Está en la página 1de 93

MANUAL RUJUKAN

KEHAMILAN, PERSALINAN DAN


BAYI BARU LAHIR

KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

Disusun Oleh :
Kelompok Kerja Pelayanan Rujukan Ibu dan
Anak
Kabupaten : TIMOR TENGAH SELATAN
Propinsi : NUSA TENGGARA TIMUR
KEPUTUSAN BUPATI TIMOR TENGAH SELATAN
NOMOR 310 / KEP / HK / 2013

TENTANG

PENETAPAN MANUAL RUJUKAN KEHAMILAN, PERSALINAN DAN BAYI


BARU LAHIR DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
TAHUN 2013

BUPATI TIMOR TENGAH SELATAN

Menimbang : a. Bahwa dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan rujukan


khususnya bagi ibu hamil, ibu melahirkan dan bayi baru lahir
serta dalam rangka upaya menurunkan jumlah kematian ibu
dan jumlah kematian bayi di Kabupaten Timor Tengah
Selatan, perlu adanya pedoman menyangkut sistem rujukan
dalam bentuk Manual Rujukan;
b. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a perlu menetapkan Keputusan Bupati Tentang
Penetapan Manual Rujukan Kehamilan, Persalinan Dan Bayi
Baru Lahir di Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2013;

Mengingat : 1. Undang - undang nomor 69 tahun 1958 tentang pembentukan


Daerah-daerah Tingkat II Dalam Wilayah Daerah-daerah
Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nuas Tengggara Timur
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 122,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1655);
2. Undang-Undang nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4437 ) sebagai telah diubah beberapa kali terakhir
dengan undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 Tentang
Perubahan Kedua atas Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004
tentang Pemerintahan Daerah ( Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 59 Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4844 );
3. Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);
4. Undang Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah sakit
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 153,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5027);
5. Undang Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan
Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5234);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah,
Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah
Kabupaten / Kota, (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4737);
7. Peraturan Mentri Dalam Negri Nomor 53 Tahun 2011 tentang
Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2011 Nomor 496);
8. Peraturan Gubernur Propinsi Nusa Tenggara Timur Nomor 42
Tahun 2009 tentang Revolusi Keshatan Ibu dan Anak di
Propinsi Nusa Tenggara Timur (Berita Daerah Propinsi Nusa
Tenggara Timur Tahun 2009 Nomor 095 Seri E Nomor 078);
9. Peraturan Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan Nomor 18
Tahun 2007 tentang Urusan Pemerintah yang menjadi
kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah
Selatan(Lembaran Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan
Nomor 18, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Timor
Tengah Selatan Nomor 18) sebagaimana telah di ubah dengan
Peraturan Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan Nomor 2
Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah
Kabupaten Timor Tengah Selatan Nomor 18 Tahun 2007
tentang Urusan Pemerintah yang menjadi kewenangan
Pemerintahan Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan
(Lembaran Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun
2012 Nomor 2, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Timor
Tengah Selatan Nomor 1);
10. Peraturan Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan Nomor 21
Tahun 2007 tentang pembentukan Organisasi dan tata kerja
Lembaga-Lembaga Teknis Daerah (Lembaran Daerah
Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2007 Nomor 21,
Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan
Nomor 21) sebagaimana telah di ubah dengan Peraturan
Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan Nomor 13 Tahun
2011 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten
Timor Tengah Selatan Nomor 21 Tahun 2007 tentang
Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga-lembaga
Teknis Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Timor Tengah
Selatan Tahun 2011 Nomor 13, Tambahan Lembaran Daerah
Kabupaten Timor Tengah Selatan Nomor 13);
11. Peraturan Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan Nomor 2
Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Tahun Anggaran 2013 (Lembaran Daerah Kabupaten Timor
Tengah Selatan Tahun 2013 Nomor 2);
12. Peraturan Bupati Timor Tengah Selatan Nomor 60 Tahun 2011
tentang Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Kesehatan Kabupaten
Timor Tengah Selatan;
13. Peraturan Bupati Timor Tengah Selatan Nomor 2 Tahun 2013
tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Tahun Anggaran 2013 (Berita Daerah Kabupaten Timor Tengah
Selatan Tahun 2013 Nomor 2 , Tambahan Berita Daerah
Kabupaten Timor Tengah Selatan Nomor 2) sebagaimana telah
diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Bupati Timor
Tengah Selatan Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan
kedua atas Peraturan Bupati Timor Tengah Selatan Nomor 2
Tahun 2013 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah Tahun Anggaran 2013(Berita Daerah Kabupaten
Timor Tengah Selatan Tahun 2013 Nomor 24 , Tambahan Berita
Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan Nomor 302);

MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
KESATU : Menetapkan manual Rujukan Kehamilan, Persalinan dan Bayi Baru
Lahir di Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2013.
KEDUA : Manual Rujukan sebagaimana dimaksud dalam Diktum
KESATU sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.
KETIGA : Manual Rujukan sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU
digunakan sebagai pedoman dan acuan dalam rangka
melaksanakan rujukan kehamilan, persalinan dan bayi lahir di
Kabupaten Timor Tengah Selatan.
KEEMPAT : Segala biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya Keputusan ini
dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Kabupaten Timor Tengah Selatan, APBD Provinsi Nusa
Tenggara Timur dan APBN SERTA sumber-sumber lain yang
sah termasuk swadaya masyarakat.
KELIMA : Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan .

Ditetapkan di SoE
Pada tanggal 5 September 2013

BUPATI TIMOR TENGAH SELATAN

PAULUS V. R. MELLA
DAFTAR ISI

Halaman
Lembara Pengesahan 1
Daftar Isi
Penyusun Manual Rujukan Tingkat KabupatenPenyusun 2
Penyusun Kerangka Manual Rujukan 3
Kata Pengantar 4
I. Pengertian 5
II. Tujuan 7
III. Prinsip Prinsip 8
Prinsip Umum 8
Pengelompokan Jenis kehamilan dan persalinan 8
IV. Prosedur rujukan ibu hamil kelompok A 12
V. Prosedur rujukan ibu Bersalin kelompok B1 23
VI. Prosedur rujukan ibu Bersalin kelompok B2 40
VII. Prosedur rujukan ibu Bersalin kelompok B3 43
VIII. Prosedur rujukan Bayi baru Lahir dengan Komplikasi 46
IX. Lampiran 60
1. Alur Rujukan Ibu Hamil Kelompok A 60
2. Alur Rujukan Ibu Bersalin Kelompok BI 61
3. Alur Rujukan Ibu Bersalin Kelompok B2 62
4. Alur Rujukan Ibu Bersalin Kelompok B3 63
5. Partograf dengan fase bertindak 64
6. Surat Rujukan Pasien 65
7. Form Balasan Rujukan 66
8. Tanda Bahaya Bayi baru Lahir 68
9. Tindakan / Pengobatan Bayi muda 70
10. Asuhan dasar Bayi muda 70
11. Konseling bagi Ibu / Keluarga 71
12. Masalah Pemberian Asi Pada Bayi 72
Penyusun Manual Rujukan Tingkat Kabupaten
Timoe Tengah Selatan
Ketua : Dr. Hosiani In Rantau, M . Kes. (Kepala Dinas Kesehatan)
Wakil Ketua : Dr. Musa Salurante (Direktur RSUD SoE)
Penanggung Jawab Prosedur Klinik :
Dr. Nova, SPOG.
Dra. Aini SpA
Sekretaris : Robinson Liunokas. SH, M.Si (Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan
Dinas Kesehatan)
Anggota :
Berrince S.S. Yalla, SKM.Mkes
Dra. Buen Manik Pasapan
Anderias Lakapu, sh
Tarung Nastri Maria, Amd
Rosince S. Lasena, SST
Aletha S. D. Ninu
Maria. Y. Benu
Bernadetha Githa Ola
Denny Nenosono,SE
Silvester Ladolima, SKM.MPH
Dr.Adryani.W.Ottu
Merriy Aruan, SKM
Drg. Matilda Kase (Puskesmas Kapan)
Dr. Erwin Leo (Puskesmas Niki-Niki)
Norlina Tse, Amd.Keb (Bidan Koordinator)
Tamu Ina Tangkonda (Bidan RSUD SoE)
Yuliana Goma (bidan Desa)
Alfred Benu, S. Kep (Perawat)
Dr. Novi Detianta (RSIA SoE)
Kolo Liunokas,SSY (Klinik Umemanekan SoE)
Penyusun Kerangka Manual Rujukan
Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada

Penanggung Jawab :
Laksono Trisnantoro
Sekretaris Akademik :
Dr. Hanevi Djasri MARS
Dr. Hardhantyo
Konsulen Ahli Kebidana dan Kandungan :
Prof. Moh Hakimi PhD SpOG
Dr. Ova Emilia PhD sPog
Dr. Rukmono SpOG
Konsulen Ahli Kesehatan Anak :
Prof.Moh Jufri SpA(K)
Dr.Ekawaty Lutfia Haksari, MPH, SpA(K)
Dr.Tunjung Wibowo,MPH. Mkes,SpA(K)
Dr. Setya Wandita, Mkes, SpA(K)
Dr.Meineni SpA(K)
Dr.Dewi Setyowireni SpA(K)
Konsulen Pembiayaan :
Faozi Kurniawan SE MPH
Penanggung Jawab Pengembangan untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur :
Dr.Hanevi Djasri MARS
Penanggung Jawab Pengembangan untuk Provinsi DIY :
Dr.Siti Noor Zaenab MKes
Penanggung Jawab Pengembangan untuk Provinsi Jawa Tengah :
Dr.Rukmono SpOG
Sekretaris :
Anastasia Novia
Fasilitator dari Kementerian Kesehatan :
Dr.Kirana Pritasari, MQIH
Dr. Gita Maya Koemara Sakti, MHA
Kata Pengantar

Manual sitem rujukan ini merupakan dokumen dasar yang dikembangkan oleh
kelompok kerja rujukan di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Tujuan manual ini
adalah untuk menjalankan sistem rujukan pelayanan ibu dan bayi dengan dasar
petunjuk teknis dari Jampersal tahun 2012 dan situasi daerah di Kabupaten Timor
Tengah Selatan.
Manual ini tersusun dari kejadian yang dapat dialami oleh ibu dan bati dalam proses
kehamilan dan persalinan, dan bagaimana proses tersebut dapat didanai. Sumber
dana untuk mendukung pelayanan teknis rujukan dapat berasal dari pemerintah
pusat (APBN), Pemerintah Provinsi (APBN Provinsi)dan Kabupaten / Kota (APBD
Kab / Kota), dana perusahaan dalam bentuk corporate social responsibility, dana
masyarakat mandiri, dan berbagai sumber dana lainnya.
Manual dasar ini dikaji untuk dikembangkan sesuai karakteristik budaya dan geografi
Kabupaten Timor Tengah Selatan oleh tim rujukan Kabupaten Timor Tengah Selatan
yang komposisinya adalah sebagai berikut : Ketua, Wakil ketua, Penanggung Jawab
Prosedur Klinik, Anggota yang terdiri dari Wakil Kepala Puskesmas, Wakil Dokter
Puskesmas, Wakil Bidan RS, Wakil Bidan Desa, Wakil Perawat, Dokter-dokter wakil RS
Swasta dan Bidan bidan swasta. Komposisi anggota kelompok kerja menunjukan
bahwa penanggung jawab sistem rujukansecara keseluruhan adalah Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selata. Akan tetapi penanggung jawab proses
pelayanan klinik dan mutunya adalah para dokter Spesialis.
Proses penyusunan manual rujukan ini dilakukan dengan Dinas Kesehatan
membentuk kelompok kerja rujukan dan melakukan pertemuan membahas Manual
Rujukan dengan cara memahami proses klinik dan mncarikan sumber dananya. Hasil
dari kegiatan ini akan dimasukan dalam APBD dan APBN serta berbagai sumber
dana lainnya.
Sistem Rujukan ini dipersiapkan untuk Rumah Sakit PONEK 24 jam di Kabupaten
Timor Tengah Selatan . Dalam rujukan regional, maka Kabupaten Timor Tengah
Selatan akan melakukan Koordinasi dengan Kabupaten Timor Tengah Utara dan
Kabupaten Belu dalam penyusunan manual rujukan dengan difasilitasi Dinas
Kesehatan Provinsi.
Harapan besar bahwa manual rujukan ini dapat dipergunakan untuk meningkatkan
pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak dalam rangka menurunkan jumlah kematian ibu
dan bayi di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Soe, 2012
Tim Penyusun Manual Rujukan
I. Pengertian
1. Bayi baru lahir
Adalah Bayi mulai dari 0 hari hingga 28 hari

2. Kelahian Preterm
Kelahiran yang terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu.

3. Berat Lahir
Berat bayi yang ditimbang dalam 1 (jam setelah lahir).

4. Berat bayi lahir rendah (BBLR)


Bayi dengan berat lahir kurang dari 2500gram tanpa memandang masa kehamilan.

