Está en la página 1de 7

TUGAS

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK


PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK

Dosen Pengampu :
Andi Wibowo,SE., M.B.A.,Ak., CA.

Kelas / Kelompok : SA6 / 9

Disusun :

Nanda Agus Syah Putra / 1410108807 Julio Hendra Wijaya / 1410108970

Edwin Kundrat / 1410108887 Yohanes Seni / 1410109137

STIESIA
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia
Surabaya
2017
Tahap setelah operasional anggaran adalah pengukuran kinerja untuk menilai
prestasi manajer dan unit organisasi yang dipimpinnya serta menilai akuntabilitas organisasi
dan manager. Pengukuran kinerja yang handal (reliable) merupakan salah satu faktor kunci
suksenya organisasi.
A. PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK.
Sistem pengukuran kinerja sektor publik adalah suatu sistem yang bertujuan untuk
membantu manajer publik menilai pencapaian suatu strategi melalui alat ukur finansial dan
non-finansial.
Sistem pengukuran kinerja dapat dijadikan sebagai alat pengendalian organisasi, karena
pengukuran kinerja diperkuat dengan menetapkan reward and punishment system.
Maksud dilakukannya pengukuran kinerja sektor publik :
1. Membantu memperbaiki kinerja pemerintah.
2. Pengalokasian sumber daya dan pembuatan keputusan.
3. Mewujudkan pertanggungjawaban publik dan memperbaiki komunikasi kelembagaan.
Kinerja sektor publik bersifat multidimensional, sehingga tidak ada indikator tunggal
yang dapat digunakan untuk menunjukkan kinerja secara komprehensif dan sifat output yang
dihasilkan lebih banyak bersifat intagible output.
Tujuan Sistem Pengukuran Kinerja secara umum adalah :
a. Mengkomunikasikan strategi secara lebih baik (top down dan bottom up);
b. Mengukur kinerja finansial dan non-finansial secara berimbang sehingga dapat
ditelusur perkembangan pencapaian strategi;
c. Mengakomodasi pemahaman kepentingan manajer level menengah dan bawah serta
memotivasi untuk mencapai goal congruence;
d. Sebagai alat untuk mencapai kepuasan berdasarkan pendekatan individual dan
kemampuan kolektif yang rasional.
Manfaat Pengukuran Kinerja adalah :
a. Memberikan pemahaman mengenai ukuran yang digunakan untuk menilai kinerja
manajemen;
b. Memberikan arah untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan;
c. Sebagai media monitor, evaluasi, dan koreksi atas pencapaian kinerja;
d. Sebagai dasar untuk memberikan penghargaan dan hukuman (reward & punishment)
secara obyektif;
e. Sebagai alat komunikasi antara bawahan dan pimpinan;
f. Mengidentifikasi tingkat kepuasan pelanggan;
g. Membantu memahami proses kegiatan instansi pemerintah;
h. Memastikan bahwa pengambilan keputusan dilakukan secara obyektif.

B. PERANAN INDIKATOR KINERJA DALAM PENGUKURAN KINERJA.


Pengukuran kinerja dilakukan dengan mengembangkan variabel kunci yang sudah
teridentifikasi menjadi indikator kinerja. Indikator kinerja dapat berbentuk faktor
keberhasilan utama organisasi dan indikator kunci. Indikator kinerja penting untuk
mengetahui apakah aktivitas atau program telah dilakukan secara efisien dan efektif.
Penentuan indikator kinerja perlu dipertimbangkan komponen berikut :
1. Biaya pelayanan (cost of service);
Indikator biasanya diukur dalam bentuk biaya unit.
2. Penggunaan (utilization);
Indikator penggunaan membandingkan antara supply of service (pelayanan yang
ditawarkan) dengan public demand (permintaan publik)
3. Kualitas dan Standar pelayanan (quality and standards);
Indikator kualitas dan standar pelayanan merupakan indikator yang paling sulit diukur.
4. Cakupan pelayanan (coverage);
Indikator cakupan pelayanan perlu dipertimbangkan apabila terdapat kebijakan atau
peraturan perundangan yang mensyaratkan untuk memberikan pelayanan dengan tingkat
pelayanan minimal yang telah ditetapkan.
5. Kepuasan (satisfaction).
Indikator kepuasan biasanya diukur melalui metode jajak pendapat secara langsung.
C. INDIKATOR KINERJA DAN PENGUKURAN VALUE FOR MONEY.
Value for money merupakan inti pengukuran kinerja pada organisasi pemerintah.
Permasalahan yang sering dihadapi adalah sulitnya mengukur output, karena output yang
dihasilkan tidak selalu berupa output yang berwujud, akan tetapi lebih banyak berupa
intagible output.
Istilah ukuran kinerja (mengacu pada penilaian kinerja secara langsung) pada
dasarnya berbeda dengan istilah indikator Kinerja (mengacu pada penilaian kinerja secara
tidak langsung).
Mekanisme untuk menentukan indikator kinerja sebagai berikut :
Sistem perencanaan dan pengendalian
Spesifikasi teknis dan standardisasi
Kompetensi teknis dan profesionalisme
Mekanisme ekonomi dan dan mekanisme pasar
Mekanisme ekonomi terkait dengan pemberian penghargaan dan hukuman (reward
& punishment) yang bersifat finansial, sedangkan
Mekanisme pasar terkait dengan penggunaan sumber daya yang menjamin
terpenuhinya value for money
Mekanisme sumber daya manusia

