Está en la página 1de 5

PENTINGNYA PERANAN PENDIDIKAN PANCASILA UNTUK MEMBANGUN GENERASI BANGSA YANG

CERDAS DAN BERKARAKTER

2016-03-24 | IT RAPENDIK

Perkembangan era globalisasi yang nampak begitu cepat turut mempengaruhi kehidupan bangsa
indonesia. Tak mau ketinggalan, segala kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang ada dan
baru senantiasa berusaha diikuti oleh bangsa Indonesia. Keinginan kita untuk selalu maju agaknya tak
sedikit berdampak dan membawa pengaruh bagi bangsa ini. Baik itu berupa dampak positif maupun
negatif.

Dinamisme zaman yang terjadi saat ini, memudahkan manusia dalam menjalankan kehidupannya.
Namun, berbagai tawuran antar pelajar, genk motor, pergaulan bebas, penggunaan narkotika dan obat
terlarang saat ini merupakan hal yang biasa dan sering didengar oleh telinga kita. Indonesia menangis.
Degradasi moral terjadi hampir di semua kalangan, di masyarakat. Termasuk pula dari jenjang pendidikan
dasar hingga pendidikan tinggi. Sebenarnya apakah yang salah? Sistem pendidikankah? Peran aparat
pemerintahkah? Atau yang lain? Hal ini tentu patut menjadi PR untuk kita semua.

Akan tetapi, apapun upaya yang ingin dirancang dan diimplementasikan oleh para pemangku
kepentingan, instansi pendidikan, sekolah-sekolah dalam rangka mendidik bangsa ini entah itu melalui
pendidikan karakter atau yang lainnya, pada dasarnya yang perlu diperhatikan kembali adalah
efektifitasnya dalam mengemban amanah untuk mendidik putra-putri bangsa secara komprehensif dan
humanis sehingga benar-benar menjadikan para peserta didik yang tidak hanya cakap secara intelektual
tetapi anggun dalam moral.

Secara kuantitas jika melihat orang-orang Indonesia yang dapat mengenyam dunia pendidikan tentunya
cukup banyak, terlepas dari apakah mereka bisa menuntaskan wajib belajar sembilan tahun atau lebih,
bahkan sampai ke jenjang perguruan tinggi misalnya. Akan tetapi ironisnya segala problematika moral
yang tersebut diatas bukankah tidak lepas dari tingkah laku orang yang pernah mengenyam dunia
pendidikan, dan lebih miris lagi jika di dalam dunia pendidikan terciderai oleh insan-insan akademik
sendiri.

Degradasi moral dapat terjadi karena suatu bangsa kehilangan jati dirinya. Mereka tidak dapat
mempertahankan apa yang menjadi identitasnya selama ini. Mereka terlalu terlena dan kurang dapat
menyaring budaya yang masuk ke Indonesia. Padahal sebenarnya, bangsa ini memiliki Pancasila.
Pancasila merupakan karakteristik yang kini mulai luntur kesadaran untuk menghayatinya. Mulai dari sila
pertama hingga ke - lima, semuanya mencakup berbagai lini kehidupan yang dijalani manusia. Oleh
karena itu, sudah seharusnyalah kita perlu meneguhkan kembali jati diri bangsa ini, Pancasila.

John F Kennedy mengatakan, Bila ada sesuatu yang salah pada sistem disuatu Negara, maka lihatlah
apa yang salah pada pendidikannya. Mengingat maju atau mundurnya suatu bangsa salah satu faktor
utamanya adalah pada pendidikannya, maka seberapa besar peran sentral dunia pendidikan dalam
mencetak sumber daya manusia yang berkarakter akan ikut menjadi determinan dalam memajukan
suatu bangsa. Dan disinilah dunia pendidikan sangat memegang peranan yang strategis. Tentunya
dengan cara mengaktualisasi implementasi dari Pancasila dalam berbagai basis pendidikan yang ada agar
lebih optimal dalam menjalankan fungsi pendidikan dan pengajarannya.

Aktualisasi Pancasila harus mulai digaungkan mulai dari berbagai lingkungan pendidikan. Baik itu
di keluarga sebagai pendidikan informal, sekolah sebagai lembaga pendidikan formal, maupun dalam
masyarakat sebagai lembaga pendidikan non formal. Kesemua ranah pendidikan tersebut harus melekat
dengan nilai- nilai Pancasila.

