Está en la página 1de 24

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)

Bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SOE


Jl. Bougenville No. 7 SoE Kab. TTS
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SOE
KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

STANDAR PROSEDUR OPASIONAL


Bagian Ilmu Kebidanan dan kandungan

DAFTAR ISI HAL


I. SOP Pemasangan IUD .....................................................................
II. SOP Kontrasepsi Implant (Pemasangan Susuk KB) ..........................
III. SOP Tubektomi ................................................................................

2
RSUD SOE PEMASANGAN IUD
NO. Dokumen No. Revisi Halaman

________________ _____________ 1/2

Tanggal terbit : Tgl. Revisi: Direktur


Rumah Sakit Umum Daerah
09 03 2016 _____________ SoE
STANDAR Kab. Timor Tengah Selatan,
PROSEDUR
OPERASINA
L (SPO)
dr. R. A. KAROLINA TAHUN
Nip. 19750421 200502 2 011

Pengertian : Pemasangan alat kontrasepsi ke dalam rahim dalam masa


reproduksi, dimana AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)
adalah bahan inert sintetik [dengan atau tanpa unsur
tambahan untuk sinergi efektifitas] dengan berbagai bentuk.
Bentuk AKDR yang beredar dipasaran adalah: tulang ikan [MI,
CU250 DAN 375], spiral [lipes loop], sedang unsure tambahan
adalah tembaga [cuprum] hormone [levonor gestrel].

TUJUAN : Mencegah terjadinya


KEBIJAKAN : 1. UU. No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan
2. SK. Menkes Republik Indonesia Nomo : 436 / Menkes / SK /
VI /1993 tentang : Penerapan Standar Pelayanan Medis.
TUGAS : Dokter Spesial Kandunngan, Dokter Umum dan Bidan.
PROSEDUR :
A. Konseling Pra pemasangan
1. Menjelaskan kepada pasien apa yang akan di lakukan
dan mempersilahkan pasien mengajukan pertanyaan
2. Sampaikan kepada pasien kemungkinan akan merasa
sedikit sakit pada beberapa langkah waktu pemasangan
dan nanti akan diberitahu bila sampai langkah tersebut

3
RSUD SOE PEMASANGAN IUD
NO. Dokumen No. Revisi Halaman

________________ _____________

3. Pastikan pasien telah mengosongkan kandungan


kencingnya.

B. Persiapan
1. Siapakan peralatan / instrument dan bahan yang
diperlukan.
2. Pakai sarung tangan steril, kemudian periksa genetalia
ekstrna
3. Lakukan pemeriksaan speculum.
4. Ambil specimen pemeriksaan dari vagina dan serviks
[bila ada indikasi].
5. Keluarkan speculum dan letakan kembali pada tempat
yang telah di sediakan.
6. Lakukan pemeriksaan bimanual
7. Lakukan pemeriksaan rektovaginal [bila ada indikasi]

C. Pemasangan
1. Masukan lengan AKDR ke dalam kemasan sterilnya.
2. Pakai kembali sarung tangan steril yang baru
3. Pasang sepkulum untuk menampilkan serviks
4. Lakukan tindakan aseptik dan antiseptik [secara benar]
pada vagina dan serviks.
5. Secara hati-hati, jepit bibir atas serviks [posisi vertical
pada jam 10 ataua jam 2] dengan tenakulum.
6. Masukan sonde uterus secara perlahanlahan dan hati-
hati, jangan menyentuh dinding vagina atau bibir
spekulum. Tujuan untuk menentukan posisi uterus dan
kedalaman kavum uteri.
7. Masukan AKDR ke kanalis servisis dengan tehnik tanpa
sentuh :
Atur letak leher biru pada tabung inserter sesuai
dengan kedalaman kavum utri, sampai terasa ada
tahanan
Lepas lengan AKDR dengan menggunakan tehnik
menarik. Tarik keluar pendorong.
RSUD SOE PEMASANGAN IUD
NO. Dokumen No. Revisi Halaman

________________ _____________

4
Setelah lengan AKDR lepas, dorong secara perlahan-
lahan tabung inster ke dalam kavum uteri sampai
leher biru menyentuh serviks
Tarik keluar seluruh tabung inserter, jepit benang
AKDR kira-kira 3-4cm dari serviks dan potong benang
AKDR pada tempat tersebut.

Pencabutan AKDR normal


Jepit benang didekat serviks dengan menggunakan
klem lurus atau melengkung yang sudah
didesinfeksitingkat tinggi atau steril
Tarik benang pelan-pelan, tidak boleh menarik denan
kuat [ tarik dengan kekuatan tetap dan cabut AKDR]
Bila benang putus saat di tarik ujung AKDR masih
dapat dilihat maka jepiy ujung AKDR tersebut dan
tidak keluar

Pencabutan AKDR sulit


Bila AKDR tidak tampak, periksa pada kanalis servikasi
dengan menggunakan klem lurus atau lengkung.
Bila benang tidak di temukan pada kanalis servikalis,
masukan klem atau alay pencabut AKDR ke dalam
kavum uteri untuk menjepit benang atau AKDR itu
sendiri
Bila sebagian AKDR sudah di tarik keluar tape
mengalami kesulitan untuk menarik seluruhnya dari
kanis servikalis, putar klem pelan-pelan sampai tetap
menarik selama pasien tidak mengeluh sakit.
Bila pasien mengeluh sakit atau tidak tahan sakit
dapat di lakukan ansestesi umum.
8. Keluarkan tenakulum dan speculum dengan hati-hati.

D. Dekontaminasi dan pencegahan infeksi Pasca


tindakan

E. Konseling Dan Instruksi Pasca Insersi


1. Buat rekam medis
2. Ajarkan pasien secara pemeriksaan mandiri benang
AKDR
RSUD SOE PEMASANGAN IUD

5
NO. Dokumen No. Revisi Halaman

________________ _____________

3. Jelaskan apa yang harus dilakukan bila pasien


mengalami efek samping
4. Informasikan bahwa pasien dapat menghantikan
penggunaan AKDR apabila menginkan atau ada
pertimbangan lain.
5. Lakukan observasi selama 15 menit sebelum
memperbolehkan pasien pulang.
6. Pemberian antibiotik dan analgesik.

