Está en la página 1de 219

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana

Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

LPPM STIKes Perintis Padang 1

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

PROSIDING
SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN :
UPDATE KEPERAWATAN BENCANA
Pengurangan Resiko Bencana

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Copyright @ 2016
ISSN : 2548-3153

REVIEWER :
Yendrizal Jafri, S.Kp, M.Biomed
Ns. Yaslina, M.Kep, Sp. Kom
Ns. Ida Suryati, M.Kep
Dewi Yudiana Shinta, M.Si, Apt

Editor :
Anita Khairani, M.Si
Fitra Wahyuni, M.Si

Diterbitkan Oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
STIKes Perintis Padang

Alamat Penerbit :
Jl. Adinegoro Simpang Kalumpang Lubuk Buaya Padang, Sumatera Barat – Indonesia
Telp. (+62751) 481992, Fax. (+62751) 481962

LPPM STIKes Perintis Padang i

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb

Puji dan syukur kita ucapkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-
Nya sehingga kita senantiasa dalam keadaan sehat wal’afiat untuk dapat melaksanakan aktifitas
yang menjadi tanggung jawab kita. Shalawat dan salam kita sampaikan kepada baginda Nabi
Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari zaman kegelapan kepada zaman yang terang
akan penuh ilmu pengetahuan, semoga kita menjadi pengikutnya yang mendapat syafaat pada
akhir zaman, Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

Pada kesempatan ini izinkan kami Panitia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu terselenggaranya kegiatan ini serta kepercayaan yang diberikan kepada kami
untuk menyajikan materi Seminar Nasional Keperawatan: Update Keperawatan Bencana,
Pengurangan Resiko Bencana yang diselenggarakan di Istana Bung Hatta Kota Bukittinggi
pada Tanggal 27 November 2016. Proceeding ini berisi abstrak yang disajikan pada acara
tersebut.

Akhir kata kami Panitia berharap agar kumpulan abstrak ini dapat bermanfaat bagi
perkembangan dunia kesehatan dimasa yang akan datang, atas segala kekurangan kami mohon
maaf.

Wassalam,
Bukittinggi, 25 November 2016

TTD

PANITIA

LPPM STIKes Perintis Padang ii

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

DAFTAR ISI

DEWAN REDAKSI ........................................................................................................i
KATA PENGANTAR .....................................................................................................ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................................iii

MAKALAH KEPERAWATAN
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Kesiapan Masyarakat dalam Menghadapi
Bencana Erupsi Gunung Marapi di Kecamatan Sungai Puar
Oleh : Ida Suryati, Muhammad Arief dan Yaslina(STIKes Perintis Padang) .............. 1

Faktor-Faktor yang Mepengaruhi Pengontrolan Perilaku Kesehatan terhadap Pasien
Pasca Stroke di Wilayah Kerja Puskesmas Rasimah Achmad Bukittinggi Tahun 2016
Oleh : Yaslina dan Rizi Faserina (STIKes Perintis Padang) ..................................... 9

Pengaruh Pelaksanaan Senam Dismenore terhadap Penurunan Nyeri Haid
Oleh : Mera Delima, Insanu Muclisa dan Maidaliza (STIKes Perintis Padang) .............17

Terapi Murotal Pengaruhi Adaptasi Nyeri Persalinan pada Ibu Inpartu Primipara
Oleh : Hidayati, Nova Tri Yanti (STIKes Perintis Padang)..................................................24

Perilaku Bullying Berhubungan dengan Karakteristik Perkembangan Remaja di SMPN
3 Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan
Oleh : Isna Ovari, Falerisiska Yunere, Ilham Wira Satria (STIKes Perintis Padang)
...........................................................................................................................................32

Hubungan Intensitas Bullying dengan Tingkat Depresi pada Remaja di Poliklinik Anak
& Remaja RSJ. Prof. Hb. Sa’anin Padang Tahun 2016
Oleh : Asmawati dan Wika Maya Sari (STIKes Alifah) .............................................. 39

Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Stres Kerja Perawat di Instalasi
Gawat Darurat RSUP Dr.M.Djamil Padang Tahun 2016
Oleh : Yuanita Ananda (STIKes Alifah) ...................................................................................43

Pengembangan Model Peer Support Intervention Sebagai Upaya Meningkatkan Perilaku
Hidup Sehat Klien Hipertensi
Oleh : Aria Wahyuni, Cici Apriza Yanti, dan Efriza (STIKes Fort De Kock) ...................53

Teknik Relaksasi Finger Hold T Menurunkan Skala Nyeri Pada Pasien Cedera Kepala
Ringan
Oleh : Lisa Mustika Sari, Aldo Yuliano dan Melda Aprisa Shinta (STIKes Perintis Padang)
..................................................................................................................................... 62

Pengaruh Senam Diabetes Melitus dengan Nilai Abi pada Pasien DM di Puskesmas
Andalas Padang
Oleh : Melti Suriya (STIKes Alifah) ..................................................................................68

LPPM STIKes Perintis Padang iii

...........................................101 Pengaruh Terapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah di Puskesmas Andalas Padang Oleh : Zuriati (STIKes Alifah) ...................Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Kualitas Pelayanan Rawat Jalan dengan Kepuasan Pasien Dirumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Oleh : Endra Amalia...............125 Intervensi Teknik Relaksasi Otot Progresif Berpengaruh terhadap Mual dan Muntah Delayed pada Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi di RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016 Oleh : Muhammad Arief dan Rahmita Tri Havizcha (STIKes Perintis Padang)........................................................................92 Budaya Organisasi Erat Hubungannya dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap Oleh : Erlinda Rosya...119 Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Patient Safety Sesuai Joint Comission International Oleh : Adriani............................... Rumah Sakit Achmad Mochtar) ............................................146 Prevalensi Penderita Infeksi Ascaris lumbricoides pada Siswa SDN 39 Tanjung Aur Lubuk Minturun Padang Tahun 2016 Oleh : Sri Indrayanti dan Khairunisa (STIKes Perintis Padang) ..................................................... Mera Delima dan Kalpana Kartika (STIKes Perintis Padang) .................... 82 Tipe Keluarga dengan Perilaku Agresif Pada Anak Remaja Oleh : Yendrizal Jafri dan Atika Nurul Huda Dwi Vally (STIKes Perintis Padang) ...................................113 Penurunan Nyeri Haid (Dismenore) Primer Melalui Pemberian Minuman Jahe Emprit Oleh : Ridha Hidayati dan Ririn Fuji Rahma (STIKes Ranah Minang) ............................................................ Yusi Yusman dan Lisavina Juwita (STIKes Fort De Kock................................................................75 Hubungan Karakteristik dan Pola Asuh Orangtua dengan Kemampuan Melakukan Toilet Training pada Anak Usia Toddler di Paud Terpadu Surya Kids Bukittinggi Tahun 2016 Oleh : Falerisiska Yunere dan Rahma Desi (STIKes Perintis Padang) ........ Emil Wahyu Andria dan Mera Delima (STIKes Perintis Padang) ........ 133 Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kemandirian Activity Daily Living Anak Tunagrahita Di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016 Oleh : Yuli Permata Sari........................149 LPPM STIKes Perintis Padang iv ........................ 140 MAKALAH HEALTH SCIENCE Hubungan Aktifitas Olah Raga dengan Kadar Protein Urine pada Mahasiswa Fakultas Olahraga Universitas Negeri Padang (UNP) Oleh : Endang Suriani (STIKes Perintis Padang) ........ Junnatul Wafiq dan Isna Ovari (STIKes Perintis Padang) ..

............... Hermawan dan Yendrizal Jafri (STIKes Perintis Padang) .............200 Verifikasi Analisa Plumbum (Pb) Dalam Urin Pada Petugas SPBU Kubang Pekanbaru Oleh : Betti Rosita ........................................204 LPPM STIKes Perintis Padang v ..188 Hubungan Perilaku dan Intensitas Kebisingan dengan Gangguan Pendengaran pada Pekerja Bagian Produksi PT.......................................................157 Uji Daya Hambat Air Rebusan Daun Gambir (Uncaria gambir Roxb) Terhadap Bakteri Methicillin Resistent Staphylococcus aureus Oleh : Putra Rahmadea Utami (STIKes Perintis Padang) ........................172 Hubungan Obesitas dengan Harga Diri Rendah Pada Siswa/I SMAN 5 Bukittinggi Tahun 2016 Oleh : Lisa Fradisa................................................................................................152 Faktor Risiko Kejadian Hiperkolesterolemia pada Penderita Penyakit Jantung Koroner Oleh : Widia Dara dan Juliana Tanjung (STIKes Perintis Padang) .........184 Profil Pelayanan Kefarmasian pada Apotek Swasta di Bukittinggi pada Tahun 2016 Oleh : Widyastuti (Akademi Farmasi Imam Bonjol) .........176 Analisis Nilai Gizi Ikan Pantau (Rasbora argirotaenia) dan Daya Terima Terhadap Proses Pengolahan Oleh : Nurhamidah dan Widiadara (STIKes Perintis Padang) ................................................................................Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Perbandingan Kadar Hemoglobin pada Pria Perokok dan Tidak Merokok dengan Metode Sianmethemoglobin Oleh : Suraini dan Andri (STIKes Perintis Padang).................. Suci Fitrawati dan Lillah (STIKes Perintis Padang) ...194 Penentuan Kadar Timbal (Pb) Dalam Darah Pada Sopir Truk Di Jalan Raya Padang - Indarung Tahun 2016 Oleh : Marissa (STIKes Perintis Padang) ...................166 Analisa Khasiat Sari Kurma Terhadap Jumlah Trombosit pada Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) Oleh : Miftahul Muslih. Niken Siska Apriani (STIKes Perintis Padang) ..... Jaya Sentrikon Indonesia Kecamatan Lembah Anai Tahun 2016 Oleh : Fitria Fatma dan Wulan Septia Hanum (STIKes Fort De Kock)..........

2011). M.co. Kota Padang bencana atau lingkungan (wilayah) rawan bencana Panjang dan Kabupaten Tanah Datar.Arif 3 Prodi Ilmu Keperawatan STIKes Perintis Padang123 Email : yaslina03@yahoo.Wilayah rawan tempat di wilayah itu. dan teknologi komunitas dalam persiapan terhadap bencana. Lancaster (2007) menyatakan bahwa perawat biologis. politik. motivation and desire .. geografis. a significant relation exists perception of respondents with the behavior readiness in face disasters eruption merapi ( p value = 0. Gunung Marapi. Yaslina 2. baik pada fase pra bencana. terancam menjadi area bencana (hazard region) adalah suatu kawasan berdampak bila marapi sewaktu-waktu meletus dipermkaan bumi yang rawan bencana alam akibat dengan daya letusan tinggi. desire and readiness motivation affect the community in facing disaster mountain marapi eruption and no the dominant factor affecting the readiness of the community in facing disaster mountain marapi eruption.Was recommended to health workers to always improve the provision of information and health facilities in for disaster preparedness eruption mountain marapi Key Word : behaviour. disasater. permukaan laut (mdpl) berada di wilayah Lingkungan fisik yang dapat mempengaruhi administrasi Kabupaten Agam. hidrologis. mencapai bagaimana mengembangkan kerjasama dalam kesiapan.000 ). The results of the study not a significant relation exists knowledge was with the behavior readiness in face disasters eruption merapi ( p value = 0. It was concluded that perception . a significant relation exists motivation respondents with the behavior readiness in face disasters eruption merapi ( p value = 0.co.com Email : idasuryati53@yahoo. ekonomi. 2005). yang untuk jangka waktu tertentu tidak dapat atau mengetahui efek dari bencana yang terjadi dan tidak mampu mencegah. not a significant relation exists attitude respondents with the behavior readiness in face disasters eruption merapi ( p value = 0. knowledge. Jika LPPM STIKes Perintis Padang 1 .001 ). PENDAHULUAN Lingkungan merupakan salah satu faktor yang Singgalang.058 ). Gunung Talang. budaya.id Email: perawat. 1.The sample people living in kanagarian the puar . Pada saat terjadi bencana biasannya semua Sementara itu menurut Linda (2011) kawasan pihak panik dan akhirnya timbul korban dan rawan bencana adalah suatu wilayah yang kerusakan yang lebih besar. Sejumlah (Allender & Spradley. selain dari peran perawat.id Abstract The results of the preliminary survey they in kecamatan sungai puar of four nagari owned three nagari is a region closest to the mountain marapi or derah red zone.Lingkungan merupakan gunung setinggi 2. tehnik the sample and systematic cluster of sampling random sampling .207 ). Menurut Ramli untuk menanggapi dampak buruk bahaya tertentu. diataranya manajemen bencana. Gunung Marapi mempengaruhi kesehatan manusia. klimatologis. a significant relation exists the wish of respondents with the behavior readiness in face disasters eruption merapi ( p value = 0.Stanhope dan memiliki kondisi atau karakteristik geologis. (2010) menyatakan. meredam. attitude perception.arifyahoo.004 ). Gunung saat bencana. proses alam maupun non-alam(Farah.891 meter di atas dapat berupa lingkungan fisik dan nonfisik. perception.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KESIAPAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA ERUPSI GUNUNG MARAPI DI KECAMATAN SUNGAI PUAR Ida suryati 1.Design resrach deskritif the correlation with used the cross sectional . sehingga mengurangi kemampuan menangani bencana di komunitas. batagak and stone palano were 212 respondents. sebaiknya memahami apasumber yang tersedia di sosial. maupun pasca bencana. Akbar (2014) menyatakan Sumatera Barat masyarakat juga sangat berpengaruh dalam memiliki beberapa gunung berapi. The research aims to know factor-factor affecting in behavior disaster readiness the eruption marapi which includes: knowledge. adalah Gunung Sago. namun dapat keadaan komunitas salah satunya adalah keadaan dilihat dari Kota Bukittinggi.Research instruments is a questionnaire. readiness.

Dari survey awal yang peneliti lakukan di Kecamatan Sungai Puar didapatkan data terdiri dari lima (5) nagari dengan total jumlah penduduk 27. sikap. Proses bencana yang akan terjadi . Hasil penelitian Dorotha motivasi serta perilaku kesiapan. serta perilaku kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana. Penelitian ini Menurut Spranger. hubungan faktor (2006) menyatakan bahwa masyarakat pengetahuan.keinginan dan mengemukakan bahwa mereka membutuhkan motivasidengan perilaku kesiapan menggunakan informasi yang dapat dipercaya untuk kesiapan uji chi squaredengan α = 0. pengetahuan. kepercayaan 95%. dan niat. sehingga dapat meminimalisir terjadinya dampak serta kerugian akibat bencana. Aspek pada pengumpulan data dilakukan dengan mengukur masyarakat yang dapat berpengaruh terhadap faktor pengetahuan. Batu Palano dan Sarik. Hasil wawancara dengan beberapa orang masyarakat di Nagari Sungai Puar menyatakan tidak tahu dan tidak perlu mempersiapkan diri dalam menghadapinya karena tidak dapat diprediksi sehingga tidak perlu disiapkan Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul tentang “Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Marapi di Kecamatan Sungai Puar. pengisian 30-45 menit. Kegiatan yang sudah dilakukan pada tahun 2014 oleh pihak kecamatan yaitu sosialisasi dan eduaksi berkaitan dengan evaluasi dan penanggulangan bencana. persepsi.05 dan tingkat dalam menghadapi bencana dari berbagai sumber.keinginan dan motivasi. bivariatdan (2010). peran masyarakat sangat dominan dalam penananggulangan bencana. Hasil wawancara yang dilakukan dengan aparat wilayah Sungai Puar bahwa kecamatan ini sudah ditetapkan sebagai Kecamatan Siaga Bencana. sangat mendukung dalampersiapan bencana yang Batu Palano dan Batagak dengan sampel sebayak optimal. kesiapan dalam bencana erupsi Gunung Merapi yaitu perilaku masyarakat sendiri terhadap dengan menggunakan kuesioner dan waktu bencana. yaitu multivariat untuk mengetahui distribusi frekuensi : pengetahuan. Tehnik Pengambilan sampel dilakukan baik dan pencegahan terhadap bahaya lain dari dengan multistage random sampling. Kabupaten Agam tahun 2016”.Menurut Mei 2016. persepsi. persepsi. persepsi. dalam Notoadmodjo menggunakan analisis univariat.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 masyarakat memahami dan menjalankan 2. sikap. keinginan.661 jiwa. keparahan Penelitian telah dilakukan pada bulan April sd dampak bencana mungkin dapat ditekan. Oleh sebab itu. Sampel pada penelitian ini adalah Coalition for Health Funds(2002) bahwa masyarakat di Kecamatan Sungai Puar khususnya kesadaran dan keterlibatan masyarakat harus di Tiga Kenagarian yaitu Kenagarian Sungai Pua. Salah satu kecamatan di Kabupaten Agam yang yang berada disekitar Gunung Marapi adalah Kecamatan Sungai Puar. METODE manajemen bencana dengan baik. LPPM STIKes Perintis Padang 2 . faktor pembentuk perilaku manusia. sikap. Dari lima nagari tersebut terdapat tiga nagari yang sangat dekat dengan erupsi Gunung Marapi (zona merah) yaitu Nagari Sungai Puar. jika peran tenaga kesehatan dipadukan dengan kesiapan masyarakat dan badan terkait lainnya. yaitu untuk mencapai kesehatan yang 212 KK. sikap. maka akan terwujudnya masyarakat yang siaga terhadap bencana.

1 Hasil Penelitian 3.1Faktor Perilaku Kesiapan Masyarakat Tabel 3.1 Distribusi Frekuensi FaktorPerilaku Kesiapan Masyarakat Mei 2016 ( n = 212 ) No Variabel F % 1 Pengetahuan Rendah 105 49.042 LPPM STIKes Perintis Padang 3 .1.2 Jumlah 212 100% Tabel 3.1.3.4 Positif 156 73. keinginan dan motivasi dengan Kesiapan Masyarakat Dalam Bencana Erupsi Gunung Merapi .1 Analisa korelasi perilaku terhadap kesiapan menghadapi bencana Tabel 3.5% rendah dan 50.1.2 Distribusi Frekuensi Kesiapan Masyarakat Dalam Bencana Mei 2016 ( n = 212 ) No Kesiapan F % 1 Rendah 42 19.2 Kesiapan Masyarakat Dalam Bencana Tabel 3.7 Positif 147 69.2% 3.7 Tinggi 113 53. Distribusi Frekuensi korelasi perilaku terhadap kesiapan menghadapi bencana Mei 2016 ( n = 212 ) Correlations Variabel bebas (Independent variable) Sig.5 2 Persepsi Negatif 56 26.2% dan motivasi responden lebih dari separo adalah tinggi yaitu 53.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 3.3 4 Keinginan Rendah 76 35.1 menunjukkan bahwa distribusi proporsi pengetahuan responden yang tinggi dan rendah hampir sama banyak yaitu sebesar 49.1.2 menunjukkan bahwa distribusi proporsi kesiapan responden dalam menghadapai bencana sebagian besar adalah tinggi yaitu sebesar 80. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.3%. 3. sikap.207 Keinginan 0. keinginan yang terbanyak adalah tinggi sebesar 64.3 %.8 Tinggi 136 64.6% dan untuk sikap yang terbanyak adalah positif yaitu sebesar 69.001 Motivasi 0.3 Hubungan pengetahuan. (1-tailed) Pengetahuan 0.8 2 Tinggi 170 80.6 3` Sikap Negatif 65 30.3 Tabel 3.5 Tinggi 107 50.558 Persepsi 0. 3.000 Sikap 0.5% tinggi. persepsi.2 5 Motivasi Rendah 99 46. Selanjutnya persepsi responden responden yang terbanyak adalah postif sebesar 73.3.

3.2 .1 Distribusi Frekuensi korelasi perilaku terhadap kesiapan menghadapi bencana Mei 2016 ( n = 212 ) Correlations Variabel bebas (Independent variable) Sig.130 0. persepsi.541 0.5% rendah dan 50.207 Keinginan 0. ekonomi dan yang tinggi dan rendah hampir sama banyak yaitu politik.139 0.05.042 Tabel 3. keinginan yang terbanyak adalah tinggi sebesar 64.4.809 1. tingkat kecerdasan.000 Sikap 0.614 1. Maulana (2007) menyatakan bahwa Keinginan. Pemodelan Analisis miltivariate No Variabel B P wald sig Exp (B) 95% CI Lower Upper 1 Pengetahuan 0.5% tinggi.410 3. Dari Tabel 3.105 1.126 0. sikap.2% dan motivasi responden lebih dari 3.001 Motivasi 0.508 2.170 2 Persepsi -0.558 Persepsi 0.050 0.keinginan.2 Analisis regresi logistic kesiapan masyarakat terhadap bencana erupsi Gunung Marap Tabel 3. dan motivasi kesiapan menghadapi bencana erupsi Gunung Marapi .560 5 Motivasi 0.3. Jika nilai ( ) lebih kecildari 0. kepribadian.2 Pembahasan 69.049 0. sosial budaya. keinginan. LPPM STIKes Perintis Padang 4 .3 dapat diketahui bahwa terdapat 3 (tiga) variabel yang memilikinilai kurang dari 0.292 0. sifat fisik. kesiapan (Pengetahuan.459 3 Sikap 0.6% dan untuk kemampuan kognitif.937 1.1.1 Faktor yang mempengaruhi perilaku separo adalah tinggi yaitu 53.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Pengambilan keputusan didasarkan padaperbandingan antara nilai ( ) dan nilai probabilitas (0.05 maka hipotesis awal ditolak artinyaterdapat hubungan yang erat antara variabel bebasdan variabel terikat.017 0. Sikap.3.392 0.086 0. Faktor eksternal meliputi bahwa distribusi proporsi pengetahuan responden lingkungan fisik. 3.136 Hasil pengolahan data pada tabel 3.896 1. bakat bawaan. dan motivasi mempunyai tingkat korelasi yang tinggi dengankesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Marapi.134 0. sifat meliputi pengetahuan.058 0. sikap (affektif) dan sikap yang terbanyak adalah positif yaitu sebesar psikomotor (skill) dalam disaster manajemen.163 0. sehingga permodelan tidak dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya dan dapat disimpulkan tidak ada faktor yang dominan dalam mempengaruhi kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Marapi atau persepsi.3. Determinan internal adalah mempengaruhi perilaku kesiapan dalam karakteristik dari individu atau kelompok yang menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi bersangkutan yang meliputi ras. Persepsi.3 %. keinginan.477 2.3%. (1-tailed) Pengetahuan 0.719 4 Keinginan -0.05 yaitu persepsi.3.188 1. Dengan demikian.05). Menurut International Council Nurse sebesar 49.2. keinginan dan motivasi sebagai faktor yang sama kuatnya mempengaruhi terhadap kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Marapi. dan motivasi. dapat disimpulkanbahwa faktorpersepsi.769 1. Motivasi) determinan perilaku adan dua macam yaitu Hasil penelitian tentang faktor yang internal dan eksternal. keinginan. dan motivasipersepsi.950 0. Hasil penelitian ini didapatkan dan jenis kelamin.2 untuk multivariat dengan menggunakan regesi logistik diapatkan pada permodelan tahap 1 bahwa tidak ada varibel yang memiliki nilai p value ≤ 0. (2007) bahwa faktor – faktor yang Selanjutnya persepsi responden responden yang mempengaruhi kesiapsiagaan perawat meliputi terbanyak adalah postif sebesar 73.256 0.

Kiernan.05 maka hipotesis awal ditolak pengalaman. dalam Notoadmojo 2005) pembentukan perilaku kesiapsiagaan bencana. dan motivasipersepsi. 1-tailed dan perilaku manusia dalam kesiapan bencana tidak nilai probabilitas (0. dan motivasi kesiapan bencana adalah tinggi (80%). Hal ini 3.3 dapat diketahui bahwa terdapat 3 (tiga) dibuktikan hasil penelitian ini dengan lebih dari variabel yang memiliki nilai kurang dari 0. dkk (2013) yang didapatkan tingkat Penanggulangan Bencana (Renas PB) adalah kesiapsiagaan komunitas SSB yang sangat siap perencanaan lima tahunan di tingkat nasional yang menghadapi bencana dan juga hasil penelitian memuat program program dan kegiatan Nugroho. hal ini juga terlihat dengan Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hasil adanya program oleh Kecamatan Sungai Pua penelitian Johnston and Becker. pendidikan dan latihan. Dari Tabel untuk meningkatkan perilaku selanjutnya.2. Perilaku manusia pada hakekatnya mendorong masyarakat untuk berusaha dalam adalah aktivitas yang timbul karena adanya kondisi siapsiaga mengahadapi bencana Gunung stimulus dan respon sera dapat diamati secara Marapi tersebut. mempengaruhi kesiapsiagaan suatu komunitas Dasar dari setiap sikap dan tindakan manusia terhadap bencana. Tindakan merupakan mekanisme suatu Sementara itu menurut citizan Corps (2006) pengamatan yang muncul dari persepsi sehingga menyatakan bahwa faktor-faktor yang dapat ada respon untuk mewujudkan suatu tindakan. 2) pengetahuan.2 Perilaku Kesiapan Dalam Menghadapi yang di kembangkan oleh Lawrence Green. dana. menghadapi bencana erupsi Gunung Marapi . Jika nilai Sig. dan motivasi mempunyai tingkat LPPM STIKes Perintis Padang 5 .05). 2006). Persepsi. yaitu. Keinginan. sebelumnya dan perilaku berikutnya. orientasi pada tugas. dengan terbentuk atau punahnya suatu kebiasaan. Pengambilan keputusan didasarkan langkahsecara berdayaguna dan berhasil guna Jadi padaperbandingan antara nilai Sig. keinginan. dan 4) keahlian Andarini dan Kuswantoro (20130 bahwa salah satu teori perilaku yaitu teori Preced-Proceed 3.2% predisposisi (predisposing factor) dalam Skiner (1938. dapat disimpulkanbahwa bahwa perilaku atau tindakan berhubungan faktorpersepsi. keterampilan yang dimilikinya.05 yaitu separo perilaku kesiapan dalam menghadapi persepsi. seluruh Indonesia. Mc. dengan bencana (Priyanto. Sikap. 1) external motivasi adalah adanya persepsi. (2013) yang sebagai kecamatan siaga bencana. dkk (2005) mengemukakan Dengan demikian. dkk (2007) yang didapatkan sebagian penanggulangan bencana yang direncanakan oleh besar keluarga siap dalam menghadapi bencana pemerintah untuk mengurangi risiko bencana di khususnya bencana gempa dan tsunami di Nias.Perilaku dalam kesiapan bencana merupakan sebagai kelangsungan dari perilaku 3. menyatakan perilaku merupakan respons atau Pengetahuan seseorang atau masyarakat tentang reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan kesiagaan bencana Gunung Marapi akan dari luar). 3) sikap . keinginan.Berbagai pengalaman langsung dan tidak langsung.Menurut Anam. bencana. dalam Notoadmojo 2005) ciri-ciri yang bencana ini seringkali terabaikan pada masyarakat membedakan perilaku manusia dengan mahluk yang belum memiliki pengalaman langsung lain adalah kepekaan sosial.informasi yang didapatkan artinyaterdapat hubungan yang erat antara sebelumnya sehingga melakukan perilaku baru variabel bebasdan variabel terikat. keinginan. Motivasi dengan Kesiapsiagaan bencana merupakan serangkaian kesiapan menghadapi bencana erupsi Gunung upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi Marapi bencana melalui pengorganisasian serta langkah.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Pengetahuan Kebencanaan yang dimiliki. 1-tailed pernah berhenti hal ini dapat dikaitkan dengan lebih kecildari 0.3 Hubungan Faktor Pengetahuan. Menurut Sarwono menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi (1983. Bencana Erupsi Gunung Merapi Menurut teori ini perilaku manusia dari tingkat Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kesehatan dimana ada beberapa faktor yang distribusi proporsi perilaku kesiapan responden mempengaruhi perilaku diantaranya adalah dalam menghadapai bencana sebagian besar pengetahuan yang termasuk sebagai faktor adalah tinggi yaitu sebesar 80. Disisi lain bahwa adanya kebijakan BNPB Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang memberikan arahan Nasional Susanti.2. sehingga menunjukan tingkat kesiapan individu dalam kesiagaan masyarakat dan seluruh elemen dalam menghadapi bencana sangat rendah meski menghadapi bencana Gunung Marapi akan tinngi dilakukan kampanye untuk mengurangi resiko pula.4. usaha dan perjuangan dan tiap individu unik. pengetahuan dan meliputi kebijakan.

Menurut Triutomo (2007).2005).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 korelasi yang tinggi dengan kesiapan masyarakat Dari tabel tersebut juga didapatkan 2 (dua) dalam menghadapi bencana erupsi Gunung variabel yang memiliki nilai lebih dari 0. pengetahuan dan siakap kesiapan menghadapi Persepsi merupakan proses diterimanya bencana erupsi Gunung Marapi . Hasil riset menunjukkan bahwa menambahkan hasil dari beberapa pengalaman pengetahuanpartisipan mengenai gempa bumi dan hasil observasi yang terjadi di lapangan berhubungan dengan tingkat (masyarakat) bahwasanya perilaku seseorang kesiapannyamenghadapi gempa bumi.telah membuat tanggul lumpur / lahar jika bahwa perasaan bisa mencegah bahaya gempa akan terjadi letusan gunung Merapi. Pengalaman dan lain(Priyanto. Hal ini terlihat dari hasil penelitian ini ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan dimana responden telah menentukan tempat yang kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran. baik disadari maupun gempa bumi yang di follow up dengan penjelasan- tidak disadari. di erupsi Gunung Marapi. 2006) lingkungan tersebut kemudian diketahui. suatu takdir.Dengan termasuk terjadinya perilaku kesehatan. Indonesia. dari komponen tersebut dalam bentuk satu kesatuan yang baru dan Evaluasi merupakan LPPM STIKes Perintis Padang 6 .. tetapi juga membentuk bagian-bagian Gunung Marapi. perilaku bahwa bencana itu adalah suatu kutukan atas dosa yang didasarkan oleh pengetahuan akan menetap dan kesalahan yang telahdiperbuat. tidak hanya mampu juga sesuai dengan penelitian ini dimana dengan memisahkan dan memahami bagian-bagian dari tingginya motivasi mendorong tingginya kesiapan komponen yang dipelajari berkaitan kesiagaan masyarakat dalam menghadapi erupsi bencana bencana . Hasil penelitian didapatkan ada hubungan Penelitian ini sejalan dengan penelitian Ryan antara keinginan dengan kesiapan masyarakat (2015) didapatkan tidak terdapatnya hubungan menghadapi bencana erupsi Gunung Marapi. Motivasi dapat timbul dari dalam penjelasan yang ditujukan untuk menghilangkan diri ataupun dari lingkungan (Sunaryo.05 yaitu Marapi. Namun untuk melakukan sesuatu yang berkaitan dengan penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian kesiapan menghadapi bencana erupsi Gunung Ismawan Adityansyah yang menyebutkan bahwa Marapi. yang didahului demikian. Pada umumnya merekapercaya karena dari pengalaman dan penelitian. Riset aman untuk mengungsi jika terjadi letusan gunung yang dilakukan di New Zealand memperlihatkan Merapi. termasuk tersebut jika pengetahuan seseorang atau perilaku kesiapan dalam menghadapi bencana. masyarakat sudah mencapai pada tingkatan yang Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian tinggi yaitu tingkatan sistesis dan evaluasi.Selanjutnya Notoatmodjo (2010) bumi. analisis. dapat disimpulkanbahwa oleh perhatian (attention) sehingga individu sadar faktorpengetahuan dan sikap tidak berhubungan tentang sesuatu yang ada didalam maupun yang dengan kesiapan masyarakat menghadapi bencana ada diluar dirinya. karena Reskar (2001) yang mendapatkan adanya pada tingkatan ini kemampuan seseorang atau pengaruh motivasi terhadap produktivitas. tahu. sehingga lebih lama pada seseorang daripada perilaku yang seseorang harus menerima bahwa itu sebagai tidak didasari oleh pengetahuan (Purwanto. masih banyak penduduk Pengetahuan adalah salah satu faktor yang yangmenganggap bahwa bencana itu merupakan mempengaruhi perubahan perilaku seseorang. dalam Allender & Spradley. 1970. sintesis dan Keinginan adalah niat yang timbul pada evaluasi (Notoatmodjo. Gronlund. 2014). diawali pengetahuan akan meningkatkan dengan adanya pengalaman-pengalaman kemampuanpenduduk mempersiapkan diri seseorang serta adanya faktor eksternal dengan lebih baik dari gempa bumi atau bencana (lingkungan fisik dan non fisik). gap atau miskonsepsi pengetahuan tentang gempa 2004). (comprehension).165. 2010. memahami pencegahan atau penanggulangannya. Sehingga tidak perlu 1999). takdir akibatperbuatannya. individu untuk melakukan sesuatu (Annissa. Menurut asumsi peneliti bahwa terjadinya dipersepsikan atau diyakini seseorang sehingga perubahan perilaku khususnya berkaitan dengan menimbulkan motivasi/niat untuk bertindak yang kesiagaan menghadapi bencana pada masyarakat akhirnya diwujudkan berupa perilaku. aplikasi. antara pengetahuan dengan kesiapsiagaan tanggap Adanya keinginan masyarakat mendorong mereka darurat kebakaran dengan pvalue 0. bumi dapat ditingkatkan dengan intervensi Motivasi adalah dorongan penggerak untuk melalui pengisian kuesioner pengetahuan tentang mencapai tujuan tertentu. Dengan rangsang melalui panca indera. Hal ini masyarakat dalam tahap ini.Pengetahuan dibagi menjadi 6 (enam) lagi berusaha untuk mengambil langkah-langkah tingkatan meliputi.

5% rendah dan 50.1 Distribusi proporsi pengetahuan responden terhadap suatu stimulus atau objek.3%. dan perilaku.Pengetahuan bencana sintesis. p= 0. Hal ini sejalan dengan gunung . ditemukannya tidak ada hubungan sikap dengan Communnity health nursing: Promoting kesiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana and protecting the public’s health. 5.5% responden (masyarakat) memilki Bencana Alam.W. KESIMPULAN Sikap adalah respon tertutup seseorang 4.. 2014. BPBD SUMBAR larang daki tiga kesiagaan bencana. (2005). 4. J. 2013. sehingga seseorang atau masyarakat yang dimiliki umumnya sangat mempengaruhi secara otomatis telah memiliki kemampuan untuk sikap dan kepedulian untuk siap siaga menghadapi membuat solusi yang adekuat berkaitan dengan bencana.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 tingkatan pengetahuan yang lebih tinggi dari penanggulangan bencana. S. 1993.058 dan Terdapatnya hubungan antara sikap dengan p=0.2% Notoatmodjo (2010) menyatakan bahwa sikap 4. (2013) yang menyatakan bahwa sikap dapat http://geospasial.042 luar). 2014. dalam 4. pengetahuan yang rendah berkaitan dengan Antoni.3 %. merupakan kesiapan atau kesediaan seseorang keinginan dan motivasi dengan perilaku untuk bertindak. 2010).go.com. Bandung : Angkasa.et.7 Ada hubungan yang signifikan persepsi.5 Distribusi proporsi motivasi responden lebih diekspresikan dalam bentuk respon kognitif. 19 Gunung Berapi penanggulangan bencana. akan tetapi menjadi predisposisi dari 4. 4. kesiagaan bencana berdasarkan penilaian yang dilakukannya. Diakses pada seseorang dalam penanggulangan bencana tanggal 20 Maret 2014. adalah positif yaitu sebesar 69.5% tinggi.001 dan p= 0.Diakses pada tanggal 20 Maret peryataan Anam. dan bukan merupakan kesiapan dalam menghadapi bencana erupsi pelaksanaan motif tertentu.id/wp- mendukung kemauan seseorang dalam content/uploads/2011/06/dusun.)..000. Peningkatan sikap Indonesia Berstatus Waspada.bpbdsumbar. dengan bencana dimana didapatkan hampir separo Aminudin. Penelitian lainnya juga menunjukan keinginan dan otivasi) dalam memepengaruhi tidak sejalan dengan penelitian ini adalah kesiapan masyarakat dalam menghadapi penelitian Sulistianingrum (2010) ada hubungan bencana erupsi Gunung Marapi. & Spradley. sikap bukan Gunung Merapi Hasil uji stasistik diperoleh merupakan tindakan (belum dapat diamati dari nilai p= 0. 2004).207 kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran dengan 4. REFERENSI Menurut asumsi peneliti bahwa Allender.2% dari berbagai pengamatan terhadap objek yang 4.html meningkatkan pengetahuannya tentang Berita satu. dari separo adalah tinngi yaitu 53. Newcomb (1969).A. (6thEd. afektif (emosi).000. dilakukan dengan melibatkan langsung seesorang http://www.gunungsemeru.6% adalah hasil evaluasi terhadap objek yang 4. Mitigasi dan Kesiapsiagaan yaitu 49. manifestasinya tidak dapat langsung terlihat. Sikap sebesar 73.com/2013/04/d atau masyarakat dalam persiapan LPPM STIKes Perintis Padang 7 .al. dalam menghadapi bencana sebagian besar seorang ahli psikologi sosial yang dikutip oleh adalah tinggi yaitu sebesar 80.9 Tidak ada faktor yang dominan (persepsi. afektif maupun perilaku (Eagly.4 Distribusi proporsi keinginan yang terbanyak evaluasi merupakan totalitas yang disimpulkan adalah tinggi sebesar 64.2 Distribusi proporsipersepsi responden tetapi hanya dapat ditafsirkan dahulu dari perilaku responden yang terbanyak adalah postif yang tertutup tersebut (sunaro.8 Tidak ada hubungan pengetahuan dan sikap tindakan yang dilakukan dengan perilaku kesiapan dalam menghadapi Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan bencana erupsi Gunung Merapi Hasil uji penelitian Ryan (2015) yang menyatakan stasistik diperoleh nilai p= 0. baik yang yang tinggi dan rendah hampir sama banyak bersifat intern atau ekstern sehingga yaitu sebesar 49. B.3 Distribusi proporsi sikap yang terbanyak diekspresikan ke dalam proses-proses kognitif. gunung merapi disebabkan oleh faktor Philadelphia : Lippincott Williams & pengetahuan dari masyarakat tersebut berkaitan Wilkins. Sikap sebagai hasil 4.6 Distribusi proporsi kesiapan responden Wawan & Dewi. antara sikap dengan kesiapsiagaan tanggap darurat bencana kebakaran. pvalue 0. Andarini dan Kuswantoro 2014.

process and practice (4thed).com/20 11/08/23/peran-perawat-dalammanajemen bencana/#more-94. .G. (2011). Tahun 2007. UU Republik Indonesia. M. Edisi ke-3. Jakarta : Dian Rakyat. Pedoman Penanggulangan Masalah Kesehatan Jiwa dan Psikososial pada Masyarakat Akibat Bencana dan Konflik... Jakarta : Salemba Medika. A. diperoleh tanggal 5 Maret 2015). Tentang Penanggulangan Bencana. Notoadmodjo.H.E. Edisi Refisi. (2005). Ilmu Keperawatan Komunitas Pengantar dan Teori. Fundamental of Nursing : concepts. Stanhope. Metodologi Penelitian Kesehatan. Nomor 24. Ramli S. & Lancaster. Issni Nurul Annissa (2014). 2010. (6th Ed). & Perry. & Thomas. Alih bahasa : Yasmin. Jakarta : Rineka Cipta. Notoatmodjo. Potter. S. 2006. J. A. (1999).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 aftar-namagunungdi-indonesia-beserta- letaknya. Community health nursing: Caring in action. P. Ilmu Perilaku Kesehatan.. N. perceptions of personal R isk and perc ptio n of the public health response to a Terrorist event or natural disaster: perspective. Jakarta: EGC..wordpress. Jakarta : DEPKES RI. Mosby : St Louis. Faktor-faktor yang berhubungan dengan keinginan pindah kerja perawat di RS.A. Exploration of the know ledge. Schubert.A. Albani: Delmas Publisher. dkk. Dorotha L. LPPM STIKes Perintis Padang 8 .html DEPKES RI. W & Chayatin. 2005. Mubarak I.http://weenbee. P. Weenbee. Soekidjo. 2006. 2009. Sehat Terpadu. Diakses Pada Tanggal 21 Maret 2014. Pedoman Praktis Manajemen Bencana (Disaster Manajemen). Community and public health nursing. 2006. (2004). Jakarta : DEPKES RI. Hitchcock. Penatalaksanaan Korban Bencana Massal. 2010.E. proquest.com/docview/pdf. Skripsi Keputusan Mentri Kesehatan RI. Peran Perawat Dalam Manajemen Bencana. Jakarta: Rineka Cipta. S. J. http://www..

04 with OR 13. family support. menurun setelah pasien menjalani perawatan yang intensif (Vitahealth. post-stroke patients. and health behavior control methods by using questionnaire.7%) General people (56. economic status. controlling behavior. STIKes Perintis Padang Email:rizifaserina79@gmail. disebabkan oleh gangguan pembuluh darah otak. Sekitar 30% . bahaya ini tentunya akan sekitar 650. STIKes Perintis Padang Email:yaslina03@yahoo. As for economic status of knowledge. 26 people (86. 14 people (46.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGONTROLAN PERILAKU KESEHATAN PADA PASIEN PASCA STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RASIMAH AHMAD BUKITTINGGI TAHUN 2016 Yaslina1. the measurement of knowledge. whereas in the attitude of the obtained relations significance of 0. sedangkan jumlah penderita diartikan sebagai suatu sindroma yang yang meninggal dunia lebih dari 125. PENDAHULUAN Stroke merupakan suatu penyakit Di Inggris stroke menduduki urutan ke-3 sebagai menurunnya fungsi syaraf secara akut yang pembunuh setelah penyakit jantung dan kanker.000 penduduk daerah otak yang terganggu. behavior 1.com Abstract Treatments of the post stroke are important during the recovery of the stroke patients at home to prevent the occurrence of the risk of recurrent stroke and complications of it. there is no connection with the control of health behavior. A good understanding of the expected against control health behaviors in patients and encourage family support care post-stroke patientthat can be done since the beginning of the patients admitted in the hospital. Namun.000 kasus baru stroke setiap tahunnya. stroke non hemoregik dan 1004 pasien hemoregik.88. Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) terjadi secara mendadak dan cepat yang menyebutkan. Jumlah kunjungan rawat jalan sebesar tanda dan atau gejala hilangnya fungsi sistem saraf 1880 dengan kasus stroke non hemoregik sedang pusat fokal (atau global) yang berkembang cepat jumlah pasien rawat inap sebesar 3276 pasien (dalam detik atau menit) (Jeffrey. and 14 people (46. attitudes. In this research it can be concluded that the attitudes and family support are in the control of health behavior of post stroke. Di Eropa ditemukan waktu 30 hari. This research aims to know the relationship between the factors that relate to the control of health behavior of patients' post-stroke. Data dari rekam medik Rumah mendadak. 10 (33. Stroke pasien stroke pada tahun 2014 sebesar 6160 memiliki beberapa sindrome yang terdiri dari pasien. 2011).40% LPPM STIKes Perintis Padang 9 .Based on the analysis results obtained bivariat no relation with the economic status of knowledge.000 jiwa mempunyai karakteristik suatu serangan yang (Ratna. In this study the results obtained the majority of the respondents have good knowledge about stroke care i. Research design was descriptive analytic with cross sectional design. Keywords: controlling factors of health. angka kejadian stroke menurut data menimbulkan gejala dan tanda sesuai dengan dasar rumah sakit 63. 2003).7%) being nice. terjadi stroke yang pertama sekitar 3% pasien Sebanyak 75% pasien stroke di Amerika stroke sering kali terkena stroke susulan dalam menderita kelumpuhan. 2012).22 and support families of 0. Program Studi Ilmu Keperawatan. .e. Rizi Faserina2 1.003 with OR 15.52 per 100. This research was done in January 2016 with total sampling in this research as 30 people in post stroke patients who were in the working area at Clinics Rasimah Ahmad.com 2.3%) with economic status above the UMR. The data described by the shape of the table.7) with good family support. analyzed by chi square test. Stroke dapat juga usia di atas 65 tahun.7%) with a good health behavior control.Program Studi Ilmu Keperawatan. nonkonvulsif yang disebabkan karena Sakit Stroke Nasional Bukittinggi di dapat total gangguan perdarahan otak non traumatik. Menurut WHO stroke merupakan pembunuh Stroke susulan bisa juga terjadi sesaat setelah nomor 3 setelah penyakit jantung dan kanker.

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

penderita stroke dapat disembuhkan secara Diantaranya faktor predisposisi (pengetahuan,
sempurna bila ditangani dalam jangka waktu 6 keyakinan, nilai, sikap, budaya, usia, jenis
jam atau kurang dari itu, agar pasien tidak kelamin, ras dan akses ke pelayanan kesehatan),
mengalami kecacatan. Tapi, sebagian penderita faktor yang memungkinkan (dukungan,
serangan stroke baru datang kerumah sakit setelah keterampilan, kemampuan, ketersediaan sumber
48 jam terjadinya serangan (Sutarto 2003). daya, kemampuan fisik, emosional, faktor
Sumber lain menyebutkan bahwa sekitar 30% - ekonomi), dan faktor yang menguatkan (insentif,
43% dapat terjadi serangan stroke ulang dalam dukungan keluarga dan teman sebaya, sumber
waktu 5 tahun. Kemungkinan terjadi kematian komunitas, akses ke pendidikan). Diantara
akibat serangan stroke antara 20% sampai dengan beberapa faktor yang dapat dimodifikasi faktor
30%. Dengan demikian, masih terdapat yang paling sering mempengaruhi perilaku
kemungkinan sembuh total ataupun sembuh penderita stroke dalam menjaga kesehatannya
dengan fungsi beberapa bagian tubuh yang adalah pengetahuan, sikap, motivasi penderita dan
mengalami kecacatan. Sekitar 50% penderita dukungan dari keluarga (Kathleen, 2006).
stroke yang mengalami kelumpuhan separuh Tujuan penelitian ini adalah Untuk
badan dapat kembali memenuhi kebutuhannya mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi
sendiri.Mereka dapat berpikir dan berjalan dengan pengontrolan perilaku kesehatan terhadap pasien
baik, meskipun penggunaan lengan atau tungkai pasca stroke di wilayah kerja Puskesmas Rasimah
agak terbatas. Ahmad Bukittinggi tahun 2016.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
menekan angka kejadian stroke berulang adalah 2. METODE PENELITIAN
mengetahui faktor resiko dan melakukan upaya
memodifikasi gaya hidup, menjalani terapi yang Penelitian ini menggunakan rancangan
diberikan dan melakukan pemeriksaan yang dapat penelitian metode deskriptif analitik yang
memberikan informasi optimal tentang faktor bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang
resiko. mempengaruhi pengontrolan perilaku kesehatan
Modifikasi prilaku serta pengontrolan faktor terhadap pasien pasca stroke di wilayah kerja
resiko stroke merupakan hal yang penting Puskesmas Rasimah Ahmad Bukittinggi tahun
dilakukan dalam perawatan pasca stroke karena 2016. Pendekatan desain penelitian dengan cross
stroke dapat berulang.Stroke berulang merupakan sectional. Rancangan ini merupakan penelitian
suatu hal yang mengkhawatirkan karena dapat dimana variabel-variabel yang termasuk faktor
memberikan karena dapat memperburuk keadaan resiko dan variabel-variabel yang termasuk efek
klien artinya terjadi bahaya yang lebih parah dari diobservasi sekaligus pada waktu yang sama
serangan pertama dan meningkatkan biaya (Notoadmojo, 2005).
perawatan (Siswanto & Yuliadji, 2005). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
Sebagian besar stroke terjadi akibat pasien Stroke yang berobat ke Poliklinik RSSN
kombinasi faktor penyebab medis yaitu faktor Bukittinggi yang berasal dari wilayah kerja
resiko (misalnya, peningkatan tekanan darah) dan Puskesmas Rasimah Ahmad Bukittinggi yang
faktor prilaku (merokok). Sebagian besar faktor berjumlah 33 orang.
resiko dapat dikendalikan atau dihilangkan sama Teknik sampling yang digunakan dalam
sekali dengan cara medis misalnya minum obat- penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu
obatan tertentu, atau cara non medis misalnya pengambilan sampel yang didasarkan pada
perubahan gaya hidup. Ini disebut faktor resiko pertimbangan peneliti Jumlah sampel adalah 30
yang dapat dimodifikasi.Diperkirakan 80% stroke responden berdasarakan hitungan rumus. Untuk
dapat dicegah dengan mengendalikan faktor mengumpulkan responden, peneliti melakukan
resiko yang dapat dimodifikasi tersebut.Salah satu kunjungan ke rumah responden dari tanggal 15
caranya dengan melakukan pengotrolan dan Januari 2016 selama 2 minggu.
pengawasan prilaku kesehatan (Feigin, 2007).
Perilaku adalah semua kegiatan atau aktivitas
manusia, baik yang dapat diamati langsung
maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak
luar.Perilaku merupakan respons atau reaksi
seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari
luar).Terdapat sejumlah faktor yang
mempengaruhi perilaku kesehatan seseorang.

LPPM STIKes Perintis Padang 10

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisa Univariat
Tabel1. Distribusi frekuensi pengetahuan responden di Puskesmas Rasimah Ahmad
Tahun 2016
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)
1 Tinggi 26 86,7
2 Rendah 4 13,3
Total 30 100,0

Dari tabel 1 dapat dilihat bahwa lebih dari separoh yaitu 26 responden (86,7%) memiliki
pengetahuan tinggi.

Tabel 2. Distribusi frekuensi sikap responden di Puskesmas Rasimah Ahmad
Tahun 2016

No Sikap Frekuensi Persentase (%)
1 Baik 17 56,7
2 Kurang baik 13 43,3
Total 30 100,0

Dari tabel 2 dapat dilihat bahwa lebih dari separoh yaitu 17 responden (56,7%) bersikap baik dalam
pengontrolan perilaku kesehatan

Tabel 3. Distribusi frekuensi Status Ekonomi Responden
di Puskesmas Rasimah Ahmad Tahun 2016
No Status Ekonomi Frekuensi Persentase (%)
1 Sesuai UMR 10 33,3
2 Dibawah UMR 20 66,7
Total 30 100,0

Dari tabel 3 dapat dilihat bahwa kurang dari separoh yaitu 10 responden (33,3%) memiliki
penghasilan sesuai UMR.

Tabel 4. Distribusi frekuensi dukungan keluarga di wilayah kerjaPuskesmas Rasimah Ahmad
tahun 2016.
No Dukungan keluarga Frekuensi Persentase (%)
1 Baik 14 46,7
2 Kurang baik 16 53,3
Total 30 100,0

Dari tabel 4 dapat dilihat bahwa kurang dari separuh yaitu 14 (46,7%) responden yang mendapat
dukungan keluarga dalam pengontrolan perilaku kesehatan.

Tabel 5. Distribusi frekuensi pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca stroke
di Puskesmas Rasimah Ahmad tahun 2016
No Pengontrolan Perilaku Frekuensi Persentase (%)
Kesehatan
1 Tinggi 14 46,7
2 Rendah 16 53,3
Total 30 100,0

Dari tabel 5 dapat dilihat bahwa kurang dari separuh yaitu 14 (46,7%) responden melakukan
pengontrolan perilaku kesehatan.

LPPM STIKes Perintis Padang 11

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

Analisa Bivariat
Tabel 6. Distribusi frekuensi Hubungan pengetahuan dengan pengontrolan perilaku
kesehatan pasien pasca stroke di Puskesmas Rasimah Ahmad tahun 2016
Pengontrolan Perilaku Kesehatan P
Jumlah OR
Pengetahuan Baik Kurang Baik Value
f % F % f %
Tinggi 14 53,8 12 46,2 26 100 0,103 2,167
Rendah 0 0 4 100 4 100
Total 14 46,7 16 53,3 30 100

Dari tabel 6 dapat dilihat bahwa dari 26 responden yang pengetahuan tinggi terdapat 53,8% yang
melakukan pengontrolan perilaku kesehatan pasca stoke dengan baik dan 46,2% tidak baik. Sedangkan
responden pengetahuan rendah 4 responden, 0% melakukan pengontrolan perilaku pasca stroke dengan
baik dan 100% melakukan pengontrolan perilaku kesehatan kurang baik.Berdasarkan uji statistik
pengetahuan dengan pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca stroke diperoleh nilai p =
0,103(p<0,05), berarti H0 diterima yaitu tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan pengontrolan
perilaku kesehatan pada pasien pasca stroke.

Tabel 7. Distribusi frekuensi Hubungan sikap dengan pengontrolan perilaku kesehatan
pasien pasca stroke di Puskesmas Rasimah Ahmad
Tahun 2016
Pengontrolan Perilaku kesehatan P
Jumlah OR
Sikap Baik Kurang Baik Value
f % f % f %
Baik 12 70,6 5 29,4 17 100 0,04 13,2
Kurang baik 2 15,4 11 84,6 13 100
Total 14 46,7 16 53,3 30 100

Dari tabel 7 dapat diihat bahwa dari 17 responden yang bersikap baik, terdapat 70,6% responden
memiliki pengontrolan perilaku kesehatan baik, 29,4% memiliki pengontrolan perilaku kesehatan
kurang baik. Sedangkan 13 responden yang bersikap kurang baik sebanyak 15,4% pengontrolan perilaku
kesehatannya baik dan 84,6% kurang baik.
Berdasarkan uji statistik didapat nilai berdasarkan uji statistik hubungan sikap dengan
pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca stroke diperoleh nilai p=0,04(p<0,05), berarti Ha diterima
yaitu ada hubungan antara sikap dengan pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca stroke dengan
OR (odds ratio) 13,2 artinya responden yang bersikap baik berpeluang sebesar 13,2 kali memiliki
pengontrolan perilaku kesehatan pasca stoke baik dibanding dengan yang mendapat bersikap kurang
baik.

Tabel 8. Distribusi frekuensi Hubungan Status Ekonomi dengan pengontrolan perilaku
kesehatan pasien pasca stroke di wilayah kerja Puskesmas Rasimah Ahmad
Tahun 2016
Pengotrolan Perilaku kesehatan P
Jumlah OR
Status Ekonomi Baik Kurang Baik Value
f % f % f %
Sesuai UMR 5 50,0 5 50,0 10 100 0,1 1,222
Dibawah UMR 9 45,0 11 55,0 20 100
Total 14 46,7 16 53,3 30 100

Dari tabel 8 dapat dilihat bahwa dari 10 responden yang berpenghasilan sesuai UMR, 50%
responden memiliki pengontrolan perilaku kesehatan baik dan 50% memiliki pengontroan perilaku
kesehatan kurang baik. Sedangkan 20 responden dengan status ekonomi dibawah UMR, 45% memiliki
pengontrolan perilaku pasca sroke dengan baik dan 55% memiliki pengontrolan perilaku kesehatan

LPPM STIKes Perintis Padang 12

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

kurang baik.Berdasarkan uji statistik pengetahuan dengan pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca
stroke diperoleh nilai p = 0,1(p<0,05) , berarti H0 diterima yaitu tidak ada hubungan antara status
ekonomi dengan pengontrolan perilaku kesehatan pada pasien pasca stoke.

Tabel 9. Hubungan Dukungan Keluarga dengan Pengontrolan Perilaku Kesehatan Pasien
Pasca Stroke di Puskesmas Rasimah Ahmad
Tahun 2016
Pengontrolan perilaku
P
Dukungan kesehatan Jumlah OR
Value
keluarga Baik Kurang Baik
F % F % f %
Baik 11 78,6 3 21,4 14 100 0,003 15,889
Kurang Baik 3 18,8 13 81,2 16 100
Total 14 46,7 16 53,3 30 100

Dari tabel 9 dapat diihat bahwa dari 14 responden yang mendapat dukungan baik dari keluarga
terdapat 78,6% melakukan pengontrolan perilaku kesehatan dengan baik, dan 21,4% kurang baik
sedangkan 16 respon dan yang mendapatkan dukungan kurang baik dari keluarga 18,8% pengontrolan
perilaku kesehatannya baik dan 81,2% kurang baik.
Berdasarkan uji statistik hubungan dukungan keluarga dengan pengontrolan perilaku kesehatan
pasien pasca stroke diperoleh nilai p = 0,003(p<0,05), berarti Ha diterima yaitu ada hubungan antara
dukungan keluarga dengan pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca stroke dengan OR (odds ratio)
15,889 artinya responden yang memiliki dukungan keluarga baik berpeluang sebesar 15,889 kali
memiliki pengontrolan perilaku kesehatan pasca stoke baik dibanding dengan yang mendapat dukungan
keluarga kurang baik.

PEMBAHASAN atau objek, proses selanjutnya akan menilai atau
1. Pengetahuan bersikap terhadap stimulus atau objek kesehatan
Berdasarkan penelitian diperoleh data bahwa tersebut.
lebih dari separoh yaitu 26 responden (86,7%) Sikap secara umum dirumuskan sebagai
memiliki pengetahuan yang tinggi tentang kecenderungan untuk berespon secara positif dan
perawatan pasca stroke. negatif terhadap orang, objek dan situasi tertentu.
Pengetahuan adalah perilaku yang berasal Dengan kata lain sikap merupakan kecendrungan
dari pengalaman sendiri atau pengalaman orang berpikir, berpersepsi dan bertindak. Sikap
lain (Notoatmodjo, 2003). Pengetahuan yang mengandung 3 komponen, yaitu kognitif, afektif
dimaksud dalam penelitian ini adalah pengetahuan /emosional serta komponen konatif (visional).
penderita stroke tentang perawatan pasca stroke
yang memungkinkan terjadinya stroke berulang 3. Status Ekonomi
dan komplikasi stroke.Pengetahuan yang dimiliki Berdasarkan penelitian diperoleh data bahwa
oleh penderita stroke sangat ditentukan oleh kurang dari separoh yaitu 10 responden (33,3%)
pendidikan yang dimiliki.Karena dengan memiliki status ekonomi yang sesuai UMR.
pendidikan yang baik, maka penderita stroke Keluarga yang sosial ekonominya rendah
dapat menerima segala informasi dari luar akan mendapat kesulitan untuk membantu
terutama tentang pentingnya keteraturan perilaku seseorang mencapai kesehatan yang optimal
kontrol. (Supartini, 2004). Sebaliknya dengan ekonomi
keluarga yang meningkat, maka kemampuan
2. Sikap dalam pemeliharaan dan peningkatan kesehatan
Berdasarkan penelitian diperoleh data bahwa keluarga juga meningkat (Notoatmodjo, 2003).
lebih dari separoh yaitu 26 responden (86,7%) Data responden yang didapatkan peneliti
memiliki sikap yang tinggi tentang perawatan lebih dari separo yang berstatus ekonomi dibawah
pasca stroke. UMR bisa jadi dikarenakan waktu penelitian
Sikap merupakan penilaian (bisa berupa responden yang didata waktu itu memang yang
pendapat) seseorang terhadap stimulus atau objek memiliki penghasilan di bawah UMR.
(dalam hal ini masalah kesehatan, termasuk
penyakit). Setelah seseorang mengetahui stimulus

LPPM STIKes Perintis Padang 13

dan Sukma Dinata 2003. Ini didukung dengan penelitian Irdawati. sintetis. budaya. sehingga dalam perawatan pasien pasca stroke maka makin pengontrolan perilaku kesehatannya baik. perbedaan Menurut Notoatmojo. berarti Ha Perilaku kesehatan adalah suatu respons diterima yaitu ada hubungan antara sikap dengan seseorang terhadap stimulus atau objek yang pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca berkaitan dengan sakit dan penyakit. 2006). aplikasi. menentukan apakah hal tersebut dapat menjadi analysis. berarti berulang pada pasien pasca stroke. sistem stroke dengan OR (odds ratio) 13. Pengontrolan Perilaku Kesehatan Pasien wilayah kerja Puskesmas Rasimah Ahmad Pasca Stroke tahun 2016 Berdasarkan penelitian diperoleh data bahwa Berdasarkan uji statistik didapat nilai kurang dari separoh yaitu 14 responden (46. tindakan beberapa tingkatan yaitu: pendidikan.Kekuatan sikap di pengaruhi oleh menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara faktor:pengalaman pribadi. sikap.yang menjelaskan bahwa ada hubungan signifikan 6.pengaruh orang pengetahuan dengan pengontrolan perilaku terdekat. Hal ini menurut peneliti bisa saja pendidikan dan lain-lain. makanan dan minuman serta responden yang bersikap baik 13. dalam kepatuhan. 2004). dukungan baik. pengetahuan mempunyai Dukungan keluarga adalah sikap. H0 diterima yaitu tidak ada hubungan antara Sikap yang positif biasanya dimunculkan pengetahuan dengan pengontrolan perilaku karena adanya pengetahuan yang baik terhadap kesehatan pada pasien pasca stroke. budaya dan lain-lain. Dukungan Keluarga karena banyak hal yang mempengaruhi respon Berdasarkan penelitian diperoleh data bahwa seseorang sehingga sampai pada tahap tindakan kurang dari separoh yaitu 14 responden (46. yang sakit (Suprajitno.7%) untuk melakukan sesuai dengan teori Notoatmojo memiliki dukungan keluarga yang baik. memahami. Menurut belum tentu dia mengerti sepenuhnya mengenai Sabastian (2009) menyatakan bahwa pertolongan perawatan pasca stroke dirumah karena minimnya keluarga sangat penting untuk pemulihan informasi serta pengalaman yang kurang tentang stroke. pengontrolan perilaku kesehatan pasca stoke baik Perilaku itu sendiri terbentuk dari dibanding dengan yang mendapat bersikap kurang pengetahuan.akan tetapi hal ini pasca stroke di wilayah kerja Puskesmas tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan Rasimah Ahmad tahun 2016 Naela Fadhila yang menyatakan tidak ada Berdasarkan uji statistik pengetahuan dengan hubungan yang signifikan antara sikap dengan pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca pengontrolan perilaku untuk mencegah stroke stroke diperoleh nilai p = 0. pengaman.05). besar pula peluang pasien pasca stroke untuk sembuh. evaluasi ini bisa dicontohkan kontributor terhadap kepatuhan kontrol pada bisa saja seseorang yang berpendidikan tinggi penderita stroke (Stanley. 7. Walaupun demikian. 2003).Jika semakin besar keterlibatan keluarga perawatan pasca stroke dirumah.kebudayaan. antara pengetahuan dengan pengontrolan perilaku Pengontrolan perilaku kesehatan yang baik kesehatan pasien pasca stroke.2 artinya pelayanan kesehatan.05). sistem nilai.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 4.2 kali memiliki lingkungan (Notoatmodjo. Hubungan pengetahuan dengan antara sikap dan perilaku pengontrolan perilaku pengontrolan perilaku kesehatan pasien kesehatan pasien pasca stroke. status ekonomi. Dukungan dari dan status ekonomi yang akan mempengaruhi keluarga akan memainkan suatu peran penting domain kognitif pada tingkatan pengetahuan.7%) berdasarkan uji statistik hubungan sikap dengan memiliki pengontrolan perilaku kesehatan yang pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca baik. 2007 pengetahuan dalam bagaimana keluarga menunjukkan mencakup dalam domain kognitif yang memiliki dukungannya memainkan suatu peran dalam enam tingkatan yaitu: tahu.103(p<0. paparan dan penerimaan keluarga terhadap penderita media masa (akses informasi). sangat dipengaruhi oleh kekuatan sikap Berdasarkan penelitian diatas yang positif. stroke diperoleh nilai p=0. Hubungan sikap dengan pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca stroke di 5.media masa lembaga kesehatan. LPPM STIKes Perintis Padang 14 .04(p<0. keluarga. bahwa tidak ada hubungan yang signifikan yang baik bagi pasien pasca stroke. sesuatu disini mengenai perawatan pasca stroke Hal ini didukung oleh hasil penelitian dari yang nantinya memunculkan keinginan yang Dian Agung et al(2010) dan juga penelitian Fadila positif untuk menjaga dan berperilaku kesehatan (2014).

Tingkatan strata ekonomi apapun sekarang ini 4. Kurang dari separoh yaitu 14 responden yang menerima iuran pemerintah maupun yang (46. Audrey.2 Pengontrolan Perilaku Kesehatan Pasien 8. Buku Ajar Praktik 15.Begitu juga (46. maka dilakukan Dian Agung et al 2014 yang dpat diambil kesimpulan sebagai berikut: menyatakan ada hubungan antara status ekonomi 1.05).889 hubungan antara dukungan keluarga dengan pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca 5. (2007). Buku Ajar Fisiologi dan psikologis. et al. Dinkes S Limbar. Tidak adanya hubungan status ekonomi 2. Jakarta: EGC dibutuhkan dalam perawatan pasien pasca stroke Hasmoko. menemani untuk beraktifitas olahraga stroke diperoleh nilai p = 0.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 8.7%) seseorang dengan keteraturan pasien pasca stroke memiliki pengetahuan yang tinggi tentang melakukan kontrol berobat.Jadi bisa saja kesehatan yang baik. seperti menyiapkan menu makanan pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca sesuai diit. baik 5.Serta Rasimah Ahmad tahun 2016 ikut dalam pelaksanaan pengontrolan kesehatan Berdasarkan uji statistik pengetahuan dengan tersebut. Jakarta: kesehatan pasca stoke baik dibanding dengan yang EGC.5. Lebih dari separoh yaitu 26 responden (86. hampir semuanya menggunakan kartu BPJS.7%) memiliki dukungan keluarga yang dengan responden penelitian ini yang berobat baik. perawatan pasca stroke. Jakarta: Buana telah diketahui pasien pasca stroke akan Ilmu Populer. Analisis Faktor-Faktor agar bisa mencapai pemulihan dan mencegah Yang Mempengaruhi Kinerja Klinis LPPM STIKes Perintis Padang 15 . Ada hubungan antara sikap dengan pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca 9.7%) memiliki pengontrolan perilaku yang mengelola ini kita kenal dengan nama BPJS.05) . Lebih dari separoh yaitu 26 responden (86. Ada hubungan antara dukungan keluarga keluarga dengan pengontrolan perilaku kesehatan dengan pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca stroke diperoleh nilai p = pasien pasca stroke dengan OR (odds ratio) 0.1(p<0. Kurang dari separoh yaitu 14 responden diwajibkan memiliki kartu BPJS ini. Stroke. Berdasarkan uji statistik hubungan dukungan 9. pemerintah sudah menyiapkan program yang 3. Berdasarkan uraian dari hasil analisa Hasil ini tidak sesuai dengan penelitian yang univariat dan bivariat serta pembahasan. berarti H0 dan periksa kesehatan. mahal. (2013). REFERENSI stroke dengan OR (odds ratio) 15. (2009). 7. Valery. Profil Menurut peneliti dukungan keluarga KesehatanSumatera Barat. Tidak ada hubungan antara pengetahuan bisa melakukan pengontrolan perilaku kesehatan dengan pengontrolan perilaku kesehatan pada karena tidak memerlukan biaya yang terlalu pasien pasca stoke. 2008.003(p<0.Hal yang sangat penting dalam pengontrolan perilaku kesehatan pasien pengontrolan ini adalah memberikan semangat pasca stroke di wilayah kerja Puskesmas dan perhatian kepada pasien pasca stroke. Hubungan Status Ekonomi dengan komplikasi stroke. Kurang dari separoh yaitu 14 responden menjamin pembiayaan kesehatan penduduk badan (46..889 kali memiliki pengontrolan perilaku Keperawatan Klinis Edisi.(2007). Hubungan Dukungan Keluarga dengan stroke dengan OR (odds ratio) 13. mengalami dampak penurunan fungsi neorologis Guyton&Hall.7%) memiliki pengontrolan perilaku non menerima iuran pemerintah. diterima yaitu tidak ada hubungan antara status ekonomi dengan pengontrolan perilaku kesehatan 4. Sumatera memiliki hubungan dengan pengontrolan perilaku Barat kesehatan pasien pasca stroke karena seperti yang Feigin.889 artinya responden yang memiliki dukungan keluarga baik Berman. V.7%) dengan pengontrolan perilaku kesehatan pasca memiliki sikap yang tinggi tentang perawatan stroke karena seperti kita ketahui saat ini pasca stroke. mendapat dukungan keluarga kurang baik. KESIMPULAN pada pasien pasca stoke. berarti Ha diterima yaitu ada 15. Tidak ada hubungan antara status ekonomi Pasca Stroke di Wilayah Kerja Puskesmas dengan pengontrolan perilaku kesehatan pada Rasimah Ahmad Tahun 2016. E. kesehatan yang baik. pasien pasca stoke. Peranan dan dukungan keluarga Kedokteran. mereka yang status ekonominya dibawah rata-rata 6.

Jakarta: Binarupa Aksara. Prosedur Perawatan di Rumah Pedoman untuk Perawat.Pendidikan dan perilaku Kesehatan. Master Plan KedaruratanMedik.S.S(2005). '(2007). Jakarta: EGC Naila Fadila. Koening Blais. (2003).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Perawat Berdasarkan Penerapan Sistem Pengembangan 11anajemen Kinerja Klinis (SPMKK) Irdawati. Hubungan Pengetahuan Sikap dan Perilaku tentang Faktor Resiko penyakit Serebrovascular Terhadap Kejadian Stroke Iskemik. Stroke. (Jurnal) Irdawati. M. et al. (Jurnal) Notoatmodjo. Praktik Keperawatan Professional Konsep & Perspentif. Rineka Cipta Notoatmodjo.Jakarta. Jakarta: PT.(2009). Metodologi Penelitian Kesehatan. Gramedia Pustaka Utama LPPM STIKes Perintis Padang 16 . Rineka.(2013). Johnson. Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap Keluarga dengan Perilaku dalam Meningkatkan Kapasitas Fungsional Pasien Pasca Stroke di Wilayah Kerja Kartasura (thesis). (2004). Jakarta: EGC Vitahealth. Young Joice. Cipta Tarwoto. (2005). (2010). (2009) Hubungan Pengetahuan dan Sikap Keluarga dengan Perilaku dalam Meningkatkan Kapsitas Fungsional Pasien Pasca Stroke di Wilayah Kerja Puskesmas Surakarta 2009. et al. Jeffrey. Keperawatan Medikal Bedah Gangguan Sistem Persarafan. C & Scott. Jakarta: PT. Jakarta: EGC Kathleen. K.

2015 to July 4. In US there are 90% of women who experience dysmenorrhea. Keywords :Dysmenorrhea. dkk . The tools used for data collection are questionnaires and observation sheets in the form of sheets look. ovulasi.co. Bila sel telur ini tidak kadang – kadang lebih awal.2% in West Sumatra woman dysmenorrhea.Bila tidak terjadi Latihan-latihan olahraga yang ringan kehamilan. Pelepasan ovum yang ketidakseimbangan hormon progesteron dalam berupa oosit sekunder dari ovarium disebut darah sehingga mengakibatkan rasa nyeri timbul. reproduksi dan 60-85% pada usia remaja. and 41. Paired test statistic test results obtained with a 95% degree of convidence that the effect of the implementation of dysmenorrhea gymnastics against a decrease in menstrual pain in studenst of Nursing Stikes Perintis Sumbar 2015 (p = 0.3 Program Studi Ilmu Keperawatan Stikes perintis Sumbar *Email : meradelima@rocketmail. 2009 : 83). terjadi jika ovum tidak dibuahi oleh sperma. The purpose of this study was to determine the effect the implementation of dysmenorrhea gymnastics against a decrease in menstrual pain in studensts of Nursing Stikes Perintis Sumbar 2015. Insanu Muchlisa2. atau dari salah satu ovariumnya.Bagi sebagian wanita. 2009). Hasil kerjasama dismenorepada beberapa wanita.000). uterus untuk kehamilan. mengalami pembuahan maka akan terjadi adakalanya menstruasi bak momok yang pendarahan (menstruasi) (Proverawati. 2011 : 36).Siklus menstruasi mempersiapkan Phederal Vol. kelenjar hipotalamus dan hipofisis untuk mengatasi masalah dismenoreini (Jurnal serta ovarium.id Email : maidaliza22@yahoo. The design of this study is pre experiment by using approach one group pre-post test design. terjadi menstruasi. secara periodik dan siklik dari uterus yang disertai Kondisi ini dikenal sebagai dismenore pelepasan (deskuamasi) endometrium.2. 1 Mei 2011 : 2). The number of samples in this study were 20 students of Nursing Levels I and IV are experiencing dysmenorrhea.Siklus Dismenore merupakan menstruasi sekitar 28 hari.com Abstract Dysmenorrhea is the imbalance of progesterone in the blood causing pain sarises. yang Siklus menstruasi merupakan rangkaian mengakibatkan banyaknya absensi pada sekolah peristiwa yang secara kompleks saling maupun kantor.4 No. PENDAHULUAN mempengaruhi pengaturan siklus menstruasi Wanita merupakan makhluk yang (Bobak. memiliki sistem reproduksi yang cukup Biasanya. Menstruasi (dysmenorrhea) (Proverawati.Setiap bulan wanita melepaskan satu sel telur (menarche) terjadi sekitar umur 12 atau 13. it is suggested to the students to be able to do this so the gymnastics dysmenorrhea menstrual pain can be reduced and not interfere with the activity of the course. status sangat dianjurkan untuk mengurangi dismenore. yang berkaitan dengan adanya kerjasama faktor psikologis juga ikut berperan terjadinya antara hipotalamus dan ovarium. fisik dan emosi wanita serta lingkungan Olahraga / senam merupakan salah satu teknik relaksasi yang dapat digunakan untuk mengurangi LPPM STIKes Perintis Padang 17 . masa menstruasi pertama unik. Exercises sports / exercises lightweight which is one of the techniques for relaxin is highly recommended to reduce this dysmenorrhea. This study was conducted on June 22.60% wanita mempengaruhi dan terjadi secara simultan di diantaranya memerlukan obat-obatan analgesik endometrium. Maidaliza3 1.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 PENGARUH PELAKSANAAN SENAM DISMENORE TERHADAP PENURUNAN NYERI HAID Mera Delima1*. kehadirannya membuat cemas manakala timbul Menstruasi (haid) adalah pendarahan rasa nyeri tak tertahanketika menstruasi tiba. 2004). Wanita pernah tersebut akan memacu pengeluaran hormon – mengalamidismenoresebanyak 90%. in Indonesia 55%. Pada umumnya 50 . Masalah ini hormon yang mempengaruhi siklus menstruasi setidaknya mengganggu 50% wanita masa (Marimbi. Gymnastics Dysmenorrhea 1. 2015. Usia wanita.com Email : icha_insanu@yahoo.

Kemudian lutut pada kaki sebelah atas berjauhan. 128). Gerakan Gerakan ini bermanfaat mengurangi ketegangan dan kekakuan pada leher dan kedua LPPM STIKes Perintis Padang 18 .Posisi kedua kaki lainnya. menjejal lantai. 2012 : 127. Sementara kaki yang lainnya mengusir kekakuan diluruskan. jaga agar pinggul tetap rapat pada lantai. Dari hasil penelitian direbahkan dan kaki yang lain diangkat. Lutut melakukan olahraga / senam (Jurnal Phederal akan berputar dengan sendirinya ketika tungkai Vol. Angkat kaki yang lain dan Berbaringlah. kaki digerakkan ke atas dan ke bawah.Gerakkan satu kaki ke arah samping. kedua kaki belakang rapat. Pada latihan ini. Satu kaki dilipat dengan telapak 12) Gerakan untuk mengurangi ketegangan. jaga menjaga keseimbangan dapat dilakukan sambil agar pinggul tetap rapat pada lantai.4 No. 4) Peregangan otot paha bawah 11) Gerakan mengangkat dan menarik ke Posisi tubuh membungkuk. Turunkan kaki ini. dimana hal ini dapat menjejak lantai. tapi olahragawati dibandingkan wanita yang tidak jagalah agar posisi lutut tetap tidak berubah. dan ulangi sekali lagi. atau dada dengan bantuan tangan. 3) Menguatkan bokong Berlutut di atas satu kaki. punggung bagian bawah rileks dan merenggang. telapak kaki rasa sakit alami tubuh). Gerakan-gerakan senam yang dilakukan 8) Peregangan dengan rotasi luar adalah : Berbaringlah dengan punggung di lantai 1) Mengangkat lutut (atau bertumpu pada kedua siku) dan lutut Berdiri di atas satu kaki sambil mengangkat ditekuk. 9) Peregangan dengan rotasi dalam 2) Lutut merenggang Berbaringlah dengan punggung di lantai Atur posisi lutut.Tarik sisi luar. Beban kaki saat peregangan ini akan kedua lengan lurus ke atas. tapi teratur juga mengurangi stress dan meningkatkan pertahankan lutut tidak bergeser. 1 Mei 2011 : 2). Hormon ini dapat 6) Penguatan dengan rotasi dalam berfungsi sebagai obat penenang alami yang Berbaring dengan bertumpu pada salah satu diproduksi otak sehingga menimbulkan rasa sisi badan. peregangan dan pelemasan di 5) Penguatan otot paha bagian dalam area punggungdan otot-otot leher. Hal ini disebabkan saat melakukan ini mengandalkan otot paha bagian dalam dan kaki olahraga/ senam tubuh akan menghasilkan bawah endorphin. dan satu kaki ditekuk dengan telapak ditekuk. Pada latihan ini. Berbaring dengan bertumpu pada salah satu sisi badan. lalu turunkan.Untuk menguatkan otot pinggul.Pinggul dan lutut ditekuk.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 nyeri. ternyata dismenore lebih sedikit terjadi pada Kemudian naik dan turunkan tungkai kaki.Taruh satu kaki ke sisi dalam kaki menjejak ke lantai. dan bertumpu pada 10) Bertekuk ganda kedua tangan. gunakan kekuatan tangan dan biarkan perlahan. kaki Gerakan ini sangat bermanfaat untuk dibuka lebar.Tekuk meningkatkan produksi endorphin (pembunuh kaki yang berada di sebelah atas. dan tarik kedua lutut ke arah hadapkan telapak kaki ke arah langit-langit. Endorphin dihasilkan di otak dan susunan syaraf tulang belakang. berputar ketika tungkai naik-turun.Pastikan dalam latihan ini untuk tidak yang lainnya).Buka kedua lengan dan tarik ke dinaik-turunkan (mendekat dan menjauhi kaki atas. Latihan yang sebelah bawah dinaik-turunkan tungkainya. Beban kaki akan meregangkan otot bersandar pada apapun. berpegangan.Satu kaki nyaman (Harry.Sementara kaki yang berada di meningkatkan kadar serotonin. lalu digerakkan naik-turun. Untuk melakukan dorong sejauh yang bisa dilakukan. Lutut akan pola tidur yang teratur (Proverawati. Rasakan peregangan di paha bawah.Salah satu kaki dalam posisi (atau bertumpu pada kedua sikut) dan lutut berlutut. kemudian gerakkan ke lutut setinggi yang mampu untuk dilakukan. meningkatkan fleksibilitas tulang belikat dan tulang selangka. Latihan / senam yang teratur (sesi ± 30 menit 3-5 kali) adalah suatu hal yang bermanfaat 7) Penguatan dengan rotasi luar dan dapat mengurangi gejala karena dapat Bertumpu pada salah satu sisi tubuh. punggung.Angkat satu kaki.2007).

yang setengah menggenggam. ambil napas dan tekan otot di area tersebut umunya banyak diderita oleh remaja (usia yang dengan tangan sambil hembuskan napas.Setiap tepukan dapat nyeri haid. anatara lain bermanfaat untuk dismenore sebanyak 23 orang yang mengalami mengurangi rasa sakit. 2013).Otot-otot mengalaminya. Cara Sumatera Barat angka kejadian dismenore melakukannya. Ada yang berjalan perlahan. sehingga ketika tentu tidak sama untuk setiap wanita. tersebut mengatakan untuk mengurangi dismenore Angka kejadian dismenore di dunia sangat yang mereka rasakan. diproduksi saat sedang beraktifitas. Adapun jumlah mahasiswi tingkat I sirkulasi dan untuk meningkatkan sensasi dan sebanyak 30 orang. 90% wanita mengalami dismenore dan 10 . letakkan tangan ini harus istirahat di tempat tidur dan terkadang kiri pada bahu kanan (pada otot-otot trapeziuz. tubuh seperti teraliri air karena masih bisa bekerja ( sesekali sambil otot-otot tersebut ikut meregang dan melebar. studi longitudinal secara kohort pada wanita Berdasarkan latar belakang diatas.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 bahu. rileks dan hilanglah ketegangan. Teruskan sampai otot-otot Maret 2015 pada beberapa mahasiswa trapezius di samping dan belakang leher. yang pada leher. meninggalkan pekerjaan atau sekolah akibat bukan pada tulang). 2. akibatnya kita akan saking nyerinya (Proverawati. produksi endorphin. letakkan tangan kiri di belakang pada tahun 2009 sebesar 41.15% Sehingga mahasiswa yang mengalami dismenore diantaranya mengalami dismenore berat. masih produktif) dan pada umumnya para remaja 5 kali. Ulangi mengatakan bahwa di STIKes Perintis ini tidak gerakan ini dengan posisi yang berlawanan. Lalu tepuklah bahu kanan dengan Wawancara yang peneliti lakukan pada 6 kuat tapi lembut.8% mahasiswa yang meninggalkan hingga ke sum-sum. Walaupun pada eksperimental. Cara melakukan. namun sering kali pendekatan one group pre – post test design. hembuskan perlahan dan relaks. dan dirasa mengganggu bagi wanita yang merelaksasi jaringan otot di sekitarnya. Mahasiswa (Olivia. Ulangi dengan Studi awal peneliti lakukan pada 6 Maret sisi yang lain. dengan persentase kehadiran merangsang dan merelaksasi kulit. tangan kiri perkuliahannya. Sebuah di kelas atau tanpa keterangan. bahu kanan. menghangatkan kedua tangan. letakkan di atas alfa atau yang izin meninggalkan perkuliahan. 2008). yang mengalami berolahraga.Disini peneliti 13) Tepukan untuk menghilangkan meneliti mahasiswi Ilmu Keperawatan Tingkat I ketegangan. Derajat nyeri dan kadar gangguan seperti spons yang penuh air. terutama saat Tingkat IV sebanyak 36 orang.Penelitian ini menggunakan umumnya tidak berbahaya. yaitu hormon yang alfa atau izin saat perkuliahan berlangsung. dan melancarkan siswa sebesar 43. Sepuluh persen dari wanita usia 24 tahun terhadap penurunan nyeri haid pada mahasiswa yang dilaporkan tersebut mengalami nyeri sampai Ilmu Keperawatan STIKes Perintis Sumatera mengganggu aktivitas dan 78-85% wanita Barat tahun 2015.Desain (prevalensi) nyeri menstruasi berkisar 45-95 % di penelitian yang digunakan adalah pra- kalangan wanita usia produktif. yang tersebut ada yang tetap mengikuti perkuliahan dan menyebabkan mereka tidak mampu melakukan ada pula yang meninggalkan perkuliahan mereka kegiatan apapun dan ini akan menurunkan kualitas dengan meminta izin kepada dosen yang mengajar hidup pada individu masing – masing. ambil napas dalam. yang mengalami dismenore fleksibilitas gerak tubuh. Gerakan ini untuk memperbaiki dan IV. METODE PENELITIAN Sementara di Indonesia angkanya diperkirakan Metode penelitian adalah bentuk rancangan 55% perempuan usia produktif yang tersiksa oleh atau desain yang digunakan dalam melakukan nyeri selama menstruasi. pernah dilakukan senam dismenore. dismenore (Aulia. Angka kejadian prosedur penelitian (Alimul.Ulangi 3.3% dengan keterangan sakit. 2009 : 83). tulang 38.2%. 2012). menangis). mengalami dismenore ringan (Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Vol III No 4. mahasiswi dalam perkuliahan adalah sebanyak menghubungkan jaringan-jaringan otot. peneliti Swedia ditemukan prevalensi dismenore adalah tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut 90% pada usia 19 tahun dan 67% pada usia 24 tentang pengaruh pelaksanaan senam dismenore tahun.Kemudian turun sedikit. dengan persentase kehadiran pertumbuhan di dalam kulit. LPPM STIKes Perintis Padang 19 . Di Amerika Serikat diperkirakan hampir obat yang dapat mengurangi nyeri haidnya. 2014 di STIKes Perintis SumBar kepada mahasiswi Ilmu Keperawatan. melepaskan hormon sebanyak 16 orang.mereka hanya mengonsumsi besar.adapula yang tak kuasa beraktifitas Begitu juga menghirup napas. 2012). baik dengan keterangan sakit.

Jika mahsiswa tersebut bersedia.Setelah itu. Pada penelitian ini yang dismenore. kemudian diobservasi lagi langsung mendapatkan 20 orang responden yang setelah dilakukan intervensi (Nursalam. peneliti tidak dilakukan intervensi. Setelah peneliti mengetahui mahasiswa yang mengalami dismenore.Setelah selesai mengajarkan senam tersebut. Di hari ketiga peneliti kembali menjadi populasi adalah seluruh mahjasiswa mendaptkan 3 orang responden. orang. kemudian peneliti meminta responden tersebut untuk melakukan senam tersebut sebanyak 3 kali pelaksanaan di rumah. Pada hari pertama Penelitian ini dilaksanakan di STIKes Perintis penelitian. teknik sampling yang digunakan adalah proportional cluster sampling.Setelah itu. 2013). Selanjutnya. Begitu seterusnya perempuan Stikes Perintis Sumatera Barat Prodi sampai peneliti mendapatkan 20 orang responden. peneliti mengidentifikasi dengan mengobservasi dan memberikan lembar kuisioner kepada responden untuk mengetahui skala nyeri yang dirasakan oleh responden tersebut. peneliti mendapatkan 2 orang Sumatera Barat Kampus II Bukittinggi dan telah responden. keesokan harinya peneliti kembali menemui responden untuk mengobservasi dan memberikan kembali lembar kuisioner kepada responden untuk penilaian skala nyeri post / sesudah pelaksanaan senam LPPM STIKes Perintis Padang 20 . Pengumpulan Data Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah kuisioner untuk penilaian tingkat nyeri responden. sehingga didapatkan 20 orang mahasiswa Ilmu Keperawatan yang mengalami dismenore di Stikes. berbeda-beda setiap harinya. kemudian peneliti menanyakan kesediaan mahasiswa tersebut untuk menjadi responden.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 dimana kelompok subjek diobservasi sebelum dismenore. yang mana senam ini dilakukan selama ± 30 menit. dihari berikutnya peneliti tidak dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2015 sampai mendapatkan mahasiswa yang mengalami dengan 4 Juli 2015. Ilmu Keperawatan Tingkat I dan IV tahun 2015 Peneliti melakukan penelitian ini dalam jangka yang mengalami dismenore yaitu sebanyak 39 waktu 2 minggu.dan lembaran observasi berbentuk lembar tilik untuk pelaksanaan senam dismenore serta mengisikan tingkat nyeri pada lembar observasi sebelum dan sesudah dilakukan senam dismenore. maka peneliti kemudian memberikan lembar inform consent kepada responden tersebut. peneliti mengajarkan teknik dari senam dismenore.Kemudian mengisikan nilai pada lembar observasi pre / sebelum pelaksanaan senam dismenore. Selama penelitian ini. Cara Kerja Adapun proses yang peneliti lakukan dalam penelitian ini adalah peneliti mengidentifikasi mahasiswa Ilmu Keperawatan Stikes Perintis Sumatera Barat Kampus II Bukittinggi yang mengalami menstruasi dan dismenore.

260.250. Untuk skala nyeri ringan dan berat sebanyak 1 orang ( 5%).164. maka p value = bermakna artinya ada pengaruh pelaksanaan senam dismenore terhadap penurunan nyeri haid pada mahsiswa ilmu keperawatan STIKes Perintis SumBar tahun 2015.000).887 0.198 Sesudah 3.7 0. Untuk skala nyeri sedang sebanyak 1 orang (5%) dan skala nyeri berat tidak ada (0%). HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Univariat Tabel 1 Distribusi Frekuensi Nyeri Haid Sebelum Melaksanakan Senam Dismenore pada Mahasiswa Ilmu Keperawatan STIKes Perintis SumBar Tahun 2015. Nilai t hitung pada penelitian ini adalah 8.105 0.643. Variabel Rerata Standar Deviasi Standar error P value n Nyeri Haid Sebelum 5.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 3. dan standar error rata-rata 0. menunjukkan bahwa skala nyeri sebelum melaksanakan senam dismenore terbanyak adalah mahasiswa dengan skala nyeri sedang yaitu sebanyak 18 orang (90%).470 0. Skala Nyeri Frekuensi Persentase % Nyeri Ringan 1 5% Nyeri Sedang 18 90% Nyeri Berat 1 5% Jumlah 20 100% Pada tabel 1 di atas.95 0. Nyeri Haid Sesudah Melaksanakan Senam Dismenore Tabel 2 Distribusi Frekuensi Nyeri Haid Sesudah Melaksanakan Senam Dismenore pada Mahasiswa Ilmu Keperawatan STIKes Perintis SumBar Tahun 2015.000 20 Dari tabel 3 di atas didapatkan bahwa nilai rerata 2.05 (0. menunjukkan bahwa skala nyeri sesudah melaksanakan senam dismenore terbanyak adalah mahasiswa dengan skala nyeri ringan yaitu sebanyak 19 orang (95%). Setelah dilakukan Uji Paired Test secara komputerisasi didapatkan p value < 0. standar deviasi 1. Analisis Bivariat Tabel 3 Distribusi Frekuensi Pengaruh Pelaksanaan Senam Dismenore Terhadap Penurunan Nyeri Haid pada Mahasiswa Ilmu Keperawatan STIKes Perintis SumBar Tahun 2015. LPPM STIKes Perintis Padang 21 . Skala Nyeri Frekuensi Persentase % Nyeri Ringan 19 95% Nyeri Sedang 1 5% Nyeri Berat 0 0% Jumlah 20 100% Pada tabel 2 di atas.

tubuh terhadap rasa nyeri. individu dipenuhi oleh hormon stress yang maka ß-endorphin akan keluar dan ditangkap oleh menyebabkan tekanan darah. atau rasa sakit di daerah perut ataupun panggul. penyebab pasti dari dismenore hingga kini belum Hormone ini dapat berfungsi sebagai obat diketahui secara pasti. Pada fase 2013). 2014). suhu reseptor di dalam hypothalamus dan sistem limbic tubuh. 2001).Menurut asumsi peneliti. faktor hormonal dan faktor alergi. faktor hormonal dan faktor alergi. menstruasi prostaglandin jga menstimulasi Menurut Analisis peneliti. LPPM STIKes Perintis Padang 22 .Senam dismenore dilakukan hormone yang juga terlibat dalam dismenore untuk membangun otot menjadi lebih baik (Olivia.Sedangkan sisanya 1 % mengalami nyeri uterus. namun beberapa faktor penenang alami yang bisa diproduksi otak yang ditengarai sebagai pemicu terjadinya dismenore akan melahirkan rasa nyaman dan untuk diantaranya faktor psikis. Tanda pertama yang Semakin banyak melakukan senam / olahraga menunjukan keadaan stress adalah adanya reaksi maka akn semakin tinggi pula kadarß-endorphin. Sehingga pada saat menstruasi wanita akan haid berat dan 1 % lagi mengalami nyeri haid mengalami berbagai keluhan diantaranya nyeri ringan. 2012 : 46). yang berfungsi untuk mengatur emosi (Jurnal Dismenore terjadi pada saat fase Keperawatan Maternitas. prolaktin. faktor endokrin. prostaglandin. November pramenstruasi (seksresi). faktor endokrin. ringan . peningkatan hormon prolactin dan hormone Latihan / senam ini paling sederhana dilakukan estrogen. penurunan skala peningkatan dari hormone oksitosin yang juga nyeri yang dirasakan mahasiswa ini berbeda- bersifat meningkatkan kontraksi uterus.Pada fase ini terjadi 2013 : 118-123). detak jantung. dismenoreterjadi akibat peningkatan dari beberapa Berdasarkan tablel 1 ditunjukkan bahwa jenis hormon yaitu diantaranya hormon estrogen.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 PEMBAHASAN saja.Sesuai dengan sifatnya. Diantaranya adalah senam dismenore olahraga atau senam. adalah hormon prostaglandin. Wanita umumnya mengalami nyeri saat menstruasi. 2013). dan oksitosin yang bawah responden berada pada tingkat mengakibatkan meningkatnya kontraksi dari sedang. nyeri ini terjadi akibat iskemik dari Skala nyeri haid pada hahasiswa yang otot uterus. dan pernafasan meningkat. Menurut Varney (2008 : 342) mengatakan Skala nyeri haid pada hahasiswa yang bahwa terdapat beberapa pendekatan dalam mengalami dismenore sebelum melakukan mengurangi dismenore. mengalami penurunan nyeri haid dan ada juga Keluhan dismenore yang dialami oleh mahasiswa yang tidak mengalami penurunan mahasiswa tentunya tidak dapat dibiarkan begitu nyeri haid. prolaktin dapat dan terdiri atas gerakan pelemasan dan meningkatkan kontraksi uterus. lebih dari separoh(90%) derajat nyeri punggung progesterone.Olahraga atau latihan fisik yang Proverawati (2009 : 87) mengatakan bahwa dapat menghasilkan hormone endorphin. derajat nyeri mencerminkan kondisi mengalami dismenore sesudah melaksanakan psikologis dari penderita serta gangguan fisiologi senam dismenore menstruasi (Janiwarti. Penyebab lainnya diduga akibat adalah faktor psikis. bisa Menurut Proverawati (2009 : 87) mengatakan karena penyakit. Olahraga terbukti dapat meningkatkan ß- Faktor stress juga dapat menurunkan ketahanan endorphin empat sampai lima kali dalam darah. stress atau cemas yang bahwa pemicu terjadinya dismenore diantaranya berlebihan. faktor mengurangi rasa nyeri pada saat kontraksi. Penyebab dismenore bermacam-macam.Hal ini dibuktikan selama penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dismenore sebagian dilaksanakan yaitu dengan melaksanakan senam besar merupakan akibat dari kontraksi uterus dismenore terdapat beberapa mahasiswa yang (Manuaba. Sedangkan menurut teknik relaksasi. Vol 1. yang muncul yaitu menegangnya otot tubuh seseorang yang melakukan senam / olahraga. ada hubungannya dengan organ reproduksi Senam dismenore merupakan salah satu (Judha. faktor terjadinya ketidakseimbangan hormonal dan tidak prostaglandin.Dismenore mempengaruhi lebih dari 50 % wanita dan Berdasarkan tabel.Sehingga beda. No 2. Selain itu peregangan otot. 2 menunjukkan bahwa menyebabkan ketidakmampuan untuk melakukan setelah melaksanakan senam dismenore lebih dari aktivitas harian selama 1 sampai 3 hari setiap separoh responden (95 %) mengatakan lebih bulannya pada sekitar 10 % dari wanita tersebut nyaman dari sebelumnya atau mengalami nyeri (Reeder. dan 1 % lagi mengalami nyeri sedang.

Muhammad. maka dapat Rochimah. Senam Marimbi. Aziz Alimul. Buku Ajar Asuhan c) Latihan senam dismenore berpengaruh Kebidanan. selebihnya mengalami nyeri berat dan ringan. Konsep dan Penerapan Penelitian inidiperkuat dengan hasil pendapat Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. 2009. Hanum.. Jakarta : EGC. Sindrom Pramenstruasi. dengan posisi dada-lutut. sedangkan 5 % sisanya mengalami nyeri 1. bawah. dan menarik nafas dalam untuk relaksasi. Edisi 2. 2011.2013. Esensial Anatomi & Fisiologi 5. LPPM STIKes Perintis Padang 23 . Pada Remaja Putri . penurunan nyeri haid mahasiswa. Mengatasi Gangguan Haid. dkk.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Pengaruh pelaksanaan senam dismenore Judha. 2009. 2006. Arikunto. Varney. Perawat. 2011. Wong. Sharon. Jakarta :EGC. 2011. mengambil atau melakukan posisi menungging Olivia. Jakarta : EGC. Pedoman Riset Praktis untuk Profesi dengan p value = 0. Ida Bagus Gde. Aziz. Patofisiologi Konsep Klinis Dengan relaksasi dipercaya dapat menurunkan Proses-Proses Penyakit. Price. KESIMPULAN Reeder. 2010. dkk. terhadap penurunan nyeri haid ditunjukkan Wasis. mengurangi dismenore. Kapita Selekta yang menunjukkan adanya pengaruh dari Penatalaksanaan Rutin Obstetri pelaksanaan senam dismenore terhadap Ginekologi dan KB. : Berdasarkan tabel 3 didapatkan bahwa hasil Nuha Medika.000 (p < 0. dkk. dkk. Irene. nyeri dan merilekskan otot yang menunjang Proverawati. 2011. Pertama Penuh Makna. dan Instrumen menggerakkan panggul. Achmad. Bobak. Hidayat. Edisi 4. 2009. 2008. Bayi & Berdasarkan uraian dari hasil analisa univariat Keluarga. Edisi 4. Teori Pengukuran terhadap penurunan nyeri haid Nyeri & Nyeri Persalinan. Jurnal Efektifitas Senam b) Lebih dari separoh (95 %) responden Dismenore dalam Mengurangi Dismenore merasakan nyeri berkurang yaitu nyeri ringan.Jakarta : Salemba Medika. 2001. Keterampilan Dasar Praktik disimpulkan sebagai berikut : Klinik (KDPK). sedangkan Yogyakarta. Suharsimi. Jakarta sehingga rahim tergantung dengan posisi ke : Redaksi Health Secret. : Nuha Mediak. 2014. dan bivariate serta pembahasan. Jakarta : dan latihan pernafasan dapat bermanfaat untuk Salemba Medika. Metodologi Penelitian Ilmu dikemukakan oleh Taber (2005) bahwa salah satu Keperawatan. analisis dari Paired Test p value = 0. Menarche Menstruasi terjadinya nyeri. Jakarta : EGC.al (2002) latihan seperti dengan Pedoman Skripsi. dkk. mengalami nyeri sedang. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. REFERENSI dalam Asuhan Maternitas. 4. 2010. dismenore tersebut dilakukan minimal 3 kali Yogyakarta : Nuha Medika. Jakarta : Trans Info Media.Sumenep : STKIP PGRI.000 (p < 0. 2008. Jakarta : Rineka Cipta. A Sylvia. Jakarta : EGC.05). 2005. Suparto. Penelitian Keperawatan. 2013. Yogyakarta. a) Lebih dari separoh (90 %) responden Saryono. Keperawatan Maternitas Kesehatan Wanita. Atikah. Nursalam. Alimul. Edisi cara untuk mengatasi dismenore adalah dengan Jakarta : Salemba Medika. Wylie. Helen. sedang. 2012.05) Manuaba. 2008. Tesis. Yogyakarta : Nuha Medika. Jakarta : Salemba Medika. pelaksanaan selama menstruasi. Metode Penelitian dan Teknik Analisa Data. Jakarta : EGC. Biologi Reproduksi. 4 No. Jakarta : EGC. Hal serupa juga . Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Pendekatan Praktis. Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan.et.Phederal Vol. Linda.

sebagian besar (MDGs) menargetkan AKI menurun hingga 102 kehamilan berakhir dengan kelahiran bayi hidup per 100. The average difference of pain before and after the intervention as much as -1. standard error 0. Angka kematian ibu melahirkan di 2013). Achmad Mochtar Bukittinggi .co. Salah satu resiko diperoleh oleh kementrian kesehatan Provinsi persalinan yang sangat fatal adalah kematian Sumatera Barat pada tahun 2013 di dapatkan (Hacker. it can be inferred the existence of differences in pain adaptation before and after the therapy control in patients inpartu murottal primipara. Setiap tahun (WHO. The study design used is quasy-experiment that is one-group pre-post test design by using t tests dependent.667.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 TERAPY MUROTAL PENGARUHI ADAPTASI NYERI PERSALINAN PADA IBU INPARTU PRIMIPARA Hidayati 1. Keywords: Murotal.025.667. Achmad Mochtar Bukittinggi. standard error 0.211. PENDAHULUAN Pembangunan kesehatan merupakan bagian Menurut World Health Organitation (WHO) integral dari pembangunan Nasional yang tahun 2014 Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia bertujuan untuk meningkatkan kualitas penduduk yaitu 289. 2016 at the Hospital Dr. pada tahun ini mencapai yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang 359 per 10. walaupun demikian ada rencana pembangunan jangka menengah nasional beberapa kasus kelahiran bukanlah peristiwa (RPJMN) menetapkan AKI dapat diturunkan membahagiakan tetapi menjadi suatu masa yang menjadi 118 per 100.Amerika Serikat yaitu 9. The average difference of pain before and after the intervention as much as 0. To determine the effect on adaptation murotal terapy facing labor pain in primiparous mothers in hospitals inpartu Dr. The population in this study is 12 people.000 kelahiran hidup pada penuh dengan rasa nyeri dan rasa takut (Admin.Millenium Development Goals lebih dari 200 juta wanita hamil. Persalinan adalah serangkaian kejadian Indoneia masih tinggi.001. Afrika Utara 179. Statistical test results obtained p value of 0. 2014). Pain Adaptation The reading list: 21 (2002-2013) 1.Kematian itu di cukup bulan atau hampir cukup bulan disusul sebabkan oleh perdarahan. 0.516 standard deviation. Achmad Mochtar Bukittinggi in 2016.300 sehingga tercapai kesejahteraan bangsa.000 kelahiran hidup angka kematian ibu dan bayinya. 2001 cit AnDriawati. 2014). Salah satu jiwa.com tahun 2015). LPPM STIKes Perintis Padang 24 . Persalinan merupakan proses demografi dan kependudukan (oleh Mensos dalam yang alami.516 standard deviation. Therapy.000 kelahiran hidup tahun 2015 dan pada ibu yang sehat.211. it can be inferred the existence of differences in pain adaptation before and after therapeutic intervention in patients inpartu murottal primipara. nearly 90% of maternal experience pain in childbirth (Muhiman 2006 cit Ika 2010) of the pain experienced by primiparous and multiparous. infeksi dan tekanan dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin darah tinggi (eklampsi) dilihat dari survey (Kuswanti. dan Asia indikator dalam menentukan derajat kesehatan Tenggara 16. tahun 2014. Statistical test results obtained p value of 0. 0.com Abstract Pregnant women often feel worried about the pain they will experience during childbirth. 2011).000 jiwa.id 2 Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Perintis Padang Email: Novatriyanti3@gmail. 2014).000 kelahiran.Angka kematian ibu di suatu bangsa ditandai dengan tinggi rendahnya Indonesia 214 per 100. The results of this study should be used as an input or as an action for the reduction of pain in the mother inpartu at Hospital Dr. Nova Tri Yanti 2 1 Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Perintis Padang Email: At_hidayati@yahoo.000 jiwa. tetapi dapat menjadi beban dan Metrotvnews. labor pain in primiparous heavier due to the intensity of the contractions especially in the first stage I.000 jiwa. jumlah ibu dengan persalinan normal sebanyak 27. This research has been conducted on July 11 until July 31.534 jiwa (Kemenkes. Data yang beresiko bagi seorang ibu.

