Está en la página 1de 3

4.

Seni Budaya

Salah satu jenis bangunan yang dilahirkan dari rasa keagamaan dan spirit keislaman dari
umat islam adalah bangunan yang masjid tempat peribadatan. Masjid-masjid itu pada
umumnya dibangun dengan bentuk yang indah dan megah. Hal itu lahir dari rasa cinta akan
agama dan mangagungkan Allah. Masjid adalah salah satu rumah tempat menyembah Allah
Yang Maha Agung.

Demikian juga istana-istana sultan pada zaman pemerintahan islam adalah merupakan hasil
seni bangunan umat islam yang dijiwai spirit akan keislaman. Ini terbukti dengan bentuk
bangunan istana itu yang seakan-akan menyerupai masjid dan atapnya yang berbentuk kubah
menunjukkan ikatan yang kuat dengan masjid tempat mengabdi kepada Allah.

Peninggalan-peninggalan hasil seni bangunan islam itu masih tampak sampai sekarang
seperti istana Al-Hambra di Spanyol yang didirikan pada abad ke-XIV, demikian juga istana
Al-Cazar (Al-Qashr) di Sevilla dan Toledo. Istana Syah Jehan di India dan sebagainya, dan
Istana Maimoon di Medan Sumatra Utara.

5. Seni Lukis, Ukur dan Pahat

Islam tidak melarang ummatnya untuk mengembangnya bakatnya dalam bidang seni lukis,
ukiran dari pahatan selama tidak berupa patung-patung atau makhluk yang menyerupai
ciptaan Tuhan yang mempunyai ruh seperti patung manusia, hewan untuk dipuja atau
dipajang sebagai kemegahan atau disanjung. Diantara hikmah adanya larangan membuat
patung-patung dan lukisan-lukisan tersebut adalah agar manusia tidak kembali pada
penyembahan berhala dan mendewa-dewakan manusia atau makhluk lainnya. Sebab, yang
demikian membawa kepada syirik. Namun menggambarkan dalam hal-hal yang sangat
membutuhkan maka diperbolehkan, seperti menggambar manusia atau hewan untuk ilmu
kedokteran dan ilmu-ilmu lainnya. Sebab hal-hal semacam ituadalah dharurah dan
kebutuhan.

Nabi saw bersabdah:

Artinya: sesungguhnya malaikat tidak akan masuk suatu rumah yang ada didalamnya patung
(gambar) (Muttafaq Allih).

Larangan membuat lukisan manusia dan makhluk yang mempunyai ruh adalah hadis Nabi
saw:
Artinya: sesungguhnya orang yang paling berat siksanya dihari kiamat ialah orang yang
melukis (riwayat Muslim).

Dari hadis yang dikemukakan di atas dapat dipahami bahwa paung dan lukisan yang dilarang
islam adalah patung dan lukisan yang dibuat untuk diagungkan dan dimaksud untuk
menandingi ciptaan Allah dan untuk sesuatu yang tidak bermanfaat kecuali hanya
kesenangan belaka. Apabila ada perasaan si pembuat atau si pemilik bahwa patung atau
lukisan itu mempunya keagungan dalam maka ini berarti orang tersebut telah mensyirikkan
Tuhan. Pada umumnya pembuatan patung atau lukisan orang-orang besar tidak terlepas dari
adanya pengagungan.

Adapun tentang pembuatan patung-patung untuk permainan anak-anak seperti boneka.


Kucing-kucing dan binatang-binatang lain dibolehkan bila dibuat hanya sekedar untuk
permainan dan penghibur bagi anak-anak. Di dalam suatu hadis diriwayatkan bahwa:

Artinya: suatu hari Rasulullah bertanya kepada Aisyah: Apa ini? Aisyah menjawab:ini
anak-anak perempuan (boneka perempuan). Kemudian Rasulullah bertanya lagi:apa yang
diatasnya itu?. Aisyah menjawab.itu ada sayapnya. Rasulullah berkata: apa ada kuda
bersayap. Jawab Aisyah:tidakkah engkau mendengar bahwa kuda Sulaiman bin Daud as
mempunyai sayap. Kemudia Rasulullah tertawa sampai kelihatan gihi gerahanya.(riwayat
Abu Daud).

Hadis ini menunjukkan kebolehan membuat boneka untuk permainan anak-anak.

Didalam hadis lain ada diterangkan bahwa Nabi saw meminta Aisyah untuk
menyingkirkan korden yang ada lukisan-lukisan gambar burung dari pandangan Nabi saw.
Sebab ia mengganggu kekhusyukan shalat Nabi Muhammad saw.

Melukis pemandangan-pemandangan indah, pohon-pohon sebagainya rasa keagungan


terhadap Tuhan yang menciptakan alam ini adalah termasuk jenis seni budaya yang baik.
Demikian juga seperti mengukir dan melukis dengan tulisan indah (kaligrafi) dan sebagainya,
tidak ada larangan.

Pengembangan bakat seni budaya dapat merupakan manifestasi dari rasa pemujian
dan keagungan Tuhan Yang Maha Pencipta. Di samping itu juga, ia dapat mempengaruhi diri
untuk berjiwa halus dan berbudi pekerti lemah lembut.
B. Tanggung Jawab Seniman

Tidak saja ilmuan, seniman juga memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan
dan mengajarkan seni yang diketahui dan dimilikinya. Ia juga bertanggung jawab bahwa
seorang seniman dengan seninya tidak akan mengajarkan kesenian yang justru menentang
Allah.

Seni adalah sebagian kebutuhan manusia yang bertujuan untuk melembutkan perasaan
dan rasa kemanusiaan manusia. Rasa itu tidak hanya berhenti pada tataran humanitas semata
tetapi juga harus mempertajam loyalitas dan kepekaan diri manusia kepada teologisnya. Oleh
sebab itu, seorang Muslim akan aktif berkreasi sekaligus meresapi arti kehidupan dan fungsi
kesenian yang diembannya. Dengan demikian, tugas seniman adalah mengintegrasikan rasa
kesenian manusia dengan rasa kebutuhannya. Semua itu harus terpadu didalam nuansa dan
koridor syariat.