangan dan biji-bijian.

g. Susu rendah lemak, keju dan yogurt.

h. Sayur-sayuran berdaun hijau.

i. Suplemen asam folat.

2.3 Ibu Hamil dan Rokok

2.3.1 Merokok Saat Hamil

Jika seorang ibu merokok pada masa kehamilannya, maka racun-racun yang terdapat pada rokok akan
masuk ke dalam aliran darah yang merupakan satu-satunya sumber nutrisi dan oksigen bayi dalam
kandungannya. Itulah sebabnya seorang ibu hamil yang merokok dapat menyebabkan cedera pada janin,
kelahiran prematur, dan berat bayi yang dilahirkannya sangat rendah.

Jika seorang ibu perokok menyadari dirinya sedang hamil, maka langkah pertama yang harus dia lakukan
adalah berhenti dari kebiasaan merokoknya. Hal ini dilakukan demi menjaga kesehatan diri dan bayi
dalam kandungannya karena ketika seorang ibu yang merokok akan langsung meracuni bayi mereka
bahkan sejak masih dalam kandungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ibu yang merokok,
maka pada bayinya terdapat zat beracun seperti nikotin maupun kotinin yang merupakan hasil
metabolisme nikotin.

Namun, yang paling berbahaya adalah susunan tali pusar pada ibu hamil yang merokok mengalami
perubahan. Sedangkan melalui tali pusar inilah, fetus atau janin menerima semua hal yang dibutuhkan
dari sang ibu agar bisa tetap hidup.

Sebagian masyarakat beranggapan bahwa bahaya rokok pada ibu hamil hanya akan dirasakan oleh ibu
yang mengandungnya dan bayi di kandungannya. Namun pada kenyataannya jika sang ibu yang sedang
mengandung tidak merokok, tetap saja ada bahaya yang mengancam pada bayi. Hal ini terjadi apabila
ada anggota keluarga yang tinggal serumah dengan ibu hamil merokok. Asap rokok ini akan
memengaruhi kesehatan bayi sebelum maupun sesudah dilahirkan. Banyak kasus anak balita yang harus
dirawat di rumah sakit akibat penyakit tertentu seperti bronkitis dan pneumonia akibat menjadi perokok
pasif.

2.3.2 Bahaya Rokok Pada Ibu Hamil

Berikut ini beberapa bahaya merokok yang bisa dialami oleh ibu hamil dan bayinya:

a. Keguguran atau Abortus Spontan

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ibu hamil yang merokok memiliki presentasi yang lebih tinggi
mengalami keguguran, yakni 35% dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok. Penyebabnya tentu
saja adalah berbagai zat kimia dari rokok yang secara tidak langsung ikut dikonsumsi oleh bayi di
kandungannya.

b. Berat bayi rendah

Nikotin memiliki efek mempersempit pembuluh darah plasenta yang menyebabkan bayi kekurangan
oksigen untuk tumbuh sehingga akan membatasi jumlah nutrisi yang dibutuhkan janin. Hal ini
menyebabkan bayi sangat kurus ketika dilahirkan.

c. Kurang konsentrasi dan mengalami masalah perilaku

Ibu hamil yang merokok dapat menyebabkan efek jangka panjang pada bayi setelah dilahirkan seperti
menjadi hiperaktif, mengalami masalah konsentrasi dan juga perilaku. Hal-hal tersebut terjadi oleh
karena adanya penyempitan pada pembuluh darah plasenta.

d. Lahir prematur

Bayi yang lahir prematur umumnya rentat dengan penyakit di masa pertumbuhannya kelak.

e. Potensi penyakit paru-paru

Bagi yang terlahir dari ibu yang merokok selama masa kehamilan rentan mengidap gangguan pernafasan
kelak. Hal ini terjadi akibat oragn paru-paru bayi yang itdak berkembang secara sempurna akibat
banyaknya zat kimia dari rokok.

BAB III

METODE PENELITIAN
3.1 Pendekatan

Untuk menemukan Pengaruh Rokok Terhadap Ibu Hamil dengan unsur pokok yang harus ditemukan
sesuai dengan butir-butir rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, maka digunakan jenis
penelitian kuantitatif dengan pendekatan determinatif yaitu dengan menyebarkan quisioner guna
mencari pengaruh yang ditimbulkan oleh rokok terhadap wanita hamil.

3.2 Tempat dan Waktu

Penulis memilih tempat penelitian ini adalah di Sukajadi, Bandung. Alasan memilih Kecamatan di
Sukajadi dikarenakan faktor lokasi dan keadaan yang berada di tengah kota menyebabkan banyak
perokok aktif yang berkeliaran bebas di lingkungan tersebut.

Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan penelitian ini 2 minggu, mulai dari tanggal 8 Oktober 2015
dan berakhir pada tanggal 20 Oktober 2015.

3.3 Pengambilan Sampel

Teknik sampling yang akan peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling maksudnya
adalah “teknik yang memberikan kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk
dipilih menjadi sampel”.

