Está en la página 1de 21

BAB II

TINJAUAN TEORI

I. DEFINISI
- Kandidiasis adalah suatu penyakit jamur yang bersifat akut atau sub akut
disebabkan oleh spesies candida,biasanya oleh spesies candida albicans dan
dapat mengenai mulut,vagina,kulit,kuku,bronki dan paru,kadang kadang dapat
menyebabkan septikemia,endokarditis,atau meningitis (Kapita selekta
kedokteran, 2000)
- Kandidiasis adalah penyakit jamur yang menyerang kulit,kuku,selaput
lendir,dan alat dalam (organ dalam) yang disebabkan oleh berbagai spesies
Candida ( Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin).
- Kandidiasis adalah suatu penyakit kulit akut atau subakut disebabkan oleh
jamur intermediet yang menyerang kulit,kuku,selaput lendir dan alat-alat
dalam (Siregar, 2013 )
- Kandidiasis adalah suatu infeksi jamur yang disebabkan oleh candida.
Candida merupakan mikroflora normal pada rongga mulut, mikroorganisme
ini mencapai 40-40% dari populasi.( Silverma S,2001)
Jadi kandidiasis adalah suatu penyakit jamur yang sering di temukan di
selaput lendir,saluran pernafasan,saluran pencernaan dan genetalia wanita
yang disebabkan oleh spesies kandida.

II. ANATOMI FISIOLOGI KULIT

Kulit terdiri dari tiga lapisan, yaitu: epidermis, dermis dan jaringan subkutan.
Setiap lapisan akan semakin berdiferensiasi ketika tumbuh dari lapisan stratum
germinativum basalis ke lapisan stratum korneum yang letaknya paling luar.
1. Epidermis
Epidermis membentuk lapisan palingluar dengan ketebalan sekitar 0,1 mm
pada kelopak mata hingga sekitar 1 mm pada telapak tangan dan kaki. Sel
mendapat makanan melalui proses difusi dari jaringan di bawahnya.

Epidermis terdiri dari beberapa lapisan, yaitu:


a. Stratum korneum
Merupakan lapisan tanduk yangberada paling luar, terdiri dari beberapa
lapis sel gepeng yang mati dan tidak berinti.Sel-sel mati mengandung
sejumlah besar keratin yaitu protein fibrous insoluble yang membentuk
barrier paling luar kulit dan memiliki kemampuan untuk mengusir
mikroorganisme pathogen serta mencegah kehilangan cairan yang
berlebihan dari tubuh.
b. StratumLusidum
Merupakan lapisan sel gepeng tanpa inti dengan protoplasma yang
berubah menjadi protein yang disebut elerdin
c. Stratum granulosum
Lapisan epidermis yang mempunyai fungsi penting dalam pembentukan
protein dan ikatan kimia stratum korneum.
d. Stratum Spinosum
Lapisan yang mengalami proses mitosis. Protoplasmanya jernih karena
mengandung glikogen dan inti selnya terletak di tengah-tengah.Sel-sel
ini makin dekat ke permukaan dan makin gepeng bentuknya.Dalam
lapisan ini terdapat sel Langerhans yang diyakini mempunyai peranan
yang signifikan dalam respon antigen-antigen kutaneus.
e. Stratum basale
Merupakan lapisan epidermis paling bawah.Terdiri atas sel-sel
berbentuk kubus (kolumnar).Selnya mengadakan mitosis dan berfungsi
reproduktif.Terdapat melanosit.Di dalam melanosit disintesis granula-
granula pigmen yang disebut melanosom.Melanosom mengandung
biokrom coklat yang disebut melanin.Melanin menentukan warna kulit
seseorang dan melindungi kulit dari sinar matahari yang merugikan.