2014). Ibu bersalin yang sulit Selain itu ketenangan jiwa juga dapat beradaptasi dengan rasa nyeri persalinan dapat meningkatkan oksigenasi (Djihan. Murotal Al- oleh penipisan serviks primipara yang terjadi lebih Qur’an merupakan rekaman suara Al-Qur’an yang dahulu dari pada dilatasi serviks. ia sering merasa khawatir tentang rasa nyeri yang berkata.Menurut Smith (dalam wanita mengalami nyeri saat proses melahirkan Upoyo. intensitas nyeri fase aktif mayoritas Pasien memiliki adaptasi persalinan ibu menurun setelah diperdengarkan fisiologis yang adaptif. persalinan (Muhiman 2006 cit Ika 2010) nyeri Berbagai metode telah digunakan untuk tersebut dialami oleh primipara dan multipara. Ropi. 19:23). Wanita hamil ia (bersandar) pada pangkalpohon kurma. 2008 utama Islamic Medicine Institute for Education dalam Laisouw 2015). dengan Penanggulangan nyeri pada persalinan sangat hasil penelitian menunjukkan 97% bahwa penting karena akan dapat memperbaiki keadaan pengaruh mendatangkan ketenangan dan fisiologis dan psikologi ibu dan bayi baru lahir menurunkan ketegangan urat saraf reflektif serta mengurangi kematian ibu dan janin. transisi. andResearch di Florida. Cit wanita yang telah pernah melahirkan anak hidup Hartati 2008). Dan primipara dilagukan oleh seorang Qori’ (Purna. Maryam. Penelitian yang dilakukan oleh Wahida 2014.2005 cit. suhu di atas normal. Intensitas kontraksi ini disebabkan digunakan yaitu murotal Al-Qur’an. telah dibuktikan oleh beberapa ahli ketegangan emosi dan cemas sehingga seperti yang dilakukan Ahmad Al Khadi direktur memperberat persepsi nyeri (Yuliatun. Berdasarkan penelitian Ellyta Aizar. 2010). perkemihan dan persarafan. karena ketenangan jiwa dapat menganggap lebih penting mengatasi rasa nyeri menginduksi hormon endorphin dan mereduksi pada proses persalinan dibandingkan dengan hormon-hormon yang mengakibatkan tempat persalinan atau siapa yang mendampingi vasokontriksi pembuluh dan spasme darah ibu.8% merasakan nyeri berat. dimana persalinan tersebut tidak tergambar dalam Al-Qur’an dalam surah maryam lebih dari lima kali disebut multipara (Asuhan : Makarasa sakit akan melahirkan anak memaksa kebidanan komprehensif 2015). alangkah baiknya aku mati akan mereka alami saat melahirkan. 18. Saat ini (Remolda.4% intensitas nyerinya tidak mengalami penurunan.8% yang adaptif pada fase nyeri dan meningkatkan kadar ß endorphin. namun pada fase transisi murottal surat Ar-Rahman dibandingkan dengan 18. RR. Amerika Serikat. karena ibu bersalin mengurangi nyeri dan juga dapat memberikan meyakini bahwa persalinan itu nyeri.9% adaptif pada fase selama 25 menit.9% memiliki tekanan sistole hipertensi stage I.Salah satu teknik yang biasa pada kala I. menyatakan bahwa sekitar 90 % memberikan efek relaksasi. 5. hampir sebelum ini dan aku menjadi sesuatu yang tidak sekitar 90% ibu bersalin mengalami nyeri pada berarti lagi di lupakan (Qs. gastrointestinal. 2007). mendengarkan Al-Qur’an merupakan salah satu metode pengurangan rasa nyeri sedang metode terapi non farmakologis yang dapat berkembang dimasyarakat.7% tekanan distole hipertensi stage II. menyebabkan tidak terkoordinasinya kontraksi Windiasih. peningkatan suhu sebanyak 2 kali yaitu pada pembukaan 4-6 cm dan yang juga akan berpengaruh pada sistem 7-10 cm dengan durasi selama 30 menit. dapat menurunkan intensitas aktif dan hanya 37. 2006). & Sitoru 2012) terapi bacaan Al- LPPM STIKes Perintis Padang 25 . terganggu (Hani. 2009). Nyeri selama persalinan meningkatkan Penelitian yang dilakukan Bayrami(2014) metabolisme tubuh sehingga terjadi peningkatan yang memberikan murottal surat Ar-Rahman tekanan darah.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Wanita yang telah melahirkan bayi aterm dan hanya 4-7 % wanita yang tidak mengalami sebanyak satu kali di sebut dengan primipara. kelompok yang tidak diperdengarkan murotal 2. mengurangi dan menghilangkan nyeri persalinan nyeri persalinan pada primipara lebih berat baik secara farmakologis maupun secara dikarenakan adanya intensitas kontraksi terutama nonfarmakologis. Relaksasi dengan proses persalinan dengan menggunakan metode . aduhai. belum memiliki pengalaman terhadap nyeri Terapi murotal Al-Qur’an dapat mempercepat persalinan sebelumnya yang menimbulkan penyembuhan. terapi musik atau suara selama 10-15 menit dapat Menurut Elvoski. 2012 yang memberikan murotal surat Ar-Rahman. Beratnya nyeri persalinan telah beberapa kali. dan ketenangan jiwa. Pada menunjukkan hasil bahwa. dan nyeri saat melahirkan (Cit Muhiman 2006. pada menggambarkan bahwa mayoritas adaptasi ibu bersalin kala I fase aktif sebanyak 1 kali psikososial ibu bersalin 91. (Aprillia. Berdasarkan penelitian Alkahel uterus yang dapat mengakibatkan perpanjangan (2011) bahwa Al-Quran yang diperdengarkan kala I persalinan dan kesejahteraan janin akan memberikan efek relaksasi sebesar 65%. denyut nadi.9% respirasi yang di atas Menurut Yuanitasari (2008) durasi pemberian normal dan 56.

lembar prosedur pelaksanaan terapy murotal. melakukan terapy murotal. Jika pasien setuju dijadikan sampel dalam penelitian ini. peneliti mengajukan lembar persetujuan (informed consent) untuk ditanda tangani. Tekhnik dalam pengumpulan data pertamakali peneliti meminta data pasien ibu yang akan inpartu primipara di Ruangan Bersalin RSUD Dr.6 tanda vital dan intensitas nyeri pasien sesudah ng/L) dan setelah perlakuan (1813. Peneliti pernapasan. Achmad Mochtar Bukittinggi. Sedangkan terapi murotal belum mengumpulkan hasil pengumpulan data untuk pernah di lakukan oleh perawat ataupun peneliti selanjutnya diolah dan dianalisis.post test) untuk menguji perbedaan adaptasi nyeri test yaitu satu kelompok diberikan terapy murotal sebelum dilakukan terapy murotal dan sesudah dan satu kelompok kontrol tidak diberikan terapy melakukan terapy murotal dengan batasan murotal. headset. Berdasarkan mendengarkan kepada pasien murotal surat Ar - penelitian Wahida (2015) terapi murotal Al. sebelumnya. Peneliti mengambil 12 pasien yang akan di jadikan responden sesuai dengan banyak sampel yang peneliti butuhkan. peneliti tetap melakukan peneliti dari Ruang Bersalin RSUD Dr. orang dan sampel dalam penelitian ini 12 orang. Peneliti menurunkan stimulasi reseptor nyeri. Qur’an menunjukkan peningkatan kadar beta Setelah melakukan terapy. Peneliti menjelaskan kepada pasien tentang pemberian terapi murottal surat Ar – Rahman pada ibu yang akan inpartu kala I. Achmad Mochtar Bukittinggi. 2. Achmad Mochtar Bukittinggi pada tanggal 9 Juni – 9 Juli 2016.Terapy dilakukan selama 30 menit. Peneliti melakukan pengukuran tanda – tanda vital dan intensitas nyeri pertama respoden sebelum LPPM STIKes Perintis Padang 26 . Setelah 30 menit peneliti dilakukan oleh perawat dan penelitian sebelumnya melakukan kembali pengukuran tanda – tanda adalah terapi musik. sesudah intervensi pada ibu primipara. Penelitian dilakukan di Ruangan Bersalin RSUD Dr.6 ng/L). hand phone. TEKHNIK ANALISIS peneliti berminat untuk mengetahui pengaruh 1. 6 orang diberikan perlakuan dan 6 orang lagi tidak diberikan perlakuan atau kontrol. 6 di lakukan intervensi dan 6 orang lagi tidak diberikan perlakuan atau kontrol. pasien dengan posisi yang nyaman. METODE PENELITIAN Analisis bivariat yang digunakan pada Desain penelitian menggunakan metode penelitian ini adalah uji t dependen (paired t- quasi -eksperimen dengan rancangan pre . Analisis Bivariat 2. ukur kembali tanda – endorphin dimana sebelum perlakuan (1053. ayat Al – Quran surat Ar-Rahman. Instrument yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan speaker. Populasi dalam penelitian sebanyak 30 kemaknaan 0. Peneliti melakukan dengan mengubah getaran suara menjadi persiapan terapy murotal lalu menganjurkan gelombang yang ditangkap oleh tubuh. Begitu juga dengan Berdasarkan informasi yang di dapatkan oleh pasien kontrol. Achmad pengukuran tanda – tanda vital dan intensitas nyeri Mochtar Bukittinggi terapi yang sudah pernah pertama respoden. Rahman. dan lembar observasi terapy murotal pre dan post melakukan terapy murotal.05. Berdasarkan latar belakang masalah diatas. relaksasi dan teknik vital dan intensitas nyeri pasien.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Qur’an terbukti mengaktifkan sel-sel tubuh dilakukan terapy murotal. Analisis Univariat terapy murotal terhadap adaptasi nyeri Analisis univariat yaitu hasil pemeriksaan menghadapi persalinan pada ibu inpartu primipara tanda – tanda vital dan nyeri sebelum dan di RSUD Dr.

307.17 dengan standar deviasi 0. Hasil Penelitian 1).516 0.401.50 0. d).211. Rata – Rata Pasien Berdasarkan Adaptasi Nyeri Pasien Inpartu Primipara Setelah Dilakukan Intervensi di RSUD Dr.83 dengan standar deviasi 0. Rata .753 0.Rata Pasien Berdasarkan Adaptasi Nyeri Pasien Inpartu Primipara Setelah dilakukan Kontrol Di RSUD Dr. HASIL DAN PEMBAHASAN a.001 maka dapat disimpulkan adanya perbedaan adaptasi nyeri sebelum dan setelah dilakukan kontrol terapi murottal pada pasien inpartu primipara.rata adaptasi nyeri sebelum dilakukan intervensi sebanyak 7. LPPM STIKes Perintis Padang 27 .983 0.224. Analisa Univariat a).401 Dilakukan Intervensi Berdasarkan tabel dapat dilihat bahwa rata . Rata .307 dilakukan intervensi Berdasarkan tabel dapat dilihat bahwa rata .401 Dilakukan Kontrol Berdasarkan tabel dapat dilihat bahwa rata .983 dan standar eror 0. Achmad Mochtar Bukittinggi Variabel N Mean SD SE P value Adaptasi Nyeri Sebelum 12 -1.Rata Pasien Berdasarkan Adaptasi Nyeri Pasien Inpartu Primipara Sebelum Intervensi di RSUD Dr. Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0.17 0.983 0.667 0. standar deviasi 0.401.516.667.548 dan standar eror 0.3. standar eror 0.548 0.rata adaptasi nyeri sebelum dilakukan intervensi sebanyak 7. 2).50 dengan standar deviasi 0. Achmad Mochtar Bukittinggi Variabel N Mean SD SE Adaptasi Nyeri Setelah 12 7.rata adaptasi nyeri setelah dilakukan kontrol sebanyak 8.211 0. Achmad Mochtar Bukittinggi Variabel n Mean SD SE Adaptasi nyeri setelah 12 8.224 dilakukan kontrol Berdasarkan tabel dapat dilihat bahwa rata .rata adaptasi nyeri sebelum dilakukan kontrol sebanyak 6.001 dan Setelah Dilakukan kontrol Berdasarkan tabel 5.rata perbedaan nyeri sebelum dan sesudah kontrol sebanyak -1. Rata – Rata Pasien Berdasarkan Adaptasi Nyeri Pasien Inpartu Primipara Sebelum dan Sesudah kontrol di RSUD Dr. Rata – Rata Pasien Berdasarkan Adaptasi Nyeri Pasien Inpartu Primipara Sebelum Kontrol di RSUD Dr.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 3.1 dapat dilihat bahwar rata . b).753 dan standar eror 0. Achmad Mochtar Bukittinggi Variabel Mean SD SE Adaptasi Nyeri Sebelum 6. Achmad Mochtar Bukittinggi Variabel N Mean SD SE Adaptasi nyeri sebelum 12 7.83 0.AnalisaBivariat a). c).83 0.983 dan standar eror 0.83 dengan standar deviasi 0.

menjelaskan bahwa sesudah dilakukan terapi murottal dengan nilai p hasil uji statistik pada kelompok eksperimen value <α (0.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 b). Rata .211.05).224. dapat mengakibatkan peningkatan aktifitas sistem saraf simpatis. tegang. standar eror 0. rata .rata intensitas nyeri sebanyak 8. Penelitian ini diperkuat oleh setelah dilakukan terapi murottal adalah 4. pasien tidak bisa menahan nyeri yang dialaminya. disini pada inpartu primipara di RSUD Dr. bisa beradaptasi dengan nyeri karena nyeri Penelitian ini sesuai dengan teori Nanda semakin bertambah maka pasien yang mengalami (2010). Mochtar Bukittinggi.516 0.qur’an terhadap intensitas nyeri nyeri persalinan kala I fase aktif sebelum dan persalinan kala I fase aktif. Achmad Mochtar Bukittinggi. dan akan rerata penurunan tingkat kecemasan sebelum dan bertambah jika adanya tekanan kepala bayi pada sesudah dilakukan terapi murottal dengan nilai p pelvis.83 dengan standar deviasi 0. nyeri pada kelompok kontrol ini akan bertambah tetapi pasien tidak bisa beradaptasi dengan nyeri. perubahan tekanan darah.57. setelah dilakukan terapi murottal adalah 20. Analisa Univariat otot panggul.025 maka dapat disimpulkan adanya perbedaan adaptasi nyeri sebelum dan setelah dilakukan intervensi terapi murottal pada pasien inpartu primipara b. Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0.000<0. pernafasan Pdan warna kulit dan apabila rata adaptasi nyeri sebelum dilakukan intervensi tidak segera diatasi maka akan meningkatkan rasa sebanyak 7.83 dengan standar deviasi 0. murottal Al-Qur’an untuk penurunan nyeri persalinan dan kecemasan pada ibu bersalin. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata .93.000<0.rata kecemasan dengan menggunakan uji dependent ttestdiperoleh sebelum terapi murottal adalah 26. menangis dan pasien sensori yang tidak menyenangkan yang muncul tampak mengeram kesakitan.548 dan sebelum terapi murottal adalah 6.307.50 dengan standar deviasi 0.67. tentang pengaruh terapi Bukittinggi. Association of the Study Pain menyatakan nyeri ini tidak bisa menahan nyeri. takut dan stress.3. penelitian Rahma (2015) tentang efektivitas terapi Bahwa ada perbedaan rerata penurunan intensitas murottal Al . peregangan pada 1).211 0. dan pada saat jalan lahir sudah a). Adaptasi nyeri sesudah pasien kontrol inpartu standar eror 0.2 dapat dilihat bahwa rata . standar eror 0.667 0. Association of the Study Pain melahirkan merupakan nyeri secara fisiologis menyatakan nyeri merupakan pengalaman sangatlah wajar dikarenakan pada saat melahirkan emosional dan sensori yang tidak menyenangkan LPPM STIKes Perintis Padang 28 .516. rata adaptasi nyeri sebelum dilakukan kontrol sebanyak 6. Penelitian ini diperkuat oleh primipara di RSUD Dr. dari kerusakan jaringan secara aktual dan potensial atau menunjukkan adanya kerusakan.667.983 dan b).025 Setelah Dilakukan Intervensi Berdasarkan tabel5.05). Rata – Rata Pasien Berdasarkan Adaptasi Nyeri Pasien Inpartu Primipara Sebelum dan Sesudah intervensi di RSUD Dr.rata standar erorr 0. rata-rata p value 0. Achmad Mochtar Bukittinggi Variabel n Mean SD SE P value Adaptasi Nyeri Sebelum dan 12 0. Uji Menurut analisis peneliti nyeri yang paired t test menunjukkan bahwa ada perbedaan dialami pada saat kontraksi uterus. Adaptasi nyeri sebelum intervensi terapi Sedangkan menurut Bobak (2004). Achmad Mochtar penelitiankala (2014). berkeringat dingin. Achmad kelompok kontrol tidak terjadi penurunan nyeri.rata perbedaan nyeri sebelum dan sesudah intervensi sebanyak 0. rasa nyeri pada murotal pasien inpartu primipara di RSUD persalinan adalah nyeri kontraksi uterus yang Dr. Pembahasan akan terjadi kontraksi uterus. c).52. Adaptasi nyeri sebelum pada pasien kontrol terbuka maka nyeri akan bertambah. Penelitian ini diperkuat oleh Menurut analisis peneliti nyeri pada saat Nanda (2010). pada penelitian ini kelompok kontrol tidak value<α (0. pasien tampak nyeri merupakan pengalaman emosional dan cemas.753 dan khawatir.000 < α (0.401.05). standar deviasi 0. denyut Hasil penelitian didapatkan bahwa rata - jantung. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata - menjelaskan bahwa analisis menggunakan uji rata adaptasi nyeri setelah dilakukan kontrol paired t test didapatkan rata .

dan mengerang kesakitan. ternyata sudah memasyarakat di nilai p value 0. Adaptasi nyeri sesudahintervensi terapi perbedaan adaptasi nyeri sebelum dan setelah murottal pada pasien inpartu primipara di dilakukan kontrol terapi murottal pada pasien RSUD Dr. Menurut Mansur (2009) adaptasi adalah Hasil penelitian didapatkan rata . Achmad Mochtar Bukittinggi pada Menurut analisis peneliti bahwa pada kelompok kontrol.rata pada kelompok intervensi terapi murotal ini pasien perbedaan nyeri sebelum dan sesudah intervensi bisa beradaptasi dengan nyeri di karenakan sebanyak 0.masing individu karena karena frustasi dan konflik.025 maka dapat disimpulkan adanya dikarena bisa membuat rileks nyaman dan tenang perbedaan adaptasi nyeri sebelum dan setelah dalam beberapa menit walaupun nyeri itu dilakukan intervensi terapi murottal pada pasien bertambah terus menerus. hal ini menyesuaikan diri aktif maupun pasif.667. a). seperti melihat daerah korteks otak manakah yang memberikan b).401.001 maka dapat disimpulkan kalangan tertentu pemeluk agama Islam. perubahan.Tujuan adanya perbedaan adaptasi nyeri sebelum dan mereka bukan sebagai terapi suara.211.17 dengan lingkungannya. 2005). pasien inpartu primipara. Nyeri diri bila keseimbangannya terganggu. Analisa Bivariat dan potensial atau menunjukkan adanya kerusakan.516. 2011). standar deviasi 0.Tidak saja melihat respon secara umum. penelitian intervensi terapi murotal. standar beradaptasi dengan nyeri. nyeri saat persalinan terus meningkat tetapi Hasil penelitian didapatkan bahwa rata . standar lantunan ayat suci Al – qur’an yang dibacakan eror 0.rata adaptasi manusia hendaknya dapat menyesuaikan diri nyeri sebelum dilakukan intervensi sebanyak 7. didapatkan hasil. standar deviasi 0.667. rata . Achmad Mochtar Bukittinggi. Dr. Manusia sebagai makhluk hidup Cuningham (2004). Adaptasi nyeri adalah penyesuaian diri terhadap pengalaman emosional dan sensori yang tidak menyenangkan yang muncul dari kerusakan LPPM STIKes Perintis Padang 29 . sehingga orang tersebut kontrol terdapat perbedaan yang signifikan karena lebih merasakan nyeri (Potter & Perry. inpartu primipara. Achmad Mochtar Bukittinggi.rata perbedaan nyeri sebelum dan sesudah Terapi dengan menggunakan lantunan murotal intervensi sebanyak -1.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 yang muncul dari kerusakan jaringan secara aktual 2). cemas Qur’an.tapi untuk setelah dilakukan kontrol terapi murottal pada membedakandiri kepada Tuhan (Allah SWT). Perbedaan adaptasi nyeri sebelum dan sesudah respon relaksasi setiap 10 detik sejak di berikan intervensi pasien inpartu primipara di RSUD stimulasi (Siswantinah. pasien mengalami nyeri mendengarkan lantunan murotal Al – yang sangat hebat hanya bisa menangis. Hasil uji statistik didapatkan nilai p oleh manusia merupan obat yang paling ampuh value 0.211. tetapi disini yang perbedaan nyeri sebelum dan sesudah kontrol mau diperhatikan peneliti dari pasien tidak bisa sebanyak -1. Perbadaan adaptasi nyeri sebelum dan Menurut analisis peneliti nyeri pada sesudah kontrol pasien inpartu primipara di kelompok intervensi.516. peningkatan karena pada persalinan sudah merupakan fisiologis untuk nyeri. Hasil uji statistik didapatkan Al – Qur’an ). eror 0. manusia adalah suatu sensasi tunggal yang disebabkan oleh akan merespon dari tidak seimbang menjadi stimulus spesifik bersifat subjektif dan berbeda seimbang.001 maka dapat disimpulkan adanya d). kalau tidak Hasil penelitian didapatkan rata-rata nyeri merupakan tidak wajar.211. nyeri terus mengalami RSUD Dr.masing individu.516.983 dan standar eror selalu harus berubah tetapi justru harus membuat 0. Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0.667. standar deviasi 0. Ketidak seimbangan ditimbulkan antara masing . inpartu primipara. dengan keadaan. Al – Qur’an ( selanjutnya disebut terapi murotal standar eror 0. tapi juga dengan lebih detail. berpendapat bahwa nyeri mempunyai daya upaya untuk dapat persalinan sebagai kontraksi miometrium. Pada merupakan proses fisiologi dengan intensitas yang dasarnya seseorang aktif melakukan penyesuaian berbeda dengan masing . akan tetapi manusia tidak dengan standar deviasi 0. kultur dan Menurut analisis peneliti pada kelompok endorphin seseorang. Disini pasien tidak bisa Gagasan untuk mengetahui tanggapan otak ketika beradaptasi dengan nyeri . dipengaruhi oleh faktor psikososial.

M. Penerbit merupakan kitab wahyu yang di turunkan oleh EGC. REFERENSI Pernafasan Terhadap Penurunan Nyeri Inpartu Kala I Di Rs TK II Admin.A.Latumeten Ambon : Kematian Ibu Universitas Hasanuddin Makasar (http://WWW. 2015. Obstetri Wiliams.php/materi intervensi terapi murotal 0. 2012. Asuhan Kebidanan Masa meditasi-bacaanal-quran) Diakses Persalinan.html)Diakses Tanggal 05 adaptasi nyeri sebelum dan setelah dilakukan Februari 2015 intervensi terapi murottal pada ibu inpartu Kuswanti.jawaban-imam- value nya 0. N. Askeb II Persalinan. 2013. Psikologi Ibu dan Anak /Angka-Kematian Ibu) Diakses Tanggal Untuk Kebidanan. Jakarta : Amzah. Kedokteran . Nyeri Persalinan. 2010. Pengobatan Ma’Mun. Penerbit EGC. ac. 2008). Pustaka primipara dan adanya perbedaan adaptasi nyeri Pelajar . & Rini. mampu menahan nyeri dalam beberapa menit Judha. Ia tidak berubah dan tidak Elzaky. Keajaiban Mendengarkan Al- dilakukan terapi terdapat perbedaan rata . tenang.com terapy murotal terhadap adaptasi nyeri persalinan /2012/4/manfaat-AlQuran-bagi- pada ibu inpartu primipara. 2009. Teori-Teori dipelajari. Obstetri Wiliams. Maternitas. Skripsi: Pengaruh Terapi terapi murotal. 2004. Penerbit Graha Ilmu. berbagai penyakit jasmani maupun rohani seperti Penerbit EGC.667. Jakarta Menurut analisis peneliti bahwa setelah Hafidz.R. nyaman dan Bersalin Kala I Fase Aktif. Tanggal 05 Februari 2015 Yogyakarta LPPM STIKes Perintis Padang 30 . World Health Organization. Pengaruh Therapi Murrotal Al- S. Teori Pengukuran Nyeri dan walaupun nyeri terus-menerus akan bertambah. 2011. Jakarta bahwa Al – Qur’an dapat menyembuhkan Cuningham.Herawati. R.Yogyakarta sebelum dan setelah dilakukan kontrol terapi Laisouw. (http://mitrajaya. Penerbit Nuha Medika. 2004. 2013. Tehnik Distraksi Mendengarkan Murrotal Dan Tehnik Relaksasi 4. Tesis : Perbedaan murottal pada ibu inpartu primipara. Penerbit Salemba 08 Februari 2015 Medika. Ma’mun (2012). dengan nilai p -utama /kajian/108. 2010. Yogyakarta 3.org/index.com/sehat-dengan- Asrinah.sribid. Al –Qur’an Cuningham.I.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 jaringan secara aktual dan potensial atau Bobak.blogspot. Angka Prof. Al – Qur’an Penerbit Zaman. Jakarta kegelisahan. Sehat Dengan Meditasi Qur’ani : Manjurnya berobat dengan Al Membaca Al-Quran Qur’an.025 dapat disimpulakan bahwa ada ibnu-taimiyah-bag2) Diakses Tanggal perbedaan yang signifikan antara nyeri sebelum 05 Februari 2015 dilakukan intervensi dan nyeri sesudah intervensi Handayani. 2014. Yogyakarta: Ar. Penerbit EGC. Mukjizat Kesehatan Ibadah. 2012. Abdel Daem. Jakarta Al Kaheel. 2004. Buku Ajar Keperawatan menunjukkan adanya kerusakan. pasien bisa beradaptasi dengan Murrotal Untuk Penurunan Nyeri nyeri karena dengan adanya terapi murotal ini Persalinan dan Kecemasan Pada Ibu pasien bisa menjadi rileks . S.rata Quran adaptasi nyeri sebelum dan sesudah dilakukan (http://fsqalhafidz.W lebih empat belas abad yang lalu. 2014.J. 2007. kecemasan dan kejiwaan. 2013. 2012.com/doc/55332903 Mansur.M. seluruh umat manusia sampai akhir zaman Guyton & Hall. dijadikan panduan dan diamalkan oleh Psikologi. Jakarta Allah kepada rasulnya yang mulia Muhammad Destiana. 2010. KESIMPULAN Kadir. Manfaat Al-Quran Bagi Kesehatan (http://ana- Penelitian ini dapat disimpulkan ada pengaruh sukmawatikadir87. Meilany.A. Ia di Quran Untuk Penurunan Nyeri turunkan secara peringkat – peringkat memakan Persalinan Dan Kecemasan Pada Ibu masa lebih 20 tahun. Jakarta merupakan mukjizat yang teragung untuk Ghufron. Buku Ajar Fisiologi (Qindil. adanya perbedaan kesehatan.Ruzz Media.id) Diakses sesuai dengan keadaan zaman dan penerimaan Tanggal 05 Februari 2015 sahabat rasulullah. Ayat – ayatnya terbagi ke Bersalin Kala I Fase Aktif (http://gilib- dalam 2 zaman yaitu : Makiyah dan Madaniyyah stikeskusumahusada. dapat di tandingi sampai akhir zaman.Dr.

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

Maryunani.I. 2010. Nyeri Dalam Persalinan Varney, H. (2007). Buku Ajar Asuhan Kebidanan.
Tehnik dan Cara Penanganannya. Jakarta : EGC
Penerbit Trans Info Media. Jakarta Wahida, 2015. Terapi murrotal Surat Ar-Rahman
Nanda, 2010. Nursing Diagnosis Defenition and Meningkatkan Kadar Endorpin dan
Classification. Philadelpia.AS Menurunkan Intensitas Nyeri Pada Ibu
Notoatmodjo S. (2005). Metodologi penelitian Bersalin Kala I.
kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta (http://jkb.ub.ac.id/index.php/jkb/article
Nugroho, A. (2005) Strategi jitu memilih metode /viewFile/672/441) Diakses Tanggal 27
statistic penelitian dengan SPSS, Maret 2015
penerbit Andi : Yogyakarta.
Nursalam, (2011) Konsep dan peneraoan
metodologi penelitian ilmu
keperawatan, Jakarta : PT gramedia
pustaka utama.
Permansari, 2010. Pengaruh Mendengarkan Ayat
Suci Al-Quran Terhadap Tingkat Nyeri
Persalinan Kala I Fase Aktif Pada
Primipara di Puskesmas Margangsang
Yogyakarta. Yogyakarta
Pillitteri,Adele. 2002. Buku Saku Asuhan Ibu Dan
Anak. Jakarta : EGC
Potter & Perry, 2005. Fundamentals of Nursing
Philadelphia, AS
Qadiy, A. 1984. Pengaruh Terapi Murotal
Terhadap Organ
Tubuh.http://www.mailarchive.com.
Tanggal Akses : 28 Februari 2014
Remold, 2009, Pengaruh Al-Quran pada manusia
Dalam Prospek Fisiologi dan Psikologi.
(http://the.edc.com) Diakses tanggal 31
Januari 2015
Rekam Medis RSAM Bukittinggi, (2016).
Laporan kasus KB IGD RSAM
Bukittinggi.
Sastroasmoro & Ismael (2010), Dasar-dasar
metodologi penelitian
klinis,keperawatan medical bedah. Edisi
3.Vol 2 ,Jakarta : Rineka Cipta.
Smeltzer & Barre, 2007. Buku Ajar Keperawatan
Medikal Bedah . Penerbit EGC. Jakarta
Simkin. 2007. Panduan Lengkap Kehamilan,
Melahirkan dan Bayi. Penerbit Arcan.
Jakarta
Siswantinah, 2011, Pengaruh Terapi Murrotal
Terhadap Kecemasan Pasien Gagal
Kronik Yang Dilakukan Tindakan
Hemodilusi Di RSUD Kraton
Kabupaten Pekalongan. Semarang.
Sodikin. 2012. Tesis :Pengaruh Terapi Bacaan
Al-Quran Melalui Media Audio
Terhadap Respon Nyeri Pasien Post
Operasi Hernia Di Rs Cilacap Depok :
Universitas Indonesia.

LPPM STIKes Perintis Padang 31

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

PERILAKU BULLYING BERHUBUNGAN DENGAN KARAKTERISTIK
PERKEMBANGAN REMAJA DI SMPN 3 LINGGO SARI BAGANTI
KABUPATEN PESISIR SELATAN

Isna Ovari1, Falerisiska Yunere2, Ilham Wira Satria3
1.
Program Studi Profesi Ners, STIKes Perintis Padang
e-mail: isna.ovari@yahoo.com
2.
Program Studi S-1 Keperawatan, STIKes Perintis Padang
e-mail: falerisiskamorin@yahoo.com
3.
Program Studi S-1 Keperawatan, STIKes Perintis Padang
e-mail:ilhamwirasatriavi@gmail.com

Abstract

Delinquency is caused by the characteristics of the development of troubled teens. From interviews with
15 students, the data obtained psychosocial development where 10 of the 15 students have not been able
to control the behavior that can lead to bullying behavior. of cognitive development, 6 teenagers should
know his role as a student is to learn and study, but it is becoming a problem because it always sees his
students that the school is a place to play around it. The purpose of this study sees Characteristics of
Youth Development Relationship with Bullying Behavior Students at SMPN 3 Linggo Sari Baganti
Kabupaten Pesisir Selatan Year 2016. This study used a correlative description method and tool used
is a questionnaire with a student population of 324 people. 76 people were sampled using the technique
of "Multistage Random Sampling". The results of this study found, there is a significant relationship
between psychosocial development with bullying behavior p = 0.032 (p <0.005), there is a significant
relationship between cognitive development with bullying behavior value of p = 0.047 (p <0.005), there
is a significant relationship between moral development with bullying behavior p = 0.028 (p <0.005),
There was a significant relationship between spiritual development with bullying behavior value of p =
0.018 (p <0.005), There was a significant relationship between social development with bullying
behavior p = 0.046 (p <0.005. Suggestions researchers better understand about bullying either a student
teacher at the school.

Keywords: bullying, characteristics of adolescents

1. PENDAHULUAN Siswa disekolah saat ini bukan saja berani
melanggar peraturan sekolah yang berkaitan
Kementerian Kesehatan Indonesia mendefinisikan dengan disiplin seperti; merokok, minum alkohol,
remaja sebagai individu yang hanya berumur 10- merusak fasilitas sekolah, mencuri, berkelahi,
19 dan tidak kawin. BKKBN menjelaskan bolos sekolah, menganggu pelajaran di kelas,
kelompok umur remaja adalah 10-24 tahun, tidak tidak mematuhi arahan guru bahkan mem-bully
kawin. Sensus tahun 2010, kawan sekelas atau adik kelas (Fahrudin, 2007).
mencatatpendudukIndonesiakelompok Keadaan seperti ini harus diamati secara
anakmudausia10-24tahun a d a l a h sekitar 64 serius mengingat jumlah siswa sekolah yang
juta jiwa atau 27.6% dari total penduduk terlibat semakin meningkat dari waktu ke waktu.
Indonesia yang berjumlah 237.6jutajiwa. Dalam Hal ini dapat dilihat terjadi peningkatan jumlah
proses perkembaganremaja mencari identitas diri, anak dan remaja yang menjadi penghuni Lembaga
sering terjadi masalah karena remaja berusaha Pemasyarakatan Anak dan Pemuda, Pusat
untuk memenuhi tugas perkembangannya. Rehabilitasi Anak Nakal dan juga Pusat
Berdasarkan teori perkembangan, usia remaja Rehabilitasi Korban Narkoba. Oleh karena
adalah masa terjadinya perubahan-perubahan kenakalan remaja sangat luas maka tulisan ini
yang cepat, termasuk perubahan fundamental hanya memfokuskan kepada masalah bentuk
dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan kenakalan remaja yaitu perilaku bullying remaja
pencapaian (Fagan, 2006). (Jurnal Psikologi Undip, 2012).
Remaja rentan terhadap perilaku –
perilaku negatif, salah satunya adalah perilaku

LPPM STIKes Perintis Padang 32

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

bullying. Masa remajamerupakan tahapan bagi 2. METODE PENELITIAN
seorang remaja menuju kedewasaan yang
seringkali menuntut seorang remaja untuk Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik
menemukan karakter dan jati dirinya, sayangnya dengan cross sectional, yaitu suatu penelitian
seringkali seorang remaja dalam mencari jati yang bertujuan untuk menganalisisi antara faktor-
dirinya terjerumus dalam pola hidup dan perilaku faktor resiko dengan efek, dengan cara
yang salah karena pengaruh negatif lingkungan pendekatan, observasi atau pengumpulan data
sosial dan kurang pengawasan dari beberapa pihak sekaligus pada suatu saat (Notoatmodjo, 2005:
seperti orangtua dan sekolah, hal–hal seperti inilah 145). Penelitian ini telah dilaksanakan di SMPN 3
yang akhirnya menyebabkan remaja melakukan Linggo Sari Baganti Pesisir Selatan, pada tanggal
bullying (Coloroso, 2007). 20-23, bulan Juli, tahun 2016. Populasi adalah
Hasil studi pendahuluan, didapatkan data keseluruhan siswa-siswi kelas 1,2, dan 3 di SMPN
dari Kepala Sekolah melalui Guru BP SMPN 3 3 Linggo Sari Baganti Pesisir Selatan, dengan
Linggo Sari Baganti jumlah siswa SMP berjumlah jumlah 324 siswa Sampel adalah sebagian dari
sebanyak 324 siswa dari sekian banyak siswa rata populasi atau keseluruhan objek yang telah diteliti
rata tiap bulannya masuk keruangan BP sebanyak dan dianggap mewakili dari populasi
4-8 siswa akibat melakukan kekerasan, kenakalan, (Notoatmodjo, 2005).
dan bullying. Perilaku bullying tersebut seperti Sampel pada penelitian ini diambil
melakukan kekerasan fisik kepada teman sendiri, menggunakan teknik Multistage Random
meminta uang secara paksa, melakukan peng- Sampling. Teknik ini merupakan suatu cara
ejekan pada teman di sekolah dan juga mengajak pengambilam sampel, bila objek yang diteliti atau
tawuran dengan lokal lain yang bukan kelas sumber data sangat luas atau besar, yakni
mereka. Kemudian ada juga kejadian pada saat populasinya heterogen, terdiri atas cluster dan
classmeeting menurut keterangan dari seorang strata. Cara samplingnya adalah berdasarkan
siswa yang berada di kelas 2, pada saat ini kelas daerah dari populasi yang di tetapkan, dengan
telah selesai melakukan pertandingan. melakukan randomisasi cluster, kemudian
Berdasarkan data tersebut peneliti tertarik untuk dilakukan strasifikasi atas cluster terpilih dan
melakukan penelitian tentang hubungan terakhir dilakukan randomisasi unit populasi dari
karakteristik perkembangan remaja terhadap masing-masing strata (Hidayat, 2009).
perilaku bullying di SMPN 3 Linggo Sari Baganti
Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 HASIL
Tabel 3.1.1
Hubungan Karakteristik Perkembangan Psikologis Remaja Dengan
Perilaku Bullying Siswa di SMPN 3 Linggo Sari Baganti
Perilaku Bullying
Perkembangan Tidak Jumlah p- OR
Terjadi value
Psikologis Terjadi
% f % f %
Kurang Baik 50 17 50 34 100
7
Baik 52,4 20 47,6 42 100 0,03 0,909
2 2
Total 51,3 37 48,7 100
9 76

Tabel 1 menunjukkan dari 42 orang siswa dengan perkembangan psikologis baik sebanyak 22
orang ( 52,4%) melakukan perilaku Bullying, sedangkan dari 34 orang siswa yang perkembangan
psikologis kurang baik ada 17 orang (50%) melakukan perilaku bullying di SMPN 3 Linggo Sari
Baganti Kabupaten Pesisir Selatan.
Hasil uji statistic chi-square didapatkan p=0,032 (p < 0,05).Berarti Ha diterima dan Ho ditolak jadi
terdapat hubungan yang bermakna antara perkembangan psikologis dengan perilaku bullying siswa di

LPPM STIKes Perintis Padang 33

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

SMPN 3 Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016. OR didapatkan 0,909 artinya
siswa yang memiliki perkembangan psikologis kurang baikberpeluang 0,909 kali melakukan perilaku
bullying dibandingkan dengan siswa dengan perkembangan psikologis baik.

Tabel 3.1.2
Hubungan Karakteristik Perkembangan Kognitif Remaja Dengan
Perilaku BullyingSiswa di SMPN 3 Linggo Sari Baganti
Perilaku Bullying
Perkembang Tidak Jumlah p- OR
Terjadi value
an Kognitif Terjadi
f % f % f %
Kurang Baik 14 46,7 16 63,3 30 100
Baik 25 54,3 21 45,7 46 100 0,047 0,735
Total 39 51,3 37 48,7 100
76

Tabel 2 menunjukkan dari 46 orang siswa dengan perkembangan kognitif baik sebanyak 25 orang
( 54,3%) melakukan perilaku bullying, sedangkan dari 30 orang siswa dengan perkembangan kognitif
kurang baik sebanyak 16 orang (63.3%) melakukan perilaku bullying di SMPN 3 Linggo Sari Baganti
Kabupaten Pesisir Selatan.
Hasil uji statistic chi-square didapatkan p=0,047 (p < 0,05). Berarti Ha diterima dan Ho ditolak
jadi terdapat hubungan yang bermakna antara perkembangan kognitif dengan perilaku bullying siswa
remaja di SMPN 3 Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016. OR didapatkan 0,735
artinya siswa yang memiliki perkembangan kognitif kurang baikberpeluang 0,735 kali melakukan
perilaku bullying dibandingkan dengan siswa yang memiliki perkembangan kognitif baik.

Tabel 3.1.3
Hubungan Karakteristik Perkembangan Moral Remaja Dengan
Perilaku BullyingSiswa di SMPN 3 Linggo Sari Baganti
Perilaku Bullying
Perkembang Tidak Jumlah p- OR
Terjadi value
an Moral Terjadi
F % f % F %
Kurang Baik 16 55,2 13 44,8 29 100
Baik 23 48,9 24 51,1 47 100 0,028 1,284
Total 39 51,3 37 48,7 100
76

Tabel 3 menunjukkan dari 47 orang siswa dengan perkembangan moral baik, ada 24 orang siswa
( 51,1%) tidak ada melakukan perilaku bullying, sedangkan dari 29 orang siswa dengan perkembangan
moral yang kurang baik, ada 16 orang siswa (55,2%) melakukan perilaku bullying di SMPN 3 Linggo
Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan.

Hasil uji statistic chi-square p=0,028 (p < 0,05). Berarti Ha diterima dan Ho ditolak jadi terdapat
hubungan yang bermakna antara perkembangan moral dengan perilaku bullying pada siswa remaja di
SMPN 3 Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016. OR didapatkan 1,284 artinya
responden yang memiliki perkembangan moral yang kurang baikberpeluang 1,284 kali melakukan
perilaku bullying dibandingkan dengan responden yang memiliki perkembangan moral baik.

LPPM STIKes Perintis Padang 34

terdapat hubungan Bullying yang bermakna antara perkembangan psikologis remaja dengan perilaku bullying siswa di SMPN Perkembangan Psikologis merupakan 3 Linggo Sari Baganti dengan nilai OR 0. ada 18 orang siswa (58. Tabel 3.582 kali melakukan perilaku bullying dibandingkan dengan siswa dengan perkembangan sosial baik.5 33 100 Baik 21 48. perkembangan yang harus dijalani oleh siswa Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang sekolah/remaja agar tidak melakukan hal hal dilakukan oleh Sari Pediatri.8 22 51. PEMBAHASAN memahami psikososial maka remaja tersebut akan 3.3 45 100 0. sedangkan dari 31 orang siswa dengan perkembangan sosial kurang baik.032(p< 0. ada sebanyak 24 orang(53.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Tabel 3.7 100 76 Tabel 5 menunjukkan dari 45 orang siswa dengan perkembangan sosial baik.5 15 45.1 24 53. OR didapatkan 1.582 Total 39 51. ada 18 orang siswa (54.1%) melakukan perilaku bullying di SMPN 3 Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan.5 Hubungan Karakteristik Perkembangan Sosial Remaja Dengan Perilaku BullyingSiswa di SMPN 3 Linggo Sari Baganti Perilaku Bullying Perkembangan Jumlah p-value OR Terjadi Tidak Terjadi Sosial f % f % f % Kurang Baik 18 58. Hasil uji statistic chi-square didapatkanp=0.018 1. Berarti Ha diterima dan Ho ditolak jadi terdapat hubungan yang bermakna antara perkembangan sosial dengan perilaku bullying pada siswa remaja di SMPN 3 Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016.909.2 43 100 0. sedangkan dari 33 orang siswa dengan perkembangan spiritual kurang baik. OR Terjadi Tidak Terjadi value Spritual f % f % f % Kurang Baik 18 54.1 13 41.582 artinya siswa yang memiliki perkembangan sosial kurang baikberpeluang 1. OR didapatkan 1. Hasil uji statistic chi-square didapatkanHasil uji statistic chi-square p=0.7 100 76 Tabel 4 menunjukkan dari 43 orang siswa dengan perkembangan Spiritual baik.257 kali untuk melakukan perilaku bullying dibandingkan dengan siswa dengan perkembangan spiritual baik.3 37 48.2%) tidak melakukan perilaku bullying.05). 3.1. Berarti Ha diterima dan Ho ditolak jadi terdapat hubungan yang bermakna antara perkembangan spritual dengan perilaku bullying pada siswa remaja di SMPN 3 Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016. ada 22 orang siswa ( 51.4 Hubungan Karakteristik Perkembangan Spritual Remaja Dengan Perilaku Bullying Siswa di SMPN 3 Linggo Sari Baganti Perilaku Bullying Perkembangan Jumlah p.2.3 37 48.257 Total 39 51. Hubungan Perkembangan menghindari perilaku bullying.2.05).046 1.5%) melakukan perilaku bullying di SMPN 3 Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan.05).046 (p < 0.018 (p < 0.1. 2013. Hasil uji statistik Psikologis Remaja Dengan Perilaku p-value=0.3%) tidak melakukan perilaku Bullying.257 artinya siswa dengan perkembangan spiritual kurang baikberpeluang 1. dimana yang tidak diiginkan makanya jika remaja terdapat hubungan antara perilaku bullying LPPM STIKes Perintis Padang 35 .9 31 100 Baik 21 23.1.

Moral merupakan ahklak.735. ini berkaitan sekali dengan apa kognitif remaja dengan perilaku bullying siswa yang akan mereka lakukan di lingkungan sekolah remaja di SMPN 3 Linggo Sari Baganti dengan sehingga ada keterkaitan moral dengan bullying.257. maksudnya adalah semakin Hasil uji statistik p=0.semakin baik.018 (p < 0. hasilnya bahwa di negara.3% siswa selalu mentaati peraturan bullying dikenal dengan istilah mobbing mob yaitu yang berlaku.4. terdapat baikmoral maka akan semakin baik pula tindakan hubungan yang bermakna antara perkembangan perilaku mereka. terdapat baik psikolsosial remaja maka perilakunya hubungan yang bermakna antara perkembangan disekolah.284. hasilnya terdapat hubungan perilaku moral pengembangan wawasan pengetahuan menjadi dengan perilaku bullying dengan p-value = 0. Perkembangan kognitif sangat Pendapat ini sesuai dengan penelitian. Hubungan Perkembangan Moral terdapatnya hubungan dalam penelitian ini adalah Remaja dengan Perilaku Bullying karena psikologis remaja berkaitan dengan perilaku kekerasan. 26. nilai OR 0. dan mencaci maki dimana terdapat hubungan ajaran spiritual dengan kekerasan dengan p-value LPPM STIKes Perintis Padang 36 . yang lama dan terjadi di berbagai segi kehidupan Peneliti berasumsi bahwa adanya termasuk juga dunia pendidikan. sehingga remaja akan moral remaja dengan perilaku bullying siswa di menjalani masa perkembangannya dengan baik SMPN 3 Linggo Sari Baganti dengan nilai OR pula. psikologis. terdapat semakin baik pengetahuan remaja maka akan hubungan yang bermakna antara perkembangan semakin tidak terjadi perilaku bullying di sekolah Spritual remaja dengan perilaku bullying siswa di sehingga remaja bisa menjalani masa SMPN 3 Linggo Sari Baganti dengan nilai OR perkembangannyadengan baik.3.3% siswa selalu perkembangan spiritual yang baik dalam diri mengerjakasn tugas terlebih dahulu sebelum pergi siswa tentunya tindakan kekerasan dilingkungan bermain bersama teman.2. Hal ini dibuktikan 1. Maka semakin Hasil uji statistik p=0.5% siswa Spritual merupakan ajaran keagamaan selalu berencana untuk melanjutkan jenjang yang dimiliki oleh siswa sekolah. Hubungan Perkembangan Kognitif remaja moral anak sekolah atau remaja Remaja Dengan Perilaku Bullying tergantung pada moral ajaran mereka yang didapat dari sekolah atau orang tua. bagi kalangan 3. sekolah sehingga remaja akan menjalani masa negara Skandinavia bullying sangat berhubungan perkembangan moral dengan baik. 2008. Didukung oleh dengan pengetahuan atau kognitif remaja karena data bahwa 26. 42.2. dan penekanan terhadap orang lain.05 dengan OR = 3. 60.2. yang berasal dari kata kerja ijimeru yang memiliki arti harafiah sebagai tindakan menyiksa. bisa membawa remaja kearah yang < 0. dengan adanya pendidikannya ke SMA. 25% siswa bersedia menerima sekelompok orang yang bersifat anonim yang hukuman jika melakukan kesalahan dan terlibat atau bahkan melakukan suatu pelecehan melanggar peraturan yang ditetapkan sekolah.05).028 (p < 0.05).2. menunjukkan bahwa di Jepang perilaku terlambat datang kesekolah. 1. Peneliti berasumsi 3. memarahi. Padahal tindakan hubungan dikarenakan bahwa moral remaja selalu bullying merupakan fenomena yang berhubungan berkaitan dengan perilaku kekerasanya remaja dengan kognitif remaja tersebut atau semakin baik moral remaja maka Hal ini senada dengan hasil penelitian akan semakin tidak terjadi perilaku bullying di Erika Valentina.0043 lebih baik. sosial.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 dengan perilaku kekerasan. Peneliti berasumsi bahwa adanya 3.1% siswa selalu bisa sekolah tidak terjadi. Kenyataannya verbal atau emosional. yang dilakukan secara perilaku tersebut telah terjadi dalam kurun waktu terus menerus. dengan data yang didapatkan yaitu. Penelitian Sari Menurut Sari memikirkan perkiraan waktu supaya tidak (2013).05).047 (p < 0. bullying remaja tersebut.213 maka perilaku bullying baik pula sehingga perkembangan yang baik atau sebagai intimidasi yang dilakukan oleh individu kognitif yang baik akan mempengaruhi perilaku atau kelompok baik secara fisik. Liness penting bagi remaja dimana kognitif merupakan (2010). Hubungan Perkembangan Spritual hubungan perkembangan kognitif remaja dengan Remaja dengan Perilaku Bullying bullying dikarenakan bahwa pengetahuan remaja selalu berkaitan dengan perilaku kekerasanya atau Hasil uji statistik p=0. bullying dikenal dengan istilah ijime.

Lebih dari separoh siswa memiliki Istilah bullying merupakan suatu istilah yang perkembangan sosial baik sebanyak 45 siswa masing terdengar asing bagi kebanyakan (59. (2008).3% siswa kekerasanya. mendapatkan perhatian dari pihak sekolah 4. Lebih dari separoh siswa memiliki perkembangan psikologis baik sebanyak 42 Hasil uji statistik didapatkan p=0. 5. melukai bagi anak yang jauh lebih lemah dibanding pelaku. 39. judul Hubungan Karakteristik Perkembangan Remaja Dengan Perilaku BullyingSiswa di SMPN 3. jika semakin baik perkembangan sering memiliki sahabat ataupun teman dekat.05). moral. antara spiritual dengan bullying Hal ini berkaitan dengan data penelitian yang di Peneliti berasumsi bahwa adanya dapatkan yaitu.7% siswa dilakukannya. 3.582. Terdapat hubungan yang bermakna antara Pendapat ini senada dengan Rigby Ken perkembangan psikologis. Hal ini diperkuat oleh data dengan lawan jenis.3 %) di kurun waktu yang lama dan terjadi di berbagai SMPN 3 Linggo Sari Baganti segi kehidupan termasuk juga dunia pendidikan. Lebih dari separoh siswa memiliki Perkembangan sosial merupakan perkembangan moral baik sebanyak 47 siswa perkembangan yang dilalui oleh remaja yang perlu (61. 0. Lebih dari separoh siswa melakukan perilaku kenyataannya perilaku tersebut telah terjadi dalam bullying yaitu sebanyak 39 siswa (51. Hubungan Perkembangan 3 Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan Remaja dengan Perilaku Tahun 2016 menyimpulkan : Bullying 1. Joz/ma/ of tersebut atau semakin baik perkembangan sosial Social Research &Policy. yaitu 56. walaupun pada 6.3 %).5% siswa memiliki orangtua hubungan dikarenakan perkembangan spiritual yang sering mendengarkan keluhan tentang siswa sekolah selalu berkaitan dengan perilaku masalah yang dihadapi oleh siswa. 30. 44. kekerasan akan merajalela Bandung : Pustaka Setia Peneliti berasumsi bahwa adanya Buda M & Szirmai E. 0. 14. sehingga mereka menjalani masa perkembangan spiritualnya harus membatasi pergaulan yang bersifat negatif dengan dengan baik. (2010).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 =0.032. spiritual mereka maka semakin tidak terjadi 30.047. siswa (55.6% siswa menyadari apa yang harus dilakukan sebagai umat yang beragama.6 %. 31.5 %).3% siswa menyadari bahwa diri mereka adalah perilaku bullying di sekolah sehingga remaja akan laki-laki dan perempuan remaja. kognitif. (2006). School Bullying in hubungan dikarenakan bahwa sosial remaja selalu the Primary School Report of a Research in berkaitan dengan perilaku kekerasanya remaja Hajdu-Bihar Country (Hungary). 7. Lebih dari separoh siswa memiliki ataupun orang tua karena sosial remaja sekarang perkembangan spiritual baik sebanyak 43 ini sangat labil yang perlu dikontrol supaya tidak siswa (56. Baganti dengan nilai OR 1.6% 4. Psikologi Remaja tidak diperhatikan perkembangan sosialnya maka Petunjuk bagi Guru dan Orangtua.046.5% siswa selalu diberitahu oleh orangtua untuk Hasil penelitian terhadap 76 orang siswa dengan tidak meninggalkan ibadah setiap harinya.2 %) masyarakat di Indonesia. 0. 1.018.8%).2. 0.5. REFERENSI dengan perkembangan sosial siswa sekolah jika Al-Mighwar. Lebih dari separoh siswa memiliki perkembangan sosial remaja dengan perilaku perkembangan kognitif baik sebanyak 46 bullying siswa remaja di SMPN 3 Linggo Sari siswa (60. dimana anak sekolah sebagai remaja selalu bisa menyesuaikan diri untuk masuk tersebut akan berfikir apa yang akan kedalam kelompok teman-temannya.0045 < 0. No.) melakukan tindakan anarkis atau kekerasan. perilaku bullying dapat terjadi secara spiritual dan sosial dengan perilaku bullying individual ataupun berkelompok yangdilakukan siswa di SMPN 3 Linggo Sari Baganti seorang anak ataupun kelompok secara konsisten Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016 dengan dimana tindakan tersebut mengandung unsur p value = 0.028. terdapat hubungan yang bermakna antara 2.05 sehingga terdapat significansi mernjalani masa perkembangannya dengan baik.046 (p < 0. (2003). July 2010 nya maka akan semakin tidak terjadi perilaku Aznan Adviis Ardiyansyah. KESIMPULAN siswa selalu melaksanakan ibadah setiap hari. Faktor- bullying di sekolah sehingga remaja akan Faktor Yang Mempengaruhi Bullying Pada LPPM STIKes Perintis Padang 37 . Dan hal ini ada kaitannya 5.

Notoatmodjo S. S. Australia: Australian Government Attorney- Generar's Departmen Sarwono. Barbara.W. Jam 15. (2003). Diakses dari www. (2002). Susan. .Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperwawatan. (2011). 73. Edisi 5. Rigby. Mei 2003. Sejiwa. and Telljohann K. E. Columbia British Ministry of Education. Vol. .who. Focus on Bullying: A Prevention Program for Elementary School Comunities.Jakarta : Erlangga http://www. 174. Coloroso. Psikologi Remaja. Pada tanggal 10 April 2016 Wong.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Remaja. Jakarta : EGC LPPM STIKes Perintis Padang 38 . Serambi Ilmu Semesta. Dake A. Bullying. Buku Ajar Pediatrik. Psikologi Perkembangan. (2003). Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.Stop Bullying:Memutus Rantai Kekerasan Anak dari Prasekolah hingga SMU.50 WIB. The Nature and Extend of Bullying at SchoolJournal of School Health. Jakarta: PT Rineka Cipta Nursalam. Mengatasi Kekerasan di Sekolah dan Lingkungan Sekitar Anak. Jakarta: PT. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.republikapenerbit. (2001). Metodologi Penelitian Kesehatan. Universitas Islam Indonesia. (2005). (2007). Ken.int. Grasindo WHO Remaja dan Perkembangan. Hurlock. (2008). Jakarta: PT. Price H. 5.Bullying Among Young Children: A Guide for Teachers and Carers. (2009). James. Joseph. Naskah Publikasi. Diterjemahkan oleh: Santi Indra Astuti.com/artikel/ detail_info/408 pada tanggal 19 Juli 2014. Vol 1. No.

Sebuah kegairahan hidup. HB. Organisasi kesehatan dunia personality) prilaku dapat terganggu tetapi dalm (WHO) menyebutkan 17% pasien yang berobat ke batas-batas normal (Hawari. studi epidemologis menunjukkan bahwa angka 2013). Data incidence of depression in adolescents in the can in 2013 as many as 716 people.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 HUBUNGAN INTENSITAS BULLYING DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA REMAJA DI RSJ. Depression is estimated to affect 350 million people.. HB. Dengan penyesuaian diri (Nevid dkk. Gangguan mendalam dan berkelanjutan sehingga hilangnya depresisering dimulai pada usia muda. dan meningkat menjadi 8. Lubis.com Abstract Depression is a major mental health problem today. Prof. Sa'anin Padang in December 2015 through August 2016.Sa'anin Padang 2016. in 2014 as many as 971 people and in 2015 as many as 1344 people adolescents with depression in the hospital.3%) adolescents suffering from depression.000 (pvalue ≤ 0. tidak mengalami gangguan Majelis Kesehatan Dunia baru-baru ini meminta dalam menilai realitas (reality testing ability/RTA.3 persen untuk sekolah. 2001).Prof.as45@yahoo. 2005. mereka mengalami kesulitan untuk remaja (Carr. Sa'anin Padang pvalue = 0. HB. depresi selanjutnya diperkirakan prevalensi depresi pada mulai banyak muncul pada masa remaja Studi- populasi masyarakat dunia adalah 3% (Hawari. Survei yang dilakukandi 17 negara Depresi adalah perasaan (mood) yang ditandai menemukan bahwa rata-rata sekitar1dari 20 orang dengan kemurungan dan kesedihan yang dilaporkan memiliki episode depresi. bivariate analysis results was a significant relationship between the level of intensity Bullying Depression In Adolescents in Child and Adolescent Clinic RSJ . demikian. 2009). This research has been carried out in the Child and Adolescent Clinic RSJ. Saanin Padang totaling 157 people and the sample 60. intensity of bullying 1.5 Depresi pada remaja mempengaruhi prestasi persen. Keywords: depression. The sampling technique is purposive random sampling.. angka prevalensi ini meningkat mempengaruhi fungsi sosial dan kesulitan dalam sampai 25 persen (Steinberg. Para peneliti pada remaja menyebabkan resiko terjadinya menduga tingginya angka depresi pada remaja LPPM STIKes Perintis Padang 39 . This type of research is analytic with cross sectional design. 2007). And to further researchers to develop research on the factors that influence the rate of depression in adolescents using variables authoritarian parenting parents.HB. Health Survey conducted in 17 countries found that on average about 1 in 20 people are reported to have episodes of depression.com Email: wikasari@yahoo. Prof.The aim of research to determine the relationship of the intensity of bullying to the level of depression in adolescents in child and adolescent clinic RSJ. adolescents. Bila depresi ringan juga berkonsentrasi. SA’ANIN PADANG 2016 Asmawati 1. 2005) menyatakan depresi Amerika yang menderita depresi.05). The results of the univariate analysis found more than half (73. The population in this study were teenagers who were in Child and Adolescent Clinic RSJ Prof. 2002). setidaknya terdapat tiga juta remaja di Weissman (Nevid dkk. PROF.7%) of respondents who experienced bullying. The conclusion of this study is more than half (73. dokter adalah pasien dengan depresi dan Berdasarkan perspektif perkembangan. Indonesia Email: wati. Organisasi Kesehatan Dunia dan negara-negara masih baik). selain itu depresi juga diperhitungkan. HB. Sa'anin Padang. Prof. bahkan percobaan bunuh diri di Depresi diperkirakan mempengaruhi 350 juta masa dewasa. orang.3%) of respondents with depression and (56. HB. It is suggested that the hospital to carry out the provision of information on how the prevention of bullying that depression in adolescents can be reduced and can be tackled. prevalensi depresi untuk anak-anak adalah 2. Wika Maya Sari2 12 STIKes Alifah Padang. PENDAHULUAN depresi berat. 2012). kepribadian tetap utuh (tidak anggotanya untuk mengambil tindakan ke arah mengalami keretakan kepribadian/splitting of ini(WHO.

NTB 2. Saanin Padang. dan ancaman seringkali merupakan pancingan yang dapat mengarah ke agresi. Sa’anin Padang. 2002) sehingga mempengaruhi prestasi anak di sekolah. juta. Berdasarkan observasi data kejadian Depresi pada remaja yang di dapat pada tahun 2013 sebanyak 716 orang. Taylor (2006) Bullying bukanlah fenomena yang baru dan masalah ini telah lama didiskusikan. pada tahun 2014 sebanyak 971 orang dan pada tahun 2015 sebanyak 1344 orang remaja yang mengalami depresi di RSJ. Ejekan. Bullying merupakan salah satu bentuk perilaku agresi.. Variabel independen Penelitian oleh Hankin (2006) menyatakan (Hubungan Intensitas Bullying) dan variabel bahwa salah satu faktor kerentanan depresi pada dependen (Tingkat Depresi). hinaan.3 Padang 2016. Jawa Timur 2. kekerasan di sekolah.7 juta. Secara umum bullying adalah aktivitas sadar.Remaja kerap mendapatkan perilaku pengambilan sampel purposive random sampling. sulit untuk dikendalikan oleh korban. Bangka Belitung 2.5 juta.2 juta. Berdasarkan laporan Riset RSJ. Sulawesi depresi pada remaja di RSJ. 2013) penderita dilakukan pada remaja yang mengalami Intensitas gangguan jiwa berat di Sumatra Barat merupakan Bullying. anak tersebut mengalami kesulitan berinteraksi tuntutan akademis. Prof. Pengumpulan data remaja adalah kejadian hidup negatif yang menggunakan kuesioner dengan teknik menekan. dan tekanan sosial dengan lingkungan dan kesulitan berkonsentrasi (Newsweek. Prof. ancaman agresi lebih lanjut.bulan Juli 2015 sampai dengan Desember 2015 yaitu sebanyak 157 orang. Jumlah pasien yang mengalami Depresi di poliklinik Anak dan remaja yang didapat 6 bulan terakhir. Jenis penelitian analitik dengan peringkat kesembilan yaitu sebanyak 1.6 Juta. Jumlah 2. HB.05). disengaja dan keji yang bertujuan untuk melukai atau menanamkan ketakutan melalui ancaman agresi lebih lanjut dan menciptakan teror Menurut Coloroso (2006) bullying akan selalu melibatkan adanya ketidak seimbangan kekuatan. Prof HB. Penelitian bullying. METODE PENELITIAN penduduk yang Penelitian ini dilakukan pada bulan mengalami gangguan jiwa berat di Sumatra Barat Desember 2015 – bulan Agustus tahun 2016 di semakin banyak. dan teror. Penelitian ini Kesehatan Dasar (Rikesdas. pendekatan cross sectional. Data tersebut menunjukkan bahwa pasien depresi yang dirawat jalan semakin bertambah setiap tahunnya.9 juta. Bali 2.1 juta. dan kakak kelas. Jawa Tengah 2. Anak yang mengalami bullying akan menyebabkan depresi dan akan mengakibatkan LPPM STIKes Perintis Padang 40 .Perilaku dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data kekerasan ini dapat disebut dengan istilah primer dengan menyebarkan kuesioner. dan Sumbar 1.7 juta. Bivariat dengan menggunakan uji statistik chi- Bullying dapat dianggap sebagai kejadian hidup square dengan derajat kepercayaan 95 % (α = yang menekan sebab berkarakteristik negatif dan 0. teman sekelas.2 juta. Prevalensi gangguan jiwa di Indonesia Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) hubungan Intensitas Bullying dengan Tingkat 2013 adalah DIY 2. niat untuk mencederai. HB.9 juta.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 terkait dengan meningkatnya angka perceraian. Sa’anin Selatan 2. Seseorang dikatakan mengalami ini menggunakan analisis Univariat dan analisis bullying jika terkena ancaman secara berulang. seperti perilaku kekerasan Tekhnik pengumpulan data yang dipergunakan dari guru. Aceh 2.

Prof.diharapkan calon korban harus diberikan cara penanganan kepada remaja apabila ada suatu masalah yang langsung terhadap bullying.3 2 Tidak Depresi 16 26. Sa'anin Padang Tahun 2016 No Tingkat f (%) Depresi 1 Depresi 44 73. Sa'anin Padang 2016 Intensitas No f (%) Bullying 1 Bullying 34 56. HB. keterpurukan dan prilaku tersebut.1 2 5. menyakitkan.7 Jumlah 60 100.3 Distribusi frekuensi responden berdasarkan Intensitas Bullying dengan Tingkat Depresi pada Remaja 2016 Tingkat Depresi Intensitas Tidak P Depresi Total % Bullying Depresi Value f % f % Bullying 32 94. terjadi setelah mengalami peristiwa dramatis atau orang tua.0 Tabel 3.0 Bullying Jumlah 44 73. Jika bullying terjadi yang disayangi.0 Tabel 3.1 Distribusi frekuensi responden berdasarkan Tingkat Depresi pada Remaja di RSJ.0 1. Seseorang bisa jatuh dalam maka orang yang memiliki otoritas (guru) harus kondisi depresi jika ia terus-menerus memikirkan memberikan perhatian dan dengan tegas melawan kejadian pahit.7 2 Tidak Bullying 26 43. sehingga mengurangi prilaku bullying tersebut.3 Jumlah 60 100. remaja tersebut merasa minder dan lama- kelamaan remaja akan menjauh dari teman LPPM STIKes Perintis Padang 41 . murid untuk memperhatikan remaja menyedihkan. Depresi seusianya dan remaja itu akan merasa dirinya Depresi yang dialami oleh remaja dikarenakan tidak akan bisa seperti temannya yang lain. mereka harus menimpa untuk bisa menceritakan kepada orang. HB. diberikan pemahaman dan pengetahuan apa yang orang terdekat supaya tidak menjadi suatu beban harus dilakukan dan kepada siapa mereka harus mental yang mendalam.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 3. Prof. Bantuan dari luar Bullying terjadi karena remaja pernah sering berguna dalam mengidentifikasi penyebab dikucilkan oleh teman disekolah karena selalu bullying dan dalam merancang program untuk diantarkan kesekolah oleh orang tua.2 14 53.3 16 26.0 0.000 Tidak 12 46. suatu perasaan sedih yang sangat mendalam yang diharapkan kepada semua pihak seperti guru.8 26 100.9 34 100. mengadu ketika bullying terjadi.7 60 100. misalnya kehilangan seseorang agar bullying tidak terjadi. Siswa yang berpotensi menjadi peristiwa sedih yang menimpanya.2 Distribusi frekuensi responden berdasarkan Intensitas Bullying pada Remaja di RSJ.

Sumatera Utara. Jakarta: Tindakan agresif ini dapat berupa tindakan agresif Penerbit Erlangga. bullyingterhadap tingkat depresi pada siswa SMP. Tertindas. Cyber Bullying: Bullying in 30. Health Psychology 6th 4. Craig. (10 Desember 2015). W. Depresi Tinjauan dapat diartikan sebagai perilaku negatif berulang Psikologis. (2003).Smith and Sonia biasanya terjadi secara berkelanjutan dalam Sharp. M. REFERENSI Menurut Kerdiana (2015) intensitas Coloroso. Terdapat hubungan intensitas file:///G:/proposal%20ade/jurnal/New%20 bullying dengan tingkat depresi pada Remaja di Folder/wfmh_paper_depression_wmhd_20 RSJ. Infancy. S. LPPM STIKes Perintis Padang 42 . Bullying merupakan bentuk perilaku atau tindakan yang dilakukan dengan tujuan menyakiti perasaan korban yang dialakukan secara berulang- ulang dengan jangka waktu yang cukup lama. W. Adelar & Sherly Saragih). Bullying. Prof. 66. Depression: A Intensitas bullying.pdf. and adolescence: Development in pencemaran nama).England : Indevendence.6% mengalami depresi. Bullying merupakan bentuk perilaku Darmayant. dan siswa yang mengalami Craig. secara langsung (fisik maupun verbal) atau secara Steinberg. Jakarta: Serambi. mempersepsikan dirinya lebih kuat..Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 2. D. Manajemen Stres Cemas Bullying merupakan sub katagori dari tindakan dan Depresi. (2008). D.Sc. Dadang. (1991). 2009. chi tidak langsung (berupa psikologis seperti ldhood. (2007). siswa yang tidak mengalami bullying. sekitar 59. Depresi adalah keadaan patah hati atau putus asa yang disertai dengan melemahnya kepekaan terhadap stimuli tertentu. berupa pemaksaan atau usaha menyakiti secara Jakarta: Balai Penerbit FKUI.. Hubungan intensitas bullying dengan tingkat depresi dikarenakan remaja yang mengalami intensitas bullying akan meningkat depresinya. J. Peter K.7% mengalami depresi.Observation of Bullying in dengan tingkat depresi dikarenakan remaja yang heplaygroup and in the Classroom. Bulying Perspectives. Sa'anin Padang Tahun 2016. (20 mengalami intensitas bullying akan meningkat Januari 2016) depresinya. 2006. Kencana Pernada yang bermaksud menyebabkan ketidak senangan Media Group atau menyakitkan yang dilakukan orang lain oleh Riset kesehatan dasar. Nefi. Context. mengalami depresi. Pepler. 73. Perkembangan Remaja (terjemahan: Shinto B. Terdapat 56.. & Belsky. Penindas. And Atlas. sehingga korban Santrock. L.Jakarta: Balai Penerbit FKUI. fisik maupun psikologis terhadap seseorang atau Keliat.2006. (2001). intensitas sedang. Hawari. Sejahtera di Usia Senja. Pada SMU. New York: McGraw-Hill Taylor.2013:RIKESDAS satu atau beberapa orang secara langsung terhadap Routledge. 2003. Jakarta . Menurut peneliti hubungan intensitas bullying (2000). Bullying adalah bentuk bentuk perilaku Hawari. M. Adolescence terus menerus dalam keadaan terintimidasi. Manajemen Kasus sekelompok orang yang lebih lemah oleh Gangguan Jiwa: CHMN (Intermediate seseorang atau sekelompok orang yang Course). J. HB. Dadang. School Bullying: Insights and orang yang tidak mampu melawannya. (2012). 12. (2006). Bullying juga Lubis Namora. Gender Dan Depresi atau tindakan yang dilakukan dengan tujuan Pada Remaja. KESIMPULAN edition. mengalami depresi. USA and Canada : Simultaneously jangka waktu yang cukup lama. E. (2008).3% responden yang Global Crisis. (6 secara berulang-ulang dengan jangka waktu yang Desember 2015) cukup lama. Jakarta: EGC. sedangkan siswa yang the Digital Age 2nd edition. New York: McGraw-Hill. sebanyak Coyne. Barbara.Dkk.7% responden yang mengalami World Mental Health Day. Intensitas Bullying 5.Fakultas menyakiti perasaan korban yang dialakukan Psikologi Universitas Gadjah Mada. dan Penonton. Malden: mengalami intensitas ringan. (2011). Budi A. R.7% Blackwell. agresif. tingkat depresi cenderung tinggi. Resep Memutus Rantai ditemukan dari intensitas bullyingyang Kekerasan Anak dari Prasekolah Hingga meningkat.

The conclusion is there is a meaningful relation about workload with job stress nurses in Emergency Instalation of RSUP Dr. the demands of the task. more than half (65. petugas. This study aims to determine the Factors Associated With Job Stress Nurses in Emergency Instalation of RSUP Dr. pekerjaan dan konstribusi paling besar adalah faktor kondisi seseorang Stres kerja perawat kenyamanan dalam bekerja.4%) of respondents experienced a heavy workload. work stress. more than half (55. keperawatan. Hal ini akan menyebabkan stressor yang keperawatan.M. perubahan. LPPM STIKes Perintis Padang 43 .Djamil Padang 2016 with pvalue 0. nurses 1. proses pikir. Based on the results of research conducted by the National Care Association of Indonesia (PPNI) contained 50. The results of univariate in getting that more than half (61. work conflict.M. ketanggapan petugas.DJAMIL PADANG TAHUN 2016 Yuanita Ananda STIKes Alifah Padang Email : Yuanita_ananda88@yahoo. kondisi diantaranya ketersediaan/kelengkapan fasilitas ketegangan atau respon tubuh terhadap situasi terhadap mutu pelayanan rumah sakit.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PERAWAT DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUP DR.11 June 2016. kehandalan dan ketegangan emosi atau beban psikososial yang petugas dan salah satu faktor yang memiliki mempengaruhi emosi. This type of research is descriptive analytic with cross sectional approach.8%) of respondents experienced a heavy duty demands.Djamil Padang 2016.5%) of respondents experiencing work stress.M.com Abstract Nurses as the longest power contacts or associated with the patient and family.M. American National Association For Occupational Safety (ANAOS) put severe stress on the nurse comes out top in the first forty cases of stress on workers.M.Djamil Padang 2016.2% dengan waktu kerja yang cukup lama Kualitas pelayanan Rumah Sakit salah dapat menimbulkan ketidaknyamanan perawat satunya ditentukan oleh kualitas pelayanan dalam bekerja (Hamid. The population in this research is 55 nurses with the sampling technique used is total sampling as many as 55 nurses in the emergency instalation of RSUP Dr.Djamil Padang 2016. This research was din on November 2015-June 2016. Retrieving data using questionnaires. Kualitas pelayanan keperawatan di kuat pada perawat didalam lingkungan pekerjaan.9% of nurses who experience job stress. Keywords : workload.Djamil Padang 2016 (p>0. In bivariate there is a significant relationship between workloads with job stress of nurses in Emergency Instalation of RSUP Dr.006 (p<0.843) with job stress of nurses in Emergency Instalation of RSUP Dr.062) and job conflicts (p=0. 2001).05). This will lead to a strong stressor on nurses in the work environment.M.8%) of respondents did not experience labor conflict. Suggested the need for a balance between the ratio of nurses and patients who visit the emergency room so that the workload is felt not too heavy so as not to cause work stress in nurses. Rumah Sakit dipengaruhi oleh beberapa faktor Stres adalah suatu reaksi. There was no significant relationship between job demand (p=0. jumlah yang menimbulkan tekanan mental. PENDAHULUAN yaitu 89.05). karena pelayanan keperawatan Perawat sebagai tenaga yang paling lama merupakan bagian integral dari pelayanan kontak atau berhubungan dengan pasien dan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keluarga. Hal ini didukung oleh menyebabkan penurunan produktivitas. The data were analyzed using univariate with frequency distribution and bivariate using Chi Square test with a confidence level of 95%. more than half (53. while taken data was din on 25 Mei. rotasi staf di bangsal dan menemukan bahwa waktu kerja produktif perawat tingginya biaya perawatan kesehatan staf. penelitian Djuariah Chanafi (2005) yang ketidakhadiran.

M Djamil Padang berjumlah 55 Indonesia pada tahun 2011 terdapat 50. keinginan sore dan lebih sedikit pada shift pagi sedangkan untuk berprestasi kerja. Padang sangat besar setiap pergantian shift dinas. Dengan banyaknya jumlah pasien yang Kondisi ini dihadapi tanpa adanya penambahan masuk mengharuskan rumah sakit memiliki tenaga perawat mengingat rumah sakit ini perawat yang berkualitas dan berdedikasi tinggi. merupakan rumah sakit rujukan yang ada di perawat diharapkan memiliki kinerja yang baik wilayah Sumatera bagian tengah. memungkinkan terjadinya peningkatan beban LPPM STIKes Perintis Padang 44 . shift sore yaitu 8 samapi 9 orang dan shift Kondisi kerja perawat di instalasi gawat malam yaitu 7 orang. 2002). M Djamil Padang adalah istirahat akibat beban kerja terlalu tinggi serta 3 shift pagi sore dan malam.Djamil Padang tahun 2015 Occupational Safety menempatkan kejadian stres adalah 32104 orang dan 3 bulan terakhir pada perawat berada diurutan paling atas pada berjumlah 7763 orang dengan rincian bulan empat puluh pertama kasus stres pada pekerja Oktober yaitu 2769 orang.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Akibatnya setiap tahun sistem pelayanan Berdasarkan studi pendahuluan yang kesehatan menghabiskan 200 miliar dolar karena dilakukan peneliti pada bulan Januari tahun 2016 masalah ini (Mozhdeh. Jumlah sosial kerjasama antar petugas yang dapat kunjungan pasien ke IGD RSUP Dr. pasien. (2010) standar perhitungan kebutuhan perawat di RSUP Dr. hubungan antara rasio perawat dengan pasien. RSUP Dr. bulan November yaitu (Prihatini. 2008). yang dalam melayani kebutuhan pasien. Untuk rata-rata 88 orang Pendidikan milik pemerintah. Menurut Hariyati (Munandar. kurang perawat IGD RSUP Dr. Data tenaga perawat yang dinas di ruang dilakukan oleh Persatuan Perawatan Nasional IGD RSUP Dr. dkk.9% orang. RSUP Dr. shift sore 31 orang dan waktu yang tersedia maka akan menjadi sumber shift malam 26 orang (3) Bulan Desember 2015 stres (Ilyas. M. shift sore yaitu 1 orang dan tenaga perawat yang diperlukan dalam ruang IGD pada shift malam yaitu 2 orang. tuntutan pekerjaan tinggi jumlah perawat yang dinas pada shift sore lebih serta dokumentasi asuhan keperawatan sedikit dari pada shift pagi. Demikian juga dengan beban kerja baik secara Seperti data rata-rata kunjungan pasien dalam tiga kuantitas dimana tugas-tugas yang harus bulan terakhir pada setiap shift berikut : (1) Pada dikerjakan terlalu banyak atau sedikit maupun bulan Oktober 2015 rata-rata jumlah kunjungan secara kualitas dimana tugas yang harus pasien pada shift pagi yaitu 25 orang. sehingga tidak terjadi beban kerja yang tidak Fenomena yang terjadi di ruang IGD sesuai yang akhirnya menyebabkan stres kerja.Djamil Padang yaitu beban kerja Kondisi kerja berupa situasi kerja yang mencakup yang berlebihan dilihat dari ketidakseimbangan fasilitas. Jadwal dinas sering merasa pusing. M. peraturan yang diterapkan. M. M. Sedangkan pada ruangan Pre darurat (IGD) perlu diketahui agar dapat Op jumlah perawat yang dinas pada shift pagi ditentukan kebutuhan kuantitas dan kualitas yaitu 3 sampai 4 orang. rata jam perawatan yang dibutuhkan untuk Dari data tersebut didapatkan bahwa memberikan pelayanan langsung pada pasien kunjungan pasien ke IGD lebih besar pada shift melebihi dari kemampuan seseorang. Faktor yang mempengaruhi rata-rata kunjungan pasien pada shift pagi yaitu 27 stres kerja perawat Instalasi Gawat Darurat adalah orang. Bila orang dan shift malam 31 orang (2) Bulan banyaknya tugas tidak sebanding dengan November 2015 rata-rata kunjungan pasien pada kemampuan baik fisik maupun keahlian dan shift pagi yaitu 17 orang. 2011). 2015). kurang ramah.Djamil mengakibatkan ketidaknyamanan bagi pekerja. jumlah rata. M. dan bulan Desember yaitu 2778 Berdasarkan hasil penelitian yang orang. 2007). shift sore 35 orang dan shift malam 30 kondisi pasien yang selalu berubah. Rumah Sakit Umum Pusat yang ada di Sumatera jumlah jam perawatan per hari dan dilihat dari jam Barat dan merupakan rumah sakit umum tipe B efektif perawat perhari. lelah. Dr. terdiri dari 45 orang bertugas di triase. shift sore 36 dikerjakan membutuhkan keahliahan. orang. kunjungan pasien dari standar perhitungan Djamil Padang merupakan rumah sakit rujukan kebutuhan perawat IGD dibutuhkan 64 orang untuk wilayah Sumatera Bagian Tengah sehingga tenaga perawat. Djamil Padang merupakan IGD dilihat dari rata-rata jumlah pasien per hari. 2216 orang. orang.Djamil Padang yaitu 41 orang. M. Jumlah perawat yang penghasilan yang tidak memadai (Revalicha. 10 perawat yang mengalami stres kerja dengan gejala orang bertugas diruang pre operasi. 2013 dinas di Triase pada shift pagi yaitu 10 sampai 14 dalam Valarencia. Sedangkan jumlah perawat di memungkinkan selalu terjadi peningkatan jumlah IGD RSUP Dr. didapatkan jumlah pasien yang masuk ke ruang American National Association For IGD RSUP.

M Kemudian dari hasil observasi peneliti juga Djamil Padang pada tanggal 25-29 Januari 2016 menemukan beberapa perawat pelakasana mudah dengan melakukan wawancara langsung terhadap marah atau jengkel pada keluarga pasien yang 4 orang perawat yang bersedia dan berhasil di berkunjung melihat pasien dan komunikasi wawancarai. BB sangat ideal dan malahan banyak yang memiliki berat badan yang melebihi ideal. Jenis penelitian analitik sering terjadi perbedaan pendapat atau argumen dengan pendekatan cross sectional.M.Djamil Padang. memberikan asuhan keperawatan secara cepat dan Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tepat. Dari hasil observasi tersebut dapat meningkat seiring dengan kegawatan pasien yang disimpulkan bahwa perawat pelakasana di ruang masuk. Dr. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Konflik peran yang timbul dalam instansi yang dengan teknik pengambilan total sampling.Djamil Padang kurang kooperatif dan mudah marah atau jengkel.Djamil Padang dan 3 beban kerja dan tuntutan tugas yang tinggi. padahal perawat telah dilakukan peneliti pada perawat pelaksana di tersebut tidak terlihat melakukan pekerjaan. primer dengan menyebarkan kuesioner. peneliti untuk melakukan wawancara kepada Menurut hasil survey pendahuluan yang perawat yang lain saja dulu. 6 diantaranya mengatakan belum siap diwawancarai karena sibuk bekerja dan mengatakan tugasnya masih LPPM STIKes Perintis Padang 45 .Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 kerja dan tuntutan tugas pada perawat di IGD banyak yang belum diselesaikan serta menyuruh RSUP Dr. konflik orang lainnya cuti. 2 orang perawat mengatakan perawat dengan keluarga pasien tidak terjalin mengalami stres karena beban kerja yang sering dengan baik.05). Penelitian ini dilakukan pada kerja juga merupakan faktor yang dapat perawat pelaksana di ruang IGD RSUP menyebabkan stres kerja. Konflik kerja yang ditemui di (Beban kerja. Dimana pada saat peneliti mau melakukan wawancara lansung untuk pengambilan data awal terhadap 10 orang perawat. konflik kerja). faktor-faktor yang berhubungan dengan Stres Banyaknya pekerjaan yang harus Kerja Perawat di Ruang Instalasi Gawat Darurat dilaksanakan dan kondisi kerja di IGD yang (IGD) RSUP. Hal ini dipicu oleh Dr.Djamil Padang Tahun 2016. ruang Instalasi Gawat Darurat RSUP Dr. M.Djamil Padang. METODE PENELITIAN menimbulkan kecemasan atau stres pada perawat tersebut. dengan perbedaan Tekhnik pengumpulan data yang dipergunakan persepsi antara atasan dan bawahan yang dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data menyolok.M.M. mudah marah dan komunikasi kurang perawat IGD dituntut untuk harus bekerja atau baik. Sedangkan 1 bulan Juni 2016 dengan jumlah responden 52 perawat lainnya mengatakan bahwa disamping orang di IGD RSUP Dr. Penelitian Wawancara juga dilakukan dengan ini menggunakan analisis Univariat dan analisis perawat manager yang mengatakan bahwa tidak Bivariat dengan menggunakan uji statistik chi- ada lagi perawat IGD yang mengalami stres square dengan derajat kepercayaan 95 % (α = karena dilihat dari BB semua perawat memiliki 0. berbahaya dan menyangkut keselamatan atau nyawa pasien serta kebisingan dapat 2. Ruang IGD yaitu terkait dengan konflik peran. tuntutan tugas. Sedangkan dari hasil observasi yang dilakukan peneliti selama 5 hari didapatkan bahwa beberapa perawat pelaksana yang bekerja di ruang IGD RSUP Dr. M. Kemudian perawat tersebut mengatakan Penelitian ini telah dilakukan pada bahwa tingkat stres kerja perawat di ruang IGD minggu keempat bulan Mei sampai minggu ke 2 lebih tinggi dari pada di ruang inap. Variabel saat bekerja antara sesama perawat atau tim dependen (Stress Kerja) dan variabel independen kesehatan lainnya. memiliki standar ganda. Satu diantara perawat tersebut mengatakan IGD mengalami stres kerja karena memiliki stres yang diraskannya juga meningkat karena beberapa gejala stres kerja seperti kurang tuntutan tugas perawat IGD yang tinggi dimana kooperatif.

Djamil Padang Tahun 2016 Stres Frekuensi Persentase Kerja Tidak 20 38.7 6 33.8 Total 52 100.006 Jumlah 20 38.4 Distribusi Frekuensi Perawat Berdasarkan Stres Kerja di Instalasi Gawat Darurat RSUP.0 Tabel 3.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 3.3 18 100 Berat 8 34.2 Berat 28 53. M.4 Total 52 100.2 Distribusi Frekuensi Perawat Berdasarkan Tuntutan Tugas di Instalasi Gawat Darurat RSUP.0 Tabel 3.0 Tabel 3.2 34 100 0. M.6 Berat 34 65.5 Total 52 100. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 3.5 52 100 LPPM STIKes Perintis Padang 46 . DR. DR.8 26 65.2 Total 52 100. Djamil Padang Tahun 2016 Beban Frekuensi Persentase Kerja Ringan 18 34. M.8 Mengalami 23 44. DR. Djamil Padang Tahun 2016 Stres Kerja Beban Jumlah P Tidak Stres Stres Kerja Value f % F % F % Ringan 12 66.0 Tabel 3. DR.5 Stres stres 32 61. Djamil Padang Tahun 2016 Konflik kerja Frekuensi Persentase Tidak mengalami 29 55. M.3 Distribusi Frekuensi Perawat Berdasarkan Konflik Kerja di Instalasi Gawat Darurat RSUP. M.5 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Beban Kerja dan Stres Kerja Perawat Di Instalasi Gawat Darurat RSUP DR.5 32 61. Djamil Padang Tahun 2016 Tuntutan Frekuensi Persentase Tugas Ringan 24 46.1 Distribusi Frekuensi Perawat Berdasarkan Beban Kerja di Instalasi Gawat Darurat RSUP.

yang Beban kerja adalah kemampuan tubuh memperlihatkan bahwa sebagian besar perawat pekerja dalam menerima pekerjaan.0 21 75.5 32 61. Dr. Djamil Padang Tahun 2016 Stres Kerja Konflik Jumlah P Tidak Stres Stres Kerja Value f % f % F % Tidak Mengalami 12 41.2 menunjukkan bahwa tingginya jumlah kunjungan klien yang masuk lebih dari separoh (53.6 29 100 mengalami 8 34.8 24 100 Berat 7 25. dan beban kerja perawat yang rendah bahwa beban kerja perawat di IGD RSUP didapatkan pada 2 responden (6.Djamil Padang dalam kategori berat.2 23 100 0.0 28 100 0.5 32 61. mereka. Beban Kerja Perawat ruang IGD setiap hari (83%). M. setiap beban kerja yang situasi dan kondisi yang tidak mendukung bagi diterima seseorang harus sesuai dan seimbang perawat untuk lebih dapat menjalani aktifitas terhadap kemampuan fisik maupun psikologis pekerjaan yang tidak membebankan pada diri pekerja yang menerima beban kerja tersebut.5 52 100 Tabel 3. M.M.062 Jumlah 20 38.M. namun kenyataan bahwa sebagian Beban kerja yang dirasakan responden di perawat merasa jenuh dan kurang bersemangat IGD RSUP Dr.Djamil Padang lebih dari separoh (65. masuk secara berkelanjutan selama jam dinas.8%) responden mengalami LPPM STIKes Perintis Padang 47 .15%). ruang IGD RSUD Kabupaten Semarang sebagian Berdasarkan hal ini maka menurut analisa besar adalah tinggi yaitu sebanyak 27 responden peneliti terhadap penelitian ini adalah ditemukan (93. Perawat mereka lakukan dirumah sakit tersebut seperti menyatakan bahwa tingginya beban kerja yang selalu mengobservasi kondisi klien pada saat harus dilakukan demi keselamatan klien (87%).0%).6%) responden mengalami beban kerja ringan.4%) responden mengalami merupakan Rumah Sakit Tipe B milik pemerintah beban kerja berat.1 menunjukkan bahwa disebabkan karena RSUP Dr.8 15 65. Hal tersebut Berdasarkan tabel 3.843 Jumlah 20 38. Dengan yang diperoleh tersebut didapatkan bahwa lebih banyaknya jumlah pasien yang masuk banyak perawat di ruang IGD mengalami beban mengharuskan rumah sakit memiliki perawat yang kerja berat.M. berkualitas dan berdedikasi tinggi. perawat melaksanakan tugas delegasi dari dokter seperti pemberian obat secara intensif kepada 2. dan 12.7 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Konflik Kerja dan Stres Kerja Perawat Di Instalasi Gawat Darurat RSUP DR.6 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tuntutan Tugas dan Stres Kerja Perawat Di Instalasi Gawat Darurat RSUP DR.2 11 45. perawat Penelitian ini sejalan dengan penelitian diharapkan memiliki kinerja yang baik dalam Haryanti (2013) bahwa beban kerja perawat di melayani kebutuhan pasien. Djamil Padang Tahun 2016 Stres Kerja Tuntutan Jumlah P Tidak Stres Stres Tugas Value f % F % F % Ringan 13 54.4 17 58. dan perawat menyatakan bahwa Berdasarkan tabel 3. Dari sudut yang mengalami beban kerja berat tertuju pada pandang ergonomi. Tuntutan Tugas Perawat klien (84%).Djamil Padang dapat dilihat dalam melayani pasien atau aktifitas lain yang pada item pernyataan no 8.5 52 100 1. 11. Bagian Tengah sehingga memungkinkan selalu Berdasarkan persentase pada distribusi frekuensi terjadi peningkatan jumlah pasien.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Tabel 3. Sedangkan kurang dari separoh yang merupakan rujukan untuk wilayah Sumatera (34.

75%) tuntutan tugas berat yang dialami perawat IGD yang mengalami stres berat dan pada shift malam akan menyebabkan perawat merasa jenuh dengan terdapat 4 perawat (12. Konflik yang dirasakan seseorang frekuensi tersebut terlihat bahwa sebagian perawat tergantung dengan hubungan kerjasama atar rekan IGD RSUP Dr. karena banyak dan beragamnya tugas yang ada di Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian ruang IGD RSUP Dr.M. LPPM STIKes Perintis Padang 48 . menyatakan betis terasa pegal saat bekerja (76%). Hal ini yang berbeda tentang berat atau ringannya tugas terlihat dari tanda-tanda stres yang muncul antara yang dijalaninya.Djamil Padang seperti Shaulim dalam jurnal Revalicha tahun 2013 memberikan asuhan keperawatan dan menunjukan sebanyak 60% dari perawat Rumah melaksanakan tugas delegasi dari dokter. otot kaku saat/setelah Berdasarkan hal ini maka analisa peneliti bekerja (kaku leher). Sedangkan kurang dari separoh (38. Konflik Kerja Perawat keputusan yang buruk. kemudian yakni pada shift pagi terdapat 6 perawat (18.Djamil Padang dapat dilihat pada antar sesasama teman sejawat atau pun tim item pernyataan no 6. terhadap penelitian ini adalah ditemukan bahwa tangan terasa capek. tuntutan tugas berat. Stres Kerja Perawat separoh (43.M.4 menunjukkan bahwa membebani.Djamil padang mengalami kerja atau teman sejawat.5%) yang mengalami stres tugas yang diberikan bergantian setiap hari ringan. kehilangan konsentrasi atau tuntutan tugas perawat di IGD RSUP Dr. terjalinannya hubungan kerjasama yang baik dan Hasil penelitian ini berbanding terbalik kekompokan dalam bekerja serta saling dengan penelitian Nursetyaningsih (2014) di memberikan masukan terhadap sesama rekan RSUD Haji Makassar didapatkan bahwa lebih dari kerja. kecelakaan kerja sehingga pemberian lebih dari separoh (55. sakit perut/ nyeri ulu hati.M. 7.Djamil konsentrasi menurun dan merasa jenuh dalam Padang dalam kategori berat. Penelitian ini berbanding terbalik dngan hasil perawat merasa sakit perut/nyeri ulu hati saat penelitian Murharyati (2013) yang menunjukan bekerja (75%) dan perawat merasa otot kaku saat/ bahwa sebagian besar (88. Perawat kesehatan lainnya.8%) responden tidak asuhan keperawatan tidak maksimal yang dapat mengalami konflik kerja sedangkan kurang dari mengakibatkan rendahnya produktivitas separoh (44.M.5%) tersebut dan setiap orang juga memiliki persepsi responden tidak mengalami stres kerja. separoh (56. Berdasarkan persentase pada distribusi Menurut Mangkunegara (2013) Stres kerja frekuensi yang diperoleh tersebut didapatkan adalah perasaan menekan atau tertekan yang bahwa lebih banyak perawat di ruang IGD tidak dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan.Djamil berbeda-beda tergantung dengan tipe rumah sakit Padang. Sakit Umum Daerah Kabupaten Bengka yang banyaknya kesaling tergantungan antara tugas mengalami stres kerja berat dengan kesimpulan perawat dengan tugas profesi lain. dan 14.2%) responden mengalami konflik organisasi. Dari hasil persentase pada distribusi stres.1%) perawat di Ruang setelah bekerja (75%). kerja. mengalami konflik kerja. Hal tersebut dapat menimbulkan dampak terhadap kinerja keperawatan seperti pengambilan 3. apatis. lain betis terasa pegal. Hal ini disebabkan karena setiap lebih dari separoh (61. Hal tersebut terjadi Stres kerja yang dirasakan responden di IGD karena perawat saling berinteraksi dengan baik RSUP Dr.3%) menyatakan tuntutan tugas Berdasarkan tabel 3.2%) responden mengalami tutuntan sehingga akan menambah perasaan tertekan dan tugas ringan. Hal ini dihadapi karena Berdasarkan hal ini maka analisa peneliti banyak dan beragamnya tugas yang harus terhadap penelitian ini adalah lebih banyak dihadapi perawat di ruang IGD seperti ditemukan perawat yang tidak mengalami konflik memberikan asuhan keperawatan dan kerja dibandingkan dengan perawat yang melaksankan tugas delegasi dari dokter sehingga mengalami konflik kerja di ruang IGD RSUP membuat perawat merasa jenuh dengan tugas Dr.Djamil Padang.M.5%) responden mengalami rumah sakit memiliki tuntutan tugas yang stres kerja di ruang IGD RSUP Dr.M. Berdasarkan tabel 3. Hal tersebut terjadi karena Rawat Inap RSUD Sukorojo mengalami konflik banyaknya pekerjaan yang harus dijalani perawat dengan kriteria sedang. Hal ini disebabkan bekerja.3 menunjukkan bahwa kelelahan. Hal ini terjadi karena yang diberikan.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 tuntutan tugas berat. Sedangkan kurang dari menimbulkan rasa sakit hati diantara individu separoh (46.7%) perawat IGD menyatakan tuntutan tugas tidak membebani dan kurang dari 4. kurang konsentrasi. Konflik yang terjadi akan dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Dimana stres kerja yang dihadapi terhadap penelitian ini adalah lebih banyak perawat tersebut akan berpengaruh pada kualitas ditemukan perawat yang mengalami stres kerja kerja dan kesehatan perawat itu sendiri bisa jadi dibandingkan dengan perawat yang tidak terganggu.3%). Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian 5. stres kerja di IGD RSUP Dr.M. dibandingkan pada seseorang.M.0%). dibandingkan berkelanjutan selama jam dinas mengingat pasien pada responden yang tuntutan tugasnya ringan IGD adalah pasien gawat darurat yang yaitu (45.Djamil yang bermakna antara tuntutan tugas dengan stres Padang merupakan rumah sakit rujukan yang ada kerja perawat di Instalasi Gawat Darurat RSUP di Sumatera Barat. didapatkan pvalue sebesar 0. Tuntutan penelitian yang dilakukan oleh Haryanti (2013) tugas berat yang dirasakan perawat di IGD RSUP tentang hubungan beban kerja dengan stres kerja Dr. stres kerja pada perawat tersebut. Hubungan Tuntutan Tugas dengan Stres perawat berada pada tingkat kejenuhan yang Kerja tinggi akibat tingginya beban kerja yang harus Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilakukan demi keselamatan klien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan hal ini maka menurut analisa proporsi responden yang mengalami stres kerja peneliti terhadap penelitian ini adalah lebih banyak ditemukan pada responden yang diperolehnya proporsi perawat yang mengalami mengalami konflik kerja yaitu (65. Hal ini disebabkan karena 6. Djamil Padang Tahun 2016. mengobservasi kondisi klien ditemukan pada responden yang mengalami sesegera mungkin pada saat masuk secara tuntutan tugas berat yaitu (75. bahwa tuntutan tugas berat akan mempengaruhi Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil terjadinya stres kerja pada perawat.6%). M. maka tingginya jumlah kunjungan klien yang masuk dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan ruang IGD setiap hari karena RSUP M.2%).M. Hasil uji statistik (chi-square) membutuhkan pertolongan sesegera mungkin.Djamil Padang.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Berdasarkan hal ini maka analisa peneliti pada perawat.062 (p>0.M. M. DR.006 (p<0.05).M. dijalaninya. 2013) beban kerja yang banyak di sertai tuntutan dari pihak keluarga pasien menyebabkan perawat 7.05).843 (p>0. Hubungan Konflik Kerja dengan Stres harus selalu bergegas dan terburu-buru dalam Kerja melakukan tindakan keperawatan.Djamil Padang dibandingkan pada responden yang tidak banyak ditemukan pada perawat yang mengalami mengalami konflik kerja yaitu (58. responden yang beban kerjanya ringan (33. Djamil Padang Tahun tuntutan tugas berat.Djamil Padang banyak secara intensif. Berdasarkan hal ini maka menurut analisa Hasil uji statistik (chi-square) didapatkan pvalue peneliti terhadap penelitian ini adalah sebesar 0. 2005 (Dalam Haryanti.000. Maka hal ini akan memicu terjadinya Menurut Jauhari. Hasil uji beban kerja berat.Djamil Padang lebih banyak Menurut Robbins (2007) Tuntutan tugas ditemukan pada responden yang mengalami beban merupakan faktor yang dikaitkan pada pekerjaan kerja berat yaitu (65.05).M. kemudian Semarang didapatkan hasil bahwa terdapat kesaling tergantungan antara tugas perawat hubungan yang bermakna antara beban kerja dengan tugas profesi lain sehingga mengakibatkan dengan stres kerja perawat dalam kategori kuat kejenuhan bagi perawat terhadap tugas yang dengan pvalue 0. Hal ini berarti bahwa beban statistik (chi-square) diperoleh nilai pvalue kerja berat yang dirasakan perawat IGD akan sebesar 0.8%).Djamil Padang kerja dengan stres kerja perawat di Instalasi Gawat banyak ditemukan pada perawat yang mengalami Darurat RSUP DR. melaksanakan proporsi responden yang mengalami stres kerja di tugas delegasi dari dokter seperti pemberian obat IGD RSUP Dr. mengalami stres kerja di ruang IGD RSUP Dr. Hal ini mengindikasikan 2016. IGD RSUP Dr.Djamil Padang ditandai dengan banyak dan perawat perawat di IGD RSUD Kabupaten beragamnya tugas yang ada di IGD. dengan demikian dapat mempengaruhi langsung terjadinya stres kerja disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang LPPM STIKes Perintis Padang 49 . Hubungan Beban Kerja dengan Stres yang dilakukan Nursetyaningsih (2014) Kerja menyatakan terdapat hubungan yang yang Hasil penelitian menunjukkan bahwa bermakna antara tuntutan tugas dan stres kerja proporsi responden yang mengalami stres kerja di perawat IGD RS Haji Kota Makassar. maka dapat disimpulkan diperolehnya proporsi perawat yang mengalami bahwa ada hubungan yang bermakna antara beban stres kerja di IGD RSUP Dr.2%).

M. Mangkunegara (2013) mengatakan bahwa kemudian tuntutan tugas berat yang dialami pihak pemimpin organisasi perlu menganalisis perawat IGD akan menyebabkan perawat merasa dengan nyata konflik yang terjadi. Hal ini mengindikasikan Dr. kemudian Serta pasien IGD adalah pasien gawat darurat kesaling tergantungan antara tugas perawat yang membutuhkan pertolongan sesegera dengan tugas profesi lain sehingga mengakibatkan mungkin. M. M. pelaksanaan tugas.M.Djamil Padang ditandai dengan banyak dan dalam memberikan pelayanan kepada pasien. banyaknya kesaling tergantungan Sukoharjo dengan p value 0.Djamil Padang merupakan rumah sakit rujukan stres kerja pada perawat tersebut. Djamil Hal tersebut disebabkan karena RSUP Padang tahun 2016. yang ada di Sumatera Barat. Djamil Padang tahun 2016. Djamil Padang Tahun 2016. KESIMPULAN tuntutan tugas dengan stres kerja perawat di instalasi gawat darurat RSUP DR.M. tingginya jumlah kunjungan klien yang kejenuhan bagi perawat terhadap tugas yang masuk ruang IGD setiap hari karena RSUP dijalaninya. Tidak ada hubungan yang bermakna antara 4.Djamil Padang. Stres kerja yang dirasakan responden di terjadinya stres kerja pada perawat. kesehatan perawat itu sendiri bisa jadi terganggu.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 bermakna antara konflik kerja dengan stres kerja Lebih dari separoh tuntutan tugas responden perawat di Instalasi Gawat Darurat RSUP DR. konflik kerja yang dialami perawat akan Ada hubungan yang bermakna antara beban mempengaruhi terjadinya stres kerja. Konflik untuk wilayah Sumatera Bagian Tengah sehingga kerja yang dirasakan perawat yaitu tidak ada memungkinkan selalu terjadi peningkatan jumlah koordinasi kerja yang baik di rumah sakit.Djamil Padang karena tugas berat yang dirasakan perawat di IGD RSUP banyaknya pekerjaan yang harus dijalani perawat Dr.M. Djamil Padang tahun 2016. Hal ini mengindikasikan bahwa kerja.Djamil Padang. Djamil Padang tahun 2016. Tuntutan IGD RSUP Dr. Maka hal ini akan memicu terjadinya M. Sehingga hal tersebut memicu perawat diharapkan memiliki kinerja yang baik terjadinya stres kerja pada perawat IGD RSUP dalam melayani kebutuhan pasien. Hal ini terjadi karena terhadap penelitian ini adalah diperolehnya terjalinannya hubungan kerjasama yang baik dan proporsi perawat yang mengalami stres kerja lebih kekompokan dalam bekerja serta saling banyak ditemukan pada perawat mengalami memberikan masukan terhadap sesama rekan konflik kerja. tidak Hal ini berarti bahwa beban kerja berat yang adanya pembagian tugas yang jelas tiap ruangan dirasakan perawat IGD akan mempengaruhi dan mempunyai ketergantungan dalam langsung terjadinya stres kerja pada perawat. Djamil Lebih dari separoh responden mengalami Padang tahun 2016. Hal ini disebabkan karena banyak dan Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil beragamnya tugas yang ada di ruang IGD RSUP penelitian Murharyati (2013) yang menunjukan Dr. koordinasi kerja yang baik di rumah sakit.0001. Tidak ada hubungan yang bermakna antara Lebih dari separoh beban kerja responden konflik kerja dengan stres kerja perawat di berat di RSUP DR. Hal ini mengindikasikan stres kerja di RSUP DR. Dr.Djamil Padang seperti memberikan asuhan bahwa konflik kerja memiliki pengaruh terhadap keperawatan dan melaksanakan tugas delegasi stres kerja perawat di Ruang Rawat Inap RSUD dari dokter. Dengan banyaknya jumlah pasien yang adanya pembagian tugas yang jelas tiap ruangan masuk mengharuskan rumah sakit memiliki dan mempunyai ketergantungan dalam perawat yang berkualitas dan berdedikasi tinggi. tidak pasien.M. M. dan setiap hari bagaimana manajemen konflik agar berpengaruh Lebih dari separoh responden tidak positif bagi kemajuan organisasi atau pekerjaan. pelaksanaan tugas.M. instalasi gawat darurat RSUP DR. Sehingga hal tersebut memicu Dimana stres kerja yang dihadapi perawat tersebut terjadinya stres kerja pada perawat IGD RSUP akan berpengaruh pada kualitas kerja dan Dr. Konflik kerja dengan stres kerja perawat di instalasi gawat kerja yang dirasakan perawat yaitu tidak ada darurat RSUP DR.Djamil Padang merupakan Rumah Sakit bahwa konflik kerja yang dialami perawat akan Tipe B milik pemerintah yang merupakan rujukan mempengaruhi terjadinya stres kerja. apakah konflik jenuh dengan tugas yang diberikan bergantian tersebut fungsional atau disfungsional. LPPM STIKes Perintis Padang 50 . antara tugas perawat dengan tugas profesi lain. Djamil Berdasarkan hal ini maka analisa peneliti Padang tahun 2016. berat di RSUP DR.M. mengalami konflik kerja di RSUP DR. Djamil Padang tahun bahwa tuntutan tugas berat akan mempengaruhi 2016. beragamnya tugas yang ada di IGD.

ac. (2010). REFERENSI (http://jurnal. Panji. ejoural Musik Klasik Terhadap penurunan Stres Keperawatan (e-Kep). R. K/article/view/949 di akses tanggal 20 Alih bahasa oleh Palupi Widyastuti. Januari 2016 jam 13. Metodologi Penelitian Ilmu Fakultas Kedokteran Universitas Keperawatan edisi 3. Metodologi Penelitian Hawari.php/JM National Safety Consil. Faktor-Faktor yang International Journal of Stress mempengaruhi Stres Kerja Perawat Management. 2012. Surakarta: STIKes Kusuma Keperawatan. Jakarta: UI Organizational and Environmental Press.3. Hubungan Beban Kerja dan Tuntutan Tugas dengan Stres Kerja Nursetyaningsih. 1(1). Anoraga. Rencana Strategik Skripsi. Jakarta: EGC. Padang: pribadi dengan Stres Kerja Perawat IGD STIKes Indonesia RS Haji Kota Makassar. (2015). (2010). Djamil Padang.30 WIB) LPPM STIKes Perintis Padang 51 . Jakarta: PT Rineka Cipta. Skripsi.ac. Buku Saku Environmental . No 1 Gelsema. (2009).unimus. Efektifitas Terapi Kasih Gmim Manado. 2011. Ed. Manajemen Keperawatan pada Perawat di Instalasi Gawat Darurat dengan Pendekatan Praktis. Faktor-Faktor penyebab Kerja Dengan Stres Kerja stres kerja di ruang ICU Pelayanan Perawat Di Instalasi Gawat Darurat Jantung Terpadu Dr. Jurnal Mngunkusumo. 2003. 2013. 2014. Psikologi Kerja. Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah. Jakarta: Perawat Instalasi Gawat Darurat Dan Unit EGC Rawat Inap Di Rumah Sakit Pancaran Kurnianingsih dkk. M. UGM Pascal dkk. Atiek. Skripsi tidak dipublikasikan.Yaslis.20 WIB) Jakarta: EGC Notoatmodjo. Jakarta: Salemba Indonesia. Job Stress in the Nursing Munandar. Posding p/article/download/7446/6991.ac. 3. (Online) kerja perawat igd di rsud dr. (http://jurnal. Jakarta: Mangkunegara. Research Winter. Analisis faktor-faktor yang 12012010/article/viewFile/870/924) berpengaruh pada tingkat stres kerja Kurnianingtyas.s. no. dan Depresi. (2001). R. Nike Iranian Journal of Nursing and Midwifery Budhi Subekti. Ashar Sunyoto. Conditions and Job Characteristics.unimus. Goetheng (http://ejournal. Selviani. Patofisiologi. Tuntutan Peran dan tuntutan antar DR. Djamil Padang.. Hidayat. Manajemen Rineka Cipta. Perbedaan Tingkat Stres Kerja Keliat.Y.Occupational Factors. Devi. 2009. Skripsi. Hubungan Tingkat Stress Bandung: PT Remaja Rosdakarya Kerja Perawat dengan Adaptasi Stress Manuaba. Hubungan Antara Beban Muthmainah. Jakarta : (IGD) RSUP DR.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 5. 2011.php/psn Aiska. Faridah. Perencanaan Sumber Daya Makassar : UIN Alauddin manusia Rumah Sakit.id/index. 2015. 2008. Penerimaan diri pada perawat di rumah sakit jiwa grhasia wanita bekerja usia dewasa dini ditinjau yogyakarta. (2013). A. Yogyakarta: dari status pernikahan. Manajemen stres. vol 12. Vol 13. Penatalaksanaan stress. 222-240. Elizabeth J. Hubungan Tuntutan Perawat di Instalasi Gawat Darurat RSUP Tugas.unimus. Relationship Between Nurse's Stress And Corwin. Medika. Anwar Prabu. Jakarta.id/index. 2005. Manajemen Stres. Skripsi. Erlangga. tanggal 15 Februari 2016 jam 19. Balai Penerbit Nursalam. 2012. 2007.jk Taroenadibrata Purbalingga. (Online) Universitas Indonesia. diruang Rawat Inap RSUD Sukoharjo. M.Cipto RSUD Kabupaten Semarang. Dadang. 3(1). dkk. Hamid. Aprilia. diakses Konferensi Nasional PPNI Jawa Tengah. Murharyati. Universitas Muhammadiyah. Haryanti.php. 2010. 2012. 2014. Skripsi. Padang: Universitas Andalas Mozhdeh. Iin. Skripsi. 2013. 2014.id/index. PPNI Husada. Alih Bahasa. Psikologi Profession: The influence of Industri dan Organisasi. Sumber Daya Manusia Perusaan. Jakarta: Managemen Keperawatan. Soheila. Cemas Kesehatan. 2013. Ilyas.

