Está en la página 1de 10

Seperti dalam siklus penjualan dan penagihan, audit atas siklus penggajian dan

personalia juga mencakup pemahaman tentang pengendalian internal, penilaian risiko


pengendalian, pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi,
prosedur analisis, serta pengujian atas rincian saldo. Dalam audit yang umum,
perbedaan utama antara siklus penggajian dan personalia serta siklus lainnya
meliputi :
Hanya ada satu siklus transaksi untuk penggajian. Sebagian besar siklus lainnya
memasukkan setidaknya dua kelas transaksi. Sebagai contoh siklus penjualan dan
penagihan memasukkan baik transaksi penjualan maupun penerimaan kas, dan sering
kali melibatkan retur penjualan serta penghapusan piutang tak tertagih. Penggajian
hanya memiliki satu kelas karena penerimaan jasa dari karyawan dan pembayaran jasa
tersebut melalui penggajian biasanya terjadi dalam periode waktu yang singkat.
Transaksi pada umumnya jauh lebih signifikan ketimbang akun neraca terkait. Akun-
akun yang terkait dalam penggajian seperti misalnya penggajian akrual dan potongan
pajak biasanya bernilai kecil dibandingkan dengan total transaksi selama tahun
bersangkutan.
Pengendalian internal terhadap penggajian sudah efektif bagi hampir semua
perusahaan, bahkan perusahaan kecil sekalipun. Penalty tinggi yang dikenakan
pemerintah Negara bagian dan federal telah mendorong efektifnya pengendalian atas
pemotongan dan pembayaran pajak penggajian. Selain itu, masalah moral karyawan juga
dapat mengemuka jika karyawan tidak diberi gaji atau diberi gaji yang kecil.
Karena ketiga karakteristik tersebut, maka ketika mengaudit penggajian, biasanya
auditor menekankan pengujian pengendalian, pengujian substantif atas transaksi, dan
prosedur analitis. Pengujian atas rincian saldo hanya memerlukan beberapa menit
bagi sebagian besar akun yang berhubungan dengan penggajian.

AKUN DAN TRANSAKSI DALAM SIKLUS PENGGAJIAN DAN PERSONALIA


Tujuan keseluruhan dari audit siklus penggajian dan personalia adalah untuk
mengevaluasi apakah saldo akun yang terpengaruh oleh siklus tersebut telah
dinyatakan secara wajar sesuai dengan prinsip prinsip akuntansi yang diterima umum.
Akun yang umum dalam siklus penggajian dan personalia ditunjukkan pada gambar
dibawah. Akun T akan digunakan untuk mengilustrasikan cara informasi akuntansi
mengalir melalui berbagai akun dalam siklus penggajian dan personalia. Dalam
sebagian besar sistem, akun gaji dan upah akrual hanya akan digunakan pada akhir
periode akuntansi. Selama periode berjalan, beban baru akan dicatat apabila
karyawan telah benar benar dibayar dan bukan ketika biaya tenaga kerja terjadi.
Akrual untuk tenaga kerja dicatat dengan ayat jurnal penyesuaian pada akhir periode
bagi setiap biaya tenaga kerja yang dihasilkan tetapi belum dibayar.
FUNGSI BISNIS DALAM SIKLUS PENGGAJIAN DAN PERSONALIA SERTADOKUMEN DAN CATATAN
TERKAIT
Siklus penggajian dan personalia dimulai dengan merekrut karyawan dan diakhiri
dengan membayar karyawan tersebut atas jasa yang mereka laksanakan dan pemotongan
pajak oleh pemerintah serta institusi lain dan pajak gaji serta manfaat akrual.
Jadi, siklus tersebut melibatkan perolehan jasa dari karyawan yang konsisten dengan
tujuan perusahaan, dan akuntansi yang tepat untuk jasa tersebut. Auditor harus
memahami fungsi bisnis dan dokumen serta catatan tersebut sebelum dapat menilai
resiko pengendalian dan merancang pengujian pengendalian serta pengujian substantif
atas transaksi.
Sumber Daya Manusia
Departemen sumber daya manusia menyediakan sumber yang independen untuk
mewawancarai dan merekrut personel yang memenuhi kualifikasi. Departemen tersebut
juga merupakan sumber catatan yang independen bagi verifikasi internal atas
informasi upah.Termasuk penambahan dan penghapusan gaji serta perubahan upah dan
pengurangan.
Catatan personalia, meliputi data seperti tanggal mulai bekerja, investigasi
personil, tingkat pembayaran, pengurangan yang diotorisasi, evaluasi kinerja, dan
tanggal berhenti bekerja
Formulir otorisasi pengurangan,digunakan untuk mengotorisasi pengurangan
gaji,termasuk jumlah pembebasan untuk pemotongan pajak penghasilan, 401 (K) dan
program tabungan pension lainnya,obligasi tabungan A.S,serta iuran serikat pekerja.
Formulir otorisasi tingkat pembayaran,digunakan untuk mengotorisasi tingkat
pembayaran. Sumber informasinya adalah kontrak tenaga kerja,otorisasi oleh
manajemen atau dalam kasus pejabat perusahaan,otorisasi dari dewan direksi.

