Está en la página 1de 9

ANALISA PENGARUH SLOSHING PADA RUANG MUAT KAPAL

TANKER PERTAMINA 17500 LTDW DENGAN METODE CFD


(COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC)
Ananda Ragil Prakarsa1, Deddy Chrismianto2, Muhammad Iqbal3
1)
Program Studi S1 Teknik Perkapalan,Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro,
Email: prakarsaanandaragil@gmail.com

Abstrak
Sebagian besar eksplorasi minyak dan gas bumi berada di lautan, dimana kapal adalah alat
transportasi penting untuk mendistribusikan hasil eksplorasi tersebut. Kapal-kapal pengangkut minyak dan
gas cair memiliki resiko kecelakaan yang tinggi, selain dari muatan yang berbahaya karena mudah terbakar,
kapal pengangkut cairan juga harus memperoleh gaya sloshing dari muatan akibat dari pergerakan fluida
dinamis.
Sloshing adalah gerakan fluida resonansi dalam tangki yg bergerak. Ketika cairan bergerak dan berinteraksi
dengan wadahnya, tekanan dinamis seperti interaksi dapat menyebabkan deformasi besar di dinding
kontainer serta struktur pendukung. Gerak cairan muncul karena gerakan dinamis wadah yang dapat terjadi
dalam berbagai keadaan. Ada dua masalah utama yang timbul dalam pendekatan komputasi untuk sloshing.
Ini adalah kondisi batas bergerak pada antarmuka tangki cairan, dan gerak nonlinier permukaan bebas.
Pemodelan tangki muatan dilakukan pada kapal Tanker Pertamina dengan tangki berbentuk persegi panjang
dalam 3D. Tangki tersebut memiliki ukuran panjang 20,20 m, tinggi sisi 10,00 m dan lebar moulded 11,85
m. Analisa dilakukan menggunakan metode Computational Fluid Dynamic (CFD). Simulasi dilakukan
dalam 4 variasi pengisian tangki yakni, 30%, 50%, 70% dan 90% menggunakan software simulasi fluida.
Simulasi sloshing dilakukan pada model tangki tipe tetrahedrons meshing dengan jumlah nodes 76259 dan
elements 247571. Pada penelitian ini dapat diketahui gaya dinding tangki pada pengisian 30% sebesar
858,83 N. Pada pengisian 50% sebesar 847,32 N Pada pengisian 70% sebesar 778,95 N. Pada Pengisian
90% sebesar 806,33 N. Kemudian dilakukan analisa olah gerak menggunakan Hydrodynamic Diffraction
dan stabilitas menggunakan Maxsurf Stability. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai RMS of Roll With
Sloshing pada pengisian 30% sebesar 6,57 deg, pada pengisian 50% sebesar 9,52 deg, pada pengisian 70%
sebesar 9,39 deg, pada pengisian 90% sebesar 9,35 deg. Nilai GZ pengisian 30% sepanjang 1,33 m, nilai
GZ pengisian 50% sepanjang 1,76 m, nilai GZ pengisian 70% sepanjang 1,8 m, dan nilai GZ pengisian
90% sepanjang 1,42 m.

Kata kunci : Sloshing, Stabilitas, Maxsurf, Kapal Tanker, Computational Fluid Dynamic (CFD)

PENDAHULUAN selama sloshing. Sloshing bisa menjadi hasil dari


Sloshing adalah gerakan fluida resonansi kekuatan eksternal karena percepatan /
dalam tangki yg bergerak. Ketika cairan bergerak perlambatan tubuh penahanan. Perhatian khusus
dan berinteraksi dengan wadahnya, tekanan adalah distribusi tekanan pada dinding reservoir
dinamis seperti interaksi dapat menyebabkan wadah dan puncak sementara lokal yang bisa
deformasi besar di dinding kontainer serta struktur mencapai seperti di kapal tanker jalan dua kali
pendukung. Gerak cairan muncul karena gerakan nilai beban kaku. Dalam tanker jalan, permukaan
dinamis wadah yang dapat terjadi dalam berbagai cairan bebas mungkin mengalami kunjungan
keadaan. Ada dua masalah utama yang timbul besar bahkan gerakan yang sangat kecil dari
dalam pendekatan komputasi untuk sloshing. Ini wadah yang mengarah ke masalah stabilitas.
adalah kondisi batas bergerak pada antarmuka Topik umum interaksi fluida-struktur
tangki cairan, dan gerak nonlinier permukaan memang subjek khususnya yang luas dalam hal itu
bebas[1]. secara bersamaan menyatukan semua aspek yang
Tujuan utama dari penelitian ini adalah terkait dengan kedua mekanika struktural dan
untuk menentukan pengaruh beban sloshing pada mekanika fluida. Masing-masing dua daerah ini
wadah cairan menggunakan konfigurasi penyekat kompleks sendiri, namun, ketika dianggap
yang berbeda. Selain itu, tujuannya juga untuk bersama-sama, situasi menjadi lebih kompleks.
memvalidasi hasil eksperimen. Desain peralatan Bahkan, interaksi (atau coupling) antara respon
ini membutuhkan pemahaman rinci gerak cair cairan dan padat dapat dilihat sebagai umpan

