Está en la página 1de 51

TUGAS KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

KONSEP DASAR DAN ASUHAN KEPERAWATAN HIPERTENSI


PADA TN. N DI RUANGAN NEUROLOGI
RSUD PROF. DR. MA. HANAFIAH, SM
BATUSANGKAR

Oleh :
Reni ( 1614201098 )

Roza Meilinda ( 1614201119 )

Rizky Nugraha Putra ( 1614201100 )

Silvia Dwi Oktina ( 1614201101 )

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


STIKES FORT DE KOCK
BUKITTINGGI
2017
BAB I

PENDAHULAUAN

A. Latar Belakang

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah lebih dari normal. Ini termasuk golongan
penyakit yang terjadi akibat suatu mekanisme kompensasi kardiovaskuler untuk
mempertahankan metabolisme tubuh agar berfungsi normal. Apabila hipertensi tidak terkontrol
akan menyebabkan kelainan pada organ-organ lain yang berhubungan dengan sistem-sistem
tersebut. Semakin tinggi tekanan darah lebih besar kemungkinan timbulnya penyakit-penyakit
kardiovaskuler secara premature1. Sejumlah 85-90% hipertensi tidak diketahui penyebabnya
atau disebut hipertensi primer (hipertensi esensial atau idiopatik). Hanya sebagian kecil
hipertensi yang dapat ditetapkan penyebabnya (hipertensi sekunder). Tidak ada data akurat
mengenai prevalensi hipertensi sekunder dan sangat tergantung dimana angka itu diteliti.
Diperkirakan terdapat sekitar 6% pasien hipertensi sekunder sedangkan di pusat rujukan dapat
mencapai sekitar 35%. Hampir semua hipertensi sekunder didasarkan pada 2 mekanisme yaitu
gangguan sekresi hormon dan gangguan fungsi ginjal. Pasien hipertensi sering meninggal dini
karena komplikasi jantung (yang disebut sebagai penyakit jantung hipertensi). Juga dapat
menyebabkan syok, gagal ginjal, gangguan retina mata.

Peningkatan tekanan darah yang lama dan tidak terkontrol dapat menyebakan bermacam-
macam perubahan pada struktur miokardial, vaskuler koroner, dan sistem konduksi dari jantung.
Perubahan ini dapat menyebabkan hipertrofi ventrikel kiri (LVH) , penyakit arteri koroner,
kelainan system konduksi, dan disfungsi sistolik dan diastolic dari miokardium, yang biasanya
secara klinis tampak sebagai angina atau infark miokard, aritmia (khususnya atrial fibrilasi), dan
gagal jantung kongestif (CHF).

B. Rumusan masalah

1. Bagaimanakah Konsep Dasar Penyakit dari Hipertensi Heart Disease?


2. Bagaimanakah Konsep dasar Asuhan keperawatan pada pasien dengan Hipertensi Heart
Disease?
C. Tujuan

1. Mengetahui Konsep Dasar Penyakit dari Hipertensi Heart Disease


2. Mengetahui Konsep Dasar Asuhan Keperawatan pada pasien dengan Hipertensi Heart
Disease

D. Metode Penulisan

1. Metode Penelusuran melalui internet


2. Metode Kajian Pustaka
3. Metode tinjauan Kasus

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

I. KONSEP DASAR

a. Definisi
Imu pengobatan mendefinisikan hipertensi sebagai suatu peningkatan kronis (yaitu
meningkat secara berlahan-lahan, bersifat menetap) dalam tekanan darah arteri sistolik yang
bisa disebabkan oleh berbagai faktor, tetapi tidak peduli apa penyebabnya, mengikuti suau
pola yang khas. (Wolff.2006.p.62). Hipertensi didefenisikan sebagai peningkatan tekanan
darah sistolik sedikitnya 140 mmHg atau tekanan diastoliknya sedikitnya 90 mmHg. Istilah
tradisional tentang hipertensi ringan dan sedang gagal menjelaskan pengaruh utama
tekanan darah tinggi pada penyakit kardiovaskular. (Anderson.2009.p.582).
Darah tinggi atau hipertensi merupakan suatu keadaan tekanan darah seseorang berada
pada tingkatan diatas normal. Konsekwensi dan keadaan ini adalah timbulnya penyakit yang
menggangu tubuh penderita. Dalam penyakit hipertensi merupakan masalah kesehatan dan
memerlukan penanggulangan dengan baik. (Sudjaswandi.2002.p. 17). Tekanan darah tinggi
atau hipertensi adalah kondisi medis dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis
(dalam jangka lama) penderita yang mempunyai sekurang-kurangnya tiga bacaan tekanan
darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat diperkirakan mempunyai keadaan darah
tinggi. Tekanan darah tinggi adalah salah satu resiko untuk stroke, serangan jantung, gagal
jantung, dan merupakan penyebab utama gagal jantung kronis. (weblog,
wikipedia indonesia)

b. Anatomi Fisiologi
Sistem peredaran darah manusia terdiri atas jantung, pembuluh darah, dan saluran
limfe. Jantung merupakan organ penting yang memompa darah dan memelihara peredaran
melalui saluran tubuh. Arteri membawa darah dari jantung. Vena membawa dara ke jantung.
Kapiler menggabungkan arteri dan vena, terentang diantaranya dan merupakan jalan lalu
lintas antara makanan dan bahan buangan. Disini juga terjadi pertukaran gas dalam cairan
ekstra seluler atau intershil. Saluran limfe mengumpulkan, menggiring dan menyalurkan
kembali ke dalam limfenya yang dikeluarkan melalui dinaing kapiler halus untuk
membersihkan jaringan. Saluran limfe ini juga dapat dianggap menjadi bagian sistem
peredaran.
Denyut arteri adalah suatu gelombang yang teraba pada arteri bila darah dipompa
keluar jantung. Denyut ini mudah diraba ditempat arteri temporalis diatas tulang temporal
atau arteri dorsalis pedis di belokan mata kaki. Kecepatan denyut jantung dalam keadaan
sehat berbeda-beda, dipengaruhi penghidupan, pekerjaan, makanan, umur dan emosi. Irama
dan denyut sesuai dengan siklus jantung jumlah denyut jantung 70 berarti siklus jantung 70
kali per menit.

Normal denyut nadi per menit :

Pada bayi yang baru lahir 140


Selama tahun pertama 120
Selama tahun kedua 110
Pada umur 5 tahun 96-100
Pada umur 10 tahun 80-90
Pada orang dewasa 60-80

(Pearce. 2009.p.151)

c. Etiologi
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan penanggulangan
yang baik. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi prevalensi hipertensi seperti umur,
obesitas, asupan garam yang tinggi adanya riwayat hipertensi dalam keluarga.
Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi dua golongan, yaitu :

1. Hipertensi esensial atau hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya disebut
juga hipertensi idiopatik. Terdapat sekitar 95% kasus banyak faktor yang mempengaruhi
seperti genetik, lingkungan hiperaktivitas susunan saraf simpatis. Dalam defekekstesi
Na peningkatan Na dan Ca intra selular dan faktor-faktor yang meningkatkan resiko
seperti obesitas, alkohol, merokok, serta polisitemia.

2. Hipertensi sekunder atau hipertensi renal terdapat sekitar 5% kasus. Penyebab


spesifiknya diketahui seperti penggunaan esterogen, penyakit ginjal. Hipertensi vascular
renal dan hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan dan lain-lain. (Arif Manjoer.
2010.p518)

Penyebab hipertensi lainnya adalah feokromositoma, yaitu tumor pada kalenjar


adrenal yang menghasilkan hormone edinefrin (adrenalim) atau noredinefrin (noradrenalin)
kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas), stress, alkohol, atau garam
dalam makanan bisa memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang yang memiliki
kenaikan yang diturunkan stress cenderung menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk
sementara waktu. Jika stress berlalu, maka tekanan darah biasanya akan kembali normal.
(Weblog, Wikipedia indonesia)

d. Patofisiologi
Pada stadium permulaan hipertensi hipertrofi yang terjadi adalah difusi (konsentik).
Pada masa dan volume akhir diastolik ventrikel kiri. Pada stadium selanjutnya, karena
penyakit berlanjut terus, hipertrofi menjadi tak teratur dan akhirnya akibat terbatasnya aliran
darah koroner menjadi eksentrik, berkurangnya rasio antara masa dan volume jantung akibat
peningkatan volume diastolik akhir adalah khas pada jantung dengan hipertrofi eksentrik.
Hal ini diperlihatkan sebagai penurunan secara menyeluruh fungsi pompa (penurunan
fraksieleksi) penigkatan tegangan dinding ventrikel pada saat sistolik peningkatan konsumsi
oksigen ke otot jantung serta penurunan efek-efek mekanik pompa jantung. Diperburuk lagi
bila disertai dengAn penyakit dalam jantung koroner.
Walaupun tekanan perkusi koroner meningkat, tahanan pembumluh darah koroner juga
meningkat sehingga cadangan aliran darah koroner berkurang. Perubahan hemodinamik
sirkulasi koroner pada hipertensi berhubungan erat dengan derajat hipertrofi otot jantung.
Ada 2 faktor utama penyebab penurunan cadangan aliran darah koroner yaitu :

