Está en la página 1de 15

LAPORAN AKHIR

PRAKTIKUM FENOMENA DASAR MESIN

VENTURIMETER

Oleh :
EKY PUTRAWANI :1407118718
Kelompok : A6

LABORATORIUM KONVERSI ENERGI


JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAU
2016
A. Alat dan Bahan
Adapun alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah antara
lain sebagai berikut :
1. Ball valve
2. Box air
3. Elbow
4. Differential manometer
5. Tee
6. Venturimeter 2in
7. Rangka
8. Papan grafik
9. Venturimeter 1.5in
10.Manometer U
11.Gate valve
12.Pipa 2in
13.Pipa 1.5in
14.Pompa
15.Stopwatch

B. Prosedur Kerja
Adapun langkah pelaksanaan pengujian untuk praktikum kali ini
adalah sebagai berikut :
1. Hidupkan pompa
2. Gate valve untuk by pass dibuka penuh
3. Gate valve untuk keluaran aliran ke box 2 dibuka penuh
4. Gate valve untuk saluran venturimeter 2 inchi ditutup penuh
5. Gate valve untuk saluran venturimeter 1.5 inchi ditutup penuh.
6. Gate valve untuk saluran venture meter 1.5 inchi ditutup
3putaran
7. Gate valve by pass ditutup 3 putaran
8. Lihat ketinggian h1 pada manometer
9. Lihat ketinggian h2 pada manometer
10.Catat ketinggian h1 dan h2
11.Tutup penuh aliran pada box 2 yang menuju box 1
12.Ukur waktu yang dibutuhkan untuk kenaikan air 1cm pada box 2,
kemudian catat waktu yang didapat
13.Buka kembali aliran dari box 2 menuju box 1
14.Buka ball valve aliran air dari box 2 menuju box 1
15.Gate valve untuk saluran venturimeter dibuka 4putaran, gate
valve by pass ditutup 4putaran.
16.Lakukan prosedur 8-14
17.Gate valve venturimeter 1.5 in diputar 5putaran, gate valve by
pas ditutup 5 putaran
18.Lakukan prosedur 8-14
19.Lakukan langkah seperti diatas sampai gate valve untuk
venturimeter 1.5 in dibuka maksimum.
20.Setelah maksimum lakukan hal yang sama pada venturimeter 2in
21.Setelah selesai pompa dinonaktifkan, dan seluruh gate valve
ditutup penuh.
C. Pembahasan
1. Perhitungan data Praktikum
Adapun data yang dibutuhkan pada perhitungan praktikum ini
adalah :
1. Perbedaan h1 dan h2 yang ddidapat dari manometer U
2. Volume air per 1cm kenaikan air pada box 2
Dimana setiap kenaikan 1cm air dibutuhkan 4 lite
r air.
3. Debit aktual
Dimana rumus debit aktual yaitu :
V actual
Qactual =
t

Ket : V = volume air per 1cm (m3)


t = waktu yang dibutuhkan per 1cm (s)
4. Debit teoritis
Dengan rumus :

Qteoritis =v teoritis x A

Ket : v teoritis: kecepatan teoritis (m/s)


A : Luas Leher venturimeter (m 2)

5. Laju aliran teoritis

v teoritis = 2 gh
( p air
1
)
d24
( ) 1
d14

Ket : v teoritis = laju aliran (m/s)

m = densitas merkuri (kg/m3)


air = densitas air (kg/m3)
d1 = diameter throat (m)
d2 = diameter inlet (m)

6. Laju aliran aktual

7. v aktual =Cd 2 gh
( pair
1
)
d 24
( ) 1
d 14

Ket : Cd = koefisien discarge


8. Koefisien Discarge

V Actual
Cd=
V teoritis

Contoh Perhitungan Venturi 1,5 Inchi

1. Volume : 0,003 m3
Waktu : 75 detik
Diameter leher : 0,02 m
Diameter Pipa : 0,0381 m
Diameter A1 :

2
d
A 1=
4
( 0,0381 m )2
A 1=
4
A 1=0,001140 m2

Diameter Pipa (A2) :


