Está en la página 1de 22

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn.

M DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS


BAWANGAN KEC. PLOSO KAB. JOMBANG

A. PENGKAJIAN
I. Data Umum
a. Identitas kepala keluarga :

Nama KK : Tn. M

Umur : 48 tahun

Agama : Islam

Alamat : Dsn. Gedang RT/RW 03/06, Ds. Jatigedong, Kecamatan Ploso

Pekerjaan : Swasta

Pendidikan : SLTA Tamat

Penghasilan : ± Rp hari

b. Komposisi Keluarga

Nama Umur Sex Hub.dg KK Pendidikan KET


Ny. D 43 th P Istri SLTP Sakit
An. M 18 th L Anak Tamat SLTA Sehat
An. A 7 th L Anak Belum Sehat
Sekolah
An. R 5 th P Anak Belum Sehat
Sekolah

c. Genogram

d. Tipe Keluarga
Tipe keluarga Tn.M adalah keluarga inti (nuclear family) yaitu dalam satu
keluarga terdiri dari ayah, ibu dan anak.

e. Suku Bangsa

Keluarga Tn. M keluarga suku jawa, Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah
Bahasa jawa.Tidak ada kebiasaan keluarga yang dipengaruhi suku yang dapat
mempengaruhi kesehatannya.

f. Agama

Seluruh anggota Tn. M beragama islam dan taat beribadah.

g. Status Social Ekonomi Keluarga

Tn. M selain bekerja di sawah juga bekerja serabutan, jika ada tetangga yang
membutuhkan bantuan Tn. M mau membantu. Penghasilan rata-rata tidak menentu
terkadang beliau dapat 50.000 per hari dari membantu tetangganya. Pengeluaran di
gunakan untuk membeli keperluan makan sehari-hari.Keluarga tidak mempunyai
tabungan khusus untuk kesehatan.Barang yang dimiliki keluarga di rumah seperti
kompor gas, setrika, televisi, dan kipas angin.

h. Aktivitas Rekreasi Keluarga

Keluarga jarang ke tempat rekreasi secara bersamaan.Kebiasaan kumpul bersama


biasanya dilakukan pada malam hari dengan menonton TV di rumah.

I. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini

Keluarga Tn. M dalam tahap perkembangan keluarga dengan anak remaja, tugas
perkembangan keluarga dengan anak remaja seperti:

a. Mempertahankan pola komunikasi, keluarga mempuyai 1 anak usia remaja, anak.


M tidak terlalu dekat dengan Ny. D di karenakan An. M tidak tinggal serumah
dengan orang tuanya, tetapi di asuh oleh kakak Bpk Muharto. Bila ada masalah
An. M selalu dibicarakan dengan teman sebayanya tidak dengan ibunya,
dikarenakan An. M tidak serumah dengan ibunya.

b. Memberikan kebebasan dalam batasan tanggung jawab

2. Tahap Perkembangan Yang Belum Terpenuhi

Dari semua tugas perkemabangan yang diatas belum ada yang terpenuhi .

3. Riwayat keluarga inti


Tn. M dan Ny. D menikah sudah 20 th yang lalu, perkawinan direstui oleh kedua
orangtua masing-masing.Ny. D merupakan pilihan sendiri dan tidak di jodohkan.Tidak
ada penyakit keturunan dari masing-masing keluarga.

4. Riwayat Keluarga Sebelumnya

Tn. M menderita Kusta tetapi sudah dinyatakan sembuh karena beliau berobat
dan minum obat secara rutin,

Ny. D mengeluh pusing.Jika tekanan darahnya naik beliau sampai tidak dapat
bangun untuk beraktivitas. TD pada saat di kaji 130/90 mmHg.

III. LINGKUNGAN TERAS


RUANG TAMU
1. Karakteristik Rumah

Rumah yang dihuni merupakan rumah permanen, terdiri dari ruang tamu, 4 kamar
RUANG KAMAR TIDUR
tidur, dapur, kamar mandi dan WC.Jarak dengan septic tank >10 meter,Kondisi
KELUARGA
lumayan bersih dan model WC leher angsa.Lantai terbuat dari keramik, sirkulasi udara
di dapat dari pintu depan, samping dan belakang dan jendela. Keluarga memiliki
KAMAR TIDUR
halaman rumah, sampah di letakkan di tempat sampah dapur. Kebersihan rumah
cukup.Kondisi air bersih di gunakan untuk minum,mandi dan mencuci perabotan
keluarga.