Pencatatan Waktu dan Persiapan Penggajian


Pencatatan waktu (timekeeping) dan persiapan penggajian merupakan hal yang penting
dalam audit penggajian karena mempengaruhi secara langsung beban peggajian dalam
setiap periode. Untuk mencegah salah saji dalam empat aktivitas berikut diperlukan
pengendalian yangmemadai :
Penyiapan kartu waktu oleh karyawan
Pengikhtisaran dan penghitungan pembayaran kotor, pengurangan dan pembayaran bersih

Penyiapan cek gaji


Penyiapan catatan gaji

Kartu waktu,adalah dokumen yang mengidikasikan waktu per jam karyawan mulai dan
berhenti bekerja setiap hari serta jumlah jam kerja karyawan
Tiket waktu pekerjaan, adalah formulir yang menunjukan pekerjaan mana yang
dikerjakan karyawan selama periode waktu tertentu.
File transaksi penggajian, mencantumkan semua transaksi penggajian yang diproses
oleh sistem akuntansi selama satu periode, seperti setiap satu hari, minggu atau
bulan. File ini berisi semua informasi yang dimasukan ke dalam sistem dan informasi
tentang setiap transaksi, seperti nama karyawan dan nomor identifikasi, tanggal,
pembayaran kotor dan bersih, berbagi jumlah pemotongan pajak dan klasifikasi akun
atau klasifikasi.
Jurnal atau daftar penggajian,laporan ini dibuat dari file transaksi penggajian
umumnya mencantumkan nama karyawan, tanggal, jumlah penggajian kotor dan bersih dan
jumlah pemotongan, serta klasifikasi akun atau klasifikasi tiap transaksi.
File induk penggajian, adalah file komputer yang digunakan untuk mencatat transaksi
penggajian bagi setiap karyawan dan mempertahankan total upah karyawan yang dibayar
selama setahun tersebut hingga saat ini.
Pembayaran Gaji diserahkan kepada karyawan sebagai pertukaran atas jasa yang
dilaksanakannya
Rekonsiliasi Rekening Bank Penggajian Rekonsiliasi bank independen sangat penting
bagi semua akun kas untuk menemukan kesalahan atau kecurangan.
3. Fungsi Bisnis Pembayaran Gaji
� Cek gaji, ditulis untuk selanjutnya diserahkan kepada karyawan sebagai
pertukaran atas jasa yang dilaksanakanya. Jumlah cek tersebut merupakan pembayaran
kotor dikurangi pajak penghasilan dan potongan lainnya.
� Rekonsiliasi rekening bank penggajian, merupakan hal yang penting bagi semua
akun kas,termasuk penggajian untuk menemukan kesalahan ataupun kecurangan. Akun
penggajian imprest adalah akun penggajian terpisah dimana saldo bernilai kecil
dipertahankan.
4. Fungsi Bisnis Penyiapan SPT Pajak Penggajian dan Pembayaran Pajak
� Formulir W-2,adalah formulir yang dikirim setiap karyawan yang
mengikhtisarkan penghasilan karyawan selama tahun kalender, termasuk pembayaran
kotor,pemotongan pajak penghasilan dan pemotongan jaminan social.
� SPT Pajak Penghasilan,adalah formulir yang diserahkan ke unit pemerintah
local untuk menunjukan pembayaran pajak yang dipotong pajak perusahaan.