5. Berat bayi lahir sangat rendah (BBLSR)


Bayi dengan berat lahir kurang dari 1500gram tanpa memandang masa kehamilan.

6. Berat bayi lahir amat sangat rendah(BBLASR)


Bayi dengan berat lahir kurang dari 1000 gram tanpa memandang masa kehamilan.
II. Tujuan
1. Menggambarkan alur kegiatan pelayanan ibu Hamil, persalinan, nifas, dan

pelayanan bayi berdasarkan continuum of care lengkap dengan pedoman dan SOP

yang terkait dengan sumber pembiayaan.


2. Menjelaskan uraian tugas (job description) lembaga-lembaga dan profesi yang

terlibat dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak


3. Menjadi acuan kegiatan dilapangan untuk kelompok kerja rujukan dalam

perencanaan (persiapan musrembang), pelaksanaan, dan monitoring hasil.


III. Prinsip Dasar
a. Prinsip Umum
1 Prisip utama adalah mengurangi kepanikan dan kegaduhan yang tidak perlu
dengan cara menyiapkan persalinan (rujukan terencana) bagi yang
membutuhkan (pre-emptive strategy). Sementara itu bagi persalinan
emergenciharus ada alur yang jelas.
2 Untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur terdiri dari ratusan pulau-pulau
(besar,kecil), persebaran penduduk tidak merata, pelayanan kesehatan terbatas
(sarana, SDM, peralatan) maka dibagi menjadi 2 kelompok, yakni pada
kelompok daratan dan kelompok kepulauan.
3 Bertumpu pada proses pelayanan KIA yang menggunakan continuum of care
dengan sebagai sumber dana.
4 Sarana pelayanan kesehatan dibagi menjadi 3 jenis : RS PONEK 24 Jam,
Puskesmas PONED dan Fasilitas Kesehatan yang memadai.
5 RSUD SoE sebagai RS PONEK 24 Jam menyiapkan hotline (HP / Fleksi dan
nomor khusus) yang dapat dihubungi 24 jam.
6 Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan menyiapkan hotline (HP
dan nomor khusus) di Dinas Kesehatan 24 jam dengan sistem jaga untuk
mendukung kegitan persalinan di RS.
7 Memperhatikan secara maksimal ibu-ibu yang masuk dalam :
Kelompok A : Ibu- ibu yang dalam pemeriksaan kehamilan (ANC)
ditemukan masalah / komplikasi dalam kehamilannya dan di prediksi
akan mempunyai masalah dalam persalinan sehingga perlu dirujuk secar
terencana.
Kelompok B : Ibu- ibu yang dalam pemeriksaan kehamilan
(ANC) tidak ditemukan masalah. Dalam persalinan, ternyata ada yang
bermasalah dalam persalinan sehingga membutuhkan penanganan
emergency . Di kelompok ini ada 3 golongan :
I. Kelompko B1. Ibu-ibu bersalin yang membutuhkan rujukan
emergency ke RSUD SoE (PONEK 24 Jam).
II. Kelompok B2. Ibu-ibu yang bersalin ada kesulitan namu tidak perlu
dirujuk ke RSUD SoE (PONEK 24 Jam).
III. Kelompok B3. Ibu-ibu yang mengalami persalinan normal.
b. Prinsip Pembagian Jenis Kehamilan Dan Persalinan Serta Bayi Baru Lahir
LAMPIRAN
KEPUTUSAN BUPATI TIMOR TENGAH
SELATAN
NOMOR 310 / KEP / HK / 2013
TENTANG
PENETAPAN MANUAL RUJUKAN
KEHAMILAN,
PERSALINAN DAN BAYI BARU LAHIR DI
KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

MANUAL RUJUKAN KEHAMILAN , PERSALINAN DAN BAYI BARU LAHIR


Hamil datang
DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
ANC ke fasilitas Yankes

Fasilitas Yankes melakukan ANC dan Melakukan


Indentifikasi jenis kelompok Bumil

Kelompok A Kelompok B
Kehamilan Bermasalah Kehamilan tidak Bermasalah

Fasilitas Pelayanan kesehatanRSPP


merujuk
BETUN/
ke RSUD Atambua/
Fasilitas
RSUD Kefa
Kesehatan menangani persalinan Rumah
RSUD SoE Tunggu /
Rmh Kel.

Rumah Kel.B1 Kel.B2 Kel.B3


RSUD
Tunggu Persalinan Persalinan bermasalah tapi Persalinan tidak bermasalah
SOE
Rmh Kel. Bermasalah dan Tidak harus dirujuk
Harus dirujuk

Puskesmas PONED

BBL tanpa komplikasi


BBL dengan
komplikasi

Perawatan
Perawatan BBL dengan komplikasi di RS BBL tanpa komplikasi

Perawatan BBL dengan


Komplikasi di RS W.Z.
YOHANES
Ibu dan Bayi Pulang dengan membawa brosur tanda bahaya

Perwatan Ibu & atau Bayi Sakit


Ibu & atau BayiIbu & atau Bayi sakit sedang
Ibu & atau Bayi sakit ringan
Di RS PONEK
Sakit berat

Perawatan Ibu & atau Bayi Sakit Perawatan Ibu / Bayi sakit
Di Puskesmas Diberbagai sarana
Pelayanan Kesehatan
Penjelasan Bagan Alur Rujukan Kabupaten Timor Tengah Selatan :
1. Ibu Hamil dapat mendapatkan ANC diberbagai sarana pelayanan Kesehatan di
Kabupaten Timor Tengah Selatan (posyandu, pustu, polindes, poskesdes,
Puskesman non poned, Ouskesmas PONED, RB, RS biasa atau RS PONEK).
2. Sarana pelayanan Kesehatan mengindentifikasim kelompok ibu hamil dan
perkiraan jenis persalinan dari ibu-ibu yang mendapatkan pelayanan ANC di
masing-masung sarana.
3. Sarana Pelayanan Kesehatan menglompokan jenis kehamilan dan jenis
persalinan menjadi 2 kelompok
Kelompok A: merupaka ibu-ibu yang dideteksi mempunyai permasalahan
dalam kehamilan dan diprediksi akan mempunyai permasalahan dalam
persalinan;
Kelompok B : merupakan ibu-ibu yang dalam ANC tidak ditemukan
permasalahan.
4. Sarana pelayanan Kesehatan merujuk Ibu Hamil kelompok A ke RS PONEK /
RSUD SoE(kecuali ibu hamil tersebut sudah ditangani di RS PONEK sejak
ANC) melalui Dinas Kesehatan kabupaten Timor Tengah Selatan. Setelah
diperiksa dan ibu hamil kelompok A membutuhkan perawatan dan
pemeriksaan lanjutan maka sementara dapat menginap di rumah tunggu yang
di sediakan atau di rumah keluarga.
5. Pada keadaan tertentu maka sarana kesehatan di perbatasan (Puskesmas Lotas,
Puskesmas Hauhasi, dan Puskesmas Boking)dapat merujuk ibu hamil
kelompok A tersebut ke RSPP Betun dan selanjutnya ke RSUD Atambua dan
atau Puskesmas Fatumnutu dan Puskesmas Polen dapat merujuk ke RSUD
Kefamananu sebagai sarana kesehatan rujukan terdekat.
6. Sarana Pelayanan Kesehatan akan menangani persalinan ibu hamil kelompok B.
Selama menanti persalinan, semua ibu hamil pada H-2 dari tanggal tafsiran
persalinan dapat menginap di rumah tunggu /rumah keluarga yang dekat
dengan sarana pelayanan kesehatan.
7. Pada saat persalinan, penolong harus menggunakan partograf untuk
mengindentifikasi kemungkinan terjadinya penyulit pada persalinan.
8. Saran pelayanan kesehatan mengelompokan jenis persalinan menjadi 3
kelompok :
Kelompok B1 : Ibu-ibu yang mengalami permasalahan didalam persalinan
dan harus segra dirujuk emergency (dirujuk dalam keadaan in-partu);
Kelompok B2 : Ibu-ibu yang mengalami permasalahan didalam persalinan
tapi tidak memerlukan rujukan maka dirujuk ke Puskesmas PONED
terdekat;
Kelompok B3 : Ibu-ibu dengan persalinan tidak bermasalah / normal.
9. Ibu bersalin kelompok B1 akan dirujuk ke RS PONEK (RSUD SOE)sedangkan
dalam keadaan darurat, Puskesmas Lotas, Puskesmas Hauhasi dan Puskesmas
Boking dapat merujuk ibu kelompok B1 ke RSPP Betun dan selanjutnya ke
RSUD Atambua sedangkan Puskesmas Fatumnutu dan Puskesmas Polen dapat
merujuk ke RSUD Kefamananu sebagai saran a kesehatan rujukan terdekat.
10.Ibu bersalin Kelompok B2 dapat ditangani di Puskesmas PONED kecuali untuk
Puskesmas Siso, Puskesmas Nulle, Puskesmas Kota SoE dan Puskesmas
Batuputih dapat langsung ke RSUD SoE ranpa melalui Puskesmas PONED
karena RSUD SoE merupakan sarana rujukan terdekat.
11. Ibu bersalin kelompok B3 dapat ditangani diseluruh jenis sarana pelayanan
kesehatan/persalinan (Puskesmas, Rumah bersalin, Rumah sakit);
12. Bayi baru lahir yang dimaksud dalam manual ini adlah neonatus berusia antara
0-28 hari;
13. Bayi baru lahir tanpa komplikasi dapat ditangani diseluruh jenis sarana
pelayanan kesehata termasuk Rumah Sakit Umum Daerah SoE;
14. Bayi baru lahir dengan komplikasi dapat lahir dari ibu dengan
komplikasi persalinan maupun dari ibu yang melahirkan normal, baik di
Rumah Sakit PONEK atau di Puskesmas. Apabila mengalami komplikasi dan
membutuhkan perawatan lanjutan dirujuk ke RSUD Prof.W.Z.Yohanes Kupang;
15. Ibu dan bayi baru lahir yang telah pulang pasca kelahiran dan kemudian
kembali lagi kefasilitas kesehatan karena menderita sakit, proses rujukannya
mengikuti alur rujukan dalam manual rujukan ini;
16. Bayi baru lahir kontrol ke sarana pelayanan kesehatan sesuai dengan surat
kontrol yang diberikan oleh fasilitas kesehatan di tempat kelahiran.
Pengelompokan tingkat kegawatan bayi baru lahir dilakukan berdasarkan
algoritme MTBM/MTBS. Bayi baru lahir denga sakit berat dirujuk ke Rumah
Sakit PONEK(RSUD SoE, RSUD Kefamananu, RSUD Atambua / RSPP), bayi
baru lahir dengan sakit sedang-berat dirujuk ke Puskesmas PONED,
sementara bayi baru lahir sakit rimgan ditangani di saran pelayanan kesehatan
primer atau disarana pelayanan kesehatan tempat bayi kontrol.