Denah Rumah TEMPAT SHOLAT

KAMAR MANDI / wc

DAPUR
KAMAR MANDI/ wc
2. Karakteristik Tetangga Dan Komunitas

Hubungan antar tetangga baik, saling membantu, bila ada tetangga yang
membangun rumah dikerjakan saling gotong-royong.Kakak dan adik Tn. M tinggal di
samping rumah beliau.

3. Mobilitas Geografis Keluarga

Keluarga Tn. M selama ini sebagai penduduk asli desa Jatigedong dan tidak
pernah pindah rumah.

4. Perkumpulan Keluarga Dan Interaksi Dengan Masyarakat

Malam hari digunakan untuk berkumpul bersama seluruh keluarganya, Keluarga


Bpk Muharto tidak begitu dekat dengan tetangganya. Tn. M tidak mengikuti
perkumpulan apapun di sekitar rumah.

5. Sistem Pendukung Keluarga


Keluarga Tn. M jika ada masalah keluarga termasuk masalah keuangan,
biasanya dibantu oleh saudara saudaranya yang tinggal di samping rumah Tn. M

IV Struktur Keluarga

1. Pola Komunikasi Keluarga

Interaksi dalam keluarga kurang. Apabila ada masalah keluarga Tn. M memilih
diam, tidak menceritakan kepada istrinya. Apabila ada masalah terkadang beliau
memilih cerita kepada saudara-saudaranya. Pada saat beliau sakit istrinya tidak
mengetahui beliau sakit apa.

2. Struktur Kekuatan Keluarga

Respon keluarga jika ada anggota keluarga yang bermasalah selalu memikirkan
jalan keluar, jika ada anggota keluarga yang sakit diusahakan untuk berobat dan
mendapatkan perawatan.

3. Struktur Peran

Tn. M sebagai kepala keluarga, pencari nafkah yang sehari-harinya kadang


bekerja di sawah dan terkadang membantu tetangga yang membutuhkan
pertolongannya, seperti mengecat rumah, membangun rumah, dan memperbaiki
rumah. Ny. D sebagai ibu rumah tangga, sebagai pengasuh anak. Anak pertama tidak
tinggal serumah dengan mereka, dan tidak pernah melakukan kegiatan yang
merugikan keluarga dan orang lain.

4. Nilai Dan Norma Keluarga

Keluarga percaya bahwa hidup ini sudah ada yang mengatur yaitu Allah SWT.
Demikian pula dengan sehat dan sakit. Keluarga juga percaya bahwa tiap sakit ada
obatnya, bila ada keluarga yang sakit, dibawa ke Rumah Sakit atau petugas kesehatan.

V. FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi Afektif

Respon keluarga bangga bila ada anggota keluarga yang berhasil dan
keluarga sangat sedih apabila ada anggota keluarga yang sakit.

2. Fungsi Sosialisasi

Keluarga Tn. M Setiap hari keluarga selalu berkumpul di rumah, kecuali An.
M yang tinggal bersama bibi nya keluarga Tn. M selalu mentaati norma yang ada.

3. Fungsi Perawatan Kesehatan

1. Penyediaan makanan

Selalu dimasak sendiri, komposisi nasi, lauk pauk, dan sayur dengan frekuensi
3 kali sehari. Dan bila ada anggota kelaurga yang sakit, keluarga merawat dan
memeriksakanny ke Rumah Sakit atau petugas kesehatan.

2. Kemampuan mengenal masalah kesehatan

Keluarga mengatakan Ny. D sering mengeluh pusing karena penyakit darah


tinggi dan takut tensinya naik. Tn. M hanya mengeluh pusing, karena beliau
sudah sembuh dari penyakit kusta tetapi beliau masih rutin meminum obatnya.

3. Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan

Bila ada anggota keluarga yang sakit langsung dibawa ke Puskesmas atau
petugas kesehatan ke rumah .