1. Penebalan arteriol koroner, yaitu bagian dari hipertrofi otot polar dalam resitensi seluruh
badan. Kemudian terjadi valensi garam dan air mengakibatkan berkurangnya
compliance pembuluh ini dan meningkatnya tahanan perifer.
2. Peningkatan hipertrofi mengakibatkan berkurangnya kepadatan kapiler per unit otot
jantung bila timbul hipertrofi menjadi faktor utama pada stadium lanjut dan gambaran
hemodinamik ini (Arif Manjoer. 2010.p .441)
e. Tanda dan Gejala
Pemeriksaan yang paling sederhana adalah palpasi hipertensi karateristik lama, untuk
bertambah bila terjadi dibatasi ventrikel kiri iktusikordis bergerak kiri bawah, pada kultasi
Pasien dengan hipertensi konsentri dapat ditemukan 5 bila sudah terjadi jantung didapatkan
tanda-tanda rusiensi mitra velature. (Arif Mansjoer. 2001.p.442). Pada stadium ini
hipertensi, tampak tanda-tanda rangsangan sipatis yang diakibatkan peningkatan aktivitas
system neohormonal disertai hipertomia pada stadium, selanjutnya mekanisme kopensasi
pada otot jantung berupa hiperpeuti. (Arir Mansjoer.2010.p. 442).
Gambaran klinis seperti sakit kepala adalah serta gejala gangguan fungsi distolik dan
peningkatan tekanan pengsien ventrikel walaupun fungsi distolik masih normal, bila
berkembang terus terjadi hipertensi eksentri dan akhirnya menjadi dilarasi ventrikel
kemudian gejal banyak datang. Stadium ini kadang kala disertai dengan sirkulasi ada
cadangan aliran darah ovoner dan makin membentuk kelaianan fungsi mekanik/pompa
jantung yang selektif. (Mansjor, 20012010.p. 442)

f. Komplikasi
Organ-organ tubuh sering terserang akibat hipertensi antara lain masa berupa
pendarahan vetria, bahkan gangguan pada penglihatan sampai kebutahan, gagal jantung,
pecahnya darah otak. (Arif Mansjoer, 2010.447)

g. Penatalaksanaan
Pengbobatan dirujukan untuk menurunkan tekanan darah menjadi normal, pengobatan
jantung karena hipertensi, mengurangi morbilitas dan moralitas terhadap penyakit
kardiovascular dan menurunkan faktor resiko terhadap penyakit kardiovascular semaksimal
mungkin. Untuk menurunkan tekanan darah, dapat ditujukan 3 faktor fisiologis yaitu :
menurunkan isi cairan intravascular dan non darah dengan neolistik menurunkan aktivitas
susunan saraf simpatis dan respon kardiovascular terhadap rangsangan tahanan prifer dengan
obat vasediator.

h. Pencegahan
1. Berhenti merokok secara total dan tidak mengkonsumsi alkohol
2. Melakukan antisipasi fisik secara teratur atau berolaraga secara teratur dapat
mengurangi ketegangan pikiran (strees) membantu menurunkan berat badan, dapat
membakar lemak yang berlebihan.
3. Diet rendah garam atau makanan, kegemukan (kelebihan berat badan harus segera di
kurangi)
4. Latihan ohlaraga yang dapat seperti senam aerobic, jalan cepat, dan bersepeda paling
sedikit 7 kali dalam seminggu.
5. Memperbanyak minum air putih, minum 8- 10 gelas/ hari.
6. Memeriksakan tekanan darah secara normal / berkala terutama bagi seseorabg yang
memiliki riwayat penderita hipertensi.
7. Menjalani gaya hidup yang wajar mempelejari cara yang tepat untuk mengendalikan
stress.

i. Pengobatan

1. Arti hipertensi non Farmokologis


Tindakan pengobatan supparat, sesuai anjuran dari natural cammitoe dictation evalution
treatmori of high blood preasure
a. Tumpukan berat badan obesitas
b. Konsumsi garam dapur
c. Kurangi alkohol
d. Menghentikan merokok
e. Olaraga teratur
f. Diet rendah lemak penuh
g. Pemberian kalium dalam bentuk makanan sayur dan buah
2. Obat anti hipertensi
a. Dioverika, pelancar kencing yang diterapkan kurangin volume input
b. Penyakit beta (B.Blocker)
c. Antoganis kalsium
d. Lanbi ACE (Anti Canvertity Enzyine)
e. Obat anti hipertensi santral (simpatokolim)
f. Obat penyekar ben
g. Vasodilatov

(Arif Mansjoer, 2001, 522)

j. Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan laboratorium rutin yang dilakukan sebelum melakukan terapi bertujuan
menentukan adanya kerusakan organ dan faktor lain atau mencari penyebab hipertensi,
biasanya diperiksa unaralis darah perifer lengkap kemih darah (kalium, natrium, kreatinin,
gula darah puasa, kolestrol total, kolestrol HDI, dan EKG). Sebagai tambahan dapat
dilakukan pemeriksaan lain seperti klirens kreatinin protein urine 24 jam, asam urat,
kolestrol LDL, TSH dan ekokardiografi.(Mansjoer Arif,2010.p.49)

II. ASUHAN KEPERAWATAN


Asuhan keperawatan adalah metode dimana suatu konsep diterapkan dalam praktek
keperawatan. Hal ini biasanya disebut sebagai suatu pendekatan problem solving yang
memerlukan ilmu teknik dan keterampilan interversional dan ditujukan untuk memenuhi
kebutuhan klien.
a. Pengkajian
Pengkajian adalah langkah pertama dari proses keperawatan melalui kegiatan
pengumpulan data atau perolehan data yang akurat dapat pasien guna mengetahui berbagai
permasalahan yang ada.(Aziz Alimul. 2009.p. 85)
Adapun pengkajian pada pasien hipertensi menurut adalah

1. Aktivitas istirahat
Gejala : Kelelahan umum, kelemahan, letih, nafas pendek, gaya hidup
Tanda : - Frekuensi jantung meningkat
- Perubahan trauma jantung (takipnea)
2. Sirkulasi
Gejala : Riwayat hipertensi ateros klerosis, penyakit jantung koroner / katup dan
penyakit screbiovakuolar, episode palpitasi, perpirasi.
Tanda : - Kenaikan TD (pengukuran serial dan kenaikan TD diperlukan untuk
menaikkan diagnosis
- Hipotensi postural (mungkin berhubungan dengan regimen otak)
- Nada denyutan jelas dari karotis, juguralis, radialis
- Denyut apical : Pm, kemungkinan bergeser dan sangat kuat
- Frekuensi/irama : Tarikardia berbagai distrimia
- Bunyi, jantung terdengar S2 pada dasar S3 (CHF dini) S4 (pengerasan vertikel kiri /
hipertrofi vertical kiri).
3. Integritas ego
Gejala : Riwayat perubahan kepribadian, ansietas, depresi eufuria atau jarah kronis
(dapat mengidentifikasi kerusakan serebral ) faktor-faktor inulhfel, hubungan keuangan
yang berkaitan dengan pekerjaan.
Tanda : Letupan suasana hati, gelisah, penyempitan kontiniu perhatian, tangisan yang ,
gerak tangan empeti otot muka tegang (khususnya sekitar mata) gerakkan fisik cepat,
pernafasan mengelam peningkatan pola bicara.
4. Eliminasi
Gejala : Gangguan ginjal sakit ini atau yang lalu
5. Makanan/Cairan
Gejala : Makanan yang disukai yang dapat mencakup makanan tinggi garam, tinggi
lemak, tinggi kolestrol, mual, muntah, perubahan berat badan (meningkatkan/menurun)
riwayat pengguna diuretik.
Tanda : - Berat badan normal atau obesitas
- Adanya edema (mungkin umum atau tertentu)
- Kongestiva
- Glikosuria (hampir 10% hipertensi adalah diabetik).
6. Neurosensori
Gejala : - Keluhan pening/pusing
- Berdenyut, sakit kepala suboksipital (terjadi saat bangun dan
menghilang secara spontan setelah beberapa jam)
- Episode kebas dan kelemahan pada satu sisi tubuH
- Gangguan penglihatan
- Episode epistaksis
Tanda : - Status mental perubahan keterjagaan orientasi, pola isi bicara, efek, proses
fikir atau memori.
7. Nyeri/Ketidak nyamanan
Gejala : - Angma (penyakit arteri koroner/keterlibatan jantung)
- Nyeri hilang timbul pada tungkai/klaudikasi
- Sakit kepala oksipital berat seperti yang pernah terjadi sebelumnya
- Nyeri abdomen / massa
8. Pernapasan
Gejala : - Dispenea yang berkaitan dengan aktivitas kerja
- Riwayat merokok, batuk dengan / tanpa seputum
Tanda : - Distres respirasi
- Bunyi nafas tambahan
- Sianosis
9. Keamanan
Gejala : - Gangguan koordinas / cara berjalan
- Hipotesia pastural
Tanda : - Frekuensi jantung meningkat
- Perubahan trauma jantung (takipnea)
b. Diagnosa Keperawatan Yang Mungkin Muncul
1) Resiko tinggi terhadap penurunan curah jantung berhubungan dengan peningkatan
afterload, vasokonstriksi, hipertrofi/rigiditas ventrikuler, iskemia miokard
2) Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan, ketidakseimbangan suplai dan
kebutuhan oksigen.
3) Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral
4) Cemas berhubungan dengan krisis situasional sekunder adanya hipertensi yang diderita
klien
5) Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang proses penyakit
RENCANA KEPERAWATAN