Terry Looker dan Olga Gregson. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stres Kerja pada bagian Produksi Industri Mebel Pt.journal.id/ diakses pada tanggal 2 Februari 2016 jam 14.ac._B ab_I. Perilaku organisasi. Manajemen Sumber Daya Manusia. Peran perawat IGD. Soetomo Surabaya. 2012. Semarang. Sunaryo. Rahardjo. Tesis. Zulfam & Wahyuni. 2010.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Prabowo. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi. 2013.35 WIB). jakarta Siagian. 2(1). 2009.ac. P. Perbedaan Stres Kerja ditinjau dari Shift Kerja pada Perawat di RSUP Dr. http://etd. Jakarta: Rajawali Pers. diakses pada tanggal 8 Februari 2016 jam 10. Psikologi Keperawatan Ed 2. Skripsi. Selvia. 2007. Tesis. Chia Jiann Indonesia Furniture di Wedelan Jepara. Analisis Hubungan beban kerja dg stres kerja perawat di setiap ruang rawat inap RSUD Sidikalang. (2007). 2005. Persepsi Perawat terhadap Sistem Penilaian Kinerja dan Hubungannya dengan Kelengkapan Dokumentasi Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Krakatau Medika Cirebon. Yudha Fandy.unair. Jogjakarta: BACA! LPPM STIKes Perintis Padang 52 .pdf. S. (http://www. L.id/14777/2/3. (Online). UNNES Prihatini.30 WIB Revalicha. Prehalindo.D. Managing Stress Mengatasi Stress Secara Mandiri. Robbins S. 2007. Jakarta : Universitas Indonesia Saam.ums. Jakart: Bumi Aksara. Sumatera Utara: Fakultas Ilmu keperawatan Universitas Sumatera Utara.eprints. 2013. P.

Kabupaten Agam berdasarkan data tahun 2013 mencapai 25. 1.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 PENGEMBANGAN MODEL PEER SUPPORT INTERVENTION SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PERILAKU HIDUP SEHAT KLIEN HIPERTENSI Aria Wahyuni1. Sumatera Barat meskipun jantung. In the first year of research through five stages. peer Support Model and Self Care theory. namely the potential problem. merupakan kecamatan yang 33 provinsi yang ada di Indonesia tujuh menjadi prioritas dalam peanganan hipertensi di diantaranya memiliki prevalensi hipertensi Sumatera Barat (Profil MKS & Agam. Kecamatan hipertensi juga banyak ditemukan di pelayanan Mandiangin Koto Selayan dan Kecamatan kesehatan primer. Peer Model Support Intervention. prevalensi keseluruhan hipertensi dapat dicegah maka berkemungkinan untuk berdasarkan usia dan jenis kelamin didapatkan meningkat dikarenakan iklim di daerah ini sekitar 4% terjadi pada usia dewasa berusia 25 berpotensi meningkatkan hipertensi (Kemenkes.9% dari kerusakan beberapa organ seperti mata . Results of this research obtained through interviewing the four themes to the participants that is the ability to understand. Hal ini dibuktikan bahwa dari Tilatang Kamang. berada di urutan ketiga Kecamatan Tilatang Sampai saat ini. and 2 camat.cicihaziq@gmail. Efriza3 1 Program Studi Ilmu Keperawatan 2&3 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat STIKes Fort De Kock Bukittinggi ariawahyuni@gmail. This research was conducted by the Research and Development (RD). tahun keatas dan prevalensinya ada pada jenis 2013). dan otak hingga kematian oleh LPPM STIKes Perintis Padang 53 . and manage hypertension and the necessity of the presence of peer support in helping to improve the healthy behavior.com. particularly by helping people to motivate hypertensive selfcare. The four models and this teory is designed with a name Peer Support Intervention Models. while in the health workers obtained the importance theme of peer support officer to hypertensive patients. PENDAHULUAN prevalensi hipertensi mencapai 22 % yang artinya masih dibawah prevalensi Indonesia bila tidak Secara global. validation with an expert and revise the model design. and from interviews with the district head was found that the government remains concerned in reducing hypertension. respond. model design planning. after that. kelamin laki-laki. literature. Health Promotion models.com Abastract The purpose of this research is to produce and develop a model of peer support intervention as an effort to increase healthy behaviors of client hypertension. the results agreed and concluded that the model of peer support is modified with four theories that Health Belief Model. ginjal. 2013). The result of this interview conducted by literature study to design the model design and validated from an experts. rizamaswar@gmail. melebihi prevalensi Indonesia pada umumnya Hipertensi memberikan banyak dampak mulai dengan rentang 26. 2014). 5 people of family. Sumatera Barat dimana Kecamatan Mandiangin Indonesia merupakan salah satu negara ikut serta Koto Selayan angka kejadian hipertensi tertinggi dalam meningkatkan prevalensi hipertensi dengan jumlah 3081 jiwa. 6 health centers. Results from research on the family obtained their psychological response of family and the importance of providing family support. (Kemenkes.8%. Cici Apriza Yanti2.4% sampai dengan 30.com.Prevalensi hipertensi paling tertinggi ada di wilayah Afrika dengan angka lebih Kejadian hipertensi di Bukittinggi berada diurutan dari 40% dan prevalensi terendah berada di keempat dari penyakit tidak menular yang ada di Amerika dengan angka 35% (GHO. hipertensi masih merupakan Kamang menduduki urutan pertama dengan tantangan besar di Indonesia dikarenakan jumlah 4455 jiwadi tahun 2014. 2014). Peer Support Intervention Models in second year will be tested in two districts by comparing urban and rural communities. The study was conducted in the District Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi and rural area in Agam Tilatang Kamang with 21 sample as participants in hypertensive patients. Keywords: Hypertension. which through ten stages over two years.

kalau ndak makan yang bersantan. merancang desain. suka makan yang berlemak. P17. 3. P15 “keluarga juga ada yang suatu metode penelitian yang digunakan untuk tensi tinggi turunan dari bapak dan turunan ibu menghasilkan suatu produk atau model tertentu bahkan sampai meninggal dengan tensi tinggi” dan menguji keefektifan produk atau model P11 “kalau saya sih alhamdulillah tidak pernah tersebut(Sugiyono. dan minum validasi pakar Keperawatan Medikal Bedah. Pasien Hipertensi: hipertensi (Moser & Riegel. pusing.Penatalaksanaan hipertensi ada dua yaitu bahkan muntah” secara farmakologis dan non farmakologis akan P5. 2011).Hipertensi 1. Setelah data didapat maka berpendapat langsung mengambil obat herbal tahap selanjutnya adalah studi literatur dan yang diolah sendiri. tenaga kesehatan. P6.Alat ukur yang P8 “hipertensi menyebabkan kematian” digunakan adalah angket wawancara menggunakan indepth interview dengan Dalam hal penanganan hipertensi sesaat partisipan pendekatan Collazi. darahnya. P12-P21 “apabila banyak yang difikirkan itu langsung cepat sekalai tensi naik” 2. tentang keadaan psikologi yang dirasakan. tahun menggunakan pil KB tidak pernah putus”. kuduk terasa kaku” hidupnya (Lueckenote & Meiner. Hampir semua partisipan menjawab perubahan gaya hidup (Lueckenotte & Meiner. P10. P1-P10. P3 dan P7 “kalau tensi tinggi ditambah mual 2006). P16. tekanan darah tinggi dan tidak merasa perlu untuk P1 – P21 menyatakan “saat ini (darah tinggi) sakit mengatasi faktor risiko dan mengubah gaya kepala. namun yang buat tensi dimulai dengan potensi dan masalah. Respoden dalam penelitian ini pada tahap Semua partisipan berpendapat bahwa hipertensi potensi dan masalah sebanyak 21 orang dapat menyebabkan komplikasi bahkan kematian responden. dan masyarakat). pengambilan sampel secara purposive di dua “banyak yang stroke itu asalnya dari darah kecamatan rural (Kecamatan Tilatang Kamang) tinggi” dan urban (Mandiangin Koto Selayan) yang P21 “darah tinggi juga menyebabkan mata kita merupakan daerah binaan STIKes Fort De Kock jadi buta” Bukittinggi. validasi desain model. Kemampuan Pasien dalam memahami disebut thesilent killer karena penyakit ini tidak Hipertensi (Pengetahuan).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 karena itu seseorang yang telah mengalami Masyarakat untuk menciptakan model peer hipertensi harus mampu mengontrol tekanan support intervention. dan 2 orang camat dengan P1-P21 “tensi tinggi dapat menyebabkan stroke”. dan Kesehatan LPPM STIKes Perintis Padang 54 . istirahat. namun ada bervariasi bahkan diperkirakan banyak dari penderita hipertensi kadang-kadang tidak ada keluhan yang terasa saat tidak menyadari bahwa mereka mengalami tekanan darah meningkat. Pada tahap pertama ini punyak banyak fikiran. 5 orang keluarga responden.Penatalaksanaan non farmakologi ini keturunan. P20 “kadang-kadang tidak ada keluhan tetapi penatalaksanaan yang utama dan ampuh yang terasa” an kadang-kadang tidak ada untuk hipertensi adalah penatalaksanaan yang bersifat nonfarmakologis yaitu pengendalian Kemampuan partisipan mengenali penyebab faktor resiko peningkatan tekanan darah berupa hipertensi. berlemak atau ndak Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bergulai itu kurang enak terasa” Research and Development (RD). revisi model hingga menetapkan desain awal model. studi saya tinggi selama ini karena saya selama 25 literatur. METODE PENELITIAN P1-P21 “makanan di minang ini enak-enak. 6 orang tenaga kesehatan. membutuhkan dukungan untuk dapat terlaksana dan pakai Pil KB seperti pernyataan berikut : seperti peer support (sesama klien hipertensi. pijat. kolesterol. Tahapan penelitian ini dimulai P16 “ada juga bisa menyebabkan sakit ginjal” dengan penelitian kuantitatif. RD merupakan P5. HASIL PENELITIAN Hipertensi merupakan pintu awal untuk penyakit Hasil dari wawancara ini didapatkan tema pertama penyerta yang berakibat fatal dan dapat yaitu: menurunkan kualitas hidup seseorang dengan A. keluarga. 2006). 2008). menyebabkan gangguan pada awalnya akan tetapi Hampir semua partisipan merasakan tanda dan bisa mengakibatkan kematian sehingga gejala yang sama. obat serta ke puskesmas untuk memeriksakan diri Keperawatan Komunitas.

12.6“pernah mengatur makanan tapi ndak P1-P12 “pergi ke dokter apabila kalau sakit saja ngaruh akhirnya ndak pernah lagi diet” kalau badan tidak begitu terasa sakit kenapa P8. ada yang berpendapat tidak perbanyak istirahat.3 “Aduh saya takut minum obat kebanyakan. P 19 “Periksa ke puskesmas” petugas kesehatan tersebut Partisipan juga berpendapat bahwa banyak P1-P12.P18-P21 “biasanya langsung minum obat nasihat untuk memperhatikan hipertensi akan hipertensi” tetapi banyak dari partisipan tidak mematuh saran P17. malas pergi.8.3. P4. 20.10“……saya susah menghilangkan fikiran puskesmas maupun yang lainnya” “kalau datang negatif.21 “tidak tahu kalau berat badan ada P16 “ada ke dokter spesialis” mempengaruhi dengan tekanan darah” P14.18 “tidak ada yang pergi mengantar ke diet tensi berat badan saya normal” dokter” P20.20“sebenarnya sudah bosan dengan P1.21 “ke dokter itu yang paling malas” Sebagian besar partisipan berpendapat bahwa Pendapat partisipan tentang meminum obat hipertensi disebabkan oleh stress namun apabila hipertensi yaitu banyak yang tidak rajin minum stress tidak diatasi maka hipertensi tidak dapat obat. takut kebanyakan minum darah tapi ndak kuat suka lemas dan langsung obat.6. Kemampuan mengelola hipertensi secara bermanfaat” fisik dan psikologi (Perilaku dan gaya hidup) P3. kalau P15.11.17 “setiap sabtu ada penyuluhan di puskesmas tentang hipertensi dan sangat 3. P3. minum obat ditangani juga tensi tidak turun P17. 9. P5 “rilekskan badan dan bawa istirahat P19.7.2. tidak nafsu makan” P1.21 “saya rutin minum obat.18“kenapa harus mengatur makanan untuk P13. takut kebanyakan minum obat.21 “tidak pernah mendengar kalau sudah ada acara baralek (pesta)” penyuluhan tentang hipertensi baik itu dari P17.18. dun salam.5.13. Hampir semua tekanan darah” partisipan berpendapat tidak pernah kontrol. badan jadi enak” sejenak serta tenangkan diri” P2. partisipan juga berpendapat wuluh dan banyak lagi” bahwa petugas kesehatan juga sering memberi P16.15 “ada dengar penyuluhan tapi Kemampuan mengelola hipertensi peneliti tidak paham” “sering lupa juga apa yang menemukan dua cara yaitu secara fisik dan dijelaskan” psikologis. (Sikap) Pendapat partisipan banyak mengeluarkan Pertanyaan yang mengarah kepada sikap pasien pernyataan yang berbeda seperti berikut : terhadap hipertensi “apakah ibu/bapak rajin P2. kurangi stress.4.16. kadang suka lupa juga” P1.9.14.15.18.2. belimbing petugas kesehatan.. tentang hipertensi. P6-P15 “langsung minum herbal seperti Partisipan juga menyikapi bagaimana peran daun binahong. Kemampuan secara fisik yaitu mengontrol diet dan aktivitas sedangkan secara 2. 19 “pergi ke puskesmas kalau sudah tidak sudah kebiasaan dan enak” tahan lagi” P15.10. 19. 17.11“makanan orang minang bersantan dan harus ke dokter” belemak jadi susah untuk mengatur diet soalnya P17.11“kalau sudah banyak makan berlemak obat” langsung minum obat.7-14“ndak pernah diet untuk menurunkan memeriksakan diri ke dokter?”. dan rajin kontrol” pernah mendengar penyuluhan dan ada juga P1.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 P1.6.7“susah kurangi makan berlemak apalagi P5. Kemampuan dalam menyikapi hipertensi psikologis yaitu bagaimana cara mengelola stress. keadaan saat ini” takut komplikasi ke yang lain” P7-P12“memikirkan anak karena sudah tua jadi P4-16 “saya tidak rajin minum obat darah tinggi” anak sudah tidak tinggal dengan kita” “minum obat juga tensi ndak turun selamanya” LPPM STIKes Perintis Padang 55 .” ke puskesmas hanya sekedar periksa dan dapat P4. dan tidak ada yang pergi mengantar. seledri. P5 “terkadang saran dari petugas tidak berpendapat pernah mendengar penyuluhan dipatuhi” P2. 16 “saran petugas kesehatan diantara mereka yang tidak tahu secara detail kurangi makan berlemak.10.18“ada menjalani diet supaya turun tekanan sakit saja.

5. kasih sayang.18 “saya jarang bercerita ke teman saya” P21“tidak ada tempat untuk meluapkan stress” P2. Berikut hasil wawancara terhadap dukungan sesama memberikan manfaat dan keluarga: partisipan meminta agar dapat difasilitasi adanya P1“sebagai keluarga kami selalu memberitahu wadah untuk berkumpul tentang apa itu tekanan darah tinggi” P2“membantu mencari informasi tentang pengelolaan hipertensi” LPPM STIKes Perintis Padang 56 .17“pergi cari tempat curhat” P1.20.10“ketemu sama teman yang sesama P21“suka menangis sendiri” hipertensi bisa buat pengetahuan bertambah” P16. P19. Keluarga: P15-18 “kalau olahraga disini setiap sabtu jadi 1.10“kalau kita ketemu paling di posyandu sebagai olahraga.21 “berkumpul dengan sesama hipertensi keluarnya dan meyakini adanya pertolongan dari dirasakan aman untuk menurunkan tekanan darah Allah SWT sehingga pendapat partisipan banyak karena berasa ada sakit yang sama” membawa zikir dan tawakal membantu meringankan beban fikiran selama ini.20. Peer Support Tentang dukungan keluarga yang diberikan pada Pendapat partisipan tentang peer support pasien hipertensi adalah berupa dukungan (dukungan sesama) didapatkan hasil bahwa informasi. bingung dan sedih Efek yang dirasakan akibat olahraga partisipan selain itu keluarga mengemukakan pendapat ada yang P5“kaget mendengar orang tua darah menguntungkan danada yang merugikan diri tinggi”“sedih juga melihat bapak harus sendiri mengurangi makan berlemak” P3“sempat ndak percaya juga”“terkadang suka P18“takut olahraga nanti kecapekan” dibuat sedih” P1-P6.21 “olahraga bikin enak badan dan P2“Bingung kalau sudah hipertensi segar” P1“bingung merawatnya” P7-14 “habis olahraga badan terasa sakit-sakitan P4“nanti tidak patuh malah tambah beresiko” sehingga tensi ikut naik juga” 2.8.9“percaya diri untuk merawat diri sendiri” menyediakan hari dan tempat untuk memfasilitasi masyarakat untuk olahraga tidak hanya lansia saja Harapan partisipan agar bisa dapat berkumpul namun orang dewasa ikutserta dalam kegiatan antar sesama teman bisa difasilitasi oleh pihak olahraga. dukungan penghargaan dan dukungan partisipan membutuhkan dukungan sesama.2.Bagi yang tidak lansia datang olahraga partisipan berpendapat bahwa dengan melakukan kerja di rumah sudah dianggap P8.Ada juga partisipan berpendapat bahwa tenaga kesehatan karena selama ini tidak ada olahraga setiap hari sabtu tidak sempat datang tempat bahkan hanya memanfaatkan posyandu karena harus berjualan di pasar. Manfaat yang dirasakan partisipan apabila dapat berkumpul sesama hipertensi adalah seperti P1-P21“dibawa zikir”“tawakal dan pasrah saja” pernyataan berikut P1“pergi rileks dan rekreasi” P2.20.16“kalau sudah bayak fikiran maka susah P1. P19.9“berharap ada fasilitas tempat kumpul” P1-P6.9 “saya sering bercerita ke sesama teman untuk dilupakan” tentang hipertensi ini” P1-P6 “Banyak fikiran buat kepala jadi sakit” P16. Dukungan Keluarga 4. Respon Keluarga: ndak punya waktu untuk olahraga” Hasil yang didapatkan pada wawancara keluarga yaitu keluarga merasa kaget.21 “olahraga seminggu sekali di P1.8.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 P13.20.21“selama ini tidak ada tempat untuk posyandu lansia” bertukar pendapat” P7-14“kadang malas pergi olahraga sebagai gantinya kerja di rumah saja” B. lansia dua kali seminggu” P5.10 “butuh teman untuk bercerita tentang hipertensi paling tidak tahu bagaimana cara Partisipan yang diteliti semuanya beragama islam mengatasi hipertensi” jadi partisipan meyakini setiap masalah ada jalan P20.21“melihat orang jadi termotivasi untuk sembuh” Tempat penelitian ini semua puskesmas P5.

5“memberikan perhatian dan memantau minum obat” DISKUSI C. Salim dan Hamajima (2014) didapatkan Ada dua orang camat yang yang dilakukan bahwa 65% pasien hipertensi memiliki wawancara dan dari hasil wawancara didapatkan pengetahuan yang baik terhadap hipertensi dan 35 bahwa dari pihak pemerintahan sangat peduli % yang berpengetahuan rendah. Lalani. Penelitian yang ini banyak berlemak kalau masyarakat kita tidak sama dilakukan oleh Almas. P1 “Kami pihak puskesmas sudah sering meminta dan ketrampilan pasien dalam mengelola masyarakat rajin kontrol” hipertensi serta merasa penting adanya peer P2 “untuk memudahkan masyarakat kami juga support. Hasil survei terhadap Kecamatan kami rajin meminta masayarakat untuk kontrol didapatkan pentingnya manajemen stress dan gaya paling ga tekanan darah” hidup sehat yang belum ada oleh masyarakat yang menderita hipertensi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Malik.Survei dilakukan kepada keluarga membuat kelompok senam lansia” didapatkan hasil berespon terhadap anggota P3-4 “masyarakat juga diminta untk ikut keluarga yang menderita hipertensi dan posbindu” memberikan dukungan yang maksimal kepada P5-P6 walaupun kami tidak punya posbindu tapi keluarga.5“membantu membuat obat herbal” P2 “kami sangat mendukung kalau ada yang bisa P1.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 P4.3.2.2. Godil. mampu merubah gaya hidup maka akan Samani. Kepedulian Pemerintah Erkin. sikap. namun ada bervariasi bahkan kadang- dan kami pun memberi umpan balik” kadang tidak ada keluhan yang terasa saat tekanan P5 dan 6 “Puskesmas yang ada di sini selalu rutin darah meningkat.3. mengajak masyarakat untuk mengikuti penyuluhan Pengetahuan P1.4“mengantar ke puskesmas dan dokter” mengajarkan masyarakat tentang cara mengelola P2. Peran Petugas Puskesmas Tahap penelitian tahun pertama dalam Pihak pemegang program di puskesmas sebanyak mengembangkan model peer support intervention 6 puskesmas yang didapatkan hasil bahwa upaya dilakukan survey awal terhadap kebutuhan puskesmas kepada pasien hipertensi sudah banyak responden untuk mengidentifikasi kebutuhan akan namun puskesmas juga mengaku masyarakat dukungan sesama.4.4 “program penyuluhan puskesmas saat ini sangat banyak terkait dengan penyuluhan Hasil wawancara yang didapatkan adalah hampir terutama hipertensi kami meminta agar semua partisipan merasakan tanda dan gejala yang masyarakat datang dan mengikuti penyuluhan sama. Pengetahuan masyarakat memiliki beban hidup yangbanyak merupakan Pengetahuan adalah informasi atau yang bisa buat stress dan akhirnya hipertensi” maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang yang diperoleh dari hasil pembelajaran LPPM STIKes Perintis Padang 57 . Sedangkan survei ke Terkait dengan adanya penyuluhan kesehatan.5“memberi ongkos ke puskesmas” stress dengan baik” P1.3. Lebih lanjut dalam menurunkan hipertensi dan berharap agar penelitian ini menjelaskan pengetahuan akan masyarakat dapat merubah gaya hidup dan mempengaruhi dalam perubahan perilaku mengelola stress dengan baik hipertensi sehingga pendidikan edukasi sangat P1 “seperti kita ketahui bahwa makanan kita saat disarankan dalam penelitian ini. kalau sudah makan suka lupa” merubah perilaku hidup sehat pasien hipertensi sangatlah susah dan mengakibatkan pasien P1 “sehubungan dengan ekonomi saat ini hipertensi tidak terkontrol. dan Khan (2012) tentang pengetahuan berdampak buruk” “masyarakat suka lupa kalau pasien hipertensi akan tetapi penelitian ini tentang makanan” respondennya hampir dari sebagian memiliki P2 “di kampung ini orangnya suka makan pengetahuan yang rendah sehingga dalam bersantan. D. Yorsida. Partisipan banyak yang tahu tiap kamis memberikan penyuluhan hipertensi” tentang bahaya dari hipertensi. Hasil penelitian yang kalau tidak mersakan sakit maka tidak datang didapatkan dari survei terhadap responden yang untuk berobat mengalami hipertensi adalah pengetahuan.3. puskesmas didapatkan hasil sikap masyarakat puskesmas memiliki program penyuluhan rutin kurang baik (kurangnya kepatuhan pasien namun puskesmas mengaku agak sedikit kesulitan responden) susah mengatur gaya hidup).

kelompok dan masyarakat (Edelman & Mandle.Penelitian yang dilakukan oleh Klinism kesehatan dan kelompok pendukung. dibagi dalam dua kelompok terdiri dari 58 partisipan Pendapat partisipan tentang peer support untuk kelompok intervesi dan 40 partisipan untuk (dukungan sesama) didapatkan hasil bahwa kelompok kontrol. takut intervensi keperawatan yang melibatkan klien. selain dari penderita yang berkumpul Lang. tidak sehat seperti tidak mampu mengelola stress. pendukung dalam bentuk dukungan sosial seperti kelompok sebaya dan kelompok pendukung Perilaku dan Gaya Hidup lainnya yang dapat membantu dan mendukung dalam mengendalikan faktor risiko berupa Kemampuan mengelola hipertensi peneliti modifikasi atau perubahan pola hidup menjadi menemukan dua cara yaitu secara fisik dan perilaku yang sehat. Kemampuan secara fisik yaitu Murdaugh dan Parsons (2002) yang menyebutkan mengontrol diet dan aktivitas sedangkan secara bahwa dukungan sosial dapat mempengaruhi psikologis yaitu bagaimana cara mengelola stress. keluarga. Materi yang diberikan sekelompok sesama penderita hipertensi dimana oleh kelompok intervensi antara lain what you ada harapan saling berbagi pengalaman tentang need to know high blood pressure. bahwa meskipun pengetahuan pasien baik namun dan tidak dapat mengontrol makanannya. Markaki. Penelitian ini dilakukan setelah dilakukan intervensi oleh suatu peer bersamaan dengan peer support efektif support berupa intervensi yang dilakukan oleh menurunkan tekanan darah di komunitas kelompok pendukung. cara penanganan dan pengontrolan yang dilakukan oleh Samal. dibutuhkan adanya menjadi tidak terkontrol. sikap dan kepercayaan tidak baik tekanan darah Berdasarkan hal tersebut. kelompok relaksasi. Sembilan minggu dibagi partisipan meminta agar dapat difasilitasi adanya menjadi empat minggu pemberian materi dalam 6 wadah untuk berkumpul. Greiseneggger.dan seseorang bersikap Schubert dan Thomas (1999).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 (Notoatmodjo. Partisipan yang dilakukan penelitian adalah penduduk dewasa Meksiko yang Peer Support menderita hipertensi yang berjumlah 98. Program peer support dengan partisipan membutuhkan dukungan sesama. Menurut Stanhope dan Lancaster (2004).Hal ini didukung oleh Pender. Galanakes. hipertensi. pendekatan kelompok pendukung dilakukan dukungan sesama memberikan manfaat dan selama 9 minggu. Kelompok sebaya adalah cara yang efektif dan kuat untuk memulai dan Sikap melaksanakan perubahan bagi individu. (2009) terhadap penderita hipertensi di Meksiko Penelitian Su et al (2013) cara menurunkan Amerika. menunjukkan adanya perbedaan yang tekanan darah pada pasien hipertensi yaitu dengan bermakna terhadap pengontrolan hipertensi memodifikasi gaya hidup. perilaku kesehatan yang dapat menekan angka Hasil penelitian ini sejalan dengan dilakukan oleh kejadian lebih lanjut. malas pergi. Peer support sebagai sesi. menyebutkan didasari dengan rasa percaya. dan tidak ada yang pergi masyarakat dan kelompok yang berisiko tinggi mengantar. Survei tentang sikap tentang hipertensi didapatkan 2006). seperti kader kesehatan.Berdasarkaan penelitian sakitnya. kontrol atau memeriksakan diri ke kelompok teman sebaya. Sikap sangat erat hubungannya melalui pembentukan kelompok. kelompok nutrisi. Iyalomhe dan Iyalomhe (2010) gaya hidup pasien yang mengalami berawal dari gaya hidup yang Penelitian yang dilakukan oleh Balcazar et al. Lalousheck (2007) pasien yang terkena juga dibantu dengan kelompok pendukung lainnya stroke berawal dari kurangnya pengetahuan pasien seperti keluarga. salt and LPPM STIKes Perintis Padang 58 . dan minggu terakhir salah satu intervensi yang diberikan kepada sebagai minggu evaluasi. Symvoulakis (2014) menjelaskan bahwa kepercayaan dan sikap Menurut Lumbantobing (2008). selain itu seseorang penderita yang dilakukan oleh Sibouhi (2011) disampaikan hipertensi juga erat kaitannya dengan psikologis. Tsimtsou. psikologis. kalau sakit saja.Begitu juga penelitian pengobatannya.Hitchcock. 2007). empat minggu follow up. kelompok pendidikan dokter. Partisipan bermacam bentuk kelompok seperti kelompok mempercayai bahwa kalau sakit saja baru pergi fitness. hasil hampir semua partisipan berpendapat tidak proses kelompok merupakan suatu bentuk pernah kontrol. dengan kepercayaan.. Auff. kebanyakan minum obat. penderita pasien mempengaruhi hasil dari pengobatan yang hipertensi biasanya selalu lalai dalam hal dilakukan pasien hipertensi. tenaga professional kesehatan hipertensi dalam mencegah terjadinya komplikasi.

meningkatkan manajemen diri..R. Ortiz. S. modifikasi gaya hidup dan menunjukkan adanya perbedaan bermakna terkait meyakinkan pasien untuk dapat meningkatkan dengan berat. H. Z. Samani. dan total kolesterol. incorporating Berdasarkan dari hasil penelitian diatas maka Hawaiian traditional medicine practices to treat desain yang dirancang dalam model ini adalah chronic disease. darah diastolik. cholesterol. A multicentrecross sectional treatmen selama 12 bulan. Penelitian ini dilakukan pada hypertension is linked tobetter control of 28 orang yang berhasil mengikuti tiga kali hypertension.S. Health Belief Model. tekanan darah sistolik. (2009). pasien hipertensi. Hasil penelitian study in Karachi. Penelitian yang Penelitian tentang kelompok pendukung juga sama juga dilakukan oleh Whittle et al (2014) dilakukan oleh Gellert.L. Godil. preventing chronic kidney desease through diet modification. how to control your blood pressure. Penelitian ini serta mengunakan kalkulator IMT sedangkan pada menyarakan agar model tersebut dilakukan uji kelompok kontrol diberikan pengukuran IMT dan coba model dan uji coba pemakaian model.S. 4.Hasil didapatkan adanya peningkatan yang signifikan tentang kesadaran 5.& oleh Ng. increasing physical activity to menggunakan Health Promotion Model. A randomized LPPM STIKes Perintis Padang 59 .Hasil penelitian didapatkan needs. Penelitian dilakukan pada 61 penderita manajemen diri hipertensi pada tentara hipertensi penyakit kronis dengan kelompok intervensi. planning. Tondapu.A. Penelitian tentang peer support juga dilakukan Almas. fat.5:579 menurunkan depresi. saturated hidup. T. maintain a healthy weight and make heart-healthy eating a family affair. Faktor tersebut mendukung adanya dilakukan selama 12 bulan dengan materi model peer support intervention menggunakan pelatihan pengukuran tekanan darah. REFERENSI diet sehat. Hasil peer support dengan pendekatan peer leader pada penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan 27 post tentara. kesehatan tentang makanan dan aktivitas fisik Peer Support dan Self Care Theory. pendidikan Health Promotion Model. (2012). modifying risk factor for diabetes. moods Model Peer Support Intervention and foods (focusing on emotional triggers around eating). cancer-fighting foods. bahwa peer leader mampu meningkatkan manajemen diri tentara hipertensi.G. perilaku. Hasil penelitian didapatkan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Peer Support dan Self Care Theory. Lalani.Good knowledge about multiple sclerosis. tekanan perilaku hidup sehat. & Khan (2013) pada pasien Khan.. meningkatkan fungsi fisik... cardiovascular disease prevention. Balcazar. S. Penelitian ini diberikan selama 2 yang bermakna dua perilaku kesehatan dalam tahun dimana materi yang diberikan berupa mengontrol hipertensi melalui faktor resiko pendidikan kesehatan hipertensi.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 sodium.. 5d/wk. di 58 posko. Penelitian dilakukan pada 320 gaya hidup merupakan faktor yang mempengaruhi orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu peningkatan perilaku pasien hipertensi didukung 160 orang kelompok kontrol dan 160 dengan adanya intervensi yang dilakukan peer orangkelompok intervensi. Ada 404 tentara yang diikutkan dalam Program dijalankan selama 12 minggu dan materi pemberian pendidikan kesehatan hipertensi yang diberikan adalah understanding daily caloric selama 12 bulan. sikap. Amatya. A. Dalam model tersebut kita memberikan Hasil evaluasi pre dan post intervensi pendidikan kesehatan. progress and challenges. pembagian leaflet. Byrd. be meningkatkan koping mekanisme dan kualitas more physically active dan eat less fat. ketrampilan dan (garam dan sodium dan kolesterol dan lemak) kepercayaan diri. meal Belief Model. KESIMPULAN Penelitian yang dilakukan oleh Su et al (2013) tentang efektifitas modifikasi gaya hidup melalui Pada penelitian tahap pertama ini dapat peer support dalam memonitoring tekanan darah disimpulkan bahwa pengetahuan.. eat Hayes et al (2010) melakukan penelitian tentang healthy even when time or money is tight. Penelitian ini support. & Chaves. BMC Research didapatkan program peer support bermakna Notes 2012.. Aubert dan Mikami (2010) tentang peer support untuk mendukung di Hawai. Health achieve the recommended 1h/d. incorporating physical activity into your signifikan menurunkan tekanan darah dan new lifestyle. aktifitas fisik dan manajemen diri.. Pakistan. A. M. M.

000025973 Heiser. Promotion: Throughout the life span. community.M.com/1471- Nursing. C. S. & Laramie. 2010. 20. D. 2005. S. B. J. Yoshida. American Journal of Public practice about hypertension in hypertensive Health. E. Blair. Su.K.. et al. R. Philadelphia : Saunders Elsevier Singapore: Saunders Elsevier..org/~/media/MEDIA%20LI public health nursing. St Louis: Mosby 2458/14/S3/S4 Lumbantobing..& Hayes..L. The Relation the Feasibility of using Peer leaders to Between Knowledge About Hypertension encourage Hypertension Self. 2013.int/gho/ncd/risk_factors/blo 40.Hypertension-Related randomized controlled trial.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 community hypertension control among Samarkand. S.. Mexican Americans: Using the 76. & hypertension: protocol for a cluster Hamajima.Louis Missouri: Mosby practice. 2014. A. St BRARY%20Files/PDF/B/PDF%20Building Louis Missouri: Mosby. 2013 Edelman.1161/01.38:1304-1308 Manage Chronic Disease: Seven Models for Originally published March 26. & Hawks. & Meiner.14 (Suppl 3):S4 Luekenotte. Naji.Fourth edition. Gerontologic http://www. L. & Zadeh. pp.M. & Lancaster.E. & Beare.biomedcentral. attitudes Promoting successful aging with older and life-style practices among hypertensive adults.Wisconsin Medical Journal Stroke in Vienna.Sixth edition. Iyalomhe. M. K.A. A. 2003. & Khan. Aubert. Sabouhi. 2(4). G & Iyalomhe. Poor and Underserved. Third edition. 2013. Auff . Ng. A et al. July 2010 modification andpeer support home blood Kemenkes RI.. New Jersey: Gellert. Journal of Health Care for the wellness: A sociological Approach. 2006. (2010).L. Eight edition. No. Philadelphia: F. 2008. 2007.doi. 2013.T et al. J. Erkin. 16(1).H. Journal of approach. 2006.org/10.. 2008. & Mandle. Amatya. 2002.. F. Raised blood pressure. F.. Building Peer Support Programs to 3.S. C.pdf Stanley..who..G. Sci.M. C.. P. M. 1079-1094.Gerontological nursing: Hypertension-related knowledge. 71-77. 2010 Volume 109.27 Stroke. S. T. Iranian Journal of tanggal 21 April 2015 di Nursing and Midwifery Research. 2014 promotoras de salud community outreach McMurray.chcf.Health Promotion in nursing Sixth edition. A. Riset Kesehatan Dasar. H. Ke ‘Ano Ola: Moloka’i’s community.Cardiac nursing surgical nursing: Clinical management : A companion braunwald’s heart disease. The effectiveness of a life style Epidemiology Vol. 779-783 patients referring to public health care centers GHO. Preliminary description of Lalouschek W. 2004... & Parsons. 2007 Success. J. Primary care an Australian Community Cohort: A of the older adult: a multidisciplinary Prospective Study.. (2014). PeerSupportPrograms. attitudes and program. Sclerosis in Burke..J. based healthy lifestyle modification (2011).STR.L. Knowledge. pressure monitoring incontrol of Jakarta :Badan Penelitian Dan hypertension: protocol for a Pengembangan Kesehatan Kementerian clusterrandomized controlled trial. Practice And Drug Adherence Health 2014. M. Nagoya J.A. Philadelphia: Neurodegenerative Diseases Volume Mosby. B.. D. 14 (Suppl 3):S4 Among Inpatients Of A Hospital In LPPM STIKes Perintis Padang 60 . & Riegel..Journal of Public Health and Su. (2007). Moser. N. St. 2 http://dx. and Education in Hospitalized Patients With Management. 2006. & Mikami. Y. Philadelphia: Mosby Black. Murdaugh. 2000.A patients in a sub-urban Nigerian Davis Company. 100(5). BMC Kesehatan RI Public Health 2014. J. Salim. awareness.. H. Prentice Hall.A. (2013). A.. 255 ~ 263. BMC Public Knowledge. K..S. J.G. Diakses tanggal 21 April 2015 di Stanhope. Lang.. N. W. 2009. The effectiveness of a life style Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas modification and peer support home Indonesia blood pressure monitoring in control of Malik.Greisenegger. for positive outcomes. Med. Babaee.Medical.. Health Pender. First edition. Diakses in Khoor & Biabanak. 34– http://www. 2010. D. T.Community & http://www.Community health and model. od_pressure_prevalence_text/en/ Samal. Tekanan darah tinggi.43470. M. Uzbekistan...

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Whittle. 2014. J et al.American journal of hypertension publish April 2014 LPPM STIKes Perintis Padang 61 . Randomized trial of peer- delivered self managemen support for hypertension.

STIKes Perintis Padang Email: icha_mustika09@yahoo. Collecting data using observation sheets. Relaxation Technique Finger Hold.co. intelektual.9%. It is suggested to nursing care therapy techniques can be applied as a finger hold terapy that will enhance patients' ability to cope with pain. 1. Walaupun otak berada dalam menempati nomor lima tertinggi di Indonesia ruang yang tertutup dan terlindung oleh tulang dengan jumlah kejadian 564. apply non pharmacological techniques Finger Hold as intervention techniques and making room Nursing Service Standards in treating patients with head ceder especially in pain management in the Standard Operational Procedures (SOP). Angka cedera akibat kecelakaan pengendalian fisik. The aim of research to see average before and after as well as the effects of relaxation techniques finger hold on the pain scale decline in patients with mild head injury in the surgical room RSAM 2016. Based on the interview with the head of the surgical room RSAM Bukittinggi found head injury patients are only given pharmacological actions are like analgesics. sebesar seluruh aktifitas dan fungsi tubuh. Aldo Yuliano2. tahun semakin bertambah.242 atau 54. Based on the results of this study concluded that giving the finger hold relaxation techniques can reduce pain in patients with head injury.aprisashinta@gmail. This study showed that on average before 6. Ahmad Mochtar dapat menyebabkan keruskan struktur otak Bukittinggi didapatkan jumlah pasien yang sehingga fungsinya juga dapat terganggu mengalami cedera kepala ringan meningkat setiap ( Black & Hawks. emosional.9 persen. The study design using the quasi experimental Design. Ahmad Mochtar Bukittinggi. PENDAHULUAN Otak merupakan organ yang sangat vital bagi adalah nomor 5 tertinggi di Indonesia.id Program Studi Ilmu Keperawatan.05). Program Studi Ilmu Keperawatan. Analgesics have an impact on the body such as liver disorders. didapatkan pada bulan Januari. researchers wanted to examine non- pharmacological measures in patients with head injury such as relaxation techniques finger hold. statistical tests using test formula Paired T-Test. dan Berdasarkan data dari Riskedas Tahun 2013 telah Maret 2016 terdapat 80 orang pasien yang menunjukkan angka cedera akibat kecelakaan mengalami cedera kepala (Rekam Medis RSUD transportasi darat di Provinsi Sumatera Barat Dr. kidney disorders. 2014). sosial transportasi darat di Sumatera Barat tahun 2014 dan keterampilan. 2016). keruskan .com Abstract Head injury is a traumatic disruption of brain function with interstitial hemorrhage in the brain substance without being followed by the dissolution of the continuity of the brain.47 and after 6. Samples in this study of 10 people with a sampling technique accidental sampling. Pain.com Program Studi Ilmu Keperawatan. in the form of One Group Pre-Post Test Design made for 10 minutes. LPPM STIKes Perintis Padang 62 .07 and decreased pain in head injury patients with p value <α (0. tulang yang kuat namun dapat juga mengalami lebih tinggi dari rata rata nasional. tahunnya dimana selama tahun 2014 terdapat 77 Angka Kejadian cedera kepala semakin orang yang mengalami cedera kepala ringan. Meldia Aprisa Shinta3. STIKes Perintis Padang Email : Aldoyuliano@ymail. Salah stu penyebab dari kerusakan otak Berdasarkan data dari Medical Record adalah terjadinya trauma atau cedera kepala yang Rumah Sakit Uum Dr. and allergic reactions. Therefore. Keywords: Head Injury.003 <0. STIKes Perintis Padang Email : meldia. karena didalam 54. Februari. lebih tinggi dari rata – rata angka nasional otak terdapat berbagai pusat kontrol seperti 47.7%. hal ini seiring dengan tahun 2015 sebanyak 118 orang.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 TEKNIK RELAKSASI FINGER HOLD MENURUNKAN SKALA NYERI PADA PASIEN CEDERA KEPALA RINGAN Lisa Mustika Sari1. dan data yang meningkatnya angka kejadian kecelakaan.

peningkatan lintas (49%) dan kemudian disusul dengan jatuh intrakranial dan nyeri kepla. Adapun yaitu dengan mengobservasi tingkat kesadaran. yaitu tekanan dengan merilekskan ketegangan otot yang yang terjadi pada ruang serebral akibat menunjang nyeri. 2009). 2008). Pinandita dkk 2012. menghindar percakapan. dalam Wijayasakti. hal ini farmakologis finger hold mampu menurunka nyeri menimbulakan perasaan tidak nyaman dan hal ini kepala pada pasien cedera kepala ringan.( Irwana. yaitu antara alldalam Tarwoto 2013). cedera kepala. Penelitian tentang teknik kareana sirkulasi serebral yang tidak adekuat. antibiotik dan analgetik. Teknik relaksasi disebebkan karena edema serebri dan perdarahan genggam jari (finger hold) merupakan teknik serebral. datang dibawa kerumah sakit dan 20% kasus biofeedback) maupun terapi fisik seperti cedera kepala mengalami komplikasi sekunder akupuntur. Diperkirakan lebih dari belum dilakukan dengan teknik non farmakologik 30% kasus cedera kepala berakibat fatal sebelum seperti terapi behavioral( relaksasi. tidak terpenuhinya kebutuhan dasar. al. menghindari kontak Desain penelitian menggunakan Quasi- dengan orang lain ( Potter& Perry. et melibatkan kelompok usia produktif. sehingga penelitin tertarik ingin Nyeri kepala pada pasien tentu menimbulkan tentu membeutikan bahwa apakah teknik non menimbulkan perasaan tidak nyaman. 2014)Komplikasi lain mengajarkan kepada pasien dengan teknik nafas yang terjadi pada cedera kepala adalah dalam. 15-44 tahun (dengan usia rata-rata sekitar 30 Standar Pelayanan keperawatan pada pasein tahun) dan lebih didominasi oleh kaum laki-laki cedera kepala ringan di RSUD achmad Mochtar dibandingkan dengan perempuan. Eksperimen dengan pendekatan One Grup Prinsip utama dalam penanganan nyeri Pretest. pada cedra kepala ringan. sedangkan nyeri kronik terjadi setelah 3 bualan maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pasca cedera kepala ( Perdossi. penyebab yang tersering adalah kecelakaan lalu tanda tanda vital .Postest yaitu sebelum diberi teknik kepala post truma kepala dalah adekuanya perfusi relaksasi finger hold akan diukur skala nyeri jaringan otak dengan memepertahankan takanan pasien cedera kepala kemudian setelah itu perfusi serebral 60 mmhg atau lebih dan diberikan teknik relaksasi finger hold kemudian mengurangi tekananan intrakranial kurang dari 25 diukur lagi scala nyeri pasien cedera kepala dengan mengunakan alat ukur Numerik rating LPPM STIKes Perintis Padang 63 . Salah satu teknik relaksasi yang bertambahnya volume otak melebihi ambang dapat menurunkan nyeri adalah teknik relaksasi toleransi dalam ruang kranium. Pasien dianjurkan (terutama pada kelompok usia anak-anak) mengurangi katifitas dan mengindari valsavava (Satyanegara. hipnoterapi.Dari hasil penelitian Iin akut terjadi setelah trauma sampai 7 hari. manuever dan berkolaborasi dengan tim medis 2010). ringan lebih banyak ( 80%) dibandingkan cedera Hasil observasi peneliti penatalaksanann nyeri kepala sedang ( 10%) dan cedera kepala berat ( kepala pada pasien dengan cedera kepala ringan 10%) . p value sebesar 0. pemberian teknik relaksasi finger hold pada pasien 2009 . hipotensi. breathing sudah dilakukan pada pasien dengan oedema otak dan peningkatan tekanan intraknial nyeri kepala post trauma. Slah satu gejala dari peningkatan tekann relaksasi yang sangat sederhana dan mudah intrakranila adalah adanya nyeri kepala. Nyeri dilakukan oleh siapapun yang berhubungan kepala postraumatik dikelompokan menjadi dua dengan jari tangan serta aliran energi didalam yaiyu nyeri akut dan nyeri kronik.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Kasus cedera kepala lebih banyak mmhg sehingga oksigen terjaga. perdarahan serebral serta oedema Untuk mengurangi nyeri perawat hanya serebral ( Black & Hawk. METODE PENELITIAN pada faktor psikologis seperti menarik diri. Hal ini dapat genggam jari (finger hold). Dari hasil penelusuran penulis meruapakan keluahan yang paling sering terjadi penelitian penelitian yang sudah ada umumnya yaitu sekitar 82%. yang signifikan skala nyeri sebelum dan sesudah Menurut evan. traskutaneues electric nerve seperti iskemia serebral akibat hipoksia dan stimulation ( TENS).Meningkatnya jumlah kecelakaan ini dapat lain dalam pemberian obat obatan untuk meningkatkan angka kejadian cedera kepala mengurangi edema sebri. akan berpengaruh pada aktifitasnya.001 (p < α).Teknik relaksasi dapat menurunkan nyeri peningkatan tekanan intrakranial. nyeri kepala post laparatomi. bahkan berdampak 2. Nyeri kepala tubuh (Liana. 2010). Ilmu Bedah Saraf. defisit neurologi. Keadaan nyeri ini terjadi akibat teknik relaksasi seperti Tekni rekasasi Slow deep perubahan organik atau keruskan syaraf otak. ( Stifel. 2006). ( finger Hold belum dilakukan pada pasien dengan Black& Hawk 2014).

Distribusi Rata-rata skala nyeri Sebelum Dilakukan Teknik Relaksasi Finger Hold Variabel n Mean Min.07.1 terlihat bahwa dari 10 responden diketahui bahwa di RSAM Bukittinggi tahun 2016 sebelum dilakukan intervensi dengan rata-rata skala nyeri adalah 6.13 pernafasan setelah dilakukan intervensi Berdasarkan Grafik 3. tujuan dan manfaat teknik Finger Hold penelitian ini adalah pasien dirawat diruang bedah setelah pasien mengerti dan setuju maka pasien dengan kriteria inklusi dan kriteria ekslusi yang mennada tangani lembar persetujuan dan peneliti telah ditetapkan.2.(5) Pasien yang dirawat lebih dari 3 hari.2. kriteria inklusi (1)Bersedia untuk diteliti.(4) Mempunyai respon terhadap teknik relaksasi genggam. Tabe 3. Teknik sampling yang peneliti gunakan adalah aksidental sampling yaitu pengambilan sampel yang dilakukan secara kebetulan bertemu. pengkajian seakam 1 Bulan adalah 27 orang Sampel adalah dilakukan 6 jam setelah pasien mendaptkan terapi bagian yang diambil dari keseluruhan objek yang farmakologi dan dalam keadaan sadar penuh.47 dengan standar deviasi 1.305 5.yaitu 10 responden dengan dapat melakuka pengambilan data .terlihat bahwarata-rata skala nyeri pada pasien cedera kepala ringan mengalami penurunan setelah dilakukan teknik relasasi finger hold dimana terlihat pada grafik diatas di hari ketiga sebelum diberi perlakuan teknik relaksasi finger hold sebesar 6. LPPM STIKes Perintis Padang 64 . diteliti dan dianggap mewakili keseluruhan objek Pasien kemudian diberi penjelasan tentang yang diteliti (Notoadmodjo.305. dengan 95 % CI 5.2 terlihat bahwat dari 10 responden diketahui bahwa di RSAM Bukittinggi setelah dilakukan intervensi dengan rata-rata nyeri adalah 6.1 setelah diberi perlakuan menurun menjadi 5.07 4-8 1.103 5.Max SD 95%CI Rerata Skala Nyeri 10 6. Tabel 3.(3) bisa diajak komunikasi.103. 2012).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 scale ( NRS)Populasi dalam penelitian ini adalah Beberapa metode pengumpulan data yang semua pasien yang dirawat diruang bedah RSAM digunakan dalam penelitian ini. Apabila dijumpai ada maka sampel tersebut diambil dan langsung dijadikan sebagai sampel utama 3.68 Sebelum dilakukan intervensi Berdasarkan Tabel 3.47 5-8 1. Rata-rata Skala Nyeri Setelah Dilakukan Teknik Relaksasi Finger Hold Variabel n Mean Min -Max SD 95%CI Rerata Frekuensi 10 6. standar deviasi 1.Sampel dalam penelitian.13.l. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan Tabel 3.3.(2) GCS pasien 12-15.

305 0.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Grafik 3.064 PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan teori yang ada.003 10 4.47 dengan standar finger hold deviasi 1.07 penelitian yang telah dilakukan oleh Herfina dengan standar deviasi 1.Menurut Alimul (2009). Resepter nyeri LPPM STIKes Perintis Padang 65 .07 1.202 0.3. sebelum dilakukan teknik relaksasi finger hold. dimana nilai p < α (0.4 terlihat bahwa rata-rata penurunan skala nyeri sebelum dan sesudah yaitu 0.8 5 5. responden diketahui bahwa di RSAM Bukittinggi Tahun 2016 sebelum dilakukan intervensi dengan Rata-rata skala nyeri setelah dilakukan teknik rata-rata skala nyeri adalah 6.103.05). Rata-Rata Skala Nyeri Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Teknik Relaksasi Finger Hold 8 7 7 6. responden mengalami penurunan skala nyeri laki dan 2 berjenis kelamin perempuan.349 0.4 dengan standar deviasi 0.9 6.Menurut Smeltzer & Bare (2002) Berdasarkan tabel 5.103 0.4%).4 0.47 1.202. beberapa jaringan didalam tumbu. Sejalan dengan rata-rata penurunan skala nyeri adalah 6.1 5. nyeri sedang 10 responden alaminya. maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan Teknik relaksasi finger hold terhadap penurunan skala nyeri pada pasien cedera kepala.143 skala nyeri Total Post 6. penelitian dapat Berdasarkan hasil penelitian pada 10 orang menyimpulkan bahwa lebih dari sebagian besar responden dimana delapan berjenis kelamin laki.4 Rata-Rata Perbedaan Penurunan Skala Nyeri Sebelum dan Sesudah Teknik Finger Hold Variabel Kelompok RataRata SD SE pValue n t Penurunan Total Pre 6.Nyeri timbul akibat adanya rangsangan (55. Pengaruh ini di uji dengan uji paired test menghasilkan nilai p=0.2 diatas dilihat dari Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional 10 responden diketahui bahwa di RSAM yang tidak menyenangkan akibat kerusakan Bukittinggi setelah dilakukan intervensi dengan jaringan yang aktual dan potensial.003. hasil ukur oleh zat-zat algesik pada reseptor nyeri yang dimana nilai nyeri tersebut dapat diukur dan banyak di jumpai pada lapisan superfical kulit dan ditentukan dengan nilai berkisar antara 1-10.413 Selisih 0.6%). Ini Berdasarkan tabel 1 diatas dilihat dari 10 terbukti dari penelitian yang dilakukan peneliti.6 6 6. dengan pembahasan tentang “pengaruh (2006) nyeri adalah kondisi berupa perasaan tidak kompres air hangat terhadap penurunan skala mengenangkan bersifat sangat subjektif karena nyeri pada klien rematik” sebelum di lakukan perasaan nyeri berbeda pada setiap orang dalam kompres air hangat didapatkan dari 18 orang hal skala dan tingkatannya dan hanya orang responden yang mengalami nyeri berat 8 tersebutlah yang dapat menjelaskan nyeri yang di responden (44. Tabel 3. Menurut analisis peneliti.2 4 3 2 1 0 pre 1 post 1 pre 2 post 2 pre 3 post 3 Tabel 3.305.

2005). menstimulasi daerah tersebut untuk (50. dinding dapat meningkatkan suplai oksigen ke otak dan arteri. menyebar disepanjang saraf perifer dan penelitian diperoleh ada perbedaan yang mengkonduksi stimulus nyeri: serabut A-Delta bermakna rerata intensitas nyeri kepala akut pada bermielin dan cepat dan serabut C yang tidak pasien cedera kepala ringan antara bermielinasi dan berukuran sangat kecil serta kelompok intervensi dan kelompok kontrol lambat. Serabut ini disebut pada reseptor nyeri yang banyak di jumpai pada sistem nyeri desenden. : 41). 2005).0%). Relaksasi genggam jari menghasilkan impuls yang 2005). yang dihasilkan oleh stimulus kebutuhan oksigen otak menurun. kimiawi dan stimulus listrik yang stimulus pada kortek serebri dihambat atau menyebabkan pelepasan substansi nyeri yang dikurangi akibat counter stimulasi relaksasi dan tergabung dengan lokasi reseptor di Nosiseptor mengenggam jari.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 merupakan ujung-ujung bebas serat syaraf aferen Transmisi stimulus nyeri berlanjut di sepanjang A delta dan C. dengan pembahasan tentang “pengaruh limbik. berdasarkan Perry. Relaksasi genggam jari menghasilkan mengurangi perasaan panik. nyeri dan mendeteksi intensitas nyeri (Potter & Menurut asumsi peneliti. mengakibatkan “gerbang” tertutup sehingga mekanik.. yang serebri dihambat atau dikurangi akibat counter menstimulasi daerah tersebut untuk mengirim stimulasi relaksasi dan mengenggam jari. Di traktus ini juga terdapat serabut-serabut “gerbang” tertutup sehingga stimulus pada kortek saraf yang berakhir di otak tengah. 1991 dalam Potter & mengalami modulasi akibat stimulasi relaksasi Perry. stimulus kembali ke bawah kornu dorsalis di Sehingga skala nyeri akan berubah atau medula spinalis (Paice. Terdapat serabut responden yang mengalami nyeri ringan 9 saraf di traktus spinotalamus yang berakhir di otak responden (50.000. spinotalamus (Paice. intensitas tinggi. talamus.0%). informasi ditransmisikan dengan cepat ke penelitian yang telah dilakukan oleh Herfina otak. 2012 )Sejalan dengan spinalis. persendian. nosiseptor. dan korteks sensori dan korteks kompres air hangat terhadap penurunan skala asosiasi. Sehingga skala nyeri akan (reseptor yang berespon terhadap stimulus yang berubah atau mengalami modulasi akibat membahayakan) untuk memulai transmisi neural stimulasi relaksasi genggam jari yang lebih dahulu yang dikaitkan dengan nyeri (Clancy dan dan lebih banyak mencapai otak (Pinandita. yang memungkinkan impuls nyeri di kirim melalui serabut aferen non-nosiseptor. termasuk pembentukan retikular. 2012 McVicar. Menurut analisis peneliti nyeri timbul mengirim stimulus kembali ke bawah kornu akibat adanya rangsangan oleh zat-zat algesik dorsalis di medula spinalis. Serabut A mengirim sensasi yang tajam. menenangkan pikiran impuls yang di kirim melalui serabut aferen non- dan dapat mengontrol emosi. yang bekerja dengan lapisan superfical kulit dan beberapa jaringan melepaskan neuroregulator yang menghambat didalam tubuh oleh karna itu teknik relaksasi transmisi stimulus nyeri (Paice. Di dalam kornu dorsalis. 1991 dalam Potter & Perry. 2005). Serabut saraf non-nosiseptor Nyeri disebabkan oleh stimulus termal. Hasil nyeri. setelah dilakukan latihan SDB (p=0. Nosisseptor tersebar luas pada kulit dan mukosa Menurut penelitian Tarwoto (2011). sistem (2009). Pinandita (2011) teknik relaksasi genggam jari sehingga menyebabkan suatu transmisi sinapsis (finger hold) merupakan teknik relaksasi dengan dari saraf perifer (sensori) ke saraf traktus jari tangan serta aliran energi didalam tubuh. dapat menurunkan metabolisme otak sehingga 2004). nyeri pada klien rematik” setelah di lakukan tubuh mampu menyesuaikan diri atau kompres air hangat didapatkan dari 18 orang memvariasikan resepsi nyeri. dan juga dapat melancarkan aliran dalam darah. 1991 dalam Potter finger hold dapat mengurangi nyeri cedera kepala & Perry. Resptor – reseptor ini disktifkan serabut saraf aferen dan berakhir di bagian kornu oleh adanya rangsangan – rangsangan dengan dorsalis medula spinalis.05). viseral dan terus menerus bahwa pada pasien yang mengalami cedera kepala LPPM STIKes Perintis Padang 66 . 1992 dalam Potter & Perry. ditransmisikan lebih jauh ke dalam sistem saraf Serabut saraf non-nosiseptor mengakibatkan pusat.Serabut C menyampaikan impuls penelitian yang peneliti lakukan didapatkan yang terlokalisasi buruk. dan terdapat pada struktur-struktur yang lebih menyatakan bahwa Latihan slow deep breathing dalam seperti pada visera. α = terlokalisasi dan jelas yang melokalisasi sumber 0.2005 ).Menurut Liana (2008) dalam neurotransmiter seperti substansi P dilepaskan. Seiring dengan transmisi stimulus nyeri. hati dan kandung empedu (Kozier.Impuls saraf. nyeri sedang 9 responden tengah. genggam jari yang lebih dahulu dan lebih banyak Setelah impuls nyeri naik ke medula mencapai otak (Pinandita.

Pengaruh Slow deep Breathing Teknik Finger Holdsebagai intervensi ruangan terhadap nyeri kaut pada pasien cedera dan menjadikannya Standar Pelayanan kepala di RSUP Fatmawati. Pengaruh kompres air hangat teratur yaitu pada hari ke 3 setelah melakukan terhadap penurunan skala nyeri pada klien teknik relaksasi finger hold. Rata-rata nyeri sesudah dilakukan relaksasi (Fundamental Keperawatan). Buku Ajar dengan terapi teknik finger holddapat diterapkan Keperawatan Medikal Bedah. Bagi Pendidikan Trauma Pada Pasien Cedera Kepala Di memahami lebih dalam lagi fisiologis Terapi Rumah Sakit PKU muhammadyah Finger Holddan dapat dipertimbangan sebagai Karanganger. Fakutas Kedokteran intervensi mandiri dan dijadikan bahan literatur Universitas Muhammdiah Surakar khususnya mata ajar keperawatan medikal bedah yang berhubungan dengan manajemen nyeri yang efektif dan juga penelitian ini diharapkan sebaga bagian dari program pendidkan yang bertujuan untuk menambah wawasan. Jakarta : finger hold yaitu 6. 2016. Notoadmodjo. sebagai terapy yang tepat untuk meningkatkan 3. diakses tanggal juni 2016 Pinandita et al. ( 2008) Pemerhati dan terhadap penurunan skala nyeri akan terlihat Praktisi Kesehatan Holistik . Satyanegara.com/2009/05/25/cederake mengurangi nyeri pada pasien cedera kepala. Agung Waluyo (penterjemah). Ilmu Bedah Saraf.47. S C & Bare.Jakarta setelah beberapa kali melakukan secara benar dan Herfina (2009). Konsesus Nasional III. 2005. rata 6. teknik relaksasi finger hold dengan penurunan Diagnostik dan Penalatksanaan Nyeri nyeri setelah dilakukan teknik relaksasi finger Kepala. M. Perry & Potter. (2013). Mengingat kompleksnya aspek nyeri dan Tarwoto. o. 07. c. bahwa dilihat teknik relaksasi finger hold dapat http://belibisa17. Saran bagi pelayanan keperawatan Jakarta : Gramedia Pustaka Utama Strategi manajemen nyeri non farmakologi Smeltzer. Keperawatan Medikal Bedah.07. diakses juni 2016 kepala khusunya dalam penagangan management Wijayasakti. Keperawatan Medikal Bedah Manajemen klinis untuk LPPM STIKes Perintis Padang 67 . pala/. Bukittinggi : RSAM. (2010). Fundamental of Nursing b. 2013 : Data Riskesdas SARAN Sumatera Barat. Jakarta : kemampuan pasien mengatasi rasa nyeri. B G. REFERENSI Black. Surabaya: Airlangga University Press Riskesdas Sumatera Barat. Tesis. H. Terdapat pengaruh secara signifikan antara Perdosssi. 2012.J. banyaknya keluhan nyeri yang ditemukan pada Gangguan Sistem Persarafan. Tahun 2016. Edisi IV.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 setelah melakukan teknik relaksasi finger hold Hasil yang diharapkan.(2010). Keperawatan dalam merawat pasien dengan ceder http. Salemba Medika. Cedrea Kepala . EGC. Jakarta : Rineka Cipta. Elsevier. nyeri yang dirasakan pasien menurun dengan rata. maka sudah saatnya perawat untuk Sagung Seto dapat menerapkan teknik non farmakologis Tarwoto ( 2011). Data Pasien Cedera Ringan Di Ruangan Bedah RSAM Bukittinggi Kepala.2003. R( 2009) Glasgow Coma Scale nyeri yang dituangakan dalam Standar dengan keluahan Nyeri Kepala pasca Operational Prosedur ( SOP ). Skripsi.J. 5. ( 2009). edisi 8 buku 2.Pengaruh Terapi Finger Hold 4. Jakarta : setiap pasien. Rata-rata nyeri sebelum dilakukan teknik Kesehatan. Edisi 8 Vol.003 (p<0. 2005. relaksasi finger hold yaitu 6.005). Kelompok Studi Nyeri Kepala. & Hawk. Berdasarkan hasil rematik di Rsud Ulin Banjarmsin penelitian dan uraian diatas dapat kita simpulkan Irwana.( 2014). hold dengan nilai p = 0.com. KESIMPULAN Terhadap neyri pasien post laparatomi di Pengaruh Teknik Relaksasi Finger Hold Terhadap Rumah Sakit Eka Hospital BSD Penurunan Nyeri Pada Pasien Cedera Kepala Medical Record RSAM. Emmmy Dewi.//lontar lib ui. Pengaruh teknik relaksasi finger hold Liana. Metodologi Penelitian a.

diantaranya (Riskesdas) 2013.6%. dan menjadi 8. the standard deviation was 0.516.DM tipe 2 (DMT2) tidak DM sebesar 4. DM patients have thickening on toenail which can increase the risk of complications such as diabetic ulcers and amputation risk patients with diabetic ulcers. Menurut American diabetes gestasional. The type of this research is quasi experiment. Faktor resiko DM tipe 2 dapat dikategorikan Pasien DM dapat mengalami penurunan menjadi faktor yang dapat dirubah dan yang tidak kemampuan tubuh untuk bereaksi terhadap insulin dapat dirubah.488.5 juta penduduk pada tahun Perkiraan peningkatan kasus DM 2013.1.001. The average value of ABI after exercise treatment of diabetes with a mean value was 1. The aim of this research is to determine the effect of DM Gymnastics Rated ABI (angkle Brachial Index) in Andalas Community Health Center Padang 2016. Sebagai persen). The data were analyzed by using statistical tests dependent T-test. diet.1 kadar glukosa darah. kurang suatu kelompok penyakit metabolik dengan aktivitas. tergantung insulin (Non Insulin Dependent Pasien DM di Indonesia diperkirakan Diabetes Melitus/NIDDM) dan DM tipe berjumlah 7 juta penduduk pada tahun 2009. usia. dan DM karena penyebab lain meningkat menjadi 7.4 persen) dan NAD (8. The results showed that average values before treatment gymnastics ABI diabetes with a mean value was 0. diikuti Riau (10. mempunyai prevalensi DM (1. umur. stress juga berkontribusi terhadap persen) sedangkan provinsi Sumatera Barat terjadinya diabetes melitus (Soegondo. jenis kelamin. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar diakibatkan oleh faktor gaya hidup. merokok. kerja insulin atau kedua- ADA (American Diabetes Association) 2014 duanya. 2011.3 persen). pola makan yang melitus tertinggi terdapat di provinsi Kalimantan salah.7. DM adalah dirubah antara lain yaitu obesitas. obat-obatan yang dapat mempengaruhi Barat dan Maluku Utara (masing-masing 11. Sedangkan dalam Diabetes progresif yang disebabkan oleh resistensi insulin. Keywords : Diabetes Mellitus and ABI 1. 2012) karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena LPPM STIKes Perintis Padang 68 . Faktor yang tidak dapat dirubah atau penurunan produksi insulin oleh pankreas antara lain : etnisitas. The research sample is 30 diabetes mellitus patients with purposive sampling technique in February-August 2016. 2002).com Abstract Data from the World Health Organization declared the number of patients with diabetes mellitus (DM) in the world reached 347 million people and more than 80% of deaths due to diabetes. gestasional. Indonesia was rated fourth in the world with DM and the province of West Sumatra has a prevalence of DM (1. 2009). independent t-test with a 95% confidence level α = 0.6 juta penduduk pada tahun (Smeltzer & Bare .3%). kehamilan. It is expected to be able to provide counseling and do diabetes mellitus gymnastic routine 2 times a week.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 PENGARUH SENAM DIABETES MELITUS DENGAN NILAI ABI PADA PASIEN DM DI PUSKESMAS ANDALAS PADANG Melti Suriya 1 1 STIKes Alifah.5 tambahan. Lebih dari 90 persen dari semua populasi menjelaskan bahwa jumlah penderita DM di dunia diabetes adalah diabetes melitus tipe 2 yang mencapai 347 juta orang dan lebih dari 80% ditandai dengan penurunan sekresi insulin karena kematian akibat DM terjadi pada negara miskin berkurangnya fungsi sel beta pankreas secara dan berkembang.obesitas. genetik.05. Padang 25000 Email: melti_s85@yahoo. Faktor-faktor yang dapat Diabetes Association (ADA) 2010. There are differences between the mean before and after treatment in the intervention group with p value = 0. dkk 2009). angka prevalensi diabetes oleh faktor genetik. the standard deviation was 0. (Smeltzer & Bare. dan alkohol (Sari. Atlas 2000 IDF (International Diabetes Diabetes Melitus dapat diklasifikasikan Federation) diperkirakan pada tahun 2020 nanti dalam empat tipe yaitu : DM tipe 1(DMT1) DM sejumlah 178 juta penduduk Indonesia tergantung insulin (Insulin Dependent Diabetes berusia diatas 20 tahun dengan asumsi prevalensi Melitus/IDDM). PENDAHULUAN kelainan sekresi insulin.

Penurunan kadar glukosa darah juga Padang akan mengurangi timbunan glukosa. 2009). 2013). Populasi penelitian penderita penyakit arteri perifer dengan membandingkan DM dengan teknik random sampling sebanyak 30 sistolik tekanan darah di pergelangan kaki ke yang orang dengan 15 kelompok intervensi dan 15 lebih tinggi dari brakialis yang tekanan darah orang kelompok control. ulkus. Penyakit arteri perifer merupakan Latihan fisik sebagai salah satu pilar manifestasi paling sering adanya aterosklerosis tatalaksana pasien DM sangat bermanfaat dalam perifer yang menyebabkan menurunnya sirkulasi kontrol glukosa darah. meningkatkan observasi menunjukkan terdapat 12 mengalami kekuatan otot betis dan paha. Latihan fisik dapat meningkatkan gangguan peredaran darah kaki maka akan permeabilitas membran sel terhadap glukosa ditemukan tekanan darah tungkai lebih rendah sehingga resistensi insulin berkurang atau dibandingkan dengan tekanan darah lengan yang sensitivitas/respon reseptor pada sel terhadap dapat dilihat dari skor ABI (Ostemy. Manfaat yang didapat dengan Keadaan yang tidak normal dapat diperoleh latihan fisik akan optimal apabila memperhatikan bila nilai ABI 0. memerlukan terapi agresif untuk sistolik di lengan. yang merupakan estimasi terbaik dari penimbunan sorbitol dan fruktosa tersebut dapat pusat tekanan darah sistolik. rasa panas dan nyeri. dengan pengukuran ABI. Salah satu latihan fisik yang dianjurkan perawatan tindak lanjut. Pada pasien yang mengalami akan mengganggu suplai darah dan oksigen gangguan peredaran darah kaki maka akan menuju sel saraf (Subekti. dan terapi farmakolgi. terapi gizi medis .untuk mencegah ulkus diabetik maka dilakukan pemberikan latihan fisik senam penderita DM pengukuran ABI (Subekti. ABI < 0. Berdasarkan dengan cara menggerakkan otot dan sendi kaki. Pemeriksaan ABI secara langsung ataupun tidak langsung merusak sangat berguna untuk mengetahui adanya penyakit sel saraf. sensorik. Dengan adanya pergerakan pada otot-otot yang beraktivitas dapat Berdasarkan latar belakang masalah di atas meningkatkan insulin. 2013). motorik. sorbitol. 2009). gangren. dan durasi latihan (Sari. mencegah kesemutan. Gangguan aliran darah pada kaki dapat Upaya pengelolaan DM yang lebih baik. borok yang perlu yang perlu penanganan Latihan Senam Diabetes yang dilakukan multi disiplin ilmu (ADA. Gangguan neurovaskular yang terjadi arteri perifer (PAP). intensitas. Insulin yang semula tinggi maka perumusan masalah dalam penelitian ini di pembuluh darah dapat digunakan sel otot adalah Apakah ada Pengaruh Senam Diabetes sebagai energi. Hasil terjadinya kelainan bentuk kaki. Pada pasien yang mengalami tipe 2. keterbatasan gerak sendi. memperkuat otot-otot kecil. dan berkesinambungan harus (ABI) yaitu mengukur rasio dari tekanan sistolik dilaksanakan berdasarkan empat pilar manajemen di lengan dengan tekanan sistolik kaki bagian DM yaitu : latihan jasmani. kaki sudah mengalami kaki nekrotik. insulin meningkat. resiko tinggi luka di kaki. serta mengatasi penebalan atau penandukan pada kuku kaki. dan fruktosa pada sel saraf.4 diindikasikan pada pasien DM adalah senam diabetik (Akhtyo. perifer (PAP).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Gangguan metabolik yang distimulasi oleh sistolik. rasa tebal. Kerusakan sel ditemukan tekanan darah tungkai lebih rendah saraf akibat DM atau neuropati DM dapat dibandingkan dengan tekanan darah lengan yang mengenai seluruh saraf tubuh baik serat saraf dapat dilihat dari skor ABI (Ostemy. dengan intervensi . Penelitian ini dilakukan Angkle Brachial Index (ABI) adalah invasif di Puskesmas Andalas Padang pada bulan Januari tes non skrining vaskular untuk mengidentifikasi – September 2016. dideteksi dengan mengukur ankle brachial index terencana.4 – 0. Penatalaksanaan sistolik di pergelangan kaki dengan tekanan darah pada DM tipe-2. dan pasien perlu 2012). studi pendahuluan yang dilakukan pasien Senam dilakukan untuk memperbaiki sirkulasi mengeluh pada gangguan pada kaki seperti darah. 2009). 2013). METODE PENELITIAN sirkulasi dan fungsi sel saraf atau meningkatkan sensitivitas saraf kaki dan menurunkan Jenis penelitian Quasy eksperimen rancangan risiko/mencegah terjadinya ulkus kaki diabetik Pretest – Postest design. bawah. dan otonom (Suyono. Pengumpulan data LPPM STIKes Perintis Padang 69 . Hal ini akan meningkatkan 2. 2011). 2011). terutama pada pasien DM darah pada kaki. Pemeriksaan ABI sangat mencapai kendali glikemik dan kendali faktor berguna untuk mengetahui adanya penyakit arteri risiko kardiovaskular (Suyono.9 yang diindikasikan ada frekuensi. ABI dihitung dengan membagi tekanan edukasi. Kadar glukosa darah yang tinggi Melitus dengan Nilai ABI (Angkle Brachial secara perlahan akan menurun karena digunakan Index) pada Pasien DM di Puskesmas Andalas oleh sel otot.

1 0.535.1 0.488 0.594.3 Sesudah Berdasarkan tabel 3.2.516.2 standar deviasi 0.2 median 1. Rata-rata nilai ABI sesudah perlakuan senam diabetes melitus dengan nilai mean 1.1 median 1.7 0.1 Rata-rata Nilai ABI Responden Sebelum dan Sesudah Perlakukan di Puskesmas Andalas Padang tahun 2016 Mean Standar Min Max Deviasi Intervensi 0.594 1.7 0.8 Sebelum Intervensi 1.2 0.1 1.7.1 1.1 dilihat rata-rata nilai ABI sebelum perlakuan senam diabetes melitus dengan nilai mean 0.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 dilakukan dengan observasi. median 1. No Variabel Definsi Operasional Cara Ukur Alat Ukur Hasil Ukur Skala Ukur Variabel Independen 1 Senam Senam merupakan Pengukuran Lembar Kelompok Nominal diabetes kegiatan latihan fisik cara Observasi intervensi yang dilakukan 2 kali berkelompok seminggu pada penderita DM selama 4 minggu Variabel Dependen 2 Pemeriksa prosedur pemeriksaan Pengukuran Tensi Pengukuran Rasio an ABI ekstremitas bawah ABI Meter dijabarkan untuk mendeteksi dalam mg/dd kemungkinan adanya peripheral artery disease (PAD) dengan cara membandingkan tekanan darah sistolik tertinggi dari kedua pergelangan kaki dan lengan 3.8 standar deviasi 0. rata-rata nilai ABI penderita diabetes melitus pada kontrol I & dengan nilai mean 1.05.2 Sesudah Berdasarkan tabel 3.2 standar deviasi 0. Pengolahan data menggunakan uji T-Test dengan tingkat melalui analisa data secara univariat dan bivariat kepercayaan 95% = 0.535 1.3 Sebelum Kontrol II 1.2 Rata-rata Nilai ABI Responden pada Pengukuran I dan Pengukuran II pada Kelompok Kontrol di Puskesmas Andalas Padang Tahun 2016 Pengukuran Mean Standar Min Max Nilai ABI Deviasi Kontrol I 1.2 dapat dilihat bahwa rata-rata nilai ABI penderita diabetes melitus pada kontrol I dengan nilai mean 1. LPPM STIKes Perintis Padang 70 .1 1.2 standar deviasi 0.488. HASIL DAN PEMBAHASAN 1) Rata-rata ABI Sebelum dan Sesudah Kelompok Intervensi Tabel 3. median 0. 2) Data ABI pada Pengukuran I dan II pada Kelompok Kontrol Tabel 3.516 1.

3821 Kontrol Tabel 3.3467 untuk rata-rata intervensi dan kontrol terendah 0. 1) Nilai ABI Sebelum di Berikan Senam ABI dengan nilai lebih dari 0. Setelah dilakukan uji statistik dependent T-test untuk intervensi didapatkan nilai p value 0.0458 0.05) artinya tidak ada pengaruh senam diabetes melitus dengan nilai ABI.000 0.000 0.007 untuk kontrol.6 sampai 0. Hal ini dapat bawah dapat terpenuhi dengan baik (Smeltzer & dilihat dari pengisian lembar observasi dimana Bare. sehingga 0.8 merupakan borderline perfusion atau batasan perfusi.036 0.564 0.9 dinilai sebagai Diabetes Melitus nilai normal atau terbebas dari keadaan PAD (Periperal Arteri Deases) karena darah masih Rata-rata nilai ABI sebelum perlakuan senam bersirkulasi dengan baik tanpa adanya obstruksi diabetes melitus dengan nilai mean 0.3 Perbedaan Rerata Nilai ABI pada Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol di Puskesmas Andalas Padang Tahun 2016 Pengukuran Mean N SD T Hitung p value 95% Confidence Nilai ABI Interval of The Difference Lower Upper Intervensi 0.112 0. ABI dalam sistem melitus dengan nilai ABI pada pasien di rentang 0.007 15 0.4 Rata-rata Selisih nilai ABI antara Kelompok Intervensi dengan Kelompok Kontrol di Puskesmas Andalas Padang Tahun 2016 Pengukuran Mean N SD T Hitung p 95% Confidence Nilai ABI value Interval of The Difference Lower Upper Intervensi dan 0. median yang bermakna pada pembuluh perifer. Puskesmas Padamara Purbalingga ditemukan PEMBAHASAN hasil nilai ABI 7 sebelum di lakukan perlakuan.019 0. artinya ada pengaruh senam diabetes melitus dengan nilai ABI pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Andalas Padang. Untuk kontrol didapatkan nilai p value 0.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 3) Pengaruh Senam Diabetes Melitus dengan Nilai ABI Tabel 3.8 standar deviasi 0.3467 15 0. intervensi dan kontrol tertinggi 0.7 dan 10 pertengahan / middle age (45 – 49 tahun).7 dan nilai tertinggi adalah 0.3 menunjukan rata-rata perbedaan nilai ABI sebelum dan sesudah diberi perlakuan adalah 0.000 (p value < 0.073 untuk intervensi dan nilai ABI sebelum dan sesudah diberi perlakukan 0.034 Sebelum dan Sesudah Kontrol I dan 0.05).582 (p value > 0. 2009).8.981 0.3112 0. 4) Selisih Intervensi dengan Kontrol Tabel 3.4 menunjukan rata-rata perbedaan nilai ABI intervensi dan kontrol diberi perlakuan adalah 0.3112.8. Penderita DM yang tergolong usia sebanyak 5 orang mengalami ABI 0. Hasil penelitian ini hampir sama dengan namun perlu pemantauan untuk mengantisipasi penelitian Trisumarni (2011) tentang Pengaruh terjadinya PAD (Mansjoer.05).7.032 Kontrol II Tabel 3. Setelah dilakukan uji statistik independent T-test untuk intervensi didapatkan nilai p value 0.582 0. Berarti terdapat perbedaan bermakna antara selesih rerata nilai ABI kelompok intervensi dan kelompok kontrol.073 15 0. Gejala primer PAD LPPM STIKes Perintis Padang 71 . orang mengalami nilai ABI 0. 2005). keadaan pembuluh darah relatif masih baik.1652 20.3821.0704 -4.000 (p value < 0.488 dan nilai terendah adalah kebutuhan nutrisi dan oksigen pada ekstremitas 0.

3 sebanyak 4 orang. usia yang dari hasil dimana selisih 0. selesih yang paling banyak intervensi sebelum dan Data penelitian menunjukkan bahwa nilai ABI sesudah ini 0. tekanan darah lengan yang dapat dilihat dari skor dan peningkatan kerja ventrikel kiri (Smeltzer & ABI (Sari. 0.1.7 ada 5 orang dan nilai ABI 0. Hal ini disebut dengan hipoglikemia setelah melakukan disebabkan karena pada perempuan memiliki senam. 3) Pengaruh senam diabetes melitus dengan nilai ABI (Ankle Brachial Indeks) 2) Nilai ABI Sesudah di Berikan Senam Diabetes Melitus Hasil penelitian ini hampir sama dengan penelitian Trisumarni (2011) tentang Pengaruh Berdasarkan tabel 4. lebih tinggi dibandingkan laki-laki (Widyanthari. pada ABI dikarenakan penderita sudah melakukan Analisa peneliti nilai sedang pada ABI senam diabetes melitus selama 30 menit. Perubahan tersebut menyebabkan kekakuan pada kaki maka akan ditemukan tekanan darah pembuluh darah.1 dan nilai tertinggi adalah 1. Pada penelitian ini nilai normal 0. Bare.7%). pernah melakukan aktifitas fisik seperti senam Senam akan mempengaruhi tubuh dalam diabetes melitus.3 % pada usia 60-69 tahun.5 sebanyak 2 orang. median ditemukan hasil ada pengaruh senam diabetes 1. 2007). Tujuan senam adalah untuk meningkatkan LDL atau koleterol jahat tingkat trigliresida yang kepekaan insulin. merangsang 2016). Melakukan senam diabetes melitus dapat pembentukan glikogen baru dan mencegah memperlancar peredaran darah sehingga komplikasi lebih lanjut.2 dapat dilihat bahwa senam diabetes melitus dengan nilai ABI pada rata-rata nilai ABI sesudah perlakuan senam pasien di Puskesmas Padamara Purbalingga diabetes melitus dengan nilai mean 1.2% pada usia 70-79 tahun (Jaff. senam yang teratur mempengaruhi nilai ABI memiliki jenis kelamin menjadikan tubuh bereaksi lebih sensitif peka perempuan sebanyak 20 orang (66.4 terbanyak terkena Diabetes Melitus adalah > 45 sebanyak 9 orang. merupakan estimasi terbaik dari pusat mempengaruhi transportasi oksigen dan nutrisi ke tekanan darah sistolik. Pada penelitian ini ditemukan kejadian Berdasarkan analisa peneliti perubahan diabetes melitus banyak terjadi pada usia > 45 intervensi sebelum dan sesudah ini dapat dilihat tahun. Serabut di lapisan arterosklerosis periver yang menyebabkan media mengalami kalsifikasi. 2009). mencegah kegemukan. Selain itu jenis kelamin juga bereaksi terhadap insulin. yang mengakibatkan peningkatan tungkai lebih rendah dibandingkan dengan tekanan pembuluh perifer. sistolik tekanan darah di pergelangan kaki ke yang 2009). dan kejadian diabetik. Lapisan inti menebal sebagai akibat merupakan manisfestasi paling sering adanya proliferasi seluler dan fibrosis.4. nilai normal atau terbebas dari keadaan Periperal Angkle Brachial Indeks (ABI) adalah invasif Artery Desease (PAD) karena darah masih tes non skrining vaskular untuk mengidentifikasi bersirkulasi dengan baik tanpa adanya obstruksi penyakit arteri periver dengan membandingkan yang bermakna pada pembuluh perifer (Smeltzer. 2004 dalam (kaludikasio intermiten) mulai terasa (Smeltzer. memperbaiki aliran darah. Pada serta kolagen yang menumpuk di lapisan inti dan pasien yang mengalami gangguan peredaran darah media. tipis dan terpotong. Penyakit arteri periver jaringan. kebutuhan nutrisi dan oksigen pada ekstremitas bawah dapat terpenuhi dengan baik. Hasil penelitian (2011) tentang pengaruh senam diabetes melitus ini hampir sama dengan penelitian Trisumarni terhadap kadar glukosa darah pada penderita DM (2011) ditemukan hasil nilai ABI yaitu 1.2 tipe 2 di Desa Darussalam Medan ditemukan hasil sesudah di lakukan perlakuan. Secara umum mayoritas LPPM STIKes Perintis Padang 72 . Artinya tahun. menurunnya sirkulasi darah pada kaki. ganguan aliran darah.5 % pada usia Bahwa ada hubungan status vaskuler terhadap 40-59 tahun.2. dan akan membuat kadar gula diabetes melitus sebagian besar dapat dijumpai darah menjadi terlalu rendah atau yang biasa pada perempuan dibandingkan laki-laki. adanya efektifitas senam DM dapat menurunkan ABI dengan nilai lebih dari 0. 2012). Chaniago. Prevalensi PAD pada penderita DM Hal ini didukung oleh Sukatemin (2013). 0. Proses penuaan yang mengakibatkan lebih tinggi dari brakialis yang tekanan darah perubahan dinding pembuluh darah sehingga sistolik.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 berupa nyeri pada pantat/betis ketika berjalan 31. 2008).8 ada 10 orang. senam 2 dikarenakan penderita diabetes melitus tidak kali seminggu dalam 4 minggu.2 standar deviasi 0.9 dinilai sebagai kadar gula darah pada penderita DM tipe 2. Penyakit terhadap insulin. 48. Hasil penelitian Hendro 1.516 dan nilai terendah adalah melitus dengan nilai ABI. Berdasarkan penelitian. tipe 2 dilaporkan terjadi sebesar 20.

Overall and central dengan 3.Edisi ketiga Jilid 1 Cetakan ini dikarenakan pasien rutin melakukan senam Keenam. Jakarta : Media Aesculapius diabetes melitus selama 4 minggu yang dilakukan Fakultas 2 kali sehari selama 30 menit. mulai dari tidak bergejala sampai ABI sebelum pada kelompok kontrol senam menimbulkan gejala (umumnya pada awal diabetes melitus dengan nilai mean 1. (2014). Oleh karena itu peneliti mewajibkan American Diabetes Association. Badan penelitian responden yang lain untuk melakukan olah raga dan pengembangan kesehatan Kementrian secara teratur. Jakarta : EGC senang pada responden dan juga dapat memotivasi Riset Kesehatan Dasar. Gambaran klinis gangguan vaskularisasi mean 1. 4. Vol. deviasi 0.5 menit pendinginan.001. 2010. Konsep Klinis Proses- tubuh. Indonesia Analisa peneliti adanya pengaruh senam Mansjoer. Rata-rata nilai bervariasi. Penatalaksanaan Rata-rata nilai ABI sebelum perlakuan Diabetes MelitusTerpadu. 2005. (2009).. p value = 0. dkk. Sidartawan. responden harus mencapai THRnya dengan Clinical Practice Recommendations Report menggunakan rumus 60% x (220 – umur). Executive responden untuk bisa mencapai THRnya yang summary: Standars of medical care in diukur 10 – 20 detik setelah latihan dengan diabetes-2014. durasi yang diperlukan setiap kali latihan http://www akhtyo.1 standar deviasi 0.diabetes melakukan palpasi pada arteri misalnya arteri journal....535. Kapita Selekta diabetes melitus dengan nilai ABI pada penelitian Kedokteran . USA: p.Soewondo. Klaudikasio interiten ditandai dengan perlakukan pada kelompok intervensi dengan nilai adanya kelemahan. Konsensus pengelolaan dan senam DM memiliki pengaruh untuk pencegahan diabetes mellitus tipe 2 di meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh Indonesia. 2007.488. Rata-rata nilai ABI sesudah sebanyak 34 orang atau 53. (2013). Jakarta: FKUI RSCM. menit. nyeri. Kesehatan RI. Di akses pada 17 diperlukan waktu berlatih 20 – 60 menit yang Desember didahului 3 – 5 menit pemanasan dan diakhiri Chaniago. Ratna Sitorus.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 responden mengalami obstruksi vaskuler yaitu standar deviasi 0. standar deviasi 0. Arman Y. KESIMPULAN &Subekti. durasi latihan ditambah sampai maksimal 60 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas menit dimana latihan ini dilakukan pada pagi hari.7 FakultasKedokteranUniversitas Indonesia.S.1% (dari ringan sampai perlakuan senam diabetes melitus dengan nilai berat). Terdapat perbedaan selisih rata- kram. Kualitas yang menunjukan berat ringannya latihan.516. Yulia. Selain itu senam DM juga memberikan rasa Proses Penyakit Edisi 6. Hal ini dapat dilihat PERKENI.1.blogspot.S. Senam kaki diabetes militus .2. of the Expert Commite on the Diagnosis and Misalnya responden berusia 45 tahun maka denyut Classifications of Diabetes Mellitus jantungnya harus bisa mencapai 105 kali per Diabetes Care. pendinginan 5 menit sehingga latihan intinya 20 Pemeriksaan ankle brachial index (ABI).1 standar penyakit) hingga nyeri dan rasa tidak nyaman. Intensitas latihan untuk daya tahan paru 5.A. maka melitus dengan Peripheral arterial disease. 2011. Terdapat interiten dan nyeri atau sakit pada ekstremitas perbedaan rerata antara sebelum dan setelah bawah. Andalas Padang.594. yang diperlukan selama latihan yaitu 30 menit black women dengan waktu untuk pemanasan 5 menit dan Made Widyanthari. LPPM STIKes Perintis Padang 73 . Adapun waktu obesity and risk of type-2 diabetes in U. Pradana. Apabila THR belum terpenuhi.Edisi 4. Imam. khususnya meningkatkan fungsi dan metabolisme Price and Wilson.000 di Puskesmas kejadian ulkus. menit sampai responden mencapai Target Heart (2016) post exercise Pada pasien diabetes Rate (THR). Rata-rata nilai ABI sesudah pada Dua gejala yang paling umum yang terkait dengan kelompok kontrol senam diabetes melitus dengan gangguan vaskularisasi adalah klaudikasio nilai mean 1.. 2005. Kualitas yang digunakan selama perlakuan yaitu ADA (American Diabetes Assosiation). Waktu atau Aktyo 2009 .care. radialis atau arteri carotis communis.com//senam- sedangkan untuk meningkatkan kebugaran fisik kaki-diabetes-melitus. http://www.S4-S24. REFERENSI jantung sebesar 60 – 70% detak jantung maksimal. Soegondo. rasa tidak nyaman. Jakarta: senam diabetes melitus dengan nilai mean 0. dan rasa ketat atau baal pada ekstremitas rata nilai ABI kelompok intervensi dan kelompok yang terkena neuropati dan ada hubungan dengan kontrol dengan p value = 0.

EGC Subekti. 2009. Imam. Sari. Vol. Tingkat Kepuasan Pasien Immobilisasi tentang Pelaksanaan Personal Hygiene oleh Perawat di RSU Kota Yogyakarta. pengaruh terapi senam kaki terhadap penurunan glukosa darah pada lansia dengan DM. Jakarta : Balai Penerbit FKUI Trisumarni. Buku Ajar Medikal Bedah Edisi 8 Volume 2. Suzanne C. dkk (2011).2007:17. 2002. 2013. Suyono S. Brenda G. Philadeiphia: Lippincott William & Wilkins. R. dkk Jakarta. Ankle Brachial Index Quick Reference Guide for Clinicians. N. Alih Bahasa Kuncara.G. Patofisiologi Diabetes Melitus.2. (10 . (2009). Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu. 2012.. B. (2012). Sukatemin. STIKes Harapan Bangsa Wound Ostomy Continence Nurs. Smeltzer. 2010.C & Bare. Diabetes Melitus (Dilengkapi Dengan Senam DM). Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Yogyakarta: Medika Book. Diagnosa dan Klasifikasi Diabetes Melitus Terkini dalam Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu : . Texbook of Medical Surgical Nursing.Y.& Bare. Skripsi: Yogyakarta: Fakultas Kedokteran UGM. Published by Lippincott Williams & Wilkins LPPM STIKes Perintis Padang 74 .).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Smeltzer. Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Terpadu.ed. S. H. Sidartawan S.

and attention with satisfaction patients go the way in the hospital a stroke national Bukittinggi.Advice should hospital maintaining quality of registration in the hospitality officers . Kegiatan dan prasarana pelayanan kesehatan antara lain 8 pasien mengatakan waktu tunggu yang mencerminkan kualitas rumah sakit juga diloket pendaftaran lebih dari satu jam. response.com Abstract Health services outpatients is one of the service which concern the main hospital . insurance. there was a correlation the quality of reliable. Hampir seluruh menyebabkan waktu tunggu pelayanan lama. the speed of service . insurance. No conclusion there was a correlation physical qualities with satisfaction patients go the way in the hospital a stroke national Bukittinggi. Penilaian terhadap mutu rumah sakit berakibat kunjungan pasien rawat jalan menurun bersumber dari pengalaman pasien. yang merupakan bagian integral dari sistem pelayanan seluruhnya menggambarkan tingkat kualitas yang kesehatan yang memberikan pelayanan kuratif paling tinggi. and attention with satisfaction patients value p 0. Kalpana Kartika3) Prodi D III Keperawatan STIKes Perintis Sumbar amalia. maupun preventif serta menyelenggarakan pelayanan rawat jalan dan rawat inap juga Dalam memberikan pelayanan umumnya perawatan di rumah. tindakan rumah sakit yang sedang atau pernah dijalani. dirasakan.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 KUALITAS PELAYANAN RAWAT JALAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT STROKE NASIONAL BUKITTINGGI Endra Amalia1).com Prodi D III Keperawatan STIKes Perintis Sumbar ananopa@gmail.endra@yahoo. Pada umumnya rumah sakit memberikan pelayanan kepada pasien yang datang sesuai Pelayanan kesehatan pasien rawat jalan kini dengan kemauannya dan bila distribusi waktu merupakan salah satu pelayanan yang menjadi pelayanan tidak di ketahui maka akan perhatian utama rumah sakit. Keywords : The quality of services . preventif. Pengalaman ini berarti tidak dapat memenuhi kebutuhan dapat diartikan sebagai suatu perlakuan atau masyarakat. dan ditanggung oleh seseorang Berdasarkan survey awal dari 25 orang yang membutuhkan pelayanan kesehatan rumah pasien di RSSN Bukittinggi ditemukan keluhan sakit. PENDAHULUAN Likert). while the quality of reliable. outpatient . keramahan perawat. 12 pasien menjadi determinan utama dari kepuasan pasien.05. the wait patients and the restroom ( the toilet patients ) inadequate . yaitu pelayanan kesehatan paripurna pelayanan rawat jalan dan juga bagaimana kesan adalah pelayanan kesehatan yang meliputi lamanya waktu yang di berikan oleh rumah sakit. and clarity information the public. hal ini tertuang dalam masyarakat mempunyai kesan pertama dalam Undang-Undang nomor 44 tahun 2009 tentang menilai rumah sakit adalah penampilan dari rumah sakit.id Prodi Profesi NERS STIKes Perintis Sumbar meradelima@rocketmail. mengatakan kursi tunggu pasien dan kamar kecil Berpedoman pada skala pengukuran yang (Toilet pasien) kurang memadai. The results of the study bivariat or physical qualities with satisfaction patients value p 0. Mera Delima2).co. waiting times medical services more than two hours . kuratif dan rehabilitatif. satisfaction patients dikembangkan Likert (dikenal dengan istilah skala 1. 5 pasien LPPM STIKes Perintis Padang 75 . this condition was quite risk down quality of services outpatient in hospital.Samples to be taken as many as 97 people. rumah sakit di negara maju meningkatkan mutu sehingga pelayanan di instansi rawat jalan dapat dan kualitas pelayanan terhadap pasien rawat menyebabkan pasien tidak puas dan akan jalan.05. According to the preliminary survey 25 patients in poly interne and neorologi rssn Bukittinggi got that waiting times in every registration more than an hour . proses penyelenggara pelayanan kesehatan yang administrasi. promotif. skills ..A design used in this research was deskritif correlation conducted in cross sectional . kepuasan pasien dapat dilihat dari Rumah sakit adalah suatu institusi ketersediaan sarana prasarana. response.

dan kualitas jaminan 62.6 2.9 Jumlah 97 100.1 2. kualitas handal. scoring. 3. tabulating. Handal. Kurang 35 36. Kurang 53 54.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 mengatakan dibeberapa poli rawat jalan (Poli 2.2 2.9 Jumlah 97 100. Tanggap.9 Jumlah 97 100. Baik 44 45. kualitas perhatian sama 63. kualitas tanggap. & Perhatian di Rumah sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2016.0 No Kualitas Handal Frekuensi % 1.0 No Kualitas Jaminan Frekuensi % 1. kepuasan pasien berobat di RSSN Bukittinggi.1 2. Baik 38 39. Kurang 59 60. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah Univariat dan Bivariat.0 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa untuk kualitas fisik 60. No Kepuasan Fisik Frekuensi % 1. Baik 61 62. Handal. Kurang 47 48.9 Jumlah 97 100. Baik 62 63. pelayanan rawat jalan di rumah sakit. Teknik pengambilan sampel yang mungkin.8 Jumlah 97 100.5 2. Kurang 36 37. Adapun Data yang telah dikumpulkan dengan tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui menggunakan instrumen penelitian selanjutnya hubungan kualitas pelayanan rawat jalan dengan diolah melalui tahap-tahap: editing.0 No Kepuasan Handal Frekuensi % 1.8 % kurang baik. processing. Tanggap.5 LPPM STIKes Perintis Padang 76 . HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Tabel 1 Distribusi Frekuensi Kualitas Fisik. coding.1 2. Baik 62 63. karena dapat menurunkan kualitas digunakan peneliti adalah Consecutive sampling.9 % baik Tabel 2 Distribusi Frekuensi Kepuasan Fisik.0 No Kualitas Tanggap Frekuensi % 1.0 No Kualitas Perhatian Frekuensi % 1. Kurang 35 36. Baik 62 63. & Perhatian di Rumah sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2016. Jaminan.9 % baik. Sampel yang diambil sebanyak 97 namun hal ini harus segera ditangani secepat orang.4 Jumlah 97 100. No Kualitas Fisik Frekuensi % 1. adalah deskritif korelasi yang dilakukan secara Walaupun angka keluhan masih sangat kecil cross sectional. Kurang 35 36. dan cleaning. Baik 50 51. Jaminan. METODE PENELITIAN Interne dan Poli Neorologi) RSSN Bukittinggi Desain yang digunakan dalam penelitian ini waktu tunggu pelayanan medis lebih dari dua jam.1 2.

6 44 45.4 35 100 0. sedangkan kualitas pelayanan fisik yang baik mempunyai kepuasan pasien kurang baik 47.003 3.003 bila dibandingkan dengan nilai α = 0.05 maka P vulue < dari α ( 0.5 % baik.129 artinya kualitas fisik yang kurang baik mempunyai peluang 2 kali untuk tidak mendapatkan kepuasan pasien dibandingkan dengan kualitas fisik yang baik.05 maka P vulue > dari α ( 0.0 No Kepuasan Jaminan Frekuensi % 1.5 59 100 Jumlah 53 54.077 > 0.6 % baik.700 Baik 23 37. dan kepuasan perhatian 53.8 % dan kepuasan pasien yang baik 34. Hasil OR didapatkan 2.0 No Kepuasan perhatian Frekuensi % 1.2 38 100 0.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Jumlah 97 100. Berdasarkan uji statistik didapatkan P vulue 0. Kurang 46 47.077 bila dibandingkan dengan nilai α = 0. sedangkan kualitas pelayanan handal yang baik mempunyai kepuasan pasien kurang baik 37.6 % dan kepuasan pasien yang baik 31.6 Jumlah 97 100.05 ) sehingga Ha ditolak maka tidak ada hubungan kualitas fisik dengan kepuasan pasien berobat jalan di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi.5 97 100 Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa dari kualitas pelayanan handal yang kurang baik mempunyai kepuasan pasien kurang baik 68. 6 % baik.1 39 62.0 No Kepuasan Tanggap Frekuensi % 1.4 2.8 13 34. Baik 48 49. Baik 51 52.4 97 100 Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa dari kualitas pelayanan fisik yang kurang baik mempunyai kepuasan pasien kurang baik 65.9 62 100 Jumlah 47 48.1 % dan kepuasan pasien baik 62.5 kurang baik.9 %.5 2.5 %.5 31 52. Kurang 49 50.129 Baik 28 47.5 % dan kepuasan pasien baik 52. kepuasan jamainan 50.5 50 51. Kurang 45 46.003 < 0.077 2. Tabel 4 Hubungan Kualitas Pelayanan Handal Dengan Kepuasan Pasien Di Rawat Jalan Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2016 Kualitas Kepuasan Pasien P OR Pelayanan value Handal Kurang % Baik % Total % n N n Kurang 24 68.05 ) sehingga Ha diterima maka ada hubungan kualitas handal LPPM STIKes Perintis Padang 77 .5 Jumlah 97 100. Berdasarkan uji statistik didapatkan P vulue 0.0 Berdasarkan table diatas dapat dilihat untuk kepuasan fisik 54 6 % kurang baik.6 11 31. kepuasan tanggap 52.4 %. Baik 52 53.2 %.6 Jumlah 97 100. kepuasan handal 51.4 2. Tabel 3 Hubungan Kualitas Pelayanan Fisik Dengan Kepuasan Pasien Di Rawat Jalan Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2016 Kualitas Kepuasan Pasien P OR Pelayanan value Fisik Kurang % Baik % Total % n N n Kurang 25 65.