4. Merawat anggota keluarga yang sakit

Dalam merawat Ny. D, masih memberikan makanan yang sama dengan anggota
keluarga yang lainnya, pola tidur juga masih belum sesuai dan waktunya kurang
lama, namun selalu melakukan kontrol secara teratur ke pelayanan kesehatan.

5. Kemampuan keluarga memelihara lingkungan yang sehat

Rumah keluarga Tn. M cukup bersih tetapi kurang rapi, Ny. D sibuk mengurusi
kedua anaknya yang masih kecil, jadi kebersihan rumahnya masih kurang.
6. Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas atau pelayanan kesehatan di
masyarakat

Keluarga selalu memeriksakan diri ke Puskesmas atau petugas kesehatan bila


sakit dan Tn. M dan Ny. D melakukan periksa sejak menderiata Kusta dan
Hipertensi.

5. Fungsi Reproduksi

Jumlah anak 3 orang, anak pertama sudah lulus SMK, lalu kedua anakyang
lainnya masih belum sekolah.

6. Fungsi Ekonomi

Keluarga dapat memenuhi kebutuhan makan 3 kali sehari, pakaian untuk anak
dan biaya untuk berobat.

VI. STRESS DAN KOPPING KELUARGA

1. Stress Jangka Pendek Dan Jangka Panjang

Stressor jangka pendek Ny. D mengatakan sering mengeluh pusing. Stressor


jangka panjang Ny. D khawatir tensinya bertambah tinggi.

2. Kemampuan Keluarga Berrespon Terhadap Stressor

Keluarga selalu memeriksakan anggota keluarga yang sakit ke Puskesmas atau


petugas kesehatan.

3. Strategi Kopping Yang Digunakan

Anggota keluarga selalu bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah yang ada

4. Strategi Adaptasi Disfungsional

Ny. D dan Tn. M bila sedang sakit pusing maka dibuat tidur atau istirahat.

