Está en la página 1de 2

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Insersi dan Ekstraksi IUD

2.1.1 Definisi IUD

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) adalah alat kontrasepsi yang terbuat
dari polythylen (plastic) yang halus, dipasang di dalam rahim. (Martosewojo,
samiarti. [et al ]. 1992. Pedoman KB IBI. Jakarta:Pengurus Pusat ikatan Bidan
Indonesia)

AKDR adalah alat kontrasepsi yang dipasang di dalam rahim (Hartanto,


2004). Di mana AKDR terdiri dari bermacam-macam bentuk, terdiri dari plastik
(polietiline), ada yang di lilit tembaga (Cu), ada pula yang tidak. Tetapi ada pula
yang di lilit tembaga bercampur perak (Ag). Selain itu ada pula yang batangnya
berisi hormon progesterone.

IUD atau AKDR ( Alat Kontrasepsi Dalam Rahim ) adalah alat kontrasepsi yang
ditempatkan di dalam rahim, yang terbuat dari plastik khusus yang diberi benang
pada ujungnya,dan terdiri dari beberapa bentuk. IUD/AKDR yang berbentuk spiral
disebut Lippes Loop, yang berbentuk T disebut Copper T mengandung logam atau
tembaga, ada pula yang mengandung hormon.

AKDR adalah Suatu alat atau benda yang dimasukkan ke dalam rahim yang sangat
efektif, reversibel dan berjangka panjang, dapat dipakai oleh semua perempuan usia reproduktif
(Saefuddin,22003)

AKDR atau IUD atau Sepiral adalah suatu alat yang dimasukan ke dalam rahim wanita
untuk tujuan kontrasepsi (Mochtar, 1998)

AKDR adalah suatau usaha pencegahan kehamilan dengan menggulung secarik kertas,
diikat dengan benang lalu dimasukkan ke dalam rongga rahim (Prawirohardjo, 2005)
AKDR atau IUD atau Spiral adalah suatu benda kecil yang terbuat dari plastik yang
lentur, mempunyai lilitan tembaga atau juga mengandung hormon dan dimasukkan ke dalam
rahim melalui vagina dan mempunyai benang (BKKBN,2003)

IUD (Intra Uterine Device) adalah alat kontrasepsi yang disisipkan ke dalam rahim,
terbuat dari bahan semacam plastik, ada pula yang dililit tembaga, dan bentuknya bermacam-
macam. Bentuk yang umum dan mungkin banyak dikenal oleh masyarakat adalah bentuk spiral.
Spiral tersebut dimasukkan ke dalam rahim oleh tenaga kesehatan (dokter / bidan terlatih).
Sebelum spiral dipasang, kesehatan ibu harus diperiksa dahulu untuk memastikan kecocokannya.
Sebaiknya IUD ini dipasang pada saat haid atau segera 40 hari setelah melahirkan (Subrata,
2000:33).

IUD atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) bagi banyak kaum wanita merupakan
alat kontrasepsi yang terbaik. Alat ini sangat efektif dan tidak perlu diingat setiap hari seperti
halnya pil. Bagi ibu yang menyusui, AKDR tidak akan mempengaruhi isi, kelancaran ataupun
kadar air susu ibu (ASI). Karena itu, setiap calon pemakai AKDR perlu memperoleh informasi
yang lengkap tentang seluk-beluk alat kontrasepsi ini (Maryani, 2002).

AKDR merupakan salah satu metode kontrasepsi efektif terpilih (MKET), oleh karena
efektif dalam memberikan perlindungan terhadap terjadinya kehamilan. Biaya pemasangan yang
relatif cukup murah dengan masa pakai yang cukup lama, bahkan sekarang telah dipasarkan
AKDR dengan masa pakai hingga 10 tahun, kesuburan akan segera kembali setelah penghentian
pemakaian metode ini, disamping itu tidak diperlukan motivasi berulang-ulang.