Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana

Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

LPPM STIKes Perintis Padang 1

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

PROSIDING
SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN :
UPDATE KEPERAWATAN BENCANA
Pengurangan Resiko Bencana

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Copyright @ 2016
ISSN : 2548-3153

REVIEWER :
Yendrizal Jafri, S.Kp, M.Biomed
Ns. Yaslina, M.Kep, Sp. Kom
Ns. Ida Suryati, M.Kep
Dewi Yudiana Shinta, M.Si, Apt

Editor :
Anita Khairani, M.Si
Fitra Wahyuni, M.Si

Diterbitkan Oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
STIKes Perintis Padang

Alamat Penerbit :
Jl. Adinegoro Simpang Kalumpang Lubuk Buaya Padang, Sumatera Barat – Indonesia
Telp. (+62751) 481992, Fax. (+62751) 481962

LPPM STIKes Perintis Padang i

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb

Puji dan syukur kita ucapkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-
Nya sehingga kita senantiasa dalam keadaan sehat wal’afiat untuk dapat melaksanakan aktifitas
yang menjadi tanggung jawab kita. Shalawat dan salam kita sampaikan kepada baginda Nabi
Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari zaman kegelapan kepada zaman yang terang
akan penuh ilmu pengetahuan, semoga kita menjadi pengikutnya yang mendapat syafaat pada
akhir zaman, Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

Pada kesempatan ini izinkan kami Panitia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu terselenggaranya kegiatan ini serta kepercayaan yang diberikan kepada kami
untuk menyajikan materi Seminar Nasional Keperawatan: Update Keperawatan Bencana,
Pengurangan Resiko Bencana yang diselenggarakan di Istana Bung Hatta Kota Bukittinggi
pada Tanggal 27 November 2016. Proceeding ini berisi abstrak yang disajikan pada acara
tersebut.

Akhir kata kami Panitia berharap agar kumpulan abstrak ini dapat bermanfaat bagi
perkembangan dunia kesehatan dimasa yang akan datang, atas segala kekurangan kami mohon
maaf.

Wassalam,
Bukittinggi, 25 November 2016

TTD

PANITIA

LPPM STIKes Perintis Padang ii

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

DAFTAR ISI

DEWAN REDAKSI ........................................................................................................i
KATA PENGANTAR .....................................................................................................ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................................iii

MAKALAH KEPERAWATAN
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Kesiapan Masyarakat dalam Menghadapi
Bencana Erupsi Gunung Marapi di Kecamatan Sungai Puar
Oleh : Ida Suryati, Muhammad Arief dan Yaslina(STIKes Perintis Padang) .............. 1

Faktor-Faktor yang Mepengaruhi Pengontrolan Perilaku Kesehatan terhadap Pasien
Pasca Stroke di Wilayah Kerja Puskesmas Rasimah Achmad Bukittinggi Tahun 2016
Oleh : Yaslina dan Rizi Faserina (STIKes Perintis Padang) ..................................... 9

Pengaruh Pelaksanaan Senam Dismenore terhadap Penurunan Nyeri Haid
Oleh : Mera Delima, Insanu Muclisa dan Maidaliza (STIKes Perintis Padang) .............17

Terapi Murotal Pengaruhi Adaptasi Nyeri Persalinan pada Ibu Inpartu Primipara
Oleh : Hidayati, Nova Tri Yanti (STIKes Perintis Padang)..................................................24

Perilaku Bullying Berhubungan dengan Karakteristik Perkembangan Remaja di SMPN
3 Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan
Oleh : Isna Ovari, Falerisiska Yunere, Ilham Wira Satria (STIKes Perintis Padang)
...........................................................................................................................................32

Hubungan Intensitas Bullying dengan Tingkat Depresi pada Remaja di Poliklinik Anak
& Remaja RSJ. Prof. Hb. Sa’anin Padang Tahun 2016
Oleh : Asmawati dan Wika Maya Sari (STIKes Alifah) .............................................. 39

Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Stres Kerja Perawat di Instalasi
Gawat Darurat RSUP Dr.M.Djamil Padang Tahun 2016
Oleh : Yuanita Ananda (STIKes Alifah) ...................................................................................43

Pengembangan Model Peer Support Intervention Sebagai Upaya Meningkatkan Perilaku
Hidup Sehat Klien Hipertensi
Oleh : Aria Wahyuni, Cici Apriza Yanti, dan Efriza (STIKes Fort De Kock) ...................53

Teknik Relaksasi Finger Hold T Menurunkan Skala Nyeri Pada Pasien Cedera Kepala
Ringan
Oleh : Lisa Mustika Sari, Aldo Yuliano dan Melda Aprisa Shinta (STIKes Perintis Padang)
..................................................................................................................................... 62

Pengaruh Senam Diabetes Melitus dengan Nilai Abi pada Pasien DM di Puskesmas
Andalas Padang
Oleh : Melti Suriya (STIKes Alifah) ..................................................................................68

LPPM STIKes Perintis Padang iii

.............................................. Junnatul Wafiq dan Isna Ovari (STIKes Perintis Padang) .................................................... Rumah Sakit Achmad Mochtar) ................119 Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Patient Safety Sesuai Joint Comission International Oleh : Adriani...................................................... Mera Delima dan Kalpana Kartika (STIKes Perintis Padang) ..75 Hubungan Karakteristik dan Pola Asuh Orangtua dengan Kemampuan Melakukan Toilet Training pada Anak Usia Toddler di Paud Terpadu Surya Kids Bukittinggi Tahun 2016 Oleh : Falerisiska Yunere dan Rahma Desi (STIKes Perintis Padang) ..92 Budaya Organisasi Erat Hubungannya dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap Oleh : Erlinda Rosya..... 133 Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kemandirian Activity Daily Living Anak Tunagrahita Di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016 Oleh : Yuli Permata Sari......................................146 Prevalensi Penderita Infeksi Ascaris lumbricoides pada Siswa SDN 39 Tanjung Aur Lubuk Minturun Padang Tahun 2016 Oleh : Sri Indrayanti dan Khairunisa (STIKes Perintis Padang) ...........149 LPPM STIKes Perintis Padang iv ...........125 Intervensi Teknik Relaksasi Otot Progresif Berpengaruh terhadap Mual dan Muntah Delayed pada Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi di RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016 Oleh : Muhammad Arief dan Rahmita Tri Havizcha (STIKes Perintis Padang).......101 Pengaruh Terapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah di Puskesmas Andalas Padang Oleh : Zuriati (STIKes Alifah) ..........Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Kualitas Pelayanan Rawat Jalan dengan Kepuasan Pasien Dirumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Oleh : Endra Amalia........................................... 140 MAKALAH HEALTH SCIENCE Hubungan Aktifitas Olah Raga dengan Kadar Protein Urine pada Mahasiswa Fakultas Olahraga Universitas Negeri Padang (UNP) Oleh : Endang Suriani (STIKes Perintis Padang) ........................................................................................ Yusi Yusman dan Lisavina Juwita (STIKes Fort De Kock............................ Emil Wahyu Andria dan Mera Delima (STIKes Perintis Padang) .....................................................113 Penurunan Nyeri Haid (Dismenore) Primer Melalui Pemberian Minuman Jahe Emprit Oleh : Ridha Hidayati dan Ririn Fuji Rahma (STIKes Ranah Minang) ............................................................. 82 Tipe Keluarga dengan Perilaku Agresif Pada Anak Remaja Oleh : Yendrizal Jafri dan Atika Nurul Huda Dwi Vally (STIKes Perintis Padang) ......

...........................152 Faktor Risiko Kejadian Hiperkolesterolemia pada Penderita Penyakit Jantung Koroner Oleh : Widia Dara dan Juliana Tanjung (STIKes Perintis Padang) .. Niken Siska Apriani (STIKes Perintis Padang) ............. Hermawan dan Yendrizal Jafri (STIKes Perintis Padang) .................................................................................................................................188 Hubungan Perilaku dan Intensitas Kebisingan dengan Gangguan Pendengaran pada Pekerja Bagian Produksi PT....Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Perbandingan Kadar Hemoglobin pada Pria Perokok dan Tidak Merokok dengan Metode Sianmethemoglobin Oleh : Suraini dan Andri (STIKes Perintis Padang).166 Analisa Khasiat Sari Kurma Terhadap Jumlah Trombosit pada Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) Oleh : Miftahul Muslih..................200 Verifikasi Analisa Plumbum (Pb) Dalam Urin Pada Petugas SPBU Kubang Pekanbaru Oleh : Betti Rosita ......................194 Penentuan Kadar Timbal (Pb) Dalam Darah Pada Sopir Truk Di Jalan Raya Padang - Indarung Tahun 2016 Oleh : Marissa (STIKes Perintis Padang) ...204 LPPM STIKes Perintis Padang v ......184 Profil Pelayanan Kefarmasian pada Apotek Swasta di Bukittinggi pada Tahun 2016 Oleh : Widyastuti (Akademi Farmasi Imam Bonjol) .........176 Analisis Nilai Gizi Ikan Pantau (Rasbora argirotaenia) dan Daya Terima Terhadap Proses Pengolahan Oleh : Nurhamidah dan Widiadara (STIKes Perintis Padang) .................... Jaya Sentrikon Indonesia Kecamatan Lembah Anai Tahun 2016 Oleh : Fitria Fatma dan Wulan Septia Hanum (STIKes Fort De Kock)............................................................. Suci Fitrawati dan Lillah (STIKes Perintis Padang) .157 Uji Daya Hambat Air Rebusan Daun Gambir (Uncaria gambir Roxb) Terhadap Bakteri Methicillin Resistent Staphylococcus aureus Oleh : Putra Rahmadea Utami (STIKes Perintis Padang) ................................................................................172 Hubungan Obesitas dengan Harga Diri Rendah Pada Siswa/I SMAN 5 Bukittinggi Tahun 2016 Oleh : Lisa Fradisa...

The results of the study not a significant relation exists knowledge was with the behavior readiness in face disasters eruption merapi ( p value = 0. Sejumlah (Allender & Spradley. motivation and desire . klimatologis. permukaan laut (mdpl) berada di wilayah Lingkungan fisik yang dapat mempengaruhi administrasi Kabupaten Agam. a significant relation exists the wish of respondents with the behavior readiness in face disasters eruption merapi ( p value = 0. disasater.004 ).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KESIAPAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA ERUPSI GUNUNG MARAPI DI KECAMATAN SUNGAI PUAR Ida suryati 1. 2005). tehnik the sample and systematic cluster of sampling random sampling . attitude perception. Akbar (2014) menyatakan Sumatera Barat masyarakat juga sangat berpengaruh dalam memiliki beberapa gunung berapi. terancam menjadi area bencana (hazard region) adalah suatu kawasan berdampak bila marapi sewaktu-waktu meletus dipermkaan bumi yang rawan bencana alam akibat dengan daya letusan tinggi.Research instruments is a questionnaire. diataranya manajemen bencana. 1. budaya. a significant relation exists perception of respondents with the behavior readiness in face disasters eruption merapi ( p value = 0.Wilayah rawan tempat di wilayah itu. selain dari peran perawat. not a significant relation exists attitude respondents with the behavior readiness in face disasters eruption merapi ( p value = 0. yang untuk jangka waktu tertentu tidak dapat atau mengetahui efek dari bencana yang terjadi dan tidak mampu mencegah. mencapai bagaimana mengembangkan kerjasama dalam kesiapan. It was concluded that perception . ekonomi.891 meter di atas dapat berupa lingkungan fisik dan nonfisik.. adalah Gunung Sago. a significant relation exists motivation respondents with the behavior readiness in face disasters eruption merapi ( p value = 0. desire and readiness motivation affect the community in facing disaster mountain marapi eruption and no the dominant factor affecting the readiness of the community in facing disaster mountain marapi eruption. Yaslina 2.058 ). sehingga mengurangi kemampuan menangani bencana di komunitas.207 ). namun dapat keadaan komunitas salah satunya adalah keadaan dilihat dari Kota Bukittinggi. knowledge.Lingkungan merupakan gunung setinggi 2. M. proses alam maupun non-alam(Farah. Gunung Marapi. hidrologis.co. baik pada fase pra bencana. Menurut Ramli untuk menanggapi dampak buruk bahaya tertentu. maupun pasca bencana. dan teknologi komunitas dalam persiapan terhadap bencana.id Abstract The results of the preliminary survey they in kecamatan sungai puar of four nagari owned three nagari is a region closest to the mountain marapi or derah red zone. readiness.000 ).Design resrach deskritif the correlation with used the cross sectional . The research aims to know factor-factor affecting in behavior disaster readiness the eruption marapi which includes: knowledge. (2010) menyatakan. perception. Lancaster (2007) menyatakan bahwa perawat biologis. Pada saat terjadi bencana biasannya semua Sementara itu menurut Linda (2011) kawasan pihak panik dan akhirnya timbul korban dan rawan bencana adalah suatu wilayah yang kerusakan yang lebih besar. 2011).co. batagak and stone palano were 212 respondents.The sample people living in kanagarian the puar . Gunung Talang.001 ). Jika LPPM STIKes Perintis Padang 1 . geografis. Gunung saat bencana.Stanhope dan memiliki kondisi atau karakteristik geologis. sebaiknya memahami apasumber yang tersedia di sosial.id Email: perawat. politik.Was recommended to health workers to always improve the provision of information and health facilities in for disaster preparedness eruption mountain marapi Key Word : behaviour. Gunung Marapi mempengaruhi kesehatan manusia. PENDAHULUAN Lingkungan merupakan salah satu faktor yang Singgalang.arifyahoo. meredam.Arif 3 Prodi Ilmu Keperawatan STIKes Perintis Padang123 Email : yaslina03@yahoo. Kota Padang bencana atau lingkungan (wilayah) rawan bencana Panjang dan Kabupaten Tanah Datar.com Email : idasuryati53@yahoo.

sangat mendukung dalampersiapan bencana yang Batu Palano dan Batagak dengan sampel sebayak optimal. serta perilaku kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana. Batu Palano dan Sarik. Hasil wawancara dengan beberapa orang masyarakat di Nagari Sungai Puar menyatakan tidak tahu dan tidak perlu mempersiapkan diri dalam menghadapinya karena tidak dapat diprediksi sehingga tidak perlu disiapkan Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul tentang “Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Marapi di Kecamatan Sungai Puar.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 masyarakat memahami dan menjalankan 2. yaitu multivariat untuk mengetahui distribusi frekuensi : pengetahuan. dan niat. Kegiatan yang sudah dilakukan pada tahun 2014 oleh pihak kecamatan yaitu sosialisasi dan eduaksi berkaitan dengan evaluasi dan penanggulangan bencana. keinginan. Dari lima nagari tersebut terdapat tiga nagari yang sangat dekat dengan erupsi Gunung Marapi (zona merah) yaitu Nagari Sungai Puar. Penelitian ini Menurut Spranger. peran masyarakat sangat dominan dalam penananggulangan bencana. persepsi. maka akan terwujudnya masyarakat yang siaga terhadap bencana.Menurut Mei 2016. Salah satu kecamatan di Kabupaten Agam yang yang berada disekitar Gunung Marapi adalah Kecamatan Sungai Puar. METODE manajemen bencana dengan baik.05 dan tingkat dalam menghadapi bencana dari berbagai sumber. sikap. Kabupaten Agam tahun 2016”. Proses bencana yang akan terjadi . pengetahuan. sikap. persepsi. Aspek pada pengumpulan data dilakukan dengan mengukur masyarakat yang dapat berpengaruh terhadap faktor pengetahuan. kepercayaan 95%.661 jiwa.keinginan dan mengemukakan bahwa mereka membutuhkan motivasidengan perilaku kesiapan menggunakan informasi yang dapat dipercaya untuk kesiapan uji chi squaredengan α = 0. persepsi. Hasil penelitian Dorotha motivasi serta perilaku kesiapan. Hasil wawancara yang dilakukan dengan aparat wilayah Sungai Puar bahwa kecamatan ini sudah ditetapkan sebagai Kecamatan Siaga Bencana. persepsi. pengisian 30-45 menit. faktor pembentuk perilaku manusia. Sampel pada penelitian ini adalah Coalition for Health Funds(2002) bahwa masyarakat di Kecamatan Sungai Puar khususnya kesadaran dan keterlibatan masyarakat harus di Tiga Kenagarian yaitu Kenagarian Sungai Pua. yaitu untuk mencapai kesehatan yang 212 KK. jika peran tenaga kesehatan dipadukan dengan kesiapan masyarakat dan badan terkait lainnya. hubungan faktor (2006) menyatakan bahwa masyarakat pengetahuan. bivariatdan (2010). sehingga dapat meminimalisir terjadinya dampak serta kerugian akibat bencana. Oleh sebab itu. sikap.Dari survey awal yang peneliti lakukan di Kecamatan Sungai Puar didapatkan data terdiri dari lima (5) nagari dengan total jumlah penduduk 27. kesiapan dalam bencana erupsi Gunung Merapi yaitu perilaku masyarakat sendiri terhadap dengan menggunakan kuesioner dan waktu bencana. LPPM STIKes Perintis Padang 2 .keinginan dan motivasi. dalam Notoadmodjo menggunakan analisis univariat. sikap. Tehnik Pengambilan sampel dilakukan baik dan pencegahan terhadap bahaya lain dari dengan multistage random sampling. keparahan Penelitian telah dilakukan pada bulan April sd dampak bencana mungkin dapat ditekan.

3 4 Keinginan Rendah 76 35.1. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.5 Tinggi 107 50.1 Distribusi Frekuensi FaktorPerilaku Kesiapan Masyarakat Mei 2016 ( n = 212 ) No Variabel F % 1 Pengetahuan Rendah 105 49.207 Keinginan 0.558 Persepsi 0. Selanjutnya persepsi responden responden yang terbanyak adalah postif sebesar 73.4 Positif 156 73.3.5 2 Persepsi Negatif 56 26.7 Tinggi 113 53. 3.1.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 3.1 Hasil Penelitian 3.2 Distribusi Frekuensi Kesiapan Masyarakat Dalam Bencana Mei 2016 ( n = 212 ) No Kesiapan F % 1 Rendah 42 19.8 Tinggi 136 64.2% dan motivasi responden lebih dari separo adalah tinggi yaitu 53. persepsi. keinginan yang terbanyak adalah tinggi sebesar 64.1 Analisa korelasi perilaku terhadap kesiapan menghadapi bencana Tabel 3.3%.1Faktor Perilaku Kesiapan Masyarakat Tabel 3.2 menunjukkan bahwa distribusi proporsi kesiapan responden dalam menghadapai bencana sebagian besar adalah tinggi yaitu sebesar 80.2 5 Motivasi Rendah 99 46.000 Sikap 0.7 Positif 147 69.6 3` Sikap Negatif 65 30.3.2 Jumlah 212 100% Tabel 3.8 2 Tinggi 170 80.1.3 Tabel 3.1 menunjukkan bahwa distribusi proporsi pengetahuan responden yang tinggi dan rendah hampir sama banyak yaitu sebesar 49.042 LPPM STIKes Perintis Padang 3 .1.3 Hubungan pengetahuan.5% tinggi.5% rendah dan 50. 3.2% 3.6% dan untuk sikap yang terbanyak adalah positif yaitu sebesar 69. Distribusi Frekuensi korelasi perilaku terhadap kesiapan menghadapi bencana Mei 2016 ( n = 212 ) Correlations Variabel bebas (Independent variable) Sig. keinginan dan motivasi dengan Kesiapan Masyarakat Dalam Bencana Erupsi Gunung Merapi . (1-tailed) Pengetahuan 0.001 Motivasi 0. sikap.3 %.2 Kesiapan Masyarakat Dalam Bencana Tabel 3.

392 0. LPPM STIKes Perintis Padang 4 . dan motivasi kesiapan menghadapi bencana erupsi Gunung Marapi . Hasil penelitian ini didapatkan dan jenis kelamin.2. 3.6% dan untuk kemampuan kognitif.256 0.558 Persepsi 0. Dengan demikian. sifat meliputi pengetahuan.2 untuk multivariat dengan menggunakan regesi logistik diapatkan pada permodelan tahap 1 bahwa tidak ada varibel yang memiliki nilai p value ≤ 0. keinginan yang terbanyak adalah tinggi sebesar 64.keinginan.719 4 Keinginan -0.05 yaitu persepsi. Pemodelan Analisis miltivariate No Variabel B P wald sig Exp (B) 95% CI Lower Upper 1 Pengetahuan 0.042 Tabel 3.4.1 Distribusi Frekuensi korelasi perilaku terhadap kesiapan menghadapi bencana Mei 2016 ( n = 212 ) Correlations Variabel bebas (Independent variable) Sig. kesiapan (Pengetahuan.614 1. Maulana (2007) menyatakan bahwa Keinginan.3 %.001 Motivasi 0. Menurut International Council Nurse sebesar 49.2 .950 0. Persepsi. dan motivasi mempunyai tingkat korelasi yang tinggi dengankesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Marapi.1.207 Keinginan 0.3%.058 0.086 0. keinginan. keinginan. Dari Tabel 3.188 1.05 maka hipotesis awal ditolak artinyaterdapat hubungan yang erat antara variabel bebasdan variabel terikat.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Pengambilan keputusan didasarkan padaperbandingan antara nilai ( ) dan nilai probabilitas (0. keinginan. dan motivasipersepsi.3.050 0. Motivasi) determinan perilaku adan dua macam yaitu Hasil penelitian tentang faktor yang internal dan eksternal.136 Hasil pengolahan data pada tabel 3.2% dan motivasi responden lebih dari 3.2 Pembahasan 69. sikap (affektif) dan sikap yang terbanyak adalah positif yaitu sebesar psikomotor (skill) dalam disaster manajemen.105 1. tingkat kecerdasan.292 0.508 2.05). dan motivasi.3.459 3 Sikap 0. sikap.2 Analisis regresi logistic kesiapan masyarakat terhadap bencana erupsi Gunung Marap Tabel 3. persepsi.000 Sikap 0. Jika nilai ( ) lebih kecildari 0. (1-tailed) Pengetahuan 0. bakat bawaan.139 0. (2007) bahwa faktor – faktor yang Selanjutnya persepsi responden responden yang mempengaruhi kesiapsiagaan perawat meliputi terbanyak adalah postif sebesar 73.5% rendah dan 50. dapat disimpulkanbahwa faktorpersepsi. sosial budaya.560 5 Motivasi 0.126 0.896 1.130 0.170 2 Persepsi -0.937 1. keinginan dan motivasi sebagai faktor yang sama kuatnya mempengaruhi terhadap kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Marapi.809 1. ekonomi dan yang tinggi dan rendah hampir sama banyak yaitu politik.05.541 0.3 dapat diketahui bahwa terdapat 3 (tiga) variabel yang memilikinilai kurang dari 0.769 1.3.1 Faktor yang mempengaruhi perilaku separo adalah tinggi yaitu 53.3.163 0.477 2. kepribadian. Sikap.410 3. 3.049 0. Faktor eksternal meliputi bahwa distribusi proporsi pengetahuan responden lingkungan fisik.017 0. sifat fisik.134 0.5% tinggi. sehingga permodelan tidak dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya dan dapat disimpulkan tidak ada faktor yang dominan dalam mempengaruhi kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Marapi atau persepsi. Determinan internal adalah mempengaruhi perilaku kesiapan dalam karakteristik dari individu atau kelompok yang menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi bersangkutan yang meliputi ras.

1-tailed dan perilaku manusia dalam kesiapan bencana tidak nilai probabilitas (0. Perilaku manusia pada hakekatnya mendorong masyarakat untuk berusaha dalam adalah aktivitas yang timbul karena adanya kondisi siapsiaga mengahadapi bencana Gunung stimulus dan respon sera dapat diamati secara Marapi tersebut. dkk (2007) yang didapatkan sebagian penanggulangan bencana yang direncanakan oleh besar keluarga siap dalam menghadapi bencana pemerintah untuk mengurangi risiko bencana di khususnya bencana gempa dan tsunami di Nias. 2006). menyatakan perilaku merupakan respons atau Pengetahuan seseorang atau masyarakat tentang reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan kesiagaan bencana Gunung Marapi akan dari luar). bencana. hal ini juga terlihat dengan Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hasil adanya program oleh Kecamatan Sungai Pua penelitian Johnston and Becker. Sikap.2 Perilaku Kesiapan Dalam Menghadapi yang di kembangkan oleh Lawrence Green. Dari Tabel untuk meningkatkan perilaku selanjutnya. 1) external motivasi adalah adanya persepsi. dalam Notoadmojo 2005) ciri-ciri yang bencana ini seringkali terabaikan pada masyarakat membedakan perilaku manusia dengan mahluk yang belum memiliki pengalaman langsung lain adalah kepekaan sosial. keterampilan yang dimilikinya.2% predisposisi (predisposing factor) dalam Skiner (1938. dapat disimpulkanbahwa bahwa perilaku atau tindakan berhubungan faktorpersepsi.Berbagai pengalaman langsung dan tidak langsung. 1-tailed pernah berhenti hal ini dapat dikaitkan dengan lebih kecildari 0. keinginan. dan motivasi kesiapan bencana adalah tinggi (80%).05 yaitu separo perilaku kesiapan dalam menghadapi persepsi.Menurut Anam. Keinginan.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Pengetahuan Kebencanaan yang dimiliki. (2013) yang sebagai kecamatan siaga bencana.2.05 maka hipotesis awal ditolak pengalaman. dan motivasi mempunyai tingkat LPPM STIKes Perintis Padang 5 . menghadapi bencana erupsi Gunung Marapi . Pengambilan keputusan didasarkan langkahsecara berdayaguna dan berhasil guna Jadi padaperbandingan antara nilai Sig. dan motivasipersepsi. dengan terbentuk atau punahnya suatu kebiasaan. 2) pengetahuan. Motivasi dengan Kesiapsiagaan bencana merupakan serangkaian kesiapan menghadapi bencana erupsi Gunung upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi Marapi bencana melalui pengorganisasian serta langkah. dengan bencana (Priyanto.2. keinginan. dkk (2013) yang didapatkan tingkat Penanggulangan Bencana (Renas PB) adalah kesiapsiagaan komunitas SSB yang sangat siap perencanaan lima tahunan di tingkat nasional yang menghadapi bencana dan juga hasil penelitian memuat program program dan kegiatan Nugroho. dalam Notoadmojo 2005) pembentukan perilaku kesiapsiagaan bencana. Menurut Sarwono menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi (1983. Kiernan. seluruh Indonesia. usaha dan perjuangan dan tiap individu unik. keinginan. yaitu.3 dapat diketahui bahwa terdapat 3 (tiga) dibuktikan hasil penelitian ini dengan lebih dari variabel yang memiliki nilai kurang dari 0. Bencana Erupsi Gunung Merapi Menurut teori ini perilaku manusia dari tingkat Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kesehatan dimana ada beberapa faktor yang distribusi proporsi perilaku kesiapan responden mempengaruhi perilaku diantaranya adalah dalam menghadapai bencana sebagian besar pengetahuan yang termasuk sebagai faktor adalah tinggi yaitu sebesar 80. dan 4) keahlian Andarini dan Kuswantoro (20130 bahwa salah satu teori perilaku yaitu teori Preced-Proceed 3. Persepsi.4. Hal ini 3. Tindakan merupakan mekanisme suatu Sementara itu menurut citizan Corps (2006) pengamatan yang muncul dari persepsi sehingga menyatakan bahwa faktor-faktor yang dapat ada respon untuk mewujudkan suatu tindakan. dana. sehingga menunjukan tingkat kesiapan individu dalam kesiagaan masyarakat dan seluruh elemen dalam menghadapi bencana sangat rendah meski menghadapi bencana Gunung Marapi akan tinngi dilakukan kampanye untuk mengurangi resiko pula. Mc. 3) sikap .informasi yang didapatkan artinyaterdapat hubungan yang erat antara sebelumnya sehingga melakukan perilaku baru variabel bebasdan variabel terikat. mempengaruhi kesiapsiagaan suatu komunitas Dasar dari setiap sikap dan tindakan manusia terhadap bencana. Jika nilai Sig.3 Hubungan Faktor Pengetahuan. sebelumnya dan perilaku berikutnya.05). Disisi lain bahwa adanya kebijakan BNPB Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang memberikan arahan Nasional Susanti. pendidikan dan latihan. dkk (2005) mengemukakan Dengan demikian. orientasi pada tugas. pengetahuan dan meliputi kebijakan.Perilaku dalam kesiapan bencana merupakan sebagai kelangsungan dari perilaku 3.

baik disadari maupun gempa bumi yang di follow up dengan penjelasan- tidak disadari.Dengan termasuk terjadinya perilaku kesehatan. Riset aman untuk mengungsi jika terjadi letusan gunung yang dilakukan di New Zealand memperlihatkan Merapi. gap atau miskonsepsi pengetahuan tentang gempa 2004). sintesis dan Keinginan adalah niat yang timbul pada evaluasi (Notoatmodjo. (comprehension). dari komponen tersebut dalam bentuk satu kesatuan yang baru dan Evaluasi merupakan LPPM STIKes Perintis Padang 6 .Pengetahuan dibagi menjadi 6 (enam) lagi berusaha untuk mengambil langkah-langkah tingkatan meliputi. Indonesia. Pada umumnya merekapercaya karena dari pengalaman dan penelitian. perilaku bahwa bencana itu adalah suatu kutukan atas dosa yang didasarkan oleh pengetahuan akan menetap dan kesalahan yang telahdiperbuat. diawali pengetahuan akan meningkatkan dengan adanya pengalaman-pengalaman kemampuanpenduduk mempersiapkan diri seseorang serta adanya faktor eksternal dengan lebih baik dari gempa bumi atau bencana (lingkungan fisik dan non fisik). analisis. memahami pencegahan atau penanggulangannya. dalam Allender & Spradley. Hal ini masyarakat dalam tahap ini. 2014). Menurut asumsi peneliti bahwa terjadinya dipersepsikan atau diyakini seseorang sehingga perubahan perilaku khususnya berkaitan dengan menimbulkan motivasi/niat untuk bertindak yang kesiagaan menghadapi bencana pada masyarakat akhirnya diwujudkan berupa perilaku. Hasil riset menunjukkan bahwa menambahkan hasil dari beberapa pengalaman pengetahuanpartisipan mengenai gempa bumi dan hasil observasi yang terjadi di lapangan berhubungan dengan tingkat (masyarakat) bahwasanya perilaku seseorang kesiapannyamenghadapi gempa bumi. pengetahuan dan siakap kesiapan menghadapi Persepsi merupakan proses diterimanya bencana erupsi Gunung Marapi . Menurut Triutomo (2007). 1970.Selanjutnya Notoatmodjo (2010) bumi.2005). Hal ini terlihat dari hasil penelitian ini ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan dimana responden telah menentukan tempat yang kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran. bumi dapat ditingkatkan dengan intervensi Motivasi adalah dorongan penggerak untuk melalui pengisian kuesioner pengetahuan tentang mencapai tujuan tertentu. 2010. sehingga lebih lama pada seseorang daripada perilaku yang seseorang harus menerima bahwa itu sebagai tidak didasari oleh pengetahuan (Purwanto. Dengan rangsang melalui panca indera. tahu. karena Reskar (2001) yang mendapatkan adanya pada tingkatan ini kemampuan seseorang atau pengaruh motivasi terhadap produktivitas.telah membuat tanggul lumpur / lahar jika bahwa perasaan bisa mencegah bahaya gempa akan terjadi letusan gunung Merapi. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan Penelitian ini sejalan dengan penelitian Ryan antara keinginan dengan kesiapan masyarakat (2015) didapatkan tidak terdapatnya hubungan menghadapi bencana erupsi Gunung Marapi. takdir akibatperbuatannya. di erupsi Gunung Marapi. aplikasi. yang didahului demikian.165..05 yaitu Marapi. termasuk tersebut jika pengetahuan seseorang atau perilaku kesiapan dalam menghadapi bencana. antara pengetahuan dengan kesiapsiagaan tanggap Adanya keinginan masyarakat mendorong mereka darurat kebakaran dengan pvalue 0. Pengalaman dan lain(Priyanto. dapat disimpulkanbahwa oleh perhatian (attention) sehingga individu sadar faktorpengetahuan dan sikap tidak berhubungan tentang sesuatu yang ada didalam maupun yang dengan kesiapan masyarakat menghadapi bencana ada diluar dirinya.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 korelasi yang tinggi dengan kesiapan masyarakat Dari tabel tersebut juga didapatkan 2 (dua) dalam menghadapi bencana erupsi Gunung variabel yang memiliki nilai lebih dari 0. Gronlund. masih banyak penduduk Pengetahuan adalah salah satu faktor yang yangmenganggap bahwa bencana itu merupakan mempengaruhi perubahan perilaku seseorang. tetapi juga membentuk bagian-bagian Gunung Marapi. 2006) lingkungan tersebut kemudian diketahui. suatu takdir. individu untuk melakukan sesuatu (Annissa. Namun untuk melakukan sesuatu yang berkaitan dengan penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian kesiapan menghadapi bencana erupsi Gunung Ismawan Adityansyah yang menyebutkan bahwa Marapi. Sehingga tidak perlu 1999). masyarakat sudah mencapai pada tingkatan yang Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian tinggi yaitu tingkatan sistesis dan evaluasi. Motivasi dapat timbul dari dalam penjelasan yang ditujukan untuk menghilangkan diri ataupun dari lingkungan (Sunaryo. tidak hanya mampu juga sesuai dengan penelitian ini dimana dengan memisahkan dan memahami bagian-bagian dari tingginya motivasi mendorong tingginya kesiapan komponen yang dipelajari berkaitan kesiagaan masyarakat dalam menghadapi erupsi bencana bencana .

gunung merapi disebabkan oleh faktor Philadelphia : Lippincott Williams & pengetahuan dari masyarakat tersebut berkaitan Wilkins. 5. 2004). B.000. 4. Mitigasi dan Kesiapsiagaan yaitu 49.3%. Penelitian lainnya juga menunjukan keinginan dan otivasi) dalam memepengaruhi tidak sejalan dengan penelitian ini adalah kesiapan masyarakat dalam menghadapi penelitian Sulistianingrum (2010) ada hubungan bencana erupsi Gunung Marapi. dan bukan merupakan kesiapan dalam menghadapi bencana erupsi pelaksanaan motif tertentu.000.Diakses pada tanggal 20 Maret peryataan Anam.207 kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran dengan 4. pvalue 0. 4.com/2013/04/d atau masyarakat dalam persiapan LPPM STIKes Perintis Padang 7 .2% dari berbagai pengamatan terhadap objek yang 4.1 Distribusi proporsi pengetahuan responden terhadap suatu stimulus atau objek.5% tinggi. (6thEd.id/wp- mendukung kemauan seseorang dalam content/uploads/2011/06/dusun. dari separo adalah tinngi yaitu 53.gunungsemeru. adalah positif yaitu sebesar 69.3 %. pengetahuan yang rendah berkaitan dengan Antoni.W. afektif (emosi). Sikap sebesar 73.et. & Spradley.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 tingkatan pengetahuan yang lebih tinggi dari penanggulangan bencana.com. 2014. dalam menghadapi bencana sebagian besar seorang ahli psikologi sosial yang dikutip oleh adalah tinggi yaitu sebesar 80.go.001 dan p= 0. ditemukannya tidak ada hubungan sikap dengan Communnity health nursing: Promoting kesiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana and protecting the public’s health. (2013) yang menyatakan bahwa sikap dapat http://geospasial. Peningkatan sikap Indonesia Berstatus Waspada. S. REFERENSI Menurut asumsi peneliti bahwa Allender. sehingga seseorang atau masyarakat yang dimiliki umumnya sangat mempengaruhi secara otomatis telah memiliki kemampuan untuk sikap dan kepedulian untuk siap siaga menghadapi membuat solusi yang adekuat berkaitan dengan bencana. manifestasinya tidak dapat langsung terlihat.6 Distribusi proporsi kesiapan responden Wawan & Dewi. akan tetapi menjadi predisposisi dari 4.5% responden (masyarakat) memilki Bencana Alam. BPBD SUMBAR larang daki tiga kesiagaan bencana. dilakukan dengan melibatkan langsung seesorang http://www.058 dan Terdapatnya hubungan antara sikap dengan p=0. afektif maupun perilaku (Eagly. J.5% rendah dan 50. 2010). Hal ini sejalan dengan gunung . KESIMPULAN Sikap adalah respon tertutup seseorang 4. Andarini dan Kuswantoro 2014.3 Distribusi proporsi sikap yang terbanyak diekspresikan ke dalam proses-proses kognitif. 2013. 2014.6% adalah hasil evaluasi terhadap objek yang 4. Newcomb (1969).. dan perilaku.2 Distribusi proporsipersepsi responden tetapi hanya dapat ditafsirkan dahulu dari perilaku responden yang terbanyak adalah postif yang tertutup tersebut (sunaro. Diakses pada seseorang dalam penanggulangan bencana tanggal 20 Maret 2014. dengan bencana dimana didapatkan hampir separo Aminudin.al. 1993.5 Distribusi proporsi motivasi responden lebih diekspresikan dalam bentuk respon kognitif.html meningkatkan pengetahuannya tentang Berita satu. dalam 4. Sikap sebagai hasil 4. baik yang yang tinggi dan rendah hampir sama banyak bersifat intern atau ekstern sehingga yaitu sebesar 49. antara sikap dengan kesiapsiagaan tanggap darurat bencana kebakaran.7 Ada hubungan yang signifikan persepsi.4 Distribusi proporsi keinginan yang terbanyak evaluasi merupakan totalitas yang disimpulkan adalah tinggi sebesar 64..2% Notoatmodjo (2010) menyatakan bahwa sikap 4.A.042 luar).8 Tidak ada hubungan pengetahuan dan sikap tindakan yang dilakukan dengan perilaku kesiapan dalam menghadapi Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan bencana erupsi Gunung Merapi Hasil uji penelitian Ryan (2015) yang menyatakan stasistik diperoleh nilai p= 0. p= 0. merupakan kesiapan atau kesediaan seseorang keinginan dan motivasi dengan perilaku untuk bertindak. 19 Gunung Berapi penanggulangan bencana.bpbdsumbar.Pengetahuan bencana sintesis.9 Tidak ada faktor yang dominan (persepsi. Bandung : Angkasa. kesiagaan bencana berdasarkan penilaian yang dilakukannya.). sikap bukan Gunung Merapi Hasil uji stasistik diperoleh merupakan tindakan (belum dapat diamati dari nilai p= 0. (2005).

W & Chayatin. perceptions of personal R isk and perc ptio n of the public health response to a Terrorist event or natural disaster: perspective.. Potter. 2006.http://weenbee. Jakarta : Dian Rakyat.A. UU Republik Indonesia. Skripsi Keputusan Mentri Kesehatan RI. Diakses Pada Tanggal 21 Maret 2014. A. Notoadmodjo. Notoatmodjo.wordpress.H. http://www.html DEPKES RI. Jakarta : DEPKES RI. J. Peran Perawat Dalam Manajemen Bencana. Nomor 24. & Lancaster. Community and public health nursing.E. (6th Ed).. A. Metodologi Penelitian Kesehatan. Schubert. N.com/20 11/08/23/peran-perawat-dalammanajemen bencana/#more-94. Tahun 2007. S.A.. J. Ilmu Perilaku Kesehatan. & Thomas. 2005. (2011). Edisi Refisi. Faktor-faktor yang berhubungan dengan keinginan pindah kerja perawat di RS. P. process and practice (4thed). M. S. Mosby : St Louis. 2006. dkk. Soekidjo. LPPM STIKes Perintis Padang 8 . Weenbee. Pedoman Praktis Manajemen Bencana (Disaster Manajemen). . Jakarta : Salemba Medika. Ilmu Keperawatan Komunitas Pengantar dan Teori. Sehat Terpadu. Alih bahasa : Yasmin. Jakarta: EGC.E.. Dorotha L. Exploration of the know ledge. Penatalaksanaan Korban Bencana Massal. P. Pedoman Penanggulangan Masalah Kesehatan Jiwa dan Psikososial pada Masyarakat Akibat Bencana dan Konflik. & Perry. Edisi ke-3. Jakarta : Rineka Cipta.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 aftar-namagunungdi-indonesia-beserta- letaknya. proquest. (2005). Stanhope. Jakarta : DEPKES RI. Community health nursing: Caring in action. 2010. Fundamental of Nursing : concepts. (2004). 2010. Ramli S. Jakarta: Rineka Cipta. Mubarak I.. (1999). Tentang Penanggulangan Bencana.G. Hitchcock. Issni Nurul Annissa (2014). 2006. 2009. Albani: Delmas Publisher. diperoleh tanggal 5 Maret 2015).com/docview/pdf.

. Data dari rekam medik Rumah mendadak. In this study the results obtained the majority of the respondents have good knowledge about stroke care i.52 per 100.7%) being nice. This research aims to know the relationship between the factors that relate to the control of health behavior of patients' post-stroke. STIKes Perintis Padang Email:yaslina03@yahoo. 2003).com 2.40% LPPM STIKes Perintis Padang 9 .000 kasus baru stroke setiap tahunnya. Keywords: controlling factors of health.000 penduduk daerah otak yang terganggu. post-stroke patients. Rizi Faserina2 1. PENDAHULUAN Stroke merupakan suatu penyakit Di Inggris stroke menduduki urutan ke-3 sebagai menurunnya fungsi syaraf secara akut yang pembunuh setelah penyakit jantung dan kanker.7%) General people (56.04 with OR 13.com Abstract Treatments of the post stroke are important during the recovery of the stroke patients at home to prevent the occurrence of the risk of recurrent stroke and complications of it. Research design was descriptive analytic with cross sectional design. and health behavior control methods by using questionnaire.003 with OR 15. 2011).000 jiwa mempunyai karakteristik suatu serangan yang (Ratna. sedangkan jumlah penderita diartikan sebagai suatu sindroma yang yang meninggal dunia lebih dari 125. controlling behavior. and 14 people (46. the measurement of knowledge.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGONTROLAN PERILAKU KESEHATAN PADA PASIEN PASCA STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RASIMAH AHMAD BUKITTINGGI TAHUN 2016 Yaslina1. behavior 1. Program Studi Ilmu Keperawatan. In this research it can be concluded that the attitudes and family support are in the control of health behavior of post stroke. bahaya ini tentunya akan sekitar 650. This research was done in January 2016 with total sampling in this research as 30 people in post stroke patients who were in the working area at Clinics Rasimah Ahmad. disebabkan oleh gangguan pembuluh darah otak. Namun.Program Studi Ilmu Keperawatan. analyzed by chi square test. Stroke pasien stroke pada tahun 2014 sebesar 6160 memiliki beberapa sindrome yang terdiri dari pasien. menurun setelah pasien menjalani perawatan yang intensif (Vitahealth. 2012). As for economic status of knowledge. Menurut WHO stroke merupakan pembunuh Stroke susulan bisa juga terjadi sesaat setelah nomor 3 setelah penyakit jantung dan kanker. STIKes Perintis Padang Email:rizifaserina79@gmail.7) with good family support. nonkonvulsif yang disebabkan karena Sakit Stroke Nasional Bukittinggi di dapat total gangguan perdarahan otak non traumatik. economic status. attitudes. Di Eropa ditemukan waktu 30 hari.22 and support families of 0.3%) with economic status above the UMR. Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) terjadi secara mendadak dan cepat yang menyebutkan.88. whereas in the attitude of the obtained relations significance of 0. family support.Based on the analysis results obtained bivariat no relation with the economic status of knowledge. stroke non hemoregik dan 1004 pasien hemoregik. A good understanding of the expected against control health behaviors in patients and encourage family support care post-stroke patientthat can be done since the beginning of the patients admitted in the hospital. 10 (33. angka kejadian stroke menurut data menimbulkan gejala dan tanda sesuai dengan dasar rumah sakit 63. Sekitar 30% . terjadi stroke yang pertama sekitar 3% pasien Sebanyak 75% pasien stroke di Amerika stroke sering kali terkena stroke susulan dalam menderita kelumpuhan.e. The data described by the shape of the table. Stroke dapat juga usia di atas 65 tahun. there is no connection with the control of health behavior. 14 people (46. 26 people (86.7%) with a good health behavior control. Jumlah kunjungan rawat jalan sebesar tanda dan atau gejala hilangnya fungsi sistem saraf 1880 dengan kasus stroke non hemoregik sedang pusat fokal (atau global) yang berkembang cepat jumlah pasien rawat inap sebesar 3276 pasien (dalam detik atau menit) (Jeffrey.

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

penderita stroke dapat disembuhkan secara Diantaranya faktor predisposisi (pengetahuan,
sempurna bila ditangani dalam jangka waktu 6 keyakinan, nilai, sikap, budaya, usia, jenis
jam atau kurang dari itu, agar pasien tidak kelamin, ras dan akses ke pelayanan kesehatan),
mengalami kecacatan. Tapi, sebagian penderita faktor yang memungkinkan (dukungan,
serangan stroke baru datang kerumah sakit setelah keterampilan, kemampuan, ketersediaan sumber
48 jam terjadinya serangan (Sutarto 2003). daya, kemampuan fisik, emosional, faktor
Sumber lain menyebutkan bahwa sekitar 30% - ekonomi), dan faktor yang menguatkan (insentif,
43% dapat terjadi serangan stroke ulang dalam dukungan keluarga dan teman sebaya, sumber
waktu 5 tahun. Kemungkinan terjadi kematian komunitas, akses ke pendidikan). Diantara
akibat serangan stroke antara 20% sampai dengan beberapa faktor yang dapat dimodifikasi faktor
30%. Dengan demikian, masih terdapat yang paling sering mempengaruhi perilaku
kemungkinan sembuh total ataupun sembuh penderita stroke dalam menjaga kesehatannya
dengan fungsi beberapa bagian tubuh yang adalah pengetahuan, sikap, motivasi penderita dan
mengalami kecacatan. Sekitar 50% penderita dukungan dari keluarga (Kathleen, 2006).
stroke yang mengalami kelumpuhan separuh Tujuan penelitian ini adalah Untuk
badan dapat kembali memenuhi kebutuhannya mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi
sendiri.Mereka dapat berpikir dan berjalan dengan pengontrolan perilaku kesehatan terhadap pasien
baik, meskipun penggunaan lengan atau tungkai pasca stroke di wilayah kerja Puskesmas Rasimah
agak terbatas. Ahmad Bukittinggi tahun 2016.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
menekan angka kejadian stroke berulang adalah 2. METODE PENELITIAN
mengetahui faktor resiko dan melakukan upaya
memodifikasi gaya hidup, menjalani terapi yang Penelitian ini menggunakan rancangan
diberikan dan melakukan pemeriksaan yang dapat penelitian metode deskriptif analitik yang
memberikan informasi optimal tentang faktor bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang
resiko. mempengaruhi pengontrolan perilaku kesehatan
Modifikasi prilaku serta pengontrolan faktor terhadap pasien pasca stroke di wilayah kerja
resiko stroke merupakan hal yang penting Puskesmas Rasimah Ahmad Bukittinggi tahun
dilakukan dalam perawatan pasca stroke karena 2016. Pendekatan desain penelitian dengan cross
stroke dapat berulang.Stroke berulang merupakan sectional. Rancangan ini merupakan penelitian
suatu hal yang mengkhawatirkan karena dapat dimana variabel-variabel yang termasuk faktor
memberikan karena dapat memperburuk keadaan resiko dan variabel-variabel yang termasuk efek
klien artinya terjadi bahaya yang lebih parah dari diobservasi sekaligus pada waktu yang sama
serangan pertama dan meningkatkan biaya (Notoadmojo, 2005).
perawatan (Siswanto & Yuliadji, 2005). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
Sebagian besar stroke terjadi akibat pasien Stroke yang berobat ke Poliklinik RSSN
kombinasi faktor penyebab medis yaitu faktor Bukittinggi yang berasal dari wilayah kerja
resiko (misalnya, peningkatan tekanan darah) dan Puskesmas Rasimah Ahmad Bukittinggi yang
faktor prilaku (merokok). Sebagian besar faktor berjumlah 33 orang.
resiko dapat dikendalikan atau dihilangkan sama Teknik sampling yang digunakan dalam
sekali dengan cara medis misalnya minum obat- penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu
obatan tertentu, atau cara non medis misalnya pengambilan sampel yang didasarkan pada
perubahan gaya hidup. Ini disebut faktor resiko pertimbangan peneliti Jumlah sampel adalah 30
yang dapat dimodifikasi.Diperkirakan 80% stroke responden berdasarakan hitungan rumus. Untuk
dapat dicegah dengan mengendalikan faktor mengumpulkan responden, peneliti melakukan
resiko yang dapat dimodifikasi tersebut.Salah satu kunjungan ke rumah responden dari tanggal 15
caranya dengan melakukan pengotrolan dan Januari 2016 selama 2 minggu.
pengawasan prilaku kesehatan (Feigin, 2007).
Perilaku adalah semua kegiatan atau aktivitas
manusia, baik yang dapat diamati langsung
maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak
luar.Perilaku merupakan respons atau reaksi
seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari
luar).Terdapat sejumlah faktor yang
mempengaruhi perilaku kesehatan seseorang.

LPPM STIKes Perintis Padang 10

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisa Univariat
Tabel1. Distribusi frekuensi pengetahuan responden di Puskesmas Rasimah Ahmad
Tahun 2016
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)
1 Tinggi 26 86,7
2 Rendah 4 13,3
Total 30 100,0

Dari tabel 1 dapat dilihat bahwa lebih dari separoh yaitu 26 responden (86,7%) memiliki
pengetahuan tinggi.

Tabel 2. Distribusi frekuensi sikap responden di Puskesmas Rasimah Ahmad
Tahun 2016

No Sikap Frekuensi Persentase (%)
1 Baik 17 56,7
2 Kurang baik 13 43,3
Total 30 100,0

Dari tabel 2 dapat dilihat bahwa lebih dari separoh yaitu 17 responden (56,7%) bersikap baik dalam
pengontrolan perilaku kesehatan

Tabel 3. Distribusi frekuensi Status Ekonomi Responden
di Puskesmas Rasimah Ahmad Tahun 2016
No Status Ekonomi Frekuensi Persentase (%)
1 Sesuai UMR 10 33,3
2 Dibawah UMR 20 66,7
Total 30 100,0

Dari tabel 3 dapat dilihat bahwa kurang dari separoh yaitu 10 responden (33,3%) memiliki
penghasilan sesuai UMR.

Tabel 4. Distribusi frekuensi dukungan keluarga di wilayah kerjaPuskesmas Rasimah Ahmad
tahun 2016.
No Dukungan keluarga Frekuensi Persentase (%)
1 Baik 14 46,7
2 Kurang baik 16 53,3
Total 30 100,0

Dari tabel 4 dapat dilihat bahwa kurang dari separuh yaitu 14 (46,7%) responden yang mendapat
dukungan keluarga dalam pengontrolan perilaku kesehatan.

Tabel 5. Distribusi frekuensi pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca stroke
di Puskesmas Rasimah Ahmad tahun 2016
No Pengontrolan Perilaku Frekuensi Persentase (%)
Kesehatan
1 Tinggi 14 46,7
2 Rendah 16 53,3
Total 30 100,0

Dari tabel 5 dapat dilihat bahwa kurang dari separuh yaitu 14 (46,7%) responden melakukan
pengontrolan perilaku kesehatan.

LPPM STIKes Perintis Padang 11

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

Analisa Bivariat
Tabel 6. Distribusi frekuensi Hubungan pengetahuan dengan pengontrolan perilaku
kesehatan pasien pasca stroke di Puskesmas Rasimah Ahmad tahun 2016
Pengontrolan Perilaku Kesehatan P
Jumlah OR
Pengetahuan Baik Kurang Baik Value
f % F % f %
Tinggi 14 53,8 12 46,2 26 100 0,103 2,167
Rendah 0 0 4 100 4 100
Total 14 46,7 16 53,3 30 100

Dari tabel 6 dapat dilihat bahwa dari 26 responden yang pengetahuan tinggi terdapat 53,8% yang
melakukan pengontrolan perilaku kesehatan pasca stoke dengan baik dan 46,2% tidak baik. Sedangkan
responden pengetahuan rendah 4 responden, 0% melakukan pengontrolan perilaku pasca stroke dengan
baik dan 100% melakukan pengontrolan perilaku kesehatan kurang baik.Berdasarkan uji statistik
pengetahuan dengan pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca stroke diperoleh nilai p =
0,103(p<0,05), berarti H0 diterima yaitu tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan pengontrolan
perilaku kesehatan pada pasien pasca stroke.

Tabel 7. Distribusi frekuensi Hubungan sikap dengan pengontrolan perilaku kesehatan
pasien pasca stroke di Puskesmas Rasimah Ahmad
Tahun 2016
Pengontrolan Perilaku kesehatan P
Jumlah OR
Sikap Baik Kurang Baik Value
f % f % f %
Baik 12 70,6 5 29,4 17 100 0,04 13,2
Kurang baik 2 15,4 11 84,6 13 100
Total 14 46,7 16 53,3 30 100

Dari tabel 7 dapat diihat bahwa dari 17 responden yang bersikap baik, terdapat 70,6% responden
memiliki pengontrolan perilaku kesehatan baik, 29,4% memiliki pengontrolan perilaku kesehatan
kurang baik. Sedangkan 13 responden yang bersikap kurang baik sebanyak 15,4% pengontrolan perilaku
kesehatannya baik dan 84,6% kurang baik.
Berdasarkan uji statistik didapat nilai berdasarkan uji statistik hubungan sikap dengan
pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca stroke diperoleh nilai p=0,04(p<0,05), berarti Ha diterima
yaitu ada hubungan antara sikap dengan pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca stroke dengan
OR (odds ratio) 13,2 artinya responden yang bersikap baik berpeluang sebesar 13,2 kali memiliki
pengontrolan perilaku kesehatan pasca stoke baik dibanding dengan yang mendapat bersikap kurang
baik.

Tabel 8. Distribusi frekuensi Hubungan Status Ekonomi dengan pengontrolan perilaku
kesehatan pasien pasca stroke di wilayah kerja Puskesmas Rasimah Ahmad
Tahun 2016
Pengotrolan Perilaku kesehatan P
Jumlah OR
Status Ekonomi Baik Kurang Baik Value
f % f % f %
Sesuai UMR 5 50,0 5 50,0 10 100 0,1 1,222
Dibawah UMR 9 45,0 11 55,0 20 100
Total 14 46,7 16 53,3 30 100

Dari tabel 8 dapat dilihat bahwa dari 10 responden yang berpenghasilan sesuai UMR, 50%
responden memiliki pengontrolan perilaku kesehatan baik dan 50% memiliki pengontroan perilaku
kesehatan kurang baik. Sedangkan 20 responden dengan status ekonomi dibawah UMR, 45% memiliki
pengontrolan perilaku pasca sroke dengan baik dan 55% memiliki pengontrolan perilaku kesehatan

LPPM STIKes Perintis Padang 12

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

kurang baik.Berdasarkan uji statistik pengetahuan dengan pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca
stroke diperoleh nilai p = 0,1(p<0,05) , berarti H0 diterima yaitu tidak ada hubungan antara status
ekonomi dengan pengontrolan perilaku kesehatan pada pasien pasca stoke.

Tabel 9. Hubungan Dukungan Keluarga dengan Pengontrolan Perilaku Kesehatan Pasien
Pasca Stroke di Puskesmas Rasimah Ahmad
Tahun 2016
Pengontrolan perilaku
P
Dukungan kesehatan Jumlah OR
Value
keluarga Baik Kurang Baik
F % F % f %
Baik 11 78,6 3 21,4 14 100 0,003 15,889
Kurang Baik 3 18,8 13 81,2 16 100
Total 14 46,7 16 53,3 30 100

Dari tabel 9 dapat diihat bahwa dari 14 responden yang mendapat dukungan baik dari keluarga
terdapat 78,6% melakukan pengontrolan perilaku kesehatan dengan baik, dan 21,4% kurang baik
sedangkan 16 respon dan yang mendapatkan dukungan kurang baik dari keluarga 18,8% pengontrolan
perilaku kesehatannya baik dan 81,2% kurang baik.
Berdasarkan uji statistik hubungan dukungan keluarga dengan pengontrolan perilaku kesehatan
pasien pasca stroke diperoleh nilai p = 0,003(p<0,05), berarti Ha diterima yaitu ada hubungan antara
dukungan keluarga dengan pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca stroke dengan OR (odds ratio)
15,889 artinya responden yang memiliki dukungan keluarga baik berpeluang sebesar 15,889 kali
memiliki pengontrolan perilaku kesehatan pasca stoke baik dibanding dengan yang mendapat dukungan
keluarga kurang baik.

PEMBAHASAN atau objek, proses selanjutnya akan menilai atau
1. Pengetahuan bersikap terhadap stimulus atau objek kesehatan
Berdasarkan penelitian diperoleh data bahwa tersebut.
lebih dari separoh yaitu 26 responden (86,7%) Sikap secara umum dirumuskan sebagai
memiliki pengetahuan yang tinggi tentang kecenderungan untuk berespon secara positif dan
perawatan pasca stroke. negatif terhadap orang, objek dan situasi tertentu.
Pengetahuan adalah perilaku yang berasal Dengan kata lain sikap merupakan kecendrungan
dari pengalaman sendiri atau pengalaman orang berpikir, berpersepsi dan bertindak. Sikap
lain (Notoatmodjo, 2003). Pengetahuan yang mengandung 3 komponen, yaitu kognitif, afektif
dimaksud dalam penelitian ini adalah pengetahuan /emosional serta komponen konatif (visional).
penderita stroke tentang perawatan pasca stroke
yang memungkinkan terjadinya stroke berulang 3. Status Ekonomi
dan komplikasi stroke.Pengetahuan yang dimiliki Berdasarkan penelitian diperoleh data bahwa
oleh penderita stroke sangat ditentukan oleh kurang dari separoh yaitu 10 responden (33,3%)
pendidikan yang dimiliki.Karena dengan memiliki status ekonomi yang sesuai UMR.
pendidikan yang baik, maka penderita stroke Keluarga yang sosial ekonominya rendah
dapat menerima segala informasi dari luar akan mendapat kesulitan untuk membantu
terutama tentang pentingnya keteraturan perilaku seseorang mencapai kesehatan yang optimal
kontrol. (Supartini, 2004). Sebaliknya dengan ekonomi
keluarga yang meningkat, maka kemampuan
2. Sikap dalam pemeliharaan dan peningkatan kesehatan
Berdasarkan penelitian diperoleh data bahwa keluarga juga meningkat (Notoatmodjo, 2003).
lebih dari separoh yaitu 26 responden (86,7%) Data responden yang didapatkan peneliti
memiliki sikap yang tinggi tentang perawatan lebih dari separo yang berstatus ekonomi dibawah
pasca stroke. UMR bisa jadi dikarenakan waktu penelitian
Sikap merupakan penilaian (bisa berupa responden yang didata waktu itu memang yang
pendapat) seseorang terhadap stimulus atau objek memiliki penghasilan di bawah UMR.
(dalam hal ini masalah kesehatan, termasuk
penyakit). Setelah seseorang mengetahui stimulus

LPPM STIKes Perintis Padang 13

Jika semakin besar keterlibatan keluarga perawatan pasca stroke dirumah. memahami. Dukungan Keluarga karena banyak hal yang mempengaruhi respon Berdasarkan penelitian diperoleh data bahwa seseorang sehingga sampai pada tahap tindakan kurang dari separoh yaitu 14 responden (46. 2007 pengetahuan dalam bagaimana keluarga menunjukkan mencakup dalam domain kognitif yang memiliki dukungannya memainkan suatu peran dalam enam tingkatan yaitu: tahu. pengetahuan mempunyai Dukungan keluarga adalah sikap. berarti Ha Perilaku kesehatan adalah suatu respons diterima yaitu ada hubungan antara sikap dengan seseorang terhadap stimulus atau objek yang pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca berkaitan dengan sakit dan penyakit. dukungan baik. evaluasi ini bisa dicontohkan kontributor terhadap kepatuhan kontrol pada bisa saja seseorang yang berpendidikan tinggi penderita stroke (Stanley. menentukan apakah hal tersebut dapat menjadi analysis.7%) berdasarkan uji statistik hubungan sikap dengan memiliki pengontrolan perilaku kesehatan yang pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca baik.04(p<0. budaya.Kekuatan sikap di pengaruhi oleh menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara faktor:pengalaman pribadi. makanan dan minuman serta responden yang bersikap baik 13. budaya dan lain-lain.05). Hubungan sikap dengan pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca stroke di 5. dalam kepatuhan.05). Menurut belum tentu dia mengerti sepenuhnya mengenai Sabastian (2009) menyatakan bahwa pertolongan perawatan pasca stroke dirumah karena minimnya keluarga sangat penting untuk pemulihan informasi serta pengalaman yang kurang tentang stroke.103(p<0.media masa lembaga kesehatan.2 artinya pelayanan kesehatan. dan Sukma Dinata 2003.pengaruh orang pengetahuan dengan pengontrolan perilaku terdekat.akan tetapi hal ini pasca stroke di wilayah kerja Puskesmas tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan Rasimah Ahmad tahun 2016 Naela Fadhila yang menyatakan tidak ada Berdasarkan uji statistik pengetahuan dengan hubungan yang signifikan antara sikap dengan pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca pengontrolan perilaku untuk mencegah stroke stroke diperoleh nilai p = 0. sangat dipengaruhi oleh kekuatan sikap Berdasarkan penelitian diatas yang positif.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 4. tindakan beberapa tingkatan yaitu: pendidikan. keluarga. 7. Walaupun demikian. Hubungan pengetahuan dengan antara sikap dan perilaku pengontrolan perilaku pengontrolan perilaku kesehatan pasien kesehatan pasien pasca stroke. 2006). sesuatu disini mengenai perawatan pasca stroke Hal ini didukung oleh hasil penelitian dari yang nantinya memunculkan keinginan yang Dian Agung et al(2010) dan juga penelitian Fadila positif untuk menjaga dan berperilaku kesehatan (2014). stroke diperoleh nilai p=0. status ekonomi. aplikasi. yang sakit (Suprajitno. 2003). sistem nilai. bahwa tidak ada hubungan yang signifikan yang baik bagi pasien pasca stroke. sintetis.kebudayaan.7%) untuk melakukan sesuai dengan teori Notoatmojo memiliki dukungan keluarga yang baik. paparan dan penerimaan keluarga terhadap penderita media masa (akses informasi). Ini didukung dengan penelitian Irdawati. sehingga dalam perawatan pasien pasca stroke maka makin pengontrolan perilaku kesehatannya baik. Pengontrolan Perilaku Kesehatan Pasien wilayah kerja Puskesmas Rasimah Ahmad Pasca Stroke tahun 2016 Berdasarkan penelitian diperoleh data bahwa Berdasarkan uji statistik didapat nilai kurang dari separoh yaitu 14 responden (46. Dukungan dari dan status ekonomi yang akan mempengaruhi keluarga akan memainkan suatu peran penting domain kognitif pada tingkatan pengetahuan. 2004). H0 diterima yaitu tidak ada hubungan antara Sikap yang positif biasanya dimunculkan pengetahuan dengan pengontrolan perilaku karena adanya pengetahuan yang baik terhadap kesehatan pada pasien pasca stroke. sikap. sistem stroke dengan OR (odds ratio) 13. Hal ini menurut peneliti bisa saja pendidikan dan lain-lain. berarti berulang pada pasien pasca stroke. LPPM STIKes Perintis Padang 14 . perbedaan Menurut Notoatmojo. besar pula peluang pasien pasca stroke untuk sembuh. antara pengetahuan dengan pengontrolan perilaku Pengontrolan perilaku kesehatan yang baik kesehatan pasien pasca stroke.yang menjelaskan bahwa ada hubungan signifikan 6. pengaman. pengontrolan perilaku kesehatan pasca stoke baik Perilaku itu sendiri terbentuk dari dibanding dengan yang mendapat bersikap kurang pengetahuan.2 kali memiliki lingkungan (Notoatmodjo.

Buku Ajar Fisiologi dan psikologis. Kurang dari separoh yaitu 14 responden menjamin pembiayaan kesehatan penduduk badan (46. berarti Ha diterima yaitu ada 15. Ada hubungan antara sikap dengan pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca 9. hampir semuanya menggunakan kartu BPJS.1(p<0. mereka yang status ekonominya dibawah rata-rata 6. Sumatera memiliki hubungan dengan pengontrolan perilaku Barat kesehatan pasien pasca stroke karena seperti yang Feigin. Jakarta: EGC dibutuhkan dalam perawatan pasien pasca stroke Hasmoko. menemani untuk beraktifitas olahraga stroke diperoleh nilai p = 0. Peranan dan dukungan keluarga Kedokteran.(2007).05).Begitu juga (46. 2008. KESIMPULAN pada pasien pasca stoke. Buku Ajar Praktik 15.003(p<0. diterima yaitu tidak ada hubungan antara status ekonomi dengan pengontrolan perilaku kesehatan 4. Tidak ada hubungan antara pengetahuan bisa melakukan pengontrolan perilaku kesehatan dengan pengontrolan perilaku kesehatan pada karena tidak memerlukan biaya yang terlalu pasien pasca stoke. E. Stroke.05) .7%) dengan pengontrolan perilaku kesehatan pasca memiliki sikap yang tinggi tentang perawatan stroke karena seperti kita ketahui saat ini pasca stroke. mahal.7%) seseorang dengan keteraturan pasien pasca stroke memiliki pengetahuan yang tinggi tentang melakukan kontrol berobat.7%) memiliki pengontrolan perilaku non menerima iuran pemerintah. et al. mendapat dukungan keluarga kurang baik. Ada hubungan antara dukungan keluarga keluarga dengan pengontrolan perilaku kesehatan dengan pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca stroke diperoleh nilai p = pasien pasca stroke dengan OR (odds ratio) 0. Lebih dari separoh yaitu 26 responden (86. (2007). Profil Menurut peneliti dukungan keluarga KesehatanSumatera Barat..889 kali memiliki pengontrolan perilaku Keperawatan Klinis Edisi. pasien pasca stoke. mengalami dampak penurunan fungsi neorologis Guyton&Hall.889 artinya responden yang memiliki dukungan keluarga baik Berman.2 Pengontrolan Perilaku Kesehatan Pasien 8. baik 5.Serta Rasimah Ahmad tahun 2016 ikut dalam pelaksanaan pengontrolan kesehatan Berdasarkan uji statistik pengetahuan dengan tersebut.889 hubungan antara dukungan keluarga dengan pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca 5. Jakarta: Buana telah diketahui pasien pasca stroke akan Ilmu Populer. Dinkes S Limbar. Audrey.Jadi bisa saja kesehatan yang baik. Tidak adanya hubungan status ekonomi 2. kesehatan yang baik.Hal yang sangat penting dalam pengontrolan perilaku kesehatan pasien pengontrolan ini adalah memberikan semangat pasca stroke di wilayah kerja Puskesmas dan perhatian kepada pasien pasca stroke. (2013). V. pemerintah sudah menyiapkan program yang 3. Tingkatan strata ekonomi apapun sekarang ini 4. Jakarta: kesehatan pasca stoke baik dibanding dengan yang EGC. Analisis Faktor-Faktor agar bisa mencapai pemulihan dan mencegah Yang Mempengaruhi Kinerja Klinis LPPM STIKes Perintis Padang 15 . Tidak ada hubungan antara status ekonomi Pasca Stroke di Wilayah Kerja Puskesmas dengan pengontrolan perilaku kesehatan pada Rasimah Ahmad Tahun 2016. seperti menyiapkan menu makanan pengontrolan perilaku kesehatan pasien pasca sesuai diit. Hubungan Dukungan Keluarga dengan stroke dengan OR (odds ratio) 13. Kurang dari separoh yaitu 14 responden yang menerima iuran pemerintah maupun yang (46. REFERENSI stroke dengan OR (odds ratio) 15.7%) memiliki dukungan keluarga yang dengan responden penelitian ini yang berobat baik.7%) memiliki pengontrolan perilaku yang mengelola ini kita kenal dengan nama BPJS. Berdasarkan uji statistik hubungan dukungan 9. Kurang dari separoh yaitu 14 responden diwajibkan memiliki kartu BPJS ini. (2009). 7.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 8. berarti H0 dan periksa kesehatan. perawatan pasca stroke. Berdasarkan uraian dari hasil analisa Hasil ini tidak sesuai dengan penelitian yang univariat dan bivariat serta pembahasan. Valery. Hubungan Status Ekonomi dengan komplikasi stroke. Lebih dari separoh yaitu 26 responden (86.5. maka dilakukan Dian Agung et al 2014 yang dpat diambil kesimpulan sebagai berikut: menyatakan ada hubungan antara status ekonomi 1.

Jakarta: EGC Naila Fadila. Prosedur Perawatan di Rumah Pedoman untuk Perawat. Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap Keluarga dengan Perilaku dalam Meningkatkan Kapasitas Fungsional Pasien Pasca Stroke di Wilayah Kerja Kartasura (thesis). Master Plan KedaruratanMedik. Young Joice. Rineka Cipta Notoatmodjo. Keperawatan Medikal Bedah Gangguan Sistem Persarafan. Jakarta: Binarupa Aksara. Rineka. (2005). Jakarta: PT. et al. '(2007). (2009) Hubungan Pengetahuan dan Sikap Keluarga dengan Perilaku dalam Meningkatkan Kapsitas Fungsional Pasien Pasca Stroke di Wilayah Kerja Puskesmas Surakarta 2009.S.(2013).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Perawat Berdasarkan Penerapan Sistem Pengembangan 11anajemen Kinerja Klinis (SPMKK) Irdawati. Hubungan Pengetahuan Sikap dan Perilaku tentang Faktor Resiko penyakit Serebrovascular Terhadap Kejadian Stroke Iskemik. Johnson. (Jurnal) Notoatmodjo. C & Scott. Jakarta: EGC Vitahealth.(2009). M. Gramedia Pustaka Utama LPPM STIKes Perintis Padang 16 . Jeffrey. (2004). (2010). (2003).S(2005). Metodologi Penelitian Kesehatan. Stroke. Jakarta: EGC Kathleen. Praktik Keperawatan Professional Konsep & Perspentif. Jakarta: PT. K. et al.Pendidikan dan perilaku Kesehatan.Jakarta. (Jurnal) Irdawati. Koening Blais. Cipta Tarwoto.

Siklus Dismenore merupakan menstruasi sekitar 28 hari. 2015 to July 4. Wanita pernah tersebut akan memacu pengeluaran hormon – mengalamidismenoresebanyak 90%. kehadirannya membuat cemas manakala timbul Menstruasi (haid) adalah pendarahan rasa nyeri tak tertahanketika menstruasi tiba. reproduksi dan 60-85% pada usia remaja. The tools used for data collection are questionnaires and observation sheets in the form of sheets look. Bila sel telur ini tidak kadang – kadang lebih awal. Paired test statistic test results obtained with a 95% degree of convidence that the effect of the implementation of dysmenorrhea gymnastics against a decrease in menstrual pain in studenst of Nursing Stikes Perintis Sumbar 2015 (p = 0.com Email : icha_insanu@yahoo. Menstruasi (dysmenorrhea) (Proverawati. dkk . in Indonesia 55%.Siklus menstruasi mempersiapkan Phederal Vol.2% in West Sumatra woman dysmenorrhea. This study was conducted on June 22. kelenjar hipotalamus dan hipofisis untuk mengatasi masalah dismenoreini (Jurnal serta ovarium. fisik dan emosi wanita serta lingkungan Olahraga / senam merupakan salah satu teknik relaksasi yang dapat digunakan untuk mengurangi LPPM STIKes Perintis Padang 17 . memiliki sistem reproduksi yang cukup Biasanya. atau dari salah satu ovariumnya. Pada umumnya 50 . 1 Mei 2011 : 2). 2011 : 36). Exercises sports / exercises lightweight which is one of the techniques for relaxin is highly recommended to reduce this dysmenorrhea.Bagi sebagian wanita. The design of this study is pre experiment by using approach one group pre-post test design.Bila tidak terjadi Latihan-latihan olahraga yang ringan kehamilan. secara periodik dan siklik dari uterus yang disertai Kondisi ini dikenal sebagai dismenore pelepasan (deskuamasi) endometrium. The number of samples in this study were 20 students of Nursing Levels I and IV are experiencing dysmenorrhea. Gymnastics Dysmenorrhea 1. Usia wanita.Setiap bulan wanita melepaskan satu sel telur (menarche) terjadi sekitar umur 12 atau 13.60% wanita mempengaruhi dan terjadi secara simultan di diantaranya memerlukan obat-obatan analgesik endometrium. 2004). ovulasi. yang berkaitan dengan adanya kerjasama faktor psikologis juga ikut berperan terjadinya antara hipotalamus dan ovarium. PENDAHULUAN mempengaruhi pengaturan siklus menstruasi Wanita merupakan makhluk yang (Bobak. Maidaliza3 1. terjadi menstruasi. Insanu Muchlisa2. The purpose of this study was to determine the effect the implementation of dysmenorrhea gymnastics against a decrease in menstrual pain in studensts of Nursing Stikes Perintis Sumbar 2015. uterus untuk kehamilan. mengalami pembuahan maka akan terjadi adakalanya menstruasi bak momok yang pendarahan (menstruasi) (Proverawati. yang Siklus menstruasi merupakan rangkaian mengakibatkan banyaknya absensi pada sekolah peristiwa yang secara kompleks saling maupun kantor.com Abstract Dysmenorrhea is the imbalance of progesterone in the blood causing pain sarises. status sangat dianjurkan untuk mengurangi dismenore. Pelepasan ovum yang ketidakseimbangan hormon progesteron dalam berupa oosit sekunder dari ovarium disebut darah sehingga mengakibatkan rasa nyeri timbul.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 PENGARUH PELAKSANAAN SENAM DISMENORE TERHADAP PENURUNAN NYERI HAID Mera Delima1*.000). 2009 : 83).3 Program Studi Ilmu Keperawatan Stikes perintis Sumbar *Email : meradelima@rocketmail. 2009). it is suggested to the students to be able to do this so the gymnastics dysmenorrhea menstrual pain can be reduced and not interfere with the activity of the course.id Email : maidaliza22@yahoo. Masalah ini hormon yang mempengaruhi siklus menstruasi setidaknya mengganggu 50% wanita masa (Marimbi. Keywords :Dysmenorrhea. terjadi jika ovum tidak dibuahi oleh sperma. In US there are 90% of women who experience dysmenorrhea. 2015.2.co. Hasil kerjasama dismenorepada beberapa wanita. masa menstruasi pertama unik. and 41.4 No.

ternyata dismenore lebih sedikit terjadi pada Kemudian naik dan turunkan tungkai kaki.Kemudian lutut pada kaki sebelah atas berjauhan.Salah satu kaki dalam posisi (atau bertumpu pada kedua sikut) dan lutut berlutut. lalu turunkan. jaga agar pinggul tetap rapat pada lantai. Latihan yang sebelah bawah dinaik-turunkan tungkainya. Gerakan Gerakan ini bermanfaat mengurangi ketegangan dan kekakuan pada leher dan kedua LPPM STIKes Perintis Padang 18 . berpegangan. 128).Pinggul dan lutut ditekuk. punggung bagian bawah rileks dan merenggang. Berbaring dengan bertumpu pada salah satu sisi badan. tapi teratur juga mengurangi stress dan meningkatkan pertahankan lutut tidak bergeser. 9) Peregangan dengan rotasi dalam 2) Lutut merenggang Berbaringlah dengan punggung di lantai Atur posisi lutut. dan ulangi sekali lagi. jaga menjaga keseimbangan dapat dilakukan sambil agar pinggul tetap rapat pada lantai. 2012 : 127. kedua kaki belakang rapat.4 No. Untuk melakukan dorong sejauh yang bisa dilakukan. telapak kaki rasa sakit alami tubuh).Angkat satu kaki. 1 Mei 2011 : 2). dan bertumpu pada 10) Bertekuk ganda kedua tangan. 3) Menguatkan bokong Berlutut di atas satu kaki. peregangan dan pelemasan di 5) Penguatan otot paha bagian dalam area punggungdan otot-otot leher. Pada latihan ini.Gerakkan satu kaki ke arah samping. Turunkan kaki ini.Pastikan dalam latihan ini untuk tidak yang lainnya). Pada latihan ini. Lutut melakukan olahraga / senam (Jurnal Phederal akan berputar dengan sendirinya ketika tungkai Vol. Rasakan peregangan di paha bawah.Tarik sisi luar. 4) Peregangan otot paha bawah 11) Gerakan mengangkat dan menarik ke Posisi tubuh membungkuk.Taruh satu kaki ke sisi dalam kaki menjejak ke lantai.Tekuk meningkatkan produksi endorphin (pembunuh kaki yang berada di sebelah atas. Sementara kaki yang lainnya mengusir kekakuan diluruskan.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 nyeri. Gerakan-gerakan senam yang dilakukan 8) Peregangan dengan rotasi luar adalah : Berbaringlah dengan punggung di lantai 1) Mengangkat lutut (atau bertumpu pada kedua siku) dan lutut Berdiri di atas satu kaki sambil mengangkat ditekuk.2007). tapi olahragawati dibandingkan wanita yang tidak jagalah agar posisi lutut tetap tidak berubah. dan tarik kedua lutut ke arah hadapkan telapak kaki ke arah langit-langit. Hal ini disebabkan saat melakukan ini mengandalkan otot paha bagian dalam dan kaki olahraga/ senam tubuh akan menghasilkan bawah endorphin. Endorphin dihasilkan di otak dan susunan syaraf tulang belakang. berputar ketika tungkai naik-turun. kemudian gerakkan ke lutut setinggi yang mampu untuk dilakukan. kaki digerakkan ke atas dan ke bawah. atau dada dengan bantuan tangan. Beban kaki saat peregangan ini akan kedua lengan lurus ke atas. Hormon ini dapat 6) Penguatan dengan rotasi dalam berfungsi sebagai obat penenang alami yang Berbaring dengan bertumpu pada salah satu diproduksi otak sehingga menimbulkan rasa sisi badan. punggung. meningkatkan fleksibilitas tulang belikat dan tulang selangka.Posisi kedua kaki lainnya. gunakan kekuatan tangan dan biarkan perlahan. kaki Gerakan ini sangat bermanfaat untuk dibuka lebar. Lutut akan pola tidur yang teratur (Proverawati. Satu kaki dilipat dengan telapak 12) Gerakan untuk mengurangi ketegangan.Sementara kaki yang berada di meningkatkan kadar serotonin.Untuk menguatkan otot pinggul. dan satu kaki ditekuk dengan telapak ditekuk. menjejal lantai. dimana hal ini dapat menjejak lantai. Latihan / senam yang teratur (sesi ± 30 menit 3-5 kali) adalah suatu hal yang bermanfaat 7) Penguatan dengan rotasi luar dan dapat mengurangi gejala karena dapat Bertumpu pada salah satu sisi tubuh. Beban kaki akan meregangkan otot bersandar pada apapun.Satu kaki nyaman (Harry.Buka kedua lengan dan tarik ke dinaik-turunkan (mendekat dan menjauhi kaki atas. Dari hasil penelitian direbahkan dan kaki yang lain diangkat. lalu digerakkan naik-turun. Angkat kaki yang lain dan Berbaringlah.

Ulangi 3. Cara melakukan. bahu kanan. 2014 di STIKes Perintis SumBar kepada mahasiswi Ilmu Keperawatan. yang mengalami berolahraga. Angka kejadian prosedur penelitian (Alimul. Teruskan sampai otot-otot Maret 2015 pada beberapa mahasiswa trapezius di samping dan belakang leher. tersebut mengatakan untuk mengurangi dismenore Angka kejadian dismenore di dunia sangat yang mereka rasakan. dengan persentase kehadiran merangsang dan merelaksasi kulit. studi longitudinal secara kohort pada wanita Berdasarkan latar belakang diatas. baik dengan keterangan sakit. tangan kiri perkuliahannya. letakkan tangan kiri di belakang pada tahun 2009 sebesar 41. Ada yang berjalan perlahan. dan melancarkan siswa sebesar 43. Ulangi mengatakan bahwa di STIKes Perintis ini tidak gerakan ini dengan posisi yang berlawanan. Ulangi dengan Studi awal peneliti lakukan pada 6 Maret sisi yang lain. sehingga ketika tentu tidak sama untuk setiap wanita. tulang 38. Lalu tepuklah bahu kanan dengan Wawancara yang peneliti lakukan pada 6 kuat tapi lembut. ambil napas dan tekan otot di area tersebut umunya banyak diderita oleh remaja (usia yang dengan tangan sambil hembuskan napas.Disini peneliti 13) Tepukan untuk menghilangkan meneliti mahasiswi Ilmu Keperawatan Tingkat I ketegangan. yang setengah menggenggam. akibatnya kita akan saking nyerinya (Proverawati.2%. melepaskan hormon sebanyak 16 orang. Sebuah di kelas atau tanpa keterangan.Setiap tepukan dapat nyeri haid. Cara Sumatera Barat angka kejadian dismenore melakukannya. Walaupun pada eksperimental. tubuh seperti teraliri air karena masih bisa bekerja ( sesekali sambil otot-otot tersebut ikut meregang dan melebar. Gerakan ini untuk memperbaiki dan IV. 90% wanita mengalami dismenore dan 10 . hembuskan perlahan dan relaks. dismenore (Aulia. Sepuluh persen dari wanita usia 24 tahun terhadap penurunan nyeri haid pada mahasiswa yang dilaporkan tersebut mengalami nyeri sampai Ilmu Keperawatan STIKes Perintis Sumatera mengganggu aktivitas dan 78-85% wanita Barat tahun 2015. diproduksi saat sedang beraktifitas. letakkan tangan ini harus istirahat di tempat tidur dan terkadang kiri pada bahu kanan (pada otot-otot trapeziuz. masih produktif) dan pada umumnya para remaja 5 kali. yaitu hormon yang alfa atau izin saat perkuliahan berlangsung.3% dengan keterangan sakit. yang mengalami dismenore fleksibilitas gerak tubuh. menangis). 2009 : 83). 2008). Di Amerika Serikat diperkirakan hampir obat yang dapat mengurangi nyeri haidnya. mahasiswi dalam perkuliahan adalah sebanyak menghubungkan jaringan-jaringan otot. dengan persentase kehadiran pertumbuhan di dalam kulit. letakkan di atas alfa atau yang izin meninggalkan perkuliahan. yang tersebut ada yang tetap mengikuti perkuliahan dan menyebabkan mereka tidak mampu melakukan ada pula yang meninggalkan perkuliahan mereka kegiatan apapun dan ini akan menurunkan kualitas dengan meminta izin kepada dosen yang mengajar hidup pada individu masing – masing. meninggalkan pekerjaan atau sekolah akibat bukan pada tulang). 2012). Derajat nyeri dan kadar gangguan seperti spons yang penuh air. 2. pernah dilakukan senam dismenore. LPPM STIKes Perintis Padang 19 .adapula yang tak kuasa beraktifitas Begitu juga menghirup napas. ambil napas dalam. menghangatkan kedua tangan.Kemudian turun sedikit.Desain (prevalensi) nyeri menstruasi berkisar 45-95 % di penelitian yang digunakan adalah pra- kalangan wanita usia produktif. Mahasiswa (Olivia.15% Sehingga mahasiswa yang mengalami dismenore diantaranya mengalami dismenore berat. namun sering kali pendekatan one group pre – post test design. 2012). mengalami dismenore ringan (Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Vol III No 4. terutama saat Tingkat IV sebanyak 36 orang. METODE PENELITIAN Sementara di Indonesia angkanya diperkirakan Metode penelitian adalah bentuk rancangan 55% perempuan usia produktif yang tersiksa oleh atau desain yang digunakan dalam melakukan nyeri selama menstruasi. anatara lain bermanfaat untuk dismenore sebanyak 23 orang yang mengalami mengurangi rasa sakit.Penelitian ini menggunakan umumnya tidak berbahaya. yang pada leher.8% mahasiswa yang meninggalkan hingga ke sum-sum. peneliti Swedia ditemukan prevalensi dismenore adalah tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut 90% pada usia 19 tahun dan 67% pada usia 24 tentang pengaruh pelaksanaan senam dismenore tahun. produksi endorphin. dan dirasa mengganggu bagi wanita yang merelaksasi jaringan otot di sekitarnya. Adapun jumlah mahasiswi tingkat I sirkulasi dan untuk meningkatkan sensasi dan sebanyak 30 orang.Otot-otot mengalaminya. rileks dan hilanglah ketegangan. 2013).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 bahu.mereka hanya mengonsumsi besar.

Begitu seterusnya perempuan Stikes Perintis Sumatera Barat Prodi sampai peneliti mendapatkan 20 orang responden. kemudian peneliti meminta responden tersebut untuk melakukan senam tersebut sebanyak 3 kali pelaksanaan di rumah. teknik sampling yang digunakan adalah proportional cluster sampling. dihari berikutnya peneliti tidak dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2015 sampai mendapatkan mahasiswa yang mengalami dengan 4 Juli 2015.dan lembaran observasi berbentuk lembar tilik untuk pelaksanaan senam dismenore serta mengisikan tingkat nyeri pada lembar observasi sebelum dan sesudah dilakukan senam dismenore. peneliti tidak dilakukan intervensi. kemudian diobservasi lagi langsung mendapatkan 20 orang responden yang setelah dilakukan intervensi (Nursalam. peneliti mengidentifikasi dengan mengobservasi dan memberikan lembar kuisioner kepada responden untuk mengetahui skala nyeri yang dirasakan oleh responden tersebut. Pada hari pertama Penelitian ini dilaksanakan di STIKes Perintis penelitian. berbeda-beda setiap harinya.Setelah selesai mengajarkan senam tersebut.Setelah itu. Selanjutnya. peneliti mengajarkan teknik dari senam dismenore. sehingga didapatkan 20 orang mahasiswa Ilmu Keperawatan yang mengalami dismenore di Stikes. Pengumpulan Data Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah kuisioner untuk penilaian tingkat nyeri responden. orang. yang mana senam ini dilakukan selama ± 30 menit. Selama penelitian ini. Cara Kerja Adapun proses yang peneliti lakukan dalam penelitian ini adalah peneliti mengidentifikasi mahasiswa Ilmu Keperawatan Stikes Perintis Sumatera Barat Kampus II Bukittinggi yang mengalami menstruasi dan dismenore. Pada penelitian ini yang dismenore. keesokan harinya peneliti kembali menemui responden untuk mengobservasi dan memberikan kembali lembar kuisioner kepada responden untuk penilaian skala nyeri post / sesudah pelaksanaan senam LPPM STIKes Perintis Padang 20 . 2013). Setelah peneliti mengetahui mahasiswa yang mengalami dismenore.Setelah itu.Kemudian mengisikan nilai pada lembar observasi pre / sebelum pelaksanaan senam dismenore. Ilmu Keperawatan Tingkat I dan IV tahun 2015 Peneliti melakukan penelitian ini dalam jangka yang mengalami dismenore yaitu sebanyak 39 waktu 2 minggu. peneliti mendapatkan 2 orang Sumatera Barat Kampus II Bukittinggi dan telah responden.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 dimana kelompok subjek diobservasi sebelum dismenore. kemudian peneliti menanyakan kesediaan mahasiswa tersebut untuk menjadi responden. Jika mahsiswa tersebut bersedia. Di hari ketiga peneliti kembali menjadi populasi adalah seluruh mahjasiswa mendaptkan 3 orang responden. maka peneliti kemudian memberikan lembar inform consent kepada responden tersebut.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Univariat Tabel 1 Distribusi Frekuensi Nyeri Haid Sebelum Melaksanakan Senam Dismenore pada Mahasiswa Ilmu Keperawatan STIKes Perintis SumBar Tahun 2015.05 (0. Skala Nyeri Frekuensi Persentase % Nyeri Ringan 1 5% Nyeri Sedang 18 90% Nyeri Berat 1 5% Jumlah 20 100% Pada tabel 1 di atas.7 0.105 0.000 20 Dari tabel 3 di atas didapatkan bahwa nilai rerata 2. Untuk skala nyeri ringan dan berat sebanyak 1 orang ( 5%).000). Variabel Rerata Standar Deviasi Standar error P value n Nyeri Haid Sebelum 5. Nyeri Haid Sesudah Melaksanakan Senam Dismenore Tabel 2 Distribusi Frekuensi Nyeri Haid Sesudah Melaksanakan Senam Dismenore pada Mahasiswa Ilmu Keperawatan STIKes Perintis SumBar Tahun 2015. menunjukkan bahwa skala nyeri sesudah melaksanakan senam dismenore terbanyak adalah mahasiswa dengan skala nyeri ringan yaitu sebanyak 19 orang (95%). maka p value = bermakna artinya ada pengaruh pelaksanaan senam dismenore terhadap penurunan nyeri haid pada mahsiswa ilmu keperawatan STIKes Perintis SumBar tahun 2015.164.470 0.95 0. Nilai t hitung pada penelitian ini adalah 8. LPPM STIKes Perintis Padang 21 .198 Sesudah 3.250. menunjukkan bahwa skala nyeri sebelum melaksanakan senam dismenore terbanyak adalah mahasiswa dengan skala nyeri sedang yaitu sebanyak 18 orang (90%). Untuk skala nyeri sedang sebanyak 1 orang (5%) dan skala nyeri berat tidak ada (0%). standar deviasi 1.260.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 3. Analisis Bivariat Tabel 3 Distribusi Frekuensi Pengaruh Pelaksanaan Senam Dismenore Terhadap Penurunan Nyeri Haid pada Mahasiswa Ilmu Keperawatan STIKes Perintis SumBar Tahun 2015. Setelah dilakukan Uji Paired Test secara komputerisasi didapatkan p value < 0. dan standar error rata-rata 0. Skala Nyeri Frekuensi Persentase % Nyeri Ringan 19 95% Nyeri Sedang 1 5% Nyeri Berat 0 0% Jumlah 20 100% Pada tabel 2 di atas.643.887 0.

faktor hormonal dan faktor alergi. 2 menunjukkan bahwa menyebabkan ketidakmampuan untuk melakukan setelah melaksanakan senam dismenore lebih dari aktivitas harian selama 1 sampai 3 hari setiap separoh responden (95 %) mengatakan lebih bulannya pada sekitar 10 % dari wanita tersebut nyaman dari sebelumnya atau mengalami nyeri (Reeder. prolaktin. faktor hormonal dan faktor alergi. 2012 : 46). LPPM STIKes Perintis Padang 22 .Menurut asumsi peneliti. peningkatan hormon prolactin dan hormone Latihan / senam ini paling sederhana dilakukan estrogen. 2013). penyebab pasti dari dismenore hingga kini belum Hormone ini dapat berfungsi sebagai obat diketahui secara pasti. detak jantung. stress atau cemas yang bahwa pemicu terjadinya dismenore diantaranya berlebihan. menstruasi prostaglandin jga menstimulasi Menurut Analisis peneliti.Sesuai dengan sifatnya. prostaglandin. atau rasa sakit di daerah perut ataupun panggul. prolaktin dapat dan terdiri atas gerakan pelemasan dan meningkatkan kontraksi uterus. nyeri ini terjadi akibat iskemik dari Skala nyeri haid pada hahasiswa yang otot uterus. adalah hormon prostaglandin. faktor endokrin. faktor endokrin. No 2. Penyebab dismenore bermacam-macam. ringan . Pada fase 2013). yang muncul yaitu menegangnya otot tubuh seseorang yang melakukan senam / olahraga. Selain itu peregangan otot. Diantaranya adalah senam dismenore olahraga atau senam. namun beberapa faktor penenang alami yang bisa diproduksi otak yang ditengarai sebagai pemicu terjadinya dismenore akan melahirkan rasa nyaman dan untuk diantaranya faktor psikis. penurunan skala peningkatan dari hormone oksitosin yang juga nyeri yang dirasakan mahasiswa ini berbeda- bersifat meningkatkan kontraksi uterus. November pramenstruasi (seksresi). suhu reseptor di dalam hypothalamus dan sistem limbic tubuh. Wanita umumnya mengalami nyeri saat menstruasi. Menurut Varney (2008 : 342) mengatakan Skala nyeri haid pada hahasiswa yang bahwa terdapat beberapa pendekatan dalam mengalami dismenore sebelum melakukan mengurangi dismenore. bisa Menurut Proverawati (2009 : 87) mengatakan karena penyakit. dan pernafasan meningkat. dan 1 % lagi mengalami nyeri sedang. 2001).Sehingga beda. Tanda pertama yang Semakin banyak melakukan senam / olahraga menunjukan keadaan stress adalah adanya reaksi maka akn semakin tinggi pula kadarß-endorphin. dismenoreterjadi akibat peningkatan dari beberapa Berdasarkan tablel 1 ditunjukkan bahwa jenis hormon yaitu diantaranya hormon estrogen. mengalami penurunan nyeri haid dan ada juga Keluhan dismenore yang dialami oleh mahasiswa yang tidak mengalami penurunan mahasiswa tentunya tidak dapat dibiarkan begitu nyeri haid. lebih dari separoh(90%) derajat nyeri punggung progesterone. faktor mengurangi rasa nyeri pada saat kontraksi. Sehingga pada saat menstruasi wanita akan haid berat dan 1 % lagi mengalami nyeri haid mengalami berbagai keluhan diantaranya nyeri ringan. Penyebab lainnya diduga akibat adalah faktor psikis. faktor terjadinya ketidakseimbangan hormonal dan tidak prostaglandin. individu dipenuhi oleh hormon stress yang maka ß-endorphin akan keluar dan ditangkap oleh menyebabkan tekanan darah. ada hubungannya dengan organ reproduksi Senam dismenore merupakan salah satu (Judha.Dismenore mempengaruhi lebih dari 50 % wanita dan Berdasarkan tabel.Olahraga atau latihan fisik yang Proverawati (2009 : 87) mengatakan bahwa dapat menghasilkan hormone endorphin. 2014). dan oksitosin yang bawah responden berada pada tingkat mengakibatkan meningkatnya kontraksi dari sedang.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 PEMBAHASAN saja.Hal ini dibuktikan selama penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dismenore sebagian dilaksanakan yaitu dengan melaksanakan senam besar merupakan akibat dari kontraksi uterus dismenore terdapat beberapa mahasiswa yang (Manuaba. tubuh terhadap rasa nyeri. Sedangkan menurut teknik relaksasi. derajat nyeri mencerminkan kondisi mengalami dismenore sesudah melaksanakan psikologis dari penderita serta gangguan fisiologi senam dismenore menstruasi (Janiwarti. yang berfungsi untuk mengatur emosi (Jurnal Dismenore terjadi pada saat fase Keperawatan Maternitas.Pada fase ini terjadi 2013 : 118-123). Vol 1.Senam dismenore dilakukan hormone yang juga terlibat dalam dismenore untuk membangun otot menjadi lebih baik (Olivia. Olahraga terbukti dapat meningkatkan ß- Faktor stress juga dapat menurunkan ketahanan endorphin empat sampai lima kali dalam darah.Sedangkan sisanya 1 % mengalami nyeri uterus.

dkk. Edisi 2. Sindrom Pramenstruasi. Pendekatan Praktis. penurunan nyeri haid mahasiswa. 4. 2006. analisis dari Paired Test p value = 0. terhadap penurunan nyeri haid ditunjukkan Wasis. 2014. Bobak. REFERENSI dalam Asuhan Maternitas. Alimul. Hal serupa juga . dan menarik nafas dalam untuk relaksasi. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. 2011. selebihnya mengalami nyeri berat dan ringan. sedang. dkk. mengurangi dismenore.et. Aziz Alimul. Wylie. Metode Penelitian dan Teknik Analisa Data. 4 No. : Nuha Mediak. dkk.Jakarta : Salemba Medika. Hidayat.. Jakarta : Rineka Cipta. Sharon. A Sylvia. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : dan latihan pernafasan dapat bermanfaat untuk Salemba Medika. mengambil atau melakukan posisi menungging Olivia. Patofisiologi Konsep Klinis Dengan relaksasi dipercaya dapat menurunkan Proses-Proses Penyakit. maka dapat Rochimah. dkk. dan Instrumen menggerakkan panggul. 2011.000 (p < 0. 2005. 2009. sedangkan Yogyakarta. Jakarta : Trans Info Media. : Berdasarkan tabel 3 didapatkan bahwa hasil Nuha Medika. 2010. Hanum. dismenore tersebut dilakukan minimal 3 kali Yogyakarta : Nuha Medika.al (2002) latihan seperti dengan Pedoman Skripsi. Achmad. Teori Pengukuran terhadap penurunan nyeri haid Nyeri & Nyeri Persalinan. Jakarta sehingga rahim tergantung dengan posisi ke : Redaksi Health Secret. dengan posisi dada-lutut. Keterampilan Dasar Praktik disimpulkan sebagai berikut : Klinik (KDPK). Biologi Reproduksi. Menarche Menstruasi terjadinya nyeri. Bayi & Berdasarkan uraian dari hasil analisa univariat Keluarga. bawah. Atikah. Tesis. Konsep dan Penerapan Penelitian inidiperkuat dengan hasil pendapat Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : EGC. Jakarta : Salemba Medika. Yogyakarta : Nuha Medika. Nursalam. Jakarta : EGC. nyeri dan merilekskan otot yang menunjang Proverawati. Senam Marimbi. Jakarta : EGC. Arikunto. Pertama Penuh Makna. Jakarta :EGC. Jakarta : EGC. Mengatasi Gangguan Haid. 2013. Ida Bagus Gde. 2009. Metodologi Penelitian Ilmu dikemukakan oleh Taber (2005) bahwa salah satu Keperawatan. dan bivariate serta pembahasan. 2010. Yogyakarta. Jurnal Efektifitas Senam b) Lebih dari separoh (95 %) responden Dismenore dalam Mengurangi Dismenore merasakan nyeri berkurang yaitu nyeri ringan. Pada Remaja Putri . a) Lebih dari separoh (90 %) responden Saryono. Wong. Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan. Helen. 2008.05) Manuaba. Buku Ajar Asuhan c) Latihan senam dismenore berpengaruh Kebidanan. KESIMPULAN Reeder. Perawat.000 (p < 0. Edisi 4. LPPM STIKes Perintis Padang 23 .Phederal Vol.Sumenep : STKIP PGRI. Varney. Suparto. Penelitian Keperawatan. 2011.2013. 2008. Pedoman Riset Praktis untuk Profesi dengan p value = 0. Keperawatan Maternitas Kesehatan Wanita.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Pengaruh pelaksanaan senam dismenore Judha. Price. pelaksanaan selama menstruasi. Linda. 2008. Edisi cara untuk mengatasi dismenore adalah dengan Jakarta : Salemba Medika. Aziz. Edisi 4. Kapita Selekta yang menunjukkan adanya pengaruh dari Penatalaksanaan Rutin Obstetri pelaksanaan senam dismenore terhadap Ginekologi dan KB. Jakarta : EGC. 2009. dkk. 2012. mengalami nyeri sedang. 2011. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. 2001. Suharsimi. sedangkan 5 % sisanya mengalami nyeri 1.05). Muhammad. Jakarta : EGC. Irene. Esensial Anatomi & Fisiologi 5.

