Está en la página 1de 1

ABSTRAK

Intan merupakan hasil dari penambangan yang sampai sekarang hanya


digunakan sebagai perhiasan, walaupun intan memiliki skala mohs 10 yang berarti
paling keras. Intan di Kalimantan Selatan termasuk Intan Alluvial, dikarenakan
sudah mengalami transportasi sehingga ukurannya lebih banyak yang kecil
(kurang dari 3 karat). Dalam skripsi ini bertujuan untuk memaksimalkan
kegunaan dari intan yang memiliki ukuran besar (lebih besar dari 10 karat)
sehingga dapat digunakan dalam industri, baik dalam pembuatan mata bor,
pemotongan baja ataupun pemotongan kaca. Selain untuk memaksimalkan
kegunaan juga dapat menghemat pengeluaran biaya serta meningkatkan
pendapatan nasional apabila produk tersebut dijual.

Dalam skripsi ini akan dilakukan perbandingan antara produksi yang


dihasilkan dari penambangan, produksi yang diperjual belikan dan produksi yang
dibayarkan pajaknya. Dari sini, dapat terlihat terkadang tidak relevan antara
produksi yang dihasilkan dengan produksi yang diperjual belikan hal ini
dikarenakan banyaknya pihak asing yang membeli intan di rumah para pengasah
dan tidak dilaporkan sehingga pajak menjadi menurun. Data yang akan dicari
pada skripsi ini yaitu distribusi ukuran intan, ukuran intan yang kecil dapat
dijadikan perhiasan sedangkan intan yang berukuran besar akan dimaksimalkan
kegunaannya untuk industri. Dengan menyesuaikan antara intan yang dihasilkan
di Kalimatan Selatan dengan industri yang akan dirancang.

Intan hingga saat ini hanya digunakan hanya sebatas sebagai perhiasan,
sangat disayangkan apabila intan yang memiliki ukuran besar dipecah kemudian
diasah dan dijadikan perhiasan. Baiknya intan yang berukuran besar digantikan
kegunaannya salah satunya sebagai alat dalam industri yang belum ada di
Indonesia sehingga akan menguntungkan bagi banyak pihak.