Jurnal Teknik Perkapalan Vol.05, No.01 Bulan 2017 1


balik. Setiap gerakan permukaan cairan bebas Dengan mempertahankan notasi yang sama,
dalam wadah yang disebabkan oleh gangguan displasemen dari tangki diamati pada relatif O ke
apapun untuk terisi sebagian kontainer cair disebut o adalah seperti dalam persamaan 3:
sloshing. Sebuah cairan sebagian menempati Xx,z=sin(t) ......(3)
tangki bergerak mengalami gerakan gelombang Atau sama dengan persamaan 4 :
(sloshing). Gerakan ini menghasilkan beban X x,z=2sin(t).....(4)
hidrodinamik parah yang bisa berbahaya bagi Oleh karena itu, gerakan yang sama, tangki
integritas struktural dan stabilitas kapal, dimana berosilasi secara periodik, dapat dijelaskan baik di
ship motion dan sloshing analysis merupakan dalam masalah seperti yang ditunjukkan dalam
konfigurasi tak terpisahkan yang harus persamaan (3), serta menggunakan sistem
dipertimbangkan. Ship motion menimbulkan fluid referensi eksternal. Ini adalah inti dari pendekatan
motion dan fluid motion akan mempengaruhi ship kekuatan tubuh.Dengan menerapkan percepatan
motion[1]. tambahan untuk domain adalah mungkin untuk
mensimulasikan gerakan sloshing tanpa harus
TINJAUAN PUSTAKA memindahkan grid relatif terhadap sistem
Sebuah tangki berisi fluida dan memiliki referensi inersial. Persamaan 4 menggunakan
ruang bebas jika digerakkan akan menimbulkan gerakan sinusoidal, tetapi setiap gerak tak
gerakan-gerakan dari fluida tersebut (sloshing). beraturan dapat disimulasikan dengan memecah
Sloshing atau biasa disebut free surface effect pada menjadi komponen-komponen percepatan
sebuah tangki adalah gerakan spontan fluida yang Cartesian mereka dan menggunakan deret Fourier.
menumbuk dinding-dinding tangki akibat dari Penggunaan persamaan momentum Navier Stokes
adanya ruang bebas pada tangki dan gaya luar incompressible untuk lebih sederhana adalah
yang bekerja pada tangki tersebut. Jika kondisi sebagai berikut:
tersebut terjadi pada sebuah kapal pengangkut 1 2
+ . = + + ......(5)
cairan, maka akan menimbulkan 3 efek,
diantaranya adalah : vektor terakhir berisi komponen kekuatan tubuh,
a. Berkurangnya stabilitas kapal. misalnya gravitasi g = (0, 9.81) diterapkan pada
b. Efek kopling antara gerakan dinamis sistem diatur oleh persamaan 5. Untuk kasus ini,
kapal oleh gelombang air laut dengan persamaan momentum akan kemudian
gerakan dinamis cairan didalam tangki. dimodelkan sebagai dengan hasil turunan dari
persamaan 6.
c. Efek gerakan dinamis fluida didalam 1 2
tangki yang mengakibatkan lompatan fluida yang + . = + +