Peran indikator kinerja bagi pemerintah antara lain:


Untuk membantu memperjelas tujuan organisasi
Untuk mengevaluasi target akhir (final outcome) yang dihasilkan
Sebagai masukan untuk menentukan skema insentif manajerial
Memungkinkan bagi pemakai jasa layanan pemerintah untuk melakukan pilihan
Untuk menunjukkan standar kinerja
Untuk menunjukkan efektivitas
Untuk membantu menentukan aktivitas yang memiliki efektivitas biaya yang paling baik
untuk mencapai target sasaran
Untuk menunjukkan wilayah, bagian, atau proses yang masih potensial untuk dilakukan
penghematan biaya.

Permasalahan teknis yang dihadapi saat pengukuran ekonomi, efisiensi dan efektivitas
(value for money) organisasi adalah bagaimana membandingkan input dengan output untuk
menghasilkan ukuran efisiensi yang memuaskan jika output yang dihasilkan tidak dapat
dinilai dengan harga pasar. Solusi praktis atas masalah tersebut adalah dengan cara
membandingkan input finansial (biaya) dengan output nonfinansial, misalnya biaya unit (unit
cost statistics).
Sistematika laporan yang dianjurkan adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN
D. PENGUKURAN VALUE FOR MONEY.
Padapokok
Kriteria bab ini disajikan
yang penjelasan
mendasari umum manajemen
pelaksanaan organisasi, dengan penekanan
publik dewasa kepada aspek
ini adalah:
strategis organisasi serta permasalahan utama (strategic issued) yang sedang dihadapi
ekonomi, efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas publik. Tujuan yang
organisasi.
dikehendaki oleh masyarakat mencakup pertanggungjawaban mengenai pelaksanaan value
BAB II PERENCANAAN KINERJA
for money, yaitu: ekonomis (hemat cermat) dalam pengadaan dan alokasi sumber daya,
Pada bab
efisien (berdaya ini diuraikan
guna) ringkasan/ikhtisar
dalam penggunaan sumber perjanjian kinerja arti
daya dalam tahunpenggunaannya
yang bersangkutan.
diminimalkan dan hasilnya dimaksimalkan
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA(maximizing benefits and minimizing costs), serta
efektif (berhasil guna) dalam arti mencapai tujuan dan sasaran.
A. Capaian Kinerja Organisasi
ValuePada
for money
sub babmerupakan konsep
ini disajikan pengelolaan
capaian kinerja organisasi
organisasi sektor
untuk publik
setiap yang
pernyataan
mendasarkan pada kinerja sasaran
tiga elemen strategis
utama, yaitu: Organisasi sesuai dan
ekonomi, efisiensi, dengan hasil pengukuran kinerja
efektivitas.
organisasi. Untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis tersebut dilakukan
Ekonomi : pemerolehan input dengan kualitas dan kuantitas tertentu pada harga yang
analisis capaian kinerja sebagai berikut:
terendah. Ekonomi merupakan perbandingan input dengan input value yang dinyatakan
1. Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun ini;
dalam satuan moneter.
2. Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan
Efisiensi : pencapaian output
tahun laluyang maksimum
dan beberapa dengan
tahun input tertentu atau penggunaan input
terakhir.
yang rendah untuk 3. mencapai
Membandingkan realisasi
output tertentu. kinerjamerupakan
Efisiensi sampai dengan tahun output/input
perbandingan ini dengan target
yang dikaitkan dengan jangka menengah
standard yang
kinerja atau terdapat
target dalam
yang telah dokumen perencanaan strategis
ditetapkan.
organisasi;
Efektivitas : tingkat pencapaian hasil
4. Membandingkan program
realisasi kinerjadengan
tahun target yangstandar
ini dengan ditetapkan.
nasionalSecara
(jika ada);
sederhana efektivitas merupakan
5. Analisis perbandingan
penyebab outcome dengan output.
keberhasilan/kegagalan atau peningkatan /penurunan
kinerja serta alternative solusi yang telah dilakukan;
6. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya;
7. Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan
pencapaian pernyataan kinerja.

B. Realisasi Anggaran
Pada sub bab ini diuraikan realisasi anggaran yang digunakan dan yang telah
digunakan untuk mewujudkan kinerja organisasi sesuai dengan dokumen
perjanjian.

BAB IV PENUTUP

Pada bab ini diuraikan simpulan umum atas capaian kinerja organisasi serta langkah di
E. LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH.
masa mendatang yang akan dilakukan organisasi untuk meningkatkan kinerjanya.
Contoh Format Laporan Kinerja Instansi Pemerintah

LAMPIRAN

1. Perjanjian Kinerja
2. Lain-lain yang dianggap perlu
DAFTAR PUSTAKA
http://sungkemdalem.blogspot.co.id/2013/09/pengukuran-kinerja-organisasi-sektor.html

https://drive.google.com/file/d/0B2vvBcx-oAyedVNiMnY3MUsyV2M/view