The average difference of pain before and after the intervention as much as 0. The average difference of pain before and after the intervention as much as -1. Keywords: Murotal. Pain Adaptation The reading list: 21 (2002-2013) 1.000 jiwa. walaupun demikian ada rencana pembangunan jangka menengah nasional beberapa kasus kelahiran bukanlah peristiwa (RPJMN) menetapkan AKI dapat diturunkan membahagiakan tetapi menjadi suatu masa yang menjadi 118 per 100.534 jiwa (Kemenkes.Amerika Serikat yaitu 9. dan Asia indikator dalam menentukan derajat kesehatan Tenggara 16.667. Afrika Utara 179. 2014). The population in this study is 12 people. infeksi dan tekanan dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin darah tinggi (eklampsi) dilihat dari survey (Kuswanti.Millenium Development Goals lebih dari 200 juta wanita hamil. LPPM STIKes Perintis Padang 24 . it can be inferred the existence of differences in pain adaptation before and after therapeutic intervention in patients inpartu murottal primipara. tahun 2014. Achmad Mochtar Bukittinggi .com tahun 2015). 2001 cit AnDriawati.id 2 Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Perintis Padang Email: Novatriyanti3@gmail.300 sehingga tercapai kesejahteraan bangsa. 2016 at the Hospital Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. jumlah ibu dengan persalinan normal sebanyak 27. 2011). Statistical test results obtained p value of 0.000 jiwa.667. sebagian besar (MDGs) menargetkan AKI menurun hingga 102 kehamilan berakhir dengan kelahiran bayi hidup per 100. This research has been conducted on July 11 until July 31.025.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 TERAPY MUROTAL PENGARUHI ADAPTASI NYERI PERSALINAN PADA IBU INPARTU PRIMIPARA Hidayati 1.Angka kematian ibu di suatu bangsa ditandai dengan tinggi rendahnya Indonesia 214 per 100. Salah satu jiwa. Achmad Mochtar Bukittinggi in 2016. nearly 90% of maternal experience pain in childbirth (Muhiman 2006 cit Ika 2010) of the pain experienced by primiparous and multiparous. The study design used is quasy-experiment that is one-group pre-post test design by using t tests dependent. The results of this study should be used as an input or as an action for the reduction of pain in the mother inpartu at Hospital Dr. tetapi dapat menjadi beban dan Metrotvnews. 2014).Kematian itu di cukup bulan atau hampir cukup bulan disusul sebabkan oleh perdarahan. Nova Tri Yanti 2 1 Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Perintis Padang Email: At_hidayati@yahoo.000 kelahiran hidup pada penuh dengan rasa nyeri dan rasa takut (Admin.001. Setiap tahun (WHO. labor pain in primiparous heavier due to the intensity of the contractions especially in the first stage I. 0. Data yang beresiko bagi seorang ibu. To determine the effect on adaptation murotal terapy facing labor pain in primiparous mothers in hospitals inpartu Dr. PENDAHULUAN Pembangunan kesehatan merupakan bagian Menurut World Health Organitation (WHO) integral dari pembangunan Nasional yang tahun 2014 Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia bertujuan untuk meningkatkan kualitas penduduk yaitu 289. pada tahun ini mencapai yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang 359 per 10.211. Persalinan merupakan proses demografi dan kependudukan (oleh Mensos dalam yang alami. Angka kematian ibu melahirkan di 2013).000 kelahiran.516 standard deviation.000 jiwa.211. it can be inferred the existence of differences in pain adaptation before and after the therapy control in patients inpartu murottal primipara. Salah satu resiko diperoleh oleh kementrian kesehatan Provinsi persalinan yang sangat fatal adalah kematian Sumatera Barat pada tahun 2013 di dapatkan (Hacker.000 kelahiran hidup angka kematian ibu dan bayinya. Statistical test results obtained p value of 0. Persalinan adalah serangkaian kejadian Indoneia masih tinggi. standard error 0.000 kelahiran hidup tahun 2015 dan pada ibu yang sehat. Therapy.516 standard deviation. 2014). standard error 0.co.com Abstract Pregnant women often feel worried about the pain they will experience during childbirth. 0.

2009).8% merasakan nyeri berat. Cit wanita yang telah pernah melahirkan anak hidup Hartati 2008). mendengarkan Al-Qur’an merupakan salah satu metode pengurangan rasa nyeri sedang metode terapi non farmakologis yang dapat berkembang dimasyarakat. gastrointestinal. hampir sebelum ini dan aku menjadi sesuatu yang tidak sekitar 90% ibu bersalin mengalami nyeri pada berarti lagi di lupakan (Qs.7% tekanan distole hipertensi stage II. Berdasarkan penelitian Ellyta Aizar. Wanita hamil ia (bersandar) pada pangkalpohon kurma. terganggu (Hani.9% memiliki tekanan sistole hipertensi stage I. Nyeri selama persalinan meningkatkan Penelitian yang dilakukan Bayrami(2014) metabolisme tubuh sehingga terjadi peningkatan yang memberikan murottal surat Ar-Rahman tekanan darah. Ibu bersalin yang sulit Selain itu ketenangan jiwa juga dapat beradaptasi dengan rasa nyeri persalinan dapat meningkatkan oksigenasi (Djihan. telah dibuktikan oleh beberapa ahli ketegangan emosi dan cemas sehingga seperti yang dilakukan Ahmad Al Khadi direktur memperberat persepsi nyeri (Yuliatun. 2010). 5. 2006). Relaksasi dengan proses persalinan dengan menggunakan metode . alangkah baiknya aku mati akan mereka alami saat melahirkan. suhu di atas normal. menyatakan bahwa sekitar 90 % memberikan efek relaksasi. 2007). menyebabkan tidak terkoordinasinya kontraksi Windiasih. karena ibu bersalin mengurangi nyeri dan juga dapat memberikan meyakini bahwa persalinan itu nyeri. 2012 yang memberikan murotal surat Ar-Rahman. Berdasarkan penelitian Alkahel uterus yang dapat mengakibatkan perpanjangan (2011) bahwa Al-Quran yang diperdengarkan kala I persalinan dan kesejahteraan janin akan memberikan efek relaksasi sebesar 65%. Ropi.2005 cit. Maryam. dan nyeri saat melahirkan (Cit Muhiman 2006. denyut nadi. dan ketenangan jiwa. karena ketenangan jiwa dapat menganggap lebih penting mengatasi rasa nyeri menginduksi hormon endorphin dan mereduksi pada proses persalinan dibandingkan dengan hormon-hormon yang mengakibatkan tempat persalinan atau siapa yang mendampingi vasokontriksi pembuluh dan spasme darah ibu. 2008 utama Islamic Medicine Institute for Education dalam Laisouw 2015). dengan Penanggulangan nyeri pada persalinan sangat hasil penelitian menunjukkan 97% bahwa penting karena akan dapat memperbaiki keadaan pengaruh mendatangkan ketenangan dan fisiologis dan psikologi ibu dan bayi baru lahir menurunkan ketegangan urat saraf reflektif serta mengurangi kematian ibu dan janin.Salah satu teknik yang biasa pada kala I. ia sering merasa khawatir tentang rasa nyeri yang berkata. andResearch di Florida. aduhai. belum memiliki pengalaman terhadap nyeri Terapi murotal Al-Qur’an dapat mempercepat persalinan sebelumnya yang menimbulkan penyembuhan.4% intensitas nyerinya tidak mengalami penurunan. (Aprillia. intensitas nyeri fase aktif mayoritas Pasien memiliki adaptasi persalinan ibu menurun setelah diperdengarkan fisiologis yang adaptif. Intensitas kontraksi ini disebabkan digunakan yaitu murotal Al-Qur’an. Pada menunjukkan hasil bahwa. Amerika Serikat.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Wanita yang telah melahirkan bayi aterm dan hanya 4-7 % wanita yang tidak mengalami sebanyak satu kali di sebut dengan primipara.9% adaptif pada fase selama 25 menit. Dan primipara dilagukan oleh seorang Qori’ (Purna. kelompok yang tidak diperdengarkan murotal 2. Penelitian yang dilakukan oleh Wahida 2014. Beratnya nyeri persalinan telah beberapa kali.9% respirasi yang di atas Menurut Yuanitasari (2008) durasi pemberian normal dan 56. 18. perkemihan dan persarafan.Menurut Smith (dalam wanita mengalami nyeri saat proses melahirkan Upoyo. 2014). pada menggambarkan bahwa mayoritas adaptasi ibu bersalin kala I fase aktif sebanyak 1 kali psikososial ibu bersalin 91. namun pada fase transisi murottal surat Ar-Rahman dibandingkan dengan 18.8% yang adaptif pada fase nyeri dan meningkatkan kadar ß endorphin. 19:23). & Sitoru 2012) terapi bacaan Al- LPPM STIKes Perintis Padang 25 . dimana persalinan tersebut tidak tergambar dalam Al-Qur’an dalam surah maryam lebih dari lima kali disebut multipara (Asuhan : Makarasa sakit akan melahirkan anak memaksa kebidanan komprehensif 2015). RR. persalinan (Muhiman 2006 cit Ika 2010) nyeri Berbagai metode telah digunakan untuk tersebut dialami oleh primipara dan multipara. peningkatan suhu sebanyak 2 kali yaitu pada pembukaan 4-6 cm dan yang juga akan berpengaruh pada sistem 7-10 cm dengan durasi selama 30 menit. mengurangi dan menghilangkan nyeri persalinan nyeri persalinan pada primipara lebih berat baik secara farmakologis maupun secara dikarenakan adanya intensitas kontraksi terutama nonfarmakologis. Murotal Al- oleh penipisan serviks primipara yang terjadi lebih Qur’an merupakan rekaman suara Al-Qur’an yang dahulu dari pada dilatasi serviks. transisi. Saat ini (Remolda. terapi musik atau suara selama 10-15 menit dapat Menurut Elvoski. dapat menurunkan intensitas aktif dan hanya 37.

peneliti tetap melakukan peneliti dari Ruang Bersalin RSUD Dr.6 ng/L). Penelitian dilakukan di Ruangan Bersalin RSUD Dr. Peneliti pernapasan. relaksasi dan teknik vital dan intensitas nyeri pasien. Berdasarkan mendengarkan kepada pasien murotal surat Ar - penelitian Wahida (2015) terapi murotal Al. METODE PENELITIAN Analisis bivariat yang digunakan pada Desain penelitian menggunakan metode penelitian ini adalah uji t dependen (paired t- quasi -eksperimen dengan rancangan pre . Peneliti menjelaskan kepada pasien tentang pemberian terapi murottal surat Ar – Rahman pada ibu yang akan inpartu kala I.6 tanda vital dan intensitas nyeri pasien sesudah ng/L) dan setelah perlakuan (1813. Sedangkan terapi murotal belum mengumpulkan hasil pengumpulan data untuk pernah di lakukan oleh perawat ataupun peneliti selanjutnya diolah dan dianalisis. peneliti mengajukan lembar persetujuan (informed consent) untuk ditanda tangani. Populasi dalam penelitian sebanyak 30 kemaknaan 0. Peneliti mengambil 12 pasien yang akan di jadikan responden sesuai dengan banyak sampel yang peneliti butuhkan. Achmad Mochtar Bukittinggi. TEKHNIK ANALISIS peneliti berminat untuk mengetahui pengaruh 1. dan lembar observasi terapy murotal pre dan post melakukan terapy murotal. Rahman. Peneliti melakukan pengukuran tanda – tanda vital dan intensitas nyeri pertama respoden sebelum LPPM STIKes Perintis Padang 26 . 2. 6 di lakukan intervensi dan 6 orang lagi tidak diberikan perlakuan atau kontrol. orang dan sampel dalam penelitian ini 12 orang. pasien dengan posisi yang nyaman. Peneliti menurunkan stimulasi reseptor nyeri. Achmad Mochtar Bukittinggi pada tanggal 9 Juni – 9 Juli 2016. Achmad Mochtar Bukittinggi. Setelah 30 menit peneliti dilakukan oleh perawat dan penelitian sebelumnya melakukan kembali pengukuran tanda – tanda adalah terapi musik. Begitu juga dengan Berdasarkan informasi yang di dapatkan oleh pasien kontrol. Qur’an menunjukkan peningkatan kadar beta Setelah melakukan terapy. Analisis Bivariat 2. ukur kembali tanda – endorphin dimana sebelum perlakuan (1053. sebelumnya.05. sesudah intervensi pada ibu primipara. Peneliti melakukan dengan mengubah getaran suara menjadi persiapan terapy murotal lalu menganjurkan gelombang yang ditangkap oleh tubuh. Instrument yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan speaker. ayat Al – Quran surat Ar-Rahman. Analisis Univariat terapy murotal terhadap adaptasi nyeri Analisis univariat yaitu hasil pemeriksaan menghadapi persalinan pada ibu inpartu primipara tanda – tanda vital dan nyeri sebelum dan di RSUD Dr. lembar prosedur pelaksanaan terapy murotal. Tekhnik dalam pengumpulan data pertamakali peneliti meminta data pasien ibu yang akan inpartu primipara di Ruangan Bersalin RSUD Dr. Berdasarkan latar belakang masalah diatas. Jika pasien setuju dijadikan sampel dalam penelitian ini.Terapy dilakukan selama 30 menit. hand phone.post test) untuk menguji perbedaan adaptasi nyeri test yaitu satu kelompok diberikan terapy murotal sebelum dilakukan terapy murotal dan sesudah dan satu kelompok kontrol tidak diberikan terapy melakukan terapy murotal dengan batasan murotal. melakukan terapy murotal. Achmad pengukuran tanda – tanda vital dan intensitas nyeri Mochtar Bukittinggi terapi yang sudah pernah pertama respoden.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Qur’an terbukti mengaktifkan sel-sel tubuh dilakukan terapy murotal. 6 orang diberikan perlakuan dan 6 orang lagi tidak diberikan perlakuan atau kontrol. headset.

401 Dilakukan Kontrol Berdasarkan tabel dapat dilihat bahwa rata .17 0.AnalisaBivariat a). Achmad Mochtar Bukittinggi Variabel N Mean SD SE Adaptasi nyeri sebelum 12 7. standar deviasi 0. Rata – Rata Pasien Berdasarkan Adaptasi Nyeri Pasien Inpartu Primipara Setelah Dilakukan Intervensi di RSUD Dr.001 maka dapat disimpulkan adanya perbedaan adaptasi nyeri sebelum dan setelah dilakukan kontrol terapi murottal pada pasien inpartu primipara. Rata – Rata Pasien Berdasarkan Adaptasi Nyeri Pasien Inpartu Primipara Sebelum dan Sesudah kontrol di RSUD Dr.211.753 0. Analisa Univariat a).516.211 0. b).rata adaptasi nyeri sebelum dilakukan intervensi sebanyak 7. Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0.753 dan standar eror 0. Hasil Penelitian 1).3.1 dapat dilihat bahwar rata .667 0.401.83 0. HASIL DAN PEMBAHASAN a.983 0.Rata Pasien Berdasarkan Adaptasi Nyeri Pasien Inpartu Primipara Sebelum Intervensi di RSUD Dr.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 3. Rata .548 0.83 dengan standar deviasi 0.rata adaptasi nyeri setelah dilakukan kontrol sebanyak 8.rata perbedaan nyeri sebelum dan sesudah kontrol sebanyak -1.667.401. c). standar eror 0. Rata – Rata Pasien Berdasarkan Adaptasi Nyeri Pasien Inpartu Primipara Sebelum Kontrol di RSUD Dr.83 0.50 0.548 dan standar eror 0.224. Achmad Mochtar Bukittinggi Variabel Mean SD SE Adaptasi Nyeri Sebelum 6.983 dan standar eror 0.983 0. Achmad Mochtar Bukittinggi Variabel N Mean SD SE Adaptasi Nyeri Setelah 12 7. Rata .307.17 dengan standar deviasi 0. LPPM STIKes Perintis Padang 27 . Achmad Mochtar Bukittinggi Variabel n Mean SD SE Adaptasi nyeri setelah 12 8.rata adaptasi nyeri sebelum dilakukan kontrol sebanyak 6. d).516 0.401 Dilakukan Intervensi Berdasarkan tabel dapat dilihat bahwa rata .83 dengan standar deviasi 0.Rata Pasien Berdasarkan Adaptasi Nyeri Pasien Inpartu Primipara Setelah dilakukan Kontrol Di RSUD Dr.224 dilakukan kontrol Berdasarkan tabel dapat dilihat bahwa rata .983 dan standar eror 0. 2).rata adaptasi nyeri sebelum dilakukan intervensi sebanyak 7.307 dilakukan intervensi Berdasarkan tabel dapat dilihat bahwa rata .001 dan Setelah Dilakukan kontrol Berdasarkan tabel 5. Achmad Mochtar Bukittinggi Variabel N Mean SD SE P value Adaptasi Nyeri Sebelum 12 -1.50 dengan standar deviasi 0.

Achmad Mochtar penelitiankala (2014).rata intensitas nyeri sebanyak 8. Rata – Rata Pasien Berdasarkan Adaptasi Nyeri Pasien Inpartu Primipara Sebelum dan Sesudah intervensi di RSUD Dr.rata perbedaan nyeri sebelum dan sesudah intervensi sebanyak 0.548 dan sebelum terapi murottal adalah 6. Adaptasi nyeri sesudah pasien kontrol inpartu standar eror 0. tentang pengaruh terapi Bukittinggi. Penelitian ini diperkuat oleh setelah dilakukan terapi murottal adalah 4. nyeri pada kelompok kontrol ini akan bertambah tetapi pasien tidak bisa beradaptasi dengan nyeri. Adaptasi nyeri sebelum intervensi terapi Sedangkan menurut Bobak (2004).025 maka dapat disimpulkan adanya perbedaan adaptasi nyeri sebelum dan setelah dilakukan intervensi terapi murottal pada pasien inpartu primipara b.667. rasa nyeri pada murotal pasien inpartu primipara di RSUD persalinan adalah nyeri kontraksi uterus yang Dr. Analisa Univariat otot panggul. pasien tampak nyeri merupakan pengalaman emosional dan cemas.516. standar eror 0.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 b). dan pada saat jalan lahir sudah a). murottal Al-Qur’an untuk penurunan nyeri persalinan dan kecemasan pada ibu bersalin. Achmad Mochtar Bukittinggi. bisa beradaptasi dengan nyeri karena nyeri Penelitian ini sesuai dengan teori Nanda semakin bertambah maka pasien yang mengalami (2010).83 dengan standar deviasi 0. Achmad kelompok kontrol tidak terjadi penurunan nyeri.05).983 dan b). Association of the Study Pain menyatakan nyeri ini tidak bisa menahan nyeri.93. peregangan pada 1).52. Pembahasan akan terjadi kontraksi uterus.rata standar erorr 0.753 dan khawatir.rata kecemasan dengan menggunakan uji dependent ttestdiperoleh sebelum terapi murottal adalah 26. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata .000<0. takut dan stress.516 0. menjelaskan bahwa sesudah dilakukan terapi murottal dengan nilai p hasil uji statistik pada kelompok eksperimen value <α (0. Uji Menurut analisis peneliti nyeri yang paired t test menunjukkan bahwa ada perbedaan dialami pada saat kontraksi uterus.211. Penelitian ini diperkuat oleh Menurut analisis peneliti nyeri pada saat Nanda (2010). pada penelitian ini kelompok kontrol tidak value<α (0. menangis dan pasien sensori yang tidak menyenangkan yang muncul tampak mengeram kesakitan.50 dengan standar deviasi 0.67.667 0. rata-rata p value 0. Adaptasi nyeri sebelum pada pasien kontrol terbuka maka nyeri akan bertambah.3. c).401. tegang.000 < α (0. rata adaptasi nyeri sebelum dilakukan kontrol sebanyak 6. Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0. dari kerusakan jaringan secara aktual dan potensial atau menunjukkan adanya kerusakan. dan akan rerata penurunan tingkat kecemasan sebelum dan bertambah jika adanya tekanan kepala bayi pada sesudah dilakukan terapi murottal dengan nilai p pelvis. Penelitian ini diperkuat oleh primipara di RSUD Dr. setelah dilakukan terapi murottal adalah 20. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata - menjelaskan bahwa analisis menggunakan uji rata adaptasi nyeri setelah dilakukan kontrol paired t test didapatkan rata .05).224. Association of the Study Pain melahirkan merupakan nyeri secara fisiologis menyatakan nyeri merupakan pengalaman sangatlah wajar dikarenakan pada saat melahirkan emosional dan sensori yang tidak menyenangkan LPPM STIKes Perintis Padang 28 . Achmad Mochtar Bukittinggi Variabel n Mean SD SE P value Adaptasi Nyeri Sebelum dan 12 0.05). standar deviasi 0. rata . berkeringat dingin.211 0.2 dapat dilihat bahwa rata . denyut Hasil penelitian didapatkan bahwa rata - jantung. Mochtar Bukittinggi.83 dengan standar deviasi 0.307. pernafasan Pdan warna kulit dan apabila rata adaptasi nyeri sebelum dilakukan intervensi tidak segera diatasi maka akan meningkatkan rasa sebanyak 7. penelitian Rahma (2015) tentang efektivitas terapi Bahwa ada perbedaan rerata penurunan intensitas murottal Al . pasien tidak bisa menahan nyeri yang dialaminya. standar eror 0.qur’an terhadap intensitas nyeri nyeri persalinan kala I fase aktif sebelum dan persalinan kala I fase aktif. disini pada inpartu primipara di RSUD Dr. dapat mengakibatkan peningkatan aktifitas sistem saraf simpatis.025 Setelah Dilakukan Intervensi Berdasarkan tabel5.000<0. perubahan tekanan darah.57. Rata .

Achmad Mochtar Bukittinggi. standar deviasi 0. inpartu primipara.masing individu. standar deviasi 0.tapi untuk setelah dilakukan kontrol terapi murottal pada membedakandiri kepada Tuhan (Allah SWT). kalau tidak Hasil penelitian didapatkan rata-rata nyeri merupakan tidak wajar. dan mengerang kesakitan. Pada merupakan proses fisiologi dengan intensitas yang dasarnya seseorang aktif melakukan penyesuaian berbeda dengan masing . standar lantunan ayat suci Al – qur’an yang dibacakan eror 0. berpendapat bahwa nyeri mempunyai daya upaya untuk dapat persalinan sebagai kontraksi miometrium. dipengaruhi oleh faktor psikososial.rata adaptasi manusia hendaknya dapat menyesuaikan diri nyeri sebelum dilakukan intervensi sebanyak 7. Al – Qur’an ( selanjutnya disebut terapi murotal standar eror 0. Achmad Mochtar Bukittinggi pada Menurut analisis peneliti bahwa pada kelompok kontrol. eror 0. rata . inpartu primipara. tapi juga dengan lebih detail.516.Tujuan adanya perbedaan adaptasi nyeri sebelum dan mereka bukan sebagai terapi suara. Hasil uji statistik didapatkan nilai p oleh manusia merupan obat yang paling ampuh value 0. a). Achmad Mochtar Bukittinggi. Manusia sebagai makhluk hidup Cuningham (2004). Perbedaan adaptasi nyeri sebelum dan sesudah respon relaksasi setiap 10 detik sejak di berikan intervensi pasien inpartu primipara di RSUD stimulasi (Siswantinah. seperti melihat daerah korteks otak manakah yang memberikan b).211. Dr. Nyeri diri bila keseimbangannya terganggu. pasien mengalami nyeri mendengarkan lantunan murotal Al – yang sangat hebat hanya bisa menangis.masing individu karena karena frustasi dan konflik. ternyata sudah memasyarakat di nilai p value 0. Menurut Mansur (2009) adaptasi adalah Hasil penelitian didapatkan rata .667.025 maka dapat disimpulkan adanya dikarena bisa membuat rileks nyaman dan tenang perbedaan adaptasi nyeri sebelum dan setelah dalam beberapa menit walaupun nyeri itu dilakukan intervensi terapi murottal pada pasien bertambah terus menerus.001 maka dapat disimpulkan adanya d). nyeri saat persalinan terus meningkat tetapi Hasil penelitian didapatkan bahwa rata . nyeri terus mengalami RSUD Dr.667.rata pada kelompok intervensi terapi murotal ini pasien perbedaan nyeri sebelum dan sesudah intervensi bisa beradaptasi dengan nyeri di karenakan sebanyak 0. cemas Qur’an. pasien inpartu primipara. Adaptasi nyeri adalah penyesuaian diri terhadap pengalaman emosional dan sensori yang tidak menyenangkan yang muncul dari kerusakan LPPM STIKes Perintis Padang 29 . Perbadaan adaptasi nyeri sebelum dan Menurut analisis peneliti nyeri pada sesudah kontrol pasien inpartu primipara di kelompok intervensi. 2011). dengan keadaan. perubahan.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 yang muncul dari kerusakan jaringan secara aktual 2).401.667. Hasil uji statistik didapatkan Al – Qur’an ). Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0.rata perbedaan nyeri sebelum dan sesudah Terapi dengan menggunakan lantunan murotal intervensi sebanyak -1. penelitian intervensi terapi murotal.Tidak saja melihat respon secara umum.001 maka dapat disimpulkan kalangan tertentu pemeluk agama Islam. peningkatan karena pada persalinan sudah merupakan fisiologis untuk nyeri. hal ini menyesuaikan diri aktif maupun pasif. Disini pasien tidak bisa Gagasan untuk mengetahui tanggapan otak ketika beradaptasi dengan nyeri .983 dan standar eror selalu harus berubah tetapi justru harus membuat 0. akan tetapi manusia tidak dengan standar deviasi 0. standar beradaptasi dengan nyeri. Analisa Bivariat dan potensial atau menunjukkan adanya kerusakan. standar deviasi 0. kultur dan Menurut analisis peneliti pada kelompok endorphin seseorang. tetapi disini yang perbedaan nyeri sebelum dan sesudah kontrol mau diperhatikan peneliti dari pasien tidak bisa sebanyak -1. Ketidak seimbangan ditimbulkan antara masing . 2005).17 dengan lingkungannya. manusia adalah suatu sensasi tunggal yang disebabkan oleh akan merespon dari tidak seimbang menjadi stimulus spesifik bersifat subjektif dan berbeda seimbang.516.516.211. sehingga orang tersebut kontrol terdapat perbedaan yang signifikan karena lebih merasakan nyeri (Potter & Perry. Adaptasi nyeri sesudahintervensi terapi perbedaan adaptasi nyeri sebelum dan setelah murottal pada pasien inpartu primipara di dilakukan kontrol terapi murottal pada pasien RSUD Dr. didapatkan hasil.211.

KESIMPULAN Kadir. 2007. 2012. 2011. Tanggal 05 Februari 2015 Yogyakarta LPPM STIKes Perintis Padang 30 .id) Diakses sesuai dengan keadaan zaman dan penerimaan Tanggal 05 Februari 2015 sahabat rasulullah. Jakarta Menurut analisis peneliti bahwa setelah Hafidz.R. Obstetri Wiliams. Jakarta merupakan mukjizat yang teragung untuk Ghufron.jawaban-imam- value nya 0. nyaman dan Bersalin Kala I Fase Aktif. 2013.A. Yogyakarta 3. Kedokteran . REFERENSI Pernafasan Terhadap Penurunan Nyeri Inpartu Kala I Di Rs TK II Admin. 2008). Al –Qur’an Cuningham. Sehat Dengan Meditasi Qur’ani : Manjurnya berobat dengan Al Membaca Al-Quran Qur’an. 2004.php/materi intervensi terapi murotal 0. Penerbit EGC. Ayat – ayatnya terbagi ke Bersalin Kala I Fase Aktif (http://gilib- dalam 2 zaman yaitu : Makiyah dan Madaniyyah stikeskusumahusada. Ia tidak berubah dan tidak Elzaky.J.rata Quran adaptasi nyeri sebelum dan sesudah dilakukan (http://fsqalhafidz. 2013. Pengobatan Ma’Mun.Ruzz Media.A.W lebih empat belas abad yang lalu.com/doc/55332903 Mansur. Teori Pengukuran Nyeri dan walaupun nyeri terus-menerus akan bertambah. Pustaka primipara dan adanya perbedaan adaptasi nyeri Pelajar . Psikologi Ibu dan Anak /Angka-Kematian Ibu) Diakses Tanggal Untuk Kebidanan. S. World Health Organization. Maternitas.I. Penerbit EGC. mampu menahan nyeri dalam beberapa menit Judha. Jakarta kegelisahan. Tehnik Distraksi Mendengarkan Murrotal Dan Tehnik Relaksasi 4.025 dapat disimpulakan bahwa ada ibnu-taimiyah-bag2) Diakses Tanggal perbedaan yang signifikan antara nyeri sebelum 05 Februari 2015 dilakukan intervensi dan nyeri sesudah intervensi Handayani.Latumeten Ambon : Kematian Ibu Universitas Hasanuddin Makasar (http://WWW. pasien bisa beradaptasi dengan Murrotal Untuk Penurunan Nyeri nyeri karena dengan adanya terapi murotal ini Persalinan dan Kecemasan Pada Ibu pasien bisa menjadi rileks . Teori-Teori dipelajari. 2004.M. Al – Qur’an Penerbit Zaman.html)Diakses Tanggal 05 adaptasi nyeri sebelum dan setelah dilakukan Februari 2015 intervensi terapi murottal pada ibu inpartu Kuswanti. 2004. 2010.com/sehat-dengan- Asrinah. seluruh umat manusia sampai akhir zaman Guyton & Hall. dengan nilai p -utama /kajian/108. 2010. Penerbit Salemba 08 Februari 2015 Medika. kecemasan dan kejiwaan.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 jaringan secara aktual dan potensial atau Bobak.Dr. 2013. Jakarta : Amzah.com terapy murotal terhadap adaptasi nyeri persalinan /2012/4/manfaat-AlQuran-bagi- pada ibu inpartu primipara. 2015. Skripsi: Pengaruh Terapi terapi murotal. M. 2014.sribid. Keajaiban Mendengarkan Al- dilakukan terapi terdapat perbedaan rata . Ma’mun (2012).Yogyakarta sebelum dan setelah dilakukan kontrol terapi Laisouw. tenang. Jakarta bahwa Al – Qur’an dapat menyembuhkan Cuningham. Abdel Daem. Ia di Quran Untuk Penurunan Nyeri turunkan secara peringkat – peringkat memakan Persalinan Dan Kecemasan Pada Ibu masa lebih 20 tahun. 2012. 2012. Pengaruh Therapi Murrotal Al- S. Buku Ajar Fisiologi (Qindil. Penerbit Graha Ilmu.Herawati. 2009. 2014. Nyeri Persalinan. 2010. R. dapat di tandingi sampai akhir zaman. Asuhan Kebidanan Masa meditasi-bacaanal-quran) Diakses Persalinan. berbagai penyakit jasmani maupun rohani seperti Penerbit EGC. ac. Yogyakarta: Ar.667. & Rini. Penerbit merupakan kitab wahyu yang di turunkan oleh EGC.blogspot. Buku Ajar Keperawatan menunjukkan adanya kerusakan. dijadikan panduan dan diamalkan oleh Psikologi. Jakarta Allah kepada rasulnya yang mulia Muhammad Destiana. Jakarta Al Kaheel. Penerbit Nuha Medika. adanya perbedaan kesehatan. N. Angka Prof. Obstetri Wiliams.org/index. Askeb II Persalinan. Tesis : Perbedaan murottal pada ibu inpartu primipara. Mukjizat Kesehatan Ibadah. Meilany. (http://mitrajaya. Manfaat Al-Quran Bagi Kesehatan (http://ana- Penelitian ini dapat disimpulkan ada pengaruh sukmawatikadir87.

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

Maryunani.I. 2010. Nyeri Dalam Persalinan Varney, H. (2007). Buku Ajar Asuhan Kebidanan.
Tehnik dan Cara Penanganannya. Jakarta : EGC
Penerbit Trans Info Media. Jakarta Wahida, 2015. Terapi murrotal Surat Ar-Rahman
Nanda, 2010. Nursing Diagnosis Defenition and Meningkatkan Kadar Endorpin dan
Classification. Philadelpia.AS Menurunkan Intensitas Nyeri Pada Ibu
Notoatmodjo S. (2005). Metodologi penelitian Bersalin Kala I.
kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta (http://jkb.ub.ac.id/index.php/jkb/article
Nugroho, A. (2005) Strategi jitu memilih metode /viewFile/672/441) Diakses Tanggal 27
statistic penelitian dengan SPSS, Maret 2015
penerbit Andi : Yogyakarta.
Nursalam, (2011) Konsep dan peneraoan
metodologi penelitian ilmu
keperawatan, Jakarta : PT gramedia
pustaka utama.
Permansari, 2010. Pengaruh Mendengarkan Ayat
Suci Al-Quran Terhadap Tingkat Nyeri
Persalinan Kala I Fase Aktif Pada
Primipara di Puskesmas Margangsang
Yogyakarta. Yogyakarta
Pillitteri,Adele. 2002. Buku Saku Asuhan Ibu Dan
Anak. Jakarta : EGC
Potter & Perry, 2005. Fundamentals of Nursing
Philadelphia, AS
Qadiy, A. 1984. Pengaruh Terapi Murotal
Terhadap Organ
Tubuh.http://www.mailarchive.com.
Tanggal Akses : 28 Februari 2014
Remold, 2009, Pengaruh Al-Quran pada manusia
Dalam Prospek Fisiologi dan Psikologi.
(http://the.edc.com) Diakses tanggal 31
Januari 2015
Rekam Medis RSAM Bukittinggi, (2016).
Laporan kasus KB IGD RSAM
Bukittinggi.
Sastroasmoro & Ismael (2010), Dasar-dasar
metodologi penelitian
klinis,keperawatan medical bedah. Edisi
3.Vol 2 ,Jakarta : Rineka Cipta.
Smeltzer & Barre, 2007. Buku Ajar Keperawatan
Medikal Bedah . Penerbit EGC. Jakarta
Simkin. 2007. Panduan Lengkap Kehamilan,
Melahirkan dan Bayi. Penerbit Arcan.
Jakarta
Siswantinah, 2011, Pengaruh Terapi Murrotal
Terhadap Kecemasan Pasien Gagal
Kronik Yang Dilakukan Tindakan
Hemodilusi Di RSUD Kraton
Kabupaten Pekalongan. Semarang.
Sodikin. 2012. Tesis :Pengaruh Terapi Bacaan
Al-Quran Melalui Media Audio
Terhadap Respon Nyeri Pasien Post
Operasi Hernia Di Rs Cilacap Depok :
Universitas Indonesia.

LPPM STIKes Perintis Padang 31

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

PERILAKU BULLYING BERHUBUNGAN DENGAN KARAKTERISTIK
PERKEMBANGAN REMAJA DI SMPN 3 LINGGO SARI BAGANTI
KABUPATEN PESISIR SELATAN

Isna Ovari1, Falerisiska Yunere2, Ilham Wira Satria3
1.
Program Studi Profesi Ners, STIKes Perintis Padang
e-mail: isna.ovari@yahoo.com
2.
Program Studi S-1 Keperawatan, STIKes Perintis Padang
e-mail: falerisiskamorin@yahoo.com
3.
Program Studi S-1 Keperawatan, STIKes Perintis Padang
e-mail:ilhamwirasatriavi@gmail.com

Abstract

Delinquency is caused by the characteristics of the development of troubled teens. From interviews with
15 students, the data obtained psychosocial development where 10 of the 15 students have not been able
to control the behavior that can lead to bullying behavior. of cognitive development, 6 teenagers should
know his role as a student is to learn and study, but it is becoming a problem because it always sees his
students that the school is a place to play around it. The purpose of this study sees Characteristics of
Youth Development Relationship with Bullying Behavior Students at SMPN 3 Linggo Sari Baganti
Kabupaten Pesisir Selatan Year 2016. This study used a correlative description method and tool used
is a questionnaire with a student population of 324 people. 76 people were sampled using the technique
of "Multistage Random Sampling". The results of this study found, there is a significant relationship
between psychosocial development with bullying behavior p = 0.032 (p <0.005), there is a significant
relationship between cognitive development with bullying behavior value of p = 0.047 (p <0.005), there
is a significant relationship between moral development with bullying behavior p = 0.028 (p <0.005),
There was a significant relationship between spiritual development with bullying behavior value of p =
0.018 (p <0.005), There was a significant relationship between social development with bullying
behavior p = 0.046 (p <0.005. Suggestions researchers better understand about bullying either a student
teacher at the school.

Keywords: bullying, characteristics of adolescents

1. PENDAHULUAN Siswa disekolah saat ini bukan saja berani
melanggar peraturan sekolah yang berkaitan
Kementerian Kesehatan Indonesia mendefinisikan dengan disiplin seperti; merokok, minum alkohol,
remaja sebagai individu yang hanya berumur 10- merusak fasilitas sekolah, mencuri, berkelahi,
19 dan tidak kawin. BKKBN menjelaskan bolos sekolah, menganggu pelajaran di kelas,
kelompok umur remaja adalah 10-24 tahun, tidak tidak mematuhi arahan guru bahkan mem-bully
kawin. Sensus tahun 2010, kawan sekelas atau adik kelas (Fahrudin, 2007).
mencatatpendudukIndonesiakelompok Keadaan seperti ini harus diamati secara
anakmudausia10-24tahun a d a l a h sekitar 64 serius mengingat jumlah siswa sekolah yang
juta jiwa atau 27.6% dari total penduduk terlibat semakin meningkat dari waktu ke waktu.
Indonesia yang berjumlah 237.6jutajiwa. Dalam Hal ini dapat dilihat terjadi peningkatan jumlah
proses perkembaganremaja mencari identitas diri, anak dan remaja yang menjadi penghuni Lembaga
sering terjadi masalah karena remaja berusaha Pemasyarakatan Anak dan Pemuda, Pusat
untuk memenuhi tugas perkembangannya. Rehabilitasi Anak Nakal dan juga Pusat
Berdasarkan teori perkembangan, usia remaja Rehabilitasi Korban Narkoba. Oleh karena
adalah masa terjadinya perubahan-perubahan kenakalan remaja sangat luas maka tulisan ini
yang cepat, termasuk perubahan fundamental hanya memfokuskan kepada masalah bentuk
dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan kenakalan remaja yaitu perilaku bullying remaja
pencapaian (Fagan, 2006). (Jurnal Psikologi Undip, 2012).
Remaja rentan terhadap perilaku –
perilaku negatif, salah satunya adalah perilaku

LPPM STIKes Perintis Padang 32

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

bullying. Masa remajamerupakan tahapan bagi 2. METODE PENELITIAN
seorang remaja menuju kedewasaan yang
seringkali menuntut seorang remaja untuk Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik
menemukan karakter dan jati dirinya, sayangnya dengan cross sectional, yaitu suatu penelitian
seringkali seorang remaja dalam mencari jati yang bertujuan untuk menganalisisi antara faktor-
dirinya terjerumus dalam pola hidup dan perilaku faktor resiko dengan efek, dengan cara
yang salah karena pengaruh negatif lingkungan pendekatan, observasi atau pengumpulan data
sosial dan kurang pengawasan dari beberapa pihak sekaligus pada suatu saat (Notoatmodjo, 2005:
seperti orangtua dan sekolah, hal–hal seperti inilah 145). Penelitian ini telah dilaksanakan di SMPN 3
yang akhirnya menyebabkan remaja melakukan Linggo Sari Baganti Pesisir Selatan, pada tanggal
bullying (Coloroso, 2007). 20-23, bulan Juli, tahun 2016. Populasi adalah
Hasil studi pendahuluan, didapatkan data keseluruhan siswa-siswi kelas 1,2, dan 3 di SMPN
dari Kepala Sekolah melalui Guru BP SMPN 3 3 Linggo Sari Baganti Pesisir Selatan, dengan
Linggo Sari Baganti jumlah siswa SMP berjumlah jumlah 324 siswa Sampel adalah sebagian dari
sebanyak 324 siswa dari sekian banyak siswa rata populasi atau keseluruhan objek yang telah diteliti
rata tiap bulannya masuk keruangan BP sebanyak dan dianggap mewakili dari populasi
4-8 siswa akibat melakukan kekerasan, kenakalan, (Notoatmodjo, 2005).
dan bullying. Perilaku bullying tersebut seperti Sampel pada penelitian ini diambil
melakukan kekerasan fisik kepada teman sendiri, menggunakan teknik Multistage Random
meminta uang secara paksa, melakukan peng- Sampling. Teknik ini merupakan suatu cara
ejekan pada teman di sekolah dan juga mengajak pengambilam sampel, bila objek yang diteliti atau
tawuran dengan lokal lain yang bukan kelas sumber data sangat luas atau besar, yakni
mereka. Kemudian ada juga kejadian pada saat populasinya heterogen, terdiri atas cluster dan
classmeeting menurut keterangan dari seorang strata. Cara samplingnya adalah berdasarkan
siswa yang berada di kelas 2, pada saat ini kelas daerah dari populasi yang di tetapkan, dengan
telah selesai melakukan pertandingan. melakukan randomisasi cluster, kemudian
Berdasarkan data tersebut peneliti tertarik untuk dilakukan strasifikasi atas cluster terpilih dan
melakukan penelitian tentang hubungan terakhir dilakukan randomisasi unit populasi dari
karakteristik perkembangan remaja terhadap masing-masing strata (Hidayat, 2009).
perilaku bullying di SMPN 3 Linggo Sari Baganti
Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 HASIL
Tabel 3.1.1
Hubungan Karakteristik Perkembangan Psikologis Remaja Dengan
Perilaku Bullying Siswa di SMPN 3 Linggo Sari Baganti
Perilaku Bullying
Perkembangan Tidak Jumlah p- OR
Terjadi value
Psikologis Terjadi
% f % f %
Kurang Baik 50 17 50 34 100
7
Baik 52,4 20 47,6 42 100 0,03 0,909
2 2
Total 51,3 37 48,7 100
9 76

Tabel 1 menunjukkan dari 42 orang siswa dengan perkembangan psikologis baik sebanyak 22
orang ( 52,4%) melakukan perilaku Bullying, sedangkan dari 34 orang siswa yang perkembangan
psikologis kurang baik ada 17 orang (50%) melakukan perilaku bullying di SMPN 3 Linggo Sari
Baganti Kabupaten Pesisir Selatan.
Hasil uji statistic chi-square didapatkan p=0,032 (p < 0,05).Berarti Ha diterima dan Ho ditolak jadi
terdapat hubungan yang bermakna antara perkembangan psikologis dengan perilaku bullying siswa di

LPPM STIKes Perintis Padang 33

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

SMPN 3 Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016. OR didapatkan 0,909 artinya
siswa yang memiliki perkembangan psikologis kurang baikberpeluang 0,909 kali melakukan perilaku
bullying dibandingkan dengan siswa dengan perkembangan psikologis baik.

Tabel 3.1.2
Hubungan Karakteristik Perkembangan Kognitif Remaja Dengan
Perilaku BullyingSiswa di SMPN 3 Linggo Sari Baganti
Perilaku Bullying
Perkembang Tidak Jumlah p- OR
Terjadi value
an Kognitif Terjadi
f % f % f %
Kurang Baik 14 46,7 16 63,3 30 100
Baik 25 54,3 21 45,7 46 100 0,047 0,735
Total 39 51,3 37 48,7 100
76

Tabel 2 menunjukkan dari 46 orang siswa dengan perkembangan kognitif baik sebanyak 25 orang
( 54,3%) melakukan perilaku bullying, sedangkan dari 30 orang siswa dengan perkembangan kognitif
kurang baik sebanyak 16 orang (63.3%) melakukan perilaku bullying di SMPN 3 Linggo Sari Baganti
Kabupaten Pesisir Selatan.
Hasil uji statistic chi-square didapatkan p=0,047 (p < 0,05). Berarti Ha diterima dan Ho ditolak
jadi terdapat hubungan yang bermakna antara perkembangan kognitif dengan perilaku bullying siswa
remaja di SMPN 3 Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016. OR didapatkan 0,735
artinya siswa yang memiliki perkembangan kognitif kurang baikberpeluang 0,735 kali melakukan
perilaku bullying dibandingkan dengan siswa yang memiliki perkembangan kognitif baik.

Tabel 3.1.3
Hubungan Karakteristik Perkembangan Moral Remaja Dengan
Perilaku BullyingSiswa di SMPN 3 Linggo Sari Baganti
Perilaku Bullying
Perkembang Tidak Jumlah p- OR
Terjadi value
an Moral Terjadi
F % f % F %
Kurang Baik 16 55,2 13 44,8 29 100
Baik 23 48,9 24 51,1 47 100 0,028 1,284
Total 39 51,3 37 48,7 100
76

Tabel 3 menunjukkan dari 47 orang siswa dengan perkembangan moral baik, ada 24 orang siswa
( 51,1%) tidak ada melakukan perilaku bullying, sedangkan dari 29 orang siswa dengan perkembangan
moral yang kurang baik, ada 16 orang siswa (55,2%) melakukan perilaku bullying di SMPN 3 Linggo
Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan.

Hasil uji statistic chi-square p=0,028 (p < 0,05). Berarti Ha diterima dan Ho ditolak jadi terdapat
hubungan yang bermakna antara perkembangan moral dengan perilaku bullying pada siswa remaja di
SMPN 3 Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016. OR didapatkan 1,284 artinya
responden yang memiliki perkembangan moral yang kurang baikberpeluang 1,284 kali melakukan
perilaku bullying dibandingkan dengan responden yang memiliki perkembangan moral baik.

LPPM STIKes Perintis Padang 34

ada 22 orang siswa ( 51. 3. ada sebanyak 24 orang(53. OR didapatkan 1. ada 18 orang siswa (58.3 37 48. OR didapatkan 1.7 100 76 Tabel 5 menunjukkan dari 45 orang siswa dengan perkembangan sosial baik.2%) tidak melakukan perilaku bullying.257 kali untuk melakukan perilaku bullying dibandingkan dengan siswa dengan perkembangan spiritual baik.046 1.257 artinya siswa dengan perkembangan spiritual kurang baikberpeluang 1.5%) melakukan perilaku bullying di SMPN 3 Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan.5 33 100 Baik 21 48. Tabel 3. Hasil uji statistik Psikologis Remaja Dengan Perilaku p-value=0.1 24 53.257 Total 39 51.05).05).582 Total 39 51. Hasil uji statistic chi-square didapatkanHasil uji statistic chi-square p=0.1 13 41.582 kali melakukan perilaku bullying dibandingkan dengan siswa dengan perkembangan sosial baik. Hubungan Perkembangan menghindari perilaku bullying.4 Hubungan Karakteristik Perkembangan Spritual Remaja Dengan Perilaku Bullying Siswa di SMPN 3 Linggo Sari Baganti Perilaku Bullying Perkembangan Jumlah p.7 100 76 Tabel 4 menunjukkan dari 43 orang siswa dengan perkembangan Spiritual baik.8 22 51.2 43 100 0. PEMBAHASAN memahami psikososial maka remaja tersebut akan 3.5 15 45.3 45 100 0. Hasil uji statistic chi-square didapatkanp=0.046 (p < 0.909.1.9 31 100 Baik 21 23. sedangkan dari 33 orang siswa dengan perkembangan spiritual kurang baik.582 artinya siswa yang memiliki perkembangan sosial kurang baikberpeluang 1. 2013.1.05). Berarti Ha diterima dan Ho ditolak jadi terdapat hubungan yang bermakna antara perkembangan sosial dengan perilaku bullying pada siswa remaja di SMPN 3 Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Tabel 3.5 Hubungan Karakteristik Perkembangan Sosial Remaja Dengan Perilaku BullyingSiswa di SMPN 3 Linggo Sari Baganti Perilaku Bullying Perkembangan Jumlah p-value OR Terjadi Tidak Terjadi Sosial f % f % f % Kurang Baik 18 58.018 (p < 0.1%) melakukan perilaku bullying di SMPN 3 Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan. Berarti Ha diterima dan Ho ditolak jadi terdapat hubungan yang bermakna antara perkembangan spritual dengan perilaku bullying pada siswa remaja di SMPN 3 Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016. ada 18 orang siswa (54.032(p< 0.2. sedangkan dari 31 orang siswa dengan perkembangan sosial kurang baik.1.3%) tidak melakukan perilaku Bullying. terdapat hubungan Bullying yang bermakna antara perkembangan psikologis remaja dengan perilaku bullying siswa di SMPN Perkembangan Psikologis merupakan 3 Linggo Sari Baganti dengan nilai OR 0.2. dimana yang tidak diiginkan makanya jika remaja terdapat hubungan antara perilaku bullying LPPM STIKes Perintis Padang 35 . perkembangan yang harus dijalani oleh siswa Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang sekolah/remaja agar tidak melakukan hal hal dilakukan oleh Sari Pediatri. OR Terjadi Tidak Terjadi value Spritual f % f % f % Kurang Baik 18 54.3 37 48.018 1.

2.05 dengan OR = 3. bullying remaja tersebut. Hubungan Perkembangan Kognitif remaja moral anak sekolah atau remaja Remaja Dengan Perilaku Bullying tergantung pada moral ajaran mereka yang didapat dari sekolah atau orang tua. bagi kalangan 3. Hal ini dibuktikan 1. yang berasal dari kata kerja ijimeru yang memiliki arti harafiah sebagai tindakan menyiksa.2. Peneliti berasumsi bahwa adanya 3.semakin baik. 1. Hubungan Perkembangan Spritual hubungan perkembangan kognitif remaja dengan Remaja dengan Perilaku Bullying bullying dikarenakan bahwa pengetahuan remaja selalu berkaitan dengan perilaku kekerasanya atau Hasil uji statistik p=0. sehingga remaja akan moral remaja dengan perilaku bullying siswa di menjalani masa perkembangannya dengan baik SMPN 3 Linggo Sari Baganti dengan nilai OR pula.284. yang dilakukan secara perilaku tersebut telah terjadi dalam kurun waktu terus menerus. Liness penting bagi remaja dimana kognitif merupakan (2010). Kenyataannya verbal atau emosional.0043 lebih baik.2. bisa membawa remaja kearah yang < 0. sekolah sehingga remaja akan menjalani masa negara Skandinavia bullying sangat berhubungan perkembangan moral dengan baik. menunjukkan bahwa di Jepang perilaku terlambat datang kesekolah.213 maka perilaku bullying baik pula sehingga perkembangan yang baik atau sebagai intimidasi yang dilakukan oleh individu kognitif yang baik akan mempengaruhi perilaku atau kelompok baik secara fisik.735. Didukung oleh dengan pengetahuan atau kognitif remaja karena data bahwa 26. Penelitian Sari Menurut Sari memikirkan perkiraan waktu supaya tidak (2013).3. 42.4. Moral merupakan ahklak. ini berkaitan sekali dengan apa kognitif remaja dengan perilaku bullying siswa yang akan mereka lakukan di lingkungan sekolah remaja di SMPN 3 Linggo Sari Baganti dengan sehingga ada keterkaitan moral dengan bullying.3% siswa selalu perkembangan spiritual yang baik dalam diri mengerjakasn tugas terlebih dahulu sebelum pergi siswa tentunya tindakan kekerasan dilingkungan bermain bersama teman. hasilnya terdapat hubungan perilaku moral pengembangan wawasan pengetahuan menjadi dengan perilaku bullying dengan p-value = 0.05). yang lama dan terjadi di berbagai segi kehidupan Peneliti berasumsi bahwa adanya termasuk juga dunia pendidikan.5% siswa Spritual merupakan ajaran keagamaan selalu berencana untuk melanjutkan jenjang yang dimiliki oleh siswa sekolah. 2008.257. nilai OR 0. 26. maksudnya adalah semakin Hasil uji statistik p=0.028 (p < 0. psikologis. Peneliti berasumsi 3. memarahi.018 (p < 0. dengan data yang didapatkan yaitu. 25% siswa bersedia menerima sekelompok orang yang bersifat anonim yang hukuman jika melakukan kesalahan dan terlibat atau bahkan melakukan suatu pelecehan melanggar peraturan yang ditetapkan sekolah. terdapat baik psikolsosial remaja maka perilakunya hubungan yang bermakna antara perkembangan disekolah. hasilnya bahwa di negara.047 (p < 0. Hubungan Perkembangan Moral terdapatnya hubungan dalam penelitian ini adalah Remaja dengan Perilaku Bullying karena psikologis remaja berkaitan dengan perilaku kekerasan.05). terdapat baikmoral maka akan semakin baik pula tindakan hubungan yang bermakna antara perkembangan perilaku mereka. dan penekanan terhadap orang lain.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 dengan perilaku kekerasan. Padahal tindakan hubungan dikarenakan bahwa moral remaja selalu bullying merupakan fenomena yang berhubungan berkaitan dengan perilaku kekerasanya remaja dengan kognitif remaja tersebut atau semakin baik moral remaja maka Hal ini senada dengan hasil penelitian akan semakin tidak terjadi perilaku bullying di Erika Valentina.2.1% siswa selalu bisa sekolah tidak terjadi. Perkembangan kognitif sangat Pendapat ini sesuai dengan penelitian.3% siswa selalu mentaati peraturan bullying dikenal dengan istilah mobbing mob yaitu yang berlaku. sosial. terdapat semakin baik pengetahuan remaja maka akan hubungan yang bermakna antara perkembangan semakin tidak terjadi perilaku bullying di sekolah Spritual remaja dengan perilaku bullying siswa di sehingga remaja bisa menjalani masa SMPN 3 Linggo Sari Baganti dengan nilai OR perkembangannyadengan baik. 60.05). bullying dikenal dengan istilah ijime. dengan adanya pendidikannya ke SMA. dan mencaci maki dimana terdapat hubungan ajaran spiritual dengan kekerasan dengan p-value LPPM STIKes Perintis Padang 36 . Maka semakin Hasil uji statistik p=0.

5. mendapatkan perhatian dari pihak sekolah 4. sehingga mereka menjalani masa perkembangan spiritualnya harus membatasi pergaulan yang bersifat negatif dengan dengan baik. 5. walaupun pada 6. 7. kognitif. Lebih dari separoh siswa memiliki Istilah bullying merupakan suatu istilah yang perkembangan sosial baik sebanyak 45 siswa masing terdengar asing bagi kebanyakan (59. 0.5% siswa memiliki orangtua hubungan dikarenakan perkembangan spiritual yang sering mendengarkan keluhan tentang siswa sekolah selalu berkaitan dengan perilaku masalah yang dihadapi oleh siswa.046 (p < 0.028.8%). Lebih dari separoh siswa memiliki ataupun orang tua karena sosial remaja sekarang perkembangan spiritual baik sebanyak 43 ini sangat labil yang perlu dikontrol supaya tidak siswa (56. Terdapat hubungan yang bermakna antara Pendapat ini senada dengan Rigby Ken perkembangan psikologis.05 sehingga terdapat significansi mernjalani masa perkembangannya dengan baik. perilaku bullying dapat terjadi secara spiritual dan sosial dengan perilaku bullying individual ataupun berkelompok yangdilakukan siswa di SMPN 3 Linggo Sari Baganti seorang anak ataupun kelompok secara konsisten Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016 dengan dimana tindakan tersebut mengandung unsur p value = 0. Dan hal ini ada kaitannya 5.3% siswa kekerasanya.05). spiritual mereka maka semakin tidak terjadi 30. 0. Lebih dari separoh siswa memiliki perkembangan psikologis baik sebanyak 42 Hasil uji statistik didapatkan p=0. July 2010 nya maka akan semakin tidak terjadi perilaku Aznan Adviis Ardiyansyah. 30.0045 < 0. Lebih dari separoh siswa memiliki perkembangan sosial remaja dengan perilaku perkembangan kognitif baik sebanyak 46 bullying siswa remaja di SMPN 3 Linggo Sari siswa (60. (2003).046. Joz/ma/ of tersebut atau semakin baik perkembangan sosial Social Research &Policy.3 %). 3. School Bullying in hubungan dikarenakan bahwa sosial remaja selalu the Primary School Report of a Research in berkaitan dengan perilaku kekerasanya remaja Hajdu-Bihar Country (Hungary). (2008).3 %) di kurun waktu yang lama dan terjadi di berbagai SMPN 3 Linggo Sari Baganti segi kehidupan termasuk juga dunia pendidikan.018. melukai bagi anak yang jauh lebih lemah dibanding pelaku. antara spiritual dengan bullying Hal ini berkaitan dengan data penelitian yang di Peneliti berasumsi bahwa adanya dapatkan yaitu. Lebih dari separoh siswa memiliki Perkembangan sosial merupakan perkembangan moral baik sebanyak 47 siswa perkembangan yang dilalui oleh remaja yang perlu (61.032. REFERENSI dengan perkembangan sosial siswa sekolah jika Al-Mighwar. dimana anak sekolah sebagai remaja selalu bisa menyesuaikan diri untuk masuk tersebut akan berfikir apa yang akan kedalam kelompok teman-temannya. Hal ini diperkuat oleh data dengan lawan jenis. kekerasan akan merajalela Bandung : Pustaka Setia Peneliti berasumsi bahwa adanya Buda M & Szirmai E.2 %) masyarakat di Indonesia. 31. 44.6 %. 14. No. KESIMPULAN siswa selalu melaksanakan ibadah setiap hari.5% siswa selalu diberitahu oleh orangtua untuk Hasil penelitian terhadap 76 orang siswa dengan tidak meninggalkan ibadah setiap harinya. 39.6% siswa menyadari apa yang harus dilakukan sebagai umat yang beragama. 0.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 =0. Hubungan Perkembangan 3 Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan Remaja dengan Perilaku Tahun 2016 menyimpulkan : Bullying 1. 0. Faktor- bullying di sekolah sehingga remaja akan Faktor Yang Mempengaruhi Bullying Pada LPPM STIKes Perintis Padang 37 .047. (2010).5 %). Lebih dari separoh siswa melakukan perilaku kenyataannya perilaku tersebut telah terjadi dalam bullying yaitu sebanyak 39 siswa (51. 1. siswa (55.6% 4.7% siswa dilakukannya. terdapat hubungan yang bermakna antara 2. yaitu 56. judul Hubungan Karakteristik Perkembangan Remaja Dengan Perilaku BullyingSiswa di SMPN 3. Baganti dengan nilai OR 1.2. Psikologi Remaja tidak diperhatikan perkembangan sosialnya maka Petunjuk bagi Guru dan Orangtua. (2006).) melakukan tindakan anarkis atau kekerasan. jika semakin baik perkembangan sering memiliki sahabat ataupun teman dekat.3% siswa menyadari bahwa diri mereka adalah perilaku bullying di sekolah sehingga remaja akan laki-laki dan perempuan remaja.582. moral.

(2003). Psikologi Perkembangan.republikapenerbit. Naskah Publikasi. Columbia British Ministry of Education. 73.int. Joseph. Hurlock. Coloroso. Price H. Focus on Bullying: A Prevention Program for Elementary School Comunities. Dake A. . and Telljohann K. Jakarta: PT Rineka Cipta Nursalam. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. Buku Ajar Pediatrik.com/artikel/ detail_info/408 pada tanggal 19 Juli 2014. 5. Mengatasi Kekerasan di Sekolah dan Lingkungan Sekitar Anak.Jakarta : Erlangga http://www. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Jakarta : EGC LPPM STIKes Perintis Padang 38 .Bullying Among Young Children: A Guide for Teachers and Carers. . Universitas Islam Indonesia. Edisi 5. Psikologi Remaja.Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperwawatan.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Remaja. Vol. Barbara. Sejiwa. Bullying.W.Stop Bullying:Memutus Rantai Kekerasan Anak dari Prasekolah hingga SMU. S. James.50 WIB. (2005). Susan. Jam 15. Pada tanggal 10 April 2016 Wong. Jakarta: PT. Diterjemahkan oleh: Santi Indra Astuti. 174. Mei 2003. Diakses dari www. (2008). Grasindo WHO Remaja dan Perkembangan. Metodologi Penelitian Kesehatan. (2011). Rigby. (2001). (2007). The Nature and Extend of Bullying at SchoolJournal of School Health. Serambi Ilmu Semesta. No. Ken. (2003). Notoatmodjo S.who. Australia: Australian Government Attorney- Generar's Departmen Sarwono. E. Vol 1. (2002). (2009). Jakarta: PT.

This type of research is analytic with cross sectional design. PENDAHULUAN depresi berat. Organisasi kesehatan dunia personality) prilaku dapat terganggu tetapi dalm (WHO) menyebutkan 17% pasien yang berobat ke batas-batas normal (Hawari.The aim of research to determine the relationship of the intensity of bullying to the level of depression in adolescents in child and adolescent clinic RSJ. Wika Maya Sari2 12 STIKes Alifah Padang.com Email: wikasari@yahoo. 2005) menyatakan depresi Amerika yang menderita depresi. dan meningkat menjadi 8.as45@yahoo. in 2014 as many as 971 people and in 2015 as many as 1344 people adolescents with depression in the hospital.000 (pvalue ≤ 0. Saanin Padang totaling 157 people and the sample 60. 2002).7%) of respondents who experienced bullying.3 persen untuk sekolah. demikian. adolescents. Prof. Depression is estimated to affect 350 million people. HB. setidaknya terdapat tiga juta remaja di Weissman (Nevid dkk.. tidak mengalami gangguan Majelis Kesehatan Dunia baru-baru ini meminta dalam menilai realitas (reality testing ability/RTA. studi epidemologis menunjukkan bahwa angka 2013).3%) of respondents with depression and (56. HB.3%) adolescents suffering from depression. mereka mengalami kesulitan untuk remaja (Carr. Keywords: depression. This research has been carried out in the Child and Adolescent Clinic RSJ. PROF. 2007). The population in this study were teenagers who were in Child and Adolescent Clinic RSJ Prof. HB. Prof. orang.05). 2009). Data incidence of depression in adolescents in the can in 2013 as many as 716 people.Sa'anin Padang 2016. kepribadian tetap utuh (tidak anggotanya untuk mengambil tindakan ke arah mengalami keretakan kepribadian/splitting of ini(WHO. Gangguan mendalam dan berkelanjutan sehingga hilangnya depresisering dimulai pada usia muda. The conclusion of this study is more than half (73. bivariate analysis results was a significant relationship between the level of intensity Bullying Depression In Adolescents in Child and Adolescent Clinic RSJ . Dengan penyesuaian diri (Nevid dkk. Organisasi Kesehatan Dunia dan negara-negara masih baik). The sampling technique is purposive random sampling. HB. Sa'anin Padang pvalue = 0. Prof. And to further researchers to develop research on the factors that influence the rate of depression in adolescents using variables authoritarian parenting parents. Bila depresi ringan juga berkonsentrasi. angka prevalensi ini meningkat mempengaruhi fungsi sosial dan kesulitan dalam sampai 25 persen (Steinberg.. Sa'anin Padang.com Abstract Depression is a major mental health problem today.5 Depresi pada remaja mempengaruhi prestasi persen. Health Survey conducted in 17 countries found that on average about 1 in 20 people are reported to have episodes of depression. SA’ANIN PADANG 2016 Asmawati 1. 2012). Indonesia Email: wati.Prof. Survei yang dilakukandi 17 negara Depresi adalah perasaan (mood) yang ditandai menemukan bahwa rata-rata sekitar1dari 20 orang dengan kemurungan dan kesedihan yang dilaporkan memiliki episode depresi. Sebuah kegairahan hidup. Lubis.HB. prevalensi depresi untuk anak-anak adalah 2. The results of the univariate analysis found more than half (73. 2001). HB. It is suggested that the hospital to carry out the provision of information on how the prevention of bullying that depression in adolescents can be reduced and can be tackled. Para peneliti pada remaja menyebabkan resiko terjadinya menduga tingginya angka depresi pada remaja LPPM STIKes Perintis Padang 39 . dokter adalah pasien dengan depresi dan Berdasarkan perspektif perkembangan. depresi selanjutnya diperkirakan prevalensi depresi pada mulai banyak muncul pada masa remaja Studi- populasi masyarakat dunia adalah 3% (Hawari.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 HUBUNGAN INTENSITAS BULLYING DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA REMAJA DI RSJ. Sa'anin Padang in December 2015 through August 2016. 2005. selain itu depresi juga diperhitungkan. intensity of bullying 1. bahkan percobaan bunuh diri di Depresi diperkirakan mempengaruhi 350 juta masa dewasa.

Sulawesi depresi pada remaja di RSJ.05). sulit untuk dikendalikan oleh korban. Jawa Timur 2. hinaan. pendekatan cross sectional. Aceh 2.Perilaku dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data kekerasan ini dapat disebut dengan istilah primer dengan menyebarkan kuesioner. anak tersebut mengalami kesulitan berinteraksi tuntutan akademis. teman sekelas. Prof.7 juta.2 juta.Remaja kerap mendapatkan perilaku pengambilan sampel purposive random sampling. Data tersebut menunjukkan bahwa pasien depresi yang dirawat jalan semakin bertambah setiap tahunnya.6 Juta.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 terkait dengan meningkatnya angka perceraian.9 juta. Berdasarkan observasi data kejadian Depresi pada remaja yang di dapat pada tahun 2013 sebanyak 716 orang. dan ancaman seringkali merupakan pancingan yang dapat mengarah ke agresi. Taylor (2006) Bullying bukanlah fenomena yang baru dan masalah ini telah lama didiskusikan.9 juta. Penelitian ini Kesehatan Dasar (Rikesdas. Berdasarkan laporan Riset RSJ.5 juta. Ejekan. pada tahun 2014 sebanyak 971 orang dan pada tahun 2015 sebanyak 1344 orang remaja yang mengalami depresi di RSJ. Bali 2. Saanin Padang.3 Padang 2016. Jumlah pasien yang mengalami Depresi di poliklinik Anak dan remaja yang didapat 6 bulan terakhir. dan teror. Sa’anin Padang. NTB 2. dan tekanan sosial dengan lingkungan dan kesulitan berkonsentrasi (Newsweek. 2002) sehingga mempengaruhi prestasi anak di sekolah. Prevalensi gangguan jiwa di Indonesia Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) hubungan Intensitas Bullying dengan Tingkat 2013 adalah DIY 2. HB. seperti perilaku kekerasan Tekhnik pengumpulan data yang dipergunakan dari guru. METODE PENELITIAN penduduk yang Penelitian ini dilakukan pada bulan mengalami gangguan jiwa berat di Sumatra Barat Desember 2015 – bulan Agustus tahun 2016 di semakin banyak. niat untuk mencederai.1 juta. Bullying merupakan salah satu bentuk perilaku agresi. Jenis penelitian analitik dengan peringkat kesembilan yaitu sebanyak 1. dan Sumbar 1. Prof.7 juta. Variabel independen Penelitian oleh Hankin (2006) menyatakan (Hubungan Intensitas Bullying) dan variabel bahwa salah satu faktor kerentanan depresi pada dependen (Tingkat Depresi). Penelitian bullying. juta. kekerasan di sekolah. HB. Jumlah 2. Bangka Belitung 2.. Secara umum bullying adalah aktivitas sadar.2 juta. Bivariat dengan menggunakan uji statistik chi- Bullying dapat dianggap sebagai kejadian hidup square dengan derajat kepercayaan 95 % (α = yang menekan sebab berkarakteristik negatif dan 0. dan kakak kelas. Sa’anin Selatan 2. 2013) penderita dilakukan pada remaja yang mengalami Intensitas gangguan jiwa berat di Sumatra Barat merupakan Bullying. Jawa Tengah 2. disengaja dan keji yang bertujuan untuk melukai atau menanamkan ketakutan melalui ancaman agresi lebih lanjut dan menciptakan teror Menurut Coloroso (2006) bullying akan selalu melibatkan adanya ketidak seimbangan kekuatan. ancaman agresi lebih lanjut.bulan Juli 2015 sampai dengan Desember 2015 yaitu sebanyak 157 orang. Prof HB. Seseorang dikatakan mengalami ini menggunakan analisis Univariat dan analisis bullying jika terkena ancaman secara berulang. Pengumpulan data remaja adalah kejadian hidup negatif yang menggunakan kuesioner dengan teknik menekan. Anak yang mengalami bullying akan menyebabkan depresi dan akan mengakibatkan LPPM STIKes Perintis Padang 40 .

HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 3. menyakitkan. Sa'anin Padang 2016 Intensitas No f (%) Bullying 1 Bullying 34 56. mereka harus menimpa untuk bisa menceritakan kepada orang. HB. Siswa yang berpotensi menjadi peristiwa sedih yang menimpanya.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 3.0 1. Prof.0 Tabel 3. Seseorang bisa jatuh dalam maka orang yang memiliki otoritas (guru) harus kondisi depresi jika ia terus-menerus memikirkan memberikan perhatian dan dengan tegas melawan kejadian pahit. diberikan pemahaman dan pengetahuan apa yang orang terdekat supaya tidak menjadi suatu beban harus dilakukan dan kepada siapa mereka harus mental yang mendalam. sehingga mengurangi prilaku bullying tersebut.0 Bullying Jumlah 44 73.7 Jumlah 60 100.0 0. mengadu ketika bullying terjadi. Depresi seusianya dan remaja itu akan merasa dirinya Depresi yang dialami oleh remaja dikarenakan tidak akan bisa seperti temannya yang lain. Sa'anin Padang Tahun 2016 No Tingkat f (%) Depresi 1 Depresi 44 73.diharapkan calon korban harus diberikan cara penanganan kepada remaja apabila ada suatu masalah yang langsung terhadap bullying. misalnya kehilangan seseorang agar bullying tidak terjadi. Jika bullying terjadi yang disayangi.0 Tabel 3.7 60 100.3 Distribusi frekuensi responden berdasarkan Intensitas Bullying dengan Tingkat Depresi pada Remaja 2016 Tingkat Depresi Intensitas Tidak P Depresi Total % Bullying Depresi Value f % f % Bullying 32 94. keterpurukan dan prilaku tersebut.3 16 26.000 Tidak 12 46. HB. murid untuk memperhatikan remaja menyedihkan.3 Jumlah 60 100.7 2 Tidak Bullying 26 43. suatu perasaan sedih yang sangat mendalam yang diharapkan kepada semua pihak seperti guru.9 34 100. Prof.1 Distribusi frekuensi responden berdasarkan Tingkat Depresi pada Remaja di RSJ.2 14 53.2 Distribusi frekuensi responden berdasarkan Intensitas Bullying pada Remaja di RSJ.1 2 5.8 26 100. remaja tersebut merasa minder dan lama- kelamaan remaja akan menjauh dari teman LPPM STIKes Perintis Padang 41 . Bantuan dari luar Bullying terjadi karena remaja pernah sering berguna dalam mengidentifikasi penyebab dikucilkan oleh teman disekolah karena selalu bullying dan dalam merancang program untuk diantarkan kesekolah oleh orang tua.3 2 Tidak Depresi 16 26. terjadi setelah mengalami peristiwa dramatis atau orang tua.

sebanyak Coyne. Prof. and adolescence: Development in pencemaran nama). 2003. (2001). Sejahtera di Usia Senja. Kencana Pernada yang bermaksud menyebabkan ketidak senangan Media Group atau menyakitkan yang dilakukan orang lain oleh Riset kesehatan dasar. Hawari. Sa'anin Padang Tahun 2016. berupa pemaksaan atau usaha menyakiti secara Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Manajemen Stres Cemas Bullying merupakan sub katagori dari tindakan dan Depresi. Penindas. sehingga korban Santrock. USA and Canada : Simultaneously jangka waktu yang cukup lama. Bullying adalah bentuk bentuk perilaku Hawari.Dkk. Terdapat hubungan intensitas file:///G:/proposal%20ade/jurnal/New%20 bullying dengan tingkat depresi pada Remaja di Folder/wfmh_paper_depression_wmhd_20 RSJ. Pepler. mengalami depresi.Smith and Sonia biasanya terjadi secara berkelanjutan dalam Sharp. sekitar 59. (20 mengalami intensitas bullying akan meningkat Januari 2016) depresinya. 2009. fisik maupun psikologis terhadap seseorang atau Keliat. (2007). dan Penonton. And Atlas. Bullying merupakan bentuk perilaku Darmayant. Jakarta: Tindakan agresif ini dapat berupa tindakan agresif Penerbit Erlangga. mempersepsikan dirinya lebih kuat. Resep Memutus Rantai ditemukan dari intensitas bullyingyang Kekerasan Anak dari Prasekolah Hingga meningkat. (2008). bullyingterhadap tingkat depresi pada siswa SMP.. School Bullying: Insights and orang yang tidak mampu melawannya. Bullying. 2006. Depression: A Intensitas bullying. Dadang. tingkat depresi cenderung tinggi. sedangkan siswa yang the Digital Age 2nd edition. D. Infancy. Bulying Perspectives. Intensitas Bullying 5. Barbara. 12. Context. & Belsky. Perkembangan Remaja (terjemahan: Shinto B.Observation of Bullying in dengan tingkat depresi dikarenakan remaja yang heplaygroup and in the Classroom.7% Blackwell. Jakarta: EGC.Sc. (2003). M. Hubungan intensitas bullying dengan tingkat depresi dikarenakan remaja yang mengalami intensitas bullying akan meningkat depresinya.Sumatera Utara. 73. intensitas sedang. Malden: mengalami intensitas ringan. Craig. chi tidak langsung (berupa psikologis seperti ldhood. agresif.2013:RIKESDAS satu atau beberapa orang secara langsung terhadap Routledge. New York: McGraw-Hill Taylor. Peter K. (2008).6% mengalami depresi. Jakarta: Serambi. W. Adelar & Sherly Saragih)..Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 2. J. Dadang. D. Bullying juga Lubis Namora. Menurut peneliti hubungan intensitas bullying (2000). Tertindas. 66. S. Adolescence terus menerus dalam keadaan terintimidasi.Jakarta: Balai Penerbit FKUI. W.7% mengalami depresi. J. Manajemen Kasus sekelompok orang yang lebih lemah oleh Gangguan Jiwa: CHMN (Intermediate seseorang atau sekelompok orang yang Course). (2012).Fakultas menyakiti perasaan korban yang dialakukan Psikologi Universitas Gadjah Mada. KESIMPULAN edition. M. LPPM STIKes Perintis Padang 42 . L.2006. dan siswa yang mengalami Craig.3% responden yang Global Crisis.England : Indevendence. secara langsung (fisik maupun verbal) atau secara Steinberg. (2006). Jakarta . Terdapat 56. Bullying merupakan bentuk perilaku atau tindakan yang dilakukan dengan tujuan menyakiti perasaan korban yang dialakukan secara berulang- ulang dengan jangka waktu yang cukup lama. (10 Desember 2015). Depresi Tinjauan dapat diartikan sebagai perilaku negatif berulang Psikologis. HB. (1991).pdf. Depresi adalah keadaan patah hati atau putus asa yang disertai dengan melemahnya kepekaan terhadap stimuli tertentu. Health Psychology 6th 4. Pada SMU. siswa yang tidak mengalami bullying.. Gender Dan Depresi atau tindakan yang dilakukan dengan tujuan Pada Remaja. Budi A. mengalami depresi. (6 secara berulang-ulang dengan jangka waktu yang Desember 2015) cukup lama. REFERENSI Menurut Kerdiana (2015) intensitas Coloroso. E. New York: McGraw-Hill. R.7% responden yang mengalami World Mental Health Day. Nefi. (2011). Cyber Bullying: Bullying in 30.

rotasi staf di bangsal dan menemukan bahwa waktu kerja produktif perawat tingginya biaya perawatan kesehatan staf. Suggested the need for a balance between the ratio of nurses and patients who visit the emergency room so that the workload is felt not too heavy so as not to cause work stress in nurses. American National Association For Occupational Safety (ANAOS) put severe stress on the nurse comes out top in the first forty cases of stress on workers.05). jumlah yang menimbulkan tekanan mental.Djamil Padang 2016.M. This study aims to determine the Factors Associated With Job Stress Nurses in Emergency Instalation of RSUP Dr.M. nurses 1. Retrieving data using questionnaires. while taken data was din on 25 Mei.4%) of respondents experienced a heavy workload. In bivariate there is a significant relationship between workloads with job stress of nurses in Emergency Instalation of RSUP Dr. Hal ini didukung oleh menyebabkan penurunan produktivitas. kehandalan dan ketegangan emosi atau beban psikososial yang petugas dan salah satu faktor yang memiliki mempengaruhi emosi. perubahan. more than half (53. more than half (65.Djamil Padang 2016. Rumah Sakit dipengaruhi oleh beberapa faktor Stres adalah suatu reaksi. pekerjaan dan konstribusi paling besar adalah faktor kondisi seseorang Stres kerja perawat kenyamanan dalam bekerja. Based on the results of research conducted by the National Care Association of Indonesia (PPNI) contained 50. There was no significant relationship between job demand (p=0. Hal ini akan menyebabkan stressor yang keperawatan.M.M.M. LPPM STIKes Perintis Padang 43 . The conclusion is there is a meaningful relation about workload with job stress nurses in Emergency Instalation of RSUP Dr. The data were analyzed using univariate with frequency distribution and bivariate using Chi Square test with a confidence level of 95%.8%) of respondents experienced a heavy duty demands.843) with job stress of nurses in Emergency Instalation of RSUP Dr.Djamil Padang 2016 with pvalue 0. 2001). karena pelayanan keperawatan Perawat sebagai tenaga yang paling lama merupakan bagian integral dari pelayanan kontak atau berhubungan dengan pasien dan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keluarga. The population in this research is 55 nurses with the sampling technique used is total sampling as many as 55 nurses in the emergency instalation of RSUP Dr.9% of nurses who experience job stress.8%) of respondents did not experience labor conflict.DJAMIL PADANG TAHUN 2016 Yuanita Ananda STIKes Alifah Padang Email : Yuanita_ananda88@yahoo. work stress. work conflict. more than half (55. the demands of the task.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PERAWAT DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUP DR. This type of research is descriptive analytic with cross sectional approach. penelitian Djuariah Chanafi (2005) yang ketidakhadiran. keperawatan. Keywords : workload.006 (p<0.Djamil Padang 2016.2% dengan waktu kerja yang cukup lama Kualitas pelayanan Rumah Sakit salah dapat menimbulkan ketidaknyamanan perawat satunya ditentukan oleh kualitas pelayanan dalam bekerja (Hamid. kondisi diantaranya ketersediaan/kelengkapan fasilitas ketegangan atau respon tubuh terhadap situasi terhadap mutu pelayanan rumah sakit. petugas. ketanggapan petugas. Kualitas pelayanan keperawatan di kuat pada perawat didalam lingkungan pekerjaan.Djamil Padang 2016 (p>0.062) and job conflicts (p=0. This will lead to a strong stressor on nurses in the work environment. proses pikir. This research was din on November 2015-June 2016.05).com Abstract Nurses as the longest power contacts or associated with the patient and family.11 June 2016. PENDAHULUAN yaitu 89.5%) of respondents experiencing work stress.M. The results of univariate in getting that more than half (61.

shift sore yaitu 8 samapi 9 orang dan shift Kondisi kerja perawat di instalasi gawat malam yaitu 7 orang. shift sore yaitu 1 orang dan tenaga perawat yang diperlukan dalam ruang IGD pada shift malam yaitu 2 orang. Menurut Hariyati (Munandar. kunjungan pasien dari standar perhitungan Djamil Padang merupakan rumah sakit rujukan kebutuhan perawat IGD dibutuhkan 64 orang untuk wilayah Sumatera Bagian Tengah sehingga tenaga perawat. Padang sangat besar setiap pergantian shift dinas. 2011). M. Dengan banyaknya jumlah pasien yang Kondisi ini dihadapi tanpa adanya penambahan masuk mengharuskan rumah sakit memiliki tenaga perawat mengingat rumah sakit ini perawat yang berkualitas dan berdedikasi tinggi. shift sore 35 orang dan shift malam 30 kondisi pasien yang selalu berubah. dkk. peraturan yang diterapkan. M. RSUP Dr. jumlah rata. (2010) standar perhitungan kebutuhan perawat di RSUP Dr. 2216 orang. sehingga tidak terjadi beban kerja yang tidak Fenomena yang terjadi di ruang IGD sesuai yang akhirnya menyebabkan stres kerja.Djamil Padang yaitu beban kerja Kondisi kerja berupa situasi kerja yang mencakup yang berlebihan dilihat dari ketidakseimbangan fasilitas. 10 perawat yang mengalami stres kerja dengan gejala orang bertugas diruang pre operasi. merupakan rumah sakit rujukan yang ada di perawat diharapkan memiliki kinerja yang baik wilayah Sumatera bagian tengah. pasien. terdiri dari 45 orang bertugas di triase. Dr. 2015). M. Jadwal dinas sering merasa pusing.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Akibatnya setiap tahun sistem pelayanan Berdasarkan studi pendahuluan yang kesehatan menghabiskan 200 miliar dolar karena dilakukan peneliti pada bulan Januari tahun 2016 masalah ini (Mozhdeh. Faktor yang mempengaruhi rata-rata kunjungan pasien pada shift pagi yaitu 27 stres kerja perawat Instalasi Gawat Darurat adalah orang. M. lelah. orang. Jumlah sosial kerjasama antar petugas yang dapat kunjungan pasien ke IGD RSUP Dr. kurang ramah. M. shift sore 36 dikerjakan membutuhkan keahliahan. 2013 dinas di Triase pada shift pagi yaitu 10 sampai 14 dalam Valarencia. M. 2002). Jumlah perawat yang penghasilan yang tidak memadai (Revalicha. shift sore 31 orang dan waktu yang tersedia maka akan menjadi sumber shift malam 26 orang (3) Bulan Desember 2015 stres (Ilyas.9% orang. Rumah Sakit Umum Pusat yang ada di Sumatera jumlah jam perawatan per hari dan dilihat dari jam Barat dan merupakan rumah sakit umum tipe B efektif perawat perhari.Djamil Padang yaitu 41 orang. dan bulan Desember yaitu 2778 Berdasarkan hasil penelitian yang orang. keinginan sore dan lebih sedikit pada shift pagi sedangkan untuk berprestasi kerja. Sedangkan pada ruangan Pre darurat (IGD) perlu diketahui agar dapat Op jumlah perawat yang dinas pada shift pagi ditentukan kebutuhan kuantitas dan kualitas yaitu 3 sampai 4 orang. Bila orang dan shift malam 31 orang (2) Bulan banyaknya tugas tidak sebanding dengan November 2015 rata-rata kunjungan pasien pada kemampuan baik fisik maupun keahlian dan shift pagi yaitu 17 orang. 2007). M Djamil Padang berjumlah 55 Indonesia pada tahun 2011 terdapat 50. Djamil Padang merupakan IGD dilihat dari rata-rata jumlah pasien per hari. kurang perawat IGD RSUP Dr. Data tenaga perawat yang dinas di ruang dilakukan oleh Persatuan Perawatan Nasional IGD RSUP Dr.Djamil mengakibatkan ketidaknyamanan bagi pekerja.Djamil Padang tahun 2015 Occupational Safety menempatkan kejadian stres adalah 32104 orang dan 3 bulan terakhir pada perawat berada diurutan paling atas pada berjumlah 7763 orang dengan rincian bulan empat puluh pertama kasus stres pada pekerja Oktober yaitu 2769 orang. didapatkan jumlah pasien yang masuk ke ruang American National Association For IGD RSUP. Demikian juga dengan beban kerja baik secara Seperti data rata-rata kunjungan pasien dalam tiga kuantitas dimana tugas-tugas yang harus bulan terakhir pada setiap shift berikut : (1) Pada dikerjakan terlalu banyak atau sedikit maupun bulan Oktober 2015 rata-rata jumlah kunjungan secara kualitas dimana tugas yang harus pasien pada shift pagi yaitu 25 orang. hubungan antara rasio perawat dengan pasien. memungkinkan terjadinya peningkatan beban LPPM STIKes Perintis Padang 44 . Untuk rata-rata 88 orang Pendidikan milik pemerintah. Sedangkan jumlah perawat di memungkinkan selalu terjadi peningkatan jumlah IGD RSUP Dr. M Djamil Padang adalah istirahat akibat beban kerja terlalu tinggi serta 3 shift pagi sore dan malam. orang. 2008). rata jam perawatan yang dibutuhkan untuk Dari data tersebut didapatkan bahwa memberikan pelayanan langsung pada pasien kunjungan pasien ke IGD lebih besar pada shift melebihi dari kemampuan seseorang. RSUP Dr. tuntutan pekerjaan tinggi jumlah perawat yang dinas pada shift sore lebih serta dokumentasi asuhan keperawatan sedikit dari pada shift pagi. bulan November yaitu (Prihatini. yang dalam melayani kebutuhan pasien.

Variabel saat bekerja antara sesama perawat atau tim dependen (Stress Kerja) dan variabel independen kesehatan lainnya. 6 diantaranya mengatakan belum siap diwawancarai karena sibuk bekerja dan mengatakan tugasnya masih LPPM STIKes Perintis Padang 45 .05). Jenis penelitian analitik sering terjadi perbedaan pendapat atau argumen dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Konflik peran yang timbul dalam instansi yang dengan teknik pengambilan total sampling. berbahaya dan menyangkut keselamatan atau nyawa pasien serta kebisingan dapat 2.M. METODE PENELITIAN menimbulkan kecemasan atau stres pada perawat tersebut. Kemudian perawat tersebut mengatakan Penelitian ini telah dilakukan pada bahwa tingkat stres kerja perawat di ruang IGD minggu keempat bulan Mei sampai minggu ke 2 lebih tinggi dari pada di ruang inap. BB sangat ideal dan malahan banyak yang memiliki berat badan yang melebihi ideal.M. Penelitian Wawancara juga dilakukan dengan ini menggunakan analisis Univariat dan analisis perawat manager yang mengatakan bahwa tidak Bivariat dengan menggunakan uji statistik chi- ada lagi perawat IGD yang mengalami stres square dengan derajat kepercayaan 95 % (α = karena dilihat dari BB semua perawat memiliki 0.Djamil Padang.M. M. Dr. memberikan asuhan keperawatan secara cepat dan Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tepat. Sedangkan 1 bulan Juni 2016 dengan jumlah responden 52 perawat lainnya mengatakan bahwa disamping orang di IGD RSUP Dr. primer dengan menyebarkan kuesioner. tuntutan tugas. 2 orang perawat mengatakan perawat dengan keluarga pasien tidak terjalin mengalami stres karena beban kerja yang sering dengan baik.Djamil Padang. dengan perbedaan Tekhnik pengumpulan data yang dipergunakan persepsi antara atasan dan bawahan yang dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data menyolok.Djamil Padang kurang kooperatif dan mudah marah atau jengkel. Konflik kerja yang ditemui di (Beban kerja.Djamil Padang Tahun 2016. konflik orang lainnya cuti. peneliti untuk melakukan wawancara kepada Menurut hasil survey pendahuluan yang perawat yang lain saja dulu. Dari hasil observasi tersebut dapat meningkat seiring dengan kegawatan pasien yang disimpulkan bahwa perawat pelakasana di ruang masuk. memiliki standar ganda. Sedangkan dari hasil observasi yang dilakukan peneliti selama 5 hari didapatkan bahwa beberapa perawat pelaksana yang bekerja di ruang IGD RSUP Dr. M Kemudian dari hasil observasi peneliti juga Djamil Padang pada tanggal 25-29 Januari 2016 menemukan beberapa perawat pelakasana mudah dengan melakukan wawancara langsung terhadap marah atau jengkel pada keluarga pasien yang 4 orang perawat yang bersedia dan berhasil di berkunjung melihat pasien dan komunikasi wawancarai.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 kerja dan tuntutan tugas pada perawat di IGD banyak yang belum diselesaikan serta menyuruh RSUP Dr. Ruang IGD yaitu terkait dengan konflik peran.Djamil Padang dan 3 beban kerja dan tuntutan tugas yang tinggi. ruang Instalasi Gawat Darurat RSUP Dr. padahal perawat telah dilakukan peneliti pada perawat pelaksana di tersebut tidak terlihat melakukan pekerjaan. faktor-faktor yang berhubungan dengan Stres Banyaknya pekerjaan yang harus Kerja Perawat di Ruang Instalasi Gawat Darurat dilaksanakan dan kondisi kerja di IGD yang (IGD) RSUP. Hal ini dipicu oleh Dr. Dimana pada saat peneliti mau melakukan wawancara lansung untuk pengambilan data awal terhadap 10 orang perawat. Penelitian ini dilakukan pada kerja juga merupakan faktor yang dapat perawat pelaksana di ruang IGD RSUP menyebabkan stres kerja. konflik kerja). mudah marah dan komunikasi kurang perawat IGD dituntut untuk harus bekerja atau baik. M. Satu diantara perawat tersebut mengatakan IGD mengalami stres kerja karena memiliki stres yang diraskannya juga meningkat karena beberapa gejala stres kerja seperti kurang tuntutan tugas perawat IGD yang tinggi dimana kooperatif.

2 Distribusi Frekuensi Perawat Berdasarkan Tuntutan Tugas di Instalasi Gawat Darurat RSUP.2 Berat 28 53.5 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Beban Kerja dan Stres Kerja Perawat Di Instalasi Gawat Darurat RSUP DR.5 Stres stres 32 61. M. Djamil Padang Tahun 2016 Tuntutan Frekuensi Persentase Tugas Ringan 24 46.0 Tabel 3.5 Total 52 100.0 Tabel 3.2 34 100 0. Djamil Padang Tahun 2016 Stres Frekuensi Persentase Kerja Tidak 20 38.7 6 33.0 Tabel 3. M.0 Tabel 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 3. Djamil Padang Tahun 2016 Stres Kerja Beban Jumlah P Tidak Stres Stres Kerja Value f % F % F % Ringan 12 66. Djamil Padang Tahun 2016 Konflik kerja Frekuensi Persentase Tidak mengalami 29 55.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 3. M.3 18 100 Berat 8 34.5 32 61.8 Mengalami 23 44.4 Distribusi Frekuensi Perawat Berdasarkan Stres Kerja di Instalasi Gawat Darurat RSUP. DR.1 Distribusi Frekuensi Perawat Berdasarkan Beban Kerja di Instalasi Gawat Darurat RSUP. M. DR.006 Jumlah 20 38.2 Total 52 100. Djamil Padang Tahun 2016 Beban Frekuensi Persentase Kerja Ringan 18 34. M.6 Berat 34 65.4 Total 52 100.8 Total 52 100.3 Distribusi Frekuensi Perawat Berdasarkan Konflik Kerja di Instalasi Gawat Darurat RSUP. DR. DR.8 26 65.5 52 100 LPPM STIKes Perintis Padang 46 .

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Tabel 3. mereka. Djamil Padang Tahun 2016 Stres Kerja Tuntutan Jumlah P Tidak Stres Stres Tugas Value f % F % F % Ringan 13 54. M.062 Jumlah 20 38. Sedangkan kurang dari separoh yang merupakan rujukan untuk wilayah Sumatera (34.M.0 21 75.Djamil Padang lebih dari separoh (65.2 11 45. ruang IGD RSUD Kabupaten Semarang sebagian Berdasarkan hal ini maka menurut analisa besar adalah tinggi yaitu sebanyak 27 responden peneliti terhadap penelitian ini adalah ditemukan (93.15%).0%). 11.6 29 100 mengalami 8 34.5 32 61. yang Beban kerja adalah kemampuan tubuh memperlihatkan bahwa sebagian besar perawat pekerja dalam menerima pekerjaan.0 28 100 0. perawat Penelitian ini sejalan dengan penelitian diharapkan memiliki kinerja yang baik dalam Haryanti (2013) bahwa beban kerja perawat di melayani kebutuhan pasien. Djamil Padang Tahun 2016 Stres Kerja Konflik Jumlah P Tidak Stres Stres Kerja Value f % f % F % Tidak Mengalami 12 41.843 Jumlah 20 38.6%) responden mengalami beban kerja ringan. berkualitas dan berdedikasi tinggi. namun kenyataan bahwa sebagian Beban kerja yang dirasakan responden di perawat merasa jenuh dan kurang bersemangat IGD RSUP Dr.Djamil Padang dapat dilihat dalam melayani pasien atau aktifitas lain yang pada item pernyataan no 8.4%) responden mengalami merupakan Rumah Sakit Tipe B milik pemerintah beban kerja berat.8 24 100 Berat 7 25.M. setiap beban kerja yang situasi dan kondisi yang tidak mendukung bagi diterima seseorang harus sesuai dan seimbang perawat untuk lebih dapat menjalani aktifitas terhadap kemampuan fisik maupun psikologis pekerjaan yang tidak membebankan pada diri pekerja yang menerima beban kerja tersebut.Djamil Padang dalam kategori berat. Hal tersebut Berdasarkan tabel 3.M.8%) responden mengalami LPPM STIKes Perintis Padang 47 .4 17 58. Perawat mereka lakukan dirumah sakit tersebut seperti menyatakan bahwa tingginya beban kerja yang selalu mengobservasi kondisi klien pada saat harus dilakukan demi keselamatan klien (87%). Dari sudut yang mengalami beban kerja berat tertuju pada pandang ergonomi.6 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tuntutan Tugas dan Stres Kerja Perawat Di Instalasi Gawat Darurat RSUP DR.2 menunjukkan bahwa tingginya jumlah kunjungan klien yang masuk lebih dari separoh (53.8 15 65. Tuntutan Tugas Perawat klien (84%).2 23 100 0.5 52 100 1.5 32 61. dan 12. Beban Kerja Perawat ruang IGD setiap hari (83%). dan perawat menyatakan bahwa Berdasarkan tabel 3. perawat melaksanakan tugas delegasi dari dokter seperti pemberian obat secara intensif kepada 2. Dengan yang diperoleh tersebut didapatkan bahwa lebih banyaknya jumlah pasien yang masuk banyak perawat di ruang IGD mengalami beban mengharuskan rumah sakit memiliki perawat yang kerja berat.7 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Konflik Kerja dan Stres Kerja Perawat Di Instalasi Gawat Darurat RSUP DR. Bagian Tengah sehingga memungkinkan selalu Berdasarkan persentase pada distribusi frekuensi terjadi peningkatan jumlah pasien. M. dan beban kerja perawat yang rendah bahwa beban kerja perawat di IGD RSUP didapatkan pada 2 responden (6. Dr.1 menunjukkan bahwa disebabkan karena RSUP Dr.5 52 100 Tabel 3. masuk secara berkelanjutan selama jam dinas.

M. sakit perut/ nyeri ulu hati. kurang konsentrasi. Dari hasil persentase pada distribusi stres.M.Djamil konsentrasi menurun dan merasa jenuh dalam Padang dalam kategori berat. Hal tersebut terjadi Stres kerja yang dirasakan responden di IGD karena perawat saling berinteraksi dengan baik RSUP Dr.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 tuntutan tugas berat.2%) responden mengalami konflik organisasi. otot kaku saat/setelah Berdasarkan hal ini maka analisa peneliti bekerja (kaku leher).3 menunjukkan bahwa kelelahan.Djamil Padang dapat dilihat pada antar sesasama teman sejawat atau pun tim item pernyataan no 6. kerja. Hal tersebut terjadi karena Rawat Inap RSUD Sukorojo mengalami konflik banyaknya pekerjaan yang harus dijalani perawat dengan kriteria sedang.M. Stres Kerja Perawat separoh (43. Hal ini disebabkan karena setiap lebih dari separoh (61. kecelakaan kerja sehingga pemberian lebih dari separoh (55. Hal ini yang berbeda tentang berat atau ringannya tugas terlihat dari tanda-tanda stres yang muncul antara yang dijalaninya. terjalinannya hubungan kerjasama yang baik dan Hasil penelitian ini berbanding terbalik kekompokan dalam bekerja serta saling dengan penelitian Nursetyaningsih (2014) di memberikan masukan terhadap sesama rekan RSUD Haji Makassar didapatkan bahwa lebih dari kerja. karena banyak dan beragamnya tugas yang ada di Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian ruang IGD RSUP Dr. lain betis terasa pegal. Hal tersebut dapat menimbulkan dampak terhadap kinerja keperawatan seperti pengambilan 3. Penelitian ini berbanding terbalik dngan hasil perawat merasa sakit perut/nyeri ulu hati saat penelitian Murharyati (2013) yang menunjukan bekerja (75%) dan perawat merasa otot kaku saat/ bahwa sebagian besar (88. LPPM STIKes Perintis Padang 48 . Hal ini terjadi karena yang diberikan.4 menunjukkan bahwa membebani. tuntutan tugas berat.M.Djamil padang mengalami kerja atau teman sejawat. Sedangkan kurang dari separoh (38. Berdasarkan persentase pada distribusi Menurut Mangkunegara (2013) Stres kerja frekuensi yang diperoleh tersebut didapatkan adalah perasaan menekan atau tertekan yang bahwa lebih banyak perawat di ruang IGD tidak dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan. Sakit Umum Daerah Kabupaten Bengka yang banyaknya kesaling tergantungan antara tugas mengalami stres kerja berat dengan kesimpulan perawat dengan tugas profesi lain. Perawat kesehatan lainnya. kemudian yakni pada shift pagi terdapat 6 perawat (18.M. Konflik Kerja Perawat keputusan yang buruk. 7.5%) yang mengalami stres tugas yang diberikan bergantian setiap hari ringan. menyatakan betis terasa pegal saat bekerja (76%).Djamil Padang seperti Shaulim dalam jurnal Revalicha tahun 2013 memberikan asuhan keperawatan dan menunjukan sebanyak 60% dari perawat Rumah melaksanakan tugas delegasi dari dokter.5%) responden mengalami rumah sakit memiliki tuntutan tugas yang stres kerja di ruang IGD RSUP Dr. apatis.7%) perawat IGD menyatakan tuntutan tugas tidak membebani dan kurang dari 4. terhadap penelitian ini adalah ditemukan bahwa tangan terasa capek. Konflik yang dirasakan seseorang frekuensi tersebut terlihat bahwa sebagian perawat tergantung dengan hubungan kerjasama atar rekan IGD RSUP Dr.2%) responden mengalami tutuntan sehingga akan menambah perasaan tertekan dan tugas ringan.3%) menyatakan tuntutan tugas Berdasarkan tabel 3. dan 14.M.Djamil Padang. Hal ini disebabkan bekerja.8%) responden tidak asuhan keperawatan tidak maksimal yang dapat mengalami konflik kerja sedangkan kurang dari mengakibatkan rendahnya produktivitas separoh (44. Sedangkan kurang dari menimbulkan rasa sakit hati diantara individu separoh (46.75%) tuntutan tugas berat yang dialami perawat IGD yang mengalami stres berat dan pada shift malam akan menyebabkan perawat merasa jenuh dengan terdapat 4 perawat (12. Konflik yang terjadi akan dalam memberikan pelayanan kepada pasien.1%) perawat di Ruang setelah bekerja (75%).5%) tersebut dan setiap orang juga memiliki persepsi responden tidak mengalami stres kerja. Berdasarkan tabel 3. kehilangan konsentrasi atau tuntutan tugas perawat di IGD RSUP Dr. mengalami konflik kerja.Djamil berbeda-beda tergantung dengan tipe rumah sakit Padang. separoh (56. Hal ini dihadapi karena Berdasarkan hal ini maka analisa peneliti banyak dan beragamnya tugas yang harus terhadap penelitian ini adalah lebih banyak dihadapi perawat di ruang IGD seperti ditemukan perawat yang tidak mengalami konflik memberikan asuhan keperawatan dan kerja dibandingkan dengan perawat yang melaksankan tugas delegasi dari dokter sehingga mengalami konflik kerja di ruang IGD RSUP membuat perawat merasa jenuh dengan tugas Dr.

