Está en la página 1de 10

PEMBAHASAN

I. Pengertian Vertebrata
Vertebrata adalah anggota filum kordata (chordata). Kordata adalah hewan
bilateral (bersimetri bilateral), dan berada didalam bilateria. Mereka tergolong
kedalam klad hewan yang dikenal sebagai deuterostomia. Deuterostom yang paling
diketahui, selain vertebrata adalah ekinodermata (echinodermata), kelompok yang
mencakup bintang laut dan bulu babi. Akan tetapi, seperti yang ditunjukkan pada dua
kelompok deuterostomata invertebrate, sefalokordata dan urokordata, berkerabat
lebih dekat dengan vertebrata dibandingkan dengan invertebrate yang lain. Bersama
dengan lampre dan vertebrata, kedua kelompok tersebut membentuk kordata
(Campbell, 271:2008)
Vertebrata adalah kelompok hewan yang mempunyai ruas-ruas tulang
belakang (kamus biologi edisi lengkap, 579:2009)
II. Histologi Hewan Vertebrata
Jaringan hewan vertebrata dapat diamati dengan mikroskop cahaya maupun
mikroskop electron. Jaringan tubuh hewan vertebrata dapat dibedakan
menjadi empat jaringan dasar, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan
saraf, dan jaringan otot. Keempat jaringna tersebut akan dibahas dibawah ini.

1. Jaringan Epitel

Yakni jaringan yang tersusun dari sel-sel yang melpisi permukaan luar atau
permukaan dalam suatu rongga. Seluruh jaringan epitel terletak pada suatu
lamina basalis (lapisan membrane basal) yang memisahkan epitel dari
jaringan dibawahnya. Permukaan sel yang berhadapan dengan lumen disebut
permukaan apical, permukaan yang terletak diantara sel-sel disebut
permukaan lateral, dan permukaan yang berhadapan dengan membrane basal
disebut permukaan basal. Ciri-ciri jaringan epitel :

 Terdiri dari sel-sel yang berisi, bersudut banyak (poligonal) dan ada yang
bentuknya tidak teratur.
 Sel-sel tersusun rapat tanpa atau sedikit substansi intraselular.
 Sel epitel memiliki daya regenerasi yang tinggi untuk menggantikan sel-sel
epitel yang telah rusak.
 Beberapa jenis jaringan epitel memiliki mikrovili (tonjolan)
 Tidak mengandung pembuluh darah dan pembuluh limfa, sehingga nutrisi
diperoleh secara difusi dari jaringan ikat dibawahnya.
Fungsi jaringan epitel, yaitu :

 Untuk melindungi jaringan dibawahnya adri dehidrasi atau pengaruh agen


kimiawi maupun biologi.
 Transport zat-zat antar jaringan atau rongga yang dipisahkan.
 Absorbsi (penyerapan sari makanan)
 Sekresi, menghasilkan zat atau enzim dari epitel membrane maupun
kelenjar.
 Ekskresi, membuang sisa-sisa metabolism air, CO2, dan garam-garam
tertentu.
 Eksteroreseptor, menerima stimulus dari lingkungan.
 Membantu respirasi.
Berdasarkan bentuk sel, jaringan epitel dibedakan menjadi lima jenis yaitu :
1. Jaringan Epitel Pipih

Jaringan epitel pipih berbentuk tipis seperti lembaran, intisel tampak seperti
cakram. Berdasarkan susunannya, epitel dibedakan menjadi dua, yaitu :

a. Jaringan epitel pipih selapis tersusun dari satu lapisan sel. Semua sel
terletak diatas membrane basal dan mencapai permukaan. Jaringan epitel
pipih selapis terdapat pada endothelium, mesotelium, lapisan parietal
kapsul bowman, dan lengkung henle pada ginjal, alveolus paru-paru,
selaput pada telinga tengah dan dalam. Jaringan epitel selapis berfungsi
dalam proses difusi, osmosis, filtrasi, dan ekskresi.

