Está en la página 1de 3

Andika Pradnyana merupakan mahasiswa yang sudah sangat dikenal oleh mahasiswa Undiksha

dan merupakan salah satu mahasiswa yang gemar menulis PKM (Program Kreativitas
Mahasiswa) yang jarang dilkakukan oleh mahasiswa selain itu Andika juga berkecimpung dalam
dunia seni music tradisional yaitu seni tabuh. Dia adalah Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa
Penalaran dan Karya Ilmia Mahasiswa tahun 2017/2018 di Undiksha dan tergabung dalam
organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa Kesenian Daerah (UKM KESDA). I Ketut Andika
Pradnyana itulah nama lengkapnya, lahir di Nusa Penida, Klungkung pada tanggal 14 Agustus
1996. Dia dibesarkan dalam sebuah keluarga yang boleh dikatakan kurang berkecukupan dalam
ekonomi. Orang tuanya hanya mengandalkan kebutuhan hidup bekerja sebagai petani untuk
memenuhi kebutuhan keluarga.

Hidup di pulau Nusa Penida dirasakan sangat menyenangkan baginya, saya merasa tidak
kecewa dan tidak merasa kalah dengan orang yang hidup di kota, saya bangga dengan Nusa
Penida yang memberikan banyak pengetahuan dan banyak pengalaman. Andika lulusan SD 7
Sakti, SMPN 2 Nusa Penida, dan SMAN 1 Nusa Penida dan sekarang menempuh pendidikan di
Universitas Pendidikan Ganesha

Sejak kecil, Andika Pradnyana dikenal sebagai anak seniman yang selalu berkeliling ngaturang
ngayah megmel. Dari sejak kelas 2 SD hingga lulus SMA sudah menekuni music tradisional.
Salah satu teman dekat Andika yang sekarang juga menjadi teman seperjuangan di rantauan
yaitu Wayan Darnanta, pernah menuangkan cerita tentang Andika bawa pada SMP sampai SMA
bahkan sampai sekarang juga jiwa seni nya tidak pernah luntur bahkan sekarang menekuni
bidang karya tulis dengan memanfaatkan budaya lokal Nusa Penida yang masih sangat kental
membuat Andika mampu mengembangkan ide-ide kreatif itu menjadi sebuah karya tulis, itu
terbukti dengan lolosnya PKM Andika di dikti tahun 2015 dan 2016 tentang Nusa Penida. Tidak
hanya itu Andika juga pernah mendapatkan juara pada lomba-lomba PKM.

Berbekal pengalaman dan pengetahuan seperti itu masih sangat kurang untuk mencapai tujuan
dan cita-cita yang ingin digapainya. Seperti motto hidupnya SEDERHANA NAMUN
BERMAKNA walaupun hanya sebuah hal yang kecil, bahkan sangat sederhana, tetapi itu nyata
dan bermanfaat, maka itu akan bermakna bagi semua orang. Dengan motto seperti itu Andika
berkeinginan untuk bisa berbagi pengalaman untuk mencapai tujuan bersama.