UNIT TERKAIT : Rawat Jalan.

RSUD SOE KONTRASEPSI IMPLANT


(PEMASANGAN SUSUK KB)
NO. Dokumen No. Revisi Halaman

6
________________ _____________

Tanggal terbit : Tgl. Revisi: Direktur


Rumah Sakit Umum Daerah
09 03 2016 _____________ SoE
STANDAR Kab. Timor Tengah Selatan,
PROSEDUR
OPERASINA
L (SPO)
Dr. R. A. KAROLINA TAHUN
Nip. 19750421 200502 2 011

PENGERTIAN : Memasukan hormone progestin kedalam tubuh wanita secara


terus-menerus, melalui batang silastik berisis hormone
tersebut yang ditanam didalam lapisan lemak dibawah kulit.

TUJUAN : Mencegah terjadinya kehamilan

KEBIJAKAN : 1. UU. No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan


2. SK. Menkes Republik Indonesia Nomo : 436 / Menkes / SK /
VI /1993 tentang : Penerapan Standar Pelayanan Medis.
tentang : Penerapan Standar Pelayanan RS dan standar
palayanan Medis.

TUGAS : Dokter Spesial Kandunngan, Dokter Umum dan Bidan

PROSEDUR :
A. Konseling Pra pemasangan
1. Bimbingan/ berikan kesempatan pada pasien untuk bertanya tentang
keterangan yang telah diberikan dan tentang apa yang akan dilakukan
pada dirinya.
2. Peragakan peralatan yang akan digunakan serta jelaskan tentang
prosedur yang akan dikerjakan
3. Jelaskan bahwa pasien akan mengalami sedikit rasa sakit saat
penyuntikan zat anestesi lokal, sedangkan prosedur insersinya sendiri
maupun pencabutannya tidak akan menimbulkan rasa nyeri.
4. Prinsip-prinsip dan tata cara pemasangan dan pencabutan inplan secara.
Umum adalah sama, baik inplan yang menggunakan 6 batang [Norplant],
maupun 2 batang [indoplan]
5. Tenangkan hati pasien setelah insersi maupun pencabutan.
RSUD SOE KONTRASEPSI IMPLANT
(PEMASANGAN SUSUK KB)

7
NO. Dokumen No. Revisi Halaman

________________ _____________

B. Persiapan
1. Siapkan bahan dan alat yang akan di gunakan.
2. Persilahkan pasien mencuci seluruh lengan dengan sabun dan air yang
mengalir, serta membilasnya. Pastikan bahwa tidak dapat sisa sabun [sisa
sabun menurunkan efektifitas antiseptic tertentu]
3. Tutup tempat tidur pasien dan menyangga lengan atau meja samping
[ bila ada] dengan kain steril.
4. Persilahkan pasien dengan lengan yang lebih jarang digunakan
[misalnya ; lengan kiri] diletakan pada lengan penyangga atau meja
samping. Lengan harus disangga dengan baik dan dapat digerakan lurus
atau sedikit bengkok sesuai dengan posisi yang disukai klinis untuk
memudahkan pemasangan atau pencabutan.

Untuk Pemasangan :
5. Tentukan tempat pemasangan yang optimal , 8 cm di atas lipatan siku,
gunakan pola [template] dan spidol untuk menandai tempat insisi yang
akan dibuat dan tempat keenam kapsul akan dipasang [bila akan
menggunakan antiseptic yang mengandung alcohol gunakan spidol
dengan tinta permanen].
6. Siapkan tempat dan alat-alat dan buku bungkus steril tanpa menyentuh
alat-alat didalamnya.
7. Buka dengan hati-hati kemasan steril implant dengan menarik kedua
lapisan pembungkusnya danjatuhkan seluruh kapsul dalam mangkok
yang didisenfeksi tingkat tinggi[DTT] atau pada kaki tempat alat-alat.
Pilihan lain adalah dengan mambuka sebagian kemasan dan mengambil
kapsul satu demi satu dengan klem steril atau DTT saat melakukan
pemasangan.

Untuk mencabutan :
8. Raba keamanan/ kedua kapsul untuk menetukan lokasi. Untuk
menentukan tempat insisi, raba [tanpa asrung tangan] ujung kapsul
dekat lipatan siku. Bila tidak dapat meraba kapsul, lihat lokasi
pemasangan pada rekam medis.
9. Pastikan posisi dari setiap kapsul dengan membuat tanda pada kedua
ujung setiap kapsul dengan menggunakan spidol.

RSUD SOE KONTRASEPSI IMPLANT


(PEMASANGAN SUSUK KB)
NO. Dokumen No. Revisi Halaman

8
________________ _____________ 1/2

10.Siapkan tempat alat-alat dan buka bungkus steril tanpa menentu alat-alat
di dalamnya.

C. Untuk pencegahan infeksi dan tindakan sebelumnya


1. Cuci tangan dengan sabundan iar, keringkan dengan kain bersih.
2. pakai sarung tangan atau DTT [ganti sarung tangan untuk setiap pasien
guna mencegah kontaminasi silang]
3. Atur alat dan bahan-bahan sehingga muda dicapai serta hitung kapsul
untuk memastikan jumlahnya [sebelum pemasangan].

