Está en la página 1de 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan zaman yang kian canggih
telah menempatkan kita pada teknologi modern. Sejak Desember 2015 lalu, kita
telah masuk pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN yang mana persaingan dengan
negara luar akan semakin ketat terutama pada bidang ekonomi. Perekonomian
Indonesia diharapkan mampu bersaing dengan negara-negara luar, oleh karenanya
kita harus memperhatikan bagaimana cara mengembangkan faktor-faktor produksi
di Indonesia.
Negara kita Indonesia merupakan pemilik kekayaan alam yang melimpah.
Penggunaan faktor produksi harusnya dilakukan dengan optimalisasi pengembangan
faktor produksi yaitu bagaimana cara menggunakan faktor produksi tersebut
seefisien mungkin agar bisa memberikan hasil yang terbaik bagi masyarakat
Indonesia itu sendiri.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dirumuskan beberapa masalah
sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan faktor produksi?
2. Apakah tujuan dari proses produksi?
3. Apa saja yang termasuk faktor-faktor produksi itu?
4. Bagaimana cara mengembangkan faktor-faktor produksi?

C. Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut:
 Untuk mengetahui pengertian dari faktor produksi
 Untuk memahami tujuan dari proses produksi
 Untuk mengetahui apa saja yang termasuk ke dalam faktor-faktor produksi
 Untuk memahami cara pengembangan faktor-faktor produksi

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Faktor Produksi


Produksi adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang atau badan (produsen)
untuk menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa untuk
memenuhi kebutuhan manusia. Kegiatan produksi dapat berlangsung jika tersedia
faktor produksi. Faktor produksi adalah segala sesuatu yang digunakan untuk
menghasilkan barang atau jasa dalam rangka menambah manfaat suatu barang atau
jasa.

B. Tujuan Produksi
Berikut ini adalah beberapa tujuan produksi:
 Memenuhi kebutuhan manusia. Manusia memiliki beragam kebutuhan terhadap
barang dan jasa yang harus dipenuhi dengan kegiatan produksi. Apalagi jumlah
manusia terus bertambah.
 Mencari keuntungan atau laba. Dengan memproduksi barang dan jasa, produsen
(orang yang memproduksi) berharap bisa menjualnya dan memperoleh laba
sebanyak-banyaknya.
 Menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Dengan memproduksi barang dan jasa,
produsen akan memperoleh pendapatan dan laba dari penjualan produknya, yang
dapat digunakan untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan termasuk
kehidupan para karyawan.
 Meningkatkan mutu dan jumlah produksi. Produsen selalu berusaha memuaskan
keinginan konsumen. Dengan berproduksi, produsen mendapat kesempatan
melakukan uji coba (eksperimen) untuk meningkatkan mutu sekaligus jumlah
produksinya agar lebih baik dari produksi sebelumnya.
 Mengganti barang-barang yang aus dan rusak karena dipakai atau karena bencana
alam. Semua itu diganti dengan cara memproduksi barang yang baru.
 Memenuhi pasar dalam negeri dan luar negeri.
 Meningkatkan kemakmuran.
 Memperluas lapangan usaha.

C. Macam-Macam Faktor Produksi


Faktor-faktor produksi terbagi menjadi 2 yaitu asli dan turunan. Faktor produksi
asli terdiri atas faktor produksi alam dan tenaga kerja. Sedangkan faktor produksi
turunan terdiri atas faktor produksi modal dan kewirausahaan.