IV. Prosedur Rujukan Ibu Hamil Kelompok A


1. Sarana Pelayanan Kesehatan membuat daftar ibu-ibu hamil dengan kasus
kehamilan yang termasuk Ibu Hamil Kelompok A dan perli dirujuk secara
terencana antara lain :
a. Abortus Imminen, abortus inkompletus, dan missed abortion
b. Mola hidatidosa
c. Hiperemesis gravidarum
d. Kehamilan Ektopik
e. Hipertensi dalam kehamilan, pre-eklamsi dan eklamsi
f. Perdarahan pada trimester III
g. Decompensatio cordis pada kehamilan
h. Pertumbuhan janin terhambat (PJT): tinggi fundus tidak sesuai usia kehamilan
i. Penyakit lain sebagai komplikasi kehamilan yang mengancam nyawa (seperti
asma dan diabetes)
j. Kehamilan dengan penyakit penyerta (seperti tubercolosis,malaria, gizi buruk,
HIV/AIDS)
k. Kasus ibu hamil dengan scoring dr.Pudji (kehamilan resiko tinggi).
ALUR PELAYANAN IBU HAMIL KELOMPOK A

Ibu Hamil datang ANC


kefasilitas Pelayanan
Kesehatan

Sarana Pelayanan Kesehatan


Mengindentifikasi Jenis
Kelompok Ibu Hamil

Seksi Rujukan Dinkes Kab.TTS


menerima Laporan Puskesmas
Rujukan dan berkoordinasi Melaporkan Ibu Hamil Kelompok A
dengan RSUD SOE, RSPP Ke Dinkes Kab. TTS
Betun, RSUD Kefamananu

Seksi Rujukan mengkoordinir


cara Transportasi/
Rujukan/Waktu rujukan

Seksi Rujukan memastikan


Ketersediaan Dana untuk
Rujukan

PEMDA menyediakan
Puskesmas mengirim Ibu Hamil
rumah tunggu apabila
Kelompok A ke RSUD SOE, RSPP
diperlukan oleh Ibu
Betun/ Atambua, RSUD
Hamil Kelompok A
Kefamananu untuk diperiksa

RSUD SOE,RSPP
Betun/Atambua, RSUD
Kefamananu memberikan
pelayanan ANC &
persalinan sesuai kasus

Sarana Pelayanan Kesehatan


memberikan Pelayanan
RS memulangkan Ibu
Kesehatan Lanjutan (bila
dan Bayi
perlu)

RSUD SOE, RSPP Betun/


Dinkes Kab.TTS Menerima Atambua, dan RSUD
Laporan Hasil Penanganan Kefamananu melaporkan
Ibu Hamil Kelompok A hasil penanganan Ibu Hamil
Kelompok A ke Dinkes
Kab.TTS
2. Detail Pelayanan Umum Ibu Hamil Kelompok A
1) Sarana pelayanan kesehatan melaporkan daftar ibu-ibu hamil kelompok A
KE Dinas Kesehatan melalui laporan K1 K4.
2) Dinas Kesehatan menyerahkan data ibu-ibu kelompok A ke RS PONEK 24
jam/ RSUD SOE untuk persiapan pelayanan medis sesuai pedoman pelayanan
klinis(PPK) atau clinical guidelines yang dikembangkan oleh tim klinik.
3) Khusus di RSUD SOE, setelah RSUD SOE menerima data ibu-ibu hamil
kelompok A dari Dinas Kesehatan Timor Tengah Selatan, selanjutnya
dilakukan konferensi Klinik dan presentasi kasus dari masing-masing
Puskesmas yang memiliki ibu-ibu kelompok . Konferensi Klinik dilaksanakan
di RSUD Soe dan dihadiri oleh semua Dokter Ahli di RSUD Soe dan tim ponek
rumah sakit, Kepala Puskesmas dan Bidan Koordinator Puskesmas serta Dinas
Kesehatan Kab. Timor Tengah Selatan. Didalam Konferensi Klinik, para dokter
ahli dan tim ponek akan menerima penjelasan dari Puskesmas melalui
presentasi yang selanjutnya para dokter ahli dapat memberikan rekomendasi
atau keputusan untuk tindakan selanjutnya terhadap masing-masing ibu hamil
Kelompok A.
4) Dilakukan perencanaan persalinan di RS PONEK / RSUD SOE oleh tim rujukan.
Pertemuan perencanaan minimal dilakukan sebulan sekali, sekaligus sebagai
monitoring.
5) Perencanaan persalinan dilakukan berdasarkan jenis penyulit yang ada.
6) Dilakukan koordinasi dengan Dr. Spesialis yang memimpin rapat-rapat teknis
medik di RS dan Rumah Sakit untuk menyiapkan tindakan ke ibu-ibu yang
akan masuk ke RS.
7) Dinas kesehatan menyiapkan sumber dana untuk pengelolaan ibu-ibu
kelompok A ini dari berbagai sumber : APBN, APBD, dan masyarakat. Dengan
demikian Dinas Kesehatan bertindak seperti travel agent yang mengelola ibu-
ibu hamil bermasalah untuk sampai ke rumah sakit dan menjamin
pembiayaannya.
8) Pada hari yang ditentukan ibu-ibu yang bermasalah diantar sehingga ibu-ibu ini
dapat sampai di rumah sakit dan mendapat pelayanan. Di masyarkat perlu ada
tim pengantar . Tim pengantar ini sebaiknya didanai oleh masyarakat. Bidan
desa / bidan puskesmas akan mengantar sampai ke rumah sakit dan melakukan
serah terima.
9) Setelah mendapat pelayanan persalinan di rumah sakit, ibu dan bayi yang
selamat akan kembali ke rumah dengan pengantaran dari rumah sakit atau
dijemput kembali oleh masyarakat/keluarga dengan dilengkapi surat rujukan
balik dari Rumah Sakit.
10) Dengan demikian ibu-ibu yang termasuk ke dalam kelompok A perlu
mendapat rujukan terencana , karena merupakan kasus yang telah diprediksi
dapat menimbulkan komplikasi apabila ditangani di fasilitas kesehatan primer
atau oleh bidan.
11) Kelompok A dapat pula bersalin dengan normal, apabila ternyata tidak terjadi
komplikasi yang telah diprediksi sebelumnya.
3. Kelompok Kasus A
Mengalami masalah dalam kehamilan saat di ANC dan diprediksi akan mempunyai masalah dalam persalinan dan perlu
dirujuk secara terencana.
1) Gangguan Kehamilan dini (Abortus immnens, abortus inkompletus, missed abortion, mola hidatidosa, Kehamilan
Ektopit)
Rujuk
Sumber
ke /
Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan Anggaran
Rawat
tindakan
di
Tes kehamilan (+),
amenore, Stabilisasi pasien, pasang
TANYAKAN perdarahan infuse RL
Lama amenore vaginal, nyeri Rujuk ke RS PONEK di
Pendarahan perut, kadar Hb KEHAMILAN RSUD SOE/RSUD
vaginal rendah, tekanan EKTOPIK Kefamananu/ RSPP Jampersal
Nyeri perut darah turun, nadi Betun/RSUD Atambua untuk Mandiri
Keluar cepat melakukan tindakan operatif PONEK Askes
jaringan
Berkoordinasi dengan dinas
Hasil USG kesehatan di nomor
menunjukan tidak 082340441231 untuk
ada janin melakukan penjemputan
intrauterin terencana dan pemesanan
PERIKSA ruangan di RS PONEK
Tes kehamilan Tes kehamilan(+), Stabilisasi PASIEN, PASANG Jampersal
Periksa dalam amenore, INFUSE RL Mandiri
vaginal perdarahan Rujuk ke PONEK untuk Askes
USG vaginal, nyeri MOLA melakukan tindakan
Kadar Hb dan perut, keluar HIDATOSID kuretase dan patologi PONEK
golongan jaringan mola A anatomi
darah Hasil USG mola
hidatidosa
Tes kehamilan (+), ABORTUS Tx : alnalgesic Jampersal
amenore, INKOMPLET Rujuk ke PONED untuk Mandiri
perdarahan US; MISSED melakukan tindakan PONED Askes
vaginal, nyeri ABORTION kuretase
perut, ada
pembukaan
serviks, teraba
Jaringan janin

Hasil USG
menunjukan
adanya abortus
inkompleutus atau
missed abortin
Tes kehamilan(+), ABORTUS Rujuk ke PONED untuk Jampersal
amenore, IMMINENS melakukan tindakan Mandiri
perdarahan perwatan lanjutan PONED Askes
vaginal, nyeri
perut, tidak ada
pembukaan Hasil
USG janin baik
Tes kehamilan(+), ABORTUS Observasi NON Jampersal
keluar jaringa utuh KOMPLETUS PONED Mandiri
Askes
2) Hiper Emesis Grafidarum
Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan Rujuk Sumber
ke / Anggaran
Rawat di tindakan
Tanyakan Nadi dan nafas HIPERE Stabilisasi Pasien, Pasang Infus Jampersal
Mual muntah > cepat, produksi MESIS Rujuk ke RS PONEK di RSUD Mandiri
10 kali / hari urin berkurang GAVI SoE / RSUD Kefamananu / Askes
DUM RSPP Betun/ Rsud Atambua
untuk melakukan PONEK
pemreriksaan penunjang
untuk
Periksa Laboratorium dan komfirmasi
Nilai tingkatan kondisi kehamilan
dehidrasi
Berkoordinasi dengan dinas
kesehatan di nomor
082340441231 untuk
melakukan penjemputan
terencana dan pemesanan
ruangan di RS PONEK

Tx : Terapi cairan dan


tatalaksana Hiperemesis

Kasus Kelompok A
Ibu-ibu yang mengalami masalah dalam kehamilan saat peeriksaan kehamilan (ANC) dan di Prediksi akan mempunyai
masalah dalam persalinan tang perlu dirujuk secara terencana

3) Hipertensi dalam kehamilan, pre eklamsia berat, dan eklamsia

Rujuk Sumber
Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan ke / Anggaran
Rawat di tindakan
TANYAKAN Stabilisasi kondisi pasien
Kejang HIPERTENSI Stabilisasi Pasien, Pasang
Pandang kabur DALAM Infus
Nyeri kepala KEHAMILA Rujuk ke RS PONEK di
Nyeri ulu hari N RSUD SoE / RSUD PONEK
PRE Kefamananu / RSPP Betun/ Jampersal
EKLAMSIA Rsud Atambua Mandiri
PERIKSA BERAT Berkoordinasi dengan dinas Askes
Ukur tekanan DAN kesehatan di nomor
darah EKLAMSIA 082340441231 untuk
Periksa kadar melakukan penjemputan
proteinuria terencana dan pemesanan
ruangan di RS PONEK
DI RS PONEK dilakukan
komfirmasi laboratorium
dengan
Px Lab : Proteinuria, kimia
darah
Perawatan lanjutan selamam
kehamilan
Kasus Keompok A
Ibu-ibu yang mengalami masalah dalam kehamilan saat peeriksaan kehamilan (ANC) dan di Prediksi akan mempunyai
masalah dalam persalinan yang perlu dirujuk secara terencana.