b. Epitel pipih berlapis banyak merupakan membrane yang tebal, terdiri atas
satu lapisan sel yang berbetuk pipihdan ada dibagian dalam yang
berbentuk kuboid atau silindris. Membrane yang tebal berfungsi sebagai
pelindung dari pengaruh fisik, kimiawi, dan biologi. Dibagian permukaan
tubuh sel-sel mengalami keratinasi membentuk lapisan zat tanduk
(keratin), contohnya pada kulit. Pada fasa, rongga mulut, esophagus, dan
anus epitelnya lembab, basah, dan tidak memilki lapisan tanduk, pada
kornea mata permukaannya licin dan teratur.

2. Jaringan Epitel Kubus (Kuboid)

Jaringan epitel kubus tersusun atas sel-sel berbentuk kubus. Berdasarkan


susunannya epitel kubus dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

a. Epitel kubus selapis tersusun dari satu lapisan sel berbentuk kubus. Epitel
kubus selpais berfungsi sebagai pelindung, sekretori, dan absorbsi. Epitel
banyak ditemukan di ginjal, ovarium, kelenjar ludah, tiroid, pancreas, dan
lensa mata.
b. Epitel kubus berlapis banyak terdiri atas lebih dari satu lapis sel berbentuk
kubus, sel permukaannya berbentuk lebih kecil. Epitel kubus berlapis
banyak berfungsi untuk proteksi, absorbsi, dan sekresi. Epitel ini banyak
ditemukan pada saluran keluar kelenjar keringat.

3. Jaringan Epitel Silindris

Jaringan epitel silindris tersusun dari sel-sel berbentuk heksagonal


memanjang. Berdasarkan susunannya epitel silindris dibedakan menjadi dua
yaitu :

a. Epitel silindris selapis tersusun dari satu lapis sel-sel berbentuk silindris,
diantara sel-sel terdapat sel goblet, yaitu sel-sel berbentuk seperti piala
yang menghasilkan lendir. Epitel silindris selapis berfungsi untuk sekresi
dan absorbsi (penyerapan). Permukaan sel ada yang bersilia dan tidak.

b. Jaringan epitel silindris berlapis banyak tersusun dari lapisan sel-sel


berbentuk silindris pada permukaannya, pada lapisan basal berukuran
lebih pendek dan berbentuk polyhedral tidak teratur. Epitel silindris
berlapis banyak berfungsi untuk perlindungan dan sekresi. Epitel ini
terdapat pada uretra, laring, trakea, faring, dan kelenjar ludah.

4. Jaringan Epitel Transisional

Jaringan epitel transisional terdapat pada bagian-bagian yang mengalami


tekanan dari dalam dengan kapasitas bervariasi, dan bentuknya bergantung
pada derajat peregangan. Pada lapisan basal terdiri atas sel-sel kubus
polyhedral, dan lapisan permukaan dalam (superfisial) terdiri atas sel-sel yang
bentuknya bervariasi dari kubus hingga pipih, bergantung pada peregangan.
Bagian yang tidak diregangkan umumnya berbentuk cembung. Contohnya
terdapat pada lapisan urinaria (pelvis renalis, ureter, kandung kemih, dan
uretra.

5. Jaringan Epitel Kelenjar

Epitel kelenjar tersusun dari sekelompok sel-sel epitel khusus untuk sekresi
zat yang diperlukan dalam proses fisiologi tubuh. Jaringan epitel kelenjar
dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
a. Kelenjar eksokrin, menyalurkan sekretnya ke suatu permukaan tubuh
(sekresi eksternal).

b. Kelenjar endokrin, mengeluarkan sekretnya langsung kedalam system


vaskuler darah atau limfa (sekresi internal). Kelenjar endokrin disebut
juga kelenjar buntu, karena tidak memiliki saluran.