VII. PEMERIKSAAN FISIK


ASPEK Tn. M Ny. D An. A An. R
TD (mmHg) 110/80 mmHg 130/90 mmHg - -
TB dan BB 157cm / 45kg 163cm / 68kg 107cm / 31kg 72cm / 17kg
Suhu (0 C) 37,2 0C 37,8 0C 36,6 0C 36,9 0C
Nadi (x/menit) 72x/menit 74x/menit 79x/menit 87x/menit
Rambut Rambut: Rambut: Rambut: Rambut:
kepala Distribusi Distribusi Distribusi Distribusi
merata, pendek, merata, panjang merata, pendek, merata, pendek,
warna hitam, dan tebal, warna warna hitam, warna hitam,
beruban, hitam, bersih, tipis, tidak ada tidak ada kutu,
berminyak, tidak ada kutu. kutu, bersih. tebal, bersih.
tidak ada kutu.
Kepala: Bentuk Kepala: Bentuk Kepala: Bentuk
Kepala: Bentuk normal, tidak normal, tidak normal, tidak
normal, tidak terdapat luka, terdapat luka, tidak terdapat
terdapat luka, tidak terdapat tidak terdapat luka, tidak ada
tidak terdapat bekas luka, bekas luka, bekas luka, tidak
bekas luka, tidak ada tidak ada ada
tidak ada oedema/benjolan oedema/benjolan oedema/benjolan
oedema/benjolan
Mata, telinga, Mata : (-2 kiri Mata : pupil Mata : pupil Mata : pupil
mulut, -0,75 kanan) isoklor, seklera isoklor, seklera isoklor, seklera
hidung, pupil isoklor, bersih, tidak ada bersih, tidak ada bersih, tidak ada
tenggorokan seklera agak kotoran mata, kotoran mata, kotoran mata,
keruh penglihatan penglihatan penglihatan
kekuningan, normal, normal, normal,
tidak ada
Telinga: telinga Telinga: telinga Telinga: telinga
kotoran mata.
bersih , tidak bersih , tidak bersih , tidak
Telinga: telinga ada luka , tidak ada luka , tidak ada luka , tidak
bersih , tidak ada kotoran, ada kotoran, ada kotoran,
ada luka , tidak tidak ada tidak ada tidak ada
ada kotoran, gangguan gangguan gangguan
tidak ada mendengar, mendengar, mendengar,
gangguan tidak ada oedem tidak ada oedem tidak ada oedem
mendengar, dan bekas luka. dan bekas luka. dan bekas luka.
tidak ada oedem
Mulut: Mulut: Mulut:
dan bekas luka.
persebaraan persebaraan persebaraan
Mulut: merata, gigi merata, gigi merata, gigi
persebaraan bersih, lidah bersih, lidah susu, terdapat
merata, gigi bersih, terdapat bersih, terdapat plak, lidah
terlihat hitam/ gigi berlubang, gigi berlubang, bersih, terdapat
karies, lidah tidak bau mulut, karies gigi, tidak gigi berlubang,
kotor, terdapat tidak ada bau mulut, tidak tidak bau mulut,
gigi berlubang, stomatitis. ada stomatitis. tidak ada
agak bau mulut, stomatitis.
Hidung: hidung Hidung: hidung
tidak ada
bersih, tidak ada bersih, tidak ada Hidung: hidung
stomatitis.
oedem dan luka, oedem dan luka, bersih, tidak ada
Hidung: hidung tidak ada tidak ada oedem dan luka,
bersih, tidak ada benjolan. benjolan. tidak ada
oedem dan luka, benjolan.
Tenggorokan: Tenggorokan:
tidak ada
tidak ada tidak ada Tenggorokan:
benjolan.
benjolan , tidak benjolan , tidak tidak ada
Tenggorokan: oedem, tidak oedem, tidak benjolan , tidak
tidak ada ada bekas luka, ada bekas luka, oedem, tidak ada
benjolan , tidak tidak ada tidak ada bekas luka, tidak
oedem, tidak gangguan gangguan ada gangguan
ada bekas luka, menelan. menelan. menelan.
tidak ada
gangguan
menelan.
Leher Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
pembesaran pembesaran pembesaran pembesaran
kelenjar thymus, kelenjar thymus, kelenjar thymus, kelenjar thymus,
tidak ada bekas tidak ada bekas tidak ada bekas tidak ada bekas
luka dan oedem luka dan oedem luka dan oedem luka dan oedem
Dada Bentuk dada Bentuk dada Bentuk dada Bentuk dada
simetris, tidak simetris, tidak simetris, tidak simetris, tidak
ada jejas, tidak ada jejas, tidak ada jejas, tidak ada jejas, tidak
ada luka dan ada luka dan ada luka dan ada luka dan
bekas luka, bekas luka, bekas luka, bekas luka, tidak
tidak ada tidak ada tidak ada ada oedema,
oedema, oedema, oedema, pergerakan
pergerakan pergerakan pergerakan dinding saat
dinding saat dinding saat dinding saat bernafas
bernafas bernafas bernafas simetris. Suara
simetris. Suara simetris. Suara simetris. Suara perkusi
perkusi perkusi perkusi hipersonor, tidak
hipersonor, hipersonor, hipersonor, ada wheezing
tidak ada tidak ada tidak ada dan ronkhi.
wheezing dan wheezing dan wheezing dan
ronkhi. ronkhi. ronkhi.
Abdomen Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
massa/benjolan, massa/benjolan, massa/benjolan, massa/benjolan,
tidak ada jejas , tidak ada jejas , tidak ada jejas , tidak ada jejas ,
tidak ada luka, tidak ada luka, tidak ada luka, tidak ada luka,
tidak bekas tidak bekas tidak bekas tidak bekas luka,
luka, suara luka, terdapat luka, suara suara bising
bising usus linea, tidak ada bising usus usus normal ,
normal , perkusi striae, suara normal , perkusi perkusi kuadran
kuadran 1 bising usus kuadran 1 1 pekak,
pekak, kuadran normal , perkusi pekak, kuadran kuadran 2-4
2-4 tympani. kuadran 1 2-4 tympani. tympani.
pekak, kuadran
2-4 tympani.
Ekstremitas Ekstremitas Ekstremitas Ekstremitas Ekstremitas
atas: tidak atas: tidak atas: tidak atas: tidak
terdapat luka / terdapat luka / terdapat luka / terdapat luka /
bekas luka, bekas luka, bekas luka, bekas luka, tidak
tidak ada massa tidak ada massa tidak ada massa ada massa atau
atau benjolan, atau benjolan, atau benjolan, benjolan,
jari – jari kekakuan otot kekakuan otot kekakuan otot
membesar, normal. normal. normal.
terjadi
Ekstremitas Ekstremitas Ekstremitas
kekakuan otot
bawah: tidak bawah: tidak bawah: tidak
terutama
terdapat luka, terdapat luka, terdapat luka,
bangian tangan
tidak ada bekas ada bekas luka tidak ada bekas
dan jari.
luka, kekuatan di lutut, luka, kekuatan
Ekstremitas otot normal, kekuatan otot otot normal,
bawah: tidak reflek patella normal, reflek reflek patella
terdapat luka, normal patella normal normal
terdapat bekas
luka putih tapi
sedikit samar di
sela – sela jari
kaki, tidak ada
massa atau
benjolan, jari –
jari membesar,
jari kaki tidak
dapat
mencengkeram,
reflek patella (-)
Sistem Tidak dikaji Tidak dikaji Tidak dikaji Tidak dikaji
genetalia