4) Perdarahan pada trimester ketiga (Plasenta previa, atau solutio placenta)


Rujuk Sumber
Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan ke / Anggaran
Rawat di tindakan
TANYAKAN Nyeri perut Stabilisasi kondisi pasien, PONEK
Perdarahan hrbat, perut pasang infuse RL
Kontraksi tegang dan perut
Nteri perut ketan, ABARUPSIO Rujuk ke RS PONEK di Jampersal
perdarahan PLASENTA RSUD SoE / RSUD Mandiri
vaginal Kefamananu / RSPP Betun/ Askes
Rsud Atambua

Hasil USG Berkoordinasi dengan dinas


tentang kondisi kesehatan di nomor
LAKUKAN janin dan 082340441231 untuk
DJJ Janin perdarahan di melakukan penjemputan
USG plasenta terencana dan pemesanan
Kadar Hb dan ruangan di RS PONEK
golongan darah
DI RS PONEK dilakukan
tindakan operatif
PONEK
Perdarahan Stabilisas kondisi i pasien
vaginal, PLASENTA Jampersal
kontraksi (-), PREVIA Rujuk ke RS PONEK di Mandiri
nyeri perut (-) RSUD SoE / RSUD
Kefamananu / RSPP Betun/
Hasil USG Rsud Atambua
tentang kondisi
janin, lokasi Berkoordinasi dengan dinas
plasenta kesehatan di nomor
menutupi serviks 082340441231 untuk
melakukan penjemputan
terencana dan pemesanan
ruangan di RS PONEK

DI RS PONEK dilakukan
tindakan operatif
Kasus Keompok A
Ibu-ibu yang mengalami masalah dalam kehamilan saat peeriksaan kehamilan (ANC) dan di Prediksi akan mempunyai
masalah dalam persalinan tang perlu dirujuk secara terencana
5) Gangguan dan Penyakit lain yang memerlukan manajemen khusus
a) Decompensatio cordis pada kehamilan
b) Penyakit lain sebagai komplikasi kehamilan yang mengancam nyawa (seperti asma dan diabetes)
c) Kehamilan dengan penyakit penyerta (seperti tubercolosis, malaria, gizi buruk. HIV / AIDS), Anemia
Sum
ber
Ruj
Ang
uk
gara
Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan ke /
n
Raw
tind
at di
aka
n
Sesak bertambah Rujuk ke RS PONEK di RSUD
dengan aktifitas, tidur > SoE / RSUD Kefamananu / RSPP
1 bantal, terbangun Betun/ Rsud Atambua PONEK
malam hari karena Jampersal
sesak nafas cepat, DECOMPESA Berkoordinasi dengan dinas Mandiri
edema tungkai TIO CORDIS kesehatan di nomor 082340441231 Askes
PADA untuk melakukan penjemputan
KEHAMILAN terencana dan pemesanan ruangan
di RS PONEK

DI RS PONEK dilakukan
pemeriksaan EKG dan
echocardiografi
Riwayat diabetes, janin Rujuk ke RS PONEK di RSUD
besar dan riwayat IUFD SoE / RSUD Kefamananu / RSPP Jampersal
Betun/ Rsud Atambua PONEK Mandiri
Askes
DIABETES
Kadar gula tinggi DALAM
KEHAMILAN Berkoordinasi dengan dinas
kesehatan di nomor 082340441231
untuk melakukan penjemputan
terencana dan pemesanan ruangan
di RS PONEK

DI RS PONEK dilakukan dilakukan


pemeriksaan kadar gula / OGTT /
HbA1C
Riwayat asma, sesak Rujuk ke RS PONEK di RSUD
dengan mengi, batuk SoE / RSUD Kefamananu / RSPP
ASMA Betun/ Rsud Atambua PONEK
DALAM Jampersal
KEHAMILAN Mandiri
Askes
Wheezing Berkoordinasi dengan dinas
kesehatan di nomor 082340441231
untuk melakukan penjemputan
terencana dan pemesanan ruangan
di RS PONEK

DI RS PONEK dilakukan
pemeriksaan spirometri
Risiko HIV Rujuk ke RS PONEK di RSUD
(PSK, pengguna SoE / RSUD Kefamananu / RSPP
obat suntik) HIV Betun/ Rsud Atambua PONEK
DALA Jampersal
HIV(+) M Mandiri
KEHA DI RS PONEK dilakukan Askes
MILA pemeriksaan Rapid Test HIV
N dan Perawatan lanjutan
(PMTCT)
Demam hilang Rujuk ke RS PONEK di RSUD
timbul, SoE / RSUD Kefamananu / RSPP
menggigil, MALA Betun/ Rsud Atambua PONEK
ikterik, RIA Jampersal
splenomegali, DALA Mandiri
penurunan M DI RS PONEK dilakukan Askes
kesadaran, KEHA pemberian antimalaria
riwayat MILA
bepergian ke N
daerah endemis
malaria Apusan
darah tepi
malaria (+)
Batuk >3mg demam TUBER Rujuk ke PONED untuk
malam hari, batuk KULOS melakukan pemeriksaan sputum
darah IS BTA dan obat anti Tuberkulosis PONED
DALA Jampersal
M Mandiri
KEHA Askes
MILA
N
Pucat, mudah lelah, ANEM Tx : Tablet Fe
lemas Kadar Hb < 7 IA Rujuk ke PONED untuk
gr /dl DALA melakukan tindakan tranfusi PONED
M darah Jampersal
KEHA Mandiri
MILA Askes
N
BB < 50 kg sebelum GIZI Tx : Multivitamin
hamil atau IMT < 18,5 BURU Rujuk ke PONED untuk konsultasi
kg / m2 K gizi PONED
DALA Jampersal
M Mandiri
KEHA Askes
MILA
N
Kasus Keompok A
Ibu-ibu yang mengalami masalah dalam kehamilan saat peeriksaan kehamilan (ANC) dan di Prediksi akan mempunyai
masalah dalam persalinan tang perlu dirujuk secara terencana

6) Pertumbuhan janin terhambat, (PJT): Tinggi fundus tidak sesuai USIA


Su
mb
er
Ruj An
uk gg
Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan ke / ara
Raw n
at di tin
da
ka
n
TANYAKAN TFU < 3 cm normal Rujuk ke RS PONEK di
Usia kehamilan Pertambahan BB Ibu < RSUD SoE / RSUD
Pertambahan BB 3 kg padauk. 24 mg PERTUMBUHAN Kefamananu / RSPP PONEK
selama Hamil dan , 8 kg padauk. 32 JANIN Betun/ Rsud Atambua Jampers
mg pada ibu dengan TERHAMBAT al
IMT < 30 Mandiri
LAKUKAN DI RS PONEK dilakukan Askes
Pemeriksaan TFU Konfirmasi TBJ Janin identifikasi penyebab
dengan USG dan perawatan untuk
pertumbuhan janin
terhambat lanjutan
selama kehamilan
Kasus Kelompok A
Ibu-ibu yang mengalami masalah dalam kehamilan saat peeriksaan kehamilan (ANC) dan di Prediksi akan mempunyai
masalah dalam persalinan tang perlu dirujuk secara terencana.
7) Kelainan kehamilan (hubungan yang abnormal antara janin dan panggul)
a) Gemelli
b) Kelainan letak, DKP (Disproporsi Kepala Panggul)
Sumber
Rujuk ke /
Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan Anggaran
Rawat di
tindakan
Tanyakan : TFU melebihi usia Rujuk ke RS PONEK di RSUD
Riwayat kehamilan, diteukan 2 DJJ di SoE / RSUD Kefamananu /
gemelli di dua tempat berbeda. Gemelli RSPP Betun/ Rsud Atambua PONEK
keluarga DI RS PONEK ditentukan rute Jampersal
Riwayat persalinan dan indentifikasi Mandiri
kehamilan Konfirmasi USG janin ganda. komplikasi pada kehamilan Askes
sebelumnya gemelli
Bagian terbawah janin bukan Rujuk ke RS PONEK di RSUD
kepala. SoE / RSUD Kefamananu /
Lakukan Sungsang/ RSPP Betun/ Rsud Atambua PONEK
Pemeriksaan Konfirmasi USG letak Lintang DI RS PONEK ditentukan rute Jampersal
Leopold sungsang / lintang. persalinan dan kemungkinan Mandiri
Pelvimetri dilakukan versi luar dalam Askes
klinis perawatan lanjutan
Pemeriksaan Kepala tidak masuk panggu, Rujuk ke RS PONEK di RSUD
TB periksa dalam kesan panggul SoE / RSUD Kefamananu /
sempit atau ada kecacatan DKP RSPP Betun/ Rsud Atambua PONEK Jampersal
panggul. DI RS PONEK akan dilakukan Mandiri
tindakan operatif pada Askes
Konfirmasi USG TBJ Janin penanganan lanjutan
V. Prosedur Rujukan Ibu Bersalin Kelompok B1
1. Kasus persalinan yang masuk Kelompok B1 (Ibu-ibu yang dalam ANC tidak
bermasalah. Dalam persalinan, ternyata ada yang bermasalah sehingga
membutuhkan penanganan rujukan emergency ke RS PONEK) antara lain :
a) Pendarahan Ante Partum
b) Pendaraha Post Partum
c) Pre Eklamsi berat, Eklamsia
d) Penyulit pada persalinan (Retensio Plasenta)
e) Infeksi (Co : Infeksi Menular Seksual, dll)
f) Penyakit lain yang mengancam keselamatan ibu bersalin
g) Persalinan macet (sebelum kasep / masa laten sudah memanjang)
h) Persalinan Pre-term
i) KPD (tanpa his)
j) Kelainan Letak
k) Bayi Besar
l) Grafik Partograf menunjukan persalinan mendekati garis bertindak (lihat
lampiran 5)

2. Ibu bersalin Kelompok B1 akan dirujuk ke RSUD SoE sedangkan dalam keadaan
darurat puskesmas Lotas, Puskesmas Hauhasi dan Puskesmas Boking dapat
merujuk Ibu hamil kelompok B1 ke RSPP Betun dan selanjutnya ke RSUD Atambua
sedangkan Puskesmas Fatumnutu dan Puskesmas Polen dapat merujuk je RSUD
Kefamananu sebagai sarana kesehatan rujukan terdekat.
3. Bagi Puskesmas yang tidak memiliki mobil puskesmas atau kesulitan alat
transportasi, maka Puskesmas berkoordinasi dengan Dinas Kabupaten Timor
Tengah Selatan untuk dilakukan penjemputan dengan Ambulance Rujukan.
4. Ibu-ibu Kelompok B1 sebelim dilakukan rujukan, pihak Puskesmas wajib
melakukan konsultasi / koordinasi dengan dokter Ahli dan / atau Tim Ponek RSUD
SoE atau RSPP Betun / RSUD Kefamananu dan tindakan pra Rujukan serta
memberitahukan rencana rujukan emergensi ke Rumah Sakit tujuan dengan
Konsultasi langsung atau SMS melalui Hot Line di Rumah Sakit ( HOTLINE
RSUD SoE : 081238001804) dan ke Dinas Kesehatan dengan SMS melalui Hotline
7H7 Center Dinas Kesehatan Kab. Timor Tengah Selatan (HOTLINE 7H7 Center :
082340441231) Tujuannya adalah agar pihak Rumah Sakit tujuan dan DinKes Timor
Tengah Selatan bisa mengetahui lebih awal tentang rencana rujukan (termasuk jenis
kasus) dari Puskesmas untuk selanjutnya bisa dilakukan persipan di Rumah Sakit
sebelum pasien tiba di Rumah Sakit.
ALUR PELAYANAN IBU HAMIL KELOMPOK B1

Ibu Hamil datang ANC ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Fasilitas Pelayanan Keshatan Mengindentifikasi Jenis Kelompok Ibu Hamil

Puskesmas Menangani Persalinan Ibu Hamil Kelompok B

S menerima laporan dan berkoordinasi


Puskesmas
dengan
mengindentifikasi
RSUD SoE, RSPP adanya
Betun,
penyulit
RSUD pada
Atambua,
persalinan
RSUD Ibu
Kefamananu
hamil kelompok A

RSUD SoE, rspp Betun dan RSUD Kefamananu memberikan Pelayana


Seksi Rujukan Dinkes Kab.TTS
Puskesmas
Mengkoordinir
Merujuk cara
Ibu Hamil
Transportasi
Kelompok/ Rujukan
B1 ke RSUD SoE, RSPP Betun, RSUD Kefamananu

RSUD Soe, RSPP Betun / Atambua RSUD Kefamananu memulangkan Ibu

Rujukan Dinkes Kab.TTS Memastikan ketersediaan dana untuk Ibu Hamil & Keluarganya

Puskesmas Memberikan Pelayanan Kesehatan Lanjutan(bila perlu)