2. Jaringan Ikat (Jaringan Penyambung)

Merupakan hasil dari perkembangan jaringan mesenkim dari lapisan


mesoderm. Jaringan ikat tersusun dari bahan intersel (matriks) dan sel-sel
penyusun jaringan ikat. Jaringan ikat memiliki fungsi sebagai berikut :

 Pengikat dan penyambung antar jaringan


 Penyokong dan pembentuk struktur tubuh
 Penyimpan energy
 Pertahanan tubuh terhadap invasi bibit penyakit
 Pelindung suatu organ
 Transport cairan tubuh yang dilakukan oleh jaringan ikat darah dan limfa.

Jaringan ikat dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :

1. Jaringan Ikat Sejati


Jaringan ikat sejati dibagi menjadi dua yaitu :
a. Jaringan Ikat Longgar.
Yang termasuk jaringan ikat longgar adalah jaringan mukosa, jaringan
areolar, jaringan lemak (adiposa), jaringan retikuler.

b. Jaringan Ikat Padat


Dibedakan menjadi dua yaitu, jaringan ikat padat teratur dan jaringan
ikat padat tidak teratur.

2. Jaringan Ikat Cair


Jaringan ikat cair di dalam tubuh meliputi darah dan limfa.

3. Jaringan Ikat Penyokong


Jaringan ikat penyokong meliputi :

a. Jaringan tulang rawan (kartilago).


Jaringan rawan dibedakan menjadi tiga yaitu tulang rawan hialin, tulang
rawan elastic, dan tulang rawan fibroblast (fibrokartilago).
b. Jaringan tulang keras (osteon)
Tulang keras dibedakan menjadi dua macam, yaitu tulang spongiosa
(spons dan tulang kompak).

3. Jaringan Otot

Struktur jaringan otot mempunyai kemampuan berkontraksi untuk melakukan


gerakan. Didalam tubuh terdapat tiga jaringan otot yaitu :

a. Jaringan Otot Polos

Sel otot polos berbentuk gelendong dengan kedua ujungnya meruncing dan
bagian tengah lebih lebar. Otot polos merupakan otot involunter (otot tak
sadar), karena gerakannya tidak menuruti perintah yang diinginkan. Jaringan
ini terdapata pada saluran pencernaan makanan, dinding pembuluh darah,
pembuluh limfa, saluran pernafasan, saluran reproduksi, kandung kemih,
dermis, iris, dan korpus siliaris pada mata.

b. Jaringan Otot Rangka (Otot Lurik)


Jaringan ini disebut otot rangka karena melekat pada tulang rangka. Jaringan
otot rangka disebut sebagai daging. Jaringan ini berwarna merah muda dan
berbentuk silindris panjang. Otot lurik merupakan otot volunter (otot sadar)
yang bekerja di bawah pengaruh saraf sadar, cepat bereaksi jika stimulus
(rangsangan), kontraksinya kuat, tetap cepat lelah. Ujung – ujung sel
meruncing, tetapi agak membulat pada perbatasan otot dengan tendon.

c. Jaringan Otot Jantung


Hanya terdapat di jantung. Sel otot jantung (kardiosit) berbentuk silindris
dengan ujung bercabang dua atau lebih. Otot jantung merupakan otot
involunter (tak sadar) yang dikendalikan oleh saraf otonom baik saraf
simpatik yang mempercepat denyut jantung, maupun saraf parasimpatik
yang memperlambat denyut jantung.

4. Jaringan Saraf

Jaringan saraf tersebar diseluruh bagian tubuh (terdapat sekitar 98% pada
susunan saraf pusat otak dan sumsum tulang belakang, dan sisanya pada
susunan saraf tepi). Jaringan saraf berfungsi menghimpun rangsangan dari
lingkungan, mengbah rangsangan menjadi impuls saraf, kemudian memberikan
jawaban (respons) yang tepat ke organ – organ efektor. Jaringan saraf tersusun
dari sel saraf (neuron) dan sel penyokong (neuroglia).
III. Anatomi Hewan Vertebrata