menumbuk dinding tangki. (X , 0,9.81)...(6)
Efek sloshing tidak hanya terjadi dalam Dengan demikian, pendekatan yang dilakukan
ruang atau wadah tertutup, ombak laut juga dalam menghitung gaya yang terjadi pada dinding
termasuk efek sloshing yang diakibatkan oleh tangki dapat dilakukan dengan lebih sederhana,
pasang surut air laut dan angin. Efek sloshing dari khususnya ketika mempertimbangkan meshing
gelombang laut dapat dimanfaatkan sebagai yang digunakan untuk memodelkan tangki. Lebih
energi gelomang air laut. Namun sloshing pada lanjut lagi, pendekatan gaya pada dinding tangki
ruang muat kapal sangat merugikan dan adalah diperolehnya data seputar
berpengaruh pada keselamatan kapal[2]. kecepatan/percepatan, volume/displasemen yang
Sloshing Motion digunakan sebagai input[3].
Dengan menggunakan pendekatan gaya yang
terjadi pada badan (dinding) tangki,jauh lebih Stabilitas Kapal
sederhana digunakan meskipun tidak intuitif Stabilitas kapal adalah kemampuan kapal untuk
sebagai grid bergerak. Displasemen tangki kembali ke posisi normal atau tidak miring kekiri
digambarkan dalam sebuah inersia (X, Z) sistem atau kekanan pada saat kapal diapungkan.
koordinat dengan asal O diberikan oleh persamaan Demikian pula pada saat kapal berlayar
sebagai berikut: disebabkan oleh pengaruh luar yang bekerja
terhadap kapal diantaranya gelombang atau
X,Z=sin(t) ....(1) keadaan laut dan angin serta kebocoran yang
dengan asumsi displasemen tangki adalah dilakukan oleh tubrukan atau kandas.
sinusoidal dengan sistem sumbu x dan sumbu o(x,
z). Oleh karena itu percepatan tangki diorelatif
terhadap(X, Z) diberikan sebagai:
X,Z=2sin(t).....(2)

Jurnal Teknik Perkapalan Vol.05, No.01 Bulan 2017 2


Pada prinsipnya keadaan stabilitas ada tiga yaitu : yang dilibatkan ke kontrol-kontrol perhitungan
1. Stabilitas Positif (Stable Equilibrium) yang terlibat[4].
Suatu keadaan dimana titik G-nya berada
diatas titik M, sehingga sebuah kapal METODOLOGI PENELITIAN
memiliki stabilitas mantap sewaktu oleng Data Model
mesti memiliki kemampuan untuk menegak Pada penelitian ini akan menggunakan model
kembali. kapal Tanker Pertamina 17500 LTDW dengan
2. Stabilitas Netral (Neutral Equilibrium) data kapal dan tangki sebagai berikut :
Suatu keadaan stabilitas dimana titik G-nya Tabel.1 Data Kapal dan Tangki
berhimpit dengan titik M. Maka momen Data Kapal
penegak kapal yang memiliki stabilitas netral
sama dengan nol, atau bahkan tidak memiliki LOA 160,00 M
kemampuan untuk menegak kembali sewaktu
LPP 149.50 M
oleng. Dengan kata lain bila kapal oleng tidak
ada MP maupun momen penerus sehingga Breadth 27.70 M
kapal tetap miring pada sudut oleng yang sama,
penyebabnya adalah titik G terlalu tinggi dan Draught 7,00 M
berimpit dengan titik M karena terlalu banyak
DWT 17500 Ton
muatan di bagian atas kapal.
3. Stabilitas Negatif (Unstable Equilibrium) Speed 13,00 Knot
Suatu keadaan stabilitas dimana titik G-nya
berada di atas titik M. Sehingga sebuah kapal Height 12,00 M
yang memiliki stabilitas negatif sewaktu oleng
Main Engine 6500 PS
tidak memiliki kemampuan untuk menegak
kembali, bahkan sudut olengnya akan AFT Tank no.3
bertambah besar, yang menyebabkan kapal
akan bertambah miring lagi bahkan bisa Tank aft from AP 78,05 M
menjadi terbalik. Atau suatu kondisi bila kapan
miring karena gaya dari luar, maka timbullah
Tank bottom from 2,00 M
sebuah momen yang dinamakan momen keel line
penerus/Heiling moment sehingga kapal akan
bertambah miring. Tank length 20,20 M
Computational Fluid Dynamic (CFD)
CFD adalah perhitungan yang mengkhususkan
Tank breadth 11,85 M
pada fluida, mulai dari aliran fluida, heat transfer Tank height 10,00 M
dan reaksi kimia yang terjadi pada fluida. Atas
prinsip-prinsip dasar mekanika fluida, konservasi
energi, momentum, massa, serta species,
perhitungan dengan CFD dapat dilakukan. Secara
HASIL DAN PEMBAHASAN
sederhana proses perhitungan yang dilakukan oleh
aplikasi CFD adalah dengan kontrol-kontrol
Pembuatan Model Tangki dan Meshing
perhitungan yang telah dilakukan maka kontrok Pada penelitian ini analisa sloshing
perhitungan tersebut akan dilibatkan dengan dilakukan pada tangki no.3 dari AP. Sebelum
memanfaatkan persamaan-persamaan yang diproses dengan software CFD Ansys, terlebih
terlibat. dahulu membuat model tangki menggunakan
Persamaan-persamaan ini adalah persamaan software Rhinoceros.
yang dibangkitkan dengan memasukkan Setelah geometri tangki solid, meshing
parameter apa saja yang terlibat dalam domain. dilakukan pada software Ansys CFX. Meshing
Misalnya ketika suatu model yang akan dianalisa merupakan pembagian objek menjadi bagian
melibatkan temperatur berarti model tesebut atau elemen yang kecil. Semakin kecil ukuran
melibatkan persamaan energi atau konservasi dari mesh pada suatu obyek, maka hasil yang
energi tersebut. Inisialisasi awal dari persamaan didapatkan akan semakin teliti, tetapi
adalah boundary condition. Boundary condition membutuhkan daya komputasi dan waktu yang
adalah kondisi dimana kontrol-kontrol lebih lama dibandingkan dengan obyek yang
perhitungan didefinisikan sebagai definisi awal memiliki ukuran mesh lebih besar. Oleh karena
itu, besar ukuran mesh harus diatur sedemikian

