Está en la página 1de 13

MAKALAH PKN

BELAJAR DENGAN RAJIN


BAGI PARA PELAJAR

Disusun Oleh :
Nama :

1. Dewi Novitasari (07)


2. Dina Miftahunnadhiroh (08)
3. Siti Annisa (35)
4. Siti Tresno Wati (36)

SMK AL – FALAH WINONG


TAHUN PELAJARAN 2017/2018
KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrahim

Assalamu’alaikum Wr Wb

Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT.Karena dengan qudrah
dan iradah-Nya lah kami telah dapat menyelesaikan makalah dengan judul “BUDAYAKAN
RAJIN BELAJAR”

Pada kesempatan ini secara khusus kita mengucapkan banyak terima kasih kepada
guru pebimbing kita BU ASTUTI EKA STYA ISWARA, teman-teman dan kerabat yang
telah memberi petunjuk dan dorongan untuk menyelesaikan makalah ini.

Kita menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.Walaupun kami
telah berusaha semaksimal mungkin serta dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang
ada.Kita sangat mengharapkan kritik dan saran yang bertujuan guna membangun membuat
sempurnanya makalah ini.Kita berharap makalah ini bisa bermanfaat bagi penulis khususnya
dan bagi pembaca pada umumnya

Pati , 5 Maret 2018

PENYUSUN

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................................... i

DAFTAR ISI........................................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................................1

A. Latar Belakang Masalah..................................................................................................1

B.Tujuan................................................................................................................................1

C.Manfaat..............................................................................................................................1

BAB II PERMASALAHAN

A.Kekuatan (strength) ...........................................................................................................2

B.Kelemahan (Weakness) .....................................................................................................2

C.Peluang (oportunity) ..........................................................................................................2

D.Tantangan/Hambatan (threats) ..........................................................................................2

BAB III PEMBAHASAN

A.Pengertian..........................................................................................................................4

B.Macam-macam ..................................................................................................................4

C. Cara Meningkatkan Semangat Belajar .............................................................................5

BAB IV PENUTUP

A.Kesimpulan .......................................................................................................................9

B.Saran ..................................................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................................10

ii
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Salah satu permasalahan mutu pendidikan diindonesia adalah Rendahnya mutu proses
pembelajaran seperti metode mengajar guru yang tidak tepat, kurikulum, menejemen
sekolah yang tidak efektif dan kurangnya motivasi siswa dalam pelajar. Realita lapangan
menunjukan bahwa siswa tidak memiliki kemauan belajar yang tinggi,baik dalam mata
pelajaran belajar matematika, bahasa maupun ilmu pengetahuan alam
Rendahnya motivasi belajar siswa akan membuat mereka tertarik pada hal-hal negatif.
Motivasi belajar anak-anak muda tidak akan lenyap tapi ia akan berkembang dalam cara-
cara yang bisa membimbing mereka untuk menjaga diri mereka lebih baik atau juga
sebaliknya.
Motivasi merupakan Suatu yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas atau dorongan
timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar, untuk melakukan suatu tindakan
dengan tujuan tertentu. Motivasi dalam diri seseorang sebagian besar tujuan yang
direncanakan akan tercapai atau menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada
kegiatan sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek itu dapat tercapai.
1.2 Tujuan
1. Tujuan pembuatan makalah ini adalah agar para pembaca dapat mengetahui hal-hal
apa sajakah yang mempengaruhi dalam Rajin belajar.
2. Agar para pembaca semakin termotivasi untuk terus rajin dalam belajar.
3. Membahas lebih dalam mengenai budayakan rajin belajar.
4. Menumbuhkan rasa semangat akan belajar dan meraih kesuksesan
1.3 Manfaat
Manfaat dibuatnya makalah ini adalah untuk masyarakat dan para seluruh pelajar
diseluruh indonesia agar semakin rajin dalam belajar.

1
BAB II
PERMASALAHAN

Analisis permasalahan Analisis SOWT budayakan rajin belajar dengan


memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal
dilihat dari aspek:
A. Kekuatan (strength)
1. Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa).
2. Selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan
prestasinya)
3. Senang,rajin belajar,dan penuh semangat.
4. Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu yang
lama,tidak berhenti sebelum selesai).

B. Kelemahan (weakness)

1. Siswa yang malas dalam belajar kemungkinan besar akan kesulitan dalam
menghadapi ujian .
2. Tidak akan mendapatkan prestasi dan penghargaan apapun karena malas
belajar.
3. Bukan tidak mungkin akan mendapatkan masa depan yang kurang baik karena
malas dalam belajar.
4. Menjadikan orang tua tidak bangga pada dirinya.