2
Faktor Produksi asli terbagi atas:
a. Faktor produksi alam
Faktor produksi alam atau sumber daya alam adalah segala yang disediakan alam
baik langsung maupun tidak langsung dapat digunakan manusia dalam kegiatannya
memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran.
Faktor produksi alam yang dapat dinikmati secara langsung adalah tanah, udara, air,
dan sinar matahari. Sedangkan faktor produksi alam yang harus diolah terlebih
dahulu adalah gas alam, berbagai macam barang tambang, seperti timah, perak,
dan aluminium, serta tenaga alam, seperti PLTA dan PLTU.
b. Faktor produksi tenaga kerja
Tenaga kerja atau sumber daya manusia adalah segala kegiatan manusia baik fisik
atau rohani yang ditujukan untuk keperluan produksi.
Sumber daya manusia sangat diperlukan untuk mengolah dan meningkatkan nilai
atau manfaat suatu benda. Dengan kemampuan sumber daya manusia ini, alam bisa
dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Berikut Penggolongan Tenaga Kerja :
1) Tenaga kerja menurut sifatnya, dibedakan sebagai berikut:
 Tenaga kerja jasmani adalah tenaga kerja yang melakukan pekerjaan dengan
fisik atau jasmani untuk membantu proses produksi. Tenaga kerja jasmani
ini ada yang terdidik, ada yang terlatih, dan ada yang tidak terdidik dan tidak
terlatih.
 Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang melalui proses
pendidikan sebelum bekerja. Misalnya, akuntan, dokter, dan guru.
 Tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang sudah melalui latihan
dan pengalaman sebelum bekerja. Misalnya, sopir dan montir.
 Tenaga kerja tidak terlatih dan tidak terdidik adalah tenaga kerja yang
tidak memiliki pendidikan dan latihan secara khusus dalam pekerjaan.
Misalnya, tukang sampah, pesuruh, tukang sapu jalanan, dan buruh.
 Tenaga kerja rohani adalah tenaga kerja yang melakukan pekerjaan dengan
pikiran dan perasaan. Misalnya, pengarang dan psikolog.
2) Tenaga kerja menurut kedudukannya, dibagi menjadi tenaga kerja dengan usaha
sendiri dan tenaga kerja yang bekerja pada orang lain.
3) Tenaga kerja menurut hubungannya dengan proses produksi, dibedakan sebagai
berikut.
a. Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang berhubungan langsung
dengan proses produksi. Misalnya, mandor, operator mesin atau pabrik.
b. Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja yang tidak berhubungan
langsung dengan proses produksi, tetapi ikut membantu kelancaran proses
produksi. Misalnya, sekretaris, bagian administrasi.

3
Sedangkan faktor produksi turunan terdiri atas:
a. Faktor produksi modal
Modal adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang atau
jasa selanjutnya. Modal tidak terbatas pada bentuk uang saja, tetapi bisa berbentuk
mesin, gedung, tanah, dan sebagainya. Dalam proses produksi, modal sangat
dibutuhkan untuk memperoleh hasil yang lebih baik, lebih banyak, dan bermutu.
Modal dapat digolongkan berdasarkan sumber, penggunaan atau sifat, fungsi, dan
bentuknya.
1. Modal berdasarkan sumbernya
 Modal sendiri adalah modal yang bersumber atau berasal dari pemilik
perusahaan tersebut. Misalnya, modal saham.
 Modal asing (modal pinjaman) adalah modal yang berasal dari pinjaman
atau dari luar perusahaan. Modal asing atau modal pinjaman ini ada yang
jangka pendek (pinjaman kurang dari satu tahun) dan ada yang jangka
panjang (pinjaman lebih dari satu tahun). Misalnya, modal dari kredit bank.
2. Modal berdasarkan penggunaan atau sifatnya
 Modal lancar adalah modal yang hanya satu kali dipakai dalam proses
produksi. Misalnya, bahan baku atau bahan mentah, kertas, tinta, dan
bahan bakar minyak.
 Modal tetap adalah modal yang berulang kali dipakai dalam proses
produksi. Misalnya, mesin-mesin, pabrik, peralatan, dan mobil (yang
digunakan perusahaan, bukan mobil yang diperjualbelikan)
3. Modal berdasarkan fungsinya
 Modal pribadi atau perorangan adalah modal yang dimiliki perorangan
sebagai alat untuk memenuhi kebutuhannya. Misalnya, rumah yang
dikontrakkan dan hasilnya untuk pemilik.
 Modal masyarakat adalah modal yang digunakan dalam proses produksi
untuk kepentingan masyarakat atau umum. Misalnya, jembatan, jalan raya,
air sungai, rel kereta api, terminal, pelabuhan, gedung sekolah, dan lain-
lain.
4. Modal berdasarkan bentuknya
 Modal nyata (konkret) adalah modal yang dapat dilihat dengan mata,
digunakan dalam proses produksi, dan berbentuk barang dan uang.
Misalnya, peralatan kantor, pabrik, dan uang.
 Modal tidak nyata (abstrak) adalah modal yang tidak dapat dilihat dengan
mata dan digunakan dalam proses produksi. Misalnya, keahlian memimpin
(manajer), nama baik (good will), hak cipta, dan lain-lain.