DIANGOSA
NO TUJUAN
KEPERAWA INTERVENSI (NIC)
DX (NOC)
TAN
1 Resiko tinggi NOC : NIC :
terhadap v Cardiac Cardiac Care
penurunan Pump Evaluasi adanya nyeri dada ( intensitas,lokasi,
curah jantung effectiven durasi)
berhubungan ess Catat adanya disritmia jantung
dengan v Circulation Catat adanya tanda dan gejala penurunan
peningkatan Status cardiac putput
afterload, v Vital Sign Monitor status kardiovaskuler
vasokonstriks Status Monitor status pernafasan yang menandakan
i, Kriteria gagal jantung
hipertrofi/rigi Hasil: Monitor abdomen sebagai indicator penurunan
ditas Tanda Vital perfusi
ventrikuler, dalam Monitor balance cairan
iskemia rentang Monitor adanya perubahan tekanan darah
miokard normal Monitor respon pasien terhadap efek
(Tekanan pengobatan antiaritmia
darah, Atur periode latihan dan istirahat untuk
Nadi, menghindari kelelahan
respirasi) Monitor toleransi aktivitas pasien
Dapat Monitor adanya dyspneu, fatigue, tekipneu dan
mentolera ortopneu
nsi Anjurkan untuk menurunkan stress
aktivitas,
tidak ada Vital Sign Monitoring
kelelahan Monitor TD, nadi, suhu, dan RR
Tidak ada Catat adanya fluktuasi tekanan darah
edema Monitor VS saat pasien berbaring, duduk, atau
12
Panduan Profesi Ners KMB STIKes FDK

paru, berdiri
perifer, Auskultasi TD pada kedua lengan dan
dan tidak bandingkan
ada asites Monitor TD, nadi, RR, sebelum, selama, dan
Tidak ada setelah aktivitas
penuruna Monitor kualitas dari nadi
n Monitor adanya pulsus paradoksus
kesadaran Monitor adanya pulsus alterans
Monitor jumlah dan irama jantung
Monitor bunyi jantung
Monitor frekuensi dan irama pernapasan
Monitor suara paru
Monitor pola pernapasan abnormal
Monitor suhu, warna, dan kelembaban kulit
Monitor sianosis perifer
Monitor adanya cushing triad (tekanan nadi
yang melebar, bradikardi, peningkatan sistolik)
Identifikasi penyebab dari perubahan vital sign

2 Intoleransi NOC : NIC :


aktivitas v Energy Energy Management
berhubungan conservat Observasi adanya pembatasan klien dalam
dengan ion melakukan aktivitas
kelemahan, v Self Care : Dorong anal untuk mengungkapkan perasaan
ketidakseimb ADLs terhadap keterbatasan
angan suplai Kriteria Kaji adanya factor yang menyebabkan
dan Hasil : kelelahan
kebutuhan Monitor nutrisi dan sumber energi tangadekuat
oksigen. Berpartisi Monitor pasien akan adanya kelelahan fisik dan
pasi emosi secara berlebihan
dalam Monitor respon kardivaskuler terhadap
aktivitas aktivitas
fisik Monitor pola tidur dan lamanya tidur/istirahat
tanpa pasien

13
disertai Activity Therapy
peningkat Kolaborasikan dengan Tenaga Rehabilitasi
an Medik dalammerencanakan progran terapi
tekanan yang tepat.
darah, Bantu klien untuk mengidentifikasi aktivitas
nadi dan yang mampu dilakukan
RR Bantu untuk memilih aktivitas konsisten
Mampu yangsesuai dengan kemampuan fisik,
melakuka psikologi dan social
n Bantu untuk mengidentifikasi dan mendapatkan
aktivitas sumber yang diperlukan untuk aktivitas yang
sehari diinginkan
hari Bantu untuk mendpatkan alat bantuan aktivitas
(ADLs) seperti kursi roda, krek
secara Bantu untu mengidentifikasi aktivitas yang
mandiri disukai
Bantu klien untuk membuat jadwal latihan
diwaktu luang
Bantu pasien/keluarga untuk mengidentifikasi
kekurangan dalam beraktivitas
Sediakan penguatan positif bagi yang aktif
beraktivitas
Bantu pasien untuk mengembangkan motivasi
diri dan penguatan
Monitor respon fisik, emoi, social dan spiritual

3 Nyeri akut NOC : NIC :


berhubungan v Pain Level, Pain Management
dengan v Pain
Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif
peningkatan control,
termasuk lokasi, karakteristik, durasi,
tekanan v Comfort
frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi
vaskuler level
Observasi reaksi nonverbal dari
serebral Kriteria
ketidaknyamanan
Hasil :
Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk
14
Panduan Profesi Ners KMB STIKes FDK

Mampu mengetahui pengalaman nyeri pasien


mengontr Kaji kultur yang mempengaruhi respon nyeri
ol nyeri Evaluasi pengalaman nyeri masa lampau
(tahu Evaluasi bersama pasien dan tim kesehatan lain
penyebab tentang ketidakefektifan kontrol nyeri masa
nyeri, lampau
mampu Bantu pasien dan keluarga untuk mencari dan
menggun menemukan dukungan
akan Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi
tehnik nyeri seperti suhu ruangan, pencahayaan dan
nonfarma kebisingan
kologi Kurangi faktor presipitasi nyeri
untuk Pilih dan lakukan penanganan nyeri
menguran (farmakologi, non farmakologi dan inter
gi nyeri, personal)
mencari Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan
bantuan) intervensi
Melaporkan Ajarkan tentang teknik non farmakologi
bahwa Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri
nyeri Evaluasi keefektifan kontrol nyeri
berkurang Tingkatkan istirahat
dengan Kolaborasikan dengan dokter jika ada keluhan
menggun dan tindakan nyeri tidak berhasil
akan Monitor penerimaan pasien tentang manajemen
manajem nyeri
en nyeri
Mampu Analgesic Administration
mengenal Tentukan lokasi, karakteristik, kualitas, dan
i nyeri derajat nyeri sebelum pemberian obat
(skala, Cek instruksi dokter tentang jenis obat, dosis,
intensitas, dan frekuensi
frekuensi Cek riwayat alergi
dan tanda Pilih analgesik yang diperlukan atau kombinasi
nyeri) dari analgesik ketika pemberian lebih dari satu

15
Tentukan pilihan analgesik tergantung tipe dan
Menyatak beratnya nyeri
an rasa Tentukan analgesik pilihan, rute pemberian, dan
nyaman dosis optimal
setelah Pilih rute pemberian secara IV, IM untuk
nyeri pengobatan nyeri secara teratur
berkurang Monitor vital sign sebelum dan sesudah
Tanda vital pemberian analgesik pertama kali
dalam Berikan analgesik tepat waktu terutama saat
rentang nyeri hebat
normal Evaluasi efektivitas analgesik, tanda dan gejala
(efek samping)

4 Cemas Setelah Anxiety Reduction


berhubungan dilakukan Gunakan pendekatan yang menenangkan
dengan krisis tindakan Nyatakan dengan jelas harapan terhadap pelaku
situasional keperawat pasien
sekunder an selama Jelaskan semua prosedur dan apa yang
adanya 3 x 24 dirasakan selama prosedur
hipertensi jam, Temani pasien untuk memberikan keamanan
yang diderita cemas dan mengurangi takut
klien pasien Berikan informasi faktual mengenai diagnosis,
berkurang tindakan prognosis
dengan Dorong keluarga untuk menemani anak
kriteria Lakukan back / neck rub
hasil: Dengarkan dengan penuh perhatian
v Anxiety Identifikasi tingkat kecemasan
Control Bantu pasien mengenal situasi yang
v Coping menimbulkan kecemasan
v Vital Sign Dorong pasien untuk mengungkapkan perasaan,
Status ketakutan, persepsi
Instruksikan pasien menggunakan teknik
Menunju relaksasi
kan Barikan obat untuk mengurangi kecemasan

16
Panduan Profesi Ners KMB STIKes FDK

teknik
untuk
mengontr
ol cemas
teknik
nafas
dalam
Postur
tubuh
pasien
rileks dan
ekspresi
wajah
tidak
tegang

Mengung
kapkan
cemas
berkurang
TTV dbn
TD = 110-
130/ 70-
80 mmHg
RR = 14 24
x/ menit
N = 60 -100
x/ menit
S = 365
375 0C
5 Kurang NOC : NIC :
pengetahuan v Kowlwdge Teaching : disease Process
berhubungan : disease Berikan penilaian tentang tingkat pengetahuan
dengan process pasien tentang proses penyakit yang spesifik

17
kurangnya v Jelaskan patofisiologi dari penyakit dan
informasi Kowledg bagaimana hal ini berhubungan dengan
tentang e : health anatomi dan fisiologi, dengan cara yang tepat.
proses Behavior Gambarkan tanda dan gejala yang biasa muncul
penyakit Kriteria pada penyakit, dengan cara yang tepat
Hasil : Gambarkan proses penyakit, dengan cara yang
Pasien dan tepat
keluarga Identifikasi kemungkinan penyebab, dengna
menyatak cara yang tepat
an Sediakan informasi pada pasien tentang kondisi,
pemaham dengan cara yang tepat
an Hindari harapan yang kosong
tentang Sediakan bagi keluarga atau SO informasi
penyakit, tentang kemajuan pasien dengan cara yang
kondisi, tepat
prognosis Diskusikan perubahan gaya hidup yang
dan mungkin diperlukan untuk mencegah
program komplikasi di masa yang akan datang dan atau
pengobat proses pengontrolan penyakit
an Diskusikan pilihan terapi atau penanganan
Pasien dan Dukung pasien untuk mengeksplorasi atau
keluarga mendapatkan second opinion dengan cara
mampu yang tepat atau diindikasikan
melaksan Eksplorasi kemungkinan sumber atau
akan dukungan, dengan cara yang tepat
prosedur Rujuk pasien pada grup atau agensi di
yang komunitas lokal, dengan cara yang tepat
dijelaskan Instruksikan pasien mengenai tanda dan gejala
secara untuk melaporkan pada pemberi perawatan
benar kesehatan, dengan cara yang tepat
Pasien dan
keluarga
mampu
menjelask

18
Panduan Profesi Ners KMB STIKes FDK

an
kembali
apa yang
dijelaskan
perawat/ti
m
kesehatan
lainnya.

