Está en la página 1de 6

HALAMAN 11 - 22

[NILAI POTENSIAL]
- Apa esensi konkret dari sebuah nilai (value)? Esensinya: Tujuan diciptakannya suatu objek dan
harmoni/keselarasan yang tercipta dari paduan elemen elemen dalam objeknya. Karena setiap ciptaan itu
pasti punya tujuan kenapa dia diciptakan. Dalam hal ini bukan hanya yang diciptakan oleh Tuhan, tetapi
yang dibuat sama manusia misalnya karya seni, komoditas dll pastiii punya tujuan penciptaan.
- Misalkan, bunga. Tujuan diciptakannya ya buat memberi kesenangan pada orang karena keindahannya.
- Harmoni/keselarasan yang tercipta dari paduan elemen tuh maksudnya paduan antara subjek dan objek.
Harmoni karena mereka punya unsur-unsur yang berbeda, misal Sungsang dan Hyungsang, yin dan yang,
hub antara atasan dan bawahan.
- Harmoni/keselarasan tersebut direalisasikan dengan tindakan memberi dan menerima antara elemen
yang saling berkorelasi ini. Tipe perbandingan, yaitu situasi dimana paduan elemen diselaraskan dengan
tujuan penciptaan dimana esensi nilai-nilai itu terdapat didalam tujuan tersebut

[PENENTUAN NILAI]
- sebuah value/nilai itu ditentukan melalui tindakan memberi dan menerima
- Objek yang dibutuhkan atau kondisi yang mesti ada didalam sebuah objek adalah keselarasan antara setiap
elemen, dan fokus pada tujuan penciptaan.
- Disisi lain ada juga Subjek yang dibutuhkan atau kondisi yang mesti ada didalam suatu subjek (manusia)
agar sebuah nilai/value bisa ditentukan
- Si subjek ini harus memiliki keinginan untuk mencari nilai. And then, si subjek mesti punya
concern/perhatian/ketertarikan pada si objek.
- Faktor-faktor kayak filosofi yang dianut seseorang, selera, sikap individu, pendidikan, pandangan tentang
kehidupan, keinginan(?) sebagai elemen subjektif adalah kondisi yang bisa mempengaruhi dalam
menentukan nilai-nilai.
- Nilai sebenarnya tu ditentuin dari hubungan korelasi antara subjek yang dibutuhkan dengan objek yang
dibutuhkan ketika ada mereka berdua, maka aksi memberi dan menerima akan berlangsung diantara
subjek dan objek disitulah value ditentukan
- Ada nilai2 kuantitatif itu maksudnya kuantitas yang diperkirakan kayak sangat cantik gak terlalu cantik
ah
- Sedangkan kalo nilai2 kualitatif, misalkaan di cantik itu kategori nya ada yang graceful, solemn,
comic(???) dsbdsb

[AKSI/TINDAKAN SUBJEKTIF]
- Elemen2 subjektif, kondisi si subjek secara signifikan mempengaruhi penentuan value disebut juga
tindakan subjektif
- Misal, kita ada 1 objek yang di observasi ke orang2 yang berbeda respon nya juga beda2. Perbedaan
keindahan itu muncul dari mood/suasana hati si subjek
- Sebenernya gak cuma dalam konteks keindahan sih, tapi bisa tentang kebenaran dan kebaikan; bisa juga
nilai dari suatu barang/komoditas
- Terus adanya perbedaan value secara kuantitatif dan kualitatif dikarenakan subjektivitas dari si subjek
diproyeksikan ke objek dan dipantulkan kembali
- Ini juga berkorelasi sama empati. Empati berarti ketika seseorang melihat pemandangan alam,
mengapresiasi karya seni menimbulkan gagasan seseorang mengenai objek tersebut kemudian
mengapresiasinya.
- Contoh tindakan subjektif: Ketika seseorang merupakan Nabi/utusan Tuhan, meskipun menempati
pondok lusuh tetep aja akan terlihat mewah dll