2. Dermis
Merupakan lapisan kulit di bawah epidermis yang terbagi menjadi dua
bagian:
a. Pars papilare
Bagian yang menonjol ke epidermis. Berisi ujung serabut saraf dan
pembuluh sarah yang menyokong dan memberi nutrisi pada epidermis
b. Pars retikulare
Bagian bawah yang menonjol kearah subkutis.Bagian ini terdiri atas
serabut-serabut kolagen, elastin, dan retikulin.
Di sekitar pembuluh darah yang kecil terdapat limfosit, histiosit, sel mast,
dan leukosit yang melindungi tubuh dari infeksi dan invasi benda-benda
asing.Selain itu terdapat akar rambut dan kelenjar keringat.Di bawah folikel
rambut terdapat otot muskulus erektorpilli yang menegakkan rambut dan
juga menekan/memeras kelenjar sebasea.
Kelanjar keringat terdiri dari:
a. Kelenjar ekrin
Terletak di bagian dangkal dermis dengan secret yang encer.Kelenjar ini
langsung bermuara di permukaan kulit, terbanyak pada dahi, tangan,
kaki, dan aksila. Sekresinya bergantung pada saraf kolinergik dan factor
lain (suhu, metabolism, stress emosional)
b. Kelenjar apokrin
Terletak lebih dalam dan sekretnya lebih kental.Sekresinya dipengaruhi
oleh saraf adrenergic, terdapat di aksila, areola mamae, pubis, labia
minora dan saluran telinga luar.
3. Subkutan
Merupakan bantalan untuk kulit, isolasi untuk mempertahankan suhu tubuh,
dan tempat penyimpanan energi.

Sumber: www.bekamjakarta.com

Fungsi kulit:
1. Fungsi proteksi terhadap trauma, terhadap gangguan kimiawi, bakteri, virus
dan jamur.
2. Fungsi absorpsi. Kulit menyerap bahan-bahan tertentu seperti gas, dan zat
yang larut lemak, sedangkan air dan elektrolit sukar masuk melalui kulit.
3. Fungsi ekskresi. Mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna atau sisa
metabolism dalam bentuk sebum dan keringat.
4. Fungsi persepsi. Kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di dermis dan
subkutis yang peka terhadap rangsangan panas, dingin, rabaan, dan tekanan,
5. Fungsi pengaturan suhu tubuh
6. Fungsi pembentukan pigmen
7. Fungsi pembentukan vitamin D
III. Anatomi fisiologi jamur :
Fungi (jamur) termasuk dalam phylum thallopita. Sebagian besar hidup sebagai
saprophytis dan sebagian kecil sebagai parasit pada tumbuhan hewan dan
manusia. Fungi mempunyai diding sel dan inti yang jelas. Dapat berupa sel
tinggal misalnya: ragi atau terdiri dari banyak sel dan bentuknya memanjang
berupa filament yang disebut hyphe.
Jamur tidak berklorofil, selnya ada yang berbentuk unseluler dan multiseluler
berbentuk benang. Dinding sel jamur terdiri dari kitin (polisakarida). Jamur
multiseluler terbentuk dari rangkain sel membentuk seperti kapas, yang disebut
benang hifa.
Klasifikasi jamur (Zygomycota, Asomycota,Basidiomycota,dan Deutromycota)
Reproduksi jamur
Reproduksi jamur uniseluler secara
1) Aseksual (membentuk tunas dan spora), Seksual (membentuk spora askus)
2) Reproduksi jamur multiseluler secara, Aseksual (fragmentasi
menghasilkan spora aseksual), Seksual (inti jantan dan betina bertemu dan
menghasilkan spora askus)
Taksonomi candida
Kingdom :fungi
Phylum :Ascomycota
Class : Saccromycetes
Ordo : Saccromycetales
Family : Saccromycetaceae
Genus : Candida
Spesies : Candida albicans
(Indan, Mikrobiologi dan Marasitologi, 2003 Hal 182)
Morfologi candida
Candida albicans adalah jamur diformik yang memiliki dua morfologi yaitu bentuk
ragi dan bentuk hifa.pada keadaan normal yaitu suhu 37 C dan PH relatif rendah,
Candida albicans berada daam bentuk ragi sel tunggal. Bentuk ini bereproduksi dalam
bentuk blastpsora yaitu spora yang dibentuk oleh tunas. Sel ragi akan semakin
tumbuh besar dan lepas dalam proses biding. Dan bentuk hifa yang dapat menginvasi
jaringan host serta merusak epitel yang dibantu enzim.

