Está en la página 1de 9

TUGAS INDIVIDU

MAKALAH SURVEY KENDALA PETANI KARET DI KEBUN NENAS,


JAKE

NAMA : ALFIRA

NPM :150113067

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

KECAMATAN KUANTAN TENGAH


BAB I

PENDAHLUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Tanaman karet memiliki peranan yang besar dalam kehidupan perekonomian

Indonesia. Banyak penduduk yang hidup dengan mengandalkan komoditas penghasil

getah ini. Karet tidak hanya diusahakan oleh perkebunan perkebunan besar milik

negara, tetapi juga diusahakan oleh swasta dan rakyat. Pada tahun 2015 luas

perkebunan karet di Indonesia adalah 3.616.694 Ha dengan produksi 3.153.186 Ton.

Tanaman karet dapat tumbuh dengan ketinggian antara 1- 600 m dari

permukaan laut. Dapat dikatakan Indonesia tidak mengalami kesulitan mengenai

areal yang dapat dibuka untuk ditanami karet. Hampir di seluruh daerah di Indonesia

karet dapat tumbuh subur . Tanaman karet memerlukan curah hujan optimal antara

2.000-2.500 mm/tahun dengan hari hujan berkisar 100-150 hh/tahun. Lebih baik lagi

jika curah hujan merata sepanjang tahun. Sebagai tanaman tropis karet membutuhkan

sinar matahari sepanjang hari, minimum 5-7 jam/hari.

Pertanian karet bukanlah pertanian tanpa resiko. Faktor musim dapat

mempengaruhi produksi getah yang dihasilkan tanaman karet. Pada musim panas

produksi karet lebih baik karena getah yang dihasilkan merupakan hasil sampingan

yang diproduksi oleh pohon karet untuk beradaptasi pada musim panas sehingga

getah yang dihasilkan mempunyai kualitas yang baik dan dapat menaikkan harga jual.

Sedangkan pada musim hujan yaitu curah hujan yang tinggi menyebabkan kualitas

getah yang dihasilkan tidak begitu baik. Getah yang dihasilkan pada musim hujan

mengandung air, kualitas panennya juga tidak bagus akibat getah karet bercampur air
sehingga getah menjadi rusak dan dapat menurunkan harga jual. Faktor musim

tersebut dapat berdampat pada kehidupan ekonomi petani karet. Pada musim panas

petani dapat memenuhi kebutuhan pokonya sehari-hari yaitu makan, perlengkapan

sehari-hari, uang belanja anak, dan lain sebagainya. Sedangkan pada saat terjadi

musim hujan petani karet mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya

sehari-hari. Dan juga tanaman karet mempunyai fase perubahan dari musim

gugur,musim pucuk muda dan musim daun tua ,pada saat musim gugur dan pucuk

muda produksi karet mengalami penurunan, dan fase ini terjadi pada saat sekarang.

Desa jake rata-rata masyarakatnya berpenghasilan dari perkebunan karet,jika musim

yang berubah maka akan berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat jake tersebut.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa Kendala Yang Dihadapi Perkebunan Karet Di Desa Jake,Kecamatan

Kuantan Tengah ?

2. Apa Solusi Kendala Yang Dihadapi Petani Karet?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Mengetahui Apa Kendala Yang Dihadapi Perkebunan Karet Di Desa

Jake,Kecamatan Kuantan Tengah ?

2. Mengetahui Apa Solusi Kendala Yang Dihadapi Petani Karet?


BAB II

PEMBAHASAN

A. Kendala yang dihadapi petani

Karet alam merupakan kebutuhan yang vital bagi kehidupan manusia sehari-

hari, hal ini terkait dengan mobilitas manusia dan barang yang memerlukan

komponen yang terbuat dari karet seperti ban kendaraan, conveyor belt, sabuk

transmisi, dock fender, sepatu dan sandal karet. Kebutuhan karet alam terus

meningkat sejalan dengan meningkatnya standar hidup manusia. Karet adalah

polimer hidrokarbon yang terbentuk dari emulsi kesusuan (dikenal sebagai lateks),

diperoleh dari getah beberapa jenis tumbuhan pohon karet. Sumber utama lateks

yang digunakan untuk menciptakan karet adalah pohon karet (Hevea brasiliensis

Moel.), diperoleh dengan cara melukai kulit pohon sehingga pohon akan memberikan

respons dengan mengeluarkan getah/lateks.

Persyaratan Tumbuh tanaman karet meliputi Iklim daerah yang cocok untuk

tanaman karet adalah pada zone antara 150 LS dan 150 LU. Diluar itu pertumbuhan

tanaman karet agak terhambat sehingga memulai produksinya juga terlambat

(Suhendry, I. 2002). Karet merupakan tanaman yang tumbuh tinggi dan berbatang

cukup besar. Tinggi pohon karet dewasa mencapai 15-25 m. Karet dapat tumbuh

dengan baik pada ketinggian antara 1-600 m dari permukaan laut. Curah hujan yang

cukup tinggi antara 2000-2.500 mm setahun sangat disukai tanaman karet. Karet

menghasilkan getah yang dapat digunakan untuk industri-industri barang. Pada


umumnya alat yang dibuat dari karet sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari.