METODOLOGI UNTUK MERANCANG PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS


TRANSAKSI
Metodologi untuk merancang pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas
transaksi bagi siklus penggajian dan personalia ditunjukkan pada gambar berikut :
Metodologi Perancangan Pengujian dan Pengendalian dan Pengujian Substantif atas
Transaksi untuk Siklus Penggajian dan Kepegawaian

Prosedur Audit
Besarnya Sample
Unsur yang dipilih
Penetapan Waktu

Pengendalian internal untuk penggajian biasanya sangat terstruktur dan terkendali


dengan baik untuk mengelola pengeluaran kas, meminimalkan keluhan dan ketidakpuasan
para karyawan, serta meminimalkan kecurangan penggajian. Cek gaji dan semua jurnal
yang terkait serta catatan penggajian biasanya diproses oleh komputer. Karena
perihal pembayaran gaji relatif umum dari perusahaan ke perusahaan, maka harus
tersedia sistem komputer yang berkualitas tinggi. Karena pemrosesan penggajian
serupa pada sebagian besar organisasi, dan program harus dimodifikasi setiap tahun
terhadap perubahan skedul pemotongan pajak, umumnya perusahaan menggunakan jasa
penggajian dari luar untuk memroses penggajian. Biasanya tidaklah sulit bagi
perusahaan untuk menetapkan pengendalian yang baik dalam siklus penggajian dan
personalia, untuk karyawan pabrik dan kantor, besarnya transaksi relatif homogen
dan berjumlah kecil. Sebagai akibatnya auditor jarang menemukan pengecualian ketika
menguji transaksi penggajian. Kadang-kadang, terjadi deviasi pengujian
pengendalian, tetapi sebagian besar salah saji moneter dikoreksi oleh pengendalian
verifikasi internal atau ketika merespons keluhan karyawan. Meskipun ada salah
saji, salah saji tersebut jarang bersifat material.
Prosedur pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi merupakan
alat yang sangat penting untuk memverifikasi saldo akun dalam siklus penggajian dan
personalia. Pengujian-pengujian tersebut ditekankan karena tidak adanya bukti pihak
ketiga yang independen, seperti konfirmasi, untuk memverifikasi upah akrual, pajak
penghasilan yang dipotong, pajak penggajian akrual, dan akun neraca lainnya.
Walaupun pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi merupakan
alat yang sangat penting dalam menguji penggajian, pengujian dalam bidang ini
biasanya tidak bersifat ekstensif.
Banyak audit menghadapi risiko salah saji yang material yang rendah atau minimal
walaupun penggajian sering kali menjadi bagian yang signifikan dari total beban,
disebabkan karena tiga alasan berikut:
Karyawan kemungkinan besar akan mengajukan keluhan kepada manajemen jika mereka
dibayar terlalu rendah.
Semua transaksi penggajian secara tipikal seragam dan tidak rumit.
Transaksi penggajian merupakan subjek audit pemerintah negara bagian dan federal
menyangkut pemotongan pajak penghasilan, Jaminan Sosial, dan pajak pengangguran.
Tujuan dari banyak pengendalian internal dan sifat pengujian pengendalian serta
pengujian substantif atas transaksi bagi sebagian besar pengujian terpampang dari
deskripsinya pada tabel berikut :
Tujuan Audit yang Berkaitan dengan Transaksi, Pengendalian Kunci, Pengujian
Pengendalian dan Pengujian Substantif atas Transaksi untuk Penggajian
Tujuan Audit yang Berkaitan dengan Transaksi
Pengendalian Internal Kunci
Pengujian Pengendalian Umum
Pengujian Substantif atas Transaksi Umum

Pembayaran penggajian yang tercatat adalah untuk pekerjaan yang dilaksanakan oleh
karyawan yang benar-benar ada (keterjadian).

Transaksi penggajian yang adal telah dicatat (kelengkapan)


-Kartu waktu disetujui oleh personalia.
-Jam waktu digunakan untuk mencatat waktu.
-Mempertahankan file personil yang memadai.
-Perekrutan tenaga kerja diotorisasi.
-Ada pemisahan tugas di antara personalia, pencatat waktu, dan pengeluaran gaji.
-Hanya karyawan yang ada dalam file data komputer yang diterima ketika mereka
dimasukkan.
-Cek diotorisasi sebelum dikeluarkan.