EPIDEMIOLOGI
Penyakit ini terdapat di seluruh dunia, dapat menyerang semua umur, baik laki-
laki maupun perempuan. Jamur penyebabnya terdapat pada orang sehat sebagai
saprofit. Gejalanya bermacam-macam sehingga tidak dapat diketahui data-data
penyebarannya dengan tepat. Hubungan ras dengan penyakit ini tidak jelas tetapi
insiden diduga lebih tinggi di negara berkembang. Penyakit ini lebih banyak terjadi
pada daerah tropis dengan kelembaban udara yang tinggi dan pada musim hujan
sehubungan dengan daerah-daerah yang tergenang air.

IV. ETIOLOGI
Yang tersering sebagai penyebab adalah Candida albicans. Spesies patogenik
yang lainnya adalah C.tropicalis, C. parapsilosis, C. guilliermondii C. krusei, C.
pseudotropicalis,C. lusitaneae. Genus. Candida adalah grup heterogen yang
terdiri dari 200 spesies jamur.Sebagian besar dari spesies candida tersebut
patogen oportunistik pada manusia, walaupunmayoritas dari spesies tersebut
tidak menginfeksi manusia. C. albicans adalah jamur dimorfik yang
memungkinkan untuk terjadinya 70-80% dari semua infeksi candida,
sehinggamerupakan penyebab tersering dari candidiasis superfisial dan sistemik.
(Nelson, Ilmu kesehatan Anak, 2000,)

a. Candida albicans (paling sering menyebabkan kandidiasis sekitar 70-80%)


b. Candida parapsilosis
Kandida jenis ini penyebab endokarditis

c. Candida tropicalis
Kandida jenis ini penyebab sistekemia

Faktor-faktor yang merupakan presdiposisi infeksi antara lain :


1. Penggunaan obat dalam waktu yang lama akan menghambat pertumbuhan
bakteri komensal sehingga mengakibatkan pertumbuhan kandida yang lebih
banyak. Dan menurunkan daya tahan tubuh, karena kortikosteroid
mengakibatkan penekanan sel mediatet immune.
2. Diabetes mellitus
Pada orang yang menderita penyakit diabetes,kondisi gula darah dalam tubuh
cenderung tinggi/hiperglikemia. Padahal salah satu nutisi dari jamur kandida
adalah glukosa,maka pada diabetes jika ada luka akan susah sembuh. Dan
jika luka tersebut berada pada kondisi yg lembab misalnya pada lipatan
paha,ketiak,vagina pada lipatan labia mayora dan labia minora,kulit
kepala,sekitar bibir. Maka jamur akan tumbuh subur,karena banyak glukosa
sebagai nutrisi bagi jamur.
3. Penyakit serostomia
Penderita yang diobati oleh radio aktif dan menggunakan obat-obatan
sitotoksis mempunyai mekanisme pembersihan dan dihubungkan dengan
pertahanan host menurun, hal ini mengakibatkan mukositis dan glositis.

