Está en la página 1de 28

Rangkuman Materi Ajar PKn Kelas 6

MATERI AJAR
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/Semester : VI / I
Alokasi Waktu : 6 x 35 Menit

Standar Kompetensi
1. Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar
Negara.

Kompetensi Dasar
1.1. Mendiskripsi-kan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar
Negara.

1.2. Menceritakan secara singkat nilai kebersamaan dalam proses perumusan Pancasila
sebagai Dasar Negara.

1.3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan
Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehar-hari

Indikator
Mendeskripsikan nilai-nilai juang para pahlawan
Menceritakan arti dan nilai Kebangkitan Nasional
Menjelaskan hubungan kebangkitan nasional dengan perjuangan kemerdekaan RI
Menyebutkan organisasi-organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan
Menyebutkan latar belakang lahirnya Pancasila.
Menyebutkan tokoh perumus Pancasila
Menceritakan nilai kebersamaan dalam proses Perumusan Pancasila sebagai Dasar
Negara.
Mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung dalam butir-butir Pancasila
Menceritakan contoh sikap menerapkan nilai-nilai Pancasila
Mempraktekkan contoh sikap menerapkan nilai-nilai Pancasila

I. Materi Pokok Pembelajaran


Kebangkitan Nasional dan organisasi memperjuangkan kemerdekaan
Proses perumusan Pancasila, panitia sembilan dan persiapan kemerdekaan
Indonesia
Menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

Materi Ajar diambil dari pustaka:


Ningsih Sary, Pendidikan Kewarganegaraan untuk SD Kelas VI, PT. Widya Utama :
Jakarta 2007
Mediarta R Rani, PKn Harmoni Berkebangsaan, Quadra : Jakarta 2007

Pancasila
Kata Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu Panca dan Sila. Panca berarti lima
dan sila berarti peraturan tingkah laku, dengan demikian Pancasila dapat diartikan
dengan lima pedoman tingkah laku.

Istilah Pancasila sudah dikenal sejak zaman dahulu hal tersebut dapat dibuktikan
melalui buku Nagarakartagama karya Mpu Prapanca dan buku Sutasoma karya Mpu
Tantular. Dalam buku Sutasoma, terdapat istilah Pancasila Krama yang diartikan
sebagai lima dasar tingkah laku atau perintah kesusilaan.

Sejarah Lahirnya Pancasila


Kelahiran Pancasila sebagai dasar negara Indonesia melalui proses yang panjang.
Pancasila sebagai dasar negara merupakan salah satu prasyarat dalam mendirikan
Indonesia merdeka.Perjalanan panjang menuju kelahiran Pancasila melalui rangkaian
heroik perjuangan para pahlawan bangsa dan menjadi momentum adalah hari
Kebangkitan Nasional yaitu ditandai dengan berdirinya organisasi Budi Utomo pada
tanggal 20 Mei 1908.Kebangkitan Nasional diartikan dengan kesadaran untuk bangkit
melawan penjajahan secara bersama-sama.

Setelah munculnya kesadaran kolektif untuk bangkit melawan penjajahan, maka mulai
bermunculan organisasi-organisasi pergerakan antara lain Serikat Dagang Islam,
Perhimpunan Indonesia, Indische Partij, Parindra (Partai Indonesia Raya), PNI (Partai
Nasional Indonesia) dan PKI (Partai Komunis Indonesia).
Pemerintahan Jepang melalui Perdana Menteri Koiso pada tanggal 17 September 1944
memberikan janji kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Janji tersebut diberikan
agar bangsa Indonesia mau membantu Jepang dalam perang sekutu.Untuk
mewujudkan janji tersebut, maka pemerintah Jepang membentuk organisasi yang
bertujuan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Organisasi yang dibentuk oleh Jepang untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia


adalah BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia).BPUPKI didirikan pada tanggal 29 April 1945.Organisasi ini diresmikan pada
tanggal 28 Mei 1945. Ketua BPUPKI adalah dr. KRT Radjiman Wediodiningrat dan RP
Soeroso yang menjabat sebagai wakil ketua sekaligus sebagai kepala kantor atau
sekretariat.

Terdapat dua pokok tugas BPUPKI, yaitu merumuskan dasar-dasar Indonesia merdeka
dan menetapkan UUD. Selama masa kerjanya, BPUPKI telah mengadakan dua kali
masa persidangan, yaitu masa persidangan I (29 Mei 1945 1 Juni 1945) dan masa
persidangan II (10-16 Juli 1945)

Masa Persidangan I BPUPKI


Pada masa persidangan I BPUPKI, salah satu permasalahan yang dibahas adalah
mengenai dasar negara Indonesia merdeka.Pada sidang hari pertama BPUPKI,
Muhammad Yamin menyampaikan pidato. Pidato tersebut berisi usulan dasar negara
yang disebut dengan lima dasar asas kebangsaan. Kelima asas tersebut adalah
1. Perikebangsaan
2. Perikemanusiaan
3. Periketuhanan
4. Perikerakyatan
5. Kesejahteraan rakyat
Pada tanggal 31 Mei 1945, Prof. Dr. Mr. Soepomo juga menyampaikan pidatonya yang
berisikan rumusan dasar negara. Dasar negara tersebut ialah
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan lahir dan batin
4. Musyawarah
5. Keadilan rakyat
Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir Sukarno juga mengemukakan pandangannya mengenai
dasar negara. Ususlan-usulan tersebut adalah
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau perikemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan sosial
5. Ketuhanan yang berkebudayaan
Sidang yang berlangsung dari tanggal 29 Mei 1 Juni 1945 ini belum menghasilkan
keputusan apapun mengenai dasar negara yang akan digunakan. Oleh karena itu,
seluruh pendapat yang diajukan oleh tokoh-tokoh tersebut atas permintaan ketua
BPUPKI lalu ditulis dan akan dibahas kemudian.

Untuk membahas usulan-usulan mengenai dasar negara tersebut, maka dibentuklah


sebuah panitia kecil yang terdiri atas 8 orang.Panitia kecil diketuai oleh Ir. Soekarno
dengan wakil ketua dijabat oleh Mohammad Hatta.Panitia kecil ini kemudian
mengumpulkan dan menampung semua usulan mengenai dasar negara dan anggota
BPUPKI.

Lahirnya Piagam Jakarta


Untuk merumuskan dasar negara dibentuklah Panitia Sembilan. Panitia Sembilan terdiri
dari Soekarno, Mohammad Hatta, Achmad Soebardjo, AA Maramis, H. Agus Salim,
Wahid Hasyim, Abikoesno Tjokroeyoso, dan Abdoel Kahar Muzakir. Tugas dari Panitia
Sembilan itu adalah merumuskan dasar negara berdasarkan pandangan umum
anggota pada saat rapat BPUPKI.
Panitia Sembilan berhasil merumuskan Piagam Jakarta yang didalamnya memuat
tentang dasar negara.Piagam Jakarta ditandatangani pada tangal 22 Juni 1945 di Jalan
Pegangsaan Timur No. 56. Piagam Jakarta tersebut terdiri dari lima poin yaitu:
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Masa Persidangan II BPUPKI


Pada tanggal 10-16 Juli 1945 BPUPKI mengadakan masa sidangnya yang kedua.Pada
sidang kedua dibicarakan rancangan undang-undang dasar dan pembukaan undang-
undang dasar.Oleh karena itu, dibentuklah beberapa panitia kecil guna membahas topik
yang berbeda-beda.Panitia-panitia kecil tersebut ialah panitia perancang undang-
undang dasar yang diketuai oleh Soekarno, panitia perancang pembela tanah air yang
diketuai oleh Abikoesno Tjokrosoeyoso dan panitia perancang ekonomi dan keuangan
yang diketuai Mohammad Hatta.

Rancangan perumusan undang-undang dasar mengacu pada Piagam Jakarta.Pada


saat pembahasan mengenai pembukaan UUD terjadi perdebatan.Perdebatan tersebut
khususnya menyangkut masalah agama yang terdapat dalam rumusan pembukaan
UUD.Perdebatan ini muncul karena dalam Piagam Jakarta sila pertama berbunyi
Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-
pemeluknya.Hal ini ternyata menimbulkan kecemburuan dari golongan lainnya.