[STANDAR UNTUK MENENTUKAN VALUE]


A. Standar Relatif
- Sebagai hasil dari tindakan subjektif, maka penentuan nilai akan berbeda karena setiap individu punya
cara pandang yang berbeda
- Namun, ketika ada banyak kesamaan dari kondisi si subjek, bakal ada banyak juga poin kesepakatan
dalam penentuan seuatu nilai
- Karena antara orang2 yang punya keyakinan agama atau filosofi yang sama, maka cara mereka merasakan
tentang value itu biasanya hampir sama sehingga penyatuan/penggabungan nilai-nilai cukup
memungkinkan
- Gimanapun perbedaan dalam pandangan nilai-nilai memang muncul diantara agama yang beda. Misal,
kayak di Hindu kan gabole makan daging, di Islam bole makan daging kecuali daging piggy. Trs ketika
komunis ngomongin tentang perdamaian, mungkin artinya bakal beda sama apa yang dimaksud oleh dunia
bebas
- Terus, buat wilayah dan masyarakat dimana orang2nya punya agama yang sama, biasanya cara pandang
mereka akan suatu nilai akan sama/identik.
- Jadi semua yang diomongin ini memang standar standar yang relatif yaaaaa

B. Standar Absolut
- Nah, nilai-nilai kemanusiaan tuh gabisa disatukan berdasarkan standar yang relatif, karena jika didasarkan
pada standar relatif bisa menghasilkan konflik.
- Berarti buat merealisasikan perdamaian yang sebenarnya pada nilai-nilai kemanusiaan, standar
penilaiannya harus terbentuk dimana bisa diterapkan pada semua orang tanpa kecuali, bisa melampaui
perbedaan2 agama, budaya, nasionalitas dan sebagainya. Intinya bisa disetujui dan diakui semua orang,
sifatnya universal. Nah itu namanya standar absolut atau mutlak gituu
- Tapi mungkin gak sih?! Buat menunjukkan kalau itu mungkin-mungkin aja: Pertama, kita mesti bisa
menjelaskan dulu bahwa alasan penyebab adanya alam semesta, yang memunculkan adanya agama,
budaya, dll adalah One And Only, Tuhan yang absolut.
- Kalau menurut ontologi bahwa semua hal yang ada di alam semesta ini ada dalam cara yang gak terhitung
banyaknya, tapi mereka semua bergerak dalam urutan tertentu dan menurut hukum tertentu.
- Meskipun ada banyak agama, budaya, filosofi, dan kelompok etnis, mereka semua berbeda satu dengan
yang lain. Namun, jika ada satu penyebab yang memunculkan semuanyaa, maka seharusnya ada kesamaan
tertentu yang dimiliki oleh mereka semua yang berasal dari sebab2 kausal atau sebab2 fundamental/dasar
- Beragam agama muncul dari sejarah, tp mereka tidak hanya didirikan sewenang-wenang oleh pendiri
mereka
- Untuk melindungi semua kemanusiaan, Tuhan mendirikan pendiri tertentu di daerah tertentu dan dalam
dalam periode waktu tertentu. Ini karena Tuhan membawa dispensasi keselamatan bagi orang2 dari bahasa