Hasil OR didapatkan 3.5 %.05 ) sehingga Ha diterima maka ada hubungan kualitas tanggap dengan kepuasan pasien berobat jalan di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi.4 51 52. Hasil OR didapatkan 14.8 kali untuk mendapatkan kepuasan pasien dibandingkan dengan kualitas jaminan yang kurang baik.000 7.700 artinya kualitas handal yang baik mempunyai peluang 3.811 Baik 18 29.5 48 49.000 < 0.6 97 100 LPPM STIKes Perintis Padang 78 . sedangkan kualitas pelayanan tanggap yang baik mempunyai kepuasan pasien kurang baik 30.1 8 22.896 Baik 16 25.638 Baik 19 30.9 35 100 0. Berdasarkan uji statistik didapatkan P vulue 0.2 62 100 Jumlah 45 46. Tabel 6 Hubungan Kualitas Pelayanan Jaminan Dengan Kepuasan Pasien Di Rawat Jalan Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2016 Kualitas Kepuasan Pasien P value OR Pelayanan Kurang % Baik % Total % Jaminan N N n Kurang 31 86.6 kali untuk mendapatkan kepuasan pasien dibandingkan dengan kualitas tanggap yang kurang baik.1 % dan kepuasan pasien yang baik 22. dapat dilihat bahwa dari kualitas pelayanan jaminan yang kurang baik mempunyai kepuasan pasien kurang baik 86.1 35 100 0.6 97 100 Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa dari kualitas pelayanan tanggap yang kurang baik mempunyai kepuasan pasien kurang baik 77.5 97 100 Berdasarkan Tabel diatas.638 artinya kualitas tanggap yang baik mempunyai peluang 7.000 14.5 % dan kepuasan pasien baik 70.1 5 13.4 52 53.9 36 100 0.000 bila dibandingkan dengan nilai α = 0.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 dengan kepuasan pasien berobat jalan di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi.5 43 70.05 maka P vulue < dari α ( 0.811 artinya kualitas jaminan yang baik mempunyai peluang 14.05 maka P vulue < dari α ( 0.5 61 100 Jumlah 49 50.9 %.9 %. Tabel 7 Hubungan Kualitas Pelayanan Perhatian Dengan Kepuasan Pasien Di Rawat Jalan Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2016 Kualitas Kepuasan Pasien P value OR Pelayanan Kurang % Baik % Total % Perhatian N n n Kurang 29 82.000 13. Tabel 5 Hubungan Kualitas Pelayanan Tanggap Dengan Kepuasan Pasien Di Rawat Jalan Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2016 Kualitas Kepuasan Pasien P value OR Pelayanan Kurang % Baik % Total % Tanggap n N n Kurang 27 77.6 % dan kepuasan pasien baik 69. sedangkan kualitas pelayanan jaminan yang baik mempunyai kepuasan pasien kurang baik 29.000 < 0.000 bila dibandingkan dengan nilai α = 0.6 43 69.9 6 17.1 % dan kepuasan pasien yang baik 13.4 62 100 Jumlah 46 47.8 46 74.4 %. Hasil OR didapatkan 7.7 kali untuk mendapatkan kepuasan pasien dibandingkan dengan kualitas handal yang kurang baik.05 ) sehingga Ha diterima maka ada hubungan kualitas tanggap dengan kepuasan pasien berobat jalan di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi. Berdasarkan uji statistik didapatkan P vulue 0.

129 artinya kualitas fisik akan menceritakan masalahnya kepada dua puluh yang kurang baik mempunyai peluang 2 kali untuk temannya ( Krowinski dan Steiber.05 ) sehingga Ha diterima maka ada hubungan kualitas perhatian dengan kepuasan pasien berobat jalan di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi.05 maka P vulue < dari α ( 0.1 %. Dahulu Rumah sakit dianggap hanya sehingga Ha diterima maka ada hubungan kualitas sebagai suatu tempat penderita ditangani. Berdasarkan uji statistik didapatkan P vulue 0. α = 0. diminta patut diperoleh masyarakat dengan alasan Dalam jangka panjang.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa dari kualitas pelayanan perhatian yang kurang baik mempunyai kepuasan pasien kurang baik 82.05 maka P vulue < dari α ( 0. dimanapun lokasinya. diagnosis. 1997 ).8 kali untuk mendapatkan kepuasan pasien dibandingkan dengan kualitas perhatian yang kurang baik. kualitas handal yang baik mempunyai peluang 3. harapan pasien serta kebutuhan mereka. Saat ini tanggap.9 % dan kepuasan pasien yang baik 17.000 < 0. atau pelanggan. fasilitas dan alat yang mencukupi untuk suatu dorongan kepada pasien untuk menjalin dapat memberikan pelayanan yang berkualitas.003 < 0. penting dalam menciptakan kepuasan konsumen Berdasarkan uji statistik Kualitas tanggap. Rumah Berdasarkan uji statistik Hubungan sakit dapat meningkatkan kepuasan dengan cara kualitas handal dengan kepuasan pasien memaksimumkan pengalaman pasien yang didapatkan P vulue 0.896 artinya kualitas perhatian yang baik mempunyai peluang 13.7 kali untuk mendapatkan kepuasan pasien Kaitan antara kepuasan pasien dengan dibandingkan dengan kualitas handal yang kurang persepsi pasien tentang prosedur rawat jalan baik. sedangkan kualitas pelayanan perhatian yang baik mempunyai kepuasan pasien kurang baik 25. Secara tidak 0.000 bila dibandingkan dengan nilai memberikan kualitas yang memuaskan ( Tjiptono.05 ) 2000: 54 ). orang bahkan satu dari lima pasien yang tidak puas Hasil OR didapatkan 2.05 ) langsung pasien akan mempunyai persepsi tentang sehingga Ha ditolak maka tidak ada hubungan mutu pelayanan yang buruk akan menceritakan kualitas fisik dengan kepuasan pasien berobat pengalamannya kepada delapan sampai sepuluh jalan di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi.2 %. menceritakan pengalaman yang baik kepada kualitas pelayanan merupakan hal yang sangat pasien lainnya. Pasien yang puas sangat LPPM STIKes Perintis Padang 79 .05 maka P vulue > dari α ( 0. Persepsi Kualitas Pelayanan Fisik Dengan Kepuasan tentang kualitas handal yang buruk akan sangat Pasien Di Rawat Jalan Rumah Sakit Stroke mempengaruhi keputusan dalam kunjungan Nasional Bukittinggi Tahun 2016 didapatkan P berikutnya dan pasien biasanya mencari rumah vulue 0. dan perhatian didapatkan P vulue sama kesetiaan atau loyalitas kepada perusahaan karena yaitu P vulue 0.05 maka P vulue < dari α ( meniadakan pengalaman pasien yang kurang 0. 2000 ). Kualitas memberikan terlatih. sehingga dapat menciptakan jaminan.8 % dan kepuasan pasien baik 74.077 > 0. handal yang baik maka pasien tersebut akan Rumah Sakit sebagai perusahaan jasa.000 bila dibandingkan dengan nilai α = 0. kualitas pelayanan memiliki hubungan yang erat pencegahan dan terapi maka diperlukan tenaga dengan kepuasan pasien.003 bila dibandingkan menyenangkan dan meminimumkan atau dengan nilai α = 0. Pada gilirannya kepuasan pasien hubungan kualitas handal dengan kepuasan pasien dapat menciptakan kesetiaan atau loyalitas kepada berobat jalan di Rumah Sakit Stroke Nasional rumah sakit yang memberikan kualitas pelayanan Bukittinggi.077 bila dibandingkan dengan nilai α = sakit lain ( Jackovitz. tidak mendapatkan kepuasan pasien dibandingkan Sebaliknya ketika pasien mendapatkan kualitas dengan kualitas fisik yang baik.05 ) sehingga Ha diterima maka ada menyenangkan. Hasil OR didapatkan 13.000 < 0. ikatan seperti ini pelayanan kesehatan ditetapkan menjadi hak bagi memungkinkan untuk memahami dengan seksama semua. Seiring meningkatnya Tjiptono (2000:54) menyebutkan bahwa kerumitan pelayanan kesehatan. PEMBAHASAN persepsi tentang kualitas pelayanan suatu rumah Berdasarkan uji statistikHubungan sakit terbentuk saat kunjungan pasien. Hasil OR didapatkan 3. jaminan.700 artinya yang memuaskan. ikatan hubungan yang kuat dengan kepuasan. dan perhatian dengan kepuasan rumah sakit dianggap sebagai suatu lembaga yang pasien berobat jalan di Rumah Sakit Stroke giat memperluas layanannya kepada penderita Nasional Bukittinggi. adalah semakin baik kualitas pelayanan yang Pelayanan yang bermutu atau kualitas diberikan maka tingkat kepuasan pasien juga akan yang handal merupakan hal yang penting karena meningkat.

New York. Ultimate Patient Satisfaction. 1997. Jakarta : Persi kehilangan waktu. Kesimpulan dari hasil penelitian ini sebagai Bandung : Alfabeta berikut: Suprapto J. dan kepuasan memuaskannya. Handoko. Lebih dari separo untuk kualitas fisik 60. kualitas tanggap.. Pemasaran Rumah Sakit. Infomedika kasir. O. pun dinilai pasien sangat kurang. menyerahkan surat pengantar pemeriksaan ke New York: HFMA. Work. PT Prenhalindo. GP.5-17. Manajemen Pemasaran: Analisis kemudian kembali ke kasir untuk melakukan Perencanaan. M. Priciple of Hospital dengan pasien yang hendak melakukan Administration. Conceptual Model of Service Quality and Its karena banyaknya beban pekerjaan akan membuat Simplications for Future Research Journal of petugas tidak dapat bekerja secara optimal seperti Marketing Vol. R. Tidak antri selama Yogyakarta. and b. 1999. Shofari. 2001. c) Demikian pula hal nya Mc.6 % baik. Rineka Cipta. sehingga ketika ada pasien yang mau ke toilet juga Snock. kurang baik. harus ke farmasi untuk menyerahkan resep Kotler. waktu tunggu kita berkurang. Managing Quality menebus obat. tanggap. Aspen System Corporation. 4. yaitu “seharusnya. kembali ke kasir untuk melakukan Penelitian Kesehatan Masyarakat. London. menunggu panggilan. 1997. 1997. Jhon. kenal omongan dari mulut ke mulut. Andi. 4. kepuasan lingkungannya mengkonsumsi produk yang telah jamainan 50. 2006. Hospital What They Are Hair They harus antri yang cukup lama. Sistem awal. B.. Menjaga Pelayanan Mutu di RS kasir dengan administrasi membuat pasien (Quality Assurance). hingga 5.9 % baik. Frey and Daly. 2004.Soekijo.Metodologi laboratorium. Marketing. CV.. Jakarta. Kecepatan respon dari petugas Yogyakarta : Mitra Cendikia Press. Statistik Kesehatan. Manajemen Jasa. pasien setelah diberikan resep Missouri: Mosdy. Vol. Konsorsium RSI Jawa Tengah. dan Woodside. LPPM STIKes Perintis Padang 80 . jadi Fandi Tjiptono. Hal ini Parasuraman Zeithamel and Berry 1985. “Linking Service kualitas jaminan 62. Gibony. Implementasi dan pembayaran dan kembali ke farmasi untuk Pengendalian. e) Toilet umum Sabarguna. REFERENSI proses pemberi pelayanan jasa kesehatan. P. Pengantar Sistem didapat melalui : a) Komplain pasien yang Rekam Medis. terhadap pasien. Jakarta. untuk pasien di rawat jalan hanya ada satu. kualitas perhatian sama 63. 6 % baik tahun 2016 membantu perusahaan dalam mempromosikan c. pemeriksaan laboratorium. membuat terjadinya antrian panjang.9 % baik tahun 2016 Quality. 1989. kualitas handal. KESIMPULAN Sugiyono. Pengukuran Tingkat Kepuasan a. b) Selain itu. 1989. 9 No. Sons. 2004. dan perhatian dengan kepuasan Kondisi yang terjadi di Rumah Sakit pasien berobat jalan di Rumah Sakit Stroke Stroke Nasional Bukittinggi adalah kurangnya Nasional Bukittinggi tahun 2016 sinergisitas antar unit pemberi pelayanan. Tidak ada hubungan kualitas fisik dengan produknya yang juga dapat dijadikan sebagai kepuasan pasien berobat jalan di Rumah Sakit salah satu langkah atau strategi marketing yang Stroke Nasional Bukittinggi tahun 2016 dikenal dengan "Word of Mouth" atau biasa kita d. jaminan. pendaftaran antara pasien Kesehatan Nasional. 1997. 1991. Metode Penelitian Bisnis. kepuasan handal 51. 49. ini ”. baru dengan pasien lama dipisah di MR. Lebih dari separo kepuasan fisik 54 6 % Behavioral Intention” Jurnal of Health Care kurang baik. Customer Satisfaction.8 % Pelanggan Untuk Menaikkan Pangsa Pasar. Keadaan ini akan sangat perhatian 53.. Ada hubungan kualitas handal. Rock Ville. Seperti saat pasien ingin Katz dan Jacqueline.. Metodologi Riset Keperawatan. menunggu daftar biaya dari Notoadjmodjo.2005.5 % baik. Putnam. Semarang. 1996. lokasi yang tidak dekat antara Jacobalis S. Jilid I Edisi 9.5 kurang baik. laboratorium. dimulai dari proses administrasi. menyerahkan kwitansi pembayaran kemudian Jakarta. Jakarta. Keterbatasan petugas administrasi dan petugas Jakarta. d) Nursalam. diketahui saat dilakukannya proses pendaftaran Departemen Kesehatan RI. 2009. akan berpengaruh terhadap respon dari petugas. pembayaran kemudian melakukan pemeriksaan RinekaCipta laboratorium dan menunggu hasil laboratorium. 41-50 memberikan senyum (berlaku ramah tamah) Riwidikdo. DIY. Hal ini Bambang.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 dimungkinkan untuk mempengaruhi kepuasan tanggap 52. 1997.. pembayaran. pasien harus Melly. Maryland.

Perhimpunan Perekam Medik dan Informasi Kesehatan Indonesia. Prosedur penelitian Edisi Revisi. Klaten: LPP UNS & UNS Press Arikunto S. Semarang Sugiyono P. kualitatif. dan R&D . 2008. Jakarta: Buku Kedokteran ECG. Pedoman Pengelolaan Rekam Medis Rumah Sakit Di IndonesiaRevisi 1I. Universitas Indonesia Jakarta Pohan I.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Yulianto. Arief TQ.2010. Metode Penelitian Pendidikan (pendekatan kuantitatif. 2000. Teori. 1999. Shofari B. Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan CSGF (community of self help group forum ) . Jaminan Mutu Pelayanan Kesehatan . Surabaya: A LPPM STIKes Perintis Padang 81 . Yogyakarta: MMR-UGM. 2008. Pengelolaan Sistem Rekam Medik. 2006. Jakarta: Rineka Cipta DepKes RI. Tesis. 2002. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan Di Sarana Pelayanan Kesehatan. Strategi dan Aplikasi Volume 1. Analisis Kepuasan Pasien di Instansi Rawat Jalan RSU Jendral Ahmad Yani Metro Lampung. 2010. 2002. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Hatta G. Bandung: alfabeta Wijono Dj. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan .

com Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Perintis Sumbar² Email : Desitrianda@gmail.9% at child of age of toddler in Inwrought PAUD of Surya Kids Bukittinggi of year 2016. anak berjalan. There is relation of between Work ably child in conducting toilet training of at child of age of toddler by p-value = 0. 2009). which pattern take care of the parent influenced by some factor among other things the close-knit past experience with pattern take care of and or attitude of their parent and the values embraced by parent. p-value of pattern take care of premisif as much 64. Anak harus mampu mencapai 30% dari 250 juta jiwa penduduk mengenali urgensi untuk mengeluarkan dan Indonesia. balita yang susah mengontrol BAB dan BAK Selain itu mungkin ada berbagai motivasi yang (ngompol) mencapai 75 juta anak. With a sample of 45 respondents and data processing of Chi-Square test.2 . toilet training 1. where data retrieval independent and dependent variables done coincide. dan 1– laki serta 0.2 . setengah juta anak Laporan hasil literature yang telah dilakukan di berusia 6–16 tahun masih suka ngompol. berusia 7 tahun. target of this Research is to see Relation of Characteristic And Pattern Take Care Of Parent Ably Do Toilet Training of Child of Age of Toddler in Inwrought PAUD of Surya Kids Bukittinggi of Year 2016. Sedangkan sekitar 30% LPPM STIKes Perintis Padang 82 .016. One of major duty at a period to toddler is toilet training. parenting. Sebuah survey yang pernah ada di Indonesia oleh tabloid nakita menyebutkan.com Abstract child of Age toddler ( 1-3 year) refer concept of critical period and high plasticity in course of growing flower. 9% anak berusia 9 tahun. mengeluarkan eliminasi (Wong. mungkin antara usia 18 dan 24 bulan.4%.026.3% anak perempuan di Inggris masih 2% anak berusia 15 tahun.diperlukan faktor psikofisiologis Di Indonesia diperkirakan jumlah balita kompleks untuk kesiapan. 14% anak setelah berusia 5 tahun dan sekitar 1. Pattern take care of parent is pattern of interaction of between parent with child.Rahma Desi² Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Perintis Sumbar¹ Email : falemorin@yahoo. daripada memuaskan diri dengan Indonesia mencapai 12 % (Asti dan Faidah.4%.3% anak laki. hal ini dikarenakan kegagalan toilet anal dan uretra terkadang dicapai kira-kira setelah training (Irwan.034.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN POLA ASUH ORANGTUA DENGAN KEMAMPUAN MELAKUKAN TOILET TRAININGPADA ANAK USIA TODDLER DI PAUD TERPADU SURYA KIDS BUKITTINGGI TAHUN 2016 Falerisiska Yunere¹. yang Singapura yaitu 15% anak tetap mengompol terdiri dari:17% anak berusia 5 tahun. There is relation between age ably the child by p-value = 0. Jumlah kasus penting untuk memuaskan orang tua dengan anak berusia 6 tahun yang masih mengompol di menahan. 2003). Pursuant to statistical test from 45 people of responder got by result p-value of young age < 35 year as much 82. p-value of education is (SLTA) as much 64. Desain of this Research is Descriptive correlation with approach of cross sectional .2008).040. PENDAHULUAN Salah satu tugas mayor pada masa toddler memiliki kebiasaan BAB sembarangan pada usia adalah toilet training. Namun. p-value don’t work as much 62. There is relation of between pattern take care of parent ably child in conducting toilet training of at child of age of toddler in Inwrought PAUD of Surya Kids Bukittinggi of year 2016 p-value = 0. Expected by a research Keywords: characteristicsof parents. p-value owning ability in conducting toilet training as much 68. dan menurut Survey Kesehatan Rumah menahan eliminasi serta mampu Tangga (SKRT) Nasional diperkirakan jumlah mengkomunikasikan sensasi ini kepada orang tua.Kontrol volunter sfingter 7 tahun. There is relation of between education ably child in conducting toilet training by p-value = 0.

menandatangani inforcement consent dan untuk Instrumen untuk pengumpulan data pada pengisian lembaran kuesioner diisi langsung oleh penelitian ini menggunakan kuesioner yang responden. training pada anak usia 3 tahun sehingga anak belum mampu mengontrol kemampuan BAK dan Penelitian Ustari (2006) menunjukan bahwa BAB. pengetahuan ibu tentang penerapan toilet training Terdapat juga sekitar 20% anak usia balita tidak anak usia toddler (1-3 tahun).4%. Pengumpulan data dilakukan dengan Setelah mendapatkan persetujuan dari menggunakan instrument berupa kuesioner. mengatakan bahwa anaknya sudah mandiri dalam Penerapan toilet training pada anak usia toddler hal mengontrol BAB dan BAK.bekerja sebagai ibu rumah tangga didapatkan sebanyak 85 % dengan toilet training menerapkan pola asuh memberikan kebebasan berhasil dan 15 % dengan toilet training tidak kepada anak untuk berkreasi sesuai dengan berhasil. Ada hubungan tingkat 18 tahun masih mengompol di tempat tidur. Pustaka Tahun 2015 di dapatkan jumlah PAUD yang terdaftar di Bukittinggi sebanyak 43 PAUD. (1-3 tahun) sebagaian besar tidak di terapkan 3% anak berumur 12 tahun dan 1% anak berumur sebanyak 56. pengumpulan data dilakukan dengan tahap Kuesioner yang telah diisi dikumpulkan dan LPPM STIKes Perintis Padang 83 . anaknya terutama dalam kemampuan mengontrol Sehingga dari keterangan tersebut dapat diperoleh BAK pada siang dan malam hari. Kemudian peneliti memita responden tersebut. responden di minta usia toddler (1-3 tahun) di Paud Terpadu Surya persetujuannya yang dibuktikan dengan Kids dengan jumah 45 orang balita.manfaat adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan dan prosedur penelitian yang akan dilaksanakan cross sectional.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 anak berumur 4 tahun. maka peneliti memilih responden Sedangkan untuk pengisian kuesioner ini peneliti yang memenuhi kriteria untuk dijadikan calon menjelaskan pada responden yang berada di Paud responden. menerapkan pola asuh yang memberikan pengarahan dalam mengajarkan kemampuan Penelitian Syahid (2009) menunjukan bahwa mengontrol BAK pada siang dan malam hari tingkat pengetahuan ibu tentang toilet training terhadap anaknya yang berusia 3 tahun juga sebagian besar tidak baik sebanyak 63. 2. memuat beberapa pernyataan yang telah di kembangkan oleh peneliti sesuai kerangka konsep. maka mengisi seluruh pernyataan dengan lengkap. bekerja sebagai ibu rumah tangga juga Wahid Hasyim Malang. pemanja. Setelah responden memahami Sampel dalam penelitian ini adalah anak penjelasan yang diberikan. METODE PENELITIAN Desain penelitian yang digunakan memberikan penjelasan tentang tujuan. Ternyata anak kesimpulan bahwa pola asuh orang tua autoritatif sudah mampu mengontrol BAK pada siang dan lebih efektif terhadap keberhasilan toilet training malam hari. Dari data tersebut PAUD Surya Kids dan tidak memberikan perhatian sepenuhnya mempunyai jumlah anak usia toddler cukup terhadap perkembangan anak terutama dalam banyak yang belum mampu melakukan mengajarkan kemampuan melakukan toilet kemampuan toilet training secara mandiri. kepala Paud. ataupun penelantar. Lebih lanjut melakukan toilet training dan 75% orang tua tidak penelitian Syahid (2009) menunjukan bahwa ada memandang kondisi seperti itu sebagai masalah.8%. Peneliti mengingatkan responden untuk yang telah bersedia menjadi responden. Berdasarkan hasil survei dan wawancara yang Dari 5 PAUD yang sudah di data di dapati jumlah telah dilakukan di PAUD Terpadu Surya Kids murid usia toddler kurang dari 50 orang. kepada responden. 10% anak berumur 6 tahun. hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang toilet training dengan penerapan toilet Dari data UPT Perpustakaan Proklamator training pada anak usia toddler. Sedangkan 2 orang ibu yang berpendidikan kategori dengan pola asuh orang tua autoritatif tinggi. dan tidak didapatkan pola asuh orang tua imajinasi anak.memberikan pengarahan terhadap yang otoriter. Diketahui bahwa 2 orang ibu tentang kemampuan toilet training pada anak usia yang berpendidikan tinggi dan bekerja sebagai toddler mengatakan bahwa anak usia toddler pengawai menerapkan pola asuh yang menuntut belum mampu melakukan toilet training secara anak untuk mematuhi semua keinginan orang tua mandiri. Dari 5 Bukittinggi terhadap 5 orang ibu yang mempunyai (lima) pimpinan PAUD yang peneliti wawancarai anak usia 3 tahun. Dan 1 orang ibu yang berpendidikan pada anak usia prasekolah (4-6 tahun ) di TK rendah.

Untuk melihat kemaknaan perhitungan langkah-langkah seperti pengkodean data statistik digunakan batasan kemaknaan 0.7 2 Demokratis 13 28. penyajian data (out tersebut tidak bermakna dan jika nilai p ≤ 0.2 Distribusi Frekuensi Pola Asuh Orang Tua Dalam Melakukan Toilet Training Pada Anak Usia Toddler di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi Tahun 2016 No Pola Asuh F % 1 Otoriter 3 6. Tabel 5. Rendah 7 15.3 Distribusi Frekuensi Kemampuan Melakukan Toilet Training Pada Anak Usia Toddler di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi Tahun 2016 LPPM STIKes Perintis Padang 84 . pemindahan data (entering).entri data. sehingga jika nilai p> 0. ≤ 35 Usia Tahun 37 82.2 diatas dapat dilihat dari 45 orang tua sebahagian besar 64. Kemudian peneliti Analisa univariat yang dilakukan akan mengakhiri pertemuan dengan mengucapkan dengan analisis distribusi frekuensi dan statistik terima kasih pada responden atas kerjasama. maka hasil hitung bermakna. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN a. > 35 Tahun 8 17.4% dengan jumlah 29 orang tua menerapkan pola asuh permisif kepada anaknya dalam melakukan kemampuan toilet training di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016. deskriptif untuk melihat dari variabel independent.05 put). Tinggi 9 20 2.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 diperiksa kelengkapannya.05 (coding). Sedang 29 64. Bekerja 17 37.4 3.2 2.1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Orang Tua dalam melakukan toilet training Pada Anak Usia Toddler di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi Tahun 2016 Karakteristik F % 1. dan penganalisaan data (analyzing).4 4 Laissez Faire 0 0 Total 45 100 Hasil analisis dari tabel 5.8 2.6 Pekerjaan 1. Pengolahan data terkumpul Analisa Bivariat yang dilakukan untuk diklasifikasikan dalam beberapa kelompok mengetahui hubungan variabel independent dan menurut sub variabel yang ada dalam pernyataan.2 Total 45 100 Hasil analisis dari tabel 5.05 maka hasil hitung pembersihan data (cleaning). 3.9 3 Permisif 29 64.2% dengan jumlah 37 orang tua berusia muda ≤ 35 tahun di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016.8 Pendidikan 1. Tabel 5.1 diatas dapat dilihat dari 45 orang tua sebahagian besar 82. Tidak Bekerja 28 62. Hasil Penelitian Tabel 5. dependen dengan menggunakan uji statistik Chi- Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan Square.

792 kali untuk lebih mampu melakukan kemampuan toilet training dari pada yang usianya tua di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016.1 45 100 Hasil analisis dari tabel 5.3 diatas dapat dilihat dari 45 orang tua sebahagian besar 78. Dari hasil tersebut dilakukan uji chi square dengan menggunakan komputerisasi maka didapat hasil P value = 0.9 14 31.9 13 35.2 9 100 Total 31 68.9 % orang tua yang mampu anak mereka melakukan toilet training.040 < 0.1 37 100 Tua 7 87.1% yang tidak mampu melakukan toilet training di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016.4 Distribusi Frekuensi hubungan Usia dengan kemampuan melakukan Toilet Training pada anak usia toddler di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi Tahun 2016 Kemampuan Toilet Usia Orang Training f % P-value OR Tidak Tua Mandiri Mandiri f % f % Muda 24 64. Tabel 5.6 29 100 0.05 sehingga P value < alpha maka secara statitik Ho Di tolak sehingga ada hubungan usia orang tua dengan kemampuan anak melakukan toilet trainingdi PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016.5 8 100 0.4 8 27.5 1 12. Dari hasil tersebut dilakukan uji chi square dengan menggunakan komputerisasi maka didapat hasil P value = 0.792 yang artinya orang tua yang memiliki usia Muda memiliki peluang sebesar 3.1 Total 45 100 Hasil analisis dari tabel 5.8 2 22.5 Distribusi Frekuensi hubungan Pendidikan dengan kemampuan melakukan Toilet Training pada anak usia toddler di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi Tahun 2016 Kemampuan Toilet Pendidian Training Tidak F % P-value Orang Tua Mandiri Mandiri F % f % Pendidikan rendah 3 42.5% yang mampu melakukan toilet training di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016.026 < 0. Sedangkan dari 7 orang tua dengan pendidikan Rendah terdapat 57.4 % orang tua yang mampu anak mereka melakukan toilet training.9 4 57.9% dengan jumlah 31 orang anak sudah mandiri dalam melakukan toilet trainingdi PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016. Sedangkan dari 8 orang tua dengan usia tua terdapat 87.1 45 100 Hasil analisis tabel 5.9 2 Tidak Mandiri 14 31.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 No Kemampuan Toilet Training F % 1 Mandiri 31 78.1 7 100 Pendidikan Sedang 21 72.4 diatas dapat dilihat bahwa dari 37 orang tuayang memiliki usia muda terdapat 64.792 Total 31 68.026 Pendidikan Tinggi 7 77.05 sehingga P value < alpha maka secara statitik Ho Ditolak sehingga ada LPPM STIKes Perintis Padang 85 .9 14 31. Tabel 5.5 diatas dapat dilihat bahwa dari 29 orang tua yang memiliki pendidikan sedang terdapat 72.040 3. Hubungan tersebut didukung oleh nilai Oods ratio 3.

1 diatas tentang usiaorang tua dapat dilihat dari 45 orang tua Menurut Fareer Tahun 2010 bahwa Usia sebahagian besar 82.6% yang mampu melakukan toilet training. Hubungan tersebut didukung oleh nilai Oods ratio 1.9 9 32.2% orang tua berada pada merupakan salah satu faktor yang penting dalam LPPM STIKes Perintis Padang 86 . b.137 yang artinya orang tua yang memiliki pekerjaan memiliki peluang sebesar 1.9% yang mampu melakukan toilet training di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016.9 14 31.1 13 100 Premisif 19 65.6 5 29.1 45 100 Hasil analisis dari tabel 5.9 % orang tua yang mampu anak mereka melakukan toilet training.3 3 100 Demokratis 10 76.034 1.5 % orang tua yang mampu anak mereka melakukan toilet training.6 diatas dapat dilihat bahwa dari 28 orang tua yang tidak bekerja terdapat 67.7 Distribusi Frekuensi hubungan Pola asuh dengan kemampuan melakukan Toilet Training pada anak usia toddler di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi Tahun 2016 Pola Asuh Kemampuan Toilet Training Orang Tua Mandiri Tidak Mandiri f % P-value F % f % Otoriter 2 66.6 Distribusi Frekuensi hubungan pekerjaan Orang tua Usia dengan kemampuan melakukan toilet training pada anak usia toddler di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi Tahun 2016 Pekerjaan Kemampuan Toilet Training Tidak Orang Tua Mandiri f % P-value OR Mandiri F % f % Tidak Bekerja 19 67.7 1 33.137 kali untuk mampu melakukan toilet training dari pada yang tidak bekerja di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016.016 Laissez Faire 0 0 0 0 0 0 Total 31 68.016 < 0. Orang tua yang bekerja memiliki quality time untuk mengajarkan kemampuan bertoilet training kepada anak di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016.137 Total 31 68. Sedangkan dari 3 orang tua dengan pola asuh otoriter terdapat 76.05 sehingga P value < alpha maka secara statitik Ho Ditolak sehingga ada hubungan pola asuh orang tua dengan kemampuan anak melakukan toilet trainingdi PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016. Tabel 5.9 3 23.034 < 0. Tabel 5.05 sehingga P value < alpha maka secara statitik Ho Ditolak sehingga ada hubungan pekerjaan orang tua dengan kemampuan anak melakukan toilet trainingdi PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 hubungan pendidikan orang tua dengan kemampuan anak melakukan toilet trainingdi PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016. Pembahasan usia muda ≤ 35 Tahun di PAUD Terpadu Surya Karakteristik Orang tua Kids Bukittinggi tahun 2016. Dari hasil tersebut dilakukan uji chi square dengan menggunakan komputerisasi maka didapat hasil P value = 0.9 14 31. Dari hasil tersebut dilakukan uji chi square dengan menggunakan komputerisasi maka didapat hasil P value = 0.5 29 100 0.1 28 100 Bekerja 12 70.5 10 34. Hasil analisa dari tabel 5. Sedangkan dari 17 orang tua yang bekerja terdapat 70.4 17 100 0.7 diatas dapat dilihat bahwa dari 29 orang tuayang memiliki pola asuh Premisif terdapat 65.1 45 100 Hasil analisis dari tabel 5.

interpersonal antara ibu dan anak. ataupun anak sehingga akan berdampak pada terlambatnya penelantar. pendidikan Sedang yaitu Pendidikan SMA di Orang tua yang bekerja masih memiliki waktu PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun atau quality time untuk mengajarkan kemampuan 2016.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 melakukan toilet training pada anak dimana jika mengajarkan dan memberikan pendidikan kepada usia orang masih muda maka orang tua lebih aktif anak dibandingkan dengan orang tua yang berusia dan mampu melakukan toilet training pada anak lebih tua atau > 35 tahun. Asumsi peneliti pola asuh orang tua anak. Dari kepentingan keluarga dari 45 orang tua sebahagian besar 64. melatih) supaya dapat pendidikan ibu berpengaruh pada pengetahuan ibu berdiri sendiri (Kamus Besar Bahasa tentang penerapan toilet training.4% orang pendidikan ibu sendiri sangat diperlukan tua memiliki pola asuh Premisif di PAUD Terpadu seseorang lebih tanggap adanya perkembangan Surya Kids Bukittinggi tahun 2016 anak salah satunya penerapan toilet training Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia didalam keluarganya. Ibu dapat diperoleh kesimpulan bahwa pola asuh yang bekerja diluar rumah harus pandai-pandai orang tua autoritatif lebih efektif terhadap mengatur waktu untuk keluarga. Dalam pola asuh permisif orang tua banyak waktu untuk bersama anak tetapi yang lebih sering memanjakan anak untuk memperoleh paling penting adalah kualitas hubungan kebebasan dan memiliki disiplin yang longgar. karena pada keberhasilan toilet training pada anak usia hakekatnya seorang ibu mempunyai tugas utama prasekolah (4-6 tahun ) di TK Wahid Hasyim yaitu mengatur urusan rumah tangga ternasuk Malang. Walaupun asuh permisif. mengawasi.1 diatas tentang didikan. tetapi ibu tetap mengawasi dan memperhatikan Asumsi peneliti bahwa karakteristik orang tua anaknya.2 diatas dapat dilihat yang mereka peroleh.2% orang tua tergolong tidak Penelitian Ustari (2006) menunjukan bekerja di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi bahwakategori dengan pola asuh orang tua tahun 2016. demokratis. Sehingga dari keterangan tersebut anak untuk mandiri melakukan toilet training. Secara umum pola asuh sehingga berpengaruh pada cara melatih secara orang tua merupakan suatu kecenderungan yang dini penerapan toilet training relatif menetap dari orang tua dalam memberikan Hasil analisa dari tabel 5. Menurut Kodyat Tahun 2006 bahwa Tingkat pendidikan ibu turut menentukan mudah tidaknya Pola asuh Orang Tua seseorang menyerap dan memahami pengetahuan Hasil analisa dari tabel 5.2001). Sedangkan kepada anak. mengatur dan membimbing anak. yang diperoleh bahwa orang tua lebih banyak Hasil analisa dari tabel 5. sebahagian besar 62. Notoadmojo Tahun 2003 bahwa Tingkat membimbing (membantu. Asuh adalah Sedangkan Tingkat pendidikan menurut menjaga (merawat dan mendidik) anak kecil.1 diatas tentang tidak bekerja tetapi mereka tetap menitipkan pendidikan orang tua dapat dilihat dari 45 orang anaknya di Paud dengan alasan agar anaknya tua sebahagian besar 64. pemanja. Hasil penelitian yang peneliti untuk ibu yang tinggal dirumah pun harus mampu dapatkan bahwa orang tua yang menerapkan pola mengatur waktu dengan bijaksana. toilet training kepada anaknya. dan tidak didapatkan pola bermakna dengan penerapan toilet training pada asuh orang tua yang otoriter. orang yang dianggap tua pengetahuan tentang penerapan toilet training (cerdik. cara kerja. dan mampu memberikan dorongan pada anak dan belum melanjutkan pendidikan keperguruan mereka dalam melakukan toilet training dan akan tinggi.ahli) . Pengorbanan tersebut akan menjadi suatu diantaranya otoriter. permisif dan kebahagiaan jika melihat anak-anaknya tumbuh laissez faire semuanya diterapkan oleh orang tua menjadi pribadi yang kuat da stabil. Segala keinginan anak selalu dipenuhi berusia muda ≤ 35 tahun lebih cendrung LPPM STIKes Perintis Padang 87 . Dari segi pendidikan mereka sehingga orang tua masih dapat melatih orang tua didapatkan data bahwa pendidikan akan melakukan toilet training pada anak mereka orang tua lebih dominan berpendidikan sedang. autoritatif didapatkan sebanyak 85 % dengan Menurut Kusumaning Tahun 2002 bahwa toilet training berhasil dan 15 % dengan toilet Status pekerjaan ibu mempunyai hubungan yang training tidak berhasil. Sedangkan pekerjaan orang tua dari data dapat anak pintar untuk melakukan toilet training. bimbingan dan perawatan kepada anak- pekerjaan orang tua dapat dilihat dari 45 orang tua anaknya. Sedangkan orang tua adalah pendidikan ibu rendah akan berpengaruh pada ayah ibu kandung.pandai. apabila Indonesia. (2001) Pola adalah sistem.4% orang tua berada pada mendapatkan pendidikan usia dini lebih baik.

baik yang hidup maupun yang mati. diukur sejak dia lahir hingga waktu umur itu dihitung. Toilet training ini dapat berlangsung dapat berbicara dengan kalimat lengkap dan pada fase kehidupan anak umur 18 bulan – 2 tahun menunjukkan kemampuan yang setara dengan .792 yang artinya defekasi. maka dinyatakan bahwa dan buang air besar (BAB) pada anak dibutuhkan usia mental anak tersebut adalah satu tahun.792 kali untuk lebih anak dengan memberikan pola asuh yang baik mampu melakukan toilet training dari pada yang seperti pola asuh permisif yang dilakukan orang usianya tua terhadap anak di PAUD Terpadu tua terhadap anak. maka secara statitik Ho Ditolak sehingga ada Sedangkan Menurut Supartini (2004).9% anak kronologis adalah perhitungan usia yang dimulai mampu melakukan toilet training di PAUD dari saat kelahiran seseorang sampai dengan Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016. Usia orang tua tidak berpengaruh dalam Kemampuan Toilet Training memberikan pola asuh terhadap anak.05 sehingga P value < α dan buang air besar (BAB) secara mandiri.792 kali untuk lebih mampu sebab anak sudah bisa untuk melakukan hal-hal melakukan toilet training dari pada yang usianya yang kecil seperti buang air kecil (BAK) dan muda di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi buang air besar (BAB). kemampuan toilet training dari pada usia yang tua Banyaknya anak yang mampu melakukan toilet dimana usia ini sangat dipengarungi karena training karena beberapa anak masih dapat adanya kesanggupan ibu dalam melakukan toilet mengikuti perintah orang tuanya. Jenis Hasil analisa dari table 5.4 % orang tua mereka melakukan toilet training. bahwa hubungan usia orang tua dengan kemampuan anak toilet training merupakan aspek penting dalam melakukan toilet training di PAUD Terpadu Surya perkembangan anak usia toddler yang harus Kids Bukittinggi tahun 2016.4 diatas dapat dilihat Hasil analisa dari tabel 5. psikologis maupun Dari hasil tersebut dilakukan uji chi square intelektual. karena dari beberapa kegiatan yang dilakukan pendidikan orang tua.1% yang tidak Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016.5% yang training. Hubungan tersebut mendapat perhatian orang tua dalam berkemih dan didukung oleh nilai Oods ratio 3. Hubungan Usia Dengan Kemampuan Toilet Hubungan Pendidikan Dengan Training Kemampuan Toilet Training Hasil analisa dari table 5. dengan menggunakan komputerisasi maka didapat LPPM STIKes Perintis Padang 88 . pekerjaan orang tua dan maka lebih banyak usia muda yang melakukan juga pola asuh yang dilakukan oleh orang tua.3 diatas dapat dilihat perhitungan umur/usia. Dan toilet training juga dapat menjadi Responden yang memiliki usia Muda memiliki awal terbentuknya kemandirian anak secara nyata peluang sebesar 3. sedangkan dari yang mampu anak mereka melakukan toilet 8 orang tua dengan usia tua terdapat 87.9 % orang tua yang mampu anak pendidikan sedang terdapat 72. begitu juga dengan usia Menurut Hidayat tahun 2005 bahwa Toilet mental adalah perhitungan usia yang didapatkan training pada anak merupakan suatu usaha untuk dari taraf kemampuan mental seseorang. tahun 2016. Surya Kids Bukittinggi tahun 2016. Sedangkan usia dari 45 orang tua sebahagian besar 68. umur manusia dikatakan lima belas tahun anaknya dalam melakukan sesuatu.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 dan memberikan kepercayaan yang penuh kepada Semisal. Asumsi peneliti bahwa kemampuan anak Asumsi peneliti bahwa adanya hubungan melakukan toilet training banyak dipengaruhi antara usia dengan kemampuan toilet training oleh faktor seperti faktor usia orang tua . Sedangkan dari 7 orang tua dengan mampu melakukan toilet training di PAUD pendidikan rendah terdapat 57. persiapan baik fisik. waktu perhitungan usia. mampu melakukan toilet training di di PAUD Umur atau usia adalah satuan waktu yang Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016.5 diatas dapat dilihat bahwa dari 37 orang tua yang memiliki usia muda bahwa dari 29 orang tua yang memiliki terdapat 64. melalui persiapan tersebut diharapkan dengan menggunakan komputerisasi maka didapat anak mampu mengontrol buang air kecil (BAK) hasil P value = 0. mengukur waktu keberadaan suatu benda atau Dari hasil tersebut dilakukan uji chi square makhluk. dimana orang training pada anak terlihat dari nilai OR dimana tua dapat mengajarkan anak dalam melakukan yang artinya orang tua yang memiliki usia muda kemampuan toilet training yang bisa dilakukan memiliki peluang sebesar 3. Misalnya melatih anak agar mampu mengontrol dalam seorang anak secara kronologis berusia empat melakukan buang air kecil (BAK) dan buang air tahun akan tetapi masih merangkak dan belum besar (BAB).040 < 0. Dalam melakukan latihan buang air kecil (BAK) anak berusia satu tahun.

Menurut Supartini (2004).7 diatas dapat dilihat pendidikan orang tua.05 sehingga P value < α dimana artinya orang tua yang tidak bekerja maka secara statitik Ho Ditolak sehingga ada memiliki peluang sebesar 1. Biasanya anak sehingga akan berdampak pada terlambatnya kontrol buang air kecil (BAK) lebih dahulu anak untuk mandiri melakukan toilet training. Hubungan tersebut didukung oleh nilai yang mampu melakukan toilet training karena Oods ratio 1.137 kali untuk mampu hubungan pendidikan orang tua dengan melakukan toilet training dari pada yang bekerja kemampuan anak melakukan toilet trainingdi di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016. kesabaran. mengatur dan membimbing anak.137 beberapa anak masih dapat mengikuti perintah Asumsi peneliti bahwa adanya hubungan orang tua dimana orang tua masih dapat pekerjaan dengan kemampuan anak melakukan melakukan toilet training yang bisa dilakukan toilet training dapat didukung oleh nilai OR anak dengan memberikan pola asuh yang baik LPPM STIKes Perintis Padang 89 . pengertian . Walaupun maka secara statitik Ho Ditolak sehingga ada banyak waktu untuk bersama anak tetapi yang hubungan pola asuh orang tua dengan kemampuan paling penting adalah kualitas hubungan anak melakukan toilet trainingdi PAUD Terpadu interpersonal antara ibu dan anak. karena pada dan buang air kecil (BAK) diperlukan untuk hakekatnya seorang ibu mempunyai tugas utama keterampilan sosial. Premisif terdapat 65.05 sehingga P value < α training pada anak karena kemampuan anak maka secara statitik Ho Ditolak sehingga ada melakukan toilet training banyak dipengaruhi hubungan pekerjaan orang tua dengan faktor seperti faktor usia orang tua. Asumsi peneliti bahwa kemampuan anak Hubungan Pola Asuh dengan Kemampuan melakukan toilet training banyak dipengaruhi Toilet Training oleh beberapa faktor seperti faktor usia orang tua . Banyaknya anak 2016. anak. Toilet training merupakan proses pengajaran Pekerjaan ibu mempunyai hubungan yang untuk kontrol buang air besar (BAB) dan buang air bermakna dengan penerapan toilet training pada kecil (BAK) secara benar dan teratur.016 < 0. Bukittinggi tahun 2016.6 diatas dapat dilihat mendapat perhatian orang tua dalam berkemih dan bahwa dari 28 orang tua yang tidak bekerja defekasi.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 hasil P value = 0.6% yang yang kecil seperti buang air kecil (BAK) dan mampu melakukan toilet training di PAUD buang air besar (BAB). bahwa toilet Hubungan Pekerjaan Dengan Kemampuan training merupakan aspek penting dalam Toilet Training perkembangan anak usia toddler yang harus Hasil analisa dari tabel 5. Surya Kids Bukittinggi tahun 2016. Pengaturan buang air besar (BAB) mengatur waktu untuk keluarga. 2016. Mengajarkan toilet training yaitu mengatur urusan rumah tangga ternasuk pada anak membutuhkan waktu. Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016. Dan toilet training juga dapat menjadi terdapat 67. Ibu dipelajari oleh anak. Hasil analisa dari tabel 5.9% yang mampu melakukan orang tua yang mendukung seperti pendidikan toilet training di PAUD Terpadu Surya Kids sedang dan pendidikan tinggi pada orang tua. training karena anak masih dapat mengikuti Sedangkan dari 3 orang tua dengan pola asuh perintah orang tua dilihat dari adanya pendidikan otoriter terdapat 76. pendidikan kemampuan anak melakukan toilet training di orang tua. dan mengawasi.034 < 0. Dari hasil tersebut dilakukan uji chi square Asumsi peneliti bahwa adanya hubungan pola dengan menggunakan komputerisasi maka didapat asuh dengan kemampuan melakukan toilet hasil P value = 0.026 < 0. Sedangkan dari sebab anak sudah bisa untuk melakukan hal-hal 17 orang tua yang bekerja terdapat 70.05 sehingga P value < α mengatur waktu dengan bijaksana. Sedangkan dengan menggunakan komputerisasi maka didapat untuk ibu yang tinggal dirumah pun harus mampu hasil P value = 0. pekerjaan orang tua dan juga pola asuh PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun yang dilakukan oleh orang tua. pekerjaan orang tua dan bahwa dari 29 orang tua yang memiliki pola asuh juga pola asuh yang dilakukan oleh orang tua.5 % orang tua yang mampu banyaknya anak yang mampu melakukan toilet anak mereka melakukan toilet training.9 % orang tua yang mampu anak awal terbentuknya kemandirian anak secara nyata mereka melakukan toilet training. Pengorbanan tersebut akan menjadi suatu kebahagiaan jika melihat anak-anaknya tumbuh Dari hasil tersebut dilakukan uji chi square menjadi pribadi yang kuat da stabil. kemudian kontrol buang air yang bekerja diluar rumah harus pandai-pandai besar (BAB).

Diakses dari Bukittinggi tahun 2016. EGC antara Pendidikan dengan kemampuan anak dalam melakukan toilet training pada anak Rifa.com pada tanggal 16 antara pola asuh orang tua dengan Desember 2015 kemampuan anak dalam melakukan toilet Stari. S. Jakarta: PT. KESIMPULAN cetakan ke7. Asuhan Keperawatan Bayi & toddler di PAUD Terpadu Surya Kids Anak. 2003. http://konsep-toilet-training. Pengetahuan Ibu Tentang Toilet usia muda < 35 tahun 82. Jakarta.9% pada anak usia toddler di PAUD http://digilib. Diakses dari http://hubungan- Bukittinggi tahun 2016 p-value = 0.034 pengetahuan-orang-tua-toilet- 4. Dengan orang tua Keperawatan Anak 1. Yupi.blogspot. Tumbuh Kembang Anak.8 Dari hasil uji chi square maka ada hubungan tian-pola-asuh-menurut-para-ahli.5 Dari 45 orang tua sebahagian besar memiliki Syahid.id/bitstream/12345 Bukittinggi tahun 2016.pdf 4. (2005). Jakarta.com/2012/12/penger 4. Soetjiningsih (1995).026 http://www.016 training.Alwi (2002).blogspot.id. Kesehatan. Metodologi Penelitian tahun 2016. Jakarta : Balai Pustaka dengan kemampuan melakukan toilet training pada anak usia toddler di PAUD Terpadu Surya Hidayat. (2002).2006.2009.Aziz Alimul (2005).9 Dari hasil uji chi square maka ada hubungan training. 2004.Pengertian Pola Asuh. Rineka Cipta Dari Penelitian yang dilakukan dengan judul Hasan.1993 . Jakarta. Jakarta : Salemba sebanyak 45 orang maka peneliti dapat menarik Medika kesimpulan sebagai berikut : 4. Hubungan pengetahuan orang tua usia toddler di PAUD Terpadu Surya Kids tentang toilet training. FK 4.Manajemen penelitian 4. (2011). EGC toddler di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016 p-value = 0.Pengantar Ilmu Kids Bukittinggi tahun 2016.4% pada anak Irwan. (2005).Hubungan pola asuh orang tua dengan training pada anak usia toddler di PAUD toilet training. 6789/23318/5/chapter 4. Salemba Medika Bukittinggi tahun 2016 4.2% pada anak usia toddler di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi Notoatmodjo.ac. jtptunimus-gdl-senjputri-5197-4-babiii.ac.1 Dari 45 orang tua sebahagian besar memiliki Hidayat.blogspot.3 Dari 45 orang tua sebahagian besar tidak pada tanggal 15 Desember 2015 bekerja 62. Arikunto.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 seperti pola asuh permisif yang dilakukan orang 5.7 Dari hasil uji chi square maka ada hubungan Universintas Udayana. Pada tanggal 13 November 2015 antara usia dengan kemampuan anak dalam Supartini. (2004).Diakses 3 usia toddler di PAUD Terpadu Surya Kids November 2015 dari Bukittinggi tahun 2016 p-value = 0.unimus. toilet training pada anak usia toddler di PAUD Terpadu Surya Kids toddler.Pengetahuan orang tua tentang kemampuan dalam melakukan toilet training toilet training.4% pada anak usia Nursalam.sarjanaku.com 4.Diakses dari http://pola- Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016 asuh-orang-tua-toilet- p-value = 0.4 Dari 45 orang tua sebahagian besar memiliki pola asuh permisif 64. Bali. REFERENSI tua terhadap anak.usu. Rineka Cipta 4.com pada tanggal 15 Desember 2015 LPPM STIKes Perintis Padang 90 .A.2% pada anak usia Training.040.I Diakses dari 68./files/disk1/104/ Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016. Konsep Dasar melakukan toilet training pada anak usia Keperawatan Anak. S. Diakses 25 November 2015 dari toddler di PAUD Terpadu Surya Kids http://repository.Kamus Besar Bahasa hubungan karakteristik dan pola asuh orang tua Indonesia.htm antara Pekerjaan dengan kemampuan anak dalam melakukan toilet training pada anak Rugolotto.6 Dari hasil uji chi square maka ada hubungan .2 Dari 45 orang tua sebahagian besar memiliki pendidikan sedang (SLTA) 64.

Jakarta. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik. (2009). Pengertian toilet training. 2007.com pada tanggal 15 Desember 2015 Wong. www.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Warner.blogspot. EGC.depkes_Bukittinggi.com LPPM STIKes Perintis Padang 91 . Diakses dari http://supartini-konsep-toilet- training.

yang lebih seimbang (Pieter dkk.849 mean that the type of families’ dual career at risk 1. against the teacher and others. 2014). baik secara fisik. ini dan mencoba untuk memperoleh identitas diri Perkembangan organ-organ seksual akan yang matang (Potter & Perry . Penyesuaian dan terjadi pada bagian-bagian tubuh yang adaptasi dibutuhkan untuk menghadapi perubahan mengandung lemak sedikit atau tidak sama sekali. 2010). masa kanak-kanak pertengahan. Aggressive Behaviour 10-24 tahun dan belum nikah. The purpose of this study is to determine the relationship of the type of families’ with aggressive behaviour in adolescents. lack of ethics. perkembangan ciri-ciri sembilan ratus juta berada dinegara sedang seks sekunder akan sempurna matang pada remaja berkembang. Adapun. Istilah adolescence merujuk kepada kematangan Perubahan fisik pada masa remaja mulai pada psikologis individu. dan masa dari jumlah penduduk dunia (WHO. This study was conducted on 21 to 22 July 2016 with a method. Namun.849 times for the occurrence of aggressive behaviour in adolescents compared to families. penambahan tinggi remaja putra kira-kira pada sedangkan perkembangan kognitif mengakibatkan usia 18-19 tahun.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 TIPE KELUARGA DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA ANAK REMAJA Yendrizal Jafri1. ataupun sosial. Descriptive correlation The number of samples in this research is 207 respondents. this research instrument using a questionnaire. Dual-career it can be concluded that the existence of family-type relationship dual career with aggressive behaviour in adolescents and it is expected that the Principal district in order to improve the ability of schools. 2009). Di dunia diperkirakan tahapan prenatal. Keywords : Type Family. Perubahan berat badan remaja kemampuan untuk menyusun hipotesis dan mengikuti jadwal yang sama dengan tinggi dan berhubungan dengan hal abstrak. remaja laun akan mencapai perbandingan proporsi tubuh adalah penduduk dalam rentang usia 10-18 tahun. mencapai ukuran yang matang pada masa remaja Menurut WHO. Penambahan tinggi badan reproduksi. masa kanak-kanak kelompok remaja berjumlah 1. dan menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) rentang usia remaja adalah LPPM STIKes Perintis Padang 92 .com Abstract Based on the preliminary study on 19 April 2016 showed interviews with four students and two teachers say aggressive behaviour often occurs late coming to school. atikahnurulhudadv@gmail. Menurut Peraturan Menteri akhir. Atikah Nurul Huda Dwi Vally2 Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Perintis Padang Email: yendrizaljafri@ymail. Sekitar beberapa tahun. Masa remaja merupakan masa peralihan Masa remaja (Adolescence) merupakan masa di dari masa pubertas menuju masa dewasa.05). sedangkan pubertas merujuk masa remaja awal hingga remaja akhir sedikit kepada saat di mana telah ada kemampuan mengalami penurunan. From the results of research. Selama mana terjadi transisi masa kanak-kanak menuju periode ini. means that ho accepted. remaja merupakan akhir. smoking. biasanya antara usia 13 dan 20 tahun. 2000). kanak-kanak akhir atau remaja (Wong. Beberapa dari bagian anggota tubuh lambat Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014. teachers and officers Counseling to cope with aggressive behaviour of teenagers in school and develop methods of counseling teens with family – type dual career. psikologis. Jumlah kelompok 1. remaja banyak mengalami perubahan dewasa. PENDAHULUAN usia 10-19 tahun di Indonesia menurut Sensus Setiap manusia memliki tahap perkembangan Penduduk 2010 sebanyak 43. the value of p = 0. no relation that have meaning (value of p > 0.com. with sampling technique multistage random sampling. fungsinya belumlah matang hingga penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun. periode bayi.054. Perubahan hormonal saat pubertas remaja putri rata-rata pada usia 17-18 tahun dan mengakibatkan perubahan penampilan pada anak.5 juta atau sekitar masing-masing yang secara umum di mulai dari 18% dari jumlah penduduk. OR obtained 1.2 miliyar atau 18% awal.

jiwa remaja perempuan (BPS. Kenakalan sosial yang identitas (atau peran) sebagai bahaya utama pada tidak menimbulkan korban di pihak orang lain: tingkat ini. Di Kabupaten Padang Pariaman dari membahayakan bagi kedua belah pihak yang 403. dan utama remaja. 2009). merupakan yang besar.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Selanjutnya pada perkembangan korban fisik pada orang lain: perkelahian. kadar menyimpang dan perbuatan-perbuatan negatif serotonin yang rendah dapat menyebabkan yang melanggar aturan norma yang ada di peningkatan perilaku agresif. sebab masing-masing pihak remaja. Asia Pasifik jumlah penduduknya merupakan Namun bayangan akan terjadinya peristiwa tindak 60% dari penduduk dunia. Di Indonesia menurut saat memasuki lingkungan sekolah seringkali Biro Pusat Statistik kelompok umur 10-19 tahun menghantui perasaan sebagai siswa.601 remaja laki-laki dan 241.344 biasanya berusaha melakukan sesuatu yang jiwa penduduk terdapat 4.1% remaja perempuan (Soetjiningsih.518 jiwa terlibat konflik. Berita tentang Di Provinsi Sumatera Barat tercatat terlibatnya para siswa dalam berbagai bentuk remaja laki-laki yang berusia 10-14 tahun kerusuhan. 2014). yang universal (Neto. Ia juga menyatakan bahwa penolakan pelacuran. Perilaku adalah 22%. Kenakalan remaja dan beberapa sambil tetap mempertahankan hubungan keluarga. Di potensi yang mereka miliki dengan sepenuhnya. 2005). Sedangkan remaja yang berusia 15-19 dan kompleks (GatraNews. mereka harus membangun sistem etis dikaitkan dengan perilaku agresif dari remaja yang berdasarkan nilai-nilai pribadi. Mereka akan (Sarwono. perampokan. Selanjutnya. 2013). tahun berjumlah 471. Remaja berusaha dari rumah atau membantah perintah mereka. Sekolah penduduk di dunia jumlah populasi remaja seharusnya menjadi tempat yang menyenangkan. 250. pencopetan.9% remaja laki. 2012).205 remaja Perilaku agresif siswa di sekolah sangat beragam perempuan. dan memisahkan unsur emosional dari pihak orangtua sebagainya. Kenakalan yang kelompok terhadap perbedaan pada remaja melawan status. Mereka dapat membentuk lain-lain.137 bagi pihak lawannya (Gurp.400 remaja laki-laki dan 232. Jensen kerusakan struktur pada sistem limbik dan lobus (1985) membagi kenakalan remaja ini menjadi frontal serta lobus temporal otak dapat mengubah empat jenis yaitu: kenakalan yang menimbulkan kemampuan individu untuk memodulasi agresi LPPM STIKes Perintis Padang 93 . pertahanan terhadap kebingungan identitas mengingkari status orang tua dengan cara minggat tersebut (Erikson. penyalahgunaan obat. Berbagai menyerang atau melukai orang lain atau komponen tentang identitas total berasal dari tugas mencakup perusakan properti. tempat dimana para Amerika Serikat menunjukan jumlah remaja siswa dapat mengembangkan berbagai macam berumur 10-19 tahun sekitar 15% populasi. dan gaya hidup. pencurian. seperlimanya adalah kekerasan dan sesuatu yang tidak menyenangkan remaja umur 10-19 tahun. mempunyai konsekuensi negatif dan merugikan terdiri dari 595 jiwa remaja laki-laki dan 4. yang terdiri dari 50.294 remaja yang terdiri dari Perilaku agresif yang beragam dan kompleks ini 238. misalnya mengingkari status anak anggotanya merupakan suatu mekanisme sebagai pelajar dengan cara membolos. tawuran. Data Demografi di tempat yang aman dan sehat. Di Kecamatan Kayutanam dari 26. orang (Potter & Perry. perkelahian. agresif siswa di sekolah sudah menjadi masalah laki dan 49. Erikson meninjau kebingungan pemerasan. pembunuhan. Beberapa hal yang dapat menyebabkan Dengan banyaknya populasi usia remaja perilaku agresif antara lain adanya kadar serotonin maka beragam pula perilaku yang ditimbulkan yang berperan sebagai inhibitor utama pada baik itu sesuai norma ataupun perilaku perilaku agresif.1968). membuat keputusan mengenai karier. kelainan perilaku remaja yang lain biasanya Selain itu.806 remaja yang terdiri dari kekerasan lainnya semakin sering terdengar. tetap terisolasi. pendidikan Perilaku agresif merupakan perilaku di masa depan. Perilaku agresif sering kali di temui pada remaja- Data Demografi menunjukan bahwa remaja disekolah (Videbeck. cederung semakin meningkat.732 jiwa penduduk.894 remaja akan menimbulkan dampak yang merugikan dan perempuan. dan tindak berjumlah 491.530 jiwa penduduk terdapat 166. 2002). psikososial. pencarian jati diri merupakan tugas pemerkosaan. dan lain-lain. Kenakalan yang menimbulkan korban hubungan kelompok yang erat atau memilih untuk materi: perusakan. masyarakat seperti kenakalan remaja. dan akhir-akhir ini 2010). 12 Oktober 2011). Dengan demikian. Perilaku agresif – tugas tersebut dan akan membentuk identitas ditujukan untuk menyakiti atau menghukum orang pribadi dewasa yang unik untuk masing-masing lain atau memaksa seseorang untuk patuh.

100% pada 2011. perilaku agresi remaja pertama. agresif yang diurutkan berdasarkan nilai tertinggi Di Kota Padang. yakni 330 kasus tawuran yang Hasil penelitian Rina (2011). masa kanak-kanak pertengahan dan masa (Padang Ekspress. Faktor kedua yaitu faktor kebut-kebutan di jalan raya yang dilakukan oleh internal yang melatarbelakangi perilaku agresif pelajar hingga mengganggu kenyamanan pada remaja adalah membalas ejekan teman. 2012). mereka sibuk berkarir dengan pekerjaannya). 2013). & Jones 2014). Kegagalan untuk mengembangkan perilaku agresif. mudah frustasi. dan rentan terhadap sangat membingungkan anak yang masih perilaku agresif (Videbeck. orang tua. sengaja menyenggol atau menyerempet kendaraan mencoba adegan kekerasan seperti yang yang parkir sehingga angka kecelakaan motor ditayangkan di televisi. telah terjadi 139 tawuran yang menewaskan faktor eksternal yang melatarbelakangi perilaku 12 orang pelajar (Lukmansyah & Andini. 2012). membutuhkan panduan untuk berperilaku.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 sehingga menyebabkan perilaku agresif. berperannya seorang ibu untuk menambah Orang tua juga harus dapat menerapkan ketiga penghasilan keluarga menyebabkan kurangnya pola asuh tersebut sesuai dengan situasi dan perhatian orangtua terhadap aktivitas remaja. faktor sistem otak dan faktor kimia darah. disatukan oleh kebersamaan dan kedekatan Pertama yaitu faktor biologis. Aksi menguntungkan. Dengan ikut kebebasan disertai bimbingan kepada anak). ketiga sampai yang paling banyak juga terlihat dalam beberapa kasus seperti memiliki nilai terendah yaitu. dua faktor menewaskan 82 pelajar. disiplin sekolah yang sangat kaku kualitas tersebut dapat menyebabkan individu atau sangat longgar di lingkungan sekolah akan ynag impulsif. sebayanya. Pada bulan Januari-Juni yang melatarbelakangi perilaku agresif. guru-guru di sekolah sangat terpenuhinya keinginan) dan perilaku yang tepat berperan dalam munculnya masalah emosi dan secara sosial. pengguna jalan lainnya karena siswa dengan kecewa dan pergi dari rumah. Agen yang dimaksud adalah keluarga. Ketika orang tua gen. 2012). mengoordinasi pengasuhan anak sementara orang Selanjutnya pada psikososial. kurang nyaman. Kasus tersebut dapat membawa individu diterima dengan baik memperlihatkan bentuk perilaku agresif fisik yang dikalangan masyarakat terutama teman dilakukan oleh pelajar di Kota Padang. (menerapkan peraturan kepada anaknya secara Dukungan dan komunikasi yang terbuka dari ketat dan sepihak). lingkungan sekolah yang kurang alasan iseng (Postmetro Padang. Faktor Data dari Penelitian dan Pengembangan belajar sosial dan faktor lingkungan juga (LITBANG) juga menunjukkan di Jakarta. faktor ejekan dari pencurian motor (curanmor) yang dilakukan oleh teman. 2012). dan Faktor keluarga sangat berpengaruh pola asuh otoritatif (orang tua memberikan terhadap timbulnya perilaku agresif. dan kurang kontrol yang disebabkan orang tua Bowden. yang (Polresta Kota Padang. menyediakan dukungan emosional dan kebebasan Kedua faktor keluarga dipengaruhi oleh pola asuh bagi remaja untuk menjelajahi lingkungannya. kondisi karena tantangan terbesar bagi tipe kurangnya kasih sayang orang tua dan penerapan keluarga dual career adalah mengatur dan disiplin dapat menjadi pemicu timbulnya perilaku LPPM STIKes Perintis Padang 94 . pertama 2012. faktor media audiovisual. anak diharapkan mengembangkan perilaku agresif seperti pengalaman bersekolah kontrol impuls (kemampuan untuk menunda dan lingkungannya. Pola asuh orang tua dapat dibagi maka remaja akan berkembang dengan memiliki menjadi tiga tipe yaitu pola asuh otoriter pemahaman yang sehat mengenai siapa dirinya. dukungan tiga orang pelajar SMK pada tahun 2012 dengan keluarga. Faktor sekolah yang mempengaruhi dewasa. Dilengkapi dengan 18 kanak-kanak akhir atau remaja. pada mempengaruhi karena remaja suka meniru apa tahun 2010 tercatat 128 kasus tawuran antar yang dilihatnya serta mudah terpengaruhi dengan pelajar. Dalam proses kasus tawuran pelajar selama 3 tahun belakangan pembentukan perilaku remaja ada agen yang yang mengalami peningkatan dari sebelumnya sangat besar dan penting sekali pengaruhnya. kedua. Faktor biologis emosional serta mengidentifikasi dirinya sebagai yang mempengaruhi perilaku agresif adalah faktor bagian dari keluarga . meningkat menjadi 80% dan korbannya Perilaku dibentuk dari masa kanak-kanak didominasi oleh remaja berumur 18 tahun ke atas awal. ketika anak tumbuh tua bekerja. Perilaku agresif dapat terjadi karena Keluarga merupakan dua orang atau lebih yang adanya faktor-faktor yang melatarbelakanginya. pola asuh permisif orangtua atau keluarga akan mempengaruhi (memberikan banyak kebebaskan kepada anaknya pembentukan identitas diri remaja (Friedman. Angka tersebut meningkat lebih dari perilaku yang ada disekitar lingkungannya.

skor (Scoring). Bowden & Jones. 1988). Peningkatan keterlibatan suami rumusan masalah penelitian sebagai berikut : yang memiliki istri bekerja khususnya tampak Apakah ada hubungan tipe keluarga dengan melalui keterlibatan dalam pengasuhan anak perilaku agresif pada remaja di SMAN 1 2 x 11 (Pleck. bolos. dimana Dari hasil wawancara dengan empat siswa variabel independennya adalah hubungan tipe SMAN 1 Kecamatan 2 x 11 Kayutanam. peran orangtua pacaran. Sikap dan perilaku serta perasaan orang siswa. proses (Processing). pada umumnya menimbulkan tingkat stres yang tinggi. Di zaman modern saat ini.1985). yang kemudian secara sadar dan tidak sadar tidak mematuhi tata tertib lalu lintas bahkan salah diresapi dan menjadi kebiasaan bagi anak. peran mengasuh anak dan mengurus rumah tangga Berdasarkan latar belakang di atas maka (Shaw. pribadi tetapi juga masalah keluarga. siswa digunakan batasan kemaknaan 0.05 secara statistik disebut “bermakna” dan jika kadang-kadang terjadi perkelahian antar sesama LPPM STIKes Perintis Padang 95 . berkata sebagai berikut: Memeriksa (Editing). dua orang siswa yang kedua random sampling. Dengan makin banyaknya Berdasarkan fenomena yang ditemukan kehadiran dual-career family. datang ke sekolah. dan orangtuanya berdagang mengatakan banyak siswa analisa yang dilakukan untuk mengetahui yang merokok di sekitar sekolah. Kayutanam Kabupaten Padang Pariaman. berkata kotor sesama teman. METODE PENELITIAN ditimbulkan oleh pekerjaan bukan hanya masalah Jenis penelitian Deskriptif Korelasi. maka penulis tertarik untuk melakukan purnawaktu: dua pekerjaan orang dewasa yang penelitian mengenai “Hubungan Tipe Keluarga digaji dan satu pekerjaan rumah tangga dengan Perilaku Agresif pada Remaja di SMAN (Friedman. satu siswa yang tinggal di dekat rumah peneliti anaknya. & Jones 2014). Instrumen yang digunakan orangtuanya wirausaha mengatakan bahwa kasus untuk pengumpulan data yaitu kuesioner. ada tiga pekerjaan diatas. cabut. Tuntutan Kecamatan 2 x 11 Kayutanam Kabupaten Padang kerja yang sangat tinggi disertai kendali yang Pariaman tahun 2016. 2004). stres yang disebabkan oleh pekerjaan melihat hubungan tipe keluarga dengan perilaku dapat berpengaruh buruk pada hubungan orang agresif pada remaja di SMAN 1 Kecamatan 2 x 11 tua-anak (Friedman. melawan guru. dinilai dan ditiru oleh anaknya laki-laki ngebut-ngebutan saat membawa motor. mengatakan bahwa kasus yang sering terjadi untuk melihat kemaknaan perhitingan statistik adalah kurangnya etika siswa terhadap guru. dan guru. Ketika 1 Kecamatan 2 x 11 Kayutanam Kabupaten wanita bekerja. Populasi penelitian ini adalah terjadi di sekolah adalah banyak siswa yang telat siswa kelas X . kedua variabel ini diteliti dalam mengatakan bahwa perilaku agresif yang sering waktu bersamaan.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 agresif. mencela Penelitian ini menggunakan teknik Multistage teman dan pacaran. pacaran hubungan antara dua variabel yang diteliti. bolos.05 sehingga p ≤ banyak yang telat datang ke sekolah. 0. 2004). sedangkan variabel dependen adalah orang siswa yang kedua orangtuanya PNS perilaku agresif. suami mereka biasanya berbagi Padang Pariaman tahun 2016”. lengkap mereka dengan bebasnya merokok. Satu orang siswi yang kedua pembersihan Data (Cleaning). saling terutama seorang ibu juga telah berubah. dan siswi-siswi mempunyai kelompok-kelompok pengujian hipotesis untuk pengambilan keputusan teman (genk). Ada juga siswa yang pulang sebelum mengadakan identifikasi dengan orang sekolah masih menggunakan seragam sekolah lain (Tarmudji. memberi kotor kepada guru dan perselisihan antara siswa Tanda Kode (Coding). Saat ini mencela satu sama lain dan sejumlah siswi banyak dijumpai keluarga yang kedua orang mempunyai genk nya masing-masing. Dua orang guru yang diwawancara dengan menggunakan uji statistik chi square test. Stres yang 2. Kayutanam tahun 2016? Tantangan dalam mengatur dua buah Penelitian ini memiliki tujuan untuk pekerjaan dipengaruhi oleh jenis pekerjaan yang mengetahui hubungan tipe keluarga dengan dimiliki oleh pasangan suami-istri dan stres yang perilaku agresif pada remaja di SMAN 1 ditimbulkan oleh pekerjaan tersebut. merokok. Bowden. hal ini disebabkan karena anak ketika di tegur mereka bukannya minta maaf mengidentifikasikan dirinya pada orang tua malahan melawan.XII berjumlah 429 orang. cabut. lemah pada tuntutan kerja. satu keluarga. yang sering terjadi di sekolah adalah banyak siswa Pengolahan Data dan Analisa Data adalah yang merokok. Sebagai pendekatan Cross Sectional yang bertujuan untuk contoh. tuanya bekerja. Dari hasil observasi peneliti banyak siswa tua selalu dilihat.

2 Total 207 100.0% Pada tabel 3.05 maka hasil hitungan tersebut “tidak bermakna” secara komputerisasi.6% 135 100.3 ditunjukkan bahwa hasil analisa diperoleh dari 52.3% siswa yang berperilaku tidak agresif 52.3 Hubungan Tipe Keluarga dengan Perilaku Agresif pada Anak Remaja Perilaku Total Tipe Keluarga Agresif Tidak agresif P OR f % f % f % Dual Career 45 62. HASIL DAN PEMBAHASAN A.849 kali untuk terjadinya perilaku agresif pada remaja dibandingkan keluarga tidak dual career. 3.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Perilaku Agresif Pada Anak Remaja Perilaku Remaja f % Agresif 109 52.8 Tidak Dual Career 135 65.8% atau sebanyak 72 orang responden mempunyai tipe keluarga dual career.849 artinya tipe keluarga dual career beresiko 1. berarti Ho diterima. Sementara itu dari 47.4% 71 52.1 diatas terlihat bahwa tipe keluarga siswa lebih dari separuh dengan tipe keluarga tidak dual career yaitu sebanyak 65.7% siswa yang berperilaku secara agresif 62.5% 27 37.2% atau sebanyak 135 orang responden. Maka menunjukan tidak adanya hubungan tipe keluarga dual career dengan perilaku agresif pada remaja.0 Dari tabel 3.849 Total 109 52.7 Tidak agresif 98 47. Hasil Penelitian 1).0% Tidak Dual Career 64 47. Perilaku Agresif Pada Remaja Tabel 3. tidak ada hubungan yang bermakna ( nilai p > 0.7% siswa mempunyai perilaku agresif atau sebanyak 109 orang responden. 3) Hubungan Tipe Keluarga dengan Perilaku Agresif pada Anak Remaja Tabel 3.5% 72 100.7% 98 47. Sisanya 47.0 Dari tabel 3.0% 0. OR didapatkan 1.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 p > 0.3% 207 100.5% diantaranya mempunyai tipe keluarga dual career.6% diantaranya mempunyai tipe keluarga dual career. Nilai p= 0. LPPM STIKes Perintis Padang 96 . Tipe Keluarga Tabel 3. 2.3% atau sebanyak 98 orang responden mempunyai perilaku tidak agresif. Sisanya 34.054 1.05).1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tipe Keluarga Tipe Keluarga f % Dual Career 72 34.3 Total 207 100.054.2 diatas terlihat bahwa 52.

& Dari tabel 3. 1984). menghukum orang lain atau memaksa seseorang Dengan meningkatnya wanita yang untuk patuh. dan secara melukai orang lain.7% meliputi semua bentuk deviasi dari keluarga inti siswa mempunyai perilaku agresif atau sebanyak tradisional yang dicirikan oleh rumah tangga 109 orang responden. Bowden. jika istri tidak bisa keluarga (Friedman. Myers (dalam Seiring perpindahan wanita dari rumah ke Adriani. peran adalah tingkah laku fisik atau verbal untuk mereka juga telah berubah. LPPM STIKes Perintis Padang 97 . peran perilaku pasangan mereka (dalam Sarwono. agresif merupakan suatu lambat dibandingkan perubahan pada pekerjaan bentuk perilaku yang mempunyai niat tertentu wanita dan perubahan dalam peran keluarga. dan lain. Perilaku agresif fisik suami. untuk melukai secara fisik atau psikologis pada Penelitian mengenai peran wanita dalam keluarga diri orang lain. perilaku agresif adalah tangga. difokuskan terutama pada keluarga dan alokasi 1981) mengatakan bahwa agresif adalah suatu peran. siswa lebih dari separuh dengan tipe keluarga Menurut peneliti. Pembahasan pekerjaan orang dewasa yang digaji dan satu 1) Tipe Keluarga Dual Career pekerjaan rumah tangga (Friedman. Menurut Dollar dan Miler berhubungan.2 diatas terlihat bahwa 52. maka akan terdapat banyak pada remaja-remaja disekolah (Videbeck. Telah dianalisis sampai sejauh mana wanita cara untuk mengatasi perlawanan dengan kuat mempertahankan kewajiban peran jenis kelamin atau menghukum orang lain. persahabatan baik sebagai pekerja sambilan maupun tetap.2% atau career adalah tipe keluarga dimana suami istri sebanyak 135 orang responden. Keluarga adalah sama-sama bekerja baik sambilan maupun tetap dua orang atau lebih yang disatukan oleh dengan tujuan untuk menambah penghasilan kebersamaan dan kedekatan emosional serta keluarga.1 diatas terlihat bahwa tipe keluarga Jones 2014). laki) memiliki apa yang dinamakan jabatan-yaitu Agresif menurut Baron (dalam Koeswara. Murray (dalam Hall dan Lindzey. tetapi pada kecepatan yang lebih Berkowitz (1987). merusak) hubungan atau dukungan. tradisional (pengasuhan anak. ini akan menimbulkan keluarga digolongkan sebagai bentuk tradisional hubungan yang tidak baik dalam keluarga dan nontradisional. dan istri sebagai ibu rumah tangga (Sussman et Perilaku agresif ditujukan untuk menyakiti atau al. perilaku yang dimaksud untuk melukai orang ketegangan peran didokumentasikan dalam studi lain baik secara fisik atau verbal) atau merusak setelah studi seiring wanita beralih menjadi tenaga harta benda. istri dan anak-anak hidup terpisah dari merupakan perilaku menyerang atau melukai orangtua. emosi dan melampiaskan kepada orang lain atau Dengan makin banyaknya kehadiran dual-career benda dengan disengaja maka orang tersebut family.. mencelakakan individu lain. berbagai bentuk mengatur rumah tangga. tipe keluarga dual tidak dual career yaitu sebanyak 65. Di sini terjadi perubahan peran pada mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari pasangan suami istri. Menurut keluarga terjadi. al. Bowden.1971).. dengan laki-laki sebagai pencari nafkah orang lain atau mencakup perusakan properti. atau ikatan kelompok (Crick et al. Kelebihan beban. Bentuk varian tersebut Dari tabel 3. dan sebagai bentuk normatif terutama pada anak. 2012). dll. ada tiga pekerjaan purnawaktu: dua sudah berperilaku agresif. Perilaku agresif sering kali di temui bekerja secara tajam. pengurus rumah Menurut peneliti. sehingga anak akan mencari dan non-normatif atau bentuk-bentuk keluarga perhatian orang tua dengan caranya sendiri. konflik. dalam Yoon et kebanyakan wanita (demikian juga dengan laki. 2004). Bentuk keluarga varian menunjukan kepada struktur keluarga yang merupakan sebuah 2) Perilaku Agresif Pada Remaja variasi dari bentuk norma. 1988) Agresi merupakan juga berubah.) dan secara simultan melakukan peran perilaku yang ditujukan untuk merugikan orang kerja mereka. & Jones 2014).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 B. Jika seseorang tidak bisa mengontrol kerja dan menciptakan karir bagi diri mereka. Perubahan peran pria dalam pelampiasan dari perasaan frustasi. sekali keluarga yang suami istri sama-sama Relational aggression (agresi relasi ) adalah bekerja selama periode tertentu dalam siklus perilaku yang menyebabkan kerugian pada orang kehidupan berkeluarga. posisi yang bukan menjadi kepentingan umum 1998) adalah tingkah laku yang dijalankan oleh kehidupan dan diterima karena alasan ekonomi individu dengan tujuan melukai atau (Skinnre. Dalam kebanyakan lain dengan cara merusak ( atau ancaman keluarga dimana pasangan suami istri bekerja. 1985) mengatakan tingkah laku agresif tempat kerja pada dekade baru-baru ini. varian. melakukan perannya sebagai pengasuh dan Dalam sosiologi keluarga.

Saat ini agresif adalah tingkah laku yang diharapkan untuk banyak dijumpai keluarga yang kedua orang merugikan orang lain. termasuk tuntutan tentang hubungan pola asuh orang tua dengan pekerjaan.849 artinya tipe keluarga dual career Peningkatan keterlibatan suami yang memiliki beresiko 1. Terlepas dari apakah wanita untuk melukai orang lain. Hal inilah yang menimbulkan dkk.1% dan yang menjawab Sangat peran yang dipikulnya pasti semakin bertambah. Namun. Menurut Atkinson dkk (1981) terutama seorang ibu juga telah berubah. Seorang paling banyak pada pertanyaan 4 sebanyak 21 isteri menikah yang memutuskan untuk bekerja. dan kejadian perilaku agresif pada remaja SMPN III terbatasnya penerimaan sosial terhadap “daddy Bawen Kecamatan Bandungan Kabupaten tracks” dengan program kerja keluarga seperti Semarang bahwa ada hubungan antara pola asuh pengaturan waktu kerja dan kepergian orang tua.05).1989) menyatakan bahwa dual career family agresif. Dikatakan Primastuti (dalam Prawitasari perbuatannya itu. bentuk keluarga yang verbal) atau merusak harta benda.1985). sayang orang tua dengan lebih banyak ketegangan-ketegangan akan lebih sering muncul meluangkan waktu bersama dan berbagi kasih dibandingkan dengan keluarga tradisional. Dalam dual career family. didapatkan 1. Rappoport & Rappoport (dalam Wilcox career berpengaruh terhadap timbulnya perilaku dkk. struktur tempat kerja mereka. Dengan bekerjanya kedua orang tua merupakan tipe keluarga dimana suami dan istri menyebabkan waktu bersama anak berkurang. mempunyai kedudukan ganda dengan melakukan hal-hal yang mereka anggap sebagai karyawan dengan jenis pekerjaan full menyenangkan tanpa memikirkan akibat dari time. Sering paling banyak pada pertanyaan no 3 orang yaitu peran sebagai isteri.05). dan peran responden atau 1.849 kali untuk terjadinya perilaku istri bekerja khususnya tampak melalui agresif pada remaja dibandingkan keluarga tidak keterlibatan dalam pengasuhan anak (Pleck. sebagai pekerja. dengan adanya jumlah 2016. Dari 207 orang responden Ketegangan-ketegangan umumnya berasal dari yang diteliti terlihat pada kuesioner tentang peran-peran yang sering menjadi tidak jelas serta perilaku agresif responden yang menjawab Sering adanya tuntutan peran dari lingkungan.444 mengatasi perlawanan dengan kuat atau hal ini menunjukan tidak dapat mengetahui tipe menghukum orang lain. pada orang lain yang dapat dilakukan secara fisik Di zaman modern saat ini.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Hubungan Tipe Keluarga dengan Perilaku lelah sehingga ia tidak memiliki cukup energi Agresif pada Remaja di SMAN 1 Kecamatan 2 x untuk memenuhi semua kebutuhan anggota 11 Kayutanam Kabupaten Padang Pariaman tahun keluarganya. suami mereka tidak adanya hubungan tipe keluarga dual career biasanya berbagi peran mengasuh anak dan dengan perilaku agresif pada remaja. yang ditujukan untuk pola asuh orang tua yang paling berhubungan melukai pihak secara fisik maupun psikologis dengan perilaku agresif. dominan terjadi sekarang ini adalah dual career Menurut peneliti tipe keluarga dual family. jam kerja yang cukup panjang menyebabkan ibu Hasil analisa diperoleh nilai p = 0.040 (p<0. hal tersebut mempunyai peranan ganda dalam dunia kerja dapat dihindari orang tua yang keduanya bekerja untuk mendapatkan penghasilan ataupun dengan cara membuat anak tetap merasakan kasih kepuasan hidup. 2007) bahwa banyak dari mereka yang perilaku agresif pada anak. perilaku yang dimaksud tuanya bekerja. tidak selalu ada pada saat dimana ia sangat berarti Ho diterima. Maka menunjukan Ketika wanita bekerja. orang atau 10. orang tua dengan perilaku agresif dimana p value Perilaku agresif adalah tingkah laku 0.000 dan demokratis 0. dual career. 1988). Menurut Penelitian Kurangnya komunikasi dan interaksi antara orang Apperson dkk (2002) mayoritas pria dan wanita tua dan anak membuat anak mencari perhatian sekarang ini. perilaku yang dimaksud bekerja karena keinginan sendiri atau keharusan untuk melukai orang lain (baik secara fisik atau (ataupun kedua-duanya). Coltrane (1977) mencatat bahwa masih banyak Dapat kita lihat juga hasil penelitian yang terdapat halangan besar bagi partisipasi penuh dilakukan oleh M. bermakna ( nilai p > 0. keluarga secara serentak. dari hasil Regresi Logistik pelampiasan dari perasaan frustasi untuk terdapat hasil otoriter 1. tidak ada hubungan yang dibutuhkan oleh anak atau pasangannya. peran orangtua maupun verbal. sayang terhadap anak. Selain itu. aktif dalam mengejar karir dan kehidupan anak juga merasakan kurangnya kasih sayang.4%. Tuntutan-tuntutan pekerjaan mengakibatkan isteri pulang kerja dalam keadaan LPPM STIKes Perintis Padang 98 .054. orang tua.Faizan Ismail Tahun 2014 ayah dalam tugas keluarga. OR mengurus rumah tangga (Shaw.

Ungaran: berarti Ho diterima. A. P.05) tipe keluarga dual Ngudi Waluyo Ungaran career dengan perilaku agresif pada remaja di SMAN 1 Kecamatan 2 x 11 Kayu tanam Lukmansyah. Kencana Prenada Media kelompok umur dan jenis kelamin. F. (2014). Remaja Kelas II .. (2012).com/doc/223921391/M Remaja Dalam Rangka Hari Keluarga enurut-Badan-Pusat-Statistik Nasional. Bunga Rampai-Asuhan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. (2015). b) Sebanyak 109 orang responden atau Pada Remaja Di SMP III Bawen setara dengan 52. p. Metodologi Penelitian keluarga dual carrer. Salemba Medika. (2014). Jakarta Kedokteran.7% siswa mempunyai perilaku Kecamatan Bandungan Kabupaten agresif. (2009). Yogyakarta berikut: a) Tipe keluarga siswa lebih dari separuh dengan tipe keluarga tidak dual career yaitu Ismail.go. (2010). Metode Penelitian Vol. dan petugas Bimbingan Konseling ads/. Buku Melatarbelakangi Perilaku Agresif Pada Ajar-Keperawatan Keluarga Edisi 5f. Situasi Kesehatan Reproduksi https://www.pdf . Jakarta Data demografi jumlah populasi remaja di Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan beberapa negara dan di Indonesia RI (2014).2. Pengantar Psikologi dalam BPS.staff.scribd. tidak ada hubungan yang Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes bermakna ( nilai p > 0. Fundamentals of Nursing- http://padangpariamankab.go. (2009). dkk.Kenes. Keperawatan Kesehatan Jiwa.bps. Walaupun demikian diharapkan kepada Materi 05 . 3 No. (1998). Kesehatan Edisi Revisi.pdf tanggal untuk mengatasi perilaku agresif remaja di 7 april 2016 sekolah serta mengembangkan metode bimbingan konseling remaja bersama keluarga terutama tipe Notoatmodjo. Jumlah remaja dirinci menurut Keperawatan. D & Andini.14-24 Keperawatan dan Teknik Analisis Data. EGC .Agresi. didapatkan 1.054. ac.id/linkTa Fundamental Keperawatan Buku 1 Edisi 7.849 kali untuk terjadinya perilaku http:///video. Data Kabupaten Padang Pariaman tahun 2016. Buku Kedokteran. Jurnal Penelitian.. Perilaku Agresi Relasi Siswa dilaksanakan dapat diambil kesimpulan sebagai Di Sekolah. Faktor Yang Friedman. (2010). REFERENSI Nursalam./Materi+05+-+Agresi.pdf EGC. M.H. kenes. c) Dari uji Chi-Square nilai p = 0. Jakarta Rina (2011). EGC. Group. “Faktor.2% atau sebanyak 135 orang Tua Dengan Kejadian Perilaku Agresif responden.id/resources/downlo Friedman. (2011).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 4. (2014).III Di Smp Pahlawan Buku Kedokteran.antaranews. Jakarta LPPM STIKes Perintis Padang 99 . Hidayat. KESIMPULAN Setelah dilakukan penelitian yang Hidayat M. 29 Juni http://www. (2009). Di Unduh dari sekolah agar meningkatkan kemampuan sekolah.id/Downlo guru-guru. Keperawatan Keluarga Teori ad/pusdatin/infodatin/infodatin%20r dan Praktik Edisi 3.849 artinya tipe keluarga dual career Diperoleh tanggal 4 Juli 2013 dari beresiko 1. Hubungan Pola Asuh Orang sebanyak 65.tvOneNews. OR tawuran pelajar selama 2010-2012. Jakarta Diperoleh tanggal 13 April 2016 dari BPS Kabupaten Padang Pariaman Potter & Perry. Jurnal Kesehatan Prima. Jakarta Pieter. A. belStatis/view/id/127 Salemba Medika. Jakarta 5. Konsep dan Penerapan Achir Yani S. Jakarta Toha Bandung 18 September 2006 – 05 Januari 2007”.tv/ars agresif pada remaja dibandingkan keluarga tidak ip dual career. Bowden & Jones.gunadarma. Rineka Cipta.depkes. Semarang. Aswaja Pressindo. eproduksi%20remaja-ed. Buku Salemba Medika.

Buku Kedokteran. Yogyakarta Tim Penulis Falkutas Psikologi UI. Jakarta Universitas Andalas (2013). Rajawali Pers. EGC.id/21606/3/bab %201. Graha Ilmu. Gambaran Perilaku Agresi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya Pada Siswa SMK X di Kota Padang http://repository. Salemba Humanika. (2012). (2009).ac. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik Volume 1. Jakarta Setiadi. Buku Kedokteran. Jakarta Wong. Psikolog Sosial. Jakarta LPPM STIKes Perintis Padang 100 . (2009). Konsep & Penulisan Riset Keperawatan. Buku Ajar-Keperawatan Jiwa.pdf Videbeck.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Sarwono.unand. EGC. (2013). Psikologi Remaja edisi revisi. (2013).

P value of 0.027 can be inferred the existence of a relationship between the right sincere promise nurse with patient satisfaction. P value 0. Konsumen dalam hal ini adalah diantaranya adalah budaya yang tanggap terhadap pasien yang mengharapkan pelayanan di rumah pelanggan. Achmad Mochtar Bukittinggi (2016) that writers get.621 patients treated.228/2002 menyebutkan bahwa standar merupakan salah satu tujuan dalam suatu pelayanan minimal rumah sakit harus memuat organisasi di rumah sakit. To that end. Achmad Mochtar Bukittinggi kesehatan. in the nursing field needed improvement and development of resource nurses on the meaning of organizational culture. Mera Delima 3 Program Studi Profesi Ners STIKes Perintis Padang Email: ernalindarosya@yahoo.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 BUDAYA ORGANISASI ERAT HUBUNGANNYA DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP Ernalinda Rosya 1. P value 0. PENDAHULUAN Penilaian mutu pelayanan rumah sakit didapatkan nilai indeks kepuasan masyarakat di ruang rawat Rumah sakit merupakan salah satu pelayanan inap interne 75. the largest number of patients treated is in the room interne. Patient Satisfaction 1. sehingga rumah sakit dituntut untuk masih jauh dibawah standar.697 patients. 2010).027 can be inferred the existence of a relationship between empathy nurses with patient satisfaction. especially nurses diruangan interne men and women through how to behave or conduct of a nurse to the patient or the patient's family. P value 0.6% (Bagian Pelayanan Medik kesehatan kepada masyarakat yang memiliki RSUD Dr. Budaya yang kuat. 20 April 2016). The sample in this study was 22 people.008 can be concluded their fair relationship between nurse and patient's satisfaction. Budaya yang tanggap terhadap sakit. pelayanan penunjang. During 2014 there were 2. bukan saja mengharapkan pelayanan medik pelanggan merupakan nilai budaya organisasi dan keperawatan tetapi juga mengharapkan yang diterapkan di rumah sakit tersebut dalam kenyamanan. P value of 0. Keywords: Organizational Culture.id Abstract Medical Records Hospital Dr.co. P value 0. identitas bagi anggota. Statistical test results obtained p value of 0. This research uses descriptive analytic method with cross sectional design. 2016 Bukittinggi. iklim kerja yang tanggap dari organisasi-organisasi lain. Minimal standar memberikan pelayanan yang bermutu sesuai kepuasan pasien rawat inap rumah sakit menurut standar yang ditetapkan. Kepuasan pasien No.000 can be inferred the existence of a relationship between togetherness nurse with patient satisfaction. Emil Wahyu Andria 2. diperlukan adanya peningkatan sebagai sistem nilai yang dianut bersama oleh kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. akomodasi yang baik dan hubungan memberikan pelayanan. This study was conducted on July 11. anggota-anggota yang membedakan organisasi itu Kualitas pelayanan baik. Data peran strategis dalam mempercepat peningkatan tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepuasan derajat kesehatan sebagai tujuan pembangunan pasien di RSUD Dr.006 can be inferred the existence of a relationship between a wise nurse with patient satisfaction.006 can be inferred the existence of a relationship between responsibiliti nurse with patient satisfaction. standar penyelenggaraan pelayanan medik.003 can be inferred the existence of a relationship between the integrity of the nurses with patient satisfaction. akan membuat anggota organisasi memiliki identitas LPPM STIKes Perintis Padang 101 . Robbins dan Judge (2014: harmonis antara staf rumah sakit dan pasien. then the data is processed by using Chi Square test. and every month to evaluate patient satisfaction with the performance of nurses as well as the necessary their reward and punishment for nurses who have good performance. dan pelayanan Organisasi rumah sakit mempunyai budaya keperawatan. and in 2015 increased to 3. Manfaat budaya terhadap pasien akan menciptakan kepuasan organisasi adalah menimbulkan rasa memiliki pasien (Keliat & Akemat. 2016 until July 16. The goal is to determine the relationship with the organizational culture of patient satisfaction at Hospital. Oleh 256) mendefinisikan budaya organisasi adalah karena itu. Menurut Kepmenkes Kemenkes RI (2008) yaitu 90%. Achmad Mochtar.

Sampel dalam penelitian ini adalah 22 orang.Pada analisa data univariat digunakan Achmad Mochtar yang dinamakan Hospital untuk memperoleh gambaran pada masing-masing Bylows atau HBL RS (Kebijakan dari pihak variabel independent (Tulus dan tepat janji. peneliti akhirnya akan dapat memenuhi harapan kembali ke rumah sakit untuk melanjutkan pelanggan dalam bentuk kepuasan pelanggan. Data disajikan diterapkan dengan ketidakpuasan pasien tersebut. dengan pendekatan crossectional. RSUD Dr. Proses pengumpulan data diawali dengan melakukan pengambilan data di RSUD Dr. observasi. diolah. Instrument dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Setelah itu peneliti melakukan identifikasi pasien sesuai kriteria inklusi dengan melihat buku status pasien. penelitian dengan membagikan kuesioner kepada Dibuktikan dengan penelitian Siti Kholipah 4 orang pasien sekaligus peneliti mengobservasi (2013) ditemukannya hubungan yang kuat antara perawat yang dinas siang. 2. beberapa kelompok menurut sub variabel yang Budaya TERBAIK merupakan ketetapan atau ada dalam pertanyaan kuesioner dan lembar konsensus bersama dari rumah sakit itu sendiri. begitupun saat dinas budaya organisasi dengan kepuasan pasien di malam. Bentuk pengorganisasian yang (tanpa nama) dan confidentiality (kerahasiaan). Achmad Mochtar Bukittinggi. dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Kebersamaan dan kompak) maupun variabel Kesenjangan yang didapatkan antara budaya yang dependent (Kepuasan pasien). maka dicoba meneliti tentang hubungan budaya organisasi dengan kepuasan pasien rawat inap. diklasifikasikan dalam TERBAIK mulai diterapkan pada tahun 2010. Selanjutnya peneliti membagikan kuesioner sebanyak 6 kuesioner kepada pasien sesuai jumlah perawat yang dinas pagi dimana 1 orang perawat diobservasi sebanyak 2x dan dinilai oleh pasien yang berbeda dengan cara mengisi lembar kuesioner yang diberikan oleh peneliti. orang pasien sekaligus peneliti mengobservasi perawat yang dinas malam. Data yang telah diklasifikasikan Budaya ini telah tercantum di UU RSUD Dr. Empati. dapat disimpulkan bahwa kurang terlaksananya masalah etika dalam penelitian ini meliputi: inf fungsi manajemen dalam pengorganisasian di ormed concent (lembar persetujuan). Berdasarkan fenomena tersebut. Budaya Setelah data terkumpul. dimaksud adalah budaya organisasi. METODOLOGI Menggunakan metode descriptif analitic.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 yang merupakan ciri khas organisasinya. Adil. Bijak. peneliti membagikan kuesioner kepada 4 RSUD Ambarawa. Responsibiliti. Integritas.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang dirawat di Ruang Rawat Inap Interne Pria dan Wanita RSUD Dr. LPPM STIKes Perintis Padang 102 . Achmad Mochtar Bukittinggi). Achmad Mochtar Bukittinggi. Kemudian saat dinas siang. anonimity rumah sakit. Budaya organisasi yang dikembangkan oleh rumah sakit ini adalah TERBAIK. Budaya Peneliti mengobservasi perawat yang dinas pagi organisasi memiliki pengaruh yang kuat pada dan mengisi lembar observasi yang peneliti buat karyawan seperti kepuasan kerja yang hasil sendiri. Achmad Mochtar Bukittinggi dan semua perawat yang dinas di ruangan interne pria dan wanita RSUD Dr.

Tabel 5.1 menunjukkan bahwa lebih dari separoh (59. 1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Sikap (Budaya Organisasi) Di Ruangan Rawat Inap Interne Pria dan wanita di RSUD Dr.5 Integritas Baik 11 50 Kurang Baik 11 50 Kebersamaan/ kompak Baik 12 50.6%) perawat yang mempunyai sikap bijak yang kurang baik.9 Kurang Baik 13 59. Achmad Mochtar Bukittinggi (N=22) Tulus dan Tepat Janji f Persentase % Baik 9 40.4%).5 Tidak puas 12 54. Tabel 5.4 Kurang Baik 14 63. Perawat yang mempunyai sikap responsibiliti yang kurang baik lebih dari separoh (63.5%). Hasil analisa univariat Tabel 5.667 artinya perawat yang mempunyai sikap tulus dan tepat janji yang baik berpeluang 11.4 Kurang Baik 14 63.667 kali terhadap kepuasan pasien dibandingkan dengan pasien yang menyatakan sikap perawat kurang baik dalam bersikap tulus dan tepat janji.5 Total 22 100 b.3 menunjukkan hasil uji statistik di dapatkan p value 0.4 Kurang Baik 10 45. LPPM STIKes Perintis Padang 103 . Perawat yang mempunyai sikap adil yang kurang baik lebihdariseparoh (54.1 Responsibiliti Baik 8 36.5%) pasien menyatakan tidak puas terhadap sikap perawat saat memberikan pelayanan keperawatan. Hasil analisa bivariat Tabel 5.6 Adil Baik 10 45. Pada sikap bijak lebih dari separoh (63.5 Tabel 5.9 Kurang Baik 13 59.027 artinya adanya hubungan antara perawat yang mempunyai sikap tulus dan tepat janji dengan kepuasan pasien. perawat yang mempunyai sikap kebersamaan dan kompak yang baik yaitu lebihdariseparoh (50.1) perawat mempunyai sikap empati yang kurang baik. Achmad Mochtar Bukittinggi Kepuasan pasien f Persentase % Puas 10 45. HASIL DAN PEMBAHASAN a. Separoh (50%) perawat mempunyai sikap integritas yang baik.1 Empati Baik 9 40. Pada sikap empati menunjukkan bahwa lebih dari separoh(59.2 Distribusi Frekuensi Kepuasan Pasien Rawat Inap Interne Pria dan wanita di RSUD Dr. Hasil analisis di dapatkan nilai OR = 11.6%).1%) perawat mempunyai sikap tulus dan tepat janji yang kurang baik.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 3.2 menunjukkan lebih dari separoh (54.6 Bijak Baik 8 36.5 Kurang Baik 12 54.

667 baik 1 12.5 8 100 LPPM STIKes Perintis Padang 104 . Tabel 5.667 kali terhadap kepuasan.4 14 100 0.667 baik 1 12.5 22 100 Tabel 5.5 22 100 Tabel 5.5 10 45. Hasil analisis didapatkan nilai OR = 25.027 11.667 baik 2 22.2 7 77.4 14 100 0.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Tabel 5.027 11.5 22 100 Tabel 5.4 menunjukkan hasil uji statistik di dapatkan p value 0.1 13 100 0.667 artinya perawat yang mempunyai sikap bijak yang baik berpeluang 25.5 Hubungan Responsibiliti dengan Kepuasan pasien Rawat Inap Interne Pria dan wanita di RSUD Dr.6 menunjukkan hasil uji statistik p value 0. Achmad Mochtar Bukittinggi Empati Kepuasan pasien Total P OR Tidak puas Puas value value f % f % f % Kurang baik 10 76.5 10 45.4 Hubungan Empati dengan Kepuasan pasien Rawat Inap Interne Pria dan Wanita di RSUD Dr.027 artinya adanya hubungan antara perawat yang mempunyai sikap empati dengan kepuasan pasien.5 menunjukkan hasil uji statistik didapatkan p value 0.2 7 77. Tabel 5.3 Hubungan Tulus dan Tepat janji dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap Interne Pria dan Wanita di RSUD Dr. Hasil analisis di dapatkan nilai OR = 11.006 25.8 9 100 Total 12 54. Hasil analisis di dapatkan nilai OR = 25.6 Hubungan Bijak dengan Kepuasan pasien Rawat Inap Interne Pria dan Wanita di RSUD Dr.5 8 100 Total 12 54.9 3 23.006 artinya adanya hubungan antara perawat yang mempunyai sikap bijak dengan kepuasan pasien.6 3 21.5 7 87.667 kali terhadap kepuasan pasien dibandingkan dengan pasien yang menyatakan sikap perawat kurang baik dalam bersikap empati.6 3 21.667 artinya perawat yang mempunyai sikap empati yang baik berpeluang 11.006 artinya adanya hubungan antara perawat yang mempunyai sikap reponsibiliti dengan kepuasan pasien.5 10 45.9 3 23. Achmad Mochtar Bukittinggi Bijak Kepuasan pasien Total P OR Tidak puas Puas value value f % f % f % Kurang baik 11 78. Achmad Mochtar Bukittinggi Tulus tepat janji Kepuasan pasien Total P OR Tidak puas Puas value value f % f % f % Kurang baik 10 76.1 13 100 0.5 7 87. Tabel 5.667 kali terhadap kepuasan pasien dibandingkan dengan pasien yang menyatakan sikap perawat kurang baik dalam bersikap bijak.667 artinya perawat yang mempunyai sikap responsibiliti yang baik berpeluang 25.006 25.8 9 100 Total 12 54. Achmad Mochtar Bukittinggi Responsibiliti Kepuasan pasien Total P OR Tidak puas Puas value value f % f % f % Kurang baik 11 78.667 baik 2 22.