4
b. Faktor produksi kewirausahaan
Faktor produksi kewirausahaan adalah kemampuan manusia untuk mengelola atau
mengendalikan usaha untuk memperoleh laba yang besar (wajar). Seorang
pengusaha harus mempunyai keahlian, kecakapan, keuletan, keterampilan untuk
mengelola usaha, dan keberanian untuk menanggung risiko, serta memiliki sikap
iman dan taqwa, bermoral, ahli dalam bidangnya, mampu mengorganisir usaha,
mudah bergaul, disiplin, tegas, dan jujur.
Kewirausahaan atau kemampuan mengelola ini dapat digolongkan dalam tiga
keahlian sebagai berikut.
1. Keahlian mengorganisir (organizational skill) adalah keahlian atau kemampuan
mengatur berbagai usaha yang berhubungan dengan proses produksi baik ke
dalam (intern) maupun ke luar (ekstern) perusahaan.
Misalnya, kepala sekolah yang mengatur, mengorganisir, menggerakkan, dan
mengevaluasi para guru dan pegawai di sekolah agar kegiatan belajar mengajar
berlangsung dengan tertib dan baik.
2. Keahlian teknologi (technological skill) adalah keahlian atau kemampuan yang
bersifat teknis ekonomis yang dilakukan dalam kegiatan proses produksi.
Misalnya, kepala bagian produksi di sebuah perusahaan mengatur dan
menggerakkan para karyawan untuk bekerja serta menggerakkan pabrik untuk
berproduksi.
3. Keahlian memimpin (managerial skill) adalah keahlian atau kemampuan
memimpin dan mengelola faktor-faktor produksi yang tersedia dengan teknik
dan cara yang baru dalam proses produksi.
Misalnya, kepala bagian produksi di sebuah perusahaan yang mengatur
ketersediaan dan pengelolaan faktorfaktor produksi yang digunakan perusahaan
untuk berproduksi.

D. Pengembangan Faktor-Faktor Produksi


Penggunaan faktor produksi harusnya dilakukan dengan optimalisasi
pengembangan faktor produksi yaitu bagaimana cara menggunakan faktor produksi
tersebut seefisien mungkin.
a. Faktor produksi alam
Indonesia sebagai negara dengan sumber daya alam yang melimpah tentunya harus
mampu memanfaatkan sebaik mungkin sumber daya alam yang dimiliki. Apalagi saat
ini telah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN yang mana akan lebih
memungkinkan bagi pihak luar negeri untuk menggunakan sumber daya alam dari
Indonesia ini, maka perlu adanya langkah protektif dari pemerintah Indonesia untuk
mencegah eksploitasi berlebihan dari pihak luar. Selain diadakannya proteksi,
Indonesia juga harus lebih inovatif dalam pemanfaatan sumber daya alam yang
tersedia agar pemeliharaan sumber daya alam dapat dilakukan dengan baik.

