Está en la página 1de 1

(42) Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang beriman dan beramal saleh sesuai dengan

kesanggupannya akan menjadi penghuni surga. Hal ini sebagai balasan mereka mengimani Allah dan
membenarkan kerasulan Nabi Muhammad, yang telah menyampaikan wahyu dan ajaran agama,
dengan penuh ketaatan u segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya, mereka tidak akan
dikeluarkan dari surga dan segala kenikmatan yang ada tidak akan dicabut untuk selama-lamanya.

Allah tidak akan memikulkan kewajiban kepada seseorang melainkan sesuai kesanggupannya.
Semua perintah dan larangan Allah, tidak berat dan tidak pula memberatkan. Amal saleh yang akan
menjadikan seseorang sebagai penghuni surga adalah mudah, tidak sulit dan tidak susah. Agama
Islam adalah agama yang mudah dikerjakan, bukan agama yang berat. Mudah dikerjakan oleh laki-
laki - perempuan, tua - muda, dan orang sehat - orang sakit, bahkan mudah dikerjakan oleh semua
lapisan masyarakat, kapanpun di mana pun mereka berada.

(43) Ayat ini menerangkan bagaimana keadaan penghuni surga yang jauh berbeda dari keadaan
penghuni neraka, seperti siang dan malam. Penghuni surga tidak mempunyai rasa dendam dan
benci. Allah membuang rasa dendam dan dengki itu dari dalam dada mereka. Allah menumbuhkan
rasa kasih sayang, santun, menghormati, dan bergembira. Kebalikan dari penghuni neraka, mereka
bermusuhan satu dengan yang lain, tuntut-menuntut, tuduh-menuduh dan hina-menghinakan.
Penghuni surga bersenang-senang dan bergembira dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-
sungai, tetapi penghuni neraka dalam keadaan susah dan bermuram durja, mereka diliputi oleh api
yang bernyala-nyala. Penghuni surga senantiasa bersyukur dan berterimakasih, menunjukkan
kebahagiaan dan kegembiraan mereka.

Mereka memuji Allah yang telah memberinya petunjuk selama hidup di dunia sehingga mereka
menjadi orang yang beriman dan beramal saleh yang menyebabkan mereka menjadi penghuni
surga. Kalau bukan karena petunjuk Allah, tentu mereka tidak mempercayai Rasul Allah, atau
mereka akan menjadi orang yang zalim dan durhaka. Karena Rasul diutus untuk membawa ajaran-
ajaran yang benar, menuntun umatnya mempercayai Allah Yang Maha Esa dan Maha Berkuasa dan
mendorong mereka untuk mengerjakan amal saleh. Kemudian penghuni surga mendengar seruan
dari malaikat, suatu seruan yang sangat menyenangkan dan menggembirakan, seruan yang
merupakan penghormatan dan kemuliaan, yaitu inilah tempatmu yang bernama surga yang sudah
diwariskan Allah untukmu sebagai balasan dari amal salehmu yang kamu kerjakan selama hidup di
dunia.

Masuk surga adalah balasan dari amal saleh yang dilandasi iman kepada Allah. Juga karena adanya
rahmat dari Allah. Kalau rahmat dari Allah tidak ada, seseorang belum tentu akan masuk surga, yaitu
suatu tempat kesenangan yang disediakan Allah bagi hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh,
tetapi bila tidak ada rahmat Allah, tentu seseorang tidak akan masuk surga. Sebab tidaklah
sebanding amal saleh dengan nikmat surga itu.

Dari kata-kata "Kami wariskan" terkandung di dalamnya rahmat Allah. Tidak mungkin seseorang
masuk surga, walaupun besar amal salehnya tanpa adanya rahmat Allah baginya. Sabda Rasulullah:

Amal perbuatan (seseorang) tidak akan memasukkannya ke dalam surga. Mereka (para sahabat)
bertanya, "Apakah engkau juga begitu ya Rasulullah?" Rasul menjawab, "Juga saya begitu, kecuali
kalau Allah memberikan kepada saya rahmat dan karunia-Nya." (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari
Abu Hurairah)