Está en la página 1de 8

TUGAS INDIVIDU

MAKALAH KENDALA PETANI KARET (Hevea brasiliensis) DI KEBUN


NENAS, JAKE, KECAMATAN KUANTAN TENGAH

NAMA : ALFIRA

NPM :150113067

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

KECAMATAN KUANTAN TENGAH


BAB I

PENDAHLUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Tanaman karet (Hevea brasiliensis) termasuk dalam famili Euphorbiacea,

disebut dengan nama lain rambung, getah, gota, kejai ataupun hapea. Karet

merupakan salah satu komoditas perkebunan yang penting sebagai sumber devisa non

migas bagi Indonesia, sehingga memiliki prospek yang cerah. Upaya peningkatan

produktivitas tanaman tersebut terus dilakukan terutama dalam bidang teknologi

budidaya dan pasca panen. Agar tanaman karet dapat tumbuh dengan baik dan

menghasilkan lateks yang banyak maka perlu diperhatikan syarat-syarat tumbuh dan

lingkungan yang diinginkan tanaman ini. Apabila tanaman karet ditanam pada lahan

yang tidak sesuai dengan habitatnya maka pertumbuhan tanaman akan terhambat.

Lingkungan yang kurang baik juga sering mengakibatkan produksi lateks menjadi

rendah. Sesuai habitat aslinya di Amerika Selatan, terutama Brazil yang beriklim

tropis, maka karet juga cocok ditanam di Indonesia, yang sebagian besar ditanam di

Sumatera Utara dan Kalimantan.

Sejak dekade 1980 hingga saat ini tahun 2017, permasalahan karet Indonesia

adalah rendahnya produktivitas dan mutu karet yang dihasilkan, khususnya oleh

petani karet rakyat. Sebagai gambaran produksi karet rakyat hanya 600 - 650 kg

KK/ha/thn. Meskipun demikian, peranan Indonesia sebagai produsen karet alam

dunia masih dapat diraih kembali dengan memperbaiki teknik budidaya dan pasca

panen/pengolahan, sehingga produktivitas dan kualitasnya dapat ditingkatkan secara


optimal. Namun untuk kendala yang dapat ditemui sekarang adalah anjloknya harga

karet.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa Kendala Yang Dihadapi Perkebunan Karet Di Desa Jake, Kecamatan

Kuantan Tengah ?

2. Apa Solusi Kendala Yang Dihdapi ?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Mengetahui Apa Kendala Yang Dihadapi Perkebunan Karet Di Desa

Jake,Kecamatan Kuantan Tengah ?

2. Mengetahui Apa Solusi Kendala Yang Dihadapi ?


BAB II

PEMBAHASAN

A. Kendala yang dihadapi petani

Karet merupakan salah satu komoditas perkebunan yang penting sebagai

sumber devisa non migas bagi Indonesia, sehingga memiliki prospek yang cerah.

Upaya peningkatan produktivitas tanaman tersebut terus dilakukan terutama dalam

bidang teknologi budidaya dan pasca panen.

Agar tanaman karet dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan lateks yang

banyak maka perlu diperhatikan syarat-syarat tumbuh dan lingkungan yang

diinginkan tanaman ini. Apabila tanaman karet ditanam pada lahan yang tidak sesuai

dengan habitatnya maka pertumbuhan tanaman akan terhambat. Lingkungan yang

kurang baik juga sering mengakibatkan produksi lateks menjadi rendah. Sesuai

habitat aslinya di Amerika Selatan, terutama Brazil yang beriklim tropis, maka karet

juga cocok ditanam di Indonesia. Tapi kendala yang dihadapi petani saat ini adalah

turunya harga karet secara terus menerus.

Sejumlah petani karet di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi

Riau umum nya kebun nenas,jake , mengeluhkan harga komoditas karet yang tak

kunjung membaik sejak pertengahan tahun lalu. Karet ditingkat petani sekarang

hanya dihargai Rp6.800 per kilogram. Harga ini tidak sebanding dengan kebutuhan
sehari-hari para petani, bahkan lebih murah dibandingkan harga beras yang sudah tiga

kali lipat harganya. Harga karet yang tidak kunjung naik membuat sebagian besar petani

karet di daerah makin sengsara. Sebabnya, harga barang kebutuhan pokok lainnya semakin

naik sehingga membuat petani mulai frustasi. Semakin hari hidup para petani karet semakin

sengsara. Penelitian survey ini saya lakukan di kebun nenas,jake dengan bapak Maswandi

dengan tanggungan istri dan empatt orang anak dan satu anaknya telah bekeluarga.

B. Solusi yang dapat dilakukan oleh petani pada saat perubahan musim

Kebutuhan tidak sebanding dengan pendapatan terkadang petani hanya bisa

mendapat Rp.100.000 perminggu. Sementara kebutuhan hidup di era internet ini sungguh

sangatlah tidak sedikit. Untuk beli pulsa HP saja sudah tidak cukup. Bagaimana membeli

beras, bayar uang sekolah anak, pastilah tidak memadai. Jangankan membeli baju baru

untuk lebaran, untuk memenuhi tuntutan perut saja pastilah keteteran.

Banyak masyarakat yang mengeluhkan kondisi untuk sekarang ini,jadi solusi yang

dapat dilakukan oleh petani karet adalah membuka usaha lain menjelang harga karet stabil

agar tetap bisa memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari,dan juga dibutuhkan peran

pemerintah daerah untuk menstabilkan harga karet tersebut.


BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Kendala yang di hadapi petani karet kuansing adalah anjloknya harga

karet,dan alasan anjloknya harga karet tersebut tidak diketahui penyebabnya. Dan

solusi yang dapat dilakukan adalah membuka usaha lain seperti menanam padi di

sawah menjelang harga karet stabil.

2. Saran

Demikian makalah yang dapat saya sajikan. Kritik dan saran sangat saya

harapkan demi perbaikan selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan

dapat menambah khasanah pengetahuan pembaca yang budiman.


DOKUMENTASI

A. Profil bapak Maswandi

Nama : Maswandi

Alamat : desa Sawah,Teluk Kuantan

Tanggungan :

Istri

4 anak ( 1 telah bekeluarga)

Alamat kebun : Kebun nenas, Jake.


B. Foto survey

Gambar survey lapangan

Gambar komoditi

Tanaman karet