Está en la página 1de 4

Actuator-actuator (aktuator-aktuator) pada Sistem EFI

juan prasetyadi 10:29


Actuator merupakan perangkan yang dikontrol oleh ECU sebagai aktualisasi yang didasarkan pada
data-data inputan dari sensor-sensor. Adapun actuator-actuator pada sistem EFI antara lain :

1. Injector

Injector berfungsi untuk menyemprotkan atau menginjeksikan bahan bakar menuju ke intake
manifold atau ruang bakar sesuai dengan perintah dari ECU yang didasarkan dari inputan sensor-
sensornya

2. ESA (Electronic Spark Advancer)

ESA berfungsi untuk mengontrol waktu pengapian (dimajukkan atau dimundurkan) yang
didasarkan inputan dari sensor-sensornya. Pada ESA sudah tidak menggunakan distributor lagi
atau menggunakan sistem DLI (Distributor Less Ignition) atau sistem DIS (Direct Ignition System)

3. ISC( Idle Speed Control)


ISC atau Idle Speed Control berfungsi untuk mengontrol kecepatan idle atau stasioner pada
kendaraan dengan cara mengatur banyak sedikitnya udara yang masuk ke ruang bakar ketika pedak
gas tidak ditekan atau diinjak

4. Kontrol pompa bahan bakar

Kontrol pompa bahan bakar ini berfungsi untuk mematikan kinerja pompa bahan bakar ketika
engine pada keadaan mati

5. Kontrol Cut A/C System (Air Conditioner)


Kontrol Cut A/C System (Air Conditioner) berfungsi untuk :

 Bila engine mencapai temperatur 107o C maka A/C akan di cut atau dimatikkan
 Ketika pedal gas atau katup throttle gas dibuka lebih dari ketentuan dari kecepatan
kenraan maka akan membuat A/C akan otomatis di cut atau dimatikkan

6. Kontrol Electric Cooling Fan

Kontrol Electric Cooling Fan berfungsi untuk :

 Bila temperatur engine mencapai 98o C maka electric fan akan bekerja untuk
mendinginkan air pendingin
 Bila A/C dihidupkan maka electric fan akan bekerja
 Bila sensor temperatur air pendingin rusak maka fan akan bekerja

7. EGR (Exhaust Gas Recirculation)


EGR atau Exhaust Gas Recirculation adalah sebuah cara atau teknologi di mana teknologi EGR
ini bertujuan untuk mengurangi Kadar Nox pada gas buang yang dihasilkan pada proses
pembakaran di engine. Pada engine pembakaran internal atau internal combustion engine, EGR
ini bekerja dengan cara mensirkulasikan kembali sisa hasil pembakaran untuk kemudian dicampur
kembali dengan udara bersih di intake manifold. Teknologi EGR sudah diterapkan pada mesin
bensin maupun pada mesin diesel. Dengan menggunakan teknologi EGR maka emisi gas buang
(polusi gas buang) dapat diperkecil.

8. Check Engine Lamp

Lampu check engine berfungsi untuk memberitahukan kepada pengemudi bila terdapat sensor-
sensor pada sistem EFI ada yang tidak bekerja, sehingga pengemudi akan mengetahui adanya
kerusakan tersebut.
v