5 10 45.2 9 81. Achmad Mochtar Bukittinggi Adil Kepuasan pasien Total P OR Tidak puas Puas value value f % f % f % Kurang baik 10 83.9 menunjukkan hasil uji statistik didapatkan p value 0.7 Hubungan Adil dengan Kepuasan pasien Rawat Inap Interne Pria dan Wanita di RSUD Dr.9 Hubungan Kebersamaan dengan kepuasan pasien Rawat Inap Interne Pria dan wanita di RSUD Dr.003 45.000 artinya perawat yang mempunyai sikap integritas yang baik berpeluang 45.000 artinya perawat yang mempunyai sikap adil yang baik berpeluang 20.5 10 45.5 22 100 Tabel 5. Tabel 5.008 20. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016 Kebersamaan Kepuasan pasien Total P OR Tidak puas Puas value value f % f % f % Kurang baik 10 100 0 0 10 100 0.000 artinya adanya hubungan antara perawat yang mempunyai sikap kebersamaan dengan kepuasan pasien.000 kali terhadap kepuasan pasien dibandingkan dengan pasien yang menyatakan sikap perawat kurang baik dalam bersikap adil.5 10 45.3 2 16.000 baik 2 20 8 80 10 100 Total 12 54.000 6.5 22 100 Tabel 5.8 11 100 Total 12 54. Hasil analisis di dapatkan nilai OR = 20.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Total 12 54.000 artinya perawat yang mempunyai sikap kebersamaan yang baik berpeluang 6.5 10 45.000 kali terhadap kepuasan pasien dibandingkan dengan pasien yang menyatakan sikap perawat kurang baik dalam bersikap kebersamaan.000 kali terhadap kepuasan pasien dibandingkan dengan pasien yang menyatakan sikap perawat kurang baik dalam bersikap integritas. Tabel 5. Tabel 5. Hasil analisis didapatkan nilai OR = 6.7 menunjukkan hasil uji statistik didapatkan p value 0. Hasil analisis di dapatkan nilai OR = 45.5 22 100 LPPM STIKes Perintis Padang 105 .008 artinya adanya hubungan antara perawat yang mempunyai sikap adil dengan kepuasan pasien.3 12 100 Total 12 54.9 1 9.5 22 100 Tabel 5. Achmad Mochtar Bukittinggi Integritas Kepuasan pasien Total P OR Tidak puas Puas value value f % f % f % Kurang baik 10 90.7 12 100 0.8 Hubungan Integritas dengan kepuasan pasien Rawat Inap Interne Pria dan wanita di RSUD Dr.003 artinya adanya hubungan antara perawat yang mempunyai sikap integritas dengan kepuasan pasien.000 baik 2 18.000 baik 2 16.1 11 100 0.8 menunjukkan hasil uji statistik didapatkan p value 0.7 10 83.

responden yang selalu Peneliti berpendapat bahwa budaya organisasi mendapatkan perhatian dan dukungan moril dari yaitu tulus dan tepat janji merupakan suatu yang perawat yaitu sebanyak 4 orang pasien. Penelitian merasa nyaman kepada kita. Pada memperhatikan kesesuaian dan kepatuhan untuk item tepat janji disini maksudnya yaitu menepati disiplin dalam pengelolaan organisasi berdasarkan semua janji yang kita buat supaya pasien percaya praktek bisnis yang sehat serta peraturan dengan perawat yang ada diruangan tersebut. sangat penting dalam dunia keperawatan karena ini merupakan modal untuk menciptakan c. Ini dibuktikan dari pada penelitian ini adalah sungguh dan bersih hati 22 pasien yang selalu dilayani oleh perawat (benar-benar keluar dari hati yang suci. dengan pertama kali yaitu sebanyak 4 orang pasien. sehingga orang lain tulus dan tepat janji yang kurang baik. Sehingga jika Maksudnya disini adalah berani untuk bertanggung jawab apapun tindakan yang telah budaya organisasi (tulus. Achmad Mochtar empati karena seorang perawat harus sabar Bukittinggi pada tahun 2009. dan Tepat Janji Menurut peneliti empati merupakan bagian dari Hasil distribusi frekuensi tulus dan tepat janji budaya organisasi. Ini dibuktikan dari 22 pasien responsibiliti yang kurang baik. Untuk item pertanyaan ke dua. Arti kata Tulus dan menghadapi dan berprilaku baik kepada pasien tepat janji yang peneliti gunakan sebagai variabel yang ada di ruangan tersebut. 1. Arti Empati adalah responden yang selalu mendapatkan pertolongan kemampuan menghadapi perasaan dan pikiran tepat waktu dari perawat yaitu sebanyak 3 orang orang lain yaitu dengan perilaku sabar. Achmad Mochtar pasien. Maksudnya disini ini didukung oleh dokumen usulan penerapan adalah seseorang perawat sebaiknya berprilaku PPK-BLUD RSUD Dr. Bukittinggipadatahun2009. Penelitian ini yang selalu dilayani oleh perawat yang ramah dan didukung oleh dokumen usulan penerapan PPK- senyum saat bertemu yaitu sebanyak 6 orang BLUD RSUD Dr. pasien yang selalu mendapatkan dalam memberikan advis/informasi kepada yang kenyamanan selama dirawat di rumah sakit dari dilayani. dibuktikan dari 22 pasien yang dilayani oleh perawat yang selalu menepati janjinya ketika Menurut peneliti responsibiliti merupakan berani perawat tersebut berjanji dengan pasien ataupun bertanggung jawab atas perbuatan atau tindakan keluarga pasien dalam hal tindakan keperawatan yang diberikan dan memperhatikan kesesuaian. empati ini merupakan prilaku lebihdariseparoh perawat yang mempunyai sifat sabar menghadapi orang lain. jujur dan sopan santun ke dua. ikhlas. Dan pada item pertanyaan ke tiga. Dan untuk item pertanyaan ke tiga. Arti Responsibilitas kenal dengan perawat karena perawat tersebut yaitu berani bertanggung jawab atas perbuatan selalu memperkenalkan dirinya ketika bertemu atau tindakan yang diberikan. Analisis Univariat a. tidak pura. Ini semakin baik pula kepuasan pasien yang ada dibuktikan dari 22 pasien yang selalu dalam ruangan. Untuk item pertanyaan keramahtamahan. Responsibilitas kepuasan pasien. Achmad Mochtar pasien. pasien yang Bukittinggipadatahun2009. yaitu sebanyak 5 orang pasien. melakukan sesuatu tindakan dari hati yang suci lebihdariseparoh perawat yang mempunyai sifat tidak berpura-pura. perawat yaitu sebanyak 5 orang pasien. Penelitian ini didukung tersebut selalu berani dan bertanggung jawab atas oleh dokumen usulan penerapan PPK-BLUD tindakan yang diberikan yaitu sebanyak 8 orang RSUD Dr. Ini perundang-undangan. dimana perawat tersebut sabar dalam pura) sebagai sumber energi kekuatan diri dalam mendengarkan ungkapan perasaan pasien yaitu memberikan pelayanan. Empati keperawatan sesuai SOP yaitu sebanyak 5 orang Hasil distribusi frekuensi empati diketahui bahwa pasien. yang tercermin dari sebanyak 4 orang pasien. mendapatkan pelayanan dari perawat dimana perawat tersebut memberikan pelayanan b. Tulus disini maksudnya yaitu Hasil distribusi frekuensi responsibiliti diketahui. terbuka/informatif sehingga orang lain merasa LPPM STIKes Perintis Padang 106 .Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 PEMBAHASAN aman dan nyaman berada di lingkungan rumah sakit. pasien. responden lebihdariseparoh perawat yang mempunyai sifat yang selalu dilayani oleh perawat dimana perawat empati yang kurang baik. Tulus. tepat janji) baik maka dilakukan oleh perawat yang ada diruangan. Untuk item pertanyaan ke dua.

g. Ini dibuktikan Mochtar Bukittinggi tahun 2016. oleh dokumen usulan penerapan PPK-BLUD RSUD Dr.4% diruangan rawat inap Sehingga pasien bisa mendapatkan keadilan interne pria dan wanita RSUD Dr. Achmad Mochtar f. berfikir sebelum bertindak sehingga bisa memperlihatkan loyalitas perawat kepada pasien. untuk Penelitian ini didukung oleh dokumen usulan item pertanyaan ke dua. yang baik yaitu50. pasien yang selalu dilayani oleh perawat Menurut asumsi peneliti didapatkan integritas dimana perawat tersebut bijak dalam menanggapi yang baik sangat di perlukan dalam budaya keluhannya yaitu sebanyak 6 orang pasien. Dan untuk pertanyaan ke Adil adalah berkata dan bertindak selalu tidak tiga. pasien yang penerapan PPK-BLUD RSUD Dr. Adil oleh perawat. Ini dibuktikan dari 22 giat belajar dan menguasai ilmu pengetahuan pasien yang selalu dilayani oleh perawat dimana sebagai pendukung dalam menghasilkan setiap perawat tersebut selalu menjelaskan tindakan output pelayanan dengan reward yang wajar. diruangan rawat inap interne pria dan wanita RSUD Dr. maksudnya bahwa dari 22 pasien. Kebersamaan dan kompak Menurut asumsi peneliti bahwa adil dengan Hasil distribusi frekuensi kebersamaan diketahui keadilan yang ada di rumah sakit. dan untuk pertanyaan ke tiga. bahwadari 22 pasien. sudah tepat atau belum. Achmad Mochtar Bukittinggi tahun Menurut asumsi peneliti bahwa bijak adalah selalu 2016. mengedepankan keahlian. organisasi. Integritas Bukittinggipadatahun2009. separoh perawat yang sehingga loyalitas kepada organisasi dan individu mempunyai sifat integritasyang baik yaitu50% lainnya tetap terjaga. dan untuk pertanyaan ke lebihdariseparoh perawat yang mempunyai sifat tiga.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 d. sehingga seluruh menghormati keinginan pasien yaitu sebanyak 1 stakeholders mendapat perlakuan (jaminan) yang orang pasien. Penelitian ini didukung dari perawat yaitu sebanyak 4 orang pasien.lebihdariseparoh perawat disini adalah bertindak selalu tidak berat sebelah. keperawatannya yaitu sebanyak 4 orang pasien. sebanyak 7 orang pasien. Arti dari sebanyak 4 orang pasien. bisa memperlihatkan keahlian. Achmad mendapatkan bantuan khusus dari perawat yaitu Mochtar Bukittinggi pada tahun 2009. Arti dari LPPM STIKes Perintis Padang 107 . karena komitmen pada prinsip. Bijak tersebut tidak membeda-bedakan pasien yaitu Hasil distribusi frekuensi bijak diketahui bahwa sebanyak 8 orang pasien. apakah tindakan yang diambil sudah Integritas adalah satu dalam kata dan perbuatan = benar atau belum. pasien yang selalu penerapan PPK-BLUD RSUD Dr. supaya pasien percaya dengan tindakan yang dilakukan e. ibadah untuk item pertanyaan ke dua. Achmad selalu dilayani oleh perawat dimana perawat Mochtar Bukittinggi pada tahun 2009. tidak memihak/tidak diskriminatif. tidak semenang-menang. pasien yang selalu mendapatkan informasi bijak yang kurang baik. Penelitian ini didukung oleh dokumen usulan Maksudnya disini adalah sebelum melakukan penerapan PPK-BLUD RSUD Dr. oleh perawat yang berhubungan dengan keyakinan yaitu sebanyak 4 orang pasien. dari perawat dimana perawat tersebut selalu tidak sewenang-wenang. yang mempunyai sifat kebersamaan dan kompak tidak memihak. Achmad tindakan medis seorang perawat harus lah berfikir Mochtar Bukittinggi pada tahun 2009. pasien yang selalu mendapatkan pelayanan berat sebelah. untuk item pertanyaan ke dua. Achmad dalam perawatan yang dilakukan. Keahlian yang baik akan Hasil distribusi frekuensi adil diketahui bahwa memperlihatkan tindakan yang baik. Integritas kepada Sang Pencipta (Allah). Arti dari dengan baik. sama. Arti dari Bijak adalah Hasil distribusi frekuensi integritas diketahui selalu menggunakan akal budi sebelum bertindak. Ini lebihdariseparoh perawat yang mempunyai sifat dibuktikan dari 22 pasien yang selalu dianjurkan adil yang kurang baik. Integritas pada diri sesuatu tindakan akan di pertanggung jawabkan sendiri. pasien yang selalu yang benar dan mengimplementasikan dalam dilayani perawat dimana perawat tersebut teliti perbuatan/pergaulan dengan mencerminkan dan terampil dalam tindakan keperawatan yaitu akhlak yang dimuliakan Allah. dari 22 pasien yang selalu mendapatkan bantuan tepat waktu dari perawat yaitu sebanyak 6 orang Penelitian ini didukung oleh dokumen usulan pasien. profesional. jika tindakan tersebut salah.

toleransi. sesuai harapan dan kenyataan. apabila pasien puas mereka akan terus melakukan pemakaian terhadap jasa pilihannya.667 dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya artinya perawat yang mempunyai sikap tulus dan setelah pasien membandingkannya dengan apa tepat janji yang baik berpeluang 11. kepuasan pasien juga semakin jelek. Dimana arti dengan konsep keluarga yang anggotanya dirawat dari kata Tulus dan tepat janji adalah sungguh dan LPPM STIKes Perintis Padang 108 .5% Menurut asumsi peneliti didapatkan kepuasan dan yang tidak puas terhadap sikap perawat ketika pasien tergantung dengan pelayanan yang memberikan pelayanan keperawatan yaitu 54. Depkes RI ( 2005: 31) yang dikutip terkait tindakan yang diberikan yaitu sebanyak 10 oleh Nursalam (2012). Semakin baik budaya RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi tahun organisasi maka semakin baik pula kepuasan yang 2016. Suasana dan kondisi membatasi pengunjung yaitu sebanyak 6 orang fisik lingkungan yang tidak menunjang. Semakin kompak memperoleh pasien yang lebih banyak. 2006). Kepuasan pasien Promosi/iklan tidak sesuai dengan kenyataan. Akan tercipta suatu kondisi yang keperawatan yang diberikan. penuh kasih sayang merupakan aset yang sangat berharga. h.667 kali yang diharapkannya (Pohan. karena dan cinta. yang dikutip oleh Nursalam (2012). Pasien yang puas kondusif.027 artinya kesenangan terhadap aktivitas dan suatu produk adanya hubungan antara perawat yang mempunyai dengan harapannya. Hasil distribusi frekuensi kepuasan pasien diketahui bahwa pasien yang puas hanya 45. Cost/biaya terlalu tinggi.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Kebersamaan. Untuk Menurut peneliti kekompakan suatu organisasi menciptakan kepuasan pasien. banyak waktu terbuang dan harga tidak sesuai. manajemen rumah sakit dapat melakukan peningkatan kualitas pelayanan. Kepuasan pasien adalah suatu sikap tulus dan tepat janji dengan kepuasan pasien. bersatu. kompak adalah bermusyawarah dapat disimpulkan bahwa defenisi tingkat untuk satu keputusan dalam mendorong komitmen kepuasan adalah tingkat penerimaan dan respon bersama demi tercapainya kinerja maksimal dan keluarga terhadap pemberian pelayanan harmonis. Untuk item pertanyaan ke dua. Achmad Dari beberapa pendapat terkait. Dengan mengetahui tingkat kepuasan baik dalam bersikap tulus dan tepat janji. membandingkan antara persepsi atau kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan 2. Ini (2011). Nursalam (2012: 328) a. Menurut Yazid (2004: 286) orang pasien. pasien. Kepuasan terhadap kepuasan pasien dibandingkan dengan pasien berhubungan dengan kualitas pelayanan pasien yang menyatakan sikap perawat kurang rumah sakit.5% diberikan oleh perawat yang memberikan diruangan rawat inap interne pria dan wanita tindakan di ruangan. Analisis Bivariat harapan-harapannya. Layanan selama Dan untuk pertanyaan ke tiga. pasien. jika dihubungkan Mochtar Bukittinggipadatahun2009. diterima oleh pasien dan sebaliknya jika budaya organisasi yang diberikan tidak baik maka Penelitian ini sesuai dengan teori Nursalam. Hubungan tulus dan tepat janji dengan menyebutkan kepuasan adalah perasaan senang kepuasan pasien seseorang yang berasal dari perbandingan antara Hasil uji statistik di dapatkan p value 0. Perilaku dilayani perawat dimana perawat tersebut selalu personel kurang memuaskan. karena jarak terlalu jauh. Penelitian ini didukung oleh dokumen usulan penerapan PPK-BLUD RSUD Dr. pasien yang puas hanya kecewa seseorang yang muncul setelah 10 orang pasien. tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat Hasil analisis di dapatkan nilai OR = 11. Ini dibuktikan dari 22 pasien pelayanan berdasarkan hasil survey dengan yang selalu dilayani perawat dimana perawat instrumen yang baku menurut Indikator Kinerja tersebut selalu bermusyawarah dengan pasien Rumah Sakit. seorang perawat maka semakin baik pula kepuasan yang didapatkan oleh pasien di dalam Persentase pasien yang menyatakan puas terhadap ruangan tersebut. Kepuasan adalah perasaan senang atau dibuktikan dari 22 pasien. rumah sakit harus mencerminkan kebaikan tindakan yang dilakukan menciptakan dan mengelola suatu system untuk oleh perawat pada pasien. ada enam pasien yang selalu dilayani perawat dimana faktor menyebabkan timbulnya rasa tidak puas perawat tersebut selalu melibatkan keluarga dalam pasien terhadap suatu pelayanan yaitu: Tidak perawatan pasien yaitu sebanyak 5 orang pasien. pasien yang selalu proses menikmati jasa tidak memuaskan.

rumah sakit harus lingkungan rumah sakit. tepat janji) maka semakin baik perawat harus sabar menghadapi dan berprilaku kepuasan pasien yang ada dalam ruangan. maksudnya yaitu menepati semua janji yang kita sehingga orang lain merasa nyaman kepada kita. dibuktikan dengan hasil analisis hubungan budaya Ini dibuktikan dengan hasil analisis hubungan organisasi perawat yang mempunyai sikap tulus budaya organisasi perawat yang mempunyai sikap dan tepat janji yang baik membuat pasien puas empati yang baik membuat pasien puas sebanyak yaitu sebanyak 7 orang (77. Dan tepat janji disini merupakan prilaku sabar menghadapi orang lain. berpeluang 11. Hal ini akan menciptakan dan mengelola suatu system untuk mempengaruhi kepuasan pasien. Ini baik kepada pasien yang ada di ruangan tersebut. Suasana dan kondisi fisik lingkungan timbulnya rasa tidak puas pasien terhadap suatu yang tidak menunjang. memuaskan.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 bersih hati (benar-benar keluar dari hati yang suci.8%). Promosi/iklan tidak sesuai penting dalam dunia keperawatan karena ini dengan kenyataan. rumah sakit harus menciptakan dan mengelola Depkes RI ( 2005: 31) yang dikutip oleh Nursalam suatu system untuk memperoleh pasien yang lebih (2012). ada enam faktor menyebabkan memuaskan. Menurut asumsi peneliti budaya organisasi yaitu karena jarak terlalu jauh. Semakin baik budaya sebaiknya berprilaku empati karena seorang organisasi (tulus. Persentase pasien yang menyatakan puas terhadap pelayanan berdasarkan hasil survey Menurut Yazid (2004: 286) yang dikutip oleh dengan instrumen yang baku menurut Indikator Nursalam (2012). banyak. Hasil santun dalam memberikan advis/informasi kepada analisis di dapatkan nilai OR = 11. empati ini suci tidak berpura-pura. pelayanan yaitu: Tidak sesuai harapan dan kenyataan. Dimana arti berhubungan dengan kualitas pelayanan rumah dari kata Empati adalah kemampuan menghadapi sakit. Promosi/iklan tidak sesuai tidak memuaskan. LPPM STIKes Perintis Padang 109 . Untuk menciptakan kepuasan pasien. manajemen pasien yang menyatakan puas terhadap pelayanan rumah sakit dapat melakukan peningkatan kualitas berdasarkan hasil survey dengan instrumen yang pelayanan.027 artinya diri dalam memberikan pelayanan.yang tercermin adanya hubungan antara perawat yang mempunyai dari keramahtamahan. Persentase mengetahui tingkat kepuasan pasien. pelayanan yaitu: Tidak sesuai harapan dan karena jarak terlalu jauh. ada enam faktor menyebabkan Kinerja Rumah Sakit. baku menurut Indikator Kinerja Rumah Sakit. Tulus dan tepat janji disini maksudnya Menurut asumsi peneliti empati merupakan yaitu melakukan sesuatu tindakan dari hati yang bagian dari budaya organisasi. banyak waktu terbuang tulus dan tepat janji merupakan suatu yang sangat dan harga tidak sesuai. Depkes RI ( 2005: 31) yang timbulnya rasa tidak puas pasien terhadap suatu dikutip oleh Nursalam (2012). Dengan mengetahui tingkat kepuasan perasaan dan pikiran orang lain yaitu dengan pasien. banyak waktu terbuang kenyataan. Achmad produk dengan harapannya. Kepuasan pasien Mochtar Bukittinggi pada tahun 2009. merupakan modal untuk menciptakan kepuasan pasien. ikhlas. Untuk lain merasa aman dan nyaman berada di menciptakan kepuasan pasien. manajemen rumah sakit dapat melakukan perilaku sabar. Hal ini akan mempengaruhi perawat yang mempunyai sikap empati yang baik kepuasan pasien. Layanan selama proses menikmati jasa Menurut Yazid (2004: 286) yang dikutip oleh tidak memuaskan. 328) menyebutkan kepuasan adalah perasaan senang seseorang yang berasal dari perbandingan Penelitian ini didukung oleh dokumen usulan antara kesenangan terhadap aktivitas dan suatu penerapan PPK-BLUD RSUD Dr. Dengan memperoleh pasien yang lebih banyak. Cost/biaya terlalu tinggi. buat supaya pasien percaya dengan perawat yang Maksudnya disini adalah seseorang perawat ada di ruangan tersebut. Layanan selama proses menikmati jasa dan harga tidak sesuai. Suasana dan kondisi fisik lingkungan yang tidak menunjang. Cost/biaya terlalu tinggi.667 kali terhadap kepuasan pasien dibandingkan dengan pasien yang menyatakan Penelitian ini sesuai dengan teori Nursalam (2012: sikap perawat kurang baik dalam bersikap empati. jujur dan sopan sikap empati dengan kepuasan pasien. Perilaku personel kurang dengan kenyataan. 7 orang (77. Perilaku personel kurang Nursalam (2012). terbuka/informatif sehingga orang peningkatan kualitas pelayanan. b. Hubungan empati dengan kepuasan pasien tidak pura-pura) sebagai sumber energi kekuatan Hasil uji statistik di dapatkan p value 0.8%).667 artinya yang dilayani.

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 c. Ini dibuktikan dengan hasil hasil LPPM STIKes Perintis Padang 110 . Promosi/iklan tidak sesuai memperlihatkan loyalitas perawat kepada pasien. sudah tepat atau belum. Hal ini akan mempengaruhi kepuasan pasien. hal ini di dukung oleh teori manajemen rumah sakit dapat melakukan Nursalam (2012:328) yaitu Kepuasan pasien peningkatan kualitas pelayanan. memuaskan. Ini dibuktikan dengan adalah berani untuk bertanggung jawab apapun hasil analisis hubungan budaya organisasi perawat tindakan yang telah dilakukan oleh perawat yang yang mempunyai sikap bijak yang baik membuat ada diruangan.006 artinya membuat pasien puas yaitu sebanyak 7 orang adanya hubungan antara perawat yang mempunyai (87. organisasi dan individu lainnya tetap terjaga.667 artinya perawat yang mempunyai sikap Hasil uji statistik didapatkan p value 0. Perilaku personel kurang Nursalam (2012). Layanan selama proses menikmati jasa dan harga tidak sesuai. yang mempunyai sikap bijak yang baik berpeluang 25. Persentase peningkatan kualitas pelayanan. Semakin baik budaya organisasi pasien puas yaitu sebanyak 7 orang (87. Cost/biaya terlalu tinggi. Hubungan responsibiliti dengan kepuasan analisis hubungan budaya organisasi perawat yang pasien mempunyai sikap responsibiliti yang baik Hasil uji statistik didapatkan p value 0. Menurut asumsi peneliti bahwa bijak adalah selalu karena jarak terlalu jauh. Mochtar Bukittinggi pada tahun 2009.5%). Cost/biaya terlalu tinggi. banyak waktu terbuang berfikir sebelum bertindak sehingga bisa dan harga tidak sesuai. Promosi/iklan tidak sesuai tidak memuaskan. Hubungan bijak dengan kepuasan pasien 25. Bersikap bijak yang tidak baik dapat berdampak Dengan mengetahui tingkat kepuasan pasien. Nursalam (2012). Perilaku personel kurang dengan kenyataan. Dimana arti dari kata Responsibilitas adalah berani Penelitian ini didukung oleh dokumen usulan bertanggung jawab atas perbuatan atau tindakan penerapan PPK-BLUD RSUD Dr. manajemen rumah sakit dapat melakukan memperoleh pasien yang lebih banyak. sikap reponsibiliti dengan kepuasan pasien di ruang rawat. banyak waktu terbuang kenyataan. Achmad sikap perawat kurang baik dalam bersikap bijak.667 adanya hubungan antara perawat yang mempunyai terhadap kepuasan pasien dibandingkan dengan sikap bijak dengan kepuasan pasien Hasil analisis pasien yang menyatakan sikap perawat kurang di dapatkan nilai OR = 25. Layanan selama proses menikmati jasa Menurut Yazid (2004: 286) yang dikutip oleh tidak memuaskan. pelayanan yaitu: Tidak sesuai harapan dan kenyataan.667 artinya perawat baik dalam bersikap responsibiliti. Untuk berhubungan dengan kualitas pelayanan rumah menciptakan kepuasan pasien. pelayanan yaitu: Tidak sesuai harapan dan karena jarak terlalu jauh. ada enam faktor menyebabkan Depkes RI ( 2005: 31) yang dikutip oleh Nursalam timbulnya rasa tidak puas pasien terhadap suatu (2012). Achmad yang diberikan. Suasana dan kondisi fisik lingkungan timbulnya rasa tidak puas pasien terhadap suatu yang tidak menunjang. Dengan mengetahui tingkat kepuasan menciptakan dan mengelola suatu system untuk pasien. Maksudnya disini jika tindakan tersebut salah.667 kali terhadap kepuasan pasien Penelitian ini didukung oleh dokumen usulan dibandingkan dengan pasien yang menyatakan penerapan PPK-BLUD RSUD Dr. apakah tindakan yang diambil sudah responsibiliti merupakan berani bertanggung benar atau belum.5%). pasien yang menyatakan puas terhadap pelayanan berdasarkan hasil survey dengan instrumen yang Menurut Yazid (2004: 286) yang dikutip oleh baku menurut Indikator Kinerja Rumah Sakit. ada enam faktor menyebabkan memuaskan. karena jawab atas perbuatan atau tindakan yang diberikan sesuatu tindakan akan di pertanggung jawabkan dan memperhatikan kesesuaian. Dimana arti kesesuaian dan kepatuhan untuk disiplin dalam dari kata Bijak adalah selalu menggunakan akal pengelolaan organisasi berdasarkan praktek bisnis budi sebelum bertindak.006 artinya responsibiliti yang baik berpeluang 25. dengan kenyataan. pada kepuasan pasien. Suasana dan kondisi fisik lingkungan yang tidak menunjang. (responsibiliti) seseorang maka semakin baik pula kepuasan pasien. sehingga loyalitas kepada yang sehat serta peraturan perundang-undangan. dengan memperhatikan Mochtar Bukittinggi pada tahun 2009. Hasil analisis didapatkan nilai OR = d. Maksudnya disini adalah sebelum melakukan tindakan medis seorang perawat harus lah berfikir Menurut asumsi peneliti didapatkan bahwa dengan baik. rumah sakit harus sakit.

Menurut Yazid (2004: 286) yang dikutip oleh Menurut Yazid (2004: 286) yang dikutip oleh Nursalam (2012). begitupun sebaliknya.8%). kompak dengan f. pasien percaya dengan tindakan yang dilakukan tidak memihak. Hasil analisis Penelitian ini didukung oleh dokumen usulan di dapatkan nilai OR = 20. oleh perawat. Hubungan adil dengan kepuasan pasien pasien dibandingkan dengan pasien yang Hasil uji statistik didapatkan p value 0. dengan kenyataan. Promosi/iklan tidak sesuai dan harga tidak sesuai.000 kali terhadap kepuasan kepuasan pasien dibandingkan dengan pasien LPPM STIKes Perintis Padang 111 . ada enam faktor menyebabkan timbulnya rasa tidak puas pasien terhadap suatu timbulnya rasa tidak puas pasien terhadap suatu pelayanan yaitu: Tidak sesuai harapan dan pelayanan yaitu: Tidak sesuai harapan dan kenyataan.000 kali terhadap kepuasan pasien Integritas adalah satu dalam kata dan perbuatan = dibandingkan dengan pasien yang menyatakan komitmen pada prinsip. Perilaku personel kurang memuaskan.000 artinya perawat penerapan PPK-BLUD RSUD Dr. Suasana dan kondisi fisik lingkungan memuaskan. Hasil analisis didapatkan nilai OR = 6. Ini dibuktikan dibuktikan dengan hasil analisis hubungan budaya dengan hasil analisis hubungan budaya organisasi organisasi perawat yang mempunyai sikap perawat yang mempunyai sikap adil yang baik integritas yang baik membuat pasien puas yaitu membuat pasien puas yaitu sebanyak 8 orang sebanyak 9 orang (81.000 artinya perawat yang mempunyai sikap kebersamaan perawat yang mempunyai sikap integritas yang yang baik berpeluang 6. Hal ini mempengaruhi terhadap Kepuasan pasien. Hasil sikap integritas dengan kepuasan pasien. Ini dalam perawatan yang dilakukan. sikap adil dengan kepuasan pasien. Menurut asumsi peneliti didapatkan integritas Menurut asumsi peneliti bahwa adil dengan yang baik sangat di perlukan dalam budaya keadilan yang ada di rumah sakit. bisa memperlihatkan keahlian. g. Achmad yang mempunyai sikap adil yang baik berpeluang Mochtar Bukittinggipadatahun2009.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 e. yang tidak menunjang. Hubungan integritas dengan kepuasan kepuasan pasien pasien Hasil uji statistik didapatkan p value 0. Layanan selama proses menikmati jasa kenyataan. tidak semenang-menang. banyak waktu terbuang dan harga tidak sesuai. manajemen rumah sakit dapat melakukan sakit. Dimana arti Integritas kepada Sang Pencipta (Allah). Ini akan berpengaruh baik. Bersikap integritas seluruh stakeholders mendapat perlakuan yang baik mencerminkan perbuatan/akhlak yang (jaminan) yang sama. Perilaku personel kurang tidak memuaskan.000 artinya Hasil uji statistik didapatkan p value 0. karena jarak terlalu jauh. Arti dari kata 20. Cost/biaya terlalu tinggi. ibadah dari kata Adil adalah berkata dan bertindak selalu yang benar dan mengimplementasikan dalam tidak berat sebelah. Achmad output pelayanan dengan reward yang wajar. supaya disini adalah bertindak selalu tidak berat sebelah. Cost/biaya terlalu tinggi.008 artinya menyatakan sikap perawat kurang baik dalam adanya hubungan antara perawat yang mempunyai bersikap integritas. peningkatan kualitas pelayanan. Integritas pada diri sikap perawat kurang baik dalam bersikap adil. tidak sewenang-wenang. Suasana dan kondisi fisik lingkungan yang tidak menunjang. maksudnya organisasi.003 artinya adanya hubungan antara perawat yang mempunyai adanya hubungan antara perawat yang mempunyai sikap kebersamaan dengan kepuasan pasien. giat belajar dan menguasai ilmu pengetahuan Penelitian ini didukung oleh dokumen usulan sebagai pendukung dalam menghasilkan setiap penerapan PPK-BLUD RSUD Dr.000 artinya analisis di dapatkan nilai OR = 45. sendiri. Kepuasan pasien ini pelayanan keperawatan dan berdampak tehadap berhubungan dengan kualitas pelayanan rumah kepuasan pasien. (80%). tidak memihak/tidak perbuatan/pergaulan dengan mencerminkan diskriminatif. Promosi/iklan tidak sesuai dengan kenyataan. banyak waktu terbuang karena jarak terlalu jauh. profesional. mengedepankan keahlian. Karena kepuasan pasien sakit. ada enam faktor menyebabkan Nursalam (2012). Keahlian yang baik akan Sehingga pasien bisa mendapatkan keadilan memperlihatkan tindakan yang baik. Mochtar Bukittinggi pada tahun 2009. sehingga akhlak yang dimuliakan Allah. Hubungan kebersamaan.000 kali terhadap baik berpeluang 45. Layanan selama proses menikmati jasa tidak memuaskan. Dengan mengetahui tingkat kepuasan berhubungan dengan kualitas pelayanan rumah pasien.

Hasil penelitian didapatkan bahwa pasien yang Penelitian ini didukung oleh dokumen usulan puas hanya 45. 2008. integritas dan kebersamaan dengan diterapkan pasien akan merasa tidak nyaman bila kepuasan pasien di ruang rawat inap interne dirawat dirumah sakit tersebut. Layanan selama proses menikmati jasa tidak memuaskan. Judge. 4. Promosi/iklan tidak sesuai 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar dengan kenyataan. EGC yang tidak menunjang. Hubungan Penerapan organisasi mencerminkan kebaikan tindakan yang Budaya Organisasi Dengan Kepuasan dilakukan oleh perawat pada pasien. pelayanan yaitu: Tidak sesuai harapan dan Depkes RI. Dimana arti pelayanan keperawatan yaitu 54. Azwir. Jakarta. Separoh perawat yang mempunyai sikap integritas yang baik diruangan rawat inap LPPM STIKes Perintis Padang 112 . Hubungan Karakteristik maka dapatddisimpulkan: Perawat dan Budaya Organisasi Dengan Kepuasan Pasien Di RSI Pondok Kopi 1. mendorong komitmen bersama demi tercapainya 4. 2005. Model Pelayanan memuaskan. bijak. Perilaku Organisasi Edisi 12 Buku 2. Jakarta kenyataan. Jakarta. Dr. toleransi. kompak seorang perawat maka semakin baik pula Jurnal kepuasan yang didapatkan oleh pasien di dalam ruangan tersebut. Ed 3. karena jarak terlalu jauh. KESIMPULAN Salemba Medika Berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan. empati. H. 2012. Perilaku personel kurang Keliat. Semakin Pasien Di RSUD Ambarawa Tahun 2013. Dokumen Usulan Penerapan PPK-BLUD RSUD Dr. Widiastuti. kebersamaan dan kompak yang kurang baik diruangan rawat inap interne pria dan wanita RSUD Dr.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 yang menyatakan sikap perawat kurang baik interne pria dan wanita RSUD Dr. Lebihdariseparoh perawat yang mempunyai Jakarta Tahun 2012. adil. Achmad Mochtar Bukittinggi. Hal ini pria dan wanita RSUD Dr. Tesis. Siti dkk. Robbins. layanan yang diberikan.5% diruangan dari katan Kebersamaan. Indikator Kinerja Rumah Sakit. Achmad terhadap sikap perawat ketika memberikan Mochtar Bukittinggipadatahun2009. Dahlan. Mochtar Bukittinggi. empati. FIK UI sikap tulus dan tepat. dan tepat janji. Achmad Menurut Yazid (2004: 286) yang dikutip oleh Mochtar Bukittinggi Nursalam (2012). 2. ada enam faktor menyebabkan timbulnya rasa tidak puas pasien terhadap suatu Depkes RI. bijak. responsibiliti. bersatu.5% dan yang tidak puas penerapan PPK-BLUD RSUD Dr. 3. penuh kasih sayang dan cinta. Ini dibuktikan dengan hasil Nursalam. Stephen. kompak adalah rawat inap interne pria dan wanita RSUD Dr. 2012. 2009. Suasana dan kondisi fisik lingkungan Keperawatan Profesional. REFERENSI sakit. Kepmenkes RI No. Hasil uji statistik di dapatkan adanya hubungan kinerja maksimal dan harmonis. Cost/biaya terlalu tinggi. bermusyawarah untuk satu keputusan dalam Achmad Mochtar Bukittinggi. 2010. BA. Pelayanan Minimal Rumah Sakit Menurut asumsi peneliti kekompakan suatu Kholipah. Eni. Jika ini tidak adil. responsibiliti. Achmad Mochtar menunjukkan ketidakpuasan pasien terhadap Bukittinggi. 2013. Akan tercipta antara perawat yang mempunyai sikap tulus suatu kondisi yang kondusif. Manajemen Keperawatan : analisis hubungan budaya organisasi perawat yang Aplikasi Dalam Praktik Keperawatan mempunyai sikap kebersamaan dan kompak yang Profesional. & Akemat. banyak waktu terbuang Kepmenkes RI. 2014.Salemba Medika baik membuat pasien puas yaitu sebanyak 10 orang (83. Jakarta. karena kepuasan pasien berhubungan dengan kualitas pelayanan rumah 5.3%). P dan Timothy A. dan harga tidak sesuai. Achmad dalam bersikap kebersamaan.

Hipertensi ini diastoliknya 90 mmHg ke atas.33 mmHg and a post-test at the 151. Therapeutic foot soak with warm water 1.4%).com Abstract According to the World Health Organization or WHO.5% (25. Data tahun 2010 di Berdasarkan pencatatan data Dinas Amerika Serikat menunjukkan bahwa 28. P value = 0. LPPM STIKes Perintis Padang 113 . Keywords : Hypertension.Posttest Study Design. It is suggested to healthcare officer to give information and explanation about therapeutic foot soak with warm water as an alternative way to decrease blood pressure. dan di antara nilai sebesar 0. Andalas Community Health Center (Puskesmas) is the the highest coverage number of hypertension as many as 8047 people.. batas tekanan darah yang masih dianggap yang minum obat sendiri. This research took place in January until September 2016.00 / 69. Prevalensi hipertensi di Indonesia yang dewasa akhir yang berumur 45-60 tahun (Dinas didapat melalui tenaga kesehatan sebesar 9. rata kelompok umur yang terbanyak berkunjung di Kalimantan Timur (29. diatas 18 tahun) (CBN. dan ISPA. hipertensi ditemukan sebanyak 60-70% seperti merokok dan kurang olahraga serta pola pada populasi berusia diatas 65 tahun. Kesehatan Kota Padang. Hasil laporan Dinas Kesehatan Kota 2014). 2014) nomor 1 kematian di dunia.6%) dan Jawa Barat Puskesmas Andalas Padang yaitu kelompok umur (29. Menurut Joint disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat 2009.8%. pernah didiagnosis menderita hipertensi tetapi saat sedangkan bila lebih dari 140/90 mmHg diwawancara yang sedang minum obat hipertensi dinyatakan sebagai hipertensi. Prevalensi hipertensi di Indonesia yang merupakan angka cakupan tertinggi tentang didapat melalui pengukuran pada umur ≥18 tahun hipertensi sebanyak 8047 orang. Rata- (30.6% Kesehatan Kota Padang tahun 2014. Jadi prevalensi hipertensi tersebut disebut sebagai normal-tinggi (batasan diIndonesia sebesar 26. 2013). Jadi. dari 22 orang dewasa berusia 18 tahun ke atas menderita puskesmas di Kota Padang Puskesmas Andalas hipertensi. Samples were 30 accidental sampling observed by t-test..33 / 56.67 mmHg. Semakin tua umur seseorang. Tekanan dan pada tahun 2013 hipertensi menjadi posisi darah orang dewasa disebut tinggi jika tekanan teratas yakni 6714 kasus. The result showed the average blood pressure of the pre-test 164. tertinggi kedua di sebesar 25. Padang 25000 Email: yathie_zuriati13@yahoo. tertinggi di Bangka Belitung puskesmas Lubeg yaitu sebesar 4487 orang. makan masyarakat minang yang cenderung Menurut laporan Badan Kesehatan Dunia mengkonsumsi makanan yang tinggi kolesterol atau WHO. hipertensi merupakan penyebab (Dinas Kesehatan Kota Padang. hypertension is the number one cause of death in the world.9%).1% (WHO). It can be concluded that therapeutic foot soak with warm water could decrease the blood pressure in patients with hypertension. tekanan Padang tahun 2012 jumlah hipertensi 6392 kasus. 2014). Based on the data recorded by Padang City Health Department in 2015.8%). The type of this research is Quasy Experiment with Pretest .4%. ada 0. The research objective is to determine the effect of therapeutic foot soak with warm water to the reduction of blood pressure in patients with hypertension in Andalas Community Health Center Padang in 2016.8% + 0.7%. 2006 dalam Triyanto. Rematik.7 %) tersebut diperuntukkan bagi individu dewasa (Riskesdas. PENDAHULUAN yang didiagnosis tenaga kesehatan atau Menurut World Health Organization sedangminum obat sebesar 9. darah normalnya semakin meningkat.000 which means that there are significant Warm Water Therapy Foot Soak to Decrease Blood Pressure In Patients with Hypertension in Andalas Community Health Center Padang 2016. diikuti Kalimantan Selatan (30.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 PENGARUH TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH DI PUSKESMAS ANDALAS PADANG Zuriati 1 1 STIKes Alifah. Responden yang belum normal adalah kurang dari 130/85 mmHg.5%. disusul dengan kasus sistoliknya 140 mmHg ke atas atau tekanan DM.

lambung. intervensi pemberikan terapi rendam kaki air Perbaikan sirkulasi darah dapat juga hangat pada penderita hipertensi. dirasakan perlu keterangan bahwa selama ini usaha yang mereka untuk terus menggali strategi tatalaksana yang lakukan untuk mengatasi hipertensi adalah dengan efektif dan efisien dengan begitu. maka kaki dengan air hangat dapat memanaskan seluruh peneliti melakukan penelitian pemberian terapi tubuh. kram. karena efek dari rendam mengeluarkan guideline terbaru mengenai kaki air hangat menghasilkan energi kalori yang tatalaksana hipertensi atau tekanan darah tinggi bersifat mendilatasi dan melancarkan peredaran yaitu. menyembuhkan tekanan darah secara teratur agar bila sewaktu. Salah satu hangat 38o-40oC akan mempelancar peredaran upaya pencegahan dengan cara memeriksakan darah. pengobatan tradisional Cina (TCM). merangsang keringat. hingga kematian jika tidak dideteksi Berdasarkan survey awal di dapatkan dini dan diterapi dengan tepat. stress. nyeri otot. dengan air hangat ini yaitu dengan menggunakan Hasil penelitian Batjun (2015) rendam kaki air air hangat yang bersuhu sekitar 40. melancarkan (Karmanboegyss. Caranya dengan kaku. 2013). Penelitian ini memperlancar sirkulasi getah bening sehingga dilakukan di Puskesmas Andalas Padang pada membersihkan tubuh dari racun. kaki adalah Tujuan penelitian ini adalah Untuk jantung kedua tubuh manusia.blogspot. hangat setiap hari untuk meningkatkan sirkulasi Rendam kaki air hangat adalah salah satu darah dan menurunkan tekanan darah pada terapi hipertensi yang bermanfaat untuk penderita hipertensi mendilatasi pembuluh darah.id. stroke. Populasi orang orang yang menderita penyakit seperti penelitian penderita hipertensi dengan kelompok LPPM STIKes Perintis Padang 114 . batuk pilek dan susah tidur. insomnia. mengingat bahwa hipertensi merupakan darah juga merangsang saraf yang ada pada kaki suatu penyakit kronis yang memerlukan terapi untuk mengaktifkan saraf parasimpatis. gagal ginjal. terapi yang menggunakan terapi herbal dan farmakologis. barometer yang mengetahui pengaruh terapi rendam kaki air mencerminkan kondisi kesehatan badan. kandung Padang tahun 2016. mengancam nyawa seperti infark miokard. 2015). Penderita yang waktu ada kenaikan tekanan darah yang cukup mengalami tekanan darah tinggi jika melakukan tinggi.co. medikamentosa alias tanpa obat. Merendam Berdasarkan latar belakang di atas.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Upaya ideal untuk mencegah dan rematik.5 . meningkatkan sirkulasi darah ke bagian rendam kaki air hangat terhadap penurunan atas tubuh dan juga melepas tekanan. dilakukan secara rutin maka dapat terjadi Joint National Committee (JNC) telah penurunan tekanan darah. Telapak hangat terhadap penurunan tekanan darah pada kaki memiliki 60 titik akupuntur yang penderita hipertensi di Puskesmas Andalas berhubungan dengan kandung empedu. 2013). dijalankan diharapkan dapat memberikan dampak tetapi untuk melakukan terapi rendam kaki air maksimal (Riskesdas. peredaran darah dan memicu saraf yang ada pada Praktek kerja dari terapi rendam kaki telapak kaki untuk bekerja (Tari Batjun. METODE PENELITIAN meningkatkan sirkulasi darah dengan memperlebar pembuluh darah akibatnya lebih Jenis penelitian Quasy eksperimen banyak oksigen dipasok ke jaringan yang rancangan Pretest – Postest design. sirkulasi adalah dengan penanggulangan secara non. linu panggul. dengan mengalami pembengkakan dan ketegangan otot. radang sendi. limpa. sakit menangkal risiko tekanan darah tinggi pertamanya punggung. Oleh karena itu bulan Januari – September 2016. maka bisa diketahui lebih dini (Sudarmoko. Menurut darah.43oC secara hangat dalam waktu konduksi dimana terjadi perpindahan panas dari air hangat ke tubuh sehingga akan membantu 2. TCM tekanan darah pada penderita hipertensi di merekomendasikan rendam kaki dengan air Puskesmas Andalas Padang tahun 2016. sehingga jangka panjang dengan banyak komplikasi yang menyebabkan penurunan tekanan darah (Umah. rendam kaki menggunakan air hangat yang 2010). hati dan ginjal. darah yang buruk (hipertensi). 2012). kelelahan. terapi air hangat bisa digunakan untuk menghindari faktor pemicu timbulnya penyakit meringankan masalah tersebut (Dewi 2014). tersebut (kecuali faktor yang tidak bisa dihindari Manfaat merendam kaki dengan air seperti faktor keturunan dan usia). hangat sendiri belum pernah dilakukan dan klien Praktek merendam kaki dengan air hangat juga tidak ada yang mengetahui bahwa merendam adalah satu metode perawatan kesehatan yang kaki dengan air hangat dapat menurunkan tekanan populer di kalangan masyarakat Cina. kemih.

Tekanan Darah Sebelum Dilakukan Terapi Rendam Kaki Air Hangat Tabel 3.05.33 9.60 LPPM STIKes Perintis Padang 115 .00 mmHg dengan starndar deviasi 9. dijabarkan diambil sebelum dan Stetoskop dalam sesudah diberikan terapi mmHg rendam kaki air hangat. Pengolahan data melalui analisa data secara univariat dan bivariat menggunakan uji T-Test dengan tingkat kepercayaan 95% = 0.2 dapat dlihat rata-rata tekanan darah sistolik post-test pada kelompok intervensi didapatkan rata-rata tekanan darah sistoliknya adalah 151.27 10.67 9.2 Distribusi Rerata Tekanan Darah Responden Post-test Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol di Puskesmas Andalas Padang Tahun 2016 Tekanan Kelompok N Mean SD Min Max darah Intervensi Sistolik 15 151.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 umur 45. Defenisi Operasional Variabel Defenisi Operasional Alat Ukur Hasil Ukur Skala Ukur Terapi rendam kaki air hangat Terapi rendam kaki air Lembar .33 10.1 dapat dlihat rata-rata tekanan darah sistolik pre-test pada kelompok intervensi didapatkan rata-rata tekanan darah sistoliknya adalah 164.34 140 180 Diastolik 15 65.33 mmHg dengan starndar deviasi 10.33 mmHg dengan standar deviasi 9.34 sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik adalah 65. - hangat merupakan kegiatan Observasi fisik yang dilakukan 3x seminggu selama 3 minggu.1 Distribusi Rerata Tekanan Darah Responden Pre-test Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol di Puskesmas Andalas Tahun 2016 Kelompok Tekanan darah N Mean SD Min Max Intervensi Sistolik 15 164.85 mmHg sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik adalah 69.90 mmHg b. Waktu yang diperlukan untuk merendam kaki selama 20-30 menit.33 15. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi.75 60 70 Kontrol Sistolik 15 155. 3.61 60 90 Kontrol Sistolik 15 162.32 65 80 Pada tabel 3.67 13. Tekanan Darah Setelah Dilakukan Terapi Rendam Kaki Air Hangat Tabel 3.67 mmHg dengan standar deviasi 13.60 tahun dengan teknik accidental sampling sebanyak 30 orang dengan 15 kelompok intervensi dan 15 orang kelompok kontrol. Penurunan Tekanan Darah Tekanan darah pada Pigmano Pengukuran Rasio penderita hipertensi yang meter.33 9.60 140 170 Diastolik 15 66. HASIL DAN PEMBAHASAN a. dengan temperatur 38o-40oC.85 150 180 Diastolik 15 69.61 mmHg sedangkan pada kelompok kontrol adalah tekanan darah sistoliknya 162.00 9.90 50 80 Pada tabel 3.97 130 180 Diastolik 15 62.33 mmHg dengan standar deviasi 9.

adalah dengan penanggulangan secara non.60 Post test 40.345 Pre test 30.00 Diastolik 15 56. jenis kelamin.328 Dari hasil uji Paired Samples T test (uji T-Test) didapatkan nilai p = 0. dini dan diterapi dengan tepat. hingga kematian jika tidak dideteksi mengalami perubahan yang cukup berarti.67 mmHg dengan standar deviasi 9. Penyebab penyakit hipertensi secara umum maksimal (Riskesdas. pada kondisi tertentu tekanan darah jangka panjang dengan banyak komplikasi yang sistolik dan diastolik bisa mengalami perubahan. berjenis kelamin perempuan sebanyak 18 orang Joint National Committee (JNC) telah (60%) yang berusia dalam batasan lanjut usia (53.33 10. Setelah dilakukan terapi rendam kaki air Hasil yang didapatkan berdasarkan hangat ternyata tekanan darah sistol dan diastol karakteristik responden.828 0.32 mmHg c.3 Perbedaan rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan terapi rendam kaki air hangat pada penderita hipertensi di puskesmas andalas padang tahun 2016 Tekanan Kelompok N Mean SD Min Max darh Sistolik 164.97 sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik adalah 62.856 Pre test 15 43. hasil yang tertinggi yaitu pada penderita hipertensi mengalami penurunan.400 0. dirasakan perlu Hipertensi biasanya lebih dominan terjadi pada untuk terus menggali strategi tatalaksana yang usia lanjut yang merupakan salah satu penyakit efektif dan efisien dengan begitu. Pembahasan arteri yang menyebabkan hilangnya elastisitas pembuluh darah) keturunan. menangkal risiko tekanan darah tinggi pertamanya kurang olahraga dan kolesterol tinggi. Salah satu upaya pencegahan adalah dengan oklusi koroner.33 9.976 Post test 23. lebih dini (Sudarmoko.67 9.00 9. terapi yang degeneratif yang biasanya muncul setelah usia dijalankan diharapkan dapat memberikan dampak lanjut. Upaya ideal untuk mencegah dan tekanan psikologis.05) artinya Ho ditolak dan Ha diterima yaitu ada Pengaruh Terapi Rendam Kaki Air Hangat terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Andalas Padang Tahun 2016. aterosklerosis (penebalan dinding farmakologis.000 Diastolik 15 62.33 15.33 9. Pengobatan non farmakologis salah LPPM STIKes Perintis Padang 116 . Menurut pendapat peneliti tekanan darah terdiri yaitu. mengancam nyawa seperti infark miokard.759 Sistolik 15 162. maka bisa diketahui melawan tingginya tekanan darah.049 0. gagal ginjal dan stroke.904 Kontrol Sistolik 15 155.67 13. Selain itu cara memeriksakan tekanan darah secara teratur jantung juga membesar karena dipaksa agar bila sewaktu-waktu ada kenaikan tekanan meningkatkan beban kerja saat memompa darah yang cukup tinggi. umur.75 mmHg.67 mmHg dengan standar deviasi 10.4%).00 Diastolik 69. usia).612 Intervensi Sistolik 15 151. yang paling jelas pada mata.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik adalah 56.00 Diastolik 15 65. Konsekuensi pada hipertensi yang lama tidak bisa dihindari seperti faktor keturunan dan tidak terkontrol adalah gangguan penglihatan. stres.972 0. mengeluarkan guideline terbaru mengenai 60 tahun) yaitu sebanyak 19 orang (63. 2010). ginjal timbulnya penyakit tersebut (kecuali faktor yang dan otak. jantung. perubahan tekanan darah tersebut biasanya tidak gagal ginjal. Pada kelompok kontrol adalah tekanan darah sistoliknya 155. stroke.000 (p≤ 0. Caranya adalah tentu saja akan merusak pembuluh darah diseluruh dengan menghindari faktor-faktor pemicu tubuh. 2013).33 mmHg dengan standar deviasi 15. diantaranya penyempitan arteri yang mensuplai Hipertensi dapat di obati secara non- darah ke ginjal. kegemukan (obesitas). Akibat tingginya tekanan darah yang lama medikamentosa alias tanpa obat.67 10. tatalaksana hipertensi atau tekanan darah tinggi.mengingat bahwa hipertensi merupakan dari tekanan darah sistolik dan tekanan darah suatu penyakit kronis yang memerlukan terapi diastolik. Perbedaan rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan terapi rendam kaki air hangat Tabel 3.

tangan dan kakinya terasa kesemutan dan pereganganatau tekanan yang berlokasi di arkus penderita juga merasakan pusing. Rendam kaki Menurut peneliti pada tekanan darah menggunakan air hangat akan merangsang saraf penderita hipertensi yang tekanan darah yang terdapat pada kaki untuk merangsang diastolnya 40-50 mmHg tidak perlu diberikan baroreseptor. yang rata 62. melancarkan peredaran darah dan memicu LPPM STIKes Perintis Padang 117 . 2000).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 satunya adalah rendam kaki. melancarkan perbandingan untuk kelompok intervensi yang peredaran darah dan memicu saraf yang ada pada dilakukan terapi rendam kaki air hangat. 38o-40oC akan mempelancar peredaran darah. menyembuhkan batuk pilek pusat vasomotor mengakibatkan vasodilatasi pada dan susah tidur. merokok dan yang bermanfaat untuk mendilatasi pembuluh hidup sembarangan atau tidak teratur. aorta dan sinus karotikus. Setelah dilakukan penelitian pada 30 orang hal sebaliknya yang terjadi tekanan darah sistolik responden didapatkan terdapat pengaruh terapi menjadi naik. dan bisa mengakibatkan tubuh penderita menjadi Baroreseptor menerima rangsangan dari lelah.33 mmHg dengan standar pada pembuluh darah dimana hangatnya air deviasinya 15. 2012). Rendam contohnya seperti ketidakpatuhan diet garam. dimana telapak kaki untuk bekerja (Umah. reseptor.97 dan tekanan darah diastol rata. tersebut mungkin disebabkan karena pada kelompok kontrol melakukan berobat rutin ke 4. menghasilkan energi kalori yang bersifat Impuls afern suatu baroreseptor yang mencapai mendilatasi dan melancarkan peredaran darah jantung akan merangsang aktivitas saraf juga merangsang saraf yang ada pada kaki untuk parasimpatis dan menghambat pusat simpatis mengaktifkan saraf parasimpatis. tekanan darah tinggi jika melakukan rendam kaki Dilatasi arteriol menurunkan tahanan perifer dan menggunakan air hangat yang dilakukan secara dilatasi vena menyebabkan darah menumpuk pada rutin maka dapat terjadi penurunan tekanan darah. vena sehingga mengurangi aliran balik vena. regulasi pada denyut jantung dan tekanan darah. Sementara pada kelompok kontrol digunakan sebagai salah satu terapi yang dapat yang tidak diberikan perlakuan pada penderita memulihkan otot sendi yang kaku serta dapat hipertensi juga mengalami penurunan dan ada menurunkan tekanan darah apabila dilakukan juga malahan sebaliknya mengalami peningkatan secara melalui kesadaran dan kedisiplinan (Umah pada tekanan darah sistolik dan diastolik. Pada saat tekanan darah Manfaat merendam kaki dengan air hangat arteri meningkat dan arteri menegang. obesitas. Pertama berdampak yaitu rata-rata 155. yang menguntungkan otot-otot dan ligament yang Menurut pendapat peneliti pada penelitian mempengaruhi sendi tubuh (Hembing A. mungkin karena adanya faktor rendam kaki air hangat terhadap penurunan pemicu yaitu budaya dan lingkungan yang tekanan darah pada penderita hipertensi di menyebabkan tekanan darah menjadi naik. Rendam kaki air hangat adalah salah satu Sementara pengukuran tekanan darah pada terapi hipertensi yang bermanfaat untuk kelompok kontrol dilakukan sebagai mendilatasi pembuluh darah. darah.67 mmHg dengan standar deviasinya kedua adalah faktor pembebanan di dalam air 10. sehingga (kardioaselerator) sehingga menyebabkan menyebabkan penurunan tekanan darah (Umah. dan karena efek dari rendam kaki air hangat dengan demikian menurunkan curah jantung. dimana baroreseptor merupakan terapi rendam kaki air hangat. Puskesmas Andalas Padang Tahun 2016. hal dkk. 2012). reseptor ini dengan cepat mengirim impulsnya ke merangsang keringat. penurunan denyut jantung dan daya kontraktilitas 2012). membuat sirkulasi darah menjadi lancar. kaki air hangat adalah salah satu terapi hipertensi stress yang berlebihan. KESIMPULAN Puskesmas dan memperoleh obat anti hipertensi. jantung (Hembing. 2000).32. Penderita yang mengalami arteriol dan vena dan perubahan tekanan darah. Secara didapatkan hasil tekanan darah sistol pada ilmiah terapi rendam kaki air hangat mempunyai kelompok kontrol juga mengalami penurunan dampak fisiologis bagi tubuh. dapat dilihat obat-obatan. ini bahwa terapi rendam kaki air hangat pada Menurut Peni (2008) penderita hipertensi penderita hipertensi dapat menurunkan tekanan dalam pengobatannya tidak hanya menggunakan darah jika dilakukan secara rutin. apabila tetap refleks paling utamadalam menentukan kontrol diberikan maka efek terhadap penderita tidak baik. tetapi bisa menggunakan alternatif pada kelompok intervensi yang secara rutin non-farmakologis dengan menggunakan metode melakukan terapi rendam kaki air hangat yang lebih murah dan mudah yaitu dengan mengalami penurunan dari hari pertama hingga menggunakan terapi rendam kaki air hangat dapat hari terakhir.

yang kedua adalah faktor pembebanan di dalam air yang menguntungkan otot-otot dan ligament yang mempengaruhi sendi tubuh (Hembing A. co. 2014. 2000.id. Medika Penelitian Kesehatan. Pelayanan Keperawatan Bagi Penderita Hipertensi Secara Terpadu. 2013. DAFTAR PUSTAKA Dewi. 2000). Endang. Tetap Tersenyum Melawan Hipertensi. (http://Rendam Kaki Menggunakan Air Hangat). Khoiroh & dkk. Anita. Jakarta : Rineka Cipta Peni. 2010. Hipertensi. 2014 Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar). Pertama berdampak pada pembuluh darah dimana hangatnya air membuat sirkulasi darah menjadi lancar. 2008. 2010. Skripsi : A3 PSIK UNIGRES WHO (World Health Orgnization). Blogspot. Wijaya Hembing. Statistik Untuk Penelitian. Karmanboegyys. 2014. 5. Bandung : Alfabeta Triyanto. 2013. Pengaruh Terapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi. Di Akses20 Januari 2016 Notoatmodjo. 2014. Data Kejadian Hipertensi. di Akses 10 Januari 2016 Profil Dinas Kesehatan Kota Padang. di Akses 1 Maret 2016 Kusuma. Pemberian Terapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Asuhan Keperawatan Pada Penderita Hipertensi. 2010. Yogyakarta : Atma Media Fress Sugiono. Data Hipertensi. Rendam Kaki Air Hangat Mempercepat Peredaran Darah. Arief.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 saraf yang ada pada telapak kaki untuk bekerja (Umah. Secara ilmiah terapi rendam kaki air hangat mempunyai dampak fisiologis bagi tubuh. Panduan Gaya Hidup Tabloid Gaya Hidup Sehat (http//Gaya Hidup Sehat Online. di Akses 5 Januari 2016 LPPM STIKes Perintis Padang 118 . Com). Jakarta : Graha Ilmu Umah. 2012). Disarankan kepada petugas kesehatan dapat memberikan edukasi pada pasien dan keluarga dapat mengontrol dan menurunkan tekanan darah secara non farmakologi yaitu dengan terapi rendam air hangat yang didapatkan secara mudah. di Akses 5 Januari 2016 Sudarmoko.

2009). 2014). dan penyakit inflamatori sampai 19 tahun (WHO.36 % dismenore sekunder (Depkes. menyebabkan uterus untuk berkontraksi secara namun dirasa mengganggu bagi wanita yang cepat dan juga mengakibatkan vasospasme mengalaminya.it is recommended can use ginger to cope with menstrual pain. tahun menakutkan salah satunya timbul rasa nyeri ketika 2011 kunjungan pasien dismenore 237 kasus.2 milyar atau 18% selama 48 hingga 72 jam. PENDAHULUAN nyeri keram dibagian bawah perut biasanya Menurut organisasi kesehatan dunia World Health menyebar ke bagian belakang yang berlangsung Organization (WHO) sekitar 1. ada yang masih bisa bekerja penyakit pada pelvis). 2013). Keywords : Dysmenorrhea. Jahe Emprit 1.Pada dismenore dari jumlah penduduk dunia adalah kelompok sekunder. survei terhadap 113 pasien di Family Practice Diantara perubahan fisik (organbiologik) Setting menunjukkan prevalensi dismenore 29-44 itu ditandai dengan perubahan seks sekunder yaitu %. dismenore terdiri dari 54.001 where ρ <0. The population in this research are the female students that experiencing dysmenorrhea and complete the criteria. the average pain female students after being given drink ginger is 3. seperti remaja. zingerol.Dismenore primer adalah menstruasi Derajat nyeri dan kadar gangguan tentu tidak sama yang sangat nyeri. menstruasi (dismenore) (Proverawati. One way to overcome this by consuming beverages dysmenorrhea ginger. tanpa patologi pelvis (ketiadaan untuk setiap wanita.The results shows that the average pain female students before being given a drink ginger is 6. terdapat patologi pelvis.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 PENURUNAN NYERI HAID (DISMENORE) PRIMER MELALUI PEMBERIAN MINUMAN JAHE EMPRIT Ridha Hidayati*.668.05. Berdasarkan data profil di ketiak dan sekitar kemaluan. kompleks. sekunder.Pubertas adalah saat dimana sistem dan di Swedia sekitar 72%.Menstruasi (haid) adalah kejadian alamiah dan 9.Data were analyzed using the paired t-test.Bagi sebagian wanita. which causes the uterus to contract quickly.ridha@ymail.302.3 % merasakan vagina. Jl. sejumlah 45. payudara membesar. Turki. This type of research is pre- eksprerimen with one design group pre-post test. Parak Gadang E-mail: hidayati. 89% dismenore primer 2010). Dysmenorrhea resulted in many famale students do not attend school. merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak Studi epidemiologi pada populasi remaja ke masa dewasa. shogaol. hasil reproduksi mengalami kematangan (Pieter. The samples of 15 female students with a purposive sampling. 2010).com Abstract Dysmenorrhea is painful menstruation in the lower abdomen and waist caused by excessive prostaglandin formation. Remaja adalah periode usia antara 10 endometriosis.Perubahan seks kesehatan Indonesia tahun 2013 angka kejadian primer seperti munculnya haid (Jamal. di tandai dengan perubahan. di Amerika Serikat.Ririn Fuji Rahma STIKes Ranah Minang Padang. Ginger contains gingerol chemistry. pembentukan prostaglandin yang berlebihan. 2011). tumor. yang terjadi pada wanita.Dismenore ditandai oleh LPPM STIKes Perintis Padang 119 . there is a significant difference before and after drink ginger with ρ = 0. Sementara itu.Dilaporkan lebih dari 20% wanita anterolar. capable blogging prostaglandin production so as to reduce pain during menstruation.Dismenore dibagi menjadi dua yaitu lebih sering tinggal di rumah untuk istirahat dan dismenore primer dan dismenore pembatasan aktifitas fisik sewaktu nyeri haid.27 with a standard deviation of 1. tumbuhnya rambut nyeri di setiap haid.87 with a standard deviation of 1. dan tahun 2013 terdapat Dismenore diduga sebagai akibat dari 445 kasus (Dinkes Sukoharjo. Masa remaja pelvik (PID) (Anurogo. The purpose of this study was to determine the influence of ginger drink to the intensity of menstrual pain primer. oleh Klein dan Litt (2013) perubahan fisik pubertas dan emosional yang melaporkan prevalensi dismenore mencapai 59. Kasus dismenore ini setiap tahunnya rata-rata adakalanya menstruasi menjadi hal yang sangat meningkat dibuktikan data dari Sukoharjo. yang Umumnya dismenore tidak berbahaya. 2014). Dari sejumlah 1266 mahasiswi di Firat panggul membesar. pertumbuhan rahim dan University.7. tahun 2012 435 kasus.

4% cukup tinggi (Ramadhan.Rimpang jahe mengandung 2-3% minyak mengeluh sakit perut disertai pusing. dan lain-lain. dengan tiduran di UKS dan diolesi minyak kayu Terapi ramuan herbal dapat dilakukan putih. Rimpang jahe bersifat anti diatas. kemferia. rasa sakit dan mual saat menstruasi (Utami. salah satunya jahe emprit. ramuan minuman jahe mudah dibuat. dan LPPM STIKes Perintis Padang 120 .Zat tersebut adalah shogaol. dkk.Varian jahe yang memiliki zat tersebut (Proverawati.Sedangkan Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan pengobatan non farmakologis banyak hal yang Kota Padang (2015). gingerol. maka peneliti merumuskan masalah peradangan atau anti inflamasi (Maryani. zingiberal. 2012). dan mengkonsumsi wawancara kepada 10 siswi yang mengalami produk-produk herbal yang telah dipercaya dismenore.Salah satu tanaman herbal tersebut adalah konsentrasi belajar di kelas dan membuat malas jahe (Zingiber Officinale Rose) yang bagian untuk melakukan aktivitas. misalnya penggunaan kompres tanggal 18 Maret 2016 dengan melakukan hangat. jumlah siswi terbanyak salah dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri pada satunya SMK N 2 Padang. linalool.bahan tanaman. yang didapat dari guru Bimbingan Konseling. Berdasarkan latar belakang masalah dan gingerin. asam malat. dengan judul “Efektifitas ekstrak jahe dalam Obat farmakologi yang sering digunakan adalah menurunkan dismenore primer pada mahasiswa analgesik dan anti inflamasi seperti asam tingkat I Akademi Kebidanan Poltekes Medan” mafenamat. hanya ditahan dan dibiarkan saja.Akan tetapi membuktikan bahwa ekstrak jahe efektif penggunaan obat farmakologis menimbulkan efek menurunkan nyeri dismenore primer dengan nilai samping seperti gangguan pada lambung dan ρ = 0. Selain bahannya mudah minuman jahe emprit terhadap intensitas nyeri didapat. Dismenore berdampak prostaglandin sehingga dapat menurunkan nyeri pada proses belajar siswi di sekolah diperkuat saat pada menstruasi (Utami. ada pula yang terpaksa tidak bisa masuk shogaol. minuman jahe terhadap haid dengan nilai ρ = Ada beberapa cara untuk meredakan 0. ibuprofen. kavikol. jahe emprit terhadap intensitas nyeri haid Jahe (ginger)sama efektifnya dengan (dismenore) primer pada siswi di SMKN 2 asam mefenamat (mefenamic acid) dan ibuprofen Padang”? untuk mengurangi nyeri haid atau dismenore Untuk mengetahui pengaruh pemberian primer (Anurogo. Hal ini diperkuat juga dari gejala-gejala nyeri menstruasi (dismenore) yaitu penelitian yang dilakukan oleh Tanjung (2014) dengan cara farmakologi dan non farmakalogi. sebagai berikut: “Apakah ada pengaruh minuman 2004).05). dan tersebut. pati. 4 siswi mengurangi nyeri tersebut khasiatnya (Smith. 2013). Rimpang jahe juga mengandung minyak sekolah dan izin untuk pulang karena dismenore. 2 siswi mengurangi nyerinya dengan dengan menggunakan obat tradisional yang minum jahe. olahraga teratur.Jahe emprit memiliki Berdasarkan penelitian Iswari (2014) rimpang berwarna kuning dan lebih kecil. ketika benar-benar tidak kuat menahan rasa sakit geraniol. 2009).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 ada pula yang tidak kuasa beraktifitas zingeberin. antipiretik.000 < α (0. asam-asam organik. asam oksalat. damar. dengan penelitian Abdul.Jahe haid (dismenore) primer pada siswi SMKN 2 mengandung zat yang berkhasiat menghilangkan Padang. dkk (2015) siswi yang Dari hasil penelitian yang di lakukan oleh tidak masuk sekolah dan izin pulang kerumah Arfiana (2014) tentang “Pengaruh minuman jahe pada hari pertama dan hari kedua saat menstruasi merah terhadap intensitas nyeri haid pada 24%. jahe tentang “Hubungan dismenore dengan aktivitas emprit memiliki kandungan minyak atsiri yang belajar mahasiswi Psik Fk Unud” diperoleh 68. bahan tanaman dipercaya dapat mengurangi Mereka mengatakan keadaan ini menggangu nyeri. 2006). rata-rata 3-6 orang per bulannya. penurunan pada darah (anemia). dan 27% mahasiswa D-IV Kebidanan Stikes Ngudi mengalami penurunan kosentrasi saat pelajaran Waluyo” membuktikan bahwa ada pengaruh berlangsung.Beberapa penanganan. 2012). dan 49% beristirahat di UKS. sineol. dan 4 siswi tidak melakukan upaya berasal dari bahan.000 . borneol. damar yang terdiri dari zingeron. 2011). lemas dan atsiri yang terdiri dari zingiberin. rata-rata siswi yang mengalami dismenore 2012). 21.5% sangat terganggu dan gingerol dalam jahe emprit mampu memblokir tidak terganggu 10.1%. Menurut keterangan rimpangnyaberfungsi sebagai analgesik. dan anti inflamasi (Utami. Survei awal pada dismenore primer. gingerol. zingiberol.Kandungan kimia aktivitas terganggu. bahkan ada beberapa siswi yang sampai pingsan limonene.

pusing. Respon dari siswi berbeda-beda fungsional (wajar) yang terjadi pada hari pertama diantaranya berbaring ditempat tidur. hal ini berdampak pada Hasil penelitian ini sejalan dengan kehadiran siswi di sekolah. minuman jahe emprit pada siswi SMKN 2 Nyeri haid (dismenore) yang terjadi pada Padang tahun 2016 siswi disebabkan banyak hal. merintih dan kedua atau menjelang hari pertama akibat kesakitan. Penyaring itu. METODE PENELITIAN masing-masing.Nyeri tersebut dapat dirasakan di nyeri.302 0. rebus dengan 2 gelas air dan bervariasi.Prostaglandin F2 Mean SD SE Min Max alfa yang berasal dari sel-sel endometrium nyeri Sebelum 6. tersebut. nyeri ini menyebabkan hasil sebagai berikut: perut terasa mulas. melakukan aktivitas. tidak dapat punggung.bahan tersebut akan di olah dengan terhadap nyeri juga sangat bersifat subjektif cara bersihkan jahe dari kulitnya. Hal ini diperkuat oleh Judha. Parutan. salah satunya akibat Tingkat pelepasan prostaglandin tertentu.336 5 9 uterus. sampling. salah satunya pengalaman nyeri sebelumnya. serta aktivitas lainnya. Data diolah dengan uji paired t. yang menyebabkan uterus haid (dismenore) primer pada siswi didapatkan berkontraksi secara cepat.Prostaglandin F2 alfa adalah salah satu minum perangsang kuat kontraksi otot polos miometrium Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat bahwa dan kontriksi pembuluh darah uterus (Anurogo.Dimana persepsi tiap orang Bahan.87. Dismenore adalah nyeri yang timbul pada 3. Sebelum diakukan pemberian minuman rebusan jahe banyak siswi yang mengalami LPPM STIKes Perintis Padang 121 . Persiapan Alat/Bahan: tidur untuk istirahat.Sampel pada penelitian ini adalah 15 siswi minuman jahe emprit pada siswi SMKN 2 Padang yang mengalami dismenoredengan carapurposive paling banyak mengalami nyeri berat dan sedang. sehingga mahasiswa D-IV Kebidanan STIKes Ngudi peneliti melakukan observasi dirumah siswi Waluyo.Instrument penelitian menggunakan lembar gangguan terhadap aktivitas pada siswi dalam penilaian skala nyeri numerik. kemudian sehingga dapat mempengaruhi respon nyeri yang jahe diparut. Jika hal ini dibiarkan maka akan Penelitian ini merupakan penelitian pra berdampak pada prestasi belajar siswi-siswi eksperimen dengan rancangan one group pretest. nafas panjang dan haid yang sering terjadi adalah nyeri haid yang distraksi. minuman jahe emprit adalah 6. dan pengalaman nyeri Gula aren (secukupnya).Hal ini didukung oleh teori Lowdermilk tambahkan gula aren secukupnya sehingga (2013) faktor-faktor yang mempengaruhi nyeri menyusut menjadi 1 gelas minuman jahe.87 1.Populasi dalam penelitian ini Menurut peneliti dari hasil penelitian adalah seluruh siswi yang berada di SMKN 2 nyeri menstruasi (dismenore) sebelum diberikan Padang. bahkan pingsan Tabel 1 Nilai rata-rata nyeri sebelum diberikan (Proverawati. dan tidak dapat penekanan pada kranalis servikalis (leher rahim). mengeluh pusing. 2 gelas air sebelumnya yang mempengaruhi tingkat nyeri 1) Cara kerja: menstruasi pada siswi. beberapa faktor seperti stress. posttestdesign. tidak dapat mendeskripsikannya.Hal ini diduga Pada hasil penelitian pengaruh pemberian akibat dari pembentukan prostaglandin yang minuman jahe emprit terhadap intensitas nyeri berlebihan.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 2. tidak daerah panggul bagian bawah. nilai rata-rata nyeri pada siswi sebelum diberikan 2011). dapat menunjukkan lokasi berkontraksi . Selain Alat: Gelas. 2) Cara minum: dengan rasa nyeri dapat mempengaruhi deskripsi Minuman ini diminum dalam keadaan hangat seseorang mengenai rasa nyerinya dan sebanyak 1 gelas 2 x sehari. pinggang bahkan dapat berkomunikasi dengan baik.Dia juga menambahkan bahwa nyeri diatasi dengan alih posisi. Pada saat penelitian penelitian Arfiana (2014) dengan judul pengaruh ditemukan ada siswi yang tidak mengikuti proses minuman jahe terhadap intensitas nyeri haid pada belajar di sekolah sebanyak 6 orang. ansietas. lingkungan yang bising. 2009). dkk (2012) Hal ini terlihat pada saat peneliti dalam Arfiana (2014) bahwa nyeri haid yang mengobservasi dimana siswi terkadang tidak timbul akibat adanya hormon prostaglandin dapat mengikuti perintah tapi masih respon berlebihan yang membuat otot uterus (rahim) terhadap tindakan. kemampuan untuk mengatasi rasa nyeri tersebut. karena nyeri menstruasi tersebut terdapat test. Bahan: Jahe 25 gram (sekitar 2 ruas jari tangan). proses belajar yang membutuhkan kosentrasi. HASIL DAN PEMBAHASAN saat wanita mengalami menstruasi.

menurunkan nyeri pada siswi yang mengalami Jahe emprit memiliki zat untuk mengurangi dismenore.Kandungan dalam jahe tersebut seperti didapatkan bahwasanya minuman jahe gingerol.Kandungan kimia gingerol dalam jahe meredakan kram. 2012)..5 %) pada nyeri Tabel 3 Perbedaan nyeri siswi sebelum berat. bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata nyeri Ini menunjukan adanya penurunan tingkat siswi sebelum diberikan minuman jahe emprit nyeri setelah diberikan minuman jahe emprit. Dari hasil yang nyeri haid. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan nyeri dan rasa mual saat menstruasi. mengalami nyeri haid (dismenore) setelah Menurut peneliti dari hasil penelitian ini diberikan minuman jahe emprit terjadi penurunan dapat disimpulkan bahwa minuman jahe emprit tingkat nyeri yang signifikan.431 Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat bahwa nilai rata-rata nyeri pada siswi setelah diberikan Berdasarkan tabel 3 diatas dapat dilihat minuman jahe emprit adalah 3. sehingga nyeri yang Anurogo (2011) bahwa kandungan jahe shogaol.27.5 %) dan 6 siswi (37. dan zingeberin.302 0. dan anti minuman jahe terhadap intensitas nyeri haid inflamasi serta memblog peningkatan (dismenore) primer pada siswi SMKN 2 Padang prostaglandin didalam tubuh sehingga Tahun 2016. ditandai dengan dapat menurunkan tingkat nyeri haid pada siswi siswi yang mengalami nyeri berat terjadi SMKN 2 Padang. jahe emprit memiliki kandungan prostaglandin yang merupakan penyebab rasa minyak atsiri yang cukup tinggi (Ramadhan. diberikan minuman jahe empritdengan Tabel 2 Nilai rata-rata nyeri setelah diberikan tingkat nyeri pada siswi setelah diberikan minuman jahe emprit pada siswi SMKN 2 minuman jahe emprit pada siswi SMKN 2 Padang tahun 2016.27. dkk (2009) dalam LPPM STIKes Perintis Padang 122 . ini menunjukkan bahwa minuman jahe emprit Penurunan nyeri siswi disebabkan karena berpengaruh dalam mengurangi nyeri haid. antipiretik.Zat tersebut Wijaya (2012) bahwa sistem pengobatan jahe bisa adalah shogaol. dan tidak ada lagi siswi yang absensi statistik dengan menggunakan uji paired t- ke sekolah.668 0.Jahe digunakan untuk mengatasi nyeri akibat emprit memiliki rimpang berwarna kuning dan menstruasi dengan cara menghentikan kerja lebih kecil.Hal dimana siswi sudah dapat berkomunikasi dengan ini menunjukan penurunan nilai dari tingkat nyeri baik. sedangkan siswi dijadikan sebagai alternatif pengobatan secara yang mengalami nyeri sedang terjadi penurunan nonfarmakologi pada siswi untuk mengurangi ke nyeri ringan dan tidak nyeri. sakit dan peradangan pembuluh darah dan 2013). dirasakan pada saat menstruasi dapat berkurang gingerol. Hal ini sesuai dengan pendapat inflamasi. mengikuti perintah dengan baik . Jahe emprit terbukti memiliki keefektifan yang sama dengan asam mefenamat dan ibuprofen dalam mengurangi nyeri dismenore primer. emprit mampu memblokir prostaglandin sehingga dapat menurunkan nyeri saat pada menstruasi (Utami. dan zingeberine bermanfaat berpengaruh terhadap penurunan tingkat nyeri sebagai analgesik (penghilang rasa nyeri). gingerol.668 0. beraktivitas setelah diberikan minuman jahe emprit.Hal saat menstruasi pada wanita. Padang tahun 2016 Tingkat Mean SD SE Min Max Perlakuan Mean SD SE Jumlah Nyeri Setelah 3. Hasil uji seperti biasa.Minuman jahe emprit dapat penurunan ke sedang dan ringan. shogaol. adanya zat yang dimiliki oleh jahe yang berfungsi Dengan demikian terdapat pengaruh pemberian sebagai anti analgesik.05) nyeri sedang menjadi tidak nyeri.000 (ρ<0. Hal ini dibuktikan oleh Ozgoli. bahkan siswi yang mengalami tingkat testdidapatkan nilai pvalue = 0.336 15 minum Setelah 3.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 dismenore pada tingkat nyeri sedang yaitu 10 siswi (62. anti haid (dismenore).27 1. dan antipiretik. bahwa ada pengaruh pemberian minuman jahe Berdasarkan penelitian yang telah emprit terhadap intensitas nyeri haid (dismenore) dilakukan didapatkan hasil bahwa siswi yang primer.87 dan mengalami penurunan ini terlihat pada saat peneliti mengobservasi siswi.431 0 6 Sebelum 6. setelah diberikan minuman jahe emprit 3.87 1. Hal adalah sebesar 6. dan zingeberin dapat mengurangi nyeri dengan mengkonsumsi minuman jahe emprit.27 1.

Asuhan Keperawatan Maternitas. 2010. Notoatmodjo. a.id dan efektif dalam mengurangi nyeri dismenore pada tanggal 17 Februari 2016. dikatakan Anurogo (2011) bahwa jahe emprit Arfiana.unud. Padang: kesehatan tentang kesehatan reproduksi Universitas Baiturrahmah. Tanaman Obat untuk Influenza. Bagi sekolah SMKN 2 Padang diharapkan Ozgoli.Diakses dari minuman jahe emprit sebagai alternatif untuk LPPM STIKes Perintis Padang 123 . non-farmakologis yang tidak berdampak Jakarta: Salemba Medika. A. tradisional seperti jahe emprit sebagai terapi Mitayani.. Riset Keperawatan dan wanita yang mengalami dismenore bahwa jahe Teknik Penulisan Ilmiah. haid(dismenore) Iswari et al. S. Bagi tenaga kesehatan Diakses dari http://ojs. M. 4.com Ada pengaruh dari minuman jahe emprit pada tanggal 31 Juli 2016.Diakses dari http://kim. Anurogo.Cara Jitu Mengatasi Nyeri Hasil penelitian ini sesuai dengan apa yang Haid. and ibuprofen tidak lagi absen karna nyeri haid (dismenore).2012. Diakses (dismenore) primer. terhadap intensitas nyeri haid (dismenore) primer Hernani. Selain bahannya mudah dari http://perpusnwu.000) P<0.2015. mefenamic acid. bahan informasi bagi petugas kesehatan dan Hidayat. dkk. 2007. W. dkk (2011) dalam penelitiannya disebutkan menggunakan rancangan metode yang bahwa jahe terbukti dapat mengurangi nyeri akibat berbeda. Perbandingan Efektifitas Penelitian lain yang dilakukan oleh Xiao Yan dan Pemberian Minuman Kunyit Asam Jahe Jing (2009) tentang efek dari jahe emprit dalam Terhadap Penurunan Nyeri Haid Pada mengobati dismenore primer menunjukkan bahwa Siswi di SMA Negeri 3 Gorontalo terapi menggunakan jahe adalah terapi yang aman Utara. H. 16 Februari 2016. dismenore dengan memanfaatkan tanaman Jakarta: AgroMedia Pustaka. Kebidanan Stikes Ngudi Waluyo membuktikan bahwa ada pengaruh minuman jahe terhadap nyeri 5.Khasiat jahe juga dibenarkan oleh Bagi peneliti selanjutnya diharapkan Terry. Bagi praktisi Aktivitas Belajar Mahasiswi Psik Fk Unud. Balai Besar Penelitian dan pada siswi SMKN 2 Padang Tahun 2016 (P= Pengembangan Pascapanen Pertanian. Bagi ilmu keperawatan http://balitro.05 Bogor. 2011. G. sehingga nampak perbedaan yang lebih Hasil penelitian ini sejalan dengan signifikan. jumlah sampel diperbanyak osteoarthritis dan nyeri haid (dismenore). Yogyakarta: C. DAFTAR PUSTAKA haid dengan nilai Pvalue= 0. Bagi sekolah Kesehatan. Moattar F. Jakarta: Rineka Cipta.id pada Hasil penelitian diharapkan dapat menjadikan tanggal 12 Juni 2016.ac. Bagi peneliti selanjutnya dysmenorrhea”. dapat memberikan penyuluhan atau promosi Jamal. Aziz A.Kesehatan Reproduksi. Goli. ramuan minuman jahe mudah dibuat. wanita khususnya penatalaksanaan Maryani. Iva. 2012. negatif bagi tubuh.id pada tanggal didapat.V Andi Offset.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 penelitiannya yang berjudul “Comparison of mengurangi nyeri dismenore sehingga siswa effects if ginger.ung. primer.ac. Comparison dapat bekerja sama dengan Uni Kesehatan of effect of nginger. Budi Daya Jahe. 0.id pada Bagi tenaga kesehatan (perawat) diharapkan tanggal 16 Februari 2016. Metodologi Penelitian b. 2009. dan melakukan penelitian dengan penelitian yang dilakukan oleh Arfiana (2014) menggunakan jenis varian jahe lain agar dengan judul pengaruh minuman jahe terhadap dapat membandingkan keefektifan jahe intensitas nyeri haid pada mahasiswa D-IV emprit dengan jahe yang berbeda. Jakarta: Salemba emprit bermanfaat dalam mengurangi nyeri Medika. Abdul. mefenamic acid. on pain in woment with primary 3. Pengaruh Minuman Jahe sama efektifnya dengan asam mefenamat (Zingiber Officinale) Terhadap Intensitas (mefenamic acid) dan ibuprofen untuk Nyeri Haid Pada Mahasiswa D-IV mengurangi nyeri pada wanita dengan nyeri haid Kebidanan Stikes Ngudi Waluyo. KESIMPULAN Diakses dari http://wwwgemaperta. Diakses dari 1.web. 2014. dkk.000 < α 0.deptan. Hayat. Bandung: Agro.Hubungan Dismenore dengan 2. 2004. and Sekolah (UKS) serta puskesmas pembina ibuprofen on pain in women with primary wilayah dalam mensosialisasikan pemberian dismenorea.litbang. 2013. 2009.go.05. 2014.

Yogyakarta: Nuha Medika. 2014. 2013.ac.usu.co. 2014. Jakarta: Agro Medika Pustaka. Tamsuri.id pada tanggal 17 Februari 2016. Diakses dari http://jurnal. Sari.id pada tanggal 16 februari 2016. Khasiat dan Manfaat Jahe Bagi Kesehatan. Jogjakarta: Saufa. Utami.R.google. Wijaya.usu. Jakarta: Puspa Swara. 2009. S. Efektifitas Ekstrak Jahe dalam Menurunkan Dismenore Primer Pada Mahasiswa Tingkat I Akademi Kebidanan Poltekes Medan 2014. 2005. Efektivitas Terapi Farmakologis dan Non Farmakologis Terhadap Nyeri Haid (Disminore) Pada Siswi XI Di SMA Negeri 1 Pemangkat.blogspot. Sugiyono.H. Wilis.P.id pada tanggal 18 Februari 2016. A dan Kardinan.com pada tanggal 20 Maret 2016. Wulan. Anggi. 2003. Atikah.M. Diakses dari http://kreasireseomasakan. Antibiotik Alami untuk Mengatasi Aneka Penyakit. A.Diakses dari http://repository. Pieter. 2012. Pengantar Psikologi untuk Kebidanan. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.BudiDaya Tanaman Obat Secara Organik. Pengaruh Pemberian Air Rebusan Jahe Terhadap Intensitas Nyeri Haid Pada Mahasiswa Semester 7 Stikes Aisyiyah Yogyakarta. Yogyakarta: Diandra Pustaka Indonesia. Ruhnayat. H. Buku Lengkap Kesehatan Organ Reproduksi Wanita.Diakses dari http://repository. Jakarta: EGC Tanjung. 2014. Bandung: Alfabeta. Jakarta: Prenada Media. Jakarta: AgroMedia Pustaka.ac. A. 2012. 2011. Wijayakusuma. LPPM STIKes Perintis Padang 124 . P.ac. Aneka Manfaat Ampuh Rimpang Jahe untuk Pengobatan. Prayitno. Proverawati. Menumpas Penyakit Kewanitaan dengan Tanaman Obat. Sunyoto.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 http://books.2010.id pada tanggal 16 Februari 2016. dkk.2013. Ramadhan. 2006. Juliana.Konsep & Penatalaksanaan Nyeri. Menarche Menstruasi Pertama Penuh Makna.untan.

008. sumber rumah sakit.com Yusi yusman@yahoo. disebutkan bahwa internasional. motivation is low at 30 persons (54. This study used a questionnaire as a measuring tool of research. namun dengan sesuai kemampuan. There is a patient safety knowledge with values obtained p = 0. (2) rumah sakit yang akan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi mengikuti akreditasi internasional harus sudah serta makin kritisnya masyarakat Indonesia dalam mendapatkan status akreditasi nasional. There is a relationship with the patient safety motivation obtained value of p = 0.3%). maka akreditasi internasional hanya dapat dilakukan dianggap perlu dilakukannya perubahan yang oleh lembaga independen penyelenggara bermakna terhadap mutu rumah sakit di Indonesia. The result showed high knowledge that is high 37 (67. Accreditation to assess the quality of an organization including hospital. rumah (2011) meskipun akreditasi rumah sakit telah sakit dapat mengikuti akreditasi internasional berlangsung sejak tahun 1995. 2011). masyarakat. Achmad Mochtar Bukittinggi in 2016. Achmad Mochtar Bukittinggi Adrianimahdarlis@yahoo. It is expected that the implementation of patient safety can be applied by nurses in the hospital. Salah satu Upaya Kesehatan memilih dan menetapkan sistem lembaga akreditasi internasional rumah sakit LPPM STIKes Perintis Padang 125 . It can be concluded that there is a relationship of knowledge.7%). motivation and attitude of nurses to the implementation of patient safety based Joint Commission International Hospital Dr. Yusi Yusman 2 . good attitude that is 35 people (63. Proses akreditasi dilakukan oleh lembaga lebih berkualitas dan menuju standar independen yang memiliki kewenangan untuk Internasional. PENDAHULUAN akreditasi yang mengacu pada Joint Commission International (JCI) (JCI. Dalam hal ini Kementerian memberikan penilaian tentang kualitas pelayanan Kesehatan RI khususnya Direktorat Jenderal Bina di institusi pelayanan kesehatan. Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan haruslah memberikan pelayanan kepada Undang-Undang No 012 Tahun 2012 tentang masyarakat dalam lingkup lokal maupun Akreditasi Rumah Sakit.6%).2%) and the proportion of patient safety are implemented either half stated that 29 people (52. Achmad Mochtar Bukittinggi. good facilities with 43 people ( 78.com Abstract Hospital as a health care institution must provide services to the community. 2016.385.043. (3) menilai mutu pelayanan kesehatan. Berdasarkan hal tersebut. motivation. locally and internationally. Secara umum akreditasi berarti daya manusia rumah sakit dan rumah sakit sebagai pengakuan oleh suatu jawatan tentang adanya institusi. & Lisavina Juwita3 1&3 STIKes Fort De Kock Bukittinggi 2 Rumah Sakit Dr. The purpose of this experiment to determine the factors associated with the implementation of patient safety by nurses based joint international comission in Hospital Dr. Keywords: Knowledge. This study was a descriptive cross sectional analytic approach. There is no significant relationship between patient safety facility with a p-value 0. patient safety 1. attitude of nurses. Akreditasi yang sudah terakreditasi oleh Perubahan tersebut tentunya harus diikuti dengan International Society for Quality in Health Care pembaharuan standar akreditasi rumah sakit yang (ISQua). beberapa akreditasi bertujuan meningkatkan keselamatan dekade terkahir ini munculah istilah akreditasi pasien rumah sakit dan meningkatkan untuk menilai kualitas suatu organisasi termasuk perlindungan bagi pasien. There is a relationship between the attitude of nurses to patient safety that the value p = 0.5%). Beberapa ketentuan yang diatur dalam wewenang seseorang untuk melaksanakan atau UU tentang akreditasi rumah sakit adalah : (1) menjalankan tugasnya.010. The population in this study are all nurses in number 55.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN PATIENT SAFETY SESUAI JOINT COMISSION INTERNATIONAL Adriani 1. Menurut Kemenkes RI dalam upaya meningkatkan daya saing.

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 yang telah diakui oleh dunia adalah Joint dilaksanakan. berdasarkan Joint Comission International belum maka diperoleh standar yang paling relevan pernah dilakukan di RSUD Dr. melalui penyediaan jasa akreditasi dan sertifikasi Akan tetapi pengurangan resiko pasien jatuh serta melalui layanan konsultasi dan belum sepenuhnya dilakukan. Achmad Mochtar manusia maupun fasilitas. sectional. Penanganan pasien membutuhkan suatu standar pelayanan yang bermutu mengacu kepada Penelitian tentang faktor-faktor yang berhubungan standar tersebut telah dibuat dalam JCI (2011). JCI telah Dalam pemberian obat-obatan sudah dilakukan bekerja dengan organisasi perawatan kesehatan. Achmad Mochtar Bukittinggi pada 31 Juni adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross 2016. memilah pasien. akurat dan JCI merupakan salah satu divisi dari Joint efektif antara perawat. Achmad Mochtar Bukittinggi. dalam penelitian ini adalah 55 orang. Penelitian ini menggunakan angket masing 3 orang perawat dalam memberikan sebagai alat ukur penelitian. brankar. jumlah sampel standar JCI. Fokus dari JCI adalah pengurangan resiko infeksi sudah diterapkan di meningkatkan keselamatan perawatan pasien IGD RSUD Dr. sesuai dengan SOP di ruangan akan tetapi belum departemen kesehatan. Sedangkan dari segi komunikasi Commission Internasional (JCI). Achmad Mochtar Bukittinggi 2016”. 2014). Commission International Resurces. (2) peningkatan hal tersebut maka peneliti tertarik untuk meneliti komunikasi yang efektif. didapatkan hasil observasi penelitian ini adalah seluruh perawat di RSUD Dr. Berdasarkan ketepatan identifikasi pasien. Populasi dalam asuhan keperawatan. (3) peningkatan “Faktor. Penelitian perawat sudah melakukan identifikasi pasien dan ini telah dilaksanakan pada tanggal 3 Juni 2016. tepat pasien Berdasarkan Joint Comission International di operasi. dan organisasi global sesuai dengan JCI seperti tempat penyimpanan dilebih dari 80 negara sejak tahun 1994. hal ini ditandai dengan belum sikap dan motivasi perawat sedangkan variabel terlaksananya sesuai standar Join Commission dependen dalam penelitian ini adalah pelaksanaan International. Bedah dan OK RSUD Commission International. dengan pelaksanaan patient safety oleh perawat Keseluruhan standar JCI setelah diidentifikasi. Berdasarkan pengamatan awal yang patient safety oleh perawat sesuai Joint penulis lakukan di IGD. pelayanan kesehatan dan (6) pengurangan risiko pasien jatuh. Variabel independen di RSUD Dr. Achmad digunakan dalam mengkaji keselamatan pasien Mochtar Bukittinggi karena standar JCI baru akan yang terkait dengan mutu pelayanan sesuai dengan diterapkan pada awal 2016 namun sejak awal JCI adalah sasaran internasional keselamatan tahun 2016 kegiatan sudah mulai diarahkan sesuai pasien (SIKP) rumah sakit meliputi indikator : (1) dengan standar akreditasi sesuai JCI. optimal. belum tampak efektif sesuai dengan standar JCI. Ini ditandai dengan pendidikan yang bertujuan membantu organisasi tidak semua pansien dipasang pengaman pada menerapkan solusi praktis dan berkelanjutan (Ali. LPPM STIKes Perintis Padang 126 . perawat belum melakukan tindakan sesuai dengan Achmad Mochtar Bukittinggi. Proses penerapan SIKP Bukittinggi tahun 2016. namun belum optimal Uji statistik yang digunakana adalah chi square. Desain penelitian ini Dr. 2. dokter dan pasien. (5) pengurangan risiko infeksi terkait RSUD Dr. Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor Achmad Mochtar Bukittinggi sampai saat ini yang berhubungan dengan pelaksanaan patient sedang dalam proses dan dilakukan safety oleh perawat berdasarkan Joint Comission penyempurnaan secara manajemen.Faktor Yang Berhubungan Dengan keamanan obat yang perlu diwaspadai. (4) Pelaksanaan Patient Safety oleh Perawat kepastian tepat lokasi tepat prosedur. sumber daya International di RSUD Dr. belum ada komunikasi yang tepat. JCI cairan dan obat-obatan yang belum sesuai dengan merupakan lembaga non pemerintah dan tidak ketentuan. penulis melakukan observasi pada masing. METODOLOGI PENELITIAN Penerapan SIKP sesuai standar JCI di RSUD Dr. Dalam melakukan identifikasi pasien. Achmad Mochtar Bukittinggi belum dalam penelitian ini adalah pengetahuan perawat. Pemberian tindakan pembedahan dan terfokus pada keuntungan.

2 Total 55 100 Sikap Tidak Baik 20 36.4%).8 Baik 43 78.6 Total 55 100 Patient Safety Kurang Baik 26 47.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Tabel 1. Motivasi. Hasil penelitian ini LPPM STIKes Perintis Padang 127 .3%).4%). Pendidikan RSUD dr Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun paling dominan perawat adalah DIII yaitu 37 2016 adalah antara 20 hingga 39 tahun yaitu 42 orang (56.5 Tinggi 25 45.6 tahun) 55 100 Total Masa Kerja ≥ 10 tahun 24 43. HASIL DAN PEMBAHASAN orang (76.3 Non PNS 7 12.7 Total 55 100 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa lebih dari Bukittinggi memiliki pengetahuan yang tinggi separuh perawat di RSUD dr Achmad Mochtar yaitu tinggi 37 orang (67.2 OK 25 45.4 Total 55 100 Unit Kerja IGD 15 27.7 Tinggi 37 67.7 D3 37 67.6 < 10 tahun 31 56. Analisa Univariat orang (56. Patient Safety di RSUD Dr Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016 Variabel Kategori Frekuensi Prosentase Pengetahuan Rendah 18 32. Dari tabel d i a t a s dapat dilihat bahwa Status Kepegawaian paling dominan perawat berdasarkan usia paling dominan perawat di adalah PNS yaitu 48 orang (87.4%).3 Total 55 100 Motivasi Rendah 30 54.7 Total 55 100 Pendidikan S1 18 32.4 Dewasa menengah (40 tahun-59 13 23. Distrubisi Pengetahuan. Tabel 2. Distribusi Karakteristik Responden di RSUD Dr Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016 Karakteristik Kategori Frekuensi Prosentase Responden Usia Dewasa awal (20 – 39 Tahun) 42 76.3%).4%).2 Bedah 15 27. Unit kerja paling dominan perawat adalah OK yaitu 25 orang (45.3 Baik 29 52.3 Total 55 100 3. Masa kerja paling dominan perawat adalah kurang dari 10 tahun yaitu 31 A.5 Total 55 100 Fasilitas Perawat Kurang Baik 12 21.4 Baik 35 63.6 Total 55 100 Status Kepegawaian PNS 48 87. Fasilitas Perawat.

dan PKU Muhammadiyah instalasi rawat inap RSUD Daya Makassar Yogyakarta Unit II didapatkan Sikap perawat tahun 2012 didapatkan Pengetahuan perawat terhadap patient safety dengan prosentase sebesar pada umunya di instalasi rawat inap dengan tiga (71%) terdiri dari 20 responden dikategorikan bagian yaitu :perawatan anak umumnya baik memiliki sikap mendukung. kurang mendukung yaitu 21 orang (100. di ruang perawatan inap RSUD Andi Makkasau Kota Parepare didapatkan distribusi frekuensi Separuh perawat di RSUD dr Achmad Mochtar responden menurut motivasi di ruang perawatan Bukittinggi memiliki fasilitas yang baik yaitu inap RSUD Andi Makkasau kota Parepare tahun 43 orang (78. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Alvionita (2014) Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian dengan judul sikap perawat terhadap patient yang dilakukan Ngalngola (2012) dengan judul safety di unit anak rumah sakit PKU gambaran pengetahuan dan motivasi perawat Muhammadiyah Bantul.8%).2%) berkategori motivasi tinggi Fasilitas adalah sumberdaya fisik yang ada dalam dan reponden dengan motivasi rendah sebanyak sebelum suatu jasa/pelayanan dapat ditawarkan sembilan belas responden (29. Sikap yang baik terhadap Sumarianto (2013) dengan judul hubungan pasien akan menimbulkan kepuasaan bagi pasien pengetahuan dan motivasi terhadap kinerja dan pelayanan yang dituntut dalam akreditasi JCI perawat dalam penerapan program patient safety adalah pelayananan yang mengutamakan pasien. Hasil penelitian dalam memberikan pelayanan dan tanpa ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan membedakan pasien. dari hasil penelitian (100. Bukittinggi memiliki sikap yang baik yaitu 35 orang (63. Fasilitas merupakan segala 2013 bahwa dominan motivasi responden sesuatu yang memudahkan rumah sakit dalam mengenai program patient safety termasuk menggunakan alat maupun media yang dalam kategori tinggi dari 64 responden.perawatan interna sebanyak 8 responden (29%). Menurut asumsi perawat dilakukan Sumarianto (2013) dengan judul motivasi yang tinggi memberikan dan hubungan pengetahuan dan motivasi terhadap meningkatkan pelayanan di Rumah Sakit karena kinerja perawat dalam penerapan program patient responden mempunyai semangat yang tinggi safety di ruang perawatan inap RSUD Andi dalam memberikan pelayanan yang sesuai Makkasau Kota Parepare didapatkan Dari 64 dengan standar JCI. 45 digunakan sesuai dengan peruntukannya. menunjukkan bahwa pengetahuan Palembang dimana motivasi perawat (82%) perawat dengan pelaksanaan Patient Safety yang tinggi dalam memberikan pelayanan dengan kategori baik sehingga pelayanan dipengaruhi oleh kemauan dan perasaan yang keperawatan sesuai dengan standar JCI.6%). dan empat responden Semua perawat di RSUD dr Achmad Mochtar (6. Menurut asumsi peneliti. sebelas responden (17. umumnya baik yaitu 27 orang (93.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 sejalan dengan penelitian yang dilakukan Awalia Hasil penelitian ini sejalan dengan yang (2012) di RSUP dr Wahidin Sudirohusodo di dilakukan oleh Astuti (2011) di RSUD Makasar.0%).2011). Hasil sensitive dalam memenuhi kebutuhan pasien dan penelitian ini sejalan dengan penelitian yang kurang baik 12%.5%) berkategori pelayanan yang diberikan oleh perawat. Fasilitas merupakan segala sesuatu yang memudahkan LPPM STIKes Perintis Padang 128 . diantaranya (70. Pasien merasa puas dengan responden. Trimulaim (2009) di RS dr Kariadi Semarang Ruangan Pav Garuda menunjukkan bahwa sikap Bedasarkan Motivasi hasil yang didapat Lebih perawat sangat berpengaruh dalam pelaksanaan dari separuh perawat di RSUD dr Achmad Patient Safety di Rumah Sakit. 49 diantaranya (76. kepada konsumen (Tjiptono.2%) kategori pengetahuan cukup. Banyak Mochtar Bukittinggi memiliki motivasi yang perawat yang memiliki sikap yang baik rendah yaitu 30 orang (54. PKU Muhammadiyah terhadap penerapan program patient safety di Yogyakarta Unit I.2%).3%) kategori pengetahuan kurang.0%). pengetahuan baik.1%) dan perawatan bedah umumnya baik yaitu 21 orang Menurut asumsi peneliti. Hasil ini penelitian ini dengan yang diharapkan dan tercapainya sejalan dengan penelitian yang dilakukan pelayanan yang holistic di Rumah Sakit.5%). diperoleh dilapangan terlihat banyaknya pengetahuan yang dimiliki perawat diperoleh responden yang memiliki sikap baik dalam hal dari keinginan untuk mengetahui dan ilmu yang penaganan Patient Safety di RSUD dr Achmad tinggi sehingga pelayanan yang diberikan sesuai Mochtar Bukittinggi.

dan supervisi 11 orang (36. yang motivasi dengan Patient Safety.7 12 100 1. Dari hasil penelitian Suka Dewi di RSUD Palembang diruangan khusus sejalan dengan B. serta diberikan pihak rumah sakit kepada tenaga kebersihan fasilitas harus diperhatikan terutama perawat sehingga tenaga perawat banyak yang yang berkaitan erat dengan apa yang dirasakan beum mengetahui atau memahai pasien safety atau didapat pasien secara langsung.735) Total 26 47.7 6 33.019 (1.589 Baik 19 44.Menurut asumsi perawat.442 Rendah 19 63. dan fsilitas dengan patient safety Patient Safety Total Kurang Baik Baik OR Variabel p Value 95% CI n % n % N % Pengetahuan Rendah 12 66.3 29 52.3 5 41.000). Hubungan antara pengetahuan.023 Baik 12 34.085 di ruang rawat inap RSUD.3 11 36.019 sehingga p < RSUD Haji Makassar didapatkan Hasil penelitian 0.768 0. motivasi.8 23 62. sesuai standar JCI.7%).3 18 100 3.alat. Sedangkan pada motivasi dilakukan Abdullah (2014) dengan judul perawat rendah dengan safetynya bagus yaitu hubungan pengetahuan.7 55 100 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari berarti ada hubungan signifikan antara hasil analisis bahwa hubungan antara pengetahuan dengan kinerja perawat pelaksana pengetahuan perawat dengan Patient Safety yang dalam pencegahan infeksi nosokomial di Instalasi tinggi lebih dari separuh responden safetynya Rawat Inap RSUD Haji Makassar.05 artinya tidak ada hubungan signifikan antara fasilitas dengan Patient Safety. sikap.Hal ini terjadi karena bidang jasa/pelayanan.7 30 100 0. Oleh karena hubungan antara pengetahuan.2 24 55.3 29 52.462) Total 26 47.3 29 52.2 37 100 (1.7 35 100 (1.7 55 100 Sikap Tidak Baik 14 70 6 30 20 100 4. itu peneliti melihat fasilitas yang ada sekarang dan fsilitas dengan patient safety masih kurang baik dari sarana maupun prasarana Tabel 3.7 55 100 Fasilitas Kurang Baik 7 58.2%). Penelitian ini bagus yaitu 23 orang (62.472 0.286 0.05 artinya terdapat hubungan signifikan antara diperoleh bahwa pengetahuan (p=0. Sedangkan pada tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan pengetahuan perawat dengan Patient Safety yang Cintya (2013) yang berjudul hubungan rendah kurang dari separuh responden safetynya pengetahuan dan sikap perawat dengan bagus yaitu 12 orang (66.006-10.369-14. Hasil analisis LPPM STIKes Perintis Padang 129 .7 55 100 Motivasi 4.484-6.085 Tinggi 14 37.kurangnya pelatihan yang ada yaitu kondisi fasilitas.973) Tinggi 7 28 18 72 25 100 Total 26 47. Hasil analisis bahwa hubungan antara motivasi perawat tinggi dengan patient safetynya bagus Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang yaitu 18 orang (72%). sehingga p > 0.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 konsumen/pasien Dalam usaha yang bergerak di sesuai dengan JCI.7%). maka segala fasilitas yang terbatasnya dana .412-13.3 29 52.612) Total 26 47. sikap. Hasil uji statistik pelaksanaaan keselamatan pasien (patient safety) dengan uji chi-square diperoleh nilai p = 0. kelengkapan.3 23 65. Analisa Bivariat fasilitas rumah sakit hanya 23% karena sarana dan prasaran dan SDM yang kurang Hasil Bivariat bertujuan untuk mengetahui memadai.8 43 100 (0. motivasi. Hasil uji statistik dengan uji dengan kinerja pencegahan infeksi nosokomial di chi-square diperoleh nilai p = 0. motivasi.