Kab Timor Tengah RSUD


SelatanSoE,
Menerima
RSPP Betun
Laporan
danHasil
RSUD Penanganan
Kefamananu
Ibu
melaporkan
Hamil Kelompok
Hasil Penanganan
B1 Ibu Hamil Kelompok B1 ke Dinkes Kab.TT
5. Detail Pelayanan Umum Kelompok B1
a) Petugas di sarana pelayanan kesehatan yang menerima ibu hamil yang akan

bersalin minimal terdiri dari tim dokter umum, Bidan dan Perawat (Tercantum

dalam Tim Sift jaga ) dan penanggungjawab persalinan adalah dokter

puskesmas, kecuali puskesmas yang tidak ada dokter umum maka yang

bertanggungjawab adalah bidan.


b) Apabila ternyata ada penyulit pada persalinan, maka ibu bersalin

dikelompokan menjadi kelompok B , dokter / bidan penolong pertama harus

memutuskan secara cepat dan tepat untuk melakukan rujukan.


c) Psien / ibu bersalin yang telah di diagnosis memiliki komplikasi (Kelompok B1)

pada persalinan segra dipersiapkan untuk dirujuk ke rumah sakit rujukan.


d) Rujukan harus diarahkan ke RS PONEK 24 JAM (RSUD SoE, RSUD

Kefamananu, RSPP Betun/ RSUD Atambua).


e) Sebelum dilakukan rujukan, harus dilakukan tindakan prarujukan / stabilisasi.
f) Dokter / Bidan menelpon atau SMS ke RS PONEK 24 Jam / RSUD SoE melalui

Hotline : 081238001804 DAN Dinas kesehatan melalui 7H7 Center Hotline :

082340441231 saat / sebelum ibu hamil / ibu melahirkan dirujuk.


g) . Dinkes Kabupaten Timor Tengah Selatan menerima laporan mengenai ibu

bersalin yang mengalami komplikasi. Kemudian Dinkes Kabupaten

berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan dalam hal ketersediaan tempat di

rumah sakit rujukan, cara dan waktu pengiriman pasien rujukan, persiapan

pertolongan di rumah sakit tujuan rujukan, ketersediaan dana, dan persiapan

rujukan lainnya.
h) Dinkes Kabupaten Timor Tengah Selatan Mengkoordinasi mekanisme

transportasi dan rujukan pasien ke rumah sakit tujuan.


i) Ambulance Puskesmas harus siap 24 jam untuk dipergunakan merujuk pasien

ke RS, (Ambulance yang digunakan untuk merujuk harus siap dipakai : kondisi

mobil harus baik, BBM, Peralatan kesehatan , O2, tenaga kesehatan dan Sopir)

untuk menjemput / mengantar pasien 24 jam jika dibutuhkan.


j) Ambulance Puskesmas harus siap 24 jam untuk dipergunakan merujuk pasien

ke RS, (Ambulance yang digunakan untuk merujuk harus siap dipakai : kondisi

mobil harus baik, BBM, Peralatan kesehatan , O2, tenaga kesehatan dan Sopir)

untuk menjemput / mengantar pasien 24 jam.


k) Dilakukan persalinan rujukan emergency di RS dan dirawat di RS PONEK.
l) Ibu hamil / ibu melahirkan khususnya Kelompok B1 yang telah dirujuk ke RS

tujuan dilaporkan ke Dinas Keshatan Kab. Timor Tengah Selatan oleh petugas

yang merujuk.
m)Setelah perawatan di RS PONEK 24 Jam selesai, perawatan lanjutan atau

postnatal care tetap diberikan sesuai jadwal


n) Di antar kembali setelah selesai perawatannya, dan hasil rujukan di laporkan
kembali ke Dinas Kabupaten Timor Tengah Selatan.
1. Kelompok B1
Ibu ibu yang dalam ANC tidak bermasalah, tetapi membutuhkan rujukan emergency ke RS PONEK 24 Jam.

VI. Kelompok Kasus B1


Prediksi Persalinan pada ANC tidak Bermasalah, Namun pada saat Inpartu terjadi Masalah yang harus Dirujuk ke RS PONEK
1. Perdarahan Ante Partum

Tanda / gejala Klasifik Tindakan Rujuk ke Sumber


asi / Rawat Anggar
di an
tindaka
n
Stabilisasi kondisi pasien, pasang
Nyeri perut infuse RL
hebat, perut ABARU PONEK
TANYAKAN tegang dan nyeri PSIO Rujuk ke RS PONEK di RSUD Jampers
Perdarahan tekan, PLASE SoE / RSUD Kefamananu / RSPP al
Kontraksi perdarahan NTA Betun/ Rsud Atambua Mandiri
Nyeri perut vaginal Askes
Berkoordinasi dengan dinas
kesehatan di nomor ......... untuk
Hasil USG melakukan penjemputan terencana
tentang kondisi dan pemesanan ruangan di RS
janin dan PONEK
perdarahan di
plasenta
DI RS PONEK akan dilakukan
tindakan operatif
LAKUKAN
DJJ Janin
USG Stabilisasi kondisi pasien.
Kadar Hb perdarahan
dan golongan vaginal, PLASE Rujuk ke RS PONEK di RSUD PONEK
darah kontarksi (-), NTA SoE / RSUD Kefamananu / RSPP Jampers
nyeri perut(-) PREVIA Betun/ Rsud Atambua al
Mandiri
Berkoordinasi dengan dinas Askes
kesehatan di nomor ......... untuk
Hasil USG melakukan penjemputan terencana
tentang kondisi dan pemesanan ruangan di RS
janin, lokasi PONEK
plasenta
menutupi serviks
DI RS PONEK akan dilakukan
tindakan operatif
2. Kelompok B2
Ibu ibu yang dalam ANC tidak bermasalah, tetapi membutuhkan rujukan emergency ke RS PONEK 24 Jam

2. Perdarahan Post Partum


Perdarahan Post Partum (Atonia Uteri, Laserasi Jalan Lahir, Retensi Plasenta)
Sumber
Rujuk ke /
Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan Anggaran
Rawat di
tindakan
LIHAT Pasang Infuse RL 2 Jalur, uteurotonika,
Perdarahan > Perdarahan > 500 ml Atonia Uteri lanjutkan KBI
500 ml Uterus tidak PONEK
berkontrasi setelah Rujuk ke RS PONEK di RSUD SoE / Jampersal
15 detik dilakukan RSUD Kefamananu / RSPP Betun/ Rsud Mandiri
massa uterus atau 5 Atambua......... Askes
menit setelah KBI
kontraksi uterus Berkoordinasi dengan dinas kesehatan
tetap tidak ada di nomor ......... untuk melakukan
PERIKSA penjemputan terencana dan pemesanan
Kontraksi uterus ruangan di RS PONEK
Kelengkapan
plasenta
TD dan nadi DI RS PONEK dilakukan tindakan
Kadar Hb dan sesuai kondisi
golongan darah
Plasenta belum Retensi Pasang Infuse RL 2 jalur, uterotonika,
lahir 30 menit Plasenta jangan lakukan manual plasenta
setelah manajemen Rujuk ke RS PONEK di RSUD SoE /
aktif kala III RSUD Kefamananu / RSPP Betun/ Jampersal
Rsud Atambua......... PONEK Mandiri
Askes
Berkoordinasi dengan dinas
kesehatan di nomor ......... untuk
melakukan penjemputan terencana
dan pemesanan ruangan di RS
PONEK
Di RS PONEK dilakukan tindakan
sesuai kondisi

Pasang Infuse RL

RUPTUR Rujuk ke RS PONEK di RSUD SoE /


Perdarahan > 500 PERINEU RSUD Kefamananu / RSPP Betun/ Jampersal
ml Plasenta M Rsud Atambua......... PONEK Mandiri
lengkap Kontraksi DERAJAT Askes
uterus baik III IV Berkoordinasi dengan dinas
Laserasi perineum ATAU kesehatan di nomor ......... untuk
atau serviks ROBEKAN melakukan penjemputan terencana
SERVIKS dan pemesanan ruangan di RS
PONEK

DI RS PONEK dilakukan penjahitan


laserasi
3. Kelompok B1
IBU ibu yang dalam ANC tidak bermasalah, tetapi membutuhkan rujukan emergency ke RS PONEK 24 Jam

3. Peb, Eklamasi
Rujuk Sumber
Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan ke / Anggaran
Rawat di tindakan
Lihat Dan Kejang, Pandangan EKLAMPSI Pasang Infus dan kateter tinggal,
Tanyakan kabur, nyeri kepala berikan MgSO44 gr IV pelan,
Kejang hebat, nyeri uluhati kontrol jalan nafas dan
Pandangan PRE kemungkinan trauma luar saat Jampersal
kabur EKLAMSI kejang. PONEK Mandiri
Nyeri kepala BERAT Rujuk ke RS PONEK di RSUD Askes
Nyeri ulu SoE / RSUD Kefamananu / RSPP
hati Tekanan Darah > Betun/ Rsud Atambua.........
160/110mmHg, Berkoordinasi dengan dinas
proteinuria >1 + kesehatan di nomor ......... untuk
melakukan penjemputan
Periksa terencana dan pemesanan
Ukuran ruangan di RS PONEK
tekanan DI RS PONEK dilakukan
darah konfimasi laboratorium dengan
Kadar Px Lab : proteinuria, kimia darah
proteinuria Manajemen PEB
4. Kelompok B1
Ibu ibu yang dalam ANC tidak bermasalah, tetapi membutuhkan rujukan emergency ke RS PONEK 24 Jam

4. Penyulit pada persalinan


Sumber
Rujuk ke/
Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan Anggaran
Rawat di
tindakan
Tangan penolong tetap dipertahankan
untuk menahan turunnya kepala,
Periksa dalam oksigenasi ibu
teraba tali pusat Tali Pusat Jampersal
Deselerasi DJJ Menumbung Rujuk ke RS PONEK di RSUD SoE / RSUD PONEK Mandiri
saat kontraksi Kefamananu / RSPP Betun/ Rsud Askes
Atambua.........

Berkoordinasi dengan dinas kesehatan di


nomor ......... untuk melakukan
penjemputan terencana dan pemesanan
ruangan di RS PONEK
PERIKSA
DJJ
Penurunan DI RS PONEK dilakukan tindakan
Kepala operatif
Teraba selain DJJ < 100 atau > Oksigenasi ibu, miring kiri
kepala 160 kpm
Keluar FETAL Rujuk ke RS PONEK di RSUD SoE / RSUD
mekonium DISTRESS Kefamananu / RSPP Betun/ Rsud Jampersal
Atambua......... PONEK Mandiri
Askes
Berkoordinasi dengan dinas kesehatan di
nomor ......... untuk melakukan
penjemputan terencana dan pemesanan
ruangan di RS PONEK

DI RS PONEK dilakukan tindakan


operatif
Dagu bayi Oksigenasi ibu
tertarik ke
dalam, bahu DISTOSIA
tidak dilahirkan BAHU Rujuk ke RS PONEK di RSUD SoE / RSUD Jampersal
PONEK Mandiri
Askes
Kefamananu / RSPP Betun/ Rsud
Atambua.........