V. PATOFISIOLOGI
Kandidiasis oral ini sering disebabkan oleh candida albicans, atau kadang oleh
candida glabrata dan candida tropicalis. Jamur candida albicans umumnya
memang terdapat di dalam rongga mulut sebagai saprofit sampai terjadi
perubahan keseimbangan flora mulut atau perubahan mekanisme pertahanan
lokal dan sistemik, yang menurunkan daya tahan tubuh. Baru pada keadaan ini
jamur akan berproliferasi dan menyerang jaringan. Hal ini merupakan infeksi
jamur rongga mulut yang paling sering ditemukan. Penyakit yang disebabkan
jamur candida albicans ini yang pertumbuhannya dipelihara dibawah pengaturan
keseimbangan bakteri yang normal. Tidak terkontrolnya pertumbuhan candida
karena penggunaan kortikosteroid dalam jangka waktu yang lama dan
penggunaan obat-obatan yang menekan sistem imun serta penyakit yang
menyerang sistem imun seperti Aquired Immunodeficiency Sindrome (AIDS).
Namun bisa juga karena gangguan keseimbangan mikroorganisme dalam mulut
yang biasanya dihubungkan dengan penggunaan antibiotik yang tidak terkontrol.
Sehingga, ketika pertahanan tubuh/antibodi dalam keadaan lemah, jamur candida
albicans yang dalam keadaan normal tidak memberikan reaksi apapun pada
tubuh berubah tumbuh tak terkontrol dan menyerang sistem imun manusia itu
sendiri yang menimbulkan penyakit disebut candidiasis oral atau moniliasis.
VI. Manifestasi-Klinis
Gejala yang timbul adalah adanya bercak putih pada lidah dan sekitar mulut bayi
dan sering menimbulkan nyeri. Bercak putih ini sekilas tampak seperti kerak susu
namun sulit dilepaskan dari mulut dan lidah bayi. Bila dipaksa dikerok, lidah dan
mulut bayi dapat berdarah.
Infeksi mulut oleh spesies candida biasanya memunculkan kumpulan lapisan
kental berwarna putih atau krem pada membran mukosa (dinding mulut dalam).
Pada mukosa mulut yang terinfeksi mungkin muncul radang berwarna merah,
nyeri,dan terasa seperti terbakar.
Secara umum kandidiasis pada mulut bayi tidak berbahaya dan dapat sembuh
sendiri (walaupun lebih baik diobati). Namun bukan berarti kandidiasis ini tidak
dapat menyebabkan penyakit lain. Kandidiasis dapat menyebabkan bayi menangis
saat makan dan minum (kebanyakan disebabkan karena nyeri), selain itu, bayi
menjadi malas minum ASI sehingga berat badannya tidak bertambah. Candida
pada mulut bayi juga dapat bermigrasi ke organ lain bila ada faktor yang
memperberat (misalnya pemakaian antibiotic jangka panjang). Pada kulit gatal
yang hebat disertai panas seperti tebakar, terkadang nyeri jika ada infeksi
sekunder. Kuku sedikit gatal dan nyeri jika terjadi infeksi sekunder, kuku akn
berwarna hitam coklat, menebal , tak bercahaya biasanya dari pangkal kuku ke
distal. Di sekitar pangkal kuku didapatkan vesikel dan daerah erosive dengan
skuama. Pada mukosa terutama mulut, ditemukan ulkus-ulkus ringan putih
keabuan tertutup suatu membrane.

VII. KLASIFIKASI
Secara klinis kandidiasis dapat menimbulkan penampilan yang berbeda, pada
umumnyaberupa lesi lesi putih atau area eritema difus (Silverman S, 2001).
Manifestasi klinis yangterlihat bervariasi tergantung dari bagian tubuh mana yang
terkena, dapat dilihat sebagai berikut :
a. Thrust
tampak pseudomembran putih coklat muda kelabu yang menutupi
lidah,palatum mole,palatum mole,pipi bagian dalam,dan permukaan
rongga mulut yang lain. Lesi dapat terpisah-pisah dan tampak sperti
kepala susu pada rongga mulut.

b. Perleche
Ada di sudut mulut berupa fisura kecil. Keadaadn ini dapat berasal dari
gigi palsu yang letaknya bergeser dan menyababkan kelembapan di
sudut mulut sehingga menyebabkan munculnya jamur.

c. Kandidiasis intertriginosa

Kelainan ini sering terjadi pada orang-orang gemuk, menyerang


lipatan-lipatan kulit yang besar. Lesi di daerah lipatan kulit ketiak, lipat
paha, lipat payudara, antara jari tangan atau kaki, glans penis dan
umbilikalis, berupa bercak yang berbatas tegas, bersisik, basah dan
eritematosa. Lesi tersebut dikelilingi oleh satelit berupa vesikel-vesikel
dan pustul-pustul kecil yang bila pecah meninggalkan daerah yang
erosif dengan pinggir yang kasar dan berkembang seperti lesi primer.

d. Infeksi vagina (vulvovaginitis)