Untuk Pemasangan :
1. Usapkan tempat insisi dengan larutan antiseptik. Gunakan klem steril atau
DTT untuk memegang kasa berantiseptik. Mulai mengusap dari tempat
yang akan dilakukan kea rah luar dengan gerakan melingkar sekitar 8- 13
cm dan biarkan kering [sekitar 2 menit] sebelum memulai tindakan.
2. Bila ada gunakan kain penutup [doek] berlubang untuk menutupi lengan.
Lubang tersebut harus cukup lebar untuk memaparkan lokasi kapsul.
Dapat juga dengan menutupi lengan dibawah tempat kapsul terpasang
dengan menggunakan kain steril.
3. Setelah memastikan pasien tidak alergi terhadap obat anestesi[dari
anamnesis] isi alat suntik dengan 3 ml obat anstesi [1% tanpa epinefrin].
Masukan jarum tepat di bawah kulit pada tempat insisi akan dibuat,
kemudian lakukan aspirasi untuk memastikan jarum tidak masuk ke
pembuluh darah. Suntikan sedikit obat anestesi untuk membuat
gelembung kecil di bawah kulit. Masukan jarum secara hati-hati di bawah
ujung kapsul pertama sampai lebih kurang sepertiga kapsul [1 cm] untuk
mengangkat ujung kapsul. Tanpa mencabut jarum, geser, ujung jarum dan
masukan ke bawah kapsul berikutnya.
4. Sebelum memulai, sentuh tampat insisi dengan ujung jarum atau scalpel
untuk memastikan obat anestesi telah berkerja.

Untuk Pencabutan
1. Usap tempat pencabutan dengan kasa antiseptic. gunakan klem steril
atau DTT untuk memegang kasa tersebut. mulai mengusap dari tempat
yang akan dilakukan insisi kea rah luar dengan gerakan melingkar sekitar
8-13 cm dan biarkan kering (sekitar 2 menit) sebelum memulai tindakan.
RSUD SOE KONTRASEPSI IMPLANT
(PEMASANGAN SUSUK KB)
NO. Dokumen No. Revisi Halaman

9
________________ _____________

2. Bila ada gunakan kain penutup [doek] berlubang untuk menutupi lengan.
Lubang tersebut harus cukup lebar untuk memaparkan lokasi kapsul.
Dapat juga dengan menutupi lengan dibawah tempat kapsul terpasang
dengan menggunakan kain steril.
3. Setelah memastikan pasien tidak alergi terhadap obat anastesi (dari
anamnesis) isi alat suntik dengan 3 ml obat anastesi 1% (tanpa apinefrin).
Masukan jarum tepat bawah kulit pada tempat insisi akan dibuat,
kemudian lakukan aspirasi untuk memastikan jarum tidak masuk ke
pembuluh darah. Suntikan sedikit obat anastesi untuk membuat
gelembung kecil dibawah kulit, masukan jarum secara hati-hati di bawah
ujung kapsul pertama sampai lebih kurang sepertiga panjang kapsul
(1cm), tarik jarum pelan-pelan sambil menyuntikan obat anastesi (kira-
kira 0.5 ml) untuk mengangkat ujung kapsul. Tanpa mencabut jarum,
geser ujung jarum dan masukan kebawah kapsul berikutnya.
Ulangi proses ini sampai seluruh ujung keenam kapsul terangkat. Bila
perlu dapat ditambahkan lagi anastesi, selama berlangsungnya proses
pencabutan.
4. Sebelum memulai, sentuh tempat insisi dengan ujung jarum atau skapel
untuk memastikan obat anastesi telah bekerja.

D. Pemasangan kapsul dan pencabutan kapsul


Pemasangan kapsul
1. Pegang skapel dengan sudut 45 0, buat insisi dangkal hanya untuk
sekedar menembus kulit.
2. Trokar harus dipegang ujung yang tajam menghadap ke atas. Ada 2
tanda pada trokar: tanda (1) dekat pangkal menunjunkan batas trokar
dimasukan ke bawah kulit sebelum memasukan setiap kapsul. Tanda(2)
dekat ujng menunjukan batas trokar yang harus tetap dibawah kulit
setelah mamasang setiap kapsul.
3. Dengan ujung yang tajam menghadap ke atas dan mendorong di
dalamnya masukan ujung trokar melalui luka insisi dengan sudut kecil.
Mulai dari kiri atau kanan pada pola seperti kipas, gerakan trokar ke
depan dan berhenti saat ujung tajam seluruhnya berada dibawah kulit
[2-3 mm dari akhir ujunng tajam]. Jika terdapat tahanan , coba dari
sudut lainnya.

RSUD SOE KONTRASEPSI IMPLANT


(PEMASANGAN SUSUK KB)
NO. Dokumen No. Revisi Halaman

10
________________ _____________

4. Untuk meletakan kapsul tepat di bawah kulit, angkat trokar keatas,


sehingga kulit terangkat. Masukan trokar perlahan-lahan dan hati-hati
ke arah tanda (1) dekat pangkal. Masukannya trokar akan lancar bila
berada di bidang yang tepat di bawah kulit.
5. Saat tokar masuk sampai tanda (1) cabut pendorong trokar.
6. Memasukan kapsul pertama ke dalam trokar. Gunakan ibu jari dan
telujuk atau pinset atau klem untuk mengambil kapsul dan memasukan
ke dalam trokar. Bila kapsul diambil dengan tangan pastikan sarung
tangan tersebut bebas dari bedak pertikel lain.
7. Dorong kapsul sampai seluruhnya masuk ke dalam trokar dan masukan
kembali pendorong.
8. Gunakan pendorong untuk mendorong kapsul kea rah ujung trokar
sampai terasa ada tahanan.
9. Pegang pendorong dengan erat di tempatnya dengan satu tangan
menstabilkan. Tarik tabung trokar dengan menggunakan ibu jari dan
telunjuk kea rah luka insisi sampai tanda (2) muncul di tepi insisi dan
pangkalnya menyentuh pegangan pendorong. Menjaga pendorong
tetap di tempatnya dan tidak mendorong kapsul ke jaringan.
10.Saat pangkal trokar menyentuh pegangan pendorong, tanda (2) harus
terlihat di tepi luka insisi dan kapsul saat itu keluar dari trokar tepat
berada di bawah kulit. Raba ujung kapsul untuk memastikan kapsul
sudah keluar seluruhnya dari trokar.