yang berbeda, kebiasaan yang berbeda, lingkungan yang berbeda. Tuhan mendirikan agama sedemikian
rupa dan yang paling sesuai buat usia tertentu dan setiap wilayah tertentu (???)
- Untuk menemukan kesamaan di antara agama yang berbeda, perlu mengklarifikasi bahwa yang
menciptakan semua agama, penyebab kausal/penyebab fundamental adanya semua hal di alam semesta ini
adalah Tuhan yang dalam penyebutannya Yahudi disebut Jehovah, Allah dalam Islam, Brahma dalam
Hindu, Tathata dalam Buddha, Heaven dalam konfusianisme
- Lebih dari itu, alasan kenapa Tuhan menciptakan manusia dan alam semesta belum dijelaskan secara jelas
oleh berbagai agama ini (?); juga tidak dijelaskan mengapa penyebab kausal ini belum dapat lebih cepat
menyelamatkan penderitaan manusia (?) karena masing-masing agama hanya menangkap aspek tertentu
dari keberadaan kausal ini, sehingga penafsiran Tuhan berbeda di setiap agama. Misal, di Hindu kan
wujudnya sebagai dewa gtgt.
- Nah untuk menjelaskannya, kita harus mengerti secara benar ciri/sifat/tanda Tuhan. Tujuan-Nya
mencipatakan, hukum atau aturan penciptaan alam semesta, dsbdsb
- Terus jika kita mau memperoleh pemahaman maka kita harus segera menyadari bahwa semua orang dari
berbagai agama adalah yaa saudara sesame kita yang berasal dari Tuhan yang sama gitu dengan kaya
gitu kita juga bisa mengakhiri konflik/pertengkaran antar agama yang terjadi selama ini dan bisa
mendamaikan satu dengan yang lainnya.
- Terus kita juga bisa menemukan bahwa pengetahuan yang benar tentang sifat Tuhan adalah kunci dari
solusi atas permasalahan.
- Sama halnya dengan budaya, filsafat, manusia gitu dimana ketika kita memahami bahwa keberadaan
fundamental yang memunculkan adanya budaya, filsafat tersebut.
- Terus, apa bukti konkret nya bahwa penyatuan itu bisa menjadi standar mutlak dari penentuan nilai-nilai?
Nah itu adalah Kasih sayang Tuhan (Gods Love) dan Kebenaran Tuhan (Gods Truth). Bahwa Tuhan
menciptakan manusia untuk mendapatkan kebahagiaan melalui kasih <3
- Kasih sayang Tuhan itu terutama diwujudkan dari keberadaan manusia dimana terdapat 3 objek yaitu:
kasih sayang orang tua, cinta antara suami dan istri, cinta anak (kpd orangtua).
- Karena Tuhan yang kekal menciptakan alam semesta, maka kebenaran atau hukum dimana Tuhan
menciptakan alam semesta dan mengatur semua gerakan alam semesta itu juga kekal dan universal
- Hukum dasar alam semesta adalah bahwa makhluk hidup ada, bukan demi kepentingan mereka sendiri,
tapi demi kepentingan orang lain, demi keseluruhannya, dan demi Tuhan
- Untuk itu, standar universal mengenai baik dan buruk adalah apakah seseorang hidup untuk orang lain
(kemanusiaan) atau hidup untuk diri mereka sendiri