2
d
A 2=
4
( 0,02 m )2
A 2=
4
A 2=0,000314 m2

H1 : 0,133 m
H2 : 0,134 m
H=H 2H 1
H=0,001m

Debit Actual :
volume
Qactual=
waktu
0,003 m3
Qactual=
75 detik
3
m
Qactual=0,00004
s
Kecepatan Aktual :
Debit Aktual
Kecepatan aktual=
Luas leher
3
m
0,00004
s
Kecepatan Aktual=
0,001140 m2
m
Kecepatan Aktual=0,035103
s

Kecepatan Teoritis

v teoritis = 2 gh
( p air
1
)
d24
( ) 1 4
d1

g= 9,8 m/s
h= h=0,001 m
mercurity = 13550 m3/s (Appendix A table. A3)
air=
= 980 m3/s (Appendix A table. A3)

diameter leher (d 2)=0,02 m


diameter pipa(d 1)=0,0381m

v teoritis =0,517228698 m/s

Debit teoritis = Vteoritis x luas pipa


Debit teoritis = 0,517228698 m/s x 0,000314 m2

Cd = Vactual/Vteoritis
m
Cd = 0,035103 / 0,517228698 m/s
s
Cd = 0,067867

Contoh Perhitungan Venturi 2 Inchi : rumus perhitungan


sama dengan venturi 1,5 inchi yang membedakan hanya
nilai diameter pipa yang dipakai adalah 0,0508 m
Putaran Gate
volume Air Raksa h
No Valve t (s)
(m)
atas by pass h1 (m) h2 (m) (m)
1 3 3 12.82 0.134 0.136 0.002
2 4 4 3.15 0.125 0.145 0.020
3 5 5 3.01 0.110 0.155 0.045
4 6 6 2.34 0.103 0.162 0.059
5 7 7 0.00275 2.85 0.092 0.175 0.083
6 8 8 1.81 0.078 0.190 0.112
7 9 9 1.44 0.060 0.210 0.150
8 10 10 0.85 0.038 0.235 0.197
9 11 11 1.98 0.035 0.236 0.201

Debit Debit V
A1 A2 V aktual Cd
Aktual Teoritis teoritis
(m/s) (m) (m) (m/s) (m/s) (m/s)
0.000215 0.188 0.002 0.851 0.221
0.000873 0.766 0.005 2.690 0.285
0.000914 0.802 0.008 4.035 0.199
0.001175 1.031 0.009 4.620 0.223
0.00114 0.00202
0.000965 0.847 0.011 5.480 0.155
0 6
0.001519 1.333 0.013 6.365 0.209
0.001910 1.676 0.015 7.366 0.228
0.003235 2.839 0.017 8.442 0.336
0.001389 1.219 0.017 8.527 0.143

Putaran Gate
volume Air Raksa h
No Valve t (s)
(m)
atas by pass h1 (m) h2 (m) (m)
1 1 1 10.06 0.172 0.173 0.0010
2 2 2 6.29 0.169 0.176 0.0070
3 3 3 4.08 0.152 0.193 0.041
4 4 4 0.00275 2.58 0.145 0.200 0.055
5 5 5 2.16 0.141 0.204 0.063
6 6 6 2.05 0.135 0.210 0.075
7 7 7 0.63 0.125 0.220 0.095

Debit Debit V
A1 A2 V aktual Cd
Aktual Teoritis teoritis
(m/s) (m) (m) (m/s) (m/s) (m/s)
0.000273 0.00113951 0.00203 0.135 0.001 0.601 0.224
0.000437 0.216 0.003 1.591 0.136
0.000674 0.333 0.008 3.851 0.086
0.001066 0.526 0.009 4.461 0.118
4
0.001273 0.628 0.010 4.774 0.132
0.001341 0.662 0.011 5.209 0.127
0.004365 2.155 0.012 5.862 0.368