Berkoordinasi dengan dinas kesehatan di


nomor ......... untuk melakukan
penjemputan terencana dan pemesanan
ruangan di RS PONEK

DI RS PONEK dilakukan tindakan sesuai


protokol RS
Oksigenasi ibu
Rujuk ke RS PONEK di RSUD SoE / RSUD Jampersal
Teraba tangan Kefamananu / RSPP Betun/ Rsud PONEK Mandiri
selain kepala PRESENTASI Atambua......... Askes
direposisi tidak MAJEMUK
berhasil Berkoordinasi dengan dinas kesehatan di
nomor ......... untuk melakukan
penjemputan terencana dan pemesanan
ruangan di RS PONEK

DI RS PONEK dilakukan tindakan sesuai


protokol RS
5. Kelompok B1
Ibu ibu yang dalam ANC tidak bermasalah, tetapi membutuhkan rujukan emergency ke RS PONEK 24 Jam

5. Infeksi
Sumber
Rujuk ke/
Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan Anggaran
Rawat di
tindakan
Oksigenasi ibu

KORICAMNI Rujuk ke RS PONEK di RSUD Jampersal


TANYAKAN Demam > OTIS SoE / RSUD Kefamananu / RSPP PONEK Mandiri
Kapan ketuban 38,40C, Betun/ Rsud Atambua......... Askes
pecah ketuban keruh/
Keluhan demam berbau Berkoordinasi dengan dinas
kesehatan di nomor ......... untuk
melakukan penjemputan terencana
PERIKSA dan pemesanan ruangan di RS
DJJ PONEK
Suhu

DI RS PONEK dilakukan tindakan


sesuai protokol RS
6. Kelompok B1
IBU ibu yang dalam ANC tidak bermasalah, tetapi membutuhkan rujukan emergency ke RS PONEK 24 Jam.
6. Penyakit lain yang mengancam keselamatan ibu bersalin
Sumber
Rujuk ke /
Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan Anggaran
Rawat di
tindakan
Rujuk ke RS PONEK di RSUD SoE /
RSUD Kefamananu / RSPP Betun/
Riwayat asma, Rsud Atambua.........
sesak denga ASMA Berkoordinasi dengan dinas kesehatan Jampersal
mengi, batuk SERANGAN di nomor ......... untuk melakukan PONEK Mandiri
penjemputan terencana dan Askes
pemesanan ruangan di RS PONEK
TANYAKAN
Riwayat Wheezing DI RS PONEK dilakukan pemeriksaan
penyakit spirometri
dahulu Rujuk ke RS PONEK di RSUD SoE /
Obat yang RSUD Kefamananu / RSPP Betun/
biasa Tremor, Rsud Atambua.........
dikonsumsi eksoftalmos, KRISIS Jampersal
nodul tiroid, TIROID Berkoordinasi dengan dinas kesehatan PONEK Mandiri
gangguan di nomor ......... untuk melakukan Askes
metabolisme, penjemputan terencana dan
PERIKSA nadi cepat, pemesanan ruangan di RS PONEK
DJJ berdebar-debar
Tanda Vital DI RS PONEK dilakukan pemeriksaan
Laboratorium fungsi Tiroid
7. Kelompok B1
Ibu ibu yang dalam ANC tidak bermasalah, tetapi membutuhkan rujukan emergency ke RS PONEK 24 Jam

7. Persalinan Preterm
Sumber
Rujuk ke/
Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan Anggaran
Rawat di
tindakan
Berikan tokolitik dan pematangan
paru (< 34mgg) Rujuk ke RS
TANYAKAN Usia kehamilan <37 mg, PONEK di RSUD SoE / RSUD
Usia kehamilan < kontraksi >5 kali dalam Kefamananu / RSPP Betun/ Rsud Jampersal
37 mg 20 menit, dilatasi dan PARTUS Atambua......... PONEK Mandiri
Jika ketuban effacement serviks PREMATURUS Askes
pecah, yanyakan IMINNENS Berkoordinasi dengan dinas
sejak kapan kesehatan di nomor ......... untuk
melakukan penjemputan terencana
Konfirmasi USG dan pemesanan ruangan di RS
PERIKSA PONEK
DJJ TFU
Periksa dalam
jika ada DI RS PONEK dilakukan
kontraksi dan konfirmasi USG
ketuban belum Px Lab : proteinuria, kimia darah
pecah
Inspekulo dan Perwatan lanjutan dan persiapan
tes lakmus jika perawatan bayi lahir kurang bulan
ketuban sudah Berikan tokolitik dan pematangan
pecah paru (< 34mgg)
Konfirmasi USG Rujuk ke RS PONEK di RSUD SoE /
Usia kehamilan < 37 RSUD Kefamananu / RSPP Betun/ Jampersa
mg, kontraksi tidak KETUBAN Rsud Atambua......... PONEK l
ada, tes lakmus (+) PECAH DINI Mandiri
Berkoordinasi dengan dinas Askes
kesehatan di nomor ......... untuk
Konfirmasi USG melakukan penjemputan terencana
dan pemesanan ruangan di RS
PONEK

DI RS PONEK dilakukan
konfirmasi USG
Px Lab : proteinuria, kimia darah

Perwatan lanjutan dan persiapan


perawatan bayi lahir kurang
bulan
8. Kelompok B1
Ibu ibu yang dalam ANC tidak bermasalah, tetapi membutuhkan rujukan emergency ke RS PONEK 24 Jam

8. Persalinan pervaginam melalui induksi dan stimulasi


Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan Rujuk Sumber
ke/ Anggaran
Rawat tindakan
di
Rujuk ke RS PONEK di RSUD
SoE / RSUD Kefamananu / RSPP
Usia kehamilan > Betun/ Rsud Atambua.........
TANYAKAN 41 mg, belum ada KEHAMILAN Jampersal
Usia kehamilan kontraksi teratur, LEWAT WAKTU Berkoordinasi dengan dinas PONEK Mandiri
Tanda persalinan belum ada kesehatan di nomor ......... untuk Askes
dilatasi dan melakukan penjemputan
effacement terencana dan pemesanan
PERIKSA serviks ruangan di RS PONEK
Kemajuan
persalinan sesuai DI RS PONEK dilakukan
partograf pelvimetri klinis, USG, CTG
DJJ dan kontraksi
CTG Induksi persalinan sesuai
protocol RS PONEK
Rujuk ke RS PONEK di RSUD
SoE / RSUD Kefamananu / RSPP
Tetap di fase FASE LATEN Betun/ Rsud Atambua.........
laten setelah 2 MEMANJANG Jampersal
kali evaluasi tiap Berkoordinasi dengan dinas PONEK Mandiri
4 jam kesehatan di nomor ......... untuk Askes
melakukan penjemputan
terencana dan pemesanan
ruangan di RS PONEK

DI RS PONEK dilakukan
pelvimetri klinis, USG, CTG

Induksi persalinan sesuai


protocol RS PONEK
Dilatasi serviks < PARTUS TAK Rujuk ke RS PONEK di RSUD PONEK Jampersal
1 cm di fase aktif MAJU SoE / RSUD Kefamananu / RSPP Mandiri
setlah 4 Betun/ Rsud Atambua Askes
Jam Evaluasi Berkoordinasi dengan dinas
kesehatan di nomor ......... untuk
melakukan penjemputan
terencana dan pemesanan
ruangan di RS PONEK Askes

DI RS PONEK dilakukan
pelvimetri klinis, USG, CTG dan

Stimulasi persalinan sesuai


protokol RS PONEK
9. Kelompok B1
Ibu ibu yang dalam ANC tidak bermasalah, tetapi membutuhkan rujukan emergency ke RS PONEK 24 Jam

9. Persalinan pervaginam dengan tindakan


Sumber
Rujuk ke /
Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan Anggaran
Rawat di
tindakan
Setelah dipimpin bayi Pasang Infus
60 menit bayi belum
PERIKSA lahir pada Rujuk ke RS PONEK di RSUD SoE /
DJJ primigravida RSUD Kefamananu / RSPP Betun/ Jampersal
Keluar Rsud Atambua......... PONEK Mandiri
mekonium Askes
Kontraksi KALA II Berkoordinasi dengan dinas kesehatan
uterus Setelah dipimpin 30 TAK MAJU di nomor ......... untuk melakukan
menit bayi belum lahir penjemputan terencana dan
pada multigravida pemesanan ruangan di RS PONEK

DI RS PONEK dilakukan pelvimetri


klinis,
Konfimasi Penurunan kepala dan UUK
penurunan kepala
dan posisi UUK Di RS PONEK dilakukan ekstraksi
vakum / forceps atau tindakan
operatif
10. Kelompok B1
IBU ibu yang dalam ANC tidak bermasalah, tetapi membutuhkan rujukan emergency ke RS PONEK 24 Jam

10. Persalinan pervaginam dengan kondisi bayi kembar


Sumber
Rujuk ke/
Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan Anggaran
Rawat di
tindakan
TFU melebihi usia GEMELLI Pasang Infus
kehamilan, (JANIN
PERIKSA ditemukan 2 DJJ di TERBAWAH Rujuk ke RS PONEK di RSUD SoE /
Pemeriksaan dua tempat berbeda SELAIN RSUD Kefamananu / RSPP Betun/ Jampers
Leopold PRESENTASI Rsud Atambua......... PONEK al
DJJ Konfirmasi USG Janin KEPALA Mandiri
Pelvimetri Di RS PONEK dilakukan tindakan Askes
klinis operatif
TFU melebihi usia GEMELLI Pasang Infus
kehamilan, (JANIN
ditemukan 2 DJJ di TERBAWAH Rujuk ke RS PONEK di RSUD SoE /
dua tempat berbeda SELAIN RSUD Kefamananu / RSPP Betun/ Jampers
atau salah satu DJJ PRESENTASI Rsud Atambua......... PONEK al
TIDAK DAPAT KEPALA Mandiri
DITEMUKAN LAGI Di RS PONEK ditentukan rute Askes
persalinan dan indentikasi komplikasi
Konfirmasi USG Janin pada kehamilan gemeli
ganda dan
kesejahteraan janin
VI. Prosedur Rujukan Ibu Bersalin Kelompok B2

1. Kasus termasuk ke dalam kelompok B2 adalah kasus di mana ibu bersalin telah
berada di fasilitas Puskesmas PONED 24 Jam, sehingga kasus komplikasi dalam
persalinan tidak perlu di rujuk karena dapat ditangani di fasilitas bersangkutan.
Dalam kelompok ini adalah :
a) Hiperemesis gravidarum
b) Persalinan per vaginam melalui akselerasi
c) Persalinan per vaginam dengan tindakan mis vakum / forceps
d) Persalinan per vaginam dengan komplikasi ringan
e) Persalinan per vaginam dengan kondisi bayi kembar (tergantung letak bayi,
terutama letak kepala -kepala)
2. Alur Pelayana Ibu Hamil Kelompok B2

Ibu Hamil datang ANC ke


sarana - sarana Pelayanan
Kesehatan

Sarana Pelayanan Kesehatan


mengindentifikasi Jenis Kelompok
Ibu Hamil

Puskesmas menangani
persalinan Ibu Hamil Kelompok
B

Dinkes Kab.TTS Menerima Puskesmas mengindentifikasi


laporan dan berkoordinasi dengan adanya penyulit pada persalinan Ibu
RSUD Soe, RSPP Betun, RSUD Hamil Kelompok B
Atambua, RSUD Kefamananu

Puskesmas PONED atau RSUD Soe,


Dinas Kab.TTS mengkoordinir
Puskesmas merujuk Ibu Hamil RSPP Betun, RSUD Kefamananu
cara transportasi / rujukan
Kelompok B2 ke Puskesmas PONED memberikan pelayanan persalinan
Soe,RSPP Betun, RSUD Kefamananu sesuai kasus

Dinkes Kab.TTS memastikan


ketresediaan dana untuk Ibu
Hamil dan keluarganya

Puskesmas PONED atau RSUD Soe,


Puskesmas memberikan pelayanan RSPP Betun, RSUD Kefamananu
kesehatan lanjutan (bila perlu) memulangkan Ibu dan Bayi