C. Peluang(Opportunity)

1. Siswa yang rajin belajar akan mendapatkan penghargaan entah itu berupa
prestasi belajar maupun pujian dari orang lain.
2. Memudahkan dalam menghadapi ujian karena telah rajin belajar.
3. Masadepan bagi orang yang rajin belajar niscaya akan terlihat sesuai apa yang
orang itu kerjakan.
4. Membuat orang tua bangga akan prestasi-prestasi yang didapatkan.

D. Tantangan/ Hambatan(threats)

1. Apabila sejak kecil tidak ditanamkan budaya rajin belajar olehorang


tuannya,tentu akan menyebabkan anak akan malas belajar.

2
2. Faktor ekonomi mengakibatkan anak kesulitan untuk belajar.Misalnya waktu
yang seharusnya diperuntukkan untuk belajar tetapi dipakai untuk mmembantu
orang tua bekerja.
3. Dalam diri seeorang anak sudah ada keinginan untuk rajin belajar,Namun
terkadang faktor lingkungan menyebabkan anak terpengaruh.seperti teman-
teman sebayanya yang hanya sibuk bermain-main sehingga mau tidak mau
anak ikut terpengaruh.
4. Kurangnya pengawasan orang tua kepada anaknya,dan kurangnya dorongan
orang tua untuk menjadikan anaknya rajin belajar.

3
BAB III

PEMBAHASAN

A. Pengertian
Menurut Rusyan (2007:12)budaya belajar merupakan serangkaian kegiatan dalam
melaksanakan tugas belajar yang dilakukan. Kita menjadikan belajar sebagai
kebiasaan,dimana jika kebiasaan itu tidak dilaksanakan,berarti melanggar suatu nilai atau
patokan yang ada ,dan menjadikan belajar sebagai kegemaran dan kesenangan ,sehingga
motivasi belajar muncul dari dalam diri kiita sendiri yang akhirnya produktivitas belajar
meningkat

B. Macam-macam budaya belajar

a. Budaya belajar disekolah


Menurut sukmadinata(2007:164) lingkungan sekolah juga memegang peranan
penting bagi perkembangan belajar bagi siswanya.Lingkungan ini meliputi
lingkungan fisik sekolah,seperti lingkungan sekolah,sarana dan prasarana belajar yang
ada,sumber-sumber belajar,media belajar dan sebagainya.Lingkungan sosial yang
menyangkut hubungan siswa dengan teman-temannya,guru-guru,serta staf sekolah
yang lain.Lingkungansekolah juga menyangkut lingkungan akademis yaitu suasna
dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan berbgai kegitan ekstrakulikuler
b. Budaya belajar dirumah
Menurut Sukmadinata(2007:164)iklim psikologis berkenaan dengan suasana
efektif atau perasaan yang meliputi keluarga.iklim psikologis yang sehat diwarnai
oleh rasa sayang,percaya,mempercayai, keterbukaan, keakraban, rasa salinh memililki
antar anggota keluarga.Ketidaksamaan ciri ciri tersebut menunjukan film psikologis
yang kurang sehat.Iklim psikologis yang sehat akan mendukung kelancaran
belajar,sebab suasana yang demikian dapat memberikan ketenangan,rasa percaya
diri,dorongan untuk berprestasi.
c. Budaya belajar di masyarakat
Dalam hubungan dengan budaya belajar di masyarakat,faktor teman bergaul
dan aktivitas dalam masyarakat dapat pula mempengaruhi kegiatan belajar
anak.aktifitas diluar sekolah memang baik untuk membantu perkembangan
anak.Namun,tidak semua aktivitas dapat membantu anak.jika seorang anak terlalu
banyak melakukan aktivitas diluar rumah dan diluar sekolah,sementara ia kurang

4
mampu membagi waktu belajar,dengan sendirinya aktivitas tersebut akan merugikan
anak karena kegiatan belajarnya menjadi terganggu(Sobur,2003:251).