Pencabutan kapsul
1) Metode standar :
Tentukan lokasi insisi yang mempunyai jarak sama dari ujung bawah
semua kapsul (dekat siku), kira-kira 5 mm dari ujung bawah kapsul.
Bila jarak sama maka insisi dibuat pada tempat insisi pada waktu
pemasangan. Sebelum menentukan lokasi, pastikan tidak ada ujung
kapsul yang berada dibawah insisi lama.
Pada lokasi yang sudah dipilih, buat insisi melintang yang kecil lebih
kurang 4 mm dengan menggunakan skapel.
Mulai dengan mencabut kapsul yang mudah diraba dari luar atau
yang terdekat tempat insisi.

RSUD SOE KONTRASEPSI IMPLANT


(PEMASANGAN SUSUK KB)
NO. Dokumen No. Revisi Halaman

________________ _____________

11
Dorong ujung kapsul kea rah insisi dengan jari tangan sampai ujung
kapsul tampak pada luka insisi, masukan klem lengkung (musquito
atau crile) dengan lengkungan jepitan mengarah ke atas, kemudian
jepit ujung kapsul dengan klem tersebut.
Masukan klem lengkung melalui luka insisi dengan lengkungan
jepitan mengarah ke kulit, teruskan sampai berada dibawah ujung
kapsul dekat siku. Buka dan tutup jepitan klem untuk memotong
secara tumpul jaringan parut yang mengelilingi ujung kapsul. ulangi
sampai ujung keenam kapsul seluruhnya bebas dari jaringan parut
yang mengelilinginya (mudah digerakan).
Dorong ujung kapsul pertama sedekat mungkin pada luka insisi.
Sambil menekan (fiksasi) kapsul dengan jari telunjuk dan jari
tengah, masukan lagi klem lengkung (lengkungan jepitan mengarah
ke kulit), sampai berada di bawah ujung kapsul, jepit kapsul yang
dekat ujungnya (5-10 mm) dan secara hati-hati tarik keluar melalui
luka insisi.
Bersihkan dan buka jaringan ikat yang mengelilingi kapsul dengan
cara menggosok-gosok pakai kasa steril untuk memaparkan ujung
bawah kapsul. Cara lain bila jaringan ikat tidak bias dibuka dengan
cara menggosok-gosok pakai kasa steril, dapat dengan
menggunakan skapel secara hati-hati. Untuk mencegah
terpotongnya kapsul, gunakan sisi yang tidak tajam dari skapel
waktu membersihkan jaringan ikat yang mengelilingi kapsul.
Jepit kapsul yang sudah terpapar dengan menggunakan klem kedua.
Lepaskan klem pertama dan cabut kapsul secara pelan dan hati-hati
dengan klem kedua.
Kapsul Akan muda dicarut oleh karena jaringan ikat yang
mengelilinginya tidak melekat pada karet silicon. Bila kapsul sulit
dicabut, pisahkan secara hati-hati sisa jaringan ikat yang melekat
pada kapsul dengan menggunakan kasa scalpel.
Pilih kapsul berikutnya yang tampak paling mudah dicabut. Gunakan
tehnik yang Sama untuk mencabut kapsul berikutnya.
Sebelum mengakhiri tindakan, hitung untuk memastikan keenam
kapsul sudah dicabut. Tunjukan keenam kapsul tersebut pada pasien
untuk meyakinkan pasien.

RSUD SOE KONTRASEPSI IMPLANT


(PEMASANGAN SUSUK KB)

12
NO. Dokumen No. Revisi Halaman

________________ _____________ 1/2

2) Metode pencabutan tehnik U


Klem yang di pakai mencabut kapsul pada tehnik U merupakan
modifikasi klem yang digunakan untuk vasektomi tanpa pisau
dengan diameter ujung klem diperkecil dari 3,5 menjadi 2,2 mm.
Tentukan lokasi insisi pada kulit diantara kapsul 3dan 45 mm dari
ujung kapsul dekat siku.
Buat insisi kecil [4 mm] memanjang sejajar di antara sumbu panjang
kapsul dengan menggunakan skalpel.
Masukan ujng klem pemegang implant norplant secara hati-hati
melalui luka insisi.
Fiksasi kapsul yang letaknya paling dekat dengan luka insisi dengan
jari telunjuk sejajar panjang kapsul.
Masukan kapsul lebih dalam sampai ujungnya menentu kapsul, buka
klem dan jepit kapsul denngan sudut yang tepat pada sumbu
panjang kapsul 5mm diatas ujung bawah kapsul. Setelah kapsul
terjepit tarik kearah bawah insisi dan balikan pegangan klem 180 0
kearah bahu pasien untuk memaparkan ujung bawah kapsul.
Bersihkan kapsul jaringan ikat yang mengelilinginya dengan
menggosok-gosok menggunakan kasa steril/scalpel untuk
memaparkan ujung bawah kapsul sehingga muda dicabut.
Gunakan klem lengkung [mosquito atau crile] untuk menjepit
kapsulyang sudah terpapar.lepaskan klem pemegang norplant dan
cabut kapsul dengan pelan-pelan dan hati-hati.letakan kapsul yang
telah dicabut dalam mangkok kecil yang berisi kalorin 0,5% untuk
dekomtaninasi sebelum dibuang.
Pencabutan kapsul berikutnya adalah yang tampak paling muda
cabut. Gunakan teknik yang sama untuk mencabut kapsul
berikutnya.