-Cek gaji telah dipranomori dan diperhitungkan.


-Akun bank telah direkonsiliasi secara independen.

-Memeriksa kartu untuk indikasi persetujuan.


-Memeriksa kartu waktu
-Mereview kebijakan personalia.
-Memeriksa file personalia.
-Mereview bagan organisasi, membahasnya dengan karyawan, dan mengamati tugas yang
sedang dilaksanakan.
-Memeriksa printout transaksi yang ditolak oleh komputer karena memiliki nomor
karyawan yang tidak ada.
-Memeriksa catatan penggajian menyangkut indikasi persetujuan.
-Memperhitungkan urutan cek gaji.
-Membahas dengan karyawan dan mengamati rekonsiliasi.
-Meriview jurnal penggajian, buku besar umum, dan catatan gaji yang diperoleh
menyangkut jumlah yang besar atau tidak biasa.
-Membandingkan cek yang dibatalkan dengan jurnal penggajian menyangkut nama,
jumlah, dan tanggal.
-Memeriksa cek yang dibatalkan dengan catatan personalia.

-Merekonsiliasi pengeluaran dalam jumlah penggajian dengan pengeluaran pada


rekening bank penggajian.
-membuktikan rekonsiliasi bank.

Transaksi penggajian yang dicatat adalah untuk jumlah waktu yang benar-benar
dikerjakan dan pada tingkat upah yang sesuai; pemotongan pajak telah dihitung
dengan benar (keakuratan).

-Perhitungan dan jumlah telah diverifikasi secara internal.


-Total batch dibandingkan dengan laporan ikhtisar komputer.
-Tingkat upah, gaji, atau tingkat komisi diotorisasi secara layak.
-Pemotongan, termasuk jumlah untuk asuransi dan tabungan penggajian, telah
diotorisasi secara layak.

-Memeriksa indikasi verifikasi internal.


-Memeriksa file total batch untuk melihat tanda tangan klerk pengendali data;
membandingkan totalnya dengan laporan ikhtisar.
-Memeriksa catatan penggajian menyangkut indikasi otorisasi.
-Memeriksa otorisasi dalam file personalia.

-Menghitung ulang jam yang digunakan dari kartu waktu.


-Membandingkan tingkat upah dengan kontrak serikat pekerja, persetujuan oleh dewan
direksi, atau sumber lainnya.
-Menghitung ulang pembayaran kotor.
-Mengecek pemotongan dengan mengacu pada tabel pajak dan formulir otorisasi dalam
file personalia.
-Menghitung ulang pembayaran bersih.
-Membandingkan cek yang dibatalkan dengan jurnal penggajian menyangkut jumlahnya.

Transaksi penggajian telah dimasukkan dengan benar dalam file induk penggajian dan
diikhtisarkan dengan benar (posting dan pengikhtisaran).
-Isi file induk penggajian telah diverifikasi secara internal.
-Total file induk penggajian telah di bandingkan dengan total buku besar umum.
-Memeriksa indikasi verifikasi internal.
-Memeriksa laporan total ikhtisar awal yang menunjukkan bahwa perbandingan telah
dilakukan.
-Menguji keakuratan klerikal dengan menfooting jurnal penggajian dan
menelusuri posting ke buku besar umum serta file induk penggajian.

Transaksi penggajian telah diklasifikasikan dengan benar (klasifikasi).


-Bagan akun yang memadai telah digunakan.
-Klasifikasi akun telah diverifikasi secara internal.
-Mereview bagian akun.
-Memeriksa indikasi verifikasi internal.
-Membandingkan klasifikasi dengan bagian akun atau prosedur manual.
-Mereview kartu waktu karyawan departemen dan tiket pekerjaan untuk penugasan
pekerjaan serta menelusuri ke distribusi tenaga kerja.