Setelah masa persidangan kedua BPUPKI usai, BPUPKI telah menetapkan rancangan
pembukaan Undang-Undang Dasar berdasarkan pada Piagam Jakarta tanpa
perubahan dan juga rancangan undang-undang dasar. Rancangan-rancangan tersebut
selanjutnya akan dibahas oleh badan lain karena tugas BPUPKI hanyalah
mempersiapkan rancangan Undang-Undang Dasar, termasuk pembukaan dan batang
tubuhnya. Sejak tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI resmi dibubarkan.
PPKI
Tugas BPUPKI yang sudah selesai kemudian digantikan oleh organisasi lain, yaitu
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI, PPKI dibentuk pada tanggal 12
Agustus 1945. Soekarno menjadi ketua PPKI dengan Mohammad Hatta sebagai
wakilnya.PPKI bertugas mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.Diantaranya adalah
membahas mengenai UUD yang terdiri dari pembukaan serta batang tubuh yang sudah
disusun sebelumnya oleh BPUPKI.

Pada sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 dibahas kembali masalah rancangan
UUD.Setelah melalui perdebatan yang panjang, pada akhirnya dicapai sebuah
kesepakatan.Piagam Jakarta akhirnya diterima sebagai bagian dari pembukaan UUD
dengan perubahan pada sila pertama.Perubahan tersebut dilakukan dengan mengubah
kalimat Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-
pemeluknya menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Setelah dilakukan perubahan, isi
Piagam Jakarta menjadi
1. Ketuhanan yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Kelima asas di atas itulah yang kemudian menjadi dasar negara kita yang dikenal
dengan nama Pancasila. Rapat PPKI tanggal 18 Agustus 1945 juga mengesahkan
batang tubuh UUD. Dengan demikian pada tanggal tersebut diresmikanlah UUD negara
Indonesia yang dikenal dengan nama UUD 1945. Hasil keputusan pada sidang PPKI
pada tanggal 18 Agustus 1945 adalah sebagai berikut
1. Mengesahkan pembukaan UUD 1945 dan Batang tubuh UUD 1945
2. Memilih Ir. Soekarno sebagai Presiden RI dan Mohammad Hatta sebagai wakil Presiden
RI
3. Membentuk Komite Nasional untuk membantu pelaksanaan tugas presiden hingga
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
terbentuk.
Keesokan harinya PPKI kembali mengadakan sidang. Materi yang dibicarakan adalah
mengenai :
1. Pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP)
2. Pembagian departemen dalam pemerintahan menjadi 12 departemen
3. Pembagian wilayah provinsi di Indonesia menjadi 8 provinsi.

Kedudukan Pancasila bagi Bangsa Indonesia


1. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia
2. Pancasila sebagai Sumber hukum di Indonesia
3. Pancasila sebagai dasar negara

Makna Sila-Sila dalam Pancasila

1. Arti dan Makna Sila Ketuhanan yang Maha Esa


a. Mengandung arti pengakuan adanya kuasa prima (sebab pertama) yaitu Tuhan yang
Maha Esa
b. Menjamin penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut
agamanya.
c. Tidak memaksa warga negara untuk beragama.
d. Menjamin berkembang dan tumbuh suburnya kehidupan beragama.
e. Bertoleransi dalam beragama, dalam hal ini toleransi ditekankan dalam beribadah
menurut agamanya masing-masing.
f. Negara memberi fasilitator bagi tumbuh kembangnya agama dan iman warga negara
dan mediator ketika terjadi konflik agama.

2. Arti dan Makna Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab


a. Menempatkan manusia sesuai dengan hakikatnya sebagai makhluk Tuhan
b. Menjunjung tinggi kemerdekaan sebagai hak segala bangsa.
c. Mewujudkan keadilan dan peradaban yang tidak lemah.

3. Arti dan Makna Sila Persatuan Indonesia


a. Nasionalisme.
b. Cinta bangsa dan tanah air.
c. Menggalang persatuan dan kesatuan Indonesia.
d. Menghilangkan penonjolan kekuatan atau kekuasaan, keturunan dan perbedaan warna
kulit.
e. Menumbuhkan rasa senasib dan sepenanggungan.
.
4. Arti dan Makna Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan Perwakilan
a. Hakikat sila ini adalah demokrasi.
b. Permusyawaratan, artinya mengusahakan putusan bersama secara bulat, baru
sesudah itu diadakan tindakan bersama.
c. Dalam melaksanakan keputusan diperlukan kejujuran bersama.

5. Arti dan Makna Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
a. Kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat dalam arti dinamis dan meningkat.
b. Seluruh kekayaan alam dan sebagainya dipergunakan bagi kebahagiaan bersama
menurut potensi masing-masing.
c. Melindungi yang lemah agar kelompok warga masyarakat dapat bekerja sesuai dengan
bidangnya.

MATERI AJAR
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/Semester : VI / I
Alokasi Waktu : 6 x 35 Menit

Standar Kompetensi
2. Memahami sistem pemerintahan Republik Indonesia

Kompetensi Dasar
2.1. Menjelaskan Proses Pemilu dan Pilkada.

Indikator
a. Menceritakan proses Pemilu di Indonesia.
b. Menyebutkan arti dan asas Pemilihan Umum di Indonesia.
c. Menyebutkan tahun-tahun pemilihan umum di Indonesia.
d. Menyebutkan tiga tahapan dalam pemilu tahun 2004.
e. Menyebutkan persyaratan calon presiden dan wakil presiden.
f. Menyebutkan daftar presiden RI.
g. Menyebutkan tugas dan wewenang KPU Pemilu Presiden dan Wakil Presiden

Materi Pokok Pembelajaran


Pemilihan Umum, KPU, pemilu presiden dan wakil presiden

Materi Ajar diambil dari pustaka:


Ningsih Sary, Pendidikan Kewarganegaraan untuk SD Kelas VI, PT. Widya Utama :
Jakarta 2007
Mediarta R Rani, PKn Harmoni Berkebangsaan, Quadra : Jakarta 2007

Tujuan dan Asas Pemilu


Menurut Undang-Undang No. 12 Thun 2003, pemilu adalah sarana pelaksanaan
kedaulatan rakyat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Menurut Undang-Undang ini, pemilu diselenggarakan dengan tujuan sebagai


berikut:
a. Memilih wakil rakyat dan wakil daerah
b. Membentuk pemerintahan yang demokratis, kuat, dan memperoleh dukungan
rakyat
c. Keduanya dilakukan dalam rangka mewujudkan tujuan nasional sebagaimana
diamanatkan.

Berdasarkan pasal 22E Ayat (1) UUD 1945, pemilu dilaksanakan secara langsung,
umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Pengertian asas pemilu tersebut adalah
sebagai berikut:
a. Langsung
Rakyat sebagai pemilih mempunyai hak untuk memberikan suaranya secara
langsung sesuai dengan kehendak hati nuraninya, tanpa perantara.
b. Umum
Pada dasarnya semua warga negara yang memenuhi persyaratan sesuai dengan
undang-undang ini berhak mengikuti pemilu. Pemilihan yang bersifat umum
mengandung makna menjamin kesempatan yang berlaku menyeluruh bagi semua
warga negara, tanpa diskriminasi berdasarkan suku, agama, ras, golongan, jenis
kelamin, kedaerahan, pekerjaan, dan status sosial.
c. Bebas
Setiap warga negara yang berhak memilih bebas menentukan pilihannya tanpa
tekanan dan paksaan dari siapa pun. Di dalam melaksanakan haknya, setiap warga
negara dijamin keamanannya, sehingga dapat memilih sesuai dengan kehendak
hati nurani dan kepentingannya.
d. Rahasia
Dalam memberikan suaranya, pemilih dijamin bahwa pilihannya tidak akan
diketahui oleh pihak mana pun dan dengan jalan apa pun. Pemilih memberikan
suaranya pada surat suara dengan tidak dapat diketahui oleh orang lain kepada
siapa pun suaranya diberikan.
e. Jujur
Dalam penyelenggaraan pemilu, setiap penyelenggaraan pemilu, aparat
pemerintah, peserta pemilu, pengawas pemilu, pemantau pemilu, pemilih, serta
semua pihak yang terkait harus bersikap dan bertindak jujur sesuai dengan
peraturan perundang-undangan.
f. Adil
Dalam penyelenggaraan pemilu, setiap pemilih dan peserta pemilu mendapat
perlakuan sama, ser ta bebas dari kecurangan mana pun.