5
b. Faktor produksi tenaga kerja
Strategi pengembangan sumber daya manusia perlu dilakukan di era globalisasi
seperti sekarang ini. Pengembangan sumber daya manusia berupa tenaga kerja
merupakan usaha yang dapat dilakukan untuk membentuk manusia yang berkualitas
dengan memiliki keterampilan, kemampuan kerja serta berdaya saing tinggi.
Pendidikan merupakan syarat awal untuk menentukan keberhasilan perusahaan
kedepannya. Di Indonesia sendiri, angka kemiskinan yang terjadi masih sangat tinggi.
Salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya penguasaan IPTEK. Penyebab
lainnya adalah tingkat pendidikan angkatan kerja yang masih relatif rendah yang
mana masih didominasi oleh pendidikan dasar sekitar 63,2%. Pengembangan sumber
daya manusia (tenaga kerja) dapat dilakukan dengan mengadakan pelatihan-
pelatihan keterampilan kerja. Serta memperkuat sektor pendidikan, dengan
menggencarkan sosialisasi tentang pentingnya pendidikan agar masyarakat
Indonesia menempuh pendidikan setinggi-tingginya untuk meningkatkan daya saing.
c. Faktor produksi modal
Modal merupakan investasi yang sangat penting bagi sebuah entitas, maka dari itu
pengembangan modal merupakan target yang dapat membawa kabar baik bagi
suatu entitas yang berhasil mengembangkannya. Dengan berkembangnya modal
berarti keberhasilan suatu entitas mendapatkan keuntungan dalam kondisi baik.
Salah satu cara mengembangkan modal adalah dengan cara menginvestasikan dana
dan modal yang ada untuk mendapatkan keuntungan lebih yang dapat menambah
keuntungan aktiva dan modal. Misalnya, menerbitkan saham, maupun membeli
saham entitas lain, dan deposito. Yang kedua adalah dengan cara memperluan
entitas, untuk perusahaan dapat membuat cabang usahanya dan mencari laba yang
lebih besar.
d. Faktor produksi kewirausahaan
Sesuai penjelasan mengenai kewirausahaan diatas, cara yang dapat dilakukan untuk
mengembangkan faktor produksi kewirausahaan dapat dilakukan dengan pelatihan
bagi wirausaha akan perkembangan dan pemakaian teknologi, ilmu pengetahuan
akan ekonomi, manajemen perusahaan, manajemen organisasi dan manajemen
keuangan. Dengan diperolehnya ilmu tersebut maka wirausaha dapat semakin
berkembang dan mengembangkan usahanya.

6
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Produksi adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang atau badan (produsen)
untuk menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa untuk
memenuhi kebutuhan manusia. Kegiatan produksi dapat berlangsung jika tersedia
faktor produksi. Faktor produksi adalah segala sesuatu yang digunakan untuk
menghasilkan barang atau jasa dalam rangka menambah manfaat suatu barang atau
jasa.
Faktor produksi dibagi menjadi 4, yaitu faktor produksi sumber daya alam,
faktor produksi tenaga kerja, faktor produksi modal, dan faktor produksi
kewirausahaan. Dalam perkemkembangannya diperlukan berbagai usaha untuk
pengembangan faktor produksi agar perekonomian Indonesia kedepannya akan tetap
berjalan dengan lancar terutama saat ini telah memasuki era Masyarakat Ekonomi
ASEAN yang mana akan semakin ketatnya persaingan antar bangsa. Oleh karena itu kita
sebagai masyarakat Indonesia dan juga pemerintah Indonesia harus lebih selektif lagi
dalam hal penggunaan faktor-faktor produksi agar tidak salah mengambil langkah demi
kemajuan perekonomian Indonesia kedepannya.

B. Saran
Secara pribadi penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak
terdapat kekurangan. Untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis
harapkan demi kelancaran dalam pembuatan makalah selanjutnya. Semoga dengan
dibuatnya makalah ini dapat menambah informasi dan juga memberikan manfaat bagi
pembacanya. Dan dengan dibuatnya makalah ini dapat membuat pembacanya lebih
mengetahui tentang perkembangan faktor-faktor produksi di Indonesia.
Mengenai pengembangan faktor produksi sendiri, sebaiknya masyarakat
Indonesia dan pemerintah Indonesia bisa lebih selektif dalam mengambil langkah agar
optimalisasi pemanfaatan faktor produksi bisa dilakukan dengan efektif agar negara kita
dapat bersaing dengan negara-negara luar.