VIII. HARAPAN KELUARGA

Kekuarga berharap agar Tn. M dapat menyesuaikan diri dengan baik di lingkungan
masyarakat, serta bersedia terbuka mengenai permasalahan dalam dirinya kepada
keluarga dan kerabat. Sehingga tidak menjadi beban pikiran yang dapat menimbulkan
kegelisahan diri Tn. M . Selain itu keluarga juga berharap kepada petugas kesehatan
untuk selalu meningkatkan mutu pelayanan dan membantu memberikan informasi
mengenai masalah kesehatan keluarga Tn. M.

ANALISA DATA

NO DATA SUBYEKTIF DATA OBYEKTIF MASALAH


1. Tn. M mengatakan apabila  Tn. M tampak  Ketidakmampuan
mempunyai masalah pribadi ,menunduk ke Koping Keluarga
ia enggan menceritakan bawah, serta kontak
kepada siapapun baik itu mata tidak terlalu
kepada keluarga ataupun fokus saat berbicara
kerabat. Tn. M lebih
memilih untuk
menyimpannya sendiri.

Tn. M mengatakan sering


 Raut wajah Tn. M
merasa gelisah jika istrinya
tampak datar saat
selalu marah ketika
bercerita
penghasilnya kurang dapat
memandang lurus
mencukupi kebutuhan sehari
kedepan tidak
hari. Respon yang dilakukan
menatap wajah
oleh Tn. M hanya diam
lawan bicara.
mendengarkan perkataan
istrinya sampai selesai.

Tn. M mengatakan selalu

2 melaksanakan ibadah  Saat menceritakan


dirumah dari pada ke masjid/ sikap Tn. M
 Gangguan Interaksi
mushala yang hanya melakukan kontak
Sosial
berjarak beberapa meter saja mata dengan lawan
dari tempat tinggalnya. bicara sikap duduk
Alasannya karena lebih tegak dengan kedua
nyaman jika tidak bertemu tangan mengepal.
banyak orang. Diiringi dengan
anggukan.
Tn.M mengatakan jarang
 Tn. M terlihat malu
berinteraksi dengan
saat menceritakan
masyarakat di sekitar tempat
diselingi tertawa
tinggalnya. Akibatnya
kecil dan senyum
Interaksi social dengan
sikap tubuhnya
tetangganya menjadi
berubah badannya
renggang.
bergerak dan
kakinya berpindah
sisi menunjukan
Tn.M tidak nyaman
dengan
pembicaraan
tersebut.
5.
PENAPISAN MASALAH