C. Cara Meningkatkan Semangat Belajar


Semangat dalam pengertian yang berkembang di masyarakat seringkali
disamakan dengan motivasi. Motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakkan
seseorang bertingkah laku dan belajar adalah perubahan tingkah laku secara permanen
dan secara potensial yang terjadi sebagai hasil dari praktek atau penguatan (reinforced
practice) yang dilandasi dengan tujuan untuk mencapai TERAMPIL Pendidikan dan
Pembelajaran Dasar Volume 2 Nomor 1 Juni 2015 p-ISSN 2355-1925 tujuan tertentu.
Frederick, J., Donald. Mc menyatakan bahwa “motivation is an energy change within
the person characterized by affective arousal and anticipatory goal reaction”, yang
berarti bahwa motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang
yang ditandai dengan timbulnya afektif dan reaksi untuk mencapai tujuan.
Sejalan dengan pendapat tersebut, menurut Bimo Walgito “motivasi
merupakan kekuatan yang terdapat dalam diri individu yang menyebabkan bertindak
dan berbuat”. Dalam kegiatan belajar Elida Prayitno mengemukakan bahwa “motivasi
dalam belajar tidak merupakan suatu energi yang menggerakkan siswa untuk belajar,
tetapi juga sebagai suatu yang mengarahkan aktivitas siswa kepada tujuan belajar”.
Hal senada juga dikemukakan oleh Sardiman bahwa “ motivasi adalah keseluruhan
daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang
menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada
kegiatan belajar”. Lebih jelas lagi Winkel menyebutkan bahwa “motivasi belajar
adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan
belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan
arah pada kegiatan belajar itu, maka tujuan yang dikehendaki oleh siswa tercapai”.
Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut dapat diketahui bahwa seseorang
yang belajar memerlukan adanya motivasi untuk mencapai tujuan belajar. Motivasi
itu sendiri akan menggerakkan dirinya untuk melakukan aktivitas belajar. Jadi dapat
disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan motivasi belajar adalah suatu keadaan
dalam diri individu yang menyebabkan seseorang mau melakukan kegiatan belajar
untuk mencapai tujuan belajar.

5
Pada umumnya para ahli membagi motivasi menjadi dua jenis, yang umum
dikenal sebagai motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah
keinginan bertindak yang disebabkan faktor pendorong dari dalam individu. Tingkah
laku yang diperbuat individu tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor dari lingkungan.
Sedangkan, motivasi ekstrinsik adalah keinginan bertindak yang disebabkan oleh
faktor pendorong dari luar. Tingkah laku individu yang terjadi dipengaruhi faktor dari
lingkungan. Tujuan utama individu melakukan kegiatan ini karena ingin mencapai
tujuan di luar aktivitas belajar itu sendiri. TERAMPIL Pendidikan dan Pembelajaran
Dasar Volume 2 Nomor 1 Juni 2015 p-ISSN 2355-1925
Membudayakan iklim semangat belajar pada siswa Sekolah Dasar 122.
Seseorang siswa yang mempunyai motivasi intrinsik akan mengerjakan tugasnya
dengan lebih baik daripada siswa yang termotivasi secara ekstrinsik. Meskipun
demikian bukan berarti motivasi ekstrinsik tidak penting, akan tetapi motivasi
ekstrinsik memungkinkan untuk dapat menimbulkan motivasi intrinsik bagi siswa.
Di dalam proses belajar, siswa yang termotivasi secara intrinsik dapat dilihat
dari kegiatannya yang tekun dalam mengerjakan tugas-tugas belajar. Tujuan
belajarnya adalah untuk menguasai apa yang sedang dipelajari, bukan karena ingin
mendapat sanjungan dari guru yang mengajar. Selain itu siswa juga menunjukkan
keterlibatannya yang besar dalam belajar. Siswa akan merasa puas jika dapat
memecahkan masalah pelajaran dengan benar atau mengerjakan tugas dengan baik.
Karena itu, siswa yang termotivasi secara intrinsik dalam belajarnya tanpa merasakan
adanya tekanan atau paksaan.
Antara motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik keberadaannya dalam diri
siswa saling jalin menjalin atau kait mengait menjadi satu membentuk satu sistem
motivasi yang menggerakkan siswa untuk belajar. Siswa yang mempunyai motivasi
kuat dalam belajar akan menunjukkan minatnya, aktivitasnya dan partisipasinya
dalam mengikuti kegiatan belajar yang sedang dilangsungkan. Kehadiran motivasi
dalam aktivitas belajar merupakan faktor psikis yang bersifat non intelektual yang
dapat menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar dan
memberikan arah pada kegiatan belajar. Sehingga motivasi dapat menumbuhkan
gairah, minat dan semangat yang tinggi dalam belajar.