Transaksi penggajian telah dicatat pada tanggal yang benar (penetapan waktu).
-Prosedur memerlukan pencatatan transaksi sesegera mungkin setelah penggajian
dibayarkan.
-Tanggal telah diverifikasi secara internal.
-Memeriksa prosedur manual dan mengamati kapan pencatatan dilakukan.
-Memeriksa indikasi verifikasi internal.
-Membandingkan tanggal cek yang tercatat dalam jurnal penggajian dengan
tanggal pada cek yang dibatalkan dan kartu waktu.
-Membandingkan tanggal pada cek dengan tanggal cek tersebut dicairkan bank.

Memahami Pengendalian Internal-Siklus Penggajian dan Personalia


Untuk memahami pengendalian internal siklus penggajian dan personalia, hal-hal
yangharus kita pahami adalah:
Pengendalian internal bervariasi antar perusahaan. Oleh karena itu, auditor harus
mengidentifikasi pengendalian, defisiensi signifikan, dan kelemahan yang material
dari perusahaan.
Pengendalian yang digunakan oleh auditor untuk mengurangi penilaian risiko
pengendalian harus diuji dengan pengujian pengendalian.
Jika klien merupakan perusahaan publik, tingkat pemahaman pengendalian dan luas
pengujian pengendalian harus mencukupi untuk menerbitkan opini tentang keefektifan
pengendalian internal terhadap pelaporan keuangan.
Pengujian substantif atas transaksi bervariasi tergantung pada risiko pengendalian
yangdinilai dan pertimbangan audit lainnya, seperti pengaruh penggajian terhadap
persediaan.
Pengujian pengendalian dan pengujian substantif akan digabungkan jika
memungkinkan,dan dilaksanakan dengan cara senyaman mungkin, dengan menggunakan
program audit format kinerja.

1. Pengendalian Kunci
Pengendalian kunci untuk siklus penggajian dan personalia dalah sebagai berikut:
Pemisahan tugas yang memadai. Pemisahan tugas diterapkan terutama untuk mencegah
pembayaran berlebih dan pembayaran kepada karyawan yang tidak ada atau fiktif.
Fungsi penggajian harus independen dari bagian SDM yang mengendalikan aktifitas
penggajian kunci (seperti penambahan karyawan atau menghapus karyawan), dan
terpisah dari penyimpanan cek gaji yang telah ditandatangani.
Otorisasi yang tepat. Hanya bagian SDM yang boleh mengotorisasi untuk menambah atau
menghapus karyawan dari daftar penggajian atau mengubah tingkat upah serta
potongan. Penyelia karyawan berwenang untuk menentukan jumlah jam kerja, terutama
lembur harus diotorisasi oleh penyelia karyawan. Persetujuan dapat dibubuhkan dalam
kartu waktu atau dikecualikan untuk jam lembur saja.
Dokumen dan catatan yang memadai. Dokumen dan catatan yang memadai tergantung pada
sifat dan sistem penggajian. Kartu waktu atau catatan cocok digunakan untuk
karyawan paruh waktu atau yang dibayar per jam, namun tidak untuk karyawan tetap.
Untuk karyawan yang dibayar menurut tingkat potongan atau sistem intensif lainnya,
diperlukan catatan bentuk lainnya. Karena tujuan kelengkapan tidak terlalu
diperhatikan, dokumen yang telah dipranomori tidak terlalu diperlukan untuk sistem
penggajian.
Pengendalian fisik terhadap aktiva dan catatan. Akses ke cek gaji yang belum
ditandatangani harus dibatasi. Cek harus ditandatangani oleh karyawan yang
bertanggung jawab, dan penggajian harus didistribusikan oleh seseorang yang
independen dari fungsi penggajian dan pencatatan waktu. Setiap cek yang tidak
dicairkan harus langsung disetor kembali. Jika cek ditandatangani oleh mesin, maka
akses ke mesin tersebut harus dibatasi.
Pengecekan yang independen terhadap kinerja. Verifikasi terhadap penghitungan
penggajian harus independen. Seorang dari manajer atau karyawan lain harus mereview
output penggajian untuk melihat salah saji atau jumlah yang tidak biasa. Jika
tenaga kerja manufaktur mempengaruhi persediaan, atau jika akumulasi biaya dihitung
berdasarkan pekerjaan, maka dibutuhkan pengendalian memadai untuk menghitung
memverifikasi pembebanan yang tepat.