Sering ditemukan pada wanita hamil, penderita diabetes atau pemakai
antibiotik.Gejalanya berupa keluarnya cairan putih atau kuning dari
vagina disertai rasa panas, gatal dan kemerahan di sepanjang dinding
dan daerah luar vagin

e. Infeksi penis
Infeksi penis sering terjadi pada penderita diabetes atau pria yang mitra
seksualnya menderita infeksi vagina. Biasanya infeksi menyebabkan
ruam merah bersisik (kadang menimbulkan nyeri) pada bagian bawah
penis.
f. Paronikia dan onikomikosis
infeksi jamur pada kuku dan jaringan sekitarnya ini menyebabkan rasa
nyeri dan peradangan sekitar kuku. Kadang-kadang kuku rusak dan
menebal. Hal ini sering diderita oleh orang-orang yang pekerjaannya
berhubungan dengan air.

g. Mukosa esofangeal
Disfagia,nyeri retrosternal,regurgitasi,sisik di mulut dan tenggorokan

h. Kuku
Palungan kuku berwarna merah,bengkak dan gelap ,keluar purulen dari
palungan kuku
i. Kulit
Ruam bersisik ,eritamatosa,popular kadang-kadang tertutup oleh
eksudat,yang muncul dibawah payudara,diantara jari tangan dan di
aksila,pangkal paha,dan umbilicus,papula muncul di pinggiran ruam
(pada ruam diaper)

- Kandidiasis kutis
Lokalisata : a. Daerah intertriginosa
b.daerah perianal
Generalisata: Paronikia dan Kandidiasis kutis granulomatosa
- Kandidiasis sistemik
Endokarditis
Meningitis
Pielonepritis
septikemia

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Dalam menegakkan diagnosis kandidiasis, maka dapat dibantu dengan adanya


pemeriksaan penunjang, antara lain :

Pemeriksaan langsung
Kerokan kulit atau usapan mukokutan diperiksa dengan larutan KOH 10 %,40%
ditemukan sel-sel ragi atau dengan pewarnaan gram, terlihat sel ragi, blastospora,
atau hifa semu.

Pemeriksaan biakan

Bahan yang akan diperiksa ditanam dalam agar dekstrosa glukosa Sabouraud, dapat
pula agar ini dibubuhi antibiotik (kloramfenikol ) untuk mencegah pertumbuhan
bakteri. Pembiakan disimpan dalam suhu kamar atau lemari suhu 37 C, koloni
tumbuh setelah 24-48jam. Identifikasi Candida albicans dilakukan dengan
membiakkan tumbuhan tersebut.

PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan untuk kandidiasis antara lain :