Hasil uji beban kerja berat. 2005 (Dalam Haryanti.843 (p>0. Hal ini disebabkan karena 6. bahwa tuntutan tugas berat akan mempengaruhi Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil terjadinya stres kerja pada perawat.Djamil Padang dibandingkan pada responden yang tidak banyak ditemukan pada perawat yang mengalami mengalami konflik kerja yaitu (58.M. maka dapat disimpulkan diperolehnya proporsi perawat yang mengalami bahwa ada hubungan yang bermakna antara beban stres kerja di IGD RSUP Dr. kemudian Semarang didapatkan hasil bahwa terdapat kesaling tergantungan antara tugas perawat hubungan yang bermakna antara beban kerja dengan tugas profesi lain sehingga mengakibatkan dengan stres kerja perawat dalam kategori kuat kejenuhan bagi perawat terhadap tugas yang dengan pvalue 0.05).2%). maka tingginya jumlah kunjungan klien yang masuk dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan ruang IGD setiap hari karena RSUP M.M. mengalami stres kerja di ruang IGD RSUP Dr.M.Djamil Padang banyak secara intensif.062 (p>0. Hubungan Beban Kerja dengan Stres yang dilakukan Nursetyaningsih (2014) Kerja menyatakan terdapat hubungan yang yang Hasil penelitian menunjukkan bahwa bermakna antara tuntutan tugas dan stres kerja proporsi responden yang mengalami stres kerja di perawat IGD RS Haji Kota Makassar. Hubungan Konflik Kerja dengan Stres harus selalu bergegas dan terburu-buru dalam Kerja melakukan tindakan keperawatan. dengan demikian dapat mempengaruhi langsung terjadinya stres kerja disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang LPPM STIKes Perintis Padang 49 .Djamil Padang ditandai dengan banyak dan perawat perawat di IGD RSUD Kabupaten beragamnya tugas yang ada di IGD. Dimana stres kerja yang dihadapi terhadap penelitian ini adalah lebih banyak perawat tersebut akan berpengaruh pada kualitas ditemukan perawat yang mengalami stres kerja kerja dan kesehatan perawat itu sendiri bisa jadi dibandingkan dengan perawat yang tidak terganggu.M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan hal ini maka menurut analisa proporsi responden yang mengalami stres kerja peneliti terhadap penelitian ini adalah lebih banyak ditemukan pada responden yang diperolehnya proporsi perawat yang mengalami mengalami konflik kerja yaitu (65.05).6%).Djamil Padang.8%). Hal ini mengindikasikan 2016. dijalaninya.Djamil Padang lebih banyak Menurut Robbins (2007) Tuntutan tugas ditemukan pada responden yang mengalami beban merupakan faktor yang dikaitkan pada pekerjaan kerja berat yaitu (65.05). M.M. Djamil Padang Tahun tuntutan tugas berat. DR.000. Hubungan Tuntutan Tugas dengan Stres perawat berada pada tingkat kejenuhan yang Kerja tinggi akibat tingginya beban kerja yang harus Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilakukan demi keselamatan klien. responden yang beban kerjanya ringan (33. Maka hal ini akan memicu terjadinya Menurut Jauhari. dibandingkan pada seseorang. stres kerja di IGD RSUP Dr.0%). dibandingkan berkelanjutan selama jam dinas mengingat pasien pada responden yang tuntutan tugasnya ringan IGD adalah pasien gawat darurat yang yaitu (45. Djamil Padang Tahun 2016. melaksanakan proporsi responden yang mengalami stres kerja di tugas delegasi dari dokter seperti pemberian obat IGD RSUP Dr. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian 5.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Berdasarkan hal ini maka analisa peneliti pada perawat. Hal ini berarti bahwa beban statistik (chi-square) diperoleh nilai pvalue kerja berat yang dirasakan perawat IGD akan sebesar 0. stres kerja pada perawat tersebut. IGD RSUP Dr. didapatkan pvalue sebesar 0.006 (p<0.2%). M. 2013) beban kerja yang banyak di sertai tuntutan dari pihak keluarga pasien menyebabkan perawat 7. Hasil uji statistik (chi-square) membutuhkan pertolongan sesegera mungkin.Djamil Padang kerja dengan stres kerja perawat di Instalasi Gawat banyak ditemukan pada perawat yang mengalami Darurat RSUP DR. Berdasarkan hal ini maka menurut analisa Hasil uji statistik (chi-square) didapatkan pvalue peneliti terhadap penelitian ini adalah sebesar 0. mengobservasi kondisi klien ditemukan pada responden yang mengalami sesegera mungkin pada saat masuk secara tuntutan tugas berat yaitu (75.Djamil yang bermakna antara tuntutan tugas dengan stres Padang merupakan rumah sakit rujukan yang ada kerja perawat di Instalasi Gawat Darurat RSUP di Sumatera Barat.M.3%). Tuntutan penelitian yang dilakukan oleh Haryanti (2013) tugas berat yang dirasakan perawat di IGD RSUP tentang hubungan beban kerja dengan stres kerja Dr.

banyaknya kesaling tergantungan Sukoharjo dengan p value 0. tingginya jumlah kunjungan klien yang kejenuhan bagi perawat terhadap tugas yang masuk ruang IGD setiap hari karena RSUP dijalaninya. Djamil Padang tahun 2016. Tidak ada hubungan yang bermakna antara 4. konflik kerja yang dialami perawat akan Ada hubungan yang bermakna antara beban mempengaruhi terjadinya stres kerja. Hal ini disebabkan karena banyak dan Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil beragamnya tugas yang ada di ruang IGD RSUP penelitian Murharyati (2013) yang menunjukan Dr. pelaksanaan tugas. LPPM STIKes Perintis Padang 50 . Hal ini terjadi karena terhadap penelitian ini adalah diperolehnya terjalinannya hubungan kerjasama yang baik dan proporsi perawat yang mengalami stres kerja lebih kekompokan dalam bekerja serta saling banyak ditemukan pada perawat mengalami memberikan masukan terhadap sesama rekan konflik kerja. Hal ini mengindikasikan bahwa kerja. pelaksanaan tugas. Hal ini mengindikasikan Dr.Djamil Padang karena tugas berat yang dirasakan perawat di IGD RSUP banyaknya pekerjaan yang harus dijalani perawat Dr.M. M.M. Djamil Padang Tahun 2016.M. apakah konflik jenuh dengan tugas yang diberikan bergantian tersebut fungsional atau disfungsional. M. Dengan banyaknya jumlah pasien yang adanya pembagian tugas yang jelas tiap ruangan masuk mengharuskan rumah sakit memiliki dan mempunyai ketergantungan dalam perawat yang berkualitas dan berdedikasi tinggi. KESIMPULAN tuntutan tugas dengan stres kerja perawat di instalasi gawat darurat RSUP DR.M. Djamil Padang tahun 2016. dan setiap hari bagaimana manajemen konflik agar berpengaruh Lebih dari separoh responden tidak positif bagi kemajuan organisasi atau pekerjaan. tidak Hal ini berarti bahwa beban kerja berat yang adanya pembagian tugas yang jelas tiap ruangan dirasakan perawat IGD akan mempengaruhi dan mempunyai ketergantungan dalam langsung terjadinya stres kerja pada perawat. Djamil Hal tersebut disebabkan karena RSUP Padang tahun 2016.Djamil Padang.M. Sehingga hal tersebut memicu perawat diharapkan memiliki kinerja yang baik terjadinya stres kerja pada perawat IGD RSUP dalam melayani kebutuhan pasien. Konflik kerja dengan stres kerja perawat di instalasi gawat kerja yang dirasakan perawat yaitu tidak ada darurat RSUP DR. antara tugas perawat dengan tugas profesi lain. Mangkunegara (2013) mengatakan bahwa kemudian tuntutan tugas berat yang dialami pihak pemimpin organisasi perlu menganalisis perawat IGD akan menyebabkan perawat merasa dengan nyata konflik yang terjadi. M. koordinasi kerja yang baik di rumah sakit.0001. Djamil Berdasarkan hal ini maka analisa peneliti Padang tahun 2016. instalasi gawat darurat RSUP DR. kemudian Serta pasien IGD adalah pasien gawat darurat kesaling tergantungan antara tugas perawat yang membutuhkan pertolongan sesegera dengan tugas profesi lain sehingga mengakibatkan mungkin. Djamil Lebih dari separoh responden mengalami Padang tahun 2016.Djamil Padang ditandai dengan banyak dan dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Dr. Sehingga hal tersebut memicu Dimana stres kerja yang dihadapi perawat tersebut terjadinya stres kerja pada perawat IGD RSUP akan berpengaruh pada kualitas kerja dan Dr. beragamnya tugas yang ada di IGD. Konflik untuk wilayah Sumatera Bagian Tengah sehingga kerja yang dirasakan perawat yaitu tidak ada memungkinkan selalu terjadi peningkatan jumlah koordinasi kerja yang baik di rumah sakit. tidak pasien. Stres kerja yang dirasakan responden di terjadinya stres kerja pada perawat. mengalami konflik kerja di RSUP DR. kesehatan perawat itu sendiri bisa jadi terganggu. Maka hal ini akan memicu terjadinya M. M. Djamil Padang tahun bahwa tuntutan tugas berat akan mempengaruhi 2016.M. berat di RSUP DR. Hal ini mengindikasikan stres kerja di RSUP DR. Tuntutan IGD RSUP Dr. Djamil Padang tahun 2016.Djamil Padang seperti memberikan asuhan bahwa konflik kerja memiliki pengaruh terhadap keperawatan dan melaksanakan tugas delegasi stres kerja perawat di Ruang Rawat Inap RSUD dari dokter. yang ada di Sumatera Barat.Djamil Padang merupakan rumah sakit rujukan stres kerja pada perawat tersebut.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 bermakna antara konflik kerja dengan stres kerja Lebih dari separoh tuntutan tugas responden perawat di Instalasi Gawat Darurat RSUP DR. Tidak ada hubungan yang bermakna antara Lebih dari separoh beban kerja responden konflik kerja dengan stres kerja perawat di berat di RSUP DR.Djamil Padang.Djamil Padang merupakan Rumah Sakit bahwa konflik kerja yang dialami perawat akan Tipe B milik pemerintah yang merupakan rujukan mempengaruhi terjadinya stres kerja.

unimus. UGM Pascal dkk. Panji. Aprilia. Skripsi tidak dipublikasikan. Januari 2016 jam 13. Metodologi Penelitian Hawari. Alih Bahasa. (http://jurnal.. Skripsi. 2012.ac. Balai Penerbit Nursalam.php/JM National Safety Consil. 2014. 3. Nike Iranian Journal of Nursing and Midwifery Budhi Subekti. dan Depresi. Cemas Kesehatan. diruang Rawat Inap RSUD Sukoharjo.ac. A. tanggal 15 Februari 2016 jam 19. 2008. 2014. (2013). Erlangga. 2005. Relationship Between Nurse's Stress And Corwin. Jakarta: EGC. Hubungan Beban Kerja dan Tuntutan Tugas dengan Stres Kerja Nursetyaningsih.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 5. 2009. 2010. Skripsi. 2012. Faktor-Faktor yang International Journal of Stress mempengaruhi Stres Kerja Perawat Management. Skripsi. 2013. Metodologi Penelitian Ilmu Fakultas Kedokteran Universitas Keperawatan edisi 3. Hamid. Psikologi Profession: The influence of Industri dan Organisasi. Selviani. 2012. Jakarta : (IGD) RSUP DR. Jakarta. Hubungan Antara Beban Muthmainah. Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah.php. M. (2009). 2011. Atiek. 2003. Manajemen Rineka Cipta. dkk. Skripsi. Anoraga. Manajemen stres. Buku Saku Environmental . (2010). 2007. Penatalaksanaan stress. Ed. 222-240. Elizabeth J. Analisis faktor-faktor yang 12012010/article/viewFile/870/924) berpengaruh pada tingkat stres kerja Kurnianingtyas. Perbedaan Tingkat Stres Kerja Keliat. Research Winter.30 WIB) LPPM STIKes Perintis Padang 51 .unimus. Universitas Muhammadiyah. Hidayat. Goetheng (http://ejournal.jk Taroenadibrata Purbalingga. K/article/view/949 di akses tanggal 20 Alih bahasa oleh Palupi Widyastuti. R. Devi. (2001). Jakarta: Perawat Instalasi Gawat Darurat Dan Unit EGC Rawat Inap Di Rumah Sakit Pancaran Kurnianingsih dkk. Djamil Padang. Padang: Universitas Andalas Mozhdeh. Vol 13. Haryanti. Faridah.unimus.id/index. Tuntutan Peran dan tuntutan antar DR. Ilyas. Sumber Daya Manusia Perusaan.3. 2015. Hubungan Tingkat Stress Bandung: PT Remaja Rosdakarya Kerja Perawat dengan Adaptasi Stress Manuaba.s. Jakarta: Managemen Keperawatan. No 1 Gelsema. Hubungan Tuntutan Perawat di Instalasi Gawat Darurat RSUP Tugas. vol 12. Padang: pribadi dengan Stres Kerja Perawat IGD STIKes Indonesia RS Haji Kota Makassar. 2013. Jakarta: Salemba Indonesia. Anwar Prabu. 3(1). (Online) Universitas Indonesia. Djamil Padang. Medika. Manajemen Stres. ejoural Musik Klasik Terhadap penurunan Stres Keperawatan (e-Kep).id/index. diakses Konferensi Nasional PPNI Jawa Tengah. Job Stress in the Nursing Munandar.20 WIB) Jakarta: EGC Notoatmodjo. Jakarta: Mangkunegara.Occupational Factors. (Online) kerja perawat igd di rsud dr. M. Surakarta: STIKes Kusuma Keperawatan. PPNI Husada.Yaslis. Manajemen Keperawatan pada Perawat di Instalasi Gawat Darurat dengan Pendekatan Praktis. Penerimaan diri pada perawat di rumah sakit jiwa grhasia wanita bekerja usia dewasa dini ditinjau yogyakarta.Cipto RSUD Kabupaten Semarang. Murharyati. no. Soheila. Patofisiologi. Ashar Sunyoto. R. Faktor-Faktor penyebab Kerja Dengan Stres Kerja stres kerja di ruang ICU Pelayanan Perawat Di Instalasi Gawat Darurat Jantung Terpadu Dr. Jurnal Mngunkusumo. Jakarta: PT Rineka Cipta.Y. (2010). Efektifitas Terapi Kasih Gmim Manado. Conditions and Job Characteristics. Rencana Strategik Skripsi. Psikologi Kerja.ac.php/psn Aiska. 2014. Yogyakarta: dari status pernikahan.id/index. Posding p/article/download/7446/6991. Jakarta: UI Organizational and Environmental Press. 2013. Perencanaan Sumber Daya Makassar : UIN Alauddin manusia Rumah Sakit. 1(1). Iin. Skripsi. Dadang. (2015). REFERENSI (http://jurnal. 2011.

Jakarta: Rajawali Pers. 2007.35 WIB).ums. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi. Peran perawat IGD. P. Sumatera Utara: Fakultas Ilmu keperawatan Universitas Sumatera Utara. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jogjakarta: BACA! LPPM STIKes Perintis Padang 52 .id/ diakses pada tanggal 2 Februari 2016 jam 14. Jakart: Bumi Aksara. Jakarta : Universitas Indonesia Saam. Rahardjo. Skripsi.D. Psikologi Keperawatan Ed 2. Prehalindo. (2007). (Online). L.ac. 2013.30 WIB Revalicha. Perilaku organisasi. Managing Stress Mengatasi Stress Secara Mandiri. Analisis Hubungan beban kerja dg stres kerja perawat di setiap ruang rawat inap RSUD Sidikalang.unair.journal. Robbins S.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Prabowo. Persepsi Perawat terhadap Sistem Penilaian Kinerja dan Hubungannya dengan Kelengkapan Dokumentasi Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Krakatau Medika Cirebon. 2007. 2005. Semarang. Chia Jiann Indonesia Furniture di Wedelan Jepara. Yudha Fandy. (http://www. 2012.ac. Sunaryo. S. Zulfam & Wahyuni._B ab_I. jakarta Siagian. 2013. Soetomo Surabaya. Perbedaan Stres Kerja ditinjau dari Shift Kerja pada Perawat di RSUP Dr. Tesis. Selvia.id/14777/2/3.pdf. P. 2010. diakses pada tanggal 8 Februari 2016 jam 10. Terry Looker dan Olga Gregson.eprints. 2(1). 2009. UNNES Prihatini. Tesis. http://etd. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stres Kerja pada bagian Produksi Industri Mebel Pt.

Kabupaten Agam berdasarkan data tahun 2013 mencapai 25. which through ten stages over two years. particularly by helping people to motivate hypertensive selfcare. Efriza3 1 Program Studi Ilmu Keperawatan 2&3 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat STIKes Fort De Kock Bukittinggi ariawahyuni@gmail. respond. 2014). Kecamatan hipertensi juga banyak ditemukan di pelayanan Mandiangin Koto Selayan dan Kecamatan kesehatan primer.com. Peer Model Support Intervention. Results of this research obtained through interviewing the four themes to the participants that is the ability to understand. 1. and 2 camat. after that. Results from research on the family obtained their psychological response of family and the importance of providing family support. ginjal. Keywords: Hypertension. hipertensi masih merupakan Kamang menduduki urutan pertama dengan tantangan besar di Indonesia dikarenakan jumlah 4455 jiwadi tahun 2014. peer Support Model and Self Care theory. Cici Apriza Yanti2. This research was conducted by the Research and Development (RD). melebihi prevalensi Indonesia pada umumnya Hipertensi memberikan banyak dampak mulai dengan rentang 26.com. The result of this interview conducted by literature study to design the model design and validated from an experts. and from interviews with the district head was found that the government remains concerned in reducing hypertension.cicihaziq@gmail. 2013). validation with an expert and revise the model design. Sumatera Barat dimana Kecamatan Mandiangin Indonesia merupakan salah satu negara ikut serta Koto Selayan angka kejadian hipertensi tertinggi dalam meningkatkan prevalensi hipertensi dengan jumlah 3081 jiwa.4% sampai dengan 30. literature. The study was conducted in the District Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi and rural area in Agam Tilatang Kamang with 21 sample as participants in hypertensive patients. (Kemenkes.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 PENGEMBANGAN MODEL PEER SUPPORT INTERVENTION SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PERILAKU HIDUP SEHAT KLIEN HIPERTENSI Aria Wahyuni1. Sumatera Barat meskipun jantung. while in the health workers obtained the importance theme of peer support officer to hypertensive patients.com Abastract The purpose of this research is to produce and develop a model of peer support intervention as an effort to increase healthy behaviors of client hypertension. Health Promotion models. 6 health centers. Hal ini dibuktikan bahwa dari Tilatang Kamang. rizamaswar@gmail. The four models and this teory is designed with a name Peer Support Intervention Models. 5 people of family. the results agreed and concluded that the model of peer support is modified with four theories that Health Belief Model.9% dari kerusakan beberapa organ seperti mata . berada di urutan ketiga Kecamatan Tilatang Sampai saat ini. and manage hypertension and the necessity of the presence of peer support in helping to improve the healthy behavior. dan otak hingga kematian oleh LPPM STIKes Perintis Padang 53 . model design planning. 2014). Peer Support Intervention Models in second year will be tested in two districts by comparing urban and rural communities. merupakan kecamatan yang 33 provinsi yang ada di Indonesia tujuh menjadi prioritas dalam peanganan hipertensi di diantaranya memiliki prevalensi hipertensi Sumatera Barat (Profil MKS & Agam. In the first year of research through five stages. prevalensi keseluruhan hipertensi dapat dicegah maka berkemungkinan untuk berdasarkan usia dan jenis kelamin didapatkan meningkat dikarenakan iklim di daerah ini sekitar 4% terjadi pada usia dewasa berusia 25 berpotensi meningkatkan hipertensi (Kemenkes.Prevalensi hipertensi paling tertinggi ada di wilayah Afrika dengan angka lebih Kejadian hipertensi di Bukittinggi berada diurutan dari 40% dan prevalensi terendah berada di keempat dari penyakit tidak menular yang ada di Amerika dengan angka 35% (GHO. kelamin laki-laki.8%. tahun keatas dan prevalensinya ada pada jenis 2013). namely the potential problem. PENDAHULUAN prevalensi hipertensi mencapai 22 % yang artinya masih dibawah prevalensi Indonesia bila tidak Secara global.

Alat ukur yang P8 “hipertensi menyebabkan kematian” digunakan adalah angket wawancara menggunakan indepth interview dengan Dalam hal penanganan hipertensi sesaat partisipan pendekatan Collazi. P20 “kadang-kadang tidak ada keluhan tetapi penatalaksanaan yang utama dan ampuh yang terasa” an kadang-kadang tidak ada untuk hipertensi adalah penatalaksanaan yang bersifat nonfarmakologis yaitu pengendalian Kemampuan partisipan mengenali penyebab faktor resiko peningkatan tekanan darah berupa hipertensi. revisi model hingga menetapkan desain awal model. Pasien Hipertensi: hipertensi (Moser & Riegel. RD merupakan P5. Setelah data didapat maka berpendapat langsung mengambil obat herbal tahap selanjutnya adalah studi literatur dan yang diolah sendiri. namun ada bervariasi bahkan diperkirakan banyak dari penderita hipertensi kadang-kadang tidak ada keluhan yang terasa saat tidak menyadari bahwa mereka mengalami tekanan darah meningkat. namun yang buat tensi dimulai dengan potensi dan masalah. pengambilan sampel secara purposive di dua “banyak yang stroke itu asalnya dari darah kecamatan rural (Kecamatan Tilatang Kamang) tinggi” dan urban (Mandiangin Koto Selayan) yang P21 “darah tinggi juga menyebabkan mata kita merupakan daerah binaan STIKes Fort De Kock jadi buta” Bukittinggi. pijat. studi saya tinggi selama ini karena saya selama 25 literatur. HASIL PENELITIAN Hipertensi merupakan pintu awal untuk penyakit Hasil dari wawancara ini didapatkan tema pertama penyerta yang berakibat fatal dan dapat yaitu: menurunkan kualitas hidup seseorang dengan A. Hampir semua partisipan menjawab perubahan gaya hidup (Lueckenotte & Meiner. kuduk terasa kaku” hidupnya (Lueckenote & Meiner.Penatalaksanaan hipertensi ada dua yaitu bahkan muntah” secara farmakologis dan non farmakologis akan P5. obat serta ke puskesmas untuk memeriksakan diri Keperawatan Komunitas. P15 “keluarga juga ada yang suatu metode penelitian yang digunakan untuk tensi tinggi turunan dari bapak dan turunan ibu menghasilkan suatu produk atau model tertentu bahkan sampai meninggal dengan tensi tinggi” dan menguji keefektifan produk atau model P11 “kalau saya sih alhamdulillah tidak pernah tersebut(Sugiyono. tenaga kesehatan. 6 orang tenaga kesehatan. P17.Hipertensi 1. keluarga. pusing. P10. darahnya. tekanan darah tinggi dan tidak merasa perlu untuk P1 – P21 menyatakan “saat ini (darah tinggi) sakit mengatasi faktor risiko dan mengubah gaya kepala.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 karena itu seseorang yang telah mengalami Masyarakat untuk menciptakan model peer hipertensi harus mampu mengontrol tekanan support intervention. merancang desain. dan 2 orang camat dengan P1-P21 “tensi tinggi dapat menyebabkan stroke”. P3 dan P7 “kalau tensi tinggi ditambah mual 2006). istirahat. menyebabkan gangguan pada awalnya akan tetapi Hampir semua partisipan merasakan tanda dan bisa mengakibatkan kematian sehingga gejala yang sama. 2011). Kemampuan Pasien dalam memahami disebut thesilent killer karena penyakit ini tidak Hipertensi (Pengetahuan). dan Kesehatan LPPM STIKes Perintis Padang 54 . validasi desain model. P16. METODE PENELITIAN P1-P21 “makanan di minang ini enak-enak. 3. P6. P1-P10. suka makan yang berlemak. dan minum validasi pakar Keperawatan Medikal Bedah. tentang keadaan psikologi yang dirasakan.Penatalaksanaan non farmakologi ini keturunan. 5 orang keluarga responden. kalau ndak makan yang bersantan. P12-P21 “apabila banyak yang difikirkan itu langsung cepat sekalai tensi naik” 2. Respoden dalam penelitian ini pada tahap Semua partisipan berpendapat bahwa hipertensi potensi dan masalah sebanyak 21 orang dapat menyebabkan komplikasi bahkan kematian responden. membutuhkan dukungan untuk dapat terlaksana dan pakai Pil KB seperti pernyataan berikut : seperti peer support (sesama klien hipertensi. berlemak atau ndak Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bergulai itu kurang enak terasa” Research and Development (RD). 2006). Pada tahap pertama ini punyak banyak fikiran. Tahapan penelitian ini dimulai P16 “ada juga bisa menyebabkan sakit ginjal” dengan penelitian kuantitatif. tahun menggunakan pil KB tidak pernah putus”. kolesterol. 2008). dan masyarakat).

17.10. dun salam. kurangi stress.6. takut kebanyakan minum obat.18.14.4. 19 “pergi ke puskesmas kalau sudah tidak sudah kebiasaan dan enak” tahan lagi” P15.3.11. tidak nafsu makan” P1. badan jadi enak” sejenak serta tenangkan diri” P2.8. (Sikap) Pendapat partisipan banyak mengeluarkan Pertanyaan yang mengarah kepada sikap pasien pernyataan yang berbeda seperti berikut : terhadap hipertensi “apakah ibu/bapak rajin P2. kadang suka lupa juga” P1.6.15 “ada dengar penyuluhan tapi Kemampuan mengelola hipertensi peneliti tidak paham” “sering lupa juga apa yang menemukan dua cara yaitu secara fisik dan dijelaskan” psikologis. tentang hipertensi.20“sebenarnya sudah bosan dengan P1.17 “setiap sabtu ada penyuluhan di puskesmas tentang hipertensi dan sangat 3.11“kalau sudah banyak makan berlemak obat” langsung minum obat. malas pergi.5. P3. ada yang berpendapat tidak perbanyak istirahat. 9.18 “tidak ada yang pergi mengantar ke diet tensi berat badan saya normal” dokter” P20. Kemampuan dalam menyikapi hipertensi psikologis yaitu bagaimana cara mengelola stress. 16 “saran petugas kesehatan diantara mereka yang tidak tahu secara detail kurangi makan berlemak.21 “ke dokter itu yang paling malas” Sebagian besar partisipan berpendapat bahwa Pendapat partisipan tentang meminum obat hipertensi disebabkan oleh stress namun apabila hipertensi yaitu banyak yang tidak rajin minum stress tidak diatasi maka hipertensi tidak dapat obat. Kemampuan mengelola hipertensi secara bermanfaat” fisik dan psikologi (Perilaku dan gaya hidup) P3.9.” ke puskesmas hanya sekedar periksa dan dapat P4.2.6“pernah mengatur makanan tapi ndak P1-P12 “pergi ke dokter apabila kalau sakit saja ngaruh akhirnya ndak pernah lagi diet” kalau badan tidak begitu terasa sakit kenapa P8. seledri. takut kebanyakan minum darah tapi ndak kuat suka lemas dan langsung obat.2.7“susah kurangi makan berlemak apalagi P5.21 “saya rutin minum obat. P6-P15 “langsung minum herbal seperti Partisipan juga menyikapi bagaimana peran daun binahong.7-14“ndak pernah diet untuk menurunkan memeriksakan diri ke dokter?”.21 “tidak pernah mendengar kalau sudah ada acara baralek (pesta)” penyuluhan tentang hipertensi baik itu dari P17. partisipan juga berpendapat wuluh dan banyak lagi” bahwa petugas kesehatan juga sering memberi P16. dan rajin kontrol” pernah mendengar penyuluhan dan ada juga P1.12.7. minum obat ditangani juga tensi tidak turun P17.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 P1.21 “tidak tahu kalau berat badan ada P16 “ada ke dokter spesialis” mempengaruhi dengan tekanan darah” P14. keadaan saat ini” takut komplikasi ke yang lain” P7-P12“memikirkan anak karena sudah tua jadi P4-16 “saya tidak rajin minum obat darah tinggi” anak sudah tidak tinggal dengan kita” “minum obat juga tensi ndak turun selamanya” LPPM STIKes Perintis Padang 55 .P18-P21 “biasanya langsung minum obat nasihat untuk memperhatikan hipertensi akan hipertensi” tetapi banyak dari partisipan tidak mematuh saran P17. Hampir semua tekanan darah” partisipan berpendapat tidak pernah kontrol.18“kenapa harus mengatur makanan untuk P13. P5 “terkadang saran dari petugas tidak berpendapat pernah mendengar penyuluhan dipatuhi” P2.3 “Aduh saya takut minum obat kebanyakan. kalau P15. P5 “rilekskan badan dan bawa istirahat P19. dan tidak ada yang pergi mengantar.18“ada menjalani diet supaya turun tekanan sakit saja.10. 19.13. 20.10“……saya susah menghilangkan fikiran puskesmas maupun yang lainnya” “kalau datang negatif.15. P4.16. P 19 “Periksa ke puskesmas” petugas kesehatan tersebut Partisipan juga berpendapat bahwa banyak P1-P12. belimbing petugas kesehatan. Kemampuan secara fisik yaitu mengontrol diet dan aktivitas sedangkan secara 2.11“makanan orang minang bersantan dan harus ke dokter” belemak jadi susah untuk mengatur diet soalnya P17..18.

18 “saya jarang bercerita ke teman saya” P21“tidak ada tempat untuk meluapkan stress” P2.9“berharap ada fasilitas tempat kumpul” P1-P6.5. P19. Berikut hasil wawancara terhadap dukungan sesama memberikan manfaat dan keluarga: partisipan meminta agar dapat difasilitasi adanya P1“sebagai keluarga kami selalu memberitahu wadah untuk berkumpul tentang apa itu tekanan darah tinggi” P2“membantu mencari informasi tentang pengelolaan hipertensi” LPPM STIKes Perintis Padang 56 .9“percaya diri untuk merawat diri sendiri” menyediakan hari dan tempat untuk memfasilitasi masyarakat untuk olahraga tidak hanya lansia saja Harapan partisipan agar bisa dapat berkumpul namun orang dewasa ikutserta dalam kegiatan antar sesama teman bisa difasilitasi oleh pihak olahraga.Bagi yang tidak lansia datang olahraga partisipan berpendapat bahwa dengan melakukan kerja di rumah sudah dianggap P8. Peer Support Tentang dukungan keluarga yang diberikan pada Pendapat partisipan tentang peer support pasien hipertensi adalah berupa dukungan (dukungan sesama) didapatkan hasil bahwa informasi.20.21 “olahraga seminggu sekali di P1.21 “olahraga bikin enak badan dan P2“Bingung kalau sudah hipertensi segar” P1“bingung merawatnya” P7-14 “habis olahraga badan terasa sakit-sakitan P4“nanti tidak patuh malah tambah beresiko” sehingga tensi ikut naik juga” 2.20. Keluarga: P15-18 “kalau olahraga disini setiap sabtu jadi 1.8. kasih sayang.21 “berkumpul dengan sesama hipertensi keluarnya dan meyakini adanya pertolongan dari dirasakan aman untuk menurunkan tekanan darah Allah SWT sehingga pendapat partisipan banyak karena berasa ada sakit yang sama” membawa zikir dan tawakal membantu meringankan beban fikiran selama ini.21“selama ini tidak ada tempat untuk posyandu lansia” bertukar pendapat” P7-14“kadang malas pergi olahraga sebagai gantinya kerja di rumah saja” B.Ada juga partisipan berpendapat bahwa tenaga kesehatan karena selama ini tidak ada olahraga setiap hari sabtu tidak sempat datang tempat bahkan hanya memanfaatkan posyandu karena harus berjualan di pasar.16“kalau sudah bayak fikiran maka susah P1.8.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 P13. Manfaat yang dirasakan partisipan apabila dapat berkumpul sesama hipertensi adalah seperti P1-P21“dibawa zikir”“tawakal dan pasrah saja” pernyataan berikut P1“pergi rileks dan rekreasi” P2. Respon Keluarga: ndak punya waktu untuk olahraga” Hasil yang didapatkan pada wawancara keluarga yaitu keluarga merasa kaget.21“melihat orang jadi termotivasi untuk sembuh” Tempat penelitian ini semua puskesmas P5.2.10“kalau kita ketemu paling di posyandu sebagai olahraga.20.10 “butuh teman untuk bercerita tentang hipertensi paling tidak tahu bagaimana cara Partisipan yang diteliti semuanya beragama islam mengatasi hipertensi” jadi partisipan meyakini setiap masalah ada jalan P20.20. bingung dan sedih Efek yang dirasakan akibat olahraga partisipan selain itu keluarga mengemukakan pendapat ada yang P5“kaget mendengar orang tua darah menguntungkan danada yang merugikan diri tinggi”“sedih juga melihat bapak harus sendiri mengurangi makan berlemak” P3“sempat ndak percaya juga”“terkadang suka P18“takut olahraga nanti kecapekan” dibuat sedih” P1-P6. Dukungan Keluarga 4. P19.17“pergi cari tempat curhat” P1. lansia dua kali seminggu” P5.9 “saya sering bercerita ke sesama teman untuk dilupakan” tentang hipertensi ini” P1-P6 “Banyak fikiran buat kepala jadi sakit” P16. dukungan penghargaan dan dukungan partisipan membutuhkan dukungan sesama.10“ketemu sama teman yang sesama P21“suka menangis sendiri” hipertensi bisa buat pengetahuan bertambah” P16.

namun ada bervariasi bahkan kadang- dan kami pun memberi umpan balik” kadang tidak ada keluhan yang terasa saat tekanan P5 dan 6 “Puskesmas yang ada di sini selalu rutin darah meningkat. Lebih lanjut dalam menurunkan hipertensi dan berharap agar penelitian ini menjelaskan pengetahuan akan masyarakat dapat merubah gaya hidup dan mempengaruhi dalam perubahan perilaku mengelola stress dengan baik hipertensi sehingga pendidikan edukasi sangat P1 “seperti kita ketahui bahwa makanan kita saat disarankan dalam penelitian ini.5“memberi ongkos ke puskesmas” stress dengan baik” P1.3. Hasil survei terhadap Kecamatan kami rajin meminta masayarakat untuk kontrol didapatkan pentingnya manajemen stress dan gaya paling ga tekanan darah” hidup sehat yang belum ada oleh masyarakat yang menderita hipertensi. kalau sudah makan suka lupa” merubah perilaku hidup sehat pasien hipertensi sangatlah susah dan mengakibatkan pasien P1 “sehubungan dengan ekonomi saat ini hipertensi tidak terkontrol.2. P1 “Kami pihak puskesmas sudah sering meminta dan ketrampilan pasien dalam mengelola masyarakat rajin kontrol” hipertensi serta merasa penting adanya peer P2 “untuk memudahkan masyarakat kami juga support. Yorsida. Penelitian yang ini banyak berlemak kalau masyarakat kita tidak sama dilakukan oleh Almas. Godil.3. mengajak masyarakat untuk mengikuti penyuluhan Pengetahuan P1. mampu merubah gaya hidup maka akan Samani. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Malik.5“memberikan perhatian dan memantau minum obat” DISKUSI C. dan Khan (2012) tentang pengetahuan berdampak buruk” “masyarakat suka lupa kalau pasien hipertensi akan tetapi penelitian ini tentang makanan” respondennya hampir dari sebagian memiliki P2 “di kampung ini orangnya suka makan pengetahuan yang rendah sehingga dalam bersantan. Peran Petugas Puskesmas Tahap penelitian tahun pertama dalam Pihak pemegang program di puskesmas sebanyak mengembangkan model peer support intervention 6 puskesmas yang didapatkan hasil bahwa upaya dilakukan survey awal terhadap kebutuhan puskesmas kepada pasien hipertensi sudah banyak responden untuk mengidentifikasi kebutuhan akan namun puskesmas juga mengaku masyarakat dukungan sesama. puskesmas didapatkan hasil sikap masyarakat puskesmas memiliki program penyuluhan rutin kurang baik (kurangnya kepatuhan pasien namun puskesmas mengaku agak sedikit kesulitan responden) susah mengatur gaya hidup).4“mengantar ke puskesmas dan dokter” mengajarkan masyarakat tentang cara mengelola P2.Survei dilakukan kepada keluarga membuat kelompok senam lansia” didapatkan hasil berespon terhadap anggota P3-4 “masyarakat juga diminta untk ikut keluarga yang menderita hipertensi dan posbindu” memberikan dukungan yang maksimal kepada P5-P6 walaupun kami tidak punya posbindu tapi keluarga. Kepedulian Pemerintah Erkin. sikap. Lalani.3. Sedangkan survei ke Terkait dengan adanya penyuluhan kesehatan.4.4 “program penyuluhan puskesmas saat ini sangat banyak terkait dengan penyuluhan Hasil wawancara yang didapatkan adalah hampir terutama hipertensi kami meminta agar semua partisipan merasakan tanda dan gejala yang masyarakat datang dan mengikuti penyuluhan sama.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 P4.2. Hasil penelitian yang kalau tidak mersakan sakit maka tidak datang didapatkan dari survei terhadap responden yang untuk berobat mengalami hipertensi adalah pengetahuan. Pengetahuan masyarakat memiliki beban hidup yangbanyak merupakan Pengetahuan adalah informasi atau yang bisa buat stress dan akhirnya hipertensi” maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang yang diperoleh dari hasil pembelajaran LPPM STIKes Perintis Padang 57 .5“membantu membuat obat herbal” P2 “kami sangat mendukung kalau ada yang bisa P1.3. D. Salim dan Hamajima (2014) didapatkan Ada dua orang camat yang yang dilakukan bahwa 65% pasien hipertensi memiliki wawancara dan dari hasil wawancara didapatkan pengetahuan yang baik terhadap hipertensi dan 35 bahwa dari pihak pemerintahan sangat peduli % yang berpengetahuan rendah. Partisipan banyak yang tahu tiap kamis memberikan penyuluhan hipertensi” tentang bahaya dari hipertensi.

(2009) terhadap penderita hipertensi di Meksiko Penelitian Su et al (2013) cara menurunkan Amerika.Penelitian yang dilakukan oleh Klinism kesehatan dan kelompok pendukung. malas pergi. hasil hampir semua partisipan berpendapat tidak proses kelompok merupakan suatu bentuk pernah kontrol. empat minggu follow up. Sikap sangat erat hubungannya melalui pembentukan kelompok. kebanyakan minum obat. Iyalomhe dan Iyalomhe (2010) gaya hidup pasien yang mengalami berawal dari gaya hidup yang Penelitian yang dilakukan oleh Balcazar et al. Materi yang diberikan sekelompok sesama penderita hipertensi dimana oleh kelompok intervensi antara lain what you ada harapan saling berbagi pengalaman tentang need to know high blood pressure. selain dari penderita yang berkumpul Lang.Berdasarkaan penelitian sakitnya.Hal ini didukung oleh Pender. Galanakes. tidak sehat seperti tidak mampu mengelola stress. selain itu seseorang penderita yang dilakukan oleh Sibouhi (2011) disampaikan hipertensi juga erat kaitannya dengan psikologis.. Menurut Stanhope dan Lancaster (2004). Markaki. salt and LPPM STIKes Perintis Padang 58 . dengan kepercayaan.Hitchcock. Sembilan minggu dibagi partisipan meminta agar dapat difasilitasi adanya menjadi empat minggu pemberian materi dalam 6 wadah untuk berkumpul. pendekatan kelompok pendukung dilakukan dukungan sesama memberikan manfaat dan selama 9 minggu. dan tidak ada yang pergi masyarakat dan kelompok yang berisiko tinggi mengantar. pendukung dalam bentuk dukungan sosial seperti kelompok sebaya dan kelompok pendukung Perilaku dan Gaya Hidup lainnya yang dapat membantu dan mendukung dalam mengendalikan faktor risiko berupa Kemampuan mengelola hipertensi peneliti modifikasi atau perubahan pola hidup menjadi menemukan dua cara yaitu secara fisik dan perilaku yang sehat.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 (Notoatmodjo. Kemampuan secara fisik yaitu Murdaugh dan Parsons (2002) yang menyebutkan mengontrol diet dan aktivitas sedangkan secara bahwa dukungan sosial dapat mempengaruhi psikologis yaitu bagaimana cara mengelola stress. Lalousheck (2007) pasien yang terkena juga dibantu dengan kelompok pendukung lainnya stroke berawal dari kurangnya pengetahuan pasien seperti keluarga. Penelitian ini dilakukan setelah dilakukan intervensi oleh suatu peer bersamaan dengan peer support efektif support berupa intervensi yang dilakukan oleh menurunkan tekanan darah di komunitas kelompok pendukung. psikologis. Program peer support dengan partisipan membutuhkan dukungan sesama. perilaku kesehatan yang dapat menekan angka Hasil penelitian ini sejalan dengan dilakukan oleh kejadian lebih lanjut. menyebutkan didasari dengan rasa percaya. kontrol atau memeriksakan diri ke kelompok teman sebaya. Tsimtsou. dibutuhkan adanya menjadi tidak terkontrol. kelompok pendidikan dokter. 2007). penderita pasien mempengaruhi hasil dari pengobatan yang hipertensi biasanya selalu lalai dalam hal dilakukan pasien hipertensi. Greiseneggger. sikap dan kepercayaan tidak baik tekanan darah Berdasarkan hal tersebut. hipertensi. Survei tentang sikap tentang hipertensi didapatkan 2006). kalau sakit saja. cara penanganan dan pengontrolan yang dilakukan oleh Samal. tenaga professional kesehatan hipertensi dalam mencegah terjadinya komplikasi. Partisipan bermacam bentuk kelompok seperti kelompok mempercayai bahwa kalau sakit saja baru pergi fitness. dibagi dalam dua kelompok terdiri dari 58 partisipan Pendapat partisipan tentang peer support untuk kelompok intervesi dan 40 partisipan untuk (dukungan sesama) didapatkan hasil bahwa kelompok kontrol. Symvoulakis (2014) menjelaskan bahwa kepercayaan dan sikap Menurut Lumbantobing (2008). Partisipan yang dilakukan penelitian adalah penduduk dewasa Meksiko yang Peer Support menderita hipertensi yang berjumlah 98. bahwa meskipun pengetahuan pasien baik namun dan tidak dapat mengontrol makanannya. kelompok nutrisi.Begitu juga penelitian pengobatannya. takut intervensi keperawatan yang melibatkan klien. Auff. Kelompok sebaya adalah cara yang efektif dan kuat untuk memulai dan Sikap melaksanakan perubahan bagi individu. seperti kader kesehatan. kelompok relaksasi. kelompok dan masyarakat (Edelman & Mandle. keluarga. dan minggu terakhir salah satu intervensi yang diberikan kepada sebagai minggu evaluasi. Peer support sebagai sesi. menunjukkan adanya perbedaan yang tekanan darah pada pasien hipertensi yaitu dengan bermakna terhadap pengontrolan hipertensi memodifikasi gaya hidup.dan seseorang bersikap Schubert dan Thomas (1999).

. Penelitian dilakukan pada 320 gaya hidup merupakan faktor yang mempengaruhi orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu peningkatan perilaku pasien hipertensi didukung 160 orang kelompok kontrol dan 160 dengan adanya intervensi yang dilakukan peer orangkelompok intervensi.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 sodium.A. modifying risk factor for diabetes. cardiovascular disease prevention. M. Godil. be meningkatkan koping mekanisme dan kualitas more physically active dan eat less fat. tekanan perilaku hidup sehat. Penelitian ini serta mengunakan kalkulator IMT sedangkan pada menyarakan agar model tersebut dilakukan uji kelompok kontrol diberikan pengukuran IMT dan coba model dan uji coba pemakaian model. moods Model Peer Support Intervention and foods (focusing on emotional triggers around eating). preventing chronic kidney desease through diet modification. A multicentrecross sectional treatmen selama 12 bulan. Tondapu. di 58 posko. Pakistan. incorporating Berdasarkan dari hasil penelitian diatas maka Hawaiian traditional medicine practices to treat desain yang dirancang dalam model ini adalah chronic disease.. S. Byrd. (2012). & Khan (2013) pada pasien Khan. Ortiz. cancer-fighting foods.. incorporating physical activity into your signifikan menurunkan tekanan darah dan new lifestyle. A. A. Aubert dan Mikami (2010) tentang peer support untuk mendukung di Hawai.Hasil didapatkan adanya peningkatan yang signifikan tentang kesadaran 5.S. Balcazar. pasien hipertensi. fat. REFERENSI diet sehat. H. tekanan darah sistolik.. Penelitian tentang peer support juga dilakukan Almas.& oleh Ng. M. 4. progress and challenges. Health Belief Model.. Penelitian ini dilakukan pada hypertension is linked tobetter control of 28 orang yang berhasil mengikuti tiga kali hypertension. how to control your blood pressure.5:579 menurunkan depresi. & Chaves. perilaku. 5d/wk. S. Lalani.Good knowledge about multiple sclerosis. saturated hidup. Health achieve the recommended 1h/d. Faktor tersebut mendukung adanya dilakukan selama 12 bulan dengan materi model peer support intervention menggunakan pelatihan pengukuran tekanan darah. maintain a healthy weight and make heart-healthy eating a family affair. A randomized LPPM STIKes Perintis Padang 59 . meningkatkan manajemen diri. planning. Penelitian yang Penelitian tentang kelompok pendukung juga sama juga dilakukan oleh Whittle et al (2014) dilakukan oleh Gellert. dan total kolesterol. cholesterol. sikap. bahwa peer leader mampu meningkatkan manajemen diri tentara hipertensi. pembagian leaflet. Samani.R. Penelitian ini diberikan selama 2 yang bermakna dua perilaku kesehatan dalam tahun dimana materi yang diberikan berupa mengontrol hipertensi melalui faktor resiko pendidikan kesehatan hipertensi. Z. aktifitas fisik dan manajemen diri. pendidikan Health Promotion Model. darah diastolik. increasing physical activity to menggunakan Health Promotion Model. kesehatan tentang makanan dan aktivitas fisik Peer Support dan Self Care Theory. Ada 404 tentara yang diikutkan dalam Program dijalankan selama 12 minggu dan materi pemberian pendidikan kesehatan hipertensi yang diberikan adalah understanding daily caloric selama 12 bulan. Penelitian ini support. Amatya. T. Hasil penelitian study in Karachi. eat Hayes et al (2010) melakukan penelitian tentang healthy even when time or money is tight.L. Hasil peer support dengan pendekatan peer leader pada penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan 27 post tentara. ketrampilan dan (garam dan sodium dan kolesterol dan lemak) kepercayaan diri. Hasil penelitian didapatkan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi..Hasil penelitian didapatkan needs. meal Belief Model. Dalam model tersebut kita memberikan Hasil evaluasi pre dan post intervensi pendidikan kesehatan. Peer Support dan Self Care Theory.. BMC Research didapatkan program peer support bermakna Notes 2012. modifikasi gaya hidup dan menunjukkan adanya perbedaan bermakna terkait meyakinkan pasien untuk dapat meningkatkan dengan berat. Penelitian dilakukan pada 61 penderita manajemen diri hipertensi pada tentara hipertensi penyakit kronis dengan kelompok intervensi. meningkatkan fungsi fisik. (2009). KESIMPULAN Penelitian yang dilakukan oleh Su et al (2013) tentang efektifitas modifikasi gaya hidup melalui Pada penelitian tahap pertama ini dapat peer support dalam memonitoring tekanan darah disimpulkan bahwa pengetahuan.S..G.

C. 2013. 16(1). Knowledge. J. 779-783 patients referring to public health care centers GHO.com/1471- Nursing. S. July 2010 modification andpeer support home blood Kemenkes RI. pressure monitoring incontrol of Jakarta :Badan Penelitian Dan hypertension: protocol for a Pengembangan Kesehatan Kementerian clusterrandomized controlled trial. G & Iyalomhe. Promotion: Throughout the life span. Murdaugh. S.M.M.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 community hypertension control among Samarkand. Salim. Prentice Hall. P. (2014). 2013. & Riegel. 2014. 2003. 2013. St Louis: Mosby 2458/14/S3/S4 Lumbantobing.43470. 2007 Success.L. 14 (Suppl 3):S4 Among Inpatients Of A Hospital In LPPM STIKes Perintis Padang 60 .Greisenegger. (2010). community. 100(5). Yoshida. St. 2004. M. BMC Kesehatan RI Public Health 2014. Diakses tanggal 21 April 2015 di Stanhope.A patients in a sub-urban Nigerian Davis Company.Health Promotion in nursing Sixth edition. 2010. 2005. J. A et al. 2006. The effectiveness of a life style Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas modification and peer support home Indonesia blood pressure monitoring in control of Malik. W. Sclerosis in Burke.Wisconsin Medical Journal Stroke in Vienna. Eight edition. Journal of Health Care for the wellness: A sociological Approach. M.org/~/media/MEDIA%20LI public health nursing. N. awareness.Sixth edition.. M.. L.000025973 Heiser. 2002. BMC Public Knowledge..27 Stroke.doi. Mexican Americans: Using the 76. Su.. Auff .H. Riset Kesehatan Dasar.Hypertension-Related randomized controlled trial. T.E. C..Fourth edition. N. 2007. Raised blood pressure. R. S.A. & Laramie. Med. 2006. Practice And Drug Adherence Health 2014.Louis Missouri: Mosby practice. K.chcf. Babaee.. F.Community & http://www.STR..14 (Suppl 3):S4 Luekenotte. & Mandle. K. & hypertension: protocol for a cluster Hamajima. The effectiveness of a life style Epidemiology Vol. T. Iranian Journal of tanggal 21 April 2015 di Nursing and Midwifery Research... E. 2006... J. J. S. & Parsons.who.. Preliminary description of Lalouschek W. attitudes Promoting successful aging with older and life-style practices among hypertensive adults. Moser..38:1304-1308 Manage Chronic Disease: Seven Models for Originally published March 26.org/10. & Mikami. Journal of approach. & Lancaster. & Hawks.. Ke ‘Ano Ola: Moloka’i’s community. Philadelphia: F.G... B. Lang. St BRARY%20Files/PDF/B/PDF%20Building Louis Missouri: Mosby. Primary care an Australian Community Cohort: A of the older adult: a multidisciplinary Prospective Study. & Beare. B. F. 2000.int/gho/ncd/risk_factors/blo 40. based healthy lifestyle modification (2011). Building Peer Support Programs to 3. Aubert.& Hayes.. Tekanan darah tinggi. 2009.biomedcentral. 2008. 2010.Medical.A. First edition. Third edition. Philadelphia : Saunders Elsevier Singapore: Saunders Elsevier. Blair. & Zadeh.Gerontological nursing: Hypertension-related knowledge. PeerSupportPrograms. Uzbekistan. Gerontologic http://www. 2008.1161/01. (2007). od_pressure_prevalence_text/en/ Samal. C.K.. H.Cardiac nursing surgical nursing: Clinical management : A companion braunwald’s heart disease. D. 2013 Edelman. (2013). 2(4).. A. New Jersey: Gellert. 2014 promotoras de salud community outreach McMurray.Journal of Public Health and Su.A.pdf Stanley. 71-77. & Meiner.J. Sabouhi. 2 http://dx. 34– http://www. for positive outcomes. No.T et al. and Education in Hospitalized Patients With Management...S. pp. 255 ~ 263. A.M. Sci.. 1079-1094. Nagoya J. Philadelphia: Neurodegenerative Diseases Volume Mosby. J. Naji. Health Pender. Poor and Underserved. & Khan. D. Diakses in Khoor & Biabanak. The Relation the Feasibility of using Peer leaders to Between Knowledge About Hypertension encourage Hypertension Self. H. Erkin. A...L. Y. Philadelphia: Mosby Black. 20.L.Community health and model. Amatya.. Iyalomhe. D. A. American Journal of Public practice about hypertension in hypertensive Health. attitudes and program. Ng.G. et al.S. 2010 Volume 109. M.

American journal of hypertension publish April 2014 LPPM STIKes Perintis Padang 61 . 2014.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Whittle. Randomized trial of peer- delivered self managemen support for hypertension. J et al.

co. tahun semakin bertambah. emosional. Pain. didapatkan pada bulan Januari. kidney disorders. intelektual.242 atau 54. Aldo Yuliano2. hal ini seiring dengan tahun 2015 sebanyak 118 orang. Salah stu penyebab dari kerusakan otak Berdasarkan data dari Medical Record adalah terjadinya trauma atau cedera kepala yang Rumah Sakit Uum Dr.id Program Studi Ilmu Keperawatan.aprisashinta@gmail. Samples in this study of 10 people with a sampling technique accidental sampling. Relaxation Technique Finger Hold. Meldia Aprisa Shinta3. Keywords: Head Injury. LPPM STIKes Perintis Padang 62 . Based on the results of this study concluded that giving the finger hold relaxation techniques can reduce pain in patients with head injury. Ahmad Mochtar Bukittinggi.com Program Studi Ilmu Keperawatan. statistical tests using test formula Paired T-Test. tahunnya dimana selama tahun 2014 terdapat 77 Angka Kejadian cedera kepala semakin orang yang mengalami cedera kepala ringan. sebesar seluruh aktifitas dan fungsi tubuh. The aim of research to see average before and after as well as the effects of relaxation techniques finger hold on the pain scale decline in patients with mild head injury in the surgical room RSAM 2016.05). in the form of One Group Pre-Post Test Design made for 10 minutes.9 persen. 2016). Ahmad Mochtar dapat menyebabkan keruskan struktur otak Bukittinggi didapatkan jumlah pasien yang sehingga fungsinya juga dapat terganggu mengalami cedera kepala ringan meningkat setiap ( Black & Hawks. PENDAHULUAN Otak merupakan organ yang sangat vital bagi adalah nomor 5 tertinggi di Indonesia. dan Berdasarkan data dari Riskedas Tahun 2013 telah Maret 2016 terdapat 80 orang pasien yang menunjukkan angka cedera akibat kecelakaan mengalami cedera kepala (Rekam Medis RSUD transportasi darat di Provinsi Sumatera Barat Dr.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 TEKNIK RELAKSASI FINGER HOLD MENURUNKAN SKALA NYERI PADA PASIEN CEDERA KEPALA RINGAN Lisa Mustika Sari1. Angka cedera akibat kecelakaan pengendalian fisik. It is suggested to nursing care therapy techniques can be applied as a finger hold terapy that will enhance patients' ability to cope with pain. STIKes Perintis Padang Email : meldia.com Abstract Head injury is a traumatic disruption of brain function with interstitial hemorrhage in the brain substance without being followed by the dissolution of the continuity of the brain. Walaupun otak berada dalam menempati nomor lima tertinggi di Indonesia ruang yang tertutup dan terlindung oleh tulang dengan jumlah kejadian 564. Therefore. 1. Based on the interview with the head of the surgical room RSAM Bukittinggi found head injury patients are only given pharmacological actions are like analgesics. The study design using the quasi experimental Design. dan data yang meningkatnya angka kejadian kecelakaan. Analgesics have an impact on the body such as liver disorders. researchers wanted to examine non- pharmacological measures in patients with head injury such as relaxation techniques finger hold. Program Studi Ilmu Keperawatan. This study showed that on average before 6. 2014).9%.003 <0. karena didalam 54.07 and decreased pain in head injury patients with p value <α (0. apply non pharmacological techniques Finger Hold as intervention techniques and making room Nursing Service Standards in treating patients with head ceder especially in pain management in the Standard Operational Procedures (SOP). STIKes Perintis Padang Email : Aldoyuliano@ymail. Collecting data using observation sheets.7%. Februari. sosial transportasi darat di Sumatera Barat tahun 2014 dan keterampilan. STIKes Perintis Padang Email: icha_mustika09@yahoo. keruskan .47 and after 6. lebih tinggi dari rata – rata angka nasional otak terdapat berbagai pusat kontrol seperti 47. tulang yang kuat namun dapat juga mengalami lebih tinggi dari rata rata nasional. and allergic reactions.

menghindar percakapan. Eksperimen dengan pendekatan One Grup Prinsip utama dalam penanganan nyeri Pretest. Ilmu Bedah Saraf. akan berpengaruh pada aktifitasnya. antibiotik dan analgetik. ( finger Hold belum dilakukan pada pasien dengan Black& Hawk 2014). ( Stifel. manuever dan berkolaborasi dengan tim medis 2010).Teknik relaksasi dapat menurunkan nyeri peningkatan tekanan intrakranial. defisit neurologi. Pinandita dkk 2012. 2010).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Kasus cedera kepala lebih banyak mmhg sehingga oksigen terjaga. ringan lebih banyak ( 80%) dibandingkan cedera Hasil observasi peneliti penatalaksanann nyeri kepala sedang ( 10%) dan cedera kepala berat ( kepala pada pasien dengan cedera kepala ringan 10%) . 2009). cedera kepala. p value sebesar 0. Salah satu teknik relaksasi yang bertambahnya volume otak melebihi ambang dapat menurunkan nyeri adalah teknik relaksasi toleransi dalam ruang kranium. et melibatkan kelompok usia produktif. nyeri kepala post laparatomi. Adapun yaitu dengan mengobservasi tingkat kesadaran. pada cedra kepala ringan. Slah satu gejala dari peningkatan tekann relaksasi yang sangat sederhana dan mudah intrakranila adalah adanya nyeri kepala. Nyeri dilakukan oleh siapapun yang berhubungan kepala postraumatik dikelompokan menjadi dua dengan jari tangan serta aliran energi didalam yaiyu nyeri akut dan nyeri kronik. sedangkan nyeri kronik terjadi setelah 3 bualan maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pasca cedera kepala ( Perdossi. hipnoterapi. al. peningkatan lintas (49%) dan kemudian disusul dengan jatuh intrakranial dan nyeri kepla.001 (p < α). pemberian teknik relaksasi finger hold pada pasien 2009 . tidak terpenuhinya kebutuhan dasar. hipotensi. perdarahan serebral serta oedema Untuk mengurangi nyeri perawat hanya serebral ( Black & Hawk. 2008). hal ini farmakologis finger hold mampu menurunka nyeri menimbulakan perasaan tidak nyaman dan hal ini kepala pada pasien cedera kepala ringan. 2006). yaitu tekanan dengan merilekskan ketegangan otot yang yang terjadi pada ruang serebral akibat menunjang nyeri. Teknik relaksasi disebebkan karena edema serebri dan perdarahan genggam jari (finger hold) merupakan teknik serebral. Keadaan nyeri ini terjadi akibat teknik relaksasi seperti Tekni rekasasi Slow deep perubahan organik atau keruskan syaraf otak. Pasien dianjurkan (terutama pada kelompok usia anak-anak) mengurangi katifitas dan mengindari valsavava (Satyanegara. traskutaneues electric nerve seperti iskemia serebral akibat hipoksia dan stimulation ( TENS). 2014)Komplikasi lain mengajarkan kepada pasien dengan teknik nafas yang terjadi pada cedera kepala adalah dalam. sehingga penelitin tertarik ingin Nyeri kepala pada pasien tentu menimbulkan tentu membeutikan bahwa apakah teknik non menimbulkan perasaan tidak nyaman.Postest yaitu sebelum diberi teknik kepala post truma kepala dalah adekuanya perfusi relaksasi finger hold akan diukur skala nyeri jaringan otak dengan memepertahankan takanan pasien cedera kepala kemudian setelah itu perfusi serebral 60 mmhg atau lebih dan diberikan teknik relaksasi finger hold kemudian mengurangi tekananan intrakranial kurang dari 25 diukur lagi scala nyeri pasien cedera kepala dengan mengunakan alat ukur Numerik rating LPPM STIKes Perintis Padang 63 .Meningkatnya jumlah kecelakaan ini dapat lain dalam pemberian obat obatan untuk meningkatkan angka kejadian cedera kepala mengurangi edema sebri. yang signifikan skala nyeri sebelum dan sesudah Menurut evan. Hal ini dapat genggam jari (finger hold). breathing sudah dilakukan pada pasien dengan oedema otak dan peningkatan tekanan intraknial nyeri kepala post trauma. METODE PENELITIAN pada faktor psikologis seperti menarik diri. menghindari kontak Desain penelitian menggunakan Quasi- dengan orang lain ( Potter& Perry.Dari hasil penelitian Iin akut terjadi setelah trauma sampai 7 hari.( Irwana. 15-44 tahun (dengan usia rata-rata sekitar 30 Standar Pelayanan keperawatan pada pasein tahun) dan lebih didominasi oleh kaum laki-laki cedera kepala ringan di RSUD achmad Mochtar dibandingkan dengan perempuan. datang dibawa kerumah sakit dan 20% kasus biofeedback) maupun terapi fisik seperti cedera kepala mengalami komplikasi sekunder akupuntur. penyebab yang tersering adalah kecelakaan lalu tanda tanda vital . dalam Wijayasakti. bahkan berdampak 2. Dari hasil penelusuran penulis meruapakan keluahan yang paling sering terjadi penelitian penelitian yang sudah ada umumnya yaitu sekitar 82%. Penelitian tentang teknik kareana sirkulasi serebral yang tidak adekuat. yaitu antara alldalam Tarwoto 2013). Nyeri kepala tubuh (Liana. Diperkirakan lebih dari belum dilakukan dengan teknik non farmakologik 30% kasus cedera kepala berakibat fatal sebelum seperti terapi behavioral( relaksasi.

tujuan dan manfaat teknik Finger Hold penelitian ini adalah pasien dirawat diruang bedah setelah pasien mengerti dan setuju maka pasien dengan kriteria inklusi dan kriteria ekslusi yang mennada tangani lembar persetujuan dan peneliti telah ditetapkan.1 terlihat bahwa dari 10 responden diketahui bahwa di RSAM Bukittinggi tahun 2016 sebelum dilakukan intervensi dengan rata-rata skala nyeri adalah 6.yaitu 10 responden dengan dapat melakuka pengambilan data . Distribusi Rata-rata skala nyeri Sebelum Dilakukan Teknik Relaksasi Finger Hold Variabel n Mean Min.Max SD 95%CI Rerata Skala Nyeri 10 6.2.47 5-8 1. Teknik sampling yang peneliti gunakan adalah aksidental sampling yaitu pengambilan sampel yang dilakukan secara kebetulan bertemu.(2) GCS pasien 12-15.terlihat bahwarata-rata skala nyeri pada pasien cedera kepala ringan mengalami penurunan setelah dilakukan teknik relasasi finger hold dimana terlihat pada grafik diatas di hari ketiga sebelum diberi perlakuan teknik relaksasi finger hold sebesar 6. pengkajian seakam 1 Bulan adalah 27 orang Sampel adalah dilakukan 6 jam setelah pasien mendaptkan terapi bagian yang diambil dari keseluruhan objek yang farmakologi dan dalam keadaan sadar penuh.07 4-8 1.103. LPPM STIKes Perintis Padang 64 . Tabe 3.305 5. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan Tabel 3. Rata-rata Skala Nyeri Setelah Dilakukan Teknik Relaksasi Finger Hold Variabel n Mean Min -Max SD 95%CI Rerata Frekuensi 10 6. dengan 95 % CI 5.13 pernafasan setelah dilakukan intervensi Berdasarkan Grafik 3.103 5. 2012).1 setelah diberi perlakuan menurun menjadi 5. standar deviasi 1.Sampel dalam penelitian. diteliti dan dianggap mewakili keseluruhan objek Pasien kemudian diberi penjelasan tentang yang diteliti (Notoadmodjo. kriteria inklusi (1)Bersedia untuk diteliti.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 scale ( NRS)Populasi dalam penelitian ini adalah Beberapa metode pengumpulan data yang semua pasien yang dirawat diruang bedah RSAM digunakan dalam penelitian ini.47 dengan standar deviasi 1.(3) bisa diajak komunikasi.305.(5) Pasien yang dirawat lebih dari 3 hari.3. Apabila dijumpai ada maka sampel tersebut diambil dan langsung dijadikan sebagai sampel utama 3.(4) Mempunyai respon terhadap teknik relaksasi genggam.2 terlihat bahwat dari 10 responden diketahui bahwa di RSAM Bukittinggi setelah dilakukan intervensi dengan rata-rata nyeri adalah 6.l.68 Sebelum dilakukan intervensi Berdasarkan Tabel 3.13.07. Tabel 3.2.

07 penelitian yang telah dilakukan oleh Herfina dengan standar deviasi 1. dengan pembahasan tentang “pengaruh (2006) nyeri adalah kondisi berupa perasaan tidak kompres air hangat terhadap penurunan skala mengenangkan bersifat sangat subjektif karena nyeri pada klien rematik” sebelum di lakukan perasaan nyeri berbeda pada setiap orang dalam kompres air hangat didapatkan dari 18 orang hal skala dan tingkatannya dan hanya orang responden yang mengalami nyeri berat 8 tersebutlah yang dapat menjelaskan nyeri yang di responden (44.8 5 5. Rata-Rata Skala Nyeri Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Teknik Relaksasi Finger Hold 8 7 7 6. Menurut analisis peneliti.1 5.07 1.003.143 skala nyeri Total Post 6.4 0. responden diketahui bahwa di RSAM Bukittinggi Tahun 2016 sebelum dilakukan intervensi dengan Rata-rata skala nyeri setelah dilakukan teknik rata-rata skala nyeri adalah 6.47 dengan standar finger hold deviasi 1.202 0.6%).2 diatas dilihat dari Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional 10 responden diketahui bahwa di RSAM yang tidak menyenangkan akibat kerusakan Bukittinggi setelah dilakukan intervensi dengan jaringan yang aktual dan potensial. responden mengalami penurunan skala nyeri laki dan 2 berjenis kelamin perempuan. hasil ukur oleh zat-zat algesik pada reseptor nyeri yang dimana nilai nyeri tersebut dapat diukur dan banyak di jumpai pada lapisan superfical kulit dan ditentukan dengan nilai berkisar antara 1-10.Nyeri timbul akibat adanya rangsangan (55. Sejalan dengan rata-rata penurunan skala nyeri adalah 6.3.4 Rata-Rata Perbedaan Penurunan Skala Nyeri Sebelum dan Sesudah Teknik Finger Hold Variabel Kelompok RataRata SD SE pValue n t Penurunan Total Pre 6. dimana nilai p < α (0.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Grafik 3. nyeri sedang 10 responden alaminya.305 0. penelitian dapat Berdasarkan hasil penelitian pada 10 orang menyimpulkan bahwa lebih dari sebagian besar responden dimana delapan berjenis kelamin laki.202.Menurut Smeltzer & Bare (2002) Berdasarkan tabel 5.6 6 6. beberapa jaringan didalam tumbu.2 4 3 2 1 0 pre 1 post 1 pre 2 post 2 pre 3 post 3 Tabel 3. Pengaruh ini di uji dengan uji paired test menghasilkan nilai p=0.103.305.05).349 0.4 dengan standar deviasi 0.103 0.4%).064 PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan teori yang ada. maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan Teknik relaksasi finger hold terhadap penurunan skala nyeri pada pasien cedera kepala.9 6.4 terlihat bahwa rata-rata penurunan skala nyeri sebelum dan sesudah yaitu 0.413 Selisih 0.47 1.Menurut Alimul (2009).003 10 4. Resepter nyeri LPPM STIKes Perintis Padang 65 . sebelum dilakukan teknik relaksasi finger hold. Tabel 3. Ini Berdasarkan tabel 1 diatas dilihat dari 10 terbukti dari penelitian yang dilakukan peneliti.

: 41). menstimulasi daerah tersebut untuk (50. menenangkan pikiran impuls yang di kirim melalui serabut aferen non- dan dapat mengontrol emosi. 2005). Nosisseptor tersebar luas pada kulit dan mukosa Menurut penelitian Tarwoto (2011). viseral dan terus menerus bahwa pada pasien yang mengalami cedera kepala LPPM STIKes Perintis Padang 66 . Seiring dengan transmisi stimulus nyeri. kimiawi dan stimulus listrik yang stimulus pada kortek serebri dihambat atau menyebabkan pelepasan substansi nyeri yang dikurangi akibat counter stimulasi relaksasi dan tergabung dengan lokasi reseptor di Nosiseptor mengenggam jari. 2005). nyeri dan mendeteksi intensitas nyeri (Potter & Menurut asumsi peneliti. Sehingga skala nyeri akan (reseptor yang berespon terhadap stimulus yang berubah atau mengalami modulasi akibat membahayakan) untuk memulai transmisi neural stimulasi relaksasi genggam jari yang lebih dahulu yang dikaitkan dengan nyeri (Clancy dan dan lebih banyak mencapai otak (Pinandita. 1991 dalam Potter & mengalami modulasi akibat stimulasi relaksasi Perry. persendian. Serabut ini disebut pada reseptor nyeri yang banyak di jumpai pada sistem nyeri desenden. 2012 McVicar. yang serebri dihambat atau dikurangi akibat counter menstimulasi daerah tersebut untuk mengirim stimulasi relaksasi dan mengenggam jari. yang bekerja dengan lapisan superfical kulit dan beberapa jaringan melepaskan neuroregulator yang menghambat didalam tubuh oleh karna itu teknik relaksasi transmisi stimulus nyeri (Paice. spinotalamus (Paice.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 merupakan ujung-ujung bebas serat syaraf aferen Transmisi stimulus nyeri berlanjut di sepanjang A delta dan C. 1991 dalam Potter & Perry. sistem (2009).2005 ). Serabut A mengirim sensasi yang tajam. Relaksasi genggam jari menghasilkan impuls yang 2005). Relaksasi genggam jari menghasilkan mengurangi perasaan panik. setelah dilakukan latihan SDB (p=0. menyebar disepanjang saraf perifer dan penelitian diperoleh ada perbedaan yang mengkonduksi stimulus nyeri: serabut A-Delta bermakna rerata intensitas nyeri kepala akut pada bermielin dan cepat dan serabut C yang tidak pasien cedera kepala ringan antara bermielinasi dan berukuran sangat kecil serta kelompok intervensi dan kelompok kontrol lambat. Resptor – reseptor ini disktifkan serabut saraf aferen dan berakhir di bagian kornu oleh adanya rangsangan – rangsangan dengan dorsalis medula spinalis.0%). nosiseptor. Di dalam kornu dorsalis. Serabut saraf non-nosiseptor Nyeri disebabkan oleh stimulus termal.Serabut C menyampaikan impuls penelitian yang peneliti lakukan didapatkan yang terlokalisasi buruk. stimulus kembali ke bawah kornu dorsalis di Sehingga skala nyeri akan berubah atau medula spinalis (Paice. dapat menurunkan metabolisme otak sehingga 2004).000. yang memungkinkan impuls nyeri di kirim melalui serabut aferen non-nosiseptor. dengan pembahasan tentang “pengaruh limbik.. Menurut analisis peneliti nyeri timbul mengirim stimulus kembali ke bawah kornu akibat adanya rangsangan oleh zat-zat algesik dorsalis di medula spinalis.Impuls saraf.Menurut Liana (2008) dalam neurotransmiter seperti substansi P dilepaskan. Di traktus ini juga terdapat serabut-serabut “gerbang” tertutup sehingga stimulus pada kortek saraf yang berakhir di otak tengah. 2005). Hasil nyeri. dinding dapat meningkatkan suplai oksigen ke otak dan arteri. α = terlokalisasi dan jelas yang melokalisasi sumber 0. Terdapat serabut responden yang mengalami nyeri ringan 9 saraf di traktus spinotalamus yang berakhir di otak responden (50. yang dihasilkan oleh stimulus kebutuhan oksigen otak menurun. dan korteks sensori dan korteks kompres air hangat terhadap penurunan skala asosiasi. 1991 dalam Potter finger hold dapat mengurangi nyeri cedera kepala & Perry. berdasarkan Perry. mengakibatkan “gerbang” tertutup sehingga mekanik. 1992 dalam Potter & Perry. Pinandita (2011) teknik relaksasi genggam jari sehingga menyebabkan suatu transmisi sinapsis (finger hold) merupakan teknik relaksasi dengan dari saraf perifer (sensori) ke saraf traktus jari tangan serta aliran energi didalam tubuh. dan terdapat pada struktur-struktur yang lebih menyatakan bahwa Latihan slow deep breathing dalam seperti pada visera. dan juga dapat melancarkan aliran dalam darah. talamus. genggam jari yang lebih dahulu dan lebih banyak Setelah impuls nyeri naik ke medula mencapai otak (Pinandita. nyeri pada klien rematik” setelah di lakukan tubuh mampu menyesuaikan diri atau kompres air hangat didapatkan dari 18 orang memvariasikan resepsi nyeri.0%). hati dan kandung empedu (Kozier. intensitas tinggi. termasuk pembentukan retikular. ditransmisikan lebih jauh ke dalam sistem saraf Serabut saraf non-nosiseptor mengakibatkan pusat. nyeri sedang 9 responden tengah. 2012 )Sejalan dengan spinalis. informasi ditransmisikan dengan cepat ke penelitian yang telah dilakukan oleh Herfina otak.05).

Mengingat kompleksnya aspek nyeri dan Tarwoto. maka sudah saatnya perawat untuk Sagung Seto dapat menerapkan teknik non farmakologis Tarwoto ( 2011). diakses tanggal juni 2016 Pinandita et al. Edisi 8 Vol. banyaknya keluhan nyeri yang ditemukan pada Gangguan Sistem Persarafan. Salemba Medika.47. 2012. Buku Ajar dengan terapi teknik finger holddapat diterapkan Keperawatan Medikal Bedah. 2016. teknik relaksasi finger hold dengan penurunan Diagnostik dan Penalatksanaan Nyeri nyeri setelah dilakukan teknik relaksasi finger Kepala. edisi 8 buku 2. Ilmu Bedah Saraf. Cedrea Kepala .//lontar lib ui. Agung Waluyo (penterjemah). 2005. Pengaruh Slow deep Breathing Teknik Finger Holdsebagai intervensi ruangan terhadap nyeri kaut pada pasien cedera dan menjadikannya Standar Pelayanan kepala di RSUP Fatmawati. Satyanegara.( 2014). Pengaruh kompres air hangat teratur yaitu pada hari ke 3 setelah melakukan terhadap penurunan skala nyeri pada klien teknik relaksasi finger hold. 2005. EGC. Keperawatan Medikal Bedah Manajemen klinis untuk LPPM STIKes Perintis Padang 67 . ( 2009). H. R( 2009) Glasgow Coma Scale nyeri yang dituangakan dalam Standar dengan keluahan Nyeri Kepala pasca Operational Prosedur ( SOP ). Jakarta : setiap pasien.Jakarta setelah beberapa kali melakukan secara benar dan Herfina (2009). Fakutas Kedokteran intervensi mandiri dan dijadikan bahan literatur Universitas Muhammdiah Surakar khususnya mata ajar keperawatan medikal bedah yang berhubungan dengan manajemen nyeri yang efektif dan juga penelitian ini diharapkan sebaga bagian dari program pendidkan yang bertujuan untuk menambah wawasan.(2010). (2013). 5. Elsevier. Bagi Pendidikan Trauma Pada Pasien Cedera Kepala Di memahami lebih dalam lagi fisiologis Terapi Rumah Sakit PKU muhammadyah Finger Holddan dapat dipertimbangan sebagai Karanganger. Saran bagi pelayanan keperawatan Jakarta : Gramedia Pustaka Utama Strategi manajemen nyeri non farmakologi Smeltzer. Surabaya: Airlangga University Press Riskesdas Sumatera Barat. Emmmy Dewi. S C & Bare.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 setelah melakukan teknik relaksasi finger hold Hasil yang diharapkan. Data Pasien Cedera Ringan Di Ruangan Bedah RSAM Bukittinggi Kepala. Tesis. Berdasarkan hasil rematik di Rsud Ulin Banjarmsin penelitian dan uraian diatas dapat kita simpulkan Irwana. bahwa dilihat teknik relaksasi finger hold dapat http://belibisa17. diakses juni 2016 kepala khusunya dalam penagangan management Wijayasakti. Metodologi Penelitian a. Terdapat pengaruh secara signifikan antara Perdosssi. Kelompok Studi Nyeri Kepala. Bukittinggi : RSAM. Fundamental of Nursing b.J. Keperawatan Medikal Bedah.005). KESIMPULAN Terhadap neyri pasien post laparatomi di Pengaruh Teknik Relaksasi Finger Hold Terhadap Rumah Sakit Eka Hospital BSD Penurunan Nyeri Pada Pasien Cedera Kepala Medical Record RSAM. rata 6. (2010). Jakarta : finger hold yaitu 6. Perry & Potter. REFERENSI Black. Edisi IV. Tahun 2016. Skripsi.Pengaruh Terapi Finger Hold 4. Jakarta : kemampuan pasien mengatasi rasa nyeri. pala/.com/2009/05/25/cederake mengurangi nyeri pada pasien cedera kepala. & Hawk. Notoadmodjo. Pengaruh teknik relaksasi finger hold Liana.003 (p<0. 2013 : Data Riskesdas SARAN Sumatera Barat. hold dengan nilai p = 0. Rata-rata nyeri sebelum dilakukan teknik Kesehatan. 07. M. Rata-rata nyeri sesudah dilakukan relaksasi (Fundamental Keperawatan). nyeri yang dirasakan pasien menurun dengan rata. sebagai terapy yang tepat untuk meningkatkan 3.2003. Keperawatan dalam merawat pasien dengan ceder http. ( 2008) Pemerhati dan terhadap penurunan skala nyeri akan terlihat Praktisi Kesehatan Holistik .J. relaksasi finger hold yaitu 6. c. B G.com.07. Konsesus Nasional III. o. Jakarta : Rineka Cipta.

mempunyai prevalensi DM (1. (Smeltzer & Bare.4 persen) dan NAD (8. dan DM karena penyebab lain meningkat menjadi 7.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 PENGARUH SENAM DIABETES MELITUS DENGAN NILAI ABI PADA PASIEN DM DI PUSKESMAS ANDALAS PADANG Melti Suriya 1 1 STIKes Alifah. DM patients have thickening on toenail which can increase the risk of complications such as diabetic ulcers and amputation risk patients with diabetic ulcers. The type of this research is quasi experiment. independent t-test with a 95% confidence level α = 0. kehamilan. The aim of this research is to determine the effect of DM Gymnastics Rated ABI (angkle Brachial Index) in Andalas Community Health Center Padang 2016. merokok.05. The results showed that average values before treatment gymnastics ABI diabetes with a mean value was 0.DM tipe 2 (DMT2) tidak DM sebesar 4. 2002). diet. dan alkohol (Sari.3%). genetik.obesitas. diikuti Riau (10.5 tambahan. the standard deviation was 0. It is expected to be able to provide counseling and do diabetes mellitus gymnastic routine 2 times a week. Indonesia was rated fourth in the world with DM and the province of West Sumatra has a prevalence of DM (1. diantaranya (Riskesdas) 2013. obat-obatan yang dapat mempengaruhi Barat dan Maluku Utara (masing-masing 11. DM adalah dirubah antara lain yaitu obesitas.1 kadar glukosa darah. There are differences between the mean before and after treatment in the intervention group with p value = 0. dan menjadi 8.5 juta penduduk pada tahun Perkiraan peningkatan kasus DM 2013.516. 2009). gestasional. tergantung insulin (Non Insulin Dependent Pasien DM di Indonesia diperkirakan Diabetes Melitus/NIDDM) dan DM tipe berjumlah 7 juta penduduk pada tahun 2009. PENDAHULUAN kelainan sekresi insulin. Keywords : Diabetes Mellitus and ABI 1.1. angka prevalensi diabetes oleh faktor genetik. Padang 25000 Email: melti_s85@yahoo.6%. Sebagai persen). Faktor resiko DM tipe 2 dapat dikategorikan Pasien DM dapat mengalami penurunan menjadi faktor yang dapat dirubah dan yang tidak kemampuan tubuh untuk bereaksi terhadap insulin dapat dirubah.488. kurang suatu kelompok penyakit metabolik dengan aktivitas. Sedangkan dalam Diabetes progresif yang disebabkan oleh resistensi insulin. Faktor-faktor yang dapat Diabetes Association (ADA) 2010. Atlas 2000 IDF (International Diabetes Diabetes Melitus dapat diklasifikasikan Federation) diperkirakan pada tahun 2020 nanti dalam empat tipe yaitu : DM tipe 1(DMT1) DM sejumlah 178 juta penduduk Indonesia tergantung insulin (Insulin Dependent Diabetes berusia diatas 20 tahun dengan asumsi prevalensi Melitus/IDDM).7. the standard deviation was 0. Faktor yang tidak dapat dirubah atau penurunan produksi insulin oleh pankreas antara lain : etnisitas. The research sample is 30 diabetes mellitus patients with purposive sampling technique in February-August 2016. jenis kelamin. pola makan yang melitus tertinggi terdapat di provinsi Kalimantan salah. umur.3 persen).001. stress juga berkontribusi terhadap persen) sedangkan provinsi Sumatera Barat terjadinya diabetes melitus (Soegondo. Lebih dari 90 persen dari semua populasi menjelaskan bahwa jumlah penderita DM di dunia diabetes adalah diabetes melitus tipe 2 yang mencapai 347 juta orang dan lebih dari 80% ditandai dengan penurunan sekresi insulin karena kematian akibat DM terjadi pada negara miskin berkurangnya fungsi sel beta pankreas secara dan berkembang. 2012) karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena LPPM STIKes Perintis Padang 68 . Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar diakibatkan oleh faktor gaya hidup. dkk 2009). The average value of ABI after exercise treatment of diabetes with a mean value was 1. kerja insulin atau kedua- ADA (American Diabetes Association) 2014 duanya.6 juta penduduk pada tahun (Smeltzer & Bare . Menurut American diabetes gestasional. usia.com Abstract Data from the World Health Organization declared the number of patients with diabetes mellitus (DM) in the world reached 347 million people and more than 80% of deaths due to diabetes. 2011. The data were analyzed by using statistical tests dependent T-test.

Penelitian ini dilakukan Angkle Brachial Index (ABI) adalah invasif di Puskesmas Andalas Padang pada bulan Januari tes non skrining vaskular untuk mengidentifikasi – September 2016.4 – 0. Manfaat yang didapat dengan Keadaan yang tidak normal dapat diperoleh latihan fisik akan optimal apabila memperhatikan bila nilai ABI 0. rasa tebal. Kerusakan sel ditemukan tekanan darah tungkai lebih rendah saraf akibat DM atau neuropati DM dapat dibandingkan dengan tekanan darah lengan yang mengenai seluruh saraf tubuh baik serat saraf dapat dilihat dari skor ABI (Ostemy. dengan pengukuran ABI. Penurunan kadar glukosa darah juga Padang akan mengurangi timbunan glukosa. Pemeriksaan ABI secara langsung ataupun tidak langsung merusak sangat berguna untuk mengetahui adanya penyakit sel saraf. bawah. Berdasarkan dengan cara menggerakkan otot dan sendi kaki. dan fruktosa pada sel saraf. 2011). studi pendahuluan yang dilakukan pasien Senam dilakukan untuk memperbaiki sirkulasi mengeluh pada gangguan pada kaki seperti darah.untuk mencegah ulkus diabetik maka dilakukan pemberikan latihan fisik senam penderita DM pengukuran ABI (Subekti. Salah satu latihan fisik yang dianjurkan perawatan tindak lanjut. meningkatkan observasi menunjukkan terdapat 12 mengalami kekuatan otot betis dan paha. dideteksi dengan mengukur ankle brachial index terencana. Kadar glukosa darah yang tinggi Melitus dengan Nilai ABI (Angkle Brachial secara perlahan akan menurun karena digunakan Index) pada Pasien DM di Puskesmas Andalas oleh sel otot. 2013).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Gangguan metabolik yang distimulasi oleh sistolik. memperkuat otot-otot kecil. Pengumpulan data LPPM STIKes Perintis Padang 69 . rasa panas dan nyeri. Pada pasien yang mengalami tipe 2. Hal ini akan meningkatkan 2. ABI < 0. METODE PENELITIAN sirkulasi dan fungsi sel saraf atau meningkatkan sensitivitas saraf kaki dan menurunkan Jenis penelitian Quasy eksperimen rancangan risiko/mencegah terjadinya ulkus kaki diabetik Pretest – Postest design. intensitas.9 yang diindikasikan ada frekuensi.4 diindikasikan pada pasien DM adalah senam diabetik (Akhtyo. 2009). ulkus. 2013). kaki sudah mengalami kaki nekrotik. 2013). Pada pasien yang mengalami akan mengganggu suplai darah dan oksigen gangguan peredaran darah kaki maka akan menuju sel saraf (Subekti. Penatalaksanaan sistolik di pergelangan kaki dengan tekanan darah pada DM tipe-2. Hasil terjadinya kelainan bentuk kaki. Penyakit arteri perifer merupakan Latihan fisik sebagai salah satu pilar manifestasi paling sering adanya aterosklerosis tatalaksana pasien DM sangat bermanfaat dalam perifer yang menyebabkan menurunnya sirkulasi kontrol glukosa darah. 2009). gangren. terapi gizi medis . Populasi penelitian penderita penyakit arteri perifer dengan membandingkan DM dengan teknik random sampling sebanyak 30 sistolik tekanan darah di pergelangan kaki ke yang orang dengan 15 kelompok intervensi dan 15 lebih tinggi dari brakialis yang tekanan darah orang kelompok control. resiko tinggi luka di kaki. dan berkesinambungan harus (ABI) yaitu mengukur rasio dari tekanan sistolik dilaksanakan berdasarkan empat pilar manajemen di lengan dengan tekanan sistolik kaki bagian DM yaitu : latihan jasmani. sensorik. yang merupakan estimasi terbaik dari penimbunan sorbitol dan fruktosa tersebut dapat pusat tekanan darah sistolik. Gangguan neurovaskular yang terjadi arteri perifer (PAP). Insulin yang semula tinggi maka perumusan masalah dalam penelitian ini di pembuluh darah dapat digunakan sel otot adalah Apakah ada Pengaruh Senam Diabetes sebagai energi. keterbatasan gerak sendi. dan otonom (Suyono. dan pasien perlu 2012). ABI dihitung dengan membagi tekanan edukasi. 2011). serta mengatasi penebalan atau penandukan pada kuku kaki. dan durasi latihan (Sari. mencegah kesemutan. Dengan adanya pergerakan pada otot-otot yang beraktivitas dapat Berdasarkan latar belakang masalah di atas meningkatkan insulin. Latihan fisik dapat meningkatkan gangguan peredaran darah kaki maka akan permeabilitas membran sel terhadap glukosa ditemukan tekanan darah tungkai lebih rendah sehingga resistensi insulin berkurang atau dibandingkan dengan tekanan darah lengan yang sensitivitas/respon reseptor pada sel terhadap dapat dilihat dari skor ABI (Ostemy. sorbitol. Gangguan aliran darah pada kaki dapat Upaya pengelolaan DM yang lebih baik. Pemeriksaan ABI sangat mencapai kendali glikemik dan kendali faktor berguna untuk mengetahui adanya penyakit arteri risiko kardiovaskular (Suyono. perifer (PAP). terutama pada pasien DM darah pada kaki. 2009). motorik. dan terapi farmakolgi. insulin meningkat. memerlukan terapi agresif untuk sistolik di lengan. borok yang perlu yang perlu penanganan Latihan Senam Diabetes yang dilakukan multi disiplin ilmu (ADA. dengan intervensi .

2.1 1.488. median 0.2 dapat dilihat bahwa rata-rata nilai ABI penderita diabetes melitus pada kontrol I dengan nilai mean 1.535.488 0.516 1.8 standar deviasi 0. LPPM STIKes Perintis Padang 70 .1 0.2 standar deviasi 0.3 Sesudah Berdasarkan tabel 3. No Variabel Definsi Operasional Cara Ukur Alat Ukur Hasil Ukur Skala Ukur Variabel Independen 1 Senam Senam merupakan Pengukuran Lembar Kelompok Nominal diabetes kegiatan latihan fisik cara Observasi intervensi yang dilakukan 2 kali berkelompok seminggu pada penderita DM selama 4 minggu Variabel Dependen 2 Pemeriksa prosedur pemeriksaan Pengukuran Tensi Pengukuran Rasio an ABI ekstremitas bawah ABI Meter dijabarkan untuk mendeteksi dalam mg/dd kemungkinan adanya peripheral artery disease (PAD) dengan cara membandingkan tekanan darah sistolik tertinggi dari kedua pergelangan kaki dan lengan 3.3 Sebelum Kontrol II 1.1 median 1.8 Sebelum Intervensi 1.2 Rata-rata Nilai ABI Responden pada Pengukuran I dan Pengukuran II pada Kelompok Kontrol di Puskesmas Andalas Padang Tahun 2016 Pengukuran Mean Standar Min Max Nilai ABI Deviasi Kontrol I 1.2 standar deviasi 0.594.516.7 0.1 1.2 median 1. Pengolahan data menggunakan uji T-Test dengan tingkat melalui analisa data secara univariat dan bivariat kepercayaan 95% = 0. rata-rata nilai ABI penderita diabetes melitus pada kontrol I & dengan nilai mean 1.1 0.7 0. Rata-rata nilai ABI sesudah perlakuan senam diabetes melitus dengan nilai mean 1. median 1.1 Rata-rata Nilai ABI Responden Sebelum dan Sesudah Perlakukan di Puskesmas Andalas Padang tahun 2016 Mean Standar Min Max Deviasi Intervensi 0. HASIL DAN PEMBAHASAN 1) Rata-rata ABI Sebelum dan Sesudah Kelompok Intervensi Tabel 3.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 dilakukan dengan observasi.1 dilihat rata-rata nilai ABI sebelum perlakuan senam diabetes melitus dengan nilai mean 0.594 1.7.2 Sesudah Berdasarkan tabel 3.1 1.05.535 1.2 standar deviasi 0.2 0. 2) Data ABI pada Pengukuran I dan II pada Kelompok Kontrol Tabel 3.

keadaan pembuluh darah relatif masih baik.3 menunjukan rata-rata perbedaan nilai ABI sebelum dan sesudah diberi perlakuan adalah 0. Untuk kontrol didapatkan nilai p value 0. Puskesmas Padamara Purbalingga ditemukan PEMBAHASAN hasil nilai ABI 7 sebelum di lakukan perlakuan.8 standar deviasi 0.8 merupakan borderline perfusion atau batasan perfusi.582 0.000 (p value < 0.036 0.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 3) Pengaruh Senam Diabetes Melitus dengan Nilai ABI Tabel 3.000 0.488 dan nilai terendah adalah kebutuhan nutrisi dan oksigen pada ekstremitas 0.3467 15 0. Gejala primer PAD LPPM STIKes Perintis Padang 71 .3 Perbedaan Rerata Nilai ABI pada Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol di Puskesmas Andalas Padang Tahun 2016 Pengukuran Mean N SD T Hitung p value 95% Confidence Nilai ABI Interval of The Difference Lower Upper Intervensi 0.6 sampai 0. 2009).3112. sehingga 0. Hasil penelitian ini hampir sama dengan namun perlu pemantauan untuk mengantisipasi penelitian Trisumarni (2011) tentang Pengaruh terjadinya PAD (Mansjoer. median yang bermakna pada pembuluh perifer.3821 Kontrol Tabel 3.7.05).4 Rata-rata Selisih nilai ABI antara Kelompok Intervensi dengan Kelompok Kontrol di Puskesmas Andalas Padang Tahun 2016 Pengukuran Mean N SD T Hitung p 95% Confidence Nilai ABI value Interval of The Difference Lower Upper Intervensi dan 0. Setelah dilakukan uji statistik independent T-test untuk intervensi didapatkan nilai p value 0.073 untuk intervensi dan nilai ABI sebelum dan sesudah diberi perlakukan 0.3112 0.582 (p value > 0. Berarti terdapat perbedaan bermakna antara selesih rerata nilai ABI kelompok intervensi dan kelompok kontrol. artinya ada pengaruh senam diabetes melitus dengan nilai ABI pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Andalas Padang.034 Sebelum dan Sesudah Kontrol I dan 0.7 dan nilai tertinggi adalah 0. Penderita DM yang tergolong usia sebanyak 5 orang mengalami ABI 0.073 15 0.007 15 0.007 untuk kontrol.564 0.981 0. orang mengalami nilai ABI 0.3821. intervensi dan kontrol tertinggi 0. ABI dalam sistem melitus dengan nilai ABI pada pasien di rentang 0.112 0.3467 untuk rata-rata intervensi dan kontrol terendah 0.000 0.019 0. 4) Selisih Intervensi dengan Kontrol Tabel 3.0704 -4.8.7 dan 10 pertengahan / middle age (45 – 49 tahun). Setelah dilakukan uji statistik dependent T-test untuk intervensi didapatkan nilai p value 0. 2005).9 dinilai sebagai Diabetes Melitus nilai normal atau terbebas dari keadaan PAD (Periperal Arteri Deases) karena darah masih Rata-rata nilai ABI sebelum perlakuan senam bersirkulasi dengan baik tanpa adanya obstruksi diabetes melitus dengan nilai mean 0.4 menunjukan rata-rata perbedaan nilai ABI intervensi dan kontrol diberi perlakuan adalah 0.8.05) artinya tidak ada pengaruh senam diabetes melitus dengan nilai ABI.0458 0.05).032 Kontrol II Tabel 3. Hal ini dapat bawah dapat terpenuhi dengan baik (Smeltzer & dilihat dari pengisian lembar observasi dimana Bare.000 (p value < 0. 1) Nilai ABI Sebelum di Berikan Senam ABI dengan nilai lebih dari 0.1652 20.

48. 0. Hasil penelitian Hendro 1. pada ABI dikarenakan penderita sudah melakukan Analisa peneliti nilai sedang pada ABI senam diabetes melitus selama 30 menit. Bare. dan akan membuat kadar gula diabetes melitus sebagian besar dapat dijumpai darah menjadi terlalu rendah atau yang biasa pada perempuan dibandingkan laki-laki. 2008). 0. adanya efektifitas senam DM dapat menurunkan ABI dengan nilai lebih dari 0. Artinya tahun.516 dan nilai terendah adalah melitus dengan nilai ABI. lebih tinggi dibandingkan laki-laki (Widyanthari. 2009).7%). 2004 dalam (kaludikasio intermiten) mulai terasa (Smeltzer. Chaniago. 3) Pengaruh senam diabetes melitus dengan nilai ABI (Ankle Brachial Indeks) 2) Nilai ABI Sesudah di Berikan Senam Diabetes Melitus Hasil penelitian ini hampir sama dengan penelitian Trisumarni (2011) tentang Pengaruh Berdasarkan tabel 4. Perubahan tersebut menyebabkan kekakuan pada kaki maka akan ditemukan tekanan darah pembuluh darah. Secara umum mayoritas LPPM STIKes Perintis Padang 72 . dan kejadian diabetik. senam 2 dikarenakan penderita diabetes melitus tidak kali seminggu dalam 4 minggu. pernah melakukan aktifitas fisik seperti senam Senam akan mempengaruhi tubuh dalam diabetes melitus. memperbaiki aliran darah. Berdasarkan penelitian. kebutuhan nutrisi dan oksigen pada ekstremitas bawah dapat terpenuhi dengan baik.4. ganguan aliran darah. Pada penelitian ini nilai normal 0. Serabut di lapisan arterosklerosis periver yang menyebabkan media mengalami kalsifikasi. nilai normal atau terbebas dari keadaan Periperal Angkle Brachial Indeks (ABI) adalah invasif Artery Desease (PAD) karena darah masih tes non skrining vaskular untuk mengidentifikasi bersirkulasi dengan baik tanpa adanya obstruksi penyakit arteri periver dengan membandingkan yang bermakna pada pembuluh perifer (Smeltzer. Prevalensi PAD pada penderita DM Hal ini didukung oleh Sukatemin (2013). usia yang dari hasil dimana selisih 0.1 dan nilai tertinggi adalah 1. merangsang 2016).1.4 terbanyak terkena Diabetes Melitus adalah > 45 sebanyak 9 orang. Melakukan senam diabetes melitus dapat pembentukan glikogen baru dan mencegah memperlancar peredaran darah sehingga komplikasi lebih lanjut.3 sebanyak 4 orang.9 dinilai sebagai kadar gula darah pada penderita DM tipe 2. Tujuan senam adalah untuk meningkatkan LDL atau koleterol jahat tingkat trigliresida yang kepekaan insulin. Proses penuaan yang mengakibatkan lebih tinggi dari brakialis yang tekanan darah perubahan dinding pembuluh darah sehingga sistolik. Hasil penelitian (2011) tentang pengaruh senam diabetes melitus ini hampir sama dengan penelitian Trisumarni terhadap kadar glukosa darah pada penderita DM (2011) ditemukan hasil nilai ABI yaitu 1. sistolik tekanan darah di pergelangan kaki ke yang 2009).7 ada 5 orang dan nilai ABI 0.2 dapat dilihat bahwa senam diabetes melitus dengan nilai ABI pada rata-rata nilai ABI sesudah perlakuan senam pasien di Puskesmas Padamara Purbalingga diabetes melitus dengan nilai mean 1.2 standar deviasi 0.2% pada usia 70-79 tahun (Jaff. 2007). merupakan estimasi terbaik dari pusat mempengaruhi transportasi oksigen dan nutrisi ke tekanan darah sistolik. selesih yang paling banyak intervensi sebelum dan Data penelitian menunjukkan bahwa nilai ABI sesudah ini 0. menurunnya sirkulasi darah pada kaki.3 % pada usia 60-69 tahun.5 sebanyak 2 orang.5 % pada usia Bahwa ada hubungan status vaskuler terhadap 40-59 tahun. mencegah kegemukan. tekanan darah lengan yang dapat dilihat dari skor dan peningkatan kerja ventrikel kiri (Smeltzer & ABI (Sari. Pada penelitian ini ditemukan kejadian Berdasarkan analisa peneliti perubahan diabetes melitus banyak terjadi pada usia > 45 intervensi sebelum dan sesudah ini dapat dilihat tahun. senam yang teratur mempengaruhi nilai ABI memiliki jenis kelamin menjadikan tubuh bereaksi lebih sensitif peka perempuan sebanyak 20 orang (66. Selain itu jenis kelamin juga bereaksi terhadap insulin.2 tipe 2 di Desa Darussalam Medan ditemukan hasil sesudah di lakukan perlakuan. tipis dan terpotong.2. Lapisan inti menebal sebagai akibat merupakan manisfestasi paling sering adanya proliferasi seluler dan fibrosis. Penyakit arteri periver jaringan. Penyakit terhadap insulin. Hal ini disebut dengan hipoglikemia setelah melakukan disebabkan karena pada perempuan memiliki senam.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 berupa nyeri pada pantat/betis ketika berjalan 31. 2012). tipe 2 dilaporkan terjadi sebesar 20. median ditemukan hasil ada pengaruh senam diabetes 1.8 ada 10 orang. yang mengakibatkan peningkatan tungkai lebih rendah dibandingkan dengan tekanan pembuluh perifer. Pada serta kolagen yang menumpuk di lapisan inti dan pasien yang mengalami gangguan peredaran darah media.

LPPM STIKes Perintis Padang 73 .com//senam- sedangkan untuk meningkatkan kebugaran fisik kaki-diabetes-melitus. Rata-rata nilai ABI sesudah sebanyak 34 orang atau 53. 4.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 responden mengalami obstruksi vaskuler yaitu standar deviasi 0.1. Indonesia Analisa peneliti adanya pengaruh senam Mansjoer.1 standar penyakit) hingga nyeri dan rasa tidak nyaman. Konsensus pengelolaan dan senam DM memiliki pengaruh untuk pencegahan diabetes mellitus tipe 2 di meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh Indonesia. Jakarta: senam diabetes melitus dengan nilai mean 0.594. Jakarta : EGC senang pada responden dan juga dapat memotivasi Riset Kesehatan Dasar.. Jakarta: FKUI RSCM. (2014). Rata-rata nilai ABI sesudah pada Dua gejala yang paling umum yang terkait dengan kelompok kontrol senam diabetes melitus dengan gangguan vaskularisasi adalah klaudikasio nilai mean 1. Intensitas latihan untuk daya tahan paru 5.001.2. 2010. Jakarta : Media Aesculapius diabetes melitus selama 4 minggu yang dilakukan Fakultas 2 kali sehari selama 30 menit. maka melitus dengan Peripheral arterial disease.7 FakultasKedokteranUniversitas Indonesia. Andalas Padang.000 di Puskesmas kejadian ulkus.. Adapun waktu obesity and risk of type-2 diabetes in U. menit.. durasi latihan ditambah sampai maksimal 60 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas menit dimana latihan ini dilakukan pada pagi hari. Badan penelitian responden yang lain untuk melakukan olah raga dan pengembangan kesehatan Kementrian secara teratur.535. pendinginan 5 menit sehingga latihan intinya 20 Pemeriksaan ankle brachial index (ABI).Soewondo. deviasi 0. Imam. Apabila THR belum terpenuhi. Rata-rata nilai bervariasi. Pradana. Gambaran klinis gangguan vaskularisasi mean 1. Waktu atau Aktyo 2009 . USA: p.. of the Expert Commite on the Diagnosis and Misalnya responden berusia 45 tahun maka denyut Classifications of Diabetes Mellitus jantungnya harus bisa mencapai 105 kali per Diabetes Care. Sidartawan.S. nyeri. REFERENSI jantung sebesar 60 – 70% detak jantung maksimal.blogspot.. KESIMPULAN &Subekti. dan rasa ketat atau baal pada ekstremitas rata nilai ABI kelompok intervensi dan kelompok yang terkena neuropati dan ada hubungan dengan kontrol dengan p value = 0. 2005.1% (dari ringan sampai perlakuan senam diabetes melitus dengan nilai berat).diabetes melakukan palpasi pada arteri misalnya arteri journal. responden harus mencapai THRnya dengan Clinical Practice Recommendations Report menggunakan rumus 60% x (220 – umur). Vol.S.care. standar deviasi 0.1 standar deviasi 0. Kesehatan RI. Di akses pada 17 diperlukan waktu berlatih 20 – 60 menit yang Desember didahului 3 – 5 menit pemanasan dan diakhiri Chaniago.488. 2005. Soegondo. durasi yang diperlukan setiap kali latihan http://www akhtyo. Kualitas yang digunakan selama perlakuan yaitu ADA (American Diabetes Assosiation).S4-S24. Selain itu senam DM juga memberikan rasa Proses Penyakit Edisi 6. radialis atau arteri carotis communis. Kualitas yang menunjukan berat ringannya latihan. Konsep Klinis Proses- tubuh. mulai dari tidak bergejala sampai ABI sebelum pada kelompok kontrol senam menimbulkan gejala (umumnya pada awal diabetes melitus dengan nilai mean 1. Terdapat interiten dan nyeri atau sakit pada ekstremitas perbedaan rerata antara sebelum dan setelah bawah. Hal ini dapat dilihat PERKENI. Ratna Sitorus.Edisi 4. khususnya meningkatkan fungsi dan metabolisme Price and Wilson. Penatalaksanaan Rata-rata nilai ABI sebelum perlakuan Diabetes MelitusTerpadu. Senam kaki diabetes militus .516.5 menit pendinginan. 2011. http://www. menit sampai responden mencapai Target Heart (2016) post exercise Pada pasien diabetes Rate (THR). (2009). 2007. Overall and central dengan 3. Executive responden untuk bisa mencapai THRnya yang summary: Standars of medical care in diukur 10 – 20 detik setelah latihan dengan diabetes-2014. Yulia.A. Arman Y. Terdapat perbedaan selisih rata- kram. Kapita Selekta diabetes melitus dengan nilai ABI pada penelitian Kedokteran . Klaudikasio interiten ditandai dengan perlakukan pada kelompok intervensi dengan nilai adanya kelemahan. (2013). p value = 0.Edisi ketiga Jilid 1 Cetakan ini dikarenakan pasien rutin melakukan senam Keenam. yang diperlukan selama latihan yaitu 30 menit black women dengan waktu untuk pemanasan 5 menit dan Made Widyanthari. rasa tidak nyaman. Oleh karena itu peneliti mewajibkan American Diabetes Association. dkk.