Selanjutnya untuk penentuan sampel yang digunakan adalah teknik sistematik random sampling.
Alasannya karena peneliti tidak mengetahui nama atau identifikasi dari satuan-satuan individu populasi
melalui data di daerah tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti membagikan quisioner sejumlah 50 buah
kepada para ibu di daerah Sukajadi, Bandung.

3.4 Pengambilan Data

Untuk mendapatkan data yang lebih akurat berkaitan dengan pengaruh rokok terhadap ibu hamil
menggunakan teknik langsung terjun kelapangan yang berupa observasi. Karena dengan instrument
pengumpulan data semacam quisioner ini peneliti rasa data yang akan dikumpulkan lebih akurat bila kita
mengamati sendiri apa yang akan terjadi di lapangan.

3.5 Analisis Data


Mengenai pengaruh rokok terhadap ibu hamil akan dianalisis dengan memaparkan dalam bentuk
kalimat.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan selama 2 minggu terhadap 50 responden wanita, diperoleh
data-data seperti berikut ini:

Tabel penelitian terhadap 50 responden wanita di daerah Sukajadi, Bandung

Sedang Hamil

Ya

32%

Tidak

68%

Berdasarkan tabel di atas, diperolah data dari 50 responden wanita di daerah Sukajadi, Bandung
terdapat 16 orang yang sedang hamil.

Tabel responden wanita yang sedang hamil

Merokok aktif
Mengalami gejala yang aneh seperti sesak napas, berat badan tidak begitu signifikan, malas berkegiatan,
dll selama proses kehamilan

Ya

56.25%

87.5%

Tidak

43.75%

12.5%

Berdasarkan hasil di atas, ibu hamil yang merokok aktif terdapat 9 orang sedangkan 7 lainnya merupakan
perokok pasif. Diketahui juga bahwa setidak-tidaknya terdapat 14 orang diantaranya baik perokok aktif
maupun perokok pasif yang mengalami gangguan selama proses kehamilan.

Sehingga, disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara ibu hamil dengan gejala-gejala
yang ditimbulkan oleh rokok seperti sesak napas, berat badan yang tidak begitu signifikan, serta kurang
aktif untuk berkegiatan.

4.2 Pembahasan

Menurut Basyir (2005) Perokok pasif yaitu orang–orang yang tidak merokok, namun ikut menghirup asap
rokok secara tidak sengaja, juga akan menjadi korban bahaya rokok karena turut menghisap asap rokok
sampingan.

Berdasarkan hasil penelitian dan teori di atas, maka peneliti berasumsi bahwa semakin berat seorang ibu
terpapar dengan asap rokok maka semakin besar pula kemungkinan ibu tersebut akan melahirkan bayi
dengan keadaan yang kurang normal(membawa beberapa penyakit akibat kandungan zat-zat dari rokok).

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut:

a. Merokok dapat membahayakan tubuh manusia. Tidak hanya perokok aktif saja yang terkena dampak
dari bahaya merokok tapi perokok pasifpun juga dapat terkena dampak rokok itu sendiri, oleh karena itu
bahaya dari rokok sangat mengancam kelangsungan hidup manusia.

b. Ada hubungan antara ibu hamil perokok pasif dengan kejadian seperti sesak napas, dll di Kecamatan
Sukajadi.

5.2 Saran

Kepada peneliti lain diharapkan dapat menindak lanjuti penelitian ini agar menambah variabel lain dan
dapat menambah jumlah sampel yang lebih banyak, serta diharapkan kepada pihak-pihak terkait
kesehatan dapat memberikan seminar atau penyuluhan mengenai bahaya rokok dan asapnya khususnya
bagi ibu hamil.
DAFTAR PUSTAKA

Prawesti. 2012. 5 Bahaya Rokok pada Ibu Hamil dan Janin. https://www.seksualitas.net/bahaya-merokok-
bagi-ibu-hamil-dan-janin.htm (Diakses pada 20 Oktober 2015)

http://dinkes.pamekasankab.go.id/index.php/berita/199-bahaya-perokok-pasif (Diakses pada 20


Oktober 2015)

Ramadhan, Nurlaila. 2012. Hubungan Ibu Hamil Perokok Pasif dengan Kejadian Berat Lahir Rendah di
Badan Layanan Umum Daerah RSU Meuraxa Banda Aceh. Diunduh pada tanggal 21 Oktober 2015 dari
http://www.ejournal.uui.ac.id/jurnal/NURLAILA_RAMADHAN-hl1-4-nurlaila_ramadhan.pdf

Dedi. 2007. Kandungan Rokok. Diakses pada tanggal 21 Oktober 2015 dari
http://dedidwitagama.wordpress.com/2007/12/01/kandungan-rokok/

http://www.bimbingan.org/kandungan-zat-dalam-tembakau.htm (Diakses pada 21 Oktober 2015)