1. Menghindari atau menghilangkan faktor predisposisi.


2. Topikal
Obat topical untuk kandidiasis meliputi:

a. Larutan ungu gentian -1% untuk selaput lendir, 1-2% untuk kulit,
dioleskan sehari 2 kali selama 3 hari,
b. Nistatin: berupa krim, salap, emulsi,
c. Amfoterisin B,
d. Grup azol antara lain:
1) Mikonazol 2% berupa krim atau bedak
2) Klotrimazol 1% berupa bedak, larutan dan krim
3) Tiokonazol, bufonazol, isokonazol
4) Siklopiroksolamin 1% larutan, krim
5) Antimikotik yang lain yang berspektrum luas.
3. Sistemik
a. Tablet nistatin untuk menghilangkan infeksi fokal dalam saluran cerna, obat
ini tidak diserap oleh usus.
b. Amfoterisin B diberikan intravena untuk kandidosis sistemik
c. Untuk kandidosis vaginalis dapat diberikan kotrimazol 500 mg per vaginam
dosis tunggal, sistemik dapat diberikan ketokonazol 2 x 200 mg selama 5
hari atau dengan itrakonazol 2 x 200 mg dosis tunggal atau dengan
flukonazol 150 mg dosis tunggal.
d. Itrakonazol bila dipakai untuk kandidosis vulvovaginalis dosis untuk orang
dewasa 2 x 100 mg sehari selama 3 hari.
4. Khusus
a. Kandidiasis intertriginosa : pengobatan ditujukan untuk menjaga kulit tetap
kering dengan penambahan bedak nistatin topikal, klotrimazol atau
mikonazol 2 kali sehari. Pasien dengan infeksi yang luas ditambahkan
dengan flukonazol oral 100 mg selama 1-2 minggu atau itrokonazol oral 100
mg 1-2 minggu.
b. Diaper disease : Mengurangi waktu area diaper terpapar kondisi panas dan
lembab. Pengeringan udara, sering mengganti diaper dan selalu
menggunakan bedak bayi atau pasta zinc oxide merupakan tindakan
pencegahan yang adekuat. Terapi topikal yang efektif yaitu dengan nistatin,
amfoterisin B, mikonazol atau klotrimazol.
c. Paronikia : pengobatan dengan obat topikal biasanya tidak efektif tetapi
dapat dicoba untuk paronikia kandida yang kronis. Solusio kering atau
solusio antifungi dapat digunakan.Terapi oral yang dianjurkan dengan
itrakonazol atau terbinafin.15
Grup azole adalah obat antimikosis sintetik yang berspektrum luas.
Termasuk ketokonazol, mikonazol, flukonazol, itrakonazol dan ekonazol.
Mekanisme kerja dari grup azole adalah menghambat sintesis dari ergosterol
mengubah cairan membran sel dan mengubah kerja enzim membran.
Hasilnya dalam penghambatan replikasi dan penghambatan transformasi
bentuk ragi ke bentuk hifa yang merupakan bentuk invasive dan patogenik
dari parasit.
Nistatin dan amfoterisin adalah polyene yang aktif melawan beberapa fungi
tapi hanya bekerja sedikit pada sel mamalia dan tidak bekerja pada bakteri.
Obat ini mengikat membrane sel dan menghalangi fungsi permeabilitas dan
transport.

Terbinafine adalah alinamine yang merupakan fungisida jangkauan yang


luas pada kulit pathogen. Obat ini menghambat epoxidase yang terlibat
dalam sintesis ergosterol dari bagian dinding sel jamur.

5. Penkes
1. Memberikan penjelasan tentang proses penyakit dan penatalaksanaannya
2. Penkes pada ibu hamil untuk pengobatan infeksi pada vagina(Kandidiasis)
untuk mencegah bayi lahir dengan trush (lidah, pipi bagian dalam dan
permukaan rongga mulut lainnya)
3. Penkes pada orang tua yang menggunakan pempers pada anaknya untuk
menggantikan pempers bila basah.
4. Penkes pada orang tua dan anak usia sekolah untuk menjaga kebersihan anak
(mandi dengan air bersih2x sehari, sikat gigi sesudah makan dan sebelum
tidur, menjaga kebersihan tangan,kaki, kuku setelah bermain dan hindari
mengisap jempol
5. Penkes pada orang tua tentang pengobatan yang tepat : tidak menunda
pengobatan untuk mencegah infeksi sistemik, kasiat dan penggunaan obat
anti jamur yang diberikan dan efek samping obat.
6. Menganjurkan intake nutrisi yang adekuat

DIAGNOSIS BANDING
Diagnosis banding dari kandidiasis antara lain :

1. Kandidosis kutis lokalisata dengan :


a. Eritrasma
b. Dermatitis intertriginosa
c. Dermatofitosis ( tinea )
2. Kandidosis kuku dengan tinea unguium
3. Kandidosis vulvovaginitis dengan :
a. Trikomonas vaginalis

b. Gonore akut

c. Leukoplakia

d. Liken planus

PROGNOSIS

Prognosis penyakit ini umumnya baik tergantung pada faktor predisposisi.


KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN

A. PENGKAJIAN
- Biodata: nama,jenis kelamin,alamat,
- Keluhan utama :nyeri,gatal,panas
- Keluhan yang menyertai : mual,muntah,malu
- Riwayat penyakit dahulu : DM,pemberian antibiotic yang lama,HIV
- Riwayat penyakit sekarang : mengeluh gatal,nyeri,timbul lesi kemerahan di
mulut/sekitar genitalia,badan panas
- Riwayat psikososial : malu,jijik
- Pemeriksaan fisik Keadaan umum
kesadaran,personalhygiene,TB,BB,Suhu,TD ,Nadi,respirasi

Dari pengkajian didapat data-data sebagai berikut:

Data objektif:

Lesi di daerah lipatan kulit ketiak, lipat paha, intergluteal, lipat payudara, antara
jari tangan atau kaki, glans penis, dan umbilicus, berupa bercak yang berbatas
tegas, bersisik, basah, dan eritematosa. Lesi tersebut dikelilingi oleh satelit berupa
vesikel-vesikel dan pustul-pustul kecil atau bula yang bila pecah meninggalkan
daerah yang erosive, dengan pinggir yang kasar dan berkembang seperti lesi
primer.
Hasil pemeriksaan kerokan kulit didapat candida

Data sujektif:

Riwayat memakai popok /diaper


mengeluh gatal-gatal
orang tua mengeluh anaknya rewel.
B. DIAGNOSA KEPERWATAN YANG MUNCUL
1. Kerusakan membrane mukosa oral berhubungan dengan Immunosupresi.
2. Gangguan seksual berhubungan dengan adanya jamur

3. Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi,dehidrasi


4. Gangguan rasa nyaman (nyeri,gatal) b.d proses infeksi

5. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d penurunan nafsu


makan,kerusakan mukosa mulut,kesulitan menelan

6. Gangguan integritas kulit b.d lesi,infeksi dan gatal

7. Resti infeksi b.d kerusakan jaringan,port de entri

8. Gangguan citra tubuh b.d perubahan struktur kulit

C. PERENCANAAN
1. Kerusakan membrane mukosa oral berhubungan dengan
Infeksi/Immunosupresi/ imunokompromise
Intervensi :
1) Kaji membran mukosa oral/lesi oral perhatikan keluhan nyeri, bengkak,
sulit mengunyah/menelan
2) Berikan perawatan oral setiap hari dan setelah makan
3) Rencanakan diet untuk menghindari garam, pedas, gesekan dan
makanan/minuman asam
4) Dorong pemasukan oral sedikitnya 2500 ml/hari
5) Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat anti jamur
6) Kolaborasi dengan dokter untuk dilakukan pemeriksaan specimen cultur
lesi
2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan
penurunan nafsu makan,kerusakan mukosa mulut,kesulitan menelan

Tujuan :
- Asupan makanan dan cairan adekuat\
- Pasien mampu menerima diet yang dianjurkan

Intervensi :

- Pantau kebutuhan nutrisi dan kalori


- Tawarkan makanan kesukaan pasien
- Pemantauan kebutuhan cairan dan elektronik
- Memantau dan menyediakan asupan makanan dan cairan
dengan diet yang seimbang
- Membantu individu untuk makan
- Timbang berat badan
- Diskusikan dengan ahli gizi kebutuhan nutrisi
- Ciptakan lingkungan yang menyenangkan saat makan
- Hindari prosedur invasive sebelum makan
3. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan lesi,infeksi dan gatal
Tujuan
- Keutuhan membrane mukosa dan kulit
- Eritema minimal

Intervensi :

- Kaji luka :karakteristik,luas,kedalaman


- Kaji adanya tanda-tanda infeksi
- Berikan kompres dengan larutan antijamur
- Lakukan perawatan kulit
- Cegah komplikasi luka dengan meningkatkan penyembuhan
luka
- Anjurkan untuk tidak menggaruk luka
- Konsultasikan dengan ahli gizi untuk makanan tinggi protein
- Kolaborasi dengan dokter untuk terapi anti fungal
4. Resti infeksi b.d kerusakan jaringan,port de entri
Intervensi :
- Kaji kerusakan jaringan kulit
- Deteksi dini adanya tanda2 infeksi
- Bantu pemenuhan higyene perseorangan
- Ajarkan cuci tangandengan tekhnik yg benar
- Lakukan perawatan luka