1. Pisces

Pisces merupakan vertebrata akuatik (hidup di air) yang memiliki ciri umum
sebagai berikut :

 Tubuh terdiri atas kepala, badan, dan ekor.Tubuh ditutupi oleh kulit yang
pada umumnya bersisik dan berlendir.
 Pisces bernafas dengan insang dan memiliki organ tambahan berupa
gelembung renang yang berfungsi membantu pernafasan dan sebagai alat
hidrostatis.
 Pisces bersifat poikiloterm (berdarah dingin/suhu tubuh dipengaruhi suhu
lingkungan).
 Sistem peredaran darah tertutup tunggal, yaitu dalam satu kali peredaran,
darah hanya satu kali melalui jantung. Jantung terdiri atas 2 ruangan, yaitu
satu vetrikel dan satu atrium.
 System pencernaan lengkap mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus,
dan anus.
 Alat ekskresi berupa ginjal dengan tipe pronefron atau mesonefron.
 Pisces memiliki alat indra berupa sepasang mata, sepasang telinga dalam,
indra pembau dan gurat sisi terdapat disepanjang sisi tubuhnya, berfungsi
untuk mengetahui perubahan tekanan air.
 Alat kelamin terpisah (hermafrodit). Fertilisasi terjadi secara eksternal
(diluar tubuh) atau internal (didalam tubuh).
.
2. Amphibia

Amphibian merupakan hewan yang dapat hidup di darat dan air tawar tetapi
tidak hidup di ir laut. Ciri-ciri umum amphibian sebagai berikut :

 Tubuh memiliki bagian kepala dan badan.


 Kulit lunak, berkelenjar, dan selalu basah.
 Amphibian memiliki dua pasang kaki untuk berjalan, melompat, dan
berenang.amphibia
 Alat pernapasan berupa insang, kulit, dan paru-paru.
 Amphibian merupakan hewan poikiloterm (berdarah dingin).
 Jantung terdiri atas tiga ruangan, yaitu satu ventrikel dan dua atrium.
Peredaran darah tertutup ganda (darah dua kali melewati jantung dalam satu
kali peredaran).
 Amphibian memiliki sistem mulai dari mulut, faring, esophagus
(kerongkongan), lambung, usus, dan rectum yang langsung bersatu dengan
kloaka.
 System ekskresi pada amphibia berupa ginjal tipe mesonefoid dan saluran
kemih yang membawa sekret ke kloaka.
 System indra terdiri atas mata, lubang hidung, dan telinga
 Amphibia memiliki alat kelamin terpisah.

3. Reptilia

Reptilia merupakan hewan yang hidup didarat, perairan tawar, rawa-rawa, dan
laut. Ciri-ciri umum reptilia adalah sebagai berikut :

