Está en la página 1de 8

Wednesday, February 23, 2011

PAKU SUPLIR - ADIANTUM


Tumbuhan suplir merupakan tumbuh-tumbuhan yang berkembang biak
dengan spora

Tumbuhan Suplir dimasukkan dalam golongan tumbuhan paku-


pakuan (Pterydophyta)

Tumbuhan ini masuk kedalam kelompok Pterydophyta karena sudah


dapat dibedakan antara batang, daun, dan akar (sudah berkormus)

Pada umumnya hidup di atas tanah dengan cara bergerombol dan


mempunyai akar serabut yang ujung akarnya dilindungi kaliptra.

Kebanyakan hidup di tempat-tempat yang terlindung (shade fern).


sedang jenis suplir lainnya ada yang dapat hidup di lingkungan yang
agak terbuka.

Sebagai tanaman paku tanah, tanaman suplir memiliki cara


perkembang biakan yang cukup menarik dan unik dibandingkan
dengan tanaman hias lainnya yang berkembang biak mealui biji.

Tanaman suplir berkembangbiak dengan spora.

Spora tersebut terletak pada permukaan daun sebelah bawah.

Dan didalam kelompok paku-pakuan letak spora inilah yang


membedakan jenis tanaman paku yang satu dengan tanaman paku
lainnya.

Kepopuleran tanaman suplir sebagai ta naman hias terletak pada


bentuk daunnya yang sangat menarik dan artistik.

Masing-masing jenis dan kultivar sulplir mempunyai ciri khas dan


keistimewaan yang membedakan antara suplir yang satu dengan
yang lainnya.

Tanaman suplir merupakan salah satu jenis tanaman hias yang


digemari dan popular di Indonesia.

Untuk daerah tropis sesungguhnya agak ironis apabila setiap


jengkal ruang terbuka yang tersisa di beranda atau halaman rumah
tidak dimanfaatkan untuk menumbuhkan tanaman hias atau
pepohonan.
Karena dedaunan yang hijau memproduksi oksigen yang
menyejukkan sekaligus meneduhkan siang yang gerah, maka
rerimbunan tanaman sesungguhnya adalah pasangan yang paling
sesuai bagi teriknya matahari justru demi kenyamanan manusia dan
mahluk hidup lainnya.

DAUN

Daun pada tumbuhan paku suplir beraneka ragam.

Berdasarkan fungsi daun pada tumbuhan paku suplir ini ada dua macam jenis
daun

1. Daun tropophyl (daun untuk fotosintesis saja / Daun steril )

2. Daun sporophyl (daun penghasil spora/ daun fertil ).

Berdasarkan ukurannya tumbuhan paku suplir ada dua macam jenis daun

1. Daun Makrophyl

2. Daun Mikrophyl

Daun Makrophyl

Ukurannya lebih besar

Menyirip ganda sampai beberapa kali dengan urat-urat yang bebas,


rapat, dan pendek

Daun yang makrofil (berdaun besar) dengan posisi yang berseling-


seling serta daun yang menyerupai kipas.

Bentuk daunnya bulat telur (membulat), persegi panjang, delta,


jajar genjang, dan belah ketupat.
Susunan daun tumpang tindih ,bersirip tunggal, bersirip ganda, ada
juga susunan daunnya pada bagian bawah besar sedang pada
bagian ujungnya mengecil sehingga mirip ekor.

Tekstur daun biasanya lembut dan tipis, tetapi ada juga yang keras
dan kaku, dan umumnya berwarna hijau mengkilap.

Pada bagian daun terdapat tulang daun dan telah mempunyai


mesofil (daging daun).

Tangkai daun gundul sekitar 10-20 cm.

Anak daun penempatannya bersaing sepanjang poros sirip.

Daun memiliki mesofil (daging buah), jaringan bunga karang,


jaringan tiang dan jaringan daun.

AKAR

Akar dari tumbuhan ini merupakan rimpang tegak, yang akar


sejatinya semakin menaik atau memanjat.

Akar berupa rhizome beruas pendek yang muncul akar-akar berupa


serabut.

Pada ujung akar dilindungi oleh kaliptra atau tudung akar.

Di belakang kaliptra terdapat titik tumbuh berupa sebuah sel yang


berbentuk bidang empat, yang kearah luar membentuk sel-sel
kaliptra, sedangkan jika menuju kearah dalam membentuk sel-sel
akar.
BATANG

Batang tanaman suplir hitam mengkilat berduri tegak atau semi


tegak dan dijumpai sisik-sisik yang lunak atau keras.

Batang bercabang-cabang dan berupa tongkat (rhizome) yang


terdapat banyak daun dengan tingginya sekitar 0,25-1,3 m.

Susunan anatomi batang terdiri dari epidermis, korteks dan stele.


Pada ujung batang terdapat jaringan meristematik yang membentuk
akar dan batang.

STRUKTUR BATANG
Dalam penampang melintang batang tampak bagian-bagian:

1. Epidermis : terdapat jaringan penguat.

2. Korteks : banyak mengandung ruang antar sel.

3. Silinder pusat : terdiri atas xylem dan floem yang membentuk berkas
pengangkut yang konsentris.

SPORA

Spora terbentuk di dalam kotak spora atau sporangium sebagai alat


reproduksinya yang terkumpul dalam sorus.