2. Formulir dan Pembayar Pajak Penggajian


Terkait pajak,perusahaan perlu memperhatikan pajak penggajian dan pemotongan pajak
lainnya.baik karena jumlahnya seringkali material maupun karena kewajiban potensial
akibat lalai menyerahkan formulir pajak (SPT) tepat waktu akan menyebabkan
kewajiban yang berat.
Penyiapan formulir pajak penggajian. Sebagai pemahaman atas pengendalian internal,
auditor harus mereview setidaknya satu jenis formulir pajak penggajian. Jika klien
lalai menyiapkan laporan dengan benar, akan muncul kewajiban berupa pajak yang
belum dibayar, denda, atau bunga. Formulir pajak yang dimaksud adalah pajak
penghasilan (PPh). Jika auditor yakin bahwa SPT disiapkan secara tidak benar,
auditor butuh rekonsiliasi terinci atas informasi yang ada di SPT dan butuh catatan
penggajian. Indikasi penyajian tidak benar tersebut mencakup pembayaran bunga dan
denda masa lalu akibat pembayaran yang tidak tepat, personil yang menyiapkan
dokumen tersebut adalah orang baru, tidak ada verifikasi internal, dan masalah arus
kas yang dihadapi klien.
Pembayaran potongan pajak penggajian dan pemotongan lainnya secara tepat waktu.
Auditor harus menguji apakah bagian penggajian telah menyetorkan potongan pajak
atas karyawan, walaupun biasanya dilakukan dari pengeluaran kas umum. Pengujian
tersebut termasuk potongan pajak, iuran pensiun, JHT, JKK, Potongan asuransi, dan
tabungan penggajian.
3. Persediaan dan Pertimbangan Kecurangan Penggajian
Auditor sering kali memperluas prosedur audit penggajian jika penggajian
mempengaruhi secara signifikan penilaian persediaan, atau jika auditor menduga
kemungkinan adanya transaksi yang curang secara material, seperti karyawan fiktif
atau penipuan jam kerja.
Hubungan Antara Penggajian dan Penilaian Persediaan. Jika tenaga kerja merupakan
bagian yang material dari penilaian persediaan, auditor harus menekankan pada
pengujian pengendalian internal terhadap klasifikasi transaksi penggajian yang
tepat. Jika karyawan harus memperhitungkan semua waktunya maka pengujian yang
bermanfaat adalah menelusuri catatan jam beberapa karyawan ke catatan biaya
pekerjaan dan menelusuri dari catatan biaya pekerjaan ke kartu waktu.
Pengujian atas Karyawan yang Tidak ada. Mengeluarkan cek gaji kepada individu yang
tidak bekerja lagi untuk perusahaan (karyawan yang tidak ada) sering kali
diakibatkan oleh masih dibayarnya cek karyawan padahal dia sudah berhenti bekerja.
Contoh orang yang melakukan jenis penggelapan ini adalah mandor atau rekan
karyawan. Untuk mendeteksi penggelapan, auditor dapat membandingkan nama pada cek
yang dibatalkan dengan kartu waktu dan catatan lainnya untuk mengetahui tanda
tangan yang diotorisasi. Untuk menguji karyawan yang tidak ada, auditor dapat
menelusuri transaksi yang dicatat dalam jurnal penggajian ke departemen sumber daya
manusia untuk menentukan apakah karyawan telah benar-benar bekerja selama periode
penggajian
Pengujian atas Kecurangan Waktu. Kecurangan waktu terjadi apabila seorang karyawan
melaporkan waktu yang lebih banyak dari yang sebenarnya dikerjakan. Karena
kurangnya bukti yang tersedia, biasanya sulit bagi auditor untuk mengungkapkan
kecurangan waktu. Salah satu prosedurnya adalah merekonsiliasi total jam yang
dibayar menurut catatan penggajian dengan catatan jam kerja yang independen. Akan
tetapi biasanya jauh lebih mudah bagi klien untuk mencegah jenis penipuan ini
dengan pengendalian yang memadai ketimbang bagi auditor untuk mendeteksinya.
Laporan Beban yang Curang. Penggantian atas beban perjalanan dan hiburan adalah
bagian dari siklus akuisisi dan pembayaran; namun, auditor sering kali melakukan
prosedur tambahan sebagai bagian dari pengujian penggajian dan personalia