6
Menurut Munandar dampak motivasi belajar disebut sebagai ciri-ciri motivasi
seperti yang dijelaskan sebagai berikut:

a. Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam jangka waktu lama,
tidak ingin berhenti sebelum selesai).

b. Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa).

c. Ingin mendalami bahan atau bidang pengetahuan yang diberikan.

d. Selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin.

e. Menunjukkan minat terhadap masalah-masalah yang belum diketahuinya.

f. Senang dan rajin belajar, penuh semangat.

g. Dapat mempertahankan pendapat-pendapatnya.

h. Senang mencari dan memecahkan masalah.

Menurut Achmad dalam kegiatan pembelajaran, perhatian berperan sangat


penting sebagai langkah awal yang akan memacu aktivitas-aktivitas berikutnya.
Dengan perhatian, siswa berupaya memusatkan pikiran, perasaan, fisik dan psikisnya
kepada sesuatu yang menjadi tumpuan perhatiannya. Tanpa adanya perhatian tidak
mungkin terjadi belajar. Jadi, siswa yang menaruh minat terhadap materi pelajaran
biasanya perhatiannya akan lebih intensif dan kemudian timbul motivasi dalam
dirinya untuk mempelajari materi pelajaran tersebut. Selanjutnya, menurut Sardiman
fungsi-fungsi motivasi antara lain:

a. Mendorong manusia untuk berbuat, yaitu sebagai penggerak atau motor yang
melepaskan energi.

b. Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai.

c. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuataan-perbuataan apa yang harus


dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-
perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.

Sementara itu, Oemar Hamalik menyebutkan bahwa fungsi motivasi adalah:


“(1) mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan, (2) sebagai pengarah,
artinya mengarahkan perbuatan kepada pencapaian tujuan yang diinginkan, (3)

7
sebagai penggerak, yaitu berfungsi sebagai mesin.” Lebih lanjut Sofa menyebutkan
fungsi lain dari motivasi belajar adalah: “ (1) Mendorong timbulnya kekuatan atau
suatu perbuatan, seperti timbulnya dorongan untuk belajar, (2) Sebagai pengarah,
artinya mengarahkan perbuatan ke pencapaian tujuan yang diinginkaan, (3) Sebagai
penggerak, artinya besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya
suatu perbuatan.”
Berdasarkan uraian di atas maka jelaslah pentingnya memiliki semangat
(motivasi) belajar bagi siswa. Dengan adanya motivasi yang tumbuh kuat dalam diri
siswa maka hal itu akan menjadi modal penggerak utama dalam mengejar prestasi
belajar guna keberhasilan proses pembelajarannya atau mencapai tujuan
pembelajarnya.

8
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Faktor ekonomi sangat mempengaruhi minat belajar seorang anak
2. Penghargaan berupa pujin atau prestasi belajar menjadikan anak semakin giat dan
semangat dalam belajar
3. Anak yang rajin belajar tentuakan mendapatkan penghargaan berupa prestasi
disekolahanya
4. Kondisi lingkungan juga mempengaruhi semangat belajar anak
B. Saran
1. Diharapkan semua siswa dapat lebih rajin belajar agar mendapatkan nilai dan
prestasi yang baik sehingga bisa membanggakan orang tua dan dapat meraih
kesuksesan
2. Diharapkan orang tua terus memberikan dorongan(semangat) untuk anaknya agar
anaknya giat belajar
3. Pemerintah diharapkan memperhatikan anak-anak yang berprestasi namun tidak
memiliki biaya untuk melanjutkan sekolah

9
DAFTAR PUSTAKA

http://rizakahfi.blogspot.co.id

http://id.guraru.org

http://www.google.com

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=5&cad=rja&uact=8
&ved=0ahUKEwi61JHT2dnZAhVEpY8KHV4lATsQFgg-
MAQ&url=http%3A%2F%2Fdownload.portalgaruda.org%2Farticle.php%3Farticle%3D4893
82%26val%3D9901%26title%3DMEMBUDAYAKAN%2520IKLIM%2520SEMANGAT%
2520BELAJAR%2520PADA%2520SISWA%2520SEKOLAH%2520DASAR&usg=AOvVa
w3crLGeNM4DMW1HJjJj8EPb

http://download.portalgaruda.org/article.php?article=489382&val=9901&title=MEMBUDAYAKAN%2
0IKLIM%20SEMANGAT%20BELAJAR%20PADA%20SISWA%20SEKOLAH%20DASAR.

10