Syarat untuk Menjadi Pemilih

Rakyat yang memenuhi persyaratan berhak memilih anggota DPR, DPD, DPRD,
serta presiden dan wakil presiden. Hal-hal yang mengatur syarat seorang warga
negara Indonesia untuk memiliki hak memilih dan menggunakan hak tersebut
tercantum dalam UU No. 12 Tahun 2003 Pasal 13 dan 14. Berikut ini adalah intisari
dari kedua undang-undang tersebut.
a. Warga negara Indonesia yang memiliki hak memilih adalah warga negara Republik
Indonesia yang pada hari pemungutan suara sudah berusia 17 tahun atau
sudah/pernah kawin.
b. Untuk dapat menggunakan hak pilihnya, seorang warga negara Republik Indonesia
harus terdaftar sebagi pemilih.
c. Syarat seseorang dapat terdaftar sebagai pemilih adalah sebagai berikut
1) Nyata-nyata tidak sedang terganggu jiwa/ingatannya
2) Tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah
mempunyai kekuatan hukum tetap.

Pelaksanaan Pemilu

Pemilu dilaksanakan setiap 5 (lima) tahun sekali pada hari libur atau hari yang
diliburkan yang diselenggarakan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum). Sebelum
pemilu tahun 2004, pemilu presiden dan wakil presiden dila.kukan melalui MPR
(Majelis Permusyawaratan Rakyat) dan semenjak pemilu tahun 2004 pemilihan
presiden dan wakil presiden dipilih langsung oleh rakyat

Sejak Indonesia merdeka, Indonesia telah melalui beberapa kali pemilu. Berikut ini
catatan perjalanan pemilu di Indonesia
a. Pemilu pada Masa Orde Lama
Pemilu pertama di Indonesia dilaksanakan pad tahun 1955. Pemilu tahun 1955
dilakukan untuk memilih anggota-anggota DPR dan Konstituante. Pemilu yang
disebut dengan pemilu 1955 ini dilaksanakan pada saat pemerintahan Perdana
Menteri Ali Sastroamidjojo.

Pelaksanaan pemilu pada tahun 1955 terbagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama
adalah pemilu untuk memilih anggota DPR. Pemilu untuk memilih anggota DPR
dilaksanakan tanggal 29 September 1955. Tahap kedua adalah pemilu untuk
memilih anggota Konstituante. Pemilu untuk memilih anggota konstituante
dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 1955. Pemilu tahun 1955 diikuti oleh 29
partai politik dan perseorangan. Dalam pemilu tahun 1955 tersebut terdapat empat
partai besar yang muncul, yaitu Partai Nasional Indonesia, Masyumi, Nahdatul
Ulama dan Partai Komunis Indonesia. Pemilu tahun 1955 merupakan pemilu satu-
satunya yang diadakan ketika zaman orde lama.

b. Pemilu pada Masa Orde Baru


Setelah pemilu tahun 1955, pemilu berikutnya dilaksanakan pada tahun 1971. Pada
tahun tersebut Indonesia sudah berada pada masa orde baru. Pemilu tahun 1971
diikuti oleh 10 partai. Pemilu tahun berikutnya diadakan tahun 1977, 1982, 1987,
1992, dan 1997.

c. Pemilu pada Masa Reformasi


Pemilu pada masa reformasi pertama kali dilaksanakan pada saat pemerintahan B.J
Habibie, yaitu tahun 1999. Pemilu ini diikuti oleh 48 partai politik. Pada pemilu ini,
untuk pertama kalinya pemerintah Indonesia membentuk sebuah lembaga yang
bertugas untuk menjalankan pemilu. Lembaga tersebut adalah Komisi Pemilihan
Umum (KPU).
Pemilu kedua yang dilaksanakan pada masa reformasi adalah pemilu tahun 2004.
Pemilu tahun 2004 merupakan tonggak sejarah berjalannya sistem demokrasi di
Indonesia. Hal ini dikarenakan pada pemilu kali ini rakyat berhak memilih secara
langsung, baik memilih anggota DPR dan DPD maupun presiden dan wakil presiden.
Pemilu tahun 2004 dibagi menjadi 2 putaran. Pemilu Putaran pertama untuk
anggota DPR dan DPD. Pemilu putaran kedua dilaksanakan untuk memilih presiden
dan wakil presiden. Partai politik yang mengikuti pemilu tahun 2004 sebanyak 24
partai politik.

Kegiatan Dalam Pemilihan Umum


Berikut ini adalah kegiatan-kegiatan yang ada dalam pemilu :
1. Pendaftaran pemilih
Pendaftaran pemilih melalui KPU dilakukan untuk mengetahui siapa-siapa saja yang
memenuhi syarat untuk mengikuti pemilu.
2. Pendaftaran calon
Semua calon yang akan maju dalam pemilu harus mendaftarkan diri ke KPU. Dari
semua calon yang ada, akan ditetapkan siapa saja calon yang berhak menjadi
peserta pemilu.
3. Kampanye
Kampanye merupakan media yang digunakan oleh peserta pemilu untuk
menyampaikan ide/gagasan dan program kerja mereka kepada masyarakat.
4. Pemungutan dan penghitungan suara
Dilakukan oleh petugas tempat pemungutan suara (TPS) yang terkoordinasi hingga
ke KPU pusat. Dengan demikian, suara dari segala penjuru TPS di Indonesia dapat
digunakan untuk menentukan siapa-siapa saja yang akhirnya terpilih sebagai wakil
rakyat maupun pemimpin Indonesia.

Komisi Pemilihan Umum dalam Menyelenggarakan Pemilu


Sebelum masa reformasi tahun 1998, pemilu di Indonesia dilaksanakan di bawah
kendali pemerintah. Sejak reformasi, pemilu yang dilaksanakan di Indonesia mulai
menggunakan institusi yang lebih independen dalam pelaksanaannya. Institusi yang
mengkoordinasikan, menyelenggarakan, dan mengendalikan pemilu mulai saat itu
adalah Komisi Pemilihan Umum atau KPU. Pemilihan calon anggota KPU sendiri
diajukan oleh presiden dan mendapat persetujuan dari DPR untuk ditetapkan
sebagai anggota KPU.

KPU memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut:


a. Merencanakan penyelenggaraan pemilu
b. Menetapkan organisasi dan tata cara semua tahapan pelaksanaan pemilu
c. Mengkoordinasikan, menyelenggarakan, dan mengendalikan tahapan pelaksanaan
pemilu
d. Menetapkan peserta pemilu
e. Menetapkan daerah pemilihan, jumlah kursi dan calon anggota DPR, DPD, DPRD
provinsi, dan DPRD kota/kabupaten.
f. Menetapkan waktu, tanggal, tata cara pelaksanaan kampanye, dan pemungutan
suara
g. Menetapkan hasil pemilu dan mengumumkan calon terpilih anggota DPR, DPD,
DPRD Provinsi, dan DPRD kota/kabupaten.

Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden


Sebelum pemilu tahun 2004 pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan
melalui MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) dan semenjak pemilu tahun 2004
pemilihan presiden dan wakil presiden dipilih langsung oleh rakyat.

