Está en la página 1de 10

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN MASALAH

KETIDAKSEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT

A. PENGKAJIAN
1. Usia
Usia mempengaruhi diatribusi cairan dan elektrolit dalam tubuh. Oleh
karena itu, pada saat pengkajian klien, perawat perlu menghitung adanya
perubahan cairan yang berhubungan dengan proses penuaan daan
perkembangan.
2. Jenis kelamin
Persentase cairan tubuh pada laki-laki berbeda dengan wanita, dimana
wanita lebih sedikit persentase cairan tubuhnya dibandingkan laki-laki.
3. Berat Badan
Perlu dikaji berat badan sebelum sakit dengan berat badan saat sakit.
Pengkajian ini diperlukan untuk mengukur derajat dehidrasi.
4. Riwayat kesehatan
Hal yang perlu dikaji antara lain penyakit atau kelainan yang dapat
menyebabkan gangguan dalam homeostasis cairan dan elektrolit misalnya
kolitos ulserasifdan diabetes mellitus. Dikaji juga mengenai terapi penyakit
yang dijalani klien, seperti mengkonsumsi obat-obatan kemoterapi
antikanker (Asmadi,2008).

Pengkajian Ketidakseimbangan
Perubahan Berat Badan
Turun 2%-5% Kekurangan vilume cairan *ringan
Turun 5%-10% Kekurangan vilume cairan *sedang
Turun 10-15% Kekurangan vilume cairan * berat
Turun 15%-20% Kematian*
Naik 2 % Kelebihan volume cairan *ringan
Naik 5% Kelebihan volume cairan *sedang
Naik 8% Kelebihan volume cairan *berat
Kepala
Riwayat Sakit :
Sakit kepala Kekuraangan volume cairan*, asidosis
metabolik atau respiratorik, , alkalosis
metabolik
Jepala pening Kekurangan volume cairan*, asidosis atau
alkalosis respiratorik, hiponatremia

Obeservasi : Alkalosis respiratorik atau metabolik,


Iritabilitas ketidakseimbangan hiperosmolar,
hipernatremia, hipokalemia.
Kekurangan volume cairan*, asidosis atau
Latergi alkalosis metabolik, asidosis respiratorik,
hiperkalsemia
Kekurangan volume cairan*,
Konfusi, disorientasi hipomagnesemia, asidosis metabolik,
hipokalemia
Fontanel (bayi)
Inspeksi
Cekung Kekurangan volume cairan*
Menonjol Kelebihan volume cairan
Mata
Inspeksi
Cekung, kinjungtiva kering, air mata Kekurangan volume cairan
berkurang atau tidak ada
Edema periorbital, papiledema Kelebihan volume cauran
Riwayat
Penglihatan kabur Kelebihan volume cairan
Tenggorok & mulut
Inspeksi
Membran mukosa kering, lengket, Kekurangan volume cairan, hipernatremia
bibir pecah-pecah dan kering, salivasi
menurun
Lidah di bagian longitudinal mengerut
Sistem kardoivaskuler
Inspeksi:
Vena leher datar Kekurangan volume cairan
Vena leher distensi Kelebihan volume cairan
Dependen body parts (bagian-bagian
tubuh yangbtertekan pada saat
berbaring) : tungkai, sakrum,
punggung
Lambatnya pengisian Vena Kekurangan volume cairan
Palpasi
Edema (bagian tubuh dependen: Kelebihan volume cairan
punggung sakrum, tungkai)
Disritmia ( juga dicatat sebagai Asidosis metabolik, alkalosis dan asidosis
perubahan EKG) respiratorik, ketidak seimbaangan kalium,
hipomagnesemia
Peningkatan frekuensi denyut nadi Alkalosis metabolik, asidosis respiratorik,
hiponatremia, kekurangan volume cairan,
kelebihan volume cairan, hipomagnesemia

Palpasi:
Pengurangan frekuensi denyut nadi Alkalosis metabolik, hipokalemia
Denyut nadi lemah Kekurangan volume cairan, hipokalemia
Pengisian kapiler menurun Kekurangan volume cairan
Denyut nadi kuat Kelebihan volume cairan
Auskultasi
Tekanan darah rendah atau tanpa Kekurangan volume cairan, hiponatremia,
perubahan tekanan pada posisi hiperkalemia, hipermagnesemia
ortostatik Kelebihan volume cairan
Bunyi jantung ketiga Kelebihan volume cairan
Hipertensi
Sistem Gastrointestinal
Riwayat
Anoreksia Asidosis metabolik
Kram abdomen Asidosis metabolik
Inspeksi
Abdomen cekung Kekurangan volume cairan
Abdomen distensi Sindrom ruang-ketiga
Muntah Kekurangan volume cairan, hiperkalseia,
hiponatremia, hiponatremia
Diare Hiponatremia
Auskultasi
Hiperperistaltik disertai diare atau Kekurangan volume cairan, hipokalemia
hipoperistaltik
Sistem Ginjal
Inspeksi
Oliguria atau anuria Kekurangan volume cairan, kelebihan
volume cairan
Diuresis (jika ginjal normal) Kelebihan volume cairan
Berat jenis urin meningkat Kekurangan volume cairan
Sistem neuromuskular
Inspeksi
Baal, kesemutan Alkalosis metabolik, hipokalsemia,
ketidakseimbangan kalium,
Kram otot, tetani Hipokalsemia, alkalosis respieatorik atau
metabolik
Koma Ketidakseimbangan hipoosmolar,m atau
hiperosmolar, hiponatremia
Tremor Asidosis respiratorik, Hipomagnesemia
Tanda Chvostek positif Hipomagnesemia, hipokalsemia
Palpasi
Hipotonisitas Hipokaalemia, hiperkalsemia*
Hipertonisitas Hipokalsemia, hipomagnesemia, alkalosis
metabolik
Perkusi
Refleks tendon dalam menurun atau Hiperkalsemia, hipermagnesemia
tidak ada
Refleks tendon dalam hiperaktif atau Hipokalsemai, hipomagnesemia
meningkat
Kulit
Suhu Tubuh
Meningkat Hipernatremia, ketidakseimbangan
hiperosmolar, asidosis metabolik
Menurun Kekurangan volume cairan
Inspeksi
Kering, kemerahan Kekuraangan volume cairan, hipernatremia,
asidosis metabolik,
Palpasi
Turgor kulit tidak elastis, kulit dingin Kekurangan volume cairan
dan lembab.

