Está en la página 1de 5

G.

Analisa Situasi Ruangan (SWOT)

KET. STRENGTH WEAKNESS OPPORTUNITIES THREAT


M 1. Ruang Muzdalifah dikepalai oleh seorang 1. Kurangnya tenaga kerja di 1. Pegawai ruangan 1. Di ruang Muzdalifah
A kepala ruangan dengan latar belakang ruang Muzdalifah sehingga datang tepat pada masih ada bidan yang
N pendidikan D1 kebidanan yang katim dan karu dapat waktunya saat jam memiliki latar
mempunyai pengalaman kerja di RSI Ibnu menjabat sebagai kerja 10 pegawai belakang D1
Sina sekitar 13 Th. pelaksana. (83%) kebidanan, sedangkan
2. Ruangan Muzdalifah meruakan ruangan 2. Masih adanya bidan dengan 2. Kewenangan kepala rs lain pendidikan
dengan kasus pasien kebidanan yaitu intra latar belakang pendidikan ruangan untuk bidan rata-rata semua
dan postpartum, dengan jumlah dokter D1 di ruangan Muzdalifah. membuat perencanaan sudah DIII.
spesialis anak 4 orang dan obgyn 3 orang. mengenai fasilitas 2. Berdasarkan hasil
3. Bidan diruang Muzdalifah berlatar ruangan. wawancara dengan
pendidikan D1 3 orang , DIII 9 orang dan kepala ruangan ,
DIV 1 orang. beberapa pegawai
4. Jumlah kapasitas tempat tidur sebanyak 14 ruangan ada yang
tempat tidur. tidak melakukan
5. Komunikasi antar tenaga kesehatan tindakan sesuai SOP,
diruang Dahlia sudah terkoordinasi secara kepala ruangan pun
profesional ditandai dengan digunakannya menyarankan perawat
telekomunikasi antar tenaga kesehatan. untuk melakukan
6. Dari 13 kuesioner yang disebarkan kepada tindakan sesuai SOP
bidan, ada sebanyak ( ) bidan yang pernah untuk meningkatkan
mengikuti pelatihan , antara lain berupa kinerja bidan serta
resusitasi neonatus, konseling asi, mampu bersaing
PPGDON (pertolongan pertama gawat secara global dengan
darurat neonatus), tekhnik kanguru. calon-calon bidan
7. Seluruh bidan diruangan Muzdalifah selanjutnya.
memiliki beban kerja antara 160-175 jam
perbulan. Beban kerja ini merupakan
beban kerja yang tinggi , yang artinya
memerlukan tambahan tenaga pada tugas
yang sama.

KET STRENGTH WEAKNESS OPPORTUNITIES THREAT


M 1. Adanya uang tambahan selain gaji pokok 1. Adanya perbedaan 2. Menjadi rumah sakit 1. Tuntutan pelayanan
O di ruang Muzdalifah seperti tunjungan pendapatan dari tiap islam ibnu sina serta kualitas
N fungsional, tunjangan jabatan. petugas ruangan. pekanbaru yang pelayanan yang yang
E 2. Adanya standar keuangan di ruang bermutu, islami dan semakin tinggi sesuai
Y Muzdalifah. dapat ditauladani dengan standar dari
3. Kepala ruangan masyarakat
dilibatkan dalam 2. Status RSI Ibnu Sina
membuat perencanaan sebagai rumah sakit
kebutuhan alat ruangan swasta tipe B yang
Muzdalifah menampung sebagian
besar pasien dari
berbagai kalangan.
KET STRENGTH WEAKNESS OPPORTUNITIES THREAT
M 1. Adanya struktur organisasi dengan model 1. Model asuhan kebidanan 1. Adanya kebijakan 1. Tuntutan pelayanan
E tim sesuai dengan perannya masing- yang digunakan di ruangan kepalaruangan keperawatan yang
T masing. Muzdalifah adalah catatan Muzdalifah untuk professional
O 2. Pembagian shift perawat dibuat perbulan. intra dan post partum serta menyusun perencanaan 2. Meningkatnya
D 3. Komunikasi antara tenaga kesehatan sudah catatan tindakan pasien dan kebutuhan ruangan kesadaran masyarakat
E berjalan dengan baik. catatan evaluasi dari seperti tenaga akan pelayanan yang
4. Adanya pedoman asuhan kebidanan / SOP tindakan ke pasien. Dari kesehatan, alat, dll berkualitas
ruangan. hasil catatan evaluasi 3. Adanya UU
5. Kedisiplinan waktu sesuai standar ruangan pasien belum perlindungan
6. Overan antar shif dapat dilaksanakan tercatat/berjalan secara konsumen
dengan baik oleh perawat. maksimal, data ini 4. Terdapat rumah sakit
7. Adanya lembar kepuasan pasien terhadap didaptkan dari hasil swasta lain dan klinik
tindakan yang telah diberikan di ruang observasi dan wawancara klinik yang dapat
Muzdalifah. dengan kepala ruangan. memberikan
8. Adanya kotak saran di ruang Muzdalifah 2. Dari hasil observasi dan pelayanan yang lebih
guna memajukan kinerja pegawai dan wawancara dengan kepala baik dan tenaga kerja
memajukan kualitas ruangan. ruangan , dalam melakukan dengan fasilitas
pencegahan memadai
penanggulangan infeksi 5. Meningkatnya
belum terjalankan secara kesadaran masyarakat
maksimal seperti cuci akan aspek hukum
tangan.
3. Tempat pembuangan
sampah infeksi dan
noninfeksi masih tercampur
dalam satu tempat. Selain
itu, tempat pembuangan
jarum suntik menggunakan
kardus.

KET STRENGTH WEAKNESS OPPORTUNITIES THREAT


M 1. Kapasitas tempat tidur yaitu 14 Tempat 1. Diruang tindakan tempat 1. Visi Rumah Sakit 1. Terdapatnya RS swasta
A Tidur sampah non infeksi dan termujudnya rumah lain yang memiliki
T 2. Setiap tempat tidur pasien telah memiliki infeksi telah disediakan, sakit islam ibnu sina sarana dan prasarana
E meja dan kursi. namun belum yang bermutu, islami yang lebih baik
R 3. Terdapat kamar tindakan yang berisikan dipergunakan sesuai dan dapat ditauladani. 2. Meningkatnya
I peralatan kesehatan seperti obat dan cairan fungsinya. 2. Adanya kebijakan kesadaran masyarakat
A infus, set infus, baki tindakan,troli pihak RSI Ibnu Sina akan aspek hukum
L tindakan,set GV, bengkok, gunting perban, tentang standar
kasa, kapas,betadine, alcohol, partus perlengkapan ruang
set,laminaria set,vacuum set, curatage set, pasien
tali pusat set.s 3. Kepala ruangan
dilibatkan dalam
membuat perencanaan
kebutuhan alat ruangan