Berdasarkan UU. 23 Tahun 2003 Presiden dan wakil presiden dipilih atau dicalonkan
satu paket artinya presiden sekaligus wakil dan harus memperoleh dukungan satu
atau beberapa partai politik. Syarat-syarat untuk menjadi calon presiden dan wakil
presiden antara lain:
1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Tidak pernah memiliki kewarganegaraan negara lain atas kehendak orang lain
3. Berdomisili di wilayah NKRI
4. Berusia minimal 35 tahun
5. Pendidikan minimal SMA
6. Secara jasmani dan rohani mampu menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai
presiden dan wakil presiden.
7. Melaporkan jumlah harta kekayaan kepada instansi yang berwenang.
8. Terdaftar sebagai pemilih

RANGKUMAN MATERI AJAR


Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/Semester : VI / I
Alokasi Waktu : 6 x 35 Menit

Standar Kompetensi
2. Memahami sistem pemerintahan Republik Indonesia

Kompetensi Dasar
2.2. Mendes-kripsikan lembaga-lembaga Negara Sesuai UUD 1945
2.3 Mendeskripsi-kan tugas dan fungsi pemerintahan pusat dan daearah

Indikator

Menyebutkan lembaga-lembaga negara sesuai UUD 1945 hasil amandemen.


Menyebutkan wewenang MPR.
Menyebutkan tugas, fungsi, dan hak-hak DPR.
Menyebutkan tugas-tugas DPD.
Menyebutkan tugas-tugas legislatif Presiden bersama DPR.
Menyebutkan tugas BPK
Menyebutkan tugas Mahkamah Agung (MA).
Menyebutkan kewenangan MK.
Menyebutkan fungsi Komisi Yudisial.
Menyebutkan tugas dan fungsi pemerintah pusat.
Menyebutkan tugas masing-masing antara pemerintah pusat dan pemerintah
daerah.
Menyebutkan tugas dan fungsi pemerintah daerah.
Menyebutkan perangkat daerah

Materi Pokok Pembelajaran


Lembaga lembaga negara
Pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah

Materi Ajar diambil dari pustaka:


Ningsih Sary, Pendidikan Kewarganegaraan untuk SD Kelas VI, PT. Widya Utama : Jakarta 2007
Mediarta R Rani, PKn Harmoni Berkebangsaan, Quadra : Jakarta 2007

Lembaga-Lembaga Negara

1. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)

Anggota MPR terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum.
Masa jabatan anggota MPR lima tahun dan berakhir bersamaan pada saat anggota. MPR yang
baru mengucapkan sumpah/janji.Sebelum memangku jabatannya, anggota MPR mengucapkan
sumpah/janji bersama-sama yang dipandu oleh Ketua Mahkamah Agung dalam sidang paripurna
MPR.Sebelum UUD 1945 diamandemen, MPR berkedudukan sebagai lembaga tertinggi
negara.Namun, setelah UUD 1945 istilah lembaga tertinggi negara tidak ada yang ada hanya
lembaga negara.Dengan demikian, sesuai dengan UUD 1945 yang telah diamandemen maka
MPR termasuk lembaga negara. Sesuai dengan Pasal 3 Ayat 1 UUD 1945 MPR amandemen
mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut:
a. mengubah dan menetapkan undang-undang dasar;
b. melantik presiden dan wakil presiden;
c. memberhentikan presiden dan wakil presiden dalam masa jabatannya menurut undang undang
dasar.

MPR bersidang sedikitnya sekali dalam lima tahun di ibu kota negara. Dalam menjalankan tugas
dan wewenangnya, anggota MPR mempunyai hak berikut ini:
a. mengajukan usul perubahan pasal-pasal undang-undang dasar;
b. menentukan sikap dan pilihan dalam pengambilan keputusan;
c. memilih dan dipilih;
d. membela diri;
e. imunitas;
f. protokoler;
g. keuangan dan administratif.
Anggota MPR mempunyai kewajiban sebagai berikut:
a. mengamalkan Pancasila;
b. melaksanakan UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan;
c. menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kerukunan nasional;
d. mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan;
e. melaksanakan peranan sebagi wakil rakyat dan wakil daerah.

2. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)


DPR merupakan lembaga perwakilan rakyat yang berkedudukan sebagai lembaga
negara.Anggota DPR berasal dari anggota partai politik peserta pemilu yang dipilih berdasarkan
hasil pemilu.DPR berkedudukan di tingkat pusat, sedangkan yang berada di tingkat provinsi
disebut DPRD provinsi dan yang berada di kabupaten/kota disebut DPRD kabupaten/kota.

Berdasarkan UU Pemilu N0. 10 Tahun 2008 ditetapkan sebagai berikut:


a. jumlah anggota DPR sebanyak 560 orang;
b. jumlah anggota DPRD provinsi sekurang-kurangnya 35 orang dan sebanyak-banyak 100 orang;
c. jumlah anggota DPRD kabupaten/kota sedikitnya 20 orang dan sebanyak- banyaknya 50 orang.

Anggota DPR berdomisili di ibu kota negara. Masa jabatan anggota DPR adalah lima tahun dan
berakhir pada saat anggota DPR yang baru mengucapkan sumpah/janji. Sebelum memangku
jabatannya, anggota DPR mengucapkan sumpah/ janji secara bersama-sama yang dipandu oleh
Ketua Mahkamah Agung dalam sidang paripurna DPR.Lembaga negara DPR mempunyai fungsi
berikut ini.

a. Fungsi Legislasi
Fungsi legislasi, artinya DPR berfungsi sebagai lembaga pembuat undang-undang.
b. Fungsi Anggaran
Fungsi anggaran, artinya DPR berfungsi sebagai lembaga yang berhak untuk menetapkan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
c. Fungsi Pengawasan
Fungsi pengawasan, artinya DPR sebagai lembaga yang melakukan pengawasan terhadap
pemerintahan yang menjalankan undang-undang.

DPR sebagai lembaga negara mempunyai hak-hak, antara lain sebagai berikut.
a. Hak Interpelasi
Hak interpelasi adalah hak DPR untuk meminta keterangan kepada pemerintah mengenai
kebijakan pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas bagi kehidupan
masyarakat.
b. Hak Angket
Hak angket adalah hak DPR untuk melakukan penyelidikan terhadap suatu kebijakan tertentu
pemerintah yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
c. Hak menyatakan pendapat
Hak menyatakan pendapat adalah hak DR untuk menyatakan pendapat terhadap kebijakan
pemerintah mengenai kejadian yang luar biasa yang terdapat di dalam negeri disertai dengan
rekomendasi penyelesaiannya atau sebagai tindak lanjut pelaksanaan hak interpelasi dan hak
angket. Untuk memudahkan tugas anggota DPR maka dibentuk komisi-komisi yang bekerja
sama dengan pemerintah sebagai mitra kerja.

3. Dewan Perwakilan Daerah


Dewan Perwakilan Daerah (DPD) merupakan lembaga negara baru yang sebelumnya tidak
ada.DPD merupakan lembaga perwakilan daerah yang berkedudukan sebagai lembaga
negara.DPD terdiri atas wakil-wakil dari provinsi yang dipilih melalui pemilihan umum. Jumlah
anggota DPD dari setiap provinsi tidak sama, tetapi ditetapkan sebanyak-banyaknya empat
orang. Jumlah seluruh anggota DPD tidak lebih dari 1/3 jumlah anggota DPR.Keanggotaan DPD
diresmikan dengan keputusan presiden. Anggota DPD berdomisili di daerah pemilihannya, tetapi
selama bersidang bertempat tinggal di ibu kota Republik Indonesia. Masa jabatan anggota DPD
adalah lima tahun.

Sesuai dengan Pasal 22 D UUD 1945 maka kewenangan DPD, antara lain sebagai berikut.
a. Dapat mengajukan rancangan undang-undang kepada DPR yang berkaitan dengan otonomi
daerah, hubungan pusat dengan daerah, pembentukan dan pemekaran, serta penggabungan
daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, perimbangan
keuangan pusat dan daerah.
b. Ikut merancang undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dengan
daerah, pembentukan dan pemekaran, serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya
alam dan sumber daya ekonomi lainnya, perimbangan keuangan pusat dan daerah.
c. Dapat memberi pertimbangan kepada DPR yang berkaitan dengan rancangan undang-undang,
RAPBN, pajak, pendidikan, dan agama.
d. Dapat melakukan pengawasan yang berkaitan dengan pelaksanaan undang-undang otonomi
daerah, hubungan pusat dengan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan
daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, perimbangan
keuangan pusat dengan daerah, pajak, pendidikan, dan agama.