Pertama, dalam lembaga pendidikan informal seperti keluarga. Keluarga merupakan jenjang
pendidikan yang pertama dan utama bagi anak. Ini berarti, bagaimana karakter anak berkembang
nantinya bergantung dari pola asuh yang diterapkan di rumah. Apakah pola asuh permisif yang memberi
kebebasan pada anak, pola asuh otoriter yang mewajibkan anak untuk selalu patuh, atau pola asuh
autoritatif yang artinya antara orangtua dan anak saling mengerti tanggungjawab, hak dan kewajiban
masing-masing. Selanjutnya untuk menanamkan moral yang baik pada anak, orang tua juga harus
memiliki karakter yang tentu saja lebih baik terlebih dahulu. Dengan begitu orangtua seakan menjadi
teladan atau row model bagi anak dalam bertindak sehingga anak senantiasa berhati-hati dalam
bertingkah laku.

Kedua, dalam ranah lembaga pendidikan formal atau sekolah, peran seorang guru sangat urgen
dalam membentuk karakter siswanya. Para guru yang merupakan orangtua kedua siswa di sekolah, perlu
senantiasa mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila yang sebenarnya. Mulai dari kebiasaan untuk
berdoa setiap kegiatan belajar mengajar, saling toleransi antar teman, menumbuhkan sikap peduli
sesama, dan tidak membeda- bedakan antara siswa satu dengan siswa lain.
Ketiga, implementasi pendidikan Pancasila di masyarakat tentu dimulai dari sekitar lingkungan
rumah. Keberagaman etnis yang ada di masyarakat hendaknya menjadi suatu warna tersendiri bagi
mereka, sebagaimana semboyan yang dimiliki bangsa Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Walaupun
negara Indonesia terdiri dari beragam suku, namun kerukunan antar seluruh umat tetap perlu dijunjung
tinggi.

Nah, mengingat barbagai fenomena moral yang sangat krusial, dunia pendidikan baik itu
pendidikan informal, formal maupun non formal hendaknya terus menerus melakukan inovasi dan
melakukan perbaikan agar benar-benar bisa menjadi lebih optimal dalam menjalankan fungsinya sebagai
alat untuk melakukan transformasi dan menginternalisasikan nilai-nilai moral untuk terbentuknya insan
yang berkarakter.

Adalah dengan cara kembali melakukan aktualisasi Pendidikan Pancasila di berbagai bidang, moral
bangsa Indonesia dapat kembali menuju jati dirinya. Aktualisasi tersebut akan terimplementasi dalam sisi
kognitif, afektif dan psikomotorik bangsa. Hal tersebut sangat penting untuk diingat karena dapat
menjadi parameter atau tolak ukur sampai seberapa jauh tingkat perubahan tingkah laku seseorang, dan
untuk mengetahui tingkat ketercapaian dalam menempuh proses pendidikan. Sehingga pada akhirnya
dapat benar-benar menghasilkan output yang cerdas, unggul, berdaya saing, bermoral dan berkarakter.

Dengan demikian, aktualisasi pendidikan Pancasila sebagai karakter bangsa Indonesia adalah
sebuah konsekuensi logis guna semakin terciptanya sumber daya manusia yang cerdas holistik
sebagaimana tertera dalam tujuan pendidikan nasional dalam UU No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas,
yakni bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreaif, mandiri dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.

# PENTINGNYA PERANAN PENDIDIKAN PANCASILA UNTUK MEMBANGUN GENERASI BANGSA YANG


CERDAS DAN BERKARAKTER#

Seiring perkembangan zaman di era globalisasi saat ini turut mengiringi adanya trend yang semakin
dinamis dan selalu diwarnai oleh ketidakteraturan dan ketidakpastian. Kondisi ini memunculkan
kecenderungan permasalahan baru yang semakin beragam dan multi dimensional. Teknologi informasi
yang berkembang cepat, telah membawa dampak bagi kehidupan manusia. Dapat berdampak
menguntungkan dan merugikan ,berdampak menguntungkan apabila mampu memanfaatkannya untuk
meningkatkan taraf hidup. Namun juga dapat berdampak merugikan, apabila terperdaya dengan
pemanfaatan untuk kepentingan yang negatif. Hal ini berarti dampak teknologi informasi berimplikasi
secara langsung pada perubahan berbagai aspek kehidupan, termasuk terhadap karakter generasi muda.
Persoalan karakter para pemuda kini menjadi sorotan tajam dalam masyarakat. Berbagai sorotan
tersebut termuat dalam media cetak, wawancara, dialog atau gelar wicara di beberapa media elektronik.
Ironisnya, persoalan yang muncul seperti meningkatnya tindak kriminal,semakin menjadi-jadinya
korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), kekerasan, kejahatan seksual, pengrusakan, perkelahian massal,
kehidupan yang konsumtif, kehidupan politik yang tidak produktif, dan lain-lain yang seringkali menjadi
topik hangat dan tidak ada henti-hentinya untuk dibicarakan .Padahal sudah lebih dari setengah abad
bangsa Indonesia merdeka, tapi sampai saat ini justru bangsa Indonesia semakin mengalami degradasi
karakter kebangsaan. Tampaknya bangsa ini khususnya generasi muda telah dihadapkan pada dinamika
perkembangan lingkungan strategis yang penuh dilema, tantangan hidup yang semakin kompleks dan
diwarnai dengan fenomena terjadinya degradasi nilai-nilai luhur bangsa.