Tingkat Kepuasan Pasien Immobilisasi tentang Pelaksanaan Personal Hygiene oleh Perawat di RSU Kota Yogyakarta. STIKes Harapan Bangsa Wound Ostomy Continence Nurs. R. 2012. Suyono S. Diabetes Melitus (Dilengkapi Dengan Senam DM).G. Jakarta : Balai Penerbit FKUI Trisumarni. dkk Jakarta. H. Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu. Ankle Brachial Index Quick Reference Guide for Clinicians. S. Sukatemin.& Bare. Suzanne C. 2009. Skripsi: Yogyakarta: Fakultas Kedokteran UGM. Alih Bahasa Kuncara. Published by Lippincott Williams & Wilkins LPPM STIKes Perintis Padang 74 . dkk (2011). N. (2012). (10 . B.. Yogyakarta: Medika Book.ed.Y. Patofisiologi Diabetes Melitus. Brenda G. Buku Ajar Medikal Bedah Edisi 8 Volume 2.). Vol. EGC Subekti. Smeltzer. Diagnosa dan Klasifikasi Diabetes Melitus Terkini dalam Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu : .2007:17.C & Bare. Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Terpadu. Texbook of Medical Surgical Nursing. 2013. Sidartawan S. Sari. Philadeiphia: Lippincott William & Wilkins. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2010. pengaruh terapi senam kaki terhadap penurunan glukosa darah pada lansia dengan DM. (2009). 2002.2.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Smeltzer. Imam.

Mera Delima2).com Prodi D III Keperawatan STIKes Perintis Sumbar ananopa@gmail. promotif.co. hal ini tertuang dalam masyarakat mempunyai kesan pertama dalam Undang-Undang nomor 44 tahun 2009 tentang menilai rumah sakit adalah penampilan dari rumah sakit. satisfaction patients dikembangkan Likert (dikenal dengan istilah skala 1. No conclusion there was a correlation physical qualities with satisfaction patients go the way in the hospital a stroke national Bukittinggi. insurance. waiting times medical services more than two hours .Advice should hospital maintaining quality of registration in the hospitality officers . Kalpana Kartika3) Prodi D III Keperawatan STIKes Perintis Sumbar amalia. preventif. PENDAHULUAN Likert). response. rumah sakit di negara maju meningkatkan mutu sehingga pelayanan di instansi rawat jalan dapat dan kualitas pelayanan terhadap pasien rawat menyebabkan pasien tidak puas dan akan jalan. The results of the study bivariat or physical qualities with satisfaction patients value p 0. there was a correlation the quality of reliable. Pada umumnya rumah sakit memberikan pelayanan kepada pasien yang datang sesuai Pelayanan kesehatan pasien rawat jalan kini dengan kemauannya dan bila distribusi waktu merupakan salah satu pelayanan yang menjadi pelayanan tidak di ketahui maka akan perhatian utama rumah sakit.endra@yahoo. keramahan perawat. while the quality of reliable. and clarity information the public. kepuasan pasien dapat dilihat dari Rumah sakit adalah suatu institusi ketersediaan sarana prasarana. Pengalaman ini berarti tidak dapat memenuhi kebutuhan dapat diartikan sebagai suatu perlakuan atau masyarakat. response.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 KUALITAS PELAYANAN RAWAT JALAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT STROKE NASIONAL BUKITTINGGI Endra Amalia1). maupun preventif serta menyelenggarakan pelayanan rawat jalan dan rawat inap juga Dalam memberikan pelayanan umumnya perawatan di rumah. outpatient . this condition was quite risk down quality of services outpatient in hospital.Samples to be taken as many as 97 people. mengatakan kursi tunggu pasien dan kamar kecil Berpedoman pada skala pengukuran yang (Toilet pasien) kurang memadai.com Abstract Health services outpatients is one of the service which concern the main hospital . 12 pasien menjadi determinan utama dari kepuasan pasien. Kegiatan dan prasarana pelayanan kesehatan antara lain 8 pasien mengatakan waktu tunggu yang mencerminkan kualitas rumah sakit juga diloket pendaftaran lebih dari satu jam. the speed of service . and attention with satisfaction patients value p 0.A design used in this research was deskritif correlation conducted in cross sectional . proses penyelenggara pelayanan kesehatan yang administrasi. skills . kuratif dan rehabilitatif.. Keywords : The quality of services .id Prodi Profesi NERS STIKes Perintis Sumbar meradelima@rocketmail. 5 pasien LPPM STIKes Perintis Padang 75 . tindakan rumah sakit yang sedang atau pernah dijalani.05. dan ditanggung oleh seseorang Berdasarkan survey awal dari 25 orang yang membutuhkan pelayanan kesehatan rumah pasien di RSSN Bukittinggi ditemukan keluhan sakit. yaitu pelayanan kesehatan paripurna pelayanan rawat jalan dan juga bagaimana kesan adalah pelayanan kesehatan yang meliputi lamanya waktu yang di berikan oleh rumah sakit. Penilaian terhadap mutu rumah sakit berakibat kunjungan pasien rawat jalan menurun bersumber dari pengalaman pasien. yang merupakan bagian integral dari sistem pelayanan seluruhnya menggambarkan tingkat kualitas yang kesehatan yang memberikan pelayanan kuratif paling tinggi. and attention with satisfaction patients go the way in the hospital a stroke national Bukittinggi.05. dirasakan. Hampir seluruh menyebabkan waktu tunggu pelayanan lama. insurance. According to the preliminary survey 25 patients in poly interne and neorologi rssn Bukittinggi got that waiting times in every registration more than an hour . the wait patients and the restroom ( the toilet patients ) inadequate .

0 No Kualitas Jaminan Frekuensi % 1. scoring.9 Jumlah 97 100. dan kualitas jaminan 62. Baik 61 62. 3.9 Jumlah 97 100.1 2.9 % baik.9 Jumlah 97 100. kualitas handal.8 % kurang baik.4 Jumlah 97 100. dan cleaning. & Perhatian di Rumah sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2016. No Kepuasan Fisik Frekuensi % 1.1 2. Baik 62 63.0 No Kepuasan Handal Frekuensi % 1.9 Jumlah 97 100. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Tabel 1 Distribusi Frekuensi Kualitas Fisik. Kurang 35 36. Kurang 35 36. Baik 38 39. tabulating.0 No Kualitas Perhatian Frekuensi % 1.1 2.0 No Kualitas Handal Frekuensi % 1. pelayanan rawat jalan di rumah sakit.2 2. Baik 62 63. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah Univariat dan Bivariat. adalah deskritif korelasi yang dilakukan secara Walaupun angka keluhan masih sangat kecil cross sectional. Kurang 36 37. karena dapat menurunkan kualitas digunakan peneliti adalah Consecutive sampling. Kurang 47 48.6 2. kualitas tanggap. METODE PENELITIAN Interne dan Poli Neorologi) RSSN Bukittinggi Desain yang digunakan dalam penelitian ini waktu tunggu pelayanan medis lebih dari dua jam.1 2.5 2. Tanggap. No Kualitas Fisik Frekuensi % 1. coding. Handal. Jaminan. Baik 50 51. Sampel yang diambil sebanyak 97 namun hal ini harus segera ditangani secepat orang. kepuasan pasien berobat di RSSN Bukittinggi. Kurang 59 60.5 LPPM STIKes Perintis Padang 76 . Jaminan. Tanggap. Handal. Baik 44 45.9 % baik Tabel 2 Distribusi Frekuensi Kepuasan Fisik.0 No Kualitas Tanggap Frekuensi % 1.8 Jumlah 97 100. Adapun Data yang telah dikumpulkan dengan tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui menggunakan instrumen penelitian selanjutnya hubungan kualitas pelayanan rawat jalan dengan diolah melalui tahap-tahap: editing. Kurang 53 54.0 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa untuk kualitas fisik 60. Teknik pengambilan sampel yang mungkin.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 mengatakan dibeberapa poli rawat jalan (Poli 2. processing. kualitas perhatian sama 63. & Perhatian di Rumah sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2016. Kurang 35 36. Baik 62 63.

5 31 52.0 No Kepuasan perhatian Frekuensi % 1.1 39 62.003 < 0.6 Jumlah 97 100.05 ) sehingga Ha ditolak maka tidak ada hubungan kualitas fisik dengan kepuasan pasien berobat jalan di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi. Baik 48 49.5 59 100 Jumlah 53 54.4 %.05 ) sehingga Ha diterima maka ada hubungan kualitas handal LPPM STIKes Perintis Padang 77 .0 No Kepuasan Jaminan Frekuensi % 1.5 Jumlah 97 100. Berdasarkan uji statistik didapatkan P vulue 0.4 35 100 0.2 38 100 0.003 bila dibandingkan dengan nilai α = 0. kepuasan handal 51.9 %.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Jumlah 97 100.8 13 34.5 % baik. sedangkan kualitas pelayanan handal yang baik mempunyai kepuasan pasien kurang baik 37.129 Baik 28 47.8 % dan kepuasan pasien yang baik 34.5 97 100 Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa dari kualitas pelayanan handal yang kurang baik mempunyai kepuasan pasien kurang baik 68.5 2.0 Berdasarkan table diatas dapat dilihat untuk kepuasan fisik 54 6 % kurang baik.077 bila dibandingkan dengan nilai α = 0.5 kurang baik. Baik 52 53. Kurang 45 46.0 No Kepuasan Tanggap Frekuensi % 1. Berdasarkan uji statistik didapatkan P vulue 0.9 62 100 Jumlah 47 48. kepuasan tanggap 52.2 %.6 % dan kepuasan pasien yang baik 31. Tabel 3 Hubungan Kualitas Pelayanan Fisik Dengan Kepuasan Pasien Di Rawat Jalan Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2016 Kualitas Kepuasan Pasien P OR Pelayanan value Fisik Kurang % Baik % Total % n N n Kurang 25 65.077 2.4 2. 6 % baik.5 50 51. Hasil OR didapatkan 2.6 Jumlah 97 100.077 > 0.05 maka P vulue > dari α ( 0.6 44 45. Tabel 4 Hubungan Kualitas Pelayanan Handal Dengan Kepuasan Pasien Di Rawat Jalan Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2016 Kualitas Kepuasan Pasien P OR Pelayanan value Handal Kurang % Baik % Total % n N n Kurang 24 68.700 Baik 23 37. dan kepuasan perhatian 53.05 maka P vulue < dari α ( 0. sedangkan kualitas pelayanan fisik yang baik mempunyai kepuasan pasien kurang baik 47.5 %.1 % dan kepuasan pasien baik 62.6 % baik. Baik 51 52.129 artinya kualitas fisik yang kurang baik mempunyai peluang 2 kali untuk tidak mendapatkan kepuasan pasien dibandingkan dengan kualitas fisik yang baik. Kurang 46 47.003 3. kepuasan jamainan 50.4 2.5 % dan kepuasan pasien baik 52.6 11 31.4 97 100 Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa dari kualitas pelayanan fisik yang kurang baik mempunyai kepuasan pasien kurang baik 65. Kurang 49 50.

811 artinya kualitas jaminan yang baik mempunyai peluang 14.000 13.6 % dan kepuasan pasien baik 69.05 maka P vulue < dari α ( 0.5 61 100 Jumlah 49 50. Hasil OR didapatkan 3.896 Baik 16 25.9 36 100 0.5 97 100 Berdasarkan Tabel diatas.000 bila dibandingkan dengan nilai α = 0.6 97 100 Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa dari kualitas pelayanan tanggap yang kurang baik mempunyai kepuasan pasien kurang baik 77.1 35 100 0.000 < 0.5 %.8 46 74. sedangkan kualitas pelayanan jaminan yang baik mempunyai kepuasan pasien kurang baik 29.05 maka P vulue < dari α ( 0.1 8 22.6 97 100 LPPM STIKes Perintis Padang 78 .811 Baik 18 29.5 48 49. Berdasarkan uji statistik didapatkan P vulue 0.2 62 100 Jumlah 45 46.8 kali untuk mendapatkan kepuasan pasien dibandingkan dengan kualitas jaminan yang kurang baik. dapat dilihat bahwa dari kualitas pelayanan jaminan yang kurang baik mempunyai kepuasan pasien kurang baik 86.000 7. Tabel 7 Hubungan Kualitas Pelayanan Perhatian Dengan Kepuasan Pasien Di Rawat Jalan Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2016 Kualitas Kepuasan Pasien P value OR Pelayanan Kurang % Baik % Total % Perhatian N n n Kurang 29 82.9 %.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 dengan kepuasan pasien berobat jalan di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi.6 kali untuk mendapatkan kepuasan pasien dibandingkan dengan kualitas tanggap yang kurang baik.4 62 100 Jumlah 46 47.5 43 70.4 %.5 % dan kepuasan pasien baik 70. sedangkan kualitas pelayanan tanggap yang baik mempunyai kepuasan pasien kurang baik 30.6 43 69.000 bila dibandingkan dengan nilai α = 0.638 artinya kualitas tanggap yang baik mempunyai peluang 7. Tabel 5 Hubungan Kualitas Pelayanan Tanggap Dengan Kepuasan Pasien Di Rawat Jalan Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2016 Kualitas Kepuasan Pasien P value OR Pelayanan Kurang % Baik % Total % Tanggap n N n Kurang 27 77.4 52 53. Tabel 6 Hubungan Kualitas Pelayanan Jaminan Dengan Kepuasan Pasien Di Rawat Jalan Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2016 Kualitas Kepuasan Pasien P value OR Pelayanan Kurang % Baik % Total % Jaminan N N n Kurang 31 86.9 %.9 35 100 0.7 kali untuk mendapatkan kepuasan pasien dibandingkan dengan kualitas handal yang kurang baik.4 51 52.000 < 0.638 Baik 19 30.700 artinya kualitas handal yang baik mempunyai peluang 3.1 % dan kepuasan pasien yang baik 22.05 ) sehingga Ha diterima maka ada hubungan kualitas tanggap dengan kepuasan pasien berobat jalan di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi. Hasil OR didapatkan 7. Hasil OR didapatkan 14.9 6 17.05 ) sehingga Ha diterima maka ada hubungan kualitas tanggap dengan kepuasan pasien berobat jalan di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi. Berdasarkan uji statistik didapatkan P vulue 0.000 14.1 % dan kepuasan pasien yang baik 13.1 5 13.

000 < 0. harapan pasien serta kebutuhan mereka. Kualitas memberikan terlatih. fasilitas dan alat yang mencukupi untuk suatu dorongan kepada pasien untuk menjalin dapat memberikan pelayanan yang berkualitas.003 bila dibandingkan menyenangkan dan meminimumkan atau dengan nilai α = 0. kualitas pelayanan memiliki hubungan yang erat pencegahan dan terapi maka diperlukan tenaga dengan kepuasan pasien. jaminan.05 maka P vulue < dari α ( 0.8 % dan kepuasan pasien baik 74. dan perhatian didapatkan P vulue sama kesetiaan atau loyalitas kepada perusahaan karena yaitu P vulue 0. Dahulu Rumah sakit dianggap hanya sehingga Ha diterima maka ada hubungan kualitas sebagai suatu tempat penderita ditangani.000 < 0.896 artinya kualitas perhatian yang baik mempunyai peluang 13. dimanapun lokasinya.7 kali untuk mendapatkan kepuasan pasien Kaitan antara kepuasan pasien dengan dibandingkan dengan kualitas handal yang kurang persepsi pasien tentang prosedur rawat jalan baik.05 ) sehingga Ha diterima maka ada hubungan kualitas perhatian dengan kepuasan pasien berobat jalan di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi.05 maka P vulue < dari α ( 0. α = 0. Berdasarkan uji statistik didapatkan P vulue 0. kualitas handal yang baik mempunyai peluang 3. Saat ini tanggap. ikatan seperti ini pelayanan kesehatan ditetapkan menjadi hak bagi memungkinkan untuk memahami dengan seksama semua.077 > 0. menceritakan pengalaman yang baik kepada kualitas pelayanan merupakan hal yang sangat pasien lainnya.000 bila dibandingkan dengan nilai α = 0. Rumah Berdasarkan uji statistik Hubungan sakit dapat meningkatkan kepuasan dengan cara kualitas handal dengan kepuasan pasien memaksimumkan pengalaman pasien yang didapatkan P vulue 0. orang bahkan satu dari lima pasien yang tidak puas Hasil OR didapatkan 2.05 maka P vulue < dari α ( meniadakan pengalaman pasien yang kurang 0.05 maka P vulue > dari α ( 0.2 %. adalah semakin baik kualitas pelayanan yang Pelayanan yang bermutu atau kualitas diberikan maka tingkat kepuasan pasien juga akan yang handal merupakan hal yang penting karena meningkat.129 artinya kualitas fisik akan menceritakan masalahnya kepada dua puluh yang kurang baik mempunyai peluang 2 kali untuk temannya ( Krowinski dan Steiber.1 %. Persepsi Kualitas Pelayanan Fisik Dengan Kepuasan tentang kualitas handal yang buruk akan sangat Pasien Di Rawat Jalan Rumah Sakit Stroke mempengaruhi keputusan dalam kunjungan Nasional Bukittinggi Tahun 2016 didapatkan P berikutnya dan pasien biasanya mencari rumah vulue 0.000 bila dibandingkan dengan nilai memberikan kualitas yang memuaskan ( Tjiptono.05 ) 2000: 54 ). diagnosis. diminta patut diperoleh masyarakat dengan alasan Dalam jangka panjang. sehingga dapat menciptakan jaminan. ikatan hubungan yang kuat dengan kepuasan. Pasien yang puas sangat LPPM STIKes Perintis Padang 79 . Secara tidak 0.05 ) langsung pasien akan mempunyai persepsi tentang sehingga Ha ditolak maka tidak ada hubungan mutu pelayanan yang buruk akan menceritakan kualitas fisik dengan kepuasan pasien berobat pengalamannya kepada delapan sampai sepuluh jalan di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi. atau pelanggan.05 ) sehingga Ha diterima maka ada menyenangkan.003 < 0. dan perhatian dengan kepuasan rumah sakit dianggap sebagai suatu lembaga yang pasien berobat jalan di Rumah Sakit Stroke giat memperluas layanannya kepada penderita Nasional Bukittinggi. Seiring meningkatnya Tjiptono (2000:54) menyebutkan bahwa kerumitan pelayanan kesehatan.077 bila dibandingkan dengan nilai α = sakit lain ( Jackovitz. 1997 ).9 % dan kepuasan pasien yang baik 17. tidak mendapatkan kepuasan pasien dibandingkan Sebaliknya ketika pasien mendapatkan kualitas dengan kualitas fisik yang baik. sedangkan kualitas pelayanan perhatian yang baik mempunyai kepuasan pasien kurang baik 25. Hasil OR didapatkan 3. Hasil OR didapatkan 13.8 kali untuk mendapatkan kepuasan pasien dibandingkan dengan kualitas perhatian yang kurang baik. penting dalam menciptakan kepuasan konsumen Berdasarkan uji statistik Kualitas tanggap.700 artinya yang memuaskan. PEMBAHASAN persepsi tentang kualitas pelayanan suatu rumah Berdasarkan uji statistikHubungan sakit terbentuk saat kunjungan pasien. Pada gilirannya kepuasan pasien hubungan kualitas handal dengan kepuasan pasien dapat menciptakan kesetiaan atau loyalitas kepada berobat jalan di Rumah Sakit Stroke Nasional rumah sakit yang memberikan kualitas pelayanan Bukittinggi. handal yang baik maka pasien tersebut akan Rumah Sakit sebagai perusahaan jasa. 2000 ).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa dari kualitas pelayanan perhatian yang kurang baik mempunyai kepuasan pasien kurang baik 82.

terhadap pasien. Konsorsium RSI Jawa Tengah. membuat terjadinya antrian panjang. DIY. Jhon. 4. Rineka Cipta. 1996. Aspen System Corporation. P. lokasi yang tidak dekat antara Jacobalis S. d) Nursalam. dan kepuasan memuaskannya. baru dengan pasien lama dipisah di MR. R. Lebih dari separo kepuasan fisik 54 6 % Behavioral Intention” Jurnal of Health Care kurang baik.. Customer Satisfaction. Keadaan ini akan sangat perhatian 53.. jaminan. 49.9 % baik. pembayaran kemudian melakukan pemeriksaan RinekaCipta laboratorium dan menunggu hasil laboratorium. 2006. laboratorium. yaitu “seharusnya. Implementasi dan pembayaran dan kembali ke farmasi untuk Pengendalian. 1989. Pengantar Sistem didapat melalui : a) Komplain pasien yang Rekam Medis. Frey and Daly.Metodologi laboratorium. diketahui saat dilakukannya proses pendaftaran Departemen Kesehatan RI. Sistem awal. dimulai dari proses administrasi. CV. Jakarta : Persi kehilangan waktu. Seperti saat pasien ingin Katz dan Jacqueline. Ultimate Patient Satisfaction.. Vol. untuk pasien di rawat jalan hanya ada satu. GP. Managing Quality menebus obat. Kesimpulan dari hasil penelitian ini sebagai Bandung : Alfabeta berikut: Suprapto J. Lebih dari separo untuk kualitas fisik 60. B. Pengukuran Tingkat Kepuasan a. Jakarta. e) Toilet umum Sabarguna. pasien setelah diberikan resep Missouri: Mosdy. waktu tunggu kita berkurang. PT Prenhalindo. dan Woodside.8 % Pelanggan Untuk Menaikkan Pangsa Pasar.6 % baik. Manajemen Pemasaran: Analisis kemudian kembali ke kasir untuk melakukan Perencanaan. 41-50 memberikan senyum (berlaku ramah tamah) Riwidikdo.Soekijo. Work. Tidak ada hubungan kualitas fisik dengan produknya yang juga dapat dijadikan sebagai kepuasan pasien berobat jalan di Rumah Sakit salah satu langkah atau strategi marketing yang Stroke Nasional Bukittinggi tahun 2016 dikenal dengan "Word of Mouth" atau biasa kita d. KESIMPULAN Sugiyono. Semarang. London.5 kurang baik. dan perhatian dengan kepuasan Kondisi yang terjadi di Rumah Sakit pasien berobat jalan di Rumah Sakit Stroke Stroke Nasional Bukittinggi adalah kurangnya Nasional Bukittinggi tahun 2016 sinergisitas antar unit pemberi pelayanan. 2004. 1997. Metode Penelitian Bisnis. REFERENSI proses pemberi pelayanan jasa kesehatan.2005. LPPM STIKes Perintis Padang 80 . menunggu daftar biaya dari Notoadjmodjo. Marketing. menunggu panggilan. O. Putnam. pasien harus Melly. Jakarta. ini ”. Keterbatasan petugas administrasi dan petugas Jakarta. and b. c) Demikian pula hal nya Mc. 1997. pendaftaran antara pasien Kesehatan Nasional. 1997. Hospital What They Are Hair They harus antri yang cukup lama. 1997. Maryland. 1991. harus ke farmasi untuk menyerahkan resep Kotler. Handoko. kualitas perhatian sama 63. Metodologi Riset Keperawatan. 9 No..9 % baik tahun 2016 Quality. Priciple of Hospital dengan pasien yang hendak melakukan Administration. menyerahkan kwitansi pembayaran kemudian Jakarta. 4. pun dinilai pasien sangat kurang. jadi Fandi Tjiptono. kepuasan handal 51. kualitas handal. hingga 5. 2009. Andi. Tidak antri selama Yogyakarta.. Hal ini Bambang. kualitas tanggap. Jakarta. Jilid I Edisi 9. Menjaga Pelayanan Mutu di RS kasir dengan administrasi membuat pasien (Quality Assurance). Ada hubungan kualitas handal. Conceptual Model of Service Quality and Its karena banyaknya beban pekerjaan akan membuat Simplications for Future Research Journal of petugas tidak dapat bekerja secara optimal seperti Marketing Vol. menyerahkan surat pengantar pemeriksaan ke New York: HFMA. sehingga ketika ada pasien yang mau ke toilet juga Snock. Sons. pemeriksaan laboratorium. Kecepatan respon dari petugas Yogyakarta : Mitra Cendikia Press. kepuasan lingkungannya mengkonsumsi produk yang telah jamainan 50. 1997. New York. M. kembali ke kasir untuk melakukan Penelitian Kesehatan Masyarakat..Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 dimungkinkan untuk mempengaruhi kepuasan tanggap 52. akan berpengaruh terhadap respon dari petugas. Hal ini Parasuraman Zeithamel and Berry 1985. kurang baik. tanggap. Manajemen Jasa. b) Selain itu. Shofari. Infomedika kasir. 2001.5 % baik. “Linking Service kualitas jaminan 62. kenal omongan dari mulut ke mulut. Pemasaran Rumah Sakit. 1999. 2004.5-17. Rock Ville. 1989. Gibony. 6 % baik tahun 2016 membantu perusahaan dalam mempromosikan c. pembayaran. Statistik Kesehatan.

dan R&D . Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Hatta G. Teori. Pengelolaan Sistem Rekam Medik. Arief TQ. Jakarta: Buku Kedokteran ECG. Metode Penelitian Pendidikan (pendekatan kuantitatif. Bandung: alfabeta Wijono Dj.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Yulianto. Jakarta: Rineka Cipta DepKes RI. Universitas Indonesia Jakarta Pohan I. 1999. Prosedur penelitian Edisi Revisi. 2006. Pedoman Pengelolaan Rekam Medis Rumah Sakit Di IndonesiaRevisi 1I. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan . Analisis Kepuasan Pasien di Instansi Rawat Jalan RSU Jendral Ahmad Yani Metro Lampung. Tesis. 2008. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan Di Sarana Pelayanan Kesehatan. Yogyakarta: MMR-UGM. 2002. Jaminan Mutu Pelayanan Kesehatan . Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan CSGF (community of self help group forum ) . Semarang Sugiyono P. Shofari B. 2000. 2002. Perhimpunan Perekam Medik dan Informasi Kesehatan Indonesia. kualitatif. Klaten: LPP UNS & UNS Press Arikunto S. 2010. 2008. Surabaya: A LPPM STIKes Perintis Padang 81 . Strategi dan Aplikasi Volume 1.2010.

com Abstract child of Age toddler ( 1-3 year) refer concept of critical period and high plasticity in course of growing flower.2008).4%. setengah juta anak Laporan hasil literature yang telah dilakukan di berusia 6–16 tahun masih suka ngompol. 2009). balita yang susah mengontrol BAB dan BAK Selain itu mungkin ada berbagai motivasi yang (ngompol) mencapai 75 juta anak. yang Singapura yaitu 15% anak tetap mengompol terdiri dari:17% anak berusia 5 tahun. p-value of education is (SLTA) as much 64.2 . dan menurut Survey Kesehatan Rumah menahan eliminasi serta mampu Tangga (SKRT) Nasional diperkirakan jumlah mengkomunikasikan sensasi ini kepada orang tua.2 . mengeluarkan eliminasi (Wong. hal ini dikarenakan kegagalan toilet anal dan uretra terkadang dicapai kira-kira setelah training (Irwan. Sedangkan sekitar 30% LPPM STIKes Perintis Padang 82 . There is relation of between pattern take care of parent ably child in conducting toilet training of at child of age of toddler in Inwrought PAUD of Surya Kids Bukittinggi of year 2016 p-value = 0.3% anak perempuan di Inggris masih 2% anak berusia 15 tahun.034. 14% anak setelah berusia 5 tahun dan sekitar 1. parenting. p-value of pattern take care of premisif as much 64. toilet training 1.diperlukan faktor psikofisiologis Di Indonesia diperkirakan jumlah balita kompleks untuk kesiapan. Anak harus mampu mencapai 30% dari 250 juta jiwa penduduk mengenali urgensi untuk mengeluarkan dan Indonesia. With a sample of 45 respondents and data processing of Chi-Square test. mungkin antara usia 18 dan 24 bulan. There is relation between age ably the child by p-value = 0. There is relation of between Work ably child in conducting toilet training of at child of age of toddler by p-value = 0.016. p-value don’t work as much 62. dan 1– laki serta 0. One of major duty at a period to toddler is toilet training. Pattern take care of parent is pattern of interaction of between parent with child. There is relation of between education ably child in conducting toilet training by p-value = 0. berusia 7 tahun. Desain of this Research is Descriptive correlation with approach of cross sectional .Rahma Desi² Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Perintis Sumbar¹ Email : falemorin@yahoo.026.4%.9% at child of age of toddler in Inwrought PAUD of Surya Kids Bukittinggi of year 2016. Namun. anak berjalan. which pattern take care of the parent influenced by some factor among other things the close-knit past experience with pattern take care of and or attitude of their parent and the values embraced by parent. 2003). daripada memuaskan diri dengan Indonesia mencapai 12 % (Asti dan Faidah. PENDAHULUAN Salah satu tugas mayor pada masa toddler memiliki kebiasaan BAB sembarangan pada usia adalah toilet training.3% anak laki. Jumlah kasus penting untuk memuaskan orang tua dengan anak berusia 6 tahun yang masih mengompol di menahan. Expected by a research Keywords: characteristicsof parents.Kontrol volunter sfingter 7 tahun. target of this Research is to see Relation of Characteristic And Pattern Take Care Of Parent Ably Do Toilet Training of Child of Age of Toddler in Inwrought PAUD of Surya Kids Bukittinggi of Year 2016.040. Pursuant to statistical test from 45 people of responder got by result p-value of young age < 35 year as much 82. p-value owning ability in conducting toilet training as much 68.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN POLA ASUH ORANGTUA DENGAN KEMAMPUAN MELAKUKAN TOILET TRAININGPADA ANAK USIA TODDLER DI PAUD TERPADU SURYA KIDS BUKITTINGGI TAHUN 2016 Falerisiska Yunere¹.com Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Perintis Sumbar² Email : Desitrianda@gmail. 9% anak berusia 9 tahun. where data retrieval independent and dependent variables done coincide. Sebuah survey yang pernah ada di Indonesia oleh tabloid nakita menyebutkan.

Ada hubungan tingkat 18 tahun masih mengompol di tempat tidur. Setelah responden memahami Sampel dalam penelitian ini adalah anak penjelasan yang diberikan. pemanja. Diketahui bahwa 2 orang ibu tentang kemampuan toilet training pada anak usia yang berpendidikan tinggi dan bekerja sebagai toddler mengatakan bahwa anak usia toddler pengawai menerapkan pola asuh yang menuntut belum mampu melakukan toilet training secara anak untuk mematuhi semua keinginan orang tua mandiri. hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang toilet training dengan penerapan toilet Dari data UPT Perpustakaan Proklamator training pada anak usia toddler. Sedangkan 2 orang ibu yang berpendidikan kategori dengan pola asuh orang tua autoritatif tinggi. menandatangani inforcement consent dan untuk Instrumen untuk pengumpulan data pada pengisian lembaran kuesioner diisi langsung oleh penelitian ini menggunakan kuesioner yang responden. ataupun penelantar. METODE PENELITIAN Desain penelitian yang digunakan memberikan penjelasan tentang tujuan. 10% anak berumur 6 tahun. maka mengisi seluruh pernyataan dengan lengkap. bekerja sebagai ibu rumah tangga juga Wahid Hasyim Malang. pengumpulan data dilakukan dengan tahap Kuesioner yang telah diisi dikumpulkan dan LPPM STIKes Perintis Padang 83 . Dari 5 Bukittinggi terhadap 5 orang ibu yang mempunyai (lima) pimpinan PAUD yang peneliti wawancarai anak usia 3 tahun. Dan 1 orang ibu yang berpendidikan pada anak usia prasekolah (4-6 tahun ) di TK rendah. Peneliti mengingatkan responden untuk yang telah bersedia menjadi responden.8%.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 anak berumur 4 tahun.4%.bekerja sebagai ibu rumah tangga didapatkan sebanyak 85 % dengan toilet training menerapkan pola asuh memberikan kebebasan berhasil dan 15 % dengan toilet training tidak kepada anak untuk berkreasi sesuai dengan berhasil. dan tidak didapatkan pola asuh orang tua imajinasi anak. training pada anak usia 3 tahun sehingga anak belum mampu mengontrol kemampuan BAK dan Penelitian Ustari (2006) menunjukan bahwa BAB. pengetahuan ibu tentang penerapan toilet training Terdapat juga sekitar 20% anak usia balita tidak anak usia toddler (1-3 tahun). kepala Paud.manfaat adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan dan prosedur penelitian yang akan dilaksanakan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan Setelah mendapatkan persetujuan dari menggunakan instrument berupa kuesioner. (1-3 tahun) sebagaian besar tidak di terapkan 3% anak berumur 12 tahun dan 1% anak berumur sebanyak 56. menerapkan pola asuh yang memberikan pengarahan dalam mengajarkan kemampuan Penelitian Syahid (2009) menunjukan bahwa mengontrol BAK pada siang dan malam hari tingkat pengetahuan ibu tentang toilet training terhadap anaknya yang berusia 3 tahun juga sebagian besar tidak baik sebanyak 63. Berdasarkan hasil survei dan wawancara yang Dari 5 PAUD yang sudah di data di dapati jumlah telah dilakukan di PAUD Terpadu Surya Kids murid usia toddler kurang dari 50 orang. mengatakan bahwa anaknya sudah mandiri dalam Penerapan toilet training pada anak usia toddler hal mengontrol BAB dan BAK. Dari data tersebut PAUD Surya Kids dan tidak memberikan perhatian sepenuhnya mempunyai jumlah anak usia toddler cukup terhadap perkembangan anak terutama dalam banyak yang belum mampu melakukan mengajarkan kemampuan melakukan toilet kemampuan toilet training secara mandiri. maka peneliti memilih responden Sedangkan untuk pengisian kuesioner ini peneliti yang memenuhi kriteria untuk dijadikan calon menjelaskan pada responden yang berada di Paud responden. responden di minta usia toddler (1-3 tahun) di Paud Terpadu Surya persetujuannya yang dibuktikan dengan Kids dengan jumah 45 orang balita. Pustaka Tahun 2015 di dapatkan jumlah PAUD yang terdaftar di Bukittinggi sebanyak 43 PAUD. Kemudian peneliti memita responden tersebut. anaknya terutama dalam kemampuan mengontrol Sehingga dari keterangan tersebut dapat diperoleh BAK pada siang dan malam hari. memuat beberapa pernyataan yang telah di kembangkan oleh peneliti sesuai kerangka konsep.memberikan pengarahan terhadap yang otoriter. kepada responden. 2. Lebih lanjut melakukan toilet training dan 75% orang tua tidak penelitian Syahid (2009) menunjukan bahwa ada memandang kondisi seperti itu sebagai masalah. Ternyata anak kesimpulan bahwa pola asuh orang tua autoritatif sudah mampu mengontrol BAK pada siang dan lebih efektif terhadap keberhasilan toilet training malam hari.

dan penganalisaan data (analyzing).1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Orang Tua dalam melakukan toilet training Pada Anak Usia Toddler di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi Tahun 2016 Karakteristik F % 1.2 diatas dapat dilihat dari 45 orang tua sebahagian besar 64. Rendah 7 15.05 maka hasil hitung pembersihan data (cleaning).4% dengan jumlah 29 orang tua menerapkan pola asuh permisif kepada anaknya dalam melakukan kemampuan toilet training di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016.4 3.8 Pendidikan 1. Tinggi 9 20 2. Sedang 29 64.entri data. Kemudian peneliti Analisa univariat yang dilakukan akan mengakhiri pertemuan dengan mengucapkan dengan analisis distribusi frekuensi dan statistik terima kasih pada responden atas kerjasama. Pengolahan data terkumpul Analisa Bivariat yang dilakukan untuk diklasifikasikan dalam beberapa kelompok mengetahui hubungan variabel independent dan menurut sub variabel yang ada dalam pernyataan. Bekerja 17 37.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 diperiksa kelengkapannya. ≤ 35 Usia Tahun 37 82.2% dengan jumlah 37 orang tua berusia muda ≤ 35 tahun di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016. Hasil Penelitian Tabel 5.2 2.9 3 Permisif 29 64. 3. Tabel 5. maka hasil hitung bermakna. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN a.6 Pekerjaan 1.2 Total 45 100 Hasil analisis dari tabel 5.4 4 Laissez Faire 0 0 Total 45 100 Hasil analisis dari tabel 5.05 (coding). dependen dengan menggunakan uji statistik Chi- Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan Square.3 Distribusi Frekuensi Kemampuan Melakukan Toilet Training Pada Anak Usia Toddler di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi Tahun 2016 LPPM STIKes Perintis Padang 84 .8 2. sehingga jika nilai p> 0. penyajian data (out tersebut tidak bermakna dan jika nilai p ≤ 0. deskriptif untuk melihat dari variabel independent.1 diatas dapat dilihat dari 45 orang tua sebahagian besar 82. Tabel 5.2 Distribusi Frekuensi Pola Asuh Orang Tua Dalam Melakukan Toilet Training Pada Anak Usia Toddler di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi Tahun 2016 No Pola Asuh F % 1 Otoriter 3 6. Tidak Bekerja 28 62.7 2 Demokratis 13 28. pemindahan data (entering).05 put). Untuk melihat kemaknaan perhitungan langkah-langkah seperti pengkodean data statistik digunakan batasan kemaknaan 0. > 35 Tahun 8 17.

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 No Kemampuan Toilet Training F % 1 Mandiri 31 78.2 9 100 Total 31 68. Sedangkan dari 7 orang tua dengan pendidikan Rendah terdapat 57.792 yang artinya orang tua yang memiliki usia Muda memiliki peluang sebesar 3.1 Total 45 100 Hasil analisis dari tabel 5.5 8 100 0.1 37 100 Tua 7 87.05 sehingga P value < alpha maka secara statitik Ho Ditolak sehingga ada LPPM STIKes Perintis Padang 85 .6 29 100 0.1 7 100 Pendidikan Sedang 21 72.792 kali untuk lebih mampu melakukan kemampuan toilet training dari pada yang usianya tua di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016.5 Distribusi Frekuensi hubungan Pendidikan dengan kemampuan melakukan Toilet Training pada anak usia toddler di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi Tahun 2016 Kemampuan Toilet Pendidian Training Tidak F % P-value Orang Tua Mandiri Mandiri F % f % Pendidikan rendah 3 42.9 14 31.1 45 100 Hasil analisis dari tabel 5.5 diatas dapat dilihat bahwa dari 29 orang tua yang memiliki pendidikan sedang terdapat 72.026 Pendidikan Tinggi 7 77.040 3.792 Total 31 68.1% yang tidak mampu melakukan toilet training di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016. Sedangkan dari 8 orang tua dengan usia tua terdapat 87.026 < 0.4 8 27.9 4 57.9 13 35.05 sehingga P value < alpha maka secara statitik Ho Di tolak sehingga ada hubungan usia orang tua dengan kemampuan anak melakukan toilet trainingdi PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016.9 2 Tidak Mandiri 14 31. Hubungan tersebut didukung oleh nilai Oods ratio 3. Dari hasil tersebut dilakukan uji chi square dengan menggunakan komputerisasi maka didapat hasil P value = 0. Tabel 5.4 % orang tua yang mampu anak mereka melakukan toilet training. Tabel 5.5 1 12.8 2 22. Dari hasil tersebut dilakukan uji chi square dengan menggunakan komputerisasi maka didapat hasil P value = 0.4 Distribusi Frekuensi hubungan Usia dengan kemampuan melakukan Toilet Training pada anak usia toddler di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi Tahun 2016 Kemampuan Toilet Usia Orang Training f % P-value OR Tidak Tua Mandiri Mandiri f % f % Muda 24 64.9 14 31.040 < 0.9% dengan jumlah 31 orang anak sudah mandiri dalam melakukan toilet trainingdi PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016.1 45 100 Hasil analisis tabel 5.5% yang mampu melakukan toilet training di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016.9 % orang tua yang mampu anak mereka melakukan toilet training.4 diatas dapat dilihat bahwa dari 37 orang tuayang memiliki usia muda terdapat 64.3 diatas dapat dilihat dari 45 orang tua sebahagian besar 78.

6% yang mampu melakukan toilet training.6 Distribusi Frekuensi hubungan pekerjaan Orang tua Usia dengan kemampuan melakukan toilet training pada anak usia toddler di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi Tahun 2016 Pekerjaan Kemampuan Toilet Training Tidak Orang Tua Mandiri f % P-value OR Mandiri F % f % Tidak Bekerja 19 67.016 Laissez Faire 0 0 0 0 0 0 Total 31 68.7 1 33.1 diatas tentang usiaorang tua dapat dilihat dari 45 orang tua Menurut Fareer Tahun 2010 bahwa Usia sebahagian besar 82. Orang tua yang bekerja memiliki quality time untuk mengajarkan kemampuan bertoilet training kepada anak di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016.5 10 34.1 45 100 Hasil analisis dari tabel 5.1 13 100 Premisif 19 65. Tabel 5.137 Total 31 68.05 sehingga P value < alpha maka secara statitik Ho Ditolak sehingga ada hubungan pola asuh orang tua dengan kemampuan anak melakukan toilet trainingdi PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016.7 diatas dapat dilihat bahwa dari 29 orang tuayang memiliki pola asuh Premisif terdapat 65. Hasil analisa dari tabel 5.9 % orang tua yang mampu anak mereka melakukan toilet training.4 17 100 0. Hubungan tersebut didukung oleh nilai Oods ratio 1. Dari hasil tersebut dilakukan uji chi square dengan menggunakan komputerisasi maka didapat hasil P value = 0.9 14 31.05 sehingga P value < alpha maka secara statitik Ho Ditolak sehingga ada hubungan pekerjaan orang tua dengan kemampuan anak melakukan toilet trainingdi PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016. Pembahasan usia muda ≤ 35 Tahun di PAUD Terpadu Surya Karakteristik Orang tua Kids Bukittinggi tahun 2016.7 Distribusi Frekuensi hubungan Pola asuh dengan kemampuan melakukan Toilet Training pada anak usia toddler di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi Tahun 2016 Pola Asuh Kemampuan Toilet Training Orang Tua Mandiri Tidak Mandiri f % P-value F % f % Otoriter 2 66. Tabel 5.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 hubungan pendidikan orang tua dengan kemampuan anak melakukan toilet trainingdi PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016.9 3 23.9 14 31.3 3 100 Demokratis 10 76.034 1.016 < 0.9% yang mampu melakukan toilet training di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016.1 28 100 Bekerja 12 70.2% orang tua berada pada merupakan salah satu faktor yang penting dalam LPPM STIKes Perintis Padang 86 . Dari hasil tersebut dilakukan uji chi square dengan menggunakan komputerisasi maka didapat hasil P value = 0.034 < 0. Sedangkan dari 17 orang tua yang bekerja terdapat 70.137 yang artinya orang tua yang memiliki pekerjaan memiliki peluang sebesar 1.6 5 29.6 diatas dapat dilihat bahwa dari 28 orang tua yang tidak bekerja terdapat 67.9 9 32.5 29 100 0. Sedangkan dari 3 orang tua dengan pola asuh otoriter terdapat 76.137 kali untuk mampu melakukan toilet training dari pada yang tidak bekerja di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016.1 45 100 Hasil analisis dari tabel 5. b.5 % orang tua yang mampu anak mereka melakukan toilet training.

dan tidak didapatkan pola bermakna dengan penerapan toilet training pada asuh orang tua yang otoriter.4% orang tua berada pada mendapatkan pendidikan usia dini lebih baik. yang diperoleh bahwa orang tua lebih banyak Hasil analisa dari tabel 5. mengatur dan membimbing anak. permisif dan kebahagiaan jika melihat anak-anaknya tumbuh laissez faire semuanya diterapkan oleh orang tua menjadi pribadi yang kuat da stabil. Secara umum pola asuh sehingga berpengaruh pada cara melatih secara orang tua merupakan suatu kecenderungan yang dini penerapan toilet training relatif menetap dari orang tua dalam memberikan Hasil analisa dari tabel 5. sebahagian besar 62.2% orang tua tergolong tidak Penelitian Ustari (2006) menunjukan bekerja di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi bahwakategori dengan pola asuh orang tua tahun 2016. pendidikan Sedang yaitu Pendidikan SMA di Orang tua yang bekerja masih memiliki waktu PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun atau quality time untuk mengajarkan kemampuan 2016. Hasil penelitian yang peneliti untuk ibu yang tinggal dirumah pun harus mampu dapatkan bahwa orang tua yang menerapkan pola mengatur waktu dengan bijaksana. melatih) supaya dapat pendidikan ibu berpengaruh pada pengetahuan ibu berdiri sendiri (Kamus Besar Bahasa tentang penerapan toilet training. (2001) Pola adalah sistem. dan mampu memberikan dorongan pada anak dan belum melanjutkan pendidikan keperguruan mereka dalam melakukan toilet training dan akan tinggi. Dari kepentingan keluarga dari 45 orang tua sebahagian besar 64. ataupun anak sehingga akan berdampak pada terlambatnya penelantar. Walaupun asuh permisif. bimbingan dan perawatan kepada anak- pekerjaan orang tua dapat dilihat dari 45 orang tua anaknya. orang yang dianggap tua pengetahuan tentang penerapan toilet training (cerdik. Notoadmojo Tahun 2003 bahwa Tingkat membimbing (membantu. apabila Indonesia. Ibu dapat diperoleh kesimpulan bahwa pola asuh yang bekerja diluar rumah harus pandai-pandai orang tua autoritatif lebih efektif terhadap mengatur waktu untuk keluarga.pandai. Sedangkan kepada anak. interpersonal antara ibu dan anak. tetapi ibu tetap mengawasi dan memperhatikan Asumsi peneliti bahwa karakteristik orang tua anaknya.1 diatas tentang tidak bekerja tetapi mereka tetap menitipkan pendidikan orang tua dapat dilihat dari 45 orang anaknya di Paud dengan alasan agar anaknya tua sebahagian besar 64. Asumsi peneliti pola asuh orang tua anak. demokratis. Dalam pola asuh permisif orang tua banyak waktu untuk bersama anak tetapi yang lebih sering memanjakan anak untuk memperoleh paling penting adalah kualitas hubungan kebebasan dan memiliki disiplin yang longgar. Dari segi pendidikan mereka sehingga orang tua masih dapat melatih orang tua didapatkan data bahwa pendidikan akan melakukan toilet training pada anak mereka orang tua lebih dominan berpendidikan sedang. Segala keinginan anak selalu dipenuhi berusia muda ≤ 35 tahun lebih cendrung LPPM STIKes Perintis Padang 87 . Sedangkan orang tua adalah pendidikan ibu rendah akan berpengaruh pada ayah ibu kandung. Asuh adalah Sedangkan Tingkat pendidikan menurut menjaga (merawat dan mendidik) anak kecil.2001).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 melakukan toilet training pada anak dimana jika mengajarkan dan memberikan pendidikan kepada usia orang masih muda maka orang tua lebih aktif anak dibandingkan dengan orang tua yang berusia dan mampu melakukan toilet training pada anak lebih tua atau > 35 tahun.4% orang pendidikan ibu sendiri sangat diperlukan tua memiliki pola asuh Premisif di PAUD Terpadu seseorang lebih tanggap adanya perkembangan Surya Kids Bukittinggi tahun 2016 anak salah satunya penerapan toilet training Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia didalam keluarganya. Menurut Kodyat Tahun 2006 bahwa Tingkat pendidikan ibu turut menentukan mudah tidaknya Pola asuh Orang Tua seseorang menyerap dan memahami pengetahuan Hasil analisa dari tabel 5.2 diatas dapat dilihat yang mereka peroleh. Sedangkan pekerjaan orang tua dari data dapat anak pintar untuk melakukan toilet training.1 diatas tentang didikan. autoritatif didapatkan sebanyak 85 % dengan Menurut Kusumaning Tahun 2002 bahwa toilet training berhasil dan 15 % dengan toilet Status pekerjaan ibu mempunyai hubungan yang training tidak berhasil. pemanja. Sehingga dari keterangan tersebut anak untuk mandiri melakukan toilet training. cara kerja. toilet training kepada anaknya. mengawasi. karena pada keberhasilan toilet training pada anak usia hakekatnya seorang ibu mempunyai tugas utama prasekolah (4-6 tahun ) di TK Wahid Hasyim yaitu mengatur urusan rumah tangga ternasuk Malang.ahli) . Pengorbanan tersebut akan menjadi suatu diantaranya otoriter.

040 < 0. psikologis maupun Dari hasil tersebut dilakukan uji chi square intelektual.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 dan memberikan kepercayaan yang penuh kepada Semisal.792 yang artinya defekasi.9 % orang tua yang mampu anak pendidikan sedang terdapat 72. dimana orang training pada anak terlihat dari nilai OR dimana tua dapat mengajarkan anak dalam melakukan yang artinya orang tua yang memiliki usia muda kemampuan toilet training yang bisa dilakukan memiliki peluang sebesar 3.3 diatas dapat dilihat perhitungan umur/usia. dengan menggunakan komputerisasi maka didapat LPPM STIKes Perintis Padang 88 . bahwa hubungan usia orang tua dengan kemampuan anak toilet training merupakan aspek penting dalam melakukan toilet training di PAUD Terpadu Surya perkembangan anak usia toddler yang harus Kids Bukittinggi tahun 2016. waktu perhitungan usia. Usia orang tua tidak berpengaruh dalam Kemampuan Toilet Training memberikan pola asuh terhadap anak. maka dinyatakan bahwa dan buang air besar (BAB) pada anak dibutuhkan usia mental anak tersebut adalah satu tahun. Dalam melakukan latihan buang air kecil (BAK) anak berusia satu tahun. persiapan baik fisik.9% anak kronologis adalah perhitungan usia yang dimulai mampu melakukan toilet training di PAUD dari saat kelahiran seseorang sampai dengan Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016.4 diatas dapat dilihat Hasil analisa dari tabel 5. melalui persiapan tersebut diharapkan dengan menggunakan komputerisasi maka didapat anak mampu mengontrol buang air kecil (BAK) hasil P value = 0. pekerjaan orang tua dan maka lebih banyak usia muda yang melakukan juga pola asuh yang dilakukan oleh orang tua. baik yang hidup maupun yang mati. tahun 2016. maka secara statitik Ho Ditolak sehingga ada Sedangkan Menurut Supartini (2004). Toilet training ini dapat berlangsung dapat berbicara dengan kalimat lengkap dan pada fase kehidupan anak umur 18 bulan – 2 tahun menunjukkan kemampuan yang setara dengan . mampu melakukan toilet training di di PAUD Umur atau usia adalah satuan waktu yang Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016.792 kali untuk lebih anak dengan memberikan pola asuh yang baik mampu melakukan toilet training dari pada yang seperti pola asuh permisif yang dilakukan orang usianya tua terhadap anak di PAUD Terpadu tua terhadap anak. mengukur waktu keberadaan suatu benda atau Dari hasil tersebut dilakukan uji chi square makhluk. begitu juga dengan usia Menurut Hidayat tahun 2005 bahwa Toilet mental adalah perhitungan usia yang didapatkan training pada anak merupakan suatu usaha untuk dari taraf kemampuan mental seseorang. diukur sejak dia lahir hingga waktu umur itu dihitung.4 % orang tua mereka melakukan toilet training. Asumsi peneliti bahwa kemampuan anak Asumsi peneliti bahwa adanya hubungan melakukan toilet training banyak dipengaruhi antara usia dengan kemampuan toilet training oleh faktor seperti faktor usia orang tua . Hubungan Usia Dengan Kemampuan Toilet Hubungan Pendidikan Dengan Training Kemampuan Toilet Training Hasil analisa dari table 5. kemampuan toilet training dari pada usia yang tua Banyaknya anak yang mampu melakukan toilet dimana usia ini sangat dipengarungi karena training karena beberapa anak masih dapat adanya kesanggupan ibu dalam melakukan toilet mengikuti perintah orang tuanya. Dan toilet training juga dapat menjadi Responden yang memiliki usia Muda memiliki awal terbentuknya kemandirian anak secara nyata peluang sebesar 3.1% yang tidak Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016. Surya Kids Bukittinggi tahun 2016. Sedangkan usia dari 45 orang tua sebahagian besar 68.792 kali untuk lebih mampu sebab anak sudah bisa untuk melakukan hal-hal melakukan toilet training dari pada yang usianya yang kecil seperti buang air kecil (BAK) dan muda di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi buang air besar (BAB). umur manusia dikatakan lima belas tahun anaknya dalam melakukan sesuatu.5% yang training. Misalnya melatih anak agar mampu mengontrol dalam seorang anak secara kronologis berusia empat melakukan buang air kecil (BAK) dan buang air tahun akan tetapi masih merangkak dan belum besar (BAB).05 sehingga P value < α dan buang air besar (BAB) secara mandiri.5 diatas dapat dilihat bahwa dari 37 orang tua yang memiliki usia muda bahwa dari 29 orang tua yang memiliki terdapat 64. Hubungan tersebut mendapat perhatian orang tua dalam berkemih dan didukung oleh nilai Oods ratio 3. Jenis Hasil analisa dari table 5. karena dari beberapa kegiatan yang dilakukan pendidikan orang tua. sedangkan dari yang mampu anak mereka melakukan toilet 8 orang tua dengan usia tua terdapat 87. Sedangkan dari 7 orang tua dengan mampu melakukan toilet training di PAUD pendidikan rendah terdapat 57.

6 diatas dapat dilihat mendapat perhatian orang tua dalam berkemih dan bahwa dari 28 orang tua yang tidak bekerja defekasi.05 sehingga P value < α mengatur waktu dengan bijaksana.034 < 0. training karena anak masih dapat mengikuti Sedangkan dari 3 orang tua dengan pola asuh perintah orang tua dilihat dari adanya pendidikan otoriter terdapat 76. Pengorbanan tersebut akan menjadi suatu kebahagiaan jika melihat anak-anaknya tumbuh Dari hasil tersebut dilakukan uji chi square menjadi pribadi yang kuat da stabil. Toilet training merupakan proses pengajaran Pekerjaan ibu mempunyai hubungan yang untuk kontrol buang air besar (BAB) dan buang air bermakna dengan penerapan toilet training pada kecil (BAK) secara benar dan teratur. dan mengawasi. Sedangkan dari sebab anak sudah bisa untuk melakukan hal-hal 17 orang tua yang bekerja terdapat 70. Walaupun maka secara statitik Ho Ditolak sehingga ada banyak waktu untuk bersama anak tetapi yang hubungan pola asuh orang tua dengan kemampuan paling penting adalah kualitas hubungan anak melakukan toilet trainingdi PAUD Terpadu interpersonal antara ibu dan anak. Bukittinggi tahun 2016.137 beberapa anak masih dapat mengikuti perintah Asumsi peneliti bahwa adanya hubungan orang tua dimana orang tua masih dapat pekerjaan dengan kemampuan anak melakukan melakukan toilet training yang bisa dilakukan toilet training dapat didukung oleh nilai OR anak dengan memberikan pola asuh yang baik LPPM STIKes Perintis Padang 89 .05 sehingga P value < α training pada anak karena kemampuan anak maka secara statitik Ho Ditolak sehingga ada melakukan toilet training banyak dipengaruhi hubungan pekerjaan orang tua dengan faktor seperti faktor usia orang tua. pengertian .05 sehingga P value < α dimana artinya orang tua yang tidak bekerja maka secara statitik Ho Ditolak sehingga ada memiliki peluang sebesar 1. karena pada dan buang air kecil (BAK) diperlukan untuk hakekatnya seorang ibu mempunyai tugas utama keterampilan sosial. pendidikan kemampuan anak melakukan toilet training di orang tua. Hubungan tersebut didukung oleh nilai yang mampu melakukan toilet training karena Oods ratio 1. Hasil analisa dari tabel 5.137 kali untuk mampu hubungan pendidikan orang tua dengan melakukan toilet training dari pada yang bekerja kemampuan anak melakukan toilet trainingdi di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016. anak.026 < 0. pekerjaan orang tua dan bahwa dari 29 orang tua yang memiliki pola asuh juga pola asuh yang dilakukan oleh orang tua.9 % orang tua yang mampu anak awal terbentuknya kemandirian anak secara nyata mereka melakukan toilet training. Menurut Supartini (2004). Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016. kemudian kontrol buang air yang bekerja diluar rumah harus pandai-pandai besar (BAB). Premisif terdapat 65. Mengajarkan toilet training yaitu mengatur urusan rumah tangga ternasuk pada anak membutuhkan waktu. Banyaknya anak 2016.016 < 0.6% yang yang kecil seperti buang air kecil (BAK) dan mampu melakukan toilet training di PAUD buang air besar (BAB). Dan toilet training juga dapat menjadi terdapat 67. Sedangkan dengan menggunakan komputerisasi maka didapat untuk ibu yang tinggal dirumah pun harus mampu hasil P value = 0. Pengaturan buang air besar (BAB) mengatur waktu untuk keluarga. pekerjaan orang tua dan juga pola asuh PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun yang dilakukan oleh orang tua. mengatur dan membimbing anak. kesabaran. Dari hasil tersebut dilakukan uji chi square Asumsi peneliti bahwa adanya hubungan pola dengan menggunakan komputerisasi maka didapat asuh dengan kemampuan melakukan toilet hasil P value = 0.9% yang mampu melakukan orang tua yang mendukung seperti pendidikan toilet training di PAUD Terpadu Surya Kids sedang dan pendidikan tinggi pada orang tua. Biasanya anak sehingga akan berdampak pada terlambatnya kontrol buang air kecil (BAK) lebih dahulu anak untuk mandiri melakukan toilet training. 2016.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 hasil P value = 0.7 diatas dapat dilihat pendidikan orang tua. bahwa toilet Hubungan Pekerjaan Dengan Kemampuan training merupakan aspek penting dalam Toilet Training perkembangan anak usia toddler yang harus Hasil analisa dari tabel 5.5 % orang tua yang mampu banyaknya anak yang mampu melakukan toilet anak mereka melakukan toilet training. Ibu dipelajari oleh anak. Surya Kids Bukittinggi tahun 2016. Asumsi peneliti bahwa kemampuan anak Hubungan Pola Asuh dengan Kemampuan melakukan toilet training banyak dipengaruhi Toilet Training oleh beberapa faktor seperti faktor usia orang tua .

toilet training pada anak usia toddler di PAUD Terpadu Surya Kids toddler.id. (2011). Diakses 25 November 2015 dari toddler di PAUD Terpadu Surya Kids http://repository. REFERENSI tua terhadap anak.pdf 4.Pengertian Pola Asuh.Pengantar Ilmu Kids Bukittinggi tahun 2016. Hubungan pengetahuan orang tua usia toddler di PAUD Terpadu Surya Kids tentang toilet training.4% pada anak Irwan. 2003.2 Dari 45 orang tua sebahagian besar memiliki pendidikan sedang (SLTA) 64.blogspot.040. Pengetahuan Ibu Tentang Toilet usia muda < 35 tahun 82. Rineka Cipta 4. 2004. KESIMPULAN cetakan ke7. Diakses dari Bukittinggi tahun 2016.I Diakses dari 68.7 Dari hasil uji chi square maka ada hubungan Universintas Udayana. Tumbuh Kembang Anak. (2005). http://konsep-toilet-training.Pengetahuan orang tua tentang kemampuan dalam melakukan toilet training toilet training. Soetjiningsih (1995).026 http://www.1 Dari 45 orang tua sebahagian besar memiliki Hidayat.com/2012/12/penger 4. 6789/23318/5/chapter 4.sarjanaku.5 Dari 45 orang tua sebahagian besar memiliki Syahid.Kamus Besar Bahasa hubungan karakteristik dan pola asuh orang tua Indonesia.3 Dari 45 orang tua sebahagian besar tidak pada tanggal 15 Desember 2015 bekerja 62. Jakarta. Rineka Cipta Dari Penelitian yang dilakukan dengan judul Hasan.Diakses dari http://pola- Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016 asuh-orang-tua-toilet- p-value = 0. Dengan orang tua Keperawatan Anak 1. (2002). Pada tanggal 13 November 2015 antara usia dengan kemampuan anak dalam Supartini.Diakses 3 usia toddler di PAUD Terpadu Surya Kids November 2015 dari Bukittinggi tahun 2016 p-value = 0.id/bitstream/12345 Bukittinggi tahun 2016. S. jtptunimus-gdl-senjputri-5197-4-babiii.2009.blogspot.8 Dari hasil uji chi square maka ada hubungan tian-pola-asuh-menurut-para-ahli.Aziz Alimul (2005).ac. Kesehatan. EGC antara Pendidikan dengan kemampuan anak dalam melakukan toilet training pada anak Rifa.com pada tanggal 15 Desember 2015 LPPM STIKes Perintis Padang 90 .Alwi (2002).6 Dari hasil uji chi square maka ada hubungan .com pada tanggal 16 antara pola asuh orang tua dengan Desember 2015 kemampuan anak dalam melakukan toilet Stari./files/disk1/104/ Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016.2% pada anak usia Training.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 seperti pola asuh permisif yang dilakukan orang 5.ac.9 Dari hasil uji chi square maka ada hubungan training.unimus. Bali. Asuhan Keperawatan Bayi & toddler di PAUD Terpadu Surya Kids Anak.blogspot. Salemba Medika Bukittinggi tahun 2016 4. Jakarta : Balai Pustaka dengan kemampuan melakukan toilet training pada anak usia toddler di PAUD Terpadu Surya Hidayat.htm antara Pekerjaan dengan kemampuan anak dalam melakukan toilet training pada anak Rugolotto.016 training.1993 .4% pada anak usia Nursalam. Yupi. FK 4. Jakarta : Salemba sebanyak 45 orang maka peneliti dapat menarik Medika kesimpulan sebagai berikut : 4.usu.034 pengetahuan-orang-tua-toilet- 4.com 4. Arikunto. Diakses dari http://hubungan- Bukittinggi tahun 2016 p-value = 0. Metodologi Penelitian tahun 2016.Manajemen penelitian 4. Jakarta: PT.4 Dari 45 orang tua sebahagian besar memiliki pola asuh permisif 64.9% pada anak usia toddler di PAUD http://digilib.2006.Hubungan pola asuh orang tua dengan training pada anak usia toddler di PAUD toilet training. S.A. (2004).2% pada anak usia toddler di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi Notoatmodjo. EGC toddler di PAUD Terpadu Surya Kids Bukittinggi tahun 2016 p-value = 0. Jakarta. Konsep Dasar melakukan toilet training pada anak usia Keperawatan Anak. Jakarta. (2005).

depkes_Bukittinggi. www.com pada tanggal 15 Desember 2015 Wong. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Warner. EGC. (2009).blogspot. Jakarta.com LPPM STIKes Perintis Padang 91 . Diakses dari http://supartini-konsep-toilet- training. Pengertian toilet training. 2007.

ini dan mencoba untuk memperoleh identitas diri Perkembangan organ-organ seksual akan yang matang (Potter & Perry . Adapun. OR obtained 1. kanak-kanak akhir atau remaja (Wong. ataupun sosial. Descriptive correlation The number of samples in this research is 207 respondents. remaja laun akan mencapai perbandingan proporsi tubuh adalah penduduk dalam rentang usia 10-18 tahun. Penambahan tinggi badan reproduksi. perkembangan ciri-ciri sembilan ratus juta berada dinegara sedang seks sekunder akan sempurna matang pada remaja berkembang. Menurut Peraturan Menteri akhir.849 mean that the type of families’ dual career at risk 1.849 times for the occurrence of aggressive behaviour in adolescents compared to families. against the teacher and others. periode bayi.5 juta atau sekitar masing-masing yang secara umum di mulai dari 18% dari jumlah penduduk. Atikah Nurul Huda Dwi Vally2 Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Perintis Padang Email: yendrizaljafri@ymail. Dual-career it can be concluded that the existence of family-type relationship dual career with aggressive behaviour in adolescents and it is expected that the Principal district in order to improve the ability of schools.05). atikahnurulhudadv@gmail. dan masa dari jumlah penduduk dunia (WHO. baik secara fisik. 2010). psikologis. the value of p = 0. smoking. Beberapa dari bagian anggota tubuh lambat Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014. masa kanak-kanak kelompok remaja berjumlah 1. Namun. PENDAHULUAN usia 10-19 tahun di Indonesia menurut Sensus Setiap manusia memliki tahap perkembangan Penduduk 2010 sebanyak 43.com Abstract Based on the preliminary study on 19 April 2016 showed interviews with four students and two teachers say aggressive behaviour often occurs late coming to school. biasanya antara usia 13 dan 20 tahun. lack of ethics.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 TIPE KELUARGA DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA ANAK REMAJA Yendrizal Jafri1. with sampling technique multistage random sampling. 2000). This study was conducted on 21 to 22 July 2016 with a method. Aggressive Behaviour 10-24 tahun dan belum nikah. 2014). Keywords : Type Family. teachers and officers Counseling to cope with aggressive behaviour of teenagers in school and develop methods of counseling teens with family – type dual career. yang lebih seimbang (Pieter dkk.com. masa kanak-kanak pertengahan. this research instrument using a questionnaire. Jumlah kelompok 1. fungsinya belumlah matang hingga penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun. Istilah adolescence merujuk kepada kematangan Perubahan fisik pada masa remaja mulai pada psikologis individu. From the results of research. remaja merupakan akhir. dan menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) rentang usia remaja adalah LPPM STIKes Perintis Padang 92 .054. Selama mana terjadi transisi masa kanak-kanak menuju periode ini. sedangkan pubertas merujuk masa remaja awal hingga remaja akhir sedikit kepada saat di mana telah ada kemampuan mengalami penurunan. Perubahan berat badan remaja kemampuan untuk menyusun hipotesis dan mengikuti jadwal yang sama dengan tinggi dan berhubungan dengan hal abstrak. 2009). Di dunia diperkirakan tahapan prenatal. Perubahan hormonal saat pubertas remaja putri rata-rata pada usia 17-18 tahun dan mengakibatkan perubahan penampilan pada anak. Penyesuaian dan terjadi pada bagian-bagian tubuh yang adaptasi dibutuhkan untuk menghadapi perubahan mengandung lemak sedikit atau tidak sama sekali.2 miliyar atau 18% awal. The purpose of this study is to determine the relationship of the type of families’ with aggressive behaviour in adolescents. Sekitar beberapa tahun. no relation that have meaning (value of p > 0. Masa remaja merupakan masa peralihan Masa remaja (Adolescence) merupakan masa di dari masa pubertas menuju masa dewasa. means that ho accepted. remaja banyak mengalami perubahan dewasa. penambahan tinggi remaja putra kira-kira pada sedangkan perkembangan kognitif mengakibatkan usia 18-19 tahun. mencapai ukuran yang matang pada masa remaja Menurut WHO.

Ia juga menyatakan bahwa penolakan pelacuran.344 biasanya berusaha melakukan sesuatu yang jiwa penduduk terdapat 4. yang terdiri dari 50. 2005). Di Kabupaten Padang Pariaman dari membahayakan bagi kedua belah pihak yang 403. Berita tentang Di Provinsi Sumatera Barat tercatat terlibatnya para siswa dalam berbagai bentuk remaja laki-laki yang berusia 10-14 tahun kerusuhan.518 jiwa terlibat konflik. Selanjutnya. jiwa remaja perempuan (BPS. dan akhir-akhir ini 2010). sebab masing-masing pihak remaja. dan tindak berjumlah 491. perkelahian. misalnya mengingkari status anak anggotanya merupakan suatu mekanisme sebagai pelajar dengan cara membolos. agresif siswa di sekolah sudah menjadi masalah laki dan 49. Berbagai menyerang atau melukai orang lain atau komponen tentang identitas total berasal dari tugas mencakup perusakan properti.9% remaja laki. Asia Pasifik jumlah penduduknya merupakan Namun bayangan akan terjadinya peristiwa tindak 60% dari penduduk dunia. 12 Oktober 2011). dan memisahkan unsur emosional dari pihak orangtua sebagainya. Di Kecamatan Kayutanam dari 26. pencopetan. Kenakalan yang kelompok terhadap perbedaan pada remaja melawan status. pertahanan terhadap kebingungan identitas mengingkari status orang tua dengan cara minggat tersebut (Erikson. Sekolah penduduk di dunia jumlah populasi remaja seharusnya menjadi tempat yang menyenangkan. Di potensi yang mereka miliki dengan sepenuhnya. dan lain-lain. cederung semakin meningkat. orang (Potter & Perry. yang universal (Neto. Remaja berusaha dari rumah atau membantah perintah mereka.530 jiwa penduduk terdapat 166.205 remaja Perilaku agresif siswa di sekolah sangat beragam perempuan. tawuran. tetap terisolasi. 2002). kelainan perilaku remaja yang lain biasanya Selain itu. tahun berjumlah 471. tempat dimana para Amerika Serikat menunjukan jumlah remaja siswa dapat mengembangkan berbagai macam berumur 10-19 tahun sekitar 15% populasi. dan gaya hidup.294 remaja yang terdiri dari Perilaku agresif yang beragam dan kompleks ini 238. 2009). seperlimanya adalah kekerasan dan sesuatu yang tidak menyenangkan remaja umur 10-19 tahun. mereka harus membangun sistem etis dikaitkan dengan perilaku agresif dari remaja yang berdasarkan nilai-nilai pribadi.732 jiwa penduduk. pendidikan Perilaku agresif merupakan perilaku di masa depan. Dengan demikian.894 remaja akan menimbulkan dampak yang merugikan dan perempuan. Jensen kerusakan struktur pada sistem limbik dan lobus (1985) membagi kenakalan remaja ini menjadi frontal serta lobus temporal otak dapat mengubah empat jenis yaitu: kenakalan yang menimbulkan kemampuan individu untuk memodulasi agresi LPPM STIKes Perintis Padang 93 . membuat keputusan mengenai karier. 250. Perilaku agresif – tugas tersebut dan akan membentuk identitas ditujukan untuk menyakiti atau menghukum orang pribadi dewasa yang unik untuk masing-masing lain atau memaksa seseorang untuk patuh. 2012). Mereka dapat membentuk lain-lain. Kenakalan yang menimbulkan korban hubungan kelompok yang erat atau memilih untuk materi: perusakan. kadar menyimpang dan perbuatan-perbuatan negatif serotonin yang rendah dapat menyebabkan yang melanggar aturan norma yang ada di peningkatan perilaku agresif. merupakan yang besar.601 remaja laki-laki dan 241. Perilaku adalah 22%. 2013). Erikson meninjau kebingungan pemerasan. 2014). dan utama remaja.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Selanjutnya pada perkembangan korban fisik pada orang lain: perkelahian. psikososial. Perilaku agresif sering kali di temui pada remaja- Data Demografi menunjukan bahwa remaja disekolah (Videbeck.1968). mempunyai konsekuensi negatif dan merugikan terdiri dari 595 jiwa remaja laki-laki dan 4. penyalahgunaan obat. Data Demografi di tempat yang aman dan sehat. pembunuhan. Beberapa hal yang dapat menyebabkan Dengan banyaknya populasi usia remaja perilaku agresif antara lain adanya kadar serotonin maka beragam pula perilaku yang ditimbulkan yang berperan sebagai inhibitor utama pada baik itu sesuai norma ataupun perilaku perilaku agresif.1% remaja perempuan (Soetjiningsih.137 bagi pihak lawannya (Gurp. masyarakat seperti kenakalan remaja. Di Indonesia menurut saat memasuki lingkungan sekolah seringkali Biro Pusat Statistik kelompok umur 10-19 tahun menghantui perasaan sebagai siswa.806 remaja yang terdiri dari kekerasan lainnya semakin sering terdengar. pencurian. Mereka akan (Sarwono. Kenakalan sosial yang identitas (atau peran) sebagai bahaya utama pada tidak menimbulkan korban di pihak orang lain: tingkat ini. pencarian jati diri merupakan tugas pemerkosaan. Sedangkan remaja yang berusia 15-19 dan kompleks (GatraNews. perampokan. Kenakalan remaja dan beberapa sambil tetap mempertahankan hubungan keluarga.400 remaja laki-laki dan 232.

mereka sibuk berkarir dengan pekerjaannya). 2012). Faktor kedua yaitu faktor kebut-kebutan di jalan raya yang dilakukan oleh internal yang melatarbelakangi perilaku agresif pelajar hingga mengganggu kenyamanan pada remaja adalah membalas ejekan teman. masa kanak-kanak pertengahan dan masa (Padang Ekspress. yang (Polresta Kota Padang. pertama 2012. 2012). Pola asuh orang tua dapat dibagi maka remaja akan berkembang dengan memiliki menjadi tiga tipe yaitu pola asuh otoriter pemahaman yang sehat mengenai siapa dirinya. meningkat menjadi 80% dan korbannya Perilaku dibentuk dari masa kanak-kanak didominasi oleh remaja berumur 18 tahun ke atas awal. kurang nyaman.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 sehingga menyebabkan perilaku agresif. anak diharapkan mengembangkan perilaku agresif seperti pengalaman bersekolah kontrol impuls (kemampuan untuk menunda dan lingkungannya. faktor ejekan dari pencurian motor (curanmor) yang dilakukan oleh teman. Kegagalan untuk mengembangkan perilaku agresif. lingkungan sekolah yang kurang alasan iseng (Postmetro Padang. Angka tersebut meningkat lebih dari perilaku yang ada disekitar lingkungannya. telah terjadi 139 tawuran yang menewaskan faktor eksternal yang melatarbelakangi perilaku 12 orang pelajar (Lukmansyah & Andini. menyediakan dukungan emosional dan kebebasan Kedua faktor keluarga dipengaruhi oleh pola asuh bagi remaja untuk menjelajahi lingkungannya. sengaja menyenggol atau menyerempet kendaraan mencoba adegan kekerasan seperti yang yang parkir sehingga angka kecelakaan motor ditayangkan di televisi. Kasus tersebut dapat membawa individu diterima dengan baik memperlihatkan bentuk perilaku agresif fisik yang dikalangan masyarakat terutama teman dilakukan oleh pelajar di Kota Padang. Pada bulan Januari-Juni yang melatarbelakangi perilaku agresif. 2012). 2012). dan rentan terhadap sangat membingungkan anak yang masih perilaku agresif (Videbeck. pola asuh permisif orangtua atau keluarga akan mempengaruhi (memberikan banyak kebebaskan kepada anaknya pembentukan identitas diri remaja (Friedman. pengguna jalan lainnya karena siswa dengan kecewa dan pergi dari rumah. mudah frustasi. perilaku agresi remaja pertama. yakni 330 kasus tawuran yang Hasil penelitian Rina (2011). Faktor Data dari Penelitian dan Pengembangan belajar sosial dan faktor lingkungan juga (LITBANG) juga menunjukkan di Jakarta. dan kurang kontrol yang disebabkan orang tua Bowden. (menerapkan peraturan kepada anaknya secara Dukungan dan komunikasi yang terbuka dari ketat dan sepihak). ketiga sampai yang paling banyak juga terlihat dalam beberapa kasus seperti memiliki nilai terendah yaitu. Faktor biologis emosional serta mengidentifikasi dirinya sebagai yang mempengaruhi perilaku agresif adalah faktor bagian dari keluarga . disatukan oleh kebersamaan dan kedekatan Pertama yaitu faktor biologis. & Jones 2014). guru-guru di sekolah sangat terpenuhinya keinginan) dan perilaku yang tepat berperan dalam munculnya masalah emosi dan secara sosial. pada mempengaruhi karena remaja suka meniru apa tahun 2010 tercatat 128 kasus tawuran antar yang dilihatnya serta mudah terpengaruhi dengan pelajar. berperannya seorang ibu untuk menambah Orang tua juga harus dapat menerapkan ketiga penghasilan keluarga menyebabkan kurangnya pola asuh tersebut sesuai dengan situasi dan perhatian orangtua terhadap aktivitas remaja. Dalam proses kasus tawuran pelajar selama 3 tahun belakangan pembentukan perilaku remaja ada agen yang yang mengalami peningkatan dari sebelumnya sangat besar dan penting sekali pengaruhnya. orang tua. ketika anak tumbuh tua bekerja. agresif yang diurutkan berdasarkan nilai tertinggi Di Kota Padang. membutuhkan panduan untuk berperilaku. kedua. Ketika orang tua gen. Aksi menguntungkan. faktor media audiovisual. disiplin sekolah yang sangat kaku kualitas tersebut dapat menyebabkan individu atau sangat longgar di lingkungan sekolah akan ynag impulsif. 100% pada 2011. Agen yang dimaksud adalah keluarga. Faktor sekolah yang mempengaruhi dewasa. dukungan tiga orang pelajar SMK pada tahun 2012 dengan keluarga. dan Faktor keluarga sangat berpengaruh pola asuh otoritatif (orang tua memberikan terhadap timbulnya perilaku agresif. sebayanya. Perilaku agresif dapat terjadi karena Keluarga merupakan dua orang atau lebih yang adanya faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Dengan ikut kebebasan disertai bimbingan kepada anak). faktor sistem otak dan faktor kimia darah. mengoordinasi pengasuhan anak sementara orang Selanjutnya pada psikososial. dua faktor menewaskan 82 pelajar. kondisi karena tantangan terbesar bagi tipe kurangnya kasih sayang orang tua dan penerapan keluarga dual career adalah mengatur dan disiplin dapat menjadi pemicu timbulnya perilaku LPPM STIKes Perintis Padang 94 . 2013). Dilengkapi dengan 18 kanak-kanak akhir atau remaja.

Saat ini mencela satu sama lain dan sejumlah siswi banyak dijumpai keluarga yang kedua orang mempunyai genk nya masing-masing. memberi kotor kepada guru dan perselisihan antara siswa Tanda Kode (Coding).1985). Dua orang guru yang diwawancara dengan menggunakan uji statistik chi square test. satu keluarga. datang ke sekolah. proses (Processing). Sebagai pendekatan Cross Sectional yang bertujuan untuk contoh.05 sehingga p ≤ banyak yang telat datang ke sekolah. dan guru. Peningkatan keterlibatan suami rumusan masalah penelitian sebagai berikut : yang memiliki istri bekerja khususnya tampak Apakah ada hubungan tipe keluarga dengan melalui keterlibatan dalam pengasuhan anak perilaku agresif pada remaja di SMAN 1 2 x 11 (Pleck. bolos. Tuntutan Kecamatan 2 x 11 Kayutanam Kabupaten Padang kerja yang sangat tinggi disertai kendali yang Pariaman tahun 2016. yang kemudian secara sadar dan tidak sadar tidak mematuhi tata tertib lalu lintas bahkan salah diresapi dan menjadi kebiasaan bagi anak. 1988). berkata sebagai berikut: Memeriksa (Editing). METODE PENELITIAN ditimbulkan oleh pekerjaan bukan hanya masalah Jenis penelitian Deskriptif Korelasi. pacaran hubungan antara dua variabel yang diteliti. dinilai dan ditiru oleh anaknya laki-laki ngebut-ngebutan saat membawa motor. Kayutanam Kabupaten Padang Pariaman. Satu orang siswi yang kedua pembersihan Data (Cleaning). dua orang siswa yang kedua random sampling. bolos. Ada juga siswa yang pulang sebelum mengadakan identifikasi dengan orang sekolah masih menggunakan seragam sekolah lain (Tarmudji. Bowden. Stres yang 2. Sikap dan perilaku serta perasaan orang siswa. lemah pada tuntutan kerja. kedua variabel ini diteliti dalam mengatakan bahwa perilaku agresif yang sering waktu bersamaan. 2004). skor (Scoring). sedangkan variabel dependen adalah orang siswa yang kedua orangtuanya PNS perilaku agresif. merokok. stres yang disebabkan oleh pekerjaan melihat hubungan tipe keluarga dengan perilaku dapat berpengaruh buruk pada hubungan orang agresif pada remaja di SMAN 1 Kecamatan 2 x 11 tua-anak (Friedman. hal ini disebabkan karena anak ketika di tegur mereka bukannya minta maaf mengidentifikasikan dirinya pada orang tua malahan melawan. Dengan makin banyaknya Berdasarkan fenomena yang ditemukan kehadiran dual-career family. pada umumnya menimbulkan tingkat stres yang tinggi. lengkap mereka dengan bebasnya merokok. ada tiga pekerjaan diatas. dan orangtuanya berdagang mengatakan banyak siswa analisa yang dilakukan untuk mengetahui yang merokok di sekitar sekolah. dimana Dari hasil wawancara dengan empat siswa variabel independennya adalah hubungan tipe SMAN 1 Kecamatan 2 x 11 Kayutanam. Kayutanam tahun 2016? Tantangan dalam mengatur dua buah Penelitian ini memiliki tujuan untuk pekerjaan dipengaruhi oleh jenis pekerjaan yang mengetahui hubungan tipe keluarga dengan dimiliki oleh pasangan suami-istri dan stres yang perilaku agresif pada remaja di SMAN 1 ditimbulkan oleh pekerjaan tersebut.XII berjumlah 429 orang. mengatakan bahwa kasus yang sering terjadi untuk melihat kemaknaan perhitingan statistik adalah kurangnya etika siswa terhadap guru. Populasi penelitian ini adalah terjadi di sekolah adalah banyak siswa yang telat siswa kelas X . peran orangtua pacaran.05 secara statistik disebut “bermakna” dan jika kadang-kadang terjadi perkelahian antar sesama LPPM STIKes Perintis Padang 95 . peran mengasuh anak dan mengurus rumah tangga Berdasarkan latar belakang di atas maka (Shaw. dan siswi-siswi mempunyai kelompok-kelompok pengujian hipotesis untuk pengambilan keputusan teman (genk). Instrumen yang digunakan orangtuanya wirausaha mengatakan bahwa kasus untuk pengumpulan data yaitu kuesioner.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 agresif. siswa digunakan batasan kemaknaan 0. Di zaman modern saat ini. yang sering terjadi di sekolah adalah banyak siswa Pengolahan Data dan Analisa Data adalah yang merokok. Bowden & Jones. maka penulis tertarik untuk melakukan purnawaktu: dua pekerjaan orang dewasa yang penelitian mengenai “Hubungan Tipe Keluarga digaji dan satu pekerjaan rumah tangga dengan Perilaku Agresif pada Remaja di SMAN (Friedman. berkata kotor sesama teman. 2004). Dari hasil observasi peneliti banyak siswa tua selalu dilihat. & Jones 2014). Ketika 1 Kecamatan 2 x 11 Kayutanam Kabupaten wanita bekerja. satu siswa yang tinggal di dekat rumah peneliti anaknya. pribadi tetapi juga masalah keluarga. tuanya bekerja. 0. mencela Penelitian ini menggunakan teknik Multistage teman dan pacaran. cabut. melawan guru. cabut. saling terutama seorang ibu juga telah berubah. suami mereka biasanya berbagi Padang Pariaman tahun 2016”.

849 artinya tipe keluarga dual career beresiko 1. tidak ada hubungan yang bermakna ( nilai p > 0.7% siswa yang berperilaku secara agresif 62.6% 135 100. LPPM STIKes Perintis Padang 96 .05). OR didapatkan 1.7% 98 47.5% 72 100.6% diantaranya mempunyai tipe keluarga dual career. Nilai p= 0.8% atau sebanyak 72 orang responden mempunyai tipe keluarga dual career.2% atau sebanyak 135 orang responden.4% 71 52.0% Tidak Dual Career 64 47.3 Hubungan Tipe Keluarga dengan Perilaku Agresif pada Anak Remaja Perilaku Total Tipe Keluarga Agresif Tidak agresif P OR f % f % f % Dual Career 45 62.3 Total 207 100. Sisanya 34.1 diatas terlihat bahwa tipe keluarga siswa lebih dari separuh dengan tipe keluarga tidak dual career yaitu sebanyak 65.7% siswa mempunyai perilaku agresif atau sebanyak 109 orang responden.3% atau sebanyak 98 orang responden mempunyai perilaku tidak agresif.0 Dari tabel 3. berarti Ho diterima.2 Total 207 100.5% diantaranya mempunyai tipe keluarga dual career.3% 207 100. Perilaku Agresif Pada Remaja Tabel 3.7 Tidak agresif 98 47. Tipe Keluarga Tabel 3. Hasil Penelitian 1). HASIL DAN PEMBAHASAN A.0 Dari tabel 3.3 ditunjukkan bahwa hasil analisa diperoleh dari 52.0% Pada tabel 3.3% siswa yang berperilaku tidak agresif 52.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tipe Keluarga Tipe Keluarga f % Dual Career 72 34. Maka menunjukan tidak adanya hubungan tipe keluarga dual career dengan perilaku agresif pada remaja.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 p > 0.5% 27 37. 2. Sisanya 47.054 1.8 Tidak Dual Career 135 65.05 maka hasil hitungan tersebut “tidak bermakna” secara komputerisasi. Sementara itu dari 47.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Perilaku Agresif Pada Anak Remaja Perilaku Remaja f % Agresif 109 52.849 kali untuk terjadinya perilaku agresif pada remaja dibandingkan keluarga tidak dual career.2 diatas terlihat bahwa 52.849 Total 109 52. 3.054. 3) Hubungan Tipe Keluarga dengan Perilaku Agresif pada Anak Remaja Tabel 3.0% 0.

atau ikatan kelompok (Crick et al. peran adalah tingkah laku fisik atau verbal untuk mereka juga telah berubah. posisi yang bukan menjadi kepentingan umum 1998) adalah tingkah laku yang dijalankan oleh kehidupan dan diterima karena alasan ekonomi individu dengan tujuan melukai atau (Skinnre. Menurut keluarga terjadi. dan lain. menghukum orang lain atau memaksa seseorang Dengan meningkatnya wanita yang untuk patuh. & Jones 2014). difokuskan terutama pada keluarga dan alokasi 1981) mengatakan bahwa agresif adalah suatu peran. Perilaku agresif fisik suami. Keluarga adalah sama-sama bekerja baik sambilan maupun tetap dua orang atau lebih yang disatukan oleh dengan tujuan untuk menambah penghasilan kebersamaan dan kedekatan emosional serta keluarga. dan sebagai bentuk normatif terutama pada anak.1 diatas terlihat bahwa tipe keluarga Jones 2014). Bentuk keluarga varian menunjukan kepada struktur keluarga yang merupakan sebuah 2) Perilaku Agresif Pada Remaja variasi dari bentuk norma. varian. pengurus rumah Menurut peneliti. Dalam kebanyakan lain dengan cara merusak ( atau ancaman keluarga dimana pasangan suami istri bekerja.. Menurut Dollar dan Miler berhubungan. 2012). agresif merupakan suatu lambat dibandingkan perubahan pada pekerjaan bentuk perilaku yang mempunyai niat tertentu wanita dan perubahan dalam peran keluarga. perilaku yang dimaksud untuk melukai orang ketegangan peran didokumentasikan dalam studi lain baik secara fisik atau verbal) atau merusak setelah studi seiring wanita beralih menjadi tenaga harta benda. Jika seseorang tidak bisa mengontrol kerja dan menciptakan karir bagi diri mereka. LPPM STIKes Perintis Padang 97 .. perilaku agresif adalah tangga. 1984). ini akan menimbulkan keluarga digolongkan sebagai bentuk tradisional hubungan yang tidak baik dalam keluarga dan nontradisional. tradisional (pengasuhan anak. mencelakakan individu lain. emosi dan melampiaskan kepada orang lain atau Dengan makin banyaknya kehadiran dual-career benda dengan disengaja maka orang tersebut family. sekali keluarga yang suami istri sama-sama Relational aggression (agresi relasi ) adalah bekerja selama periode tertentu dalam siklus perilaku yang menyebabkan kerugian pada orang kehidupan berkeluarga. konflik. dan istri sebagai ibu rumah tangga (Sussman et Perilaku agresif ditujukan untuk menyakiti atau al. istri dan anak-anak hidup terpisah dari merupakan perilaku menyerang atau melukai orangtua. jika istri tidak bisa keluarga (Friedman. tipe keluarga dual tidak dual career yaitu sebanyak 65.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 B.1971). melakukan perannya sebagai pengasuh dan Dalam sosiologi keluarga. Telah dianalisis sampai sejauh mana wanita cara untuk mengatasi perlawanan dengan kuat mempertahankan kewajiban peran jenis kelamin atau menghukum orang lain.2 diatas terlihat bahwa 52. siswa lebih dari separuh dengan tipe keluarga Menurut peneliti. 2004).) dan secara simultan melakukan peran perilaku yang ditujukan untuk merugikan orang kerja mereka. Murray (dalam Hall dan Lindzey. laki) memiliki apa yang dinamakan jabatan-yaitu Agresif menurut Baron (dalam Koeswara. maka akan terdapat banyak pada remaja-remaja disekolah (Videbeck. tetapi pada kecepatan yang lebih Berkowitz (1987). dan secara melukai orang lain.2% atau career adalah tipe keluarga dimana suami istri sebanyak 135 orang responden. Perubahan peran pria dalam pelampiasan dari perasaan frustasi. ada tiga pekerjaan purnawaktu: dua sudah berperilaku agresif. untuk melukai secara fisik atau psikologis pada Penelitian mengenai peran wanita dalam keluarga diri orang lain. merusak) hubungan atau dukungan. persahabatan baik sebagai pekerja sambilan maupun tetap. Kelebihan beban. Bowden. Perilaku agresif sering kali di temui bekerja secara tajam. Di sini terjadi perubahan peran pada mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari pasangan suami istri. 1988) Agresi merupakan juga berubah.7% meliputi semua bentuk deviasi dari keluarga inti siswa mempunyai perilaku agresif atau sebanyak tradisional yang dicirikan oleh rumah tangga 109 orang responden. dll. berbagai bentuk mengatur rumah tangga. dengan laki-laki sebagai pencari nafkah orang lain atau mencakup perusakan properti. peran perilaku pasangan mereka (dalam Sarwono. Myers (dalam Seiring perpindahan wanita dari rumah ke Adriani. & Dari tabel 3. Bowden. Bentuk varian tersebut Dari tabel 3. sehingga anak akan mencari dan non-normatif atau bentuk-bentuk keluarga perhatian orang tua dengan caranya sendiri. al. dalam Yoon et kebanyakan wanita (demikian juga dengan laki. Pembahasan pekerjaan orang dewasa yang digaji dan satu 1) Tipe Keluarga Dual Career pekerjaan rumah tangga (Friedman. 1985) mengatakan tingkah laku agresif tempat kerja pada dekade baru-baru ini.

orang tua dengan perilaku agresif dimana p value Perilaku agresif adalah tingkah laku 0.054. Seorang paling banyak pada pertanyaan 4 sebanyak 21 isteri menikah yang memutuskan untuk bekerja. aktif dalam mengejar karir dan kehidupan anak juga merasakan kurangnya kasih sayang. Hal inilah yang menimbulkan dkk. 2007) bahwa banyak dari mereka yang perilaku agresif pada anak. bermakna ( nilai p > 0.05).1989) menyatakan bahwa dual career family agresif. sebagai pekerja. dan kejadian perilaku agresif pada remaja SMPN III terbatasnya penerimaan sosial terhadap “daddy Bawen Kecamatan Bandungan Kabupaten tracks” dengan program kerja keluarga seperti Semarang bahwa ada hubungan antara pola asuh pengaturan waktu kerja dan kepergian orang tua. Menurut Atkinson dkk (1981) terutama seorang ibu juga telah berubah. dengan adanya jumlah 2016. suami mereka tidak adanya hubungan tipe keluarga dual career biasanya berbagi peran mengasuh anak dan dengan perilaku agresif pada remaja. termasuk tuntutan tentang hubungan pola asuh orang tua dengan pekerjaan. peran orangtua maupun verbal. pada orang lain yang dapat dilakukan secara fisik Di zaman modern saat ini.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Hubungan Tipe Keluarga dengan Perilaku lelah sehingga ia tidak memiliki cukup energi Agresif pada Remaja di SMAN 1 Kecamatan 2 x untuk memenuhi semua kebutuhan anggota 11 Kayutanam Kabupaten Padang Pariaman tahun keluarganya.4%. sayang orang tua dengan lebih banyak ketegangan-ketegangan akan lebih sering muncul meluangkan waktu bersama dan berbagi kasih dibandingkan dengan keluarga tradisional. Saat ini agresif adalah tingkah laku yang diharapkan untuk banyak dijumpai keluarga yang kedua orang merugikan orang lain. sayang terhadap anak. Namun. Terlepas dari apakah wanita untuk melukai orang lain. Dari 207 orang responden Ketegangan-ketegangan umumnya berasal dari yang diteliti terlihat pada kuesioner tentang peran-peran yang sering menjadi tidak jelas serta perilaku agresif responden yang menjawab Sering adanya tuntutan peran dari lingkungan.849 artinya tipe keluarga dual career Peningkatan keterlibatan suami yang memiliki beresiko 1. dual career. didapatkan 1. jam kerja yang cukup panjang menyebabkan ibu Hasil analisa diperoleh nilai p = 0. orang tua. tidak selalu ada pada saat dimana ia sangat berarti Ho diterima. perilaku yang dimaksud tuanya bekerja. keluarga secara serentak. Maka menunjukan Ketika wanita bekerja. OR mengurus rumah tangga (Shaw.1985). bentuk keluarga yang verbal) atau merusak harta benda.05). mempunyai kedudukan ganda dengan melakukan hal-hal yang mereka anggap sebagai karyawan dengan jenis pekerjaan full menyenangkan tanpa memikirkan akibat dari time. Selain itu. tidak ada hubungan yang dibutuhkan oleh anak atau pasangannya.Faizan Ismail Tahun 2014 ayah dalam tugas keluarga. Dalam dual career family. hal tersebut mempunyai peranan ganda dalam dunia kerja dapat dihindari orang tua yang keduanya bekerja untuk mendapatkan penghasilan ataupun dengan cara membuat anak tetap merasakan kasih kepuasan hidup. dari hasil Regresi Logistik pelampiasan dari perasaan frustasi untuk terdapat hasil otoriter 1. struktur tempat kerja mereka. perilaku yang dimaksud bekerja karena keinginan sendiri atau keharusan untuk melukai orang lain (baik secara fisik atau (ataupun kedua-duanya). Tuntutan-tuntutan pekerjaan mengakibatkan isteri pulang kerja dalam keadaan LPPM STIKes Perintis Padang 98 . yang ditujukan untuk pola asuh orang tua yang paling berhubungan melukai pihak secara fisik maupun psikologis dengan perilaku agresif.040 (p<0.1% dan yang menjawab Sangat peran yang dipikulnya pasti semakin bertambah. dan peran responden atau 1. Rappoport & Rappoport (dalam Wilcox career berpengaruh terhadap timbulnya perilaku dkk. 1988). orang atau 10.000 dan demokratis 0.849 kali untuk terjadinya perilaku istri bekerja khususnya tampak melalui agresif pada remaja dibandingkan keluarga tidak keterlibatan dalam pengasuhan anak (Pleck. Coltrane (1977) mencatat bahwa masih banyak Dapat kita lihat juga hasil penelitian yang terdapat halangan besar bagi partisipasi penuh dilakukan oleh M. Menurut Penelitian Kurangnya komunikasi dan interaksi antara orang Apperson dkk (2002) mayoritas pria dan wanita tua dan anak membuat anak mencari perhatian sekarang ini. dominan terjadi sekarang ini adalah dual career Menurut peneliti tipe keluarga dual family. Sering paling banyak pada pertanyaan no 3 orang yaitu peran sebagai isteri. Dikatakan Primastuti (dalam Prawitasari perbuatannya itu.444 mengatasi perlawanan dengan kuat atau hal ini menunjukan tidak dapat mengetahui tipe menghukum orang lain. Dengan bekerjanya kedua orang tua merupakan tipe keluarga dimana suami dan istri menyebabkan waktu bersama anak berkurang.

pdf .H. Bowden & Jones. Jakarta Toha Bandung 18 September 2006 – 05 Januari 2007”. Bunga Rampai-Asuhan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Kencana Prenada Media kelompok umur dan jenis kelamin. (2009). P. (2009). Perilaku Agresi Relasi Siswa dilaksanakan dapat diambil kesimpulan sebagai Di Sekolah. Remaja Kelas II . c) Dari uji Chi-Square nilai p = 0. Aswaja Pressindo. Walaupun demikian diharapkan kepada Materi 05 .pdf EGC. OR tawuran pelajar selama 2010-2012. Jakarta 5.849 kali untuk terjadinya perilaku http:///video.Kenes. p. Faktor Yang Friedman. Yogyakarta berikut: a) Tipe keluarga siswa lebih dari separuh dengan tipe keluarga tidak dual career yaitu Ismail. kenes. belStatis/view/id/127 Salemba Medika. (2015). Kesehatan Edisi Revisi. Jakarta Pieter. Data Kabupaten Padang Pariaman tahun 2016. Metode Penelitian Vol. Jakarta LPPM STIKes Perintis Padang 99 . Ungaran: berarti Ho diterima. Rineka Cipta. (2009).tv/ars agresif pada remaja dibandingkan keluarga tidak ip dual career. Hubungan Pola Asuh Orang sebanyak 65.14-24 Keperawatan dan Teknik Analisis Data. “Faktor./Materi+05+-+Agresi. dkk. didapatkan 1. KESIMPULAN Setelah dilakukan penelitian yang Hidayat M.go. Semarang. REFERENSI Nursalam.05) tipe keluarga dual Ngudi Waluyo Ungaran career dengan perilaku agresif pada remaja di SMAN 1 Kecamatan 2 x 11 Kayu tanam Lukmansyah. (2014). Hidayat.antaranews. M.id/linkTa Fundamental Keperawatan Buku 1 Edisi 7.go. Jakarta Diperoleh tanggal 13 April 2016 dari BPS Kabupaten Padang Pariaman Potter & Perry. Pengantar Psikologi dalam BPS. Situasi Kesehatan Reproduksi https://www. Jurnal Penelitian. A.tvOneNews. Buku Melatarbelakangi Perilaku Agresif Pada Ajar-Keperawatan Keluarga Edisi 5f. Di Unduh dari sekolah agar meningkatkan kemampuan sekolah. EGC . Jakarta Kedokteran.Agresi. Metodologi Penelitian keluarga dual carrer.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 4.staff. Salemba Medika. Jakarta Rina (2011).gunadarma.7% siswa mempunyai perilaku Kecamatan Bandungan Kabupaten agresif. EGC. b) Sebanyak 109 orang responden atau Pada Remaja Di SMP III Bawen setara dengan 52.depkes.III Di Smp Pahlawan Buku Kedokteran.scribd. (2010)..bps. Buku Salemba Medika.pdf tanggal untuk mengatasi perilaku agresif remaja di 7 april 2016 sekolah serta mengembangkan metode bimbingan konseling remaja bersama keluarga terutama tipe Notoatmodjo. (2010).849 artinya tipe keluarga dual career Diperoleh tanggal 4 Juli 2013 dari beresiko 1. 29 Juni http://www. F. 3 No. tidak ada hubungan yang Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes bermakna ( nilai p > 0.com/doc/223921391/M Remaja Dalam Rangka Hari Keluarga enurut-Badan-Pusat-Statistik Nasional. A.2% atau sebanyak 135 orang Tua Dengan Kejadian Perilaku Agresif responden. (2014). dan petugas Bimbingan Konseling ads/.2. Konsep dan Penerapan Achir Yani S. D & Andini.id/Downlo guru-guru.id/resources/downlo Friedman. Buku Kedokteran. Fundamentals of Nursing- http://padangpariamankab. Group. (2011).054. ac. (2012). Keperawatan Keluarga Teori ad/pusdatin/infodatin/infodatin%20r dan Praktik Edisi 3. (2014). eproduksi%20remaja-ed. Jurnal Kesehatan Prima. Jumlah remaja dirinci menurut Keperawatan. (1998). Keperawatan Kesehatan Jiwa.. Jakarta Data demografi jumlah populasi remaja di Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan beberapa negara dan di Indonesia RI (2014).