1. Ketidakmampuan Koping Keluarga

NO KRITERIA PERITUNGAN SCORE PEMBENARAN


1 Sifat masalah 3/3 x 1 1 Kurangnya hubungan saling
tidak /ancaman percaya antara Tn. M dan istrinya
kesehatan serta kerabat membuat Tn. M
mudah merasa gelisah dan lebih
memilih untuk memendam
masalahnya sendiri tanpa
menceritakann kepada siapapun
2 Kemungkinan ½x2 1 Harapan Tn. M tinggi untuk dapat
masalah dapat terbuka mengenai apapun kepada
diubah istri dan kerabatnya, namun
sebagian kondisi Tn. M yang sering
disalahkan atas kondisi
perekonomian keluarga
membuatnya enggan terbuka dan
memilih untuk diam.
3 Potensial 2/3 x 1 2/3 Keluarga Tn. M tidak mengetahui
masalah untuk apa yang harus dilakukan kepada
dicegah cukup Tn. M sebab sikap Tn. M yang
tertutup sudah menjadi hal biasa
bagi keluarga. Sehingga perlu
informasi yang jelas.
4 Menonjolnya 1/2 x 1 1/2 Keluarga menganggap sikap Tn.
masalah- M yang tertutup merupakan hal
masalah berat biasa dan tidak perlu segera
harus segera ditangani
ditangani
Jumlah 3 1/6

2. Gangguan Interaksi Sosial

NO KRITERIA PERITUNGAN SCORE PEMBENARAN


1 Sifat masalah 2/3 x 1 2/3 Tn. M mengatakan dirinya merasa
:actual tidak nyaman jika bertemu dengan
banyak orang
2 Kemungkinan ½x2 1 Tn. M berinteraksi dengan
masalah dapat tetangga hanya jika ada panggilan
diubah: pekerjaan saja seperti mengecat
sebagian rumah, menggarap sawah milik
tetangganya, dan pekerjaan
lainnya yang membutuhkan
interaksi minimal.
3 Potensial 2/3 x 1 2/3 Keluarga tidak mengetahui
masalah untuk pentingnya interaksi sossial yang
dicegah: cukup seharusnya dilakukan oleh Tn. M
sehingga perlu adanya pemberian
informasi yang jelas.
4 Menonjolnya 0/2 x 1 0 Keluarga menganggap masalah
masalah- interaksi sosial yang terjadi pada
masalah : tidak Tn. M adalah hal yang wajar tidak
segera perlu ditangani segera.
ditangani
Jumlah 1 4/6

PRIORITAS DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1. Ketidakmampuan Koping Keluarga pada keluarga Tn. M, khususnya Tn. M yang tidak
dapat mengungkapkan perasaannya.

2. Gangguan Interaksi Sosial pada keluarga Tn. M yang dinilai kurang bersosialisasi
dengan tetangganya.
B. INTERVENSI KEPERAWATAN

Tgl No Dx.Keperawat Tujuan Kriteria hasil Intervensi


an
13- 1. 1. 1. Klien dapatSet- Setelah 1x interaksi di 1. Binahubunga
06- Ketidakmampu membina harapkan: n saling
20 an Koping hubungan  Mengungkapkan percaya
17 Keluarga saling percaya kemampuan untuk 2. Dengan

menanggulangi dan menggunaka

meminta bantuan jika n

perlu Komunikasi
yang
 Mmenunjukkan
terapeutik:
kemampuan untuk
 Sapa pasien
memecahkan masalah
dengan
dan ikut serta
ramah tamah
bermasyarakat
baik verbal
 Mempertahankan bebas maupun
dari prilaku yang nonverbal
destruktif pada diri  Perkenalkan
sendiri maupun orang diri dengan
lain sopan
 Mengkomunikasikan  Bantu pasien
kebutuhan dan menentukan
berunding dengan tujuan yang
orang lain untuk realistis dan
memenuhi kebutuhan. mengenali
ketrampilan
dan
pengetahuan
pribadi.
 Gunakan
komunikasi
empatik, dan
dorong
pasien/keluar
ga untuk
mengungkap
kan
ketakutan,
mengekspresi
kan emosi,
dan
menetapkan
tujuan
 Beri
perhatian dan
perhatikan
kebutuhan
dasar
klien,serta
melakukan
hal yang di
sukainya
seperti
olahraga.
 Memberikan
pujian yang
wajar dalam
keberhasilan
klien.