3) Metode pencabutan teknik Pop Out


Metode ini tampa menggunakan klem.teknik ini dapat mengurangi
rasa sakit maupun pendarahan dan luka insisi lebih kecil.demikian
pula trauma / pendarahan dibawah kulit lebih sedikit dan jaringan
perut yang terjadi sangat kecil. teknik ini juga akan mempengaruni
resiko robek pada kapsul selama pencabutan
Raba tempat pencabutan secara hati-hati untuk menentukan
memandai kapsul. Cuci tangan dan pakai sarung tangan steril atau
RSUD SOE KONTRASEPSI IMPLANT
(PEMASANGAN SUSUK KB)
NO. Dokumen No. Revisi Halaman

13
________________ _____________

DTT. Usap lengan dengan larutan anti septic dan sunktikan obat
anastesi lokal seperti yang telah diuraikan sebelumnya.
Raba ujung-ujung kapsul didaerah dekat siku untuk memilih salah
satu kapsul yang lokasinya terletak ditengah-tengah dan
mempunyai jarak yang sama dengan ujung kapsul lainnya. Dorong
ujung bagian atas kapsul [dekat bahu pasien]yang telah dipili tadi
dengan menggunakan jari. Pada saat ujung bawah kapsul [dekat
siku] tampak jelas dibawah kulit,buat insisi kecil [2-3mm]diatas
ujung kapsul dengan menggunakan skalpel
Lakukan penekanan dengan menggunakan ibu jari dan jari tengah
lain pada ujung bagian bawah kapsul untuk membuat ujung kapsul
tersebut tepat berada dibawah tempat insisi.
Masukan ujung tajam scalpel kedalam luka insisi sampai merasa
menyentu ujung kapsul. Potong jaring ikat yang mengelilingi ujung
kapsul sambil tetap memasukan pasul dengan ibu jari dan jari
telunjuk.
Tekan jaringan ikat yang sudah terpotong tadi dengan kedua ibu jari
sehingga ujung bawah kapsul terpapar keluar
Tekan sedikiit ujung atas kapsul [dekat bahu] sehingga kapsul
muncul [pop out] pada luka insisi dan dengan muda dapat dipegang
dan cabut. Setelah kapsul pertama berhasil dicabut, kapsul
berikutnya akan muncul dengan menggunakan teknik yang sama.

Kapsul yang sulit di cabut :


Raba kedua ujung kapsul dengan jari telunjuk dan jari tengah. Letak
jari tengah pada ujung kapsul yang dekat bahu dan jari telunjuk
pada ujung kapsul yang dekat siku, kemudian dorong kapsul sedekat
mungkin kearah insisi.
Masukan klem lengkung kedalam luka insisi sampai ujung jepitan
klem berada dibawah kapsul dengan kedua jari tetap menekan
ujung-ujung kapsul untuk memfiksasi
Jepit kapsul dari bawah dengan klem lengkung.
Jangan mencoba untuk menarik kapsul keluar oleh karena ujung
klem yang sekarang masuk kedalam luka insisi 1-2cm. Sambil
meneruskan mendorong ujung kapsul kearah insisi, balikan [flip]
pegangan klem

RSUD SOE KONTRASEPSI IMPLANT


(PEMASANGAN SUSUK KB)
NO. Dokumen No. Revisi Halaman

14
________________ _____________ 1/2

1800 kearah bahu pasien dan kemudian pegang klem dengan tangan
yang berlawanan.
Bersikan dan buka jaringan ikat yang mengelilingi kapsul dengan
mengosok-gosokan pakai kasasteril/ skalpel untuk memaparkan
ujung kapsul.
Setelah jaringan ikat yang mengeli kapsul terbuka, gunakan klem
kedua untuk menjepit kapsul yang yang sudah terpapar. Lepaskan
klem pertama dan cabut kapsul dengan klem kedua.
Sisa kapsul yang sulit dicabut dengan menggunakan teknik yang
sama. Bila perlu ditambahkan lagi anastesi lokal untuk mencabut
mencabut sisa kapsul.
Kadang-kadang kapsul tidak dapat dicabut semua dicabut semuanya
pada kunjungan pertama.jangan paksakan untuk mencabut 1atau 2
kapsul sisa yang sulit dicabut bilah seluruh kapsul tidak bisa dalam
waktu 20-30 menit atau pasien tampak gelisa meka hentikan
tindakan pencabutan, memulangkan pasien dan meminta datang
kembali bila luka insisi telah benar-benar sembuh [4-6 minggu].

Kapsul yang tidak dapat diraba :


Untuk menentukan lokasi kapsul yang dipasang terlalu dalam
sehingga tidak bisa diraba dengan jari adalah menggunakan sinar X
dan ultrasound.

Kapsul yang putus :


Diperlukan insisi baru diujung atas kapsul [dekat bahu] pada
pencabutan kapsul yang yang sudah putus sehingga sisa kapsul
tersebut dapat dicabut.

Pemasangan kedua [lepas-pasang]


Kapsul yang baru dapat dipasang melalui insisi dan arah yang sama
dengan yang terdahulu
Dapat juga kapsul dipasang dengan arah yang berlawanan.saat
memasang kapsul, pastikan kapsul tidak terpasang terlalu dekat
periksa adanya perdarahan tutup daerah pemasangan dengan
pembalut untuk memastikan dan mengurangi memar [perdarahan
subkutan].
RSUD SOE KONTRASEPSI IMPLANT
(PEMASANGAN SUSUK KB)
NO. Dokumen No. Revisi Halaman

15
________________ _____________

Dengan suku karena akan menggangu gerakan siku


Insisi baru hanya dilakukan bila terlalu banyak jaringan ikat yang rusak
pada tempat pemasangan pertama atau bila tidak ada tempat yang
cukup antara tempat insisi dan lipatan siku.
Bila pada tempat pencabutan tidak memungkinkan untuk dipasang lagi
atau atas permintaan pasien, maka pemasangan satu set kapsul yang
baru dapat dilakukan pada lengan yang lain.