Jurnal Teknik Perkapalan Vol.05, No.01 Bulan 2017 3


rupa agar diperoleh hasil yang teliti dan Tabel.4 Initialisation
diusahakan daya komputasi yang dibutuhkan Global Settings
tidak terlalu besar. Velocity
Tipe meshing yang dipilih pada penelitian Cartesian
Type
adalah tetrahedrons jumlah nodes 76259 dan
Cartesian Velocity Components
jumlah elements 247571.
Option Automati
U 3 [m s^-1]
V 0 [m s^-1]
W 0 [m s^-1]
Relative
HydroP
Pressure
Temperature 30 [c]
Turbulence Medium (Intensity = 5%)
Gambar. 1 Proses Meshing Volume
1-FluidVF
Selanjutan kita mengatur setiap kriteria yang kita Fraction
gunakan dengan mengatur Set-up. Set-up yang
digunakan merupakan kriteria yang telah di Tahap solution yaitu tahap dimana boundary
validasi dahulu sebelumnya sehingga
mendapatkan hasil yang memiliki error tidak jauh yang telah diberi kriteri dilakukan iterasi hingga
dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Berikut didapatkan hasil yang convergence.
Domain Physics yang digunakan. Tahap akhir yaitu tahap post dimana kita
mendapatkan hasil yang dapat disimulasikan baik
Tabel.2 Domain Default 3D ataupun 2D.
Domain Default Domain Hasil Simulasi Tangki
Type Fluid Simulasi sloshing dilakukan dalam 4
Location B43 variasi pengisian yakni 10%, 50%,98% dan
Materials 70%.
a. Hasil running untuk tekanan dinding tangki
Air
sebelah kanan
Gasoline
Berdasarkan hasil simulasi terlihat rata-
Fluid Definition Material Library rata tekanan dinding tangki sebelah kanan
Morphology Continuous Fluid ketika pengisian 30%, 50% dan 70% lebih kecil
Settings dibandingkan dengan pengisian 90%. Untuk
Buoyancy Model Buoyant lebih jelasnya dapat kita lihat pada grafik
Domain Motion Stationary tekanan dinding tangki dibawah ini:

Tabel.3 Initialisation
Expressions
FluidDen 900 [kg m^-3]
FluidHT 0.9 [m]
if(y<FluidHt,1,0)*if(y>-1.1
FluidVF
[m],1,0)
HydroP FluidDen*g*(FluidHt-y)*FluidVF
Gambar. 2 Gambar Tekanan Pada Dinding Kiri