Sorus yang bentuknya bermacam-macam dan dilindungi selaput yang disebut


insidium yang terletak pada tepi daun yang terlipat ke bawah dan mempunyai
annulus sebagai mekanisme pengeluaran spora.
Sorus yang masih muda terlindung oleh selaput indusium.

Paku suplir mempunyai sorus bangun ginjal, jorong atau bangun garis,
terletak pada tepi daun yang terlipat ke bawah berfungsi sebagai indisium.

METAGENESIS

Siklus hidup tanaman suplir dimulai dari tanaman yang sudah dewasa yaitu
ditandai dengan jatuhnya spora yang telah matang atau melompat ke luar dari
kotak spora.

Apabila spora tersebut jatuh di tempat yang cocok (tanah yang subur), maka
spora itu akan tumbuh menjadi suatu badan/lembaran hijau yang disebut
prothallium (prothallus).

Prothallus ini biasanya berklorofil, sehingga bisa berasimilasi.

Sedang untuk mengambil makanannya dari dalam tanah prothallus ini akan
menggunakan rhizoidnya.

Pada prothallus ini akan terbentuk gametangium yakni berupa antheridia yang
menghasilkan spermatozoid dan archogenium menghasilkan sel telur.

Selanjutnya dengan perantaraan medium air yang ada disekitar prothallus,


spermatozoid akan bergerak menuju archogonium.

Pertemuan dua sel kelamin ini akan menghasilkan zigot.


Kemudian zigot ini akan terus berkembang membelah diri dan akhirnya
terbentuklah sporophit muda.

Sporophit muda inilah yang akan tumbuh terus menjadi tumbuhan paku yang
kemudian akan menghasilkan spora kembali.

KLASIFIKASI

Kingdom : Plantae

Divisio : Pterodophyta

Classis : Filicinae

Ordo : Polypodiales

Familia : Polypodiceae

Genus : Adiantum

Spesies : Adiantum cuneatum

BERIKUT DISERTAKAN KARAKTER TUMBUHAN PAKU

Penyertaan ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa suplir benar benar tumbuhan
paku hehe

Tumbuhan paku (atau paku-pakuan, Pteridophyta atau Filicophyta),

Tumbuhan paku adalah satu divisio tumbuhan yang telah memiliki sistem
pembuluh sejati (kormus) tetapi tidak menghasilkan biji untuk reproduksinya.

Kelompok tumbuhan ini masih menggunakan spora sebagai alat perbanyakan


generatifnya, sama seperti lumut dan fungi.

Tumbuhan paku (Pteridophyta) adalah divisi dari kingdom Plantae yang


anggotanya memiliki akar, batang, dan daun sejati, serta memiliki pembuluh
pengangkut.

Tumbuhan paku sering disebut juga dengan kormofita berspora karena


berkaitan dengan adanya akar, batang, daun sejati, serta bereproduksi
aseksual dengan spora.

Tumbuhan paku yang mudah kita lihat merupakan bentuk fase sporofit.karena
menghasilkan spora
Tumbuhan paku juga disebut sebagai tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta)
karena memiliki pembuluh pengangkut yaitu xilem dan floem.

Xilem adalah pembuluh pengangkut senyawa anorganik berupa air dan


mineral dari akar ke seluruh bagian tumbuhan.

Floem adalah pembuluh pengangkut nutrien organik hasil fotosintesis dari


daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.

Jadi Tumbuhan paku juga disebut sebagai tumbuhan berpembuluh


(Tracheophyta) karena memiliki pembuluh pengangkut.

Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia, kecuali daerah bersalju


abadi dan daerah kering (gurun).

Total spesies yang diketahui hampir 10.000 (diperkirakan 3000 di antaranya


tumbuh di Indonesia), sebagian besar tumbuh di daerah tropika basah yang
lembab.

Tumbuhan ini cenderung tidak tahan dengan kondisi air yang terbatas,
mungkin mengikuti perilaku moyangnya di zaman Karbon, yang juga dikenal
sebagai masa keemasan tumbuhan paku karena merajai hutan-hutan di bumi.

Serasah hutan tumbuhan pada zaman ini yang memfosil sekarang ditambang
orang sebagai batu bara.

Salah satu anggota dari Pteridophyta ialah

1. Classis Lycopodiinae ( paku kawat atau paku rambat ). Merupakan tumbuhan


liar di pinggir-pinggir jalan, semak belukar atau di hutan-hutan,sering
memanjat di pohon. Tumbuh dari dataran rendah sampai pegunungan dari
ketinggian 100 m sampai 2.000 m di atas permukaan

2. Classis : Filicinae yang kita bahas ini OK

Manfaat apa yang bisa diambil dari tanaman paku ?


Sebagai tanaman hiasan :

Platycerium nidus (paku tanduk rusa)

Asplenium nidus (paku sarang burung)

Adiantum cuneatum (suplir)

Selaginella wildenowii (paku rane)

Sebagai bahan penghasil obat-obatan :


Asipidium filix-mas

Lycopodium clavatum

Sebagai sayuran :

Marsilea crenata (semanggi)

Salvinia natans (paku sampan = kiambang)

Sebagai pupuk hijau :

Azolla pinnata bersimbiosis dengan anabaena azollae (gangang biru)

Sebagai pelindungan tanaman di persemaian :

Gleichenia linearis

Sebagai sumber bahan baku pembentukan batu bara :

Tumbuhan paku yang sudah mati pada zaman purba.