Buku Kedokteran. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik Volume 1. EGC.pdf Videbeck. Buku Ajar-Keperawatan Jiwa.unand.ac. Salemba Humanika. Gambaran Perilaku Agresi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya Pada Siswa SMK X di Kota Padang http://repository. (2009). Buku Kedokteran. Yogyakarta Tim Penulis Falkutas Psikologi UI. EGC. Jakarta Setiadi. Psikologi Remaja edisi revisi. (2013). (2013). Konsep & Penulisan Riset Keperawatan.id/21606/3/bab %201. Graha Ilmu. Jakarta Universitas Andalas (2013). Psikolog Sosial.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Sarwono. (2009). Rajawali Pers. Jakarta LPPM STIKes Perintis Padang 100 . (2012). Jakarta Wong.

standar penyelenggaraan pelayanan medik.co. Budaya yang kuat. anggota-anggota yang membedakan organisasi itu Kualitas pelayanan baik. 2016 Bukittinggi.003 can be inferred the existence of a relationship between the integrity of the nurses with patient satisfaction. identitas bagi anggota. Achmad Mochtar Bukittinggi (2016) that writers get. Emil Wahyu Andria 2. Oleh 256) mendefinisikan budaya organisasi adalah karena itu.6% (Bagian Pelayanan Medik kesehatan kepada masyarakat yang memiliki RSUD Dr. During 2014 there were 2. To that end.621 patients treated. Manfaat budaya terhadap pasien akan menciptakan kepuasan organisasi adalah menimbulkan rasa memiliki pasien (Keliat & Akemat. diperlukan adanya peningkatan sebagai sistem nilai yang dianut bersama oleh kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit.697 patients. Keywords: Organizational Culture. akan membuat anggota organisasi memiliki identitas LPPM STIKes Perintis Padang 101 . and every month to evaluate patient satisfaction with the performance of nurses as well as the necessary their reward and punishment for nurses who have good performance. bukan saja mengharapkan pelayanan medik pelanggan merupakan nilai budaya organisasi dan keperawatan tetapi juga mengharapkan yang diterapkan di rumah sakit tersebut dalam kenyamanan. P value of 0. then the data is processed by using Chi Square test. 2010).006 can be inferred the existence of a relationship between a wise nurse with patient satisfaction. P value 0.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 BUDAYA ORGANISASI ERAT HUBUNGANNYA DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP Ernalinda Rosya 1.027 can be inferred the existence of a relationship between the right sincere promise nurse with patient satisfaction. The goal is to determine the relationship with the organizational culture of patient satisfaction at Hospital. sehingga rumah sakit dituntut untuk masih jauh dibawah standar. and in 2015 increased to 3. especially nurses diruangan interne men and women through how to behave or conduct of a nurse to the patient or the patient's family. Statistical test results obtained p value of 0. Minimal standar memberikan pelayanan yang bermutu sesuai kepuasan pasien rawat inap rumah sakit menurut standar yang ditetapkan.id Abstract Medical Records Hospital Dr. PENDAHULUAN Penilaian mutu pelayanan rumah sakit didapatkan nilai indeks kepuasan masyarakat di ruang rawat Rumah sakit merupakan salah satu pelayanan inap interne 75. P value 0. Konsumen dalam hal ini adalah diantaranya adalah budaya yang tanggap terhadap pasien yang mengharapkan pelayanan di rumah pelanggan.000 can be inferred the existence of a relationship between togetherness nurse with patient satisfaction. Mera Delima 3 Program Studi Profesi Ners STIKes Perintis Padang Email: ernalindarosya@yahoo. Kepuasan pasien No. This study was conducted on July 11. Achmad Mochtar. P value 0. pelayanan penunjang. Achmad Mochtar Bukittinggi kesehatan. 2016 until July 16.027 can be inferred the existence of a relationship between empathy nurses with patient satisfaction.228/2002 menyebutkan bahwa standar merupakan salah satu tujuan dalam suatu pelayanan minimal rumah sakit harus memuat organisasi di rumah sakit. iklim kerja yang tanggap dari organisasi-organisasi lain. Data peran strategis dalam mempercepat peningkatan tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepuasan derajat kesehatan sebagai tujuan pembangunan pasien di RSUD Dr.008 can be concluded their fair relationship between nurse and patient's satisfaction.006 can be inferred the existence of a relationship between responsibiliti nurse with patient satisfaction. in the nursing field needed improvement and development of resource nurses on the meaning of organizational culture. This research uses descriptive analytic method with cross sectional design. Patient Satisfaction 1. P value 0. The sample in this study was 22 people. P value of 0. the largest number of patients treated is in the room interne. akomodasi yang baik dan hubungan memberikan pelayanan. Budaya yang tanggap terhadap sakit. Robbins dan Judge (2014: harmonis antara staf rumah sakit dan pasien. dan pelayanan Organisasi rumah sakit mempunyai budaya keperawatan. Menurut Kepmenkes Kemenkes RI (2008) yaitu 90%. 20 April 2016).

dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Achmad Mochtar Bukittinggi dan semua perawat yang dinas di ruangan interne pria dan wanita RSUD Dr. Budaya Setelah data terkumpul. diklasifikasikan dalam TERBAIK mulai diterapkan pada tahun 2010. Sampel dalam penelitian ini adalah 22 orang. Achmad Mochtar Bukittinggi. RSUD Dr. Data yang telah diklasifikasikan Budaya ini telah tercantum di UU RSUD Dr. Budaya organisasi yang dikembangkan oleh rumah sakit ini adalah TERBAIK. penelitian dengan membagikan kuesioner kepada Dibuktikan dengan penelitian Siti Kholipah 4 orang pasien sekaligus peneliti mengobservasi (2013) ditemukannya hubungan yang kuat antara perawat yang dinas siang. Budaya Peneliti mengobservasi perawat yang dinas pagi organisasi memiliki pengaruh yang kuat pada dan mengisi lembar observasi yang peneliti buat karyawan seperti kepuasan kerja yang hasil sendiri. Adil. Setelah itu peneliti melakukan identifikasi pasien sesuai kriteria inklusi dengan melihat buku status pasien. peneliti akhirnya akan dapat memenuhi harapan kembali ke rumah sakit untuk melanjutkan pelanggan dalam bentuk kepuasan pelanggan. METODOLOGI Menggunakan metode descriptif analitic. dengan pendekatan crossectional. observasi. Achmad Mochtar Bukittinggi. dimaksud adalah budaya organisasi.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang dirawat di Ruang Rawat Inap Interne Pria dan Wanita RSUD Dr. orang pasien sekaligus peneliti mengobservasi perawat yang dinas malam. Kemudian saat dinas siang. Selanjutnya peneliti membagikan kuesioner sebanyak 6 kuesioner kepada pasien sesuai jumlah perawat yang dinas pagi dimana 1 orang perawat diobservasi sebanyak 2x dan dinilai oleh pasien yang berbeda dengan cara mengisi lembar kuesioner yang diberikan oleh peneliti. dapat disimpulkan bahwa kurang terlaksananya masalah etika dalam penelitian ini meliputi: inf fungsi manajemen dalam pengorganisasian di ormed concent (lembar persetujuan). LPPM STIKes Perintis Padang 102 . beberapa kelompok menurut sub variabel yang Budaya TERBAIK merupakan ketetapan atau ada dalam pertanyaan kuesioner dan lembar konsensus bersama dari rumah sakit itu sendiri. Data disajikan diterapkan dengan ketidakpuasan pasien tersebut.Pada analisa data univariat digunakan Achmad Mochtar yang dinamakan Hospital untuk memperoleh gambaran pada masing-masing Bylows atau HBL RS (Kebijakan dari pihak variabel independent (Tulus dan tepat janji. Instrument dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Proses pengumpulan data diawali dengan melakukan pengambilan data di RSUD Dr. Bijak. Achmad Mochtar Bukittinggi). Berdasarkan fenomena tersebut. Bentuk pengorganisasian yang (tanpa nama) dan confidentiality (kerahasiaan). peneliti membagikan kuesioner kepada 4 RSUD Ambarawa. begitupun saat dinas budaya organisasi dengan kepuasan pasien di malam. maka dicoba meneliti tentang hubungan budaya organisasi dengan kepuasan pasien rawat inap. Empati. Kebersamaan dan kompak) maupun variabel Kesenjangan yang didapatkan antara budaya yang dependent (Kepuasan pasien). Integritas.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 yang merupakan ciri khas organisasinya. diolah. anonimity rumah sakit. Responsibiliti. 2.

9 Kurang Baik 13 59. Pada sikap bijak lebih dari separoh (63. Perawat yang mempunyai sikap adil yang kurang baik lebihdariseparoh (54.5%).667 kali terhadap kepuasan pasien dibandingkan dengan pasien yang menyatakan sikap perawat kurang baik dalam bersikap tulus dan tepat janji.1 menunjukkan bahwa lebih dari separoh (59.5 Tidak puas 12 54. LPPM STIKes Perintis Padang 103 .1 Empati Baik 9 40. HASIL DAN PEMBAHASAN a.9 Kurang Baik 13 59.5%) pasien menyatakan tidak puas terhadap sikap perawat saat memberikan pelayanan keperawatan.2 menunjukkan lebih dari separoh (54.027 artinya adanya hubungan antara perawat yang mempunyai sikap tulus dan tepat janji dengan kepuasan pasien. Tabel 5.4%).6%).6 Bijak Baik 8 36. Achmad Mochtar Bukittinggi Kepuasan pasien f Persentase % Puas 10 45.1 Responsibiliti Baik 8 36. Hasil analisis di dapatkan nilai OR = 11.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 3.5 Tabel 5.5 Kurang Baik 12 54. Hasil analisa univariat Tabel 5. Achmad Mochtar Bukittinggi (N=22) Tulus dan Tepat Janji f Persentase % Baik 9 40.2 Distribusi Frekuensi Kepuasan Pasien Rawat Inap Interne Pria dan wanita di RSUD Dr. Separoh (50%) perawat mempunyai sikap integritas yang baik. perawat yang mempunyai sikap kebersamaan dan kompak yang baik yaitu lebihdariseparoh (50.1) perawat mempunyai sikap empati yang kurang baik.5 Total 22 100 b. Tabel 5.1%) perawat mempunyai sikap tulus dan tepat janji yang kurang baik. 1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Sikap (Budaya Organisasi) Di Ruangan Rawat Inap Interne Pria dan wanita di RSUD Dr.6 Adil Baik 10 45.4 Kurang Baik 14 63.6%) perawat yang mempunyai sikap bijak yang kurang baik.4 Kurang Baik 10 45.667 artinya perawat yang mempunyai sikap tulus dan tepat janji yang baik berpeluang 11.3 menunjukkan hasil uji statistik di dapatkan p value 0. Hasil analisa bivariat Tabel 5.5 Integritas Baik 11 50 Kurang Baik 11 50 Kebersamaan/ kompak Baik 12 50. Pada sikap empati menunjukkan bahwa lebih dari separoh(59.4 Kurang Baik 14 63. Perawat yang mempunyai sikap responsibiliti yang kurang baik lebih dari separoh (63.

Tabel 5.3 Hubungan Tulus dan Tepat janji dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap Interne Pria dan Wanita di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Bijak Kepuasan pasien Total P OR Tidak puas Puas value value f % f % f % Kurang baik 11 78. Achmad Mochtar Bukittinggi Tulus tepat janji Kepuasan pasien Total P OR Tidak puas Puas value value f % f % f % Kurang baik 10 76.8 9 100 Total 12 54.9 3 23.1 13 100 0.5 22 100 Tabel 5.027 artinya adanya hubungan antara perawat yang mempunyai sikap empati dengan kepuasan pasien. Hasil analisis di dapatkan nilai OR = 11. Hasil analisis didapatkan nilai OR = 25.667 kali terhadap kepuasan.667 kali terhadap kepuasan pasien dibandingkan dengan pasien yang menyatakan sikap perawat kurang baik dalam bersikap empati.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Tabel 5.1 13 100 0.667 baik 2 22.9 3 23.6 Hubungan Bijak dengan Kepuasan pasien Rawat Inap Interne Pria dan Wanita di RSUD Dr.5 7 87.6 3 21.667 baik 1 12.8 9 100 Total 12 54.5 10 45.027 11.5 10 45.2 7 77.4 14 100 0. Achmad Mochtar Bukittinggi Responsibiliti Kepuasan pasien Total P OR Tidak puas Puas value value f % f % f % Kurang baik 11 78.006 artinya adanya hubungan antara perawat yang mempunyai sikap bijak dengan kepuasan pasien.667 artinya perawat yang mempunyai sikap bijak yang baik berpeluang 25.667 artinya perawat yang mempunyai sikap responsibiliti yang baik berpeluang 25.4 14 100 0.5 menunjukkan hasil uji statistik didapatkan p value 0.006 artinya adanya hubungan antara perawat yang mempunyai sikap reponsibiliti dengan kepuasan pasien.667 baik 1 12.4 menunjukkan hasil uji statistik di dapatkan p value 0.5 22 100 Tabel 5. Tabel 5.5 8 100 LPPM STIKes Perintis Padang 104 .027 11.006 25.5 8 100 Total 12 54.006 25.6 3 21.6 menunjukkan hasil uji statistik p value 0.5 10 45.5 Hubungan Responsibiliti dengan Kepuasan pasien Rawat Inap Interne Pria dan wanita di RSUD Dr. Tabel 5.2 7 77.667 kali terhadap kepuasan pasien dibandingkan dengan pasien yang menyatakan sikap perawat kurang baik dalam bersikap bijak.5 7 87.667 baik 2 22. Hasil analisis di dapatkan nilai OR = 25.667 artinya perawat yang mempunyai sikap empati yang baik berpeluang 11.5 22 100 Tabel 5. Achmad Mochtar Bukittinggi Empati Kepuasan pasien Total P OR Tidak puas Puas value value f % f % f % Kurang baik 10 76.4 Hubungan Empati dengan Kepuasan pasien Rawat Inap Interne Pria dan Wanita di RSUD Dr.

000 6.000 kali terhadap kepuasan pasien dibandingkan dengan pasien yang menyatakan sikap perawat kurang baik dalam bersikap kebersamaan.5 22 100 Tabel 5.8 menunjukkan hasil uji statistik didapatkan p value 0. Achmad Mochtar Bukittinggi Integritas Kepuasan pasien Total P OR Tidak puas Puas value value f % f % f % Kurang baik 10 90. Tabel 5. Achmad Mochtar Bukittinggi Adil Kepuasan pasien Total P OR Tidak puas Puas value value f % f % f % Kurang baik 10 83.3 12 100 Total 12 54.5 22 100 Tabel 5. Tabel 5.7 10 83.000 artinya adanya hubungan antara perawat yang mempunyai sikap kebersamaan dengan kepuasan pasien.5 10 45.8 11 100 Total 12 54.9 menunjukkan hasil uji statistik didapatkan p value 0.9 Hubungan Kebersamaan dengan kepuasan pasien Rawat Inap Interne Pria dan wanita di RSUD Dr.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Total 12 54.2 9 81.000 baik 2 20 8 80 10 100 Total 12 54.000 artinya perawat yang mempunyai sikap adil yang baik berpeluang 20.000 artinya perawat yang mempunyai sikap integritas yang baik berpeluang 45.000 baik 2 18.8 Hubungan Integritas dengan kepuasan pasien Rawat Inap Interne Pria dan wanita di RSUD Dr.003 artinya adanya hubungan antara perawat yang mempunyai sikap integritas dengan kepuasan pasien.1 11 100 0.5 22 100 Tabel 5.5 10 45.5 10 45.000 kali terhadap kepuasan pasien dibandingkan dengan pasien yang menyatakan sikap perawat kurang baik dalam bersikap integritas.5 10 45. Hasil analisis didapatkan nilai OR = 6. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016 Kebersamaan Kepuasan pasien Total P OR Tidak puas Puas value value f % f % f % Kurang baik 10 100 0 0 10 100 0. Tabel 5.008 artinya adanya hubungan antara perawat yang mempunyai sikap adil dengan kepuasan pasien. Hasil analisis di dapatkan nilai OR = 45.7 menunjukkan hasil uji statistik didapatkan p value 0.000 artinya perawat yang mempunyai sikap kebersamaan yang baik berpeluang 6.3 2 16.7 12 100 0.008 20.000 baik 2 16.003 45. Hasil analisis di dapatkan nilai OR = 20.7 Hubungan Adil dengan Kepuasan pasien Rawat Inap Interne Pria dan Wanita di RSUD Dr.9 1 9.000 kali terhadap kepuasan pasien dibandingkan dengan pasien yang menyatakan sikap perawat kurang baik dalam bersikap adil.5 22 100 LPPM STIKes Perintis Padang 105 .

tepat janji) baik maka dilakukan oleh perawat yang ada diruangan. dimana perawat tersebut sabar dalam pura) sebagai sumber energi kekuatan diri dalam mendengarkan ungkapan perasaan pasien yaitu memberikan pelayanan. tidak pura. melakukan sesuatu tindakan dari hati yang suci lebihdariseparoh perawat yang mempunyai sifat tidak berpura-pura. Achmad Mochtar pasien. Ini perundang-undangan. dibuktikan dari 22 pasien yang dilayani oleh perawat yang selalu menepati janjinya ketika Menurut peneliti responsibiliti merupakan berani perawat tersebut berjanji dengan pasien ataupun bertanggung jawab atas perbuatan atau tindakan keluarga pasien dalam hal tindakan keperawatan yang diberikan dan memperhatikan kesesuaian. sehingga orang lain tulus dan tepat janji yang kurang baik. Ini dibuktikan dari pada penelitian ini adalah sungguh dan bersih hati 22 pasien yang selalu dilayani oleh perawat (benar-benar keluar dari hati yang suci. Untuk item pertanyaan ke dua. perawat yaitu sebanyak 5 orang pasien. sangat penting dalam dunia keperawatan karena ini merupakan modal untuk menciptakan c. dengan pertama kali yaitu sebanyak 4 orang pasien. Ini semakin baik pula kepuasan pasien yang ada dibuktikan dari 22 pasien yang selalu dalam ruangan. dan Tepat Janji Menurut peneliti empati merupakan bagian dari Hasil distribusi frekuensi tulus dan tepat janji budaya organisasi.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 PEMBAHASAN aman dan nyaman berada di lingkungan rumah sakit. Arti kata Tulus dan menghadapi dan berprilaku baik kepada pasien tepat janji yang peneliti gunakan sebagai variabel yang ada di ruangan tersebut. pasien yang selalu mendapatkan dalam memberikan advis/informasi kepada yang kenyamanan selama dirawat di rumah sakit dari dilayani. terbuka/informatif sehingga orang lain merasa LPPM STIKes Perintis Padang 106 . 1. Analisis Univariat a. responden yang selalu Peneliti berpendapat bahwa budaya organisasi mendapatkan perhatian dan dukungan moril dari yaitu tulus dan tepat janji merupakan suatu yang perawat yaitu sebanyak 4 orang pasien. Empati keperawatan sesuai SOP yaitu sebanyak 5 orang Hasil distribusi frekuensi empati diketahui bahwa pasien. jujur dan sopan santun ke dua. pasien. Arti Responsibilitas kenal dengan perawat karena perawat tersebut yaitu berani bertanggung jawab atas perbuatan selalu memperkenalkan dirinya ketika bertemu atau tindakan yang diberikan. Achmad Mochtar pasien. ikhlas. Untuk item pertanyaan keramahtamahan. Arti Empati adalah responden yang selalu mendapatkan pertolongan kemampuan menghadapi perasaan dan pikiran tepat waktu dari perawat yaitu sebanyak 3 orang orang lain yaitu dengan perilaku sabar. Achmad Mochtar empati karena seorang perawat harus sabar Bukittinggi pada tahun 2009. Bukittinggipadatahun2009. Tulus. Tulus disini maksudnya yaitu Hasil distribusi frekuensi responsibiliti diketahui. Pada memperhatikan kesesuaian dan kepatuhan untuk item tepat janji disini maksudnya yaitu menepati disiplin dalam pengelolaan organisasi berdasarkan semua janji yang kita buat supaya pasien percaya praktek bisnis yang sehat serta peraturan dengan perawat yang ada diruangan tersebut. Penelitian merasa nyaman kepada kita. mendapatkan pelayanan dari perawat dimana perawat tersebut memberikan pelayanan b. responden lebihdariseparoh perawat yang mempunyai sifat yang selalu dilayani oleh perawat dimana perawat empati yang kurang baik. Maksudnya disini ini didukung oleh dokumen usulan penerapan adalah seseorang perawat sebaiknya berprilaku PPK-BLUD RSUD Dr. Penelitian ini didukung tersebut selalu berani dan bertanggung jawab atas oleh dokumen usulan penerapan PPK-BLUD tindakan yang diberikan yaitu sebanyak 8 orang RSUD Dr. yang tercermin dari sebanyak 4 orang pasien. Dan pada item pertanyaan ke tiga. Dan untuk item pertanyaan ke tiga. Responsibilitas kepuasan pasien. Sehingga jika Maksudnya disini adalah berani untuk bertanggung jawab apapun tindakan yang telah budaya organisasi (tulus. empati ini merupakan prilaku lebihdariseparoh perawat yang mempunyai sifat sabar menghadapi orang lain. Penelitian ini yang selalu dilayani oleh perawat yang ramah dan didukung oleh dokumen usulan penerapan PPK- senyum saat bertemu yaitu sebanyak 6 orang BLUD RSUD Dr. yaitu sebanyak 5 orang pasien. Untuk item pertanyaan ke dua. pasien yang Bukittinggipadatahun2009. Ini dibuktikan dari 22 pasien responsibiliti yang kurang baik.

lebihdariseparoh perawat disini adalah bertindak selalu tidak berat sebelah. tidak memihak/tidak diskriminatif.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 d. Integritas pada diri sesuatu tindakan akan di pertanggung jawabkan sendiri. Arti dari Bijak adalah Hasil distribusi frekuensi integritas diketahui selalu menggunakan akal budi sebelum bertindak. profesional. Dan untuk pertanyaan ke Adil adalah berkata dan bertindak selalu tidak tiga. tidak semenang-menang.4% diruangan rawat inap Sehingga pasien bisa mendapatkan keadilan interne pria dan wanita RSUD Dr. Arti dari sebanyak 4 orang pasien. sama. sudah tepat atau belum. Penelitian ini didukung dari perawat yaitu sebanyak 4 orang pasien. jika tindakan tersebut salah. pasien yang selalu dilayani oleh perawat Menurut asumsi peneliti didapatkan integritas dimana perawat tersebut bijak dalam menanggapi yang baik sangat di perlukan dalam budaya keluhannya yaitu sebanyak 6 orang pasien. Arti dari dengan baik. pasien yang selalu yang benar dan mengimplementasikan dalam dilayani perawat dimana perawat tersebut teliti perbuatan/pergaulan dengan mencerminkan dan terampil dalam tindakan keperawatan yaitu akhlak yang dimuliakan Allah. bisa memperlihatkan keahlian. sehingga seluruh menghormati keinginan pasien yaitu sebanyak 1 stakeholders mendapat perlakuan (jaminan) yang orang pasien. g. Integritas Bukittinggipadatahun2009. Adil oleh perawat. Achmad Mochtar f. mengedepankan keahlian. untuk Penelitian ini didukung oleh dokumen usulan item pertanyaan ke dua. oleh perawat yang berhubungan dengan keyakinan yaitu sebanyak 4 orang pasien. diruangan rawat inap interne pria dan wanita RSUD Dr. karena komitmen pada prinsip. organisasi. Keahlian yang baik akan Hasil distribusi frekuensi adil diketahui bahwa memperlihatkan tindakan yang baik. yang mempunyai sifat kebersamaan dan kompak tidak memihak. Achmad mendapatkan bantuan khusus dari perawat yaitu Mochtar Bukittinggi pada tahun 2009. Achmad Mochtar Bukittinggi tahun Menurut asumsi peneliti bahwa bijak adalah selalu 2016. Ini dibuktikan Mochtar Bukittinggi tahun 2016. Bijak tersebut tidak membeda-bedakan pasien yaitu Hasil distribusi frekuensi bijak diketahui bahwa sebanyak 8 orang pasien. berfikir sebelum bertindak sehingga bisa memperlihatkan loyalitas perawat kepada pasien. dan untuk pertanyaan ke tiga. dan untuk pertanyaan ke lebihdariseparoh perawat yang mempunyai sifat tiga. pasien yang penerapan PPK-BLUD RSUD Dr. pasien yang selalu mendapatkan informasi bijak yang kurang baik. Ini lebihdariseparoh perawat yang mempunyai sifat dibuktikan dari 22 pasien yang selalu dianjurkan adil yang kurang baik. Kebersamaan dan kompak Menurut asumsi peneliti bahwa adil dengan Hasil distribusi frekuensi kebersamaan diketahui keadilan yang ada di rumah sakit. Ini dibuktikan dari 22 giat belajar dan menguasai ilmu pengetahuan pasien yang selalu dilayani oleh perawat dimana sebagai pendukung dalam menghasilkan setiap perawat tersebut selalu menjelaskan tindakan output pelayanan dengan reward yang wajar. sebanyak 7 orang pasien. yang baik yaitu50. Achmad selalu dilayani oleh perawat dimana perawat Mochtar Bukittinggi pada tahun 2009. separoh perawat yang sehingga loyalitas kepada organisasi dan individu mempunyai sifat integritasyang baik yaitu50% lainnya tetap terjaga. supaya pasien percaya dengan tindakan yang dilakukan e. Integritas kepada Sang Pencipta (Allah). Achmad dalam perawatan yang dilakukan. Arti dari LPPM STIKes Perintis Padang 107 . bahwadari 22 pasien. maksudnya bahwa dari 22 pasien. keperawatannya yaitu sebanyak 4 orang pasien. Achmad tindakan medis seorang perawat harus lah berfikir Mochtar Bukittinggi pada tahun 2009. oleh dokumen usulan penerapan PPK-BLUD RSUD Dr. apakah tindakan yang diambil sudah Integritas adalah satu dalam kata dan perbuatan = benar atau belum. dari perawat dimana perawat tersebut selalu tidak sewenang-wenang. dari 22 pasien yang selalu mendapatkan bantuan tepat waktu dari perawat yaitu sebanyak 6 orang Penelitian ini didukung oleh dokumen usulan pasien. untuk item pertanyaan ke dua. pasien yang selalu penerapan PPK-BLUD RSUD Dr. Penelitian ini didukung oleh dokumen usulan Maksudnya disini adalah sebelum melakukan penerapan PPK-BLUD RSUD Dr. ibadah untuk item pertanyaan ke dua. pasien yang selalu mendapatkan pelayanan berat sebelah.

banyak waktu terbuang dan harga tidak sesuai. Hubungan tulus dan tepat janji dengan menyebutkan kepuasan adalah perasaan senang kepuasan pasien seseorang yang berasal dari perbandingan antara Hasil uji statistik di dapatkan p value 0. Ini dibuktikan dari 22 pasien pelayanan berdasarkan hasil survey dengan yang selalu dilayani perawat dimana perawat instrumen yang baku menurut Indikator Kinerja tersebut selalu bermusyawarah dengan pasien Rumah Sakit. Cost/biaya terlalu tinggi. Analisis Bivariat harapan-harapannya.5% Menurut asumsi peneliti didapatkan kepuasan dan yang tidak puas terhadap sikap perawat ketika pasien tergantung dengan pelayanan yang memberikan pelayanan keperawatan yaitu 54. sesuai harapan dan kenyataan. karena dan cinta. Kepuasan adalah perasaan senang atau dibuktikan dari 22 pasien. Perilaku dilayani perawat dimana perawat tersebut selalu personel kurang memuaskan. Layanan selama Dan untuk pertanyaan ke tiga. Suasana dan kondisi membatasi pengunjung yaitu sebanyak 6 orang fisik lingkungan yang tidak menunjang. kepuasan pasien juga semakin jelek. tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat Hasil analisis di dapatkan nilai OR = 11. jika dihubungkan Mochtar Bukittinggipadatahun2009. Penelitian ini didukung oleh dokumen usulan penerapan PPK-BLUD RSUD Dr. Achmad Dari beberapa pendapat terkait. kompak adalah bermusyawarah dapat disimpulkan bahwa defenisi tingkat untuk satu keputusan dalam mendorong komitmen kepuasan adalah tingkat penerimaan dan respon bersama demi tercapainya kinerja maksimal dan keluarga terhadap pemberian pelayanan harmonis. pasien yang selalu proses menikmati jasa tidak memuaskan.5% diberikan oleh perawat yang memberikan diruangan rawat inap interne pria dan wanita tindakan di ruangan. pasien yang puas hanya kecewa seseorang yang muncul setelah 10 orang pasien. membandingkan antara persepsi atau kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan 2.667 dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya artinya perawat yang mempunyai sikap tulus dan setelah pasien membandingkannya dengan apa tepat janji yang baik berpeluang 11. apabila pasien puas mereka akan terus melakukan pemakaian terhadap jasa pilihannya. 2006). Kepuasan pasien adalah suatu sikap tulus dan tepat janji dengan kepuasan pasien. Semakin kompak memperoleh pasien yang lebih banyak. Pasien yang puas kondusif. Untuk Menurut peneliti kekompakan suatu organisasi menciptakan kepuasan pasien. Akan tercipta suatu kondisi yang keperawatan yang diberikan. rumah sakit harus mencerminkan kebaikan tindakan yang dilakukan menciptakan dan mengelola suatu system untuk oleh perawat pada pasien. Semakin baik budaya RSUD Dr.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Kebersamaan. Nursalam (2012: 328) a. toleransi. Dimana arti dengan konsep keluarga yang anggotanya dirawat dari kata Tulus dan tepat janji adalah sungguh dan LPPM STIKes Perintis Padang 108 . Achmad Mochtar Bukittinggi tahun organisasi maka semakin baik pula kepuasan yang 2016. Dengan mengetahui tingkat kepuasan baik dalam bersikap tulus dan tepat janji. Kepuasan terhadap kepuasan pasien dibandingkan dengan pasien berhubungan dengan kualitas pelayanan pasien yang menyatakan sikap perawat kurang rumah sakit.027 artinya kesenangan terhadap aktivitas dan suatu produk adanya hubungan antara perawat yang mempunyai dengan harapannya. Menurut Yazid (2004: 286) orang pasien. Untuk item pertanyaan ke dua. pasien. bersatu. karena jarak terlalu jauh. Hasil distribusi frekuensi kepuasan pasien diketahui bahwa pasien yang puas hanya 45. Depkes RI ( 2005: 31) yang dikutip terkait tindakan yang diberikan yaitu sebanyak 10 oleh Nursalam (2012). seorang perawat maka semakin baik pula kepuasan yang didapatkan oleh pasien di dalam Persentase pasien yang menyatakan puas terhadap ruangan tersebut. Kepuasan pasien Promosi/iklan tidak sesuai dengan kenyataan. pasien. Ini (2011). manajemen rumah sakit dapat melakukan peningkatan kualitas pelayanan. h.667 kali yang diharapkannya (Pohan. ada enam pasien yang selalu dilayani perawat dimana faktor menyebabkan timbulnya rasa tidak puas perawat tersebut selalu melibatkan keluarga dalam pasien terhadap suatu pelayanan yaitu: Tidak perawatan pasien yaitu sebanyak 5 orang pasien. penuh kasih sayang merupakan aset yang sangat berharga. diterima oleh pasien dan sebaliknya jika budaya organisasi yang diberikan tidak baik maka Penelitian ini sesuai dengan teori Nursalam. yang dikutip oleh Nursalam (2012).

8%). buat supaya pasien percaya dengan perawat yang Maksudnya disini adalah seseorang perawat ada di ruangan tersebut. Promosi/iklan tidak sesuai tidak memuaskan. Menurut asumsi peneliti budaya organisasi yaitu karena jarak terlalu jauh. Semakin baik budaya sebaiknya berprilaku empati karena seorang organisasi (tulus. b. Cost/biaya terlalu tinggi. Untuk menciptakan kepuasan pasien. memuaskan. Depkes RI ( 2005: 31) yang timbulnya rasa tidak puas pasien terhadap suatu dikutip oleh Nursalam (2012).667 artinya yang dilayani. dibuktikan dengan hasil analisis hubungan budaya Ini dibuktikan dengan hasil analisis hubungan organisasi perawat yang mempunyai sikap tulus budaya organisasi perawat yang mempunyai sikap dan tepat janji yang baik membuat pasien puas empati yang baik membuat pasien puas sebanyak yaitu sebanyak 7 orang (77. banyak. pelayanan yaitu: Tidak sesuai harapan dan kenyataan. Layanan selama proses menikmati jasa dan harga tidak sesuai.8%). Ini baik kepada pasien yang ada di ruangan tersebut.yang tercermin adanya hubungan antara perawat yang mempunyai dari keramahtamahan. 7 orang (77. Suasana dan kondisi fisik lingkungan yang tidak menunjang. jujur dan sopan sikap empati dengan kepuasan pasien. Layanan selama proses menikmati jasa Menurut Yazid (2004: 286) yang dikutip oleh tidak memuaskan. Suasana dan kondisi fisik lingkungan timbulnya rasa tidak puas pasien terhadap suatu yang tidak menunjang.667 kali terhadap kepuasan pasien dibandingkan dengan pasien yang menyatakan Penelitian ini sesuai dengan teori Nursalam (2012: sikap perawat kurang baik dalam bersikap empati. Untuk lain merasa aman dan nyaman berada di menciptakan kepuasan pasien. banyak waktu terbuang tulus dan tepat janji merupakan suatu yang sangat dan harga tidak sesuai. Achmad produk dengan harapannya. manajemen rumah sakit dapat melakukan perilaku sabar. Hasil santun dalam memberikan advis/informasi kepada analisis di dapatkan nilai OR = 11. rumah sakit harus lingkungan rumah sakit.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 bersih hati (benar-benar keluar dari hati yang suci. ikhlas. baku menurut Indikator Kinerja Rumah Sakit. manajemen pasien yang menyatakan puas terhadap pelayanan rumah sakit dapat melakukan peningkatan kualitas berdasarkan hasil survey dengan instrumen yang pelayanan. Tulus dan tepat janji disini maksudnya Menurut asumsi peneliti empati merupakan yaitu melakukan sesuatu tindakan dari hati yang bagian dari budaya organisasi. ada enam faktor menyebabkan Kinerja Rumah Sakit. Persentase pasien yang menyatakan puas terhadap pelayanan berdasarkan hasil survey Menurut Yazid (2004: 286) yang dikutip oleh dengan instrumen yang baku menurut Indikator Nursalam (2012). Cost/biaya terlalu tinggi. rumah sakit harus menciptakan dan mengelola Depkes RI ( 2005: 31) yang dikutip oleh Nursalam suatu system untuk memperoleh pasien yang lebih (2012). banyak waktu terbuang kenyataan. Promosi/iklan tidak sesuai penting dalam dunia keperawatan karena ini dengan kenyataan. LPPM STIKes Perintis Padang 109 . Perilaku personel kurang Nursalam (2012). maksudnya yaitu menepati semua janji yang kita sehingga orang lain merasa nyaman kepada kita. Hal ini akan menciptakan dan mengelola suatu system untuk mempengaruhi kepuasan pasien. Dimana arti berhubungan dengan kualitas pelayanan rumah dari kata Empati adalah kemampuan menghadapi sakit. empati ini suci tidak berpura-pura.027 artinya diri dalam memberikan pelayanan. merupakan modal untuk menciptakan kepuasan pasien. pelayanan yaitu: Tidak sesuai harapan dan karena jarak terlalu jauh. Dan tepat janji disini merupakan prilaku sabar menghadapi orang lain. Hubungan empati dengan kepuasan pasien tidak pura-pura) sebagai sumber energi kekuatan Hasil uji statistik di dapatkan p value 0. ada enam faktor menyebabkan memuaskan. Persentase mengetahui tingkat kepuasan pasien. berpeluang 11. 328) menyebutkan kepuasan adalah perasaan senang seseorang yang berasal dari perbandingan Penelitian ini didukung oleh dokumen usulan antara kesenangan terhadap aktivitas dan suatu penerapan PPK-BLUD RSUD Dr. Perilaku personel kurang dengan kenyataan. tepat janji) maka semakin baik perawat harus sabar menghadapi dan berprilaku kepuasan pasien yang ada dalam ruangan. Dengan memperoleh pasien yang lebih banyak. Kepuasan pasien Mochtar Bukittinggi pada tahun 2009. Dengan mengetahui tingkat kepuasan perasaan dan pikiran orang lain yaitu dengan pasien. Hal ini akan mempengaruhi perawat yang mempunyai sikap empati yang baik kepuasan pasien. terbuka/informatif sehingga orang peningkatan kualitas pelayanan.

667 adanya hubungan antara perawat yang mempunyai terhadap kepuasan pasien dibandingkan dengan sikap bijak dengan kepuasan pasien Hasil analisis pasien yang menyatakan sikap perawat kurang di dapatkan nilai OR = 25. apakah tindakan yang diambil sudah responsibiliti merupakan berani bertanggung benar atau belum. pasien yang menyatakan puas terhadap pelayanan berdasarkan hasil survey dengan instrumen yang Menurut Yazid (2004: 286) yang dikutip oleh baku menurut Indikator Kinerja Rumah Sakit. Ini dibuktikan dengan hasil hasil LPPM STIKes Perintis Padang 110 . Hasil analisis didapatkan nilai OR = d. Perilaku personel kurang dengan kenyataan. organisasi dan individu lainnya tetap terjaga. Semakin baik budaya organisasi pasien puas yaitu sebanyak 7 orang (87. ada enam faktor menyebabkan Depkes RI ( 2005: 31) yang dikutip oleh Nursalam timbulnya rasa tidak puas pasien terhadap suatu (2012). dengan kenyataan. Promosi/iklan tidak sesuai tidak memuaskan. Hal ini akan mempengaruhi kepuasan pasien. Dimana arti dari kata Responsibilitas adalah berani Penelitian ini didukung oleh dokumen usulan bertanggung jawab atas perbuatan atau tindakan penerapan PPK-BLUD RSUD Dr. Untuk berhubungan dengan kualitas pelayanan rumah menciptakan kepuasan pasien. Bersikap bijak yang tidak baik dapat berdampak Dengan mengetahui tingkat kepuasan pasien. Achmad yang diberikan. sudah tepat atau belum. memuaskan. banyak waktu terbuang berfikir sebelum bertindak sehingga bisa dan harga tidak sesuai.006 artinya responsibiliti yang baik berpeluang 25. Cost/biaya terlalu tinggi. pelayanan yaitu: Tidak sesuai harapan dan kenyataan. karena jawab atas perbuatan atau tindakan yang diberikan sesuatu tindakan akan di pertanggung jawabkan dan memperhatikan kesesuaian. Promosi/iklan tidak sesuai memperlihatkan loyalitas perawat kepada pasien. sikap reponsibiliti dengan kepuasan pasien di ruang rawat.5%). banyak waktu terbuang kenyataan. Cost/biaya terlalu tinggi. dengan memperhatikan Mochtar Bukittinggi pada tahun 2009. yang mempunyai sikap bijak yang baik berpeluang 25. rumah sakit harus sakit. ada enam faktor menyebabkan memuaskan.667 artinya perawat baik dalam bersikap responsibiliti.667 kali terhadap kepuasan pasien Penelitian ini didukung oleh dokumen usulan dibandingkan dengan pasien yang menyatakan penerapan PPK-BLUD RSUD Dr. Perilaku personel kurang Nursalam (2012). Layanan selama proses menikmati jasa dan harga tidak sesuai.667 artinya perawat yang mempunyai sikap Hasil uji statistik didapatkan p value 0. Maksudnya disini adalah sebelum melakukan tindakan medis seorang perawat harus lah berfikir Menurut asumsi peneliti didapatkan bahwa dengan baik. (responsibiliti) seseorang maka semakin baik pula kepuasan pasien. pada kepuasan pasien.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 c. Nursalam (2012). sehingga loyalitas kepada yang sehat serta peraturan perundang-undangan. pelayanan yaitu: Tidak sesuai harapan dan karena jarak terlalu jauh. Hubungan bijak dengan kepuasan pasien 25. hal ini di dukung oleh teori manajemen rumah sakit dapat melakukan Nursalam (2012:328) yaitu Kepuasan pasien peningkatan kualitas pelayanan. Hubungan responsibiliti dengan kepuasan analisis hubungan budaya organisasi perawat yang pasien mempunyai sikap responsibiliti yang baik Hasil uji statistik didapatkan p value 0. Dimana arti kesesuaian dan kepatuhan untuk disiplin dalam dari kata Bijak adalah selalu menggunakan akal pengelolaan organisasi berdasarkan praktek bisnis budi sebelum bertindak. Suasana dan kondisi fisik lingkungan yang tidak menunjang. Suasana dan kondisi fisik lingkungan timbulnya rasa tidak puas pasien terhadap suatu yang tidak menunjang. Layanan selama proses menikmati jasa Menurut Yazid (2004: 286) yang dikutip oleh tidak memuaskan.006 artinya membuat pasien puas yaitu sebanyak 7 orang adanya hubungan antara perawat yang mempunyai (87. Mochtar Bukittinggi pada tahun 2009. Dengan mengetahui tingkat kepuasan menciptakan dan mengelola suatu system untuk pasien. Persentase peningkatan kualitas pelayanan. manajemen rumah sakit dapat melakukan memperoleh pasien yang lebih banyak. Achmad sikap perawat kurang baik dalam bersikap bijak. Maksudnya disini jika tindakan tersebut salah. Ini dibuktikan dengan adalah berani untuk bertanggung jawab apapun hasil analisis hubungan budaya organisasi perawat tindakan yang telah dilakukan oleh perawat yang yang mempunyai sikap bijak yang baik membuat ada diruangan. Menurut asumsi peneliti bahwa bijak adalah selalu karena jarak terlalu jauh.5%).

ada enam faktor menyebabkan timbulnya rasa tidak puas pasien terhadap suatu timbulnya rasa tidak puas pasien terhadap suatu pelayanan yaitu: Tidak sesuai harapan dan pelayanan yaitu: Tidak sesuai harapan dan kenyataan. pasien percaya dengan tindakan yang dilakukan tidak memihak. Arti dari kata 20. Ini dalam perawatan yang dilakukan. Cost/biaya terlalu tinggi.000 artinya analisis di dapatkan nilai OR = 45. begitupun sebaliknya. Hasil sikap integritas dengan kepuasan pasien. sikap adil dengan kepuasan pasien. kompak dengan f.000 artinya perawat yang mempunyai sikap kebersamaan perawat yang mempunyai sikap integritas yang yang baik berpeluang 6. maksudnya organisasi. Dimana arti Integritas kepada Sang Pencipta (Allah). ada enam faktor menyebabkan Nursalam (2012).000 artinya Hasil uji statistik didapatkan p value 0. Hasil analisis didapatkan nilai OR = 6. Promosi/iklan tidak sesuai dan harga tidak sesuai. banyak waktu terbuang karena jarak terlalu jauh. Suasana dan kondisi fisik lingkungan memuaskan. sendiri.000 kali terhadap baik berpeluang 45. tidak memihak/tidak perbuatan/pergaulan dengan mencerminkan diskriminatif. manajemen rumah sakit dapat melakukan sakit.000 kali terhadap kepuasan kepuasan pasien dibandingkan dengan pasien LPPM STIKes Perintis Padang 111 .003 artinya adanya hubungan antara perawat yang mempunyai adanya hubungan antara perawat yang mempunyai sikap kebersamaan dengan kepuasan pasien. Kepuasan pasien ini pelayanan keperawatan dan berdampak tehadap berhubungan dengan kualitas pelayanan rumah kepuasan pasien. Mochtar Bukittinggi pada tahun 2009.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 e. yang tidak menunjang. Integritas pada diri sikap perawat kurang baik dalam bersikap adil. Layanan selama proses menikmati jasa tidak memuaskan. ibadah dari kata Adil adalah berkata dan bertindak selalu yang benar dan mengimplementasikan dalam tidak berat sebelah. Suasana dan kondisi fisik lingkungan yang tidak menunjang. Achmad output pelayanan dengan reward yang wajar. banyak waktu terbuang dan harga tidak sesuai. Bersikap integritas seluruh stakeholders mendapat perlakuan yang baik mencerminkan perbuatan/akhlak yang (jaminan) yang sama. tidak sewenang-wenang. Ini akan berpengaruh baik. (80%). Perilaku personel kurang tidak memuaskan. Dengan mengetahui tingkat kepuasan berhubungan dengan kualitas pelayanan rumah pasien. g. Keahlian yang baik akan Sehingga pasien bisa mendapatkan keadilan memperlihatkan tindakan yang baik.008 artinya menyatakan sikap perawat kurang baik dalam adanya hubungan antara perawat yang mempunyai bersikap integritas. Perilaku personel kurang memuaskan. Hal ini mempengaruhi terhadap Kepuasan pasien. sehingga akhlak yang dimuliakan Allah. Cost/biaya terlalu tinggi. dengan kenyataan. Achmad yang mempunyai sikap adil yang baik berpeluang Mochtar Bukittinggipadatahun2009. supaya disini adalah bertindak selalu tidak berat sebelah. Menurut asumsi peneliti didapatkan integritas Menurut asumsi peneliti bahwa adil dengan yang baik sangat di perlukan dalam budaya keadilan yang ada di rumah sakit. mengedepankan keahlian. Hubungan integritas dengan kepuasan kepuasan pasien pasien Hasil uji statistik didapatkan p value 0. Layanan selama proses menikmati jasa kenyataan. Ini dibuktikan dibuktikan dengan hasil analisis hubungan budaya dengan hasil analisis hubungan budaya organisasi organisasi perawat yang mempunyai sikap perawat yang mempunyai sikap adil yang baik integritas yang baik membuat pasien puas yaitu membuat pasien puas yaitu sebanyak 8 orang sebanyak 9 orang (81.000 artinya perawat penerapan PPK-BLUD RSUD Dr.000 kali terhadap kepuasan pasien Integritas adalah satu dalam kata dan perbuatan = dibandingkan dengan pasien yang menyatakan komitmen pada prinsip.8%). oleh perawat. Menurut Yazid (2004: 286) yang dikutip oleh Menurut Yazid (2004: 286) yang dikutip oleh Nursalam (2012). giat belajar dan menguasai ilmu pengetahuan Penelitian ini didukung oleh dokumen usulan sebagai pendukung dalam menghasilkan setiap penerapan PPK-BLUD RSUD Dr. peningkatan kualitas pelayanan. Hasil analisis Penelitian ini didukung oleh dokumen usulan di dapatkan nilai OR = 20. Hubungan adil dengan kepuasan pasien pasien dibandingkan dengan pasien yang Hasil uji statistik didapatkan p value 0. Hubungan kebersamaan. karena jarak terlalu jauh. bisa memperlihatkan keahlian. Karena kepuasan pasien sakit. Promosi/iklan tidak sesuai dengan kenyataan. tidak semenang-menang. profesional.

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 yang menyatakan sikap perawat kurang baik interne pria dan wanita RSUD Dr. Eni. Semakin Pasien Di RSUD Ambarawa Tahun 2013. Achmad Mochtar menunjukkan ketidakpuasan pasien terhadap Bukittinggi. Mochtar Bukittinggi. 2010. 3. Dr. empati. karena jarak terlalu jauh. 2012. Achmad Menurut Yazid (2004: 286) yang dikutip oleh Mochtar Bukittinggi Nursalam (2012). toleransi. Layanan selama proses menikmati jasa tidak memuaskan. bersatu. FIK UI sikap tulus dan tepat. Lebihdariseparoh perawat yang mempunyai Jakarta Tahun 2012. & Akemat. 2. dan harga tidak sesuai. responsibiliti. kompak seorang perawat maka semakin baik pula Jurnal kepuasan yang didapatkan oleh pasien di dalam ruangan tersebut. Tesis. pelayanan yaitu: Tidak sesuai harapan dan Depkes RI. 2005. 2013.5% dan yang tidak puas penerapan PPK-BLUD RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Perilaku Organisasi Edisi 12 Buku 2. Ini dibuktikan dengan hasil Nursalam. 2014. bermusyawarah untuk satu keputusan dalam Achmad Mochtar Bukittinggi. bijak. Cost/biaya terlalu tinggi. Dimana arti pelayanan keperawatan yaitu 54. Robbins. adil. Siti dkk. empati. KESIMPULAN Salemba Medika Berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan. layanan yang diberikan. BA. Jika ini tidak adil. Kepmenkes RI No. Promosi/iklan tidak sesuai 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar dengan kenyataan.5% diruangan dari katan Kebersamaan. Pelayanan Minimal Rumah Sakit Menurut asumsi peneliti kekompakan suatu Kholipah. Model Pelayanan memuaskan. Hal ini pria dan wanita RSUD Dr. dan tepat janji. kompak adalah rawat inap interne pria dan wanita RSUD Dr. karena kepuasan pasien berhubungan dengan kualitas pelayanan rumah 5. 4. mendorong komitmen bersama demi tercapainya 4. integritas dan kebersamaan dengan diterapkan pasien akan merasa tidak nyaman bila kepuasan pasien di ruang rawat inap interne dirawat dirumah sakit tersebut. Hubungan Karakteristik maka dapatddisimpulkan: Perawat dan Budaya Organisasi Dengan Kepuasan Pasien Di RSI Pondok Kopi 1. H.Salemba Medika baik membuat pasien puas yaitu sebanyak 10 orang (83. Separoh perawat yang mempunyai sikap integritas yang baik diruangan rawat inap LPPM STIKes Perintis Padang 112 . Azwir. Hasil uji statistik di dapatkan adanya hubungan kinerja maksimal dan harmonis. Jakarta. REFERENSI sakit. Dahlan. Indikator Kinerja Rumah Sakit. Perilaku personel kurang Keliat. EGC yang tidak menunjang.3%). Akan tercipta antara perawat yang mempunyai sikap tulus suatu kondisi yang kondusif. P dan Timothy A. ada enam faktor menyebabkan timbulnya rasa tidak puas pasien terhadap suatu Depkes RI. Achmad dalam bersikap kebersamaan. 2009. Manajemen Keperawatan : analisis hubungan budaya organisasi perawat yang Aplikasi Dalam Praktik Keperawatan mempunyai sikap kebersamaan dan kompak yang Profesional. Widiastuti. Suasana dan kondisi fisik lingkungan Keperawatan Profesional. Jakarta kenyataan. Stephen. banyak waktu terbuang Kepmenkes RI. Hasil penelitian didapatkan bahwa pasien yang Penelitian ini didukung oleh dokumen usulan puas hanya 45. Jakarta. Ed 3. Jakarta. Hubungan Penerapan organisasi mencerminkan kebaikan tindakan yang Budaya Organisasi Dengan Kepuasan dilakukan oleh perawat pada pasien. 2012. Achmad terhadap sikap perawat ketika memberikan Mochtar Bukittinggipadatahun2009. kebersamaan dan kompak yang kurang baik diruangan rawat inap interne pria dan wanita RSUD Dr. 2008. Judge. Dokumen Usulan Penerapan PPK-BLUD RSUD Dr. bijak. responsibiliti. penuh kasih sayang dan cinta.

6%) dan Jawa Barat Puskesmas Andalas Padang yaitu kelompok umur (29.1% (WHO).com Abstract According to the World Health Organization or WHO. tekanan Padang tahun 2012 jumlah hipertensi 6392 kasus. tertinggi di Bangka Belitung puskesmas Lubeg yaitu sebesar 4487 orang..33 mmHg and a post-test at the 151. Semakin tua umur seseorang. hipertensi merupakan penyebab (Dinas Kesehatan Kota Padang.Posttest Study Design. The research objective is to determine the effect of therapeutic foot soak with warm water to the reduction of blood pressure in patients with hypertension in Andalas Community Health Center Padang in 2016. P value = 0.8%. Prevalensi hipertensi di Indonesia yang dewasa akhir yang berumur 45-60 tahun (Dinas didapat melalui tenaga kesehatan sebesar 9. Prevalensi hipertensi di Indonesia yang merupakan angka cakupan tertinggi tentang didapat melalui pengukuran pada umur ≥18 tahun hipertensi sebanyak 8047 orang.6% Kesehatan Kota Padang tahun 2014. PENDAHULUAN yang didiagnosis tenaga kesehatan atau Menurut World Health Organization sedangminum obat sebesar 9. diatas 18 tahun) (CBN. ada 0. This research took place in January until September 2016. Keywords : Hypertension.7%.67 mmHg. diikuti Kalimantan Selatan (30. Hasil laporan Dinas Kesehatan Kota 2014).. disusul dengan kasus sistoliknya 140 mmHg ke atas atau tekanan DM. pernah didiagnosis menderita hipertensi tetapi saat sedangkan bila lebih dari 140/90 mmHg diwawancara yang sedang minum obat hipertensi dinyatakan sebagai hipertensi. tertinggi kedua di sebesar 25.8% + 0. 2006 dalam Triyanto.8%). makan masyarakat minang yang cenderung Menurut laporan Badan Kesehatan Dunia mengkonsumsi makanan yang tinggi kolesterol atau WHO. Tekanan dan pada tahun 2013 hipertensi menjadi posisi darah orang dewasa disebut tinggi jika tekanan teratas yakni 6714 kasus. hypertension is the number one cause of death in the world.00 / 69. The result showed the average blood pressure of the pre-test 164. Menurut Joint disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat 2009. rata kelompok umur yang terbanyak berkunjung di Kalimantan Timur (29. 2014). Samples were 30 accidental sampling observed by t-test. hipertensi ditemukan sebanyak 60-70% seperti merokok dan kurang olahraga serta pola pada populasi berusia diatas 65 tahun.000 which means that there are significant Warm Water Therapy Foot Soak to Decrease Blood Pressure In Patients with Hypertension in Andalas Community Health Center Padang 2016. dari 22 orang dewasa berusia 18 tahun ke atas menderita puskesmas di Kota Padang Puskesmas Andalas hipertensi. darah normalnya semakin meningkat. 2014) nomor 1 kematian di dunia. LPPM STIKes Perintis Padang 113 .9%).5%. It can be concluded that therapeutic foot soak with warm water could decrease the blood pressure in patients with hypertension. Data tahun 2010 di Berdasarkan pencatatan data Dinas Amerika Serikat menunjukkan bahwa 28. Responden yang belum normal adalah kurang dari 130/85 mmHg. Andalas Community Health Center (Puskesmas) is the the highest coverage number of hypertension as many as 8047 people. Rematik. It is suggested to healthcare officer to give information and explanation about therapeutic foot soak with warm water as an alternative way to decrease blood pressure.5% (25. Hipertensi ini diastoliknya 90 mmHg ke atas.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 PENGARUH TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH DI PUSKESMAS ANDALAS PADANG Zuriati 1 1 STIKes Alifah.7 %) tersebut diperuntukkan bagi individu dewasa (Riskesdas.33 / 56. 2013). Therapeutic foot soak with warm water 1.4%. batas tekanan darah yang masih dianggap yang minum obat sendiri. Rata- (30. Jadi prevalensi hipertensi tersebut disebut sebagai normal-tinggi (batasan diIndonesia sebesar 26.4%). Jadi. Kesehatan Kota Padang. Padang 25000 Email: yathie_zuriati13@yahoo. The type of this research is Quasy Experiment with Pretest . dan di antara nilai sebesar 0. dan ISPA. Based on the data recorded by Padang City Health Department in 2015.

co.43oC secara hangat dalam waktu konduksi dimana terjadi perpindahan panas dari air hangat ke tubuh sehingga akan membantu 2. Oleh karena itu bulan Januari – September 2016. stress. medikamentosa alias tanpa obat. rendam kaki menggunakan air hangat yang 2010). melancarkan (Karmanboegyss. tersebut (kecuali faktor yang tidak bisa dihindari Manfaat merendam kaki dengan air seperti faktor keturunan dan usia). peredaran darah dan memicu saraf yang ada pada Praktek kerja dari terapi rendam kaki telapak kaki untuk bekerja (Tari Batjun. radang sendi. sakit menangkal risiko tekanan darah tinggi pertamanya punggung. gagal ginjal. kaki adalah Tujuan penelitian ini adalah Untuk jantung kedua tubuh manusia. kelelahan. terapi air hangat bisa digunakan untuk menghindari faktor pemicu timbulnya penyakit meringankan masalah tersebut (Dewi 2014).blogspot. meningkatkan sirkulasi darah ke bagian rendam kaki air hangat terhadap penurunan atas tubuh dan juga melepas tekanan. terapi yang menggunakan terapi herbal dan farmakologis. mengancam nyawa seperti infark miokard. Caranya dengan kaku. menyembuhkan tekanan darah secara teratur agar bila sewaktu. Penelitian ini memperlancar sirkulasi getah bening sehingga dilakukan di Puskesmas Andalas Padang pada membersihkan tubuh dari racun. 2012). lambung.5 . Populasi orang orang yang menderita penyakit seperti penelitian penderita hipertensi dengan kelompok LPPM STIKes Perintis Padang 114 . mengingat bahwa hipertensi merupakan darah juga merangsang saraf yang ada pada kaki suatu penyakit kronis yang memerlukan terapi untuk mengaktifkan saraf parasimpatis. dijalankan diharapkan dapat memberikan dampak tetapi untuk melakukan terapi rendam kaki air maksimal (Riskesdas. hangat sendiri belum pernah dilakukan dan klien Praktek merendam kaki dengan air hangat juga tidak ada yang mengetahui bahwa merendam adalah satu metode perawatan kesehatan yang kaki dengan air hangat dapat menurunkan tekanan populer di kalangan masyarakat Cina. insomnia. dengan mengalami pembengkakan dan ketegangan otot. hingga kematian jika tidak dideteksi Berdasarkan survey awal di dapatkan dini dan diterapi dengan tepat. pengobatan tradisional Cina (TCM). TCM tekanan darah pada penderita hipertensi di merekomendasikan rendam kaki dengan air Puskesmas Andalas Padang tahun 2016. kram. sirkulasi adalah dengan penanggulangan secara non. Telapak hangat terhadap penurunan tekanan darah pada kaki memiliki 60 titik akupuntur yang penderita hipertensi di Puskesmas Andalas berhubungan dengan kandung empedu. Salah satu hangat 38o-40oC akan mempelancar peredaran upaya pencegahan dengan cara memeriksakan darah. nyeri otot. Merendam Berdasarkan latar belakang di atas. maka kaki dengan air hangat dapat memanaskan seluruh peneliti melakukan penelitian pemberian terapi tubuh. kandung Padang tahun 2016. intervensi pemberikan terapi rendam kaki air Perbaikan sirkulasi darah dapat juga hangat pada penderita hipertensi. darah yang buruk (hipertensi). dirasakan perlu keterangan bahwa selama ini usaha yang mereka untuk terus menggali strategi tatalaksana yang lakukan untuk mengatasi hipertensi adalah dengan efektif dan efisien dengan begitu. dengan air hangat ini yaitu dengan menggunakan Hasil penelitian Batjun (2015) rendam kaki air air hangat yang bersuhu sekitar 40. batuk pilek dan susah tidur. hangat setiap hari untuk meningkatkan sirkulasi Rendam kaki air hangat adalah salah satu darah dan menurunkan tekanan darah pada terapi hipertensi yang bermanfaat untuk penderita hipertensi mendilatasi pembuluh darah. Menurut darah. merangsang keringat. limpa. linu panggul. maka bisa diketahui lebih dini (Sudarmoko. dilakukan secara rutin maka dapat terjadi Joint National Committee (JNC) telah penurunan tekanan darah. METODE PENELITIAN meningkatkan sirkulasi darah dengan memperlebar pembuluh darah akibatnya lebih Jenis penelitian Quasy eksperimen banyak oksigen dipasok ke jaringan yang rancangan Pretest – Postest design.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Upaya ideal untuk mencegah dan rematik. kemih. 2013). 2015). barometer yang mengetahui pengaruh terapi rendam kaki air mencerminkan kondisi kesehatan badan. sehingga jangka panjang dengan banyak komplikasi yang menyebabkan penurunan tekanan darah (Umah. stroke. Penderita yang waktu ada kenaikan tekanan darah yang cukup mengalami tekanan darah tinggi jika melakukan tinggi. 2013). hati dan ginjal.id. karena efek dari rendam mengeluarkan guideline terbaru mengenai kaki air hangat menghasilkan energi kalori yang tatalaksana hipertensi atau tekanan darah tinggi bersifat mendilatasi dan melancarkan peredaran yaitu.

34 sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik adalah 65.90 mmHg b. HASIL DAN PEMBAHASAN a.97 130 180 Diastolik 15 62. dijabarkan diambil sebelum dan Stetoskop dalam sesudah diberikan terapi mmHg rendam kaki air hangat.00 mmHg dengan starndar deviasi 9. Pengolahan data melalui analisa data secara univariat dan bivariat menggunakan uji T-Test dengan tingkat kepercayaan 95% = 0.85 mmHg sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik adalah 69.05.33 9.67 mmHg dengan standar deviasi 13.60 LPPM STIKes Perintis Padang 115 .00 9.33 10.67 9.2 dapat dlihat rata-rata tekanan darah sistolik post-test pada kelompok intervensi didapatkan rata-rata tekanan darah sistoliknya adalah 151. - hangat merupakan kegiatan Observasi fisik yang dilakukan 3x seminggu selama 3 minggu.1 dapat dlihat rata-rata tekanan darah sistolik pre-test pada kelompok intervensi didapatkan rata-rata tekanan darah sistoliknya adalah 164.75 60 70 Kontrol Sistolik 15 155. Penurunan Tekanan Darah Tekanan darah pada Pigmano Pengukuran Rasio penderita hipertensi yang meter. Waktu yang diperlukan untuk merendam kaki selama 20-30 menit.33 mmHg dengan standar deviasi 9.1 Distribusi Rerata Tekanan Darah Responden Pre-test Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol di Puskesmas Andalas Tahun 2016 Kelompok Tekanan darah N Mean SD Min Max Intervensi Sistolik 15 164.61 mmHg sedangkan pada kelompok kontrol adalah tekanan darah sistoliknya 162.33 mmHg dengan starndar deviasi 10.85 150 180 Diastolik 15 69.60 tahun dengan teknik accidental sampling sebanyak 30 orang dengan 15 kelompok intervensi dan 15 orang kelompok kontrol.90 50 80 Pada tabel 3.27 10.33 15.60 140 170 Diastolik 15 66.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 umur 45. Tekanan Darah Setelah Dilakukan Terapi Rendam Kaki Air Hangat Tabel 3. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi. Defenisi Operasional Variabel Defenisi Operasional Alat Ukur Hasil Ukur Skala Ukur Terapi rendam kaki air hangat Terapi rendam kaki air Lembar . dengan temperatur 38o-40oC. 3.34 140 180 Diastolik 15 65.33 9.67 13.61 60 90 Kontrol Sistolik 15 162.2 Distribusi Rerata Tekanan Darah Responden Post-test Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol di Puskesmas Andalas Padang Tahun 2016 Tekanan Kelompok N Mean SD Min Max darah Intervensi Sistolik 15 151.32 65 80 Pada tabel 3. Tekanan Darah Sebelum Dilakukan Terapi Rendam Kaki Air Hangat Tabel 3.33 mmHg dengan standar deviasi 9.

umur.60 Post test 40. Selain itu cara memeriksakan tekanan darah secara teratur jantung juga membesar karena dipaksa agar bila sewaktu-waktu ada kenaikan tekanan meningkatkan beban kerja saat memompa darah yang cukup tinggi. stres. hingga kematian jika tidak dideteksi mengalami perubahan yang cukup berarti.33 9. diantaranya penyempitan arteri yang mensuplai Hipertensi dapat di obati secara non- darah ke ginjal. Pembahasan arteri yang menyebabkan hilangnya elastisitas pembuluh darah) keturunan.976 Post test 23.828 0.612 Intervensi Sistolik 15 151.328 Dari hasil uji Paired Samples T test (uji T-Test) didapatkan nilai p = 0.32 mmHg c. Pada kelompok kontrol adalah tekanan darah sistoliknya 155. mengancam nyawa seperti infark miokard.33 mmHg dengan standar deviasi 15.856 Pre test 15 43. stroke.00 9. perubahan tekanan darah tersebut biasanya tidak gagal ginjal.67 13. gagal ginjal dan stroke.00 Diastolik 69.05) artinya Ho ditolak dan Ha diterima yaitu ada Pengaruh Terapi Rendam Kaki Air Hangat terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Andalas Padang Tahun 2016. adalah dengan penanggulangan secara non.33 10.67 mmHg dengan standar deviasi 9.33 15. mengeluarkan guideline terbaru mengenai 60 tahun) yaitu sebanyak 19 orang (63. jantung. Upaya ideal untuk mencegah dan tekanan psikologis. kegemukan (obesitas).67 mmHg dengan standar deviasi 10. Perbedaan rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan terapi rendam kaki air hangat Tabel 3. ginjal timbulnya penyakit tersebut (kecuali faktor yang dan otak. hasil yang tertinggi yaitu pada penderita hipertensi mengalami penurunan.759 Sistolik 15 162. 2010). jenis kelamin.972 0.67 9. terapi yang degeneratif yang biasanya muncul setelah usia dijalankan diharapkan dapat memberikan dampak lanjut. yang paling jelas pada mata. Akibat tingginya tekanan darah yang lama medikamentosa alias tanpa obat. Konsekuensi pada hipertensi yang lama tidak bisa dihindari seperti faktor keturunan dan tidak terkontrol adalah gangguan penglihatan.345 Pre test 30.00 Diastolik 15 65.97 sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik adalah 62. pada kondisi tertentu tekanan darah jangka panjang dengan banyak komplikasi yang sistolik dan diastolik bisa mengalami perubahan. lebih dini (Sudarmoko. dini dan diterapi dengan tepat.mengingat bahwa hipertensi merupakan dari tekanan darah sistolik dan tekanan darah suatu penyakit kronis yang memerlukan terapi diastolik. 2013). usia).33 9. Penyebab penyakit hipertensi secara umum maksimal (Riskesdas.67 10. Salah satu upaya pencegahan adalah dengan oklusi koroner.75 mmHg. Setelah dilakukan terapi rendam kaki air Hasil yang didapatkan berdasarkan hangat ternyata tekanan darah sistol dan diastol karakteristik responden.3 Perbedaan rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan terapi rendam kaki air hangat pada penderita hipertensi di puskesmas andalas padang tahun 2016 Tekanan Kelompok N Mean SD Min Max darh Sistolik 164. Pengobatan non farmakologis salah LPPM STIKes Perintis Padang 116 .4%).049 0.000 (p≤ 0. aterosklerosis (penebalan dinding farmakologis. Caranya adalah tentu saja akan merusak pembuluh darah diseluruh dengan menghindari faktor-faktor pemicu tubuh.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik adalah 56. menangkal risiko tekanan darah tinggi pertamanya kurang olahraga dan kolesterol tinggi.00 Diastolik 15 56. Menurut pendapat peneliti tekanan darah terdiri yaitu. dirasakan perlu Hipertensi biasanya lebih dominan terjadi pada untuk terus menggali strategi tatalaksana yang usia lanjut yang merupakan salah satu penyakit efektif dan efisien dengan begitu. berjenis kelamin perempuan sebanyak 18 orang Joint National Committee (JNC) telah (60%) yang berusia dalam batasan lanjut usia (53.400 0.904 Kontrol Sistolik 15 155. tatalaksana hipertensi atau tekanan darah tinggi.000 Diastolik 15 62. maka bisa diketahui melawan tingginya tekanan darah.

hal dkk. Puskesmas Andalas Padang Tahun 2016. apabila tetap refleks paling utamadalam menentukan kontrol diberikan maka efek terhadap penderita tidak baik.32. reseptor ini dengan cepat mengirim impulsnya ke merangsang keringat. Secara didapatkan hasil tekanan darah sistol pada ilmiah terapi rendam kaki air hangat mempunyai kelompok kontrol juga mengalami penurunan dampak fisiologis bagi tubuh. 2000). kaki air hangat adalah salah satu terapi hipertensi stress yang berlebihan. Setelah dilakukan penelitian pada 30 orang hal sebaliknya yang terjadi tekanan darah sistolik responden didapatkan terdapat pengaruh terapi menjadi naik. 2012). dimana telapak kaki untuk bekerja (Umah. ini bahwa terapi rendam kaki air hangat pada Menurut Peni (2008) penderita hipertensi penderita hipertensi dapat menurunkan tekanan dalam pengobatannya tidak hanya menggunakan darah jika dilakukan secara rutin.67 mmHg dengan standar deviasinya kedua adalah faktor pembebanan di dalam air 10. Sementara pada kelompok kontrol digunakan sebagai salah satu terapi yang dapat yang tidak diberikan perlakuan pada penderita memulihkan otot sendi yang kaku serta dapat hipertensi juga mengalami penurunan dan ada menurunkan tekanan darah apabila dilakukan juga malahan sebaliknya mengalami peningkatan secara melalui kesadaran dan kedisiplinan (Umah pada tekanan darah sistolik dan diastolik. melancarkan peredaran darah dan memicu LPPM STIKes Perintis Padang 117 . penurunan denyut jantung dan daya kontraktilitas 2012). obesitas. tersebut mungkin disebabkan karena pada kelompok kontrol melakukan berobat rutin ke 4. membuat sirkulasi darah menjadi lancar. melancarkan perbandingan untuk kelompok intervensi yang peredaran darah dan memicu saraf yang ada pada dilakukan terapi rendam kaki air hangat. 38o-40oC akan mempelancar peredaran darah. merokok dan yang bermanfaat untuk mendilatasi pembuluh hidup sembarangan atau tidak teratur. darah. regulasi pada denyut jantung dan tekanan darah. dimana baroreseptor merupakan terapi rendam kaki air hangat. Rendam contohnya seperti ketidakpatuhan diet garam. mungkin karena adanya faktor rendam kaki air hangat terhadap penurunan pemicu yaitu budaya dan lingkungan yang tekanan darah pada penderita hipertensi di menyebabkan tekanan darah menjadi naik. yang menguntungkan otot-otot dan ligament yang Menurut pendapat peneliti pada penelitian mempengaruhi sendi tubuh (Hembing A. dapat dilihat obat-obatan. Pada saat tekanan darah Manfaat merendam kaki dengan air hangat arteri meningkat dan arteri menegang. tangan dan kakinya terasa kesemutan dan pereganganatau tekanan yang berlokasi di arkus penderita juga merasakan pusing. tekanan darah tinggi jika melakukan rendam kaki Dilatasi arteriol menurunkan tahanan perifer dan menggunakan air hangat yang dilakukan secara dilatasi vena menyebabkan darah menumpuk pada rutin maka dapat terjadi penurunan tekanan darah.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 satunya adalah rendam kaki. 2012).97 dan tekanan darah diastol rata. sehingga (kardioaselerator) sehingga menyebabkan menyebabkan penurunan tekanan darah (Umah. Penderita yang mengalami arteriol dan vena dan perubahan tekanan darah. vena sehingga mengurangi aliran balik vena. yang rata 62. tetapi bisa menggunakan alternatif pada kelompok intervensi yang secara rutin non-farmakologis dengan menggunakan metode melakukan terapi rendam kaki air hangat yang lebih murah dan mudah yaitu dengan mengalami penurunan dari hari pertama hingga menggunakan terapi rendam kaki air hangat dapat hari terakhir. reseptor. Rendam kaki Menurut peneliti pada tekanan darah menggunakan air hangat akan merangsang saraf penderita hipertensi yang tekanan darah yang terdapat pada kaki untuk merangsang diastolnya 40-50 mmHg tidak perlu diberikan baroreseptor.33 mmHg dengan standar pada pembuluh darah dimana hangatnya air deviasinya 15. dan bisa mengakibatkan tubuh penderita menjadi Baroreseptor menerima rangsangan dari lelah. Rendam kaki air hangat adalah salah satu Sementara pengukuran tekanan darah pada terapi hipertensi yang bermanfaat untuk kelompok kontrol dilakukan sebagai mendilatasi pembuluh darah. KESIMPULAN Puskesmas dan memperoleh obat anti hipertensi. menyembuhkan batuk pilek pusat vasomotor mengakibatkan vasodilatasi pada dan susah tidur. menghasilkan energi kalori yang bersifat Impuls afern suatu baroreseptor yang mencapai mendilatasi dan melancarkan peredaran darah jantung akan merangsang aktivitas saraf juga merangsang saraf yang ada pada kaki untuk parasimpatis dan menghambat pusat simpatis mengaktifkan saraf parasimpatis. aorta dan sinus karotikus. dan karena efek dari rendam kaki air hangat dengan demikian menurunkan curah jantung. jantung (Hembing. 2000). Pertama berdampak yaitu rata-rata 155.

Panduan Gaya Hidup Tabloid Gaya Hidup Sehat (http//Gaya Hidup Sehat Online. 2014 Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar). Pemberian Terapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Asuhan Keperawatan Pada Penderita Hipertensi. Data Hipertensi. 2013. 2014. Anita. DAFTAR PUSTAKA Dewi. Medika Penelitian Kesehatan. Rendam Kaki Air Hangat Mempercepat Peredaran Darah. di Akses 5 Januari 2016 Sudarmoko. Blogspot. Endang. 2014. 2008. di Akses 5 Januari 2016 LPPM STIKes Perintis Padang 118 . Statistik Untuk Penelitian. 2010. Disarankan kepada petugas kesehatan dapat memberikan edukasi pada pasien dan keluarga dapat mengontrol dan menurunkan tekanan darah secara non farmakologi yaitu dengan terapi rendam air hangat yang didapatkan secara mudah. yang kedua adalah faktor pembebanan di dalam air yang menguntungkan otot-otot dan ligament yang mempengaruhi sendi tubuh (Hembing A. 2000. 2012). Yogyakarta : Atma Media Fress Sugiono. Hipertensi. di Akses 1 Maret 2016 Kusuma. di Akses 10 Januari 2016 Profil Dinas Kesehatan Kota Padang. 2000). Wijaya Hembing. Jakarta : Rineka Cipta Peni. 2013. Bandung : Alfabeta Triyanto. Tetap Tersenyum Melawan Hipertensi. 2010. co. Secara ilmiah terapi rendam kaki air hangat mempunyai dampak fisiologis bagi tubuh. Karmanboegyys. Arief. (http://Rendam Kaki Menggunakan Air Hangat). Jakarta : Graha Ilmu Umah. 5.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 saraf yang ada pada telapak kaki untuk bekerja (Umah. Di Akses20 Januari 2016 Notoatmodjo. 2010. Com). Pengaruh Terapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi. Pertama berdampak pada pembuluh darah dimana hangatnya air membuat sirkulasi darah menjadi lancar. Data Kejadian Hipertensi. 2014. Skripsi : A3 PSIK UNIGRES WHO (World Health Orgnization).id. Khoiroh & dkk. Pelayanan Keperawatan Bagi Penderita Hipertensi Secara Terpadu.

Parak Gadang E-mail: hidayati. yang Umumnya dismenore tidak berbahaya.Ririn Fuji Rahma STIKes Ranah Minang Padang. dan tahun 2013 terdapat Dismenore diduga sebagai akibat dari 445 kasus (Dinkes Sukoharjo.302. shogaol.The results shows that the average pain female students before being given a drink ginger is 6. This type of research is pre- eksprerimen with one design group pre-post test. PENDAHULUAN nyeri keram dibagian bawah perut biasanya Menurut organisasi kesehatan dunia World Health menyebar ke bagian belakang yang berlangsung Organization (WHO) sekitar 1. 2014). pertumbuhan rahim dan University. sekunder. ada yang masih bisa bekerja penyakit pada pelvis). Masa remaja pelvik (PID) (Anurogo.87 with a standard deviation of 1. capable blogging prostaglandin production so as to reduce pain during menstruation. dan penyakit inflamatori sampai 19 tahun (WHO.27 with a standard deviation of 1. tumbuhnya rambut nyeri di setiap haid. dismenore terdiri dari 54. 89% dismenore primer 2010). Ginger contains gingerol chemistry. 2010).Menstruasi (haid) adalah kejadian alamiah dan 9.05. menyebabkan uterus untuk berkontraksi secara namun dirasa mengganggu bagi wanita yang cepat dan juga mengakibatkan vasospasme mengalaminya. One way to overcome this by consuming beverages dysmenorrhea ginger.7. di Amerika Serikat.001 where ρ <0. Jahe Emprit 1.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 PENURUNAN NYERI HAID (DISMENORE) PRIMER MELALUI PEMBERIAN MINUMAN JAHE EMPRIT Ridha Hidayati*.3 % merasakan vagina.ridha@ymail.Pubertas adalah saat dimana sistem dan di Swedia sekitar 72%. tumor. tahun menakutkan salah satunya timbul rasa nyeri ketika 2011 kunjungan pasien dismenore 237 kasus. kompleks. the average pain female students after being given drink ginger is 3.36 % dismenore sekunder (Depkes.Bagi sebagian wanita. Kasus dismenore ini setiap tahunnya rata-rata adakalanya menstruasi menjadi hal yang sangat meningkat dibuktikan data dari Sukoharjo. zingerol. merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak Studi epidemiologi pada populasi remaja ke masa dewasa. 2011).it is recommended can use ginger to cope with menstrual pain. which causes the uterus to contract quickly.Dismenore dibagi menjadi dua yaitu lebih sering tinggal di rumah untuk istirahat dan dismenore primer dan dismenore pembatasan aktifitas fisik sewaktu nyeri haid.Dismenore ditandai oleh LPPM STIKes Perintis Padang 119 . The population in this research are the female students that experiencing dysmenorrhea and complete the criteria.com Abstract Dysmenorrhea is painful menstruation in the lower abdomen and waist caused by excessive prostaglandin formation. 2009). pembentukan prostaglandin yang berlebihan. terdapat patologi pelvis.Perubahan seks kesehatan Indonesia tahun 2013 angka kejadian primer seperti munculnya haid (Jamal. Keywords : Dysmenorrhea. 2014).Dismenore primer adalah menstruasi Derajat nyeri dan kadar gangguan tentu tidak sama yang sangat nyeri. yang terjadi pada wanita. Berdasarkan data profil di ketiak dan sekitar kemaluan. Remaja adalah periode usia antara 10 endometriosis. tahun 2012 435 kasus.2 milyar atau 18% selama 48 hingga 72 jam. seperti remaja. The samples of 15 female students with a purposive sampling. payudara membesar. Dysmenorrhea resulted in many famale students do not attend school. Sementara itu.Pada dismenore dari jumlah penduduk dunia adalah kelompok sekunder. oleh Klein dan Litt (2013) perubahan fisik pubertas dan emosional yang melaporkan prevalensi dismenore mencapai 59. The purpose of this study was to determine the influence of ginger drink to the intensity of menstrual pain primer. menstruasi (dismenore) (Proverawati. Turki.Dilaporkan lebih dari 20% wanita anterolar. sejumlah 45. survei terhadap 113 pasien di Family Practice Diantara perubahan fisik (organbiologik) Setting menunjukkan prevalensi dismenore 29-44 itu ditandai dengan perubahan seks sekunder yaitu %.Data were analyzed using the paired t-test.668. di tandai dengan perubahan. Dari sejumlah 1266 mahasiswi di Firat panggul membesar. 2013). tanpa patologi pelvis (ketiadaan untuk setiap wanita. Jl. there is a significant difference before and after drink ginger with ρ = 0. hasil reproduksi mengalami kematangan (Pieter.

lemas dan atsiri yang terdiri dari zingiberin.Varian jahe yang memiliki zat tersebut (Proverawati. zingiberol. ibuprofen. dan 49% beristirahat di UKS. zingiberal.Akan tetapi membuktikan bahwa ekstrak jahe efektif penggunaan obat farmakologis menimbulkan efek menurunkan nyeri dismenore primer dengan nilai samping seperti gangguan pada lambung dan ρ = 0.bahan tanaman. linalool. salah satunya jahe emprit. 2012). ada pula yang terpaksa tidak bisa masuk shogaol. bahkan ada beberapa siswi yang sampai pingsan limonene.Kandungan kimia aktivitas terganggu. 2009). gingerol.000 < α (0. dengan penelitian Abdul. ketika benar-benar tidak kuat menahan rasa sakit geraniol. gingerol. asam oksalat. 4 siswi mengurangi nyeri tersebut khasiatnya (Smith. jahe emprit terhadap intensitas nyeri haid Jahe (ginger)sama efektifnya dengan (dismenore) primer pada siswi di SMKN 2 asam mefenamat (mefenamic acid) dan ibuprofen Padang”? untuk mengurangi nyeri haid atau dismenore Untuk mengetahui pengaruh pemberian primer (Anurogo. 2006). penurunan pada darah (anemia). 21.4% cukup tinggi (Ramadhan. 2011). rasa sakit dan mual saat menstruasi (Utami. maka peneliti merumuskan masalah peradangan atau anti inflamasi (Maryani. jumlah siswi terbanyak salah dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri pada satunya SMK N 2 Padang. misalnya penggunaan kompres tanggal 18 Maret 2016 dengan melakukan hangat. 2 siswi mengurangi nyerinya dengan dengan menggunakan obat tradisional yang minum jahe.Beberapa penanganan. dan 27% mahasiswa D-IV Kebidanan Stikes Ngudi mengalami penurunan kosentrasi saat pelajaran Waluyo” membuktikan bahwa ada pengaruh berlangsung. rata-rata siswi yang mengalami dismenore 2012).000 . rata-rata 3-6 orang per bulannya. yang didapat dari guru Bimbingan Konseling. ramuan minuman jahe mudah dibuat. Hal ini diperkuat juga dari gejala-gejala nyeri menstruasi (dismenore) yaitu penelitian yang dilakukan oleh Tanjung (2014) dengan cara farmakologi dan non farmakalogi. sineol. kemferia.Zat tersebut adalah shogaol. dan lain-lain. Berdasarkan latar belakang masalah dan gingerin. minuman jahe terhadap haid dengan nilai ρ = Ada beberapa cara untuk meredakan 0.Sedangkan Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan pengobatan non farmakologis banyak hal yang Kota Padang (2015).Rimpang jahe mengandung 2-3% minyak mengeluh sakit perut disertai pusing. dan LPPM STIKes Perintis Padang 120 .5% sangat terganggu dan gingerol dalam jahe emprit mampu memblokir tidak terganggu 10.Jahe emprit memiliki Berdasarkan penelitian Iswari (2014) rimpang berwarna kuning dan lebih kecil. borneol. dan 4 siswi tidak melakukan upaya berasal dari bahan. olahraga teratur. Selain bahannya mudah minuman jahe emprit terhadap intensitas nyeri didapat. dan tersebut. Menurut keterangan rimpangnyaberfungsi sebagai analgesik. Dismenore berdampak prostaglandin sehingga dapat menurunkan nyeri pada proses belajar siswi di sekolah diperkuat saat pada menstruasi (Utami. damar yang terdiri dari zingeron. dan anti inflamasi (Utami. dengan judul “Efektifitas ekstrak jahe dalam Obat farmakologi yang sering digunakan adalah menurunkan dismenore primer pada mahasiswa analgesik dan anti inflamasi seperti asam tingkat I Akademi Kebidanan Poltekes Medan” mafenamat. 2012). asam-asam organik. damar.05). sebagai berikut: “Apakah ada pengaruh minuman 2004). asam malat. hanya ditahan dan dibiarkan saja. bahan tanaman dipercaya dapat mengurangi Mereka mengatakan keadaan ini menggangu nyeri. 2013). dkk. dan mengkonsumsi wawancara kepada 10 siswi yang mengalami produk-produk herbal yang telah dipercaya dismenore. kavikol. dengan tiduran di UKS dan diolesi minyak kayu Terapi ramuan herbal dapat dilakukan putih.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 ada pula yang tidak kuasa beraktifitas zingeberin. dkk (2015) siswi yang Dari hasil penelitian yang di lakukan oleh tidak masuk sekolah dan izin pulang kerumah Arfiana (2014) tentang “Pengaruh minuman jahe pada hari pertama dan hari kedua saat menstruasi merah terhadap intensitas nyeri haid pada 24%. pati.Jahe haid (dismenore) primer pada siswi SMKN 2 mengandung zat yang berkhasiat menghilangkan Padang. Rimpang jahe bersifat anti diatas. antipiretik.Salah satu tanaman herbal tersebut adalah konsentrasi belajar di kelas dan membuat malas jahe (Zingiber Officinale Rose) yang bagian untuk melakukan aktivitas. Rimpang jahe juga mengandung minyak sekolah dan izin untuk pulang karena dismenore.1%. jahe tentang “Hubungan dismenore dengan aktivitas emprit memiliki kandungan minyak atsiri yang belajar mahasiswi Psik Fk Unud” diperoleh 68. Survei awal pada dismenore primer.

bahkan pingsan Tabel 1 Nilai rata-rata nyeri sebelum diberikan (Proverawati. ansietas. salah satunya pengalaman nyeri sebelumnya. posttestdesign.Sampel pada penelitian ini adalah 15 siswi minuman jahe emprit pada siswi SMKN 2 Padang yang mengalami dismenoredengan carapurposive paling banyak mengalami nyeri berat dan sedang. Pada saat penelitian penelitian Arfiana (2014) dengan judul pengaruh ditemukan ada siswi yang tidak mengikuti proses minuman jahe terhadap intensitas nyeri haid pada belajar di sekolah sebanyak 6 orang.Prostaglandin F2 alfa adalah salah satu minum perangsang kuat kontraksi otot polos miometrium Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat bahwa dan kontriksi pembuluh darah uterus (Anurogo. minuman jahe emprit adalah 6. tersebut. mengeluh pusing.Dia juga menambahkan bahwa nyeri diatasi dengan alih posisi. Persiapan Alat/Bahan: tidur untuk istirahat. Sebelum diakukan pemberian minuman rebusan jahe banyak siswi yang mengalami LPPM STIKes Perintis Padang 121 . Bahan: Jahe 25 gram (sekitar 2 ruas jari tangan). tidak dapat mendeskripsikannya.Hal ini diduga Pada hasil penelitian pengaruh pemberian akibat dari pembentukan prostaglandin yang minuman jahe emprit terhadap intensitas nyeri berlebihan. kemudian sehingga dapat mempengaruhi respon nyeri yang jahe diparut.87 1. beberapa faktor seperti stress. dkk (2012) Hal ini terlihat pada saat peneliti dalam Arfiana (2014) bahwa nyeri haid yang mengobservasi dimana siswi terkadang tidak timbul akibat adanya hormon prostaglandin dapat mengikuti perintah tapi masih respon berlebihan yang membuat otot uterus (rahim) terhadap tindakan.Instrument penelitian menggunakan lembar gangguan terhadap aktivitas pada siswi dalam penilaian skala nyeri numerik. Parutan. yang menyebabkan uterus haid (dismenore) primer pada siswi didapatkan berkontraksi secara cepat. kemampuan untuk mengatasi rasa nyeri tersebut. tidak dapat punggung. Data diolah dengan uji paired t. 2) Cara minum: dengan rasa nyeri dapat mempengaruhi deskripsi Minuman ini diminum dalam keadaan hangat seseorang mengenai rasa nyerinya dan sebanyak 1 gelas 2 x sehari.302 0.87. pinggang bahkan dapat berkomunikasi dengan baik. nafas panjang dan haid yang sering terjadi adalah nyeri haid yang distraksi. sehingga mahasiswa D-IV Kebidanan STIKes Ngudi peneliti melakukan observasi dirumah siswi Waluyo.Nyeri tersebut dapat dirasakan di nyeri.Prostaglandin F2 Mean SD SE Min Max alfa yang berasal dari sel-sel endometrium nyeri Sebelum 6. 2 gelas air sebelumnya yang mempengaruhi tingkat nyeri 1) Cara kerja: menstruasi pada siswi. Hal ini diperkuat oleh Judha. merintih dan kedua atau menjelang hari pertama akibat kesakitan.336 5 9 uterus. dapat menunjukkan lokasi berkontraksi .bahan tersebut akan di olah dengan terhadap nyeri juga sangat bersifat subjektif cara bersihkan jahe dari kulitnya. minuman jahe emprit pada siswi SMKN 2 Nyeri haid (dismenore) yang terjadi pada Padang tahun 2016 siswi disebabkan banyak hal. Dismenore adalah nyeri yang timbul pada 3. nyeri ini menyebabkan hasil sebagai berikut: perut terasa mulas. tidak daerah panggul bagian bawah. HASIL DAN PEMBAHASAN saat wanita mengalami menstruasi. hal ini berdampak pada Hasil penelitian ini sejalan dengan kehadiran siswi di sekolah. Selain Alat: Gelas.Dimana persepsi tiap orang Bahan. nilai rata-rata nyeri pada siswi sebelum diberikan 2011). melakukan aktivitas. Jika hal ini dibiarkan maka akan Penelitian ini merupakan penelitian pra berdampak pada prestasi belajar siswi-siswi eksperimen dengan rancangan one group pretest. serta aktivitas lainnya. pusing. rebus dengan 2 gelas air dan bervariasi. METODE PENELITIAN masing-masing. Respon dari siswi berbeda-beda fungsional (wajar) yang terjadi pada hari pertama diantaranya berbaring ditempat tidur. sampling. lingkungan yang bising. proses belajar yang membutuhkan kosentrasi. dan tidak dapat penekanan pada kranalis servikalis (leher rahim).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 2.Hal ini didukung oleh teori Lowdermilk tambahkan gula aren secukupnya sehingga (2013) faktor-faktor yang mempengaruhi nyeri menyusut menjadi 1 gelas minuman jahe. dan pengalaman nyeri Gula aren (secukupnya). karena nyeri menstruasi tersebut terdapat test. 2009). salah satunya akibat Tingkat pelepasan prostaglandin tertentu.Populasi dalam penelitian ini Menurut peneliti dari hasil penelitian adalah seluruh siswi yang berada di SMKN 2 nyeri menstruasi (dismenore) sebelum diberikan Padang. Penyaring itu.

Hal ini dibuktikan oleh Ozgoli.5 %) pada nyeri Tabel 3 Perbedaan nyeri siswi sebelum berat. jahe emprit memiliki kandungan prostaglandin yang merupakan penyebab rasa minyak atsiri yang cukup tinggi (Ramadhan.302 0.27 1. beraktivitas setelah diberikan minuman jahe emprit. 2012). Padang tahun 2016 Tingkat Mean SD SE Min Max Perlakuan Mean SD SE Jumlah Nyeri Setelah 3.. Dari hasil yang nyeri haid. ditandai dengan dapat menurunkan tingkat nyeri haid pada siswi siswi yang mengalami nyeri berat terjadi SMKN 2 Padang.668 0. anti haid (dismenore). adanya zat yang dimiliki oleh jahe yang berfungsi Dengan demikian terdapat pengaruh pemberian sebagai anti analgesik.Minuman jahe emprit dapat penurunan ke sedang dan ringan. dkk (2009) dalam LPPM STIKes Perintis Padang 122 . mengalami nyeri haid (dismenore) setelah Menurut peneliti dari hasil penelitian ini diberikan minuman jahe emprit terjadi penurunan dapat disimpulkan bahwa minuman jahe emprit tingkat nyeri yang signifikan. dan anti minuman jahe terhadap intensitas nyeri haid inflamasi serta memblog peningkatan (dismenore) primer pada siswi SMKN 2 Padang prostaglandin didalam tubuh sehingga Tahun 2016. diberikan minuman jahe empritdengan Tabel 2 Nilai rata-rata nyeri setelah diberikan tingkat nyeri pada siswi setelah diberikan minuman jahe emprit pada siswi SMKN 2 minuman jahe emprit pada siswi SMKN 2 Padang tahun 2016. Jahe emprit terbukti memiliki keefektifan yang sama dengan asam mefenamat dan ibuprofen dalam mengurangi nyeri dismenore primer. dan antipiretik.27 1. dan zingeberin. shogaol. dirasakan pada saat menstruasi dapat berkurang gingerol.Jahe digunakan untuk mengatasi nyeri akibat emprit memiliki rimpang berwarna kuning dan menstruasi dengan cara menghentikan kerja lebih kecil. Hasil uji seperti biasa.Kandungan dalam jahe tersebut seperti didapatkan bahwasanya minuman jahe gingerol. Hal adalah sebesar 6.87 dan mengalami penurunan ini terlihat pada saat peneliti mengobservasi siswi.431 0 6 Sebelum 6.05) nyeri sedang menjadi tidak nyeri. menurunkan nyeri pada siswi yang mengalami Jahe emprit memiliki zat untuk mengurangi dismenore.431 Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat bahwa nilai rata-rata nyeri pada siswi setelah diberikan Berdasarkan tabel 3 diatas dapat dilihat minuman jahe emprit adalah 3. dan zingeberine bermanfaat berpengaruh terhadap penurunan tingkat nyeri sebagai analgesik (penghilang rasa nyeri). sedangkan siswi dijadikan sebagai alternatif pengobatan secara yang mengalami nyeri sedang terjadi penurunan nonfarmakologi pada siswi untuk mengurangi ke nyeri ringan dan tidak nyeri. emprit mampu memblokir prostaglandin sehingga dapat menurunkan nyeri saat pada menstruasi (Utami.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 dismenore pada tingkat nyeri sedang yaitu 10 siswi (62. dan zingeberin dapat mengurangi nyeri dengan mengkonsumsi minuman jahe emprit.Kandungan kimia gingerol dalam jahe meredakan kram. ini menunjukkan bahwa minuman jahe emprit Penurunan nyeri siswi disebabkan karena berpengaruh dalam mengurangi nyeri haid. antipiretik.668 0. Hal ini sesuai dengan pendapat inflamasi.Hal dimana siswi sudah dapat berkomunikasi dengan ini menunjukan penurunan nilai dari tingkat nyeri baik. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan nyeri dan rasa mual saat menstruasi.Zat tersebut Wijaya (2012) bahwa sistem pengobatan jahe bisa adalah shogaol.27.Hal saat menstruasi pada wanita.000 (ρ<0. sakit dan peradangan pembuluh darah dan 2013). bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata nyeri Ini menunjukan adanya penurunan tingkat siswi sebelum diberikan minuman jahe emprit nyeri setelah diberikan minuman jahe emprit.336 15 minum Setelah 3. sehingga nyeri yang Anurogo (2011) bahwa kandungan jahe shogaol. setelah diberikan minuman jahe emprit 3.5 %) dan 6 siswi (37. mengikuti perintah dengan baik . bahwa ada pengaruh pemberian minuman jahe Berdasarkan penelitian yang telah emprit terhadap intensitas nyeri haid (dismenore) dilakukan didapatkan hasil bahwa siswi yang primer.27. gingerol. dan tidak ada lagi siswi yang absensi statistik dengan menggunakan uji paired t- ke sekolah. bahkan siswi yang mengalami tingkat testdidapatkan nilai pvalue = 0.87 1.

Budi Daya Jahe. Anurogo.deptan. S. Bagi ilmu keperawatan http://balitro. 2014. dan melakukan penelitian dengan penelitian yang dilakukan oleh Arfiana (2014) menggunakan jenis varian jahe lain agar dengan judul pengaruh minuman jahe terhadap dapat membandingkan keefektifan jahe intensitas nyeri haid pada mahasiswa D-IV emprit dengan jahe yang berbeda. Kebidanan Stikes Ngudi Waluyo membuktikan bahwa ada pengaruh minuman jahe terhadap nyeri 5. Diakses (dismenore) primer.Diakses dari minuman jahe emprit sebagai alternatif untuk LPPM STIKes Perintis Padang 123 . 4. Bagi sekolah SMKN 2 Padang diharapkan Ozgoli. Bagi sekolah Kesehatan. M. and ibuprofen tidak lagi absen karna nyeri haid (dismenore). Asuhan Keperawatan Maternitas. bahan informasi bagi petugas kesehatan dan Hidayat. mefenamic acid. 2014.05. Pengaruh Minuman Jahe sama efektifnya dengan asam mefenamat (Zingiber Officinale) Terhadap Intensitas (mefenamic acid) dan ibuprofen untuk Nyeri Haid Pada Mahasiswa D-IV mengurangi nyeri pada wanita dengan nyeri haid Kebidanan Stikes Ngudi Waluyo.unud. 2004. Bagi praktisi Aktivitas Belajar Mahasiswi Psik Fk Unud. 0.id pada tanggal didapat.000) P<0. 16 Februari 2016. Selain bahannya mudah dari http://perpusnwu. Aziz A. dapat memberikan penyuluhan atau promosi Jamal. mefenamic acid. G. Bandung: Agro. and Sekolah (UKS) serta puskesmas pembina ibuprofen on pain in women with primary wilayah dalam mensosialisasikan pemberian dismenorea. Moattar F. ramuan minuman jahe mudah dibuat. dkk (2011) dalam penelitiannya disebutkan menggunakan rancangan metode yang bahwa jahe terbukti dapat mengurangi nyeri akibat berbeda. non-farmakologis yang tidak berdampak Jakarta: Salemba Medika.id dan efektif dalam mengurangi nyeri dismenore pada tanggal 17 Februari 2016. on pain in woment with primary 3. dkk.2015. wanita khususnya penatalaksanaan Maryani. Balai Besar Penelitian dan pada siswi SMKN 2 Padang Tahun 2016 (P= Pengembangan Pascapanen Pertanian. tradisional seperti jahe emprit sebagai terapi Mitayani. Diakses dari 1. Hayat. 2011. primer. Iva.05 Bogor.Cara Jitu Mengatasi Nyeri Hasil penelitian ini sesuai dengan apa yang Haid. Abdul. 2013. Jakarta: Salemba emprit bermanfaat dalam mengurangi nyeri Medika. 2010.id pada Hasil penelitian diharapkan dapat menjadikan tanggal 12 Juni 2016. jumlah sampel diperbanyak osteoarthritis dan nyeri haid (dismenore). Padang: kesehatan tentang kesehatan reproduksi Universitas Baiturrahmah. KESIMPULAN Diakses dari http://wwwgemaperta. 2012. negatif bagi tubuh. dikatakan Anurogo (2011) bahwa jahe emprit Arfiana.ac. Notoatmodjo.Kesehatan Reproduksi.Diakses dari http://kim.2012.com Ada pengaruh dari minuman jahe emprit pada tanggal 31 Juli 2016. dismenore dengan memanfaatkan tanaman Jakarta: AgroMedia Pustaka. 2009. A. Riset Keperawatan dan wanita yang mengalami dismenore bahwa jahe Teknik Penulisan Ilmiah.id pada Bagi tenaga kesehatan (perawat) diharapkan tanggal 16 Februari 2016.go. Goli. 2009.ac. Perbandingan Efektifitas Penelitian lain yang dilakukan oleh Xiao Yan dan Pemberian Minuman Kunyit Asam Jahe Jing (2009) tentang efek dari jahe emprit dalam Terhadap Penurunan Nyeri Haid Pada mengobati dismenore primer menunjukkan bahwa Siswi di SMA Negeri 3 Gorontalo terapi menggunakan jahe adalah terapi yang aman Utara. a. sehingga nampak perbedaan yang lebih Hasil penelitian ini sejalan dengan signifikan.Khasiat jahe juga dibenarkan oleh Bagi peneliti selanjutnya diharapkan Terry. DAFTAR PUSTAKA haid dengan nilai Pvalue= 0. haid(dismenore) Iswari et al.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 penelitiannya yang berjudul “Comparison of mengurangi nyeri dismenore sehingga siswa effects if ginger.Hubungan Dismenore dengan 2. Bagi peneliti selanjutnya dysmenorrhea”. H.web. Comparison dapat bekerja sama dengan Uni Kesehatan of effect of nginger. Metodologi Penelitian b.ung. Tanaman Obat untuk Influenza. terhadap intensitas nyeri haid (dismenore) primer Hernani.000 < α 0. W. Jakarta: Rineka Cipta.V Andi Offset. 2007. dkk. Yogyakarta: C. Bagi tenaga kesehatan Diakses dari http://ojs..litbang.