589 sehingga p > 0. sikap perawat kurang baik dengan Patient safetynya bagus yaitu 6 orang (30%). Soeharso Surakarta didapatkan motivasi safety. (76. Hasil uji Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian statistik dengan uji chi-square diperoleh nilai p = yang dilakukan Sumarianto (2013) dengan judul 0. LPPM STIKes Perintis Padang 130 . 003). Dr. p=0.360 > t tabel 1. dan PKU motivasi perawat terhadap pelaksanaan program Muhammadiyah Yogyakarta Unit II didapatkan patients safety di ruang rawat Inap Rso Prof.05 artinya terdapat hubungan pengetahuan dan motivasi terhadap hubungan signifikan antara sikap perawat kinerja perawat dalam penerapan program patient dengan Patient Safety.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 diperoleh OR 4.05). sikap perawat dan bidan terhadap artinya tidak ada hubungan signifikan antara penerapan budaya patient safety di RSIA fasilitas dengan Patient Safety.8%).5%) hubungan sikap perawat dengan pelaksanaan perawatan interna umumnya Motivasi Tinggi keselamatan pasien (patient safety) di Ruang yaitu 21 orang (72.023 sehingga p < 0. PKU profesionalitas. Pasien safety.05 motivasi. Sedangkan pada perawat yang rendah.4% dan Ngalngola (2012) dengan judul gambaran 54.442 kali perawat baik dengan Patient safetynya yang Patient Safety bagus dibandingkan motivasi bagus yaitu 23 orang (65. tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan Hasil uji statistik dengan uji chi-square Irma (2015) berjudul pengaruh pengetahuan. Dari hasil ‘Aisyiyah Klaten didapatkan berpengaruh penelitian Suka Dewi di RSUD Palembang signifikan terhadap penerapan budaya patient diruangan khusus sejalan dengan fasilitas safety adalah pengetahuan (p= 0.pengetahuan patients safety dan Muhammadiyah Yogyakarta Unit I.2%). dengan hasil observasi I (86. rumah sakit yaitu ada hubungan Fasilitas dengan Pasien safety Menurut asumsi perawat. Penelitian rawat inap RSUD Daya Makassar tahun 2012 ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan didapatkan motivasi perawat pada umunya di Cintya (2013) hubungan pengetahuan dan sikap instalasi rawat inap dengan tiga bagianyaitu perawat dengan pelaksanaaan keselamatan :perawatan anak umumnya pasien (patient safety) di ruang rawat inap RSUD Liun Kendage Tahun A didapatkan Ada Motivasi sedang yaitu 12 orang (54.472 artinya responden yang sikap baik Makkasau Kota Parepare didapatkan dari hasil memiliki peluang 4.7%).63% pada prinsip pengaruh variable tersebut kuat.472 kali Patient Safety uji chi-square diperoleh nilai p=0. Hasil penelitian ini Patient Safety yang bagus yaitu 5 orang (41.000 (p<0.442 artinya responden yang Hasil analisis bahwa hubungan antara sikap motivasi tinggi memiliki peluang 4.000 (α <0.05) bagus dibandingkan sikap perawat yang yang berarti ada hubungan Motivasi dengan kurang baik. umumnya Motivasi Tinggi yaitu 16 orang p=0. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian dilakukan Alvionita (2014) dengan judul sikap yang dilakukan Murdyastuti (2010) dengan judul perawat terhadap patient safety di unit anak pengaruh persepsi tentang rumah sakit PKU Muhammadiyah Bantul. diperoleh nilai p = 0. Liun Kendage Tahun A didapatkan Analisis statistik menunjukan hasil bahwa ada Hasil analisis bahwa hubungan antara fasilitas hubungan pengetahuan perawat dengan yang baik dengan tindakan Patient Safety yang pelaksanaan keselamatan pasien (patient safety) bagus yaitu 24 orang (55. ada hubungan sikap perawat terhadap patient R.679 yang menunjukkan Prinsip terendah sebesar 47.7%).70%) yang didukung terhadap pelaksanaan program patients safety.4%) dan perawatan Bedah Rawat Inap RSUD Liun Kendage Tahuna. Hasil analisis diperoleh safety di ruang perawatan inap RSUD Andi OR 4.5% pada observasi II responden yang pengetahuan dan motivasi perawat terhadap melakukan tindakan memastikan pengaman pada penerapan program patient safety di instalasi tempat tidur telah terpasang atau tidak. Prosentase tertinggi pada prinsip check perawat berpengaruh positif dan signifikan patient medicines (60. Sedangkan pada di Ruang Rawat Inap RSUD Liun Kendage fasilitas yang kurang baik dengan tindakan Tahuna.014 (p<0.05). Hasil penelitian Identify patient safety risks didukung dengan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan hasil observasi I hanya sebesar 36.4%) dan observasi II Hal ini dibuktikan oleh besarnya nilai uji t (100%) pada tindakan responden selalu statistik dengan derajat kepercayaan 95% mengaplikasikan 6 benar dalam pemberian obat. sebesar 2.

Standar Pelayanan keperawatan Gawat Achmad Mochtar Bukittinggi sudah baik. Proses. safety Diperoleh nilai p = 0. patient safety. 43 orang (78. dan Praktik. Universitas Hasanuddin: Makasar ada sekarang masih kurang baik dari sarana Ali. Tidak ada hubungan signifikan Universitas Hasanuddin: Makasar antara pengetahuan dengan patient safety Blais. (2012). 2011. Pedoman Penerapan Pelaksanaan patient safety di RSAM Dr. DAFTAR PUSTAKA fasilitas responden tentang pelayanan sesuai Abdullah (2014) Hubungan pengetahuan. Tidak ada hubungan JCI.442. (2006). Diharapkan memasukkan Manajemen Pelayanan Kesehatan Primer. Achmad Yogyakarta Mochtar Bukittinggi tahun 2016 maka dapat Atihuta.2%) Awalia. (2011).768 Kemenkes RI. OR=4. OR=3.7%. S. Faktor yang berhubungan dengan OR=4.085. Tingkat Kesesuaian Standar Mochtar Bukittinggi. Ed penelitian lain untuk meneliti tentang respon time 2. Ada Keperawatan Profesional Konsep & hubungan signifikan antara motivasi dengan Perspektif Edisi 4. (2010).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Dari hasil yang peneliti peroleh dilapangan 5.Faktor Yang maupun prasarana sesuai dengan JCI.2011. Faktor . dengan standar JCI kurang baik hal ini terlihat motivasi. Praktik diperoleh nilai p = 0. Achmad Mochtar. (2008).023. (2009). keselamatan pasien (SIKP) sesuai Joint Jakarta: EGC. Analisis Faktor diambil kesimpulan sebagai berikut 37 orang Yang Mempengaruhi Kinerja Mutu (67. PKU Setelah dilakukan penelitian faktor-faktor Muhammadiyah Yogyakarta Unit I. Buku Ajar Fundamental upaya pencapaian sasaran internasional Keperawatan Konsep.5%) memiliki Astuti. Rosemary. Jakarta: EGC patient safety diperoleh nilai p = 0. Faktor yang berhubungan dengan motivasi yang rendah terhadap patient safety. Jeles A.019. patient safety. sesuai engan standar JCI. alat. materi pembelajaran tentang pencapaian sasaran Jakarta: EGC. 2012.7%) yang dilaksanakan oleh perawat Wahidin Sudirohusodo di Makasar. sikap perawat dengan patient safety diperoleh Palembang nilai p = 0. Achmad Putera dkk. sehingga Keperawatan Di Ruang IGD RSUP Dr. 35 Motivasi perawat dalam pelayanan di RSUD orang (63. dan yang berhubungan dengan pelaksanaan patient PKU Muhammadiyah Yogyakarta safety oleh perawat berdasarkan joint Unit II. Jakarta: Salemba Medika dan hubungannya dengan patient safety dalam Potter & Perry. KESIMPULAN Muhammadiyah Bantul. Hal ini Berhubungan Dengan Mutu Pelayanan terjadi karena terbatasnya dana. Akreditasi Terhadap Strategi dan Rencana Pengembangan Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Studi Kasus di RSUD Cut Meutia LPPM STIKes Perintis Padang 131 . Alvionita (2014) sikap perawat terhadap patient safety di unit anak rumah sakit PKU 4.472.6%) memiliki sikap yang baik Palembang. dan supervisi dengan kinerja dari distribusi frekuensi fasilitas 52. mengembangkan keilmuan dan bermanfaat Nursalam.286.Haulussy Ambon. Darurat. Umar et al.589. 30 orang (54. Kathleen Koenig.3%) memiliki pengetahuan tinggi terhadap Pelayanan di RSUD Dr M. Commission International di RSUD Dr. Melakukan metodologi penelitian ilmu keperawatan. dkk. OR=1. Ada hubungan signifikan antara sarana dan prasarana di RSUD Palembang. motivasi dan sikap perawat di RSAM Dr. ICU. banyak yang belum memahami pasien safety Wahidin Sudirohusodo Makassar. Dari pencegahan infeksi nosokomial di RSUD Haji hasil peneliti diperoleh dilapangan fasilitas yang Makassar. Kamar Operasi dan Neonatus diharapkan terus ditingkatkan lagi penanaman di Rumah Sakit. Palembang terhadap patient safety. Muhammadiyah Yogyakarta: comission international di RSUD Dr. 29 Pelaksanaan Patient Safety di RSUP dr orang (52. (2009). internasional keselamatan pasien (SIKP) sesuai Notoatmodjo. Jakarta: Rineka Cipta. Pengetahuan Perawat dengan fasilitas yang baik terhadap patient safety. McMahon. Dewi. Konsep dan penerapan dalam praktek lapangan mahasiswa. (2014). (2005). Join Commission International signifikan antara fasilitas dengan patient Standar Akreditasi Rumah Sakit Edisi ke-4. Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Achmad Mochtar Bukittinggi untuk Kesehatan. Pengantar Joint Commission International di RSUD Dr. (2009).

Universitas Hasanuddin: Makassar Widodo (2015) hubungan respon time perawat dalam memberikan pelayanan dengan kepuasan pelanggan di IGD RS.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Aceh Utara.Panti Waluyo Surakarta. Stikes Kusuma Husada: Surakarta LPPM STIKes Perintis Padang 132 . Sumarianto (2013) hubungan pengetahuan dan motivasi terhadap kinerja perawat dalam penerapan program patient safety di ruang perawatan inap RSUD Andi Makkasau Kota Parepare.

Expected to the respondents who experienced delayed chemoteraphy-induced nausea and vomiting should be given progresive muscular relaxation technique and the next research can do delayed nausea and vomitting research with specific cases and another complementer therapi.135) and the average after intervention is (8.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 INTERVENSI TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF BERPENGARUH TERHADAP MENURUNKAN MUAL DAN MUNTAH DELAYED PADA PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUD ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI TAHUN 2016 Ns.com Abstract Chemoteraphy has side effects.7 sebesar 40 per 100. Berbeda dengan sel normal.co. it can conclude that there is influence progresive muscular relaxation technique intervention of delayed nausea and vomitting of cancer patients with chemoterapy. The result of observation and interview.0 14 kasus (28.arif@yahoo. Diperkirakan leher rahim 5. Yogyakarta pada 2030 insidens kanker dapat mencapai 26 juta memiliki prevalensi tertinggi untuk penyakit orang dan 17 juta di antaranya meninggal akibat kanker. prevalensi penyebaran sel yang abnormal dan tidak tumor/kanker di Indonesia adalah 1. one of them is delayed nausea and vomiting.60±3. PENDAHULUAN penduduk.1‰. penyakit kanker yang cukup tinggi (Depkes. insidens kanker payudara pernafasan. kanker.001 (α= 0. The purpose of this research is to know influence progresive muscular relaxation technique intervention of delayed nausea and vomitting of cancer patients with chemoterapy-induced in RSUD Dr. kanker leher juta kasus tahun 2008 menjadi 14. kanker setelah penyakit kardiovaskular. terlebih untuk negara miskin dan menyerang semua umur. 3 of 5 patients suffered delayed nausea and vomiting. Progresive Muscular Relaxation Technique is a complementary therapy wich can be given to cancer patients who experience delayed chemoteraphy-induced nausea and vomiting.7%). Kanker Penyakit tidak menular saat ini menjadi tertinggi di Indonesia pada perempuan adalah masalah kesehatan utama baik di dunia maupun kanker payudara dan kanker leher rahim. Berdasarkan data Sistem 8. This research was conducted on June 21th – July 29th 2016. di Indonesia.05). Insidens kanker meningkat dari 12. Muhammad Arif. LPPM STIKes Perintis Padang 133 . Berdasarkan data Riset Kesehatan Kanker adalah pertumbuhan atau Dasar (Riskesdas) tahun 2013.Kep 1). Di Indonesia. yaitu sebesar 4.6 juta orang tahun 2008 menjadi 100.000 laki-laki. Berdasarkan estimasi Globocan.289).1 juta kasus rahim 17 per 100. Menurut data WHO tahun 2013.27±0. Penyakit kanker dapat kanker.000 orang. M.000 perempuan.induced.4 per 1000 terkendali. STIKes Perintis Padang email: perawat. kanker kolorektal 16 per meningkat dari 7.The average before intervention is (13. penyakit tidak menular seperti penyakit International Agency for Research on Cancer kardiovaskuler. Kanker menjadi Informasi Rumah Sakit 2010.8%).349 kasus (12. atau sekitar 330. This research is quasi-experiment with one group pretest and posttest approach.id 2 Program Studi Ilmu Keperawatan.000 perempuan. Delayed Nausea and Vomiting.846) Result of statistic test is p- value = 0. Keyword : Chemoterapy. Rahmita Tri Havizcha 2) 1 Program Studi D III Keperawatan. hampir semua berkembang kejadiannya akan lebih cepat kelompok umur penduduk memiliki prevalensi (WHO. Progresive Muscular Relaxation Technique 6. Achmad Mochtar Bukittinggi 2016. prevalensi penyakit kanker juga 2015). Sedangkan jumlah kematian per 100. Progresive Muscular Relaxation Technique was giving once a day for 4 days. STIKes Perintis Padang email: rahmitatrihavizchaoye@gmail.2 juta pada tahun 2012. 2015).The average difference of nausea-vommit frecuencies before and after intervention (5. Sample by purposive samplin technique. kasus rawat inap penyebab kematian nomor 2 di dunia sebesar 13% kanker payudara 12.33±2.000 laki-laki. 15 respondents selected for the study. Sedangkan pada laki-laki adalah kanker paru dan sebanyak 63% kematian di dunia disebabkan oleh kanker kolorektal. kanker paru 26 tahun 2012. diabetes dan penyakit (IARC) tahun 2012. cukup tinggi.

kehilangan pada seafood. Muntah antisipasi ini sering dan masih ada kemungkinan metoda lain yang dijumpai pada pasien yang sudah dilakukan dalam mengatasi masalah kanker. Gejala digunakan dalam pengobatan. seperti makanan yang pilihan metode efektif dalam mengatasi kanker digoreng dalam rendaman minyak ulang pakai. masalah-masalah kulit serta yang ketegangan atau stres. terapi biologis pemberian kemoterapi. Kedua. payudara.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 kanker tidak memiliki kontrol untuk Kemoterapi merupakan salah satu modalitas menghentikan pertumbuhan dan mengakibatkan pengobatan pada kanker secara sistemik yang sel kanker tumbuh atau membelah tak terkendali. rasa sakit dan kerap datang. rektum. lokal maupun metastatis. Limfoma termasuk jenis tegangnya orginin vasopresin dan prostaglandin. Sarkoma adalah jenis kanker akibat kemoterapi digolongkan menjadi tiga tipe yaitu kerusakan jaringan penujang di permukaan tubuh akut. gej ala ini disebabkan oleh neurohormonal melalui lambung. tertunda (delayed) dan terantisipasi seperti jaringan ikat. hydroxytriptamine) dan NHK (neurokinin 1) limfoma. kanker berasal dari jaringan yang membentuk Keempat. 2007). Hal ini permukaan saluran tubuh. yaitu disebabkan oleh inflamasi (peradangan) Kemoterapi sangat penting dan dirasakan besar jangka panjang seperti virus. lynch. demam. efek mual dan kanker baru muncul ketika telah berkembang muntah yang disebabkan oleh kemoterapi masih menjadi besar dan menekan organ-organ merupakan penyebab terbesar terhadap disekitarnya. Efek ini dimediasi oleh pengeluaran 5HT3 (5 Jenis-jenis penyakit kanker yaitu. rambut. melanin. sel perifer yang dimediasi oleh saraf vagus. dimana muntah terjadi sebelum diberikannya Penatalaksanaan kanker yaitu meliputi kemoterapi atau tidak ada hubungannya dengan pembedahan. Sedangkan muntah terbatas di daerah tertentu sehingga dianggap lesi antisipasi merupakan suatu respon klasik yang prainvasif (kelainan/ luka yang belum menyebar) sering dijumpai pada pasien kemoterapi (10-40%) (Akmal. paparan sinar ultraviolet (UV). Karsinoma merupakan jenis kanker berasal dari kemoterapi dapat menyebabkan neuro sel yang melapisi permukaan tubuh atau transmitter termasuk 5HT3. kemoterapi secara langsung dapat besar atau kecil. 2010). Muntah sel-sel glia (jaringan panjang) di susunan saraf yang terjadi setelah periode akut ini kemudian pusat. ovarium. Karsinoma in situ adalah istilah untuk digolongkan dalam muntah tertunda (delayed) menjelaskan sel epitel abnormal yang masih setelah 24 jam sampai 6 hari. karsioma. membentuk masa tumor. perubahan dalam kebiasaan buang air Pertama. bakteri. Ketiga. kelenjar mucus. misalnya pertama setelah diberikan kemotherapy. sarkoma. adanya benjolan yang tumbuh dan membesar Kemoterapi menimbulkan mual dan dipermukaan kulit . Efek diasap atau dibakar. misalnya jaringan menyebabkan mual dan muntah melalui jalur seperti sel kulit. dan sering menjadi diproses berlebihan. zat kimia manfaatnya karena bersifat sistemik (karsinogen) diantaranya asap rokok. mematikan/membunuh sel-sel kanker dengan alkohol. stomatitis. mual dan muntah dimediasi oleh darah. lueukimia. 2010). biasanya semakin lama semakin buruk diantaranya 2008). misalnya sumsum tulang. (anticipatory). pembuluh darah dan mengganggu fungsi sel darah Keluhan mual dan muntah setelah normal. karsinoma in situ. namun ada beberapa gejala umum perubahan kualitas hidup pasien kanker (Desen. glioma. Walaupun Gejala kanker pada stadium awal banyak antinausea dan antivomiting yang telah biasanya tidak menimbulkan gejala. kolon. penurunan berat badan (Tim Cancer Helps. faktor genetik dan faktor paling sering dirasakan adalah mual dan muntah hormonal (Tim Cancer Helps. dan zat kimia pada makanan yang cara pemberian melalui infus. Muntah akut terjadi pada 24 jam Glioma adalah kanker susunan saraf. tetapi memenuhi shega. kemoterapi. perubahan warna kulit tubuh dan menstimulasi chemoreseptor triger zone (CTZ). mendapatkan kemoterapi sebelumnya dengan LPPM STIKes Perintis Padang 134 . sering bervariasi dan serangkaian yang kompleks. testis. diare. perdarahan yang tidak muntah melalui beberapa mekanisme yang normal. sel-sel otot dan tulang. dengan derajat yang bervariasi. kecemasan yang memberikan pengaruh terhadap limfoma merupakan jenis kanker yang tidak sistem saraf pusat termasuk pusat muntah (wood. radiasi. pankreas. 2010). bisa juga berupa makanan samping yang banyak ditemukan pada pasien yang mengandung pewarna atau makanan yang yang mendapat kemoterapi meliputi depresi terkontaminasi logam berbahaya seperti merkuri sumsum tulang. asbestros. sering dipilih terutama untuk mengatasi kanker Kanker disebabkan oleh beberapa faktor pencentus stadium lanjut. akibat pemberian kemoterapi. terutama kanker stadium lanjut lokal. leher rahim.

dan berbagai situasi lainnya yang otot progresif. perjalanan singkat selama Terapi komplementer tersebut berupa relaksasi didalam mobil. melalui teknik relaksasi otot pengobatan atau drop out (Rittenberg. Kemoterapi dapat Penelitian ini menggunakan desain pre-postest menimbulkan efek diantaranya kecemasan dan witout control design dengan memberikan merangsang saluran gastrointestinal untuk perlakuan akupresure pada hari kedua setelah meningkatkan aktifitas CTZ yang kemoterapi di RS. mudah untuk dilakukan. manajemen mual muntah akibat kemoterapi.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 penanganan muntah yang kurang baik. Intensitas memerlukan imajinasi. mual dan muntah yang terdiri dari 8 pertanyaan. Salah satu pengobatan secara non mengembalikan pengeluaran hormon yang farmakologis menurut para ahli diantaranya adalah secukupnya sehingga memberi keseimbangan teknik relaksasi otot progresif. karena tidak menimbulkan menurunkan produksi kartisol dalam darah. Kanker Dharmais Jakarta. distraksi. Yam. rileks. Hasil penelitian kelompok otot. lebih mudah untuk tidur (Davia. akupresure dan akupunktur. 2010). dan kedua dengan yang dilakukan di Korea Selatan pada tahun 2005 menghentikan tegangan tersebut kemudian menunjukkan dari 30 pasien yang mendapat memusatkan perhatian terhadap bagaimana otot relaksasi otot progresif dan Guided Imagery tersebut menjadi relaks. sangat di anjurkan. Seperti dimalam hari sebelum tindakan penunjang berupa terapi tidur. 2008). mual muntah berdasarkan rentang skor 0-3 2. dimanfaatkan (Paul. sewaktu istirahat siang. progresif ini terbukti dapat menurunkan Mual dan muntah akibat kemoterapi tidak produksi kortisol dalam darah serta menurunkan selalu sama diantara beberapa individu. progresif dapat memberikan pemijatan halus dan Penatalaksanaan non farmakologis saat ini berbagai kelenj errkelenjer pada tubuh .Teknik relaksasi otot progresif merupakan relaksasi otot progresif mengalami penurunan suatu prosedur untuk mendapatkan relaksasi pada mual dan muntah setelah kemoterapi secara otot melalui dua langkah. mual secara fisik dan tegangannya menghilang dan muntah paska kemoterapi dibanding 30 pasien (Richmond. Teknik relaksasi otot progresif 2007). yang masuk dalam kelompok kontrol (Richmond. guided imagery. merupakan salah satu pencegahan aktifitas Penelitian mengenai mual dan muntah kemoreseptor dimana relaksasi otot progresif delayed sudah pernah dilakukan sebelumnya oleh merangsang sistem saraf otonom untuk Rukayah (2013) pada 20 responden anak usia mengeluarkan opiate peptides. Latihan relaksasi otot mengontrol mual muntah pasca pengobatan. serta dapat membuat Dimana 0 merupakan skor terendah dan 32 tubuh dan pikiran terasa tenang. epidhipin dan sekolah yang menjalani kemoterapi dengan penithylamin yang akan mempengaruhi menggunakan teknik consecutive sampling. emosi dan ketenangan pikiran (Purwanto. Chan dan Mok. hipnosis. 2007). sehingga kemoreseptor neurotransmiter untuk menimbulkan pasien kadang-kadang menolak untuk melanjutkan rasa mual dan muntah. didalam kereta. dikantor. Teknik relaksasi otot progresif adalah salah Hasil studi yang dilakukan oleh Molassiotis. Relaksasi ini dapat dilakukan dimana saja dan Lee. dipesawat. diukur stimulasi kemoreseptor neurotransmiter sehingga menggunakan Rhodes Index of Nausea Vomiting tubuh menjadi rilek dan mual muntah menurun and Retching (RINVR). 2001). efek samping. Hasil Relaksasi otot progresif adalah relaksasi penelitian yang dilakukan oleh Morrow dan yang dilakukan dengan cara melakukan Dobkin (2002) didapatkan bahwa latihan peregangan otot dan mengistirahatkannya kembali relaksasi otot progresif. Alat ini untuk menilai (Smeltzer & Bare. selama pertemuan. sebelum makan. dan merupakan skor tertinggi (Rhodes dan McDaniel. menunjukan sederhana yang sudah digunakan secara sebanyak 38 pasien dari kelompok intervensi dengan luas. merasakan sensasi relaks telah mengalami penurunan kecemasan. menyatakan bahwa disemua tempat. tidak ada efek samping. satu dari teknik relaksasi yang paling mudah dan Yung. efektif dalam secara berrtahap dan teratur. Teknik relaksasi otot progresif sampai saat dimana kuesioner ini akan diisi oleh responden ini menjadi metode relaksasi termurah tidak dengan 5 respon Skala Likert yaitu 0-4. (2001). Hasil mempengaruhi sistem saraf pusat dan penelitian ini adalah akupresur dapat menurunkan medula oblongata untuk menstimulasi LPPM STIKes Perintis Padang 135 . 2007). 2005). et al (2008).1995). kecemasan dan mood. Langkah pertama adalah signifikan dibandingkan dengan 33 pasien yang dengan memberikan tegangan pada suatu masuk dalam kelompok kontrol. situasi komplementer dapat efektif membantu dalam menakutkan.

Dr.23 Juli tahun 2016 di RSUD Dr. prinsip menghargai hak-hak subjek. Instrumen Rhodes Index Nausea. dengan nilai r Alpha (0.2 5). dan penyajian fakta untuk tujuan tertentu (sumarsono. Metode pengumpulan data merupakan cara atau sistematis dalam pengumpulan. Uji validitas dilakukan dengan menggunakan Pearson dan uji reliabilitas menggunakan Alpha-Cronbach. yaitu prinsip manfaat. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016. Vomiting & Retching (RINVR) digunakan untuk mengukur variabel mual muntah. Penelitian dimulai pada bulan 21 Juni . dan prinsip keadilan. 2010). pencatatan.890) lebih besar dibandingkan dengan r tabel. Kuesioner digunakan untuk memperoleh data karakteristik responden.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 mual muntah lambat akibat kemoterapi pada anak usia sekolah. Penelitian ini dilakukan di ruang bedah RSUD. Kemudian dilanjutkan uji reliabilitas pada semua item yang valid tersebut. didapatkan bahwa semua item pertanyaan reliable. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016 selama 5 minggu. Penelitian ini rencana akan dilakukan intervensi satu kali sehari selama 4 hari dengan waktu intervensi 15-20 menit dan pengukuran pada setiap sebelum dan sesudah dilakukan teknik relaksasi otot progresif. 7. LPPM STIKes Perintis Padang 136 . METODOLOGI PENELITIAN Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi–Eksperiment menggunakan pendekatan pre and post group design dengan mengetahui intervensi teknik relaksasi otot progresif berpengaruh terhadap menurunkan mual dan muntah delayed dengan melibatkan satu kelompok subjek (Notoadmojo. Secara umum prinsip etika dalam penelitian/pengumpulan data dapat dibedakan menjadi tiga bagian. berdasarkan hasil uji validitas didapatkan semua item pertanyaan valid (r > 0. Telah diterjemahkan dan dilakukan uji validitas dan uji reabilitas oleh Rukyah (2013). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intervensi teknik relaksasi otot progresif berpengaruh terhadap menurunkan mual dan muntah delayed pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi di RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2016. 2004).

34. pengaruh relaksasi otot progresif terhadap LPPM STIKes Perintis Padang 137 .07 9. Reflek muntah terjadi akibat Bedah RSUD Dr. hal ini mengeluarkan opiate peptides.289 7. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016.267.60 dengan standar deviasi 3. saraf pusat dan medula oblongata untuk maka dapat disimpulkan ada pengaruh intervensi menstimulasi kemoreseptor neurotransmiter teknik relaksasi otot progresif berpengaruh untuk menimbulkan rasa mual dan muntah.267 Berdasarkan tabel tersebut rerata pada Menurut Garret et al (2003) mual muntah lambat pasien kanker yang menjalani kemoterapi terjadi minimal 24 jam pertama setelah sebelum dan sesudah diberikan intervensi pemberian kemoterapi. 2008). dari merupakan salah satu pencegahan aktifitas hasil estimasi interval 95% diyakini bahwa kemoreseptor dimana relaksasi otot progresif rerata mual dan muntah delayed setelah merangsang sistem saraf otonom untuk intervensi berkisar antara 7. takut.60 3. terhadap mual muntah delayed karena ada melalui teknik relaksasi otot progresif ini terbukti perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah dapat menurunkan produksi kortisol dalam darah intervensi.6 dengan standar deviasi 3. bau) dari hasil estimasi interval 95% diyakini bahwa atau sinyal dari apparatus vestibular dari telinga rerata mual dan muntah delayed sebelum dalam (mual karena gerakan tertentu/mabuk) dilakukan intervensi teknik relaksasi otot (Garret et.86. 2003).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 8. memori).89 dengan nilai p. kecemasan dan mood.60 Selisih 5.15.34 0. Pusat muntah dapat diaktifkan Rerata mual dan muntah delayed sebelum secara langsung oleh sinyal dari korteks serebral diberikan intervensi teknik relaksasi otot progresif (antisipasi. demi kian j uga dengan Penelitian Tessa (2014) mengenai penyakit– penyakit lain.135 11. dan dapat berlangsung teknik relaksasi otot progresif di Ruangan hingga 120 jam. Kemoterapi dapat Dari hasil penelitian memperlihatkan menimbulkan efek diantaranya kecemasan perbedaan rerata pengukuran pretest dengan rerata dan merangsang saluran gastrointestinal 13.135.33 dan Triger Zone (CTZ) yang mempengaruhi sistem standar deviasi 2.al. Teknik relaksasi otot progresif menjadi 8.001.(Price & Wilson. Achmad Mochtar aktivasi nukleus dari neuron yang terletak di Bukittinggi terdapat perbedaan yang bermakna. medulla oblongata. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016 95% CI Variabel Mean SD p-value Lower Upper Pengukuran Pre 13. sensori (pemandangan yang mengganggu.001 Pengukuran Post 8.135 dan posttest untuk meningkatkan aktifitas Chemoreseptor mual dan muntah delayed dengan rerata 8. Pada penelitian ini dilakukan tindakan sedangkan sesudah diberikan intervensi komplementer untuk menurunkan mual dan relaksasi otot progresif rerata mual dan muntah muntah delayed pada pasien kanker yang delayed pasien kanker yang menjalani kemoterapi dikemoterapi.86 15. Tabel 3. epidhipin menunj ukkan adanya penurunan rerata mual dan dan penithylamin yang akan mempengaruhi muntah delayed sebesar 5.07.289. serta menurunkan stimulasi kemoreseptor Mual dan muntah merupakan gejala dan neurotransmiter sehingga tubuh menjadi rilek dan tanda yang sering menyertai gangguan pada mual muntah menurun (Smeltzer & Bare.1 Intervensi Teknik Relaksasi Otot Progresif Berpengaruh terhadap Mual Muntah Delayed pada Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi di RSUD Dr.60. progresif berkisar antara 11. sinyal dari organ adalah sebesar 13.value=0. system gastrointestinal. 2008).9.33 2.33 dengan standar deviasi 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini meneliti mual dan muntah delayed pasien kanker yang menjalani kemoterapi sebelum dan sesudah diberikan intervensi teknik relaksasi otot progresif di RSUD Dr.

(2010). I. A. ketidakmampuan responden dalam melakukan teknik relaksasi otot progresif dengan benar 10.Jakarta: EGC. Achmad Mochtar Bukittinggi disebabkan oleh beberapa faktor seperti Tahun 2016 dengan p-value = 0.44 dan didapatkan hasil p. M.001. and Martindale. kelompok intervensi dengan SD±4.05). Zely. SD=1 . Teori dan Praktek mengakibatkan resistensi perifer menurun serta Konseling & Psikoterapi.30 dan teknik relaksasi otot progresif mengalami setelah diberikan intervensi adalah 3. Rerata Mual dan Muntah Delayed kemoterapi dengan hasil sebelum diberikan responden sebelum dilakukan intervensi intervensi adalah 6. Achmad Mochtar mual dan muntah antara kelompok kontrol dengan Bukittinggi Tahun 2016.15 dengan SD=2. artinya terdapat tentang pengaruh intervensi teknik relaksasi otot pengaruh yang bermakna teknik relaksasi otot progresif berpengaruh terhadap mual dan muntah progresif terhada mual dan muntah akibat delayed pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Bandung: mengeluarkan epidiphin dan penitilamhin Refika Aditama sehingga dapat menurunkan produksi kortisol Corwin. Hal ini RSUD Dr.. Jakarta: Salemba hasil yang kurang maksimal. dalam darah dan menormalkan pengeluaran Desen. Buku Ajar Onkologi Klinis. bahwa salah satu yang (6) pp.673 Berpengaruh terhadap Mual dan Muntah dan pada kelompok intervensi 5. go. (2015).001.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 mual dan muntah pasien kanker yang didapatkan hasil penelitian bahwa intervensi menjalani kemoterapi mendapatkan hasil Intervensi Teknik Relaksasi Otot Progresif pada kelompok kontrol 9. Berdasarkan penelitian dan teori diatas peneliti berasumsi bahwa ketika melakukan Brunner & Suddarth.. setelah intervensi (p. E.05). jika fokus kurang maka akan membawa Keperawatan. hormon serotonim. ≤ : 0.549-546 dibutuhkan dalam teknik relaksasi otot progresif Akmal. Collins. Rerata Mual dan Muntah Delayed sesudah Hasil ini menunjukkan perubahan yang dilakukan intervensi teknik relaksasi otot signifikan skor mual muntah sebelum dan progresif mengalami mual muntah ringan.177. R. KESIMPULAN diberikan teknik relaksasi otot progresif yang Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bermakna (p-value >0. Dengan demikian LPPM STIKes Perintis Padang 138 . dan asetilkolin Edisi II. Pengantar Konsep Dasar tegang.value 0. Journal of Sports Science. Medika. Edisi 2. W.75 dengan mual muntah sedang. Jogjakarta: Ar- membedakan perasaan kelompok otot dilemaskan ruzz Media dan dibandingkan ketika otototot dalam kondisi Alimul Aziz. 2.depkes. mual muntah sehingga tubuh menjadi rilek dan Diunduh dari http://www. namun bila yang bersangkutan tidak mampu fokus (2006) The coaching schematic: maka akan membawa hasil yang tidak Validation through expert coach maksimal. dapat disimpulkan yang dilakukan oleh Rukayah (2013) pada 20 bahwa : responden anak usia sekolah yang menj alani 1. Gerald. edisi 8 sehari selama 4 hari dimana saraf otonom akan volume 2.67 dengan Delayed pada Pasien Kanker yang Menjalani SDterdapat perbedaan bermakna skor rerata Kemoterapi di RSUD Dr. Hal ini sesuai dengan pernyataan consensus.Patofisiologi. J. 2005. Jakarta menyebabkan menurunnya stimulasi pada pusat Depkes. Situasi penyakit kanker.13 dengan SD±4. Ada pengaruh Intervensi Teknik Relaksasi Pada penelitian ini ditemukan 20 % Otot Progresif Berpengaruh terhadap responden setelah dilakukan latihan teknik Mual dan Muntah Delayed pada Pasien relaksasi otot progresif tidak mengalami Kanker yang Menjalani Kemoterapi di penurunan mual dan muntah delayed. Buku Ajar teknik relaksasi otot progresif sekali dalam Keperawatan Medikal Bedah.REFERENSI meskipun telah melakukan sesuai dengan prosedur Abraham. H.value 0. mual muntah menurun. dhopamin. 24 Richmond (2007). 3. Balai Penerbit FK-UI. Jakarta mempengaruhi arteri atau pembuluh darah yang Corey. Pada penelitian ini diperoleh hasil perbedaan mual dan muntah pada kelompok intervensi setelah 9. kemoterapi di RSUD Dr Achmad Mochtar Penelitian ini juga diperkuat oleh penelitian Bukittinggi Tahun 2016. (2008). D. Ensiklopedi memerlukan perhatian yang diarahkan untuk kesehatan untuk umum.001. EGC. (2001). 2002. 2008.

. (2005). Rukyah.pdf Keperawatan Komplementer.. chemotherapy treatment prevalence. Journal ofPain and April 2016. (2001). cancer patients undergoing Cancer Journal Clinic..Y. Yam. Symptom Management. Clinical Psychology Review. 51. Mengenali. Smeltzer. M. Prinsip dasar terapi Terhadap Mual Muntah Lambat Akibat sistemik pada kanker. Patofisiologi: Konsep klinis proses- proses penyakit. Jakarta: Pusat Kemoterapi Pada Anak Usia Sekolah Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Yang Menderita Kanker Di RS Kanker Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Dharmais Jakarta. T.S. W.. Support Care Cancer.. P.R. (edisi revisi).M. (2008). (2013). Pengaruh Terapi Akupresur Muthalib. Diunduh Journal of Medicine.G. 8(5). A. dan Praktik.(2008). (2005). & McDaniel.M. 2009.html.G. 517. A. Berdamai chemotherapy-induced nausea and dengan kanker: Kiat hidup sehat vomiting in Chinese breast cancer survivor kanker. aacnj ournals. The New England Psychology and its Practice. Chemotherapy Yogyakarta : Nuha Medika induced nausea vomiting: Prevention. and Retching : Anticipatory nausea and vomiting in Complex Problem In Paliative Care. ncl. 529-544. Textbook of effectiveness of progressive muscle medical-surgical nursing (Eleventh relaxation training in managing edition) Tanjung.. Present And The Future. Molassiotis. Jakarta.. (2013). & Dobkin. (2002) 10:237– 246National Cancer Institute. Thesis. for chemotherapy-induced nausea and org/cgi/content/full/23/1/31 tanggal 15 vomiting control.L.. J. Chemotherapy Induced 4th ed). Jakarta: PT Rieneka Cipta Nursalam. Dodd. & Wilson.(Edisi 4). National Safety Council.H... L. A & Perry. Herbal dan atin/infodatin-kanker. Dibble. Price. Wahyu. (2008).C.. dari http://www. S. EGC Hesketh. and behavioral interventions. Bandung : Qanita patients:a randomised controlled trial. LeMone. guidetopsychology. Rhodes. & Mok. (2006). (2008). K. (2007).A. Potter. S. Vomiting. & Burke . etiology. S. Diunduh dari (2008). Y. S. 556. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan.htm tanggal 20 April 2016 nursing : Critical thinking in client care.10 April 2016.. P. Buku Ajar detection and treatment-how are we Fundamental Keperawatan: Konsep. B. F.S. Indonesia. A. Victoriy inti cipta. doing? The Journal of Proses. Pearson Prentice Hall: New Jersey Nausea and Vomiting the Past the Lee. Jakarta: EGC. 232-248. http://cancerweb. (2005). B.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 id/resources/download/pusdatin/infod Purwanto. (2011). 36(5).L. A.L.( Rittenberg. Jakarta : EGC LPPM STIKes Perintis Padang 139 . T. Yung. 2(1). Hinkle.M. P. P.J. Gilchrest. The Cheever. A Guide to nausea and vomiting.C. Metodologi penelitian kesehatan. Breast Cancer.G.ac. Manajemen Stres AlihBahasa Widyastutik. (2004). Morrow. Jakarta: Salemba Medika. & Abrams.uk/cancernet/100013.Universitas Indonesia. (2002) Nausea. B. D. Jakarta: SupprtiveOncology. Grunberg. (2001).J. & Chan. Medical surgical com/pmr.(2008). V.C. (2004). mencegah dan mengobati kanker. 2482-2494. S. (2011). P. 358(23).K. Notoatmodjo. 1-12. R. Review of acupressure studies http://ccn. H. Bare. Chemotherapy induced Richmond. Rahayu.

2011). misalnya memakai pakaian laki-laki dengan rincian 5 orang duduk dikelas I. Daily living activity. PENDAHULUAN Intelegency Quotient (IQ) atau inteligensi dengan sendok atau minum menggunakan gelas. dan Tunagrahita dapat juga didefenisikan berhitung. Defined in terms of cognitive mental retardation (IQ below 70) and the adaptive function.ovari@yahoo. 3) makan & minum. tindakan dan (didefenisikan sebagai nilai IQ dibawah 70 hingga penerimaan keluarga terhadap penderita yang 75). mengatakan yang secara signifikan dibawah rata-rata dukungan keluarga adalah sikap. STIKes Perintis Padang e-mail: yuli_ps86@yahoo. Mental retardation in the world of education is also called mental retardation. 2008). LPPM STIKes Perintis Padang 140 . terdapat bersamaan dengan keterbatasan yang sakit.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN ACTIVITY DAILY LIVING ANAK TUNAGRAHITA DI SLB AIR RANDAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS GADUT KABUPATEN LIMA PULUH KOTA TAHUN 2016 1 Yuli Permata Sari. misalnya makan orang duduk dikelas II. The instrument used in this study is the use of a questionnaire. Kegiatan sehari-hari ini juga berasal dari bahasa Latin yaitu “intellectus dapat diajarkan dan dilatih kepada anak dan intellegentia” yang artinya adalah akal tunagrahita secara terus-menerus agar anak dapat pikiran. 14 siswa perempuan dan 30 siswa 2) berpakaian. 4) BAB & BAK. they are parents of children with intellectual challenges that exist in SLB Air rendah Puskesmas District Fifty Gadut City. STIKes Perintis Padang e-mail: isna. Therefore. diperlukan dua bidang kemandirian yang harus Retardasi mental dalam dunia pendidikan disebut dimiliki yaitu: (1) keterampilan dasar dalam hal juga dengan tunagrahita (Alpers. Berdasarkan informasi data yang peneliti Kegiatan sehari-hari (Activity Daily peroleh dari Kepala Sekolah SLB Air Randah Living) pada anak tunagrahita terdiri dari: 1) terdapat 44 orang siswa yang mengalami membersihkan & merapikan diri. (2) keterampilan perilaku adaptif yaitu sebagai individu yang memiliki kecerdasan keterampilan mengurus diri dalam kehidupan intelektual dibawah rata-rata dan disertai dengan sehari-hari (activity daily living). berasal dari bahasa Inggris “intelligence” yang dan. and is a condition that occurs before the age of 18 years. Samples in this study amounted to 44 people. This study aims to determine the relationship of family support to the independence of Daily Living Activity retarded children in SLB Air rendah Gadut Puskesmas District 50 City 2016. Program Studi D III Keperawatan.com 2 Junnatul Wafiq. Keywords : Family support. Retardasi mental adalah fungsi intelektual Menurut Friedman (2014). Program Studi Ilmu Keperawatan. (Ramawati.com Abstract Mental retardation is intellectual functioning significantly below average (defined as an IQ score below 70 to 75). efforts need to be improved family support to children with intellectual challenges that the child is able to perform daily activities independently without relying with others. melakukannya dengan mandiri (Astati. menulis. there are limitations associated simultaneously with two or more adaptive skill areas. Tunagrahita 1. The study design using descriptive analytic with cross sectional approach.com 3 Isna Ovari. STIKes Perintis Padang e-mail: juna8315@gmail. membaca. komunikasi lisan. 2014). tunagrahita. usia 18 tahun. Program Studi Ilmu Keperawatan. Bagi anak tunagrahita. It was concluded that not all family support (instrumental support) is related to the independence of daily living activity retarded children at SLB Air Randah. dan ketidak mampuan dalam adaptasi perilaku yang keterampilan menyesuaikan diri dengan muncul pada masa perkembangan atau sebelum lingkungan (social living skills). 6 sekolah. then the data is processed using the Chi-square test. misalnya mandi. sekurang-kurangnya berkaitan dua atau lebih area keterampilan adaptif. 11 orang duduk dikelas III.

sebelum makan cuci tangan terlebih dahulu.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 6 orang duduk dikelas IV. Berdasarkan observasi Kabuapten Lima Puluh Kota dengan yang peneliti lakukan. 1 orang duduk dikelas IX. Usia dari anak tersebut yaitu 10 tahun dan 12 tahun. makan. Tiga orang tua dari lima orang tua yang di wawancarai mengatakan bahwa anaknya belum mampu melakukan aktivitas perawatan diri seperti mandi. 5 orang duduk dikelas VI. 3 orang duduk dikelas VIII. dikarenakan anak tersebut tidak bisa melakukan kegiatan seperti jajan. 4 orang duduk dikelas randah wilayah kerja puskesmas gadut kabupaten V. 2. Januari 2016). toileting. Salah satunya adalah masalah Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut dalam kegiatan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian activity daily living anak tunagrahita di slb air LPPM STIKes Perintis Padang 141 . METODOLOGI PENELITIAN Dan rata-rata usia anak tunagrahita di SLB Air Randah berkisar antara 9-12 tahun (Laporan Penelitian ini menggunakan metode Statistik SLB Air Randah. penghargaan. jajan dikantin. jawaban satu dari tiga orang tua yang anaknya berusia 17 tahun dengan jenis kelamin laki-laki tersebut mengatakan memberikan dukungan informasi seperti memberikan pengatahuan tentang cara makan. deskriptif analitik dengan pendekatan cross Menurut keterangan dari kepala sekolah sectional. berjenis kelamin laki-laki & perempuan. Hasilnya di dapatkan bahwa dua dari lima orang tua mengatakan anaknya sudah mampu melakukan aktivitas sehari-hari seperti mandi. saran. masuk keruangan kelas saat bel jam masuk sudah dibunyikan. Penelitian ini dilakukan di SLB Air permasalahan. Berdasarkan hasil wawancara dengan lima orang tua siswa yang mengalami tunagrahita di SLB Air Randah mengenai kemampuan melakukan aktifitas sehari-hari pada anaknya.. Karena di SLB Air Randah masih ada beberapa anak yang didampingi oleh orang tuanya saat disekolah. pergi buang air kecil maupun besar. dan 1 orang duduk dikelas X. buang air besar maupun kecil. dan kegiatan lainnya yang menyangkut tentang activity daily living. Jadi dapat disimpulkan bahwa anak tunagrahita di SLB Air Randah belum mandiri seutuhnya dalam melakukan kegiatan sehari-hari. kelas VII. perhatian dan memfasilitasi anak dalam melakukan perawatan diri. terdapat beberapa orang menggunakan tekhnik analisa univariat dan anak yang masih dibimbing oleh gurunya untuk bivariat. Peneliti juga menanyakan pada ke tiga orang tua tersebut apakah mereka memberikan dukungan seperti informasi. 1 orang duduk di lima puluh kota tahun 2016. dan dari segi penampilan anak tersebut tidak rapi. toileting dan berhias. makan dan berhias. Populasi dalam penelitian ini adalah maupun guru pengajar di SLB Air Randah anak anak tunagrahita dengan sampel sebanyak 44 tunagrahita tersebut mempunyai berbagai macam responden.

1%) mempunyai dukungan emosional yang mendukung. Tabel 2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Dukungan Penilaian di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Tahun 2016 Dukungan Penilaian Frekuensi Persentase (%) Mendukung 37 84.3 Tergantung 10 22.7 Total 44 100 LPPM STIKes Perintis Padang 142 . Tabel 5 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kemandirian ADL di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Tahun 2016 Kemandirian ADL Frekuensi Persentase (%) Mandiri 34 77.1 Tidak Mendukung 7 15.5 Tidak Mendukung 9 20.7 Total 44 100 Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat bahwa lebih dari separoh yaitu sebanyak 34 orang responden (77.5 Total 44 100 Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat bahwa lebih dari separoh yaitu sebanyak 35 orang responden (79.9 Total 44 100 Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat bahwa lebih dari separoh yaitu sebanyak 37 orang responden (84.1%) mempunyai dukungan penilaian yang mendukung.5%) mempunyai dukungan instrumental yang mendukung.9 Total 44 100 Berdasarkan tabel 4 dapat dilihat bahwa lebih dari separoh yaitu sebanyak 37 orang responden (84. Tabel 3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Dukungan Instrumental di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Tahun 2016 Dukungan Instrumental Frekuensi Persentase (%) Mendukung 35 79. Tabel 4 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Dukungan Emosional di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Tahun 2016 Dukungan Emosional Frekuensi Persentase (%) Mendukung 37 84.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Dukungan Informasional di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Tahun 2016 Dukungan Informasional Frekuensi Persentase (%) Mendukung 34 77.1 Tidak Mendukung 7 15.3 Tidak Mendukung 10 22.3 %) mempunyai dukungan informasional yang mendukung.

037 artinya (p < 0.05) maka dapat tergantung. dukungan keluarga: dukungan informasional tidak Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai p mendukung. mengalami keamndirian ADL. mengalami kemandirian ADL value = 0.800.7 34 77.037 6. mengalami kemandirian ADL tergantung.2 31 83. Tabel 6 Hubungan Dukungan Informasional Dengan Kemandirian ADLAnak Tunagrahita di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Tahun 2016 Dukungan Kemandirian ADL Total P value OR informasional Tergantung Mandiri F % f % F % Tidak Mendukung 5 50 5 50 10 100 Mendukung 5 14.800 Total 10 22. Dari hasil analisis juga dari 44 orang responden yang mempunyai didapatkan OR=6.1 3 42.9%) dari 44 orang responden yang diperoleh nilai p value = 0. mengalami dukungan penilaian mendukung. mengalami mandiri dibandingkan dengan dukungan kemandirian ADL tergantung.7 29 85.8 37 100 0.2%) kemandirian ADL.3 40 100 Dari hasil tabel 6 terdapat sebanyak 5 dukungan keluarga: dukungan informasional (50%) dari 44 orang responden yang mempunyai mendukung. Terdapat sebanyak informasional tidak mendukung.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Berdasarkan tabel 5 dapat dilihat bahwa lebih dari separoh yaitu sebanyak 34 orang responden (77. artinya dukungan Terdapat sebanyak 5 (14. didapatkan OR=5. 29 (85.8%) dari 44 responden yang mempunyai dukungan keluarga: responden yang mempunyai dukungan keluarga: dukungan penialian tidak mendukung. Berdasarkan hasil uji statistik 3 (42.032 5.3%) mempunyai kemandirian ADL mandiri.800 kali untuk kemandirian ADL dukungan informasional mendukung. mengalami kemandirian ADL. Terdapat sebanyak kemandirian ADL. Terdapat sebanyak 5 (50%) dari 44 disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna orang responden yang mempunyai dukungan antara dukungan informasional dengan keluarga: dukungan informasional tidak kemandirian ADL.7%) dari 44 orang informasional yang mendukung memiliki peluang responden yang mempunyai dukungan keluarga: sebanyak 5.889.032 artinya (p < 0.3 34 100 0.889 Total 10 22. mengalami yang bermakna antara dukungan penilaian dengan kemandirian ADL.3 40 100 Dari hasil tabel 7 didapatkan lebih dari mendukung. mengalami kemandirian ADL separoh yaitu sebanyak 4 (57.1%) dari 44 orang tergantung. Terdapat sebanyak 6 (16. artinya dukungan dukungan keluarga: dukungan penilain penilaian yang mendukung memiliki peluang LPPM STIKes Perintis Padang 143 .05) mempunyai dukungan keluarga: dukungan maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan penilaian tidak mendukung.7 34 77. Dari hasil analisis juga mendukung. Terdapat sebanyak 31 (83.9 7 100 Mendukung 6 16.3%) dari 44 responden yang mempunyai Tabel 7 Hubungan Dukungan Penilaian Dengan Kemandirian ADL Anak Tunagrahita di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Tahun 2016 Dukungan Kemandirian ADL Total P value OR penilaian Tergantung Mandiri F % F % F % Tidak Mendukung 4 57.

mengalami kemandirian ADL yang (p > 0. LPPM STIKes Perintis Padang 144 . dukungan instrumental yang tidak mendukung Terdapat sebanyak 6 (17.800 kali untuk responden yang mempunyai dukungan keluarga: kemandirian ADL tergantung dibandingkan dukungan instrumental mendukung mengalami dengan dukungan instrumental mendukung. kemandirian ADL yang tergantung. responden yang mempunyai dukungan keluarga: mengalami kemandirian ADL.614 Total 10 22.9 %) dari 44 responden yang kurang dari separoh yaitu sebanyak 4 (44.614.175 3. uji statistik diperoleh nilai p value = 0. artinya mendukung.9 %) dari 44 orang hubungan yang bermakna antara dukungan responden yang mempunyai dukungan keluarga: emosional dengan kemandirian ADL.05) maka dapat disimpulkan bahwa tidak tergantung. (p < 0. 44 orang responden yang mempunyai dukungan mengalami kemandirian ADL.1 %) dari 44 orang memiliki peluang sebanyak 5. mengalami kemandirian ADL tergantung.867 Total 10 22.05) maka dapat disimpulkan bahwa ada Terdapat sebanyak 3 (42.7 34 77.037 artinya mengalami kemandirian ADL tergantung. Berdasarkan hasil dukungan emosional tidak mendukung.889 kali untuk kemandirian ADL mandiri dibandingkan dengan dukungan penilaian tidak mendukung. Terdapat sebanyak 31 (83.867.9 35 100 0. Terdapat sebanyak artinya dukungan emosional yang mendukung 6 (16.3 44 100 Dari hasil tabel 8 didapatkan bahwa sebanyak 29 (82. Dari hasil keluarga: dukungan instrumental tidak analisis juga didapatkan OR=3.4 5 55. hasil analisis juga didapatkan OR=5.037 5. Tabel 8 Hubungan Dukungan Instrumental Dengan Kemandirian ADL Anak Tunagrahita di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Tahun 2016 Dukungan Kemandirian ADL Total P value OR instrumental Tergantung Mandiri f % F % F % Tidak Mendukung 4 44.1 %) dari 44 orang keluarga: dukungan emosional mendukung.6 %) dari 44 ada hubungan yang bermakna antara dukungan orang responden yang mepunyai dukungan instrumental dengan kemandirian ADL.8 %) dengan dukungan emosional tidak mendukung.3 44 100 Dari hasil tabel 9 didapatkan lebih dari dari 44 responden yang mempunyai dukungan separoh yaitu sebanyak 4 (57. Terdapat Tabel 9 Hubungan Dukungan Emosional Dengan Kemandirian ADL Anak Tunagrahita di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Tahun 2016 Dukungan Kemandirian ADL Total P value OR emosional Tergantung Mandiri F % F % F % Tidak Mendukung 4 57. mengalami kemandirian ADL.6 9 100 Mendukung 6 17. mengalami kemandirian ADL.4 %) dari mempunyai dukungan instrumental mendukung.8 37 100 0. Terdapat sebanyak 5 (55.614 kali untuk mempunyai dukungan keluarga: dukungan kemandirian ADL mandiri dibandingkan emosional mendukung.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 sebanyak 6. Berdasarkan hasil keluarga: dukungan instrumental tidak uji statistik diperoleh nilai p value = 0.7 34 77.1 3 42. Dari dukungan emosional tidak mendukung.175 artinya mendukung.2 %) dari 44 orang responden yang memiliki peluang sebanyak 5.2 31 83.9 7 100 Mendukung 6 16.1 29 82.

(2010). Lebih dari separoh yaitu sebanyak 35 orang responden (79. KESIMPULAN Latief. REFERENSI Alpers. Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan penilaian dengan kemandirian ADL dengan nilai P = 0. Buku Ajar Keperawatan Keluarga. (2014).Pada http://bintangbangsaku. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan instrumental dengan kemandirian ADL dengan nilai P = 0.id diakses pada 21 Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Kabupaten Lima April 2016 Puluh Kota tahun 2016 didapatkan kesimpulan Suparyanto. Lebih dari separoh yaitu sebanyak 34 orang responden (77. 032.co. Menuju Kemandirian Anak TunaGrahita.tips/documents/konsep- Lebih dari separoh yaitu sebanyak 34 orang adl. 175. (2015). Pediatri Rudolf Volume S1. 037.3%) mempunyai dukungan informasional yang mendukung di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2016 . Teori & Praktik.1%) mempunyai dukungan emosional yang mendukung di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2016.blogspot. dkk. Pada pada tanggal 18-23 Juli 2016 di SLB Air Randah http://nl26. Yunanda Putra. Jakarta: EGC LPPM STIKes Perintis Padang 145 .1%) mempunyai dukungan penilaian yang mendukung di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2016. Nurmayanti. Upaya Memandirikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Melalui Dari hasil penelitian yang telah dilakukan Pembelajaran Bina Diri. Activity Daily Living. sebagai berikut: Padahttp://dokumen.com diakses pada 16 april 2016 Febry. Lebih dari separoh yaitu sebanyak 37 orang responden (84. Jakarta: EGC Astati. (2014).3%) mempunyai kemandirian ADL di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2016. Lebih dari separoh yaitu sebanyak 37 orang responden (84. Marylin. Ada hubungan yang bermakna antara dukungan emosional dengan kemandirian ADL dengan nilai P = 0. Riset. (2012). Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan informasional dengan kemandirian ADL dengan nilai P = 0.html diakses pada 19 April 2016 responden (77. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Tingkat Friedman. 5. 037.5%) mempunyai dukungan instrumental yang mendukung di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2016.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 4. (2011).

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ginjal merupakan penyaring produk . kita untuk melihat (lensa mata kita adalah kristal 2008). Gandasoebrata. Urine. Patologi STIKes Perintis Sumbar. SKM Program Study D III Technology Laboratorium Medic Email: endangsuriani123@gmail. Normal ekskresi protein biasanya tidak melebihi 150 mg/24 jam atau 10 mg/dl urin. melakukan penelitian tentang Pemeriksaan Protein dalam urin (proteinuria atau Protein Dalam Urine Pada Mahasiswa/i Fakultas mikroalbuminuria) adalah jumlah abnormal Olahraga Universitas Negeri Padang (UNP).com Abstract Protein in urine (proteinuria or Microalbuminuria) is an abnormal amount of protein found in urine specimens. Banyak produk meningkatnya jumlah protein dalam urine akhir metabolisme dan berbagai zat lainnya biasanya dideteksi setelah melakukan aktivitas diekskresikan melalui urin.7%. 2005a:867). Pemeriksaan berat seperti olahraga. 2005). PENDAHULUAN kondisi dapat memungkinkan protein untuk Urinalisis merupakan salah satu melewati filter dari ginjal. berat latar belakang tersebut maka peneliti akan jenis. membantu selanjutnya dan yang menyertai pemeriksaan gerakan (otot). rambut). From the results. Pada bulan produk makanan yang dibutuhkan oleh kita. Physiological factor can occur due after strenuous physical activity such as sports. dan berperan dalam kemampuan fisik tanpa pendapat khusus (R. and the results of urine protein sample negative (- ) is 10 people with a percentage of 33. yang dianggap dasar bagi pemeriksaan membantu pencernaan (enzim perut). Pemeriksaan urine rutin adalah termasuk protein murni) (Price. misalnya penyaring” ialah beberapa macam pemeriksaan menyediakan struktur (ligamen.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 HUBUNGAN AKTIVITAS OLAH RAGA DENGAN KADAR PROTEIN URINE PADA MAHASISWA FAKULTAS OLAHRAGA UNIVERSITAS NEGERI PADANG Endang Suriani. menyebabkan pemeriksaan laboratorium yang penting untuk meningkatnya protein dalam urine. Namun. juga bisa ditemukan ketika urinalisis selain memberikan indikasi kondisi kita sedang dalam keadaan sakit/tidak sehat. pemeriksaan sediment. Pemeriksaan pertanda awal kerusakan ginjal diabetes. Keywords: Protein. tinggi protein yang ditemukan dalam sampel urine. Selain itu menegakkan berbagai diagnosis. Besides increasing the amount of protein in the urine can usually be caused by physiological factors and pathologic factors.3%. Populasi pada penelitian ini Mahasiswa/I termasuk protein. glukosa. Student Sport 1. makrokopis urin.7%. with positive urine protein one (+1) is 18 people at a presentation of 60% and a positive urine protein two (+2) is 2 peoples with percentage 6. Pada ginjal sebagai organ ekskresi dan juga sebagai Test urine (mikroalbumin) menjadi sebuah indikasi kondisi sistemik seseorang. METODE PENELITIAN Lebih dari 10 mg/dl didefinisikan sebagai proteinuria (Davey. Berdasarkan parameter jumlah urin. some diseases or conditions that can allow proteins to pass the filters of the kidney that causes increased protein in urine. Juni. Population and samples in this study were all students sport faculty drawn at random as many as 30 people checked Protein in urine specimens using a method of heating with acetic acid 6%. while pathological factors can be caused by an abnormal disorder or disease of the kidney or organ more. protein. Has conducted a study entitled 'Examination of urine protein in the student Faculty sports Padang State University (UNP)'. positive samples Protein urine is 20 peoples with a percentage of 66. Normal excretion of protein usually does not exceed 150 mg / 24 hr or 10 mg / dl of urine. Protein urine rutin yang biasa disebut pemeriksaan memiliki beberapa fungsi yang berbeda. 2. kuku. more than it would otherwise proteinuria. This research was conducted in April 2016 in the Laboratory of Pathology STIKes Perintis Padang. This research is descriptive in order to determine whether an increase in protein in the urine in the student frequently exercise. beberapa penyakit dan Fakultas OLahraga Universitas Negeri Padang LPPM STIKes Perintis Padang 146 .

ditemukan 18 orang lebih. 2 . . faktor. Proteinuria pada demam tinggi akan menghilang Spesimen yang positif dikarenakan kerja pada saat demam menurun.7%. h. terbentuknya kekeruhan sedikit dengan presentase Proteinuria karena demam. 1826).3% Kekeruhan Kekeruhan 2 sedikit (tanpa . negative (-) dengan presentase 33. . lalu panaskan lagi sampai mendidih.7% (berbutir) Kekeruhan hebat 4 (Berkeping. dan 10 orang spesimen urine didapatkan yang disertai demam tinggi belum diketahui. Proteinurianya biasanya ditemukan pada spesimen urinenya yang positif satu (+1) yaitu analisis urine rutin. jika kekeruhan masih ada berarti hasilnya positif. Proteinuria juga dapat ditemukan dalam proteinuria postural. . - Total 10 18 2 . 18 . .3oC. Jika terjadi kekeruhan tambahkan asam asetat 2 – 3 tetes. . kita harus mensentrifuge urine. . . Mekanisme proteinuria 6. etiologinya belum diketahui. Lihat hasilnya. . mengekskresikan protein keadaan fisiologis yang jumlahnya kurang dari LPPM STIKes Perintis Padang 147 . jasmani dan olahraga yang terlalu berat. 18 60% berbutir-butir) Kekeruhan jelas 3 . Behram Dkk (2000. . . . 3. 2 orang spesimen urine positif dua (+2) yaitu ini dapat ditemukan pada penderita dengan terbentuknya kekeruhan jelas dengan presentase demam lebih dari 38. Pada posisi tegak. proteinuria sementara 60%. urine yang telah di sentrifuge masukan kedalam tabung reaksi 2/3. . .Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 (UNP) dengan sampel 30 orang Mahasiswa/I yang diambil urinnya. . . +1 +2 +3 +4 Tidak Ada 1 10 . jika kekeruhan hilang berarti hasil protein negative. Sebelumnya pemeriksaan protein urine. jumlah Universitas Negeri Padang (UNP) sebanyak 30 protein dalam urine dapat meningkat 10 kali atau sampel spesimen urine. 10 33. . HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel: Hasil pemeriksaan Protein dalam urin pada mahasiswa/I Fakultas Olahraga Universitas Negeri Padang N =30 No Jenis Kekeruhan Jumlah % . 30 100% Pada tabel didapatkan hasil terhadap pemeriksaan dalam jumlah yang normal atau sedikit meningka protein urine Mahasiswa/i Fakultas Olahraga pada posisi terlentang. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan rumus Frekuensi yang diaanalisa secara deskriptif. . . faktor lain yang mempengaruhi proteinuria. - keping) 5 Menggumpal . lalu panaskan sampai mendidih. . 2 6.3%.

Jakarta : ECG Gandasoerbata. 4. positif dua (+2) sebanyak 2 orang dengan presentase 6. latihan fisik yang kuat dapat mencapai lebih dari 1 gram/hari.D. Ilmu Kesehtan Anak Nelson. Ginjal Hipertensi Proteinuria Behrman.7%. L. 5. infeksi. kalkuli. Silvia. 2007. Buku Kedokteran EGC: Jakarta Bawazier. hhemoglobinuria. tumor. 1990. Edisi %. Proteinuria fisiologis dapat terjadi pada masa remaja dan juga pasien iordotik (ortostatik proteinuria). Dian Rakyat :Jakarta Nezz. 2007 . 2000. R.A . Jakarta Erlangga. 2007 . DAFTAR PUSTAKA Anggraini.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 200 mg/hari dan bersifat sementara.peningkatan produksi protein yang bisa disaring rantai panjang imunoglobulin (Protein Bonce Jones) pada mieloma. 2007). dkk . Membandingkan Hasil Pemeriksaan Protein Dalam Urine Melalui Metode Pemanasan Asam Asetat Dengan Metoda Cerik – Celup Pada Penderita Proteinuria (KTI).A . Penuntun Laboratorium Klinik. mioglobinura. gagal jantung. Kapita selekta Patologi Klinik.3%. Baron. Volume 3. 2009 . Sumedang. dan urine dengan hasil negative (-) sebanyak 10 orang dengan presentase 33. 2010 Rubenstein D. LPPM STIKes Perintis Padang 148 . L. Penyakit saluran kemih. Jauri Gagal Kronik.N. KESIMPULAN DAN SARAN Dari hasil penilitian terhadap 30 spesimen urine Mahasiswa/i Fakultas Olahraga Universitas Negeri Padang (UNP) diambil kesimpulan : 1) Terdapat 20 orang spesimen urine yang positif (+) proteinuria. Pada keadaan demam tinggi. Kedokteran Klinis Edisi 6 . trhombosis vena renalis adalah sebab sekaligus akibat proteinuria (Rubenstein. 2015 . 2) Pemeriksaan proteinuria pada Mahasiswa/i fakultas Olahraga Universitas Negeri Padang (UNP) didapatkan positif satu (+1) sebanyak 18 orang dengan presentase 60%. Proteinuria Bawazier.

This study entitled " PREVALENCE PATIENTS INFECTION Ascaris lumbricoides ON STUDENT SDN 39 TANJUNG AUR LUBUK MINTURUN PADANG YEAR 2016". Sampel dari LPPM STIKes Perintis Padang 149 . This research is a survey directly. menimbulkan beberapa masalah khususnya pada Penelitian ini dilakukan di SDN 39 Tanjung Aur anak SD antara lain: menurunkan daya tahan Lubuk Minturun dan di Laboratorium Biomedik tubuh. Ascaris lumbricoides in Indonesia is known as roundworms that can cause disease with clinical symptoms such as: nausea. 2005). termasuk ke otak. 2. jaringan tubuh. sanitasi lingkungan sangat erat hubungannya dengan infestasi cacing pada anak sekolah dasar. and anemia. Kondisi sanitasi lingkungan dan berusia di atas 20 tahun (Husada. Selain menyerang yang mempengaruhi kecacingan ditunjukan oleh anak-anak. dikarenakan sebanyak 2. abdominal pain.33%) were not infected with Ascaris lumbricoides. Diseases caused by these worms called Ascariasis. This research was conducted in June in Biomedical Laboratory STIKes Pioneer Padang with a population that is taken in this study were all students of SDN 39 Tanjung Aur Lubuk Minturun and samples of students in grade 1 to grade 3 as many as 30 samples. Kondisi hygiene pada pribadi siswa tersebut.7 gram protein setiap pola hidup mereka yang kurang bersih dan hari.PENDAHULUAN Di Indonesia. indigestion.com Abstract Ascaris lumbricoides is a type of intestinal nematode worm. taken feces and do microscopic examination directly using eosin 2%. METODE PENELITIAN Hal ini dikarenakan sanitasi lingkungan yang tidak memadai dapat menjadi sumber penularan cacing Jenis penelitian ini adalah survey secara pada tubuh manusia (Dachi. 2006). Populasi yang digunakan penurunan nafsu makan pada anak-anak yang dalam penelitian ini adalah semua siswa SDN 39 mengakibatkan kurangnya pemasukan gizi dalam Tanjung Aur Lubuk Minturun. infeksi disertai Ascariasis ternyata masih cukup tinggi dimana muntah dan diare. diperkirakan bahwa lebih dari 60% anak-anak di Siswa yang terinfeksi akan kekurangan kadar Indonesia menderita suatu infeksi cacing. langsung menggunakan teknik pemeriksaan Infeksi cacing pada manusia dapat mikroskopis secara langsung dengan eosin 2%. The purpose of this study is determine the prevalence of Ascaris lumbricoides infection in students of SDN 39 Tanjung Aur Lubuk Minturun. Secara umum faktor-faktor mengakibatkan malnutrisi. Sekitar 20 ekor 2008). hygiene perorangan yang buruk serta keadaan Tingginya angka kecacingan ini dapat diturunkan sosial ekonomi dan pendidikan yang rendah juga dengan cara meningkatkan kesadaran akan merupakan salah satu faktor kecacingan. Hal ini hemoglobin dan akan berdampak terhadap disebabkan karena kesadaran anak-anak akan kemampuan tubuh membawa oksigen ke berbagai kebersihan dan kesehatan masih rendah (Rahardja. students SDN. Keywords : Prevalence. cacing Ascaris lumbricoides dewasa didalam usus Anak usia Sekolah Dasar menjadi populasi manusia mampu mengkonsumsi hidrat arang terbesar pada penderita Ascariasis. sehingga gizi makin buruk. Ascaris lumbricoides. prevalensi Infeksi cacing usus tubuh. ternyata cacingan dapat juga lancarnya proses daur hidup dan cara menyerang orang tua atau golongan dewasa penularannya.67%) were infected with Ascaris lumbricoides and 22 (73.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 PREVALENSI PENDERITA INFEKSI Ascaris lumbricoides PADA SISWA SDN 39 TANJUNG AUR LUBUK MINTURUN PADANG TAHUN 2016 Sri Indrayati dan Khairunisa D III Teknologi Laboratorium Medik STIKes Perintis 1 Email : endlesofichy@gmail.8 gram dan 0. diarrhea. meningkatnya secara tidak langsung STIKes Perintis Sumbar. Dari hal tersebut dapat diperkirakan besarnya aktifitas mereka yang banyak berhubungan kerugian yang disebabkan oleh infeksi cacing dengan tanah menjadi erat hubungannya dengan dalam jumlah yang cukup banyak dapat prilaku hidup sehat. The research found 8 people (26. I.

ambil seujung lidi atau sedikit feces. Penduduk yang terinfeksi 2 . bermain langsung ditanah dan Dari data hasil pemeriksaan yang didapatkan kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum dan diolah secara manual dan disajikan dalam bentuk sesudah beraktivitas. Bahan yang diperlukan ditemukan 8 orang positif telur cacing Ascaris dalam penelitian ini yaitu : Aquadest.33% kepedulian terhadap lingkungan terutama Keterangan: kesehatan lingkungan. dan botol.67%). tingkat Ascaris pendidikan. 22 heterogen baik tingkat ekonomi. tutup masing-masing suspense dengan orang positif Ascaris lumbricaudes (26. Disiapkan objek glass sebanyak hasil negatif dari infeksi telur cacing Ascaris sampel yang tersedia. dan 22 orang didapatkan 2%. Alat yang dibutuhkan dalam Dari tabel diatas didapatkan dari 30 spesimen penelitian ini yaitu: mikroskop.33%). dari keseluruhan mereka ada beberapa lumbricoides siswa yang pulang sekolah tidak melepas sepatu. tidak memiliki kuku panjang. Hal ini sesuai yang diungkapkan oleh Brown (1983) bahwa penularan telur cacing Dari penelitian yang telah dilakukan terhadap 30 Ascaris lumbricoides dapat berlangsung dari spesimen feces siswa SDN 39 Tanjung Aur Lubuk tangan ke mulut. objek glass.67%). HASIL DAN PEMBAHASAN ke mulut. dilakukan dengan pemeriksaan telur cacing pada kemudian campurkan masing-masing tetesan zat feses siswa SDN 39 Tanjung Aur Lubuk Minturun warna. Tetesi masing-masing 1 lumbricoides (73.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 penelitian ini adalah murid kelas 1 sampai kelas 3 (-) : Tidak ditemukan nya cacing Ascaris di SDN 39 Tanjung Aur Lubuk Minturun yang lumbricoides diambil fesesnya. Hasil pemeriksaan pada Padang disebabkan dari kebiasaan siswa yang feses telur cacing Ascaris lumbricoides disajikan kurang memperhatikan kebersihan diri pribadi dalam bentuk tabel yang dinyatakan dengan: mereka. Berdasarkan hasil tabel. hygiene pribadi anak-anak yang buruk. kebiasaan lumbricoides bermain ditanah yang telah terkontaminasi sebelumnya oleh feses mereka sendiri yang Tidak mengandung telur parasit ini. tetes zat warna eosin 2% pada permukaan kaca Berdasarkan hasil penelitian yang telah objek.33% siswa terbebas (+) : Ditemukan nya telur cacing Ascaris dari cacing. deck glass. tingkat pekerjaan akan berpengaruh lumbricoides. NaCl. 1 Ascaris 8 . lidi. Natadisastra (2000) No Jenis Telur N=30 menambahkan Beberapa faktor lainnya yang cacing (+) (-) menyebabkan siswa terinfeksi cacing diantaranya Terinfeksi adalah sanitasi lingkungan yang kurang baik. dan feces. terhadap kesadaran akan hidup sehat dan Total Presentase 26. tapi pada Feces Siswa SDN 39 Tanjung Aur cacing ini lebih umum hidup didaerah tropis dan Lubuk Minturun Kota Padang juga banyak ditemukan pada tempat-tempat yang sanitasinya buruk. sebelum makan LPPM STIKes Perintis Padang 150 . eosin lumbricoides (26. 2009).67% 73. Pada Umumnya siswa sering Positif (+) = jika ditemukan telur cacing Ascaris menghabiskan waktu istirahatnya dengan bermain lumbricoides dan sering kontak dengan tanah selain itu Negative (-) = jika tidak ditemukan telur cacing kebiasaan anak-anak pulang sekolah dengan Ascaris lumbricoides melepas sepatu.Hasil Pemeriksaan Telur Cacing dingin maupun didaerah yang beriklim tropis. pengamatan dilapangan terhadap anak-anak didaerah tersebut pada umumnya mereka sering F= x 100% bermain dengan tanah sehingga memungkinkan mereka terinfeksi oleh telur cacing melalui tangan 3. cover feses siswa SDN 39 Tanjung Aur Lubuk Minturun glass. amati masing-masing apusan dibawah Tingginya angka kecacingan ascaris pada mikroskop dengan pembesaran 40 x 10 siswa SDN 39 Tanjung Aur Lubuk Minturun (Natadisastra.1. N : Jumlah Sampel Dari hasil penelitian 73. aduk sampai menjadi suspense yang rata sebanyak 30 spesimen feses. Minturun kota Padang di dapatkan hasil seperti Hal ini dikatakan oleh Brown tahun 1983 yang terlihat pada tabel dibawah ini: bahwa Ascaris lumbricoides adalah parasit yang paling gampang hidup didaerah yang beriklim Tabel 3. didapatkan hasil 8 dan tipis.

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 mencuci tangan dan sebagainya.67%) LPPM STIKes Perintis Padang 151 . REFERENSI kebersihan diri mereka sehingga menunjukkan Brown. Persentase prevalensi Infeksi cacing Ascaris kesadaran prilaku hidup sehat pada beberapa lumbricoides berdasarkan kelas. Jakarta.33% 3 II 1 3. FKUI.67% (10%).Parasitologi NO KELAS JUMLAH PERSEN Kedokteran. kemudian kelas III terinfeksi sebanyak 1 orang (3. bahwa pada kelas I terinfeksi sebanyak 3 orang Natadisastra. 2006. Adanya 2. Gramedia. siswa kelas III ini sudah mulai memperhatikan kebersihan diri seperti memotong kuku secara rutin. Parasitologi Kedokteran edisi lumbricoides menurut pembagian kelas terlihat ketiga.2 Distribusi Infeksi cacing Ascaris Sekolah Dasar No. Kedokteran.33%). kelas II terinfeksi sebanyak 4 orang (13. Tingginya angka infeksi pada murid kelas I dan II SD disebabkan karena masih kurangnya kesadaran akan pentingnya kebersihan pada beberapa siswa di kelas tersebut. PT. 1988. EGC. Jakarta.2005. D. Dari distribusi frekuensi infeksi cacing Ascaris Husada. Dari hal ini tampak. 2008. mencuci tangan setelah berakhtivitas. USU.Hubungan Perilaku Anak Tabel 3. Jakarta. 2009. lumbricoides. dan tidak lagi melepas sepatu saat jalan pulang sekolah. Dachi.Dasar Parasitologi Klinik.174593 Hatoguan lumbricoides Pada Tingkat Kelas siswa SDN Terhadap Infeksi Cacing Perut Di 39 Tanjung Aur Lubuk Minturun Kota Kecamatan Palipi Kabupaten Padang Samosir Medan. RA. Edisi hasil negative yaitu bebas dari penyakit Ketiga. yang siswa SDN 39 Tanjung Aur Lubuk Minturun akan terbanyak terdapat pada kelas II yaitu 4 orang mencegah dari infeksi telur cacing Ascaris (13.33% TOTAL 8 26. Persentase prevalensi infeksi cacing Ascaris lumbricoides pada siswa SDN 39Tanjung Aur Lubuk Minturun sebesar (26. kelas II terinfeksi sebanyak 4 orang Menurut pembagian kelas terlihat bahwa pada kelas I terinfeksi sebanyak 3 orang (10%).33%). SD TERINFE TASE KSI Rahardja. Jakarta . Medan 1 I 3 10% 2 II 4 13. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian frekuensi infeksi cacing pada siswa SDN 39 Tanjung Aur Lubuk Minturun dapat disimpulkan sebagai barikut: 1. kecacingan. Hal ini terbukti dari beberapa orang siswa yang telah disurvey yang peduli akan 5. 4.Parasitologi. Namun pada tingkat kelas III SD angka infeksi jauh menurun dari kelas sebelumnya. G.33%).

Indonesia adalah salah satu negara konsumen alihkan diri dari kecemasan. not smokers. 2003). hemoglobin.9 g / dL. One cigarette is burned emits about 400 chemicals in which 200 of them are toxic and some of them are tar. baik menurunkan kapasitas. the average Hb moderate smokers 14. The result showed the average Hb men do not smoke 14. Dengan demikian karbonmonoksida yang berasal dari pembakaran tembakau. meng.id Abstract Smoking has a detrimental effect on health.3g / dL. kebiasaan merokok telah Indonesia menduduki urutan ke 5 terbanyak dalam terbukti menimbulkan 25 jenis penyakit pada konsumsi rokok di dunia dan setiap tahunnya berbagai organ tubuh.172 jiwa per Rata. mempermudah penggumpalan darah. 2003). Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi emfisoma. Banyak penyakit telah terbukti akibat buruk sehingga mengakibatkan terjadinya peningkatan merokok.09% (Setiaji. Total sample comprised 40 male non-smokers.5 miliar batang rokok. 1. lowers the direct supply of oxygen to tissues throughout the body. Carbon monoxide hemoglobin desaturation raises. nicotine and carbon monoxide.948 jiwa. the average Hb light smokers 14. bronchitis kronis. dan mem-percepat aterosklerosis batang pada tahun 2000. and the mean Hb smokers weight 15. 1997). and accelerated atherosclerosis (calcification and thickening of blood vessel walls).4g / dL. perdarahan Nasional (SUSENAS) 2004 secara nasional pembuluh darah otak. Antara tahun 1970 dan LPPM STIKes Perintis Padang 152 . Selain faktor psikologis juga dipengaruhi oleh konsumsi rokok di Indonesia pada tahun 2002 faktor fisiologis yaitu adiksi tubuh terhadap bahan berjumlah 182 milyar batang yang merupakan yang dikandung rokok seperti nikotin atau juga urutan ke-5 diantara 10 negara di dunia dengan disebut kecanduan terhadap nikotin (Mangku S. konsumsi tertinggi pada tahun yang sama. Menurut WHO. Berdasarkan data dari WHO tahun 2002. 2007). angka kematian merupakan penyebab kematian 10% penduduk akibat penyakit yang disebabkan rokok tahun dunia (Saktyowati. bronchitis kronik. smokers. Secara nasional. interfering with the release of oxygen. menunjukkan kejantanan.. 2008).5% dari kematian total di kebanyakan laki-laki dipengaruhi oleh faktor Indonesia. berarti 1. (Tendra H. baik secara langsung maupun tidak kadar haemoglobin darah (Tendra H. mengganggu pelepasan batang pada tahun 1970 menjadi 217 milyar oksigen. darah. Dari sejumlah penyakit itu. light smokers. 2004 adalah 427. seperti penyakit jantung mengkonsumsi 2. tembakau terbesar di dunia. Carbon monoxide replaces oxygen in hemoglobin.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 PERBANDINGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PRIA PEROKOK DAN TIDAK MEROKOK DENGAN METODE SIANMETHEMOGLOBIN Suraini1) .co. terdiri dari merokok setiap hari 28. Konsumsi rokok di Indonesia meningkat 7 kali Karbonmonoksidamenggantikan tempat lipat selama periode 1970-2000 dari 33 milyar oksigen dihemoglobin. kanker paru-paru.44%.1g / dL.rata merokok yang dilakukan oleh hari atau sekitar 22. langsung.35% terbesar perokok disebabkan oleh kanker paru dan dan kadang-kadang 6. koroner. Research was conducted to determine levels of hemoglobin (Hb) in men and male smokers not to smoke in the hospital Mukomuko of Bengkulu wear Sianmethemoglobin with the data analysis method using Kolmogorof- Smirnov test. psikologis meliputi rangsangan sosial. Kebiasaan merokok pun Lembaga Demografi UI mencatat. penyakit pembuluh darah. kematian 34.2 Keywords: levels. Statistical test results Kolmogorof-Smirnov test using SPSS 16 p value = 0. moderate smokers and heavy smokers. PENDAHULUAN (pengapuran dan penebalan dinding pembuluh Merokok adalah tindakan mengisap asap darah).Andri2) Program Studi D-IV Analis Kesehatan STIKes Perintis Padang email : suraini_bio85@yahoo. meningkatkan viskositas menggunakan rokok maupun menggunakan pipa. sampai kelainan kehamilan dilaporkan bahwa penduduk 15 tahun ke atas yang pada janin yang di kandung oleh ibu yang mempunyai kebiasaan merokok tercatat sebanyak merokok. ritual Depkes RI (2004) mengatakan bahwa masyarakat. kebanggaan diri.

dan komponen lain merah.M. adalah asap rokok yang berasal dari isapan Beberapa faktor yang mempengaruhi perokok atau asap utama pada rokok yang dihisap kadar hemoglobin adalah :a) kecukupan besi (mainstream). jaringan tubuh sebagai hasil meta-bolisme ke Menurut (Bustan. hirup oleh seseorang yang tidak merokok (Pasive Menurut Depkes RI adapun manfaat Smoker). Kandungan ± respiratorik dalam butiran-butiran darah merah 0. Pada tahun 2030 akan ada sekitar 2 membawa oksigen dari paru-paru keseluruh milyar orang di dunia dan jumlah perokok jaringan tubuh dan membawa kembali jugaakan meningkat (Mackay & Eriksen. (Sunita. memegang peranan penting dalam proses berdasarkan umur dan jenis kelamin (WHO dalam oksidasi menghasilkan Adenosin Tri Phosphat Arisman.maka keluwesan sel arah merah dalam tembakau walaupun terjadi krisis ekonomi. Hal inilah Prevalensi merokok di kalangan dewasa yang menjadi alasan mengapa kekurangan zat besi meningkat menjadi 31. sumsum tulang (Zarianis. Ia memiliki afinitas (daya abung) berfungsi mengantar oksigen dari paru-paru ke terhadap oksigen dan dengan oksigen itu jaringan tubuh. Sehingga apabila tubuh mengalami anemia gizi LPPM STIKes Perintis Padang 153 .9% pada tahun 1995 (Depkes RI. Asap rokok oksigen dengan karbondioksida di dalam jaringan- yang dihembusan oleh perokok aktif dan terhirup jaringan tubuh. bakar. Besi berperan (Evelyn.1998). 2003). yaitu Hemoglobin juga berperan penting dalam dari 33 milyar batang menjadi 84 milyar batang. Besi juga merupakan mikronutrien Hemoglobin adalah protein yang kaya essensil dalam memproduksi hemoglobin yang akan zat besi. dan apabila nilainya Jumlah perokok di dunia akan terus bertambah kelebihan akan mengakibatkan polinemis terutama karena terjadi pertambahan jumlah (Evelyn. 2009). 2000) rokok aktif paru-paru untuk di buang. sitokrom. Antara tahun 1990 dan 2000 peningkatan lebih jika terjadi gangguan pada bentuk sel darah jauh sebesar 54% terjadi dalam konsumsi ini. 2000). Namun demikian WHO telah senyawa mitokondria yang mengan-dung besi menetapkan batas kadar hemoglobin normal lainnya.Walaupun jumlahnya sangat kecil dapat dipengaruhi oleh peralatan pemeriksaan namun mempunyai peranan yang sangat penting.2002). Dari pendapat diatas dapat ditarik dalam tubuh. yang dipergunakan. bisa dikatakan anemia. Batas normal nilai hemoglobin untuk Kurang lebih 4% besi di dalam tubuh seseorang sukar ditentukan karena kadar berada sebagai mioglobin dan senyawa-senyawa hemoglobin bervariasi diantara setiap suku besi sebagai enzim oksidatif seperti sitokrom dan bangsa.N.2001). Besi dibutuhkan untuk produksi kesimpulan bahwa perokok aktif adalah orang hemoglobin. karbondioksida dari seluruh sel ke paru-paru Perokok pasif adalah asap rokok yang di untuk di keluarkan dari tubuh. Asap rokok lebih berbahaya terhadap hemoglobin antara lain :a) mengatur pertukaran perokok pasif daripada perokok aktif. Dengan melalui fungsi ini maka oksigen di pada sistem enzim pernafasan seperti sitokrom bawa dari paru-paru ke jaringan-jaringan oksidase. Hasil pemeriksaan kadar hemoglobin juga flavoprotein.5% pada tahun 2001 dari bisa mengakibatkan anemia. Jumlah hemoglobin dalam darah hemoglobin yang disimpan sebagai feritin di normal kira-kira 15 gram setiap 100 ml darah dan dalam hati. Jika nilainya kurang 26. Antara cara sahli yang Mioglobin ikut dalam transportasi oksigen sederhana dengancara yang lebih modern dengan menerobos sel-sel membran masuk kedalam sel- alat fotometer tentu akan ada perbedaan hasil yang sel otot. lima kali lebih banyak paru kemudian dibawa ke seluruh jaringan- mengandung karbon monoksida..2000). empat kali lebih jaringan tubuh untuk dipakai sebagai bahan banyak mengandung tar dan nikotin (Wardoyo.c) membawa karbondioksida dari jarringan- 1996).004% berat tubuh (60-70%) terdapat dalam (Costill. sitokrom. rendah. (ATP) yang merupakan molekul berenergi tinggi. melewati kapiler jadi kurang maksimal.hemosiderin di dalam limfa dan jumlah ini biasanya disebut “100 persen” (Evelyn. mempertahankan bentuk sel darah yang bikonkaf. flavoprotein dan senyawa- ditampilkan.b) mengambil oksigen dari paru- oleh perokok pasif. 2002).2006).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 1980 konsumsi meningkat sebesar 159%.untuk diekskresikan ke dalam membentukoxihemoglobindi dalam sel darah udara perrnafasan. Hemoglobin di dalam darah populasi. sehingga anemia gizi besi akan yang merokok dan langsung menghisap rokok menyebabkan terbentuknya sel darah merah yang serta bisa mengakibatkan bahaya bagi kesehatan lebih kecil dan kandungan hemoglobin yang diri sendiri maupun lingkungan nya. katalase dan peroksidase. dalam sintesis hemoglobin dalam sel darah merah Kadar hemoglobin adalah ukuran pigmen dan mioglobin dalam sel otot.

Cara Sahli kurang baik. Selain itu alat yang digunakan untuk rak tabung. perokok berat (21-30 karena tidak semua macam hemoglobin diubah batang/hari). tulang. tusuklah dengan Seiring berkembangnya teknologi alat cepat memakai lancet steril.Sedangkan besi cadangan apabila pada pria perokok dan tidak perokok diperiksa dibutuhkan untuk fungsi-fungsifisiologis dan dengan metode Sianmethemoglobin. yang merupakan cadangan. Metabolisme besi dalam tubuh terdiridari Populasi dan Sampel. maka permasalahan yang dalam tubuh. mikropipet. 2008). pemeriksaan hemoglobin cara Sahli tidak dapat Bahan : lancet. methemoglobin dan sulfhe. yaitu bagian fungsional yang hemoglobin pada pria perokok dan tidak perokok dipakai untuk keperluan metabolic dan bagian dengan metode sianmethemoglobin. Kadar Hemoglobin badan. Tetes darah yang berikutnya dipakai untuk masing cara berbeda. kan kadar hemoglobin tetapi yang sering Sampel yang diambil dalam penelitian ini ber- dikerjakan di laboratorium klinik adalah yang jumlah 40 orang yang terdiri dari 10 orang pria berdasarkan kolorimeterik visual yaitu cara Sahli tidak merokok. dicapai hanya ±10% (Fransisca D. Alat: Fotometer. Tusukkan harus cukup dalam supaya pemeriksaan darah lengkap dengan menggunakan darah mudah keluar. kini telah banyak digunakan kulit jari. 10 orang perokok sedang (11-20 Hemiglobinsianida. serta enzim 2. METODE PENELITIAN hemdan non hem adalahbentuk besi fungsional a.mioglobin. larutan distandarkan.5g). Perempuan hamil terjadi mengandung Kalium Sianida dan Kalium hemodilusi sehingga batas terendah nilai rujukan Ferrisianida kemudian hemoglobin menjadi ditentukan 10 g/dl. tabung reaksi.. Peganglah bagian yang cara ini ketelitian yang dapat dicapai ± 2% akan ditusuk supaya tidak bergerak dan tekan (Darma. jumlahnya 5-25 mg/kg berat badan. b) metabolisme besi diuraikan di atas. tissue. sitokrom. Pada jari tusuklah kesehatan yang semakin canggih selain kedua cara dengan arah tegak lurus pada garis-garis sidik pemeriksaan tersebut. Tempat Penelitian.2010). Ada dua bagian untuk mengetahui perbandingan kadar besi dalam tubuh. hemosiderinadalah bentuk besi cadangan yang Penelitian ini dilakukan di RSUD Mukomuko biasanya terdapat dalam hati. mudah yang akan di ambil darahnya didesintifikasi diperoleh dan pada cara ini hampir semua terlebih dahulu dengan kapas alkohol 70 % dan hemoglobin terukur kecuali sulfhemoglobin. pengangkutan. 2006). sehingga ketelitian yang didapat drabkin. (150mg). adalah semua pria tidak merokok dan pria perokok Terdapat berbagai cara untuk menetap. 10 orang perokok ringan (<10 dan fotoelektrik cara Sianmethemoglobin atau batang/hari). mioglobin Metode Sianmethemoglobin. limfa Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sumsum tulang (> 200-1500mg).(Darma. 2006). Jenis penelitian dan berjumlah antara 25-55 mg/kg berat Jenis penelitian ini deskriptif. batang/hari) dan 10 orang.K. Buanglah tetes darah yang alat otomatik yang di kenal dengan nama pertama keluar dengan memakai segumpal kapas hematology alyser. proses absorpsi. moglobin. hati. Berhubung ketelitian masing. apakah ada perbandingan Kadar Hemoglobin pada Besi tersebut berada di dalam sel-sel darah merah pria perokok dan pria tidak merokok dengan atau hemoglobin (lebih dari 2.Feritin dan b. phorphyrin cytochrome. untuk penilaian hasil pemeriksaan. Alat dan bahan sihemoglobin. Cara pengambilan darah menurut hemoglobin di laboratorium karena larutan Soebrata (1992) adalah sebagai berikut : tempat standar sianmethemoglobin sifatnya stabil. 2008). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini penyimpanan dan pengeluaran (Zarianis. dan yang bekerja di RSUD Mukomuko. Besi yang terdapat di dalam tubuh diangkat penulis untuk diteliti dan dibahas adalah orang dewasa sehat berjumlah lebih dari 4 gram. aquadest dan darah kapiler. Pada biarkan sampai kering. Cara Pengambilan Darah Kapiler Cara sianmethemoglobin adalah cara Darah yang di pakai untuk pemeriksaan adalah yang dianjurkan untuk penetapan kadar darah kapiler. kering. c. sebaiknya diketahui cara mana yang dipakai. methemolobin yang berikatan dengan Kalium LPPM STIKes Perintis Padang 154 . limpa dan sumsum Bengkulu. menjadi hematin asam misalnya karbok. Prosedur Pemeriksaan Hb rujukan kadar hemoglobin tergantung dari umur Prinsip: Darah dimasukan kedalam larutan yang dan jenis kelamin. Nilai d. pemanfaatan. Hemoglobin.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 besi maka terjadi penurunan kemampuan bekerja Berdasarkan latar belakang yang telah (WHO dalam Zarianis. kapas alkohol 70%. sedikit supaya rasa nyeri kurang.

2 2 AZ 32 14. statistik menggunakan rumus Kolmogorof- Dibaca pada fotometer dengan panjang Smirnov SPSS 16 didapat nilai p=0.4 5 FD 37 14. dengan menggunakan pipet ringan. dan dengan rata-rata 14.6 4 RK 32 13.6 pada pria perokok ringan 4 AD 35 17. Sampel (th) (g/ dL) Smirnov SPSS 16 didapat nilai p=0.3 g/dL. Setelah di uji dengan No Kode Umur Hemoglobin statistik menggunakan rumus Kolmogorof.8 Sianmethemoglobin. Jumlah 141. Setelah di uji dengan persiapkan juga untuk blanko pemeriksaan.2 gelombang 540 nm.1 tabung hemoglobin.6 sedang.0 LPPM STIKes Perintis Padang 155 .6 Dari penelitian yang telah dilakukan 3 HZ 29 13.2 g/ 8 CN 50 15.3 4 ST 45 13.6 10 NZ 38 17. Pengolahan Data.2 terbentuk diukur dengan fotometer dengan 7 AN 31 13. kadar hemoglobin tertinggi adalah 15.6 10 AY 42 14.0 Sianmethemoglobin: 10 PN 42 13.0 2 RP 38 14.7 2 AF 42 15.3 Pada tabel diatas pada pria tidak perokok.2 Jumlah 144. Sampel (th) (g/ dL) 1 UW 36 13.2 Sampel (th) (g/ dL) 8 PD 28 13. kadar hemoglobin terendah 12. HASIL 2 WW 27 14.6 Tabel 1: Hasil pemeriksaan kadar hemoglobin 5 RD 32 16.2 g/ dL dan pada pria perokok berat. Intensitas warna yang 6 AL 34 14.7 1 DP 30 13. Kemudian dipipet darah Dari tabel diatas pada pria perokok sebanyak 10 μL. Setelah di uji 10 HV 40 14.7 g/ dL biarkan selama 5 menit pada suhu kamar.7 9 DW 42 15.8 3 RD 34 13.6 1 KN 38 14.8 7 HD 36 16.6 pada pria tidak merokok 6 AR 45 14.2 No Kode Umur Hemoglobin 7 MT 34 15.7 Persiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.1 g/dL. Dikocok hingga homogen dan kadar hemoglobin tertinggi adalah 15.2 1 ZR 48 15.8 panjang gelombang 540 nm.2 Rata – rata 14.8 maka didapatkan hasil sebagai berikut: 4 TN 40 14.8 Rata – rata 14.6 Kolmogorof-Smirnov SPSS 16 didapat nilai p=0. Tabel 3 : Hasil pemeriksaan kadar hemoglobin Diasumsikan bahwa keempat kelompok memiliki pada pria perokok sedang varian yang sama sehingga untuk menganalisa No Kode Umur Hemoglobin data di gunakan uji Kolmogorof-Smirnov.8 g/ dL dan hemoglobin. masukan dalam Rata – rata 14.2 9 JK 29 13. Tabel 4: Hasil pemeriksaan kadar hemoglobin kadar hemoglobin terendah adalah 13.5 Dipipet 1000 μL larutan Drabkin.2 3. e.3 Pemeriksaan Kadar Hemoglobin Secara 9 AG 35 15.4g/dL.6 Sampel (th) (g/ dL) 6 RL 42 14. kadar hemoglobin terendah adalah 13.6 6 NS 28 13.2 dL dan kadar hemoglobin tertinggi adalah 16.7 Tabel 2: Hasil pemeriksaan kadar hemoglobin 3 RW 43 16. 8 AP 52 14.0 g/dL dengan rata-rata 14.6 g/ dL dengan rata-rata 14.2 3 BY 43 15.6 9 DV 32 14.6 8 HP 33 17.2 No Kode Umur Hemoglobin 5 HF 30 15.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Sianida yang membentuk pigmen yang stabil 5 EK 26 12.6 dengan statistik menggunakan rumus Jumlah 143.8 Dari tabel diatas pada pria perokok 7 TM 35 14.

Zarianis.2 8. Sistem Kesehatan Dari tabel diatas pada pria perokok berat.. LPPM STIKes Perintis Padang 156 . Gramedia. Rata-rata kadar hemoglobin pada pria perokok berat adalah 15. EGC. Jakarta. Cipta. Depok. REFERENSI 1.N. 2003. 2002.9 Kabupaten/Kota Sehat.7 g/ dL dan 6.3 gr/dL 2. 1997. PT Rineka. Usaha Mencegah statistik menggunakan rumus Kolmogorof. kadar hemoglobin terendah adalah 14. 2003. Gizi dalam daur Kehidupan Buku Ajar Ilmu Gizi. 2000.9 gr/dL 5. 4.8 Indikator Provinsi Sehat dan Rata – rata 15. 2008.Jakarta. Berdasarkan hasil uji statistik memakai 9. Jakarta. bermakna kadar hemoglobin antara pria tidak 11.Bahaya RokokArya Duta. PT. Tendra. 1996. Wardoyo. 2. perokok sedang Utama : Jakarta dan perokok berat didapatkan nilai p=2 yaitu >0. Evelyn CP.4gr/dL 4. Mangku. Rata-rata kadar hemoglobin pada pria tidak merokok adalah 14.1 gr/dL 3. 4.5 10. 2016 yang melakukan penelitian terhadap Vitamin C dan Vitamin C terhadap Kadar mahasiswa semester tujuh fakultas Kedokteran Hemoglobin Anak Sekolah Dasar yang Universitas Sam Ratulangi Manado dengan Anemia Di Kecamatan Sayung jumlah sampel penelitian sebanyak 60 orang.Buku Kedokteran UGC. Prinsip Dasar Ilmu Gizi.021. Rata-rata kadar hemoglobin pada pria perokok sedang adalah 14. Sunita. Pencegahan Penyakit merokok.Tesis Program dimana hasil penelitiannya didapatkan perbedaan Magister Gizi Masyarakat Universitas yang bermakna kadar hemoglobin antara Diponegoro. Hasil penelitian ini terdapat Agency. 2009. Bahaya Merokok. Indikator Indonesia Sehat 2010 dan Pedoman Penetapan. Bandung: PT. 3. 2006.Rineka Cipta. perokok ringan. Gramedia Pustaka tidak merokok.. Arisman. S. Saktyowati Oky Dian. Solo: Toko Buku perokok berat. Setelah di uji dengan 7. Efek Suplementasi Besi dkk. perokok sedang dan perokok berat. Depkes RI. Jakarta 5. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar hemoglobin pria tidak merokok. Jakarta.perokok sedang dan Jantung Koroner. rumus Kolmogorof-Smirnov kadar Hb antara pria Cetakan keempat. Arisman.2 g/ dL untuk Paramedis. dengan rata-rata 15. 2001. Anatomi dan Fisiologi kadar hemoglobin tertinggi adalah 17. Depkes RI. Rata-rata kadar hemoglobin pada pria perokok ringan adalah 14. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Hans. Smirnov SPSS 16 didapat nilai p=0.9 g/dL. 2009. Tembakau dan yang berarti tidak terdapat perbedaan yang Produknya. Terdapatnya perbedaan hasil ini diduga karena pada penelitian ini jumlah sampel yang digunakan lebih sedikit. Kabupaten Demak. mahasiswa perokok dan bukan perokok dengan nilai hitung sebesar 0.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Jumlah 159. Gizi dalam Daur Kehidupan. Bustan. Nasional. 2006. perokok ringan. perokok ringan. Jakarta. Jakarta:Gramedia. M. KESIMPULAN 1. perbedaan dengan hasil penelitian Makawekes 12. 5.

dapat mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah. fiber. A total of 45 respondents heart disease patients with hypercholesterolemia and the condition of 45 respondents who suffer from heart disease but not hypercholesterolemia. 2011). 2011). physical activity. Djamil Padang) Widia Dara dan Juliana Tanjung Program Studi Gizi STIKES Perintis Padang Email : widia_dara@yahoo. Physical activity is categorized according to WHO standards. and fiber intake 71. (6%) di Indonesia. Arsenault. angka kematian yang disebabkan oleh kanker Devore.1% less.M.. 71% good saturated fats.44). Berbagai faktor (Roger. 2006). menggantikan kematian akibat agar tidak jatuh pada penyakit jantung koroner infeksi. Diperkirakan.com Abstract This study was conducted to determine the risk factors of hypercholesterolemia in patients with coronary heart disease. et al. 2011.9% knowledge undernutrition. and fiber 88. Cholesterol measurement based on the results of laboratory analysis of blood serum respondents. Sulastri. yakni sebesar tinggi dapat mengurangi resiko terjadinya 26. infeksi. saturated fat (OR = 2. menjadi pembunuh pertama tersering yakni Penyebab utama meningkatnya kadar sebesar 36% dari seluruh kematian. secara global penyakit ini menjadi pengendalian kadar kolesterol yaitu meliputi penyebab kematian pertama di negara usaha mengubah pola hidup dan medika mentosa berkembang. saturated fat. intake of unsaturated fats 64. Analyses were performed with a frequency distribution and bivariate statistical tests chi-square and odds ratio. LPPM STIKes Perintis Padang 157 . Rana. unsaturated and fiber with an interview with Food Frequency Quesiner tools (FFQ). termasuk Indonesia. et al. angka ini empat kali lebih tinggi dari hiperkolesterolemia (Bernstein.. The study was a case control study with the number of respondents 90 people. All variables were analyzed contained a risk factor for the incidence of hypercholesterolemia that is with physical activity (OR = 6. dan banyak faktor lain yang Selain pola konsumsi dan aktivitas fisik yang saling terkait (Depkes. oleh otot rangka yang menghasilkan energi. 2010. et al. angka ini dua kolesterol di dalam darah adalah seringnya kali lebih tinggi dari angka kematian diseluruh mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh atau dunia akibat kanker. lebih kurang Hiperkolesterolemia juga dipengaruhi oleh satu diantara empat orang yang meninggal di aktivitas fisik yang dilakukan oleh seseorang Indonesia adalah akibat PJK. Data retrieval intake of saturated fat.. and 68. the consumption of saturated fat 53. 2011.2%). PENDAHULUAN Penyakit Jantung Koroner (PJK) atau penyakit Prevalensi hiperkolesterolemia pada pasien kardiovaskular saat ini merupakan salah satu dengan penyakit jantung koroner meningkat dari penyebab utama dan pertama kematian di negara tahun 2009 (13.5%) ke tahun 2010(19. In the control group patients with coronary heart disease hypercholesterolemia do not have the intake of unsaturated fat 55. Hal ini di dukung PJK (yang dikelompokkan menjadi penyakit oleh penelitian epidiomologik yang menunjukkan sistem sirkulasi) merupakan penyebab utama dan bahwa rendahnya asupan makanan yang berlemak pertama dari seluruh kematian. Variable nutrition knowledge taken from interviews using questionnaires.36).5% excellent. The research found that more than half of respondents (60%) in case group (60%) of physical activity light.. Aktivitas fisik adalah gerakan tubuh mulai dari aspek metabolik. risiko mempunyai peran penting timbulnya PJK et al..Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERKOLESTEROLEMIA PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER (Studi Kasus di Poliklinik Jantung RSUP dr. and fiber intake (OR = 2. imunologi.43). intake of unsaturated fat..4%. Data were collected from January to February 2016 in the hospital Dr. et al. et al . as well as nutritional knowledge (OR = 2. Keywords: hypercholesterolemia. M. hemostasis. PJK pada tahun 2020 (Prilia. maju dan berkembang.9% good and 80% moderate physical activity.4% is not good. 1.3% is not good.00). 2005). Djamil Padang.05). Dengan kata lain. mengandung kolesterol tinggi. Pada Dalam hal ini diharapkan perlu dilakukan tahun 2010. no saturated fat intake (OR = 1. 2009.

kategori yaitu kadar kolesterol baik adalah total Penderita penyakit jantung koroner dengan kolesterol kecil sama dari 200 mg/dl dan kadar diagnosa Arterisclerotic Heart Disease (ASHD) kolesterol totak tinggi adalah total kolesterol besar yang dihitung pada trimester terakhir (Bulan dari 200 mg/dl.05 menunjukan ditentukan sampel control sebesar 45 orang. Bila p-value < 0. Varibel aktivitas fisik dibagi April. syarat skala ordinal. Analisis data dilakukan Sampel dihitung berdasarkan rumus dengan komputerisasi menggunakan program (Lemeshow. 1997). Penelitian diinterprestasikan. di RSUP. hiperkolesterolemia pada pasien PJK yang Dan dilanjutkan dengan penetapan risiko relative berumur 30-75 Tahun di Poli klinik Jantung RSUP yang dihitung secara tidak langsung dengan Dr.2006). Pengambilan calon dokter. Mei dan Juni) di Poli Klinik Jantung RSUP menjadi 2 kategori yaitu aktivitas fisik ringan Dr. Variabel konsumsi lemak. yang didasarkan atas prinsip menu seimbang.Djamil Padang. Uji statistic yang digunakan adalah orang kasus. baik 786 orang dan 60-75% diantaranya dengan lemak jenuh (Saturated Fatty Acid / SFA) maupun hiperkolesterolemia.M.Djamil Padang Tahun 2016. Analisis ini dilakukan untuk Penyakit Jantung Koroner antara kelompok kasus memperoleh gambaran masing-masing variable. Analisis data dilakukan dengan dilakukan pada Bulan Januari sampai dengan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara Bulan Februari Tahun 2016 di Poli Klinik Jantung variable dependen dan independen.0. lemak tak jenuh (Mono Unsaturated Fatty Acid/ Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui MUFA) diukur berdasarkan persentasi total Faktor Risiko Kejadian Hiperkolesterolemia Pada energy. Kadar kolesterol digolongkan menjadi 2 alami dan sehat (Sediaoetama.Uji ini dengan RSUP Dr. makanan dan kurang cukupnya pengetahuan Data asupan lemak jenuh dan tak jenuh serta tentang gizi akan mengakibatkan timbulnya serat dikumpulkan melalui food frequency masalah gizi yang akhirnya mempengaruhi status quantitative (FFQ).M. didapatkan berdasarkan rumus dengan jumlah sampel kasus 45 orang dengan kriteria sampel 3. Penderita Penyakit Jantung Koroner DiPoli Klinik Varibel pengetahuan gizi didapat dari analisis Jantung RSUP Dr. dan LPPM STIKes Perintis Padang 158 . Djamil Padang penelitian dan memiliki hasil pemeriksaan labor merupakan Rumah Sakit tipe A dan pendidikan kolesterol total diatas 200 mg/dl .M. Gambaran Umum Responden Data yang dikumpulkan berupa identitas. dimana jumlah sampel kontrol sama dengan jumlah kasus. dan tingkat jalan yang berkunjung ke Poliklinik Jantung pengetahuan gizi responden. Penelitian dilakukan terhadap pasien rawat aktivitas fisik. Kelompok kasus menggunakan odds ratio. bahwa ada hubungan yang bermakna antara Kelompok kasus adalah semua penderita variable independen dengan variable dependen. Dengan jumlah yang sama Chi-Square . Besaran sampel sebanyak 45 SPSS 17. M.Djamil Padang. yaitu pola makan model.Djamil Padang . dokter spesialis dan sub spesialis sampel kontrol diambil dari pasien Penyakit serta tenaga kesehatan lainnya seperti Akademi jantung koroner yang tidak menderita Perawat dan Akademi-Akademi kesehatan hiperkolesterolemia (kolesterol total < 200 mg/dl) lainnya. METODE PENELITIAN baikSedangkan jawaban reponden kecil dari 80% Jenis penelitian adalah observasional yang dikategorikan pengetahuan gizi kurang bersifat analitik yaitu membandingkan distribusi Hasil pengolahan data disajikan dalam bentuk kejadian hiperkolesterolemia pada penderita distribusi. M. baik kasus maupun kontrol aktivitas fisik pada pasien PJK di Poliklinik yaitu dengan cara melakukan wawancara. M.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 pengetahuan gizi juga mempunyai peranan yang dipandu dengan kuesioner. Status gizi yang baik hanya dapat tercapai untuk memperoleh data primer kuesioner dan food dengan pola makan yang baik. HASIL DAN PEMBAHASAN yaitu pasien yang berkunjung saat waktu Rumah Sakit DR. Djamil Padang. Tanya jawab yang sangat penting dalam pembentukan kebiasaan dilakukan oleh peneliti dan dibantu oleh 1 orang makan seseorang. pola konsumsi. dan kelompok kontrol dengan menggunakan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan desain penelitian case control. Alat bantu yang digunakan gizi. Cara mendapatkan RSUP Dr.M.Djamil Padang Tahun 2015 yaitu sebanyak sedang (WHO). jawaban responden yaitu jawaban responden besar sama dari 80 % benar dikategorikan 2. Kesalahan dalam memilih tenaga gizi tamatan Diploma Gizi. Distribusi frekuensi data primer tersebut.