2. Gangguan 1.Menunjukan  Px dapat memahami  Membantu


interaksi sosial keterampilan dampak perilaku diri pasien
interaksi soaial pada interaksi social mengembang
kan atau
 Menunjukan perilaku
meningkatka
yang dapat
n
meningkatkan atau
keterampilan
memperbaiki interaksi
social
social
 Meningkatka
 Mengungkapkan
n persatuan
keinginan untuk
dan kesatuan
berhubungan dengan
keluarga
orang lain.
 Memfasilitasi
kemampuan
untuk
berinteraksi
dengan orang
lain.
 Berikan
informasi
tentang
sumber-
sumber di
komunitas
yang akan
membantu
klien untuk
meningkatka
n interaksi
social.

C. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI


No Tgl Dx.Keperawatan Implementasi Evaluasi
1. 14- 1. Ketidakmampuan - Bina hubungan saling S :
06- Koping Keluarga percaya dengan Tn.M mengatakan
2017 - Menggunakan komunikasi "Selamat siang mba, nama
yang terapeutik: saya Tn.M panggil saja
a. Sapa pasien dengan ramah Tn.M, berkerja serabutan
tamah baik verbal kadang saya berkerja
maupun nonverbal berangkat pagi pulang sore,
b. Perkenalkan diri dengan saya selama di rumah
sopan kadang bersih-bersih
c. Bantu pasien menentukan rumah, mengecat rumah
tujuan yang realistis dan memperbaiki genteng bocor,
mengenali ketrampilan dan serta bergaul dengan
pengetahuan pribadi. tetangga dan masyarakat

d. Gunakan komunikasi sekitar.


empatik, dan dorong
pasien/keluarga untuk O :
mengungkapkan ketakutan, Suara klien pelan,kontak

mengekspresikan emosi, dan mata sulit dipertahankan,


menetapkan tujuan. klien tampak lelah karena
seharian berkerja hingga
e. Jelaskan tujuan pertemuan
sore
f. Beri perhatian dan
perhatikan
A:
kebutuhan dasar klien Tn.M mampu
g. Memberikan pujian yang mengidentifikasi
wajar dalam keberhasilan kemampuan dan aspek
klien. positif yang dimiliki, Tn. M
mampu menilai kemampuan
yang masih dapat
digunakan, Tn. M mampu
memilih kegiatan yang akan
dilatih sesuai dengan
kemampuan, Tn. M mampu
mengeluarkan energi positiv
yang ia miliki.

P:
Menganjurkan klien untuk
menerapkan rencana
kegiatan yang telah di buat
bersama serta menganjurkan
klien agar mau membuka
diri pada orang-orang
sekitarnya.

Hambatan interaksi sosial S:


2.
- Klien mengatakan malu
berhubungan dengan defisit - Membina hubungan saling
bila ngobrol dengan
pengetahuan/ keterampilan percaya dengan klien.
- Mengidentifikasi orang lain
tentang cara meningkatkan
- Klien mengatakan lebih
perubahan perilaku klien.
kebersamaaan
- Menganjurkan klien untuk baik diam atau berkerja
mencoba menghargai di sawah seharian dari
orang lain dan pada berkumpul
mengungkapkan berbincang bincang
perasaannya kepada orang dengan tetangga sekitar
lain. rumah
O:
- Kenal dan dukung
- Klien tampak interaktif
kelebihan pasien.
dan komunnikatif saat
- Membatasi orang yang
ddiajak ngobrol oleh
berhubungan dengan
perawat dan klien Tn. M
pasien pada awal terapi. - Klien tampak banyak
- Melakukan interaksi diam dan menunggu
dengan pasien sesering pertanyaan
mungkin.
- Membicarakan dengan
pasien mengenai peristiwa A : Masalah belum teratasi
yang menyebabkan pasien P : Lanjutkan intervensi
menarik diri. ▪ Ajari sikap asertif
- Menerangkan harapan dengan orang lain
▪ Libatkan tentangga
dari tindakan secara
sekitar yang dekat
bersama-sama dengan
dengan Tn.M dalam
klien.
berikan umpan balik
- Menganjurkan kepada
interaksi
keluarga untuk tetap
melakukan hubungan
dengan pasien.