Está en la página 1de 2

3.3 Untuk Siapa Manusia Hidup?

Ada cara untuk mengabdi dan beribadah kepada Tuhan yang benar,
beribadah kepada Tuhan dapat dibagi dalam tiga tahap :
1. Tahap I
Bekerjalah Untukku
Engkau harus mengerti bahwa pekerjaan apapun yang kau lakukan di
dunia ini hal itu telah terkait dengan tuhan (Allah) karena Dia adalah penguasa
tertinggi di Dunia.
Al-Insaan (76 Ayat 30 ):

Dan tiadalah kamu berkehendak kecuali yang di kendaki Allah.


Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

2. Tahap II
Semata-Mata Demi Aku
Apapun yang kau kerjakan tidak kau lakukan untuk kebaikan untuk
dirimu sendiri. Siapakah engkau sebenarnya ?
Tuhan berkata : Akulah yang bersinar dalam dirimu kata Aku ini timbul dari
yang Esa, dari ROH itu sendiri.
Apapun yang kau lakukan, lakukanlah bagi kepuasan-Ku, demi Aku.
Kerjakanlah semua atas nama-Ku
Bertindaklah sebagai alat-Ku, sadarlah bahwa semua yang kau lakukan
hanyalah demi Aku. Disini kata Milik-Ku atau Aku menunjukan ROH,
bukan badan Jasmani.
3. Tahap III
Berbaktilah Hanya Kepada-Ku
Bakti adalah pernyataan taqwa. Emosi yang dinamakan taqwa
memancar dari ROH. Taqwa yang sebenarnya berarti bakti, adalah sebutan
untuk ROH.
Prinsip taqwa yang memancar dari lubuk hati ini harus menjiwai setiap
perbuatan, perkataan dan pikiran. Hal ini akan terjadi bila engkau beranggapan
bahwa segala sesuatu yang kau lakukan, katakan dan pikirkan, hanya kau
perbuat untuk menyenangkan Tuhan saja. Tidur, makan dan berbagai kegiatan
dalam kehidupan sahari-hari kau lakukan karena cinta kepada Aku dan Aku
timbul dari ROH.
Al-Anaam (6 ayat 162) :

Katakanlah, Sesungguhnya Shalatku, ibadahku, hidup dan matiku


(hanyalah) untuk Allah, Tuhan semesta alam.

Jadi, seluruh kehidupan kita ini sebenarnya hanyalah untuk Allah.


Ibadah, kerja, belajar, shalat, mati, dan semuanya hanyalah untuk Allah. Dan
semua itu memang milik Allah semata.

3.4 Tugas Manusia Di Bumi


Allah menciptakan manusia, karena Allah percaya bahwa manusia
dapat menjadi khalifah dimuka bumi ini. Allah pernah memberi amanat kepada
bumi tapi bumi tak sanggup untuk memikulnya, begitu juga dengan gunung.
Pada akhirnya manusialah yang dipercaya unutuk mengemban amanat itu.
Sebagai wakil Allah di bumi ini, salah satu tugas manusia adalah untuk menjaga
keseimbangan kehidupan di bumi ini. Serta menjalin hubungan dengan Allah,
dengan sesama manusia, dan dengan lingkungan kehidupannya.