Está en la página 1de 7

ASKEP CANDIDIASIS

A. Pengkajian
1. Identitas penderita dan identitas orang tua (mencakup: nama, jenis kelamin, umur,
suku, agama, pekerjaan, alamat)
2. Keluhan utama
Biasanya pasien mengeluh nyeri dan gatal pada area permukaan mulut disertai
dengan demam.
3. Riwayat kesehatan sekarang.
Biasanya pasien datang ke RSUD dr.Drajat Prawiranegara dengan keluan nyeri dan
gatal disertai demam, nyeri yang dirasakan seperti terbakar, nyeri menjalar sampai ke
area permukaan mulut, dengan skala nyeri 3 dari 0-10, nyeri mulai timbul satu
minggu yang lalu.
4. Riwayat kesehatan masa lalu
Pasien sebelumnya tidak pernah mengalami penyakit seperti ini, tidak pernah
mengalami operasi, pasien tidak mempunyai alergi obat
5. Riwayat kesehatan keluarga
Pasien mengatakan bahwa anggota keluarganya tidak ada yang pernah mengalami
penyakit keturunan seperti dm,asma, dan hipertensi
6. Pemeriksaan fisik
a. Tanda-tanda vital
- Keadaan umum : sedang
- Kesadaran : kualitatif : CM s/d Coma
- Kuantitatif :
- Tekanan darh :sistole/diastoleol
Nilai normal sistole <130 mmHg diastole <85 mmHg
Nilai MAP (mean atrial pressure)

7. Pemeriksaan sistematika /persistem


a. Sistem pernafasan
Pola nafas vesikuler, bentuk dada simetris,tidak ada nyeri tekan pada
sinus,mukosa hidung merah muda.
b. Sistem kardiovaskuler/limfe
inspeksi : mukosa bibir lembab tidak ada pembesaran getah bening,tidak ada
distensi vena jugularis,tidak ada edema
palpasi : akral teraba, pada saat crt waktu kembali <2 detik, denyut nadi
radialis,branchialis dan karotis iramanya normal
perkusi : bunyi perkusi ics 1 sampai 6 pekak dan ics 7 sampai 12 resonan
auskultasi : s1 dan s2 normal dan tidak terdapat suara tumbahan
c. Sistem pencernaan
inspeksi : konjungtiva tidak anemis, adanya stomatitis pada mukosa
mulut,bentuk abdomen simetris, turgor kullit abdomen elastis
auskultasi : bising usus 8xpermenit
palpasi : tidak ada nyeri tekan pada abdomen
perkusi : bunyi perkusi timpani
d. Sistem persyarafan
nervus I (olfaktorius) : klien dapat mencim bau-bauan di sekitarnya
nervus II (optikus) : klien dapat melihat dengan jarak 2m, klien
tidak menggunakan kacamata
nervus III (okulametorius) : klien dapat menggerakan bola mata kesamping
dan keatas
nervus IV (traklearis) : meggerakan bola mata ke atas dan kebawah normal
nervus V (trigeminus) : klien dapat mengedipkan matanya dengan baik
nervus VI (abdusen) : klien dapat menggerakan bola mata kesamping
nervus VII (facialis) : klien dapat membedakan rasa manis dan asin
nervus VIII (akustikus) : pendengaran telinga kanan dan teliga kiri baik
nervus IX (glosefaringeus) : klien dapat menelan dengan baik
nervus X (vagus) : klien bisa membuka mulut
nervus XI (spinal accesory) : klien dapat mengangkat bahu kanan dan kirinya ,
juga bisa memutar kepalanya
nervus XII (hipoglesal) : pergerakan lidah klien bebas dan tidak ada gangguan
e. Sistem penglihatan
Bentuk mata simetris, penyebaran bulu mata merata,mata terllihat
normal,tidak ada kemerahan atau bengkak pada kelopak mata, konjugtiva
merah muda,tidak ada kelainan pada mata.
f. Sistem pendengaran
Inspeksi : telinga kiri dan kanan simetris
Palpasi : tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan
g. Sistem perkemihan : Inspeksi : Tidak terpasang kateter
h. Sistem muskulokelestal
Bentuk tubuh simetris, bentuk tubuh ekstremitas atas dan bawah simetris,
tidak ada edema, tidak terpasang infus, tidak ada fraktur, kemampuan
bergerak aktif.
i. Sistem endokrin : Tidak ada pembesaran kelenjar getah bening dan tidak ada
pembesaran kelejar tiroid.
j. Sistem integumen
Insfeksi :Keadaan kulit tampak bersih, ada lesi atau pecah-pecah dan
kemerahan didaerah sekitar mulut, pertumbuhan bulu rambut merata
Palpasi : tidak ada nyeri tekan
8. Pola kebiasaan sehari-hari

no Pola Sebelum sakit Saat sakit


1 Pola makan & Jenis makanan padat, Jenis makanan lunak, 2 x
Minum frekuensi 3xsehari, minum air sehari, nafsu makan
putih, tidak ada makanan menurun.
tambahan, tidak ada
makanan pantangan dan
makanan alergi.
2 Pola Istirahat & Kebiasaan tidur berdoa Tidur siang dan malam
Tidur sebelum tidur, sejitar 7-8 jam. terganggu saat sakit.
3 Personal higiene Mandi 2xsehari, jarang Mandi 1xsehari, tidak
menggosok gigi, mencuci menggosok gigi karena
rambut 3x seminggu, adanya lesi di area mulut.
perawatan kuku seminggu
sekali, pakaian 2x sehari
4 Eleminasi 1xsehari, lunak, tidak ada Tidak menentu karena
BAB penggunaan obat. kurangnya asupan
makanan.
BAK 3xsehari, warna kuning , tidak
ada masalah. Jarangnya BAK.
5 Pola aktivitas Tidak ada Di bantu
Tidak ada Di bantu
6 Kebiasaan lain Sering mengangkat beban Tidak mengangkat beban
berat berat