Jurnal Teknik Perkapalan Vol.05, No.01 Bulan 2017 4


b. Hasil running untuk tekanan dinding tangki Analisa Olah Gerak
sebelah kiri Olah gerak kapal dianalisa menggunakan
Berdasarkan hasil simulasi terlihat rata Hydrodynamic Diffraction, hasil pemodelan dari
rata tekanan dinding tangki sebelah kiri ketika Rhinoceros diekspor dalam bentuk file .iges.
pengisian 30%, 70% dan 90% lebih kecil Analisa Hydrodynamic Diffraction yang akan
dibandingkan dengan pengisian 50%. Untuk dilakukan pada penelitian ini adalah olah gerak
lebih jelasnya dapat kita lihat pada grafik kapal tanker Pertamina 17500 LTDW pada bentuk
tekanan dinding tangki dibawah ini: geometri yang sudah divariasi meliputi rolling.
Dengan arah masuk gelombang yaitu 90o dan
eksternal force yang didapat dari hasil analisa
sloshing tangki dengan hasil sebagai berikut :

Tabel.5 Hasil Simulasi Tangki


Variasi Pengisian Tangki Force
30% 858,83 N
50% 847,32 N
70% 778,95 N
90% 806,33 N
Gambar. 3 Gambar Tekanan Pada Dinding Kanan
c. Hasil running untuk force a. Hasil running untuk RAO dengan efek
Berdasarkan hasil simulasi terlihat rata- sloshing
rata force ketika pengisian 30%, 70% dan 90% Berikut merupakan hasil analisa olah
lebih kecil dibandingkan dengan pengisian gerak dengan grafik RAO dengan efek sloshing
50%. Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada pada setiap arah masuk gelombang:
grafik tekanan dinding tangki dibawah ini:

Gambar. 4 Gambar RAO with Sloshing.


Gambar. 3 Gambar perbandingan Force
Puncak gelombang pada grafik menunjukkan
bahwa gerakan tertinggi kapal terjadi pada nilai
tersebut.

Gambar 5. Spektrum Gelombang pada


Gelombang 90o dengan efek sloshing.

Untuk perairan laut jawa, data yang


digunakan dalam penelitian ini yaitu tinggi
gelombang signifikan (Hs) 1,3 m, dan dari data

Jurnal Teknik Perkapalan Vol.05, No.01 Bulan 2017 5


tinggi gelombang yang didapatkan lalu dicari nilai Puncak gelombang pada grafik
periode rata-rata (Tav) pada tabel sea state yaitu menunjukkan bahwa gerakan tertinggi kapal
3,22. terjadi pada nilai tersebut.

Gambar 6. Perbandingan Spektrum Respon Gambar 8. Spektrum Gelombang pada


Gelombang Acak dengan Interpolasi pada Sudut Gelombang 90o tanpa efek sloshing.
90o dengan efek sloshing.
Untuk perairan laut jawa, data yang
Gambar di atas merupakan grafik spektrum digunakan dalam penelitian ini yaitu tinggi
respon untuk sudut 90o dengan efek sloshing. gelombang signifikan (Hs) 1,3 m, dan dari data
Luasan di bawah kurva spektrum respon di atas tinggi gelombang yang didapatkan lalu dicari nilai
disebut dengan m0. Dari nilai m0 kita akan periode rata-rata (Tav) pada tabel sea state yaitu
mendapatkan RMS. 3,22.
Tabel 6. Nilai RMS Roll With Sloshing Tiap
Variasi Pengisian

Variasi RMS of Roll


Pengisian With Sloshing
Tangki

30% 6,57 deg

50% 9,52 deg


Gambar 9. Perbandingan Spektrum Respon
70% 9,39 deg
Gelombang Acak dengan Interpolasi pada Sudut
90% 9,35 deg 90o tanpa efek sloshing.
Gambar di atas merupakan grafik spektrum
respon untuk sudut 90o dengan efek sloshing.
Luasan di bawah kurva spektrum respon di atas
b. Hasil running untuk RAO tanpa efek sloshing
disebut dengan m0. Dari nilai m0 kita akan
Berikut merupakan hasil analisa olah
mendapatkan RMS.
gerak dengan grafik RAO tanpa efek sloshing
Tabel 7. Nilai RMS Roll Without Sloshing Tiap
pada setiap arah masuk gelombang:
Variasi Pengisian