4. Presiden dan Wakil Presiden


Presiden adalah lembaga negara yang memegang kekuasaan eksekutif.Maksudnya, presiden
mempunyai kekuasaan untuk menjalankan pemerintahan.Presiden mempunyai kedudukan
sebagai kepala pemerintahan dan sekaligus sebagai kepala negara.Sebelum adanya amandemen
UUD 1945, presiden dan wakil presiden dipilih oleh MPR, tetapi setelah amandemen UUD1945
presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum.

Presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih
kembali hanya untuk satu kali masa jabatan. Presiden dan wakil presiden sebelum menjalankan
tugasnya bersumpah atau mengucapkan janji dan dilantik oleh ketua MPR dalam sidang
MPR.Setelah dilantik, presiden dan wakil presiden menjalankan pemerintahan sesuai dengan
program yang telah ditetapkan sendiri.Dalam menjalankan pemerintahan, presiden dan wakil
presiden tidak boleh bertentangan dengan UUD 1945.Presiden dan wakil presiden menjalankan
pemerintahan sesuai dengan tujuan negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

5. Mahkamah Agung
Mahkamah Agung merupakan lembaga negara yang memegang kekuasaan
kehakiman.Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan
peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan.Mahkamah Agung adalah pengadilan tertinggi
di negara kita.Perlu diketahui bahwa peradilan di Indonesia dapat dibedakan peradilan umum,
peradilan agama, peradilan militer, dan peradilan tata usaha negara (PTUN). Kewajiban dan
wewenang Mahkamah Agung, antara lain sebagai berikut:
a. berwenang mengadili pada tingkat kasasi, menguji peraturan perundangundangan di bawah
undang-undang terhadap undang-undang, dan mempunyai wewenang lainnya yang diberikan
oleh undang-undang;
b. mengajukan tiga orang anggota hakim konstitusi;
c. memberikan pertimbangan dalam hal presiden memberi grasi dan rehabilitasi.

6. Mahkamah Konstitusi
Mahkamah Konstitusi adalah lembaga baru setelah adanya perubahan UUD 1945.Mahkamah
Konstitusi merupakan salah satu lembaga negara yang melakukan kekuasaan kehakiman untuk
menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Mahkamah Konstitusi
berkedudukan di ibu kota negara.

Mahkamah Konstitusi mempunyai sembilan orang anggota hakim kontitusi yang ditetapkan
dengan keputusan presiden.Susunan Mahkamah Konstitusi terdiri atas seorang ketua merangkap
anggota, seorang wakil ketua merangkap anggota dan tujuh orang anggota hakim
konstitusi.Ketua dan wakil ketua dipilih dari dan oleh hakim konstitusi untuk masa jabatan
selama tiga tahun.Hakim konstitusi adalah pejabat negara. Sesuai dengan Pasal 24 C UUD 1945
maka wewenang dan kewajiban Mahkamah Konstitusi, antara lain sebagai berikut.
a. mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji
undang-undang terhadap UUD;
b. memutuskan sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD;
c. memutuskan pembubaran partai politik;
d. memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum;
e. wajib memberikan putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan
Wakil Presiden Republik Indonesia menurut UUD.

7. Komisi Yudisial
Komisi Yudisial adalah lembaga negara yang mempunyai wewenang berikut ini:
a. mengusulkan pengangkatan hakim agung;
b. menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim.

Anggota Komisi Yudisial harus mempunyai pengetahuan dan pengalaman di bidang hukum serta
memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela.Anggota Komisi Yudisial diangkat dan
diberhentikan oleh presiden dengan persetujuan DPR.Anggota Komisi Yudisial terdiri atas
seorang ketua merangkap anggota, seorang wakil ketua merangkap anggota, dan tujuh orang
anggota. Masa jabatan anggota Komisi Yudisial lima tahun.

8. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)


Kedudukan BPK sejajar dengan lembaga negara lainnya.Untuk memeriksa pengelolaan dan
tanggung jawab keuangan negara diadakan satu Badan Pemeriksan Keuangan yang bebas dan
mandiri.Jadi, tugas BPK adalah memeriksa pengelolaan keuangan negara.Hasil pemeriksaan
BPK diserahkan kepada DPR, DPD, dan DPRD sesuai dengan kewenangannya.Berdasarkan
UUD 1945 Pasal 23 F maka anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan
pertimbangan DPD dan diresmikan oleh presiden. BPK berkedudukan di ibu kota negara dan
memiliki perwakilan di setiap provinsi.

Pemerintahan Pusat dan Daerah

1. Pemerintahan Pusat
Yang disebut pemerintahan pusat adalah presiden.Presiden merupakan lembaga negara yang
mempunyai kekuasaan menjalankan kekuasaan pemerintahan.Dalam menjalankan pemerintahan
presiden dibantu oleh seorang wakil presiden dan menteri.

Untuk menjalankan pemerintahaan yang diamanatkan rakyat kepadanya, seorang presiden


setelah dilantik kemudian membentuk kabinet untuk menjalankan pemerintahan.Kabinet adalah
susunan para menteri sebagai penyelenggara pemerintahandi tingkat pusat.Kabinet terdiri atas
presiden, wakil presiden, dan paramenteri.Menteri terdiri atas menteri koordinator, menteri
negara yang memimpindepartemen, dan menteri negara yang tidak memimpin
departemen(nondepartemen), serta pejabat tinggi negara setingkat dengan menteri.

a. Presiden
Presiden adalah lembaga negara yang mempunyai kekuasaan menjalankan pemerintahan
sesuai dengan UUD 1945. Presiden Indonesia mempunyai kedudukan sebagai kepala
pemerintahan dan sebagai kepala negara. Sebagai kepala pemerintahan, presiden mempunyai
tugas dan wewenang sebagai berikut:
1) memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD 1945;
2) mengajukan rancangan undangundang kepada DPR;
3) menetapkan peraturan pemerintah;
4) menetapkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perpu) dalam kegentingan
memaksa;
5) mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri.

Sebagai kepala negara, presiden mempunyai tugas dan wewenang, antara lain sebagai berikut:
1) memegang kekuasaan yang tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara;
2) menyatakan perang, membuat perdamaian, dan perjanjian dengan negara lain dengan persetujuan
DPR;
3) menyatakan keadaan bahaya, syarat dan akibatnya ditetapkan dengan undang-undang;
4) mengangkat duta dan konsul dengan memperhatikan pertimbangan DPR;
5) menerima penempatan duta negara lain;
6) memberi grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung;
7) memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan DPR.
8) memberi gelar, tanda jasa, dan lain-lain tanda kehormatan yang diatur dengan undang-undang;
9) membentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas memberi nasihat dan pertimbangan kepada
presiden.

b. Wakil Presiden
Tugas seorang wakil presiden adalah membantu presiden.Jika presiden meninggal dunia,
berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya maka
wakil presiden menggantikannya sampai dengan habis masa jabatannya.

c. Menteri
Menteri sering disebut sebagai pembantu presiden.Menteri membantu presiden dalam
menjalankan pemerintahan.Menteri dikelompokkan menjadi tiga, yaitu menteri negara
koordinator (menko), menteri negara yang memimpin departemen, menteri nondepartemen, dan
pejabat tinggi negara setingkat menteri.

1) Menteri Koordinator (Menko)


Pada Kabinet Indonesia Bersatu ada tiga menteri koordinator, yaitu Menteri Koordinator Hukum,
Politik, dan Keamanan (Menko Polhukam), Menteri Koordinator Perekonomian, dan Menteri
Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra). Tugas kementerian koordinator adalah
membantu presiden dalam mengoordinasikan perencanaan dan penyusunan kebijakan, serta
menyamakan pandangan tentang pelaksanaan kebijakan antardepartemen.