METODOLOGI UNTUK MERANCANG PENGUJIAN ATAS RINCIAN SALDO


Selama kedua tahap audit yang pertama,auditor menilai resiko pengendalian dan
melaksanakan pengujian pengendalian serta pengujian subtansif atas transaksi.
Setelah melesaikan pengujian tersebut dan menilai kemungkinan salah saji akun
laporan keuangan dalam siklus penggajian dan personalia,auditor akan mengikuti
metodologi untuk merancang pengujian atas rincian saldo.
Mengidentifikasi resiko bisnis bisnis klien yang mempengaruhi penggajian (tahap I)
Risiko bisnis klien yang signifikan yang mempengaruhi penggajian tidak mungkin
terjadi pada sebagian besar perusahaan. Akan tetapi, resiko bisnis kien itu mungkin
saja terjadi pada kesempatan kompensasi yang kompleks,yang mencakup bisnis dan
rencana opsi saham serta kesepakatan kompensasi yang ditangguhkan lainnya.

Metodologi untuk merancang pengujian atas rincian saldo untuk kewajiban penggajian

Tahap I

Tahan I

Tahap I

Tahap II

Tahap II

Menetapkan materialitas kinerja dan menilai resiko inheren (tahap I)


Kebanyakan perusahaan memiliki sejumlah besar transaksi yang melibatkan penggajian,
sering kali dengan total nilai yang besar. Akan tetapi, akun-akun neraca biasanya
tidak berjumlah signifikan, kecuali tenaga kerja yang dibebankan ke persediaan.

Menilai risiko pengendalian dan melaksanakan pengujian terkait (tahap I dan II)
Penilaian resiko pengendalian dan pengujian serta pengujian substansif atas
transaksi yang berhubungan.

Melaksanakan prosedur analitis (tahap III)


Prosedur analitis untuk akun-akun neraca serta laporan laba-rugi dalam siklus
penggajian dan personalia.
Prosedur analitis untuk siklus penggalian dan personalia
Prosedur Analitis Salah Saji yang Mungkin
Membandingkan saldo akun beban penggajian dengan tahun-tahun sebelumnya(sesuai
dengan kenaikan tingkat upah dan kenaikan volume) Salah saji akun beban
penggajian
Membandingkan tenaga kerja langsung sebagai presentase dari penjualan dengan tahun-
tahun sebelumnya Salah saji tenaga kerja langsung dan persediaan
Membandingkan beban komisi sebagai persentase dari penjualan dengan tahun-tahun
sebelumnya Salah saji beban komisi dan kewajiban komisi
Membandingkan beban pajak penggajian sebegai persentase dari gaji dan upah dengan
tahun-tahun sebelumnya (disesuaikan dengan perubahan tarif pajak) Salah saji
beban pajak penggajian dari kewajiban pajak penggajian
Membandingkan akun pajak penggajian akrual dengan tahun-tahun sebelumnya Salah
saji pajak penggajian akrual dan beban pajak penggajian