Variasi RMS of Roll


Pengisian With Sloshing
Tangki

30% 1,577 deg

50% 1,474 deg

70% 1,411 deg


Gambar. 7 Gambar RAO without Sloshing
90% 1,069 deg

Jurnal Teknik Perkapalan Vol.05, No.01 Bulan 2017 6


Analisa Stabilitas
Untuk menghitung stabilitas, kita perlu
terlebih dahulu menentukan kondisi-kondisi yang
mungkin akan dialami oleh kapal tersebut ketika
berlayar, maka dipilih kondisi-kondisi seperti di
bawah ini:
Persentase perhitungan stabilitas pada kondisi
I, menerangkan kondisi kapal pada tangki yang
telah di tentukan dengan muatan 30%, berat Gambar. 12 Grafik nilai GZ pada kondisi III
comsumable 0 % Analisa kriteria pada kondisi III
Persentase perhitungan stabilitas pada kondisi menerangkan bahwa hasil perhitungan stabilitas
II, menerangkan kondisi kapal pada tangki dinyatakan memenuhi (pass) standart persyaratan
yang telah di tentukan dengan muatan 50%, IMO. Dengan maksimum nilai GZ terdapat pada
berat comsumable 0 % Variasi III (70%) senilai 4,825 m.
Persentase perhitungan stabilitas pada kondisi
III, menerangkan kondisi kapal pada tangki
yang telah di tentukan dengan muatan 70%,
berat comsumable 0 %
Persentase perhitungan stabilitas pada kondisi
IV, menerangkan kondisi kapal pada tangki
yang telah di tentukan dengan muatan 90%,
berat comsumable 0 %
Gambar. 13 Grafik nilai GZ pada kondisi IV
Berikut hasil analisa stabilitas dengan grafik
nilai GZ pada tiap kondisi: Analisa kriteria pada kondisi IV
menerangkan bahwa hasil perhitungan stabilitas
dinyatakan memenuhi (pass) standart persyaratan
IMO. Dengan maksimum nilai GZ terdapat pada
Variasi III (70%) senilai 5,198 m.
Dari analisa di atas kita dapatkan hasil nilai
GZ pada sudut RMS of Roll dengan tabel sebagai
berikut:

Gambar. 10 Grafik nilai GZ pada kondisi I Tabel 8. Nilai perbandingan panjang lengan GZ
pada RMS of Roll dengan dan tanpa sloshing
Analisa kriteria pada kondisi I
menerangkan bahwa hasil perhitungan stabilitas Variasi RMS of GZ RMS of GZ
dinyatakan memenuhi (pass) standart persyaratan Pengisian Roll Roll
IMO. Dengan maksimum nilai GZ terdapat pada Tangki With Without
Variasi I (30%) senilai 3,799 m. Sloshing Sloshing
30% 6,57 deg 1,33 1,57 deg 0,32
m m
50% 9,52 deg 1,76 1,47 deg 0,27
m m
70% 9,39 deg 1,58 1,41 deg 0,24
m m
90% 9,35 deg 1,42 1,06 deg 0,16
m m
Gambar. 11 Grafik nilai GZ pada kondisi II
Analisa kriteria pada kondisi II
menerangkan bahwa hasil perhitungan stabilitas
dinyatakan memenuhi (pass) standart persyaratan
IMO. Dengan maksimum nilai GZ terdapat pada
Variasi II (50%) senilai 4,269 m.

