Está en la página 1de 2

TINJAUAN PELAKSANAAN KONSTRUKSI DINDING

PENAHAN TANAH KM.BDG 33+650 PADA RUAS JALAN


NASIONAL BANDUNG-SUMEDANG
PROVINSI JAWA BARAT

Rahayu Akbari Wibisono1, Robi Sabili1


Tatang Sumarna, ST., M.SI.2, Andri Krisnadi S.SST.M.Eng2
ABSTRAK

Penanganan longsoran pada proyek Paket Preservasi Rehabilitasi Bandung


Jatinangor Sumedang berlokasikan sepanjang Jalan Jatinangor-Batas Kota Sumedang,
Kota Bandung, Jawa Barat. Sepanjang jalan nasional ini memiliki empat titik penanganan
longsoran yaitu pada Km.Bdg 32+800, Km.Bdg 33+500, Km.Bdg 33+650 dan Km.Bdg
33+950. Pada Km. Bdg 33+650 yaitu yang menjadi tinjauan penulis, Sesuai
perencanaannya, akan dibangun konstruksi dinding penahan tanah sepanjang 75 meter dan
tingginya 6 meter.

Dalam pekerjaan konstruksi dinding penahan tanah ini terdapat rangkaian


pekerjaan utama yaitu pekerjaan persiapan, borepile, konstruksi dinding penahan tanah,
timbunan, Soil Nailing dan pekerjaan Shotcrete. Pekerjaan yang menjadi tinjauan penulis
adalah pekerjaan konstruksi dinding penahan tanah dan timbunana. Untuk mendapatkan
hasil pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan, maka diperlukan
pengawasan pada proses pelaksanaan pekerjaan, khususnya pengawasan terhadap
pekerjaan konstruksi dinding penahan tanah dan pekerjaan timbunan. Untuk mengetahui
hasil pekerjaan, dilakukan pengendalian mutu projek yaitu dengan pengujian, diantaranya
slump test dan uji kuat tekan beton. Sedangkan dalam pekerjaan timbunan terdapat juga
pengujian yaitu sand cone dan uji kadar air dilapangan.

Pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi dinding penahan tanah, ada beberapa


permasalahan teknis dan non teknis yang mengakibatkan pelaksanaan pekerjaan menjadi
terlambat.

Kata kunci : penanganan longsoran, konstruksi dinding penahan tanah, pengawasan dan
pengendalian mutu, permasalahan teknis dan non teknis
1
Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Bandung

2
Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Sipil

i
i