BAB III
TINJAUAN KASUS

PENGKAJIAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH


19
IDENTITAS
Nama : Tn. Nurman Ruang Rawat : Ruangan Neurologi
Umur : 70 Thn No Rekam Medik : 10 84 30
Pendidikan : SMP Tgl/jam masuk : 14-03-2017/ 08:30
Suku : Minang Tgl/jam pengkajian : 14-03-2017/ 08:30
Agama : Islam Diagnosa Medis : HT+ stroke Infark
Status Perkawinan : Duda Informan : Pasien dan Rekam Medik
RIWAYAT KESEHATAN
Keluhan Utama dan Riwayat Kesehatan Sekarang :
PBM Ruangan Neurologi kiriman Poliklinik Neurologi dg keluhan:
- Ekstremitas kiri terasa berat sejak hari kamis yang lalu ( 5 Hari yll )
- Mo torik 5 4
5 4
- Nafsu makan menurun
- Mual
- Tekanan Darah :150/90 mmHg
- Nadi 117x/menit
- BAK Sering
- BAB normal

Riwayat Kesehatan Masa Lalu :


1. Penyakit : Asma Stroke Gastritis Infeksi Lainnya, sebutkan TB Paru
2. Pola Hidup : merokok kurang olahraga diet tidak teratur stres sex bebas penggunaan obat
terlarang
3. Faktor Resiko : hipertensi diabetes melitus hiperkolesterolemia penyakit lainnya,
Sebutkan..
4. Riwayat Kesehatan Keluarga : hipertensi diabetes meliatus penyakik t jantung
1. FISIOLOGIS
Data Subjektif
OKSIGENASI DAN SIRKULASI

Pernapasan :
Dispnea berhubungan dengan batuk/sputum :
Perokok : Riwayat merokok , pak/hari 1/ hari , lama dalam tahun : berhenti tahun 2010
Riwayat Penyakit paru sebelumnya : Tahun 1980 pernah sakit TB Paru
Sirkulasi :
Riwayat Hipertensi : Ada masalah jantung : Tidak ada
Demam rematik : Tidak ada Edema mata kaki/kaki : Tidak ada
Flebitis : Tidak ada Penyembuhan lambat : Iya
Klaudikasi : ada
Ekstremitas : Kesemutan : tidak Ada Kebas : Tidak ada
Batuk/hemoptisis : Tidak Ada
Perubahan frekuensi/jumlah urin : Frekuensi BAK sering
Nyeri dada :Tidak ada

20
Panduan Profesi Ners KMB STIKes FDK

OKSIGENASI DAN SIRKULASI Data Objektif :


Pernapasan :
Pernapasan : Frekuensi : 20x/menit Kedalaman : normal Simetris : Simetris kiri kanan
Penggunaan Otot Bantu napas : Tidak ada Cuping Hidung : Tidak ada.
Fremitus : Tidak ada
Bunyi Napas : Vesikuler
Sianosis :Tidak ada Jari Tubuh Tidak ada
Karakteristik Sputum : Tidak ada
Fungsi mental/gelisah: Pasien tidak gelisah dan tenang

Sirkulasi :
Bunyi jantung : normal
Frekuensi : 117x/menit Irama Tachikardi Kualitas Terisi Penuh
Tekanan Vena Jugularis : Tidak kuat 4cm
Jantung (Palpasi) : Getaran tidak ada getaran disaat sistole dan diastole Dorongan kuat
angkat
Hemodinamik : Nadi Karotis : 120x/menit Irama nadi : r egular
Nadi Jugularis : 124 x/menit Irama nadi : regular
Nadi Temporalis : 109 x/menit Irama nadi : regular
Nadi Radialis : 115 x/menit Irama nadi : regular
Nadi Femoralis : 115 x/menit Irama nadi : regular
Nadi Popliteal : 110 x/menit Irama nadi : regular
Nadi Postibial : 120 x/menit Irama nadi : regular
Nadi Dorsalis Pedis : 123 x/menit Irama nadi : regular
TD Kanan Baring : 150/90mmHg,
TD Kanan Duduk : 130/80 mmHg,
TD Kanan Berdiri : 140/90mmHg
TD Kiri Baring : 130/90mmHg,
TD Kiri Duduk : 130/80 mmHg,
TD Kiri Berdiri : 130/80mmHg
Ekstremitas :
Suhu :36.5OC, Warna : Tidak anemis, Akral : hangat
Pengisian Kapiler : test allen negatif ( 5 detik) Varises : tidak ada.
Kuku : Pengisian kapiler (CRT) 2dtk Penyebaran Rambut : rata
Warna : Mukosa Bibir : lemba , Punggung kuku : Merah muda tidak sianosis
Konjungtiva : tidak anemis, Sklera Tidak ikterik
Diaforesis : keringat normal
Penunjang :
Nilai Lab Nilai Normal
Leukosit : 4900mm 3500-10.000
Eritrosit : 6.350.000mm 3.800.000-5.800.000
Hb :15 g/dl 11-16.5
Ht : 48,3% 35-50
Trombosit : 142.000mm 150.000
GDR :133mg/dl <180

21
Foto thoraks (tgl.............) : Tidak diperiksa
Kesan :

Ekhokardiografi (tgl.........) : Tidak diperiksa


Kesan :

EKG (tgl 14/03/2017)


Kesan : Atrial Tachycardia
LVH ( Left Ventricular Hypertrophy)

Masalah Keperawatan
Penurunan curah jantung,
Gangguan perfusi perifer

Data Subjektif
MAKANAN DAN CAIRAN

Diit biasa (tipe) : MBRG 1700 kkal Jumlah makanan per hari: 3x tidak dihabiskan (1/4 porsi)
Makan terakhir /masukan : pagi tgl 14/03/2017 Pola diit : makanan biasa + lauk+ sayur
Kehilangan selera makan : 1 minggu yang lalu Mual/muntah Mual
Nyeri ulu hat : Tidak
Disembuhkan oleh : Obat dokter dari poliklinik
Alergi makanan : Tidak ada alergi pada makanan
Gangguan menelan : Tidak ada
Gigi : Gigi sudah tidak lengkap
Berat badan biasa : 50 kg perubahan berat badan 48 kg
Penggunaan diuretik : Tidak

Data Objektif :
BB : 50 Kg TB : 165 cm
Pemasangan NGT : Tidak ada
Lingkar perut : 64cm
Bentuk tubuh : kurus dan kiposis
Turgor kulit : baik
Edema : Umum : Tidak ada, dependen : Tidak ad,a Asites : Tidak ada
Shifting dullness : Tidak ada
Pembesaran tiroid : Tidak ada
Hernia : Tidak ada
Halitosis : Tidak ada
Kondisi gigi/gusi : gigi tidak lengkap
Bising usus : Normal
Nyeri tekan uluhati: Tidak ada nyeri tekan ulu hati
Perkusi abdomen : Timpani

22
Panduan Profesi Ners KMB STIKes FDK

Intake dan output


Intake Output
Makan biasa rendah garam 3x1700 kkal BAB 1x/hari
(5sendok makan)
Minum 1800 ml/hari BAK 8-10x/hari
IVFD 1000ml/hari

Penunjang :
Lab :
Nilai Lab Nilai Normal
Leukosit : 4900mm 3500-10.000
Eritrosit : 6.350.000mm 3.800.000-5.800.000
Hb :15 g/dl 11-16.5
Ht : 48,3% 35-50
Trombosit : 142.000mm 150.000
GDR :133mg/dl <180
Ureum : 32mg/dl 0ct-50
Creatinin : 2,4mg/dl 0,7-1,1
Uric Acid : 7,6mg/dl 3,4-7,0
Calcium :8,2mg/dl 8,6-10,3
Colesterol total : 184mg/dl <220
HDL : 57 mg/dl 35-55
LDL : 99mg/dl <150
Triglyserida : 140mg/dl <150

USG Abdomen (Tanggal ) tidak ada


Kesan : -

Endoskopi (tanggal ) tidak ada


Kesan : -

Masalah Keperawatan :
Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan

23
ELIMINASI Data Subjektif :
Pola BAB : nomal 1x/ hari Penggunaan laksatif : tidak ada
Karakter feses : Lunak BAB terakhir : pagi jam 05:00 wib
Riwayat perdarahan Tidak ada Hemoroid : Tidak ada
Konstipasi : Tidak ada Diare : Tidak ada
Menggunakan ostomy : Tidak ada

Pola BAK 8-10x/hari Retensi : Tidak ada dysuria : Tidak ada


Inkontinensia : Tidak ada. Urgensi : Tidak ada
Keseringan : Ada Tidak lepas : Tidak
Riwayat penyakit ginjal/kandung kemih : Tidak ada