D. Analisa
1. Venturimeter 1,5 inchi

Perbandingan kecepatan Teoritis dengan kecepatan Aktual venturi 1,5 inchi


9
8
7
6
5 V teoritis
Kecepatan (m/s) 4 V Aktual
3
2
1
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9

Nomor Percobaan

Grafik 1. 1 Perbandingan kecepatan Teoritis dengan kecepatan Aktual venturi 1,5


inchi

Pada pelaksanan praktikum venturimeter dengan diameter pipa


1,5 inchi didapat data kecepatan aktual dan kecepatan teoritis aliran
fluida yang terjadi pada pipa. Dari grafik hasil percobaan dapat kita lihat
bahwa kecepatan teoritis hasil perhitungan lebih besar dari kecepatan
aktual hasil pengujian. Hal dikarenakan pada kecepatan teoritis tidak
adanya koefisien discarge (Cd) yang merupakan nilai hambatan pipa
yang terjadi didalam aliran, dalam kecepatan teoritis aliran fluida yang
terjadi dianggap tidak mengalami hambatan aliran. Selain itu pada
kecepatan aktual selain memiliki nilai Cd yang merupakan nilai hambatan
yang mengurangi kecepatan aliran fluida (aliran fluida menghadapi
hambatan), juga ada faktor-faktor lain seperti human error atau kondisi
alat uji yang kurang baik sehingga mempengaruhi nilai kecepatan aktual
yang didapatkan.

v teoritis = 2 gh
( p air
1
)
d24
( ) 1 4
d1

v actual =Cd 2 gh
( pair
1
)
d 24
( ) 1
d 14

Perbandingan Debit Aktual dengan Debit Teoritis Venturi 1,5 Inchi


0

0
Debit Teoritis
0
Debit (m3/s) Debit Aktual
0

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9

Nomor Percobaan

Grafik 1. 2 Perbandingan Debit Aktual dengan Debit Teoritis Venturi 1,5 Inchi

Pada pengujian menggunakan venturimeter dengan diameter pipa


1,5 inchi didapatkan juga nilai debit teoritis dan debit aktual. Dimana,
debit teoritis didapat dengan menggunakan persamaan :

Qteoritis =v teoritis x Apipa

Sedangkan debit aktual didapatkan dengan menggunakan persamaan :


Qaktual =Volumefluida/waktu

Dimana nilai dari volume ini didapatkan dengan mengukur vulume air
didalam box air Yang bertambah dibagi waktu bertambahnya

Pada grafik hasil pengujian diatas dapat dilihat juga bahwasanya


nilai debit teoritis lebih besar dari debit aktual. Hal ini dikarenakan
bebrapa faktor, faktor pertama yaitu kecepatan aliran sebagai mana
telah dijelaskan sebelumnya pada kecepatan aktual terdapat faktor
penghambat yang menghambat kecepatan aliran fluida sehingga
menyebabkan kecepatan aliran fluida aktual menjadi lebih kecil dari
kecepatan fluida teoritis dan hal ini memperngaruhi besar debit aktual
dan debit teoritis. Karena, debit adalah jumlah air yang masuk atau
mengalir dalam satuan waktu atau bisa diartikan juga kecepatan aliran
fluida dikali dengan luas penampang.

Q =v x A

Sehingga apabila kecepatan aliran fluida untuk mengisi bak semakin


besar maka jumlah debit air juga akan semakin besar (berbanding lurus).