Pengantar Psikologi untuk Kebidanan. 2014. Efektifitas Ekstrak Jahe dalam Menurunkan Dismenore Primer Pada Mahasiswa Tingkat I Akademi Kebidanan Poltekes Medan 2014. Buku Lengkap Kesehatan Organ Reproduksi Wanita.ac.blogspot. Sari.BudiDaya Tanaman Obat Secara Organik.ac. Menumpas Penyakit Kewanitaan dengan Tanaman Obat. Jakarta: Puspa Swara.R.usu. Proverawati.P. dkk.M. Aneka Manfaat Ampuh Rimpang Jahe untuk Pengobatan. Juliana.Diakses dari http://repository. Yogyakarta: Diandra Pustaka Indonesia.google.untan. A. Diakses dari http://jurnal. Bandung: Alfabeta. Wijayakusuma. 2012. Tamsuri.usu. Wijaya. Efektivitas Terapi Farmakologis dan Non Farmakologis Terhadap Nyeri Haid (Disminore) Pada Siswi XI Di SMA Negeri 1 Pemangkat.Konsep & Penatalaksanaan Nyeri. Yogyakarta: Nuha Medika. H.id pada tanggal 18 Februari 2016. Jogjakarta: Saufa. Wilis. Ramadhan. Wulan. Ruhnayat. 2012. Jakarta: Agro Medika Pustaka. Pengaruh Pemberian Air Rebusan Jahe Terhadap Intensitas Nyeri Haid Pada Mahasiswa Semester 7 Stikes Aisyiyah Yogyakarta. Diakses dari http://kreasireseomasakan. Antibiotik Alami untuk Mengatasi Aneka Penyakit. Jakarta: AgroMedia Pustaka. A dan Kardinan. Sugiyono.id pada tanggal 16 Februari 2016.2013. Prayitno.H. Khasiat dan Manfaat Jahe Bagi Kesehatan.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 http://books.2010. 2005. 2014. Pieter.com pada tanggal 20 Maret 2016. 2013. 2014.Diakses dari http://repository. Menarche Menstruasi Pertama Penuh Makna. P. A. Anggi.co. LPPM STIKes Perintis Padang 124 . 2011. 2006.id pada tanggal 17 Februari 2016. Jakarta: EGC Tanjung. Utami. 2003.id pada tanggal 16 februari 2016. S. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Jakarta: Prenada Media. Sunyoto. Atikah. 2009.ac.

Keywords: Knowledge. Secara umum akreditasi berarti daya manusia rumah sakit dan rumah sakit sebagai pengakuan oleh suatu jawatan tentang adanya institusi. Salah satu Upaya Kesehatan memilih dan menetapkan sistem lembaga akreditasi internasional rumah sakit LPPM STIKes Perintis Padang 125 . motivation and attitude of nurses to the implementation of patient safety based Joint Commission International Hospital Dr. Berdasarkan hal tersebut. rumah (2011) meskipun akreditasi rumah sakit telah sakit dapat mengikuti akreditasi internasional berlangsung sejak tahun 1995. Achmad Mochtar Bukittinggi in 2016. disebutkan bahwa internasional. locally and internationally.010. There is no significant relationship between patient safety facility with a p-value 0.5%). patient safety 1. good facilities with 43 people ( 78. maka akreditasi internasional hanya dapat dilakukan dianggap perlu dilakukannya perubahan yang oleh lembaga independen penyelenggara bermakna terhadap mutu rumah sakit di Indonesia. PENDAHULUAN akreditasi yang mengacu pada Joint Commission International (JCI) (JCI. It can be concluded that there is a relationship of knowledge. Dalam hal ini Kementerian memberikan penilaian tentang kualitas pelayanan Kesehatan RI khususnya Direktorat Jenderal Bina di institusi pelayanan kesehatan. Accreditation to assess the quality of an organization including hospital. The result showed high knowledge that is high 37 (67. 2016.6%). Yusi Yusman 2 . The purpose of this experiment to determine the factors associated with the implementation of patient safety by nurses based joint international comission in Hospital Dr. 2011).385. It is expected that the implementation of patient safety can be applied by nurses in the hospital.com Yusi yusman@yahoo. This study used a questionnaire as a measuring tool of research. Proses akreditasi dilakukan oleh lembaga lebih berkualitas dan menuju standar independen yang memiliki kewenangan untuk Internasional. masyarakat. Achmad Mochtar Bukittinggi Adrianimahdarlis@yahoo. motivation. This study was a descriptive cross sectional analytic approach. attitude of nurses.008.3%). Menurut Kemenkes RI dalam upaya meningkatkan daya saing. Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan haruslah memberikan pelayanan kepada Undang-Undang No 012 Tahun 2012 tentang masyarakat dalam lingkup lokal maupun Akreditasi Rumah Sakit. (3) menilai mutu pelayanan kesehatan. sumber rumah sakit. good attitude that is 35 people (63. Achmad Mochtar Bukittinggi. The population in this study are all nurses in number 55. There is a relationship between the attitude of nurses to patient safety that the value p = 0.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN PATIENT SAFETY SESUAI JOINT COMISSION INTERNATIONAL Adriani 1. There is a patient safety knowledge with values obtained p = 0. Beberapa ketentuan yang diatur dalam wewenang seseorang untuk melaksanakan atau UU tentang akreditasi rumah sakit adalah : (1) menjalankan tugasnya. motivation is low at 30 persons (54. Akreditasi yang sudah terakreditasi oleh Perubahan tersebut tentunya harus diikuti dengan International Society for Quality in Health Care pembaharuan standar akreditasi rumah sakit yang (ISQua).2%) and the proportion of patient safety are implemented either half stated that 29 people (52. & Lisavina Juwita3 1&3 STIKes Fort De Kock Bukittinggi 2 Rumah Sakit Dr.043.7%). There is a relationship with the patient safety motivation obtained value of p = 0. beberapa akreditasi bertujuan meningkatkan keselamatan dekade terkahir ini munculah istilah akreditasi pasien rumah sakit dan meningkatkan untuk menilai kualitas suatu organisasi termasuk perlindungan bagi pasien.com Abstract Hospital as a health care institution must provide services to the community. (2) rumah sakit yang akan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi mengikuti akreditasi internasional harus sudah serta makin kritisnya masyarakat Indonesia dalam mendapatkan status akreditasi nasional. namun dengan sesuai kemampuan.

Berdasarkan pengamatan awal yang patient safety oleh perawat sesuai Joint penulis lakukan di IGD. perawat belum melakukan tindakan sesuai dengan Achmad Mochtar Bukittinggi. (3) peningkatan “Faktor. belum tampak efektif sesuai dengan standar JCI. Penelitian ini menggunakan angket masing 3 orang perawat dalam memberikan sebagai alat ukur penelitian. sumber daya International di RSUD Dr. memilah pasien. Achmad Mochtar Bukittinggi 2016”. berdasarkan Joint Comission International belum maka diperoleh standar yang paling relevan pernah dilakukan di RSUD Dr. namun belum optimal Uji statistik yang digunakana adalah chi square. 2. 2014). Dalam melakukan identifikasi pasien. (2) peningkatan hal tersebut maka peneliti tertarik untuk meneliti komunikasi yang efektif. Ini ditandai dengan pendidikan yang bertujuan membantu organisasi tidak semua pansien dipasang pengaman pada menerapkan solusi praktis dan berkelanjutan (Ali. Variabel independen di RSUD Dr. Fokus dari JCI adalah pengurangan resiko infeksi sudah diterapkan di meningkatkan keselamatan perawatan pasien IGD RSUD Dr. hal ini ditandai dengan belum sikap dan motivasi perawat sedangkan variabel terlaksananya sesuai standar Join Commission dependen dalam penelitian ini adalah pelaksanaan International. LPPM STIKes Perintis Padang 126 . Achmad Mochtar Bukittinggi pada 31 Juni adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross 2016. brankar.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 yang telah diakui oleh dunia adalah Joint dilaksanakan. Achmad digunakan dalam mengkaji keselamatan pasien Mochtar Bukittinggi karena standar JCI baru akan yang terkait dengan mutu pelayanan sesuai dengan diterapkan pada awal 2016 namun sejak awal JCI adalah sasaran internasional keselamatan tahun 2016 kegiatan sudah mulai diarahkan sesuai pasien (SIKP) rumah sakit meliputi indikator : (1) dengan standar akreditasi sesuai JCI. melalui penyediaan jasa akreditasi dan sertifikasi Akan tetapi pengurangan resiko pasien jatuh serta melalui layanan konsultasi dan belum sepenuhnya dilakukan. didapatkan hasil observasi penelitian ini adalah seluruh perawat di RSUD Dr. Bedah dan OK RSUD Commission International. Achmad Mochtar manusia maupun fasilitas. (5) pengurangan risiko infeksi terkait RSUD Dr. sesuai dengan SOP di ruangan akan tetapi belum departemen kesehatan. (4) Pelaksanaan Patient Safety oleh Perawat kepastian tepat lokasi tepat prosedur. dokter dan pasien. Commission International Resurces. JCI cairan dan obat-obatan yang belum sesuai dengan merupakan lembaga non pemerintah dan tidak ketentuan. pelayanan kesehatan dan (6) pengurangan risiko pasien jatuh. Desain penelitian ini Dr. Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor Achmad Mochtar Bukittinggi sampai saat ini yang berhubungan dengan pelaksanaan patient sedang dalam proses dan dilakukan safety oleh perawat berdasarkan Joint Comission penyempurnaan secara manajemen. JCI telah Dalam pemberian obat-obatan sudah dilakukan bekerja dengan organisasi perawatan kesehatan. Pemberian tindakan pembedahan dan terfokus pada keuntungan. belum ada komunikasi yang tepat. dalam penelitian ini adalah 55 orang. sectional. dengan pelaksanaan patient safety oleh perawat Keseluruhan standar JCI setelah diidentifikasi. Penanganan pasien membutuhkan suatu standar pelayanan yang bermutu mengacu kepada Penelitian tentang faktor-faktor yang berhubungan standar tersebut telah dibuat dalam JCI (2011). optimal. Proses penerapan SIKP Bukittinggi tahun 2016. Berdasarkan ketepatan identifikasi pasien. Populasi dalam asuhan keperawatan. Penelitian perawat sudah melakukan identifikasi pasien dan ini telah dilaksanakan pada tanggal 3 Juni 2016. jumlah sampel standar JCI.Faktor Yang Berhubungan Dengan keamanan obat yang perlu diwaspadai. akurat dan JCI merupakan salah satu divisi dari Joint efektif antara perawat. Achmad Mochtar Bukittinggi. Sedangkan dari segi komunikasi Commission Internasional (JCI). dan organisasi global sesuai dengan JCI seperti tempat penyimpanan dilebih dari 80 negara sejak tahun 1994. Achmad Mochtar Bukittinggi belum dalam penelitian ini adalah pengetahuan perawat. penulis melakukan observasi pada masing. METODOLOGI PENELITIAN Penerapan SIKP sesuai standar JCI di RSUD Dr. tepat pasien Berdasarkan Joint Comission International di operasi.

Distrubisi Pengetahuan.4%).4 Baik 35 63. Unit kerja paling dominan perawat adalah OK yaitu 25 orang (45.3 Total 55 100 Motivasi Rendah 30 54. Masa kerja paling dominan perawat adalah kurang dari 10 tahun yaitu 31 A.7 Total 55 100 Pendidikan S1 18 32.5 Total 55 100 Fasilitas Perawat Kurang Baik 12 21.6 Total 55 100 Status Kepegawaian PNS 48 87.3 Total 55 100 3.2 OK 25 45. Motivasi.7 Total 55 100 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa lebih dari Bukittinggi memiliki pengetahuan yang tinggi separuh perawat di RSUD dr Achmad Mochtar yaitu tinggi 37 orang (67.6 Total 55 100 Patient Safety Kurang Baik 26 47.8 Baik 43 78.3 Baik 29 52. Hasil penelitian ini LPPM STIKes Perintis Padang 127 .6 tahun) 55 100 Total Masa Kerja ≥ 10 tahun 24 43.4%). Distribusi Karakteristik Responden di RSUD Dr Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016 Karakteristik Kategori Frekuensi Prosentase Responden Usia Dewasa awal (20 – 39 Tahun) 42 76.4 Total 55 100 Unit Kerja IGD 15 27.7 Tinggi 37 67. Pendidikan RSUD dr Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun paling dominan perawat adalah DIII yaitu 37 2016 adalah antara 20 hingga 39 tahun yaitu 42 orang (56. Patient Safety di RSUD Dr Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016 Variabel Kategori Frekuensi Prosentase Pengetahuan Rendah 18 32. Fasilitas Perawat.3 Non PNS 7 12.3%).2 Bedah 15 27.6 < 10 tahun 31 56.7 D3 37 67. Tabel 2. Dari tabel d i a t a s dapat dilihat bahwa Status Kepegawaian paling dominan perawat berdasarkan usia paling dominan perawat di adalah PNS yaitu 48 orang (87.4%). Analisa Univariat orang (56.3%).4%).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Tabel 1.2 Total 55 100 Sikap Tidak Baik 20 36. HASIL DAN PEMBAHASAN orang (76.4 Dewasa menengah (40 tahun-59 13 23.5 Tinggi 25 45.

Menurut asumsi peneliti. 49 diantaranya (76. 45 digunakan sesuai dengan peruntukannya. umumnya baik yaitu 27 orang (93.1%) dan perawatan bedah umumnya baik yaitu 21 orang Menurut asumsi peneliti. Banyak Mochtar Bukittinggi memiliki motivasi yang perawat yang memiliki sikap yang baik rendah yaitu 30 orang (54. Fasilitas merupakan segala sesuatu yang memudahkan LPPM STIKes Perintis Padang 128 .8%).0%). dan PKU Muhammadiyah instalasi rawat inap RSUD Daya Makassar Yogyakarta Unit II didapatkan Sikap perawat tahun 2012 didapatkan Pengetahuan perawat terhadap patient safety dengan prosentase sebesar pada umunya di instalasi rawat inap dengan tiga (71%) terdiri dari 20 responden dikategorikan bagian yaitu :perawatan anak umumnya baik memiliki sikap mendukung.2%) kategori pengetahuan cukup. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Alvionita (2014) Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian dengan judul sikap perawat terhadap patient yang dilakukan Ngalngola (2012) dengan judul safety di unit anak rumah sakit PKU gambaran pengetahuan dan motivasi perawat Muhammadiyah Bantul. Fasilitas merupakan segala 2013 bahwa dominan motivasi responden sesuatu yang memudahkan rumah sakit dalam mengenai program patient safety termasuk menggunakan alat maupun media yang dalam kategori tinggi dari 64 responden. sebelas responden (17. di ruang perawatan inap RSUD Andi Makkasau Kota Parepare didapatkan distribusi frekuensi Separuh perawat di RSUD dr Achmad Mochtar responden menurut motivasi di ruang perawatan Bukittinggi memiliki fasilitas yang baik yaitu inap RSUD Andi Makkasau kota Parepare tahun 43 orang (78. Hasil sensitive dalam memenuhi kebutuhan pasien dan penelitian ini sejalan dengan penelitian yang kurang baik 12%.5%). Bukittinggi memiliki sikap yang baik yaitu 35 orang (63.2%). diantaranya (70. pengetahuan baik. diperoleh dilapangan terlihat banyaknya pengetahuan yang dimiliki perawat diperoleh responden yang memiliki sikap baik dalam hal dari keinginan untuk mengetahui dan ilmu yang penaganan Patient Safety di RSUD dr Achmad tinggi sehingga pelayanan yang diberikan sesuai Mochtar Bukittinggi. kurang mendukung yaitu 21 orang (100. kepada konsumen (Tjiptono.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 sejalan dengan penelitian yang dilakukan Awalia Hasil penelitian ini sejalan dengan yang (2012) di RSUP dr Wahidin Sudirohusodo di dilakukan oleh Astuti (2011) di RSUD Makasar. dan empat responden Semua perawat di RSUD dr Achmad Mochtar (6. Hasil ini penelitian ini dengan yang diharapkan dan tercapainya sejalan dengan penelitian yang dilakukan pelayanan yang holistic di Rumah Sakit.2%) berkategori motivasi tinggi Fasilitas adalah sumberdaya fisik yang ada dalam dan reponden dengan motivasi rendah sebanyak sebelum suatu jasa/pelayanan dapat ditawarkan sembilan belas responden (29. Hasil penelitian dalam memberikan pelayanan dan tanpa ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan membedakan pasien. dari hasil penelitian (100.perawatan interna sebanyak 8 responden (29%).5%) berkategori pelayanan yang diberikan oleh perawat.3%) kategori pengetahuan kurang. PKU Muhammadiyah terhadap penerapan program patient safety di Yogyakarta Unit I. Menurut asumsi perawat dilakukan Sumarianto (2013) dengan judul motivasi yang tinggi memberikan dan hubungan pengetahuan dan motivasi terhadap meningkatkan pelayanan di Rumah Sakit karena kinerja perawat dalam penerapan program patient responden mempunyai semangat yang tinggi safety di ruang perawatan inap RSUD Andi dalam memberikan pelayanan yang sesuai Makkasau Kota Parepare didapatkan Dari 64 dengan standar JCI. Sikap yang baik terhadap Sumarianto (2013) dengan judul hubungan pasien akan menimbulkan kepuasaan bagi pasien pengetahuan dan motivasi terhadap kinerja dan pelayanan yang dituntut dalam akreditasi JCI perawat dalam penerapan program patient safety adalah pelayananan yang mengutamakan pasien.0%). menunjukkan bahwa pengetahuan Palembang dimana motivasi perawat (82%) perawat dengan pelaksanaan Patient Safety yang tinggi dalam memberikan pelayanan dengan kategori baik sehingga pelayanan dipengaruhi oleh kemauan dan perasaan yang keperawatan sesuai dengan standar JCI. Pasien merasa puas dengan responden.6%). Trimulaim (2009) di RS dr Kariadi Semarang Ruangan Pav Garuda menunjukkan bahwa sikap Bedasarkan Motivasi hasil yang didapat Lebih perawat sangat berpengaruh dalam pelaksanaan dari separuh perawat di RSUD dr Achmad Patient Safety di Rumah Sakit.2011).

2%).3 29 52.735) Total 26 47. sehingga p > 0.7 55 100 Motivasi 4. serta diberikan pihak rumah sakit kepada tenaga kebersihan fasilitas harus diperhatikan terutama perawat sehingga tenaga perawat banyak yang yang berkaitan erat dengan apa yang dirasakan beum mengetahui atau memahai pasien safety atau didapat pasien secara langsung. Oleh karena hubungan antara pengetahuan.3 23 65.05 artinya tidak ada hubungan signifikan antara fasilitas dengan Patient Safety. dan fsilitas dengan patient safety Patient Safety Total Kurang Baik Baik OR Variabel p Value 95% CI n % n % N % Pengetahuan Rendah 12 66.472 0.019 (1.462) Total 26 47. sikap. sikap.2 24 55.7 55 100 Sikap Tidak Baik 14 70 6 30 20 100 4.369-14.085 Tinggi 14 37.3 29 52.412-13.kurangnya pelatihan yang ada yaitu kondisi fasilitas. maka segala fasilitas yang terbatasnya dana .7 30 100 0.589 Baik 19 44.023 Baik 12 34.612) Total 26 47. Dari hasil penelitian Suka Dewi di RSUD Palembang diruangan khusus sejalan dengan B.768 0. Sedangkan pada motivasi dilakukan Abdullah (2014) dengan judul perawat rendah dengan safetynya bagus yaitu hubungan pengetahuan. Penelitian ini bagus yaitu 23 orang (62. Hasil uji statistik dengan uji dengan kinerja pencegahan infeksi nosokomial di chi-square diperoleh nilai p = 0. motivasi. Hasil analisis bahwa hubungan antara motivasi perawat tinggi dengan patient safetynya bagus Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang yaitu 18 orang (72%).alat.3 5 41.7 35 100 (1.973) Tinggi 7 28 18 72 25 100 Total 26 47.085 di ruang rawat inap RSUD.05 artinya terdapat hubungan signifikan antara diperoleh bahwa pengetahuan (p=0. motivasi.7%). dan supervisi 11 orang (36.7 6 33.7 55 100 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari berarti ada hubungan signifikan antara hasil analisis bahwa hubungan antara pengetahuan dengan kinerja perawat pelaksana pengetahuan perawat dengan Patient Safety yang dalam pencegahan infeksi nosokomial di Instalasi tinggi lebih dari separuh responden safetynya Rawat Inap RSUD Haji Makassar.000). Sedangkan pada tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan pengetahuan perawat dengan Patient Safety yang Cintya (2013) yang berjudul hubungan rendah kurang dari separuh responden safetynya pengetahuan dan sikap perawat dengan bagus yaitu 12 orang (66.3 11 36.Hal ini terjadi karena bidang jasa/pelayanan. yang motivasi dengan Patient Safety.7 55 100 Fasilitas Kurang Baik 7 58.006-10.3 29 52. Analisa Bivariat fasilitas rumah sakit hanya 23% karena sarana dan prasaran dan SDM yang kurang Hasil Bivariat bertujuan untuk mengetahui memadai.8 23 62.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 konsumen/pasien Dalam usaha yang bergerak di sesuai dengan JCI.019 sehingga p < RSUD Haji Makassar didapatkan Hasil penelitian 0. Hasil uji statistik pelaksanaaan keselamatan pasien (patient safety) dengan uji chi-square diperoleh nilai p = 0.Menurut asumsi perawat.484-6. motivasi.442 Rendah 19 63. sesuai standar JCI.3 18 100 3. itu peneliti melihat fasilitas yang ada sekarang dan fsilitas dengan patient safety masih kurang baik dari sarana maupun prasarana Tabel 3.8 43 100 (0.286 0. Hubungan antara pengetahuan. kelengkapan.7%).7 12 100 1.2 37 100 (1. Hasil analisis LPPM STIKes Perintis Padang 129 .3 29 52.

05).000 (p<0. Hasil analisis diperoleh safety di ruang perawatan inap RSUD Andi OR 4.7%). Hasil uji Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian statistik dengan uji chi-square diperoleh nilai p = yang dilakukan Sumarianto (2013) dengan judul 0.05).63% pada prinsip pengaruh variable tersebut kuat. diperoleh nilai p = 0. Soeharso Surakarta didapatkan motivasi safety. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian dilakukan Alvionita (2014) dengan judul sikap yang dilakukan Murdyastuti (2010) dengan judul perawat terhadap patient safety di unit anak pengaruh persepsi tentang rumah sakit PKU Muhammadiyah Bantul. Penelitian rawat inap RSUD Daya Makassar tahun 2012 ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan didapatkan motivasi perawat pada umunya di Cintya (2013) hubungan pengetahuan dan sikap instalasi rawat inap dengan tiga bagianyaitu perawat dengan pelaksanaaan keselamatan :perawatan anak umumnya pasien (patient safety) di ruang rawat inap RSUD Liun Kendage Tahun A didapatkan Ada Motivasi sedang yaitu 12 orang (54.5%) hubungan sikap perawat dengan pelaksanaan perawatan interna umumnya Motivasi Tinggi keselamatan pasien (patient safety) di Ruang yaitu 21 orang (72. Dr. (76.000 (α <0. p=0. sikap perawat kurang baik dengan Patient safetynya bagus yaitu 6 orang (30%). LPPM STIKes Perintis Padang 130 . Dari hasil ‘Aisyiyah Klaten didapatkan berpengaruh penelitian Suka Dewi di RSUD Palembang signifikan terhadap penerapan budaya patient diruangan khusus sejalan dengan fasilitas safety adalah pengetahuan (p= 0.4%) dan perawatan Bedah Rawat Inap RSUD Liun Kendage Tahuna.4%) dan observasi II Hal ini dibuktikan oleh besarnya nilai uji t (100%) pada tindakan responden selalu statistik dengan derajat kepercayaan 95% mengaplikasikan 6 benar dalam pemberian obat. PKU profesionalitas. umumnya Motivasi Tinggi yaitu 16 orang p=0.472 kali Patient Safety uji chi-square diperoleh nilai p=0.4% dan Ngalngola (2012) dengan judul gambaran 54.360 > t tabel 1.2%).023 sehingga p < 0.7%).8%).472 artinya responden yang sikap baik Makkasau Kota Parepare didapatkan dari hasil memiliki peluang 4. sebesar 2. Liun Kendage Tahun A didapatkan Analisis statistik menunjukan hasil bahwa ada Hasil analisis bahwa hubungan antara fasilitas hubungan pengetahuan perawat dengan yang baik dengan tindakan Patient Safety yang pelaksanaan keselamatan pasien (patient safety) bagus yaitu 24 orang (55. sikap perawat dan bidan terhadap artinya tidak ada hubungan signifikan antara penerapan budaya patient safety di RSIA fasilitas dengan Patient Safety. dan PKU motivasi perawat terhadap pelaksanaan program Muhammadiyah Yogyakarta Unit II didapatkan patients safety di ruang rawat Inap Rso Prof.679 yang menunjukkan Prinsip terendah sebesar 47.5% pada observasi II responden yang pengetahuan dan motivasi perawat terhadap melakukan tindakan memastikan pengaman pada penerapan program patient safety di instalasi tempat tidur telah terpasang atau tidak. rumah sakit yaitu ada hubungan Fasilitas dengan Pasien safety Menurut asumsi perawat.589 sehingga p > 0. dengan hasil observasi I (86.70%) yang didukung terhadap pelaksanaan program patients safety. Sedangkan pada di Ruang Rawat Inap RSUD Liun Kendage fasilitas yang kurang baik dengan tindakan Tahuna. 003).014 (p<0. ada hubungan sikap perawat terhadap patient R.442 artinya responden yang Hasil analisis bahwa hubungan antara sikap motivasi tinggi memiliki peluang 4. Prosentase tertinggi pada prinsip check perawat berpengaruh positif dan signifikan patient medicines (60.05 motivasi.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 diperoleh OR 4. Hasil penelitian ini Patient Safety yang bagus yaitu 5 orang (41.05) bagus dibandingkan sikap perawat yang yang berarti ada hubungan Motivasi dengan kurang baik. Sedangkan pada perawat yang rendah. Pasien safety. tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan Hasil uji statistik dengan uji chi-square Irma (2015) berjudul pengaruh pengetahuan. Hasil penelitian Identify patient safety risks didukung dengan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan hasil observasi I hanya sebesar 36.pengetahuan patients safety dan Muhammadiyah Yogyakarta Unit I.442 kali perawat baik dengan Patient safetynya yang Patient Safety bagus dibandingkan motivasi bagus yaitu 23 orang (65.05 artinya terdapat hubungan pengetahuan dan motivasi terhadap hubungan signifikan antara sikap perawat kinerja perawat dalam penerapan program patient dengan Patient Safety.

(2009). 35 Motivasi perawat dalam pelayanan di RSUD orang (63. OR=1. (2011). S. Ed penelitian lain untuk meneliti tentang respon time 2. Ada hubungan signifikan antara sarana dan prasarana di RSUD Palembang. dkk. Pedoman Penerapan Pelaksanaan patient safety di RSAM Dr. dan supervisi dengan kinerja dari distribusi frekuensi fasilitas 52. Tidak ada hubungan JCI. Join Commission International signifikan antara fasilitas dengan patient Standar Akreditasi Rumah Sakit Edisi ke-4. Darurat. Achmad Yogyakarta Mochtar Bukittinggi tahun 2016 maka dapat Atihuta.Haulussy Ambon.2%) Awalia. 43 orang (78.472. Rosemary. Alvionita (2014) sikap perawat terhadap patient safety di unit anak rumah sakit PKU 4.5%) memiliki Astuti. Achmad Mochtar.023. materi pembelajaran tentang pencapaian sasaran Jakarta: EGC. mengembangkan keilmuan dan bermanfaat Nursalam. Proses. DAFTAR PUSTAKA fasilitas responden tentang pelayanan sesuai Abdullah (2014) Hubungan pengetahuan. dan Praktik. (2006). (2009). Standar Pelayanan keperawatan Gawat Achmad Mochtar Bukittinggi sudah baik. Jakarta: Rineka Cipta. sikap perawat dengan patient safety diperoleh Palembang nilai p = 0.Faktor Yang maupun prasarana sesuai dengan JCI. Hal ini Berhubungan Dengan Mutu Pelayanan terjadi karena terbatasnya dana. sehingga Keperawatan Di Ruang IGD RSUP Dr. Commission International di RSUD Dr. Tingkat Kesesuaian Standar Mochtar Bukittinggi. Dewi. OR=4.7%) yang dilaksanakan oleh perawat Wahidin Sudirohusodo di Makasar. McMahon. 2012. (2005). Pengantar Joint Commission International di RSUD Dr. Faktor . motivasi dan sikap perawat di RSAM Dr. 29 Pelaksanaan Patient Safety di RSUP dr orang (52. dan yang berhubungan dengan pelaksanaan patient PKU Muhammadiyah Yogyakarta safety oleh perawat berdasarkan joint Unit II.3%) memiliki pengetahuan tinggi terhadap Pelayanan di RSUD Dr M. Akreditasi Terhadap Strategi dan Rencana Pengembangan Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Studi Kasus di RSUD Cut Meutia LPPM STIKes Perintis Padang 131 . Jakarta: EGC patient safety diperoleh nilai p = 0. Analisis Faktor diambil kesimpulan sebagai berikut 37 orang Yang Mempengaruhi Kinerja Mutu (67. Jakarta: Salemba Medika dan hubungannya dengan patient safety dalam Potter & Perry. Diharapkan memasukkan Manajemen Pelayanan Kesehatan Primer. Palembang terhadap patient safety. Jeles A. Achmad Putera dkk. alat.442. patient safety. Kathleen Koenig. (2009). Konsep dan penerapan dalam praktek lapangan mahasiswa. Faktor yang berhubungan dengan motivasi yang rendah terhadap patient safety. (2014). 2011. patient safety. Buku Ajar Fundamental upaya pencapaian sasaran internasional Keperawatan Konsep. keselamatan pasien (SIKP) sesuai Joint Jakarta: EGC. Melakukan metodologi penelitian ilmu keperawatan. PKU Setelah dilakukan penelitian faktor-faktor Muhammadiyah Yogyakarta Unit I. Umar et al. Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Achmad Mochtar Bukittinggi untuk Kesehatan. OR=3.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Dari hasil yang peneliti peroleh dilapangan 5. sesuai engan standar JCI. dengan standar JCI kurang baik hal ini terlihat motivasi. (2012). Tidak ada hubungan signifikan Universitas Hasanuddin: Makasar antara pengetahuan dengan patient safety Blais. Muhammadiyah Yogyakarta: comission international di RSUD Dr.768 Kemenkes RI.085.7%.286. banyak yang belum memahami pasien safety Wahidin Sudirohusodo Makassar. Kamar Operasi dan Neonatus diharapkan terus ditingkatkan lagi penanaman di Rumah Sakit. (2008). internasional keselamatan pasien (SIKP) sesuai Notoatmodjo. Universitas Hasanuddin: Makasar ada sekarang masih kurang baik dari sarana Ali.2011. KESIMPULAN Muhammadiyah Bantul.6%) memiliki sikap yang baik Palembang. Praktik diperoleh nilai p = 0.589. Dari pencegahan infeksi nosokomial di RSUD Haji hasil peneliti diperoleh dilapangan fasilitas yang Makassar. ICU. Pengetahuan Perawat dengan fasilitas yang baik terhadap patient safety. safety Diperoleh nilai p = 0. 30 orang (54.019. Ada Keperawatan Profesional Konsep & hubungan signifikan antara motivasi dengan Perspektif Edisi 4. Faktor yang berhubungan dengan OR=4. (2010).

Universitas Hasanuddin: Makassar Widodo (2015) hubungan respon time perawat dalam memberikan pelayanan dengan kepuasan pelanggan di IGD RS.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Aceh Utara. Stikes Kusuma Husada: Surakarta LPPM STIKes Perintis Padang 132 . Sumarianto (2013) hubungan pengetahuan dan motivasi terhadap kinerja perawat dalam penerapan program patient safety di ruang perawatan inap RSUD Andi Makkasau Kota Parepare.Panti Waluyo Surakarta.

Sedangkan pada laki-laki adalah kanker paru dan sebanyak 63% kematian di dunia disebabkan oleh kanker kolorektal.8%). Expected to the respondents who experienced delayed chemoteraphy-induced nausea and vomiting should be given progresive muscular relaxation technique and the next research can do delayed nausea and vomitting research with specific cases and another complementer therapi. Berbeda dengan sel normal. Berdasarkan data Riset Kesehatan Kanker adalah pertumbuhan atau Dasar (Riskesdas) tahun 2013. Kanker Penyakit tidak menular saat ini menjadi tertinggi di Indonesia pada perempuan adalah masalah kesehatan utama baik di dunia maupun kanker payudara dan kanker leher rahim. hampir semua berkembang kejadiannya akan lebih cepat kelompok umur penduduk memiliki prevalensi (WHO.001 (α= 0. terlebih untuk negara miskin dan menyerang semua umur. cukup tinggi.1‰.05). The result of observation and interview. Di Indonesia. Yogyakarta pada 2030 insidens kanker dapat mencapai 26 juta memiliki prevalensi tertinggi untuk penyakit orang dan 17 juta di antaranya meninggal akibat kanker. This research is quasi-experiment with one group pretest and posttest approach. it can conclude that there is influence progresive muscular relaxation technique intervention of delayed nausea and vomitting of cancer patients with chemoterapy. Achmad Mochtar Bukittinggi 2016. kanker setelah penyakit kardiovaskular. Progresive Muscular Relaxation Technique 6. di Indonesia. Rahmita Tri Havizcha 2) 1 Program Studi D III Keperawatan.com Abstract Chemoteraphy has side effects.arif@yahoo. kasus rawat inap penyebab kematian nomor 2 di dunia sebesar 13% kanker payudara 12.135) and the average after intervention is (8. Kanker menjadi Informasi Rumah Sakit 2010.4 per 1000 terkendali.000 laki-laki. This research was conducted on June 21th – July 29th 2016. insidens kanker payudara pernafasan. penyakit tidak menular seperti penyakit International Agency for Research on Cancer kardiovaskuler.induced. kanker.000 orang. one of them is delayed nausea and vomiting.6 juta orang tahun 2008 menjadi 100.co.Kep 1). Menurut data WHO tahun 2013. 3 of 5 patients suffered delayed nausea and vomiting. STIKes Perintis Padang email: perawat.0 14 kasus (28.7%). 2015). Progresive Muscular Relaxation Technique was giving once a day for 4 days.349 kasus (12. Berdasarkan estimasi Globocan.000 laki-laki.id 2 Program Studi Ilmu Keperawatan.846) Result of statistic test is p- value = 0.7 sebesar 40 per 100. Berdasarkan data Sistem 8. Sample by purposive samplin technique. Insidens kanker meningkat dari 12.000 perempuan. The purpose of this research is to know influence progresive muscular relaxation technique intervention of delayed nausea and vomitting of cancer patients with chemoterapy-induced in RSUD Dr. Sedangkan jumlah kematian per 100. LPPM STIKes Perintis Padang 133 . diabetes dan penyakit (IARC) tahun 2012. STIKes Perintis Padang email: rahmitatrihavizchaoye@gmail. PENDAHULUAN penduduk. Diperkirakan leher rahim 5. M. Muhammad Arif. kanker kolorektal 16 per meningkat dari 7. atau sekitar 330. Delayed Nausea and Vomiting. kanker paru 26 tahun 2012. prevalensi penyebaran sel yang abnormal dan tidak tumor/kanker di Indonesia adalah 1. prevalensi penyakit kanker juga 2015).60±3. penyakit kanker yang cukup tinggi (Depkes. yaitu sebesar 4. 15 respondents selected for the study.The average before intervention is (13.27±0. Keyword : Chemoterapy.The average difference of nausea-vommit frecuencies before and after intervention (5. Progresive Muscular Relaxation Technique is a complementary therapy wich can be given to cancer patients who experience delayed chemoteraphy-induced nausea and vomiting.000 perempuan.289).33±2.2 juta pada tahun 2012.1 juta kasus rahim 17 per 100.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 INTERVENSI TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF BERPENGARUH TERHADAP MENURUNKAN MUAL DAN MUNTAH DELAYED PADA PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUD ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI TAHUN 2016 Ns. kanker leher juta kasus tahun 2008 menjadi 14. Penyakit kanker dapat kanker.

perubahan dalam kebiasaan buang air Pertama. sering bervariasi dan serangkaian yang kompleks. kelenjar mucus. perubahan warna kulit tubuh dan menstimulasi chemoreseptor triger zone (CTZ). lynch. akibat pemberian kemoterapi. stomatitis. bisa juga berupa makanan samping yang banyak ditemukan pada pasien yang mengandung pewarna atau makanan yang yang mendapat kemoterapi meliputi depresi terkontaminasi logam berbahaya seperti merkuri sumsum tulang. dengan derajat yang bervariasi. Karsinoma in situ adalah istilah untuk digolongkan dalam muntah tertunda (delayed) menjelaskan sel epitel abnormal yang masih setelah 24 jam sampai 6 hari. Walaupun Gejala kanker pada stadium awal banyak antinausea dan antivomiting yang telah biasanya tidak menimbulkan gejala. dimana muntah terjadi sebelum diberikannya Penatalaksanaan kanker yaitu meliputi kemoterapi atau tidak ada hubungannya dengan pembedahan. leher rahim. rektum. rasa sakit dan kerap datang. tetapi memenuhi shega. demam. hydroxytriptamine) dan NHK (neurokinin 1) limfoma. efek mual dan kanker baru muncul ketika telah berkembang muntah yang disebabkan oleh kemoterapi masih menjadi besar dan menekan organ-organ merupakan penyebab terbesar terhadap disekitarnya. kecemasan yang memberikan pengaruh terhadap limfoma merupakan jenis kanker yang tidak sistem saraf pusat termasuk pusat muntah (wood. sel perifer yang dimediasi oleh saraf vagus. Kedua. penurunan berat badan (Tim Cancer Helps. namun ada beberapa gejala umum perubahan kualitas hidup pasien kanker (Desen. terapi biologis pemberian kemoterapi. sarkoma. Karsinoma merupakan jenis kanker berasal dari kemoterapi dapat menyebabkan neuro sel yang melapisi permukaan tubuh atau transmitter termasuk 5HT3. sering dipilih terutama untuk mengatasi kanker Kanker disebabkan oleh beberapa faktor pencentus stadium lanjut. misalnya sumsum tulang. 2010). asbestros. radiasi. 2010). perdarahan yang tidak muntah melalui beberapa mekanisme yang normal. kemoterapi secara langsung dapat besar atau kecil. payudara. glioma. dan zat kimia pada makanan yang cara pemberian melalui infus. lokal maupun metastatis. kehilangan pada seafood. karsinoma in situ. 2010). kemoterapi. karsioma. sel-sel otot dan tulang. melanin. 2007). adanya benjolan yang tumbuh dan membesar Kemoterapi menimbulkan mual dan dipermukaan kulit . gej ala ini disebabkan oleh neurohormonal melalui lambung. Muntah akut terjadi pada 24 jam Glioma adalah kanker susunan saraf. lueukimia. terutama kanker stadium lanjut lokal. membentuk masa tumor. bakteri. yaitu disebabkan oleh inflamasi (peradangan) Kemoterapi sangat penting dan dirasakan besar jangka panjang seperti virus. mendapatkan kemoterapi sebelumnya dengan LPPM STIKes Perintis Padang 134 . paparan sinar ultraviolet (UV). mual dan muntah dimediasi oleh darah. diare. pembuluh darah dan mengganggu fungsi sel darah Keluhan mual dan muntah setelah normal. kolon. ovarium. Sarkoma adalah jenis kanker akibat kemoterapi digolongkan menjadi tiga tipe yaitu kerusakan jaringan penujang di permukaan tubuh akut. dan sering menjadi diproses berlebihan. tertunda (delayed) dan terantisipasi seperti jaringan ikat. mematikan/membunuh sel-sel kanker dengan alkohol. testis. Sedangkan muntah terbatas di daerah tertentu sehingga dianggap lesi antisipasi merupakan suatu respon klasik yang prainvasif (kelainan/ luka yang belum menyebar) sering dijumpai pada pasien kemoterapi (10-40%) (Akmal. kanker berasal dari jaringan yang membentuk Keempat. Efek ini dimediasi oleh pengeluaran 5HT3 (5 Jenis-jenis penyakit kanker yaitu. Limfoma termasuk jenis tegangnya orginin vasopresin dan prostaglandin. masalah-masalah kulit serta yang ketegangan atau stres. (anticipatory). faktor genetik dan faktor paling sering dirasakan adalah mual dan muntah hormonal (Tim Cancer Helps. Hal ini permukaan saluran tubuh. biasanya semakin lama semakin buruk diantaranya 2008). Efek diasap atau dibakar. seperti makanan yang pilihan metode efektif dalam mengatasi kanker digoreng dalam rendaman minyak ulang pakai. Muntah antisipasi ini sering dan masih ada kemungkinan metoda lain yang dijumpai pada pasien yang sudah dilakukan dalam mengatasi masalah kanker.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 kanker tidak memiliki kontrol untuk Kemoterapi merupakan salah satu modalitas menghentikan pertumbuhan dan mengakibatkan pengobatan pada kanker secara sistemik yang sel kanker tumbuh atau membelah tak terkendali. Muntah sel-sel glia (jaringan panjang) di susunan saraf yang terjadi setelah periode akut ini kemudian pusat. misalnya pertama setelah diberikan kemotherapy. rambut. Gejala digunakan dalam pengobatan. zat kimia manfaatnya karena bersifat sistemik (karsinogen) diantaranya asap rokok. pankreas. Ketiga. misalnya jaringan menyebabkan mual dan muntah melalui jalur seperti sel kulit.

distraksi. progresif dapat memberikan pemijatan halus dan Penatalaksanaan non farmakologis saat ini berbagai kelenj errkelenjer pada tubuh . merasakan sensasi relaks telah mengalami penurunan kecemasan.Teknik relaksasi otot progresif merupakan relaksasi otot progresif mengalami penurunan suatu prosedur untuk mendapatkan relaksasi pada mual dan muntah setelah kemoterapi secara otot melalui dua langkah. 2007). dikantor. mual secara fisik dan tegangannya menghilang dan muntah paska kemoterapi dibanding 30 pasien (Richmond. guided imagery. tidak ada efek samping. Chan dan Mok. Alat ini untuk menilai (Smeltzer & Bare. satu dari teknik relaksasi yang paling mudah dan Yung. 2007). sangat di anjurkan. efek samping. situasi komplementer dapat efektif membantu dalam menakutkan. epidhipin dan sekolah yang menjalani kemoterapi dengan penithylamin yang akan mempengaruhi menggunakan teknik consecutive sampling. Salah satu pengobatan secara non mengembalikan pengeluaran hormon yang farmakologis menurut para ahli diantaranya adalah secukupnya sehingga memberi keseimbangan teknik relaksasi otot progresif. hipnosis. dan kedua dengan yang dilakukan di Korea Selatan pada tahun 2005 menghentikan tegangan tersebut kemudian menunjukkan dari 30 pasien yang mendapat memusatkan perhatian terhadap bagaimana otot relaksasi otot progresif dan Guided Imagery tersebut menjadi relaks.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 penanganan muntah yang kurang baik. selama pertemuan. manajemen mual muntah akibat kemoterapi. Teknik relaksasi otot progresif adalah salah Hasil studi yang dilakukan oleh Molassiotis. dan berbagai situasi lainnya yang otot progresif. Yam. menyatakan bahwa disemua tempat. (2001). progresif ini terbukti dapat menurunkan Mual dan muntah akibat kemoterapi tidak produksi kortisol dalam darah serta menurunkan selalu sama diantara beberapa individu. sebelum makan. efektif dalam secara berrtahap dan teratur. mudah untuk dilakukan. 2008). Teknik relaksasi otot progresif sampai saat dimana kuesioner ini akan diisi oleh responden ini menjadi metode relaksasi termurah tidak dengan 5 respon Skala Likert yaitu 0-4. rileks. Hasil Relaksasi otot progresif adalah relaksasi penelitian yang dilakukan oleh Morrow dan yang dilakukan dengan cara melakukan Dobkin (2002) didapatkan bahwa latihan peregangan otot dan mengistirahatkannya kembali relaksasi otot progresif. 2005). 2010). sewaktu istirahat siang. serta dapat membuat Dimana 0 merupakan skor terendah dan 32 tubuh dan pikiran terasa tenang. dipesawat. karena tidak menimbulkan menurunkan produksi kartisol dalam darah. perjalanan singkat selama Terapi komplementer tersebut berupa relaksasi didalam mobil. Langkah pertama adalah signifikan dibandingkan dengan 33 pasien yang dengan memberikan tegangan pada suatu masuk dalam kelompok kontrol. kecemasan dan mood. melalui teknik relaksasi otot pengobatan atau drop out (Rittenberg. et al (2008). Intensitas memerlukan imajinasi. Hasil penelitian kelompok otot. dimanfaatkan (Paul. dan merupakan skor tertinggi (Rhodes dan McDaniel. Latihan relaksasi otot mengontrol mual muntah pasca pengobatan. Teknik relaksasi otot progresif 2007). sehingga kemoreseptor neurotransmiter untuk menimbulkan pasien kadang-kadang menolak untuk melanjutkan rasa mual dan muntah. emosi dan ketenangan pikiran (Purwanto. mual muntah berdasarkan rentang skor 0-3 2. didalam kereta. Seperti dimalam hari sebelum tindakan penunjang berupa terapi tidur. menunjukan sederhana yang sudah digunakan secara sebanyak 38 pasien dari kelompok intervensi dengan luas. merupakan salah satu pencegahan aktifitas Penelitian mengenai mual dan muntah kemoreseptor dimana relaksasi otot progresif delayed sudah pernah dilakukan sebelumnya oleh merangsang sistem saraf otonom untuk Rukayah (2013) pada 20 responden anak usia mengeluarkan opiate peptides.1995). Kanker Dharmais Jakarta. Hasil mempengaruhi sistem saraf pusat dan penelitian ini adalah akupresur dapat menurunkan medula oblongata untuk menstimulasi LPPM STIKes Perintis Padang 135 . diukur stimulasi kemoreseptor neurotransmiter sehingga menggunakan Rhodes Index of Nausea Vomiting tubuh menjadi rilek dan mual muntah menurun and Retching (RINVR). yang masuk dalam kelompok kontrol (Richmond. akupresure dan akupunktur. 2001). lebih mudah untuk tidur (Davia. mual dan muntah yang terdiri dari 8 pertanyaan. Relaksasi ini dapat dilakukan dimana saja dan Lee. Kemoterapi dapat Penelitian ini menggunakan desain pre-postest menimbulkan efek diantaranya kecemasan dan witout control design dengan memberikan merangsang saluran gastrointestinal untuk perlakuan akupresure pada hari kedua setelah meningkatkan aktifitas CTZ yang kemoterapi di RS.

Secara umum prinsip etika dalam penelitian/pengumpulan data dapat dibedakan menjadi tiga bagian. Penelitian ini dilakukan di ruang bedah RSUD. prinsip menghargai hak-hak subjek. yaitu prinsip manfaat. Dr. Vomiting & Retching (RINVR) digunakan untuk mengukur variabel mual muntah. Instrumen Rhodes Index Nausea. 7. dan prinsip keadilan.890) lebih besar dibandingkan dengan r tabel. Telah diterjemahkan dan dilakukan uji validitas dan uji reabilitas oleh Rukyah (2013). dan penyajian fakta untuk tujuan tertentu (sumarsono. didapatkan bahwa semua item pertanyaan reliable. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intervensi teknik relaksasi otot progresif berpengaruh terhadap menurunkan mual dan muntah delayed pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi di RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2016. Kemudian dilanjutkan uji reliabilitas pada semua item yang valid tersebut. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016 selama 5 minggu. Penelitian dimulai pada bulan 21 Juni . pencatatan.2 5). berdasarkan hasil uji validitas didapatkan semua item pertanyaan valid (r > 0. dengan nilai r Alpha (0. 2010). METODOLOGI PENELITIAN Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi–Eksperiment menggunakan pendekatan pre and post group design dengan mengetahui intervensi teknik relaksasi otot progresif berpengaruh terhadap menurunkan mual dan muntah delayed dengan melibatkan satu kelompok subjek (Notoadmojo. Metode pengumpulan data merupakan cara atau sistematis dalam pengumpulan. Kuesioner digunakan untuk memperoleh data karakteristik responden. Penelitian ini rencana akan dilakukan intervensi satu kali sehari selama 4 hari dengan waktu intervensi 15-20 menit dan pengukuran pada setiap sebelum dan sesudah dilakukan teknik relaksasi otot progresif. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016. LPPM STIKes Perintis Padang 136 .Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 mual muntah lambat akibat kemoterapi pada anak usia sekolah.23 Juli tahun 2016 di RSUD Dr. 2004). Uji validitas dilakukan dengan menggunakan Pearson dan uji reliabilitas menggunakan Alpha-Cronbach.

07 9.60 3. hal ini mengeluarkan opiate peptides.60 dengan standar deviasi 3. Pusat muntah dapat diaktifkan Rerata mual dan muntah delayed sebelum secara langsung oleh sinyal dari korteks serebral diberikan intervensi teknik relaksasi otot progresif (antisipasi.267.001 Pengukuran Post 8. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini meneliti mual dan muntah delayed pasien kanker yang menjalani kemoterapi sebelum dan sesudah diberikan intervensi teknik relaksasi otot progresif di RSUD Dr.001. Kemoterapi dapat Dari hasil penelitian memperlihatkan menimbulkan efek diantaranya kecemasan perbedaan rerata pengukuran pretest dengan rerata dan merangsang saluran gastrointestinal 13. demi kian j uga dengan Penelitian Tessa (2014) mengenai penyakit– penyakit lain. dan dapat berlangsung teknik relaksasi otot progresif di Ruangan hingga 120 jam.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 8. dari merupakan salah satu pencegahan aktifitas hasil estimasi interval 95% diyakini bahwa kemoreseptor dimana relaksasi otot progresif rerata mual dan muntah delayed setelah merangsang sistem saraf otonom untuk intervensi berkisar antara 7. medulla oblongata. 2008).9. Reflek muntah terjadi akibat Bedah RSUD Dr.60.267 Berdasarkan tabel tersebut rerata pada Menurut Garret et al (2003) mual muntah lambat pasien kanker yang menjalani kemoterapi terjadi minimal 24 jam pertama setelah sebelum dan sesudah diberikan intervensi pemberian kemoterapi. 2003). Achmad Mochtar aktivasi nukleus dari neuron yang terletak di Bukittinggi terdapat perbedaan yang bermakna.07. kecemasan dan mood.86.33 2.86 15.34.33 dan Triger Zone (CTZ) yang mempengaruhi sistem standar deviasi 2.135 dan posttest untuk meningkatkan aktifitas Chemoreseptor mual dan muntah delayed dengan rerata 8.289 7. sinyal dari organ adalah sebesar 13. 2008). saraf pusat dan medula oblongata untuk maka dapat disimpulkan ada pengaruh intervensi menstimulasi kemoreseptor neurotransmiter teknik relaksasi otot progresif berpengaruh untuk menimbulkan rasa mual dan muntah.6 dengan standar deviasi 3. epidhipin menunj ukkan adanya penurunan rerata mual dan dan penithylamin yang akan mempengaruhi muntah delayed sebesar 5. terhadap mual muntah delayed karena ada melalui teknik relaksasi otot progresif ini terbukti perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah dapat menurunkan produksi kortisol dalam darah intervensi. bau) dari hasil estimasi interval 95% diyakini bahwa atau sinyal dari apparatus vestibular dari telinga rerata mual dan muntah delayed sebelum dalam (mual karena gerakan tertentu/mabuk) dilakukan intervensi teknik relaksasi otot (Garret et.34 0.135 11. Pada penelitian ini dilakukan tindakan sedangkan sesudah diberikan intervensi komplementer untuk menurunkan mual dan relaksasi otot progresif rerata mual dan muntah muntah delayed pada pasien kanker yang delayed pasien kanker yang menjalani kemoterapi dikemoterapi.al.value=0. system gastrointestinal. sensori (pemandangan yang mengganggu. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016. serta menurunkan stimulasi kemoreseptor Mual dan muntah merupakan gejala dan neurotransmiter sehingga tubuh menjadi rilek dan tanda yang sering menyertai gangguan pada mual muntah menurun (Smeltzer & Bare.(Price & Wilson. Teknik relaksasi otot progresif menjadi 8.1 Intervensi Teknik Relaksasi Otot Progresif Berpengaruh terhadap Mual Muntah Delayed pada Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi di RSUD Dr.15. progresif berkisar antara 11. pengaruh relaksasi otot progresif terhadap LPPM STIKes Perintis Padang 137 . takut. Tabel 3.33 dengan standar deviasi 2.89 dengan nilai p. memori). Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016 95% CI Variabel Mean SD p-value Lower Upper Pengukuran Pre 13.289.60 Selisih 5.135.

J. edisi 8 sehari selama 4 hari dimana saraf otonom akan volume 2.001. kelompok intervensi dengan SD±4. Hal ini RSUD Dr. jika fokus kurang maka akan membawa Keperawatan. and Martindale.Jakarta: EGC. ≤ : 0. D. setelah intervensi (p. mual muntah menurun. W. (2015). SD=1 . M. artinya terdapat tentang pengaruh intervensi teknik relaksasi otot pengaruh yang bermakna teknik relaksasi otot progresif berpengaruh terhadap mual dan muntah progresif terhada mual dan muntah akibat delayed pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Jakarta: Salemba hasil yang kurang maksimal. 2005. Achmad Mochtar Bukittinggi disebabkan oleh beberapa faktor seperti Tahun 2016 dengan p-value = 0. Dengan demikian LPPM STIKes Perintis Padang 138 . Jogjakarta: Ar- membedakan perasaan kelompok otot dilemaskan ruzz Media dan dibandingkan ketika otototot dalam kondisi Alimul Aziz.value 0. Berdasarkan penelitian dan teori diatas peneliti berasumsi bahwa ketika melakukan Brunner & Suddarth. Journal of Sports Science. mual muntah sehingga tubuh menjadi rilek dan Diunduh dari http://www.001. Rerata Mual dan Muntah Delayed sesudah Hasil ini menunjukkan perubahan yang dilakukan intervensi teknik relaksasi otot signifikan skor mual muntah sebelum dan progresif mengalami mual muntah ringan. 2002. ketidakmampuan responden dalam melakukan teknik relaksasi otot progresif dengan benar 10.15 dengan SD=2. E. Balai Penerbit FK-UI. dapat disimpulkan yang dilakukan oleh Rukayah (2013) pada 20 bahwa : responden anak usia sekolah yang menj alani 1.Patofisiologi.. Teori dan Praktek mengakibatkan resistensi perifer menurun serta Konseling & Psikoterapi.. namun bila yang bersangkutan tidak mampu fokus (2006) The coaching schematic: maka akan membawa hasil yang tidak Validation through expert coach maksimal. Situasi penyakit kanker.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 mual dan muntah pasien kanker yang didapatkan hasil penelitian bahwa intervensi menjalani kemoterapi mendapatkan hasil Intervensi Teknik Relaksasi Otot Progresif pada kelompok kontrol 9. (2001).44 dan didapatkan hasil p. EGC.05).30 dan teknik relaksasi otot progresif mengalami setelah diberikan intervensi adalah 3.depkes. dhopamin. Bandung: mengeluarkan epidiphin dan penitilamhin Refika Aditama sehingga dapat menurunkan produksi kortisol Corwin. Medika. (2008). Pengantar Konsep Dasar tegang. Buku Ajar Onkologi Klinis. go. dalam darah dan menormalkan pengeluaran Desen. 24 Richmond (2007). bahwa salah satu yang (6) pp. (2010). R.177.REFERENSI meskipun telah melakukan sesuai dengan prosedur Abraham. Collins. H. Jakarta menyebabkan menurunnya stimulasi pada pusat Depkes. 3. A. Buku Ajar teknik relaksasi otot progresif sekali dalam Keperawatan Medikal Bedah.001. Edisi 2. Ensiklopedi memerlukan perhatian yang diarahkan untuk kesehatan untuk umum. Pada penelitian ini diperoleh hasil perbedaan mual dan muntah pada kelompok intervensi setelah 9. 2008. Achmad Mochtar mual dan muntah antara kelompok kontrol dengan Bukittinggi Tahun 2016.549-546 dibutuhkan dalam teknik relaksasi otot progresif Akmal. Rerata Mual dan Muntah Delayed kemoterapi dengan hasil sebelum diberikan responden sebelum dilakukan intervensi intervensi adalah 6. Hal ini sesuai dengan pernyataan consensus. dan asetilkolin Edisi II. Gerald. hormon serotonim. Jakarta mempengaruhi arteri atau pembuluh darah yang Corey. Zely.67 dengan Delayed pada Pasien Kanker yang Menjalani SDterdapat perbedaan bermakna skor rerata Kemoterapi di RSUD Dr.05). kemoterapi di RSUD Dr Achmad Mochtar Penelitian ini juga diperkuat oleh penelitian Bukittinggi Tahun 2016. 2. Ada pengaruh Intervensi Teknik Relaksasi Pada penelitian ini ditemukan 20 % Otot Progresif Berpengaruh terhadap responden setelah dilakukan latihan teknik Mual dan Muntah Delayed pada Pasien relaksasi otot progresif tidak mengalami Kanker yang Menjalani Kemoterapi di penurunan mual dan muntah delayed. I.673 Berpengaruh terhadap Mual dan Muntah dan pada kelompok intervensi 5.value 0.75 dengan mual muntah sedang.13 dengan SD±4. KESIMPULAN diberikan teknik relaksasi otot progresif yang Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bermakna (p-value >0.

C.K.C. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Chemotherapy Yogyakarta : Nuha Medika induced nausea vomiting: Prevention. T. (edisi revisi). aacnj ournals. R. T. EGC Hesketh. Jakarta : EGC LPPM STIKes Perintis Padang 139 .L. and behavioral interventions. A & Perry. 51. Jakarta: Salemba Medika. B. & Wilson. doing? The Journal of Proses. Jakarta: SupprtiveOncology. Price.M.L. Dodd. Vomiting. for chemotherapy-induced nausea and org/cgi/content/full/23/1/31 tanggal 15 vomiting control. Diunduh Journal of Medicine. F.(Edisi 4). Textbook of effectiveness of progressive muscle medical-surgical nursing (Eleventh relaxation training in managing edition) Tanjung.J. Prinsip dasar terapi Terhadap Mual Muntah Lambat Akibat sistemik pada kanker. (2002) 10:237– 246National Cancer Institute. Thesis. L. S.. Jakarta: PT Rieneka Cipta Nursalam. P. (2013)..A. Y. Clinical Psychology Review. mencegah dan mengobati kanker.. Metodologi penelitian kesehatan.G. S. dari http://www.. Medical surgical com/pmr.ac. P. S. Wahyu.C. Diunduh dari (2008). 358(23). A. dan Praktik. Yam. D. 556. P. A. chemotherapy treatment prevalence.M. Smeltzer. H. The New England Psychology and its Practice. (2005). National Safety Council. Notoatmodjo. (2005).( Rittenberg. 8(5)..10 April 2016. Mengenali.. Berdamai chemotherapy-induced nausea and dengan kanker: Kiat hidup sehat vomiting in Chinese breast cancer survivor kanker. Pearson Prentice Hall: New Jersey Nausea and Vomiting the Past the Lee. Chemotherapy induced Richmond. Patofisiologi: Konsep klinis proses- proses penyakit. Molassiotis. Support Care Cancer.G.R. M.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 id/resources/download/pusdatin/infod Purwanto. V. Symptom Management. 2009. Rahayu. guidetopsychology. 2482-2494. (2007). B. Rhodes. (2011).S. Dibble. Potter. Pengaruh Terapi Akupresur Muthalib. P.Y. (2002) Nausea. cancer patients undergoing Cancer Journal Clinic. & Dobkin. & Burke . Manajemen Stres AlihBahasa Widyastutik. 36(5). Indonesia.Universitas Indonesia. Hinkle. Review of acupressure studies http://ccn. Jakarta: Pusat Kemoterapi Pada Anak Usia Sekolah Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Yang Menderita Kanker Di RS Kanker Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Dharmais Jakarta. S.G.S.. The Cheever. Gilchrest.pdf Keperawatan Komplementer. (2011). (2001).. Journal ofPain and April 2016. (2006).htm tanggal 20 April 2016 nursing : Critical thinking in client care. W. (2004).H. (2004). Victoriy inti cipta. Buku Ajar detection and treatment-how are we Fundamental Keperawatan: Konsep. http://cancerweb. (2005).(2008). S. (2008). Grunberg. etiology. 2(1). (2001). Jakarta. Bare. & McDaniel. A. Herbal dan atin/infodatin-kanker. Present And The Future. P. ncl. Yung. & Mok.(2008). K. Bandung : Qanita patients:a randomised controlled trial. (2008). A. and Retching : Anticipatory nausea and vomiting in Complex Problem In Paliative Care. (2008). & Chan.L.. (2013).J. 1-12.html. 232-248.. B. Jakarta: EGC.. Morrow. 517. Chemotherapy Induced 4th ed). & Abrams. A Guide to nausea and vomiting. LeMone.uk/cancernet/100013.M.. Breast Cancer. 529-544. Rukyah. J.

com 2 Junnatul Wafiq. 2008). Program Studi Ilmu Keperawatan. This study aims to determine the relationship of family support to the independence of Daily Living Activity retarded children in SLB Air rendah Gadut Puskesmas District 50 City 2016.com 3 Isna Ovari. 14 siswa perempuan dan 30 siswa 2) berpakaian. dan ketidak mampuan dalam adaptasi perilaku yang keterampilan menyesuaikan diri dengan muncul pada masa perkembangan atau sebelum lingkungan (social living skills). 4) BAB & BAK. berasal dari bahasa Inggris “intelligence” yang dan.com Abstract Mental retardation is intellectual functioning significantly below average (defined as an IQ score below 70 to 75). The study design using descriptive analytic with cross sectional approach. Bagi anak tunagrahita. usia 18 tahun. Retardasi mental adalah fungsi intelektual Menurut Friedman (2014). Kegiatan sehari-hari ini juga berasal dari bahasa Latin yaitu “intellectus dapat diajarkan dan dilatih kepada anak dan intellegentia” yang artinya adalah akal tunagrahita secara terus-menerus agar anak dapat pikiran. diperlukan dua bidang kemandirian yang harus Retardasi mental dalam dunia pendidikan disebut dimiliki yaitu: (1) keterampilan dasar dalam hal juga dengan tunagrahita (Alpers. (2) keterampilan perilaku adaptif yaitu sebagai individu yang memiliki kecerdasan keterampilan mengurus diri dalam kehidupan intelektual dibawah rata-rata dan disertai dengan sehari-hari (activity daily living). efforts need to be improved family support to children with intellectual challenges that the child is able to perform daily activities independently without relying with others. Program Studi D III Keperawatan. melakukannya dengan mandiri (Astati. Berdasarkan informasi data yang peneliti Kegiatan sehari-hari (Activity Daily peroleh dari Kepala Sekolah SLB Air Randah Living) pada anak tunagrahita terdiri dari: 1) terdapat 44 orang siswa yang mengalami membersihkan & merapikan diri.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN ACTIVITY DAILY LIVING ANAK TUNAGRAHITA DI SLB AIR RANDAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS GADUT KABUPATEN LIMA PULUH KOTA TAHUN 2016 1 Yuli Permata Sari. menulis. PENDAHULUAN Intelegency Quotient (IQ) atau inteligensi dengan sendok atau minum menggunakan gelas. sekurang-kurangnya berkaitan dua atau lebih area keterampilan adaptif. Program Studi Ilmu Keperawatan. Daily living activity. STIKes Perintis Padang e-mail: isna. they are parents of children with intellectual challenges that exist in SLB Air rendah Puskesmas District Fifty Gadut City. then the data is processed using the Chi-square test. Mental retardation in the world of education is also called mental retardation. 2011). membaca. tindakan dan (didefenisikan sebagai nilai IQ dibawah 70 hingga penerimaan keluarga terhadap penderita yang 75). The instrument used in this study is the use of a questionnaire. Tunagrahita 1. STIKes Perintis Padang e-mail: yuli_ps86@yahoo.ovari@yahoo. 6 sekolah. (Ramawati. Samples in this study amounted to 44 people. misalnya memakai pakaian laki-laki dengan rincian 5 orang duduk dikelas I. 3) makan & minum. misalnya mandi. and is a condition that occurs before the age of 18 years. LPPM STIKes Perintis Padang 140 . komunikasi lisan. 2014). Defined in terms of cognitive mental retardation (IQ below 70) and the adaptive function. It was concluded that not all family support (instrumental support) is related to the independence of daily living activity retarded children at SLB Air Randah. there are limitations associated simultaneously with two or more adaptive skill areas. Therefore. 11 orang duduk dikelas III. misalnya makan orang duduk dikelas II. terdapat bersamaan dengan keterbatasan yang sakit. Keywords : Family support. STIKes Perintis Padang e-mail: juna8315@gmail. dan Tunagrahita dapat juga didefenisikan berhitung. mengatakan yang secara signifikan dibawah rata-rata dukungan keluarga adalah sikap. tunagrahita.

1 orang duduk di lima puluh kota tahun 2016. Karena di SLB Air Randah masih ada beberapa anak yang didampingi oleh orang tuanya saat disekolah. berjenis kelamin laki-laki & perempuan.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 6 orang duduk dikelas IV. dan 1 orang duduk dikelas X. terdapat beberapa orang menggunakan tekhnik analisa univariat dan anak yang masih dibimbing oleh gurunya untuk bivariat. toileting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian activity daily living anak tunagrahita di slb air LPPM STIKes Perintis Padang 141 . toileting dan berhias. Januari 2016). Salah satunya adalah masalah Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut dalam kegiatan sehari-hari. makan. 5 orang duduk dikelas VI. masuk keruangan kelas saat bel jam masuk sudah dibunyikan. deskriptif analitik dengan pendekatan cross Menurut keterangan dari kepala sekolah sectional. perhatian dan memfasilitasi anak dalam melakukan perawatan diri. Jadi dapat disimpulkan bahwa anak tunagrahita di SLB Air Randah belum mandiri seutuhnya dalam melakukan kegiatan sehari-hari. dikarenakan anak tersebut tidak bisa melakukan kegiatan seperti jajan. penghargaan. pergi buang air kecil maupun besar. jawaban satu dari tiga orang tua yang anaknya berusia 17 tahun dengan jenis kelamin laki-laki tersebut mengatakan memberikan dukungan informasi seperti memberikan pengatahuan tentang cara makan. Berdasarkan observasi Kabuapten Lima Puluh Kota dengan yang peneliti lakukan. makan dan berhias. Tiga orang tua dari lima orang tua yang di wawancarai mengatakan bahwa anaknya belum mampu melakukan aktivitas perawatan diri seperti mandi. buang air besar maupun kecil. Populasi dalam penelitian ini adalah maupun guru pengajar di SLB Air Randah anak anak tunagrahita dengan sampel sebanyak 44 tunagrahita tersebut mempunyai berbagai macam responden. sebelum makan cuci tangan terlebih dahulu. dan kegiatan lainnya yang menyangkut tentang activity daily living. Peneliti juga menanyakan pada ke tiga orang tua tersebut apakah mereka memberikan dukungan seperti informasi. 1 orang duduk dikelas IX. Hasilnya di dapatkan bahwa dua dari lima orang tua mengatakan anaknya sudah mampu melakukan aktivitas sehari-hari seperti mandi. 3 orang duduk dikelas VIII. kelas VII. 2. jajan dikantin. METODOLOGI PENELITIAN Dan rata-rata usia anak tunagrahita di SLB Air Randah berkisar antara 9-12 tahun (Laporan Penelitian ini menggunakan metode Statistik SLB Air Randah. Penelitian ini dilakukan di SLB Air permasalahan. 4 orang duduk dikelas randah wilayah kerja puskesmas gadut kabupaten V. saran. dan dari segi penampilan anak tersebut tidak rapi. Berdasarkan hasil wawancara dengan lima orang tua siswa yang mengalami tunagrahita di SLB Air Randah mengenai kemampuan melakukan aktifitas sehari-hari pada anaknya.. Usia dari anak tersebut yaitu 10 tahun dan 12 tahun.

1%) mempunyai dukungan penilaian yang mendukung.9 Total 44 100 Berdasarkan tabel 4 dapat dilihat bahwa lebih dari separoh yaitu sebanyak 37 orang responden (84. Tabel 2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Dukungan Penilaian di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Tahun 2016 Dukungan Penilaian Frekuensi Persentase (%) Mendukung 37 84.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 3. Tabel 4 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Dukungan Emosional di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Tahun 2016 Dukungan Emosional Frekuensi Persentase (%) Mendukung 37 84.7 Total 44 100 Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat bahwa lebih dari separoh yaitu sebanyak 34 orang responden (77.5 Total 44 100 Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat bahwa lebih dari separoh yaitu sebanyak 35 orang responden (79. Tabel 5 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kemandirian ADL di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Tahun 2016 Kemandirian ADL Frekuensi Persentase (%) Mandiri 34 77. Tabel 3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Dukungan Instrumental di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Tahun 2016 Dukungan Instrumental Frekuensi Persentase (%) Mendukung 35 79.3 Tidak Mendukung 10 22.3 %) mempunyai dukungan informasional yang mendukung.1%) mempunyai dukungan emosional yang mendukung.7 Total 44 100 LPPM STIKes Perintis Padang 142 .1 Tidak Mendukung 7 15.9 Total 44 100 Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat bahwa lebih dari separoh yaitu sebanyak 37 orang responden (84.5%) mempunyai dukungan instrumental yang mendukung.1 Tidak Mendukung 7 15.5 Tidak Mendukung 9 20. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Dukungan Informasional di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Tahun 2016 Dukungan Informasional Frekuensi Persentase (%) Mendukung 34 77.3 Tergantung 10 22.

7 29 85.032 5. dukungan keluarga: dukungan informasional tidak Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai p mendukung.1%) dari 44 orang tergantung.05) maka dapat tergantung. mengalami kemandirian ADL separoh yaitu sebanyak 4 (57.3%) dari 44 responden yang mempunyai Tabel 7 Hubungan Dukungan Penilaian Dengan Kemandirian ADL Anak Tunagrahita di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Tahun 2016 Dukungan Kemandirian ADL Total P value OR penilaian Tergantung Mandiri F % F % F % Tidak Mendukung 4 57.7 34 77.9%) dari 44 orang responden yang diperoleh nilai p value = 0. Tabel 6 Hubungan Dukungan Informasional Dengan Kemandirian ADLAnak Tunagrahita di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Tahun 2016 Dukungan Kemandirian ADL Total P value OR informasional Tergantung Mandiri F % f % F % Tidak Mendukung 5 50 5 50 10 100 Mendukung 5 14.800 Total 10 22.3%) mempunyai kemandirian ADL mandiri.05) mempunyai dukungan keluarga: dukungan maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan penilaian tidak mendukung. Terdapat sebanyak kemandirian ADL.032 artinya (p < 0.9 7 100 Mendukung 6 16. mengalami kemandirian ADL.800. 29 (85. Berdasarkan hasil uji statistik 3 (42. artinya dukungan dukungan keluarga: dukungan penilain penilaian yang mendukung memiliki peluang LPPM STIKes Perintis Padang 143 . mengalami yang bermakna antara dukungan penilaian dengan kemandirian ADL. mengalami dukungan penilaian mendukung.3 34 100 0.7 34 77.889. Dari hasil analisis juga mendukung.889 Total 10 22.3 40 100 Dari hasil tabel 7 didapatkan lebih dari mendukung. Terdapat sebanyak 6 (16.1 3 42. Dari hasil analisis juga dari 44 orang responden yang mempunyai didapatkan OR=6. mengalami keamndirian ADL.7%) dari 44 orang informasional yang mendukung memiliki peluang responden yang mempunyai dukungan keluarga: sebanyak 5.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Berdasarkan tabel 5 dapat dilihat bahwa lebih dari separoh yaitu sebanyak 34 orang responden (77. Terdapat sebanyak 31 (83. mengalami kemandirian ADL value = 0.037 artinya (p < 0.800 kali untuk kemandirian ADL dukungan informasional mendukung.8 37 100 0. mengalami kemandirian ADL tergantung. didapatkan OR=5.8%) dari 44 responden yang mempunyai dukungan keluarga: responden yang mempunyai dukungan keluarga: dukungan penialian tidak mendukung.3 40 100 Dari hasil tabel 6 terdapat sebanyak 5 dukungan keluarga: dukungan informasional (50%) dari 44 orang responden yang mempunyai mendukung. mengalami mandiri dibandingkan dengan dukungan kemandirian ADL tergantung. Terdapat sebanyak 5 (50%) dari 44 disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna orang responden yang mempunyai dukungan antara dukungan informasional dengan keluarga: dukungan informasional tidak kemandirian ADL. Terdapat sebanyak informasional tidak mendukung.037 6.2 31 83.2%) kemandirian ADL. artinya dukungan Terdapat sebanyak 5 (14.

7 34 77. Terdapat Tabel 9 Hubungan Dukungan Emosional Dengan Kemandirian ADL Anak Tunagrahita di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Tahun 2016 Dukungan Kemandirian ADL Total P value OR emosional Tergantung Mandiri F % F % F % Tidak Mendukung 4 57.175 artinya mendukung. Berdasarkan hasil keluarga: dukungan instrumental tidak uji statistik diperoleh nilai p value = 0.9 %) dari 44 responden yang kurang dari separoh yaitu sebanyak 4 (44.05) maka dapat disimpulkan bahwa ada Terdapat sebanyak 3 (42. artinya mendukung.867.6 %) dari 44 ada hubungan yang bermakna antara dukungan orang responden yang mepunyai dukungan instrumental dengan kemandirian ADL.8 %) dengan dukungan emosional tidak mendukung.800 kali untuk responden yang mempunyai dukungan keluarga: kemandirian ADL tergantung dibandingkan dukungan instrumental mendukung mengalami dengan dukungan instrumental mendukung.3 44 100 Dari hasil tabel 9 didapatkan lebih dari dari 44 responden yang mempunyai dukungan separoh yaitu sebanyak 4 (57.9 35 100 0.8 37 100 0.6 9 100 Mendukung 6 17. kemandirian ADL yang tergantung. mengalami kemandirian ADL yang (p > 0. Terdapat sebanyak 5 (55.1 %) dari 44 orang memiliki peluang sebanyak 5.1 29 82. hasil analisis juga didapatkan OR=5.867 Total 10 22.3 44 100 Dari hasil tabel 8 didapatkan bahwa sebanyak 29 (82. dukungan instrumental yang tidak mendukung Terdapat sebanyak 6 (17. (p < 0.7 34 77. Terdapat sebanyak artinya dukungan emosional yang mendukung 6 (16. uji statistik diperoleh nilai p value = 0.889 kali untuk kemandirian ADL mandiri dibandingkan dengan dukungan penilaian tidak mendukung.175 3.05) maka dapat disimpulkan bahwa tidak tergantung.9 7 100 Mendukung 6 16.614 Total 10 22.037 5. Berdasarkan hasil dukungan emosional tidak mendukung. Dari hasil keluarga: dukungan instrumental tidak analisis juga didapatkan OR=3.614. LPPM STIKes Perintis Padang 144 .9 %) dari 44 orang hubungan yang bermakna antara dukungan responden yang mempunyai dukungan keluarga: emosional dengan kemandirian ADL. Terdapat sebanyak 31 (83. mengalami kemandirian ADL tergantung.4 5 55.2 31 83. Tabel 8 Hubungan Dukungan Instrumental Dengan Kemandirian ADL Anak Tunagrahita di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Tahun 2016 Dukungan Kemandirian ADL Total P value OR instrumental Tergantung Mandiri f % F % F % Tidak Mendukung 4 44.4 %) dari mempunyai dukungan instrumental mendukung.614 kali untuk mempunyai dukungan keluarga: dukungan kemandirian ADL mandiri dibandingkan emosional mendukung.1 3 42.2 %) dari 44 orang responden yang memiliki peluang sebanyak 5. mengalami kemandirian ADL. responden yang mempunyai dukungan keluarga: mengalami kemandirian ADL. Dari dukungan emosional tidak mendukung.037 artinya mengalami kemandirian ADL tergantung. 44 orang responden yang mempunyai dukungan mengalami kemandirian ADL.1 %) dari 44 orang keluarga: dukungan emosional mendukung.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 sebanyak 6. mengalami kemandirian ADL.

Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan penilaian dengan kemandirian ADL dengan nilai P = 0.co. 037. Pediatri Rudolf Volume S1.1%) mempunyai dukungan emosional yang mendukung di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2016.tips/documents/konsep- Lebih dari separoh yaitu sebanyak 34 orang adl. Riset.com diakses pada 16 april 2016 Febry. (2010). Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Tingkat Friedman.blogspot. Lebih dari separoh yaitu sebanyak 37 orang responden (84. KESIMPULAN Latief. Teori & Praktik. Ada hubungan yang bermakna antara dukungan emosional dengan kemandirian ADL dengan nilai P = 0. Upaya Memandirikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Melalui Dari hasil penelitian yang telah dilakukan Pembelajaran Bina Diri. Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan informasional dengan kemandirian ADL dengan nilai P = 0.1%) mempunyai dukungan penilaian yang mendukung di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2016. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan instrumental dengan kemandirian ADL dengan nilai P = 0. Pada pada tanggal 18-23 Juli 2016 di SLB Air Randah http://nl26. 175. 5.3%) mempunyai dukungan informasional yang mendukung di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2016 . dkk.html diakses pada 19 April 2016 responden (77.3%) mempunyai kemandirian ADL di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2016. Menuju Kemandirian Anak TunaGrahita. (2011). Jakarta: EGC Astati.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 4. (2014).Pada http://bintangbangsaku. Nurmayanti. Jakarta: EGC LPPM STIKes Perintis Padang 145 . REFERENSI Alpers. (2015). 032. Buku Ajar Keperawatan Keluarga.id diakses pada 21 Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Kabupaten Lima April 2016 Puluh Kota tahun 2016 didapatkan kesimpulan Suparyanto. Activity Daily Living. Lebih dari separoh yaitu sebanyak 35 orang responden (79. sebagai berikut: Padahttp://dokumen. (2012). (2014). Lebih dari separoh yaitu sebanyak 37 orang responden (84. Yunanda Putra.5%) mempunyai dukungan instrumental yang mendukung di SLB Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2016. Marylin. 037. Lebih dari separoh yaitu sebanyak 34 orang responden (77.

2005). rambut). Urine. while pathological factors can be caused by an abnormal disorder or disease of the kidney or organ more. membantu selanjutnya dan yang menyertai pemeriksaan gerakan (otot). pemeriksaan sediment. This research is descriptive in order to determine whether an increase in protein in the urine in the student frequently exercise. misalnya penyaring” ialah beberapa macam pemeriksaan menyediakan struktur (ligamen.com Abstract Protein in urine (proteinuria or Microalbuminuria) is an abnormal amount of protein found in urine specimens. some diseases or conditions that can allow proteins to pass the filters of the kidney that causes increased protein in urine. Pada ginjal sebagai organ ekskresi dan juga sebagai Test urine (mikroalbumin) menjadi sebuah indikasi kondisi sistemik seseorang. PENDAHULUAN kondisi dapat memungkinkan protein untuk Urinalisis merupakan salah satu melewati filter dari ginjal. This research was conducted in April 2016 in the Laboratory of Pathology STIKes Perintis Padang. Berdasarkan parameter jumlah urin. Banyak produk meningkatnya jumlah protein dalam urine akhir metabolisme dan berbagai zat lainnya biasanya dideteksi setelah melakukan aktivitas diekskresikan melalui urin. Pada bulan produk makanan yang dibutuhkan oleh kita.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 HUBUNGAN AKTIVITAS OLAH RAGA DENGAN KADAR PROTEIN URINE PADA MAHASISWA FAKULTAS OLAHRAGA UNIVERSITAS NEGERI PADANG Endang Suriani. Protein urine rutin yang biasa disebut pemeriksaan memiliki beberapa fungsi yang berbeda.7%. and the results of urine protein sample negative (- ) is 10 people with a percentage of 33. Selain itu menegakkan berbagai diagnosis. menyebabkan pemeriksaan laboratorium yang penting untuk meningkatnya protein dalam urine. Population and samples in this study were all students sport faculty drawn at random as many as 30 people checked Protein in urine specimens using a method of heating with acetic acid 6%. Keywords: Protein. kuku. beberapa penyakit dan Fakultas OLahraga Universitas Negeri Padang LPPM STIKes Perintis Padang 146 . Populasi pada penelitian ini Mahasiswa/I termasuk protein. Has conducted a study entitled 'Examination of urine protein in the student Faculty sports Padang State University (UNP)'. Normal excretion of protein usually does not exceed 150 mg / 24 hr or 10 mg / dl of urine. makrokopis urin. more than it would otherwise proteinuria. METODE PENELITIAN Lebih dari 10 mg/dl didefinisikan sebagai proteinuria (Davey. Student Sport 1. Pemeriksaan pertanda awal kerusakan ginjal diabetes. glukosa. From the results. with positive urine protein one (+1) is 18 people at a presentation of 60% and a positive urine protein two (+2) is 2 peoples with percentage 6. Physiological factor can occur due after strenuous physical activity such as sports. 2. yang dianggap dasar bagi pemeriksaan membantu pencernaan (enzim perut). Patologi STIKes Perintis Sumbar. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ginjal merupakan penyaring produk . Namun. Gandasoebrata. Normal ekskresi protein biasanya tidak melebihi 150 mg/24 jam atau 10 mg/dl urin. juga bisa ditemukan ketika urinalisis selain memberikan indikasi kondisi kita sedang dalam keadaan sakit/tidak sehat. 2005a:867).3%. Pemeriksaan urine rutin adalah termasuk protein murni) (Price. berat latar belakang tersebut maka peneliti akan jenis.7%. Besides increasing the amount of protein in the urine can usually be caused by physiological factors and pathologic factors. Juni. kita untuk melihat (lensa mata kita adalah kristal 2008). tinggi protein yang ditemukan dalam sampel urine. melakukan penelitian tentang Pemeriksaan Protein dalam urin (proteinuria atau Protein Dalam Urine Pada Mahasiswa/i Fakultas mikroalbuminuria) adalah jumlah abnormal Olahraga Universitas Negeri Padang (UNP). Pemeriksaan berat seperti olahraga. protein. SKM Program Study D III Technology Laboratorium Medic Email: endangsuriani123@gmail. dan berperan dalam kemampuan fisik tanpa pendapat khusus (R. positive samples Protein urine is 20 peoples with a percentage of 66.

HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel: Hasil pemeriksaan Protein dalam urin pada mahasiswa/I Fakultas Olahraga Universitas Negeri Padang N =30 No Jenis Kekeruhan Jumlah % . Sebelumnya pemeriksaan protein urine.3oC. jika kekeruhan hilang berarti hasil protein negative.3% Kekeruhan Kekeruhan 2 sedikit (tanpa . Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan rumus Frekuensi yang diaanalisa secara deskriptif. Behram Dkk (2000. urine yang telah di sentrifuge masukan kedalam tabung reaksi 2/3. 1826). . Jika terjadi kekeruhan tambahkan asam asetat 2 – 3 tetes. . 18 60% berbutir-butir) Kekeruhan jelas 3 . . . Pada posisi tegak. . dan 10 orang spesimen urine didapatkan yang disertai demam tinggi belum diketahui. 10 33. lalu panaskan lagi sampai mendidih. Mekanisme proteinuria 6. jumlah Universitas Negeri Padang (UNP) sebanyak 30 protein dalam urine dapat meningkat 10 kali atau sampel spesimen urine. 18 .Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 (UNP) dengan sampel 30 orang Mahasiswa/I yang diambil urinnya. kita harus mensentrifuge urine. jika kekeruhan masih ada berarti hasilnya positif. +1 +2 +3 +4 Tidak Ada 1 10 . Lihat hasilnya. . . . Proteinuria juga dapat ditemukan dalam proteinuria postural. . - keping) 5 Menggumpal . negative (-) dengan presentase 33. . faktor. . mengekskresikan protein keadaan fisiologis yang jumlahnya kurang dari LPPM STIKes Perintis Padang 147 . 3. 2 orang spesimen urine positif dua (+2) yaitu ini dapat ditemukan pada penderita dengan terbentuknya kekeruhan jelas dengan presentase demam lebih dari 38. faktor lain yang mempengaruhi proteinuria. jasmani dan olahraga yang terlalu berat. . 2 . .3%. . lalu panaskan sampai mendidih. proteinuria sementara 60%. - Total 10 18 2 . .7% (berbutir) Kekeruhan hebat 4 (Berkeping. h. terbentuknya kekeruhan sedikit dengan presentase Proteinuria karena demam. 2 6.7%. ditemukan 18 orang lebih. . etiologinya belum diketahui. . Proteinuria pada demam tinggi akan menghilang Spesimen yang positif dikarenakan kerja pada saat demam menurun. . 30 100% Pada tabel didapatkan hasil terhadap pemeriksaan dalam jumlah yang normal atau sedikit meningka protein urine Mahasiswa/i Fakultas Olahraga pada posisi terlentang. Proteinurianya biasanya ditemukan pada spesimen urinenya yang positif satu (+1) yaitu analisis urine rutin. .

A . Pada keadaan demam tinggi.3%. dkk . L. kalkuli.peningkatan produksi protein yang bisa disaring rantai panjang imunoglobulin (Protein Bonce Jones) pada mieloma. positif dua (+2) sebanyak 2 orang dengan presentase 6. tumor. hhemoglobinuria. Jauri Gagal Kronik.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 200 mg/hari dan bersifat sementara. Edisi %. Proteinuria Bawazier. Volume 3. 2) Pemeriksaan proteinuria pada Mahasiswa/i fakultas Olahraga Universitas Negeri Padang (UNP) didapatkan positif satu (+1) sebanyak 18 orang dengan presentase 60%. Penuntun Laboratorium Klinik. Dian Rakyat :Jakarta Nezz. Kapita selekta Patologi Klinik. Proteinuria fisiologis dapat terjadi pada masa remaja dan juga pasien iordotik (ortostatik proteinuria).D. 2015 . 2000. Silvia. Baron. KESIMPULAN DAN SARAN Dari hasil penilitian terhadap 30 spesimen urine Mahasiswa/i Fakultas Olahraga Universitas Negeri Padang (UNP) diambil kesimpulan : 1) Terdapat 20 orang spesimen urine yang positif (+) proteinuria. 2010 Rubenstein D. 1990. 2007. Sumedang. Penyakit saluran kemih. 2007). Jakarta Erlangga. dan urine dengan hasil negative (-) sebanyak 10 orang dengan presentase 33. trhombosis vena renalis adalah sebab sekaligus akibat proteinuria (Rubenstein. 2007 . gagal jantung. R. Buku Kedokteran EGC: Jakarta Bawazier. 5. DAFTAR PUSTAKA Anggraini. Membandingkan Hasil Pemeriksaan Protein Dalam Urine Melalui Metode Pemanasan Asam Asetat Dengan Metoda Cerik – Celup Pada Penderita Proteinuria (KTI). mioglobinura. Ilmu Kesehtan Anak Nelson.N. latihan fisik yang kuat dapat mencapai lebih dari 1 gram/hari. 2009 . LPPM STIKes Perintis Padang 148 . 2007 .7%. Jakarta : ECG Gandasoerbata. Ginjal Hipertensi Proteinuria Behrman.A . L. infeksi. 4. Kedokteran Klinis Edisi 6 .

diperkirakan bahwa lebih dari 60% anak-anak di Siswa yang terinfeksi akan kekurangan kadar Indonesia menderita suatu infeksi cacing. Sampel dari LPPM STIKes Perintis Padang 149 . 2006). sanitasi lingkungan sangat erat hubungannya dengan infestasi cacing pada anak sekolah dasar. diarrhea. ternyata cacingan dapat juga lancarnya proses daur hidup dan cara menyerang orang tua atau golongan dewasa penularannya. langsung menggunakan teknik pemeriksaan Infeksi cacing pada manusia dapat mikroskopis secara langsung dengan eosin 2%. 2. Secara umum faktor-faktor mengakibatkan malnutrisi. students SDN. Dari hal tersebut dapat diperkirakan besarnya aktifitas mereka yang banyak berhubungan kerugian yang disebabkan oleh infeksi cacing dengan tanah menjadi erat hubungannya dengan dalam jumlah yang cukup banyak dapat prilaku hidup sehat. hygiene perorangan yang buruk serta keadaan Tingginya angka kecacingan ini dapat diturunkan sosial ekonomi dan pendidikan yang rendah juga dengan cara meningkatkan kesadaran akan merupakan salah satu faktor kecacingan. Hal ini hemoglobin dan akan berdampak terhadap disebabkan karena kesadaran anak-anak akan kemampuan tubuh membawa oksigen ke berbagai kebersihan dan kesehatan masih rendah (Rahardja. Ascaris lumbricoides in Indonesia is known as roundworms that can cause disease with clinical symptoms such as: nausea. 2005). The research found 8 people (26. This study entitled " PREVALENCE PATIENTS INFECTION Ascaris lumbricoides ON STUDENT SDN 39 TANJUNG AUR LUBUK MINTURUN PADANG YEAR 2016". I. Populasi yang digunakan penurunan nafsu makan pada anak-anak yang dalam penelitian ini adalah semua siswa SDN 39 mengakibatkan kurangnya pemasukan gizi dalam Tanjung Aur Lubuk Minturun. prevalensi Infeksi cacing usus tubuh. taken feces and do microscopic examination directly using eosin 2%. This research was conducted in June in Biomedical Laboratory STIKes Pioneer Padang with a population that is taken in this study were all students of SDN 39 Tanjung Aur Lubuk Minturun and samples of students in grade 1 to grade 3 as many as 30 samples.33%) were not infected with Ascaris lumbricoides. jaringan tubuh. abdominal pain. This research is a survey directly. Ascaris lumbricoides. The purpose of this study is determine the prevalence of Ascaris lumbricoides infection in students of SDN 39 Tanjung Aur Lubuk Minturun. meningkatnya secara tidak langsung STIKes Perintis Sumbar. Kondisi hygiene pada pribadi siswa tersebut. Sekitar 20 ekor 2008). indigestion.PENDAHULUAN Di Indonesia. Selain menyerang yang mempengaruhi kecacingan ditunjukan oleh anak-anak. menimbulkan beberapa masalah khususnya pada Penelitian ini dilakukan di SDN 39 Tanjung Aur anak SD antara lain: menurunkan daya tahan Lubuk Minturun dan di Laboratorium Biomedik tubuh. sehingga gizi makin buruk. METODE PENELITIAN Hal ini dikarenakan sanitasi lingkungan yang tidak memadai dapat menjadi sumber penularan cacing Jenis penelitian ini adalah survey secara pada tubuh manusia (Dachi.8 gram dan 0. and anemia. Diseases caused by these worms called Ascariasis. Kondisi sanitasi lingkungan dan berusia di atas 20 tahun (Husada. termasuk ke otak. cacing Ascaris lumbricoides dewasa didalam usus Anak usia Sekolah Dasar menjadi populasi manusia mampu mengkonsumsi hidrat arang terbesar pada penderita Ascariasis.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 PREVALENSI PENDERITA INFEKSI Ascaris lumbricoides PADA SISWA SDN 39 TANJUNG AUR LUBUK MINTURUN PADANG TAHUN 2016 Sri Indrayati dan Khairunisa D III Teknologi Laboratorium Medik STIKes Perintis 1 Email : endlesofichy@gmail. infeksi disertai Ascariasis ternyata masih cukup tinggi dimana muntah dan diare.67%) were infected with Ascaris lumbricoides and 22 (73.com Abstract Ascaris lumbricoides is a type of intestinal nematode worm. dikarenakan sebanyak 2. Keywords : Prevalence.7 gram protein setiap pola hidup mereka yang kurang bersih dan hari.

33% siswa terbebas (+) : Ditemukan nya telur cacing Ascaris dari cacing. Tetesi masing-masing 1 lumbricoides (73. 2009). 1 Ascaris 8 .67%). pengamatan dilapangan terhadap anak-anak didaerah tersebut pada umumnya mereka sering F= x 100% bermain dengan tanah sehingga memungkinkan mereka terinfeksi oleh telur cacing melalui tangan 3. lidi. tapi pada Feces Siswa SDN 39 Tanjung Aur cacing ini lebih umum hidup didaerah tropis dan Lubuk Minturun Kota Padang juga banyak ditemukan pada tempat-tempat yang sanitasinya buruk. Natadisastra (2000) No Jenis Telur N=30 menambahkan Beberapa faktor lainnya yang cacing (+) (-) menyebabkan siswa terinfeksi cacing diantaranya Terinfeksi adalah sanitasi lingkungan yang kurang baik. Bahan yang diperlukan ditemukan 8 orang positif telur cacing Ascaris dalam penelitian ini yaitu : Aquadest. bermain langsung ditanah dan Dari data hasil pemeriksaan yang didapatkan kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum dan diolah secara manual dan disajikan dalam bentuk sesudah beraktivitas. tutup masing-masing suspense dengan orang positif Ascaris lumbricaudes (26. dan 22 orang didapatkan 2%. dari keseluruhan mereka ada beberapa lumbricoides siswa yang pulang sekolah tidak melepas sepatu. hygiene pribadi anak-anak yang buruk. tingkat Ascaris pendidikan. dan feces. Minturun kota Padang di dapatkan hasil seperti Hal ini dikatakan oleh Brown tahun 1983 yang terlihat pada tabel dibawah ini: bahwa Ascaris lumbricoides adalah parasit yang paling gampang hidup didaerah yang beriklim Tabel 3. NaCl. eosin lumbricoides (26.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 penelitian ini adalah murid kelas 1 sampai kelas 3 (-) : Tidak ditemukan nya cacing Ascaris di SDN 39 Tanjung Aur Lubuk Minturun yang lumbricoides diambil fesesnya.67%). amati masing-masing apusan dibawah Tingginya angka kecacingan ascaris pada mikroskop dengan pembesaran 40 x 10 siswa SDN 39 Tanjung Aur Lubuk Minturun (Natadisastra.67% 73. tingkat pekerjaan akan berpengaruh lumbricoides. 22 heterogen baik tingkat ekonomi. Penduduk yang terinfeksi 2 . kebiasaan lumbricoides bermain ditanah yang telah terkontaminasi sebelumnya oleh feses mereka sendiri yang Tidak mengandung telur parasit ini. objek glass. Pada Umumnya siswa sering Positif (+) = jika ditemukan telur cacing Ascaris menghabiskan waktu istirahatnya dengan bermain lumbricoides dan sering kontak dengan tanah selain itu Negative (-) = jika tidak ditemukan telur cacing kebiasaan anak-anak pulang sekolah dengan Ascaris lumbricoides melepas sepatu. N : Jumlah Sampel Dari hasil penelitian 73.1. sebelum makan LPPM STIKes Perintis Padang 150 . dan botol. Hal ini sesuai yang diungkapkan oleh Brown (1983) bahwa penularan telur cacing Dari penelitian yang telah dilakukan terhadap 30 Ascaris lumbricoides dapat berlangsung dari spesimen feces siswa SDN 39 Tanjung Aur Lubuk tangan ke mulut. Disiapkan objek glass sebanyak hasil negatif dari infeksi telur cacing Ascaris sampel yang tersedia. deck glass. Berdasarkan hasil tabel.33% kepedulian terhadap lingkungan terutama Keterangan: kesehatan lingkungan. terhadap kesadaran akan hidup sehat dan Total Presentase 26.33%). dilakukan dengan pemeriksaan telur cacing pada kemudian campurkan masing-masing tetesan zat feses siswa SDN 39 Tanjung Aur Lubuk Minturun warna. HASIL DAN PEMBAHASAN ke mulut. Alat yang dibutuhkan dalam Dari tabel diatas didapatkan dari 30 spesimen penelitian ini yaitu: mikroskop. ambil seujung lidi atau sedikit feces. tidak memiliki kuku panjang. didapatkan hasil 8 dan tipis. tetes zat warna eosin 2% pada permukaan kaca Berdasarkan hasil penelitian yang telah objek.Hasil Pemeriksaan Telur Cacing dingin maupun didaerah yang beriklim tropis. cover feses siswa SDN 39 Tanjung Aur Lubuk Minturun glass. aduk sampai menjadi suspense yang rata sebanyak 30 spesimen feses. Hasil pemeriksaan pada Padang disebabkan dari kebiasaan siswa yang feses telur cacing Ascaris lumbricoides disajikan kurang memperhatikan kebersihan diri pribadi dalam bentuk tabel yang dinyatakan dengan: mereka.

Persentase prevalensi Infeksi cacing Ascaris kesadaran prilaku hidup sehat pada beberapa lumbricoides berdasarkan kelas. dan tidak lagi melepas sepatu saat jalan pulang sekolah.Parasitologi NO KELAS JUMLAH PERSEN Kedokteran. RA.174593 Hatoguan lumbricoides Pada Tingkat Kelas siswa SDN Terhadap Infeksi Cacing Perut Di 39 Tanjung Aur Lubuk Minturun Kota Kecamatan Palipi Kabupaten Padang Samosir Medan. 1988. G. Namun pada tingkat kelas III SD angka infeksi jauh menurun dari kelas sebelumnya. Parasitologi Kedokteran edisi lumbricoides menurut pembagian kelas terlihat ketiga. kemudian kelas III terinfeksi sebanyak 1 orang (3.33%). EGC. Dari distribusi frekuensi infeksi cacing Ascaris Husada. PT. Gramedia. bahwa pada kelas I terinfeksi sebanyak 3 orang Natadisastra.2005. lumbricoides. Hal ini terbukti dari beberapa orang siswa yang telah disurvey yang peduli akan 5.33% TOTAL 8 26. kelas II terinfeksi sebanyak 4 orang Menurut pembagian kelas terlihat bahwa pada kelas I terinfeksi sebanyak 3 orang (10%).Hubungan Perilaku Anak Tabel 3. REFERENSI kebersihan diri mereka sehingga menunjukkan Brown.Parasitologi. siswa kelas III ini sudah mulai memperhatikan kebersihan diri seperti memotong kuku secara rutin. kelas II terinfeksi sebanyak 4 orang (13. yang siswa SDN 39 Tanjung Aur Lubuk Minturun akan terbanyak terdapat pada kelas II yaitu 4 orang mencegah dari infeksi telur cacing Ascaris (13. mencuci tangan setelah berakhtivitas. Jakarta.33%). 4. Jakarta.33%). KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian frekuensi infeksi cacing pada siswa SDN 39 Tanjung Aur Lubuk Minturun dapat disimpulkan sebagai barikut: 1.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 mencuci tangan dan sebagainya. 2006.Dasar Parasitologi Klinik. Jakarta . Persentase prevalensi infeksi cacing Ascaris lumbricoides pada siswa SDN 39Tanjung Aur Lubuk Minturun sebesar (26.67% (10%). USU. Edisi hasil negative yaitu bebas dari penyakit Ketiga. SD TERINFE TASE KSI Rahardja. Medan 1 I 3 10% 2 II 4 13. 2008.2 Distribusi Infeksi cacing Ascaris Sekolah Dasar No. D.67%) LPPM STIKes Perintis Padang 151 .33% 3 II 1 3. kecacingan. Adanya 2. 2009. Tingginya angka infeksi pada murid kelas I dan II SD disebabkan karena masih kurangnya kesadaran akan pentingnya kebersihan pada beberapa siswa di kelas tersebut. FKUI. Dari hal ini tampak. Jakarta. Dachi. Kedokteran.