Data objektif :
Abdomen : Nyeri tekan : Tidak ada lunak/keras : Lunak
Masa : Tidak ada masa Linggar perut :64cm
Bising usus : Normal
Hemoroid : Tidak ada
Cairan ostomy : Tidak ada
Konsistensi feses : Lunak warna feses : Kuning
Warna urine : Kuning jernih
Kateterisasi : Tidak pakai
Urostomy : Tidak
Dialisa : Tidak ada

Penunjang :
Laboratorium
Nilai Lab Nilai Normal
Ureum : 32mg/dl Oct-50
Creatinin : 2.4mg/dl 0,7-1,1

USG Ginjal ( tanggal : ) Tidak ada


Kesan :

Masalah Keperawatan :
Perubahan eliminasi urin

24
Panduan Profesi Ners KMB STIKes FDK

Data Subjektif :
AKTIVITAS DAN ISTIRAHAT

Pekerjaan : Tani Aktivitas/Hobi : Berternak sapi, ikan, ayam dan itik


Aktivitas Waktu luang : Kepasar
Perasaan bosan/tidak puas : klien orangnya tidak putus asa
Keterbatasan karena kondisi : Kaki kiri agak berat dibawa berjalan
Keluhan : Ekstremitas kiri berat (nyeri/bengkak/lemas)
Pola Tidur :
Tidur Jam : 22:00 wib. Tidur siang : 15:00 wib
Kebiasaan tidur : Normal
Insomnia : Tidak Penyebab : -
Rasa segar saat bangun : Iya
Data Objektif :
Penggunaan alat bantu : Tidak
Toleransi aktifitas : kaki kiri berjalan agak berat
Pelaksanaan aktifitas :mandiri/parsial/dibantu
Jenis aktifitas yang dibantu : berjalan ke kamar mandi
Keterbatasan gerak : Tidak
Masa/tonus otot : Ekstremitas kiri terganggu
Postur :kurus Tremor : tidak
Rentang gerak : Normal Kekuatan : Kaki kanan 5, kaki kiri 4
Tangan kanan 5, tangan kiri 4
Deformitas : tidak

Penunjang :
Rontgen (tanggal : ) Tidak ada

Pemeriksaan Lainnya : _

Masalah Keperawatan :
Intoleransi aktivitas

25
PROTEKSI Data Subjektif :
Riwayat cedera : Tidak ada
Riwayat hipertermi :Tidak ada
Alergi : Tidak ada

Data Objektif :
Kulit : Luka, karakteristik tidak ada
Inisial operasi, karakteristik tidak ada
Drainese, karakterisktik Tidak ada
Lainnya,
Rambut dan kuku : Bersih
Suhu : 36.5 0C
Membran Mukosa : lembab
Respon Inflamasi : kemarahan panas Tidak ada
Integritas Kulit : Baik
Luka Bakar : Tidak ada
Tandai Lokasi :

Keadaan Luka :

Penunjang :

Masalah Keperawatan :
Tidak ada masalah ditemukan

26
Panduan Profesi Ners KMB STIKes FDK

Skala Resiko Jatuh Morse :

NO PENGKAJIAN SKALA NILAI KET.


1. Riwayat jatuh: apakah lansia pernah jatuh Tidak 0
dalam 3 bulan terakhir? Ya 25 0

2. Diagnosa sekunder: apakah lansia memiliki Tidak 0


lebih dari satu penyakit? Ya 15 15
3. Alat Bantu jalan:
- Bed rest/ dibantu perawat 0
0
- Kruk/ tongkat/ walker 15
- Berpegangan pada benda-benda di sekitar 30
(kursi, lemari, meja)
4. Terapi Intravena: apakah saat ini lansia Tidak 0
terpasang infus? Ya 20 20

5. Gaya berjalan/ cara berpindah:


- Normal/ bed rest/ immobile (tidak dapat 0
bergerak sendiri) 0
- Lemah (tidak bertenaga) 10
- Gangguan/ tidak normal (pincang/ diseret) 20
6. Status Mental
- Lansia menyadari kondisi dirinya 0 0
- Lansia mengalami keterbatasan daya ingat 15
Total Nilai 35

Tingkatan Risiko Nilai MFS Tindakan


Tidak berisiko 0 - 24 Perawatan dasar
Risiko rendah 25 - 50 Pelaksanaan intervensi pencegahan jatuh standar
Risiko tinggi 51 Pelaksanaan intervensi pencegahan jatuh risiko tinggi

27
Skala Braden untuk Luka Tekan

PARAMETER TEMUAN SKOR

Persepsi sensori 1. Tidak merasakan 2. Gangguan 3. Gangguan sensori 4. Tidak ada


atau respon sensori pada pada 1 atau 2 gangguan
terhadap stimulus bagian ekstremitas atau sensori, 4
nyeri, kesadaran permukaan berespon pada berespon
menurun tubuh atau hanya perintah verbal tapi penuh
berespon pada tidak selalu mampu terhadap
stimuli nyeri mengatakan perintah
ketidaknyamanan verbal.

Kelembapan 1. Selalu 2. Sangat lembab 3. Kadang lembab 4. Kulit kering


terpapar oleh
3
keringat atau
urine basah
Aktivitas 1. Terbaring ditempat 2. Tidak bisa 3. Berjalan dengan 4. Dapat
tidur berjalan atau tanpa bantuan. berjalan 3
sekitar

Mobilitas 1. Tidak mampu 2. Tidak dapat 3. Dapat membuat 4. Dapat merubah


bergerak merubah perubahan posisi posisi tanpa 4
posisi secara tubuh atau ekstremitas bantuan
tepat dan dengan mandiri
teratur

Nutrisi 1. Tidak dapat 2. Jarang mampu 3. Mampu 4. Dapat


menghabiskan menghabiskan menghabiskan lebih menghabis
2
1/3 porsi porsi dari porsi kan porsi
makannya, makanannya makannya Makannya,
sedikit minum, atau intake tidak
puasa atauminum cairan kurang memerlukan
air putih, atau dari jumlah suplementasi
mendapat infus optimum nutrisi.
lebih

Gesekan 1. Tidak mampu 2. Membutuhkan 3. Membutuhkan


mengangkat bantuan minimal bantuan
3
badannya sendiri, mengangkat minimal
atau spastik, tubuhnya mengangkat
kontraktur atau tubuhnya
Gelisah

TOTAL SKOR
19

Keterangan :
Resiko ringan jika skor 15-23
Resiko sedang jika skor 13-14
Resiko berat jika skor 10-12
Resiko sangat berat jika skor kurang dari 10

28
Panduan Profesi Ners KMB STIKes FDK

INDERA/SENSE Data Subjektif :


Keluhan : Tidak ada keluhan di alat indra pasien

Data Objektif :
Penglihatan : Normal, kacamata/lensa kontak tidak, .katarak tidak ada, glaukoma Tidak ada
Buta ka/ki Tidak ada
Pendengaran : Normal
Penghidu : Normal
Pengecap : Normal
Peraba : Normal

Penunjang : Tidak ada

Masalah keperawatan :
Tidak ada masalah keperawatan

Data Subjektif :
NEUROLOGI

Rasa ingin pingsan/pusing : tidak ada


Sakit kepala : Tidak ada
Kesemutan/kebas/kelemahan (lokasi) : Ekstremitas kiri bawah berat dibawa berjalan
Stroke (gejala sisa) Ekstremitas kiri berat
Kejang : Kejang tidak ada

Data Objektif :
Kesadaran : E4 M6 V5
Kompos mentis
Status Mental: terorientasi

Afasia : Tidak Disfagia Tidak ada


Ukuran / Reaksi Pupil : Kanan : 2 mm/............ Kiri : 2 mm/............
Kaku Kuduk : negatif
Kernig Sign : negatif
Laseque: : negatif
Brudzinnsky I : negatif
Brudzinsky II : negatif
Babinsky : positif

29
Nervus Kranialis :
No Nervus Data pengkajian
1 N. Olfaktorius Tidak terganggu
2 N. Optikus Tidak terganggu
3 N.Okulomotorius Tidak terganggu
4 N. Troklearis Tidak terganggu
5 N. Trigeminus Tidak terganggu
6 N. Abdusen Tidak terganggu
7 N. Fasialis Tidak terganggu
8 N. Vestibulokohklearis Tidak terganggu
9 N. Glosofaringeus Tidak terganggu
10 N. Vagus Tidak terganggu
11 N. Assesorius Tidak terganggu
12 N. Hipoglosus Tidak terganggu

Refleks : Reflek Normal


Genggaman lepas : kanan 5 kiri 4

Penunjang
CT Scan Kepala (tanggal : ) Tidak dilakukan

Masalah Keperawatan
-ketidakefektifan Perfusi jaringan perifer
ENDOKRIN

Riwayat DM : tidak ya, sejak ................


pembengkakan kelenjar : tidak ya, ............................