E. Tindakan setelah pemasangan dan pencabutan kapsul.


1. Menutup luka insisi
Temukan tepi kedua insisi dan gunakan band aid atau plester dengan
kasasteril untuk luka insisi. Luka insisi tidak perlu dijahit dapat
menimbulkan jaringan pada perut.
2. Perawatan pasien
Buat catatan pada rekam medic tempat pemasangan kapsul dan
kejadian tidak umum yang mungkin terjadi pada saat pemasangan.
Amati pasien 15-20 menit untuk kemungkinan pendarahan dari luka
insisi atau efek lain sebelum memulangkan pasien. Beri petunjuk
secara tertulis mengenai perawatan luka insisi setelah pemasangan.

F. Pemasangan implant IMPLANON


Inserter yang digunakaan telah berisi 1 (satu) buah kapsul didalamnya dan
hanya untuk satu kali pakai. Kemasan inserter tersebut menyerupai alat
suntik.
1. Persiapkan tempat pemasangan dengan larutan antiseptic.
2. Tentukan tempat pemasangan yang optimal,8 cm diatas lipatan siku pada
bagian dalam lengan di alur otot biseps dan terips. Gunakan spidol untuk
menanandai dengan membuat garis sepanjang 6-8
3. Setelah memastikan [anamnesis] tidak alergi terhadap obet anestesi, isi
alat suntik dengan 2 ml obat anestesi [1% tampa epinefrin] dan di
suntikan tepat dibawah kulit sepanjang jalur pemasangan pemberian
anestesi juga dapat dilakukan dengan semprotan.
4. Keluarkan inserter dan kemasannya. Regangkan kulit di tempat
pemasangan dan masukan jarum insterter tepat dibawah kulit.

RSUD SOE KONTRASEPSI IMPLANT


(PEMASANGAN SUSUK KB)
NO. Dokumen No. Revisi Halaman

16
________________ _____________

sampai masuk seluruh panjang jarum insterter. Untuk


meletakan kapsul tepat dibawah kulit, angkat jarum inseter
keatas, sehingga kulit terangkat.
5. Lepaskan segel inseter dengan menekan penopang pendorong
inseternya
6. Putar pendorong 900 atau 1800 dengan memperhatikan
pendorong inseter tetap di atas lengan.
7. Dengan tanggan yang lain secara perlahan tarik jarum keluar
dari lengan sambil tetap mempertahankan penopang inseter di
tempatnya.

UNIT TERKAIT : Rawat Jalan

17
RSUD SOE TUBEKTOMI
NO. Dokumen No. Revisi Halaman

________________ _____________

Tanggal terbit : Tgl. Revisi: Direktur


Rumah Sakit Umum Daerah
09 03 2016 _____________ SoE
STANDAR Kab. Timor Tengah Selatan,
PROSEDUR
OPERASINA
L (SPO)
Dr. R. A. KAROLINA TAHUN
Nip. 19750421 200502 2 011

PENGERTIAN : Tindakan oklusi pengambilan saluran telur wanita untuk


mencegah proses fertilisasi. Tindakan tersebut dapat
dilakukan setelah persalinan atau masa interval. Waktu
terbaik untuk melakukan tubektomi pascapersalinan adalah
tidak lebih dari 48 jam sesudah melahirkan karena posisi tuba
mudah dicapai dari subumbilikus dan rendahnya resiko
infeksi. Bila masa 48 jam pasca persalinan terlampaui pilih
untuk memilih tubektomi dilakukan setelah 6-8 minggu
persalinan atau pada masa interfal.
TUJUAN : Mencegah proses fertilisasi secara permanen
KEBIJAKAN : 1. UU.no.23 tahun 1992 tentang kesehatan
2. SK Menkes Republik Indonesia Nomor:
436/Menkes/SK/VI/1993 Tentang: Penerapan Standar
Pelayanan RS dan Standar Pelayanan Medis.
3. SK. Direksi PT.RSPS No: Um.5.02.KPTS/2/17/RSPS-
2005,tanggal 13 juni 2005 tentang: Pembentukan Tim
Akreditasi PT.RSPS
PETUGAS : Dokter spesialis kandunjgan,dokter anestesi,dan petugas
kamar operasi.
PROSEDUR :
A. Persetujuan Tindakan Medik
B. Konseling Prabedah
1. Kenalkan diri anda dan sapa pasien dengan hangat
2. Tanyakan kepada pasien jumblah anak dan riwayat obstetrinya
3. Telah catatan mediK untuk kemungkinan kontraindikasi

18
RSUD SOE TUBEKTOMI
NO. Dokumen No. Revisi Halaman

________________ _____________

4. Jelaskan tentang teknik operasi, anestesiumum/ lokal dan


kemungkinan rasa sakit seratidak enak selama operasi [bila
anestesi lokal]
5. Jelaskan bahwa operasi akan berjalan singkat

C. PERSIAPAN PRABEDAH
1. Instrumen dan medika mentosa
2. Pasien
3. Operator dan asisten

D. PENCEGAHAN INFEKSI SEBELUM TINDAKAN [ASEPSIS DAN


ANTISEPTIK]
1. Pakai pakayan kamar operasi,topi,dan masker
2. Cuci dan sikat tangan dengan larutan anti septic selama 3 menit
3. Keringkan dan memakai gaun bedah serta sarung tangan steril
atau desinfeksi tingkat tinggi [DTT].
4. Lakukan tindakan aspsis [betadin atau jodiun alkoho] pada
tempat insisi dengan gerakan melingkar dari tengah keluar,
tutup dengan kain steril berlubang di tengah.
Untuk tubektoni masa interval atau sterillisasi dengan laparaskopi
sebelum lakukan asepsi pada tempat insisi, dilakukan pemeriksaan
pelvic dan fikasi uterus :
Usap genetalia eksterna dan perium dengan kasa berantiseptik
dan lakukan keterisasi.
Lakukan pemeriksaan pelvic secara manuhal nilai posisi dan
terus serta kelainan pelpvik.
Pasang speculum dan lnilai serviks dan fagina kemudian lakukan
tindakan apsepsi pada porsio dan vagina.
Pasang tenak kulum pada jam 12 dan lakukan sondese.
Pasang elevator uterus,bila posisi uterus retlofreksi, harus di
ubah menjadi antifleksi.
Ikatkan gagang elefator pada gagang tenak kulum untuk
memperhatikan posisi terus.
Lepas sarung tanngan, pakai gaun operasi dan sarung tangan
steril.
Selanjutnya seperti nomor empat diatas.