Indonesia adalah salah satu negara konsumen alihkan diri dari kecemasan..172 jiwa per Rata. Dengan demikian karbonmonoksida yang berasal dari pembakaran tembakau. Research was conducted to determine levels of hemoglobin (Hb) in men and male smokers not to smoke in the hospital Mukomuko of Bengkulu wear Sianmethemoglobin with the data analysis method using Kolmogorof- Smirnov test. nicotine and carbon monoxide. terdiri dari merokok setiap hari 28. smokers. psikologis meliputi rangsangan sosial. menunjukkan kejantanan. and the mean Hb smokers weight 15. baik secara langsung maupun tidak kadar haemoglobin darah (Tendra H.rata merokok yang dilakukan oleh hari atau sekitar 22. Selain faktor psikologis juga dipengaruhi oleh konsumsi rokok di Indonesia pada tahun 2002 faktor fisiologis yaitu adiksi tubuh terhadap bahan berjumlah 182 milyar batang yang merupakan yang dikandung rokok seperti nikotin atau juga urutan ke-5 diantara 10 negara di dunia dengan disebut kecanduan terhadap nikotin (Mangku S. berarti 1. baik menurunkan kapasitas. 2003).Andri2) Program Studi D-IV Analis Kesehatan STIKes Perintis Padang email : suraini_bio85@yahoo.3g / dL. Secara nasional. the average Hb light smokers 14. kanker paru-paru. kebiasaan merokok telah Indonesia menduduki urutan ke 5 terbanyak dalam terbukti menimbulkan 25 jenis penyakit pada konsumsi rokok di dunia dan setiap tahunnya berbagai organ tubuh. darah. 2008). not smokers. Total sample comprised 40 male non-smokers. PENDAHULUAN (pengapuran dan penebalan dinding pembuluh Merokok adalah tindakan mengisap asap darah).2 Keywords: levels. seperti penyakit jantung mengkonsumsi 2.09% (Setiaji. langsung. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi emfisoma. the average Hb moderate smokers 14. mempermudah penggumpalan darah. bronchitis kronis. 1. Konsumsi rokok di Indonesia meningkat 7 kali Karbonmonoksidamenggantikan tempat lipat selama periode 1970-2000 dari 33 milyar oksigen dihemoglobin. Carbon monoxide hemoglobin desaturation raises. sampai kelainan kehamilan dilaporkan bahwa penduduk 15 tahun ke atas yang pada janin yang di kandung oleh ibu yang mempunyai kebiasaan merokok tercatat sebanyak merokok. 2007). 2004 adalah 427. Antara tahun 1970 dan LPPM STIKes Perintis Padang 152 . Berdasarkan data dari WHO tahun 2002.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 PERBANDINGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PRIA PEROKOK DAN TIDAK MEROKOK DENGAN METODE SIANMETHEMOGLOBIN Suraini1) . koroner. dan mem-percepat aterosklerosis batang pada tahun 2000. interfering with the release of oxygen. penyakit pembuluh darah. angka kematian merupakan penyebab kematian 10% penduduk akibat penyakit yang disebabkan rokok tahun dunia (Saktyowati.1g / dL. konsumsi tertinggi pada tahun yang sama.44%. meningkatkan viskositas menggunakan rokok maupun menggunakan pipa. Statistical test results Kolmogorof-Smirnov test using SPSS 16 p value = 0. Dari sejumlah penyakit itu. Carbon monoxide replaces oxygen in hemoglobin.948 jiwa. meng. hemoglobin. (Tendra H.5 miliar batang rokok. ritual Depkes RI (2004) mengatakan bahwa masyarakat.4g / dL. moderate smokers and heavy smokers. 1997). Banyak penyakit telah terbukti akibat buruk sehingga mengakibatkan terjadinya peningkatan merokok. tembakau terbesar di dunia. and accelerated atherosclerosis (calcification and thickening of blood vessel walls). Kebiasaan merokok pun Lembaga Demografi UI mencatat.9 g / dL. perdarahan Nasional (SUSENAS) 2004 secara nasional pembuluh darah otak. One cigarette is burned emits about 400 chemicals in which 200 of them are toxic and some of them are tar. lowers the direct supply of oxygen to tissues throughout the body.co. mengganggu pelepasan batang pada tahun 1970 menjadi 217 milyar oksigen.5% dari kematian total di kebanyakan laki-laki dipengaruhi oleh faktor Indonesia.id Abstract Smoking has a detrimental effect on health. light smokers.35% terbesar perokok disebabkan oleh kanker paru dan dan kadang-kadang 6. bronchitis kronik. The result showed the average Hb men do not smoke 14. Menurut WHO. kebanggaan diri. 2003). kematian 34.

karbondioksida dari seluruh sel ke paru-paru Perokok pasif adalah asap rokok yang di untuk di keluarkan dari tubuh.hemosiderin di dalam limfa dan jumlah ini biasanya disebut “100 persen” (Evelyn. dalam sintesis hemoglobin dalam sel darah merah Kadar hemoglobin adalah ukuran pigmen dan mioglobin dalam sel otot. dan komponen lain merah.004% berat tubuh (60-70%) terdapat dalam (Costill. Hasil pemeriksaan kadar hemoglobin juga flavoprotein.c) membawa karbondioksida dari jarringan- 1996). memegang peranan penting dalam proses berdasarkan umur dan jenis kelamin (WHO dalam oksidasi menghasilkan Adenosin Tri Phosphat Arisman. Pada tahun 2030 akan ada sekitar 2 membawa oksigen dari paru-paru keseluruh milyar orang di dunia dan jumlah perokok jaringan tubuh dan membawa kembali jugaakan meningkat (Mackay & Eriksen. melewati kapiler jadi kurang maksimal. 2002).M. Sehingga apabila tubuh mengalami anemia gizi LPPM STIKes Perintis Padang 153 . Asap rokok lebih berbahaya terhadap hemoglobin antara lain :a) mengatur pertukaran perokok pasif daripada perokok aktif. jaringan tubuh sebagai hasil meta-bolisme ke Menurut (Bustan.maka keluwesan sel arah merah dalam tembakau walaupun terjadi krisis ekonomi. bakar. sehingga anemia gizi besi akan yang merokok dan langsung menghisap rokok menyebabkan terbentuknya sel darah merah yang serta bisa mengakibatkan bahaya bagi kesehatan lebih kecil dan kandungan hemoglobin yang diri sendiri maupun lingkungan nya. yang dipergunakan.2001). Batas normal nilai hemoglobin untuk Kurang lebih 4% besi di dalam tubuh seseorang sukar ditentukan karena kadar berada sebagai mioglobin dan senyawa-senyawa hemoglobin bervariasi diantara setiap suku besi sebagai enzim oksidatif seperti sitokrom dan bangsa. Besi berperan (Evelyn. dan apabila nilainya Jumlah perokok di dunia akan terus bertambah kelebihan akan mengakibatkan polinemis terutama karena terjadi pertambahan jumlah (Evelyn. (ATP) yang merupakan molekul berenergi tinggi. Besi dibutuhkan untuk produksi kesimpulan bahwa perokok aktif adalah orang hemoglobin. Dengan melalui fungsi ini maka oksigen di pada sistem enzim pernafasan seperti sitokrom bawa dari paru-paru ke jaringan-jaringan oksidase. sitokrom. empat kali lebih jaringan tubuh untuk dipakai sebagai bahan banyak mengandung tar dan nikotin (Wardoyo.b) mengambil oksigen dari paru- oleh perokok pasif. 2003).2002). Antara cara sahli yang Mioglobin ikut dalam transportasi oksigen sederhana dengancara yang lebih modern dengan menerobos sel-sel membran masuk kedalam sel- alat fotometer tentu akan ada perbedaan hasil yang sel otot.2000).1998).9% pada tahun 1995 (Depkes RI. Dari pendapat diatas dapat ditarik dalam tubuh. Asap rokok oksigen dengan karbondioksida di dalam jaringan- yang dihembusan oleh perokok aktif dan terhirup jaringan tubuh.Walaupun jumlahnya sangat kecil dapat dipengaruhi oleh peralatan pemeriksaan namun mempunyai peranan yang sangat penting. 2009). Ia memiliki afinitas (daya abung) berfungsi mengantar oksigen dari paru-paru ke terhadap oksigen dan dengan oksigen itu jaringan tubuh. sitokrom. Kandungan ± respiratorik dalam butiran-butiran darah merah 0. flavoprotein dan senyawa- ditampilkan. yaitu Hemoglobin juga berperan penting dalam dari 33 milyar batang menjadi 84 milyar batang. hirup oleh seseorang yang tidak merokok (Pasive Menurut Depkes RI adapun manfaat Smoker). Antara tahun 1990 dan 2000 peningkatan lebih jika terjadi gangguan pada bentuk sel darah jauh sebesar 54% terjadi dalam konsumsi ini. Hemoglobin di dalam darah populasi. Jika nilainya kurang 26.untuk diekskresikan ke dalam membentukoxihemoglobindi dalam sel darah udara perrnafasan. (Sunita. Hal inilah Prevalensi merokok di kalangan dewasa yang menjadi alasan mengapa kekurangan zat besi meningkat menjadi 31.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 1980 konsumsi meningkat sebesar 159%. sumsum tulang (Zarianis. bisa dikatakan anemia.5% pada tahun 2001 dari bisa mengakibatkan anemia. Besi juga merupakan mikronutrien Hemoglobin adalah protein yang kaya essensil dalam memproduksi hemoglobin yang akan zat besi. lima kali lebih banyak paru kemudian dibawa ke seluruh jaringan- mengandung karbon monoksida.N. 2000) rokok aktif paru-paru untuk di buang. Namun demikian WHO telah senyawa mitokondria yang mengan-dung besi menetapkan batas kadar hemoglobin normal lainnya..2006). 2000). katalase dan peroksidase. rendah. mempertahankan bentuk sel darah yang bikonkaf. adalah asap rokok yang berasal dari isapan Beberapa faktor yang mempengaruhi perokok atau asap utama pada rokok yang dihisap kadar hemoglobin adalah :a) kecukupan besi (mainstream). Jumlah hemoglobin dalam darah hemoglobin yang disimpan sebagai feritin di normal kira-kira 15 gram setiap 100 ml darah dan dalam hati.

tusuklah dengan Seiring berkembangnya teknologi alat cepat memakai lancet steril. Berhubung ketelitian masing. hati. Selain itu alat yang digunakan untuk rak tabung. kering. mioglobin Metode Sianmethemoglobin. b) metabolisme besi diuraikan di atas. hemosiderinadalah bentuk besi cadangan yang Penelitian ini dilakukan di RSUD Mukomuko biasanya terdapat dalam hati. 2006). phorphyrin cytochrome.2010). sitokrom. Pada jari tusuklah kesehatan yang semakin canggih selain kedua cara dengan arah tegak lurus pada garis-garis sidik pemeriksaan tersebut. Jenis penelitian dan berjumlah antara 25-55 mg/kg berat Jenis penelitian ini deskriptif. limfa Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sumsum tulang (> 200-1500mg). Cara Sahli kurang baik. Kadar Hemoglobin badan. untuk penilaian hasil pemeriksaan. kini telah banyak digunakan kulit jari. apakah ada perbandingan Kadar Hemoglobin pada Besi tersebut berada di dalam sel-sel darah merah pria perokok dan pria tidak merokok dengan atau hemoglobin (lebih dari 2. 10 orang perokok sedang (11-20 Hemiglobinsianida. Perempuan hamil terjadi mengandung Kalium Sianida dan Kalium hemodilusi sehingga batas terendah nilai rujukan Ferrisianida kemudian hemoglobin menjadi ditentukan 10 g/dl.Feritin dan b. menjadi hematin asam misalnya karbok. 2006). Nilai d.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 besi maka terjadi penurunan kemampuan bekerja Berdasarkan latar belakang yang telah (WHO dalam Zarianis. serta enzim 2. Pada biarkan sampai kering. 2008). larutan distandarkan. Tempat Penelitian. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini penyimpanan dan pengeluaran (Zarianis. Besi yang terdapat di dalam tubuh diangkat penulis untuk diteliti dan dibahas adalah orang dewasa sehat berjumlah lebih dari 4 gram. jumlahnya 5-25 mg/kg berat badan. Cara Pengambilan Darah Kapiler Cara sianmethemoglobin adalah cara Darah yang di pakai untuk pemeriksaan adalah yang dianjurkan untuk penetapan kadar darah kapiler. 2008). tabung reaksi.5g). Metabolisme besi dalam tubuh terdiridari Populasi dan Sampel. yang merupakan cadangan. (150mg). batang/hari) dan 10 orang. Prosedur Pemeriksaan Hb rujukan kadar hemoglobin tergantung dari umur Prinsip: Darah dimasukan kedalam larutan yang dan jenis kelamin. mikropipet. pemanfaatan. Cara pengambilan darah menurut hemoglobin di laboratorium karena larutan Soebrata (1992) adalah sebagai berikut : tempat standar sianmethemoglobin sifatnya stabil. mudah yang akan di ambil darahnya didesintifikasi diperoleh dan pada cara ini hampir semua terlebih dahulu dengan kapas alkohol 70 % dan hemoglobin terukur kecuali sulfhemoglobin. Alat: Fotometer. methemolobin yang berikatan dengan Kalium LPPM STIKes Perintis Padang 154 . tulang. maka permasalahan yang dalam tubuh. dicapai hanya ±10% (Fransisca D. adalah semua pria tidak merokok dan pria perokok Terdapat berbagai cara untuk menetap. Tusukkan harus cukup dalam supaya pemeriksaan darah lengkap dengan menggunakan darah mudah keluar. Buanglah tetes darah yang alat otomatik yang di kenal dengan nama pertama keluar dengan memakai segumpal kapas hematology alyser. sehingga ketelitian yang didapat drabkin.Sedangkan besi cadangan apabila pada pria perokok dan tidak perokok diperiksa dibutuhkan untuk fungsi-fungsifisiologis dan dengan metode Sianmethemoglobin. pengangkutan. 10 orang perokok ringan (<10 dan fotoelektrik cara Sianmethemoglobin atau batang/hari). perokok berat (21-30 karena tidak semua macam hemoglobin diubah batang/hari). proses absorpsi.. Tetes darah yang berikutnya dipakai untuk masing cara berbeda. methemoglobin dan sulfhe. kan kadar hemoglobin tetapi yang sering Sampel yang diambil dalam penelitian ini ber- dikerjakan di laboratorium klinik adalah yang jumlah 40 orang yang terdiri dari 10 orang pria berdasarkan kolorimeterik visual yaitu cara Sahli tidak merokok. limpa dan sumsum Bengkulu. c. sebaiknya diketahui cara mana yang dipakai. sedikit supaya rasa nyeri kurang.K. moglobin.(Darma. Hemoglobin. dan yang bekerja di RSUD Mukomuko. yaitu bagian fungsional yang hemoglobin pada pria perokok dan tidak perokok dipakai untuk keperluan metabolic dan bagian dengan metode sianmethemoglobin.mioglobin. pemeriksaan hemoglobin cara Sahli tidak dapat Bahan : lancet. kapas alkohol 70%. Alat dan bahan sihemoglobin. Peganglah bagian yang cara ini ketelitian yang dapat dicapai ± 2% akan ditusuk supaya tidak bergerak dan tekan (Darma. aquadest dan darah kapiler. METODE PENELITIAN hemdan non hem adalahbentuk besi fungsional a. tissue. Ada dua bagian untuk mengetahui perbandingan kadar besi dalam tubuh.

e.4g/dL.6 pada pria tidak merokok 6 AR 45 14.6 8 HP 33 17.6 Tabel 1: Hasil pemeriksaan kadar hemoglobin 5 RD 32 16. statistik menggunakan rumus Kolmogorof- Dibaca pada fotometer dengan panjang Smirnov SPSS 16 didapat nilai p=0.7 Persiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Dikocok hingga homogen dan kadar hemoglobin tertinggi adalah 15.3 4 ST 45 13.5 Dipipet 1000 μL larutan Drabkin.6 9 DV 32 14.0 g/dL dengan rata-rata 14. Pengolahan Data.8 panjang gelombang 540 nm. dan dengan rata-rata 14.6 Kolmogorof-Smirnov SPSS 16 didapat nilai p=0. kadar hemoglobin terendah adalah 13.3 Pada tabel diatas pada pria tidak perokok.8 7 HD 36 16.1 tabung hemoglobin.6 10 NZ 38 17. Jumlah 141.2 g/ 8 CN 50 15. Tabel 4: Hasil pemeriksaan kadar hemoglobin kadar hemoglobin terendah adalah 13.3 g/dL.6 6 NS 28 13. Setelah di uji dengan persiapkan juga untuk blanko pemeriksaan.2 3. Sampel (th) (g/ dL) 1 UW 36 13.8 g/ dL dan hemoglobin.0 Sianmethemoglobin: 10 PN 42 13.8 Rata – rata 14.8 3 RD 34 13. Sampel (th) (g/ dL) Smirnov SPSS 16 didapat nilai p=0.6 1 KN 38 14. Kemudian dipipet darah Dari tabel diatas pada pria perokok sebanyak 10 μL.7 9 DW 42 15.2 Jumlah 144. Setelah di uji 10 HV 40 14.7 Tabel 2: Hasil pemeriksaan kadar hemoglobin 3 RW 43 16.6 pada pria perokok ringan 4 AD 35 17.2 g/ dL dan pada pria perokok berat.7 1 DP 30 13.6 4 RK 32 13. kadar hemoglobin tertinggi adalah 15. Tabel 3 : Hasil pemeriksaan kadar hemoglobin Diasumsikan bahwa keempat kelompok memiliki pada pria perokok sedang varian yang sama sehingga untuk menganalisa No Kode Umur Hemoglobin data di gunakan uji Kolmogorof-Smirnov.2 No Kode Umur Hemoglobin 5 HF 30 15.0 2 RP 38 14. masukan dalam Rata – rata 14.2 gelombang 540 nm.2 terbentuk diukur dengan fotometer dengan 7 AN 31 13.2 9 JK 29 13.8 Dari tabel diatas pada pria perokok 7 TM 35 14.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Sianida yang membentuk pigmen yang stabil 5 EK 26 12.6 Dari penelitian yang telah dilakukan 3 HZ 29 13.0 LPPM STIKes Perintis Padang 155 . HASIL 2 WW 27 14.2 1 ZR 48 15.2 Rata – rata 14. kadar hemoglobin terendah 12.7 g/ dL biarkan selama 5 menit pada suhu kamar. dengan menggunakan pipet ringan.6 sedang. Intensitas warna yang 6 AL 34 14.2 dL dan kadar hemoglobin tertinggi adalah 16.3 Pemeriksaan Kadar Hemoglobin Secara 9 AG 35 15.8 Sianmethemoglobin.4 5 FD 37 14.6 10 AY 42 14.1 g/dL.2 No Kode Umur Hemoglobin 7 MT 34 15.7 2 AF 42 15.6 Sampel (th) (g/ dL) 6 RL 42 14.2 2 AZ 32 14. 8 AP 52 14.8 maka didapatkan hasil sebagai berikut: 4 TN 40 14.6 dengan statistik menggunakan rumus Jumlah 143.2 3 BY 43 15. Setelah di uji dengan No Kode Umur Hemoglobin statistik menggunakan rumus Kolmogorof.2 Sampel (th) (g/ dL) 8 PD 28 13.6 g/ dL dengan rata-rata 14.

7 g/ dL dan 6. Zarianis. 2009.9 Kabupaten/Kota Sehat.021. Bahaya Merokok. Jakarta:Gramedia. Rata-rata kadar hemoglobin pada pria perokok ringan adalah 14. 2001. 4. 2003. Jakarta. Setelah di uji dengan 7. Sistem Kesehatan Dari tabel diatas pada pria perokok berat. 2006. Tendra. perbedaan dengan hasil penelitian Makawekes 12. Bandung: PT. Arisman.Tesis Program dimana hasil penelitiannya didapatkan perbedaan Magister Gizi Masyarakat Universitas yang bermakna kadar hemoglobin antara Diponegoro.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Jumlah 159. Efek Suplementasi Besi dkk. 2000.Rineka Cipta. Pencegahan Penyakit merokok. Sunita. Solo: Toko Buku perokok berat.1 gr/dL 3. mahasiswa perokok dan bukan perokok dengan nilai hitung sebesar 0. Indikator Indonesia Sehat 2010 dan Pedoman Penetapan. 5. bermakna kadar hemoglobin antara pria tidak 11. 2009. dengan rata-rata 15. Nasional.9 g/dL. Jakarta. 2. Bustan.8 Indikator Provinsi Sehat dan Rata – rata 15. Hans. Jakarta. Smirnov SPSS 16 didapat nilai p=0. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular.4gr/dL 4. 3. Gizi dalam daur Kehidupan Buku Ajar Ilmu Gizi. REFERENSI 1. Usaha Mencegah statistik menggunakan rumus Kolmogorof. Rata-rata kadar hemoglobin pada pria perokok berat adalah 15. Gramedia Pustaka tidak merokok. Depkes RI. 2008. Wardoyo. LPPM STIKes Perintis Padang 156 .perokok sedang dan Jantung Koroner.3 gr/dL 2. Berdasarkan hasil uji statistik memakai 9. rumus Kolmogorof-Smirnov kadar Hb antara pria Cetakan keempat. 2003. Jakarta 5.5 10. Anatomi dan Fisiologi kadar hemoglobin tertinggi adalah 17. Hasil penelitian ini terdapat Agency. EGC. Rata-rata kadar hemoglobin pada pria tidak merokok adalah 14.9 gr/dL 5. 4. 2006. perokok ringan.2 g/ dL untuk Paramedis. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar hemoglobin pria tidak merokok.. Gizi dalam Daur Kehidupan.Buku Kedokteran UGC. Depok.Jakarta.2 8.Bahaya RokokArya Duta.. Cipta. S. M. Evelyn CP. PT. 1996. perokok sedang Utama : Jakarta dan perokok berat didapatkan nilai p=2 yaitu >0. kadar hemoglobin terendah adalah 14. 1997. perokok sedang dan perokok berat. Gramedia. 2002. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta. Kabupaten Demak. Saktyowati Oky Dian. Depkes RI.N. Rata-rata kadar hemoglobin pada pria perokok sedang adalah 14. Arisman. Mangku. perokok ringan. Terdapatnya perbedaan hasil ini diduga karena pada penelitian ini jumlah sampel yang digunakan lebih sedikit. perokok ringan. KESIMPULAN 1. 2016 yang melakukan penelitian terhadap Vitamin C dan Vitamin C terhadap Kadar mahasiswa semester tujuh fakultas Kedokteran Hemoglobin Anak Sekolah Dasar yang Universitas Sam Ratulangi Manado dengan Anemia Di Kecamatan Sayung jumlah sampel penelitian sebanyak 60 orang. PT Rineka. Tembakau dan yang berarti tidak terdapat perbedaan yang Produknya.

Hal ini di dukung PJK (yang dikelompokkan menjadi penyakit oleh penelitian epidiomologik yang menunjukkan sistem sirkulasi) merupakan penyebab utama dan bahwa rendahnya asupan makanan yang berlemak pertama dari seluruh kematian. Data retrieval intake of saturated fat. Diperkirakan. The research found that more than half of respondents (60%) in case group (60%) of physical activity light. lebih kurang Hiperkolesterolemia juga dipengaruhi oleh satu diantara empat orang yang meninggal di aktivitas fisik yang dilakukan oleh seseorang Indonesia adalah akibat PJK. et al. Dengan kata lain. fiber. The study was a case control study with the number of respondents 90 people. no saturated fat intake (OR = 1. et al. PENDAHULUAN Penyakit Jantung Koroner (PJK) atau penyakit Prevalensi hiperkolesterolemia pada pasien kardiovaskular saat ini merupakan salah satu dengan penyakit jantung koroner meningkat dari penyebab utama dan pertama kematian di negara tahun 2009 (13. Sulastri. risiko mempunyai peran penting timbulnya PJK et al. 2010. and fiber intake 71.com Abstract This study was conducted to determine the risk factors of hypercholesterolemia in patients with coronary heart disease. as well as nutritional knowledge (OR = 2. and fiber 88.43). 2006). unsaturated and fiber with an interview with Food Frequency Quesiner tools (FFQ). PJK pada tahun 2020 (Prilia. saturated fat. LPPM STIKes Perintis Padang 157 .5%) ke tahun 2010(19. saturated fat (OR = 2. maju dan berkembang. Arsenault.9% good and 80% moderate physical activity.M. Variable nutrition knowledge taken from interviews using questionnaires. et al. menggantikan kematian akibat agar tidak jatuh pada penyakit jantung koroner infeksi. Rana. and 68. 2009. Pada Dalam hal ini diharapkan perlu dilakukan tahun 2010.3% is not good. dan banyak faktor lain yang Selain pola konsumsi dan aktivitas fisik yang saling terkait (Depkes. termasuk Indonesia. M.. intake of unsaturated fats 64.9% knowledge undernutrition. angka ini dua kolesterol di dalam darah adalah seringnya kali lebih tinggi dari angka kematian diseluruh mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh atau dunia akibat kanker... All variables were analyzed contained a risk factor for the incidence of hypercholesterolemia that is with physical activity (OR = 6... (6%) di Indonesia. 2011. Physical activity is categorized according to WHO standards. Berbagai faktor (Roger. intake of unsaturated fat. 2005). the consumption of saturated fat 53. Djamil Padang.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERKOLESTEROLEMIA PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER (Studi Kasus di Poliklinik Jantung RSUP dr. Aktivitas fisik adalah gerakan tubuh mulai dari aspek metabolik. angka kematian yang disebabkan oleh kanker Devore. In the control group patients with coronary heart disease hypercholesterolemia do not have the intake of unsaturated fat 55. infeksi.00). 2011).4%.5% excellent. menjadi pembunuh pertama tersering yakni Penyebab utama meningkatnya kadar sebesar 36% dari seluruh kematian. 2011. Data were collected from January to February 2016 in the hospital Dr. et al . hemostasis. angka ini empat kali lebih tinggi dari hiperkolesterolemia (Bernstein. dapat mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah. et al.1% less. yakni sebesar tinggi dapat mengurangi resiko terjadinya 26. Djamil Padang) Widia Dara dan Juliana Tanjung Program Studi Gizi STIKES Perintis Padang Email : widia_dara@yahoo. imunologi.. physical activity. secara global penyakit ini menjadi pengendalian kadar kolesterol yaitu meliputi penyebab kematian pertama di negara usaha mengubah pola hidup dan medika mentosa berkembang.36). Cholesterol measurement based on the results of laboratory analysis of blood serum respondents. 71% good saturated fats. and fiber intake (OR = 2.2%). oleh otot rangka yang menghasilkan energi.05). Analyses were performed with a frequency distribution and bivariate statistical tests chi-square and odds ratio.44).4% is not good. 2011). A total of 45 respondents heart disease patients with hypercholesterolemia and the condition of 45 respondents who suffer from heart disease but not hypercholesterolemia. 1. mengandung kolesterol tinggi. Keywords: hypercholesterolemia.

baik kasus maupun kontrol aktivitas fisik pada pasien PJK di Poliklinik yaitu dengan cara melakukan wawancara. yang didasarkan atas prinsip menu seimbang.Djamil Padang Tahun 2016. makanan dan kurang cukupnya pengetahuan Data asupan lemak jenuh dan tak jenuh serta tentang gizi akan mengakibatkan timbulnya serat dikumpulkan melalui food frequency masalah gizi yang akhirnya mempengaruhi status quantitative (FFQ).M. M. Distribusi frekuensi data primer tersebut. Kadar kolesterol digolongkan menjadi 2 alami dan sehat (Sediaoetama. dokter spesialis dan sub spesialis sampel kontrol diambil dari pasien Penyakit serta tenaga kesehatan lainnya seperti Akademi jantung koroner yang tidak menderita Perawat dan Akademi-Akademi kesehatan hiperkolesterolemia (kolesterol total < 200 mg/dl) lainnya. Analisis ini dilakukan untuk Penyakit Jantung Koroner antara kelompok kasus memperoleh gambaran masing-masing variable. baik 786 orang dan 60-75% diantaranya dengan lemak jenuh (Saturated Fatty Acid / SFA) maupun hiperkolesterolemia.M. yaitu pola makan model.2006). Tanya jawab yang sangat penting dalam pembentukan kebiasaan dilakukan oleh peneliti dan dibantu oleh 1 orang makan seseorang. Kesalahan dalam memilih tenaga gizi tamatan Diploma Gizi. syarat skala ordinal.M. Penderita Penyakit Jantung Koroner DiPoli Klinik Varibel pengetahuan gizi didapat dari analisis Jantung RSUP Dr. dan LPPM STIKes Perintis Padang 158 . Variabel konsumsi lemak.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 pengetahuan gizi juga mempunyai peranan yang dipandu dengan kuesioner.M. lemak tak jenuh (Mono Unsaturated Fatty Acid/ Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui MUFA) diukur berdasarkan persentasi total Faktor Risiko Kejadian Hiperkolesterolemia Pada energy. di RSUP.Djamil Padang.Uji ini dengan RSUP Dr. M. jawaban responden yaitu jawaban responden besar sama dari 80 % benar dikategorikan 2. Pengambilan calon dokter. dimana jumlah sampel kontrol sama dengan jumlah kasus.Djamil Padang. Mei dan Juni) di Poli Klinik Jantung RSUP menjadi 2 kategori yaitu aktivitas fisik ringan Dr. Alat bantu yang digunakan gizi. Analisis data dilakukan dengan dilakukan pada Bulan Januari sampai dengan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara Bulan Februari Tahun 2016 di Poli Klinik Jantung variable dependen dan independen. Djamil Padang penelitian dan memiliki hasil pemeriksaan labor merupakan Rumah Sakit tipe A dan pendidikan kolesterol total diatas 200 mg/dl . Cara mendapatkan RSUP Dr. bahwa ada hubungan yang bermakna antara Kelompok kasus adalah semua penderita variable independen dengan variable dependen. didapatkan berdasarkan rumus dengan jumlah sampel kasus 45 orang dengan kriteria sampel 3. Besaran sampel sebanyak 45 SPSS 17. Dengan jumlah yang sama Chi-Square . Gambaran Umum Responden Data yang dikumpulkan berupa identitas. M. Penelitian diinterprestasikan. METODE PENELITIAN baikSedangkan jawaban reponden kecil dari 80% Jenis penelitian adalah observasional yang dikategorikan pengetahuan gizi kurang bersifat analitik yaitu membandingkan distribusi Hasil pengolahan data disajikan dalam bentuk kejadian hiperkolesterolemia pada penderita distribusi. Bila p-value < 0. Uji statistic yang digunakan adalah orang kasus.0. Analisis data dilakukan Sampel dihitung berdasarkan rumus dengan komputerisasi menggunakan program (Lemeshow. Status gizi yang baik hanya dapat tercapai untuk memperoleh data primer kuesioner dan food dengan pola makan yang baik. Varibel aktivitas fisik dibagi April.05 menunjukan ditentukan sampel control sebesar 45 orang. hiperkolesterolemia pada pasien PJK yang Dan dilanjutkan dengan penetapan risiko relative berumur 30-75 Tahun di Poli klinik Jantung RSUP yang dihitung secara tidak langsung dengan Dr. dan tingkat jalan yang berkunjung ke Poliklinik Jantung pengetahuan gizi responden.Djamil Padang Tahun 2015 yaitu sebanyak sedang (WHO). dan kelompok kontrol dengan menggunakan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan desain penelitian case control. HASIL DAN PEMBAHASAN yaitu pasien yang berkunjung saat waktu Rumah Sakit DR. Kelompok kasus menggunakan odds ratio. Penelitian dilakukan terhadap pasien rawat aktivitas fisik. 1997).Djamil Padang . kategori yaitu kadar kolesterol baik adalah total Penderita penyakit jantung koroner dengan kolesterol kecil sama dari 200 mg/dl dan kadar diagnosa Arterisclerotic Heart Disease (ASHD) kolesterol totak tinggi adalah total kolesterol besar yang dihitung pada trimester terakhir (Bulan dari 200 mg/dl. Djamil Padang. pola konsumsi.

Baik 16 35.4 M. Baik 14 31.4%) konsumsi lemak tidak jenuh secara tidak baik. Distribusi Frekuensi Konsumsi Serat Sedang 18 40 36 80 Responden Jumlah 45 100 45 100 Konsumsi Kasus Kontrol Serat n % n % Dari tabel 1 dapat dilihat lebih dari separuh responden pada kelompok kasus 27 (60%) Baik 13 28.1%) menkonsumsi lemak jenuh secara baik. Pada kelompok Tidak Jenuh kontrol lebih dari separuh 40 (88. M. Kasus Kontrol Pada kelompok kontrol lebih dari separuh 25 Pengetahuan Gizi (55. Fisik M. Distribusi Frekuensi Konsumsi Lemak Tidak Jenuh Responden Dari tabel 4 dapat dilihat lebih dari separuh responden pada kelompok kasus 32 (71.Djamil Padang Tahun 2016 dapat dilihat pada tabel 3 Jumlah 45 100 41 100 Dari tabel 5 dapat dilihat lebih dari separuh Tabel 3.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Jantung RSUP DR.1 Distribusi frekuensi konsumsi lemak jenuh pada pasien PJK di Poliklinik Jantung RSUP DR.Djamil Padang Tahun 2016 dapat dilihat pada Jumlah 45 100 45 100 tabel 6 LPPM STIKes Perintis Padang 159 .1 fisiknya sedang.1 yang menjadi faktor risiko hiperkolesterolemia pada penderita PJK di Poliklinik Jantung RSUP Tidak Baik 24 53.5%) responden mengkonsumsi lemak tidak n % n % jenuh dengan baik.Djamil Padang Tahun 2016 dapat dilihat pada Jumlah 45 100 45 100 tabel 5 Tabel 5. Jumlah 45 100 45 100 Tabel 2. kurang 31 68.1%) responden memiliki pengetahuan gizinya Lemak Jenuh baik.7 32 71.9%) Konsumsi Lemak Jenuh Responden responden memiliki pengetahuan gizi kurang. responden pada kelompok kasus 24 (53.9%) responden n % n % mengkonsumsi serat dengan baik.9 M. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Dari tabel 2 dapat dilihat lebih dari separuh Gizi Responden responden pada kelompok kasus 29 (64.Djamil Padang Tahun 2016 Dari tabel 3 dapat dilihat sebagian besar dapat dilihat pada tabel 1. Pada kelompok kontrol lebih dari separuh 36 (80%) responden aktifitas Kurang 32 71. Distribusi Frekuensi responden pada kelompok kasus 31 (68.9 aktifitas fisiknya ringan. Distribusi frekuensi konsumsi serat pada Aktifitas Kasus Kontrol pasien PJK di Poliklinik Jantung RSUP DR.9 40 88.9 DR.4 20 44.M.9 22 48. Pada kelompok kontrol lebih dari separuh 23 Kasus Kontrol (51. Distribusi Frekuensi Aktivitas Fisik Pada kelompok kontrol lebih dari separuh 32 Responden (71. Tidak Baik 29 64.1%) Lemak Kasus Kontrol mengkonsumsi serat kurang.Djamil Padang Tahun 2016 dapat dilihat pada n % n % tabel 4 Ringan 27 60 9 20 Tabel 4.1 23 51.3%) menkonsumsi lemak jenuh secara tidak baik.1 5 11.3 13 28.6 25 55. n % n % Hasil analisis bivariat terhadap variabel-variabel Baik 21 46.5 Distribusi frekuensi pengetahuan gizi pada pasien PJK di Poliklinik Jantung RSUP DR.

4%) responden mengkonsumsi lemak setiap gerakan tubuh yang membutuhkan energi tidak jenuh secara tidak baik.406 0. didapatkan nilai p 0. yang secara baik. dibandingkan responden yang mengkonsumsi Hasil penelitian ini sama dengan penelitian lemak tidak jenuh secara baik. menari.05 artinya konsumsi lemak tidak jenuh secara yang aktifitasnya sedang.4 kali fisiknya sedang.000 < 0. Moewardi mandiri.337-15. separuh (58%) responden dengan aktivitas fisik Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ringan pada kelompok kasus.000 5 Pengetahuan Gizi 2.M.DR. dengan aktivitas fisik ringan banyak mengalami Hasil penelitian Sobary (2014) Tentang Hiperkolesterolemia karena tidak mendapatkan Hubungan Asupan Asam Lemak Jenuh Dan Tak manfaat dari olahraga seperti menyehatkan Jenuh Dengan Kadar Kolesterol HDL Pada Pasien jantung. Nilai OR=6.849 0.051 1. membuat pasien lebih Penyakit Jantung Koroner di RSUD dr.432 1. Sedangkan pada untuk mengerjakannya.030 0. Aktifitas responden mengkonsumsi lemak tidak jenuh fisik yang terencana dan terstruktur. Nilai OR=1. Hiperkolesterolemia pada Pekerja di Kawasan Hasil penelitian dapat disimpulkan Industri yang mendapatkan hasil lebih dari banyaknya pasien dengan aktivitas fisik ringan separuh (65%) responden dengan asupan lemak menjadi salah satu penyebab tingginya kejadian tidak jenuh tidak baik pada kelompok kasus Hiperkolesterolemia pada kelompok kasus.047 < hiperkolesterolemia dibandingkan responden 0.355 1.021 0.0 kali mengalami jenuh secara tidak baik memiliki nilai p 0.441 1.149-2. seperti berjalan.000 2 Konsumsi Lemak Tidak 1.016-2.157 0.047 Jenuh 3 Konsumsi Lemak Jenuh 2.000 maka dapat Dari tabel 6 dapat dilihat hasil uji statistik disimpulkan responden dengan aktifitas fisik responden berdasarkan konsumsi lemak tidak ringan memiliki risiko 6.4 kali. mencegah obesitas. dan lain sebagainya. melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang serta Hasil penelitian ini sama dengan penelitian ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani yang dilakukan Krisnawaty (2013) tentang Risiko disebut olahraga. Artinya responden yang dilakukan Krisnawaty (2013) tentang Risiko yang mengkonsumsi lemak tidak jenuh secara Hiperkolesterolemia pada Pekerja di Kawasan baik dapat menekan risiko kejadian Industri yang mendapatkan hasil lebih dari hiperkolesterolemia sebesar 1.Djamil Padang Tahun 2016 No Faktor Risiko OR 95% (CI) p . dan tulang.Value 1 Aktivitas Fisik 6.183-2. tidak baik merupakan faktor risiko kejadian Hasil penelitian didapatkan lebih dari separuh hiperkolesterolemia. kelompok kontrol lebih dari separuh 25 (55. Korelasi Faktor Risiko Terhadap Kejadian Hiperkolesterolemia Pada Penderita PJK Di Poliklinik Jantung RSUP. mengurangi mendapatkan hasil asupan asam lemak tak jenuh LPPM STIKes Perintis Padang 160 .018 4 Konsumsi Serat 2. kelompok kasus lebih dari separuh responden Menurut Farizati (2002 aktifitas fisik adalah yaitu 29 (64.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Tabel 6.000 2.4 maka dapat responden pada kelompok kasus 27 (60%) disimpulkan responden yang mengkonsumsi aktifitas fisiknya ringan. dan memperoleh Hasil uji statistik aktivitas fisik responden kepercayaan diri yang lebih tinggi.05 artinya aktivitas fisik merupakan faktor risiko kejadian Gambaran Konsumsi Lemak Tidak Jenuh Hiperkolesterolemia.189-2.044 Gambaran Aktifitas Fisik kecemasan dan depresi. Pada kelompok kontrol lemak tidak jenuh secara tidak baik memiliki lebih dari separuh 36 (80%) responden aktifitas risiko hiperkolesterolemia sebesar 1.otot.5%) mengasuh cucu. Pasien hiperkolesterolemia.

Tidak tergolong dalam asam lemak rantai panjang demikian pada responden penelitian dengan kadar (LCFA). Penyakit Jantung Koroner di RSUD dr. yang kebanyakan ditemukan dalam kolesterol HDL tidak normal terlihat bahwa minyak zaitun. Asam lemak tak resiko terjadinya pengerasan pembuluh nadi jenuh tunggal (MUFA) lebih efektif menurunkan sehingga mengakibatkan penyumbatan pembuluh kadar kolesterol darah. Nilai OR = 2. lemak tak jenuh tunggal Asupan lemak. dibandingkan dengan asupan rangkap pada rantai atom karbon. terutama bila digunakan sebagai Kadar kolesterol yang tinggi akan meningkatkan pengganti asam lemak jenuh. Nilai OR=2. kelompok kasus sebagian besar responden yaitu Hasil penelitian ini sama dengan hasil 24 (53. Dan pada kelompok Asupan Asam Lemak Jenuh Dan Tak Jenuh kontrol lebih dari separuh responden yaitu 32 Dengan Kadar Kolesterol HDL Pada Pasien (71.5%). terutama lemak jenuh yang berpengaruh menguntungkan kadar kolesterol berlebih dapat meningkatkan kadar kolesterol. minyak biji kapas. kolesterol karena lemak tidak jenuh berpengaruh menguntungkan terhadap kadar kolesterol darah.000 < 0. Sedangkan pada kelompok kontrol lebih hiperkolestero-lemia. menjadi salah satu penyebab tingginya kadar gulai yang banyak mengandung santan. dari separuh responden yaitu 40 (88. MUFA.4 maka dapat kurang memiliki risiko 2.05 artinya lemak jenuh Hiperkolesterolemia.1%) responden mengkonsumsi lemakjenuh Penyakit Jantung Koroner di RSUD dr. Gambaran Konsumsi Serat Dari tabel 6 dapat dilihat uji statistik Gambaran Konsumsi Lemak Jenuh responden dengan konsumsi serat kurang Dari tabel 6 dapat dilihat uji statistik memiliki nilai p 0. minyak kacang asupan asam lemak jenuh tidak baik lebih besar tanah.77%).05 artinya konsumsi responden dengan konsumsi lemak jenuh memliki serat kurang merupakan faktor risiko kejadian nilai p 0. mendapatkan hasil hasil lebih dari separoh (53%) Hasil penelitian ini sama dengan penelitian responden kurang suka mengkonsumsi makanan yang dilakukan Krisnawaty (2013) tentang Risiko yang berserat.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 responden penelitian sebagian besar termasuk Hasil penelitian oleh Sobary (2014) Tentang dalam kategori baik sebesar 75% dan asupan asam Hubungan Asupan Asam Lemak Jenuh Dan Tak lemak tak jenuh yang termasuk dalam kategori Jenuh Dengan Kadar Kolesterol HDL Pada Pasien tidak baik sebesar 25%. Hiperkolesterolemia pada Pekerja di Kawasan Konsumsi serat dapat menurunkan resiko Industri yang mendapatkan hasil lebih dari penyakit jantung dan arteri karena rendahnya separuh (63%) responden dengan asupan lemak konsentrasi kolesterol dalam batas yang normal.9%) Dari hasil penelitian didapatkan pada responden menhkonsumsi serat dengan baik. Secara umum. Moewardi Asam Lemak tak jenuh tunggal (Mono mendapatkan hasil kadar kolesterol HDL normal Unsaturated Fatty Acid/ MUFA) merupakan jenis terlihat bahwa asupan asam lemak jenuh baik asam lemak yang mempunyai 1 (satu) ikatan lebih besar (37.5%).018 < 0. Moewardi secara baik baik. sehingga asam oleat lebih Berdasarkan penelitian banyaknya responden populer dimanfaatkan untuk formulasi makanan yang mengkonsumsi asupan lemak jenuh olahan menjadi populer dikarenakan faktor kebiasaan masyarakat Menurut hasil peneliti kurangnya responden Sumatera Barat pada umumnya masakan sehari – yang mengkonsumsi asupan lemak tidak jenuh hari banyak mengandung lemak seperti rendang. 2010). Minyak (97.1 kali mengalami disimpulkan responden yang mengkonsumsi hiperkolesterolemia dibandingkan responden lemak jenuh secara tidak baik memiliki risiko 2. jenuh tidak baik pada kelompok kasus.22%).4 yang mengkonsumsi serat secara baik. minyak kedelai. dan kanola.1 maka dapat merupakan faktor risiko kejadian disimpulkan responden dengan konsumsi serat Hiperkolesterolemia. Artinya konsumsi lemak jenuh (71.3%) responden mengkonsumsi lemak penelitian oleh Sobary (2014) Tentang Hubungan jenuh secara tidak baik. dalam darah. dibandingkan asupan asam lemak jenuh zaitun adalah salah satu contoh yang mengandung baik (62. jenuh jamak (PUFA). daripada asam lemak tak darah ke otak (Sibagariang. Kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor resiko independen untuk penyakit kronis dan secara LPPM STIKes Perintis Padang 161 . Asam lemak ini asam lemak jenuh tidak baik (2.1%) responden mengkonsumsi serat dengan berlebih dapat berisiko terhadap kejadian kurang. kali mengalami hiperkolesterolemia dibandingkan Dari hasil penelitian didapatkan lebih dari responden yang mengkonsumsi lemak jenuh separuh responden pada kelompok kasus yaitu 32 secara baik.

makanan berserat dikarenakan kurannya Hasil penelitian ini sama dengan penelitian pengetahuan dan wawasan responden akan yang dilakukan Waloya (2013) tentang pentingnya makanan yang mengandung serat.1%) responden memiliki pengetahuan berat karena faktor penyakit lain yang diderita baik oleh pasien seperti rematik sehingga membuat Menurut Nasution Tingkat pengetahuan diet pasien jarang beraktifitas secara baik. walaupun Hubungan Lemak Tidak Jenuh dengan bahan makanan tersebut mengandung zat gizi Hiperkolesterolemia yang cukup. Membaca Informasi Nilai Gizi Produk Makanan Banyaknya pasien dengan hiperkolsterolemia Kemasan Terhadap Kepatuhan Diet Pasien Penyakit disebabkan karena aktivitas fisik pasien yang Jantung Koroner (PJK) Dengan Hipertensi Rawat ringan. maka dapat disimpulkan responden dengan olahraga dapat meningkatkan kapasitas aerobik.05). Hasil penelitian Shirazi (2008). Nilai (WHO. olahraga dapat mengurangi yang dilakukan oleh Whardany (2016) tentang ketergantungan pada orang lain.olahraga dapat meningkatkan mood. maka dapat disimpulkan responden dengan konsumsi lemak tidak jenuh secara tidak baik Hubungan Aktivitas Fisik dengan berisiko mengalami hiperkolesterolemia 1.2%) responden jika dibandingkan dengan Rendahnya pengetahuan gizi responden responden yang mankonsumsi lemak tidak jenuh tentang makanan yang baik untuk penderita secara baik yaitu 16 (39%) responden pada hiperkolesterolemia menjadi salah satu penyebab kelompok kasus.05 artinya secara signifikan dan meningkatkan kadar HDL pengetahauan gizi merupakan faktor risiko dalam darah.4 kolesterol darah. Penelitian ini juga tidak sama dengan penelitian Secara sosial. Nilai OR = 2. dan meningkatkan produktivitas. Moewardi yang mendapatkan dapat melakukan olahraga dan aktivitas fisik yang hasil 30 (81. mendapat banyak Hubungan Pengetahuan Diet Dan Perilaku teman.4 kali jika dibandingkan LPPM STIKes Perintis Padang 162 .05 artinya aktivitas fisik merupakan hiperkolesterolemia 1. Nilai OR = 1. (59. 2008). banyaknya kali mengalami hiperkolesterolemia dibandingkan responden yang kurang suka mengkonsumsi responden yang aktifitasnya sedang atau berat. responden dengan pengetahuan gizi baik. mendapatkan hasil tingkat aktivitas fisik berpengaruh nyata terhadap kadar kolesterol darah Gambaran Pengetahuan Gizi (p<0. yaitu olahraga secara responden dengan pengetahuan gizi kurang teratur dapat menurunkan kadar kolesterol darah didapatkan nilai p 0.441 Hiperkolesterolemia kali jika dibandingkan dengan responden yang Berdasarkan hasil penelitian dida-patkan mengkonsumsi lemak tidak jenuh secara baik. Secara teori. 2010. Hubungan Antara Konsumsi Pangan Dan Serta ketidak tahuan responden akan apa – apa Aktivitas Fisik Dengan Kadar Kolesterol Darah saja jenis makanan – makanan yang banyak Pria Dan Wanita Dewasa Di Bogor yang mengandung serat. mengurangi risiko pikun. dan keseimbangan. dan mencegah depresi. dengan aktifitas fisik ringan memiliki risiko 6. aktifitas fisik ringan lebih tinggi pada kelompok Namun dalam hal ini yang dimaksud berisiko kasus yaitu 27 (75%) dibandingkan dengan adalah sebagai faktor risiko yang bersifat protektif aktifitas fisik sedang 18 (33. pengetahauan gizi kurang memiliki risiko 2. fleksibilitas.0 Berdasarkan penelitian.4 Menurut Nina (2007). Physical Acivity In Guide to OR = 6. Pasien didapatkan dengan nilai p 0.05 artinya tidak menerapkan pola makan yang baik dengan lemak tidak jenuh merupakan faktor risiko menghindari sumber makanan penyebab tingginya kejadian hiperkolesterolemia.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 keseluruhan menyebabkan kematian secara global faktor risiko kejadian hiperkolesterolemia. Dari hasil artinya konsumsi lemak tidak jenuh secara baik analisis uji statistik didapatkan dengan nilai p dapat menekan atau mencegah kejadian 0.000 < 0. Secara mengalami hiperkolesterolemia dibandingkan psikologis. kejadian hiperkolesterolemia. dapatmempengaruhi sikap acuh tak acuhterhadap penggunaan bahan makanan tertentu. Dari tabel 6 dapat dilihat uji statistik menyatakan hal yang sama. semakin tinggi Dari hasil penelitian pada kelompok kasus pengetahuan gizi seseorang maka akan semakin didapatkan responden dengan konsumsi lemak memperhitungkan jenis dan jumlah makanan yang tidak jenuh secara tidak baik lebih tinggi yaitu 29 akan dikonsumsi. secara fisiologis.044 < 0.0 maka dapat disimpulkan responden Community Preventive Service web site. Dari hasil analisis uji statistic tingginya kejadian hiperkolesterolemia.3%). Hal ini terjadi dikarenakan pasien tidak Jalan di RSUD dr.047 < 0.4 kali kekuatan.

sehingga asam oleat lebih menjadi terhambat.M.6%) responden pada kelompok kasus.236.183. Sama dengan hasil penelitian Sobary (2014) menyebabkan produksi LDL berkurang kemudian Tentang Hubungan Asupan Asam Lemak Jenuh asam lemak tidak membentuk trigliserida pada Dan Tak Jenuh Dengan Kadar Kolesterol HDL VLDL selanjutnya VLDL akan dioksidasi sebagai Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner di RSUD sumber energi. obesitas dan asupan obat-obat.Djamil Padang sebagian besar mengkonsumsi lemak jenuh secara baik yaitu 21 termasuk ke dalam kategori tidak baik (59. minyak kedelai. maka dapat disimpulkan responden yang Menurut teori Pepper (2008). oleh faktor risiko yang lain seperti genetik.05 artinya lemak jenuh merupakan faktor makan nabati seperti kacang-kacangan. Dari atau sebanyak 29 responden penelitian.05) maka Ho ditolak dan dapat akibatnya kolesterol tidak akan menumpuk.018 asam lemak tak jenuh bersumber dari bahan < 0. minyak zaitun. yang kebanyakan ditemukan dalam hubungan bersifat positif. sinvastatin yang termasuk ke dalam obat penurun Hasil penelitian tidak sama dengan hasil kolesterol yang memberikan efek penurunan penelitian Sobary (2014) Tentang Hubungan kadar kolesterol dalam darah. minyak biji kapas. lemak tak jenuh tunggal mempengaruhi penurunan kadar kolesterol HDL berpengaruh menguntungkan kadar kolesterol dengan cara mengambat kerja enzim LCAT dari dalam darah. hiperkolesterolemia dibandingkan responden apolipoprotein A-1 merupakan komponen utama yang mengkonsumsi lemak jenuh dengan baik. dan kanola. 2. Minyak dengan kadar kolesterol HDL terdapat hubungan zaitun adalah salah satu contoh yang mengandung dengan mekanisme asupan asam lemak jenuh MUFA. menyebutkan bahwa terdapat LPPM STIKes Perintis Padang 163 . stres. Hal ini membuktikan bahwa hubungan tergolong dalam asam lemak rantai panjang antar variabel sangat kuat (mendekati nilai 1) dan (LCFA). kolesterol HDL dapat mengangkut dr. Nilai OR = dan minyak kelapa sawit. Secara umum. daripada asam lemak tak mengakibatkan pembentukan kolesterol HDL jenuh jamak (PUFA).2%) (39. penyakit penyerta. kembali kolesterol yang berlebih ke hati dan Nilai p (<0. menyatakan mengkonsumsi lemak jenuh secara tidak baik bahwa asupan asam lemak tak jenuh yang tinggi memiliki risiko 2. Moewardi mendapatkan hasil nilai p=0.466. Asam lemak ini 0. terutama bila digunakan sebagai jaringa ndan menurunkan faktor pembentukan pengganti asam lemak jenuh. disimpulkan bahwa ada hubungan antara asupan Asam Lemak tak jenuh tunggal (Mono asam lemak jenuh dengan kadar kolesterol HDL Unsaturated Fatty Acid/ MUFA) merupakan jenis pasien PJK. Asam lemak tak kolesterol HDL yaitu Apoliprotein A-1. Menurunkan sintesis dari VLDL.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 dengan responden yang tidak mengkonsumsi Penurunan kadar kolesterol HDL dipengaruhi lemak tidak jenuh secara tidak baik. minyak kacang Hasil penelitian asupan asam lemak jenuh tanah. mendapatkan hasil nilai p=0. Kekuatan hubungan ditunjukkan asam lemak yang mempunyai 1 (satu) ikatan dengan nilai r (correlation coefficient) sebesar rangkap pada rantai atom karbon.4 kali mengalami akan meningkatkan apolipoprotein A-1. Asupan hasil analisis uji statistik didapatkan nilai p 0. kebiasaan yang dilakukan Krisnawaty (2013) tentang Risiko merokok. Moewardi kolesterol HDL dalam darah. populer dimanfaatkan untuk formulasi makanan Sejalan dengan penelitian yang dilakukan olahan menjadi populer Sulastri dkk (2005). dari HDL. sehingga meskipun Asupan Asam Lemak Jenuh Dan Tak Jenuh asupan asam lemak tak jenuh sudah dalam Dengan Kadar Kolesterol HDL Pada Pasien kategori baik tetap saja terjadi penurunan kadar Penyakit Jantung Koroner di RSUD dr. jenuh secara tidak baik lebih tinggi yaitu 24 Asupan asam lemak tak jenuh pasien PJK di (64. jenuh tunggal (MUFA) lebih efektif menurunkan Apoliprotein A-1 yang menurun akan kadar kolesterol darah.9%) dibandingkan dengan responden yang RSUP Dr. biji-bijian risiko kejadian hiperkolesterolemia. Dari hasil penelitian pada kelompok kasus Kekuatan hubungan ditunjukan dengan nilai r didapatkan responden dengan konsumsi lemak (correlation coefficient) sebesar-0. Pada Hiperkolesterolemia pada Pekerja di Kawasan penelitian ini diketahui bahwa faktor yang Industri yang mendapatkan hasil terdapat mempengaruhi kadar kolesterol HDL pada saat hubungan yang bermakna antara konsumsi lemak penelitian berlangsung yaitu konsumsi obat jenis tidak jenuh dengan kejadian Hiperkolesterolemia. Hasil penelitian ini sama dengan penelitian aktivitas fisik. Nilai p (>0.001.05) maka Ho diterima dan dapat disimpulkan bahwa Hubungan Lemak Jenuh dengan tidak ada hubungan antara asupan asam lemak tak Hiperkolesterolemia jenuh dengan kadar kolesterol HDL pasien PJK.4.

Dengan demikian dapat mencegah kolesterol darah. Dengan LPPM STIKes Perintis Padang 164 .4%) tidak empedu dan berfungsi sebagai emulsifier. Lebih dari penyusun serat makanan mempunyai gugus separuh responden pada kelompok kasus penukar kation yang mampu mengikat asam konsumsi lemak tidak jenuh 29 (64. kelompok kasus yaitu 32 (86. di samping itu juga meningkatkan konversi kolesterol dari darah 4. asam kasus (60%) aktifitas fisiknya ringan. Serat tersebut berada di Moewardi yang mendapatkan hasil terdapat dalam dinding sel dan di dalam sel-sel akar. dengan kejadian hiperkolesterolemia. trigliserida berantai kelompok kontrol lebih dari separuh (80%) pendek dan medium.5%) dibandingkan dengan responden yang mengkonsumsi serat Hubungan Pengetahuan Gizi dengan dengan baik yaitu 13 (24.1maka dapat dibandingkan dengan responden dengan disimpulkan responden dengan konsumsi serat pengetahauan gizi baik yaitu 14 (37. Pada lemak.1 kali mengalami kelompok kasus. bahwa serat makanan yang tentang makanan yang baik untuk penderita diberikan pada laki-laki perempuan dewasa hiperkolesterolemia menjadi salah satu penyebab berusia 70-79 tahun dapat mencegah terjadinya tingginya kejadian hiperkolesterolemia. menyatakan bahwa 2010). fosfolipid. Menurut Prasetyawati (2009). kolesterol. lebih tinggi merupakan faktor risiko kejadian pada kelompok kasus yaitu 31 (58. penelitian Dwiani (2004). Nilai OR = 2.02 Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rendahnya pengetahuan gizi responden Leveille tahun . Produk akhir pencernaan Lebih dari separuh responden pada kelompok lemak dalam usus adalah monogliserida.05 artinya yang mengkonsumsi serat denan baik. kolesterol yang berikatan dengan asam asupan asam lemak jenuh dengan kadar kolesterol empedu dan lignin atau pektin tidak dapat diserap plasma. Kepatuhan Diet Pasien Penyakit Jantung Koroner beda dan jumlah yang berlainan terdapat dalam (PJK) Dengan Hipertensi Rawat Jalan di RSUD dr. segala struktur tanaman.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 hubungan yang signifikan dan konsisten antara demikian. Penelitian ini sama dengan penelitian yang Serat dalam makanan (dietary fiber) dilakukan oleh Whardany (2016) tentang Hubungan merupakan bahan tanaman yang tidak dapat Pengetahuan Diet Dan Perilaku Membaca Informasi dicerna oleh enzim dalam saluran pencernaan Nilai Gizi Produk Makanan Kemasan Terhadap manusia. banyaknya lemak jenuh terhadap kadar lipid darah pasien responden yang mengalami hiperkolesterolemia PJK.4 Industri yang mendapatkan hasil terdapat kali mengalami hiperkolesterolemia dibandingkan hubungan yang bermakna antara konsumsi serat responden dengan pengetahauan gizi baik. tetapi akan keluar bersama feses (Sutanto. Leveille juga menyatakan tidak menerapkan pola makan yang baik dengan bahwa serat makanan mampu mengikat asam menghindari sumber makanan penyebab tingginya empedu. KESIMPULAN menjadi asam empedu. Lignin dan pektin sebagai responden aktifitas fisiknya sedang. Nilai OR = 2. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan usus. pengetahauan gizi merupakan faktor risiko Hasil penelitian ini sama dengan penelitian kejadian hiperkolesterolemia. Pasien risiko stroke. 2011).5%) pada kelompok Hiperkolesterolemia kasus. Selain itu. mengandung serat. Dari hasil analisis uji statistic Hiperkolesterolemia dibandingkan responden didapatkan nilai p 0. dengan hipertensi dengan nilai p=0. tidak ada pengaruh antara tingkat konsumsi asam Menurut analisis peneliti. daun.8%) pada kurang memiliki peluang 2.000 < 0. biji serta buah (Beck. Serat dengan berbagai tipe yang berbeda. hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi batang.05 artinya konsumsi serat dengan pengetahauan gizi kurang.5%) hiperkolesterolemia. Hal ini tergambar dari hasil wawancara peneliti dengan responden yang Hubungan Konsumsi Serat dengan menyatakan bahwasanya responden dalam Hiperkolesterolemia kesehariannya jarang mengkonsumsi buah – Dari hasil penelitian didapatkan responden buahan serta sayur – sayuran yang banyak dengan konsumsi serat kurang lebih tinggi pada mengandung serat. menyebutkan juga tidak lepas dari kebiasaan responden yang bahwa tidak ada hubungan antara asupan asam kurang mengkonsumsi makanan yang lemak jenuh dengan kejadian dislipidemia. Dari hasil analisis uji statistik didapatkan Dari hasil penelitian didapatkan responden nilai p 0.044 < 0.4 yang dilakukan Krisnawaty (2013) tentang Risiko maka dapat disimpulkan responden dengan Hiperkolesterolemia pada Pekerja di Kawasan pengetahauan gizi kurang memiliki peluang 2. penyerapannya kembali dari usus.

Dan Fungsi Karbohidrat. 2006. RSUP Dr. memiliki peluang 2. Erlangga : Jakarta Ekawati dkk. Mohammad 25(55. 2008.padahttp://indaharitonangfakultasp Lebih dari separuh responden pada kelompok ertanianunpad.Djamil Padang Tahun 2016. Roni. Mamat. Pada. Responden dengan aktifitas fisik ringan Michael dkk.3%) baik. Diakses 11 Juli 2015 Effendi dkk. Diakses Pada Tanggal Responden dengan konsumsi serat kurang 5 Juni 2015.com/ kasus konsumsi lemak jenuh 24 (53. (71. Faktor Yang Faktor risiko aktivitas fisik terhadap kejadian Berhubungan Dengan Kadar Kolesterol hiperkolesterolemia pada penderita Penyakit Total Pada Anggota Klub Senam Jantung Jantung Koroner di Poli Klinik Jantung RSUP Sehat Uin Jakarta Tahun 2013.struktur-dan-fungsi.1%) responden pengetahuan gizinya baik. Satatistik Terapan dalam kejadian hiperkolesterolemia pada penderita Ilmu Kesehatan Masyarakat. Diakses Pada Tanggal 12 Juli 2015. risiko terjadinya hiperkoles-terolemia 1.44 kali Tersedia Pada www. 2008. Prilia..2006.9%) pengetahuan gizinya kurang. 2013.http://core. Tersedia Dr.05 kali mengalami Soeharto. kali mengalami Kedokteran : Jakarta hiperkolesterolemia dibandingkan responden Mumpuni.ac.uk/download/pdf/117177 72. Pada kelompok kontrol lebih dari separuh Inap Penyakit Dalam RSUP Dr. ANDI: Yogyakarta Responden yang mengkonsumsi lemak tidak Nita. 2007. Pemberian Diet Serat Tinggi Dan Pengaruhnya Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Darah Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Di Ruang Rawat LPPM STIKes Perintis Padang 165 . Kolesterol. (51. Diakses Pada tanggal 15 Juli 2015 5.35 kali mengalami Penyakit Jantung Koroner Di RSUP H.html. REFERENSI Bull.blogspot. Adry. Tersedia. Pada Haritonang. jenuh dengan baik dapat menekan atau mencegah Hiperkolesterolemia. Faktor Risiko Yang Responden dengan pengetahauan gizi kurang berpengaruh Terhadap kejadian Penyakit memiliki peluang 2. kelompok kontrol lebih dari separuh 40 (88. i-jenis. Pada. dan Pola Hidup Sehat. http://balitbangnovdasumsel. Soraya. Prevalensi Responden yang mengkonsumsi lemak jenuh Hiperkolesterolemia Pada Pasien Dengan secara tidak baik berisiko 2. Cara Jitu Mengatasi yang aktifitas fisiknya sedang atau berat.1%) responden tidak baik. lemak tidak jenuh secara tidak baik.pdf. Jakarta Faktor risiko pengetahuan gizi terhadap Saputra. Indah. jika dibandingkan responden yang mengkonsumsi Diakses Pada Tanggal 20 Juni 2015. Kolesterol.id/bitstream/1234567 secara baik. Kolesterol dan Lemak Hiperkolesterolemia dibandingkan responden Jahat. hiperkolesterolemia dibandingkan dengan Adam Malik. kolesterol dan LemakBaik. Stikes Perintis Penyakit Jantung Koroner di Poli Klinik Jantung Sumbar. Tersedia Pada responden yang mengkonsumsi lemak jenuh http://repository. Buku Kedokteran : Jakarta kasus konsumsi seratnya 32 (71. 2009. 2013. 2011. Tersedia Sebagian besar responden pada kelompok pada.pdf Pada kelompok kontrol lebih dari separuh 32 Diakses Pada Tanggal 11 Juni 2015. Yekti. Terapi Gizi Dan Diet Lebih dari separuh responden pada kelompok Rumah Sakit. Imam. Buku memiliki risiko 6.usu. Supriyono. Diakses Pada kelompok kontrol lebih dari separuh 23 Pada 7 Juli 2015.9%) Struktur. responden baik. 2013.43 kali mengalami Jantung Koroner Pada Kelompok Usia < 45 Hiperkolesterolemia dibandingkan responden tahun. Tersedia dengan pengetahauan gizi baik. Optimasi Kadar Maltodekstrin Pada pembuatan Minuman Instan Serbuk Kayu Manis.1%) kurang. Syarif. 2011.M. Gramedia : yang mengkonsumsi serat baik. 2013. 2013.com/2013/05/definis kasus 31 (68. Hoesin Palembang Tahun 2008. Kaitan Penyakit Kardiovaskular. 89/31091/7/Cover.ac.com.medicastore.pdf .5%) responden baik. Eleanor.Djamil Padang Tahun 2016. Hartono.M. Jenis. Public Health Nutrition. Hidayatullah.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 baik. Definisi. data/download/20140124150739.

04 g / ml didapatka 7 mm.Untuk terhadap antibiotik vankomisin dan klindamisin pengobatan biasanya diberikan salep oles pada (Aguilar. sedangkan di berkembang.6 mm.06 gr / ml obtained 8 mm. 2003).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 UJI DAYA HAMBAT AIR REBUSAN DAUN GAMBIR (Uncaria gambir Roxb) TERHADAP BAKTERI Methicillin Resistent Staphylococcus aureus Putra Rahmadea Utami putrarahmadeautami123@gmail. Kegunaan gambir secara dengan infeksi Nosokomial. maupun melalui kontak dengan udara infeksi masih menjadi penyebab utama tingginya (Brien. Methicillin resistant Staphylococcus aureus is a gram-positive which is a type of bacteria present in the skin. Catechin polyphenols (catechins) are useful as natural antioxidants can counteract free radicals.02 g / ml is obtained 5.08 g / ml. et al 2004). quercetin. terjadi melalui alat-alat kesehatan. Penggunaan gambir LPPM STIKes Perintis Padang 166 . et al. the concentration of 0. a concentration of 0. gambier leaves boiled water. tetapi masih sensitif membutuhkan waktu yang lama. Hal ini disebabkan kesehatan sejak di temukannya bakteri yang oleh tingkat biaya kesehatan yang cenderung resisten terhadap berbagai jenis antibiotik. angka kesakitan (morbidity) dan angka kematian Tanaman gambir (Uncaria gambir Roxb) (mortality) di rumah sakit.. daerah yang terkena (Hariana. 2011). elagat acid. seperti harga obat-obatan dan biaya Diantaranya bakteri yang sering menyebabkan layanan dokter atau rumah sakit (Nurwidodo. infeksi nosokomial yaitu Staphylococus aureus 2006).04 g / ml. Infeksi dimana saat ini tingkat kesehatan menghadapi nosokomial menjadi ancaman besar terhadap tantangan yang sangat berat. the greater the diameter of inhibition is formed.3 mm.5% pada tahun penyebab penyakit infeksi adalah bakteri 2006 (Wahid. 2008). From the results.com Prodi DIII TLM Stikes Perintis Sumbar Abstract The main content of Gambier are catechin compounds and other compounds such as katekutannat.05 g / ml. so it can serve capture free radicals that can protect against cardiovascular disease. the average diameter of the inhibition of the water decoction of the leaves of gambier against bacteria Methicillin resistant Staphylococcus aureus at concentrations of 0. 0.06 g / ml. Sebagian besar pengobatan infeksi kulit laktam dan sefalosporin. termasuk Indonesia. this study is an experimental research laboratory using a method Difusicakram Kirby-Bauer method to determine the diameter of the inhibition of germs. sebesar 21. Penularan MRSA dapat Staphylococcus aureus (Radji. obtained the higher the concentration of the cooking water. power resistor. catechol. From the relationship between the concentration of water decoction of the leaves of gambier with a diameter of inhibitory bacteria. the concentration of water decoction of the leaves of gambier used was 0. pigments and others. dimana penyakit merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi infeksi yang didapat di rumah sakit ini disebut yang sangat tinggi. Gambir contain high antioxidants.7% Sekitar 40% bakteri Staphylococus Penyakit kulit adalah infeksi yang paling aureus yang diisolasi di rumah sakit resisten umum terjadi pada orang-orang dengan segala terhadap beberapa jenis antibiotik turunan β- usia. Penyakit Insiden infeksi MRSA terus meningkat di infeksi masih merupakan jenis penyakit yang berbagai belahan dunia. The antioxidant properties of Gambir for their polyphenol compounds such as tannins. orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Infeksi nosokomial tradisional adalah sebagai pelengkap makan sirih pertama kali dikenal oleh Semmelweis pada tahun dan sebagai obat-obatan. This study aims to demonstrate the inhibition of water decoction of the leaves of gambier against Methicillin resistant Staphylococcus aureus. 2008). Di Asia. PENDAHULUAN Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari 1847 dan hingga sekarang tetap menjadi masalah badan. Keywords : Methicillin Resistant Staphylococcus aureus. a concentration of 0. gallic acid. Ciproloxasin as a positive control and sterile distilled water as a negative control. 2007). 0.08 g / ml is obtained 9. 1. Salah satu indonesia prevalensinya sekitar 23. Perawatan pada pasien rawat inap. dan sosial yang memungkinkan setiap yang cukup menyita perhatian (Darmadi. prevalensi paling banyak diderita oleh penduduk di negara infeksi MRSA mencapai 70%. jiwa. petugas Pada negara-negara berkembang. meningkat. penyakit kesehatan. catechins and gambiriin. and 0.

staphylococcus aureus). 0. Pingset. Tabung (Colony Counter). 0. rebusan daun terhadap bakteri MRSA (Merthicilin resisten muda dan tunasnya digunakan sebagai obat diare staphylococus aureus. dan Gambir juga memiliki peran dalam mekanisme 0. dan penyakit kanker lainnya. reaksi. Hasil penelitian ini di dan disentri serta obat kumur-kumur pada sakit harapkan dapat menambah informasi ilmiah kerongkongan. staphylococcus aureus) terhadap air rebusan daun Apakah air rebusan daun gambir dapat gambir yang berasal dari berbagai macam infeksi menghambat pertumbuhan bakteri MRSA pada pasien infeksi nosokomial di RSUP DR.masing konsentrasi Berdasarkan latar belakang diatas.02gr/mL. Pengula Daya Hambat Konsentrasi ngan Control 0.04gr/mL. Variabel melakukan penelitian untuk melihat apakah ada yang diukur adalah diameter zona bening yang pengaruh air rebusan daun gambir terhadap merupakan indikator daya hambat pertumbuhan bakteri Metisilin Resisten Staphylococus aureus bakteri MRSA (Methicillin resistant (MRSA).1 Rancangan Penelitian Dengan 3 Kali Pengulangan pada masing-masing konsentrasi. MetisilinResisten Staphylococcus aureus LPPM STIKes Perintis Padang 167 . Inkubator. Rancangan Penelitian Kandungan polifenol katekin (catechin) yang Sampel penelitian ini adalahAir bermanfaat sebagai antioksidan alami dapat Rebusan Daun Gambir dengan rancangan menangkal radikal bebas (Gani et all. M. Pipet Bahan yang digunakan:Biakan murni Automatic. Tempat dan waktu penelitian pigmen dan lain-lain. 2006). Batang Pengaduk. 2012).06gr/mL. asam gallat. katekol. 2001 cit Kresnawati. serangga aquades steril. dan sebagai control negative yaitu pertahanan terhadap mikroorganisme. Tabel 2.Alat Penghitung Koloni Alat yang digunakan:Lampu spiritus. Muller Hinton dengan waktu inkubasi selama 24 2009). Sifat antioksidan dari laboratorium STIKes Perintis Sumbar gambir karena adanya senyawa polifenol seperti kampus 1 Padang. METODE PENELITIAN perokok di Jepang karena gambir mampu Jenis penelitian menetralisir nikotin.06gr/ 0. Jarum ose. antimikroba air rebusan daun digunakan sebagai bahan baku industri farmasi gambir terutama terhadap bakteri MRSA dan makanan. Djamil Padang. jam pada suhu 370C. oksidasi lipoprotein densitas Air rebusan daun gambir dengan konsentrasi rendah (LDL). asam elagat. Oven. penulis dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan. Secara moderen gambir banyak mengenai potensi. Gambir mengandung zat Penelitian ini dilaksanakan di antioksidan yang tinggi. tanin. penyakit hati dengan paten “catergen”. (Merthicilin resistantStaphylococus aureus).08gr/mL. penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap sehingga dapat berfungsi menangkap radikal (RAL). rebusan daun gambir terhadap pertumbuhan Kandungan utama dari gambir adalah senyawa bakteri MRSA (Methicillin resistant katekin dan senyawa lainnya seperti katekutannat. 2013). kuersetin.02gr/ 0. Masing.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 dalam makan sirih dapat menyehatkan gigi. Cawan Petri. Media yang digunakan adalah agar dan herbivora (Agawa. 0. Autoclave. bahan baku permen yang melegakan kerongkongan bagi 2. 1987). katekin dan gambiriin (Kaylaku.08gr/ Control Negatif mL mL mL mL Positif 1 Aquades 2 Aquades 3 Aquades Alat dan Bahan Penelitian Lidi kapas steril.04gr/ 0. diantaranya bahan baku obat (Merticilin resistent stapylococcus aureus). Sedangkan di Singapura Penelitian ini bersifat eksperimental gambir digunakan sebagai bahan baku obat sakit untuk mengetahui kemampuan daya hambat air perut dan sakit gigi (Dhalimi.diberi perlakuan dengan kardiovaskuler. gusi Adapun tujuan penelitian untuk mengetahui dan tenggorokan (Heyne. Bakteri MRSA (Methicillin resistant bebas yang dapat melindungi dari penyakit staphylococcus aureus). Di Malaysia kemampuan daya hambat air rebusan daun gambir gambir digunakan untuk luka bakar.

menggunakan pinset steril.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 (MRSA).06gr/mL dan 0. Diamkan Aquades (H2O). kemudian plate dibiarkan selama 3-5 menit pada LPPM STIKes Perintis Padang 168 . Pipet air rebusan daun gambir 4mL dan a. angkat swab kemudian di atas kertas cakram diukur menggunakan mistar. Metode Difusi Kirby Bauer supaya medium benar-benar kering sebelum Disiapkan media agar Muller Hinton dengan dilakukan uji kepekaan dengan air rebusan daun ketebalan media 4-6 mm dan diberi tanda dengan gambir.04gr/mL. sebentar sampai dingin lalu disaring dan diambil sarinya. Air penambahan aquades sebanyak 1000mL sampai Rebusan Daun GambirLarutan NaCl 0.02gr/mL.06gr/mL. 0. Gambar.Metode diencerkan dengan penambahan aquades 6mL Metode yang digunakan dalam didapatkan konsentrasi 0. Medium agar Muller-Hinton (MH).9% steril. tetapi tidak lebih dari 15 menit.02gr/mL. aureus).04gr/mL 0. Dapat dilakukan gambir setelah dibuat dengan setiap konsentrasi. aureus). Air rebusan daun gambir yang sudah diencerkan dengan konsentrasi masing-masing. Pipet air rebusan daun gambir 8mL dan ditimbang sebanyak 100gr. Setelah itu dicuci dan diencerkan dengan penambahan aquades 2mL dipotong kecil-kecil kemudian di masukan didapatkan konsentrasi 0. Persiapkan suspensi Tempatkan cakram yang telah direndam bakteri MRSA (Methicillin resistant dengan larutan air rebusan daun gambir dengan staphylococcus aureus) Kemudian kertas cakram berbagai konsentrasi pada permukaan agar yang steril dengan diameter tertentu dicelupkan atau telah ditanami bakteri dengan memperhatikan ditetesi dengan 15 µL larutan air rebusan daun jarak penyimpanan cakram. Pipet air rebusan daun gambir 6mL dan b.2. Prosedur Penelitian Pipet air rebusan daun gambir 2mL dan Cara Kerja Penentuan Daya Hambat Bakteri diencerkan dengan penambahan aquades MRSA (Methicillin resistant staphylococcus 8mL didapatkan konsentrasi 0. 2. Zona permukaan suspensi inokulum pada sisi tabung bening ini menandakan ada daya hambat air putar swab dengan sedikit ditekan agar tidak rebusan daun gamir terhadap pertumbuhan bakteri berlebih. lalu direbus dengan Dan dapat dilihat pada gambar 4.08gr/mL. Interpretasi hasil Penanaman bakteri pada Muller Hinton agar pengujian dilakukan setelah inkubasi selama 24 dengan cara : celupkan swab steril ke dalam jam. Air rebusan daun gambir dengan konsentrasi 0. jam didalam inkubator.masing konsentrasi mempunyai 3 kali Diinkubasikan pada suhu 370 C selama 24 ulangan.Cara kerja diencerkan dengan penambahan aquades 4mL Pembuatan Air Rebusan Daun Gambir didapatkan konsentrasi 0. kemudian 3. Masing. tersisa kurang lebih setengahnya. Dipilih daun gambir muda. setelah itu kertas cakram direndam selama 5 menit Uji Aktivitas Antibakteri Menggunakan suhu ruang. 1. penelitian ini adalah metode Difusi Kirby-Bauer. dibagi menjadi 4 daerah uji. Diameter zona bening yang terdapat disekitar suspensi bakteri. kemudian diusapkan pada seluruh MRSA (Methicillin resistant staphylococcus permukaan medium Muller Hinton agar. kedalam erlenmeyer.08gr/mL.

rebusan daun muda dan tunasnya obatan.02gr/mL 0.04gr/ml.6mm dan daya hambat maksimal ekstrak kulit manggis mulai nampak pada konsentrasi 0. 0. Staphylococcus aureus.06gr/ml dan 0.1 Daya hambat Air Rebusan Daun Gambir (Uncaria gambier Roxb) terhadap MRSA dengan konsentrasi 0.1 Hasil masing-masing konsentrasi.06gr/mL 0. bakar.08gr/mL Negatif 1 0 6 7 8 10 2 0 6 7 8 9 3 0 5 7 8 9 Rata-rata 0 5. Penelitian ini konsentrasi dapat menghasilkan daerah bebas menggunakan beberapa konsentrasi Air rebusan kuman pada pertumbuhan Methicillin resistent daun gambir yaitu.3 SD 0 0.58 0 0 0.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 3.08gr/ml dengan rata-rata 8. Gambar 4. (Heyne. kemudian control Positif dimiliki berbagai konsentrasi rebusan daun yaitu Ciproloxasin. gusi dan tenggorokan obat kumur-kumur pada sakit kerongkongan. Daya hambat minimal air rebusan daun gambir mulai tampak pada konsentrasi 0. dan daya hambat yang dimiliki berbagai konsentrasi rebusan daun gambir (Uncaria gambier Roxb) berpengaruh terhadap daerah bebas kuman yang timbul. 1987). Tabel 3. Penggunaan gambir dalam makan sirih digunakan sebagai obat diare dan disentri serta dapat menyehatkan gigi. 0.08gr/ml.3. Pembahasan Kegunaan gambir secara tradisional adalah Di Malaysia gambir digunakan untuk luka sebagai pelengkap makan sirih dan sebagai obat. dan daya hambat yang 0.08gr/ml. Masing-masing konsentrasi gambir (Uncaria gambier Roxb) berpengaruh dilakukan 3kali pengulangan.04gr/mL 0.06gr/mL dan 0.58 Dari tabel diatas dapat dilihat perbedaan zona hambat pertumbuhan Methicillin resistant Staphylococcus aureus terhadap konsentrasi air rebusan daun gambir adalah mulai dari konsentrasi 0.02gr/ml dengan rata-rata 4. Secara moderen gambir banyak digunakan LPPM STIKes Perintis Padang 169 . terhadap daerah bebas kuman yang timbul.04gr/mL 0.02gr/ml sampai dengan 0. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji antibakteri ini dilakukan menggunakan Dari penelitian yang sudah dilakukan metode difusi agar Kirby-bauer yang memiliki didapatkan bahwa air rebusan daun gambir prinsip berdasarkan pengamatan luas daerah (Uncaria gambier Roxb) dalam berbagai hambatan pertumbuhan bakteri. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin besar konsentrasi air rebusan daun gambir maka semakin besar daya hambat yang diperoleh.3mm.02gr/ml.08gr/mL Dari gambar diatas didapatkan bahwa air rebusan daun gambir (Uncaria gambier Roxb) dalam berbagai konsentrasi dapat menghasilkan daerah bebas kuman pada pertumbuhan Methicillin resistent Staphylococcus aureus.02gr/mL 0.6 7 8 9. Pengulangan Daya Hambat Konsentrasi kontrol 0.

konsentrasi 0. hambat terhadap pertumbuhan kuman semakin demam. Sebaliknya dengan penuruan konsentrasi karena bakteri dan jamur (Kaylaku.pengulangan I Sedangkan di Singapura gambir digunakan didapatkan hasil tertinggi 9mm pada konsentrasi sebagai bahan baku obat sakit perut dan sakit gigi 8gr/ml.04gr/ml dengan rata-rata diameter zona bening 0. 8mm pada konsentras 8gr/ml. konsentrasi dibuat dalam konsentrasi 0. pengulangan II didapatkan hasil tertinggi (Dhalimi. Adanya daya hambat terhadap pertumbuhan sehingga dapat berfungsi menangkap radikal kuman menunjukkan bahwa adanya senyawa aktif bebas yang dapat melindungi dari penyakit antibakteri dalam air rebusan daun gambir ( kardiovaskuler. Hasil maka semakin sedikit pula senyawa aktif yang uji bakteri didapatkan bahwa ekstrak gambir terkandung didalamnya sehingga daya hambatnya memiliki aktifitas anti bakteri dalam berbagai terhadap pertumbuhan kuman semakin kecil. maka semakin besar pula diameter rendah. bahan baku permen yang masing-masing konsentrasi yang dilakukan melegakan kerongkongan bagi perokok di Jepang selama empat hari dan tiga kali pengulangan. yang dimiliki daun gambir yaitu senyawa katekin.08gr/ml dihambat pada konsentrasi 0.08gr/ml dan kontrol positif 6mm. KESIMPULAN menunjukkan bahwa air rebusan daun gambir ( Setelah dilakukan penelitian uji daya hambat Uncaria gambier Roxb) memiliki daya hambat air rebusan daun gambir (Uncaria gambier Roxb) terhadap pertumbuan kuman MRSA. konsentrasi 0.06gr/ml. sakit kepala. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diantaranya bahan baku obat penyakit hati dengan terhadap pengukuran diameter daerah bening pada paten “catergen”. sakit perut dan infeksi besar. Semakin tinggi konsentrasi yang dibandingkan dengan konsentrasi yang lebih digunakan.06gr/ml dengan rata-rata (Ciproloxasin). daya hambat terhadap pertumbuhan kuman 2009).08gr/ml didapatkan dengan rata-rata diameter zona bening 8. serangga daerah bebas kuman yang diperoleh.6mm. bahan aktif anti mikroba gambir juga bersifat anti katekol. menangkal radikal bebas (Gani dkk. 1. Hasil penelitian yang telah dilakukan 4. tergantung pada jumlah senyawa yang terkandung Bachtiar (1991) mengatakan kandungan paa tiap-tiap konsentrasi yang berbeda. 2012). Sifat antioksidan dari gambir karena Air rebusan daun gambir ( Uncaria gambier adanya senyawa polifenol seperti tanin. Hal ini dapat terhadap pertumbuhan bakteri MRSA maka dapat dilihat dari terbentuknya daerah bening bebas disimpulkan: pertumbuhan kuman disekitar cakram. Secara tradisional daun gambir yang terkandung didalamnya sehingga daya sering juga digunakan sebagai obat untuk luka. Dilaporkan juga bahwa disamping mengandung katekutannat. Konsentrasi 0. yang tinggi. infeksi kulit seperti luka yang disebabkan oleh bakteri. oksidasi lipoprotein densitas Uncaria gambier Roxb) dapat menghambat rendah (LDL). Besarnya dan herbivora (Agawa. kuersetin.asam elegat.04gr/ml. asam gallat. konsentrasi terhadap bakteri Escherichia coli dan Terhambatnya pertumbuhan kuman terlihat Staphylococcus aureus. karena gambir mampu menetralisir nikotin.02gr/ml dengan rata- Uncaria gambier Roxb) terhadap bakteri MRSA rata diameter zona bening 4. 0. pengulangan III Kandungan polifenol katekin (catechin) yang didapatkan hasil tertinggi 8mm pada konsentrasi bermanfaat sebagai antioksidan alami dapat 8gr/ml. dan penyakit kanker lainnya. 2012). pada daerah bebas kuman yang lebih besar 2. katekin Roxb) digunakan untuk mengobati penyakit dan gambirin (Kaylaku. disebabkan oleh kandungan ditumbuhi oleh bakteri (Kresnawaty. dibuktikan dengan jelas dengan semakin besarnya daerah bebas terbentuknya daerah zona bening yang tidak kuman pada medium. dilihat menghambat bakteri Metisilin resisten dari hasil pengamatan yang telah dilakukan.3mm.02gr/ml merupakan daya hambat yang di dapatkan sehingga pada konsentrasi yang memiliki nilai daya hambat yang dasarnya daun gambir bisa digunakan untuk paling kecil diantara konsentrasi yang lain. Pertumbuhan kuman dapat diameter zona bening 7mm. memperlihatkan hasil yang berbeda. 0. 2009).02gr/ml. 2001 cit Kresnawati. 2013). Semakin kimia gambir yang banyak dimanfaatkan adalah tinggi konsentrasi maka besar pula senyawa aktif katekin dan tannin. 0. Stapylococus aureus dikarnakan kandungan sifat LPPM STIKes Perintis Padang 170 . pertumbuhan bakteri MRSA. makin besar Gambir juga memiliki peran dalam mekanisme konsentrasi yang diberikan makin besar pula pertahanan terhadap mikroorganisme.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 sebagai bahan baku industri farmasi dan makanan. 1998). Daya hambat air rebusan daun gambir Uji daya hambat air rebusan daun gambir ( terjadi pada konsentrasi 0. 2006). Gambir mengandung zat antioksidan jamur dan serangga (Adria.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. methicilin- resistant and methicilin- susceptibleStaphylococus aureus children. S. Lim. jurnal perpektif. Enright. D. Pengaruh Ekstrak Gambir Terhadap resistent Staphylococus aureus in Hama Terong KB Epilachma varivestis adhesion. 4 Bogor Helinski: Departemen of Biological and Aguilar. A. Materia Medika Indonesia Jilid V. Hal.) di Sumatera Barat dan Alternatif pemecahannya. Jurnal Standarisasi. G. 211-215. Bronto Adi A. T. Depok: Penebar Swadaya :114 Jawezt. Chong. C. E. J. invasion and pathogenesis. G. Vol. Brien. 2006. Mand Suyama.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 antioksidan yang tinggi pada daun gambir kedokteran. A. E. R. IV . Hariana. 5.(Disetation) Industri. Amine Oksidase Lie aktivity of fpavonoid. F. Mikrobiologi LPPM STIKes Perintis Padang 171 . Sufase protein Pls of merthicilin- Adria. Pengaruh Agroindostri Gambir Di kaupaten limah puluh koto. Departemen Kesehatan Republik Indonesia 1989. Diversity among community isolates ofmethicilin- resistsnt Staphylococus aureus in Australia. W.. Edwart and Environmental Sciences Faculty of S. 3185- 3190. Jakarta.L. Adelberg. 2004. Pediatr infect Dis J. 2 68. N. Darmadi. L. Pusat Pengkajian Teknologi Agrondustri Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. 61-63. Dhalimi.Orston.Robinson and A Monk. Jakarta: buku kedokteran EGC. Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. Infeksi Nosokomial : Prolematika Dan Pengendalian Jakarta : Penerbit Salemba Medika. 1998. 2011. P.1996. Brooks. N.. Diterjemahkan (Uncaria gambier Roxb) oleh E. Amos. Tumuhan oat dan khasiatnya seri 3. Butel and L. Balai besar pengajian dan pengemangan teknologi pertanian. W. Clindamycintreatment of invasive infections caused by communityacquired. Kandungan Katekin Gambir Sentia Produksi Di Indonesia . 2010. Melnick. Arief 2007. 2004. A Hammerman. Agawa 2001. A. Nugroho & R. G. Sumatera Barat.. J. Europa Jurnal Biochem ryist. Coombs. 2008. 1953-1963. F. K. Jurnal Penelitian Tanaman and evolutionary aspects. P. Kapan 2003. T. Mulany. 22:593-8. Permasalahan Gambir (Uncaria Gambir L. H.. Mulsant. Biosciences. DAFTAR PUSTAKA Juuti. M.f. Volume V Nomor 1 hal 46-59. G. JclinMicrobiol. F.Edisi 20. 2001.

05. yang disebabkan Arbovirus (arthropodbor Kalsium. Suci Fitrawati .90%. glucose. Menurut Linder (2006) terdapat gelisah. Lillah* *Program Studi D IV Analis Kesehatan/ Tek. demam mendadak 2 sampai kadar serat 2-4% (Chao & Krueger. kesadaran Penelitian yang dilakukan oleh Kusuma (2009) menurun atau shock. Buah jambu biji merah. fiber. lemah/lesu. vitamins and minerals that are important to metabolism.mushlih@gmail. muntah darah. perdarahan gusi dan penyembuhan luka.. Penyakit demam berdarah dengue memanfaatkan bahan-bahan yang ada di alam pertama kali ditemukan di 200 kota di 27 untuk mengatasi penyakit dengan defisiensi provinsi dan telah terjadi kejadian luar biasa trombosit. 7 hari tanpa penyebab yang jelas. The results show Palm juice have significantly influenced the increase of the platelets number in patients with DHF in which the p-value <0. Hal ini disebabkan persentase peningkatan trombosit per hari kontrol karena trombosit tidak ataukurang diproduksi yaitu sebesar 8. lebam/ruam dan perbaikan pembuluh darah seperti pada gejala (Hadinegoro. nyeri ulu hati disertai tanda perdarahan hubungan yang jelas antara kebutuhan askorbat dikulit berupa bintik perdarahan. C (asam askorbat). daun ubi jalar. Lab.8-2%. di sumsum tulang atau karena kerusakan LPPM STIKes Perintis Padang 172 . kadar glukosa sekitar 72-88%. dibandingkan dengan kontrol. serat. This study aimed to determine the effect of palm juice to increase the number of platelets in DHF patients. Platelet count .000 penduduk (Widoyono. usia 5-14 tahun yang terserang sebanyak 37%. Giving doses palm juice 3 times a day. Medik STIKes Perintis Padang Alumni Program Studi D IV Analis Kesehatan/ Tek. Niasin.com Abstract The treatment of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) / Dengue shock syndrome (DSS) is mainly supportive or symptomatic because there is no specific therapy to increase the platelet count. Lab. Medik STIKes Perintis Padang Correspondent Author: mif. B1 (tiamin). Biotin. Banyak penelitian telah dilakukandengan tahun1968. Sahutu. Rata-rata Pada pasien trombositopenia terdapat persentase peningkatan trombosit per hari dengan perdarahan baik kulit seperti patekia atau pemberian kurma yaitu sebesar 23. dan gejala Penyakit DBD. Kadar protein pada buah kurma Aedes aegypti dan Aedes albopictus. PENDAHULUAN Di Indonesia kasus demamberdarah trimbosit pada sirkulasi darah (Tarwoto dkk. glukosa dan vitamin sebesar 6-27 /100.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 ANALISA KHASIAT SARI KURMA TERHADAP JUMLAH TROMBOSIT PADA PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) Miftahul Mushlih*. Tanda dan sekitar 1. Sodium dan potassium (Habib & virus) dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Ibrahim. berak darah. 2006. Palm juice contains protein. buah (KLB) akibat demam berdarah dengue. Keadaan kritis terjadi sariawan. (riboflavin). 2010). mimisan. Palm juice 1. Data tersebut didapat dari data rawat inap Buah kurma (Phoenix dactylifera) kaya rumah sakit. Analysis using one-way ANOVA test and T-test. DBD menyebabkan mengenai metabolism sari kurma pada pasien Trombositopeni pada hari ke-3 sampai ke-7 dan dewasa dengan demam berdarah dengue ditemukan penurunan trombosit hingga membuktikan bahwa persentase peningkatan 100. 2001). Rata-rata perdarahan mukosa mulut. Samples are obtained by purposive sampling. seperti vitamin A (β-karoten). B2 2011). dengue pertama kali terjadi di Surabaya pada 2008). 2011). 2011). Rata-rata insidensi penyakit DBD dengan protein. 2007).000/mm3 dan hemokonsentrasi jumlah trombosit per hari pada pasien DBD meningkatnya hematrokit sebanyak 20% atau dengan pemberian kurma lebih tinggi bila lebih (Widoyono. Key Words: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Profil angkak. DBD merupakan suatu infeksi akut asam folat dan terdapat zat mineral seperti Besi. air kelapa muda dan kesehatan provinsi Jawa Tengah tahun 1999 kurma secara empirik dapat digunakan pada melaporkan bahwa kelompok tertinggi adalah kasus defisiensi trombosit (Bermawie.09%.

05). terbanyak dari segi umur yaitu responden yang 2007).Responden yang masuk dengan hari demam ke 4 merupakan responden dengan jumlah terbanyak 47. yang diberikan sari kurma dengan yang tidak Menilai seberapa besar kenaikan angka trombosit diberikan sari kurma (p-value> 0. Ket. konfirmasi konsumsi makanan selain yang signifikan antara responden yang diberikan sari kurma dilakukan untuk meminimalisir eror sari kurma dengan yang tidak diberikan sari kurma hasil penelitian.5%) dan umur 51-57 tahun sebanyak value 0. yang mana hasil uji T-test p- pemeriksaan kadar trombosit darah Pre dan Post value 0.191 menunjukkan tidak terdapat hari ke-3 pada kelompok perlakuan dan hubungan yang signifikan antara responden kelompok control setelah pemberian sari kurma. trombosit sebelum yang diberikan sari kurma Mei 2016 di Laboratorium RSUD Petala Bumi jumlah trombosit 36500±10490 dan hasil Pekanbaru. Karakteristik Responden Gambar 1 Perbandingan Kenaikan Jumlah Trombosit Antara Perlakuan Diberikan Sari Kurma Dan Tidak Diberi Sari Kurma. Penelitian ini merupakan penelitian trombosit responden sebelum yang tidak diberikan eksperimental invitro dengan rancangan pre-test sari kurma jumlah trombositnya adalah and post-test with control group design melalui 41500±13124. dengan nilai p-value < 0. (p-value> 0. 20012). (Gambar 1). dan hari ketiga responden yang diberikan sari kurma 3. Analisis dilakukan 66450±12504 (p-value=0. HASIL DAN PEMBAHASAN rata-rata jumlah trombosit 174150±32593 dan Penelitian ini dilakukan pada beberada responden yang tidak diberikan sari kurma responden rentang umur 7-27 tahun sebanyak 37 jumlah trombositnya rata-rata 80200±12344. jenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 62. Hal ini Jenis kelamin laki-laki merupakan responden diduga karena sari kurma mengandung asam dengan jumlah terbanyak (62.5%).Responden perbaikan pembuluh darah (Chao & Krueger. (p- orang (92.000) menunjukkan adanya hubungan yang 3orang (7.000) menunjukkan menggunakan uji T-test dan uji one way adanya hubungan yang signifikan antara Anovawindows dengan SPSS versi 16. berumur 7 –27 tahun (92.5%. Huruf (AB) Yang Berbeda Menunjukkan Perbedaan Jumlah Trombosit Berdasarkan Waktu LPPM STIKes Perintis Padang 173 .05.05). dan hari kedua responden yang Pengambilan sampel dengan cara diberikan sari kurma rata-rata jumlah trombosit Purposivesamplingyang berjumlah 40 orang yang 97200±24386 dan responden yang tidak diberikan terdiri dari 20 orang kelompok perlakuan dan 20 sari kurma jumlah trombositnya rata-rata orang kelompok kontrol.05).5% (Tabel 1). Huruf (ab) Yang Berbeda Menunjukkan Perbedaan Nyata Pada Responden Yang Diberikan Sari Kurma Dengan Yang Tidak Diberikan Sari Kurma. respondent masih rata 52800±15171. Tabel 1. setelah pemberian sari kurma pada hari ke-3 Hari pertama responden yang diberikan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sari kurma trombositnya meningkat menjadi (yang tidak diberikan sari kurma) pada pasien 61000±19550 dan responden yang tidak DBD di RSUD Petala Bumi Pekanbaru diberikan sari kurma jumlah trombositnya rata- (Notoatmodjo.5%). METODE PENELITIAN Hasil penelitian menunjukkan rata-rata Penelitian dilakukan pada bulan April . Padapenelitian ditemukan signifikan antara responden yang diberikan sari responden terbanyak adalah responden dengan kurma dengan yang tidak diberikan sari kurma. yang mana hasil uji T-test p- mendapatkan pengobatan yang dianjurkan oleh value 0.5%) sedangkan askorbat yang fungsi dala/m membantu jenis kelamin perempuan (37.5%).Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 2.0 dengan responden yang diberikan sari kurma dengan yang Significant level 95% tidak diberikan sari kurma (p-value<0.147 menunjukkan tidak terdapat hubungan rumah sakit.

tetapi penurunan trombosit homosistein.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 essensial bagi pembentukan hemoglobin. H4 folat yang dibutuhkan dalam penatalaksanaan pemberian cairan serta pembentukan poliglutamil folat 5. jumlah trombosit perhari pada pasien DBD 2012). Produk akhir adalah metionin. sakit padapenelitian ini berdasarkan hari Vitamin ini merupakan kofaktor dua jenis enzim demamnya yaitu responden yang masuk pada hari pada manusia yaitu metionin sintetase dan demam ke 4 sebanyak 19 responden (47. vitamin B12 dan asam folat yang terkandung dalam sari kurma juga berfungsi dalam perbaikan fungsi sumsum tulang yang akan mempengaruhi proses megakariopoiesis dimana Gambar 2.00. Reaksi metionin ini disebabkan karena pada infeksi denguejumlah sintetase melibatkan asam folat. Sari kurma trombosit yaitu zat mineral seperti zat besi yang diberikan kepada 14 pasien berjenis kelamin pria LPPM STIKes Perintis Padang 174 . galaktosa mengenai metabolism sari kurma pada pasien dan glukosa karena merupakan bahan dewasa dengan demam berdarah dengue pembentukan granula trombosit pada membuktikan bahwa persentasepeningkatan megakariosit di sumsum tulang (Onuh. (2008) yang menjelaskan bahwa dengan baik termasuk menghasilkan hormon hal ini berkaitan dengan kebiasaan nyamuk Trombopoietin(hormon glikoprotein yang Aedes aegepty yang aktif menggigit pada siang dihasilkan oleh hepatosit). 2012). Vitamin C yang terkandung dalam sari kurma juga dapat meningkatkan penyerapan besi terutama dengan mereduksi besi feri menjadi fero (besi fero lebih mudah diserap usus daripada besi feri sehingga dapat digunakan secara langsung untuk membentuk hemoglobin dalam proses pembentukan sel darah merah). Selain itu. pada jam sumsum tulang dan merangsang masing-masing tersebut anak kebanyakan bermain diluar rumah megakariosit untuk menghasilkan lebih banyak terutama laki-laki. 2006). xilosa. Menurut Marzuki dkk (2012) yang Kandungan sari kurma yang dapat menggunakan hewan coba mengalami secara langsung meningkatkan jumlah trombosit peningkatkan jumlah trombosit pada tikus. Hal ini sejalan dengan kebutuhan metabolisme sel terutama ke hati hasil penelitian oleh Hartoyo (2008) dan sehingga hati dapat melaksanakan fungsinya Ahmed dkk. 10-metil-H4 pemberian sari kurma secara teratur sesuai folat yang merupakan kofaktor timidilat sintase instruksi dan mengobservasi dengan ketat dan akhirnya untuk sintesis DNA (Onuh. Fungsi hormon ini hari dengan dua puncak aktivitas yaitu pada untuk meningkatkan jumlah megakariosit di pukul 08. yaitu sejumlah polisakarida penting seperti Penelitian yang dilakukan oleh Kusuma (2009) rhamnosa. hal metimalonil-KoA mutase. Sesudah Hari Ketiga Vitamin B12diperlukan untuk mengubah folat menjadi bentuk aktif dan dalam fungsi Responden terbanyak yang masuk rumah normal semua fungsi sel seperti sumsum tulang.5%). Besi Pemberian sari kurma memberikan pengaruh yang segera dibutuhkan untuk produksi sel darah yang signifikan terhadap perubahan jumlah merah diserap ke dalam darah untuk disalurkan ke trombosit pada hari kedua dan ketiga dimana sumsum tulang dan akan digunakan untuk jumlah trombosit mengalami peningkatan yang membentuk hemoglobin bagi sel darah merah cepat dibandingkan dengan yang tidak diberikan baru yang akan mengikat oksigen untuk sari kurma (Gambar 2). secara drastis dapat dicegah dengan kobalamin. 2012). manosa. keadaan umum pasien serta tanda-tanda vital.00 dan 15.Kandungan sarikurma yang secara tidak dengan pemberian kurma lebih tinggi bila langsung juga dapat meningkatkan jumlah dibandingkan dengan kontrol. arabinosa. Perbandingan Kenaikan Trombosit bila terjadi defisiensi kedua vitamin ini maka Antara Perlakuan Diberikan Sari Kurma Dan sumsum tulang akan membentuk megakariosit Tidak Diberi Sari Kurma Sebelum Dan yang besar dan hiperlobulus. Gugus metil 5- trombosit terus menurun hingga mengalami metiltetrahidrofolat dipindahkan ke kobalamin trombositopenia mulai hari ke 4 demam dan untuk membentuk metilkobalamin yang mencapai titik terendah pada hari ke 6 demam kemudian memberikan gugus metil ke (Sutirta-yasa. trombosit (Linder.00-17.00-12.