2) Menteri Negara yang Memimpin Departemen


Menteri negara yang memimpin departemen adalah menteri-menteri yang membantu presiden
dengan memimpin sebuah departemen.

3) Menteri Negara Nondepartemen


Menteri negara nondepartemen adalah menteri negara yang membantu presiden dalam
menangani hal-hal yang bersifat khusus.

4) Pejabat Tinggi Negara Setingkat Menteri


Pejabat tinggi negara setingkat menteri tugasnya membantu kelancaran tugas-tugas
presiden.Mereka adalah sekretaris negara, sekretaris kabinet, dan Jaksa Agung.

2. Pemerintahan Daerah
Pemerintah daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan
DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya
dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam
UUD 1945.

a. Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah yang dimaksud adalah gubernur, bupati, atau wali kota, dan perangkat daerah
sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan
kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan
kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.Tugas
pembantuan adalah penugasan dari pemerintah kepada daerah dan/atau desa, dari pemerintah
provinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa, serta pemerintah kabupaten/kota kepada desa
untuk melaksanakan tugas tertentu.

b. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)


Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, selanjutnya disebut DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten/kota sebagaimana dimaksud
dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

1) DPRD Provinsi
Anggota DPRD provinsi terdiri atas anggota partai politik yang dipilih melalui pemilu.
Keanggotaan DPRD provinsi diresmikan dengan keputusan Menteri Dalam Negeri atas nama
presiden. Masa jabatan anggota DPRD provinsi ialah lima tahun dan berakhir bersamaan dengan
saat anggota DPRD provinsi yang baru mengucapkan sumpah atau janji. Anggota DPRD
provinsi berdomisili di ibu kota provinsi yang bersangkutan. Fungsi DPRD provinsi diatur dalam
UU No. 22 Tahun 2003 Pasal 61.Fungsi-fungsi yang diemban DPRD provinsi meliputi fungsi
legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan.

2) DPRD Kabupaten/Kota
Susunan dan keanggotaan DPRD kabupaten/kota terdiri atas anggota partai politik yang dipilih
melalui pemilihan umum. Masa jabatan anggota DPRD kabupaten/kota adalah lima tahun dan
berakhir bersamaan anggota DPRD kabupaten/kota yang baru mengucapkan sumpah atau janji.
Keanggotaan DPRD kabupaten/kota diresmikan dengan keputusan gubernur atas nama presiden.
Anggota DPRD kabupaten/kota berdomisili di ibu kota kabupaten/ kota yang bersangkutan.

DPRD kabupaten/kota merupakan lembaga perwakilan daerah yang berkedudukan sebagai


lembaga daerah kabupaten/kota. DPRD kabupaten/ kota membawa fungsi-fungsi, antara lain
fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan.

MATERI AJAR

Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan


Kelas/Semester : IV / I
Alokasi Waktu : 6 x 35 Menit

Standar Kompetensi
1. Memahami sistem pemerintahan kabupaten, kota, dan provinsi

Kompetensi Dasar
2.1 Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan kabupaten,
kota, dan provinsi.

Indikator
a. Mennyebutkan pengertian kabupaten/kot serta provinsi
b. Menjelaskan pemerintahan kabupaten/kota.
c. Menyebutkan kewenangan pemerintah kabupaten/kota.
d. Menjelaskan pemerintahan provinsi.
e. Menyebutkan kewenangan pemerintah provinsi.
f. Memahami tugas, wewenang, hak, dan kewajiban DPRD.

Materi Pokok Pembelajaran


PemerintahaN kabupaten, kota dan provinsi

Materi Ajar diambil dari pustaka:


a. Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Dasar Kelas IV, Dra. Dyah Sriwilujeng, M.Pd, Penerbit ESIS Tahun 2008
b. BSE Pendidikan Kewarganegaraan Kelas IV, Ressi Kartika Dewi, Sunn, Ummul Firdaus, Wahyuningrum Widayati
Penerbit Pusat Perbukuan Deparetemen Pendidikan Nasional Tahun 2008
c. Bimbingan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Untuk SD/MI Kelas 4, Winarno, Penerbit Mediatama
Tahun 2007
d. BSE Pendidikan Kewarganegaraan Kelas IV Menjadi Warga Negara Yang Baik untuk Prayoga Bestari, Ati
Sumiati,Penerbit Pusat Perbukuan Deparetemen Pendidikan Nasional Tahun 2008

Sistem Pemerintahan Kabupaten,


Kota, dan Provinsi

1. Pemerintahan Kabupaten
Kabupaten adalah pembagian wilayah administratif yang merupakan gabungan dari beberapa wilayah
kecamatan dan berada di bawah wilayah provinsi.Pemerintahan kabupaten terdiri atas pemerintah
kabupaten dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten.Pemerintah kabupaten terdiri atas bupati
dan perangkatnya. Selain kabupaten, pembagian wilayah administratif setelah provinsi adalah kota. Secara umum,
baik kabupaten dan kota memiliki wewenang yang sama.

Kabupaten maupun kota merupakan daerah otonom yang diberi wewenang untuk mengatur dan mengurus urusan
pemerintahannya sendiri. Dalam menjalankan tugasnya bupati dibantu oleh wakil bupati.Masa jabatan bupati
adalah 5 tahun.Meski istilah kabupaten saat ini digunakan di seluruh wilayah Indonesia, istilah ini dahulu
hanya digunakan di Pulau Jawa dan Madura saja.Pada era Hindia Belanda, istilah kabupaten dikenal dengan
regentschap, yang secara harfiah artinya adalah daerah seorang regent atau wakil penguasa.Pembagian wilayah
kabupaten di Indonesia saat ini merupakan warisan dari era pemerintahan Hindia Belanda.Dahulu istilah kabupaten
dikenal dengan daerah tingkat II kabupaten. Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang
Pemerintahan Daerah (yang akhirnya diganti dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah), istilah daerah tingkat II dihapus, sehingga daerah tingkat II kabupaten disebut
kabupaten saja. Istilah kabupaten di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam disebut juga dengan sagoe.Bupati
sebagai kepala daerah mempunyai tugas antara lain:
a. Memimpin penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD.
b. Mengajukan rancangan peraturan daerah (perda).
c. Menetapkan peraturan daerah yang telah mendapat persetujuan bersama DPRD.
d. Menyusun dan mengajukan rancangan peraturan daerah tentang APBD kepada DPRD untuk dibahas dan ditetapkan
bersama.
e. Mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah.
f. Mewakili daerahnya di dalam dan di luar pengadilan, dapat menunjuk kuasa hukum untuk mewakili sesuai dengan
peraturan perundang-undangan.
g. Melaksanakan tugas dan wewenang lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Sedangkan tugas wakil bupati adalah sebagai berikut.


a. Membantu kepala daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah.
b. Membantu kepala daerah dalam mengoordinasikan kegiatan instansi vertikal di daerah, menindaklanjuti laporan dan
atau temuan hasil pengawasan aparat pengawas, melaksanakan pemberdayaan perempuan dan pemuda, serta
mengupayakan pengembangan dan pelestarian sosial budaya dan lingkungan hidup.
c. Memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan kabupaten dan atau kota bagi kepala daerah provinsi.
d. Memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kecamatan, kelurahan dan atau desa bagi
wakil kepala daerah kabupaten/kota.
e. Memberikan saran dan pertimbangan kepada kepala daerah dalam penyelenggaraan kegiatan pemerintah daerah.
f. Melaksanakan tugas dan kewajiban pemerintahan lainnya yang diberikan oleh kepala daerah.
g. Melaksanakan tugas dan wewenang kepala daerah apabila kepala daerah berhalangan.