]selain hal itu faktor lain yang mempengaruhi adalah, pada


perhitungan debit aktual, terdapat perhitungan waktu secara manual
dengan menggunakan stopwatch yang menandakan dapat terjadi
kesalahan perhitungan atau pengamatan waktu sehingga hasil yang
didapat tidak tepat. Faktor lainnya yaitu ketika mengamati pertambahan
volume air juga bisa terjadi kesalahan (human error). Faktor faktor diatas
merupakan faktor yang mengakibatkan terjadinya perbedaan debit aktual
dengan debit teoritis
Hubungan Nilai Cd terhadap debit aktual
0.2

0.15
Q Aktual
0.1
Cd

0.05

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Nomor Percobaan

Grafik 1. 3 Hubungan Nilai Cd terhadap debit aktual

Hubungan Nilai Cd terhadap Kecepatan Aktual


1.5
1.3
1.1
0.9 cd
0.7 v act
0.5
0.3
0.1
-0.1 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Nomor Pengujian

Grafik 1. 4 Hubungan Nilai Cd terhadap kecepatan aktual


Dari pengujian didapat nilai Cd (koefisien discarge) yang
merupakan koefisien yang menunjukan besarnya hambatan fluida yang
terjadi pada aliran fluida didalam pipa. Koefisien Cd yang didapat
memiliki nilai yang tidak teratur (naik turun), fruktuasi dari nilai cd ini
menandakan ketidakteraturan peningatan dan penurunan kecepatan
yang terjadi pada aliran pipa sehngga koefisien discarge setiap
percobaan berbeda. Hal ini mempengaruhi kecepatan aliran fluida yang
juga mempengaruhi debit fluida.
2. Venturimeter pada pipa berdiameter 2 Inchi

Perbandingan kecepatan Teoritis dengan kecepatan Aktual venturi 2 inchi


5

3 V teoritis
Kecepatan (m/s) 2 V Aktual

0
1 2 3 4 5 6

Nomor Percobaan

Grafik 1. 5 Perbandingan kecepatan Teoritis dengan kecepatan Aktual venturi 2 inchi


Pada pelaksanan praktikum venturimeter dengan diameter pipa 2
inchi didapat data kecepatan aktual dan kecepatan teoritis aliran fluida
yang terjadi pada pipa. Dari grafik hasil percobaan dapat kita lihat bahwa
kecepatan teoritis hasil perhitungan lebih besar dari kecepatan aktual
hasil pengujian. Hal dikarenakan pada kecepatan teoritis tidak adanya
koefisien discarge (Cd) yang merupakan nilai hambatan pipa yang terjadi
didalam aliran, dalam kecepatan teoritis aliran fluida yang terjadi
dianggap tidak mengalami hambatan aliran. Selain itu pada kecepatan
aktual selain memiliki nilai Cd yang merupakan nilai hambatan yang
mengurangi kecepatan aliran fluida (aliran fluida menghadapi hambatan),
juga ada faktor-faktor lain seperti human error atau kondisi alat uji yang
kurang baik sehingga mempengaruhi nilai kecepatan aktual yang
didapatkan.

v teoritis = 2 gh
( p air
1
)
d24
( ) 1
d14

m

v actual =Cd 2 gh
( pair
1
)
d 24
( ) 1
d 14

Perbandingan Debit Aktual dengan Debit Teoritis Venturi 1,5 Inchi


0
0
0
0
Debit Teoritis
0
Debit (m3/s) Debit Aktual
0
0
0
0
1 2 3 4 5 6

Nomor Percobaan

Grafik 1. 6 Perbandingan Debit Aktual dengan Debit Teoritis Venturi 2 Inchi

Pada pengujian menggunakan venturimeter dengan diameter pipa


2 inchi didapatkan juga nilai debit teoritis dan debit aktual. Dimana, debit
teoritis didapat dengan menggunakan persamaan :

Qteoritis =v teoritis x Apipa

Sedangkan debit aktual didapatkan dengan menggunakan persamaan :

Qaktual =Volumefluida/waktu

Dimana nilai dari volume ini didapatkan dengan mengukur vulume air
didalam box air Yang bertambah dibagi waktu bertambahnya