Produksi getah yang dihasilkan karet dapat dipengaruhi oleh faktor iklim.

Pada musim panas (cuaca normal) produksi karet dapat meningkat karena

getah yang dihasilkan merupakan hasil sampingan yang diproduksi oleh pohon karet

untuk beradaptasi pada musim panas sehingga getah yang dihasilkan mempunyai

kualitas yang baik. Sedangkan pada musim hujan kualitas getah yang dihasilkan tidak

begitu baik. Getah yang dihasilkan pada musim hujan mengandung banyak air

sehingga getah menjadi rusak. Hujan yang turun pada pagi hari akan menggagalkan

kegiatan penyadapan dan menurunkan produksi. Selain itu, musim hujan akan

menyebabkan kinerja penyadap menurun, resiko serangan penyakit yang akan

menyebabkan karet tidak bisa disadap lagi karena getah tidak keluar, daun bercak-

bercak yang pada akhirnya gugur sehingga pertumbuhan terhambat dan pada

akhirnya lama kelamaan bisa mati serta munculnya penyakit jamur. Berdasarkan

survey yang saya lakukan pada hari Kamis tanggal 26 Oktober kemarin, dengan

bapak MASWANDI yang beralamat di Desa sawah dengan tanggungan seorang istri

dan empat orang anak dan satu anak nya telah bekeluarga, masalah yang dihadapi

pada saat ini salah satunya adalah perubahan iklim yang mengakibatkan tanaman

karet kurang berproduksi karena tanaman karet pada saat ini sedang mengalami fase

pucuk muda. Tanaman karet akan berproduksi banyak ketika daunnya telah bewarna

hijau pekat atau hijau tua.

B. Solusi yang dapat dilakukan oleh petani pada saat perubahan musim
Musim hujan dan musim perubahan bentuk yang dilihat dari warna daun

merupakan musim sulit bagi petani karet, karena akivitas penyadapan akan terganggu

dan hasil produksi yang didapatkan juga akan berkurang. Tetapi ketika musim hujan

petani karet masih ada yang tetap pergi ke kebunnya namun tidak untuk melakukan

penyadapan. Melainkan untuk melakukan aktivitas lain seperti membersihkan kebun

karetnya dengan cara menebas dengan parang atau alat tebas lainnya.

Solusi yang harus dilakukan petani pada saat karet tidak menghasilkan

produksi yang baik adalah dengan mencari pekerjaan lain, agar kebutuhan ekonomi

masyarakat tetap berjalan dengan baik pula. Pekerjaan lain itu dapat berupa menanam

sayur atau menanam padi disawah sendiri atu juga pada sawah orang lain Dan untuk

masalah ini menurut saya juga diperlukan peran pemerintah untuk menyediakan

alternatif pekerjaan lain ketika karet tidak bisa lagi untuk di jadikan sumber

pendapatan. Pada saat sekarang masyarakat banyak yang mengeluh karena

penghasilan tidak sesuai lagi dengan pengeluaran. Masalah ini dapat teratasi jika

petani karet tidak hanya berpatokan pada satu perkebunan karet itu saja tetapi juga

mempunyai usaha lain seperti usaha perkebunan kelapa sawit atau bertanam padi di

sawah.
BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan dan uraian serta penelitian diatas dapat ditarik

kesimpulan perubahan musim pada tanaman karet di desa Jake kecamatan Kuantan

tengah kabupaten Kuantan Singingi ini berpengaruh terhadap hasil produksi dan

penurunan hasil produksi juga berpengaruh terhadap pendapatan masyarakatnya.

Untuk solusinya masyarakat di himbau untuk tidak hanya berpatoakn pada tanaman

karet saja,tetapi dapat juga dengan membuka perkebunan kelapa sawit atau bertanam

padi di sawah.

2. Saran

Demikian makalah yang dapat saya sajikan sajikan. Kritik dan saran sangat

saya harapkan demi perbaikan selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan

dapat menambah khasanah pengetahuan, manfaat untuk kita semua. Amin.


DOKUMENTASI

A. Profil bapak Maswandi

Nama : Maswandi

Alamat : desa Sawah,Teluk Kuantan

Tanggungan :

Istri

4 anak ( 1 telah bekeluarga)

Alamat kebun : Kebun nenas, Jake.

B. Foto survey

1.1 foto wawancara dengan pak Maswandi

Tanggal 26 Oktober 2017


Foto Tanaman

1.2 Gambar Tanaman Karet