9. Data psikologis
a. Status emosi
Klien mampu untuk mengontrol emosinya, klien tidak cepat tersinggung,
klien ketika tersinggung hanya diam saja.
b. Kecemasan klien
Klien cemas, selalu bertanya dengan perawat apakah bisa sembuh dari
penyakitnya. Cemas klien termasuk cemas ringan
c. Konsep diri
- Citra tubuh : Klien menyukai tubuhnnya terutama bagian rambutnya
- Identitas diri : Pasien merasa senang dengan profesinya
- Peran :Sebagai ibu rumah tangga
- Ideal diri : Pasien berharap cepat sembuh
- Harga diri : Klien adalah pekerja yang rajin
10. Koping mekanisme yang digunakan
Data sosial
- Pola komunikasi : Klien bericara dengan tenang dan berbicara dengan
jelas
- Pola interaksi : Pasien berinteraksi dengan baik dengan
perawat,keluarga,dan klien lain.
Data Spiritual
Klien melaksanakan ibadahnya dengan baik
11. Data penunjang
- Laboratorium : ditemukan adanya jamur candida albicans pada swab
mukosa
- Pemeriksaan endoskopi : hanya di indikasikan jika terdapat perbaikan
dengan pemberian flukonazol
- Dilakukan pengolesan lesi dengan toluidin 1% topikal dengan swab atau
kumur
- Dianosa pasti dengan biopsi

12. Analisa Data

No. Data Etiologi Diagnosa


keperawatan
1. Ds : Timbul bercak putih dimulut Nyeri b.d zat kimia
- pasien mengeluh nyeri
pada area kulit di Menggumpal menutup
mulut. permukaan lidah
Do :
- pasien tampak Menghambat implus syaraf
kesakitan. pengecap
- pasien tidak nafsu
makan karena ada lesi Tidak dapat mengecap rasa
diarea mulut
- terlihat ada lesi diarea Gejala makin berat
mulut.
Bercak kemerahan dengan
eksudat berwarna putih

Gangguan rasa nyaman

nyeri

2. Ds : Candida bermetastase Hipertermi b.d proses


- Pasien mengatakan infeksi
demam Ke faring
Do :
- Pasien teraba badanya Proses peradangan
panas
Suhu tubuh meningkat Peningkatan prostaglandin,
- Mukosa mulut memerah bradikinin dan histamine

Suhu tubuh meningkat

Hipertermi

13. Diagnosa keperawatan


- Nyeri b.d zat kimia
- Hipertermi b.d proses infeksi

14. Rencana Asuhan Keperawatan

No Diagnosa Tujuan dan Kriteria Intevensi Rasional


Hasil
1. Nyeri b.d zat Setelah dilakukan Nic : Manajemen Nyeri - Lakukan pengkajian nyeri
kimia tindakan - Meringankan atau yang komperhensif
keperawatan dalam mengurangi nyeri meliputi lokasi,
1x24 jam dengan sampai pada tingkat karakteristik, frekuensi,
kriteria hasil : kenyamaan yang kualitas, intensitas, atau
- nyeri berkurang dapat diterima oleh keparahan nyeri.
pasien - Memantau peredaan nyeri
- Pemberian oleh analgetik dan
analgetik : kemungkinan efek
mengguanakan sampingnya.
agens- agens
farmakologis untuk
mengurangi atau
menghilangkan
nyeri.
2. Hipertermi b.d Setelah dilakukan Nic : Regulasi Suhu - Pantau suhu minimal dua
proses infeksi tindakan - Mencapai atau jam, sesuai dengan
keperawatan dalam mempertahankan kebutuhan
1x24 jam dengan suhu tubuh dalam - Pantau hidrasi (misalnya
kriteria hasil : rentang normal. turgor kulit, keembapan
- Demam membrane mukosa.
turun - Pemantauan tanda
- TTV dalam vital
batas normal - mengumpulkan dan
menganalisis data
kardiovascular, RR,
dan suhu untuk
menentukan serta
mencegah
komplikasi

15. Evaluasi

No Diagnosa Keperawatan Perkembangan


(SOAP)
1. Nyeri b.d zat kimia S : pasien mengeluh nyeri berkurang
O : pasien masih terlihat begitu kesakitan
A : gangguan rasa nyaman b.d nyeri
P : intervensi dilanjutkan
- Kaji skala nyeri
- Manajemen nyeri
- Pemberian analgetik

S : pasien mengatakan sudah tidak merasa nyeri


saat makan.
O : pasien sudah tidak terlihat kesakitan.
A : gangguan rasa nyaman b.d nyeri
masalah teratasi
P : intervensi dihentikan

2. Hipertermi b.d proses infeksi S : pasien mengeluh demam berkurang.


O : suhu badan menurun
A : hipertermi b.d proses infeksi
P : intervensi diteruskan
- Kompres dengan air hangat
- Pemberian analgetik
S : pasien mengatakan sudah tidak demam
O : suhu dalam batas normal
A : hipertermi b.d proses infeksi
masalah teratasi
P : intervensi dihentikan