Pada grafik hasil pengujian diatas dapat dilihat juga bahwasanya


nilai debit teoritis lebih besar dari debit aktual. Hal ini dikarenakan
bebrapa faktor, faktor pertama yaitu kecepatan aliran sebagai mana
telah dijelaskan sebelumnya pada kecepatan aktual terdapat faktor
penghambat yang menghambat kecepatan aliran fluida sehingga
menyebabkan kecepatan aliran fluida aktual menjadi lebih kecil dari
kecepatan fluida teoritis dan hal ini memperngaruhi besar debit aktual
dan debit teoritis. Karena, debit adalah jumlah air yang masuk atau
mengalir dalam satuan waktu atau bisa diartikan juga kecepatan aliran
fluida dikali dengan luas penampang.

Q =v x A

Sehingga apabila kecepatan aliran fluida untuk mengisi bak semakin


besar maka jumlah debit air juga akan semakin besar (berbanding lurus).

]selain hal itu faktor lain yang mempengaruhi adalah, pada


perhitungan debit aktual, terdapat perhitungan waktu secara manual
dengan menggunakan stopwatch yang menandakan dapat terjadi
kesalahan perhitungan atau pengamatan waktu sehingga hasil yang
didapat tidak tepat. Faktor lainnya yaitu ketika mengamati pertambahan
volume air juga bisa terjadi kesalahan (human error). Faktor faktor diatas
merupakan faktor yang mengakibatkan terjadinya perbedaan debit aktual
dengan debit teoritis

Hubungan Nilai Cd terhadap debit aktual


0.14
0.12
0.1
0.08 Q Aktual
0.06 Cd
0.04
0.02
0
1 2 3 4 5 6

Nomor Percobaan

Grafik 1. 7 Hubungan Nilai Cd terhadap debit aktual


Hubungan Nilai Cd terhadap Kecepatan Aktual
1.5
1.3
1.1
0.9 cd
0.7 v act
0.5
0.423113
0.3 0.296179 0.302223 0.321934 0.352594
0.185112
0.13
0.1 0.09 0.08 0.08 0.08 0.09
-0.1
1 2 3 4 5 6

Nomor Pengujian

Grafik 1. 8 Hubungan Nilai Cd terhadap kecepatan aktual


Dari pengujian didapat nilai Cd (koefisien discarge) yang
merupakan koefisien yang menunjukan besarnya hambatan fluida yang
terjadi pada aliran fluida didalam pipa. Koefisien Cd yang didapat
memiliki nilai yang tidak teratur (naik turun), fruktuasi dari nilai cd ini
menandakan ketidakteraturan peningatan dan penurunan kecepatan
yang terjadi pada aliran pipa sehngga koefisien discarge setiap
percobaan berbeda. Hal ini mempengaruhi kecepatan aliran fluida yang
juga mempengaruhi debit fluida.

E. Kesimpulan dan Saran


1. Kesimupulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari pelaksanaan praktikum
venturimeter ini adaah sebagai berikut :
1. Dari pelaksanaan praktikum didapat nilai debit aktual dan debit
teoritis. Dimana nilai debit teoritis lebih besar dari nilai debit
aktual.
2. Dari pelaksanaan praktikum didapat nilai kecepatan aktual dan
kecepatan teoritis. Kecepatan teoritis lebih besar dari kecepatan
aktual.
3. Nilai Cd venturimeter telah didapatkan dari perhitungan yaitu
setelah membagi kecepatan aktual dengan kecepatan teoritis

2. Saran
Adapun saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut :
1. Selama praktikum praktikan diharapkan untuk melaksanakan
praktikum dengan sungguh-sungguh, teliti, dan serius.
2. Sebelum praktikum praktikan harus menguasai teori-teori dan
segala sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaan
praktikum dihari itu
3. Selama pelaksanaan praktikum praktikan harus berhati-hati,
cepat, dan cermat dalam mengamati pertambahan tinggi air
didalam box.