Merancang dan melaksanakan pengujian atas rincian saldo untuk akun kewajiban dan
beban (tahap III)
Verifikasi akun kewajiban yang berkaitan dengan penggajian, yang sering kali
disebut sebagai beban penggajian akrual (accrued payroll expenses), biasanya
bersifat langsung jika pengendalian internal telah beroperasi secara efektif. Jika
auditor merasa puas bahwa transaksi penggajian telah dicatat dengan benar dalam
jurnal penggajian dan formulir pajak penggajian terkait telah disiapkan secara
akurat serta pajak dibayar tepat waktu, pengujian atas rincian saldo tidak akan
menghabiskan banyak waktu.
Dua tujuan audit tang berkaitan dengan saldo yang utama dalam menguji kewajiban
penggajian adalah:
Akrual dalam neraca saldo telah dinyatakan pada jumlah yang benar (keakuratan)
Transaksi dalam siklus penggajian dan personalia telah dicatat pada periode yang
benar (pisah batas).
Merancang dan melaksanakan pengujian atas rincian slado untuk akun-akun dalm siklus
penggajian dan personalia.
Jumlah potongan dari gaji karyawan. Pajak penggajian yang dipotong tetapi belum
dibayar kepada pemerintah dapat diuji dengan membandingkan saldonya dengan jurnal
penggajian, formulir pajak penggajian yang dibuat pada periode selanjutnya, dan
pengeluaran kas periode selanjutnya.
Gaji dan upah akrual. Setelah auditor menentukan kebijakan perusahaan untuk
mengakrualkan upah dan mengetahui bahwa hal tersebut konsisten dengan tahun
sebelumnya, prosedur audit yang tepat untuk menguji pisah batas dan keakuratan
adalah menghitung ulang akrual klien. Salah saji yang paling mungkin dari setiap
signifikan saldo adalah kelalaian untuk memasukkan jumlah hari yang tepat yang
telah dihasilkan tetapi belum dibayar.
Komisi akrual. Konsep yang sama yang digunakan dalam menverifikasi gaji dan upah
akrual juga dapat diterapkan pada komisi akrual, meskipun akrual ini umumnya lebih
sulit diverifikasikan karena perusahaan sering kali memiliki beberapa jenis
perjanjian yang berbeda dengan wiraniaga dan karyawan dengan komisi lainnya.
Auditor harus membandingkan metode untuk mengakrualkan komisi dengan tahun-tahun
sebelumnya demi tujuan konsistensi.
Bonus akrual. Verifikasi atas akrual yang tercatat biasanya dapat dicapai dengan
membandingkannya dengan jumlah yang diotorisasi pada risalah rapat dewan direksi.
Pembayaran cuti libur, cuti sakit,atau tunjangan akrual lainnya. Kewajiban
perusahaan untuk mencatat kewajiban harus ditentukan pertama kali, baru kemudian
jumlah yang tercatat harus dihitung ulang. Kebijakan perusahaan ini harus sesuai
dengan standar akuntasi mengenai absen yang diberi kompensasi.
Pajak penggajian akrual. FICA dan pajak pengganguran negara bagian serta federal,
dapat diverifikasikan dengan memeriksa formulir pajak yang disiapkan pada periode
selanjutnya untuk menentukan jumlah yang sudah harus dicatat sebagai kewajiban pada
tanggal neraca.
Pengujian atas rincian saldo untuk akun beban. Auditor hanya perlu melakukan
pengujian tambahan yang relatif sedikit terhadap akun-akun laporan laba rugi pada
sebagian besar audit selain prosedur analitis, pengujian pengendalian, pengujian
substansif atau transaksi, dan pengujian atas akun kewajiban terkait yang telah
dibahas.
Kompensasi pejabat. Auditor harus memverifikasikan apakah total kompensasi pejabat
merupakan jumlah yang diotorisasi oleh dewan direksi, karena gaji dan bonusnya
harus dimasukan dalamForm 10-K SEC dan SPT pajak penghasilan federal.
Komisi. Auditor dapat memverifikasikan beban komisi dengan relatif mudah jika
tingkat komisi sama untuk setiap jenis penjualan dan informasi penjualan yang
diperlukan tersedia dalam catatan akuntansi.
Beban pajak penggajian. Beban pajak penggajian untuk tahun berjalan dapat diuji
dengan mula-mula merekonsiliasi total penggajian disetiap formulir pajak penggajian
dengan total penggajian untuk seluruh tahun.
Total penggajian. Tujuan dari total penggajian adalah untuk menentukan apakah
transaksi penggajian dibebankan ke akun non penggajian atau sama sekali tidak
dicatat dijurnal penggajian. Pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas
transaksi merupakan cara yang lebih baik dalam mengungkapkan kedua jenis salah saji
tersebut dalam sebagian besar audit.
Tenaga kerja kontrak. Banyak organisasi melakukan kontrak dengan organisasi luar
untuk menyediakan staf. Biaya yang dibayarkan ke organisasi luar diuji dengan
membandingkan jumlah dengan kesepakatan kontrak yang ditandatangani antara
perusahaan dan perusahaan jasa luar.
Tujuan penyajian dan pengungkapan. Pengungkapan diperlukan untuk transaksi siklus
penggajian dan personalia tidaklah mendalam. Auditor menggabungkan prosedur audit
yang berhubungan dengan keempat tujuan penyajian dan pengungkapan dengan pengujian
atas rincian saldo untuk akun kewajiban dan beban.