RSUD SOE TUBEKTOMI


NO. Dokumen No. Revisi Halaman

19
________________ _____________

E. TINDAKAN PEMBEDAHAN
1. Anestesi umum: dilakukan oleh dokter anestesi dan penata
anestesi
2. Anestesi lokal:
Minta lidokain 1% lignokain 2% dalam seprit 10 ml dan beritau
pasian akan diladikan anestesi lokal.
Teruskan jarum intrakutan pada titik yang telah ditentukan
pada dinding perut tempat insisi infiltrasikan 0,5 ml lidokain
1% lidokain/ 2% hingga tampak benjoban pada kulit.
infilikasikan lidokain 1%/ lidokain 2% ke subkutis pada tempaot
insisi/lingkaran bawah umbilicus [pada tubesktomi pasca
persalinan/ sterileswasi dengan laparroskopi] dengan masing-
masing 1-1,5 ml kelateran kiri dan kanan,jugah kearah atas
dan bawah.
Cabut jarum dan serahkan semprit pada asisten, kemudian uji
hasil anastesi dengan menjepit memakai pinset bedah bergigi
[pinset sirurgis]

Tubektomi Pasca Persalinan


3. Membuka dinding perut dan tindakan pada tuba [cara pomeroy]
Lakukan insisi melintang pada kulit dan jasringa subkutan
sepanjang 2-3 cm tepat dibawah pusar secara lapis demi
lapis.
Masukan bila retroktor kearah atas dan bawah hingga tampak
fanchia.
infilikasikan lidokain 1%/ lidokain 2% sejumblah 2-3 Mlpada
fascia
Jepit fascia-peritoneum dengan klem/kocher dengan arah
atas-bawah kemudian gunting fascia-peritoneum perlembar
gunting diantara kedua klem/kocher
Masukan ujung gunting pada sayatan fascia- peritoneum
perlembar, gunting fascia-peritoneum kearah lateran kiri dan
kanan sehingga visualisasi abdomen menjadi lebih baik.
Dengan ujung bila rekrator, terik fascia- peritoneum,
lepaskankedua klem/ kocher, lakukan orientasi lapangan
operasi.
Lakukan orientasi lapangan operasi,dengan cara mengeser
rekratordan mendorong leteres terus. Coba kenali terus,
tubuh dan jaringan sekitarnya

20
Getaran refraktor kearah tubuh yang akan dicapai dan
geraakan dinding leteran terus kearah medial sehingga
tampak kornu dan tuba. Jepit tuba atau saluran telur [setelah
tampil] dengan menggunakan pingset anatonis panjang.
Bila manuver refraktor dan pendorongan dinding lateran
tidak dapat untuk menampilkan tuba, gunakan pengait
tuba.
Bila tidak tersedia pengait tuba, gunakan jari telunjuk untuk
menampilkan tuba. Setelah terlihat jelas, ambil tuba
tersebut dengan pinset anatonis panjang.
Jepit tuba dengan pingset antomis kemudian telusuri hingga
dipastikan bahwa bagian ujungnya adalah fimbriae.
Setelah dipastikan tuba, ambil bagian tengah [pars isthmika]
dengan klem babcock dan keluarkan dari kavum abdomen
melalui luka insisi
Tusukan jarum bulat dengan benang kromik catgut no 1/0
pada jarak 2cm dari puncak lingkungan tuba. Lakukan
pengikatan tuba secara
Angkat delapan dengan simpul kunci, kemudian potong tuba
diantara simpul jepitan babcock [perhatikan hemostasi
ikatan].
Periksa perdarahan pada tungul tuba dan perikisa lumen tubu
untuk menyakini tuba telah terpotong.
Bila ikatan baik dan tidak ada perdarahan,potong benang 0,5
cm dari simpul ikatan
Masukan kembali tuba kedalam rongga perut,atur kembali
gerakan refraktor dan dinding lateral terus sehingga dapat
memunculkan tuba sisi yanhg lain.lakukan tindakan yang
sama hinga selesai
Setelah kedua tuba diikat, dipotong dan dikemlbalikan ke
dalam ronga perut jberisi sisa darah pada dinding perut.
Lihaat kembali posisi pada ronga perut.Keluarkan bahan habis
pakai [kasa gunting/ benang pengantung, jika digunakan]
atau instrument.

Tubektomi masa Interfal


1) Membuka Dinding Perut :
Lakukan melinjtang pada kulit dan jaringan subkutan
sepanjang 3 cm pada tempat yang telah di tentukan [2-3 cm
di atas simfisis pubis]
Pisahkan jaringa subkutan secara tumpul [dengan rekraktor]
sampai terlihat fascia.
Infilterasikan lidokain 1%/lingnokain 2% kefascia sebanyak 2-3
ml
Jepit fascia dengan kocher pada dua tempat dalam arah
vertical [atas-bawah] kemudian gunting fascia diantara kedua