Data Penunjang
Labor
Nilai Lab Nilai Normal
GDR :133mg/dl <180

Masalah Keperawatan :
Tidak ada masalah keperawatan di endokrin
Data Objektif :
SEKSUALITAS

Pasien usia lanjut status duda 7 tahun

Pria :
Rabas Penis : Tidak ada Gangguan Prostat : tidak ada
Sirkumsisi : Tidak ada Vasektomi : Tidak ada
Melakukan pemeriksaan sendiri : Tidak Payudara/testis tidak ada pemeriksaan
Pemeriksaan prostat terakhir : Tidak ada

Masalah Keperawatan :
Tidak ada masalah keperawatan seksualitas

30
Panduan Profesi Ners KMB STIKes FDK

NYERI/KETIDAKNYAMANAN Data Subjektif


Lokasi Kaki kiri berat Frekuensi 4 Kualitas ringan Durasi jika beraktifitas Penjalaran
tidak ada Faktor Pencetus Hipertensi, Usia, merokok

Data Objektif

Masalah Keperawatan :
No. Pain
2. MODE KONSEP DIRI
KONSEP DIRI

Data Subjektif
Sensasi tubuh : Klien merasakan penurunan fungsi ekstremitas kirinya
Citra Tubuh : Klien merasa kaki kirinya tidak akan berfungsi
Konsistensi diri ...............................................................................................................................................
: Klien konsistensi terhadap pengobatan di rumah sakit
Ideal Diri : Klien berharap kaki kirinya tidak berat dibawa berjalan
Etik Spritual Diri : Klien selalu berdoa kepada Allah agar penyakitnya sembuh
Data Objektif
Status emosional
Tenang : Ada
Cemas : Tidak ada
Marah : Tidak ada
Menarik Diri : Tidak ada
Takut : Tidak ada .
Mudah tersinggung : Tidak ada
Tidak sabar : Sabar
Euphoria : Tidak
Respon fisiologis yang terobservasi : meningkatnya Tanda-tanda Vital spt
Tekanan Darah meningkat 150/90mmHg,
Meningkatnya denyut nadi

Masalah Keperawatan :
Tidak ada masalah keperawatan

3. MODE FUNGSI PERAN

31
Apakah memiliki cukup energi untuk melakukan aktivitas di rumah ? : tidak ya
Apakah bekerja di luar rumah ? : tidak ya, jelaskan klien bekerja sebagai petani dan
peternak.
Jika tidak, apakah pernah bekerja di luar rumah ? : tidak pernah
Jika pernah, apakah penyakit ini yang membuat tidak lagi bekerja ? : ya bukan
Berpartisipasi dalam kegiatan di masyarakat : tidak ya,
sebutkan........................................................................................
Berpartisipasi dalam terapi : selalu kadang-kadang jarang tidak pernah
Lain lain ............................................................................................................................................................

Masalah Keperawatan :
Tidak ada masalah keperawatan

4. MODE INTERDEPENDENSI
PERILAKU
Orang lain yang bermakna : Anak
Citra Tubuh : Klien tidak menarik diri dari lingkungan
Konsistensi diri : Klien konsistensi diri dengan pengobatan di RS
Ideal Diri : Klien tidak merasa rendah diri
Moral Etik Spritual Diri : Klien rajin beribadah

Masalah Keperawatan :
Tidak ada masalah keperawatan

Discharge Planning :
Tanggal informasi didapatkan
1. Tanggal pulang yang diantisipasi : 16/03/2017
2. Sumber yang tersedia : Orang : Anak, Keuangan : Klien seorang yg memiliki banyak usaha
3. Perubahan yang perlu diantisipasi dalam situasi kehidupan setelah pulang: Pola makan, istirahat,
aktivitas
4. Area yang mungkin membutuhkan perubahan/bantuan : Tidak ada
Penyiapan makanan : Makanan rendah garam Berbelanja : Tidak ada
Transportasi : Mobil sendiri
Ambulasi : Tidak ada
Obat/terapi : - Citicolin Tablet 1x1000 mg
-Clopidogrel 1x75mg
-Amlodipin 1x5mg
-Enerplus 1x1
Pengobatan : Klien disuruh kembali kontrol ke poliklinik neurologi dan Fisiotherapy untuk pengobatan
lanjutan
Perawatan luka :Tidak ada
Bantuan perawatan diri : Menjaga pola makan sehat, Pola hidup sehat dan ROM
Gambaran fisik rumah : Permanen
Bantuan merapihkan/pemeliharaan rumah : Anak-anak
Fasilitas kehidupan selain rumah (khusus) : Mobil

32
Panduan Profesi Ners KMB STIKes FDK

Nama Perawat : Tanda Tangan : Hari / Tanggal :

RENI Kamis/16-03-2017

Penatalaksanaan
Tanggal Nama Obat Golongan Indikasi Efek samping Kontra Indikasi
14/03/2017 -NaCl 0.9% Obat resep Untuk Panas, trombosis pada Gagal jantung,
12 jam / kolf mengembalikan vena gangguan fungsi
keseimbangan ginjal, hipokalemia,
elektrolit oedema perifer/
pulmonary, asidosis,
Hipernatremia
-Citicoline -Obat resep Kehilangan Syock, hypotensi, ruam,
2x500 mg -Obat vasodilator kesadaran, gangguan insomnia, sakit kepala, Hipersensitivitas
perifer syaraf,trauma kepala, diplopia,diare, mual, citicoline
operasi otak, stroke sesak
iskemik
-Clopidogrel G ( Obat keras) Untuk menurunkan Konstipasi,diare, ulcis Ulcus peptikum
1x75mg - Obat antipatelet aterotromsis peptikum, ulkus gaster, Perdarahan intra
muntah, erdarahan cranial
gastritis
-Amlodipin Pengobatan Sakit kepala, pusing, Pasien syock
Obat resep
1x5mg Hipertensi, Iskemia mengantuk, kelelahan, kardiogenik, pasien
Anti hipertensi
miokardia, penyakit mual, nyeri perut, dengan tekanan darah
arteri koroner berdebar, kulit merah rendah <90/60mmHg,
wanita hamil dan
menyusui

15/03/2017 -Nacl 0.9% 12 SDA SDA SDA


SDA
jam/kolf
-Citicoline SDA SDA SDA
SDA
2x500mg
-Clopdogrel SDA SDA SDA
SDA
1x75mg
Over the
-Enerplus 1x1 Astenia muskular, Mual, anoreksia, sakit hipersensitivitaminas
Counter
atau neuromuskular, kepala, gatal
gangguan metabolik
pada jantung,
kelelahan fisik

16/03/2017 -Citicoline
SDA
SDA SDA SDA
2x500mg

33
-Clopdogrel SDA SDA SDA SDA
1x75mg
-Enerplus 1x1 SDA SDA SDA SDA

Data fokus :
DS:
- Klien mengatakan kaki kiri terasa berat jika dibawa berjalan
- Klien mengatakan tangan kiri tidak bisa menggenggam dengan kuat
- Klien mengatakan nafsu makan menurun
- BAK sering
- Minum 8 gelas / hari
- Nasi habis < 1/4 porsi
- Mual

DO :
- Tekanan Darah 150/90mmHg
- Nadi 117x/menit
- Klien kelihatan lemah
- Klien tampak tidak bisa menggenggam dengan kuat
- Motorik 5 4

- Klien tampak berjalan berat pada kaki kiri

Analisa Data
No Data Etiologi (berdasarkan Masalah keperawatan
patofisiologi)
1 DS:
-Klien mengatakan kaki - Pola makan tidak sehat Penurunan curah jantung
kiri terasa berat jika seperti tinggi garam,
dibawa berjalan lemak dan jeroan
- Klien mengatakan -Riwayat perokok
tangan kiri tidak bisa
menggenggam dengan
kuat
DO:
34
Panduan Profesi Ners KMB STIKes FDK

- Tekanan Darah
150/90mmHg
- Nadi 117x/menit
- Klien tampak tidak
bisa menggenggam
dengan kuat
- Kekuatan otot
- 5 4
5 4
- Klien tampak
berjalan berat pada
kaki kiri

2 DS:
- Klien mengatakan - Kelemahan Intoleransi aktifitas
kaki kiri terasa berat
jika dibawa berjalan
- Klien mengatakan
tangan kiri tidak bisa
menggenggam
dengan kuat
DO:
- Tekanan Darah
150/90mmHg
- Nadi 117x/menit
- Klien kelihatan cemas
- Klien tampak tidak
bisa menggenggam
dengan kuat
- Kekuatan otot
5 4
5 4
- Klien tampak
berjalan berat pada

35
kaki kiri

3 DS:
Ketidakseimbangan nutrisi :
- Klien mengatakan Mual kurang dari kebutuhan
makanan dari rumah
sakit tidak sesuai selera
- Klien Klien
mengatakan hanya bisa
menghabiskan
makanan 5-6 sendok
- Klien mengatakan rasa
makanan nya hambar
- Klien mengatakan tidak
tertarik untuk makan
DO:
- Makanan habis porsi
- Klien kelihatan lemah
- TD 120/70mmHg
- Nadi 80x/menit
- BB klien turun 50 kg
menjadi 48 kg
DS:
-Klien mengatakan kaki Hipertensi Ketidak efektifan perfusi

kiri terasa berat jika perifer

dibawa berjalan
- Klien mengatakan
tangan kiri tidak bisa
menggenggam dengan
kuat
DO:
- Tekanan Darah
150/90mmHg
- Nadi 117x/menit
- Klien tampak tidak bisa
menggenggam dengan
36
Panduan Profesi Ners KMB STIKes FDK

kuat
- Fungsi Motorik
5 4
5 4
-Klien tampak berjalan
berat pada kaki kiri

5 DS: Gangguan Sensorik Gangguan Eliminasi Urine


- Klien mengatakan Motorik
sering buang air kecil
sejak di RS
- Klien mengatakan lebih
dari 7x/ hari ke kamar
mandi