Bahkan pendidikan di Indonesia saat ini cenderung lebih mengedepankan penguasaan aspek keilmuan
dan kecerdasan, namun mengabaikan pendidikan karakter. Pengetahuan tentang kaidah moral yang
didapatkan dalam pendidikan moral atau etika di sekolah-sekolah saat ini semakin ditinggalkan. Sebagian
orang mulai tidak memperhatikan lagi bahwa pendidikan tersebut berdampak pada perilaku seseorang.

Dalam mengahadapi masalah yang begitu rumit dan komplek seperti di atas dibutuhkan pendidikan
karakter yang dibangun melalui pendidikan, yang melibatkan berbagai elemen bangsa terlebih sebagai
pemangku kepentingan seperti pendidikan pancasila misalnya. Dengan manajemen yang seperti ini
diharapkan dapat meminimalisir dan menangkal kemungkaran yang terjadi saat ini. Pendidikan pancasila
diharapkan mampu menghadirkan karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas namun juga
berkarakter. Maksudnya adalah generasi muda yang tidak hanya berkompeten tatapi juga perduli
terhadap kemajuan Indonesia. Pendidikan pancasila sangatlah penting bagi para generasi muda
Indonesia agar dapat terbentuk karakter yang unggul dan bereakhlak mulia. Sehingga mampu bersaing,
beretika, bermoral, sopan dan santun dalam bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Karena karakter
merupakan nilai nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri,
sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan, yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perhatian,
dan perbuatan berdasarkan norma norma agama, hukum, tatakrama, budaya dan adat
istiadat.Sehingga tidak akan ada lagi tindak kriminal seperti kasus korupsi dan lainnya.

Menurut Ali Ibrahim Akbar,2000 : Ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata mata oleh
pengetahuan dan kemampuan teknis ( hard skill ) saja, tetapi lebih oleh pengetahuan mengelola diri
dan orang lain ( soft skill ). Hal ini membuktikan bahwa kesuksesan seseoarang lebih ditentukan oleh
kemampuan manage self daripada kemampuan knowlage. Dan juga sebagai isyarat bahwa mutu
pendidikan karakter seperti pancasila mampu meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di masa yang
akan datang. Maka dari itu peranan pendidikan pancasila sangatlah penting. Dengan adanya pendidikan
pancasila diharapkan bisa menjadi motor perbaikan sekaligus pembentukan karakter generasi
pemuda yang tidak hanya unggul tetapi juga berakhlak mulia.
KESIMPULAN

Dari uraian tersebut di atas dapat kita simpulkan bahwa pendidikan pancasila merupakan satu aspek
penting untuk membangun karakter generasi bangsa. Hampir semua bangsa menempatkan
pembangunan pendidikan sebagai prioritas utama dalam Program Pembangunan Nasional. Sumber daya
manusia yang bermutu yang merupakan Produk Pendidikan dan merupakan kunci keberhasilan suatu
Negara.Oleh sebab itu pendidikan sangat diharuskan sekali karena memberikan peranan yang sangat
penting baik itu untuk diri sendiri, orang lain ataupun Negara. Untuk diri sendiri keuntungan yang
didapat adalah ilmu, untuk orang lain kita bisa mengajarkan ilmu yang kita ketahui kepada orang yang
masih awam dan untuk Negara jika kita pintar maka kita akan mengangkat nama baik Negara kita di
dunia internasional.

Pancasila sebagai pedoman pelaksanaan pembaharuan sistem pendidikan memeiliki peranan yang
sangat penting yaitu diharapkan mampu mendukung upaya mewujudkan kualitas masyarakat Indonesia
yang maju dan mampu menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Wajib Belajar
Sembilan Tahun merupakan implementasi dari pancasila sebagai ideologi negara yang merupakan
program bersama antara pemerintah, swasta dan lembaga-lembaga sosial serta masyarakat. Penuntasan
Wajib Belajar Sembilan Tahun adalah program nasional. Oleh karena itu, untuk mensukseskan program
itu perlu kerjasama yang menyeluruh antara antara pemerintah, swasta dan lembaga-lembaga sosial
serta masyarakat,karena program ini sangat baik untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab
kita semua terhadap masa depan generasi penerus bangsa yang berkualitas serta upaya mencerdaskan
kehidupan bangsa.