Sumber : Perry & Potter, 2005


5. Pemeriksaaan Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium meliputi kadar elektrolit serum, hitung darah
lengkap, kadar BUN kadar kreatinin darah, berat jenis urine, dan kadar gas darah
arteri.
1. Kadar elektrolit
Kadar elektrolit serum diukur untuk menetukan status hidrasi, konsentrasi
elektrolit pada plasma darah, dan keseimbangan asam basah.
2. Hitung darah lengkap
Adalah suatu penetapan jumlah daan tipe sel darah putih dan sel darah merah
permililiter kubik darah. Perubahan hitungan darah lengkap, khususnya
hematokrit, terjadi sebagai respon terhadap dehidrasi atau overhidrasi.
Perubahan hitung darah lengkap yang serius, seperti anemia juga dapat
mempengaruhi status oksigenasi.
3. Kadar kreatini darah
Bermanfaat untuk mengukur fungsi ginjal.
4. Pemeriksaan berat jenis urine
Mengukur derajat konsentrasi urine. Rentang normal berkisar antara 1,003
sampai 1, 030.
5. Pemeriksaan gas darah arteri
6. Memberikan informasi tentang status keseimbangan asam basa dan
keefektifan fungsi ventilasi dalam mengakomodasi pertukaran oksigen-karbon
dioksida secara normal. Penungkatan pH dihubunhkan dengan asidosis,
sedangkan peningkatan pH berhubungan dengan alkalosis (Potter & Perry,
2005)

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan luka bakar, muntah,
kegagalan mekanisme pengaturan
2. Kekurangn volume cairan yang berhubungan dengan retensi natrium,
gangguan mekanisme pengaturan
3. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan edema
4. Gangguan pertukaran gas yang berhubungan dengan perubahan suplai
oksigen, perubahan membran alveolar-kapiler, perubahan aliran darah,
perubahan kapasitas pengangkut oksigen darah.
5. Penurunan curah jantung yang berhubungan dengan disritmia yan berkaitan
dengan ketidakseimbangan elektrolit (Potter & Perry, 2006).
C. Perencanaan
Menurut Potter & Perry (2005) tujuan rencana keperawatan pada klien
dengan gangguan keseimbagan cairan, elektrolit adalah :
1. Klien akan memiliki keseimbangan cairan, elektrolit, dan asam basa yang
normal.
2. Penyebab ketidakeseimbangan dapat diidentifikasi dan dikoreksi
3. Klien tidak akan mengalami komplikasi akibat terapi yang dibutuhkan untuk
mengembalikan status keseimbangan.

D. Tindakan mengatasi ketidakseimbangan cairan, elektrolit


1. Pemberian cairan intravena (infus)
Tindakan ini dilakukan pada klien dengan dehidrasi, sebelum transfusi
darah,pra dan pasca bedah, sesuai program pengobatan, serta klien yang tidak
bisa makan dan minum mlalui mulut.
2. Merawat klien muntah
Merawat klien baik terjadi muntah ataupun beresiko mengalami muntah.
Tujuannya untuk mencegah terjadinya aspirasi dari muntahan yang
dikeluarkan.
3. Mengukur intake dan output cairan.
Merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengukur umlah cairan yang
masuk, ke ndlam tubuh, dan jumlah cairan yang keluar dari tubuh. Tujuannya
untuk menentukan status keseimbangan cairan tubuh klien dan menentukan
tingkat dehidrasi klien .

4. Pemberian transfusi darah


Pemberian darah atau komponen darah melalui vena sesuai dengan program
pengobatan. Tujuannya untuk memperbaiki volume sikulasi darah,
memperbaiki hemoglobin dan memperbaiki kadar protein serum (Asmadi,
2008).

Daftar Pustaka
Potter, P.A. dan A.G. Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep,
Proses, dan Praktik. Jakarta: EGC
Price, S.A. dan L.M. Wilson 1995. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses
Penyakit. Jakarta: EGC
Asmadi.2008. Teknik Prosedural Keperawatan: Konsep dan Aplikasi Kebutuhan
Dasar Klien.Jakarta: Salemba Medika

LAPORAN PENDAHULUAN
Konsep Dasar Pemenuhan Kebutuhan Cairan Dan Elektrolit
Oleh :
Nama : Diga Ayudia, S.Kep
NIM : 1614901012

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN FORT DE KOCK BUKITTINGGI


PROGRAM STUDI PROFESI NERS
TAHUN AKADEMIK 2016/2017