21
RSUD SOE TUBEKTOMI
NO. Dokumen No. Revisi Halaman

________________ _____________ 1/2

kocher dan perlebar sayatan fascia kekiri dan kekanan hinga


pampak lapisan otot.
Pisahkan jaringan otot secara tumpul pada garis tengah
dengan jari telunjuk atau klem arteri, tarik kelateran kiri dan
kanan sehingga tempak peritoneum infiltrasi anastesi lokal 2-
3 ml sambil menarik jarum. [bila dengan anastesi lokal]
Minta asisten menarik uterus [dengan manipulator] kearah
lobang insisi sehingga peritoneum menonjol ke atas,
kemudian jepit peritoneum dengan dua klem, transulinasi
untuk identifikasi, sisihkan oementun dan usus dari
peritoneum mengunakan sisi luar gunting [bagiantumpul].
Setelah dipastikan jarum lain [intraabdomen] tidak ada yang
terjepit gunting peretinium diantarta dua klem sehingga
kalvum pelvis terbuka, terluas penguntingan [keatas dan
kebawah sampai batas peritoneum vesika orinari] hinga dapat
dilalui oleh kedua bila rekraktor
Lepaskan jepitan klem, tarik rekraktor sehingga operator
dapat melakukan orientasi dan fisualisasi intra abdomen.
Bila omentum menghalangi lapangan pandang, gunakan kasa
gulung, jepit ujung kasa dengan klem.
2) Mencapai dan tindakan pada tuba [cara pomeroy]
Minta asisten untuk menggerakan manipulator [elefator]
uterus agar tampak salah satu kornu uteri-tuba dan liga
mentum rotundum pada lapangan operasi serta identivikasi
tuba.
Jepit tuba dengan pinset anatomis atau klem babcock dan
keluarkan dari kavum pelvis sampai terlihat vimbria
Setelah tuba dipastikan, jepit tuba pada 1/3 prok simal atau
bagian tengah [pars isthmika] dengan klem babcock, angkat
sampai tuba melengkung, tentukan daerah mesosalping
tampa pembuluh darah.
Tusuk jarum bulat dengan benang kromik cat gut no 1/0 pada
jarak 2 cm dari puncak lengkungan dan ikat salah satu
pangkal lingkungan tubuh dan kemudian pangkal lingkungan
tubuh secara bersama-sama dengan mengunakan benang
yang sama.

TUBEKTOMI

22
RSUD SOE
NO. Dokumen No. Revisi Halaman

________________ _____________ 1/2

Potong tuba tepat diatas ikatan tuba. Periksa perdarahan


pada tunggul tuba dan periksa lumen tuba untuk meyakini
tuba telah tepotong.
Potong benang dengan jarak 0,5 dari simpul. Masukan
kembali tuba ke kavum pelvis.
Lakukan tindakan yang sama pada tubuh sisi yang lain.

Sterilisasi Dengan Laparaskopi


3) Tindakan Bedah
Melakukan sayatan sekitar 1-1,5 cm tepat dibawah pusar,
masukan jari veres dengan mengangkat dinding abdomen
sebelumnya, kemudian sambungkan dan lakukan pengisihan
gas Co2 sampai 2 liter.
Mencabut jarum versa setelah melakukan pemeriksaan bahwa
gas Co2 telah masuk dengan baik dan jumlahnya cukup.
Posisi pasien dirubah posisi tredelenberg
Dinding perut di pegang diangkat dan trokair dimasukan,
apabilah sudah menembus dinding perut bagian tajam trocair
ditarik dan selongsong trokair didorong masuk,kemudian
bagiantajam trokair di lepaskan.
Dimasukan laparaskop, sambil melihat apakah sudah cavum
abdomen.
Elefator uterus digerakan dan dilakukan identivikasi fundus
uteri, tubuh kiri dan kanan liga mentum rotandum, ovarium.
Lakukan fiksasi elefator uterus sedemikian rupa sehingga
posisi kanan-kiri siap untuk dilakukan pemasangan ring
Ujung pengait dikeluarkan dan dikait tuba 1/3 proksimal [pars
isthmika] secara pelan-pelan ditarik dan akhirnya ring
dipasang. Dilepas pelan-pelan ditarik dan akhirnya ring
dipasang. Jangan mengeluarkan laparaskop sebelum pengait
ditarik masuk.
Dilakukan hal yang sama pada tuba sisi yang lain.
Dilakukan pemeriksaan apakah ada perdarahan atau hal-hal
yang lain.
Laparaskop dilepas, lampu laparaskop dimatikan.
Gas dikeluarkan, selongsong trocair dicabut.

RSUD SOE TUBEKTOMI


NO. Dokumen No. Revisi Halaman

23
________________ _____________

4) Menutup Dinding Perut


Letakan rektraktor pada kulit,angkat rektraktor, kemudian
jepit fascia peritoneum dengan klem/kocher pada 2 tempat
[cranial dan kaudal]
Letakan penjahit fascia-peritoneum secara terputus dengan
benang catgut no 1/0.
Jahit subkutis dengan jahitan simpul dengan memakai benang
catgut nomor 0
Bersikan luka operasi dan kulit dengan kasa yang dibasahi
larutan antiseptic [povidon iodin], kemudian pertautkan
kembali kulit dengan benang plain no 1/0 secara simpul atau
matras [donatti] pada 2 atau 3 tempat.
Tutup tempat jahitan dengan kasa larutan antiseptic dan
rekatkan dengan plester.

F. Dekontaminasi dan Pencegahan Infeksi Pasca Tindakan

G. Perawatan dan konsceling pasca tindakan.


Beritaukan pasien bahwa prosedor tubektomi telah selesai dan
pasien dimintah untuk beristirahat, dipantau dan mendapatkan
penjelasan diruangan pilih sadar [pada tindakan dengan anastesi
lokal]
Periksa ktanda vital, kemudian pindahkan pasien dari meja
operasi keruangan pulih sadar untuk penjgamatan 1 jam
Buat catatan/laporan jalannya dan hasil prosedur tubektomi.
Setelah pasien sadar penuh jelaskan asuha mandiri dan gejala-
gejala yang harus diwaspadai. Berikut instruksi atau tertulis yang
telah disiapkan
Pasien pulang bila keadaan stabil setelah 4-6 jam.
Catatan kondisi dan keluhan pasien saat pulang.

UNIT TERKAIT : Kamar operasi, Laboratorium, Rawat Inap

24