 Tubuh terdiri atas bagian kepala, leher, badan, dan ekor. Reptilian memiliki
dua pasang kaki berjari 5 kecuai pada ular.
 Kulit tubuh kering dan tertutup oleh sisik atau lempeng epidermal. Sisik
mengandung protein keratin yang menyebabkan kulit menjadi kedap air dan
membantu mencegah dehidrasi di udara yang kering. Memiliki kelenjar bau
didekat kloaka. Pada kura-kura kelenjar bau terdapat diantara karapas
(perisai dorsal) dan plastron (perisai ventral)
 Bernafas dengan paru-paru. Pada kura-kura pertukaran gas terjadi dibagian
permukaan kloakanya yang lembab.
 Reptilian merupakan hewan poikiloterm (berdarah dingin). Reptilia
mengontrol suhu tubuhnya bukan dengan metabolism tubuh melainkan
melalui adaptasi tingkah laku. Contohnya kadal sering berjemur dibawah
terik matahari saat udara sejuk dan mencari tempat teduh bila udara terlalu
panas.
 Alat pencernaan lengkap mulai dari mulut, faring, esophagus, lambung, usus
halus, usus besar, dan kloaka. Pada mulut terdapat gigi dan lidah.
 Reptilia memiliki peredaran darah tertutup ganda. Jantung terdiri atas empat
ruangan, yaitu dua serambi (atrium) dan dua bilik (ventrikel), tetapi sekat
antara kedua bilik belum sempurna.
 Alat ekskresi berupa ginjal berbentuk pipih. Reptilian memiliki kandung
kemih, tetapi urine dikeluarkan melalui kloaka bersama tinja. Hasil ekskresi
berupa asam urat yang berwarna putih berbentuk pasta (bubur) dan
kelebihan air diserap kembali oleh bagian tabung ginjal.
 Alat indra berupa mata, telinga, dan hidung. Mata memiliki kelenjar air mata
untuk menjaga agar mata selalu basah. Kemampuan melihat tajam terdapat
pada ular, iguana, agamit, bunglon, tokek. Kadal dan kura-kura air mampu
membedakan warna. Lubang telinga pada beberapa reptilian ada yang
tertutup kulit. Tokek yang aktif pada malam hari memiliki pendengaran yang
cukup baik. Lubang hidung berfungsi memasukkan udara dan terdapat organ
pembau pada rongga hidung.
 System saraf berupa otak dengan 12 pasang saraf kranial.
 Alat kelamin pada reptilian terpisah. Fertilisasi terjadi secara internal
didalam tubuh betina. Umumnya bersifat ovipar (bertelur), tetapi ada juga
yang bersifat ovovivipar, misalnya kadal alat kelamin jantan (hemipenis)
pada ular dan kadal tersimpan didasar ekor dan dapat menyembul keluar.
Pada ular diatas hemipenisnya terdapat duri-duri yang mengembang besar
agar tidak mudah terlepas dari kloaka betina saat terjadi perkawinan.
Reptilian menghasilkan telur amiotik (embrio dilindungi oleh membrane
amnion) bercangkang yang tersusun atas zat kapur.
 Reptilian cenderug berumur panjang. Penyu/kura-kura mampu hidup sekitar
20-100 tahun. Buaya dan ular besar mampu hidup sekitar 25-40 tahun. Ular
kecil berumur sekitar 20 tahun.

4. Aves

Aves adalah vertebrata yang tubuhnya ditutupi oleh bulu yang berasal dari
epidermis dan memiliki bermacam-macam adaptasi untuk terbang. Ciri-ciri
umum aves adalah sebagai berikut :

 Ukuran tubuh bervariasi. Terdiri atas bagian kepala, leher, badan, dan ekor.
 Mulut berparuh yang tersusun atas zat tanduk, tidak memiliki gigi, dan lidah
tidak dapat dijulurkan. Bentuk paruh bervariasi sesuai jenis makanannya.
 Mata berkembang baik; memiliki kelopak mata, membrana niktitans, dan
kelenjar air mata. Pada umunya mata terdapat dibagian sisi pada kepala,
terletak berdampingan. Telinga tidak berdaun telinga dan ditengah terdapat
sebuah osikula audiotori. Aves memiliki sepasang lubang hidung.
 Aves memiliki sepasang kaki yang jari-jarinya berjumlah 2, 3, atau 4. Kulit
kaki bagian bawah dan jari-jarinya tersusun atas zat tanduk yang keras.
 Aves memilki sayap untuk terbang. Kecepatan terbang antara 30-75 km/jam.
 Aves bernafas dengan paru-paru yangberhubungan dengan pundi-pundi
udara.
 Aves memiliki alat suara siring yang terdapat di percabangan trakea.
 System pencernaan aves lengkap. Meliputi mulut, esophagus, tembolok,
lambung kelenjar, empedal, usus halus, usus besar dan kloaka.
 Aves bersifat homoiterm karena mempertahankan suhu tubuhnya dengan
bulu-bulu.
 Aves memilki peredaran darah ganda. Artinya dalam satu kali peredaran
darah keseluruh tubuh, darah melewati jantung dua kali.
 Aves bersifat ovipar dan fertilisasi terjadi secara internal. Telur bercangkang
keras dan beberapa spesies mengerami telurnya.
5. Mamalia