Puskesmas PONED atau RSUD


Dinkes Kab.TTS Menerima laporan Soe, RSPP Betun, RSUD
Hasil Penanganan Ibu Hamil Kefamananu melaporkan hasil
Kelompok B2 penanganan Ibu Hamil Kelompok
B2 ke DinKes Kab.TTS
3. Detail Pelayanan Umum Kelompok B2
a) Petugas kesehatan menerima ibu bersalin di fasilitas Puskesmas PONED
atau RS PONEK 24 Jam.
b) Ibu bersalin didentifikasi mengalami komplikasi persalinan.
c) Apabila persalinan terjadi di Puskesmas PONED, maka petugas kesehatan
harus dengan cepat dan tepat menentukan apakah ibu bersalin perlu segra
dirujuk atau dapat ditangani di Puskesmas.
d) Saat perlu dirujuk, Puskesmas PONED harus berkoordinasi dengan Dinkes
Kabupaten / Kota dan RS PONEK 24 Jam (RSUD SoE, RSUD
Kefamananu, RSPP Betun / RSUD Atambua).
e) Apabila pasien perlu dirujuk dari Puskesmas Poned ke RS Ponek, maka
Puskesmas Poned perlu berkoordinasi dengan DinKes Kabupaten Timor
Tengah Selatan dan Rumah Sakit Ponek untuk persiapan rujukan ke
rumah sakit tujuan, termasuk persiapan transportasi, komonikasi dengan
pihak rumah sakit, dan ketersediaan dana.
f) Pelayanan persalinan diberikan di fasilitas kesehatan sesuai dengan
komplikasi yang ada.
g) Setelah ibu bersalin selesai dirawat, Puskesmas PONED atau RS PONEK
24 Jam memulangkan ibu dan bayi.
h) Hasil perawatan dilaporkan ke Dinkes Kabupaten Timor Tengah Selatan.
B. VI.3. Kelompok Kasus B2
Ibu ibu bersalin yang ada kesulitan namun tidak perlu dirujuk ke RS PONEK 24 Jam, dapat dilakukan di Puskesmas PONED

1. Persalinan per vaginam dengan komplikasi

Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan Rujuk Sumber


ke / Anggara
Rawat di n
tindakan

RETENSI Pasang Infuse RL,


LIHAT Perdarahan , 500 SISA Uterotonika
Perdarahan < 500 Ml Plasenta PLASENTA
Ml tidak lengkap Rujuk ke Puskesmas Jampersal
Kontraksi uterus PONED dI........... PONED Mandiri
baik Askes
PERIKSA
Kontraksi Uterus Di Puskesmas PONED
Kelengkapan dilakukan kuretase
Plasenta Perdarahan , 500 RUPTUR Rujuk ke Puskesmas Jampersal
TD dan nadi Ml Plasenta PERINEUM PONED dI........... Mandiri
Kadar Hb dan lengkap DERAJAT I - PONED Askes
golongan darah Kontraksi uterus II
baik Di Puskesmas PONED
Laserasi dilakukan penjahitan
perineum laserasi
VII. Prosedur Rujukan Ibu Bersalin Kelompok B3

1. Kasus yang termasuk kedalam kelompok B3 adalah kasus persalinan yang


telah dapat ditangani diberbagai jenis sarana pelayanan kesehatan yang
menyediakan layanan persalinan, yaitu :
Persalinan pervaginam normal (tanpa tindakan),

2. Alur Pelayanan Ibu Hamil Kelompok B3

Ibu Hamil datang ANC ke sarana


Sarana Pelayanan Kesehatan

Sarana Pelayanan Keshatan


mengindentifikasi Jenis Kelompok Ibu
Hamil

Sarana Pelayanan Kesehatan


menangani persalinan Ibu Hamil
Kelompok B

Sarana Pelayanan Kesehatan


mengindentifikasi ada atau tidak
penyulit pada persalinan Ibu Hamil
Kelompok B

Sarana Pelayanan KesEhatan


melanjutkan pelayanan persalinan
pada Ibu Hamil Kelompok B3

Sarana Pelayanan Kesehatan


memulangkan Ibu dan Bayi

DinKes Kab.TTS Menrima Sarana Pelayanan Kesehatan


laporan hasil penanganan melaporkan hasil penanganan Ibu
Ibu Hamil Kelompok B3 Hamil Kelompok B3 ke DinKes
Kab.TTS
3. Detail Pelayanan Umum Kelompok B3
Dari kunjungan ANC, Ibu hamil yang tidak memiliki atau berpotensi
mengalami komplikasi di kelompokan kedalam Ibu Bersalin Kelompok B3
Petugas Keshatan memberikan pertolongan persalinan di sarana kesehatan.
Tidak ada komplikasi atau penyulit yang terjadi selama proses persalinan,
persalinan berjalan normal per vaginam. Tidak terdapat juga masalah pada
bayi baru lahir.
Setelah persalinan dan perawatan selesai, sarana kesehatan memulangkan
ibu dan bayi.
Sarana pelayanan kesehatan melaporkan hasil penanganan ibu bersalin ke
DinKes Kabupaten / Kota.
Perawatan posnatal dilakukan sesuai denagan jadwal.
C. VII. 3. Kelompok Kasus B3

Prediksi persalinan pada ANC idak bermasalah, Pada saat Inpartu tidak Bermasalah

1. Persalinan pervaginam tanpa masalah (tanpa tindakan)

Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan Rujuk Sumber


ke / Anggara
Rawat di n
tindakan
LIHAT
Perdarahan
Minimal
Perdarahan
minimal, Semua Jampersal
PERIKSA kontraksi kuat, PERSALINA Perawatan postpartum rutin sarana Mandiri
Kontraksi plasenta lengkap, N NORMAL layanan Askes
Uterus laserasi jalan lahir persalina
Kelengkapan terjahit baik, n
Plasenta tanda vital
TD dan nadi normal
VII. Prosedur Rujukan Bayi baru Lahir dengan Komplikasi
1. Kasus yang termasuk kedalam kelompok bayi baru lahir dengan komplikasi,
yaitu :
a) Asfiksia atau Asfiksia tidak teratasi
b) BBLR dengan komplikasi atau BBLSR atau BBLSAR
c) Infeksi
d) Ikterus patologis dan hiperbilirubinemia grade III-V
e) Kejang
f) Gangguan Napas Berat (RDS=Respiratory
Bayi baru Lahir Distress Syndrome)
g) Bayi baru lahir dengan kelainan kongenital
h) Sepsis Neonatorum
i) BayiSarana
baru Pelayanan
lahir dengan dehidrasi
Keshatan berat
mengindentifikasi komplikasi pada bayi baru lahir
j) Bayi dengan sianosis / Biru. Takipnoe (KJB)
k) Bayi besar

Sarana Pelayanan Kesehatan Merujuk Bayi baru Lahir dengan komplikasi ke RSUD Soe, RSPP Betun / Atambua, RSUD Kefamananu

RSUD Soe, RSPP Betun / Atambua, RSUD Kefamananu melakukan tindakan perawatan bayi baru Lahir

RSUD Soe, RSPP Betun / Atambua, RSUD Kefamananu memulangkan Bayi

Bayi kontrol ke sarana pelayanan kesehatan jika ditemukan penyakit

Bayi Sakit Berat Bayi sakit Sedang-Berat Bayi Sakit Ringan

Perawatan bayi sakit di RSUD Soe, RSPP Betun / Atambua, RSUD Kefamananu
Perawatan bayi sakit diberbagai jenis sarana pelayanan
Perawatan Bayi sakit di Puskesmas PONED
2. Alur Pelayanan Bayi baru Lahir dengan Komplikasi :

Sarana Pelayanan Kesehatan melaporkan hasil penanganan Bayi Baru Lahir dengan komplikasi

DinKes Kab.TTS menerima Laporan hasil penanganan Bayi Baru Lahir dengan Komplikasi
VIII. Detail Pelayanan Bayi baru Lahir dengan Komplikasi
Jila pada kunjungan pertama, bayi mngalami KEJANG atau HENTI NAPAS atau SIANOSIS, lakukan tindakan sebelum
melakukan penilaian dan RUJUK SEGERA ke RS PONEK
1. Kemungkinan penyakit sangat berat atau infeksi bakteri berat
Rujuk Sumber
Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan ke / Anggaran
Rawat di tindakan
TANYAKAN Tidak mau minum Jika ada kejang, tangani kejang. PONEK Jampersa
Apakah bayi tidak atau memuntahkan Cegah Gula darah tidak turun. Jika Mandiri
mau minum atau semua ATAU PENYAKIT ada gangguan Napas, beri Oksigen Askes
memuntahkan semua? Riwayat kejang SANGAT nasal kanul 1/2 L / menit. Jika ada
Apakah bayi kejang? ATAU BERAT hiportermia, selimuti kain hangat.
Bergerak hanya Beri dosis pertama antibiotik
jika dirangsang Intramuscular RUJUK SEGERA
ATAU ATAU
LIHAT DAN RABA Napas cepat ATAU INFEKSI
Apakah bayi bergerak Napas lambat BAKTERI
hanya jika dirangsang? ATAU BERAT
Apakah ada napas Tarikan dinding ATAU
cepat? dada kedalam yang
Apakah napas lambat? sangat kuat ATAU
Apakah ada tarikan Merintih ATAU
dinding dada Demam suhu . 37,5
kedalam? atau
Apakah bayi merintih? Hipotermia suhu <
Ukur suhu aksiler 35,5 ATAU
Apakah ada pustul di Nanah yang
kulit? banyak dimata
Apakah mata ATAU
bernanah? Pusar kemerahan
Apakah pusar meluas ke dinding
kemerahan atau perut
bernanah? Pustul kulit ATAU INFEKSI Jika ada pustul kulit beri antibiotik PONED
Mata bernanah BAKTERI oral
ATAU LOKAL Jika mata bernanah, beri antibiotik
Pusar kemerahan sale / tetes mata
atau bernanah Jika pusar bernanah, perawatan tali
pisar dengan antiseptik Perawatan
rutin bayi baru lahir
Yidak terdapat TIDAK Perawatan rutin bayi baru lahir NON
salah satu di atas INFEKSI normal PONED

2. Bayi Kuning
Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan Rujuk ke / Sumber
Anggaran
Rawat di
tindakan
TANYAKAN Kuning ditemukan IKTERUS Cegah gula darah tidak turun PONEK Jampersal
Apakah bayi umur > 14 hari BERAT Jaga bayi tetap hangat Mandiri
kuning? ATAU Rujuk segra ke RS PONEK di RSUD Askes
Jika ya, pada umur Kuning sampai SoE / RSUD Kefamananu / RSPP
berapa? telapak tangan atau Betun/ Rsud Atambua.............
Apakah warna tinja kaki ATAU
pucat? Tinja warna pucat
Kunung timbul > 24 IKTERUS Nasehati untuk menetek lebih sering PONED
LIHAT DAN RABA jam sampai < 14 atau
Lihat, apakah bayi hari DAN PONEK
kuning? Kuning tidak Rujuk ke RS PONEK untuk cek
Tentukan sampai sampai telapak bilrubin atau Fototerapi bila perlu
daerah mana warna tangan atau kaki
kuning pada bagain
badan. Tidak kuning TIDAK NON
IKTERUS Perawatan rutin bayi baru lahir PONED
normal

3. Asfiksia, Napas cepat, ATAU Napas megap-megap, ATAU tidak napas, ATAU tampak biru, ATAU tarikan dinding dada
ke dalam sangat kuat
Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan Rujuk ke / Sumber
Rawat di Anggaran
tindakan
. Langkah awal rssusitasi (30 detik),
ASFIKSIA bila tidak membaik Ventilasi Jampersal
LIHAT SAAT BAYI Tidak menangis BERAT Tekanan Positif (lihat SOP Resusitasi PONEK Mandiri
LAHIR : kuat ATAU Neonatus) Askes
Apakah ada tanda Napas megap-
kegawatan napas? megap ATAU
Apakah bayi tidak Tampak biru Bila dalam 3 kali VTP tidak
menangis? membaik, lakukan tindakan penyakit
Apakah bayi tidak Sangat Berat
bernapas? Rujuk segra ke RS PONEK di
Apakah bayi tampak RSUD SoE / RSUD Kefamananu /
biru? RSPP Betun/ Rsud Atambua.............