[STANDAR ABSOLUT/MUTLAK DAN INDIVIDUALITAS MANUSIA]


- Seperti yang suda dijelaskan bahwa standar mutlak dalam penentuan nilai-nilai diciptakan melalui kasih
dan kebenaran Tuhan, dan penentuan ini bisa menjadi identik/serupa antara seluruh manusia.
- Nah trs gimana sama keunikan individu seseorang? Karena penentuan/penilaian nilai-nilai dipengaruhi
oleh unsur subjektif individu sampai batas tertentu, maka muncul perbedaan tertentu dalam penentuan nilai-
nilai yang tergantung pada individu tsb
- Lalu muncul pertanyaan Jika penentuan nilai harus menjadi identik dalam pandangan standar mutlak,
bukankah nanti individualitas manusia bakal dikesampingkan?
- Untungnya, meskipun penentuan nilai-nilai menjadi identic dalam konteks standar mutlak, individualitas
gabakal dikesampingkan atau dihapuskan, tetapi akan dipertahankan seperti apa adanya
- Untuk itu, standar mutlak untuk penentuan nilai-nilai itu terhubung dengan perpaduan atau sesuatu yang
universal dan tujuan untuk keseluruhannya. Sedangkan tindakan subjektif seseorang itu terhubung dengan
imej individu atau tujuan untuk perorangan.
- Terus, meskipun nilai-nilai absolut itu ditentukan oleh standar absolut, tapi wajar aja kalau masih ada
perbedaan individu karena tindakan subjektif. Dengan kata lain, bahwa nilai-nilai mutlak itu didalamnya
termasuk juga perbedaan2 individu. Dengan demikian, manusia bisa mengekspresikan individual mereka
dengan tetap mempertahankan sesuatu yang universal/absolut
- Pada dasarnya penentuan nilai-nilai berdasarkan standar absolut itu gak terlepas dari tindakan subjektif
seseorang yang pastinya tindakan itu kan berdasarkan maisng2 individu.
- Selama ada dasar yang sama, maka gak ada kebingungan dalam perspektif nilai-nilai, karena perbedaan
itu sifatnya kuantitatif bukan kualitatif.
- Berdasarkan pikiran penyatuan, pembentukan pandangan baru nilai-nilai dan penyatuan nilai-nilai yang
telah ada itu menjadi mungkin. Menjadi mungkin untuk menyatukan berbagai standar dari penentuan nilai,
fokus pada kasih dan kebenaran mutlak.
- Nilai-nilai absolut dapat selaras dan mencakup semua sistem nilai-nilai. Ini bisa membentuk penyatuan
dari berbagai pandangan mengenai nilai-nilai. Untuk menyatukan sistem dengan cara ini, maka pemahaman
yang benar mengenai sifat-sifat Tuhan, Tujuan nya menciptakan alam semesta, Hati, Cinta, dan Aturan-
Nya dll dibutuhkan sebagai prasyarat.

[KELEMAHAN DALAM PANDANGAN NILAI TRADISIONAL]


- Salah satu yang saat ini membuat nilai-nilai itu jatuh karena sistem2 tradisional dari nilai-nilai telah
kehilangan kekuatan persuasif (kemampuan untuk membujuk orang). Kenapa bisa begituuuu?!?!

A. Kelemahan dalam pandangan nilai Kristiani


- Meskipun dalam Kitab Injil telah terdapat nilai-nilai kebajikan, dimana dasar dari kebajikan adalah cinta
dan cinta adalah Tuhan
- Tapii di zaman modern saat ini, keberadaan Tuhan menuai penolakan dari Nietzsche, Marx, Russell dll
- Kristiani belum bisa menanggapi secara efektif filsafat2 yang menyangkal Tuhan semacam itu
- Dalam konfrontasi theisme dan atheisme, Kristiani telah kehilangan tempat.Akhirnya banyak orang yang
terpengaruh menjadi atheis
- Selanjutnya, tantangan yang berasal dari komunis terhadap pandangan Kristen tentang nilai-nilai
- Komunis menolak konsep kasih yang mutlak, dan cinta pada kemanusiaan yang menjadi prinsip Kristen
yang emg konseptual. Komunis bersikeras bahwa cinta mutlak itu bepusat pada suatu kelas/strata sosial,
atau cinta untuk rekan satu orang bukan buat sesama.
- Dalam masyarakat dimana terdapat konflik dan kepentingan, tidak terdapat cinta yang melebihi kelas
sosial seseorang. Sehingga gak memungkinkan untuk menerapkan/mempraktekkan cinta untuk
kemanusiaan. Menurut komunis, cinta untuk sesama manusia itu Cuma frasa kosong, Cuma bullshit yang
gabisa diterapkan dalam kehidupan nyata
- Gak mengherankan ketika saat ini Teologi Liberasi dan Teori Dependensi saat ini muncul di dunia ketiga
(?).
- Di teologi liberasi mengatakan bahwa umat Kristen yang sesungguhnya mesti berjuang untuk revolusi
sosial
- Di teori dependensi menyatakan bahwa dunia harus bebas dari kemiskinan, dan harus menghadapi negara-
negara kapitalis
- Tp meskipun udah ada paham2 itu, ttp gabisa diterima komunis. Dan Kristen tidak dapat mengambil
tindakan yang efektif untuk mengatasi masalah tsb.