Hewan yang memiiki kelenjar susu pada betinanya, sedangkan pada individu
jantan kelenjar susu mengalami reduksi. Ciri-ciri umum mamalia :

 Tubuh terdiri atas bagian kepala, leher, badan, dan ekor. Anggota gerak
depan dan belakang memiliki jari-jari. Anggota gerak depan termodifikasi
untuk fungsi berlari, menggali lubang, berenang, dan terbang. Pada jari
terdapat kuku atau cakar.
 Mamalia memilki kelenjar susu (glandula mammae) di dada, perut,atau
diketiak anggota badan. Kelenjar susu pada individu betina dapat
mengeluarkan air susu setelah kelahiran anak. Kelenjar susu pada kelompok
marsupilia (mamalia berkantung) dan hewan plasentalia (hewan yang
memberi makan janin melalui plasenta). Memiliki putting, sedangkan
monotermata (mamalia bertelur) tidak memiliki putting.
 Mamalia memilki rambut, sedikitnya dalam satu fase siklus hidupnya. Setiap
helai rambut tumbuh didalam kantung yang mengeluarkan minyak pada
kulit.
 Mamalia bersifat homoiterm. Tubuh dipertahankan dalam suhu 36°C.
beberapa spesies mengalami hibernasi.
 Ruas tulang belakang leher pada mamalia berjumlah tujuh buah.
 Mamalia memiliki sekat yang membatasi rongga dada dengan rongga perut
yang disebut diafragma.
 System pencernaan mamalia lengkap, mulai dari mulut, faring, esophagus,
lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Rahang bawah pada mulut
dibentuk oleh satu tulang tunggal. Pada pinggir rahang terdapat gigi. Pada
umumnya terdapat empat tipe gigi, yaitu gigi seri, gigi taring, gigi geraham
depan, dan gigi geraham belakang. Mamalia hanya berganti gigi satu kali.
Mamalia memiliki sekum (usus buntu). Pada pertemuan usus dan kolon.
Pada sekum terdapat umbai cacing.
 Peredaran darah pada mamalia tertutup dan ganda, yang terbagi menjadi
peredaran darah besar (darah dari jantung keseluruh tubuh, kemudian
kembali ke jantung) dan peredaran darah kecil (darah dari jantung ke paru-
paru, kemudian kembali ke jantung). Jantung terdiri atas dua serambi dan
dua bilik. Sel darah merah berbentuk bikonkav dan tidak berinti.
 Mamalia bernafas dengan paru-paru. Paru-paru terdiri atas dua lobus dan
terdapat di dalam ruang pleura. Pada laring terdapat pita suara.
 System ekskresi mamalia berupa ginjal metanefros dengan dua ureter yang
mengalirkan urine kekandung kemih.
 Alat indar berupa mata, telinga, lidah, dan hidung. Mata dilindungi oleh
kelopak mata atas dan kelopak mata bawah yang dapat dipejamkan. Mamalia
memiliki tiga tulang pendengaran, yaitu martil, landasan, dan sanggurdi.
Lidah memiliki papilla-papila pengecap rasa. Hidung berhubungan dengan
lubang tunggal ditengkorak.
 Mamalia memiliki otak, besar kecilnya mempengaruhi kepandaian atau
intelektualnya.
 Mamalia memiliki alat kelamin yang terpisah antara jantan dan betina.
Fertilisasi terjadi secara internal dan bersifat vivipar. Mamalia jantan
memiliki alat kopulasi berupa penis dan spermatozoid diproduksi oleh testis
yang tersimpan didalam skrotum. Embrio berkembang didalam uterus
individu betina dan pertukaran metabolism (misalnya respirasi dan nutrisi)
antara embrio dengan induk terjadi melalui plasenta. Lubang genital pada
mamalia terpisah dengan anus.