Jurnal Teknik Perkapalan Vol.05, No.01 Bulan 2017 7


Besarnya kemampuan untuk menegak kembali sepanjang 4,825 m, dan nilai GZ pengisian
90% maksimal sepanjang 5,198 m.
kapal itu adalah sebesar = W x GZ. 4. Nilai GZ pada sudut 6,57o sepanjang 1,33 m,
Atau jika dituangkan dalam bentuk rumus akan nilai GZ pada sudut 9,52o sepanjang 1,76 m,
berbentuk : nilai GZ pada sudut 9,39o sepanjang 1,58 m,
dan nilai GZ pada sudut 9,35o sepanjang 1,42
Mp = W x GZ m.
Dimana : Mp = Momen Penegak 5. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh
W = DWT gaya sloshing terhadap stabilitas kapal
termasuk stabilitas stabil karena momen
GZ = Lengan Penegak penegak (Mp) kapal pada setiap variasi lebih
besar dari besar W kapal yaitu 17500 LTDW.
Tabel 9. Nilai Momen Penegak Pada Kapal 6. Apabila W semakin besar, maka Mp pun
akibat Sloshing semakin besar.Apabila GZ semakin besar,
maka Mp pun semakin besar.Apabila W tetap,
maka besarnya nilai M sebanding dengan nilai
Variasi W GZ Mp GZ artinya bahwa MP merupakan fungsi dari
Pengisian GZ artinya bahwa semakin besar nilai GZ
Tangki maka semakin besar pula nilai M, semakin
kecil nilai GZ semakin kecil pula nilai M
30% 17500 ton 1,33 m 23375 ton tersebut.
m
50% 17500 ton 1,76 m 30800 ton SARAN
Tugas akhir yang disusun penulis ini masih
m mempunyai keterbatasan dan kekurangan. Oleh
70% 17500 ton 1,58 m 27650 ton sebab itu, penulis mengharapkan tugas akhir ini
m dapat dikembangkan lagi secara lebih
mendalam dengan kajian lebih lengkap. Adapun
90% 17500 ton 1,42 m 24850 ton
saran penulis untuk penelitian lebih lanjut antara
m lain :
1. Diperlukan komputasi yang tinggi dalam
PENUTUP anaslisa CFD (Computational Fluid
KESIMPULAN Dynamic).
Dari hasil yang telah di dapatkan dan dibahas 2. Perlunya ketelitian dalam menjalankan
pada bab sebelumnya dapat disimpulkan antara software CFD (Computational Fluid
lain hal-hal sebagai berikut :
Dynamic).
1. Simulasi dilakukan dalam 4 variasi pengisian
3. Diharapkan adanya pengujian laboratorium
tangki yakni, 30%, 50%, 70% dan 90%
guna meningkatkan keakuratan hasil
menggunakan software simulasi fluida.
Simulasi sloshing dilakukan pada model tangki pendekatan numerik yang telah dilakukan.
tipe tetrahedrons meshing dengan jumlah .
nodes 76259 dan elements 247571. DAFTAR PUSTAKA
2. Gaya yang terjadi pada dinding tangki pada [1]. Brar, Gurinder Singh at.al. 2014. An
pengisian 30% sebesar 858,83 N. Pada Experimental and CFD Analysis of Sloshing
pengisian 50% sebesar 847,32 N Pada
pengisian 70% sebesar 778,95 N. Pada in a Tanker. 2nd International Conference
Pengisian 90% sebesar 806,33 N. on Innovation in Automotion and
3. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai RMS of
Roll pada pengisian 30% sebesar 6,57 deg, Mechatronics Engineering. ICIAME.
pada pengisian 50% sebesar 9,52 deg, pada [2]. Arsad, Khoirul Ashar dkk. Studi Gerakan
pengisian 70% sebesar 9,39 deg, pada
pengisian 90% sebesar 9,35 deg. Nilai GZ Sloshing terhadap Tangki Kotak
maksimal pengisian 30% sepanjang 3,799 m, (Rectangular Tank) Dengan dan Tanpa Pelat
nilai GZ maksimal pengisian 50% sepanjang
4,269 m, nilai GZ maksimal pengisian 70% Memanjang (Baffle) Akibat Gerakan Rolling
Kapal Dengan Metode Cmputational Fluid

Jurnal Teknik Perkapalan Vol.05, No.01 Bulan 2017 8


Dynamics (CFD). Surabaya : Institut
Teknologi Sepuluh Nopember.
[3]. Sari, Nur Meilina. 2013. Analisa Gerakan
Sloshing Pada Tangki Muatan Kapal Disha
LNG Carrier Dengan Menggunakan Metode
Computational Fluid Dynamic. Semarang :
Universitas Diponegoro.
[4]. Arimbawa, Rega. Analisa Pengaruh
Sloshing Terhadap Getaran Mobil Tangki
Dengan Model Full Car. Surabaya : Institut
Teknologi Sepuluh Nopember.

Jurnal Teknik Perkapalan Vol.05, No.01 Bulan 2017 9