Pada kelompok kontrol lebih dari separuh 23 Kasus Kontrol (51.Djamil Padang Tahun 2016 dapat dilihat pada Jumlah 45 100 45 100 tabel 5 Tabel 5.1%) responden memiliki pengetahuan gizinya Lemak Jenuh baik.1%) Lemak Kasus Kontrol mengkonsumsi serat kurang.1 23 51. Distribusi Frekuensi responden pada kelompok kasus 31 (68. Pada kelompok kontrol lebih dari separuh 36 (80%) responden aktifitas Kurang 32 71. Distribusi Frekuensi Konsumsi Serat Sedang 18 40 36 80 Responden Jumlah 45 100 45 100 Konsumsi Kasus Kontrol Serat n % n % Dari tabel 1 dapat dilihat lebih dari separuh responden pada kelompok kasus 27 (60%) Baik 13 28. Jumlah 45 100 45 100 Tabel 2. kurang 31 68.6 25 55. Distribusi Frekuensi Aktivitas Fisik Pada kelompok kontrol lebih dari separuh 32 Responden (71. n % n % Hasil analisis bivariat terhadap variabel-variabel Baik 21 46. Tabel 1.9 40 88.9%) responden n % n % mengkonsumsi serat dengan baik. Fisik M.5 Distribusi frekuensi pengetahuan gizi pada pasien PJK di Poliklinik Jantung RSUP DR. Pada kelompok Tidak Jenuh kontrol lebih dari separuh 40 (88. responden pada kelompok kasus 24 (53.9 DR. Baik 16 35.9 aktifitas fisiknya ringan. Distribusi frekuensi konsumsi serat pada Aktifitas Kasus Kontrol pasien PJK di Poliklinik Jantung RSUP DR.M. Baik 14 31.4 20 44. M.1 Distribusi frekuensi konsumsi lemak jenuh pada pasien PJK di Poliklinik Jantung RSUP DR.1 5 11.3 13 28.1%) menkonsumsi lemak jenuh secara baik. Distribusi Frekuensi Konsumsi Lemak Tidak Jenuh Responden Dari tabel 4 dapat dilihat lebih dari separuh responden pada kelompok kasus 32 (71.9%) Konsumsi Lemak Jenuh Responden responden memiliki pengetahuan gizi kurang. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Dari tabel 2 dapat dilihat lebih dari separuh Gizi Responden responden pada kelompok kasus 29 (64.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Jantung RSUP DR. Kasus Kontrol Pada kelompok kontrol lebih dari separuh 25 Pengetahuan Gizi (55.Djamil Padang Tahun 2016 dapat dilihat pada Jumlah 45 100 45 100 tabel 6 LPPM STIKes Perintis Padang 159 .Djamil Padang Tahun 2016 dapat dilihat pada tabel 3 Jumlah 45 100 41 100 Dari tabel 5 dapat dilihat lebih dari separuh Tabel 3.Djamil Padang Tahun 2016 Dari tabel 3 dapat dilihat sebagian besar dapat dilihat pada tabel 1.7 32 71. Tidak Baik 29 64.3%) menkonsumsi lemak jenuh secara tidak baik.1 fisiknya sedang.4 M.4%) konsumsi lemak tidak jenuh secara tidak baik.5%) responden mengkonsumsi lemak tidak n % n % jenuh dengan baik.1 yang menjadi faktor risiko hiperkolesterolemia pada penderita PJK di Poliklinik Jantung RSUP Tidak Baik 24 53.9 22 48.9 M.Djamil Padang Tahun 2016 dapat dilihat pada n % n % tabel 4 Ringan 27 60 9 20 Tabel 4.

000 5 Pengetahuan Gizi 2. Hiperkolesterolemia pada Pekerja di Kawasan Hasil penelitian dapat disimpulkan Industri yang mendapatkan hasil lebih dari banyaknya pasien dengan aktivitas fisik ringan separuh (65%) responden dengan asupan lemak menjadi salah satu penyebab tingginya kejadian tidak jenuh tidak baik pada kelompok kasus Hiperkolesterolemia pada kelompok kasus.DR.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Tabel 6.441 1. didapatkan nilai p 0. dan memperoleh Hasil uji statistik aktivitas fisik responden kepercayaan diri yang lebih tinggi.M. mencegah obesitas.030 0.000 2.044 Gambaran Aktifitas Fisik kecemasan dan depresi.000 < 0.337-15. yang secara baik. Nilai OR=6.432 1.Djamil Padang Tahun 2016 No Faktor Risiko OR 95% (CI) p . dan tulang. kelompok kasus lebih dari separuh responden Menurut Farizati (2002 aktifitas fisik adalah yaitu 29 (64.157 0. separuh (58%) responden dengan aktivitas fisik Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ringan pada kelompok kasus.4 kali.406 0.021 0.4%) responden mengkonsumsi lemak setiap gerakan tubuh yang membutuhkan energi tidak jenuh secara tidak baik. melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang serta Hasil penelitian ini sama dengan penelitian ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani yang dilakukan Krisnawaty (2013) tentang Risiko disebut olahraga. Korelasi Faktor Risiko Terhadap Kejadian Hiperkolesterolemia Pada Penderita PJK Di Poliklinik Jantung RSUP.000 maka dapat Dari tabel 6 dapat dilihat hasil uji statistik disimpulkan responden dengan aktifitas fisik responden berdasarkan konsumsi lemak tidak ringan memiliki risiko 6. Aktifitas responden mengkonsumsi lemak tidak jenuh fisik yang terencana dan terstruktur. seperti berjalan. dibandingkan responden yang mengkonsumsi Hasil penelitian ini sama dengan penelitian lemak tidak jenuh secara baik.5%) mengasuh cucu.05 artinya konsumsi lemak tidak jenuh secara yang aktifitasnya sedang. Pasien hiperkolesterolemia. dan lain sebagainya. Sedangkan pada untuk mengerjakannya. mengurangi mendapatkan hasil asupan asam lemak tak jenuh LPPM STIKes Perintis Padang 160 .183-2.149-2.4 kali fisiknya sedang.0 kali mengalami jenuh secara tidak baik memiliki nilai p 0. membuat pasien lebih Penyakit Jantung Koroner di RSUD dr.047 < hiperkolesterolemia dibandingkan responden 0. Nilai OR=1. menari.000 2 Konsumsi Lemak Tidak 1.05 artinya aktivitas fisik merupakan faktor risiko kejadian Gambaran Konsumsi Lemak Tidak Jenuh Hiperkolesterolemia.051 1.016-2.189-2. Moewardi mandiri.849 0. Pada kelompok kontrol lemak tidak jenuh secara tidak baik memiliki lebih dari separuh 36 (80%) responden aktifitas risiko hiperkolesterolemia sebesar 1.otot. kelompok kontrol lebih dari separuh 25 (55. dengan aktivitas fisik ringan banyak mengalami Hasil penelitian Sobary (2014) Tentang Hiperkolesterolemia karena tidak mendapatkan Hubungan Asupan Asam Lemak Jenuh Dan Tak manfaat dari olahraga seperti menyehatkan Jenuh Dengan Kadar Kolesterol HDL Pada Pasien jantung.047 Jenuh 3 Konsumsi Lemak Jenuh 2. Artinya responden yang dilakukan Krisnawaty (2013) tentang Risiko yang mengkonsumsi lemak tidak jenuh secara Hiperkolesterolemia pada Pekerja di Kawasan baik dapat menekan risiko kejadian Industri yang mendapatkan hasil lebih dari hiperkolesterolemia sebesar 1.Value 1 Aktivitas Fisik 6. tidak baik merupakan faktor risiko kejadian Hasil penelitian didapatkan lebih dari separuh hiperkolesterolemia.018 4 Konsumsi Serat 2.4 maka dapat responden pada kelompok kasus 27 (60%) disimpulkan responden yang mengkonsumsi aktifitas fisiknya ringan.355 1.

4 yang mengkonsumsi serat secara baik.4 maka dapat kurang memiliki risiko 2. kelompok kasus sebagian besar responden yaitu Hasil penelitian ini sama dengan hasil 24 (53. MUFA. Moewardi Asam Lemak tak jenuh tunggal (Mono mendapatkan hasil kadar kolesterol HDL normal Unsaturated Fatty Acid/ MUFA) merupakan jenis terlihat bahwa asupan asam lemak jenuh baik asam lemak yang mempunyai 1 (satu) ikatan lebih besar (37. dibandingkan dengan asupan rangkap pada rantai atom karbon. Sedangkan pada kelompok kontrol lebih hiperkolestero-lemia.9%) Dari hasil penelitian didapatkan pada responden menhkonsumsi serat dengan baik.3%) responden mengkonsumsi lemak penelitian oleh Sobary (2014) Tentang Hubungan jenuh secara tidak baik. Asam lemak ini asam lemak jenuh tidak baik (2. mendapatkan hasil hasil lebih dari separoh (53%) Hasil penelitian ini sama dengan penelitian responden kurang suka mengkonsumsi makanan yang dilakukan Krisnawaty (2013) tentang Risiko yang berserat.22%).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 responden penelitian sebagian besar termasuk Hasil penelitian oleh Sobary (2014) Tentang dalam kategori baik sebesar 75% dan asupan asam Hubungan Asupan Asam Lemak Jenuh Dan Tak lemak tak jenuh yang termasuk dalam kategori Jenuh Dengan Kadar Kolesterol HDL Pada Pasien tidak baik sebesar 25%. sehingga asam oleat lebih Berdasarkan penelitian banyaknya responden populer dimanfaatkan untuk formulasi makanan yang mengkonsumsi asupan lemak jenuh olahan menjadi populer dikarenakan faktor kebiasaan masyarakat Menurut hasil peneliti kurangnya responden Sumatera Barat pada umumnya masakan sehari – yang mengkonsumsi asupan lemak tidak jenuh hari banyak mengandung lemak seperti rendang. Moewardi secara baik baik. Nilai OR = 2. Secara umum. Artinya konsumsi lemak jenuh (71.05 artinya konsumsi responden dengan konsumsi lemak jenuh memliki serat kurang merupakan faktor risiko kejadian nilai p 0. Hiperkolesterolemia pada Pekerja di Kawasan Konsumsi serat dapat menurunkan resiko Industri yang mendapatkan hasil lebih dari penyakit jantung dan arteri karena rendahnya separuh (63%) responden dengan asupan lemak konsentrasi kolesterol dalam batas yang normal. jenuh jamak (PUFA).1 kali mengalami disimpulkan responden yang mengkonsumsi hiperkolesterolemia dibandingkan responden lemak jenuh secara tidak baik memiliki risiko 2. jenuh tidak baik pada kelompok kasus. yang kebanyakan ditemukan dalam kolesterol HDL tidak normal terlihat bahwa minyak zaitun.1 maka dapat merupakan faktor risiko kejadian disimpulkan responden dengan konsumsi serat Hiperkolesterolemia. dibandingkan asupan asam lemak jenuh zaitun adalah salah satu contoh yang mengandung baik (62.1%) responden mengkonsumsi lemakjenuh Penyakit Jantung Koroner di RSUD dr. Tidak tergolong dalam asam lemak rantai panjang demikian pada responden penelitian dengan kadar (LCFA). dalam darah. Dan pada kelompok Asupan Asam Lemak Jenuh Dan Tak Jenuh kontrol lebih dari separuh responden yaitu 32 Dengan Kadar Kolesterol HDL Pada Pasien (71. Gambaran Konsumsi Serat Dari tabel 6 dapat dilihat uji statistik Gambaran Konsumsi Lemak Jenuh responden dengan konsumsi serat kurang Dari tabel 6 dapat dilihat uji statistik memiliki nilai p 0.1%) responden mengkonsumsi serat dengan berlebih dapat berisiko terhadap kejadian kurang.5%). minyak biji kapas. lemak tak jenuh tunggal Asupan lemak. kali mengalami hiperkolesterolemia dibandingkan Dari hasil penelitian didapatkan lebih dari responden yang mengkonsumsi lemak jenuh separuh responden pada kelompok kasus yaitu 32 secara baik. dari separuh responden yaitu 40 (88. kolesterol karena lemak tidak jenuh berpengaruh menguntungkan terhadap kadar kolesterol darah. 2010).018 < 0.77%). menjadi salah satu penyebab tingginya kadar gulai yang banyak mengandung santan. terutama bila digunakan sebagai Kadar kolesterol yang tinggi akan meningkatkan pengganti asam lemak jenuh.000 < 0. Asam lemak tak resiko terjadinya pengerasan pembuluh nadi jenuh tunggal (MUFA) lebih efektif menurunkan sehingga mengakibatkan penyumbatan pembuluh kadar kolesterol darah. dan kanola.05 artinya lemak jenuh Hiperkolesterolemia. daripada asam lemak tak darah ke otak (Sibagariang. Kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor resiko independen untuk penyakit kronis dan secara LPPM STIKes Perintis Padang 161 . Nilai OR=2. Penyakit Jantung Koroner di RSUD dr. minyak kacang asupan asam lemak jenuh tidak baik lebih besar tanah.5%). Minyak (97. minyak kedelai. terutama lemak jenuh yang berpengaruh menguntungkan kadar kolesterol berlebih dapat meningkatkan kadar kolesterol.

3%).0 maka dapat disimpulkan responden Community Preventive Service web site. maka dapat disimpulkan responden dengan olahraga dapat meningkatkan kapasitas aerobik.000 < 0. Secara mengalami hiperkolesterolemia dibandingkan psikologis. Secara teori.05 artinya secara signifikan dan meningkatkan kadar HDL pengetahauan gizi merupakan faktor risiko dalam darah. Hubungan Antara Konsumsi Pangan Dan Serta ketidak tahuan responden akan apa – apa Aktivitas Fisik Dengan Kadar Kolesterol Darah saja jenis makanan – makanan yang banyak Pria Dan Wanita Dewasa Di Bogor yang mengandung serat. Nilai (WHO.05 artinya aktivitas fisik merupakan hiperkolesterolemia 1. pengetahauan gizi kurang memiliki risiko 2.044 < 0.047 < 0. Moewardi yang mendapatkan dapat melakukan olahraga dan aktivitas fisik yang hasil 30 (81.4 kolesterol darah. fleksibilitas. Membaca Informasi Nilai Gizi Produk Makanan Banyaknya pasien dengan hiperkolsterolemia Kemasan Terhadap Kepatuhan Diet Pasien Penyakit disebabkan karena aktivitas fisik pasien yang Jantung Koroner (PJK) Dengan Hipertensi Rawat ringan. Dari hasil artinya konsumsi lemak tidak jenuh secara baik analisis uji statistik didapatkan dengan nilai p dapat menekan atau mencegah kejadian 0.05). maka dapat disimpulkan responden dengan konsumsi lemak tidak jenuh secara tidak baik Hubungan Aktivitas Fisik dengan berisiko mengalami hiperkolesterolemia 1. walaupun Hubungan Lemak Tidak Jenuh dengan bahan makanan tersebut mengandung zat gizi Hiperkolesterolemia yang cukup. (59. Nilai OR = 1. 2010. mendapat banyak Hubungan Pengetahuan Diet Dan Perilaku teman. Hasil penelitian Shirazi (2008). dan keseimbangan. olahraga dapat mengurangi yang dilakukan oleh Whardany (2016) tentang ketergantungan pada orang lain. dengan aktifitas fisik ringan memiliki risiko 6. Penelitian ini juga tidak sama dengan penelitian Secara sosial. Hal ini terjadi dikarenakan pasien tidak Jalan di RSUD dr. responden dengan pengetahuan gizi baik. yaitu olahraga secara responden dengan pengetahuan gizi kurang teratur dapat menurunkan kadar kolesterol darah didapatkan nilai p 0. 2008). semakin tinggi Dari hasil penelitian pada kelompok kasus pengetahuan gizi seseorang maka akan semakin didapatkan responden dengan konsumsi lemak memperhitungkan jenis dan jumlah makanan yang tidak jenuh secara tidak baik lebih tinggi yaitu 29 akan dikonsumsi. secara fisiologis.441 Hiperkolesterolemia kali jika dibandingkan dengan responden yang Berdasarkan hasil penelitian dida-patkan mengkonsumsi lemak tidak jenuh secara baik.4 Menurut Nina (2007). mendapatkan hasil tingkat aktivitas fisik berpengaruh nyata terhadap kadar kolesterol darah Gambaran Pengetahuan Gizi (p<0. Dari hasil analisis uji statistic tingginya kejadian hiperkolesterolemia. banyaknya kali mengalami hiperkolesterolemia dibandingkan responden yang kurang suka mengkonsumsi responden yang aktifitasnya sedang atau berat.olahraga dapat meningkatkan mood.4 kali kekuatan.4 kali jika dibandingkan LPPM STIKes Perintis Padang 162 . Pasien didapatkan dengan nilai p 0.05 artinya tidak menerapkan pola makan yang baik dengan lemak tidak jenuh merupakan faktor risiko menghindari sumber makanan penyebab tingginya kejadian hiperkolesterolemia. Nilai OR = 2. makanan berserat dikarenakan kurannya Hasil penelitian ini sama dengan penelitian pengetahuan dan wawasan responden akan yang dilakukan Waloya (2013) tentang pentingnya makanan yang mengandung serat. kejadian hiperkolesterolemia. mengurangi risiko pikun. dan meningkatkan produktivitas. dan mencegah depresi.1%) responden memiliki pengetahuan berat karena faktor penyakit lain yang diderita baik oleh pasien seperti rematik sehingga membuat Menurut Nasution Tingkat pengetahuan diet pasien jarang beraktifitas secara baik. Dari tabel 6 dapat dilihat uji statistik menyatakan hal yang sama. aktifitas fisik ringan lebih tinggi pada kelompok Namun dalam hal ini yang dimaksud berisiko kasus yaitu 27 (75%) dibandingkan dengan adalah sebagai faktor risiko yang bersifat protektif aktifitas fisik sedang 18 (33. Physical Acivity In Guide to OR = 6.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 keseluruhan menyebabkan kematian secara global faktor risiko kejadian hiperkolesterolemia.2%) responden jika dibandingkan dengan Rendahnya pengetahuan gizi responden responden yang mankonsumsi lemak tidak jenuh tentang makanan yang baik untuk penderita secara baik yaitu 16 (39%) responden pada hiperkolesterolemia menjadi salah satu penyebab kelompok kasus.0 Berdasarkan penelitian. dapatmempengaruhi sikap acuh tak acuhterhadap penggunaan bahan makanan tertentu.

jenuh tunggal (MUFA) lebih efektif menurunkan Apoliprotein A-1 yang menurun akan kadar kolesterol darah. Asam lemak ini 0. populer dimanfaatkan untuk formulasi makanan Sejalan dengan penelitian yang dilakukan olahan menjadi populer Sulastri dkk (2005).018 asam lemak tak jenuh bersumber dari bahan < 0.Djamil Padang sebagian besar mengkonsumsi lemak jenuh secara baik yaitu 21 termasuk ke dalam kategori tidak baik (59.2%) (39. Dari atau sebanyak 29 responden penelitian. oleh faktor risiko yang lain seperti genetik.05) maka Ho diterima dan dapat disimpulkan bahwa Hubungan Lemak Jenuh dengan tidak ada hubungan antara asupan asam lemak tak Hiperkolesterolemia jenuh dengan kadar kolesterol HDL pasien PJK. obesitas dan asupan obat-obat. Moewardi mendapatkan hasil nilai p=0.4. Nilai OR = dan minyak kelapa sawit. penyakit penyerta. minyak kedelai.6%) responden pada kelompok kasus.9%) dibandingkan dengan responden yang RSUP Dr. jenuh secara tidak baik lebih tinggi yaitu 24 Asupan asam lemak tak jenuh pasien PJK di (64. maka dapat disimpulkan responden yang Menurut teori Pepper (2008). Moewardi kolesterol HDL dalam darah. kebiasaan yang dilakukan Krisnawaty (2013) tentang Risiko merokok. sehingga asam oleat lebih menjadi terhambat.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 dengan responden yang tidak mengkonsumsi Penurunan kadar kolesterol HDL dipengaruhi lemak tidak jenuh secara tidak baik.05 artinya lemak jenuh merupakan faktor makan nabati seperti kacang-kacangan. minyak biji kapas. menyebutkan bahwa terdapat LPPM STIKes Perintis Padang 163 . 2. terutama bila digunakan sebagai jaringa ndan menurunkan faktor pembentukan pengganti asam lemak jenuh. minyak kacang Hasil penelitian asupan asam lemak jenuh tanah. hiperkolesterolemia dibandingkan responden apolipoprotein A-1 merupakan komponen utama yang mengkonsumsi lemak jenuh dengan baik. sehingga meskipun Asupan Asam Lemak Jenuh Dan Tak Jenuh asupan asam lemak tak jenuh sudah dalam Dengan Kadar Kolesterol HDL Pada Pasien kategori baik tetap saja terjadi penurunan kadar Penyakit Jantung Koroner di RSUD dr. yang kebanyakan ditemukan dalam hubungan bersifat positif. Dari hasil penelitian pada kelompok kasus Kekuatan hubungan ditunjukan dengan nilai r didapatkan responden dengan konsumsi lemak (correlation coefficient) sebesar-0. minyak zaitun.236. Hasil penelitian ini sama dengan penelitian aktivitas fisik. biji-bijian risiko kejadian hiperkolesterolemia.466. kembali kolesterol yang berlebih ke hati dan Nilai p (<0.M. menyatakan mengkonsumsi lemak jenuh secara tidak baik bahwa asupan asam lemak tak jenuh yang tinggi memiliki risiko 2. mendapatkan hasil nilai p=0. Minyak dengan kadar kolesterol HDL terdapat hubungan zaitun adalah salah satu contoh yang mengandung dengan mekanisme asupan asam lemak jenuh MUFA. Secara umum. Asam lemak tak kolesterol HDL yaitu Apoliprotein A-1. Hal ini membuktikan bahwa hubungan tergolong dalam asam lemak rantai panjang antar variabel sangat kuat (mendekati nilai 1) dan (LCFA). Menurunkan sintesis dari VLDL. daripada asam lemak tak mengakibatkan pembentukan kolesterol HDL jenuh jamak (PUFA). sinvastatin yang termasuk ke dalam obat penurun Hasil penelitian tidak sama dengan hasil kolesterol yang memberikan efek penurunan penelitian Sobary (2014) Tentang Hubungan kadar kolesterol dalam darah. kolesterol HDL dapat mengangkut dr.05) maka Ho ditolak dan dapat akibatnya kolesterol tidak akan menumpuk. dari HDL. dan kanola. Nilai p (>0. lemak tak jenuh tunggal mempengaruhi penurunan kadar kolesterol HDL berpengaruh menguntungkan kadar kolesterol dengan cara mengambat kerja enzim LCAT dari dalam darah. Pada Hiperkolesterolemia pada Pekerja di Kawasan penelitian ini diketahui bahwa faktor yang Industri yang mendapatkan hasil terdapat mempengaruhi kadar kolesterol HDL pada saat hubungan yang bermakna antara konsumsi lemak penelitian berlangsung yaitu konsumsi obat jenis tidak jenuh dengan kejadian Hiperkolesterolemia. disimpulkan bahwa ada hubungan antara asupan Asam Lemak tak jenuh tunggal (Mono asam lemak jenuh dengan kadar kolesterol HDL Unsaturated Fatty Acid/ MUFA) merupakan jenis pasien PJK. stres. Sama dengan hasil penelitian Sobary (2014) menyebabkan produksi LDL berkurang kemudian Tentang Hubungan Asupan Asam Lemak Jenuh asam lemak tidak membentuk trigliserida pada Dan Tak Jenuh Dengan Kadar Kolesterol HDL VLDL selanjutnya VLDL akan dioksidasi sebagai Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner di RSUD sumber energi.4 kali mengalami akan meningkatkan apolipoprotein A-1.001.183. Kekuatan hubungan ditunjukkan asam lemak yang mempunyai 1 (satu) ikatan dengan nilai r (correlation coefficient) sebesar rangkap pada rantai atom karbon. Asupan hasil analisis uji statistik didapatkan nilai p 0.

hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi batang.5%) hiperkolesterolemia. Lebih dari penyusun serat makanan mempunyai gugus separuh responden pada kelompok kasus penukar kation yang mampu mengikat asam konsumsi lemak tidak jenuh 29 (64. fosfolipid.044 < 0. KESIMPULAN menjadi asam empedu. Serat dengan berbagai tipe yang berbeda. Serat tersebut berada di Moewardi yang mendapatkan hasil terdapat dalam dinding sel dan di dalam sel-sel akar. Kepatuhan Diet Pasien Penyakit Jantung Koroner beda dan jumlah yang berlainan terdapat dalam (PJK) Dengan Hipertensi Rawat Jalan di RSUD dr. Lignin dan pektin sebagai responden aktifitas fisiknya sedang. kelompok kasus yaitu 32 (86. Pada lemak. trigliserida berantai kelompok kontrol lebih dari separuh (80%) pendek dan medium. Hal ini tergambar dari hasil wawancara peneliti dengan responden yang Hubungan Konsumsi Serat dengan menyatakan bahwasanya responden dalam Hiperkolesterolemia kesehariannya jarang mengkonsumsi buah – Dari hasil penelitian didapatkan responden buahan serta sayur – sayuran yang banyak dengan konsumsi serat kurang lebih tinggi pada mengandung serat. Leveille juga menyatakan tidak menerapkan pola makan yang baik dengan bahwa serat makanan mampu mengikat asam menghindari sumber makanan penyebab tingginya empedu. Menurut Prasetyawati (2009).05 artinya yang mengkonsumsi serat denan baik.1 kali mengalami kelompok kasus. dengan kejadian hiperkolesterolemia. kolesterol yang berikatan dengan asam asupan asam lemak jenuh dengan kadar kolesterol empedu dan lignin atau pektin tidak dapat diserap plasma. menyebutkan juga tidak lepas dari kebiasaan responden yang bahwa tidak ada hubungan antara asupan asam kurang mengkonsumsi makanan yang lemak jenuh dengan kejadian dislipidemia. Produk akhir pencernaan Lebih dari separuh responden pada kelompok lemak dalam usus adalah monogliserida.4%) tidak empedu dan berfungsi sebagai emulsifier. tetapi akan keluar bersama feses (Sutanto. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan usus. Dari hasil analisis uji statistic Hiperkolesterolemia dibandingkan responden didapatkan nilai p 0. Pasien risiko stroke. asam kasus (60%) aktifitas fisiknya ringan. penyerapannya kembali dari usus. mengandung serat. di samping itu juga meningkatkan konversi kolesterol dari darah 4.5%) pada kelompok Hiperkolesterolemia kasus. 2011).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 hubungan yang signifikan dan konsisten antara demikian. Nilai OR = 2. penelitian Dwiani (2004). Selain itu.4 Industri yang mendapatkan hasil terdapat kali mengalami hiperkolesterolemia dibandingkan hubungan yang bermakna antara konsumsi serat responden dengan pengetahauan gizi baik. bahwa serat makanan yang tentang makanan yang baik untuk penderita diberikan pada laki-laki perempuan dewasa hiperkolesterolemia menjadi salah satu penyebab berusia 70-79 tahun dapat mencegah terjadinya tingginya kejadian hiperkolesterolemia. kolesterol. pengetahauan gizi merupakan faktor risiko Hasil penelitian ini sama dengan penelitian kejadian hiperkolesterolemia. menyatakan bahwa 2010). dengan hipertensi dengan nilai p=0. segala struktur tanaman. biji serta buah (Beck. tidak ada pengaruh antara tingkat konsumsi asam Menurut analisis peneliti.02 Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rendahnya pengetahuan gizi responden Leveille tahun . daun.000 < 0. Dengan LPPM STIKes Perintis Padang 164 . Dari hasil analisis uji statistik didapatkan Dari hasil penelitian didapatkan responden nilai p 0.8%) pada kurang memiliki peluang 2. banyaknya lemak jenuh terhadap kadar lipid darah pasien responden yang mengalami hiperkolesterolemia PJK.4 yang dilakukan Krisnawaty (2013) tentang Risiko maka dapat disimpulkan responden dengan Hiperkolesterolemia pada Pekerja di Kawasan pengetahauan gizi kurang memiliki peluang 2. Penelitian ini sama dengan penelitian yang Serat dalam makanan (dietary fiber) dilakukan oleh Whardany (2016) tentang Hubungan merupakan bahan tanaman yang tidak dapat Pengetahuan Diet Dan Perilaku Membaca Informasi dicerna oleh enzim dalam saluran pencernaan Nilai Gizi Produk Makanan Kemasan Terhadap manusia.5%) dibandingkan dengan responden yang mengkonsumsi serat Hubungan Pengetahuan Gizi dengan dengan baik yaitu 13 (24. lebih tinggi merupakan faktor risiko kejadian pada kelompok kasus yaitu 31 (58.05 artinya konsumsi serat dengan pengetahauan gizi kurang. Dengan demikian dapat mencegah kolesterol darah.1maka dapat dibandingkan dengan responden dengan disimpulkan responden dengan konsumsi serat pengetahauan gizi baik yaitu 14 (37. Nilai OR = 2.

(51. Soraya.Djamil Padang Tahun 2016. Tersedia. Responden dengan aktifitas fisik ringan Michael dkk. Indah.43 kali mengalami Jantung Koroner Pada Kelompok Usia < 45 Hiperkolesterolemia dibandingkan responden tahun. 2013. Tersedia dengan pengetahauan gizi baik.pdf . Hoesin Palembang Tahun 2008. 2013. Faktor Yang Faktor risiko aktivitas fisik terhadap kejadian Berhubungan Dengan Kadar Kolesterol hiperkolesterolemia pada penderita Penyakit Total Pada Anggota Klub Senam Jantung Jantung Koroner di Poli Klinik Jantung RSUP Sehat Uin Jakarta Tahun 2013.9%) Struktur. 89/31091/7/Cover. 2011. Pada. Prevalensi Responden yang mengkonsumsi lemak jenuh Hiperkolesterolemia Pada Pasien Dengan secara tidak baik berisiko 2. Supriyono.pdf Pada kelompok kontrol lebih dari separuh 32 Diakses Pada Tanggal 11 Juni 2015. Jenis. Diakses Pada tanggal 15 Juli 2015 5.blogspot. dan Pola Hidup Sehat.1%) responden pengetahuan gizinya baik. jika dibandingkan responden yang mengkonsumsi Diakses Pada Tanggal 20 Juni 2015. Kaitan Penyakit Kardiovaskular. Pada kelompok kontrol lebih dari separuh Inap Penyakit Dalam RSUP Dr. kali mengalami Kedokteran : Jakarta hiperkolesterolemia dibandingkan responden Mumpuni. http://balitbangnovdasumsel. 2009. Mamat. REFERENSI Bull. jenuh dengan baik dapat menekan atau mencegah Hiperkolesterolemia.com/ kasus konsumsi lemak jenuh 24 (53. Mohammad 25(55. 2008. Public Health Nutrition. 2013. data/download/20140124150739. Definisi. memiliki peluang 2. Prilia. Adry. responden baik.com/2013/05/definis kasus 31 (68.pdf. Pada Haritonang. Hidayatullah.M. Tersedia Sebagian besar responden pada kelompok pada.35 kali mengalami Penyakit Jantung Koroner Di RSUP H.M. 2013. 2006. lemak tidak jenuh secara tidak baik. 2011. kolesterol dan LemakBaik.http://core.medicastore.1%) kurang. Buku memiliki risiko 6. Kolesterol dan Lemak Hiperkolesterolemia dibandingkan responden Jahat. Yekti. hiperkolesterolemia dibandingkan dengan Adam Malik. Tersedia Dr. RSUP Dr.ac. Hartono.ac.05 kali mengalami Soeharto. Diakses 11 Juli 2015 Effendi dkk.44 kali Tersedia Pada www. Gramedia : yang mengkonsumsi serat baik.2006. Kolesterol.9%) pengetahuan gizinya kurang.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 baik. kelompok kontrol lebih dari separuh 40 (88. Eleanor. 2008. 2007. Satatistik Terapan dalam kejadian hiperkolesterolemia pada penderita Ilmu Kesehatan Masyarakat.com.usu. Pada. Pemberian Diet Serat Tinggi Dan Pengaruhnya Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Darah Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Di Ruang Rawat LPPM STIKes Perintis Padang 165 . Stikes Perintis Penyakit Jantung Koroner di Poli Klinik Jantung Sumbar. (71.struktur-dan-fungsi. Syarif. Erlangga : Jakarta Ekawati dkk. Optimasi Kadar Maltodekstrin Pada pembuatan Minuman Instan Serbuk Kayu Manis.html.5%) responden baik. Diakses Pada Tanggal 12 Juli 2015. Terapi Gizi Dan Diet Lebih dari separuh responden pada kelompok Rumah Sakit. Imam. Jakarta Faktor risiko pengetahuan gizi terhadap Saputra..uk/download/pdf/117177 72. ANDI: Yogyakarta Responden yang mengkonsumsi lemak tidak Nita.Djamil Padang Tahun 2016.3%) baik. 2013. i-jenis. Buku Kedokteran : Jakarta kasus konsumsi seratnya 32 (71. Faktor Risiko Yang Responden dengan pengetahauan gizi kurang berpengaruh Terhadap kejadian Penyakit memiliki peluang 2.padahttp://indaharitonangfakultasp Lebih dari separuh responden pada kelompok ertanianunpad. Diakses Pada Tanggal Responden dengan konsumsi serat kurang 5 Juni 2015. Roni. Kolesterol. Cara Jitu Mengatasi yang aktifitas fisiknya sedang atau berat. Diakses Pada kelompok kontrol lebih dari separuh 23 Pada 7 Juli 2015. risiko terjadinya hiperkoles-terolemia 1. Dan Fungsi Karbohidrat. Tersedia Pada responden yang mengkonsumsi lemak jenuh http://repository.id/bitstream/1234567 secara baik.1%) responden tidak baik.

so it can serve capture free radicals that can protect against cardiovascular disease. Kegunaan gambir secara dengan infeksi Nosokomial. 2011). Perawatan pada pasien rawat inap. angka kesakitan (morbidity) dan angka kematian Tanaman gambir (Uncaria gambir Roxb) (mortality) di rumah sakit. meningkat. From the results. gallic acid.7% Sekitar 40% bakteri Staphylococus Penyakit kulit adalah infeksi yang paling aureus yang diisolasi di rumah sakit resisten umum terjadi pada orang-orang dengan segala terhadap beberapa jenis antibiotik turunan β- usia. 2008). pigments and others. prevalensi paling banyak diderita oleh penduduk di negara infeksi MRSA mencapai 70%.06 g / ml. the average diameter of the inhibition of the water decoction of the leaves of gambier against bacteria Methicillin resistant Staphylococcus aureus at concentrations of 0. et al.5% pada tahun penyebab penyakit infeksi adalah bakteri 2006 (Wahid.6 mm. penyakit kesehatan. the greater the diameter of inhibition is formed. This study aims to demonstrate the inhibition of water decoction of the leaves of gambier against Methicillin resistant Staphylococcus aureus. petugas Pada negara-negara berkembang. infeksi nosokomial yaitu Staphylococus aureus 2006). Penyakit Insiden infeksi MRSA terus meningkat di infeksi masih merupakan jenis penyakit yang berbagai belahan dunia. The antioxidant properties of Gambir for their polyphenol compounds such as tannins. Methicillin resistant Staphylococcus aureus is a gram-positive which is a type of bacteria present in the skin. Ciproloxasin as a positive control and sterile distilled water as a negative control. Sebagian besar pengobatan infeksi kulit laktam dan sefalosporin. the concentration of 0..02 g / ml is obtained 5. and 0.04 g / ml didapatka 7 mm. 2007). elagat acid. Hal ini disebabkan kesehatan sejak di temukannya bakteri yang oleh tingkat biaya kesehatan yang cenderung resisten terhadap berbagai jenis antibiotik. a concentration of 0. this study is an experimental research laboratory using a method Difusicakram Kirby-Bauer method to determine the diameter of the inhibition of germs.Untuk terhadap antibiotik vankomisin dan klindamisin pengobatan biasanya diberikan salep oles pada (Aguilar. gambier leaves boiled water. Salah satu indonesia prevalensinya sekitar 23. Penularan MRSA dapat Staphylococcus aureus (Radji. 2003). power resistor.06 gr / ml obtained 8 mm. termasuk Indonesia. catechol. et al 2004). tetapi masih sensitif membutuhkan waktu yang lama.3 mm. catechins and gambiriin.05 g / ml. terjadi melalui alat-alat kesehatan.04 g / ml. 2008). jiwa. orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.08 g / ml. sebesar 21. Penggunaan gambir LPPM STIKes Perintis Padang 166 . Catechin polyphenols (catechins) are useful as natural antioxidants can counteract free radicals. Infeksi dimana saat ini tingkat kesehatan menghadapi nosokomial menjadi ancaman besar terhadap tantangan yang sangat berat. Infeksi nosokomial tradisional adalah sebagai pelengkap makan sirih pertama kali dikenal oleh Semmelweis pada tahun dan sebagai obat-obatan. obtained the higher the concentration of the cooking water. PENDAHULUAN Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari 1847 dan hingga sekarang tetap menjadi masalah badan.08 g / ml is obtained 9. Keywords : Methicillin Resistant Staphylococcus aureus.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 UJI DAYA HAMBAT AIR REBUSAN DAUN GAMBIR (Uncaria gambir Roxb) TERHADAP BAKTERI Methicillin Resistent Staphylococcus aureus Putra Rahmadea Utami putrarahmadeautami123@gmail. dimana penyakit merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi infeksi yang didapat di rumah sakit ini disebut yang sangat tinggi. maupun melalui kontak dengan udara infeksi masih menjadi penyebab utama tingginya (Brien. quercetin. 1. daerah yang terkena (Hariana. the concentration of water decoction of the leaves of gambier used was 0. Di Asia. dan sosial yang memungkinkan setiap yang cukup menyita perhatian (Darmadi. a concentration of 0. 0. Gambir contain high antioxidants. seperti harga obat-obatan dan biaya Diantaranya bakteri yang sering menyebabkan layanan dokter atau rumah sakit (Nurwidodo. From the relationship between the concentration of water decoction of the leaves of gambier with a diameter of inhibitory bacteria. 0. sedangkan di berkembang.com Prodi DIII TLM Stikes Perintis Sumbar Abstract The main content of Gambier are catechin compounds and other compounds such as katekutannat.

gusi Adapun tujuan penelitian untuk mengetahui dan tenggorokan (Heyne.Alat Penghitung Koloni Alat yang digunakan:Lampu spiritus.04gr/mL. rebusan daun terhadap bakteri MRSA (Merthicilin resisten muda dan tunasnya digunakan sebagai obat diare staphylococus aureus. rebusan daun gambir terhadap pertumbuhan Kandungan utama dari gambir adalah senyawa bakteri MRSA (Methicillin resistant katekin dan senyawa lainnya seperti katekutannat. katekin dan gambiriin (Kaylaku. Djamil Padang.02gr/mL. dan sebagai control negative yaitu pertahanan terhadap mikroorganisme. kuersetin. Sedangkan di Singapura Penelitian ini bersifat eksperimental gambir digunakan sebagai bahan baku obat sakit untuk mengetahui kemampuan daya hambat air perut dan sakit gigi (Dhalimi. 2012).masing konsentrasi Berdasarkan latar belakang diatas.06gr/ 0.08gr/ Control Negatif mL mL mL mL Positif 1 Aquades 2 Aquades 3 Aquades Alat dan Bahan Penelitian Lidi kapas steril.02gr/ 0. Pingset.diberi perlakuan dengan kardiovaskuler. oksidasi lipoprotein densitas Air rebusan daun gambir dengan konsentrasi rendah (LDL). diantaranya bahan baku obat (Merticilin resistent stapylococcus aureus). Media yang digunakan adalah agar dan herbivora (Agawa. jam pada suhu 370C. Jarum ose. Inkubator. Bakteri MRSA (Methicillin resistant bebas yang dapat melindungi dari penyakit staphylococcus aureus).06gr/mL. staphylococcus aureus). METODE PENELITIAN perokok di Jepang karena gambir mampu Jenis penelitian menetralisir nikotin. Gambir mengandung zat Penelitian ini dilaksanakan di antioksidan yang tinggi. katekol. Pipet Bahan yang digunakan:Biakan murni Automatic. Oven. Sifat antioksidan dari laboratorium STIKes Perintis Sumbar gambir karena adanya senyawa polifenol seperti kampus 1 Padang. antimikroba air rebusan daun digunakan sebagai bahan baku industri farmasi gambir terutama terhadap bakteri MRSA dan makanan. Di Malaysia kemampuan daya hambat air rebusan daun gambir gambir digunakan untuk luka bakar. asam elagat.04gr/ 0.1 Rancangan Penelitian Dengan 3 Kali Pengulangan pada masing-masing konsentrasi. M. Tempat dan waktu penelitian pigmen dan lain-lain. Pengula Daya Hambat Konsentrasi ngan Control 0. 0. penyakit hati dengan paten “catergen”. MetisilinResisten Staphylococcus aureus LPPM STIKes Perintis Padang 167 . penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap sehingga dapat berfungsi menangkap radikal (RAL). bahan baku permen yang melegakan kerongkongan bagi 2. Cawan Petri. Secara moderen gambir banyak mengenai potensi. 2006). 2001 cit Kresnawati. Variabel melakukan penelitian untuk melihat apakah ada yang diukur adalah diameter zona bening yang pengaruh air rebusan daun gambir terhadap merupakan indikator daya hambat pertumbuhan bakteri Metisilin Resisten Staphylococus aureus bakteri MRSA (Methicillin resistant (MRSA). (Merthicilin resistantStaphylococus aureus). staphylococcus aureus) terhadap air rebusan daun Apakah air rebusan daun gambir dapat gambir yang berasal dari berbagai macam infeksi menghambat pertumbuhan bakteri MRSA pada pasien infeksi nosokomial di RSUP DR. 1987). tanin. asam gallat. reaksi. Hasil penelitian ini di dan disentri serta obat kumur-kumur pada sakit harapkan dapat menambah informasi ilmiah kerongkongan.08gr/mL.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 dalam makan sirih dapat menyehatkan gigi. 0. 2013). Batang Pengaduk. dan penyakit kanker lainnya. dan Gambir juga memiliki peran dalam mekanisme 0. Tabung (Colony Counter). serangga aquades steril. 0. Tabel 2. Autoclave. Masing. Muller Hinton dengan waktu inkubasi selama 24 2009). penulis dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan. Rancangan Penelitian Kandungan polifenol katekin (catechin) yang Sampel penelitian ini adalahAir bermanfaat sebagai antioksidan alami dapat Rebusan Daun Gambir dengan rancangan menangkal radikal bebas (Gani et all.

Persiapkan suspensi Tempatkan cakram yang telah direndam bakteri MRSA (Methicillin resistant dengan larutan air rebusan daun gambir dengan staphylococcus aureus) Kemudian kertas cakram berbagai konsentrasi pada permukaan agar yang steril dengan diameter tertentu dicelupkan atau telah ditanami bakteri dengan memperhatikan ditetesi dengan 15 µL larutan air rebusan daun jarak penyimpanan cakram. aureus).Cara kerja diencerkan dengan penambahan aquades 4mL Pembuatan Air Rebusan Daun Gambir didapatkan konsentrasi 0. Masing. Gambar. 0.9% steril. Diamkan Aquades (H2O).06gr/mL. Diameter zona bening yang terdapat disekitar suspensi bakteri. tetapi tidak lebih dari 15 menit.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 (MRSA).masing konsentrasi mempunyai 3 kali Diinkubasikan pada suhu 370 C selama 24 ulangan. tersisa kurang lebih setengahnya.08gr/mL.02gr/mL. Zona permukaan suspensi inokulum pada sisi tabung bening ini menandakan ada daya hambat air putar swab dengan sedikit ditekan agar tidak rebusan daun gamir terhadap pertumbuhan bakteri berlebih. Metode Difusi Kirby Bauer supaya medium benar-benar kering sebelum Disiapkan media agar Muller Hinton dengan dilakukan uji kepekaan dengan air rebusan daun ketebalan media 4-6 mm dan diberi tanda dengan gambir. Interpretasi hasil Penanaman bakteri pada Muller Hinton agar pengujian dilakukan setelah inkubasi selama 24 dengan cara : celupkan swab steril ke dalam jam.2. Prosedur Penelitian Pipet air rebusan daun gambir 2mL dan Cara Kerja Penentuan Daya Hambat Bakteri diencerkan dengan penambahan aquades MRSA (Methicillin resistant staphylococcus 8mL didapatkan konsentrasi 0. Medium agar Muller-Hinton (MH). Setelah itu dicuci dan diencerkan dengan penambahan aquades 2mL dipotong kecil-kecil kemudian di masukan didapatkan konsentrasi 0. kemudian diusapkan pada seluruh MRSA (Methicillin resistant staphylococcus permukaan medium Muller Hinton agar. angkat swab kemudian di atas kertas cakram diukur menggunakan mistar.04gr/mL 0. Dapat dilakukan gambir setelah dibuat dengan setiap konsentrasi. Air rebusan daun gambir yang sudah diencerkan dengan konsentrasi masing-masing. aureus). 1. Air penambahan aquades sebanyak 1000mL sampai Rebusan Daun GambirLarutan NaCl 0. sebentar sampai dingin lalu disaring dan diambil sarinya. menggunakan pinset steril. Pipet air rebusan daun gambir 8mL dan ditimbang sebanyak 100gr. dibagi menjadi 4 daerah uji. penelitian ini adalah metode Difusi Kirby-Bauer.08gr/mL. jam didalam inkubator. Air rebusan daun gambir dengan konsentrasi 0. Pipet air rebusan daun gambir 6mL dan b. 2. setelah itu kertas cakram direndam selama 5 menit Uji Aktivitas Antibakteri Menggunakan suhu ruang. Pipet air rebusan daun gambir 4mL dan a.02gr/mL. kedalam erlenmeyer. lalu direbus dengan Dan dapat dilihat pada gambar 4. kemudian plate dibiarkan selama 3-5 menit pada LPPM STIKes Perintis Padang 168 . kemudian 3.06gr/mL dan 0.04gr/mL. Dipilih daun gambir muda.Metode diencerkan dengan penambahan aquades 6mL Metode yang digunakan dalam didapatkan konsentrasi 0.

02gr/mL 0. Daya hambat minimal air rebusan daun gambir mulai tampak pada konsentrasi 0.08gr/mL Dari gambar diatas didapatkan bahwa air rebusan daun gambir (Uncaria gambier Roxb) dalam berbagai konsentrasi dapat menghasilkan daerah bebas kuman pada pertumbuhan Methicillin resistent Staphylococcus aureus. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji antibakteri ini dilakukan menggunakan Dari penelitian yang sudah dilakukan metode difusi agar Kirby-bauer yang memiliki didapatkan bahwa air rebusan daun gambir prinsip berdasarkan pengamatan luas daerah (Uncaria gambier Roxb) dalam berbagai hambatan pertumbuhan bakteri. Penelitian ini konsentrasi dapat menghasilkan daerah bebas menggunakan beberapa konsentrasi Air rebusan kuman pada pertumbuhan Methicillin resistent daun gambir yaitu. 1987). Pembahasan Kegunaan gambir secara tradisional adalah Di Malaysia gambir digunakan untuk luka sebagai pelengkap makan sirih dan sebagai obat.08gr/ml dengan rata-rata 8. Secara moderen gambir banyak digunakan LPPM STIKes Perintis Padang 169 . rebusan daun muda dan tunasnya obatan.04gr/mL 0.02gr/mL 0.02gr/ml dengan rata-rata 4.1 Hasil masing-masing konsentrasi. bakar.58 Dari tabel diatas dapat dilihat perbedaan zona hambat pertumbuhan Methicillin resistant Staphylococcus aureus terhadap konsentrasi air rebusan daun gambir adalah mulai dari konsentrasi 0. kemudian control Positif dimiliki berbagai konsentrasi rebusan daun yaitu Ciproloxasin. gusi dan tenggorokan obat kumur-kumur pada sakit kerongkongan. terhadap daerah bebas kuman yang timbul.6mm dan daya hambat maksimal ekstrak kulit manggis mulai nampak pada konsentrasi 0.02gr/ml sampai dengan 0.04gr/ml.3.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 3.06gr/mL 0. Pengulangan Daya Hambat Konsentrasi kontrol 0. (Heyne. dan daya hambat yang dimiliki berbagai konsentrasi rebusan daun gambir (Uncaria gambier Roxb) berpengaruh terhadap daerah bebas kuman yang timbul.58 0 0 0.6 7 8 9. dan daya hambat yang 0.08gr/ml. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin besar konsentrasi air rebusan daun gambir maka semakin besar daya hambat yang diperoleh. Tabel 3. Masing-masing konsentrasi gambir (Uncaria gambier Roxb) berpengaruh dilakukan 3kali pengulangan.02gr/ml. 0.08gr/mL Negatif 1 0 6 7 8 10 2 0 6 7 8 9 3 0 5 7 8 9 Rata-rata 0 5. Gambar 4.3 SD 0 0. 0.06gr/ml dan 0. Penggunaan gambir dalam makan sirih digunakan sebagai obat diare dan disentri serta dapat menyehatkan gigi.08gr/ml.3mm. Staphylococcus aureus.04gr/mL 0.1 Daya hambat Air Rebusan Daun Gambir (Uncaria gambier Roxb) terhadap MRSA dengan konsentrasi 0.06gr/mL dan 0.

sakit perut dan infeksi besar. dan penyakit kanker lainnya. yang tinggi. Hasil maka semakin sedikit pula senyawa aktif yang uji bakteri didapatkan bahwa ekstrak gambir terkandung didalamnya sehingga daya hambatnya memiliki aktifitas anti bakteri dalam berbagai terhadap pertumbuhan kuman semakin kecil.04gr/ml. 1. Pertumbuhan kuman dapat diameter zona bening 7mm. Gambir mengandung zat antioksidan jamur dan serangga (Adria. Adanya daya hambat terhadap pertumbuhan sehingga dapat berfungsi menangkap radikal kuman menunjukkan bahwa adanya senyawa aktif bebas yang dapat melindungi dari penyakit antibakteri dalam air rebusan daun gambir ( kardiovaskuler. serangga daerah bebas kuman yang diperoleh. konsentrasi 0.02gr/ml merupakan daya hambat yang di dapatkan sehingga pada konsentrasi yang memiliki nilai daya hambat yang dasarnya daun gambir bisa digunakan untuk paling kecil diantara konsentrasi yang lain. pertumbuhan bakteri MRSA. katekin Roxb) digunakan untuk mengobati penyakit dan gambirin (Kaylaku. 0. Sifat antioksidan dari gambir karena Air rebusan daun gambir ( Uncaria gambier adanya senyawa polifenol seperti tanin.pengulangan I Sedangkan di Singapura gambir digunakan didapatkan hasil tertinggi 9mm pada konsentrasi sebagai bahan baku obat sakit perut dan sakit gigi 8gr/ml.08gr/ml didapatkan dengan rata-rata diameter zona bening 8. Secara tradisional daun gambir yang terkandung didalamnya sehingga daya sering juga digunakan sebagai obat untuk luka.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 sebagai bahan baku industri farmasi dan makanan.06gr/ml dengan rata-rata (Ciproloxasin). 2013). Hal ini dapat terhadap pertumbuhan bakteri MRSA maka dapat dilihat dari terbentuknya daerah bening bebas disimpulkan: pertumbuhan kuman disekitar cakram.02gr/ml dengan rata- Uncaria gambier Roxb) terhadap bakteri MRSA rata diameter zona bening 4. dilihat menghambat bakteri Metisilin resisten dari hasil pengamatan yang telah dilakukan. 2012). infeksi kulit seperti luka yang disebabkan oleh bakteri. Dilaporkan juga bahwa disamping mengandung katekutannat. 2012). oksidasi lipoprotein densitas Uncaria gambier Roxb) dapat menghambat rendah (LDL). 1998). kuersetin. disebabkan oleh kandungan ditumbuhi oleh bakteri (Kresnawaty. konsentrasi terhadap bakteri Escherichia coli dan Terhambatnya pertumbuhan kuman terlihat Staphylococcus aureus. bahan aktif anti mikroba gambir juga bersifat anti katekol. yang dimiliki daun gambir yaitu senyawa katekin. karena gambir mampu menetralisir nikotin.3mm. Semakin tinggi konsentrasi yang dibandingkan dengan konsentrasi yang lebih digunakan. Hasil penelitian yang telah dilakukan 4. Sebaliknya dengan penuruan konsentrasi karena bakteri dan jamur (Kaylaku. Daya hambat air rebusan daun gambir Uji daya hambat air rebusan daun gambir ( terjadi pada konsentrasi 0.08gr/ml dihambat pada konsentrasi 0. 0. bahan baku permen yang masing-masing konsentrasi yang dilakukan melegakan kerongkongan bagi perokok di Jepang selama empat hari dan tiga kali pengulangan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diantaranya bahan baku obat penyakit hati dengan terhadap pengukuran diameter daerah bening pada paten “catergen”. Konsentrasi 0. konsentrasi 0. 2001 cit Kresnawati. pengulangan II didapatkan hasil tertinggi (Dhalimi. pada daerah bebas kuman yang lebih besar 2. asam gallat. 0. 8mm pada konsentras 8gr/ml.04gr/ml dengan rata-rata diameter zona bening 0. daya hambat terhadap pertumbuhan kuman 2009).02gr/ml. pengulangan III Kandungan polifenol katekin (catechin) yang didapatkan hasil tertinggi 8mm pada konsentrasi bermanfaat sebagai antioksidan alami dapat 8gr/ml. sakit kepala. maka semakin besar pula diameter rendah. konsentrasi dibuat dalam konsentrasi 0. menangkal radikal bebas (Gani dkk.08gr/ml dan kontrol positif 6mm. memperlihatkan hasil yang berbeda. makin besar Gambir juga memiliki peran dalam mekanisme konsentrasi yang diberikan makin besar pula pertahanan terhadap mikroorganisme. KESIMPULAN menunjukkan bahwa air rebusan daun gambir ( Setelah dilakukan penelitian uji daya hambat Uncaria gambier Roxb) memiliki daya hambat air rebusan daun gambir (Uncaria gambier Roxb) terhadap pertumbuan kuman MRSA. 2009). Besarnya dan herbivora (Agawa. dibuktikan dengan jelas dengan semakin besarnya daerah bebas terbentuknya daerah zona bening yang tidak kuman pada medium. Stapylococus aureus dikarnakan kandungan sifat LPPM STIKes Perintis Padang 170 .6mm.06gr/ml.asam elegat. hambat terhadap pertumbuhan kuman semakin demam. tergantung pada jumlah senyawa yang terkandung Bachtiar (1991) mengatakan kandungan paa tiap-tiap konsentrasi yang berbeda. 2006). Semakin kimia gambir yang banyak dimanfaatkan adalah tinggi konsentrasi maka besar pula senyawa aktif katekin dan tannin.

Sufase protein Pls of merthicilin- Adria. F. T. Jurnal Penelitian Tanaman and evolutionary aspects. 2011. 61-63. Brooks. A. S.Robinson and A Monk. R. T. Kapan 2003. Bronto Adi A. F. Pengaruh Agroindostri Gambir Di kaupaten limah puluh koto. 22:593-8.. E. 2 68. Clindamycintreatment of invasive infections caused by communityacquired.. Balai besar pengajian dan pengemangan teknologi pertanian. methicilin- resistant and methicilin- susceptibleStaphylococus aureus children. W. W. Dhalimi. C. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1998. Brien. Jakarta. Infeksi Nosokomial : Prolematika Dan Pengendalian Jakarta : Penerbit Salemba Medika. Darmadi. Mulany. Depok: Penebar Swadaya :114 Jawezt. Jurnal Standarisasi. JclinMicrobiol. Jakarta: buku kedokteran EGC. P. D. Volume V Nomor 1 hal 46-59. Europa Jurnal Biochem ryist. Mikrobiologi LPPM STIKes Perintis Padang 171 .1996. N. N. Hariana. E.f. Agawa 2001. Edwart and Environmental Sciences Faculty of S. K. Diterjemahkan (Uncaria gambier Roxb) oleh E. Departemen Kesehatan Republik Indonesia 1989.Edisi 20. Amine Oksidase Lie aktivity of fpavonoid. Pusat Pengkajian Teknologi Agrondustri Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. 2004. Arief 2007. 1953-1963. Biosciences. 2006. Hal. G. Mand Suyama. G. Pediatr infect Dis J. Vol.Orston.(Disetation) Industri. Amos.. Pengaruh Ekstrak Gambir Terhadap resistent Staphylococus aureus in Hama Terong KB Epilachma varivestis adhesion. 3185- 3190. H. Diversity among community isolates ofmethicilin- resistsnt Staphylococus aureus in Australia. L. A Hammerman. M.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 antioksidan yang tinggi pada daun gambir kedokteran. 2001. P. Chong. Kandungan Katekin Gambir Sentia Produksi Di Indonesia . 211-215.L. 2008. A. Butel and L. jurnal perpektif. A. G. 4 Bogor Helinski: Departemen of Biological and Aguilar. Coombs. Enright. IV . 2004. 5. Permasalahan Gambir (Uncaria Gambir L. Lim. 2010. Tumuhan oat dan khasiatnya seri 3. Mulsant. G. Nugroho & R. Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.. invasion and pathogenesis. Sumatera Barat.) di Sumatera Barat dan Alternatif pemecahannya. Materia Medika Indonesia Jilid V. J. Adelberg. Melnick. F. DAFTAR PUSTAKA Juuti. J.

2007).09%. dengue pertama kali terjadi di Surabaya pada 2008). Profil angkak. Suci Fitrawati . B1 (tiamin). Rata-rata perdarahan mukosa mulut. yang disebabkan Arbovirus (arthropodbor Kalsium. dan gejala Penyakit DBD. glukosa dan vitamin sebesar 6-27 /100. 2006. serat.000 penduduk (Widoyono.com Abstract The treatment of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) / Dengue shock syndrome (DSS) is mainly supportive or symptomatic because there is no specific therapy to increase the platelet count. Lab. di sumsum tulang atau karena kerusakan LPPM STIKes Perintis Padang 172 . Sahutu. DBD menyebabkan mengenai metabolism sari kurma pada pasien Trombositopeni pada hari ke-3 sampai ke-7 dan dewasa dengan demam berdarah dengue ditemukan penurunan trombosit hingga membuktikan bahwa persentase peningkatan 100. Buah jambu biji merah.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 ANALISA KHASIAT SARI KURMA TERHADAP JUMLAH TROMBOSIT PADA PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) Miftahul Mushlih*. fiber. Hal ini disebabkan persentase peningkatan trombosit per hari kontrol karena trombosit tidak ataukurang diproduksi yaitu sebesar 8. Key Words: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). glucose. Biotin. Kadar protein pada buah kurma Aedes aegypti dan Aedes albopictus. daun ubi jalar. lebam/ruam dan perbaikan pembuluh darah seperti pada gejala (Hadinegoro. PENDAHULUAN Di Indonesia kasus demamberdarah trimbosit pada sirkulasi darah (Tarwoto dkk. Rata-rata insidensi penyakit DBD dengan protein. Samples are obtained by purposive sampling. Medik STIKes Perintis Padang Alumni Program Studi D IV Analis Kesehatan/ Tek. mimisan. perdarahan gusi dan penyembuhan luka. muntah darah. Data tersebut didapat dari data rawat inap Buah kurma (Phoenix dactylifera) kaya rumah sakit. Tanda dan sekitar 1. (riboflavin). Menurut Linder (2006) terdapat gelisah. 2010). berak darah. Penyakit demam berdarah dengue memanfaatkan bahan-bahan yang ada di alam pertama kali ditemukan di 200 kota di 27 untuk mengatasi penyakit dengan defisiensi provinsi dan telah terjadi kejadian luar biasa trombosit. C (asam askorbat). Palm juice contains protein. DBD merupakan suatu infeksi akut asam folat dan terdapat zat mineral seperti Besi. demam mendadak 2 sampai kadar serat 2-4% (Chao & Krueger. B2 2011). kesadaran Penelitian yang dilakukan oleh Kusuma (2009) menurun atau shock. buah (KLB) akibat demam berdarah dengue. Sodium dan potassium (Habib & virus) dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Ibrahim.mushlih@gmail. kadar glukosa sekitar 72-88%.000/mm3 dan hemokonsentrasi jumlah trombosit per hari pada pasien DBD meningkatnya hematrokit sebanyak 20% atau dengan pemberian kurma lebih tinggi bila lebih (Widoyono. Lillah* *Program Studi D IV Analis Kesehatan/ Tek. The results show Palm juice have significantly influenced the increase of the platelets number in patients with DHF in which the p-value <0. 2011). Analysis using one-way ANOVA test and T-test. Lab.90%. seperti vitamin A (β-karoten). lemah/lesu.8-2%. This study aimed to determine the effect of palm juice to increase the number of platelets in DHF patients. dibandingkan dengan kontrol. Rata-rata Pada pasien trombositopenia terdapat persentase peningkatan trombosit per hari dengan perdarahan baik kulit seperti patekia atau pemberian kurma yaitu sebesar 23. Banyak penelitian telah dilakukandengan tahun1968. Keadaan kritis terjadi sariawan. Giving doses palm juice 3 times a day. 2001). 2011). usia 5-14 tahun yang terserang sebanyak 37%. Niasin. Platelet count . air kelapa muda dan kesehatan provinsi Jawa Tengah tahun 1999 kurma secara empirik dapat digunakan pada melaporkan bahwa kelompok tertinggi adalah kasus defisiensi trombosit (Bermawie.05. Medik STIKes Perintis Padang Correspondent Author: mif. Palm juice 1.. nyeri ulu hati disertai tanda perdarahan hubungan yang jelas antara kebutuhan askorbat dikulit berupa bintik perdarahan. 7 hari tanpa penyebab yang jelas. vitamins and minerals that are important to metabolism.

(Gambar 1). trombosit sebelum yang diberikan sari kurma Mei 2016 di Laboratorium RSUD Petala Bumi jumlah trombosit 36500±10490 dan hasil Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian trombosit responden sebelum yang tidak diberikan eksperimental invitro dengan rancangan pre-test sari kurma jumlah trombositnya adalah and post-test with control group design melalui 41500±13124. dengan nilai p-value < 0. HASIL DAN PEMBAHASAN rata-rata jumlah trombosit 174150±32593 dan Penelitian ini dilakukan pada beberada responden yang tidak diberikan sari kurma responden rentang umur 7-27 tahun sebanyak 37 jumlah trombositnya rata-rata 80200±12344. terbanyak dari segi umur yaitu responden yang 2007).191 menunjukkan tidak terdapat hari ke-3 pada kelompok perlakuan dan hubungan yang signifikan antara responden kelompok control setelah pemberian sari kurma.05).Responden yang masuk dengan hari demam ke 4 merupakan responden dengan jumlah terbanyak 47. yang diberikan sari kurma dengan yang tidak Menilai seberapa besar kenaikan angka trombosit diberikan sari kurma (p-value> 0.5%).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 2. Huruf (ab) Yang Berbeda Menunjukkan Perbedaan Nyata Pada Responden Yang Diberikan Sari Kurma Dengan Yang Tidak Diberikan Sari Kurma. konfirmasi konsumsi makanan selain yang signifikan antara responden yang diberikan sari kurma dilakukan untuk meminimalisir eror sari kurma dengan yang tidak diberikan sari kurma hasil penelitian. dan hari ketiga responden yang diberikan sari kurma 3. Karakteristik Responden Gambar 1 Perbandingan Kenaikan Jumlah Trombosit Antara Perlakuan Diberikan Sari Kurma Dan Tidak Diberi Sari Kurma.5%). dan hari kedua responden yang Pengambilan sampel dengan cara diberikan sari kurma rata-rata jumlah trombosit Purposivesamplingyang berjumlah 40 orang yang 97200±24386 dan responden yang tidak diberikan terdiri dari 20 orang kelompok perlakuan dan 20 sari kurma jumlah trombositnya rata-rata orang kelompok kontrol.5% (Tabel 1).Responden perbaikan pembuluh darah (Chao & Krueger. respondent masih rata 52800±15171. Padapenelitian ditemukan signifikan antara responden yang diberikan sari responden terbanyak adalah responden dengan kurma dengan yang tidak diberikan sari kurma. berumur 7 –27 tahun (92. setelah pemberian sari kurma pada hari ke-3 Hari pertama responden yang diberikan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sari kurma trombositnya meningkat menjadi (yang tidak diberikan sari kurma) pada pasien 61000±19550 dan responden yang tidak DBD di RSUD Petala Bumi Pekanbaru diberikan sari kurma jumlah trombositnya rata- (Notoatmodjo. Hal ini Jenis kelamin laki-laki merupakan responden diduga karena sari kurma mengandung asam dengan jumlah terbanyak (62. yang mana hasil uji T-test p- pemeriksaan kadar trombosit darah Pre dan Post value 0.5%.05). (p- orang (92. yang mana hasil uji T-test p- mendapatkan pengobatan yang dianjurkan oleh value 0.000) menunjukkan adanya hubungan yang 3orang (7. METODE PENELITIAN Hasil penelitian menunjukkan rata-rata Penelitian dilakukan pada bulan April . 20012).5%) sedangkan askorbat yang fungsi dala/m membantu jenis kelamin perempuan (37. Ket.147 menunjukkan tidak terdapat hubungan rumah sakit. Huruf (AB) Yang Berbeda Menunjukkan Perbedaan Jumlah Trombosit Berdasarkan Waktu LPPM STIKes Perintis Padang 173 .5%). Analisis dilakukan 66450±12504 (p-value=0.5%) dan umur 51-57 tahun sebanyak value 0.05.0 dengan responden yang diberikan sari kurma dengan yang Significant level 95% tidak diberikan sari kurma (p-value<0.000) menunjukkan menggunakan uji T-test dan uji one way adanya hubungan yang signifikan antara Anovawindows dengan SPSS versi 16. (p-value> 0. Tabel 1. jenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 62.05).

galaktosa mengenai metabolism sari kurma pada pasien dan glukosa karena merupakan bahan dewasa dengan demam berdarah dengue pembentukan granula trombosit pada membuktikan bahwa persentasepeningkatan megakariosit di sumsum tulang (Onuh. keadaan umum pasien serta tanda-tanda vital. Menurut Marzuki dkk (2012) yang Kandungan sari kurma yang dapat menggunakan hewan coba mengalami secara langsung meningkatkan jumlah trombosit peningkatkan jumlah trombosit pada tikus. 2012). Selain itu. secara drastis dapat dicegah dengan kobalamin.00. yaitu sejumlah polisakarida penting seperti Penelitian yang dilakukan oleh Kusuma (2009) rhamnosa. arabinosa. hal metimalonil-KoA mutase. 10-metil-H4 pemberian sari kurma secara teratur sesuai folat yang merupakan kofaktor timidilat sintase instruksi dan mengobservasi dengan ketat dan akhirnya untuk sintesis DNA (Onuh. tetapi penurunan trombosit homosistein.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 essensial bagi pembentukan hemoglobin.Kandungan sarikurma yang secara tidak dengan pemberian kurma lebih tinggi bila langsung juga dapat meningkatkan jumlah dibandingkan dengan kontrol. manosa.00-12. Perbandingan Kenaikan Trombosit bila terjadi defisiensi kedua vitamin ini maka Antara Perlakuan Diberikan Sari Kurma Dan sumsum tulang akan membentuk megakariosit Tidak Diberi Sari Kurma Sebelum Dan yang besar dan hiperlobulus. xilosa. Besi Pemberian sari kurma memberikan pengaruh yang segera dibutuhkan untuk produksi sel darah yang signifikan terhadap perubahan jumlah merah diserap ke dalam darah untuk disalurkan ke trombosit pada hari kedua dan ketiga dimana sumsum tulang dan akan digunakan untuk jumlah trombosit mengalami peningkatan yang membentuk hemoglobin bagi sel darah merah cepat dibandingkan dengan yang tidak diberikan baru yang akan mengikat oksigen untuk sari kurma (Gambar 2). trombosit (Linder. Hal ini sejalan dengan kebutuhan metabolisme sel terutama ke hati hasil penelitian oleh Hartoyo (2008) dan sehingga hati dapat melaksanakan fungsinya Ahmed dkk. Reaksi metionin ini disebabkan karena pada infeksi denguejumlah sintetase melibatkan asam folat. 2012). Sesudah Hari Ketiga Vitamin B12diperlukan untuk mengubah folat menjadi bentuk aktif dan dalam fungsi Responden terbanyak yang masuk rumah normal semua fungsi sel seperti sumsum tulang. H4 folat yang dibutuhkan dalam penatalaksanaan pemberian cairan serta pembentukan poliglutamil folat 5.00-17. vitamin B12 dan asam folat yang terkandung dalam sari kurma juga berfungsi dalam perbaikan fungsi sumsum tulang yang akan mempengaruhi proses megakariopoiesis dimana Gambar 2. jumlah trombosit perhari pada pasien DBD 2012). 2006).00 dan 15. Produk akhir adalah metionin. (2008) yang menjelaskan bahwa dengan baik termasuk menghasilkan hormon hal ini berkaitan dengan kebiasaan nyamuk Trombopoietin(hormon glikoprotein yang Aedes aegepty yang aktif menggigit pada siang dihasilkan oleh hepatosit). sakit padapenelitian ini berdasarkan hari Vitamin ini merupakan kofaktor dua jenis enzim demamnya yaitu responden yang masuk pada hari pada manusia yaitu metionin sintetase dan demam ke 4 sebanyak 19 responden (47. Fungsi hormon ini hari dengan dua puncak aktivitas yaitu pada untuk meningkatkan jumlah megakariosit di pukul 08.5%). Vitamin C yang terkandung dalam sari kurma juga dapat meningkatkan penyerapan besi terutama dengan mereduksi besi feri menjadi fero (besi fero lebih mudah diserap usus daripada besi feri sehingga dapat digunakan secara langsung untuk membentuk hemoglobin dalam proses pembentukan sel darah merah). pada jam sumsum tulang dan merangsang masing-masing tersebut anak kebanyakan bermain diluar rumah megakariosit untuk menghasilkan lebih banyak terutama laki-laki. Sari kurma trombosit yaitu zat mineral seperti zat besi yang diberikan kepada 14 pasien berjenis kelamin pria LPPM STIKes Perintis Padang 174 . Gugus metil 5- trombosit terus menurun hingga mengalami metiltetrahidrofolat dipindahkan ke kobalamin trombositopenia mulai hari ke 4 demam dan untuk membentuk metilkobalamin yang mencapai titik terendah pada hari ke 6 demam kemudian memberikan gugus metil ke (Sutirta-yasa.

1 Bermawie N. 2008. J Pak Med Assoc. Khan & Tariq M. Vol. 6. Jakarta.28. Soegijanto S. 62 (5): 544-551 Hadinegoro S. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Rata-rata Linder M. Spektrum klinis demam berdarah dengue pada anak. Kusuma MAN. p. Nutritional quality of 18 date fruitvarieties. 2011. Dep. 2007. Rizal.International Journal of Food Sciences and Nutrition. Wuryadi S & Seroso T. 2006.90%.09%. Terjemahan oleh Aminuddin pemberian kurma yaitu sebesar 23. data rekam medis sebanyak 9 orang. Muntaz. 4. 2001. No. Metabolisme sari kurma pada pasien demam berdarah dengue: studi hematologis. dapat disimpulkan bahwa sari kurma mempunyai pengaruh signifikan terhadap peningkatan jumlah trombosit pada penderita DBD. Hortscience.):overview of biology. 2006. Persamaan antara penelitian yang dilakukan oleh Kusuma (2009) dengan penelitian ini adalah tetap dilakukannya intervensi pemberian cairan infus dan obat-obatan terhadap responden sehingga responden pada kedua penelitian ini bersifat homogen dan hasil penelitian keduanya tetap menunjukkan hasil yang sama yaitu terjadi peningkatan jumlah trombosit setelah intervensi pemberian sari kurma. 6-8. Bogor: Program Studi Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu LPPM STIKes Perintis Padang 175 . persentase peningkatan trombosit per harikontrol yaitu sebesar 8. Vol. REFERENSI Ahmed. Biokimia nutrisi dan persentase peningkatantrombosit perhari dengan metabolisme. uses and cultivation. UI: Jakarta. Tatalaksana Demam Berdarah Dengue di Indonesia.Kes RI. Dengue fever outbreak in karachi 2006-a study of profile and outcome of children under 15 years of age. No. Disertasi diterbitkan. 10. Hartoyo E. The datepalm (Phoenix dactylifera L. 5.58. SariPediatri. Rata-rata Parakkasi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian. No. 2008. 3.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 dengan umur 15-35 tahun dengan dosis 30 mL Pengetahuan Alam Institut Pertanian perhari dengan kontrol pembanding digunakan Bogor. Mengatasidemam berdarah dengan tanaman obat. Chao CT & Krueger RR. vol 42 (5) Habib HM & Ibrahim WH. Vol. 2009.

Citra tubuh remaja yang berubah yang dimunculkan sebagai perilaku telah cepat tersebut sering membuat mereka merasa dipertahankan dalam waktu yang lama dan terus tidak nyaman pada tubuh mereka sendiri. atau kesulitan untuk mencoba sesuatu. Menurut World Health Organization Akemat. and 51. tidak berarti dan rendah diri yang ke masa dewasa yang meliputi perubahan berkepanjangan akibat evaluasi negatif terhadap biologis. The results of the univariate analysis are known in 78.200). mengalami diri dan harga diri. menarik diri.1% did not experience low self- esteem. Among the four students who are obese are 3 people feel insecure and feel inferior to her appearance.3% of respondents were not obese. mudah mandiri (Notaotmodjo. bergantung Tindakan remaja yang menarik diri tersebut pada orang lain. terhadap diri sendiri. tidak asertif. 2014). especially teachers BK. Expected at the school. Adolescents who are obese have lower self-esteem.com 3 Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Perintis Padang Email : yendrizaljafri@ymail. athletic competence and declining cognitive abilities as well as the disruption of the award on the body. 2009). merasa gagal mencapai perubahan jiwa dari jiwa kanak-kanak menjadi keinginan. perubahan psikologis.com 2 Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Perintis Padang Email : hermawan2016@yahoo. pasif atau hipoaktif. destruktif yang diarahkan pada ekonomi dari ketergantungan menjadi relatif orang lain. in order to attention and counseling to students/i that obesity. The results of the bivariate analysis there is a relationship of obesity with low self esteem (p = 0. termasuk hilangnya percaya angsur mencapai kematangan seksual. merupakan salah satu gejala dan tanda dari harga bimbang dan ragu-ragu serta menolak umpan LPPM STIKes Perintis Padang 176 . mengekspresikan sikap malu atau dapat berespon terhadap kejadian semacam itu minder. especially. tidak ada. mengkritik diri sendiri. totaling 1. Yendrizal Jafri 3 1 Program Studi Diploma III Keperawatan STIKes Perintis Padang Email : lisafradisa99@yahoo.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 HUBUNGAN OBESITAS DENGAN HARGA DIRI RENDAH PADA SISWA/I SMA N 5 BUKITTINGGI TAHUN 2016 Lisa Fradisa1 . dari teman sebayanya dianggap sebagai suatu Menurut NANDA (2005) tanda dan gejala tragedi besar. Descriptive analytic method with cross sectional design. tersinggung dan menarik diri secara sosial Perubahan apapun yang membedakan remaja (Rikayanti. The population is all students / i in Senio High School 5 Bukittinggi. Gangguan harga diri rendah di (WHO) remaja merupakan individu yang sedang gambarkan sebagai perasaan yang negatif mengalami masa peralihan yang secara berangsur.168 people. rasa bersalah. Harga diri rendah adalah perasaan perubahan atau peralihan dari masa kanak-kanak tidak berharga. low self- perception will physical appearance. kontak mata kurang atau dengan mengajukan peratanyaan. and vice versa.com Abstract Self-esteem is closely associated with weight adolescents. sampling porposive Processing and analysis of data is computerized. penurunan dewasa dan mengalami perubahan keadaan produktivitas. easier to accept the environment so that teens are becoming more confident and can improve self-esteem. PENDAHULUAN Masa remaja merupakan merupakan masa diri rendah. Obesity 1. The aim of research for obesity know relationship with low self esteem. perasaan tidak mampu. Mereka menerus. Keywords : Low Self-Esteem. Teenagers who have a healthy weight. Samples numbered 92 people. 2011). 2010). dan perubahan diri sendiri dan kemampuan diri (Keliat dan sosial. selalu mengatakan ketidak mampuan menolak orang lain (Wong. Hermawan 2 .017 and OR 4. An initial survey of the 10 students known that four people (40%) were obese. who were taken by systematic.

diketahui bahwa terdapat penderita obesitas sebanyak 83 orang (3. Berdasarkan data Centres for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika. Menurunnya harga diri pada remaja yang obesitas terutama bila mereka merasa bahwa mereka yang bertanggung jawab akan kelebihan berat badan pada dirinya.675 kunjungan pada penduduk usia > 15 tahun yang terdiri dari 29 orang laki-laki dan 54 orang perempuan (DKK Bukittinggi. kompetensi atletik dan mengetahui tentang hubungan obesitas dengan menurunnya kemampuan kognisi serta harga diri rendah pada siswa/i SMA N 5 terganggunya penghargaan pada tubuh (French Bukittinggi tahun 2016. untuk melakukan penjaringan kesehatan Kelvie (2004) ditemukan hubungan yang (pengukuran BB dan TB. diketahui bahwasanya LPPM STIKes Perintis Padang 177 . berdasarkan hasil pemeriksaan obesitas pada pengunjung Puskesmas se Kota Bukittinggi tahun 2014.2%) dari 312. digunakan pedoman Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI). terutama rendahnya persepsi diri umum. Survei awal yang dilakukan citra tubuhnya mempunyai harga diri yang rendah terhadap 10 orang siswa yang telah diukur berat dan mengalami eating disorder atau gangguan badan dan tinggi badannya diketahui bahwa 4 makan. dkk. sedangkan bagi remaja yang menyalahkan faktor eksternal yang menyebabkan mereka kelebihan berat badan cenderung memiliki harga diri yang lebih positif (Sutjijoso.6%. Remaja yang obesitas memiliki harga diri yang sehingga mereka merasa malu tampil di depan lebih rendah. 2015).5% remaja perempuan dan laki-laki mengalami obesitas (www. remaja dan orang dewasa UKS. 2009). Di kota Bukittinggi. Untuk mengukur seseorang menderita obesitas atau tidak.depkes. 2000). Prevalensi obesitas pada remaja usia 16–18 tahun di Indonesia menurut Riskesdas 2013 adalah sebanyak 1. badan lebih mempunyai harga diri yang rendah Saat dilakukan wawancara pada 4 orang siswa/i.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 balik positif dan membesarkan umpan balik petugas kesehatan dari Puskesmas datang setiap 1 negatif mengenai dirinya. Dan prevalensi obesitas pada remaja usia 16–18 tahun di Provinsi Sumatera Barat juga sebanyak 1.cdc.go. peneliti tertarik untuk akan penampilan fisik. SMA N 5 Bukittinggi berada ± 3 km dari pusat kota.id). Pemeriksaan ini hanya dilakukan pada khususnya remaja putri yang tidak puas terhadap siswa/i kelas X saja. dibandingkan dengan remaja yang mempunyai diketahui bahwa 3 orang merasa tidak percaya diri berat badan normal (Kawuwung. dan merasa minder dengan penampilannya. pemeriksaan kesehatan gigi) dan pembinaan tubuh pada anak-anak. dengan rumus berat badan (kg) dibagi tinggi badan (m2). Sarafino (2002) remaja dengan berat orang (40%) diantaranya mengalami obesitas. Petugas kesehatan datang Pada penelitian yang dilakukan Frost dan Mc. 2015). Jumlah angka penderita kelebihan berat badan dan obesitas pada remaja di dunia terus meningkat.gov).69% (www. kali dalam 6 bulan. pemeriksaan kesehatan signifikan antara harga diri dan kepuasan citra mata. Oleh sebab itu. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah dan pembina UKS. angka obesitas pada remaja terus meningkat dari 5% di tahun 1980 hingga 21% di tahun 2012 dengan 20.

konsep. Penelitian dilakukan memproses data (processing).  Prosedur Pengumpulan Data Sampel dalam melakukan penelitian ini berjumlah 92 orang yang diambil dengan teknik non probability. yaitu pengambilan sampel yang didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang ditentukan oleh peneliti sendiri. dan pembersihan terhadap variabel yang diduga berhubungan. (Notoatmodjo. Data yang terkumpul dinamika hubungan antara faktor-faktor risiko diolah dengan langkah-langkah seperti dengan efek. Tahap ketiga adalah pengumpulan data dengan membagikan kuesioner kepada seluruh sampel. yaitu data (cleaning). METODE PENELITIAN  Desain Penelitian  Pengolahan Data Penelitian ini menggunakan metode deskriptif Setelah data terkumpul diklasifikasikan dalam analitik dengan desain cross sectional yaitu suatu beberapa kelompok menurut sub variable yang penelitian yang bertujuan untuk mempelajari ada dalam pertanyaan. sebagian dari anggota populasi menjadi sampel penelitian. LPPM STIKes Perintis Padang 178 . Tahap selanjutnya setelah setuju menjadi responden dan menandatangani surat persetujuan.dan lama pengisian kuesioner kurang lebih lima belas menit Tahap terakhir adalah pengumpulan kembali lembaran kuesioner yang telah diisi oleh seluruh sampel.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 2. dengan cara pendekatan. kemudian dilakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan pada seluruh sampel. penelitian. Pelaksanaan pengambilan sampel secara porposive ini mula-mula peneliti mengidentifikasi semua karakteristik populasi dengan melakukan studi pendahuluan atau dengan mempelajari berbagai hal yang berhubungan dengan populasi. pengelompokan (tabulating).dimana sampel diambil secara porposive sampling. Tahap pertama adalah pengajuan surat persetujuan menjadi responden kepada seluruh sampel. berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui. Kemudian peneliti menetapkan berdasarkan pertimbangannya. 2010). Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap. obesitas dengan harga diri rendah. observasi pemeriksaan data (editing). pemberian tanda atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (coding). Analisis hasil uji memuat beberapa pertanyaan yang telah statistik menggunakan Chi-Square test untuk dikembangkan oleh peneliti sesuai kerangka menyimpulkan adanya hubungan 2 variabel.  Instrument Instrument untuk pengumpulan data pada Analisa bivariat dilakukan terhadap dua variabel penelitian ini menggunakan kuesioner yang yang diduga berhubungan. yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase. entry data.  Analisa Data  Sampel Analisa univariat bertujuan untuk menjelaskan Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMA atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel Negeri 5 Bukittinggi yang berjumlah 92 orang. porposive sampling.

1 Jumlah 92 100 Tabel 5.812) Obesitas Total 45 48.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 3.3 menunjukkan bahwa dari 20 responden yang mengalami obesitas.0 %) siswa/i SMA N 5 Bukittinggi memiliki harga diri rendah dan 5 orang (25.2 kali untuk memiliki harga diri rendah.0 %) siswa/i SMA N 5 Bukittinggi tidak memiliki harga diri rendah. Tabel 5.1 %) siswa/i SMA N 5 Bukittinggi tidak mengalami harga diri rendah.7 %) siswa/i SMA N 5 Bukittinggi memiliki harga diri rendah dan 42 orang (58.017 (p < 0. lebih dari sebagian (51.9 47 51.1 92 100 Tabel 5.1 Distribusi Frekuensi Obesitas pada Siswa/i SMA N 5 Bukittinggi Tahun 2016 (n = 92) Obesitas Frekuensi % Obesitas 20 21.9 Tidak 47 51. dengan Odds Ratio 4.7 Tidak obesitas 72 78.3 %) siswa/i SMA N 5 Bukittinggi tidak memiliki harga diri rendah. Hasil uji statistik chi-square didapatkan nilai p = 0.3 Jumlah 92 100 Tabel 5.1 menunjukkan bahwa dari 92 responden.2 menunjukkan bahwa dari 92 responden.017 12.0 5 25. Tabel 5.3 %) siswa/i SMA N 5 Bukittinggi tidak mengalami obesitas. terdapat 15 orang (75.377- 0. artinya bahwa responden yang mengalami obesitas mempunyai peluang 4. dibandingkan dengan responden yang tidak mengalami obesitas.200 Tidak 30 41. terdapat 30 orang (41.200.3 Hubungan Obesitas dengan Harga Diri Rendah pada Siswa/i SMA N 5 Bukittinggi Tahun 2016 (n = 92) Harga Diri Rendah Jumlah OR Obesitas Ya Tidak pvalue (CI 95 %) n % n % N % Obesitas 15 75.0 20 100 4.2 Distribusi Frekuensi Harga Diri Rendah pada Siswa/i SMA N 5 Bukittinggi Tahun 2016 (n = 92) Harga Diri Rendah Frekuensi % Ya 45 48. LPPM STIKes Perintis Padang 179 .05) artinya terdapat hubungan yang bermakna antara obesitas dengan harga diri rendah pada siswa/i SMA N 5 Bukittinggi tahun 2016.7 42 58.3 72 100 (1. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN  Hasil Penelitian Tabel 5. sebagian besar (78. Dan diantara 72 responden yang tidak mengalami obesitas.

sehingga mereka bisa merasa yakin dan ini juga tidak menyukai makanan yang dapat percaya diri dengan penampilannya. tidak merasa kecewa dengan mereka tidak memiliki kelebihan timbunan lemak penampilannya dan tidak merasa malu dengan di tubuhnya. lebih dari sebagian tidak tidak memiliki harga diri rendah. Obesitas produktivitas.0 %) Berdasarkan tabel 5. bagi seorang remaja. termasuk hilangnya percaya obesitas. teman-temannya yang lain. terdapat 15 orang (75. yaitu sebanyak 47 responden yang tidak mengalami obesitas. Hasil uji statistik chi-square berkepanjangan akibat evaluasi negatif terhadap didapatkan nilai p = 0. dimana hasil penilain IMT (indeks dan selalu membandingkan diri dengan massa tubuh) mereka > 30. dirinya. serta malas melakukan aktifitas harga diri rendah disebabkan mereka yakin dan untuk membakar energi/lemak yang ada pada percaya diri dengan penampilannya.1 %).05) artinya diri sendiri dan kemampuan diri (Keliat dan terdapat hubungan obesitas dengan harga diri LPPM STIKes Perintis Padang 180 .Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153  Pembahasan Obesitas Akemat. gangguan metabolik. panggul dan paha. remaja yang berlebihan dan tidak mengkonsumsi Bagi responden yang tidak memiliki gizi seimbang. Hal ini terlihat dari Menurut asumsi peneliti. orang (51. 2010). Berdasarkan tabel 5. karena adanya tekanan dari perut. dimana menarik. konsumsi makanan tersinggung dan menarik diri secara sosial yang berlebihan yang tidak diimbangi dengan (Rikayanti 2014). perasaan negatif terhadap diri dan kemampuan hiperlipidemia. penurunan adanya kelebihan lemak tubuh. Hal ini tubuh. Disamping itu. badannya. destruktif yang diarahkan pada disebabkan oleh banyak faktor seperti faktor orang lain. Dan diantara 72 mengalami harga diri rendah. Obesitas dapat Menurut asumsi peneliti. perasaan tidak mampu. Hal ini juga terlihat penampilan orang lain. diri dan harga diri.7 %) memiliki harga diri Harga diri rendah adalah perasaan tidak rendah dan 42 orang (58. DM. yaitu sebanyak 72 orang (78. mengkritik diri sendiri. seperti apapun yang meraka gunakan terasa membuat makanan yang banyak mengandung lemak. Timbulnya harga diri dari pemantauan pada saat penelitian bahwa rendah tersebut dapat disebabkan karena postur remaja tersebut memiliki timbunan lemak di tubuh mereka bukan merupakan postur tubuh ideal beberapa bagian tubuhnya. dimana menyebabkan timbulnya obesitas. kemungkinan remaja obesitas. Remaja yang tidak obesitas tersebut keadaan tubuhnya saat ini.3 %) tidak memiliki berharga. 2003). mudah genetik. remaja yang hasil pengumpulan data bahwa banyak responden mengalami obesitas disebabkan berat badan yang merasa penampilannya tidak trendy. dan lain sebagainya dirinya. olahraga yang teratur. terdapat 30 orang (41. terlihat dari hasil pengumpulan data bahwa Bagi responden yang tidak obesitas banyak responden yang merasa penampilannya disebabkan IMT mereka kurang dari 30. Terjadinya obesitas teman-teman sepergaulannya yang memiliki tersebut dapat dipengaruhi oleh pola makan penampilan lebih menarik dan trendy. adanya mereka melebihi berat ideal untuk tinggi keinginan untuk merubah bentuk tubuh saat ini. tidak berarti dan rendah diri yang harga diri rendah. merasa gagal mencapai Obesitas adalah keadaan yang menunjukkan keinginan. Gangguan harga diri rendah di Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari gambarkan sebagai perasaan yang negatif 92 responden. serta merasa tidak berharga dibandingkan (Waspadji dan Sukardji. karena mereka berusaha untuk mengkonsumsi gizi seimbang dan membatasi Hubungan Obesitas dengan Harga Diri konsumsi makanan yang dapat menyebabkan Rendah kegemukan.017 (p < 0. sebagian besar tidak mengalami terhadap diri sendiri.3 %). responden yang meningkatkan risiko timbulnya berbagai memiliki harga diri rendah disebabkan adanya gangguan kesehatan seperti hipertensi.2 dapat diketahui memiliki harga diri rendah dan 5 orang (25. dirinya lebih menarik dan penampilannya tidak Adanya program diet yang dijalankan remaja juga jauh berbeda dengan teman-teman menjadi penyebab tidak terjadinya obesitas pada sepergaulannya. seperti pinggang.3 di atas dapat diketahui bahwa dari 20 responden yang Harga Diri Rendah mengalami obesitas.0 %) bahwa dari 92 responden. Tidak adanya harga dapat disebabkan adanya aktifitas fisik yang dapat diri rendah tersebut dapat disebabkan karena membakar energi dan timbunan lemak yang ada remaja yang bersangkutan tidak mengalami pada tubuh.

responden yang mengalami obesitas tidak mengalami obesitas. cendrung untuk tidak memiliki harga diri rendah. dibandingkan dengan responden yang tidak mengalami harga diri rendah. Terdapat hubungan antara obesitas dengan Harga diri erat kaitannya dengan berat harga diri rendah pada siswa/i SMA N 5 badan remaja. Remaja yang memiliki berat badan Bukittinggi tahun 2016 dengan p value ideal. K. M. (2004). diakses hubungan obesitas dengan harga diri rendah tanggal 27 Agustus 2015.gov>. R. Riset keperawatan dan hubungan obesitas dengan harga diri rendah pada teknik penulisan. Psychology remaja (French dkk. for living. Hawari. (2001).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 rendah pada siswa/i SMA N 5 Bukittinggi tahun 1. lebih mudah diterima lingkungannya 0. berpeluang 4. R. REFERENSI pula sebaliknya. (2008). cendrung untuk memiliki harga diri rendah. (2000). Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan tentang Hidayat. begitu 5. Disamping itu. kesimpulan bahwa: LPPM STIKes Perintis Padang 181 . Arcan: menyebabkan mereka kelebihan berat badan Jakarta. lainnya. Menurunnya harga diri pada remaja Jakarta. adanya (2015). membuat mereka tidak percaya diri dan melahirkan harga diri yang rendah. dan sebaliknya remaja yang tidak mengalami obesitas Copernito. B. Sebagian besar responden yaitu 78. dan depresi.3 % 2016. Konsep diri: Teori berat badan pada dirinya. Penerbit Erlangga: dkk. sedangkan bagi remaja pengukuran. adjustment.cdc. AA. Psikologi remaja. diri akan penampilan fisik. dapat diambil Jakarta. Browndan yang lain. 10). KESIMPULAN DAN SARAN Universitas Indonesia: Jakarta. disebabkan remaja yang mengalami obesitas <www. (1999). 2009). kondisi tubuh yang obesitas menyebabkan remaja sering Guyton dan Hall. Penelitian ini Jakarta. Remaja yang obesitas memiliki harga diri andbehavior today (6th ed). Centres for Disease Control and Prevention. Salemba Medika: siswa/i SMA N 5 Bukittinggi. kompetensi atletik dan menurunnya kemampuan kognisi serta Baron. Lebih dari sebagian responden yaitu 51. Buku ajar fisiologi disindir oleh teman sepergaulan. A. G. rendahnya persepsi Hall. J dan Kenny. (1998). Ahli bahasa oleh Eddy. sehingga kedokteran.017 ( α ≤ 0. yang obesitas terutama bila mereka merasa bahwa mereka yang bertanggung jawab akan kelebihan Burn. Psikologi terganggunya penghargaan pada tubuh (French sosial (Ed. (2001). menemukan adanya hubungan antara obesitas dengan harga diri yang rendah pada anak dan Atwater. Dadang. Menurut asumsi peneliti. (2011). E dan Duffy. (2006). Editor Monica Ester. 2009). tidak mengalami obesitas. yang ideal bagi badannya.05 ) sehingga remaja tersebut menjadi lebih percaya diri dan dapat meningkatkan harga dirinya. Rineka Cipta: kawan-kawan pada tahun 1995. cenderung memiliki harga diri yang lebih positif (Sutjijoso. Adolescent memiliki penampilan seperti teman-temannya development (2nd ed). 3. Ince: New Jersey. Penelitian yang dilakukan untuk melihat hubungan antara harga diri dan obesitas pada Arikunto. merasa tidak menarik dan berbeda dari remaja Pustaka Setia: Bandung. Prietice- yang lebih rendah terutama.1 % rendah.1995 dalam Sutjijoso. (2007). EGC: Jakarta. perkembangan dan yang menyalahkan faktor eksternal yang perilaku. dimana mereka kesulitan mencari baju Benchmark Publisher: USA. S. EGC: Jakarta. Fakultas Kedokteran 4. Manajemen stres. Sedangkan remaja yang mengalami obesitas atau kegemukan seringkali Al-Mighwar. D. Buku diagnosa keperawatan. Childood obesityfacts. Prosedur penelitian suatu remaja pertama kali dilakukan oleh French dan pendekatan praktik. growth. cemas. dan Byrne.2 kali untuk memiliki harga diri 2. Hal ini dapat terjadi karena kondisi tubuh yang obesitas menyebabkan remaja tersebut tidak dapat Dacey.1995).

Buku ajar keperawatan jiwa. EGC: Jakarata. study. EGC: weight gain in the pound of prevention Jakarta. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Buku saku Kusumawati. AR. Sutjijoso. Diagnosa keperawatan pada --------. <www. dengan obesitas di SMA Negeri 4 Makassar Volume 2 Nomor 4 Tahun Videbeck. Rineka Cipta: Jakarta. Hubungan harga diri dengan menggunakan SPSS. sosial. Jeffery RW. P. <www. Tinjauan pustaka. pedoman untuk Rineka Cipta: Jakarta. R dan Wiramihardja. A. (2005). Mosby Agustus 2015. ajar keperawatan jiwa. Essensials of psychiatric mental health nursing. Balai Pustaka: Jakarta. (2005). A dan Perry. 19 Agustus 2015. Trihendradi. (2004).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Kawuwung. Stuart. Davis Company: Potter. Indeks citra tubuh dan harga diri pada remaja glikemik pangan. Budi Anna. keperawatn psikiatri. dkk. SW. (2003). keperawatan jiwa. (2009). Gait dan Sundeen. EGC: Jakarta. (2010). Desember 2009 2006. W dan Sundeen.id>. Sarlito Wirawan. (2009). Proses sosial individu dan teori-teori psikologi keperawatan kesehatan jiwa edisi 2. (2005). Townsend. Sandra.id>. Panduan diagnosa keperawatan Jurnal Psikologi Volume 3. (2010). (2000). Editor: Budi Sentosa. Keperawatan (e-Kp) Volume 3 Nomor 2 Rajawali Press: Jakarta. Sarwono.unila. G. Nanda. diakses tanggal Sagungseto: Jakarta. (2005). (2012). Hubungan obesitas dengan Rimbawan dan Albainer Siagian. French SA. Nanda definisi dan klasifikasi 2005. (2005). Sheila L. Tinjauan pustaka. Prima Medika: Jakarta. (2006). R. C. G. Editor edisi LPPM STIKes Perintis Padang 182 . EGC: Jakarta. diakses tanggal 27 of psychiatric nursing. pembuatan rencana perawatan Edisi 3.ac. Principles and practice (2011).go. Salemba Medika: Jakarta.1. EGC: Jakarta. (2005). Frida dan Yudi Hartono. ----------. Andi Offset: aktualisasi diri pada remaja putri Yogyakarta. Predictors of keperawatan profesional jiwa. Harga diri dan prestasi belajar pada remaja yang obesitas. (2002). Stuart dan Laria. Sherwood NE. (2009). Alih bahasa. Tim Penulis Poltekes Depkes Jakarta. (2014). (2015). diakses tanggal 27 Stuart. Model praktik PJ. 2010. Mei 2015. Metodologi penelitian solusinya. fundamental keperawatan. Kesehatan remaja. No. (2008). Penebar Swadaya: putri program studi ilmu keperawatan Jakarta.id>. Buku ajar Philadelphia. Salemba Medika: Jakarta kesehatan. Murray DM. problem dan Notoatmodjo.ac. <www. Psikologi Keliat. Metodologi penelitian kesehatan. Pusat data dan informasi permasalahan dan terapi praktis. Soegih. Company: USA. Hannan Keliat dan Akemat. kementrian kesehatan. Buku ajar 2013 ● ISSN : 2302-1721 keperawatan jiwa. 7 langkah mudah melakukan analisa statistik Rikayanti. (2010). (2011). fakultas kedokteran universitas sam ratulangi Manado. Rineka Cipta: Jakarta. EGC: Jakarta.usu. Psikologi remaja. (2005). (2011). Renata Komalasari Alfrina Hany. Obesitas (2013).depkes. e-Journal Sarwono. Buku agustus 2015. --------. Kesehatan masyarakat ilmu dan seni.

Kegemukan: Pendekatan klinis dan pemilihan obatnya.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 bahasa Indonesia. EGC: Jakarta. Yoseph. dalam prosiding temu ilmiah akbar. PT Refrika Aditama: Bandung. Iyus. Buku ajar keperawatan pediatrik. (2002). Keperawatan jiwa. Pamilih Eko Karyuni. (2009). EGC: Jakarta. Pusat informasi dan penerbit bagian ilmu penyakit dalam FKUI: Jakarta. Waspadji. Cetakan kedua (edisi revisi). S. LPPM STIKes Perintis Padang 183 . Wong. Dl. (2009).

Lubang mulut kecil. zinc and vitamin A.31 mc / g) and the lowest steamed treatment (160. Bentuk tubuh ikan ini panjang Salah satu pangan lokal yang bisa dimanfaatkan membulat. protein . but after statistically tested the value of preference for color. Ikan pantau (Rasbora tambahan dalam program penanggulangan argirotaenia) termasuk dalam genus Rasbora masalah gizi kurang. steamed and fried (<0. sisik sisiknya besar. Dried ash content tertertinggi treatment (16 243 g) and the lowest in the untreated (2. fat. STIKes Perintis Padang Abstract Pantau fish is have silvery bright basic colors. Ikan kekuning-kuningan dipisahkan oleh gurat sisi pantau (Rasbora argirotaenia) ini memiliki yang menghitam mulai dari belakang tutup insang keunggulan sangat mudah untuk berkembang terus kebelakang badan.56 grams) and dried treatment room (6:07 grams).Warna siripnya yang kekuning- tahun) masih merupakan masalah yang kuningan ditambah dengan masing-masing cuping memerlukan perhatian lebih besar terutama pada sirip ekornya yang memiliki pita warna hitam masyarakat golongan sosial ekonomi rendah. SSA and HPLC to see kharbohidrat nutritional value. organoleptic processing 1. Rasbora dan spesies : Rasbora aryrotaenia LPPM STIKes Perintis Padang 184 . sirip pantau (Rasbora argirotaenia) dan daya terima punggung berukuran pendek tidak memiliki jari- terhadap proses pengolahannya. ash content. Warna tubuh untuk memenuhi kebutuhan gizi dimasyarakat bagian atasnya kecoklatan dan bagian bawahnya adalah ikan pantau (Rasbora argirotaenia). The highest levels of treatment Zink dried (45. fried and dried) are most preferred panelist is by frying.203gram). Fins yellowish color coupled with each lobe of the tail fin has a black ribbon across it. IkanPantau jari lemak yang mengeras serta terletak di (Rasbora argirotaenia) ini jenis ordo: belakang sirip perut bercagak (forked). fish Pantau (Rasbora argirotaenia). carbohydrate highest in treatment fried (64 261 g) and the lowest in treatment steamed (0295 grams). calcium. Perut membundar. Body shape of this fish body length rounded. posisi Cypriniformes.882 grams). 05).61 mg) and the lowest in treatment steamed (21. Processing by drying can further improve the nutritional value of fish pantau (Rasbora argirotaenia). Widiadara2) 1) Program studi S1 gizi. aroma. Keywords: Nutritional Value Analysis. Sebelum dikembangkan lebih lanjut untuk sekitar mulut tidak ada sungut eraba. The survey results revealed that out of 4 treatment. her scales large. And for the highest levels of vitamin A in the treatment of dried (457 RE) and the lowest treatment of raw. The highest levels of calcium treatment dried (329.50 RE). The highest fat steamed treatment (18 520 g) and the lowest in the untreated (0164 grams). steamed. The highest protein treatment of dried (24 548 g) and the lowest steamed treatment (4. sepintas lalu dapat dimanfaatkan dalam bentuk makanan kelihatan seperti beunteur. maka perlu dilihat mempunyai bentuk tubuh memanjang hampir keunggulan dari ikan pantau (Rasbora persegi dan ditutupi oleh sisik cycloid yang argirotaenia). The purpose of this study was to determine the nutritional value of fish pantau analysis and to determine the level of A panelist on the process pengolahan. melintang.34 mc / g).com 2) Program studi D-III gizi. and to date no studies done that look at the analysis of the nutritional value of fish this pantau.Metode: pantau fish smoothed by way of raw. Menurut Djuhanda (1981) ikan Pantau mempunyai warna dasar keperakan yang Kekurangan gizi pada anak usia dini (0-6 cemerlang. PENDAHULUAN (Saanin.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 ANALISIS NILAI GIZI IKAN PANTAU (Rasbora argirotaenia) DAN DAYA TERIMA TERHADAP PROSES PENGOLAHAN Nurhamidah1). STIKesPerintis Padang email : nurhamidah_29@yahoo. moisture content. biak. Berdasarkan hal tersebutmaka terdapat mulai dari belakang kepala sampai perlu dilakukan analisis kandungan nilai gizi ikan kepangkal ekor. fried and dried and then analyzed qualitatively. 1984).93 mg). aroma. The highest water levels in the untreated (82. famili : Cyprinidae genus : mulut terminal dan mulut tidak memiliki sungut. taste and texture as a whole did not show significant differences (p <0. From the organoleptic test that dillakukan to special processing (steamed. texture and taste. Also the organoleptic test (hedonic) for color.