Wakil kepala daerah dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala daerah.Wakil kepala daerah
akan menggantikan kepala daerah apabila kepala daerah meninggal dunia, berhenti, diberhentikan atau
tidak dapat melakukan kewajibannya selama 6 bulan secara terus-menerus dalam masa jabatannya.Kepala
daerah dan wakil kepala daerah dalam menjalankan tugasnya mempunyai kewajiban antara lain:
a. Memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan Undang-Undang Dasar 1945 serta mempertahankan
dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b. Meningkatkan kesejahteraan rakyat.
c. Memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat.
d. Melaksanakan kehidupan demokrasi.
e. Menaati dan menegakkan seluruh peraturan perundang-undangan.
f. Menjaga etika dan norma dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
g. Memajukan dan mengembangkan daya saing daerah.
h. Melaksanakan prinsip tata pemerintahan yang bersih dan baik.
i. Melaksanakan dan mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan daerah.
j. Menjalin hubungan kerja dengan seluruh instansi vertikal di daerah dan semua perangkat daerah.
k. Menyampaikan rencana strategis penyelenggaraan pemerintah daerah di hadapan rapat paripurna DPRD.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah yang memimpin suatu daerah otonom, maka diperlukan adanya
perangkat daerah.Perangkat daerah adalah lembaga atau badan pemerintahan daerah yang membantu kepala
daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan. Perangkat daerah antara lain terdiri atas sekretariat daerah,
sekretariat DPRD, dinas daerah, lembaga teknis daerah, kecamatan, dan kelurahan.

2. Pemerintahan Kota
Kota secara umum adalah sebuah wilayah yang berbeda dari desa ataupun kampung baik ukurannya, kepadatan
penduduk, kepentingan, atau status hukum.Kota adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah
provinsi, yang dipimpin oleh seorang walikota.

Dahulu di Indonesia istilah kota dikenal dengan daerah tingkat II kotamadya. Sejak diberlakukannya Undang-
Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah (yang kemudian digantikan oleh Undang-Undang
Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah), istilah daerah tingkat II kotamadya pun diganti dengan
kota saja. Istilah kota di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam disebut juga dengan banda.

Walikota dipilih secara langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum kepala daerah (pilkada).Masa jabatan
walikota adalah 5 tahun.Dalam menjalankan tugasnya walikota dibantu oleh wakil walikota.Tugas dan wewenang
walikota dan wakil walikota pada dasarnya sama dengan tugas dan wewenang bupati dan wakil bupati.
Perangkat daerah di kota tidak jauh beda dengan perangkat daerah di kabupaten. Dalam menyelenggarakan urusan
pemerintahan, yang menjadi kewenangan daerah, pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya untuk
mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.otonomi
daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan
pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sedangkan
tugas pembantuan adalah penugasan dari pemerintah kepada daerah dan atau desa, dari pemerintah provinsi
kepada kabupaten/kota dan atau desa, serta dari pemerintah kabupaten/kota kepada desa untuk melaksanakan tugas
tertentu.Hak dan kewajiban pemerintah kabupaten/kota diatur dalam pasal 21 dan 22 Undang-Undang
Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Hak pemerintah kabupaten/kota sendiri antara lain:
a. Mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahannya.
b. Memilih pimpinan daerah.
c. Mengelola aparatur daerah.
d. Mengelola kekayaan daerah.
e. Memungut pajak daerah dan retribusi daerah.
f. Mendapatkan bagi hasil dari pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya lainnya yang berada di daerah.
g. Mendapatkan sumber-sumber pendapatan lain yang sah.
h. Mendapatkan hak lainnya yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Sedangkan dalam menyelenggarakan otonomi daerah, kabupaten/kota, mempunyai kewajiban antara lain:
a. Melindungi masyarakat, menjaga persatuan, kesatuan, dan kerukunan nasional, serta keutuhan Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
b. Meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
c. Mengembangkan kehidupan demokrasi.
d. Mewujudkan keadilan dan pemerataan.
e. Meningkatkan pelayanan dasar pendidikan.
f. Menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan.
g. Menyediakan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak.
h. Mengembangkan sistem jaminan sosial.
i. Menyusun perencanaan dan tata ruang daerah.
j. Mengembangkan sumber daya produktif di daerah.
k. Melestarikan lingkungan hidup.
l. Mengelola administrasi kependudukan.
m. Melestarikan nilai sosial budaya.
n. Membentuk dan menerapkan peraturan perundang-undangan sesuai dengan kewenangannya.
o. Kewajiban lain yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah untuk kabupaten/kota merupakan urusan yang
berskala kabupaten/kota meliputi:
a. Perencanaan dan pengendalian pembangunan.
b. Perencanaan, pemanfaatan, dan pengawasan tata ruang.
c. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.
d. Penyediaan sarana dan prasarana umum.
e. Penanganan bidang kesehatan.
f. Penyelenggaraan pendidikan.
g. Penanggulangan masalah sosial.
h. Pelayanan bidang ketenagakerjaan.
i. Fasilitas pengembangan koperasi, usaha kecil, dan menengah.
j. Pengendalian lingkungan hidup.
k. Pelayanan pertanahan.
l. Pelayanan kependudukan dan catatan sipil.
m. Pelayanan administrasi umum pemerintahan.
n. Pelayanan administrasi penanaman modal.
o. Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya.
p. Urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan.

Sedangkan urusan pemerintah kabupaten/kota yang bersifat pilihan meliputi urusan pemerintahan yang secara nyata
ada dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi, kekhasan, dan potensi
unggulan daerah yang bersangkutan. Pemerintah pusat hanya menangani 6 urusan saja, yaitu:
a. Politik luar negeri
b. Pertahanan
c. Keamanan
d. Yustisi
e. Moneter dan fiskal nasional
f. Agama
Urusan lain selain yang disebutkan di atas menjadi kewenangan kabupaten/kota. Karena kabupaten/kota memiliki
hak otonomi dari pemerintah pusat, maka urusan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota banyak
sekali.

3. Lembaga-lembaga dalam Susunan Pemerintahan Kabupaten/Kota


Lembaga-lembaga yang ada dalam pemerintahan kabupaten/kota antara lain:
a. Bupati/walikota, adalah kepala daerah. Bupati adalah pimpinan pemerintahan kabupaten, sedangkan walikota adalah
pimpinan pemerintahan kota. Dalam menjalankan tugasnya bupati dan walikota dibantu oleh wakil bupati dan wakil
walikota.
b. DPRD, adalah mitra kerja dari bupati/walikota. Dalam menjalankan tugasnya, DPRD disebut sebagai lembaga
legislatif. DPRD kabupaten/kota mempunyai tugas mengawasi jalannya pemerintahan di kabupaten/ kota. Selain
DPRD juga bertugas untuk membuat peraturan daerah dan menetapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (RAPBD).
c. Kepolisian resort (polres), merupakan lembaga kepolisian yang berada di tingkat kabupaten/kota. Polres dipimpin
oleh seorang kepala kepolisian resort yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di
kabupaten/kota.
d. Komando distrik militer (kodim), adalah lembaga militer yang berada di tingkat kabupaten/kota. Dipimpin oleh
komandan distrik militer (dandim). Kodim bertugas menjaga keutuhan wilayah kabupaten/ kota dari ancaman dan
gangguan baik dari dalam maupun dari luar wilayah kabupaten/kota.
e. Pengadilan negeri, merupakan lembaga peradilan yang berada di tingkat kabupaten/kota. Pengadilan negeri adalah
tempat untuk mengadili perkara dan tempat orang mencari keadilan.Pengadilan negeri merupakan pengadilan
tingkat pertama.Pengadilan negeri dipimpin oleh seorang hakim.
f. Kejaksaan negeri, merupakan lembaga kejaksaan yang berada di tingkat kabupaten/kota. Kejaksaan negeri dipimpin
oleh seorang jaksa.Jaksa bertugas menuntut perkara.