DO:
- Klien sering memintak
bantuan untuk kebutuhan
ADL
-Infus NaCl 0,9% 12
jam/kolf terpasang pd
tangan kanan
- Klien sering ke kamar
mandi
-Klien bertanya kenapa
sering ke kamar mandi

Diagnosa keparawatan
1. Penurunan curah jantung b.d Peningkatan after load
37
2. Intoleransi aktivitas b.d kelemahan, ketidak seimbangan suplai oksigen dengan
kebutuhan tubuh
3. Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan b.d faktor biologis
4. Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer b.d Hipertensi
5. Gangguan eliminasi urin b.d Gangguan Sensorik Motorik

Perencanaan
No NOC NIC Aktivitas Keperawatan
Diagnosa
1 Tujuan :
Setelah dilakukan 1. Evaluasi adanya nyeri dada
1. Perawatan Jantung
asuhan keperawat an 2. Catat adanya disritmia
selama 3x24 jam jantung
3. Catat adanya tanda dan
pasien menunjukan
-Keefektifan pompa gejala penurunan cardiac
jantung output
-Status sirkulasi 4. Monitor status
-Tanda-tanda
kardiovasculer
5. Monitor balance cairan
Kriteria hasil :
6. Monitor adanya tekanan
-Tanda Vital dalam
Darah
rentang normal (TD,
7. Monitor respon pasien
Nd, respirasi)
terhadap efect pengobatan
-Dapat mentoleransi
antiaritmia
aktivitas, tidak ada
8. Monitor toleransi aktifitas
kelelahan
pasien
-Tidak ada oedema
9. Anjurkan untuk menurunkan
paru perifer, dan tidak
stress
ada asites 1. Monitor Tekanan Darah,
-Tidak ada penurunan
Nadi, suhu, dan pernafasan
kesadaran 2. Catat adanya fluktasi
tekanan darah
2. Monitor Tanda 3. Monitor Vital sign saat
Vital pasien berbaring, duduk,
atau berdiri
4. Auskultasi TD pada kedua

38
Panduan Profesi Ners KMB STIKes FDK

lengan dan bandingkan


5. Monitor TD, nadi, RR,
sebelum, selama dan setelah
aktivitas
6. Monitor Kualitas dari Nadi
7. Monitor jumlah dan irama
jantung dan monitor bunyi
jantung
8. Monitor frekuensi dan irama
pernafasan
9. Monitor pola pernafasan
10. Monitor suhu, warna dan
kelembaban kulit
11. Monitor sianosis perifer
12. Monitor adanya cushing
triad (Tek nadi yg melebar,
bradikardi, peningkatan
sitolik)
13. Identifikasi penyebab dari
perubahan Vital sign
2 Tujuan : 1. Energi 1. Observasi adanya
Setelah dilakukan
Management pembatasan klien dalam
asuhan keperawat an
melakukan aktivitas
selama 3x24 jam 2. Dorong klien untuk
pasien menunjukan
mengungkapkan perasaan
- Energy
terhadap keterbatasan
Conservation-
3. Kaji adanya factor yang
- Self Care: ADLs
menyebabkan kelelahan
Kriteria hasil : 4. Monitor nutrisi dan sumber
- Berpartisipasi dalam
energi yang adekuat
aktivitas fisik tanpa 5. Monitor respon klien
disertai peningkatan terhadap aktivitas
2. Activity Therapy 6. Monitor pola tidur dan
tekanan darah, nadi,
istirahat klien
dan RR
- Mampu melakukan
1. Bantu klien untuk
aktivitas sehari hari
mengidentivikasi aktivitas
activity Therapy
yang mampu dilakukan
(ADLs) secara 2. Bantu untuk memilih
mandiri aktivitas konsisten yang
39
sesuai dengan kemampuan
fisik, psikologi dan sosial
3. Bantu untuk
mengidentifikasikan dan
mendapatkan sumber yang
diperlukan untuk aktivitas
yang disukai
4. Bantu untuk membuat
jadwal latihan diwaktu
luang
5. Monitor respon fisik, emosi,
sosial dan spritual

3 Tujuan: 1. Nutrition managemen 1. Kaji adanya alergi makanan


Setelah dilakukan 2. Kolaborasi dengan ahli gizi
asuhan keperawat an untuk menentukan jumlah
selama 3x24 jam klien nilai kalori dan nutrisi yang
menunjukan
dibutuhkan pasien
Nutrial Status:
3. Anjurkan klien untuk
Food and Fluid Intake
Kriteria Hasil: meningkatkan intake Fe
1. Adanya peningkatan 4. Anjurkan klien untuk
BB sesuai dengan meningkatkan Protein dan
tujuan Vitamin C
2. BB ideal sesuai 5. Berikan substansi gula
6. Yakinkan diet yang dimakan
dengan tinggi
3. Mampu mengandung tinggi serat
mengidentifikasi untuk mencegah konstipasi
7. Berikan makanan yang
kebutuhan nutirisi
4. Tidak ada tanda- terpilih
2.Nutrition Monitoring 8. Monitor jumlah nutrisi dan
tanda malnutrisi
5. Tidak terjadi kandungan kalori
9. Berikan informasi tentang
penurunan Berat
kebutuhan nutrisi
badan yang berarti
1. BB Klien dalam batas normal
2. Monitor adanya penurunan
BB
3. Monitor lingkungan selama
makan
4. Jadwalkan pengobatan dan
tindakan tidak selama jam
40
Panduan Profesi Ners KMB STIKes FDK

makan
5. Monitor mual dan muntah
6.Monitor kadar albumin, total
protein, Hb, Ht
7. Monitor makanan kesukaan
8. Monitor kalori dan intake
nutrisi

4 Tujuan: 1. Management sensasi 1.Monitor sensasi tumpul atau


Setelah dilakukan perifer
tajam dan panas atau dingin
asuhan keperawatan
( yang dirasakan klien)
selama 3x24 jam klien 2.Monitor parathesia dengan
perfusi jaringan perifer
tepat
sudah membaik dengan 3.Dorong klien untuk
Kriteria hasil:
-Fungsi motorik normal menggunakan bagian tubuh
-TD sistolik 120 mmHg yang tidak terganggu
-Denyut jantung
4.Intruksikan klien dan keluarga
Normal 60-100x/menit
-Mual tidak ada untuk menjaga posisi tubuh
ketika sedang mandi, duduk,
berbaring atau merubah posisi
5.Monitor adanya penekanan
dari gelang, alat-alat medis,
sepatu dan baju.
6. Immobilisasi kepala, leher
dan punggung dengan tepat
7. Instruksikan klien untuk
selalu mengamati posisi tubuh
jika propriosepsi terganggu

5 Tujuan : 1. Bantuan Perawatan 1. Pertimbangkan budaya


Setelah dilakukan Diri dari klien saat mempro
asuhan keperawat an
mosikan aktifitas
selama 2x24 jam
perawatan diri
pasien menunjukan
2. Pertimbangkan usia
Tidak terjadinya
disfungsi eliminasi urin klien
3. Bantu klien untuk ke
dengan
Kriteria hasil: toilet pada interval
- Pola eliminasi tidak tertentu
terganggu 4. Beri privasi selama
41
- Warna Urine kuning eliminasi
jerih 5. Buatlah jadwal aktivitas
- Intake cairan tidak terkait denga eliminasi
terganggu dengan tepat
- Frekuensi berkemih 6. Sediakan alat bantu
tidak ada dengan tepat seperti
urinal
7. Monitor integritas kulit
klien

Implementasi
No Implementasi Respon Pasien
Diagnosa (Disertai Waktu)
1 15/03/2017 jam 06:00 1. Klien sudah bisa menggengam
1. Meevaluasi adanya nyeri dada 2. TD klien sudah 130/80mmhg
3. Nadi klien sudah 88x/menit
klien dengan cara mengontrol
4. Kaki kiri klien sudah mulai
tanda vital
ringan
2. Mencatat adanya disritmia
jantung dengan melihat hasil
EKG
3. Mencatat adanya tanda dan
gejala penurunan cardiac output
4. Memonitor status kardiovasculer
5. Memonitor balance cairan
6. Memonitor adanya perubahan
tekanan Darah klien
8. Memonitor respon klien terhadap
efect pengobatan antiaritmia
9. Memonitor toleransi aktifitas
pasien
10. Menganjurkan untuk
menurunkan stress
1. 10 Memonitor TD, Nadi, suhu
dan RR
11. Mencatat hasil di dalam status
pasien

15/03/2017 jam 06:30


42
Panduan Profesi Ners KMB STIKes FDK

2 1. Mengobservasi adanya 1. Klien sudah toleransi terhadap


pembatasan klien dalam aktifitas
2. Klien sudah bisa menggenggam
melakukan aktivitas yang boleh
3. Kaki kiri klien sudah mulai
dilakukan klien
ringan
2. Mendorong klien untuk
4. ADL klien terpenuhi
mengungkapkan perasaan 5. Berjalan sudah bisa tampa
terhadap keterbatasan bantuan
3. Mengkaji adanya factor yang
menyebabkan kelelahan
4. Memonitor nutrisi dan sumber
energi yang adekuat
5. Memonitor respon klien terhadap
aktivitas
6. Memonitor pola tidur dan
istirahat klien
7. Membantu klien untuk meng
identifikasi aktivitas yang mampu
dilakukannya
8. Membantu untuk memilih
aktivitas konsisten yang sesuai
dengan kemampuan fisik,
psikologi dan sosial
9. Membantu untuk mengiden
tifikasikan dan mendapatkan
sumber yang diperlukan untuk
aktivitas yang disukai
10.Membantu untuk membuat
jadwal latihan diwaktu luang
11. Memonitor respon fisik, emosi,
sosial dan spritual