Bahan-bahan yang digunakan terdiri dari bahan 5 Kadar abu (gram) 6.295 yang diolah dengan cara dikukus. Bahan dasar yang 6 Calsium (mc/gr) 172.50 Bahan kimia yang dipakaiadalah. HASIL DAN PEMBAHASAN 6 Calsium (mc/gr) 329. 1 Kharbohidrat (gram) 64. No Kandungan nilai gizi Jumlah 1 Kharbohidrat (gram) 9.50 dikeringkan dianalisa nilai gizinya secara kualitatif.548 pemeriksaan vitamin A. Digoreng blender. kromatografi.52 Performance Liquid Chromatography (HPLC). ekstrak 7 Zn (mg) 28. N2 S2 O3. desikator. oven. Analisis Nilai Gizi ikan Pantau (Rasbora argirotaenia) 7 Zn (mg) 45.34 2= tidak suka. digoreng dan 2 Protein (gram) 4.063 photometer analyzer.480 5 yaitu 5= sangat suka. HCL dan form ujiorganoleptik. timbangan No Kandungan nilai gizi jumlah analitik. seperangkat alat spektrofotometeruv.93 Alat yang digunakan untuk analisa kandungan 8 Vitamin A (RE) <0.41 digunakan adalah: ikan-ikan pantau yang 7 Zn (mg) 35. 3 Lemak (gram) 3. Data yang diperoleh diuji secara statistik dengan uji anova. 1= sangat tidak suka. METODE PENELITIAN 2 Protein (gram) 4. pelarutmetanol. indicator metel merah. 6 Calsium (mc/gr) 160.76 digunakan adalah Analitik eksperimental. digoreng dan 8 Vitamin A (RE) <0.743 erlenmeyer dan kertas saring whatman. 1 Kharbohidrat (gram) 36. dan seperangkat alat High 4 Kadar air (gram) 17. aquadest.50 tingkat kesukaan dengan skala pengujian 1 sampai 5 Kadar abu (gram) 3. timbangankasar. propanol.53 diperoleh dari daerah limau manis Kota Padang. reagen albumin. glukosa.882 Andalas Padang. 4= suka.50 nilai gizi ikan pantau (Rasbora argirotaenia). pelarut petroleum 3 Lemak (gram) 16.AnalisaNilaiGiziIkanPantau(Rasboraargi keunggulan dari kandungan nilai gizi ikan pantau rotaenia) dalam 100 gram bahan dalam proses pengolahan sebelum dijadikan sebagai makanan tambahan alternatif pada anak Mentah gizi kurang.261 cawan porselen.07 5 Kadar abu (gram) 16. NaOHdan N-Hexana.709 eter 300 ml. Desain penelitian yang 6 Calsium (mc/gr) 182. labu ukur aluminium. H2SO4 pekat.429 larutan pati 1%. No Kandungan nilai gizi jumlah asamasetat.95 ikan pantau mentah. 7 Zn (mg) 21. 8 Vitamin A (RE) <0. arsenomolybdat. kit 2 Protein (gram) 24. karbohidrat yang paling tinggi terdapat berikut : pada perlakuan digoreng (64. tetra butilaminhidroksit. 2 Protein (gram) 8. oven listrik. Spektrofotometer Serapan Dikukus Atom(SSA)dan High Performance Liquid No Kandungan nilai gizi jumlah Chromatography (HPLC) dan seterusnya ikan 1 Kharbohidrat (gram) 0.565 Penelitian ini dilaksanakan di 3 Lemak (gram) 0.31 a.56 laboratorium air teknik lingkungan Universitas 5 Kadar abu (gram) 2.164 laboratorium teknologi hasil pertanian dan 4 Kadar air (gram) 82. dikukus. 3= kurang suka.61 Dari hasil penelitian yang telah dilakukan 8 Vitamin A (RE) 457 terhadap analisis nilai gizi ikan pantau (R asbora Dari tabel 1 di atas diketahui bahwa dari 4 rgirotaenia) diketahui nilai gizinya adalah sebagai perlakuan. 4 Kadar air (gram) 6.243 3.203 dikeringkan di uji secara organoleptik (hedonik) kepada 30 orang panelis yang sudah memahami 3 Lemak (gram) 18. penilaian berdasarkan 4 Kadar air (gram) 73. enzimamilase.410 dasar dan bahan kimia.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat Tabel1.261 gram) dan yang LPPM STIKes Perintis Padang 185 .827 2. seperangkat alat destruksi. kloroform. larutan KI jenh.520 tentang uji organoleptik. Dikeringkan H3BO3.

Dibandingkan dengan nilai gizi ikan bilih Kalsium yang paling tinggi terdapat pada (Mystacoleucus-padangensis) kandungan vitamin perlakuan yang dikeringkan (329. uan Second Edition.Yog kesukaan uji organoleptik ikan pantau (Rasbora yakarta. karena menggunakan rentang nilai 1-5 yaitu amat suka kandungan vitamin A dan zat gizi lainnya yang (5).8 2. Protein yang paling tinggi pada perlakuan B3=dikeringkan dikeringkan (24.882 gram). Uji Organoleptik dari perlakukan ikan adalah dengan cara digoreng. rasa dan tekstur secara keseluruhan dikeringkan (16. dan gram).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 paling rendah pada perlakuan dikukus (0. tekstur dan rasa dengan alternatif pada anak gizi kurang.91). Nutr. tinggi pada perlakuan dikeringkan (457 RE) dan digoreng dan dikeringkan dapat lebih ketiga perlakuan lainnya rendah yaitu (<0. Adapun hasil uji organoleptik mengenalnilaigiziikan”. Uji organoleptik (ujihedonik) dilakukan rasa dan tekstur secara keseluruhan tidak untuk menilai daya terima panelis terhadap menunjukkan perbedaan nyata (p<0.04).61 ppm) dan yang paling rendah dengan perlakuan dikukus 4. sangat suka (4).77 2. diakses 15april sebagai berikut : 2015. B3 2.56 gram) dan yang paling rendah dengan pengolahan dikeringkan (2.S Principles of Nutritional Assesment. nilai hasil uji organoleptik panelis secara Kandungan lemak yang paling tinggi dengan keseluruhan adalah pengolahan dengan cara perlakuan dikukus (18.520 gram) dan yang paling digoreng mempunyai nilai kesukaan tertinggi rendah dengan tanpa perlakuan (0.2002. Dan dengan perlakuan dikeringkan (6. rendah dengan tanpa perlakuan (2.548 gram) dan yang paling Dari grafik di atas diketahui bahwa rata-rata rendah dengan perlakuan dikukus (4.34 mc/gr).04 Saskia de Pee and Dary O. Nilai rata-rata kesukaan Panelis terhadap Giardina P. agak suka (2) dan cukup tinggi.1 2.07 gram). Biochemical Indicators of Vitamin A Deficiency : Serum Retinol and Serum Retinol Binding Protein.91 press. Kadar berdasarkan uji statistic nilai kesukaan terhadap abu yang paling tinggi dengan perlakuan warna. LPPM STIKes Perintis Padang 186 .31 (2) : 92 -97. aroma.47 1. Rosman AS. a new test. Jayatilleke E.50 RE).9 RE (Yuniritha E.164 gram). tidak suka (1). Per Warn Aro Rasa Tekstur Rata. Bambang. lak a ma rata Gibson. 15 : 291-6. DalamDewiPermaesih. Shaw S.17 2. suka (3). “ uji organoleptik. berikutnya pengolahan dengan cara Kadar air yang paling tinggi dengan tanpa dikukus (2. Sudarmadji. measures human body iron Pantau(Rasbora argirotaenia) stores un confounded by inflammation. Jumlah panelis pada uji organoleptik yang telah dilakukan berjumlah 30 5. Ikan Pantau (Rasbora argirotaenia) Suhardi.9 2. Tabel 2. aroma. B2=dikukus.295 Keterangan : B1=digoreng. pengolahan yang dilakukan pada ikan pantau Ikan pantau sangat berpotensi dikembangkan seperti digoreng. Nilai rata-rata kesukaan panelis terhadap AnalisaBahanMakanandanPertanian. Stem Cell 1997 . peternakan dan perikanan. R. KESIMPULAN (21.J. Dan dari uji organoleptik yang paling disukai b. dkk.59 Status Gizi.97 2.Liberty bekerjasama dengan Pusat argirotaenia) dapat dilihat pada table dibawah ini Antar Universitas Pangan dan Gizi UGM.59) dan nilai kesukaan yang terendah perlakuan (82. Serum fertin kesukaan uji organoleptik Ikan ion.93 2.05).05). meningkatkan kandungan nilai gizi ikan pantau.203 gram). dan kadar vitamin A yang paling Proses pengolahan dengan cara dikukus.31 mc/gr) dan A nya 389. H dan a. terdapat pada perlakuan dikeringkan (45. REFERENSI orang yang telah di pahami tentang pelaksanaan Dinas pertanian. tetapi berdasarkan Pantau (Rasboraargirotaenia) uji statistic nilai kesukaan terhadap warna. S. Kadar Zn yang paling tinggi pantau yaitu 457 RE. Penialian B2 2.132 : 2895S. 1997.243 gram) dan yang paling tidak menunjukkan perbedaan nyata (p<0.03 2. Grady Rw.37 2. GiziIndon 2008. (2.87 2.93ppm).77 1. New York : Oxford B1 3. dikukus dan dikeringkan yang sebagai bahan pangan lokal makanan tambahan meliputi warna. : Herbert V.2005. aroma. 2015) sedikit lebih yang paling rendah dengan perlakuan dikukus rendah dibandingkan kandungan vitamin A ikan (160.

Yuniritha E.31 (2) : 92 -97. Pengembangan formula sirup zink dari ekstrak ikan bilih (Mystacoleucus- padangensis) sebagai alternatif suplementasi zink organik pada anak pendek (stunted) usia 12-36 bulan. Penialian Status Gizi. GiziIndon 2008.2015.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 DalamDewiPermaesih. LPPM STIKes Perintis Padang 187 .

35 in 2014. the average of the aspects of clinical pharmacy services at 49. memiliki persepsi yang baik terhadap layanan Berdasarkan hal–hal tersebut diatas apotek meskipun pelayanan kefarmasian yang penulis tertarik untuk melakukan penelitian diperoleh belum memenuhi standar farmasi mengenai profil pelayanan kefarmasian pada komunitas. wajib melayani resep Dokter.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 PROFIL PELAYANAN KEFARMASIAN PADA APOTEK SWASTA DI BUKITTINGGI PADA TAHUN 2016 Widyastuti* *Akademi Farmasi Imam Bonjol widya_apt161@yahoo. 35 of 2014 on private pharmacies in Bukittinggi by way of filling out the questionnaire on private pharmacies in Bukittinggi.Apotek standar pelayanan obat resep dan non resep.5% konsumen pelayanan kefarmasian. Pharmacist. et.al (2009) melakukan pelayanan kefarmasian di Apotek Kota penelitian mengenai persepsi konsumen apotek Yogyakarta menunjukkan bahwa konsumen terhadap pelayanan apotek di tiga kota di apotek di Kota Yogyakarta puas terhadap Indonesia menunjukkan 74.al (2014) melakukan apotek swasta di Kota Bukittinggi. Dokter gigi dan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) dan Dokter hewan (Anief.60% pasien setuju obat yang diberikan kepada pasien untuk terhadap pelayanan kefarmasian di apotek sudah mencapai kualitas hidup pasien (Surahman & baik.al (2004) melakukan tanpa resep yang biasa di pakai di rumah. Apotek penelitian tentang gambaran pelaksanaan standar adalah suatu tempat tertentu tempat dilakukan pelayanan farmasi di Apotek DKI Jakarta tahun pekerjaan kefarmasian dan penyaluran perbekalan 2003 menunjukkan apotek tidak memenuhi farmasi kepada masyarakat (Anief. Keywords:Pharmaceutical service.18%. 35. sekaligus sebagai tempat Purwokerto menunjukkan sudah berjalan dengan usaha yang menerapkan prinsip laba jadi baik dan sesuai dengan PerMenKes No. et.39 and the overall average of 71. Anisah. pengelolaan obat. et.79% has been implemented in accordance with the Indonesian Minister of Health no. serta pelayanan obat Purwanti. Baroroh (2014) melakukan penelitian meninggalkan satu sama lain (Bogadenta.al (2013) melakukan konsep masa kini dan masa depan pada profesi penelitian tentang persepsi pasien apotek terhadap farmasi dimulai dari penyediaan obat untuk pasien pelayanan Apotek di Kabupaten Wonosobo secara langsung dan bertanggung jawab terhadap menunjukkan sebanyak 50. 2011).Tujuan penelitian tentang evaluasi mutu pelayanan di penelitian ini untuk melihat apakah pelayanan apotek komunitas Kota Kendari berdasarkan kefarmasian di apotek swasta Bukitinggi pada LPPM STIKes Perintis Padang 188 . Secara umum apotek mempunyai tentang pengaruh pelayanan kefarmasian terhadap dua fungsi yaitu memberikan layanan kesehatan kepuasan konsumen Apotek di Wilayah kepada masyarakat.com Abstract The enactment of Regulation of the Minister of Health regarding the standard pharmacy services at a pharmacy in 2014 encourage research on the profile of pharmacy services at private pharmacies at Bukittinggi in 2016 to see the picture of the extent to which the regulation has been implemented as an indicator in the assessment of pharmacy services at a pharmacy. 2005). PENDAHULUAN standar pelayanan kefarmasian menunjukkan Apotek mempunyai fungsi utama dalam mutu pelayanan pada apotek komunitas Kota pelayanan obat berupa resep dan yang Kendari adalah kategori cukup. Descriptive observational 1.al (2010) melakukan penelitian Husen. From this research it can be concluded that the pharmacy services at private pharmacies in Bukittinggi the average of the managerial aspects of 94. This research is a descriptive observational research to determine the application of the standard pharmaceutical services in accordance with the Minister of Health No. 1027 keduanya bisa dijalankan secara beriringan tanpa tahun 2004. et. 2000). tentang evaluasi kepuasan konsumen terhadap Handayani. et. 2013). Ihsan. berhubungan dengan itu. Pelayanan kefarmasian merupakan Mulyani. From the questionnaires have been collected calculated the percentage of achievement that has been implemented in accordance with the Minister of Health RI No.

31 92.Manfaat dimana : penelitian ini agar dapat memahami dan n = jumlah sampel minimum menerapkan pelayanan kefarmasian khususnya p = proporsi persentase kelompok populasi apotek-apotek swasta di daerah Bukittinggi dan pertama penelitian ini juga dapat dijadikan masukan guna q = proporsi persentase kelompok peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat. Persentase Pencapaian Pelayanan Kefarmasian di Apotek Swasta Bukittinggi Parameter yang Apotek diamati A B C D E F G H I Aspek Administrasi Perencanaan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Pengadaan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Penerimaan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Penyimpanan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Pemusnahan 66.31 92.33 100% 100% 100% % % % % % % Pengendalian 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Pencatatan dan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Pelaporan Aspek Klinis Pengkajian Resep 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Dispensing 92.31 92.33 33.q (Z½α / b)² Kesehatan RI No.31 92. 35 tahun 2014.33 33.5) kefarmasian sesuai dengan PerMenKes RI Nomor 35 Tahun 2014 pada apotek–apotek swasta di Lembaran kuesioner yang telah diisi dilakukan Bukittinggi.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 tahun 2016 sesuai dengan Peraturan Menteri n = p. 2004): 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Sampel penelitian diambil menurut rumus (Sari.1 sampai 0.33 33.31 100% 100% 100% 100% % % % % % PIO 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Konseling 50% 50% 50% 50% 50% 50% 50% 50% 50% Home Care 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Pemantauan Terapi Obat 0 0 0 0 0 0 0 0 0 MESO 0 0 0 0 0 0 0 0 0 LPPM STIKes Perintis Padang 189 .33 33. kedua atau proporsi sisa = 1-p Z½α = derajat koefisien konfidensi pada 2. METODOLOGI PENELITIAN taraf kepercayaan tertentu (missal 95 atau 99%) Penelitian ini merupakan penelitian b = persentase perkiraan kemungkinan membuat observasional yang bersifat deskriptif untuk kekeliruan dalam menentukan ukuran sampel mengetahui penerapan standar pelayanan (berkisar 0.67 33. standar. pengolahan data dengan cara menghitung Populasi pada penelitian ini adalah seluruh apotek persentase pencapaian yang sesuai dengan yang ada di kota Bukittinggi.

hal tersebut Fungsi tenaga administrasi ialah membuat disebabkan oleh beberapa hal yaitu karena obat laporan realisasi data dan anggaran setiap bulan. dimana masing-masing hasil penelitian semua apotek belum memiliki kecamatan yang berada di kota Bukittinggi ruang arsip karena semua arsip diletakkan didalam diwakili oleh 3 apotek. Pemusnahan obat merupakan kegiatan Tenaga Teknis Kefarmasian adalah tenaga yang penyelesaian terhadap obat-obatan yang tidak membantu apoteker dalam menjalani pekerjaan terpakai karena kadaluarsa.44% melaksanakan pekerjaan kefarmasian pada yang melakukan pemusnahan obat kadaluwarsa fasilitas kefarmasian. poster. dibantu oleh Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK). 2013). formulir catatan pengobatan pasien. ataupun kefarmasian. obat narkotika dan psikotropika buku pembelian. 51 Tahun 2009. apoteker hanya 1. laporan akhir bulanan/ tahunan tetapi masih ada 6 Hasil penelitian 33.66% apotek yang Apoteker. dari 54 Apotek yang ada di Bukittinggi. Surat Izin masyarakat dari bahaya yang disebabkan oleh KerjaTenaga Teknis Kefarmasian (SIKTTK) penggunaan obat atau perbekalan kesehatan yang adalah surat izin praktik yang diberikan kepada tidak memenuhi persyaratan mutu keamanan dan Tenaga Teknis Kefarmasian untuk dapat kemanfaatan. LPPM STIKes Perintis Padang 190 . yang digunakan menyimpan dokumen yang berkaitan dengan untuk mendirikan sebuah apotek dan pemesanan pengelolaan sediaan farmasi. yang terdiri atas Sarjana Farmasi. alat pemusnahan hanya saja diletakkan di gudang dan bantu konseling.5% (1 apotek) dari 68 apotek Menurut PP RI No. Tenaga teknis kefarmasian dan Pemilik tidak melakukan pemusnahan obat selain sarana apotek. buku-buku referensi. kadaluwarsa atau rusak mengandung narkotika membuat laporan penutupan buku dan melakukan atau psikotropika dapat dikembalikan kepada rekaptulasi buku penjualan tunai PBF. Dari maka terpilih 9 Apotek. 2004).33% apotek sudah apotek belum memiliki tenaga administrasi karena melakukan pemusnahan obat selain narkotika dan pekerjaan administrasi masih bisa dilakukan oleh psikotropika hanya saja ada 66. et al. buku catatan konseling dan ditempat yang terpisah. Analis Farmasi dan Tenaga dilakukan pemusnahan ini ialah untuk melindungi Menengah/ Asisten Apoteker. Tidak dilakukannya SIKTTK karena masih dalam pengurusan. alat kesehatan dan obat kepada PBF. Hasil Pemusnahan resep berguna untuk penelitian didapatkan hanya 1 apotek yang keamanan resep supaya tidak disalah gunakan. lemari penyimpanan resep. lemari bisa dikembalikan kepada PBF tidak dilakukan buku. yang bertujuan untuk fasilitas yang tidak mencukupi. laporan dan Dalam melakukan tugasnya apoteker sebagainya yang berada di dalam apotek. kefarmasiaan dalam jangka waktu tertentu. narkotika dan psikotropika karena obat tersebut Ruang konseling sekurang-kurangnya dapat dikembalikan kepada PBF dan yang tidak memiliki satu set meja dan kursi konseling. Dengan telah memiliki tenaga administrasi yang bekerja kondisi seperti itu hasil penelitian lapangan yang sebagai kasir. mutunya sudah tidak memenuhi standar. Berdasarkan rumus penentuan bahan medis habis pakai serta pelayanan sampel.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Kegiatan pelayanan kefarmasian yang memiliki ruang konseling dan masih ada 8 apotek semula hanya berfokus pada pengelolaan obat hanya memiliki kursi dan meja yang tidak sebagai komoditi.55% apotek yang tidak tetapi sebagian dari TTK belum memiliki melakukan pemusnahan. rusak. leaflet. tidak menyediakan obat narkotika dan dihitungberdasarkan jumlah resep dan rekaptulasi psikotropika. Surat Izin yang disurvei hal ini disebabkan karena tidak Praktik Apoteker disingkat SIPA adalah surat izin adanya ruangan tersendiri untuk apoteker yang diberikan kepada apoteker untuk dapat (Purwanti. Dari hasil penelitian 3 apotek tidak ada yang rusak atau kadaluwarsa. melaksanakan pekerjaan kefarmasian pada apotek Ruang arsip dibutuhkan untuk atau instalasi farmasi rumah sakit. kini berubah menjadi pelayanan memiliki ruang konseling tersendiri karena komprehensif. Hasil ini lebih bagus dibandingkan pada profesional (Bogadenta. pemusnahan dengan cara yang sama. Dari hasil penelitian hanya 44. apotek di DKI Jakarta pada tahun 2003 dimana Hasil penelitian didapatkan semua apotek apotek yang menyediakan ruang konseling telah memiliki apoteker yang memiliki SIPA. sehingga tempat meningkatkan kualitas hidup dari pasien.Tujuan Ahli Madya Farmasi. oleh apoteker untuk konseling apoteker dengan sebuah apotek harus dikelola oleh apoteker pasien. menghitung resep dan membuat didapat menjadi 100%.Sesuai penyerahan obat kepada pasien digunakan juga ketentuan perundang-undang yang berlaku. faktur. Dari hasil penelitian semua atau rusak yang mengandung narkotika atau apotek telah memiliki Tenaga Teknis Kefarmasian psikotropika dan 55.

35 tahun 72% 70. 2010).44% yang Kegiatan pelayanan informasi obat yang melakukan pemusnahan resep. belum tersedianya kartu atau keluarga pasien.24% 70. Menurut 76% 74% 72% Peraturan Menteri Kesehatan RI No. Apoteker sebagai pemberi layanan 69.8%. jadwal akurat.45% 75% melihat kondisi pasien secara langsung. Dari penelitian yang didapatkan semua apotek belum melakukan pelayanan kefarmasian di rumah dari hasil penelitian lapangan di dapat karena masih LPPM STIKes Perintis Padang 191 .4% dan koordinasi di atur berdasarkan perjanjian (Purwanti. apoteker yang hadir 1 kali sebulan 23.55% dilakukan harus terdokumentasi dengan baik agar belum melakukan karena tidak dilakukan apa yang disampaikan kepada pasien itu jelas dan pemusnahan di apotek tersebut. 2004). tenaga kesehatan. apoteker yang hadir 1 kali seminggu tenaga kesehatan profesional dengan perencanaan 57. Pelayanan home care bertujuan untuk memonitoring terapi obat yang diberikan. et al. informasi obat kepada pasien.Semua apotek dengan obat (Kurniawan  Chabib. pasien antara lain tujuan pengobatan. Tujuan penyimpanan obat. menyediakan dan memberikan minggu. dilakukan oleh 12. 3 apotek melakukan PIO tiap minggu. Home care diberikan untuk mengetahui apakah pasien sudah sembuh atau belum. Berdasarkan hasil penelitian semua apotek pasien digunakan untuk melihat kembali riwayat belum melakukan pendokumentasian PIO karena penyakit pasien apabila ada keluhan dari pasien belum adanya membuat. apakah pasien patuh dalam minum obat atau tidak dan 74. Home Gambar 1. 66% khususnya untuk kelompok lansia dan pasien dengan pengobatan penyakit kronis lainnya. melakukan pendokumentasian PIO. komprehensif. Tujuan dilakukannya Pelayanan informasi obat didefenisikan konseling adalah memberikan pemahaman yang sebagai kegiatan penyediaan dan pemberian benar mengenai obat kepada pasien/ keluarga informasi.69% 70% diharapkan juga dapat melakukan pelayanan 68% kefarmasian yang bersifat kunjungan rumah. masih waktu dan belum tersedianya kartu konseling ada apoteker apotek yang belum melakukan PIO pasien. menyediakan informasi untuk hari karena belum sanggupnya apoteker untuk membuat kebijakan-kebijakan yang berhubungan melakukan konseling tiap hari.Persentase Pencapaian Pelayanan care merupakan tanggung jawab apoteker untuk Kefarmasian di Apotek Swasta Bukittinggi memonitor keberhasilan terapi obat yang diberikan. Hasil belum melakukan pendokumentasian konseling penelitian semuaapoteker apotek telah melakukan dengan meminta tanda tangan pasien sebagai bukti PIO hanya saja 5 apotek melakukan PIO satu kali bahwa pasien memahami informasi yang sehari. setiap hari karena belum sanggupnya apoteker Home care merupakan pelayanan untuk melakukan PIO tiap hari. dan tiap hari. memudahkan untuk melihat kembali riwayat Apoteker membuat catatan pengobatan pasien. 1 apotek melakukan konseling tiap bulan. sedangkan 55. Dari hasil penelitian hanya PIO pasien dan belum adanya waktu untuk 44. tenaga kesehatan.55% apotek masih belum melakukannya Konseling merupakan proses untuk karena belum tersedianya kartu catatan mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah pengobatan pasien di apotek dan masih belum ada pasien yang berkaitan dengan pengambilan waktu untuk melakukanya.45%74. 55. efek kepada pasien. pasien hanya saja 5 apotek melakukan konseling berorientasi kepada pasien. tanda-tanda toksisitas dan cara maupun pihak yang memerlukan.24% 2014. terkini oleh apoteker pengobatan. tenaga kesehatan masih ada apotek belum melakukan konseling tiap dan pihak lain. cara dan lama penggunaan obat.4%. 1 diberikan dalam konseling karena belum adanya apotek melakukan PIO satu kali sebulan. Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Dari hasil penelitian hanya 44. 3 apotek melakukan konseling tiap pihak lain. bersama. masyarakat samping. Hasil penelitian semua apotek pelayanan informasi obat adalah menunjang telah melakukan konseling antara apoteker dengan ketersediaan dan penggunaan obat rasional. rekomendasi obat yang independen. keputusan penggunaan obat.44% yang membuat catatan pengobatan pasien.24%70. Hal ini lebih bagus kesehatan yang dilakuakan secara intensif dan dibandingkan pada apotek di DKI Jakarta pada berkelanjutan pada seseorang atau keluarga di tahun 2003 dimana apoteker yang hadir setiap hari tempat tinggal mereka sendiri.69%69.

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

belum terlaksananya kegiatan pelayanan Kota Yogyakarta, Pharmaciana, Vol. 4, No.
kefarmasian di rumah dan belum adanya waktu. 2: 135-141.
Berdasarkan penelitian semua apotek Bogadenta, A., 2013, Manajemen Pengelolaan
belum melakukan pemantauan terapi obat karena Apotek, D-Medika, Yogyakarta.
belum menemukan kasus pemantauan terapi obat Handayani, R, S, Raharni, R, Gitawati., 2009,
terhadap pasien. Pemantauan terapi obat adalah Persepsi Konsumen Apotek Terhadap
suatu proses yang mencakup kegiatan untuk Pelayanan Apotek di Tiga Kota di Indonesia,
memastikan terapi obat yang aman, efektif dan Makara Kesehatan, Vol. 13, No. 1: 22-26.
rasional bagi pasien. Tujuan pemantauan terapi Hartono., 1998, Manajemen Apotek, Depot
obat adalah meningkatkan efektivitas terapi dan Informasi Obat, Jakarta.
menimilkan resiko reaksi obat tidak diharapkan Ihsan, S, P, Rezkya, N, I, Akib., 2014, Evaluasi
(Anonim, 2011). Mutu Pelayanan di Apotek Komunitas Kota
Berdasarkan penelitian kegiatan untuk Kendari Berdasarkan Standar Pelayanan
Monitoring Efek Samping Obat (MESO) yang Kefarmasian, Jurnal Farmasi dan Ilmu
mempunyai resiko tinggi semua apotek belum Kefarmasian Indonesia, Vol. 1, No. 2: 30-35.
melakukan karena tidak cukupnya waktu yang ada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
dengan banyaknya resep yang masuk ke Apotek Nomor 1027/MENKES/SK/IX/2004,
dan belum adanya waktu. Monitoring efek tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di
samping obat merupakan kegiatan pemantauan Apotek, Jakarta.
setiap respon tubuh yang tidak dikehendaki Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
terhadap obat yang terjadi pada dosis lazim yang Nomor 1332/MENKES/SK/X/2002, tentang
digunakan pada manusia untuk tujuan profilaksis, Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin
diagnosis dan terapi (Anonim, 2011). Apotek,Jakarta.
Kurniawan, D, W & L,Chabib., 2010, Pelayanan
4. KESIMPULAN Informasi Obat Teori dan Praktik, Graha
Dari penelitian yang dilakukan pada apotek- Ilmu, Yogyakarta.
apotek swasta di Bukittinggi dalam Mulyani, Y, M, H, Hasanmihardja, A, Siswanto.,
pelaksanaan pelayanan kefarmasian sesuai 2013, Persepsi Pasien Apotek Terhadap
dengan PerMenKes RI No. 35 tahun 2014 Pelayanan Apotek di Kabupaten Wonosobo,
dapat disimpulkan: Pharmacy, Vol. 10, No. 01: 55-59.
1. Pencapaian rata-rata dari aspek manajerial Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
sebesar 94,18% Nomor 35 Tahun 2014, tentang Standar
2. Pencapaian rata-rata dari pelayanan Pelayanan Kefarmasian di Apotek,Jakarta.
farmasi klinis sebesar 49,39% Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
3. Pencapaian rata-rata keseluruhan sebesar 51 Tahun 2009, tentang Pekerjaan
71,79% Kefarmasian, Jakarta.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
5. REFERENSI 25 Tahun 1980, tentang Apotek,Jakarta.
Purwanti, A, Harianto, S, Supardi., 2004,
Anief, M., 2000, Prinsip dan Dasar Gambaran Pelaksanaan Standar Pelayanan
ManajemenPemasaran Umum dan Farmasi, Farmasi di Apotek DKI Jakarta Tahun 2003,
Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. 1, No. 2:
Anief, M., 2005, Manajemen Farmasi,Gadjah 102-115.
Mada University Press, Yogyakarta. Sari, I, P., 2004, Penelitian Farmasi Komunitas
Anisah, Z, M, Hasanmihardja, D, Setiawan., 2010, dan Klinik, Gadjah Mada University Press,
Pengaruh Pelayanan Kefarmasian Terhadap Yogyakarta.
Kepuasan Konsumen Apotek di Wilayah Surahman, E, M & Ike R. Husen., 2011, Konsep
Purwokerto, Pharmacy, Vol. 07, No. 01: 46- Dasar Pelayanan Kefarmasian Berbasiskan
57. Pharmaceutical Care, Widya Padjadjaran,
Anonim., 2011, Pedoman Cara Pelayanan Bandung.
Kefarmasian yang Baik, Dirjen Binfar Syamsuni, A., 2005, Ilmu Resep, Buku
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Kedokteran EGC, Jakarta.
Jakarta. Umar, M., 2004, Manajemen Apotek Praktis, CV.
Baroroh, F., 2014, Evaluasi Kepuasan Konsumen Ar-rahman, Jakarta.
Terhadap Pelayanan Kefarmasian di Apotek

LPPM STIKes Perintis Padang 192

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

Undang–undang Republik Indonesia Nomor 36
Tahun 2009, tentang Kesehatan, Jakarta

LPPM STIKes Perintis Padang 193

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

HUBUNGAN PERILAKU DAN INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN GANGGUAN
PENDENGARAN PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI PT. JAYA SENTRIKON
INDONESIA KECAMATAN LEMBAH ANAI TAHUN 2016

Fitria Fatma, SKM, M.Kes1, Wulan Septia Hanum2
¹´² Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, STIKes Fort De Kock Bukittinggi
email fitriafatma1986@gmail.com¹
email ria_8684@yahoo.co.id ²

Abstract
Hearing impairment is a diminished disease or loss of auditory function subjected to one or
both ears. Hearing impairment is divided into two types, temporary and permanent. Based on the results
of a national survey of the health of the senses of vision and hearing with samples of 19,375 in 7
provinces (West Sumatra, South Sumatra, Central Java, East Java, NTB, South Sulawesi, and North
Sulawesi) in 2010, the prevalence of deafness is approximately 0.4% and hearing loss is about 16.8%.
The purpose of this research is to know the relationship of knowledge, working period, attitude, intensity
of the noise with the hearing impairment toward workers in the production part of PT Sentrikon Jaya
Indonesia Batang Anai Regency Padang- Pariaman2016.
The research is descriptive analytic research with cross sectional approach using collection of
independent variables and dependent variable which were done simultaneously. The sampling technique
used was total sampling with 35 people. Research was conducted mid month July 2016 at the production
of PT Sentrikon JayaIndonesia. The data collected was then analyzed in univariate and bivariat using
Chi-Square test.
The results showed there is relationship between the working masses with hearing impairment
(p= 0.002) the noise intensity (p= 0.002) and there is no relationship of knowledge with hearing
impairment (p= 0.960) and there is no relationship with attitude with hearing impairment (p= 0,708).
The working masses and the intensity of the noise relate to hearing impairment in the production
section of PT Jaya Indonesia Sentrikon 2016. It is recommended to the company to give a reprimand
or punishment to the workers who do not abide by the rules that have been applied by the company and
expected the company to transfer workers to other parts to reduce hearing impainment. To all workers
are expected to really understand and apply it in the workplace so as to avoid accidents and
occupational diseases.

Key words : Hearing impairment
References :22 (2007-2014)

1. PENDAHULUAN mereka dan dapat menyebabkan kecelakaan.
LatarBelakang Kebisingan dapat menyebabkan masalah pada
Peningkatan industri tidak terlepas dari pendengaran seperti hilangya pendengaran. Jika
peningkatan teknologi modern. Seiring dengan terpapar kebisingan melebihi batas yang
adanya mekanisasi dalam dunia industri yang dianjurkan dapat menyebabkan kehilangan
menggunakan teknologi yang tinggi, diharapkan pendengaran permanen (Anizar, 2009, p.154).
industri dapat berproduksi secara maksimal Gangguan pendengaran adalah suatu
sehingga dapat meningkatkan laju pertumbuhan penyakit berkurang atau hilangnya fungsi
ekonomi yang akhirnya dapat meningkatkan pendengaran disalah satu atau kedua telinga.
kesejahteraan rakyat. Pemilihan teknologi dalam Gangguan pendengaran dibagi menjadi dua
bidang produksi dimaksudkan untuk macam yaitu gangguan pendengaran yang bersifat
menggantikan posisi manusia dari aktor utama sementara dan tetap. Gangguan pendengaran yang
kegiatan produksi menjadi pengendali kegiatan bersifat sementara diakibatkan oleh pajanan
produksi (Anizar, 2009, p.153) kebisingan dengan intensitas tinggi dan waktu
Wilayah industri modern dapat yang singkat. Sedangkan gangguan pendengaran
menimbulkan kebisingan. Kebisingan dapat yang bersifat menetap diakibatkan oleh pajanan
menyebabkan dua masalah pada keselamatan dan kebisingan dengan waktu yang lama.
kesehatan kerja. Kebisingan dapat menarik Nilai ambang batas kebisingan (NAB)
perhatian pekerja dan menganggu konsentrasi berdasarkan waktu yang telah ditetapkan yaitu 1

LPPM STIKes Perintis Padang 194

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

sampai 8 jam perhari untuk intensitas kebisingan bekerja pada PT. Jaya Sentrikon Indonesia
antara 85 dB. Pada satuan menit, waktu yag telah sebanyak 202 orang. Pada bagian produksi terdiri
ditetapkan adalah 0,94 sampai sampai 30 menit dari beberapa proses produksi yaitu yang dimulai
perhari untuk intensitas kebisingan antara 97 dB dari proses cutting, hadding, forming, bagian
sampai 112 dB. Sedangkan dalam satuan detik, setting, placing, spinning, tension, remoulding,
waktu yang telah ditetapkan adalah 0,11 sampai dan batching plant, pada salah satu proses
28,12 detik perhari untuk intensitas kebisingan produksi di bagian spinning telah menggunakan
antara 115 dB sampai 130 dB mesin-mesin untuk melakukan proses pemadatan
(PER/13/MEN/X/2011). Nilai ambang batas tiang pancang beton dan tiang listrik yang
berdasarkan tempat yang telah diizinkan antara menimbulkan suara yang keras. Dari survei awal
lain 55 dB di kawasan terbuka hijau, rumah sakit, didapatkan pengukuran intensitas kebisingan pada
pemukiman, sekolah dan tempat ibadah. bagian Spinning yaitu 97,31dB.Tampak jelas dari
Sedangkan untuk perkantoran kawasan industri , hasil pengukuran yang telah dilakukan dapat
stasiun, pasar dan fasilitas umum lainnya antara 60 diketahui bahwa intensitas kebisingan pada bagian
– 70 dB (KEP-48/MENLH/11/1996). spinning telah melebihi nilai ambang batas (NAB)
Menurut Keputusan Menteri Tenaga Kerja yang telah ditetapkan, yaitu 85 dB untuk 8 jam
Nomor KEP-51/MEN/1999 Tentang Nilai kerja.
Ambang Batas Faktor Fisika di tempat kerja Pada survei awal dilakukan juga
bahwa intensitas kebisingan 85 dB selama 8 jam pemeriksaan pendengaran menggunakan garpu
kerja dalam sehari, selain itu, ada tenaga kerja tala pada 10 orang pekerja bagian produksi PT.
yang meraskan keluhan seperti terdengar suara Jaya Sentrikon Indonesia, sebanyak 7 orang yang
nyaring/berdenging di telinga setelah mengalami gangguan pendengaran.PT.Jaya
meninggalkan lingkungan kerja yang bising, sukar Sentrikon Indonesia telah menyediakan alat
mendengar/menangkap pembicaraan di pelindung telinga (APT) untuk melindungi telinga
lingkungan kerja yang bising. Alat pelindung pekerja dari paparan bising, sedangkan tenaga
telinga yang diberikan oleh perusahaan berupa kerja tidak mau memakai Alat pelindung telinga
sumbat atau tutup telinga yang dapat mengurangi (APT) yang telah disediakan oleh perusahaan
intensitas kebisingan sekitar 10 – 25 dB. dengan kondisi demikian akan membuat tenaga
Salah satu faktor pencemar fisik yang kerja pada bagian Spinning akan mengalami
menjadi masalah Berdasarkan Peraturan Mentri penurunan gangguan pendengaran dan terpapar
Tenaga Kerja dan Transmigrasi secara terus – menerus melebihi jam kerja yang
No.PER13/MEN/X/2011 tentang Nilai Ambang telah ditetapkan.
Batas Faktor Fisika dan Faktor Kimia di Tempat
Kerja, ditetapkan sebesar 85 dBA. Nilai Ambang 2. METODE PENELITIAN
Batas adalah standar factor tempat kerja yang Penelitian ini merupakan penelitian
dapat diterima tenaga kerja tanpa mengakibatkan deskriptif analitik yang menggunakan desain
penyakit atau gangguan kesehatan dalam cross sectional study yaitu mengumpulkan data
pekerjaan sehari–hari untuk waktu tidak melebihi untuk menemukan Hubugan pengetahuan, massa
8 jam sehari atau 40 jam seminggu. kerja, sikap dan intensitas kebisingan pekerja
PT. Jaya Sentrikon Indonesia adalah salah dengan terhadap gangguan pendengaran pada
satu IndustriNasional yang didirikan pada tahun pekerja bagian produksi PT. Jaya Sentrikon
1985 dalam rangka penanaman modal dalam Indonesia Di Jalan Bypass Kecamatan Batang
Negri (PDMN). PT. Jaya Sentrikon Indonesia Anai Kabupaten Padang – Pariaman Tahun 2016.
merupakan perusahaan yang memproduksi tiang Populasi pada penelitian ini adalah semua
pancang beton pra-tekan bagi proyek–proyek pekerja di PT. Jaya Sentrikon Indonesia yaitu
jembatan, pelabuhan maupun pembangunan sebanyak 202 orang yang terdiri dari bagian
gedung bertingkat, antara lain proyek Pertamina produksi, mentener, personalia dan umum, bagian
termina BBM di Bungus, Teluk Kabung Padang, labor dan quality control, sub kontraktor serta
Hotel Sedona Bumi Minang, Pembangunan pemasaran.
Tangki Timbun di Teluk Bayur, Pembangunan Sampel penelitian dengan tekhnik pengambilan
Dermaga Peti Kemas Teluk Bayur, Jembatan sampel secaratotal sampling yaitu semua tenaga
Sitti Nurbaya dan lain – lain. kerja yang bekerja di bagian produksi yaitu
Berdasarkan survey awal yang dilakukan sebanyak 35 orang di PT. Jaya Sentrikon
pada PT. Jaya Sentrikon Indonesia Kabupaten Indonesia Tahun 2016.
Padang – Pariaman Jumlahtenagakerja yang

LPPM STIKes Perintis Padang 195

faktor penyebab kecelakaan kerja.5 11 100 0. Sumatera Barat adalah perusahaan Nasional yang didirikan pada tahun 1985 dalam rangka Gangguan Pendengaran Tidak Mengalami OR Mengalami Total Variabel Gangguan CI 95% ) ρ Value Gangguan Pendengaran Pendengaran n % n % n % Pengetahuan Rendah 10 66.0%) dibadingkan dengan yang jenis alat pelindung telinga serta fungsi alat berpengetahuan rendah sebanyak 10 pekerja pelindung telinga dalam menurunkan intensitas (66.33 kali untuk mengalami gangguan kesehatan dan keselamatan yang membahas pendengaran dibandingkan dengan responden tentang pengertian dan tujuan K3.198/1/PMDN/1985 di Jalan By Pass. Kecamatan Batang Anai. Bentuk pelatihan tentang peluang 1.498- Baru 1 12.3 15 100 0.708 0.002 (2.4 23 100 0.619.96 1.500 0.393) Sikap Negatif 6 54. Dari dengan caramemberikan pelatihan kepada hasil analisis selanjutnya diperoleh nilai OR= karyawan dan lebih menekankan lagi tentang 1.5 8 100 240.960maka dapat disimpulkan bahwa tidak gangguan pendengaran. sedangkan responden gangguan pendengaran pada pekerja yang yang tingkat pengetahuannya rendah.002 (2.139.7%).6 4 17. terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat Pengetahuan pekerja dapat ditingkatkan pengetahuan dengan gangguan pendengaran. dampak kebisingan dan penggunaan yang memiliki pengetahuan tinggi tidak menjamin alat pelindung telinga. Kanagarian Kasang.333 Tinggi 12 60 8 40 20 100 (0.7 5 33.333 yang dapat diartikan bahwa responden yang keselamatan dan kesehatan kerja kepada pekerja memiliki tingkat pengetahuan rendah mempunyai pada saat bekerja.2.2 27 100 24. Kabupaten Padang Pariaman. HASIL DAN PEMBAHASAN penanaman modal dalam negeri (PMDN) dengan PT.318) Intensitas Kebisingan 14.250 Diatas NAB 19 82. identifikasi yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi. perusahaan kepada pekerja tentang penyakit LPPM STIKes Perintis Padang 196 . pengetahuan dan menerapkannya dalam bentuk pelatihan.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 3.540) Dibawah NAB 3 25 9 75 12 100 Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa akibat kerja salah satunya gangguan pendengaran persentase dari 35 responden yang mengalami dan keselamatan kesehatan.7 8 33.581) Massa Kerja Lama 21 77. tidak memiliki tingkat pengetahuan tinggi yaitu 12 mengetahui tentang gangguan pendengaran.600 Positif 16 66.77. JAYA SENTRIKON INDONESIA berlokasi surat keputusan BKPM NO.5 7 87.8 6 22. menguraikan Menurut asumsi peneliti didapatkan lebih cara pencegahan kecelakaan dan penggunaan alat dari separuh pekerja memiliki pengetahuan yang pelindung diri saat bekerja dan lain-lainya tinggi dan banyak mengalami gangguan misalnya faktor bahaya dari lingkungan seperti pendengaran ini disebabkan karena responden kebisingan.Selain memberikan tidak mengalami gangguan pendengaran hal ini pelatihan diharapkan adanya keinginan dari dalam disebabkan karena responden tidak melakukan diri pekerja untuk dapat merespon positif atau mengaplikasikan di lapangan informasi.330-5. Setelah dilakukanuji statistik diperoleh kebisingan yang dapat mencengah terjadinya nilai p=0. jenis- (60.5 5 45. pendidikan yang diberikan oleh sikap dan tindakan yang baik.3 24 100 (0.

diperoleh nilai p= 0.6%) hubungan antara massa kerja dengan gangguan dibandingkan dengan responden yang bekerja pendengaran yag dialami pekerja seharusnya pada daerah dengan intensitas kebisingan yang mendapat perhatian dari perusahaan tempat dibawah nilai ambang batas (NAB) sebanyak 3 bekerja.500 yang dapat diartikan tanpa pengawasan tidak akan mecapai tujuan dan bahwa responden yang memiliki massa kerja lama rencana.90 dB secara terus menerus selama alat pelindung telinga (APT) dalam bekerja. dibandingkan dengan keselamatan kerja.0%) mengalami gangguan pendengaran. tindakan pekerja dalam signifikan antara massa kerja dengan gangguan mengaplikasi sikap yang baik disertai dengan pendengaran. pendengaran.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa kesadaran pekerja yang mau menerima informasi persentase yang mengalami gangguan yang telah diberikan oleh perusahaan serta di pendengaran pada responden yang memiliki dukung dari perusahaan dengan cara memberikan massa kerja lama yaitu besar sama dari 5 informasi kepada pekerja mengenai kesehatan dan tahunyaitu 21 (77.5%) yang mengalami gangguan pendengaran. kurang lebih 8 jam perhari akanterjadi kerusakan Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa organ pendengaran. padahal dengan pekerja dapat memahami terhadap gangguan pendengaran.002 maka dapat gangguan pendengaran hal ini disebabkan disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kurangya kesadaran. teguran bahkan pemberian sangsi sekitar 3 .5 tahun masakerja. Setelah dilakukanuji mereka yang baik tidak menjamin terhindar dari statistik diperoleh nilai p= 0. Setelah responden yang bekerja pada daerah yang dilakukan uji statistik dengan Chi-Square intensitas kebisingan yang memenuhi syarat. persentase yang mengalami gangguan Perusahaan seharusnya melakukan pendengaran pada responden yang bekerja pada pemeriksaan kesehatan berkala kepada pekerja daerah dengan intensitas kebisingan yang diatas yang bekerja pada bagian produksi.2 kali mengalami yang memiliki sikap baik yaitu 16 (66. responden yang pada indera-indera pendengaran yang memiliki sikap yang baik karena didorong oleh menyebabkan ketulianapabila kontak LPPM STIKes Perintis Padang 197 .708 maka dapat disimpulkan Menurut Suma’murdanWardhanadalam Sri bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan Indah KusumaNingrum. sedangkan responden mempunyai peluang 14. Pekerja yang telah lama bekerja dan (25. serta sikap pekerja yang baik responden yang memiliki massa kerja baru yaitu terhadap penggunaan APT untuk pencengahan kecil dari 5 tahun (12. Sedangkan untuk tenaga kerja yang besar sama dari 5 tahun mempunyai peluang 24. setuju bahwa dengan memakai alat pelindung Menurut asumsi peneliti massa kerja telinga merupakan cerminan tenaga kerja yang merupakan salah satu faktor yang berpengaruh baik.7%) yang gangguan pendengaran dibandingkan dengan mengalami gangguan pendengaran.8%).5 memiliki sikap yang tidak baik mereka kurang kali untuk mengalami gangguan pendengaran setuju dengan pemberian sangsi oleh perusahaan dibandingkan dengan massa kerja baru kecil dari serta teguran oleh mandor dan pekerja juga kurang 5 tahun.pengaruh utama antara sikap dengan gangguan pendengaran. karena pengaplikasikan diperoleh nilai OR= 24. setelah terpapar terhadap tenaga kerja yang tidak menggunakan bising 85 . kebisingan terhadap kesehatan adalah kerusakan Menurut asumsi peneliti.250 yang dapat diartikan persentase yang mengalami gangguan bahwa responden yang bekerja pada daerah yang pendengaran pada responden yang memiliki sikap intensitas kebisingan yang tidak memenuhi syarat tidak baik yaitu 6 (54. pekerja bagian maksud positif dari pemberian sangsi dan teguran produksi rata-rata memiliki massa kerja yang lama akan dapat merubah sikap pekerja menjadi positif yaitu besar sama dari 5 tahun dimana semakin dengan itu pekerja dapat melakukan tindakan yang lama seseorang bekerja maka memiliki nyata untuk pencengahan terjadinya gangguan kemungkinan mengalami gangguan pendnegaran pendengaran.5%). namun dengan sikap gangguan pendengaran.002 maka dapat mendapat perlindungan dari perusahaan misalnya disimpulkan bahwa Ho ditolak yang menyatakan dengan memindahkan pekerja tersebut ke bagian bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lainsesuai dengan kemampuan pekerja atau intensitas kebisingan dengan gangguan dengan mengurangi jam kerja pekerja. dibandingkan dnegan pekerja yang memiliki masa Diharapkan kepada perusahaan melakukan kerja kecil dari 5 tahun. Hal ini sesuai dengan teori pengwasan. Adanya nilai ambang batas (NAB) yaitu 19 (82.Dari hasil analisis selanjutnya pengawasan yang baik.Dari hasil analisis selanjutnya Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa diperoleh nilai OR= 14. Hasil mengalami gangguan pendengaran seharusnya uji statistik diperoleh nilai p= 0.

dan adanya pengawasan yang dilakukan Anizar.gov/pubmed/16 performansi dan produktivitas kerja meningkat 823764. Universitas Sebelas Maret. tegang dan yang di atas nilai ambang batas (NAB) pada stress yang diikuti dengan sakit maag. produktivitas. diakses tanggal 21 Januari 2016. sehingga mencengah terjadinya gangguan pendengaran. Teknik Keselamatan dan Kesehatan perusahaan terhadap pemakaian APT. Sesuai juga dengan teori diatas keselamatan kerja.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 terjadidalamwaktu lama. menyebabkan terjadinya gangguan pendengaran. sehingga sebagian besar tidur. dengan mengurangi jam kerja pekerja. 2010. KESIMPULAN Bintang. gangguan mendapat perlindungan dari perusahaan misalnya komunikasidan gangguan tidur. Pekerja yang telah lama bekerja dan dapatmengganggukesehatanjiwaseseoranghingga mengalami gangguan pendengaran seharusnya akhirnyamenurunkankesehatanfisik. pelatihan. adanya suatu Annoyance Of Industrial Factories In manajemen yang baik agar pekerjadapat bekerja Duho City. sebagian besar responden bekerja pada intensitas Sikap yang baik karena didorong oleh kebisingan yang di atas NAB yang dapat kesadaran pekerja yang mau menerima informasi mengakibatkan terjadinya gangguan pendengaran yang telah diberikan oleh perusahaan serta di pada pekerja. dengan memindahkan pekerja tersebut ke bagian Selainitukebisinganjugadapatmengganggukonsen lainsesuai dengan kemampuan pekerja atau trasi. secara nyaman. produksi yang menghasilkan intensitas kebisingan kantuk. Kerja di Industri. gangguan stress yang bekerja. tidak mengetahui tentang bunyi yang tidak dikehendaki yang berasal dari gangguan pendengaran. Pengetahuan yang tinggi dan banyak Gangguan pendengaran akibat bising (noise mengalami gangguan pendengaran ini disebabkan induced hearing loss/NHL) ialah gangguan karena responden yang memiliki pengetahuan pendengaran yang disebabkan akibat terpajan oleh tinggi tidak menjamin tidak mengalami gangguan bising yang cukup keras dalam jangka waktu yang pendengaran hal ini disebabkan karena responden cukup lama dan biasanya disebakan oleh bising tidak melakukan atau mengaplikasikan di lingkungan kerja.nih. bahkan penurunan gangguan pendengaran pada pekerja. efektif. Diharapkan pekerja memakai alat pelindung telinga sewaktu bekerja seperti Ear 5.M. telinga dalam. 2009. Intensitas kebisingan yang tidak Untuk beberapa orang yang rentan dikehendaki yang berasal dari alat-alat proses kebisingan dapat menyebabkan rasa pusing. Pemaparan bising yang berlebihan dapat responden bekerja pada intensitas kebisingan yang menurunkan gairah kerja danmenyebabkan di atas NAB yang dapat mengakibatkan terjadinya meningkatnya absensi. bising ini memiliki diberikan oleh perusahaan kepada pekerja tentang intensitas 85 desibel (dB) atau lebih sehingga penyakit akibat kerja salah satunya gangguan dapat menyebabkan kerusakan reseptor Corti pada pendengaran dan keselamatan kesehatan. DAFTAR PUSTAKA Muff atau Ear Plugagar dapat mengurang 20-30 dB intensitas kebisingan serta tidak menjadi Al-Dosky. jenis-jenis alat pelindung alat-alat proses produksi yang menghasilkan telinga serta fungsi alat pelindung telinga dalam intensitas kebisingan yang di atas nilai ambang menurunkan intensitas kebisingan yang dapat batas (NAB) pada bagian produksi. intensitas kebisingan merupakan dukung dari perusahaan dengan cara memberikan faktor yang berpengaruh dalam gangguan informasi kepada pekerja mengenai kesehatan dan pendengaran. Berivan H.nlm. 2015. sedangkan responden yang tingkat Menurut asumsi peneliti. dayaingatdanmenyebabkankelelahanpsikologis. kebisingan adalah pengetahuannya rendah. efisien sehingga http://www. secara umum bising adalah lapangan informasi. Yogyakarta : Graha Ilmu 4. pendidikan yang bunyi yang tidak diinginkan. kesulitan bagian produksi. serta sikap pekerja yang baik bahwa intensitas kebisingan diatas NAB > 85 dBA terhadap penggunaan APT untuk pencengahan dengan lama paparan lebih dari 8 jam akan gangguan pendengaran. Jurnal mendapat perhatian dari perusahaan tempat Diakses tanggal 5 Maret 2016 LPPM STIKes Perintis Padang 198 .ncbi. tekanan darah tinggi. Noise Lavel And sumber bahaya bagi pekerja. Tinjauan Hubungan Tingkat Adanya hubungan antara massa kerja dan Kebisingan dan Keluhan Subjektif intensitas kebisingan dengan gangguan (Audiotory) Pada Operator Bagian Derso pendengaran yag dialami pekerja seharusnya Bekasi. sakit.

Syamsiar S. 2003. Promosi Kesehatan Teori & Aplikasi.usu. 2014. Sagung Seto Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Per. Hidung. F. Burnside – McGlynn. 2013. 2015. Jakarta : Lingkungan dan K3.Pracy. Jakarta: PT. Gill. 2007. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Hubungan Kebisingan dengan Gangguan Pendengaran Pada Pekerja di Unit Produksi Paving Block CV. Buku Saku Kesehatan Kerja Cetakan ke 3. 13/MEN/X/2011. Factor Fisik di Lingkungan Kerja. Yogyakarta : Pustaka BaruPress Jakarta. Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja Notoatmodjo.K.id/download/ft/0700279. Metodologi Penelitian Kesehatan. Sumber Galian Makassar. Universitas Hassanuddin Makassar. Euis.Pelajaran Ringkas Telinga. Diakses tanggal 16 Februari 2016 LPPM STIKes Perintis Padang 199 . Rineka Cipta Notoatmodjo. 2013. Tenggorokan Kepala & Leher. Adams Diagnosis Tribowo. 2012. 1983. Hisman.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Buchari. Buku Ajar Ilmu Conversation Program. Soekidjo.Hygiene Perusahaan Dan Kesehatan Kerja (Hyperkes). Kebisingan Industri dan Hearing Soepardi. Iw.J.Kesehatan Fisik (Physical Diagnosis). 13/MEN/X/2011. Jakarta : PT. Panduan Praktis Keselamatan Kedokteran Universitas Indonesia dan Kesehatan Kerja Untuk Industri. 2007. Jakarta : Rineka Cipta Notoatmodjo.Pengukuran Fungsi Pendengaran. 2011. Hubungan Tingkat Pemaparan Kebisingan dengan Gangguan Pendengaran Pada Pengemudi Becak Mesin Di Kota Pematang Siantar. 2002. Sugeng. Mitha Erlisya. Lampiran I Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Per. 2001. Gramedia S. Jurnal. Salim. J.S. dkk. 2010. Jakarta : CV.2012. Diakses tanggal 21 Januari 2016 Jurusan Spesialis THT Fakultas Buntarto. Tahun 2012 R. 2010. dan Tenggorokan. Emil. Soekidjo.Available at Kesehatan Telinga Hidung library. Jakarta : Rineka Cipta P. Jurnal Diakses tanggal 5 Maret 2016. Utami.Siegler dkk. Jakarta: Buku Kedokteran Harrington.ac. Soekidjo. 2013. Nurbaiti. Suma’mur. Yogyakarta : Buku Kedokteran Nuha Medika. Jakarta : Buku Kedokteran Heryati.M.

terutama sekali bersumber dari acak. unsur darah venanya. kapas. buangan (asap) kendaraan bermotor. HCL (Hallow Cathode Lamp).4.III Teknologi Laboratorium Medik STIKes Perintis Padang Email: Marisaazzhila@yahoo. tumbuhan yang ada disepanjang jalan botol darah. mempunyai berat jenis atau densitas lebih dari 5 Tujuan Penelitian adalah Untuk g/cm3. beaker glass.INDARUNG TAHUN 2016 Marisa Dosen D.2. torniquet.Indarung kota Padang yang dipilih secara tatanan udara. 5-10 years and those with work experience ranging from 10-15 years.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 PENENTUAN KADAR TIMBAL (Pb) DALAM DARAH PADA SOPIR TRUK DI JALAN RAYA PADANG . truk disebabkan terjadi kontak langsung dengan aquadest. Metode yang efek khusus pada makhluk hidup. kadmium (Cd). Larutan HNO3. 0. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Sebagai contoh adalah logam air raksa (Hg). Therefore. Results of the study was the amount of lead (Pb) found in the blood samples with varying levels. 0. this study uses the experimental method with croosectional approach. Sebagian diantaranya akan Alat yang digunakan:AAS Shimadzu AA- membentuk partikulat di udara bebas dengan 6300 PC. Logam ini Sampel dalam penelitian ini adalah darah merupakan sisa-sisa pembakaran yang terjadi sopir truk di jalan Raya Padang Indarung Kota anatara bahan bakar dengan mesin kendaraan. corong. 0. logam-logam lain. especially by lead (Pb). Padang sebanyak 10 orang yang diambil spesimen Melalui buangan mesin kendaraan tersebut. Perbedaannya terletak dari pengaruh yang dihasilkan bila logam berat ini 2. racun yang akan meracuni tubuh makhluk hidup.6.METODE PENELITIAN berikatan atau masuk ke dalam tubuh organisme Jenis penelitian ini merupakan penelitian hidup. Dapat dikatakan dipilih adalah random sampling dengan bahwa semua logam berat dapat menjadi bahan menggunakan alat AAS dalam pemeriksaannya. kompor destruksi. The amount of the lowest levels found in blood Pb truck driver who had worked for 5 years with a code sample 1. they are very vulnerable to the negative effects of of lead (Pb) which can attack the nervous system. Logam berat masih termasuk golongan mengetahui kadar Pb pada sopir truk di Jalan Raya logam dengan kriteria-kriteria yang sama dengan Padang-Indarung tahun 2016. eksperimental di laboratorium. PENDAHULUAN tersebut merupakan hasil samping dari pembakaran yang terjadi dalam mesin-mesin Logam berat adalah unsur logam yang kendaraan. dan khrom (Cr) Dalam penelitian ini yang menjadi (Palar. (Palar. labu destruksi.2008). kertas unsur-unsur lain. spuit. Bahan yang digunakan adalah sampel Tingginya kadar timbal (Pb) pada sopir darah vena. Emisi LPPM STIKes Perintis Padang 200 . labu ukur 5 mL. 5 mL. timah hitam (Pb). sedangkan sebagian lainnya saring.2008).id Abstract The truck driver working in the street everyday gain immediate exposure to air pollution..co. pipet takar akan menempel dan diserap oleh daun tumbuh . Juni 2016 di Kopertis Wilayah X. alkohol 70%. Pb terlepas ke udara. while the number of levels of Lead ( Pb) is the highest found in the blood of a truck driver who has worked for 12 years with the sample code 3. but has not exceeded the threshold value . Each sample was analyzed by AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer).. larutan standar Pb (0. 1. Truckers. populasi adalah semua sopir truk di jalan raya Timah hitam atau Pb yang ada dalam Padang .8. Lead metal levels in the blood does not exceed the maximum threshold that is equal to 25mg / dl Keywords: Analysis of levels of lead (Pb). 1) polusi udara yang mengandung Pb yang berasal ppm. The object of research is the blood of a truck driver in Jalan Raya Padang Indarung taken as many as 10 samples were taken based on work experience ranging from <5 years. Logam berat biasanya menimbulkan efek. dari buangan gas kendaraan bermotor.

39 telah dilakukan pada sopir truk diperoleh data responden berdasarkan umur sebagai berikut: 2 > 7 μg/dl 7 70% 6.9 μg/dl 3 11 – 15 Tahun 2 20% 8 Sampel 8 7.Indarung sejak responden lahir sampai penelitian ini didapatkan hasil sebagai berikut: dilakukan dalam satuan tahunan. masukkan 4 51 – 60 1 10% kedalam botol. Umur responden dihitung darah sopir truk di jalan raya Padang .4 μg/dl truk diporoleh hasil sebagai berikut: Rata-rata Rata – rata 7. Umur yang dimaksud merupakan lama hidup Setelah dilakukan pengujian terhadap 10 sampel responden sopir truk. Ditambahkan 5 ml aquadest dan ditambahkan 5 ml 3 41 – 50 3 30% HNO3 pekat.3 μg/dl telah dilakukan pada sopir truk diperoleh data responden berdasarkan masa kerja sebagai 3 Sampel 3 11. Berdasarkan Tabel 1. Destruksi hingga jernih dan tepatnya mencapai volume ± 5 ml.3 μg/dl 2 5 .10 Tahun 5 50% 7 Sampel 7 7. Distribusi responden berdasarkan umur Jumlah 10 100% No Umur Jumlah Persentase 1 21 – 30 2 20% LPPM STIKes Perintis Padang 201 . Jumlah 10 100% 3.8 μg/dl No Masa Kerja Jumlah persentase 1 < 5 Tahun 3 30% 6 Sampel 6 10.0 μg/dl Kadar Timbal (Pb) dalam Darah Berdasarkan hasil uji laboratorium kadar timbal (Pb) dalam darah yang telah dilakukan pada sopir Jumlah 76. kadar timbal dalam darah sopir truk tabel diketahui bahwa sebagian besar responden No Kode Sampel Hasil Satuan berada pada kelompok umur 31-40 tahun yaitu berjumlah 4 orang dengan persentase 40%.3 μg/dl Distribusi responden berdasarkan masa kerja Berdasarkan hasil kuisoner dan wawancara yang 2 Sampel 2 7.1 μg/dl kerja 5 Sampel 5 3. beri label dan ukur dengan AAS.8 μg/dl berikut: Tabel 3. Distribusi responden berdasarkan masa 4 Sampel 4 9.1 μg/dl Jumlah 10 100% 9 Sampel 9 6.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Prosedur Pemeriksaan yaitu Pipet 5 ml sampel whole blood dan masukkan kedalam labu 2 31 – 40 4 40% destruksi yang beralaskan beaker glass. HASIL DAN PEMBAHASAN Kadar Timbal (Pb) dalam Darah Sopir Truk.64 μg/dl Kadar Timbal (Pb) dalam No darah Jumlah Persentase Persentase Distribusi responden berdasarkan umur Berdasarkan hasil kuisoner dan wawancara yang 1 ≤ 7 μg/dl 3 30% 1.25 Tabel 2.9 μg/dl 10 Sampel 10 9. Dinginkan. 1 Sampel 1 3.

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

Kadar timbal (Pb) darah yang dimaksud 5. Sistem kardiovaskuler; dimana timbal bisa
adalah adanya akumulasi unsur timbal (Pb) dalam menyebabkan peningkatan permiabilitas
tubuh responden sopir truk yang dibuktikan pembuluh darah.
dengan uji laboratorium kadar timbal (Pb) dengan 6. Sistem reproduksi; berpengaruh terutama
spesimen darah responden dalam satuan μg/dl. Uji terhadap gametoksisitas atau janin belum lahir
laboratorium sampel darah dilakukan dengan menjadi peka terhadap timbal. Ibu hamil yang
menggunakan metode Atomic Absorbtion terkontaminasi timbal bisa mengalami
Spectrofotometer (AAS). Nilai normal kadar keguguran, tidak berkembangnya sel otak
timbal (Pb) dalam darah untuk orang dewasa embrio, kematian janin waktu lahir, serta
adalah 10-25 μg/dl. Kategori kadar timbal (Pb) hipospermia dan teratospermia pada pria.
dalam darah ditentukan dari nilai batas atas kadar 7. Sistem endokrin; dimana timbal
timbal (Pb) dalam darah yaitu 11,8 μg/dl mengakibatkan gangguan fungsi tiroid dan
dikurangi dengan nilai batas bawah kadar timbal fungsi adrenal. Bersifat karsinogenik dalam
(Pb) dalam darah yaitu 3,3 μg/dl sehingga dosis tinggi.
didapatkan hasil 8,5 μg/dl. Dari hasil pengurangan
tersebut kemudian dibagi 2 dan didapatkan hasil Berdasarkan hasil penelitian dapat
sebesar 4,25 μg/dl. Penentuan kategori batas diketahui bahwa rata-rata kadar timah hitam
bawah. dalam darah pekerja adalah 7,64 μg/dl dengan
Kadar timbal (Pb) dalam darah yaitu nilai nilai median dan standar deviasi masing-masing
batas bawah kadar timbal dalam darah adalah 7,6 μg/dl dan 2,6483 μg/dl. Kadar timah
ditambahkan dengan hasil pembagian tersebut hitam terendah dalam darah pekerja adalah 3,3
yaitu 4,25 μg/dl dan didapatkan hasil sebesar 7,55 μg/ml dan tertinggi adalah 11,8 μg/ml.
μg/dl. Namun hasil tersebut dibulatkan menjadi 7
μg/dl. Sehingga kategori kadar timbal (Pb) dalam Walaupun semua pekerja memiliki kadar Pb
darah pada penelitian ini yaitu ≤ 7 μg/dl dan > dalam darah <25 μg/dL(normal), akan tetapi hal
7μg/dl. Sebagian besar responden memiliki kadar ini tetap perlu diwaspadai karena kadar timbal
timbal (Pb) darah > 7 μg/dl yaitu berjumlah 7 dalam darah bersifat akumulatif dan akan
orang dengan persentase 70%. mengalami peningkatan secara progresif sejalan
dengan paparan yang diterima baik secara
Keluhan Kesehatan yang dialami sopir truk kuantitas maupun kualitas.
Berdasarkan hasil kuisoner dan Jumlah kadar timbal yang ada dalam
wawancara yang telah dilakukan pada sopir truk darah dapat dipengaruhi oleh jumlah paparan
diperoleh data keluhan kesehatan sebagai berikut: timbal yang masuk kedalam tubuh, lama
Dari jenis keluhan kesehatan yang dialami seseorang terpapar oleh timbal, cara masuk timbal
oleh sopir truk tersebut keluhan terbanyak yang ke dalam tubuh, faktor lingkungan dan keadaan
dirasakan adalah cepat marah sebanyak 9 orang geografis tempat seseorang tersebut tinggal,
dengan persentase 90%, dan mengalami kelelahan makanan atau minuman yang dikonsumsi,
sebanyak 8 orang dengan persentase 80%. Gejala antibodi tubuh serta pola hidup orang tersebut.
yang ditimbulkan apabila sesorang terpapar timbal Pada penelitian ini berdasarkan
dalam konsentrasi tinggi yaitu: sering sakit kepala, pertanyaan keluhan terhadap keracunan timbal
tenggorokan terasa kering, mudah lelah, sering yang diajukan kepada responden didapatkan hasil
merasa lesu, mulut terasa logam, (Darmono, jenis dan banyaknya keluhan kesehatan yang
2001). Keracunan akibat kontaminasi timbal dapat dirasakan sopir truk yang dapat yang
menimbulkan: mengindikasi bahwa gejala yang paling banyak
1. Sistem haemopoietik; dimana timbal dikeluhkan adalah cepat marah sebanyak 9
menghambat sistem pembentukan hemoglobin responden dengan persentase 90% dan kejadian
(Hb) sehingga menyebabkan anemia kelelahan sebanyak 8 responden dengan
2. Sistem saraf; dimana timbal bisa menimbulkan persentase 80%, serta keluhan yang paling sedikit
kerusakan otak dengan gejala epilepsi, adalah perasaan canggung sebanyak 1 responden
halusinasi, kerusakan otak besar dan delirium. dengan persentase 10%. Penyakit yang
3. Sistem urinaria; dimana timbal bisa ditimbulkan akibat keracunan timbale adalah
menyebabkan lesi tubulus proksimalis, Loop anemia, gangguan pada system haematopoetic
of Henle serta menyebabkan aminasiduria. dan system syaraf pusat.
4. Sistem gastro-intestinal; dimana timbal bisa Sehingga berdasarkan hasil keluhan yang
menyebabkan kolik dan konstipasi. ada, dapat dikatakan bahwa sebagian besar

LPPM STIKes Perintis Padang 202

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

pekerja sudah mengalami gejala-gejala (Perumnas) Mandala, Kecamatan Percut
kemungkinan keracunan timbal, dan jika dilihat Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
dari bentuk gejala yang terbanyak dirasakan yakni Majalah Kesehatan Nusantara Vol 38, No.
cepat marah, kelelahan dan keram otot. Hal ini Jakarta.
dapat menunjukkan kemungkinan sopir truk Darmono, 2001. Lingkungan Hidup dan
tersebut mengalami gangguan pada system Pencemaran (Hubungannya dengan
haemotopoetic dan system saraf pusat. Sehingga Toksikologi Senyawa Logam).Universitas
pekerja kemungkinan dapat terserang anemia dan Indonesia Press, Jakarta.
penyakit saraf lainnya jika tidak segera dilakukan De Ross Fj. (1997). Smelters and Metal
penanggulangan dan pemeriksaan lebih lanjut. Reclaimenrs. In Occupational,Industrial,
Berdasarkan uji statistik menggunakan uji and environmental toxicology . New York
t Test didaptkan hasil bahwa t hitung < t tabel, : Mosby-Year book.
yaitu 2,81 < 2,82 sehingga Ho diterima dan dapat Mentri Kesehatan Republik Indonesia, 2002.
disimpulkan bahwa kadar timbal (Pb) dalam darah Keputusan Mentri Kesehatan Nomor:
pria perokok yang bekerja sebagai sopir truk di 1406/MEMKES/SK/IX/2002 tentang
jalan raya padang indarung tidak melebihi ambang Standar Pemeriksaan Kadar Timah
batas normal yaitu 10-25 μg/dl. Hal ini dapat Hitam pada Spesimen Biomarker
dikarenakan rutinnya sopir truk mengkonsumsi air Manusia. Jakarta: Departemen Kesehatan.
yang cukup, buah dan sayuran yang dapat Mukono. 2002. Epidemiologi Lingkungan.
membuat akumulasi kadar timbal dalam darah Universitas Airlangga.
berkurang dan dapat diekresikan melalui urine. Palar, H. 1994. Pencemaran dan Toksikologi
Kondisi daerah yang dilalui sopir truk banyak Logam Berat. PT. Rineka Cipta, Jakarta.
ditumbuhi oleh pepohonan juga dapat mengurangi Palar, H. 2004. Pencemaran dan Toksikologi
paparan kadar timbal yang masuk kedalam tubuh. Logam Berat. PT. Rineka Cipta, Jakarta.
Palar,Heryando. 2008.Pencemaran dan
4.KESIMPULAN toksikologi logam berat-Cet.4. PT. Rineka
Cipta, Jakarta.
Berdasarkan hasil penelitian yang tentang
penentuan kadar timbal (Pb) dalam darah pada
sopir truk di jalan raya padang indarung dapat
ditarik kesimpulan sebagai berikut;
1. Hasil uji laboratorium menunjukan bahwa
kadar timbal darah pada sopir truk sebagian
besar masih dibawah batas aman dengan rata-
rata kadar timbal dalam darah adalah 7,64
μg/dl.

2. Kadar timbal (Pb) dalam darah pria perokok
yang bekerja sebagai sopir truk di jalan raya
padang indarung tidak melebihi ambang batas
normal yaitu 10-25 μg/dl.

5.REFERENSI

Bassed,J. 1994. Buku Ajar Vogel Kimia Analisis
Kuantitatif Anorganik. Edisi Keempat,
buku Kedokteran. Jakarta.

BPS,2012. Perkembangan Tingkat Penggunaan
Sarana Akomodasi dan Transportasi.
Indonesia: Badan Pusat Statistik.
Chahaya, 2005. Faktor-Faktor Kesehatan
Lingkungan Perumahan yang
Mempengaruhi Kejadian ISPA pada
Balita di Perumahan Nasional

LPPM STIKes Perintis Padang 203

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

VERIFIKASI ANALISA PLUMBUM (Pb) DALAM URIN PADA PETUGAS SPBU
KUBANG PEKANBARU

Betti Rosita , Niken Siska Apriani
Program Studi DIV TLM STIKes Perintis Padang
Email: bettirosita@yahoo.co.id

Abstract

Embodiments of the quality of a healthy environment is a fundamental part in the health sector, source
of air pollution can come from a variety of activities such as industry, transport, offices and housing.
Motor vehicles in major cities are the largest source of air pollutants, approximately 70% of air
pollution caused by vehicle emissions-driving out the harmful substances that have a negative impact
on human health and environmental health. Threats plumbum (Pb) can be experienced for those who
interact directly with the sources of pollution like Pb gasoline user for motorcycle has increased lately,
which can cause the emission of particles flying from logam.Tujuan this study was to determine the level
of contamination Pb in urine at the gas station attendant Kubang Pekanbaru and determine the validity
of urine examination by the method of destruction Wet Sprektofotometer Using Atomic Absorption
(AAS). While the benefits of the research is to provide information on the content of Pb in urine at the
gas station attendant. This type of research is the experiment, with the design of the study is the analysis
of cross-sectional approach. Laboratory examination results in the second urine sample gas station
attendant Kubang Pekanbaru, the average content of Pb is still below the Threshold Limit Value (TLV)
is 0.5725μg / L according to Kepmenkes No. 1406 year 2002yaitu <10 mg / L, the price of 0.966%
precision and accuracy of 102.47% in the validation test equipment. Validation Pb elemental analysis
with a concentration range mentioned above, with the price still meet the requirements of precision of
<2% and an accuracy of 100% ± 15% thorough destruction can be concluded that this method is more
reliable or valid for the analysis of Pb in urine using SSA.

Keywords: Verification, Plumbum, Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS)

1. PENDAHULUAN yang menjadi penyebab utama keluarnya berbagai
Seiring dengan kemajuan IPTEK dan semakin pencemar dari sektor transportasi. Senyawa-
meningkatnya populasi manusia serta bertambah senyawa tersebut seluruhnya bersifat merugikan
banyaknya kebutuhan manusia, mengakibatkan manusia, baik secara langsung terhadap
semakin besar pula terjadinya masalah-masalah kesehatan, seperti karbon monoksida dan timah
pencemaran lingkungan. Perwujudan kualitas hitam (Plumbum) (yustin, 2009).
lingkungan yang sehat merupakan bagian pokok Pb (plumbum) dalam kesehariannya lebih
di bidang kesehatan. Udara sebagai komponen dikenal dengan timah hitam. Pb adalah logam
lingkungan yang penting dalam kehidupan perlu lunak kebiruan atau kelabu keperakan yang sering
dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya sehingga terdapat dalam kandungan endapan sulfit yang
dapat meningkatkan daya dukung untuk tercampur mineral-mineral lain seperti premium,
lingkungannya (Andryes, 2011). seng dan tembaga. Ancaman Pb bisa dialami bagi
Sumber pencemaran udara dapat berasal dari mereka yang bersinggungan langsung dengan
berbagai kegiatan antara lain industri, transportasi, sumber pencemar Pb tersebut. Pencemaran oleh
perkantoran dan perumahan. Kendaraan bermotor Pb Berupa industri perakitan, pengecetan
di kota-kota besar merupakan sumber pencemar mobil,dan pengguna bensin bagi pengendara
udara yang terbesar, kurang lebih 70% mengalami peningkatan akhir-akhir ini, sehingga
pencemaran udara disebabkan oleh emisi dapat menimbulkan emisi dari partikel-partikel
kendaraan bermotor mengeluar-kan zat-zat yang terbang berupa alumunium dari logam
berbahaya yang menimbulkan dampak negatif campuran. Pb berbahaya bagi sistem peredaran
terhadap kesehatan manusia maupun kesehatan darah serta sistem syaraf pusat manusia, dampak
lingkungan. Penguapan bahan bakar, sistem negatif lain yang ditimbulkan yaitu kerusakan
ventilasi mesin dan yang terutama adalah buangan pada ginjal, anemia, liver dan sistem reproduksi
dari knalpot hasil pembakaran bahan bakar yang akibat terpapar Pb (Astini , 2013).
merupakan pencampuran ratusan gas dan aerosol

LPPM STIKes Perintis Padang 204

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

Pb (plumbum) timbal yang terjadi di Amerik Serikat, kadar
Pb yang di kenal sehari-hari dengan nama timbal di dalam air minum mencapai 50 μg/l. Hal
timah hitam, dalam bahasa ilmiahnya dinamankan tersebut terjadi akibat penggunaan tandon dan
plumbum dan logam ini di simbolkn dengan Pb. pipa air yang berlapiskan timbal (Mukono, 2002).
Logam ini termsuk kedalam kelompok logam- 3. Melalui makanan
logam golongan IV-A pada tabel priodik unsur Jenis makanan yang dikonsumsi manusia
kimia. Pb mempuyai nomor atom 82 dengan bobot juga terdapat kemungkinan mengandung timbal
atau berat atom 207,2 . Pb menguap dan secara alami. Sehingga perlu diperhatikan menu
membentuk timbal oksida. Bentuk oksida yamg makanan yang dikonsumsi setiap harinya. Telah
paling umum adalah timbal (II). Walaupun diketahui bahwa setiap 100 mg timbal yang masuk
bersifat lunak dan lentur, Pb sangat rapuh dan ke dalam tubuh manusia melalui mulut akan
mengkerut pada pendinginan, sukar larut dalam menghasilkan timbal darah sebesar 6-10 μg/100
air, air panas dan air asam. Pb dapat larut dengan liter darah (Mukono, 2002).
asam nitrit, asam asetat dan asam sulfat pekat
(Palar, 2004). Nilai Ambang Batas Pb Pada Tubuh Manusia
Keracunan Pb adalah salasatu penyakit Menurut Menteri Kesehatan (2002) dalam
lingkungan yang berhubungan dengan kerja. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Meskipun diakui bahayanya, Pb tetap digunakan Nomor 1406/MENKES/SK/IX/2002 tentang
secara komersial di seluruh dunia. Paparan Pb dari standar pemeriksaan kadar timah hitam pada
lingkungan yang tersebar luas melalui distribusi spesimen biomarker manusia, pengukuran kadar
Pb secara antropogenik di udara, air, dan makanan timbal pada tubuh manusia dapat dilakukan
telah menurun dengan nyata selama 20 tahun melalui spesimen darah, urine, dan rambut.
terakhir ini akibat penurunan penggunaan timbal Adapun pada masing-masing spesimen tersebut
pada bensin (katzung, 2004). memiliki nilai ambang batas yang berbeda-beda,
yaitu:
Jalur masuk Pb ke dalam tubuh manusia 1. Spesimen darah
Pada debu, udara, dan tanah yang Nilai ambang batas kadar timbal dalam
mengandung timbal didalamnya akan spesimen darah pada orang dewasa normal
mengkontaminasi air minum dan kemudian adalah 10-25 μg per desiliter.
dikonsumsi manusia. Keracuanan yang 2. Spesimen urine
diakibatkan oleh persenyawaan timbal disebut Nilai ambang batas kadar timbal dalam
juga plumbism. Keracunan oleh timbal dapat spesimen urine 150 μg/ml creatinine.
terjadi diakibatkan masuknya logam tersebut 3. Spesimen rambut
melalui beberapa jalur, yaitu: Nilai ambang batas kadar timbal dalam
1. Melalui udara spesimen rambut 0,007-1,17 mg Pb/100gr
Udara ambien di pinggiran kota negara barat Jaringan Basah (Palar, 2008).
dapat mencapai kadar timbl (Pb) sebesar 0,5μg/m3
dan di dalam kota dapat mencapai 1-10 μg/m3. Urin
Dalam keadaan yang sangat padat oleh kendaraan Urin adalah cairan sisa yang
bermotor kadar di udara dapat mencapai 14-25 diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan
μg/m3. Timbal di udara ini akan masuk melalui dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses
saluran pernapasan dan penetrasi atau perembesan urinasi. Eksreksi urin diperlukan untuk
pada selaput kulit. Selain terhadap manusia, membuang molekul-molekul sisa dalam darah
hewan dan tanaman juga dapat terpapar oleh yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga
timbal di udara. Bila tanaman yang tercemar hemostasis cairan tubuh.Urin disaring di dalam
dikonsumsi oleh hewan, hal tersebut ginjal, dibawa melalui ureter menuju kandung
menyebabkan hewan tersebut akan semakin kemih, akhirnya dibuang keluar tubuh melalui
terpapar dengan timbal. Apabila hewan yang telah uretra.
terpapar tersebut dikonsumsi oleh manusia,
mengakibatkan timbal terakumulasi dalam tubuh Validasi
manusia (Mukono, 2002). Validasi adalah konfirmasi melalui
2. Melalui air pengujian dan pengadaan bukti yang obyektif
Pemaparan timbal oleh air jumlahnya lebih bahwa persyaratan tertentu untuk maksud khusus
rendah dibandingkan dengan pemaparan oleh dipenuhi.Validasi suatu metode analitik adalah
udara dan makanan. Seperti kasus pencemaran evaluasi sistematik dari suatu prosedur analitik

LPPM STIKes Perintis Padang 205

Uji limit deteksi (LoD) dan limit ProsedurKerja kuantitasi (LoQ) Pengambilan Sampel: Uji ini Siapkan tempat penampungan urine yang dilakukandenganmengukurkonsentrasistandar bersih dan bertutup. Hasil uji yang absah dilakukan pada pagi hari. Bawa urine data hasil uji dengan metode spektrometri serapan yang sudah ditampung ke laboratorium. Hasil saringan Instrument Detection Limit. urine yang baik. ulanganpadahari yang sama. 4. Sedangkan tempat dilakukandenganmembuatkurvakalibrasistandard penelitian dilakukan di Laboratorium Kopertis enganbeberapamacamkonsentrasistandarPb yang Wilayah X dimulaidarilarutantanpaPb.3nm. Mengocok hingga homogen. 283. Menyaring ditentukan batasdeteksi alat dan metode (IOL= campuran dengan kertas saring. 100 samadalam interval waktu yang singkat. HNO3 pekat sampai pH < 2. Ujipresisi penampungan urine. kemudian data HNO3. 6. Kadar Pb dalam sampel ditentukan dengan menggunakan kurva kalibrasi yang telah Spektrofotometri serapan Atom (SSA) dibuat sebelumnya. 8 dan 10 ppm. pipet tetes. 4. atauketerulangandilakukandalamkondisi yang kertas saring. %D dan batas deteksi. dalam memperoleh hasil uji dengan akurasi dan kemudian tambahkan dengan 2 ml formalin 37%. Metode uji memegang peranan penting telah ditampung diambil sebanyak 50 – 100 ml. wadah 3. labu ukur. Diasamkan dengan 10 mL parameter analit yang menyertai yaitu bias. Validasi metode uji dilakukan dengan spektrofotometer serapan atom (AAS) menentukan presisi dan akurasi yang diperoleh Pipet sebanyak 25 mL sampel urine dari pengukuran serapan larutan standar serta karyawan SPBU. mikro pipet ukuran 10 -100 μL.3 nm. kompor listrik. larutan standar Pb.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 untuk menunjukkan bahwa metode analitik yang pada botol penampung. -1000 μL dan 50 -250 μL. %RSO. presisi yang baik. labu yaitudenganmengukurlarutansampelmetodedestru takar. Tempat dan Waktu Penelitian 2. dandiukurmenggunakan AAS padapanjanggelombang283.6 ppm) kedalamsampel yang (skoog et. dan MOL = Method diukur dengan SSA pada panjang gelombang Detection Limit). kemudian ditampung ada]ah hasil uji denganakurasi dan presisi yang dalam wadah yang sudah disediakan.Masing- JenispenelitianiniadalahEksperimen. Ujilinieritas Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2016 di Uji ini SPBU kubang Pekanbaru. urine. masingsampelkemudiandidestruksidenganmetode dengandesain penelitian analisa pendekatan destruksibasahmenggunakan HNO3 crossectional. giemsa stok. METODE PENELITIAN (tanpapenambahanlarutanbakustandar). mikroskop. Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) adalah suatu alat yang digunakan pada metode ValidasiMetode analisis untuk penentuan unsur-unsur logam dan 1. spektofotometer serapan atom. dimasukkan kedalam labu ukur 50 ml serta Selain parameter tersebut. KemudiandilanjutkandenganmengukurstandarPb AlatdanBahan 2. ksibasahmenggunakan HNO3 dan dengan 3 kali Bahan yang digunakan adalah : Urine. Al. atom. Setelahitudidapatkanharga Peralatan yang digunakan adalah : “r”. Larutan ini standar deviasi.Untuk memperoleh keabsahan kemudian kocok hingga homogen. Kemudiandilakukanujiblanko 2. hasilabsorbsdihitungsimpanganbakunya. Berilah label atau identitas LPPM STIKes Perintis Padang 206 . Pengambilan urine dipakai secara scientific baik. Metodeujipresisidilakukansecararepitabilitas gelas beaker. Ujiakurasi (ketepatan) metaloid yang pengukurannya berdasarkan Uji ini penyerapan cahaya pada panjang gelombang dilakukandengancaramenambahkanlarutanbakup tertentu oleh atom logam dalam keadaan bebas embanding (Pb0. kantong plastik. dalam analisis mengencerkan dengan akuades sampai tanda kuantitatifunsur kelumit (trace element) perlu batas. beberapa parameter yang perlu mendapatkan perhatian adalah validasi alat dan Pengukuran Pb pada urine Metode metode uji. gelas ukur. aquades. 2000) akandiperiksasebelumdidestruksi dengan 3 kali pengulangan.

asam perklorat.Pb dalam darah akan dapat dekstruksi basah dapat di pakai untuk menentukan dideteksi dalam waktu paruh sekitar 20 hari. Sala satu syarat analisa logam dengan Kemungkinan yang menyebabkan menggunakan AAS adalah sampel harus berupa rendahnya uji hasil laboratorium kandungan larutan.47 % dengan demikian metode dekstruksi ini sudah baik karna berada pada nilai kisaran persentase recovery yang di sarankan. tinggi pula konsentrasi Pb yang terakumulasi pada Setelah sampel urin didesktruksi jaringan tubuhnya. LoD : Limit of Detection analisa sampel dilakukan dengan cara LoQ : Limit of Quantitation membandingkan standar yang ada yaitu menurut Kepmenkes RI No. Waktu paruh analisis. Rentang tersebut dianggap baik karena menunjukkan bahwa metode tersebut mempunyai ketepatan yang baik dalam menunjukan tingkat kesesuaian nilai rata-rata dari suatu pengukuran yang sebanding dengan nilai sebenarnya. asam keringat. SedangkanLoQdapatdihitungdenganrumus: Hasil pemeriksaan kandungan Timbal LoQ = 10 x SD (Pb) yang dilakukan terhadap sampel urine Keterangan: petugas SPBU di Kubang Pekanbaru. kedua sampel yang di periksa <10 μg/L Pb.Umur dan jenis kelamin juga sulfat. dan asam klorida.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 yang paling rendah yang menggunakan Atomic Absorbition dapatterdeteksiabsorbansinya. maka sebelum kadar Pb di analisis Timbal (Pb) dikarenakan para petugas SPBU yang dilakukan dekstruksi terlebih dahulu. 1993) LPPM STIKes Perintis Padang 207 . Semakin tua umur seseorang akan semakin tunggal maupun campuran. Dalam penelitian ini digunakan Pb secara biologi dalam tubuh manusia dekstruksi basah karena pada umumnya diperkirakan 2-3 tahun. HASIL DAN PEMBAHASAN Standar Pemeriksaan Kadar Pb Spesimen Hasil Pemeriksaan Pb dalam Sampel Urine Biomarker Manusia artinya melihat di atas atau di Kadar Pb dalam urine merupakan salasatu bawah NAB. Dari mempengaruhi kandungan Pb dalam jaringan semua pelarut tersebut dapat digunakan baik tubuh.218 mg/L 2 Sampel II 7Tahun 8 Jam 0. Analisis dilakuklan dengan (Palar. feces dan dekstruksi basah antara lain asam nitrat. yaitu pada rentang 100% ±15 % dengan nilai yang lebih mendekati 100%.1406 tahun 2002 tentang 3. Dari darah dan tempat deposit. 2008). Tabel 4. Melalui SD : StandarDeviasi pemeriksaan Laboratorium Kopertis Wilayah X. Hasil analisa didapatkan bahwa indikator terakumulasinya logam Pb dalam tubuh. Fungsi dari ada di Kubang pekanbaru berumur di bawah dari dekstruksi adalah untuk memutus ikatan antara 30 tahun sehingga memungkinkan rendahnya senyawa organik dengan logam yang akan di kandungan Pb pada petugas SPBU. Spectrophotometer.setelah sedangkan ekskresi Pb dalam tubuh secara proses dekstruksi diharapkan yang tertinggal keseluruhan terjadi dalam waktu paruh sekitar 28 hanya logam-logam saja dalam bentuk ion.1 kandungan Pb dalam sampel urine No Jenis Masa Rata-rata Lama Konsentrasi Pb dalam Sampel Kerja kerja/ hari urine (mg/L) 1 Sampel I 5Tahun 8 Jam 0. Jenis jaringan juga turut kemudian dilakukan analisis kadar Pb mempengaruhi kadar Pb yang dikandung tubuh menggunakan SSA. hari. unsur-unsur dengan konsentrasi rendah. Pb kemudian pelarut-pelarutyang dapat digunakan untuk diekskresikan melalui urine. pada panjang gelombang 283.3 LoD = 3 x SD nm.240 mg/L Uji Akurasi Pada metode destruksi basah menggunakan HNO3 mempunyai rata-rata recovery 102. Dapat dikaitkan pada proses destruksi yaitu tidak adanya Pb yang hilang dan dapat dianggap akurat (AOAC. jenis lampu Hollow Chatode LoDdapatdihitungdenganrumus: Lamps (HCL).

Metode analisis yang menggambarkan kemampuan suatu alat untuk memperoleh hasil pengujian yang sebanding dengan kadar analitik alat dalam sampel uji pada rentang konsentrasi tertentu.000025 7 0.007 0.60 µg 100.3 Hasil Uji Presisi No Konsentrasi Larutan (x) X-X (X-X)2 1 0.608 0.002 0. Tabel 4.005 0. 2. Presis diterapkan pada pengukuran berulang- ulang sehingga menunjukkan hasil pengukuran individual didistribusikan sekitar nilai rata-rata tanpa menghiraukan letak nilai rata-rata terhadap nilai benar (Darmono.99966. Pada tabel 4.40 µg 106.31 % pb 0. Uji linieritas dilakukan dengan membuat kurva kalibrasi yang dapat menghasilkan persamaan garis regresi serta nilai koefisien determinasi yaitu untuk mengetahui hubungan antara konsentrasi lartan baku dengan nilai absorbans yang dihasilkan (Darmono.2 µg 9.99966 yang LPPM STIKes Perintis Padang 208 .609 0. - S2+ 10 ml 10 ml 4.006 0.00 % pb 0.215 .595 -0.007 0.20 µg 101. Pada hasil perhitungan rumus didapatkan nilai % RSD metode destruksi sebesar 0. Berdasarkan pengukuran sederet larutan standar.002 0.602 Uji Linearitas Linieritas adalah suatu koefisien korelasi antara konsentrasi larutan standar baku dengan absorbans yang dihasilkan yang merupakan suatu garis lurus.47 % Uji Presisi Presisi adalah suatu ukuran penyebaran (dispersi suatu kumpulan hasil).8 µg 7.000049 6 0. 2006). nilai r = 0. kedekatan dari suatu rangkaian pengukuran berulang-ulang satu sama lain.48 ppm Rata-rata = 102. Pada gambar dapat dilihat bawah kurva kalibrasi standar tersebut mempunyaigaris singgung yang linear respon yang diberikan alat terhadap konsentrasi analit telah memenuhi syarat.966 % nilai yang diperoleh masih pada rentang yang di syaratkan yaitu <2 %. Seluruh hasil metode yang telah di lakukan dalam penelitian ini menunjukkan hasil uji dari metode dekstruksi basah menggunkan HNO3 menunjukkan hasil yang dapat dikategorikan teliti dapat di simpulkan bahwa dekstruksi metode ini dapat dipercaya atau lebih valid untuk analisis Pb dalam urine dengan menggunakan AAS.000004 4 0.72 10 ml ppm S2 + 10 ml 10 ml 7.2 Nilai Persentase Recovery Larutan Volume Spake Jumlah Pb Jumlah Recovery Sampel Sampel Pb Analisis Pb 100% Teoritis Sampel 2 10 ml ..11 % pb 0.000004 5 0. 2006).93 µg 8.596 -0.3 dapat Hasil Uji Presisi Pemeriksaan Pb dalam Sampel Urine.600 -0.4 µg .000036 2 0.607 0.000036 ∑X = 4.006 0. diperoleh nilai korelasi (r) sebesar 0.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Tabel 4.600 -0.60 ppm S2+ 10 ml 6 µg 8.000049 3 0.28 µg 7. X= = 0.60 µg 9.

KESIMPULAN DAN SARAN sehat. masih memenuhi persyaratan noise. AAS.966 Quantitation (LOQ) % dan akurasi102. Sebaiknya apabila di temukan kandungan Pb di 1406 tahun 2002<10 μg/L creatinine. 0. Dari beberapa larutan standar baku Pb diukur.045 0. limit kauntitasi (LoQ) Kubang Pekanbaru didefenisikan sebagai kosentrasi analit terendah 2. yaitu 0. 4.01745 ppm.025 0.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 diperoleh telah memenuhi syarat yang ditetapkan.5 1 1.Validasi terbaca oleh instrument.005 0 0 0.1 Kurva Uji Linieritas Uji Limit of Detection (LOD) dan Limit of Berdasarkan perolehan harga presisi0.47 % pada validasi alat uji Parameter limit deteksi (LoD) instrument dapat disimpulkan bahwa spektrometer serapan menunjukkan kosentrasi terkecil yang dapat atom layak digunakan sebagai alat uji.01 0. Pada kosentrasi terkecil metoda dekstruksi basah menggunkan HNO3 yang berada pada limit deteksi alat sangat terbatas analisis unsur Pb dengan kisaran konsentrasi dalam membedakan antara sinyal analit dengan tersebut di atas. Konsentrasi analit yang berada metode ini dapat dipercaya atau lebih valid untuk pada limit deteksi belum sepenuhnya dapat analisis Pb dalam urine dengan menggunakan dipercaya karena akurasi yang dihasilkan rendah. Kesimpulan 3.04 0. Apabila kosentrasi berada di bawah limit dengan harga presisi<2% dan akurasi 100 % ±15 deteksii maka sinyal yang ditangkap alat adalah % yang teliti dapat di simpulkan bahwa dekstruksi sepenuhnya baik. sampling. di sarankan untuk melakukan medical check up LPPM STIKes Perintis Padang 209 . serta waktu yang digunakan lebih rata. Perlu dilakukan pemantauan terhadap kadar Pb menghasilkan konsentrasi terendah unutk Pb di udara.05816 ppm.02 0.Tindakan yang kondisi operasional metode yang digunakan. penggunaan masker bagi petugas SPBU dan menjaga kesehatan dengan pola hidup yang 4. dimana yang mendekati batas antara yang Saran terdeteksi dan tidak terdeteksi diukur ulang dan 1.015 0.LoQ perlu dilakukan adalah mengurangi merupakan suatu kompromi antara kosentrasi pencemaran Pb pada sumbernya yaitu dengan dengan presisi dan akurasi yang cara menggunakan bensin tanpa Pb dan dipersyaratkan.Jika kosentrasi LoQ menurun mengurangi pencemaran Pb di lingkungan maka presisi juga menurun.Jika presisi tinggi yaitu dengan menanam pohon yang dapat dipersyaratkan. hasil tersebut menunjukkan alat yang digunakan mempunyai respon yang baik terhadap sampel.Hasil LOQ didapatkan dari udara misalnya Pohon Ketapang serta perhitungan Rumus adalah 0.229 μg/ml sesuai dengan Kepmenkes No.5 Pb mg/L Gambar 4.rata kandungan Pb masih di bawah NAB lama. dengan ketentuan r >0.03 Absorban 0.035 0. Meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam sampel yang dapat ditentukan dengan melalui kegiatan penyuluhan agar masyarakat presisi dan akurasi yang dapat diterima pada dapat mengetahui bahaya Pb.99. maka kosentrasi LoQ lebih tinggi menyerap Pb terutama Pb yang terdapat di harus dilaporkan. atas NAB. Sebaiknya dilakukan penelitian lanjut dengan Berdasarkan hasil pemeriksaan pada 2 memperbanyak sampel uji dan lokasi sampel urine petugas SPBU Kubang Pekanbaru. padat arus lalu lintas yaitu di sekitar SPBU Sementara itu. lingkungan maupun kawasan yang adalah 0.

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 5. Farmakologi Dasar dan Rahayu Sri. 2013.Validasi Pengujian Cr.. Analisis Pangan. 2001. Faktor-faktor yang Berpengaruh Kesehatan Lingkungan Poltekkes Terhadap Kadar Timbal Dalam Darah Kemenkes Manado.Pekanbaru.2012. Berat. II.2002.Validasi Uji Toksisitas Klinik Buku 3 Edisi 8. Kadar Timbal dalam darah Anak.pdpersi. Polusi Timbal Bikin Bodoh. Journal Indonesian. Faktor-Faktor Resiko Timbal Darah dan Dampaknya Terhadap Hipertensi Pada Operator Pompa Bensin Kadar Hemoglobin Pedagang Pasar di (SPBU). Analisis Kadar Timbal Udara. Epidemiologi Lingkungan Prosding Seminar Nasional Penelitian. Timbal (Pb) dalam Urine pada Pedagang (Online). oidesdanTrichurisTrichiuraPadaMuridKel as I. dkk.Studi Deskriftif Kandngan Lestari. Konsep Dasar Kimia Operator Spbu Coco Di Jl.Pertamina. 2012. MIPA. Apriyanto. 2001. Muslich dan Sri Iswati. Dewi.pjnhk. Departemen Palar. 2005. W.kpbb.2012. Soedomo. P.Universitas Negeri Nasir.S. Samin P. (Online).id. Bandung. dan III SD Negeri 45 di Anshori. P. Catur Yuantari. Pertamina. R. UNAIR Pendidikan dan Penerapan Press. LPPM STIKes Perintis Padang 210 .Pencemaran Tosikologi Logam Pendidikan dan Kebudayaan. M. KPPB.M. Semarang.C.. UNTAD. Katzung. Buku Ajar LingkunganPembuatanBatu Bata Metodelogi Penelitian KecamatanTenayan Raya Kota Pekanbaru. Mukono. Gorengan yang Dijual di Pinggir Jalan. Dampak Pemakaian Bensin Bertimbal dan Kesehatan.go. Uji Kandungan Plumbum Disel). anak di Kota Makassar. (Environmental Epidemiologi ). Indrustri Disel Oil (Minyak Astini Dewi Sari. FKUdinus.(2009). Asongan di Sekitar Jumbo Pasar diakses 10 Februari 2016).(2 Februari Pencemaran Hubungannya dengan 2016) Toksikologi Senyawa Logam. Andryes. Jakarta. Cu Dan Pb Darmono. 2005. W.Depok.Skripsi Jurusan Kimia FMIPA Khidri. DAFTAR PUSTAKA (http://www.2004. (http://www.GambaranInfestasiAscarisLumbric Yogyakarta.Com/ (Pb) Dalam Urine Karyawan Indonesia /head-office/hilir- Darmono.N. A. Palu Majalah Ilmu Kafarmasian. Surabaya. H. 2011 . Harmita. Swalayan Kota Manado. Jakarta (2007). M. Petunjuk Pelaksanaan Validasi SPBU Bayaoge Kota Palu. 2008.id. (2009). Ahmad Yani Analitik.2004.M. Jakarta. B. Anak-Anak Sekolah Dasar di Kota Annisa.co.Yogyakarta. Bogor. Analisis Logam Pb pada Garam Manusia. 2012.2004. Pusat Teknologi Akselerator Dan Proses Bahan Batan. Yusthin. Makassar: Program Pascasarjana. Surabaya. Penerbit UNHAS. (Online). Universitas Indonesia. Semarang. diakses 7 Faktor Yang Berhubungan Dengan Kadar februari 2016). Lingkungan Hidup dan ppdn/product/prd-solar. Jakarta. Developmen (OECD) 425 Pada Mencit Penerbit Salemba Medika. Atom.Media Litbang Kesehatan.Pencemaran Udara.Manado. FK UR.Tesis tidak diterbitkan. Betina Menggunakan Tembaga (II) Sulfat Kepmenkes RI. diakses 6 Februari 2016).1990. Penerbit Purwanto.2002. F.Yogyakarta.>http:www. 2001.2004.. Standar Pemeriksaan Kadar Pentahidrat. UI-Proses. 2011.2009.2008.Jurnal Metode dan cara perhitungannya. 2009. Timah Hitam (Pb) Dalam Darah Khopkar. Jakarta. Kuantitatif. Faktor – (http://www. Studi Kandungan Pb dalam Bandung. Rineka Cipta. A.. S.org/pdf. Kota Ambon. ITB. Biocelebes. H.Jurusan Lestari.Airlangga University Press.G. Surabaya. Jakarta Talise. Riyadina. Penerjemah dan Akut Metode Orga