4. Pemerintahan Provinsi
Provinsi adalahnama sebuah pembagian wilayah administratif di bawah wilayah nasional. Kata ini merupakan kata
pungutan dari bahasa Belanda provincie yang berasal dari bahasa Latin dan pertama kalinya digunakan di kekaisaran
Romawi.Mereka membagi wilayah kekuasaan mereka atas provincie.Dalam pembagian administratif, Indonesia
terdiri atas 33 provinsi yang masing-masing provinsi dikepalai oleh seorang gubernur. Masing-masing provinsi
dibagi atas kabupaten dan kota. Sebelum tahun 2000 Indonesia memiliki 27 provinsi.Namun, setelah pada masa
reformasi, banyak provinsi yang dimekarkan menjadi dua bagian yang rata-rata provinsi mempunyai luas daerah
yang cukup besar.Pemekaran bertujuan agar mendapatkan efisiensi dalam penerapan pemerataan pembangunan.
Pembagian wilayah pemerintahan contohnya Daerah Istimewa Yogyakarta yang terbagi dalam 4 kabupaten yaitu
Bantul, Sleman, Kulonprogo, dan Gunung Kidul, serta 1 kota yaitu Yogyakarta. Gubernur dan wakil gubernur
dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum kepala daerah.Gubernur memiliki kedudukan ganda,
maksudnya adalah gubernur sebagai wakil pemerintah di wilayah provinsi dan gubernur sebagai kepala daerah
otonom.Dalam kedudukannya sebagai wakil pemerintah pusat, gubernur bertanggung jawab kepada
presiden.Sedangkan gubernur dalam kedudukannya sebagai kepala daerah otonom bertanggung jawab kepada rakyat
melalui DPRD provinsi.

Gubernur memiliki tugas dan wewenang antara lain:


a. Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah kabupaten/kota.
b. Koordinasi penyelenggaraan urusan pemerintah di daerah provinsi dan kabupaten/kota.
c. Koordinasi pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan tugas pembantuan di daerah provinsi dan kabupaten/kota.
Pendanaan tugas dan wewenang gubernur dibebankan kepada APBN. Kedudukan keuangan gubernur diatur dalam
peraturan
pemerintah. Tata cara pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur diatur juga dalam peraturan pemerintah.

Gubernur dalam menjalankan tugasnya mempunyai kewajiban antara lain:


a. Mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b. Memegang teguh Pancasila dan UUD 1945.
c. Menegakkan seluruh peraturan perundang-undangan.
d. Meningkatkan taraf kesejahteraan rakyat.
e. Memelihara keamanan, ketertiban, dan ketenteraman masyarakat.
f. Bersama dengan DPRD provinsi membuat peraturan daerah.
g. Memimpin penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD provinsi.

Urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah provinsi merupakan urusan dalam skala provinsi yang
meliputi:
a. Perencanaan dan pengendalian pembangunan.
b. Perencanaan, pemanfaatan, dan pengawasan tata ruang.
c. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.
d. Penyediaan sarana dan prasarana umum.
e. Penanganan bidang kesehatan.
f. Penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia potensial.
g. Penanggulangan masalah sosial lintas kabupaten/kota.
h. Pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota.
i. Fasilitas pengembangan koperasi, usaha kecil, dan menengah termasuk lintas kabupaten/kota.
j. Pengendalian lingkungan hidup.
k. Pelayanan pertanahan termasuk lintas kabupaten/kota.
l. Pelayanan kependudukan dan catatan sipil.
m. Pelayanan administrasi umum pemerintahan.
n. Pelayanan administrasi penanaman modal termasuk lintas kabupaten/kota.
o. Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya yang belum dapat dilaksanakan oleh kabupaten/kota.
p. Urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan.

Urusan pemerintahan provinsi yang bersifat pilihan meliputi urusan pemerintahan yang secara nyata ada dan
berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi, kekhasan, dan potensi unggulan
daerah yang bersangkutan.Dalam provinsi terdapat DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah).DPRD merupakan
lembaga perwakilan rakyat daerah dan berkedudukan sebagai unsur penyelenggaraan pemerintahan daerah.Dalam
menjalankan tugasnya DPRD mempunyai fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.Fungsi legislasi adalah
legislasi daerah yang merupakan fungsi DPRD provinsi untuk membentuk peraturan daerah provinsi bersama
dengan gubernur.fungsi anggaran adalah fungsi DPRD provinsi bersama-sama dengan pemerintah daerah untuk
menyusun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Sedangkan fungsi pengawasan adalah fungsi DPRD
provinsi untuk melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang, peraturan daerah, dan keputusan
gubernur, serta kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah. DPRD provinsi mempunyai tugas dan wewenang
antara lain:
a. Membentuk perda yang dibahas dengan gubernur.
b. Membahas dan menyetujui rancangan perda tentang APBD bersama dengan gubernur.
c. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan perda dan peraturan perundang undangan lainnya.
d. Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian kepala daerah/wakil kepala daerah kepada presiden melalui menteri
dalam negeri.
e. Memilih wakil kepala daerah dalam hal terjadi kekosongan jabatan wakil kepala daerah.

Dalam menjalankan tugasnya hak DPRD provinsi antara lain:


a. Hak interpelasi, hak DPRD untuk meminta keterangan kepada kepala daerah mengenai kebijakan pemerintah daerah
yang penting dan strategi serta berdampak luas bagi kehidupan masyarakat.
b. Hak angket, adalah hak DPRD untuk melakukan penyelidikan terhadap suatu kebijakan tertentu kepala daerah yang
diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
c. Hak menyatakan pendapat, adalah hak DPRD untuk menyatakan pendapat terhadap kebijakan kepala daerah
mengenai kejadian yang luar biasa yang terjadi di daerah. Perangkat daerah provinsi terdiri atas sekretariat daerah,
sekretariat DPRD, dinas daerah, dan lembaga teknis daerah.

Latihan Soal PKn Kelas VI


UJI KOMPETENSI PESERTA DIDIK

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar dengan memberi tanda
silang (X) pada huruf a, b, c, atau d di bawah ini!

1. Pemilihan umum pertama di Indonesia dilaksanakan pada tahun . . . .

a. 1958

b. 1957

c. 1956

d. 1955

2. Pemilihan umum pertama dilaksanakan pada presiden . . . .

a. Ir. Soekarno

b. Soeharto

c. Ali Sastroamidjojo

d. BJ Habibie

3. Pemilihan umum pertama dilaksanakan pada masa pemerintahan Perdana Menteri


....

a. Burhanuddin

b. Wilopo

c. Ali Sastroamidjojo

d. Natsir

4. Pemilu tahun 1955 tahap pertama diadakan pada tanggal. . . .

a. 29 September 1955
b. 15 Desember 1955

c. 29 Desember 1955

d. 15 September 1955

5. Pemilu tahun 1955 tahap kedua diadakan untuk memilih ....

a. DPRS dan MPRS

b. DPR dan MPR

c. DPR dan DPD

d. anggota konstituante

6. Pemilu tahun 1971 diikuti oleh ....

a. 13 peserta pemilu

b. 12 peserta pemilu

c. 11 peserta pemilu

d. 10 peserta pemilu

7. Pemilu tahun 1977 Presiden Soeharto menggabungkan sejumlah partai


menjadi 3 partai yaitu

a. Golkar, PDI dan PPP


b. PNI, PDI dan PPP

c. NU, PDI dan PPP

d. Golkar, PDIP dan PPP

8. Pemenang pemilu tahun 1999 adalah.....

a. Golkar

b. PDIP

c. PAN
d. PPP

9. Asas pemilu adalah dibawah ini, kecuali .

a. langsung dan umum

b. bebas dan rahasia

c. jujur dan adil

d. aman dan terkendali

10. Syarat untuk menjadi calon presiden dan wakil presiden harus berusia minimal ..

a. 33 tahun

b. 34 tahun

c. 35 tahun

d. 36 tahun

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat!

1. Sebutkan dan jelaskan asas-asas dalam pemilu ..

2. Sebutkan urutan pemilu yang pernah diadakan di Indonesia ..

3. Sebutkan syarat menjadi calon presiden dan wakil presiden ..

4. Sebutkan tugas KPU ..

5. Sebutkan syarat sebagai pemilih ..