3 15/03/2017 jam 06:15 1. Klien menghabiskan porsi


1. Mengkaji adanya alergi makanan
makanan yang disediakan
2. Mengoolaborasi dengan ahli gizi
2. Klien tidak berminat dengan
untuk menentukan jumlah nilai
diet yang disediakn RS
kalori dan nutrisi yang
dibutuhkan pasien yaitu 1700
kkal
3. Menganjurkan klien untuk
43
meningkatkan Protein dan
Vitamin C
4. Meyakinkan diet yang dimakan
mengandung tinggi serat untuk
mencegah konstipasi
5. Memberikan makanan yang
terpilih
6. Memonitor jumlah nutrisi dan
kandungan kalori yang tepat
7. Memerikan informasi tentang
kebutuhan nutrisi
8. BB Klien dalam batas norma
9. Memonitor adanya penurunan BB
yaitu 50kg-48kg= 2 kg
10. Memonitor lingkungan klien
selama makan
11. Menjadwalkan pengobatan dan
tindakan tidak selama jam makan
yaitu jadwal fisioterapy jam 10:00
dan makan jam 12:00
12. Monitor mual dan muntah
13. Memonitor makanan kesukaan
klien
14. Memonitor kalori dan intake
nutrisi

4 15/13/2017 jam 07:30


1.
Memonitor sensasi tumpul atau 1. Tanda Vital Klien Klien sudah
tajam dan panas atau dingin bisa menggengam
2. TD klien sudah 130/80mmhg
(yang dirasakan klien)
2. 3. Nadi klien sudah 88x/menit
Memnitor parathesia dengan
4. Kaki kiri klien sudah mulai
tepat
3. ringan
Mendorong klien untuk
menggunakan bagian tubuh yang
tidak terganggu
4.
Mengintruksikan klien dan
keluarga untuk menjaga posisi
tubuh ketika sedang mandi,
duduk, berbaring atau merubah
posisi
44
Panduan Profesi Ners KMB STIKes FDK

5.
Memonitor adanya penekanan
dari gelang, alat-alat medis,
sepatu dan baju.
6.
Melakukan Immobilisasi kepala,
leher dan punggung dengan tepat
dengan elevasi kepala 30o
7.
Menginstruksikan klien untuk
selalu mengamati posisi tubuh
jika propriosepsi terganggu

5 15/03/2017 jam 7:15


1. Mempertimbangkan budaya 1. Klien mau didampingi anaknya
dari klien saat mempromosikan kekamar mandi
aktifitas perawatan diri
2. Mempertimbangkan usia klien
3. Membantu klien untuk ke toilet
pada interval tertentu dengan
bantuan keluarga
4. Memeri privasi selama
eliminasi dengan menutup pintu
kamar mandi
5. Membuatlah jadwal aktivitas
terkait denga eliminasi dengan
tepat
6. Menyediakan alat bantu
dengan tepat seperti urinal
7. Memonitor integritas kulit
klien

Evaluasi
No Evaluasi Waktu, tanggal,
45
Diagnosa (Berdasarkan tujuan dan kriteria hasil) Tanda tangan pearawat
1 S: Jam 10:00 WIB
Tanggal 16/03/2017
1. Klien mengatakan kaki kiri sudah
terasa ringan dibawa berjalan
2. Klien mengatakan tangan kiri
bisa menggenggam dengan kuat

O:
1. Tekanan Darah 120/80mmHg
2. Nadi 88/menit
3. Klien tampak bisa menggenggam
dengan kuat
4. Kekuatan otot
5 5
5 5
5. Klien sudah bisa berjalan seperti
biasa
A : Masalah teratasi
P : Intervensi dipertahankan

2 S:
Jam 10:00 WIB
1. Klien mengatakan kaki kiri sudah
Tanggal 16/03/2017
terasa ringan dibawa berjalan
2. Klien mengatakan tangan kiri
bisa menggenggam dengan kuat

O:
1. Klien sudah bisa berjalan seperti
biasa
2. Klien tampak bisa menggenggam
dengan kuat
3. Kekuatan otot
5 5
5 5
4. Klien sudah bisa melakukan

46
Panduan Profesi Ners KMB STIKes FDK

aktifitas ringan sperti mandi


sendiri
5. Infus sudah dilepas
A : Masalah teratasi
P : Intervensi dipertahankan
3 S:
Jam 12:30 WIB
1. Klien mengatakan makanan dari
Tanggal 16/03/2017
rumah sakit tidak sesuai selera
2. Klien Klien mengatakan hanya bisa
menghabiskan makanan porsi
3. Klien mengatakan makanannya
masih tidak berasa

O:
1. Makanan habis 1/2 porsi
2. Klien sudah mulai kelihatan segar
3. TD 120/80mmHg
4. Nadi 80x/menit
5. BB pat 48 kg

A: Masalah sebagian teratasi

P: Itervensi dilanjutkan
4 S:
Jam 10:00 WIB
1. Klien mengatakan kaki kiri sudah
Tanggal 16/03/2017
terasa ringan dibawa berjalan
2. Klien mengatakan tangan kiri bisa
menggenggam dengan kuat

O:
1. Tekanan Darah 120/80mmHg
2. Nadi 88/menit
3. Klien tampak bisa menggenggam
dengan kuat
4. Kekuatan Motorik
47
5 5
5 5
5. Klien sudah bisa berjalan seperti
biasa
A : Masalah teratasi
P : Intervensi dihentikan

5 S:
Tanggal
- Klien mengatakan buang air
16/03/2017
kecilnya sudah tidak sering
Jam
- Klien merasa senang bisa ke kamar
12:00 WIB
mandi tanpa ada infus di tangan
kanannya
- Klien mengatakan sudah bisa
kekamar mandi tampa dibantu lagi

O:
- Klien sudah bisa ke kamar mandi
sendiri
- Infus pada tangan kanan sudah di
buka
- Klien tidak sering ke kamar mandi

A : Masalah teratasi

P: Intervensi dihentikan karena klien


sudah di izinkan pulang

48
Panduan Profesi Ners KMB STIKes FDK

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Setelah penulis menguraikan tentang proses keperawatan pada pasien


hipertensi yang dirawat di Rumah Sakit Umum DR.RM. Djoelham Kota Binjai.
Selanjutnya penulis akan menguraikan kesimpulan dan saran untuk menguraikan
mutu asuahan keperawatan pada klien dengan hiperetensi.
Kesimpulan
- Penyakit hipertensi adalah tekanan darah sistolik < 140 mmHg dan tekanan
distolik > 90 mmHg
- Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang paling banyak di jumpai pada
orang yang lanjut usia
- Pada penerapan asuhan keperawatan pada kenyataannya hampir seluruhnya ada
pada tinjauan kasus
- Pada tahap evaluasi dan diagnosa keperawatan tertentu memerlukan tindakan
keperawatan dalam proses penyembuhan.

B. Saran

- Pendekatan yang baik pada pasien hendaknya dilakukan oleh semua tim
kesehatan terutama perawatan sehari-hari, hubungan yang dekat pasien agar
pasien merasa diperhatikan
- Didalam proses keperawatan perlu adanya motivasi atau bimbingan dan perawat,
berharap px agar keperawatan berjalan efektif dengan menggunakan tujuan
pelaksanaan dari tindakan yang dibuat seperti hasil dari tujuan yang diberikan
dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti

49
- Catatan perawatan di dokumentasikan dengan menggunakan implementasi dan
tindakan tersebut
- Perlu adanya peningkatan kerjasama yang baik antara perawat dan keluarga
pasien, tim medis dalam proses keperawatan.

50
Panduan Profesi Ners KMB STIKes FDK

DAFTAR PUSTAKA
Ali, Wendra, 1999, Petunjuk Praktis Rehabilitasi Penderita Stroke, Bagian Neurologi
FKUI /RSCM,UCB Pharma Indonesia, Jakarta.
Carpenito, Lynda Juall, 2000, Buku Saku Diagnosa Keperawatan, Edisi 8, EGC,
Jakarta.
Depkes RI, 1996, Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem
Persarafan, Diknakes, Jakarta.
Dorgoes, 2001, Rencana Asuhan Keperawatan, BBC, Jakarta
Http//askep, blogspot/2008/02/askep hipertensi
C.pearce, 2009, anatomi dan fisiologi, penerbit gramedia, Jakarta
Aziz alimul, 2009, konsep dasar manusia, penerbit salemba medika, Jakarta
Nursalam, 2000, proses dan dokumentasi keperawatan, penerbit salemba medika,
Jakarta.
Suyono, 2001, ilmu penyakit dalam, penerbit FKUI
p.wolff,2006, hipertensi, penerbit PT BHUANA ILMU POPULER
Http://surabaya-ehealth.org/wiki/index.php hipertensi
http://istanakeperawatan.blogspot.co.id/2011/11/asuhan-keperawatan-
cushing-syndrome.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Sindrom_Cushing

http://lizatulhandayani.blogspot.co.id/2015/05/askep-sindrom-
cushing.html

http://e-resources.perpusnas.go.id/member.php (joournal ebsco host)

51