Bila bayi lahir NON


langsung : TIDAK Perawatan rutin bayi baru lahir PONED
Menangis kuat ASFIKSIA normal
Tidak tampak biru

4. BB Lahir < 2000g atau bb lahir < 2500g dengan komplikasi


Sumber
Rujuk ke /
Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan Anggaran
Rawat di
tindakan
. Napas cepat ATAU Jika ada kejang, tangani kejang
Kejang ATAU Cegah gula darah tidak turun Jampersal
LIHAT SAAT BAYI Hiportemi berat, Kemungkinan Jika ada gangguan napas, beri PONEK Mandiri
LAHIR : suhu < 35,50c Infeksi Bakteri Oksigen nasal kanul L /Menit Askes
BB lahir > 2500 g ATAU Berat Atau Jika ada hipotermia, selimuti kain
Apakah ada tanda Kuning Pentakit Berat hangat
kegawatan Beri dosis pertama antibiotik
Napas? intramuscular
Kejang? Rujuk segra ke RS PONEK di
Hipotermia, suhu < RSUD SoE / RSUD Kefamananu /
36,50C RSPP Betun/ Rsud Atambua.............
Kuning
Jika ada kejang, tangani kejang
LIHAT SAAT BAYI BBL < 2000 gram BB Rendah Cegah gula darah tidak turun
LAHIR: ATAU dg Jika ada gangguan napas, beri
BB lahir > 2500 g BBL < 2500 G Komplikasi Oksigen nasal kanul L /Menit
Apakah ada tanda dengan tanda BBL Sangat Jika ada hipotermia, selimuti kain PONEK
kegawatan kegawatan Rendah hangatatau perawatan bayi lekat
Napas? Napas cepat ATAU Dengan / (PBL)
Kejang? Kejang ATAU Tanpa Beri dosis pertama antibiotik
Hipotermia, suhu < Hipotermi berat, Komplikasi Intramuskular
36,50C suhu < 35,50C Rujuk segra ke RS PONEK di
Kuning RSUD SoE / RSUD Kefamananu /
RSPP Betun/ Rsud Atambua.............

Bbl < 2500g tanpa Ajarkan ibu memberikan asi


tanda kegawatan dengan benar PONED
BBLR Konseling ibu / keluarga NON
Kunjungan ulang 3 hari untuk PONED
masalah
Pemberian ASI dan berat badan

5. Bayi baru lahir dengan kelainan kongenital

Sumber
Rujuk ke /
Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan Anggaran
Rawat di
tindakan
Sarana Pelayanan
Kesehatan Setiap bayi yang RS PONEK melakukan tindalkan Jampersal
mengindentifikasi memiliki kelainan perawatan bayi dengan kelainan PONEK Mandiri
adanya ada tidaknya kongenital dikirim kongenital dan atau tidakan koreksi Askes
kelainan kongenital kepada RS PONEK serta kelainan penyerta
pada bayi baru lahir
Sarana Pelayanan
Kesehatan
melakukan tindakan
pra rujukan dan
merujuk bayi baru
lahir ke RS PONEK
Setiap Bayi dengan
kelainan kongenital
yang tidak mungkin
diterapi (anencefali)
dilakukan konseling
dan tidak perlu
dirujuk
Konseling keluarga NON
PONED
6. Diare atau dehidrasi
Sumber
Rujuk ke /
Anggaran
Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan Rawat di
tindakan
Tangani sesuai Rencana Terapi C
(Lihat lampiran ) bila akses vena Jampersal
Terdapat 2 atau lebih DEHIDRASI tidak terpasang dalam waktu 5 PONEK Mandiri
TANYAKAN tanda berikut BERAT menit, pasang pipa lambung Askes
Sudah berapa lama? Letargis atau tidak Bila terdapat kondisi lain, tangani
sadar sesuai kebutun
LIHAT DAN RABA Mata cekung Rujuk segra ke RS PONEK di
Apakah Letargis Cubitan kulit perut RSUD SoE / RSUD Kefamananu /
atau tidak sadar? kembali sangat RSPP Betun/ Rsud Atambua............
Apakah gelisah atau lambat > 2 detik
rewel? Terdapat 2 atau
Apakah matanya lebih tanda berikut DEHIDRASI Tangani sesuai Rencana Terapi B PONED
cekung? Gelisah atau rewel RINGAN/ (Lihat lampiran) NON
Cubit kulit perut : Mata cekung SEDANG PONED
berapa lama Cubitan kulit perut Jika terdapat kondisi lain, lakukan
kebalinya? kembali lambat tindakan yang sesuai RUJUK
SEGERA ke PONED PONEKT
Tidak terdapat TIDAK Perawatan rutin bayi baru lahir NON
salah satu diatas DEHIDRASI normal PONED
7. mengantuk/
Hipotermialetargis? dingin yang disertai
Adakah bagian gerakan bayi
badan bayi berwarna kurang dari
merah dan mengeras normal.
(sklerema)?
Apakah gerakan
bayi kurang dari
normal?
8. Kemungkinan berat badan rendah dan atau masalah pemberia asi
Sumber
Rujuk ke /
Tanda / gejala Klasifikasi Tindakan Anggaran
Rawat di
tindakan

TANYAKAN Berat badan rendah BERAT Konseling laktasi


Apakah dilakukan menurut umur BADAN Jika ada makanan / minuman PONEK
inisasi menyusu ATAU RENDAH tambahan, berikan ASI lebih sering; PONED
dini? Ada kesulitan MENURUT makanan / minuman dikurangi NON
Apakah bayi
pemberian ASI UMUR DAN/ kemudian dihentikan PENED
kesulitan dalamATAU ATAU Jika ada celah bibir / langit-langit,
pemberian ASI? ASI diberikan MASALAH nasehati tentang cara pemberian
Apakah bayi diberi kurang lebih 8 hari PEMBERIAN minum
ASI? sehari ATAU ASI Jika ada bercak putih si mulut,
Bila ya, berapa kali
Mendapat makan / berikan anti jamur per oral.
dalam 24 jam? minuman selain
Apakah bayi diberi ASI ATAU
makanan /
Posisi bayi salah Kunjungan ulang 2 hari untuk
minuman selain
ATAU gangguan pemberian ASI atau
ASI? Tidak melekat bercak putih di mulut.
Bila ya, berapa kali
dengan baik ATAU Kunjungan ulang 14 hari untuk BB
dalam 24 jam? Tidak mengisap rendah menurut umur.
Alat apa yangdengan efektif
digunakan? ATAU
Ada luka atau
bercak putih di
LIHAT : mulut ATAU
Tentukan berat Ada cela bibir atau
badan menurut langit-langit
umur? Tidak terdapat
Adakah luka atau salah satu di atas BERAT Pujilah ibu karena telah PONED
bercak putih di BADAN memberikan ASI kepada bayinya NON
mulut? TIDAK dengan benar PENED
Adakah celah
bibir / langit-
langit?
RENDAH
LAKUKAN DAN TIDAK
PENILAIAN CARA ADA
MENYUSUI: MASALAH
Minta ibu PEMBERIAN
menyusui ASI
Amati cara
menetek dengan
seksama

AMATI APAKAH
BAYI MENETEK
DENGAN BAIK:
Lihat apakah posisi
bayi benar
Lihat apakah bayi
melekat dengan
benar?
Lihat dan dengar,
apakah bayi
mengisap dengan
efektif?
IX. LAMPIRAN LAMPIRAN :
Lampiran 1 : Alur pelayanan Ibu Hamil Kelompok A

Ibu Hamil datang ANC ke Sarana Pelayanan Kesehatan

Sarana Pelayanan Kesehatan mengindentifikasi Jenis Kelompok Ibu Hamil

DinKes Kab / Kota menerima Laporan dan Berkoordinasi dengan RS

Sarana Pelayanan Kesehatan melaporkan Ibu Hamil Kelompok A ke DinKes Kab.TTS

DinKes Kab / Kota mengkoordinir cara Transportasi / Rujukan

DinKes Kab / Kota memastikan Ketersediaan Dana untuk Ibu Hamil dan Keluarganya

Sarana Pelayanan Kesehatan mengirim Ibu Hamil Kelompok A ke RS PONEK pada waktu tepat sesuai kasus kehamilan
RS PONEK menyediakan rumah tunggu apabila diperlukan oleh Ibu Hamil Ke

RS PONEK memberikan pelayanan (ANC dan Persalinan ) sesuai kasus k

Sarana Pelayanan Kesehatan memberikan pelayanan kesehatan Lanjutan ( bila perlu)


RS PONEK memulangkan Ibu dan Bayi

DinKes Kab / Kota Menerima Laporan


Sarana hasil Penanganan
Pelayanan Ibu Hamil Kelompok
Kesehatan Melaporkan A
hasil Penanganan Ibu Hamil Kelompok A ke Dinkes Kab / Kota
Lampiran 2 : Alur pelayanan Ibu Hamil Kelompok B1

Ibu Hamil datang ANC ke Sarana Pelayanan Kesehatan

Sarana Pelayanan Kesehatan mengindentifikasi Jenis Kelompok Ibu Hamil

DinKes Kab / Kota menerima Laporan dan Berkoordinasi


Sarana Pelayanan Kesehatandengan RS
menangani persalinan ibu hamil kelompok B1

DinKes Kab / Kota mengkoordinir cara Transportasi / Rujukan

DinKes Kab / Kota memastikan Ketersediaan Dana untuk Ibu Hamil dan Keluarganya

Sarana Pelayanan Kesehatan merujuk Ibu Hamil Kelompok B1 ke RS PONEK


RS PONEK memberikan pelayanan Persalinan sesuai ka

RS PONEK memulangkan Ibu dan Bayi

Sarana Pelayanan Kesehatan memberikan pelayanan kesehatan Lanjutan ( bila perlu)

Sarana
DinKes Kab / Kota Menerima Pelayanan
Laporan Kesehatan Melaporkan
hasil Penanganan Ibu Hamil hasil Penanganan
Kelompok B1 Ibu Hamil Kelompok B1 ke Dinkes Kab / Kota
Lampiran 3 : Alur pelayanan Ibu Bersalin Kelompok B2

Ibu Hamil datang ANC ke Sarana Pelayanan Kesehatan

Sarana Pelayanan Kesehatan mengindentifikasi Jenis Kelompok Ibu Hamil

DinKes Kab / Kota menerima Laporan dan Berkoordinasi dengan RS

Sarana Pelayanan Kesehatan menangani persalinan ibu hamil Kelompok B2

DinKes Kab / Kota mengkoordinir cara Transportasi / Rujukan

DinKes Kab / Kota memastikan Ketersediaan Dana untuk Ibu Hamil dan Keluarganya

Sarana Pelayanan Kesehatan merujuk ibu hamil kelompok


RS PONEK B2 ke Puskesmas
menyediakan PONED
rumah tunggu atau diperlukan
apabila ke RS PONEK
oleh Ibu Hamil

Puskesmas PONED dan RS PONEK memberikan pelayanan Persalinan

Puskesmas
Sarana Pelayanan Kesehatan memberikan pelayanan PONED
kesehatan atau RS
Lanjutan PONEK
( bila perlu) memulangkan Ibu dan B

Din Kes Kab / Kota MenerimaSarana Pelayanan


Laporan KesehatanIbuMelaporkan
hasil Penanganan hasil Penanganan
Hamil Kelompok B2 Ibu Hamil Kelompok B2 ke Dinkes Kab / Kota
Lampiran 4 : Alur pelayanan Ibu BersalinKelompok B3

Ibu Hamil datang ANC ke Sarana Pelayanan Kesehatan

Sarana Pelayanan Kesehatan mengindentifikasi Jenis Kelompok Ibu Hamil

Sarana Pelayanan Kesehatan menangani persalinan ibu hamil Kelompok B

Sarana Pelayanan Kesehatan mengindentifikasi ada atau tidak ada Penyulit pada Persalinan Ibu Hamil Kelom

Sarana Pelayanan Kesehatan melanjutkan Pelayanan Persalinan pada Ibu Hamil Kelompok B13

Sarana Pelayanan Kesehatan memulangkan Ibu dan Bayi

DinKes Kab / Kota Menerima Laporan


Sarana hasil
Pelayanan
Penanganan
Kesehatan
Ibu Hamil
Melaporkan
Kelompok
hasil Penanganan
B3 Ibu Hamil Kelompok B3 ke Dinkes Kab /