Está en la página 1de 2

DAFTAR PUSTAKA

Ekawati Heny. 2015. Pengaruh IMD terhadap Perubahan suhu tubuh Bayi Baru Larir Di

Klinik Bersalin Mitra Husada Desa Pangean Kecamatan Madura Kabupaten

Lamongan. Jurnal Keperawatan. Vol. 7, No. 1.

Hanum Syafrida, Hasanah Oswati, Elita Veny. 2014. Gambaran Morbiditas Bayi

dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Ruang Perinatologi RSUD

Arifin Achmad Pekanbaru. Jurnal Keperawata. Vol.1 No.2

Hapitria Pepi, Nurlina Neli, Rinayah. 2013. Pengaruh Inhalasi Menyusui Dini Terhadap

Suhu Bayi Lahir Di RSUD Arjawinangun. Jurnal Keperawatan. Vol. 1 No. 3.

HJ. Nurlaila, Shoufiah Rahmawati, Hazanah Sri. 2015.hubungan pelaksanaan perawatan

metode kanguru (pmk) dengan kejadian hipotermi pada bayi berat lahir rendah

(BBLR). Jurnal keperawatan. Voll III no. 9.

Hutagaol Hotma Sauhur, Darwin Eryati, Yantri Eny. 2014. Pengaruh Inisiasi Menyusu

Dini (IMD) terhadap Suhu dan Kehilangan Panas pada Bayi Baru Lahir. Jurnal

Kedokteran. Vol. 3 No. 3.

Juall Linda, Moyet Carpenito. 2007. Buku Saku Diagnosis Keperawatan. Jakarta : EGC

Maryunani Anik.2013. Asuhan Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).Jakarta

Cv.Trans Info Media

Sekartini, R., & Adi, NP. (2006). Gangguan tidur pada anak usia bawah tiga tahun di

lima kota di Indonesia. Sari pediatri. Vol. 7, No. 4, Maret 2006: 188-193.

Shrivastava, SP., Kumar, A., & Ojna, AK. (2011). Perinatal determinants of neonatal

mortality in India, Sep 2011. Dikutip pada 4 Juli 2014 dari

http:///www.indianpediatrics.net
Swarjana, I Ketut. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Ed. 1. Yogyakarta: ANDI.

The Indonesian Public Health Portal. (2013, April 10). Epidemiologi BBLR.

Dikutip pada tanggal 26 Desember 2013 dari http://www.Indonesian-

publichealth.com/2013/04/epidemiolo gi-bblr.html

Wong, Dona, L. et. al. (2009). Buku ajar keperawatan pediatrik wong. Volume 1. Edisi

6. (Agus Sutarna, Neti Juniarti & Kuncara, penerjemah). Jakarta: EGC.