90%.1 Bermawie N. Hortscience. persentase peningkatan trombosit per harikontrol yaitu sebesar 8. Mengatasidemam berdarah dengan tanaman obat. Soegijanto S. Terjemahan oleh Aminuddin pemberian kurma yaitu sebesar 23. 2009.58. J Pak Med Assoc. vol 42 (5) Habib HM & Ibrahim WH. No.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 dengan umur 15-35 tahun dengan dosis 30 mL Pengetahuan Alam Institut Pertanian perhari dengan kontrol pembanding digunakan Bogor. 2011. p. Dep.International Journal of Food Sciences and Nutrition. Chao CT & Krueger RR.Kes RI. Muntaz. 3. Dengue fever outbreak in karachi 2006-a study of profile and outcome of children under 15 years of age. Bogor: Program Studi Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu LPPM STIKes Perintis Padang 175 . Biokimia nutrisi dan persentase peningkatantrombosit perhari dengan metabolisme. Hartoyo E. Metabolisme sari kurma pada pasien demam berdarah dengue: studi hematologis. Disertasi diterbitkan.):overview of biology. Vol. data rekam medis sebanyak 9 orang. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2006. Rizal. REFERENSI Ahmed. Persamaan antara penelitian yang dilakukan oleh Kusuma (2009) dengan penelitian ini adalah tetap dilakukannya intervensi pemberian cairan infus dan obat-obatan terhadap responden sehingga responden pada kedua penelitian ini bersifat homogen dan hasil penelitian keduanya tetap menunjukkan hasil yang sama yaitu terjadi peningkatan jumlah trombosit setelah intervensi pemberian sari kurma. SariPediatri. Rata-rata Linder M. 2006.28. No. No. 2007. 6. 2008. Nutritional quality of 18 date fruitvarieties. 2008. Wuryadi S & Seroso T. Vol. 5. 4. UI: Jakarta.09%. Vol. Khan & Tariq M. 62 (5): 544-551 Hadinegoro S. Rata-rata Parakkasi. 6-8. uses and cultivation. Kusuma MAN. Spektrum klinis demam berdarah dengue pada anak. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian. dapat disimpulkan bahwa sari kurma mempunyai pengaruh signifikan terhadap peningkatan jumlah trombosit pada penderita DBD. 10. Tatalaksana Demam Berdarah Dengue di Indonesia. The datepalm (Phoenix dactylifera L. 2001. Jakarta.

The aim of research for obesity know relationship with low self esteem. pasif atau hipoaktif.168 people. especially teachers BK. bergantung Tindakan remaja yang menarik diri tersebut pada orang lain. destruktif yang diarahkan pada ekonomi dari ketergantungan menjadi relatif orang lain. merasa gagal mencapai perubahan jiwa dari jiwa kanak-kanak menjadi keinginan. The results of the univariate analysis are known in 78. perasaan tidak mampu. sampling porposive Processing and analysis of data is computerized. An initial survey of the 10 students known that four people (40%) were obese. totaling 1. Gangguan harga diri rendah di (WHO) remaja merupakan individu yang sedang gambarkan sebagai perasaan yang negatif mengalami masa peralihan yang secara berangsur. termasuk hilangnya percaya angsur mencapai kematangan seksual. selalu mengatakan ketidak mampuan menolak orang lain (Wong. Among the four students who are obese are 3 people feel insecure and feel inferior to her appearance.com 3 Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Perintis Padang Email : yendrizaljafri@ymail. tidak asertif. Keywords : Low Self-Esteem. tidak berarti dan rendah diri yang ke masa dewasa yang meliputi perubahan berkepanjangan akibat evaluasi negatif terhadap biologis. Teenagers who have a healthy weight. mudah mandiri (Notaotmodjo. dan perubahan diri sendiri dan kemampuan diri (Keliat dan sosial. terhadap diri sendiri. and vice versa.com 2 Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Perintis Padang Email : hermawan2016@yahoo. who were taken by systematic. The results of the bivariate analysis there is a relationship of obesity with low self esteem (p = 0.3% of respondents were not obese. tersinggung dan menarik diri secara sosial Perubahan apapun yang membedakan remaja (Rikayanti. Expected at the school.017 and OR 4. mengkritik diri sendiri. Yendrizal Jafri 3 1 Program Studi Diploma III Keperawatan STIKes Perintis Padang Email : lisafradisa99@yahoo. Citra tubuh remaja yang berubah yang dimunculkan sebagai perilaku telah cepat tersebut sering membuat mereka merasa dipertahankan dalam waktu yang lama dan terus tidak nyaman pada tubuh mereka sendiri. athletic competence and declining cognitive abilities as well as the disruption of the award on the body. Harga diri rendah adalah perasaan perubahan atau peralihan dari masa kanak-kanak tidak berharga. Mereka menerus. Obesity 1.200). kontak mata kurang atau dengan mengajukan peratanyaan. low self- perception will physical appearance.1% did not experience low self- esteem. 2014). 2011). Descriptive analytic method with cross sectional design. especially. PENDAHULUAN Masa remaja merupakan merupakan masa diri rendah. and 51. easier to accept the environment so that teens are becoming more confident and can improve self-esteem. in order to attention and counseling to students/i that obesity. perubahan psikologis. mengekspresikan sikap malu atau dapat berespon terhadap kejadian semacam itu minder. merupakan salah satu gejala dan tanda dari harga bimbang dan ragu-ragu serta menolak umpan LPPM STIKes Perintis Padang 176 . 2010). Adolescents who are obese have lower self-esteem. Hermawan 2 . tidak ada. 2009). Menurut World Health Organization Akemat. The population is all students / i in Senio High School 5 Bukittinggi. menarik diri. penurunan dewasa dan mengalami perubahan keadaan produktivitas. mengalami diri dan harga diri. dari teman sebayanya dianggap sebagai suatu Menurut NANDA (2005) tanda dan gejala tragedi besar. Samples numbered 92 people. rasa bersalah. atau kesulitan untuk mencoba sesuatu.com Abstract Self-esteem is closely associated with weight adolescents.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 HUBUNGAN OBESITAS DENGAN HARGA DIRI RENDAH PADA SISWA/I SMA N 5 BUKITTINGGI TAHUN 2016 Lisa Fradisa1 .

dengan rumus berat badan (kg) dibagi tinggi badan (m2). 2015). dibandingkan dengan remaja yang mempunyai diketahui bahwa 3 orang merasa tidak percaya diri berat badan normal (Kawuwung. remaja dan orang dewasa UKS. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah dan pembina UKS. angka obesitas pada remaja terus meningkat dari 5% di tahun 1980 hingga 21% di tahun 2012 dengan 20. Petugas kesehatan datang Pada penelitian yang dilakukan Frost dan Mc. dkk. Dan prevalensi obesitas pada remaja usia 16–18 tahun di Provinsi Sumatera Barat juga sebanyak 1. Pemeriksaan ini hanya dilakukan pada khususnya remaja putri yang tidak puas terhadap siswa/i kelas X saja.69% (www. kompetensi atletik dan mengetahui tentang hubungan obesitas dengan menurunnya kemampuan kognisi serta harga diri rendah pada siswa/i SMA N 5 terganggunya penghargaan pada tubuh (French Bukittinggi tahun 2016. dan merasa minder dengan penampilannya. peneliti tertarik untuk akan penampilan fisik. diketahui bahwasanya LPPM STIKes Perintis Padang 177 . Remaja yang obesitas memiliki harga diri yang sehingga mereka merasa malu tampil di depan lebih rendah.gov). Oleh sebab itu. diketahui bahwa terdapat penderita obesitas sebanyak 83 orang (3. Untuk mengukur seseorang menderita obesitas atau tidak. Di kota Bukittinggi. untuk melakukan penjaringan kesehatan Kelvie (2004) ditemukan hubungan yang (pengukuran BB dan TB. berdasarkan hasil pemeriksaan obesitas pada pengunjung Puskesmas se Kota Bukittinggi tahun 2014. 2009). Jumlah angka penderita kelebihan berat badan dan obesitas pada remaja di dunia terus meningkat.2%) dari 312. Sarafino (2002) remaja dengan berat orang (40%) diantaranya mengalami obesitas. pemeriksaan kesehatan signifikan antara harga diri dan kepuasan citra mata.id). Survei awal yang dilakukan citra tubuhnya mempunyai harga diri yang rendah terhadap 10 orang siswa yang telah diukur berat dan mengalami eating disorder atau gangguan badan dan tinggi badannya diketahui bahwa 4 makan.go.depkes. pemeriksaan kesehatan gigi) dan pembinaan tubuh pada anak-anak. terutama rendahnya persepsi diri umum. Berdasarkan data Centres for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika. 2015). 2000).5% remaja perempuan dan laki-laki mengalami obesitas (www. digunakan pedoman Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI).675 kunjungan pada penduduk usia > 15 tahun yang terdiri dari 29 orang laki-laki dan 54 orang perempuan (DKK Bukittinggi. Prevalensi obesitas pada remaja usia 16–18 tahun di Indonesia menurut Riskesdas 2013 adalah sebanyak 1. Menurunnya harga diri pada remaja yang obesitas terutama bila mereka merasa bahwa mereka yang bertanggung jawab akan kelebihan berat badan pada dirinya.6%. kali dalam 6 bulan.cdc.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 balik positif dan membesarkan umpan balik petugas kesehatan dari Puskesmas datang setiap 1 negatif mengenai dirinya. sedangkan bagi remaja yang menyalahkan faktor eksternal yang menyebabkan mereka kelebihan berat badan cenderung memiliki harga diri yang lebih positif (Sutjijoso. badan lebih mempunyai harga diri yang rendah Saat dilakukan wawancara pada 4 orang siswa/i. SMA N 5 Bukittinggi berada ± 3 km dari pusat kota.

Penelitian dilakukan memproses data (processing). dengan cara pendekatan. Pelaksanaan pengambilan sampel secara porposive ini mula-mula peneliti mengidentifikasi semua karakteristik populasi dengan melakukan studi pendahuluan atau dengan mempelajari berbagai hal yang berhubungan dengan populasi. Tahap ketiga adalah pengumpulan data dengan membagikan kuesioner kepada seluruh sampel. entry data. sebagian dari anggota populasi menjadi sampel penelitian. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap.  Prosedur Pengumpulan Data Sampel dalam melakukan penelitian ini berjumlah 92 orang yang diambil dengan teknik non probability.  Analisa Data  Sampel Analisa univariat bertujuan untuk menjelaskan Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMA atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel Negeri 5 Bukittinggi yang berjumlah 92 orang. Tahap selanjutnya setelah setuju menjadi responden dan menandatangani surat persetujuan. pemberian tanda atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (coding). pengelompokan (tabulating). LPPM STIKes Perintis Padang 178 . observasi pemeriksaan data (editing). yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase.  Instrument Instrument untuk pengumpulan data pada Analisa bivariat dilakukan terhadap dua variabel penelitian ini menggunakan kuesioner yang yang diduga berhubungan. yaitu pengambilan sampel yang didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang ditentukan oleh peneliti sendiri. dan pembersihan terhadap variabel yang diduga berhubungan. Data yang terkumpul dinamika hubungan antara faktor-faktor risiko diolah dengan langkah-langkah seperti dengan efek. Kemudian peneliti menetapkan berdasarkan pertimbangannya. konsep. berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui. obesitas dengan harga diri rendah. porposive sampling.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 2. Analisis hasil uji memuat beberapa pertanyaan yang telah statistik menggunakan Chi-Square test untuk dikembangkan oleh peneliti sesuai kerangka menyimpulkan adanya hubungan 2 variabel. (Notoatmodjo. kemudian dilakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan pada seluruh sampel. Tahap pertama adalah pengajuan surat persetujuan menjadi responden kepada seluruh sampel.dimana sampel diambil secara porposive sampling. 2010). penelitian.dan lama pengisian kuesioner kurang lebih lima belas menit Tahap terakhir adalah pengumpulan kembali lembaran kuesioner yang telah diisi oleh seluruh sampel. yaitu data (cleaning). METODE PENELITIAN  Desain Penelitian  Pengolahan Data Penelitian ini menggunakan metode deskriptif Setelah data terkumpul diklasifikasikan dalam analitik dengan desain cross sectional yaitu suatu beberapa kelompok menurut sub variable yang penelitian yang bertujuan untuk mempelajari ada dalam pertanyaan.

7 %) siswa/i SMA N 5 Bukittinggi memiliki harga diri rendah dan 42 orang (58.017 (p < 0. lebih dari sebagian (51.05) artinya terdapat hubungan yang bermakna antara obesitas dengan harga diri rendah pada siswa/i SMA N 5 Bukittinggi tahun 2016.1 %) siswa/i SMA N 5 Bukittinggi tidak mengalami harga diri rendah.3 72 100 (1.7 Tidak obesitas 72 78.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 3.200. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN  Hasil Penelitian Tabel 5.3 Hubungan Obesitas dengan Harga Diri Rendah pada Siswa/i SMA N 5 Bukittinggi Tahun 2016 (n = 92) Harga Diri Rendah Jumlah OR Obesitas Ya Tidak pvalue (CI 95 %) n % n % N % Obesitas 15 75.9 47 51. dibandingkan dengan responden yang tidak mengalami obesitas.812) Obesitas Total 45 48.2 Distribusi Frekuensi Harga Diri Rendah pada Siswa/i SMA N 5 Bukittinggi Tahun 2016 (n = 92) Harga Diri Rendah Frekuensi % Ya 45 48.0 5 25.9 Tidak 47 51.017 12.2 kali untuk memiliki harga diri rendah.1 Distribusi Frekuensi Obesitas pada Siswa/i SMA N 5 Bukittinggi Tahun 2016 (n = 92) Obesitas Frekuensi % Obesitas 20 21. Dan diantara 72 responden yang tidak mengalami obesitas. Hasil uji statistik chi-square didapatkan nilai p = 0.1 Jumlah 92 100 Tabel 5.3 menunjukkan bahwa dari 20 responden yang mengalami obesitas.3 %) siswa/i SMA N 5 Bukittinggi tidak memiliki harga diri rendah.0 %) siswa/i SMA N 5 Bukittinggi memiliki harga diri rendah dan 5 orang (25. dengan Odds Ratio 4. Tabel 5.0 20 100 4.1 menunjukkan bahwa dari 92 responden.377- 0.0 %) siswa/i SMA N 5 Bukittinggi tidak memiliki harga diri rendah.7 42 58.3 Jumlah 92 100 Tabel 5. terdapat 15 orang (75. sebagian besar (78. artinya bahwa responden yang mengalami obesitas mempunyai peluang 4. terdapat 30 orang (41. LPPM STIKes Perintis Padang 179 . Tabel 5.3 %) siswa/i SMA N 5 Bukittinggi tidak mengalami obesitas.2 menunjukkan bahwa dari 92 responden.200 Tidak 30 41.1 92 100 Tabel 5.

017 (p < 0.0 %) Berdasarkan tabel 5. yaitu sebanyak 47 responden yang tidak mengalami obesitas. dirinya lebih menarik dan penampilannya tidak Adanya program diet yang dijalankan remaja juga jauh berbeda dengan teman-teman menjadi penyebab tidak terjadinya obesitas pada sepergaulannya. kemungkinan remaja obesitas. Disamping itu.1 %). Tidak adanya harga dapat disebabkan adanya aktifitas fisik yang dapat diri rendah tersebut dapat disebabkan karena membakar energi dan timbunan lemak yang ada remaja yang bersangkutan tidak mengalami pada tubuh. dimana menyebabkan timbulnya obesitas. sebagian besar tidak mengalami terhadap diri sendiri. dimana hasil penilain IMT (indeks dan selalu membandingkan diri dengan massa tubuh) mereka > 30. merasa gagal mencapai Obesitas adalah keadaan yang menunjukkan keinginan.05) artinya diri sendiri dan kemampuan diri (Keliat dan terdapat hubungan obesitas dengan harga diri LPPM STIKes Perintis Padang 180 . seperti apapun yang meraka gunakan terasa membuat makanan yang banyak mengandung lemak. dirinya. terdapat 15 orang (75. Obesitas produktivitas. Hasil uji statistik chi-square berkepanjangan akibat evaluasi negatif terhadap didapatkan nilai p = 0. termasuk hilangnya percaya obesitas. dimana menarik. seperti pinggang. panggul dan paha. DM. badannya. Hal ini terlihat dari Menurut asumsi peneliti. Remaja yang tidak obesitas tersebut keadaan tubuhnya saat ini. yaitu sebanyak 72 orang (78. tidak merasa kecewa dengan mereka tidak memiliki kelebihan timbunan lemak penampilannya dan tidak merasa malu dengan di tubuhnya. Gangguan harga diri rendah di Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari gambarkan sebagai perasaan yang negatif 92 responden. Obesitas dapat Menurut asumsi peneliti. 2010). tidak berarti dan rendah diri yang harga diri rendah. perasaan tidak mampu. teman-temannya yang lain. remaja yang berlebihan dan tidak mengkonsumsi Bagi responden yang tidak memiliki gizi seimbang. mudah genetik.3 %) tidak memiliki berharga.3 %). Hal ini tubuh. Terjadinya obesitas teman-teman sepergaulannya yang memiliki tersebut dapat dipengaruhi oleh pola makan penampilan lebih menarik dan trendy. adanya mereka melebihi berat ideal untuk tinggi keinginan untuk merubah bentuk tubuh saat ini. dan lain sebagainya dirinya. perasaan negatif terhadap diri dan kemampuan hiperlipidemia. Berdasarkan tabel 5. bagi seorang remaja. gangguan metabolik. konsumsi makanan tersinggung dan menarik diri secara sosial yang berlebihan yang tidak diimbangi dengan (Rikayanti 2014). responden yang meningkatkan risiko timbulnya berbagai memiliki harga diri rendah disebabkan adanya gangguan kesehatan seperti hipertensi. olahraga yang teratur. Dan diantara 72 mengalami harga diri rendah. Timbulnya harga diri dari pemantauan pada saat penelitian bahwa rendah tersebut dapat disebabkan karena postur remaja tersebut memiliki timbunan lemak di tubuh mereka bukan merupakan postur tubuh ideal beberapa bagian tubuhnya. Hal ini juga terlihat penampilan orang lain. terlihat dari hasil pengumpulan data bahwa Bagi responden yang tidak obesitas banyak responden yang merasa penampilannya disebabkan IMT mereka kurang dari 30. sehingga mereka bisa merasa yakin dan ini juga tidak menyukai makanan yang dapat percaya diri dengan penampilannya. remaja yang hasil pengumpulan data bahwa banyak responden mengalami obesitas disebabkan berat badan yang merasa penampilannya tidak trendy. orang (51. karena mereka berusaha untuk mengkonsumsi gizi seimbang dan membatasi Hubungan Obesitas dengan Harga Diri konsumsi makanan yang dapat menyebabkan Rendah kegemukan. terdapat 30 orang (41.0 %) bahwa dari 92 responden. destruktif yang diarahkan pada disebabkan oleh banyak faktor seperti faktor orang lain. 2003). penurunan adanya kelebihan lemak tubuh.7 %) memiliki harga diri Harga diri rendah adalah perasaan tidak rendah dan 42 orang (58. serta merasa tidak berharga dibandingkan (Waspadji dan Sukardji.3 di atas dapat diketahui bahwa dari 20 responden yang Harga Diri Rendah mengalami obesitas.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153  Pembahasan Obesitas Akemat.2 dapat diketahui memiliki harga diri rendah dan 5 orang (25. serta malas melakukan aktifitas harga diri rendah disebabkan mereka yakin dan untuk membakar energi/lemak yang ada pada percaya diri dengan penampilannya. mengkritik diri sendiri. lebih dari sebagian tidak tidak memiliki harga diri rendah. karena adanya tekanan dari perut. diri dan harga diri.

adanya (2015). Prosedur penelitian suatu remaja pertama kali dilakukan oleh French dan pendekatan praktik.2 kali untuk memiliki harga diri 2. Menurunnya harga diri pada remaja Jakarta. S. Lebih dari sebagian responden yaitu 51. 10). Hawari. cemas. Psychology remaja (French dkk. Konsep diri: Teori berat badan pada dirinya. A. Prietice- yang lebih rendah terutama. B. R. Psikologi remaja. membuat mereka tidak percaya diri dan melahirkan harga diri yang rendah. (2007). Ahli bahasa oleh Eddy. diakses hubungan obesitas dengan harga diri rendah tanggal 27 Agustus 2015.cdc. Browndan yang lain. berpeluang 4.1 % rendah. Remaja yang memiliki berat badan Bukittinggi tahun 2016 dengan p value ideal. yang obesitas terutama bila mereka merasa bahwa mereka yang bertanggung jawab akan kelebihan Burn. dan depresi. dan Byrne. kondisi tubuh yang obesitas menyebabkan remaja sering Guyton dan Hall. EGC: Jakarta. Fakultas Kedokteran 4. Buku ajar fisiologi disindir oleh teman sepergaulan. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan tentang Hidayat. sehingga kedokteran. D. (2001). (2004). for living.1995).gov>. K. adjustment. cendrung untuk tidak memiliki harga diri rendah. 2009). E dan Duffy. M. Penelitian yang dilakukan untuk melihat hubungan antara harga diri dan obesitas pada Arikunto. lebih mudah diterima lingkungannya 0. Sebagian besar responden yaitu 78. Dadang. Menurut asumsi peneliti. (1998). dapat diambil Jakarta. menemukan adanya hubungan antara obesitas dengan harga diri yang rendah pada anak dan Atwater. cendrung untuk memiliki harga diri rendah. R. diri akan penampilan fisik. perkembangan dan yang menyalahkan faktor eksternal yang perilaku. Terdapat hubungan antara obesitas dengan Harga diri erat kaitannya dengan berat harga diri rendah pada siswa/i SMA N 5 badan remaja. dan sebaliknya remaja yang tidak mengalami obesitas Copernito. Salemba Medika: siswa/i SMA N 5 Bukittinggi. Adolescent memiliki penampilan seperti teman-temannya development (2nd ed). dimana mereka kesulitan mencari baju Benchmark Publisher: USA. Childood obesityfacts. Buku diagnosa keperawatan. dibandingkan dengan responden yang tidak mengalami harga diri rendah. Rineka Cipta: kawan-kawan pada tahun 1995. growth. rendahnya persepsi Hall.1995 dalam Sutjijoso. (2001). KESIMPULAN DAN SARAN Universitas Indonesia: Jakarta. Ince: New Jersey. Centres for Disease Control and Prevention. merasa tidak menarik dan berbeda dari remaja Pustaka Setia: Bandung. EGC: Jakarta. (2011). Manajemen stres. 2009). Remaja yang obesitas memiliki harga diri andbehavior today (6th ed).3 % 2016. (1999). yang ideal bagi badannya.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 rendah pada siswa/i SMA N 5 Bukittinggi tahun 1. responden yang mengalami obesitas tidak mengalami obesitas. (2000). J dan Kenny. lainnya. kesimpulan bahwa: LPPM STIKes Perintis Padang 181 . kompetensi atletik dan menurunnya kemampuan kognisi serta Baron. Editor Monica Ester.05 ) sehingga remaja tersebut menjadi lebih percaya diri dan dapat meningkatkan harga dirinya. AA. REFERENSI pula sebaliknya. Penerbit Erlangga: dkk. tidak mengalami obesitas. Disamping itu. Riset keperawatan dan hubungan obesitas dengan harga diri rendah pada teknik penulisan. Sedangkan remaja yang mengalami obesitas atau kegemukan seringkali Al-Mighwar. begitu 5. Hal ini dapat terjadi karena kondisi tubuh yang obesitas menyebabkan remaja tersebut tidak dapat Dacey. (2008). 3. (2006). Psikologi terganggunya penghargaan pada tubuh (French sosial (Ed. G. disebabkan remaja yang mengalami obesitas <www. Penelitian ini Jakarta. cenderung memiliki harga diri yang lebih positif (Sutjijoso. Arcan: menyebabkan mereka kelebihan berat badan Jakarta. sedangkan bagi remaja pengukuran.017 ( α ≤ 0.

Sheila L. 19 Agustus 2015. Hannan Keliat dan Akemat. Prima Medika: Jakarta. problem dan Notoatmodjo. Davis Company: Potter.id>. Sandra. Metodologi penelitian solusinya. (2014). Editor: Budi Sentosa. pedoman untuk Rineka Cipta: Jakarta. Indeks citra tubuh dan harga diri pada remaja glikemik pangan. Trihendradi. AR. Principles and practice (2011). Stuart. Budi Anna. R. (2010). Penebar Swadaya: putri program studi ilmu keperawatan Jakarta. G.usu. ajar keperawatan jiwa. (2010). (2009). Salemba Medika: Jakarta kesehatan.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Kawuwung. keperawatn psikiatri.id>. (2006).ac. Murray DM. Soegih. Hubungan obesitas dengan Rimbawan dan Albainer Siagian. Tinjauan pustaka. Gait dan Sundeen. Kesehatan remaja. Metodologi penelitian kesehatan. Renata Komalasari Alfrina Hany. Mosby Agustus 2015. (2005). (2003). Essensials of psychiatric mental health nursing. EGC: Jakarata. (2009). (2011). Diagnosa keperawatan pada --------. dkk. (2015). Salemba Medika: Jakarta. EGC: Jakarta. e-Journal Sarwono. (2005). Buku saku Kusumawati. Buku ajar 2013 ● ISSN : 2302-1721 keperawatan jiwa. SW. Nanda. (2008). R dan Wiramihardja. Jeffery RW. (2010). Kesehatan masyarakat ilmu dan seni. Sutjijoso.go. (2004).id>. (2005). Psikologi remaja. Balai Pustaka: Jakarta. <www. (2002).1. Andi Offset: aktualisasi diri pada remaja putri Yogyakarta. Model praktik PJ. Sarlito Wirawan. <www. Harga diri dan prestasi belajar pada remaja yang obesitas. keperawatan jiwa. EGC: Jakarta. W dan Sundeen. (2005). fakultas kedokteran universitas sam ratulangi Manado. Panduan diagnosa keperawatan Jurnal Psikologi Volume 3. Predictors of keperawatan profesional jiwa. (2011). C. Desember 2009 2006. diakses tanggal 27 Stuart. Obesitas (2013). diakses tanggal 27 of psychiatric nursing. No. dengan obesitas di SMA Negeri 4 Makassar Volume 2 Nomor 4 Tahun Videbeck. kementrian kesehatan. (2000). study. Editor edisi LPPM STIKes Perintis Padang 182 . Buku ajar Philadelphia. (2012). Company: USA. EGC: weight gain in the pound of prevention Jakarta. 2010. fundamental keperawatan. Buku ajar keperawatan jiwa. G. 7 langkah mudah melakukan analisa statistik Rikayanti. Townsend. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Rineka Cipta: Jakarta. (2005). Sherwood NE.unila. <www. Frida dan Yudi Hartono. pembuatan rencana perawatan Edisi 3. (2009). Keperawatan (e-Kp) Volume 3 Nomor 2 Rajawali Press: Jakarta. A.depkes. Sarwono. (2005). --------. P. ----------. Mei 2015. Alih bahasa. Hubungan harga diri dengan menggunakan SPSS. EGC: Jakarta. French SA. Rineka Cipta: Jakarta. Buku agustus 2015. Pusat data dan informasi permasalahan dan terapi praktis. (2005). Tinjauan pustaka. sosial. diakses tanggal Sagungseto: Jakarta. Stuart dan Laria. EGC: Jakarta. Nanda definisi dan klasifikasi 2005.ac. Psikologi Keliat. Proses sosial individu dan teori-teori psikologi keperawatan kesehatan jiwa edisi 2. Tim Penulis Poltekes Depkes Jakarta. A dan Perry.

Pamilih Eko Karyuni. EGC: Jakarta. Kegemukan: Pendekatan klinis dan pemilihan obatnya. Iyus. Waspadji. (2002). (2009). S. Cetakan kedua (edisi revisi). Dl.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 bahasa Indonesia. Pusat informasi dan penerbit bagian ilmu penyakit dalam FKUI: Jakarta. EGC: Jakarta. Yoseph. Wong. PT Refrika Aditama: Bandung. Buku ajar keperawatan pediatrik. LPPM STIKes Perintis Padang 183 . dalam prosiding temu ilmiah akbar. (2009). Keperawatan jiwa.

61 mg) and the lowest in treatment steamed (21. SSA and HPLC to see kharbohidrat nutritional value. fat. And for the highest levels of vitamin A in the treatment of dried (457 RE) and the lowest treatment of raw. 1984).Metode: pantau fish smoothed by way of raw. zinc and vitamin A. fish Pantau (Rasbora argirotaenia). but after statistically tested the value of preference for color. The highest levels of treatment Zink dried (45. fried and dried and then analyzed qualitatively. The purpose of this study was to determine the nutritional value of fish pantau analysis and to determine the level of A panelist on the process pengolahan. STIKesPerintis Padang email : nurhamidah_29@yahoo. famili : Cyprinidae genus : mulut terminal dan mulut tidak memiliki sungut. Body shape of this fish body length rounded. Sebelum dikembangkan lebih lanjut untuk sekitar mulut tidak ada sungut eraba.50 RE).882 grams). Rasbora dan spesies : Rasbora aryrotaenia LPPM STIKes Perintis Padang 184 . aroma. PENDAHULUAN (Saanin. and to date no studies done that look at the analysis of the nutritional value of fish this pantau. steamed and fried (<0.203gram). taste and texture as a whole did not show significant differences (p <0. The highest water levels in the untreated (82. IkanPantau jari lemak yang mengeras serta terletak di (Rasbora argirotaenia) ini jenis ordo: belakang sirip perut bercagak (forked). Dried ash content tertertinggi treatment (16 243 g) and the lowest in the untreated (2. steamed.com 2) Program studi D-III gizi.31 mc / g) and the lowest steamed treatment (160. sisik sisiknya besar. sirip pantau (Rasbora argirotaenia) dan daya terima punggung berukuran pendek tidak memiliki jari- terhadap proses pengolahannya. calcium. her scales large.56 grams) and dried treatment room (6:07 grams). Bentuk tubuh ikan ini panjang Salah satu pangan lokal yang bisa dimanfaatkan membulat. The survey results revealed that out of 4 treatment. Perut membundar.34 mc / g). Ikan kekuning-kuningan dipisahkan oleh gurat sisi pantau (Rasbora argirotaenia) ini memiliki yang menghitam mulai dari belakang tutup insang keunggulan sangat mudah untuk berkembang terus kebelakang badan. Also the organoleptic test (hedonic) for color. fried and dried) are most preferred panelist is by frying. maka perlu dilihat mempunyai bentuk tubuh memanjang hampir keunggulan dari ikan pantau (Rasbora persegi dan ditutupi oleh sisik cycloid yang argirotaenia). Ikan pantau (Rasbora tambahan dalam program penanggulangan argirotaenia) termasuk dalam genus Rasbora masalah gizi kurang. From the organoleptic test that dillakukan to special processing (steamed. moisture content. The highest protein treatment of dried (24 548 g) and the lowest steamed treatment (4. Lubang mulut kecil. protein . carbohydrate highest in treatment fried (64 261 g) and the lowest in treatment steamed (0295 grams). ash content. Warna tubuh untuk memenuhi kebutuhan gizi dimasyarakat bagian atasnya kecoklatan dan bagian bawahnya adalah ikan pantau (Rasbora argirotaenia). Fins yellowish color coupled with each lobe of the tail fin has a black ribbon across it. organoleptic processing 1.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 ANALISIS NILAI GIZI IKAN PANTAU (Rasbora argirotaenia) DAN DAYA TERIMA TERHADAP PROSES PENGOLAHAN Nurhamidah1). melintang. Keywords: Nutritional Value Analysis. The highest fat steamed treatment (18 520 g) and the lowest in the untreated (0164 grams). sepintas lalu dapat dimanfaatkan dalam bentuk makanan kelihatan seperti beunteur. The highest levels of calcium treatment dried (329. STIKes Perintis Padang Abstract Pantau fish is have silvery bright basic colors. Berdasarkan hal tersebutmaka terdapat mulai dari belakang kepala sampai perlu dilakukan analisis kandungan nilai gizi ikan kepangkal ekor. Widiadara2) 1) Program studi S1 gizi. posisi Cypriniformes. biak. texture and taste. Menurut Djuhanda (1981) ikan Pantau mempunyai warna dasar keperakan yang Kekurangan gizi pada anak usia dini (0-6 cemerlang. Processing by drying can further improve the nutritional value of fish pantau (Rasbora argirotaenia).93 mg). 05). aroma.Warna siripnya yang kekuning- tahun) masih merupakan masalah yang kuningan ditambah dengan masing-masing cuping memerlukan perhatian lebih besar terutama pada sirip ekornya yang memiliki pita warna hitam masyarakat golongan sosial ekonomi rendah.

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat Tabel1. Desain penelitian yang 6 Calsium (mc/gr) 182.56 laboratorium air teknik lingkungan Universitas 5 Kadar abu (gram) 2.31 a.76 digunakan adalah Analitik eksperimental. arsenomolybdat.61 Dari hasil penelitian yang telah dilakukan 8 Vitamin A (RE) 457 terhadap analisis nilai gizi ikan pantau (R asbora Dari tabel 1 di atas diketahui bahwa dari 4 rgirotaenia) diketahui nilai gizinya adalah sebagai perlakuan.429 larutan pati 1%.34 2= tidak suka.709 eter 300 ml. 1 Kharbohidrat (gram) 64. Analisis Nilai Gizi ikan Pantau (Rasbora argirotaenia) 7 Zn (mg) 45. 7 Zn (mg) 21. enzimamilase. 4= suka.164 laboratorium teknologi hasil pertanian dan 4 Kadar air (gram) 82.41 digunakan adalah: ikan-ikan pantau yang 7 Zn (mg) 35.50 dikeringkan dianalisa nilai gizinya secara kualitatif. penilaian berdasarkan 4 Kadar air (gram) 73. 6 Calsium (mc/gr) 160.480 5 yaitu 5= sangat suka.261 gram) dan yang LPPM STIKes Perintis Padang 185 .203 dikeringkan di uji secara organoleptik (hedonik) kepada 30 orang panelis yang sudah memahami 3 Lemak (gram) 18.93 Alat yang digunakan untuk analisa kandungan 8 Vitamin A (RE) <0. 4 Kadar air (gram) 6.AnalisaNilaiGiziIkanPantau(Rasboraargi keunggulan dari kandungan nilai gizi ikan pantau rotaenia) dalam 100 gram bahan dalam proses pengolahan sebelum dijadikan sebagai makanan tambahan alternatif pada anak Mentah gizi kurang.063 photometer analyzer. 2 Protein (gram) 8. dan seperangkat alat High 4 Kadar air (gram) 17. glukosa.50 nilai gizi ikan pantau (Rasbora argirotaenia).520 tentang uji organoleptik. Dikeringkan H3BO3. 1 Kharbohidrat (gram) 36.548 pemeriksaan vitamin A.07 5 Kadar abu (gram) 16. 1= sangat tidak suka. seperangkat alat destruksi. seperangkat alat spektrofotometeruv. kloroform. HCL dan form ujiorganoleptik. pelarutmetanol.295 yang diolah dengan cara dikukus. reagen albumin.53 diperoleh dari daerah limau manis Kota Padang.410 dasar dan bahan kimia. Data yang diperoleh diuji secara statistik dengan uji anova. labu ukur aluminium. H2SO4 pekat. Bahan-bahan yang digunakan terdiri dari bahan 5 Kadar abu (gram) 6. desikator. kit 2 Protein (gram) 24. 3= kurang suka. oven listrik. Bahan dasar yang 6 Calsium (mc/gr) 172. oven. tetra butilaminhidroksit. No Kandungan nilai gizi Jumlah 1 Kharbohidrat (gram) 9. ekstrak 7 Zn (mg) 28. Digoreng blender. N2 S2 O3. karbohidrat yang paling tinggi terdapat berikut : pada perlakuan digoreng (64. aquadest.743 erlenmeyer dan kertas saring whatman.261 cawan porselen.565 Penelitian ini dilaksanakan di 3 Lemak (gram) 0.50 tingkat kesukaan dengan skala pengujian 1 sampai 5 Kadar abu (gram) 3. 3 Lemak (gram) 3. 8 Vitamin A (RE) <0. pelarut petroleum 3 Lemak (gram) 16.882 Andalas Padang.827 2.52 Performance Liquid Chromatography (HPLC).95 ikan pantau mentah. dikukus.50 Bahan kimia yang dipakaiadalah. digoreng dan 2 Protein (gram) 4. Spektrofotometer Serapan Dikukus Atom(SSA)dan High Performance Liquid No Kandungan nilai gizi jumlah Chromatography (HPLC) dan seterusnya ikan 1 Kharbohidrat (gram) 0. propanol. kromatografi. indicator metel merah. METODE PENELITIAN 2 Protein (gram) 4.243 3. timbangankasar. HASIL DAN PEMBAHASAN 6 Calsium (mc/gr) 329. No Kandungan nilai gizi jumlah asamasetat. NaOHdan N-Hexana. larutan KI jenh. timbangan No Kandungan nilai gizi jumlah analitik. digoreng dan 8 Vitamin A (RE) <0.

Liberty bekerjasama dengan Pusat argirotaenia) dapat dilihat pada table dibawah ini Antar Universitas Pangan dan Gizi UGM.59) dan nilai kesukaan yang terendah perlakuan (82. Nilai rata-rata kesukaan panelis terhadap AnalisaBahanMakanandanPertanian. Nilai rata-rata kesukaan Panelis terhadap Giardina P. Kadar berdasarkan uji statistic nilai kesukaan terhadap abu yang paling tinggi dengan perlakuan warna.17 2.56 gram) dan yang paling rendah dengan pengolahan dikeringkan (2.93ppm).77 1.2002. rendah dengan tanpa perlakuan (2.05). 1997. 15 : 291-6. B3 2. DalamDewiPermaesih. REFERENSI orang yang telah di pahami tentang pelaksanaan Dinas pertanian.91 press. Jayatilleke E. diakses 15april sebagai berikut : 2015.04 Saskia de Pee and Dary O. tekstur dan rasa dengan alternatif pada anak gizi kurang. Sudarmadji. berikutnya pengolahan dengan cara Kadar air yang paling tinggi dengan tanpa dikukus (2.295 Keterangan : B1=digoreng. KESIMPULAN (21. aroma. Ikan Pantau (Rasbora argirotaenia) Suhardi. Per Warn Aro Rasa Tekstur Rata. agak suka (2) dan cukup tinggi. Grady Rw. aroma.882 gram). tinggi pada perlakuan dikeringkan (457 RE) dan digoreng dan dikeringkan dapat lebih ketiga perlakuan lainnya rendah yaitu (<0.50 RE). Nutr.07 gram). Serum fertin kesukaan uji organoleptik Ikan ion. Shaw S.31 (2) : 92 -97. dan kadar vitamin A yang paling Proses pengolahan dengan cara dikukus. Uji Organoleptik dari perlakukan ikan adalah dengan cara digoreng.31 mc/gr) dan A nya 389.34 mc/gr).520 gram) dan yang paling digoreng mempunyai nilai kesukaan tertinggi rendah dengan tanpa perlakuan (0. karena menggunakan rentang nilai 1-5 yaitu amat suka kandungan vitamin A dan zat gizi lainnya yang (5).37 2. Dan dari uji organoleptik yang paling disukai b.548 gram) dan yang paling Dari grafik di atas diketahui bahwa rata-rata rendah dengan perlakuan dikukus (4. Jumlah panelis pada uji organoleptik yang telah dilakukan berjumlah 30 5.87 2.9 2.2005.243 gram) dan yang paling tidak menunjukkan perbedaan nyata (p<0.61 ppm) dan yang paling rendah dengan perlakuan dikukus 4. sangat suka (4). Penialian B2 2.132 : 2895S. Bambang. R. H dan a. GiziIndon 2008.47 1. Dan dengan perlakuan dikeringkan (6. LPPM STIKes Perintis Padang 186 . pengolahan yang dilakukan pada ikan pantau Ikan pantau sangat berpotensi dikembangkan seperti digoreng.04). (2. a new test. dikukus dan dikeringkan yang sebagai bahan pangan lokal makanan tambahan meliputi warna. Biochemical Indicators of Vitamin A Deficiency : Serum Retinol and Serum Retinol Binding Protein. New York : Oxford B1 3. : Herbert V. dan gram).93 2. tetapi berdasarkan Pantau (Rasboraargirotaenia) uji statistic nilai kesukaan terhadap warna. Rosman AS. 2015) sedikit lebih yang paling rendah dengan perlakuan dikukus rendah dibandingkan kandungan vitamin A ikan (160.203 gram). rasa dan tekstur secara keseluruhan dikeringkan (16. Uji organoleptik (ujihedonik) dilakukan rasa dan tekstur secara keseluruhan tidak untuk menilai daya terima panelis terhadap menunjukkan perbedaan nyata (p<0.Yog kesukaan uji organoleptik ikan pantau (Rasbora yakarta. suka (3).1 2. measures human body iron Pantau(Rasbora argirotaenia) stores un confounded by inflammation.J.9 RE (Yuniritha E. meningkatkan kandungan nilai gizi ikan pantau. terdapat pada perlakuan dikeringkan (45.164 gram).59 Status Gizi. uan Second Edition. nilai hasil uji organoleptik panelis secara Kandungan lemak yang paling tinggi dengan keseluruhan adalah pengolahan dengan cara perlakuan dikukus (18. B2=dikukus.8 2. Tabel 2. dkk. Kadar Zn yang paling tinggi pantau yaitu 457 RE. “ uji organoleptik.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 paling rendah pada perlakuan dikukus (0.97 2.S Principles of Nutritional Assesment. peternakan dan perikanan. tidak suka (1). S. Adapun hasil uji organoleptik mengenalnilaigiziikan”. Stem Cell 1997 .03 2.77 2.05). aroma. Protein yang paling tinggi pada perlakuan B3=dikeringkan dikeringkan (24. lak a ma rata Gibson. Dibandingkan dengan nilai gizi ikan bilih Kalsium yang paling tinggi terdapat pada (Mystacoleucus-padangensis) kandungan vitamin perlakuan yang dikeringkan (329.91).

Pengembangan formula sirup zink dari ekstrak ikan bilih (Mystacoleucus- padangensis) sebagai alternatif suplementasi zink organik pada anak pendek (stunted) usia 12-36 bulan.2015.31 (2) : 92 -97. GiziIndon 2008. LPPM STIKes Perintis Padang 187 . Penialian Status Gizi. Yuniritha E.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 DalamDewiPermaesih.

From the questionnaires have been collected calculated the percentage of achievement that has been implemented in accordance with the Minister of Health RI No. Keywords:Pharmaceutical service. 35 in 2014.al (2013) melakukan konsep masa kini dan masa depan pada profesi penelitian tentang persepsi pasien apotek terhadap farmasi dimulai dari penyediaan obat untuk pasien pelayanan Apotek di Kabupaten Wonosobo secara langsung dan bertanggung jawab terhadap menunjukkan sebanyak 50. Anisah.al (2004) melakukan tanpa resep yang biasa di pakai di rumah. the average of the aspects of clinical pharmacy services at 49.5% konsumen pelayanan kefarmasian.18%. wajib melayani resep Dokter. PENDAHULUAN standar pelayanan kefarmasian menunjukkan Apotek mempunyai fungsi utama dalam mutu pelayanan pada apotek komunitas Kota pelayanan obat berupa resep dan yang Kendari adalah kategori cukup. pengelolaan obat. 2013). From this research it can be concluded that the pharmacy services at private pharmacies in Bukittinggi the average of the managerial aspects of 94.al (2010) melakukan penelitian Husen. serta pelayanan obat Purwanti.Tujuan penelitian tentang evaluasi mutu pelayanan di penelitian ini untuk melihat apakah pelayanan apotek komunitas Kota Kendari berdasarkan kefarmasian di apotek swasta Bukitinggi pada LPPM STIKes Perintis Padang 188 . berhubungan dengan itu. et.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 PROFIL PELAYANAN KEFARMASIAN PADA APOTEK SWASTA DI BUKITTINGGI PADA TAHUN 2016 Widyastuti* *Akademi Farmasi Imam Bonjol widya_apt161@yahoo. 1027 keduanya bisa dijalankan secara beriringan tanpa tahun 2004. 2000). tentang evaluasi kepuasan konsumen terhadap Handayani. et. Ihsan. sekaligus sebagai tempat Purwokerto menunjukkan sudah berjalan dengan usaha yang menerapkan prinsip laba jadi baik dan sesuai dengan PerMenKes No.al (2014) melakukan apotek swasta di Kota Bukittinggi. memiliki persepsi yang baik terhadap layanan Berdasarkan hal–hal tersebut diatas apotek meskipun pelayanan kefarmasian yang penulis tertarik untuk melakukan penelitian diperoleh belum memenuhi standar farmasi mengenai profil pelayanan kefarmasian pada komunitas. 2005). Apotek penelitian tentang gambaran pelaksanaan standar adalah suatu tempat tertentu tempat dilakukan pelayanan farmasi di Apotek DKI Jakarta tahun pekerjaan kefarmasian dan penyaluran perbekalan 2003 menunjukkan apotek tidak memenuhi farmasi kepada masyarakat (Anief. et. 35. Dokter gigi dan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) dan Dokter hewan (Anief. 2011). Secara umum apotek mempunyai tentang pengaruh pelayanan kefarmasian terhadap dua fungsi yaitu memberikan layanan kesehatan kepuasan konsumen Apotek di Wilayah kepada masyarakat.Apotek standar pelayanan obat resep dan non resep. Pharmacist.39 and the overall average of 71.com Abstract The enactment of Regulation of the Minister of Health regarding the standard pharmacy services at a pharmacy in 2014 encourage research on the profile of pharmacy services at private pharmacies at Bukittinggi in 2016 to see the picture of the extent to which the regulation has been implemented as an indicator in the assessment of pharmacy services at a pharmacy.al (2009) melakukan pelayanan kefarmasian di Apotek Kota penelitian mengenai persepsi konsumen apotek Yogyakarta menunjukkan bahwa konsumen terhadap pelayanan apotek di tiga kota di apotek di Kota Yogyakarta puas terhadap Indonesia menunjukkan 74. This research is a descriptive observational research to determine the application of the standard pharmaceutical services in accordance with the Minister of Health No. Descriptive observational 1. Pelayanan kefarmasian merupakan Mulyani. et.60% pasien setuju obat yang diberikan kepada pasien untuk terhadap pelayanan kefarmasian di apotek sudah mencapai kualitas hidup pasien (Surahman & baik. 35 of 2014 on private pharmacies in Bukittinggi by way of filling out the questionnaire on private pharmacies in Bukittinggi.79% has been implemented in accordance with the Indonesian Minister of Health no. Baroroh (2014) melakukan penelitian meninggalkan satu sama lain (Bogadenta. et.

5) kefarmasian sesuai dengan PerMenKes RI Nomor 35 Tahun 2014 pada apotek–apotek swasta di Lembaran kuesioner yang telah diisi dilakukan Bukittinggi.Manfaat dimana : penelitian ini agar dapat memahami dan n = jumlah sampel minimum menerapkan pelayanan kefarmasian khususnya p = proporsi persentase kelompok populasi apotek-apotek swasta di daerah Bukittinggi dan pertama penelitian ini juga dapat dijadikan masukan guna q = proporsi persentase kelompok peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.33 33.q (Z½α / b)² Kesehatan RI No.33 33. standar.1 sampai 0.31 92.33 100% 100% 100% % % % % % % Pengendalian 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Pencatatan dan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Pelaporan Aspek Klinis Pengkajian Resep 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Dispensing 92.33 33.31 92.31 92. 35 tahun 2014. 2004): 3.33 33.31 92. Persentase Pencapaian Pelayanan Kefarmasian di Apotek Swasta Bukittinggi Parameter yang Apotek diamati A B C D E F G H I Aspek Administrasi Perencanaan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Pengadaan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Penerimaan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Penyimpanan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Pemusnahan 66.31 100% 100% 100% 100% % % % % % PIO 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Konseling 50% 50% 50% 50% 50% 50% 50% 50% 50% Home Care 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Pemantauan Terapi Obat 0 0 0 0 0 0 0 0 0 MESO 0 0 0 0 0 0 0 0 0 LPPM STIKes Perintis Padang 189 . pengolahan data dengan cara menghitung Populasi pada penelitian ini adalah seluruh apotek persentase pencapaian yang sesuai dengan yang ada di kota Bukittinggi. kedua atau proporsi sisa = 1-p Z½α = derajat koefisien konfidensi pada 2.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 tahun 2016 sesuai dengan Peraturan Menteri n = p. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. METODOLOGI PENELITIAN taraf kepercayaan tertentu (missal 95 atau 99%) Penelitian ini merupakan penelitian b = persentase perkiraan kemungkinan membuat observasional yang bersifat deskriptif untuk kekeliruan dalam menentukan ukuran sampel mengetahui penerapan standar pelayanan (berkisar 0. Sampel penelitian diambil menurut rumus (Sari.67 33.

66% apotek yang Apoteker. Dari hasil penelitian 3 apotek tidak ada yang rusak atau kadaluwarsa. Hasil ini lebih bagus dibandingkan pada profesional (Bogadenta. yang terdiri atas Sarjana Farmasi. laporan akhir bulanan/ tahunan tetapi masih ada 6 Hasil penelitian 33. faktur. buku-buku referensi. Surat Izin yang disurvei hal ini disebabkan karena tidak Praktik Apoteker disingkat SIPA adalah surat izin adanya ruangan tersendiri untuk apoteker yang diberikan kepada apoteker untuk dapat (Purwanti. obat narkotika dan psikotropika buku pembelian. lemari bisa dikembalikan kepada PBF tidak dilakukan buku. poster. sehingga tempat meningkatkan kualitas hidup dari pasien. Hasil Pemusnahan resep berguna untuk penelitian didapatkan hanya 1 apotek yang keamanan resep supaya tidak disalah gunakan. melaksanakan pekerjaan kefarmasian pada apotek Ruang arsip dibutuhkan untuk atau instalasi farmasi rumah sakit. Dari hasil penelitian hanya 44. menghitung resep dan membuat didapat menjadi 100%. Tidak dilakukannya SIKTTK karena masih dalam pengurusan. LPPM STIKes Perintis Padang 190 . dibantu oleh Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK). kefarmasiaan dalam jangka waktu tertentu. laporan dan Dalam melakukan tugasnya apoteker sebagainya yang berada di dalam apotek. Dari hasil penelitian semua atau rusak yang mengandung narkotika atau apotek telah memiliki Tenaga Teknis Kefarmasian psikotropika dan 55. et al.Tujuan Ahli Madya Farmasi. Analis Farmasi dan Tenaga dilakukan pemusnahan ini ialah untuk melindungi Menengah/ Asisten Apoteker. 51 Tahun 2009. apotek di DKI Jakarta pada tahun 2003 dimana Hasil penelitian didapatkan semua apotek apotek yang menyediakan ruang konseling telah memiliki apoteker yang memiliki SIPA.44% melaksanakan pekerjaan kefarmasian pada yang melakukan pemusnahan obat kadaluwarsa fasilitas kefarmasian.Sesuai penyerahan obat kepada pasien digunakan juga ketentuan perundang-undang yang berlaku. apoteker hanya 1. Surat Izin masyarakat dari bahaya yang disebabkan oleh KerjaTenaga Teknis Kefarmasian (SIKTTK) penggunaan obat atau perbekalan kesehatan yang adalah surat izin praktik yang diberikan kepada tidak memenuhi persyaratan mutu keamanan dan Tenaga Teknis Kefarmasian untuk dapat kemanfaatan. rusak. kini berubah menjadi pelayanan memiliki ruang konseling tersendiri karena komprehensif. ataupun kefarmasian. yang digunakan menyimpan dokumen yang berkaitan dengan untuk mendirikan sebuah apotek dan pemesanan pengelolaan sediaan farmasi. oleh apoteker untuk konseling apoteker dengan sebuah apotek harus dikelola oleh apoteker pasien. dimana masing-masing hasil penelitian semua apotek belum memiliki kecamatan yang berada di kota Bukittinggi ruang arsip karena semua arsip diletakkan didalam diwakili oleh 3 apotek. 2004). dari 54 Apotek yang ada di Bukittinggi. narkotika dan psikotropika karena obat tersebut Ruang konseling sekurang-kurangnya dapat dikembalikan kepada PBF dan yang tidak memiliki satu set meja dan kursi konseling. alat kesehatan dan obat kepada PBF. pemusnahan dengan cara yang sama. Berdasarkan rumus penentuan bahan medis habis pakai serta pelayanan sampel. Dengan telah memiliki tenaga administrasi yang bekerja kondisi seperti itu hasil penelitian lapangan yang sebagai kasir. hal tersebut Fungsi tenaga administrasi ialah membuat disebabkan oleh beberapa hal yaitu karena obat laporan realisasi data dan anggaran setiap bulan.5% (1 apotek) dari 68 apotek Menurut PP RI No.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Kegiatan pelayanan kefarmasian yang memiliki ruang konseling dan masih ada 8 apotek semula hanya berfokus pada pengelolaan obat hanya memiliki kursi dan meja yang tidak sebagai komoditi.55% apotek yang tidak tetapi sebagian dari TTK belum memiliki melakukan pemusnahan. leaflet. kadaluwarsa atau rusak mengandung narkotika membuat laporan penutupan buku dan melakukan atau psikotropika dapat dikembalikan kepada rekaptulasi buku penjualan tunai PBF. formulir catatan pengobatan pasien. mutunya sudah tidak memenuhi standar. yang bertujuan untuk fasilitas yang tidak mencukupi. Dari maka terpilih 9 Apotek. lemari penyimpanan resep. 2013). alat pemusnahan hanya saja diletakkan di gudang dan bantu konseling. tidak menyediakan obat narkotika dan dihitungberdasarkan jumlah resep dan rekaptulasi psikotropika.33% apotek sudah apotek belum memiliki tenaga administrasi karena melakukan pemusnahan obat selain narkotika dan pekerjaan administrasi masih bisa dilakukan oleh psikotropika hanya saja ada 66. Tenaga teknis kefarmasian dan Pemilik tidak melakukan pemusnahan obat selain sarana apotek. Pemusnahan obat merupakan kegiatan Tenaga Teknis Kefarmasian adalah tenaga yang penyelesaian terhadap obat-obatan yang tidak membantu apoteker dalam menjalani pekerjaan terpakai karena kadaluarsa. buku catatan konseling dan ditempat yang terpisah.

24% 2014. 66% khususnya untuk kelompok lansia dan pasien dengan pengobatan penyakit kronis lainnya. 3 apotek melakukan PIO tiap minggu. Hasil belum melakukan pendokumentasian konseling penelitian semuaapoteker apotek telah melakukan dengan meminta tanda tangan pasien sebagai bukti PIO hanya saja 5 apotek melakukan PIO satu kali bahwa pasien memahami informasi yang sehari. Pelayanan home care bertujuan untuk memonitoring terapi obat yang diberikan. 55. Hal ini lebih bagus kesehatan yang dilakuakan secara intensif dan dibandingkan pada apotek di DKI Jakarta pada berkelanjutan pada seseorang atau keluarga di tahun 2003 dimana apoteker yang hadir setiap hari tempat tinggal mereka sendiri. 1 diberikan dalam konseling karena belum adanya apotek melakukan PIO satu kali sebulan. 1 apotek melakukan konseling tiap bulan. menyediakan informasi untuk hari karena belum sanggupnya apoteker untuk membuat kebijakan-kebijakan yang berhubungan melakukan konseling tiap hari. Hasil penelitian semua apotek pelayanan informasi obat adalah menunjang telah melakukan konseling antara apoteker dengan ketersediaan dan penggunaan obat rasional. 3 apotek melakukan konseling tiap pihak lain. bersama. menyediakan dan memberikan minggu.44% yang Kegiatan pelayanan informasi obat yang melakukan pemusnahan resep. Berdasarkan hasil penelitian semua apotek pasien digunakan untuk melihat kembali riwayat belum melakukan pendokumentasian PIO karena penyakit pasien apabila ada keluhan dari pasien belum adanya membuat.55% dilakukan harus terdokumentasi dengan baik agar belum melakukan karena tidak dilakukan apa yang disampaikan kepada pasien itu jelas dan pemusnahan di apotek tersebut. tanda-tanda toksisitas dan cara maupun pihak yang memerlukan.4%. Dari hasil penelitian hanya PIO pasien dan belum adanya waktu untuk 44. komprehensif. dilakukan oleh 12. 2010). setiap hari karena belum sanggupnya apoteker Home care merupakan pelayanan untuk melakukan PIO tiap hari.Persentase Pencapaian Pelayanan care merupakan tanggung jawab apoteker untuk Kefarmasian di Apotek Swasta Bukittinggi memonitor keberhasilan terapi obat yang diberikan. 2004). masyarakat samping. apoteker yang hadir 1 kali seminggu tenaga kesehatan profesional dengan perencanaan 57. Tujuan dilakukannya Pelayanan informasi obat didefenisikan konseling adalah memberikan pemahaman yang sebagai kegiatan penyediaan dan pemberian benar mengenai obat kepada pasien/ keluarga informasi. belum tersedianya kartu atau keluarga pasien.69% 70% diharapkan juga dapat melakukan pelayanan 68% kefarmasian yang bersifat kunjungan rumah. cara dan lama penggunaan obat. Tujuan penyimpanan obat. pasien hanya saja 5 apotek melakukan konseling berorientasi kepada pasien.24%70. tenaga kesehatan masih ada apotek belum melakukan konseling tiap dan pihak lain. terkini oleh apoteker pengobatan. memudahkan untuk melihat kembali riwayat Apoteker membuat catatan pengobatan pasien. Apoteker sebagai pemberi layanan 69. tenaga kesehatan. Home care diberikan untuk mengetahui apakah pasien sudah sembuh atau belum. pasien antara lain tujuan pengobatan.24% 70.44% yang membuat catatan pengobatan pasien. et al.45%74.69%69. informasi obat kepada pasien. Menurut 76% 74% 72% Peraturan Menteri Kesehatan RI No. Home Gambar 1. tenaga kesehatan.4% dan koordinasi di atur berdasarkan perjanjian (Purwanti.55% apotek masih belum melakukannya Konseling merupakan proses untuk karena belum tersedianya kartu catatan mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah pengobatan pasien di apotek dan masih belum ada pasien yang berkaitan dengan pengambilan waktu untuk melakukanya. keputusan penggunaan obat. sedangkan 55. dan tiap hari. jadwal akurat. melakukan pendokumentasian PIO.45% 75% melihat kondisi pasien secara langsung. Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Dari hasil penelitian hanya 44. efek kepada pasien.8%. Dari penelitian yang didapatkan semua apotek belum melakukan pelayanan kefarmasian di rumah dari hasil penelitian lapangan di dapat karena masih LPPM STIKes Perintis Padang 191 . rekomendasi obat yang independen.Semua apotek dengan obat (Kurniawan  Chabib. apakah pasien patuh dalam minum obat atau tidak dan 74. 35 tahun 72% 70. apoteker yang hadir 1 kali sebulan 23. masih waktu dan belum tersedianya kartu konseling ada apoteker apotek yang belum melakukan PIO pasien.

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

belum terlaksananya kegiatan pelayanan Kota Yogyakarta, Pharmaciana, Vol. 4, No.
kefarmasian di rumah dan belum adanya waktu. 2: 135-141.
Berdasarkan penelitian semua apotek Bogadenta, A., 2013, Manajemen Pengelolaan
belum melakukan pemantauan terapi obat karena Apotek, D-Medika, Yogyakarta.
belum menemukan kasus pemantauan terapi obat Handayani, R, S, Raharni, R, Gitawati., 2009,
terhadap pasien. Pemantauan terapi obat adalah Persepsi Konsumen Apotek Terhadap
suatu proses yang mencakup kegiatan untuk Pelayanan Apotek di Tiga Kota di Indonesia,
memastikan terapi obat yang aman, efektif dan Makara Kesehatan, Vol. 13, No. 1: 22-26.
rasional bagi pasien. Tujuan pemantauan terapi Hartono., 1998, Manajemen Apotek, Depot
obat adalah meningkatkan efektivitas terapi dan Informasi Obat, Jakarta.
menimilkan resiko reaksi obat tidak diharapkan Ihsan, S, P, Rezkya, N, I, Akib., 2014, Evaluasi
(Anonim, 2011). Mutu Pelayanan di Apotek Komunitas Kota
Berdasarkan penelitian kegiatan untuk Kendari Berdasarkan Standar Pelayanan
Monitoring Efek Samping Obat (MESO) yang Kefarmasian, Jurnal Farmasi dan Ilmu
mempunyai resiko tinggi semua apotek belum Kefarmasian Indonesia, Vol. 1, No. 2: 30-35.
melakukan karena tidak cukupnya waktu yang ada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
dengan banyaknya resep yang masuk ke Apotek Nomor 1027/MENKES/SK/IX/2004,
dan belum adanya waktu. Monitoring efek tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di
samping obat merupakan kegiatan pemantauan Apotek, Jakarta.
setiap respon tubuh yang tidak dikehendaki Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
terhadap obat yang terjadi pada dosis lazim yang Nomor 1332/MENKES/SK/X/2002, tentang
digunakan pada manusia untuk tujuan profilaksis, Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin
diagnosis dan terapi (Anonim, 2011). Apotek,Jakarta.
Kurniawan, D, W & L,Chabib., 2010, Pelayanan
4. KESIMPULAN Informasi Obat Teori dan Praktik, Graha
Dari penelitian yang dilakukan pada apotek- Ilmu, Yogyakarta.
apotek swasta di Bukittinggi dalam Mulyani, Y, M, H, Hasanmihardja, A, Siswanto.,
pelaksanaan pelayanan kefarmasian sesuai 2013, Persepsi Pasien Apotek Terhadap
dengan PerMenKes RI No. 35 tahun 2014 Pelayanan Apotek di Kabupaten Wonosobo,
dapat disimpulkan: Pharmacy, Vol. 10, No. 01: 55-59.
1. Pencapaian rata-rata dari aspek manajerial Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
sebesar 94,18% Nomor 35 Tahun 2014, tentang Standar
2. Pencapaian rata-rata dari pelayanan Pelayanan Kefarmasian di Apotek,Jakarta.
farmasi klinis sebesar 49,39% Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
3. Pencapaian rata-rata keseluruhan sebesar 51 Tahun 2009, tentang Pekerjaan
71,79% Kefarmasian, Jakarta.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
5. REFERENSI 25 Tahun 1980, tentang Apotek,Jakarta.
Purwanti, A, Harianto, S, Supardi., 2004,
Anief, M., 2000, Prinsip dan Dasar Gambaran Pelaksanaan Standar Pelayanan
ManajemenPemasaran Umum dan Farmasi, Farmasi di Apotek DKI Jakarta Tahun 2003,
Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. 1, No. 2:
Anief, M., 2005, Manajemen Farmasi,Gadjah 102-115.
Mada University Press, Yogyakarta. Sari, I, P., 2004, Penelitian Farmasi Komunitas
Anisah, Z, M, Hasanmihardja, D, Setiawan., 2010, dan Klinik, Gadjah Mada University Press,
Pengaruh Pelayanan Kefarmasian Terhadap Yogyakarta.
Kepuasan Konsumen Apotek di Wilayah Surahman, E, M & Ike R. Husen., 2011, Konsep
Purwokerto, Pharmacy, Vol. 07, No. 01: 46- Dasar Pelayanan Kefarmasian Berbasiskan
57. Pharmaceutical Care, Widya Padjadjaran,
Anonim., 2011, Pedoman Cara Pelayanan Bandung.
Kefarmasian yang Baik, Dirjen Binfar Syamsuni, A., 2005, Ilmu Resep, Buku
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Kedokteran EGC, Jakarta.
Jakarta. Umar, M., 2004, Manajemen Apotek Praktis, CV.
Baroroh, F., 2014, Evaluasi Kepuasan Konsumen Ar-rahman, Jakarta.
Terhadap Pelayanan Kefarmasian di Apotek

LPPM STIKes Perintis Padang 192

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

Undang–undang Republik Indonesia Nomor 36
Tahun 2009, tentang Kesehatan, Jakarta

LPPM STIKes Perintis Padang 193

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

HUBUNGAN PERILAKU DAN INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN GANGGUAN
PENDENGARAN PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI PT. JAYA SENTRIKON
INDONESIA KECAMATAN LEMBAH ANAI TAHUN 2016

Fitria Fatma, SKM, M.Kes1, Wulan Septia Hanum2
¹´² Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, STIKes Fort De Kock Bukittinggi
email fitriafatma1986@gmail.com¹
email ria_8684@yahoo.co.id ²

Abstract
Hearing impairment is a diminished disease or loss of auditory function subjected to one or
both ears. Hearing impairment is divided into two types, temporary and permanent. Based on the results
of a national survey of the health of the senses of vision and hearing with samples of 19,375 in 7
provinces (West Sumatra, South Sumatra, Central Java, East Java, NTB, South Sulawesi, and North
Sulawesi) in 2010, the prevalence of deafness is approximately 0.4% and hearing loss is about 16.8%.
The purpose of this research is to know the relationship of knowledge, working period, attitude, intensity
of the noise with the hearing impairment toward workers in the production part of PT Sentrikon Jaya
Indonesia Batang Anai Regency Padang- Pariaman2016.
The research is descriptive analytic research with cross sectional approach using collection of
independent variables and dependent variable which were done simultaneously. The sampling technique
used was total sampling with 35 people. Research was conducted mid month July 2016 at the production
of PT Sentrikon JayaIndonesia. The data collected was then analyzed in univariate and bivariat using
Chi-Square test.
The results showed there is relationship between the working masses with hearing impairment
(p= 0.002) the noise intensity (p= 0.002) and there is no relationship of knowledge with hearing
impairment (p= 0.960) and there is no relationship with attitude with hearing impairment (p= 0,708).
The working masses and the intensity of the noise relate to hearing impairment in the production
section of PT Jaya Indonesia Sentrikon 2016. It is recommended to the company to give a reprimand
or punishment to the workers who do not abide by the rules that have been applied by the company and
expected the company to transfer workers to other parts to reduce hearing impainment. To all workers
are expected to really understand and apply it in the workplace so as to avoid accidents and
occupational diseases.

Key words : Hearing impairment
References :22 (2007-2014)

1. PENDAHULUAN mereka dan dapat menyebabkan kecelakaan.
LatarBelakang Kebisingan dapat menyebabkan masalah pada
Peningkatan industri tidak terlepas dari pendengaran seperti hilangya pendengaran. Jika
peningkatan teknologi modern. Seiring dengan terpapar kebisingan melebihi batas yang
adanya mekanisasi dalam dunia industri yang dianjurkan dapat menyebabkan kehilangan
menggunakan teknologi yang tinggi, diharapkan pendengaran permanen (Anizar, 2009, p.154).
industri dapat berproduksi secara maksimal Gangguan pendengaran adalah suatu
sehingga dapat meningkatkan laju pertumbuhan penyakit berkurang atau hilangnya fungsi
ekonomi yang akhirnya dapat meningkatkan pendengaran disalah satu atau kedua telinga.
kesejahteraan rakyat. Pemilihan teknologi dalam Gangguan pendengaran dibagi menjadi dua
bidang produksi dimaksudkan untuk macam yaitu gangguan pendengaran yang bersifat
menggantikan posisi manusia dari aktor utama sementara dan tetap. Gangguan pendengaran yang
kegiatan produksi menjadi pengendali kegiatan bersifat sementara diakibatkan oleh pajanan
produksi (Anizar, 2009, p.153) kebisingan dengan intensitas tinggi dan waktu
Wilayah industri modern dapat yang singkat. Sedangkan gangguan pendengaran
menimbulkan kebisingan. Kebisingan dapat yang bersifat menetap diakibatkan oleh pajanan
menyebabkan dua masalah pada keselamatan dan kebisingan dengan waktu yang lama.
kesehatan kerja. Kebisingan dapat menarik Nilai ambang batas kebisingan (NAB)
perhatian pekerja dan menganggu konsentrasi berdasarkan waktu yang telah ditetapkan yaitu 1

LPPM STIKes Perintis Padang 194

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

sampai 8 jam perhari untuk intensitas kebisingan bekerja pada PT. Jaya Sentrikon Indonesia
antara 85 dB. Pada satuan menit, waktu yag telah sebanyak 202 orang. Pada bagian produksi terdiri
ditetapkan adalah 0,94 sampai sampai 30 menit dari beberapa proses produksi yaitu yang dimulai
perhari untuk intensitas kebisingan antara 97 dB dari proses cutting, hadding, forming, bagian
sampai 112 dB. Sedangkan dalam satuan detik, setting, placing, spinning, tension, remoulding,
waktu yang telah ditetapkan adalah 0,11 sampai dan batching plant, pada salah satu proses
28,12 detik perhari untuk intensitas kebisingan produksi di bagian spinning telah menggunakan
antara 115 dB sampai 130 dB mesin-mesin untuk melakukan proses pemadatan
(PER/13/MEN/X/2011). Nilai ambang batas tiang pancang beton dan tiang listrik yang
berdasarkan tempat yang telah diizinkan antara menimbulkan suara yang keras. Dari survei awal
lain 55 dB di kawasan terbuka hijau, rumah sakit, didapatkan pengukuran intensitas kebisingan pada
pemukiman, sekolah dan tempat ibadah. bagian Spinning yaitu 97,31dB.Tampak jelas dari
Sedangkan untuk perkantoran kawasan industri , hasil pengukuran yang telah dilakukan dapat
stasiun, pasar dan fasilitas umum lainnya antara 60 diketahui bahwa intensitas kebisingan pada bagian
– 70 dB (KEP-48/MENLH/11/1996). spinning telah melebihi nilai ambang batas (NAB)
Menurut Keputusan Menteri Tenaga Kerja yang telah ditetapkan, yaitu 85 dB untuk 8 jam
Nomor KEP-51/MEN/1999 Tentang Nilai kerja.
Ambang Batas Faktor Fisika di tempat kerja Pada survei awal dilakukan juga
bahwa intensitas kebisingan 85 dB selama 8 jam pemeriksaan pendengaran menggunakan garpu
kerja dalam sehari, selain itu, ada tenaga kerja tala pada 10 orang pekerja bagian produksi PT.
yang meraskan keluhan seperti terdengar suara Jaya Sentrikon Indonesia, sebanyak 7 orang yang
nyaring/berdenging di telinga setelah mengalami gangguan pendengaran.PT.Jaya
meninggalkan lingkungan kerja yang bising, sukar Sentrikon Indonesia telah menyediakan alat
mendengar/menangkap pembicaraan di pelindung telinga (APT) untuk melindungi telinga
lingkungan kerja yang bising. Alat pelindung pekerja dari paparan bising, sedangkan tenaga
telinga yang diberikan oleh perusahaan berupa kerja tidak mau memakai Alat pelindung telinga
sumbat atau tutup telinga yang dapat mengurangi (APT) yang telah disediakan oleh perusahaan
intensitas kebisingan sekitar 10 – 25 dB. dengan kondisi demikian akan membuat tenaga
Salah satu faktor pencemar fisik yang kerja pada bagian Spinning akan mengalami
menjadi masalah Berdasarkan Peraturan Mentri penurunan gangguan pendengaran dan terpapar
Tenaga Kerja dan Transmigrasi secara terus – menerus melebihi jam kerja yang
No.PER13/MEN/X/2011 tentang Nilai Ambang telah ditetapkan.
Batas Faktor Fisika dan Faktor Kimia di Tempat
Kerja, ditetapkan sebesar 85 dBA. Nilai Ambang 2. METODE PENELITIAN
Batas adalah standar factor tempat kerja yang Penelitian ini merupakan penelitian
dapat diterima tenaga kerja tanpa mengakibatkan deskriptif analitik yang menggunakan desain
penyakit atau gangguan kesehatan dalam cross sectional study yaitu mengumpulkan data
pekerjaan sehari–hari untuk waktu tidak melebihi untuk menemukan Hubugan pengetahuan, massa
8 jam sehari atau 40 jam seminggu. kerja, sikap dan intensitas kebisingan pekerja
PT. Jaya Sentrikon Indonesia adalah salah dengan terhadap gangguan pendengaran pada
satu IndustriNasional yang didirikan pada tahun pekerja bagian produksi PT. Jaya Sentrikon
1985 dalam rangka penanaman modal dalam Indonesia Di Jalan Bypass Kecamatan Batang
Negri (PDMN). PT. Jaya Sentrikon Indonesia Anai Kabupaten Padang – Pariaman Tahun 2016.
merupakan perusahaan yang memproduksi tiang Populasi pada penelitian ini adalah semua
pancang beton pra-tekan bagi proyek–proyek pekerja di PT. Jaya Sentrikon Indonesia yaitu
jembatan, pelabuhan maupun pembangunan sebanyak 202 orang yang terdiri dari bagian
gedung bertingkat, antara lain proyek Pertamina produksi, mentener, personalia dan umum, bagian
termina BBM di Bungus, Teluk Kabung Padang, labor dan quality control, sub kontraktor serta
Hotel Sedona Bumi Minang, Pembangunan pemasaran.
Tangki Timbun di Teluk Bayur, Pembangunan Sampel penelitian dengan tekhnik pengambilan
Dermaga Peti Kemas Teluk Bayur, Jembatan sampel secaratotal sampling yaitu semua tenaga
Sitti Nurbaya dan lain – lain. kerja yang bekerja di bagian produksi yaitu
Berdasarkan survey awal yang dilakukan sebanyak 35 orang di PT. Jaya Sentrikon
pada PT. Jaya Sentrikon Indonesia Kabupaten Indonesia Tahun 2016.
Padang – Pariaman Jumlahtenagakerja yang

LPPM STIKes Perintis Padang 195

960maka dapat disimpulkan bahwa tidak gangguan pendengaran. pendidikan yang diberikan oleh sikap dan tindakan yang baik.002 (2.8 6 22.708 0. menguraikan Menurut asumsi peneliti didapatkan lebih cara pencegahan kecelakaan dan penggunaan alat dari separuh pekerja memiliki pengetahuan yang pelindung diri saat bekerja dan lain-lainya tinggi dan banyak mengalami gangguan misalnya faktor bahaya dari lingkungan seperti pendengaran ini disebabkan karena responden kebisingan.77.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 3. Kanagarian Kasang.500 0.3 15 100 0.7 8 33. Bentuk pelatihan tentang peluang 1. Setelah dilakukanuji statistik diperoleh kebisingan yang dapat mencengah terjadinya nilai p=0.333 Tinggi 12 60 8 40 20 100 (0.5 5 45. Kecamatan Batang Anai.600 Positif 16 66.330-5.2 27 100 24. pengetahuan dan menerapkannya dalam bentuk pelatihan. identifikasi yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi.198/1/PMDN/1985 di Jalan By Pass.0%) dibadingkan dengan yang jenis alat pelindung telinga serta fungsi alat berpengetahuan rendah sebanyak 10 pekerja pelindung telinga dalam menurunkan intensitas (66. terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat Pengetahuan pekerja dapat ditingkatkan pengetahuan dengan gangguan pendengaran.581) Massa Kerja Lama 21 77.318) Intensitas Kebisingan 14. Dari dengan caramemberikan pelatihan kepada hasil analisis selanjutnya diperoleh nilai OR= karyawan dan lebih menekankan lagi tentang 1.393) Sikap Negatif 6 54. dampak kebisingan dan penggunaan yang memiliki pengetahuan tinggi tidak menjamin alat pelindung telinga. jenis- (60.96 1.6 4 17.002 (2. faktor penyebab kecelakaan kerja. tidak memiliki tingkat pengetahuan tinggi yaitu 12 mengetahui tentang gangguan pendengaran.250 Diatas NAB 19 82.139.619.540) Dibawah NAB 3 25 9 75 12 100 Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa akibat kerja salah satunya gangguan pendengaran persentase dari 35 responden yang mengalami dan keselamatan kesehatan.5 7 87.5 11 100 0. HASIL DAN PEMBAHASAN penanaman modal dalam negeri (PMDN) dengan PT.7 5 33. Sumatera Barat adalah perusahaan Nasional yang didirikan pada tahun 1985 dalam rangka Gangguan Pendengaran Tidak Mengalami OR Mengalami Total Variabel Gangguan CI 95% ) ρ Value Gangguan Pendengaran Pendengaran n % n % n % Pengetahuan Rendah 10 66.3 24 100 (0. Kabupaten Padang Pariaman.7%). perusahaan kepada pekerja tentang penyakit LPPM STIKes Perintis Padang 196 .333 yang dapat diartikan bahwa responden yang keselamatan dan kesehatan kerja kepada pekerja memiliki tingkat pengetahuan rendah mempunyai pada saat bekerja.4 23 100 0.Selain memberikan tidak mengalami gangguan pendengaran hal ini pelatihan diharapkan adanya keinginan dari dalam disebabkan karena responden tidak melakukan diri pekerja untuk dapat merespon positif atau mengaplikasikan di lapangan informasi. JAYA SENTRIKON INDONESIA berlokasi surat keputusan BKPM NO. sedangkan responden gangguan pendengaran pada pekerja yang yang tingkat pengetahuannya rendah.33 kali untuk mengalami gangguan kesehatan dan keselamatan yang membahas pendengaran dibandingkan dengan responden tentang pengertian dan tujuan K3.2.5 8 100 240.498- Baru 1 12.

setelah terpapar terhadap tenaga kerja yang tidak menggunakan bising 85 .250 yang dapat diartikan persentase yang mengalami gangguan bahwa responden yang bekerja pada daerah yang pendengaran pada responden yang memiliki sikap intensitas kebisingan yang tidak memenuhi syarat tidak baik yaitu 6 (54.Dari hasil analisis selanjutnya Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa diperoleh nilai OR= 14. responden yang pada indera-indera pendengaran yang memiliki sikap yang baik karena didorong oleh menyebabkan ketulianapabila kontak LPPM STIKes Perintis Padang 197 . diperoleh nilai p= 0. pekerja bagian maksud positif dari pemberian sangsi dan teguran produksi rata-rata memiliki massa kerja yang lama akan dapat merubah sikap pekerja menjadi positif yaitu besar sama dari 5 tahun dimana semakin dengan itu pekerja dapat melakukan tindakan yang lama seseorang bekerja maka memiliki nyata untuk pencengahan terjadinya gangguan kemungkinan mengalami gangguan pendnegaran pendengaran.500 yang dapat diartikan tanpa pengawasan tidak akan mecapai tujuan dan bahwa responden yang memiliki massa kerja lama rencana. setuju bahwa dengan memakai alat pelindung Menurut asumsi peneliti massa kerja telinga merupakan cerminan tenaga kerja yang merupakan salah satu faktor yang berpengaruh baik. dibandingkan dnegan pekerja yang memiliki masa Diharapkan kepada perusahaan melakukan kerja kecil dari 5 tahun.5%).708 maka dapat disimpulkan Menurut Suma’murdanWardhanadalam Sri bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan Indah KusumaNingrum.5%) yang mengalami gangguan pendengaran.002 maka dapat gangguan pendengaran hal ini disebabkan disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kurangya kesadaran. pendengaran. dibandingkan dengan keselamatan kerja.2 kali mengalami yang memiliki sikap baik yaitu 16 (66. persentase yang mengalami gangguan Perusahaan seharusnya melakukan pendengaran pada responden yang bekerja pada pemeriksaan kesehatan berkala kepada pekerja daerah dengan intensitas kebisingan yang diatas yang bekerja pada bagian produksi.6%) hubungan antara massa kerja dengan gangguan dibandingkan dengan responden yang bekerja pendengaran yag dialami pekerja seharusnya pada daerah dengan intensitas kebisingan yang mendapat perhatian dari perusahaan tempat dibawah nilai ambang batas (NAB) sebanyak 3 bekerja. Hal ini sesuai dengan teori pengwasan. serta sikap pekerja yang baik responden yang memiliki massa kerja baru yaitu terhadap penggunaan APT untuk pencengahan kecil dari 5 tahun (12.0%) mengalami gangguan pendengaran. kurang lebih 8 jam perhari akanterjadi kerusakan Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa organ pendengaran. Setelah dilakukanuji mereka yang baik tidak menjamin terhindar dari statistik diperoleh nilai p= 0. karena pengaplikasikan diperoleh nilai OR= 24.90 dB secara terus menerus selama alat pelindung telinga (APT) dalam bekerja. teguran bahkan pemberian sangsi sekitar 3 . namun dengan sikap gangguan pendengaran.8%). Sedangkan untuk tenaga kerja yang besar sama dari 5 tahun mempunyai peluang 24. Hasil mengalami gangguan pendengaran seharusnya uji statistik diperoleh nilai p= 0.002 maka dapat mendapat perlindungan dari perusahaan misalnya disimpulkan bahwa Ho ditolak yang menyatakan dengan memindahkan pekerja tersebut ke bagian bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lainsesuai dengan kemampuan pekerja atau intensitas kebisingan dengan gangguan dengan mengurangi jam kerja pekerja. Adanya nilai ambang batas (NAB) yaitu 19 (82. padahal dengan pekerja dapat memahami terhadap gangguan pendengaran. Pekerja yang telah lama bekerja dan (25.pengaruh utama antara sikap dengan gangguan pendengaran. sedangkan responden mempunyai peluang 14.5 memiliki sikap yang tidak baik mereka kurang kali untuk mengalami gangguan pendengaran setuju dengan pemberian sangsi oleh perusahaan dibandingkan dengan massa kerja baru kecil dari serta teguran oleh mandor dan pekerja juga kurang 5 tahun. tindakan pekerja dalam signifikan antara massa kerja dengan gangguan mengaplikasi sikap yang baik disertai dengan pendengaran.5 tahun masakerja.Dari hasil analisis selanjutnya pengawasan yang baik. kebisingan terhadap kesehatan adalah kerusakan Menurut asumsi peneliti.7%) yang gangguan pendengaran dibandingkan dengan mengalami gangguan pendengaran.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa kesadaran pekerja yang mau menerima informasi persentase yang mengalami gangguan yang telah diberikan oleh perusahaan serta di pendengaran pada responden yang memiliki dukung dari perusahaan dengan cara memberikan massa kerja lama yaitu besar sama dari 5 informasi kepada pekerja mengenai kesehatan dan tahunyaitu 21 (77. Setelah responden yang bekerja pada daerah yang dilakukan uji statistik dengan Chi-Square intensitas kebisingan yang memenuhi syarat.

sehingga sebagian besar tidur. 2010. sebagian besar responden bekerja pada intensitas Sikap yang baik karena didorong oleh kebisingan yang di atas NAB yang dapat kesadaran pekerja yang mau menerima informasi mengakibatkan terjadinya gangguan pendengaran yang telah diberikan oleh perusahaan serta di pada pekerja. sedangkan responden yang tingkat Menurut asumsi peneliti.nih. DAFTAR PUSTAKA Muff atau Ear Plugagar dapat mengurang 20-30 dB intensitas kebisingan serta tidak menjadi Al-Dosky.gov/pubmed/16 performansi dan produktivitas kerja meningkat 823764. Kerja di Industri. menyebabkan terjadinya gangguan pendengaran. Yogyakarta : Graha Ilmu 4. Diharapkan pekerja memakai alat pelindung telinga sewaktu bekerja seperti Ear 5. 2015. dengan memindahkan pekerja tersebut ke bagian Selainitukebisinganjugadapatmengganggukonsen lainsesuai dengan kemampuan pekerja atau trasi. Pengetahuan yang tinggi dan banyak Gangguan pendengaran akibat bising (noise mengalami gangguan pendengaran ini disebabkan induced hearing loss/NHL) ialah gangguan karena responden yang memiliki pengetahuan pendengaran yang disebabkan akibat terpajan oleh tinggi tidak menjamin tidak mengalami gangguan bising yang cukup keras dalam jangka waktu yang pendengaran hal ini disebabkan karena responden cukup lama dan biasanya disebakan oleh bising tidak melakukan atau mengaplikasikan di lingkungan kerja.ncbi. dan adanya pengawasan yang dilakukan Anizar. tekanan darah tinggi. Tinjauan Hubungan Tingkat Adanya hubungan antara massa kerja dan Kebisingan dan Keluhan Subjektif intensitas kebisingan dengan gangguan (Audiotory) Pada Operator Bagian Derso pendengaran yag dialami pekerja seharusnya Bekasi. Universitas Sebelas Maret. secara nyaman. 2009. telinga dalam. kesulitan bagian produksi. tegang dan yang di atas nilai ambang batas (NAB) pada stress yang diikuti dengan sakit maag. Pekerja yang telah lama bekerja dan dapatmengganggukesehatanjiwaseseoranghingga mengalami gangguan pendengaran seharusnya akhirnyamenurunkankesehatanfisik. bising ini memiliki diberikan oleh perusahaan kepada pekerja tentang intensitas 85 desibel (dB) atau lebih sehingga penyakit akibat kerja salah satunya gangguan dapat menyebabkan kerusakan reseptor Corti pada pendengaran dan keselamatan kesehatan. bahkan penurunan gangguan pendengaran pada pekerja. Intensitas kebisingan yang tidak Untuk beberapa orang yang rentan dikehendaki yang berasal dari alat-alat proses kebisingan dapat menyebabkan rasa pusing. gangguan stress yang bekerja. jenis-jenis alat pelindung alat-alat proses produksi yang menghasilkan telinga serta fungsi alat pelindung telinga dalam intensitas kebisingan yang di atas nilai ambang menurunkan intensitas kebisingan yang dapat batas (NAB) pada bagian produksi. pendidikan yang bunyi yang tidak diinginkan. secara umum bising adalah lapangan informasi. efisien sehingga http://www. Pemaparan bising yang berlebihan dapat responden bekerja pada intensitas kebisingan yang menurunkan gairah kerja danmenyebabkan di atas NAB yang dapat mengakibatkan terjadinya meningkatnya absensi. produktivitas. dayaingatdanmenyebabkankelelahanpsikologis.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 terjadidalamwaktu lama. produksi yang menghasilkan intensitas kebisingan kantuk. efektif. pelatihan. kebisingan adalah pengetahuannya rendah. Noise Lavel And sumber bahaya bagi pekerja. KESIMPULAN Bintang. diakses tanggal 21 Januari 2016. serta sikap pekerja yang baik bahwa intensitas kebisingan diatas NAB > 85 dBA terhadap penggunaan APT untuk pencengahan dengan lama paparan lebih dari 8 jam akan gangguan pendengaran.M. dengan mengurangi jam kerja pekerja. Jurnal mendapat perhatian dari perusahaan tempat Diakses tanggal 5 Maret 2016 LPPM STIKes Perintis Padang 198 . adanya suatu Annoyance Of Industrial Factories In manajemen yang baik agar pekerjadapat bekerja Duho City.nlm. Sesuai juga dengan teori diatas keselamatan kerja. intensitas kebisingan merupakan dukung dari perusahaan dengan cara memberikan faktor yang berpengaruh dalam gangguan informasi kepada pekerja mengenai kesehatan dan pendengaran. tidak mengetahui tentang bunyi yang tidak dikehendaki yang berasal dari gangguan pendengaran. sakit. Berivan H. gangguan mendapat perlindungan dari perusahaan misalnya komunikasidan gangguan tidur. Teknik Keselamatan dan Kesehatan perusahaan terhadap pemakaian APT. sehingga mencengah terjadinya gangguan pendengaran.

Sugeng. Jurnal. Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja Notoatmodjo.Pelajaran Ringkas Telinga. Diakses tanggal 16 Februari 2016 LPPM STIKes Perintis Padang 199 . Suma’mur. Salim.id/download/ft/0700279. Iw.2012. 2003. Tahun 2012 R. J. Jakarta: PT. Soekidjo. 2012. Jakarta : Rineka Cipta P. 2007. 2010. 2013.Hygiene Perusahaan Dan Kesehatan Kerja (Hyperkes). Metodologi Penelitian Kesehatan.Kesehatan Fisik (Physical Diagnosis). Mitha Erlisya. Buku Saku Kesehatan Kerja Cetakan ke 3. Jurnal Diakses tanggal 5 Maret 2016. Emil. Adams Diagnosis Tribowo. 2014. 2002. Jakarta : Rineka Cipta Notoatmodjo.Pengukuran Fungsi Pendengaran. 13/MEN/X/2011. Yogyakarta : Buku Kedokteran Nuha Medika. Burnside – McGlynn. Kebisingan Industri dan Hearing Soepardi. Jakarta : Buku Kedokteran Heryati.M. Yogyakarta : Pustaka BaruPress Jakarta. Universitas Hassanuddin Makassar. Jakarta: Buku Kedokteran Harrington. Factor Fisik di Lingkungan Kerja.Siegler dkk. 2013. Utami.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Buchari. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan.Available at Kesehatan Telinga Hidung library. Buku Ajar Ilmu Conversation Program. Sagung Seto Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Per.usu. Promosi Kesehatan Teori & Aplikasi. Nurbaiti. 2011. Syamsiar S. 2015. Soekidjo. Rineka Cipta Notoatmodjo. dkk. Gramedia S.Pracy. Jakarta : PT. Soekidjo. dan Tenggorokan. Euis. Lampiran I Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Per. Hubungan Kebisingan dengan Gangguan Pendengaran Pada Pekerja di Unit Produksi Paving Block CV.ac. Jakarta : CV. Hidung. Tenggorokan Kepala & Leher. F. 1983. Hisman. Panduan Praktis Keselamatan Kedokteran Universitas Indonesia dan Kesehatan Kerja Untuk Industri. 2010. 2001. Diakses tanggal 21 Januari 2016 Jurusan Spesialis THT Fakultas Buntarto. Jakarta : Lingkungan dan K3. 2013. Sumber Galian Makassar.K.S. Gill. Hubungan Tingkat Pemaparan Kebisingan dengan Gangguan Pendengaran Pada Pengemudi Becak Mesin Di Kota Pematang Siantar. 2007.J. 13/MEN/X/2011.

Emisi LPPM STIKes Perintis Padang 200 . larutan standar Pb (0. Metode yang efek khusus pada makhluk hidup. torniquet. while the number of levels of Lead ( Pb) is the highest found in the blood of a truck driver who has worked for 12 years with the sample code 3. Each sample was analyzed by AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Lead metal levels in the blood does not exceed the maximum threshold that is equal to 25mg / dl Keywords: Analysis of levels of lead (Pb). spuit.INDARUNG TAHUN 2016 Marisa Dosen D. Therefore. (Palar. corong. Results of the study was the amount of lead (Pb) found in the blood samples with varying levels. racun yang akan meracuni tubuh makhluk hidup. 5 mL. kadmium (Cd). mempunyai berat jenis atau densitas lebih dari 5 Tujuan Penelitian adalah Untuk g/cm3. populasi adalah semua sopir truk di jalan raya Timah hitam atau Pb yang ada dalam Padang . especially by lead (Pb). this study uses the experimental method with croosectional approach. Juni 2016 di Kopertis Wilayah X. dan khrom (Cr) Dalam penelitian ini yang menjadi (Palar. terutama sekali bersumber dari acak. Padang sebanyak 10 orang yang diambil spesimen Melalui buangan mesin kendaraan tersebut. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Sebagai contoh adalah logam air raksa (Hg). timah hitam (Pb). 1) polusi udara yang mengandung Pb yang berasal ppm.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 PENENTUAN KADAR TIMBAL (Pb) DALAM DARAH PADA SOPIR TRUK DI JALAN RAYA PADANG . 1. Logam ini Sampel dalam penelitian ini adalah darah merupakan sisa-sisa pembakaran yang terjadi sopir truk di jalan Raya Padang Indarung Kota anatara bahan bakar dengan mesin kendaraan. Perbedaannya terletak dari pengaruh yang dihasilkan bila logam berat ini 2. tumbuhan yang ada disepanjang jalan botol darah.2008). eksperimental di laboratorium. logam-logam lain.. Bahan yang digunakan adalah sampel Tingginya kadar timbal (Pb) pada sopir darah vena. kertas unsur-unsur lain. sedangkan sebagian lainnya saring.4.METODE PENELITIAN berikatan atau masuk ke dalam tubuh organisme Jenis penelitian ini merupakan penelitian hidup.8. unsur darah venanya. beaker glass. Logam berat biasanya menimbulkan efek. The amount of the lowest levels found in blood Pb truck driver who had worked for 5 years with a code sample 1. Larutan HNO3.Indarung kota Padang yang dipilih secara tatanan udara.co.2. labu destruksi. but has not exceeded the threshold value . kapas. pipet takar akan menempel dan diserap oleh daun tumbuh . HCL (Hallow Cathode Lamp).2008). 5-10 years and those with work experience ranging from 10-15 years. Truckers. 0. Pb terlepas ke udara. they are very vulnerable to the negative effects of of lead (Pb) which can attack the nervous system. truk disebabkan terjadi kontak langsung dengan aquadest. 0. Dapat dikatakan dipilih adalah random sampling dengan bahwa semua logam berat dapat menjadi bahan menggunakan alat AAS dalam pemeriksaannya. 0. kompor destruksi. PENDAHULUAN tersebut merupakan hasil samping dari pembakaran yang terjadi dalam mesin-mesin Logam berat adalah unsur logam yang kendaraan. Logam berat masih termasuk golongan mengetahui kadar Pb pada sopir truk di Jalan Raya logam dengan kriteria-kriteria yang sama dengan Padang-Indarung tahun 2016.6.. dari buangan gas kendaraan bermotor.id Abstract The truck driver working in the street everyday gain immediate exposure to air pollution. Sebagian diantaranya akan Alat yang digunakan:AAS Shimadzu AA- membentuk partikulat di udara bebas dengan 6300 PC. alkohol 70%. labu ukur 5 mL. buangan (asap) kendaraan bermotor.III Teknologi Laboratorium Medik STIKes Perintis Padang Email: Marisaazzhila@yahoo. The object of research is the blood of a truck driver in Jalan Raya Padang Indarung taken as many as 10 samples were taken based on work experience ranging from <5 years.

beri label dan ukur dengan AAS. Berdasarkan Tabel 1. masukkan 4 51 – 60 1 10% kedalam botol. Ditambahkan 5 ml aquadest dan ditambahkan 5 ml 3 41 – 50 3 30% HNO3 pekat. Distribusi responden berdasarkan umur Jumlah 10 100% No Umur Jumlah Persentase 1 21 – 30 2 20% LPPM STIKes Perintis Padang 201 .9 μg/dl 3 11 – 15 Tahun 2 20% 8 Sampel 8 7. Distribusi responden berdasarkan masa 4 Sampel 4 9.3 μg/dl 2 5 .0 μg/dl Kadar Timbal (Pb) dalam Darah Berdasarkan hasil uji laboratorium kadar timbal (Pb) dalam darah yang telah dilakukan pada sopir Jumlah 76.3 μg/dl Distribusi responden berdasarkan masa kerja Berdasarkan hasil kuisoner dan wawancara yang 2 Sampel 2 7. Umur responden dihitung darah sopir truk di jalan raya Padang .8 μg/dl No Masa Kerja Jumlah persentase 1 < 5 Tahun 3 30% 6 Sampel 6 10. 1 Sampel 1 3.8 μg/dl berikut: Tabel 3.1 μg/dl kerja 5 Sampel 5 3.1 μg/dl Jumlah 10 100% 9 Sampel 9 6.25 Tabel 2.10 Tahun 5 50% 7 Sampel 7 7.39 telah dilakukan pada sopir truk diperoleh data responden berdasarkan umur sebagai berikut: 2 > 7 μg/dl 7 70% 6. kadar timbal dalam darah sopir truk tabel diketahui bahwa sebagian besar responden No Kode Sampel Hasil Satuan berada pada kelompok umur 31-40 tahun yaitu berjumlah 4 orang dengan persentase 40%.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Prosedur Pemeriksaan yaitu Pipet 5 ml sampel whole blood dan masukkan kedalam labu 2 31 – 40 4 40% destruksi yang beralaskan beaker glass. Dinginkan. Umur yang dimaksud merupakan lama hidup Setelah dilakukan pengujian terhadap 10 sampel responden sopir truk. Destruksi hingga jernih dan tepatnya mencapai volume ± 5 ml.Indarung sejak responden lahir sampai penelitian ini didapatkan hasil sebagai berikut: dilakukan dalam satuan tahunan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kadar Timbal (Pb) dalam Darah Sopir Truk.3 μg/dl telah dilakukan pada sopir truk diperoleh data responden berdasarkan masa kerja sebagai 3 Sampel 3 11.9 μg/dl 10 Sampel 10 9.64 μg/dl Kadar Timbal (Pb) dalam No darah Jumlah Persentase Persentase Distribusi responden berdasarkan umur Berdasarkan hasil kuisoner dan wawancara yang 1 ≤ 7 μg/dl 3 30% 1. Jumlah 10 100% 3.4 μg/dl truk diporoleh hasil sebagai berikut: Rata-rata Rata – rata 7.

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

Kadar timbal (Pb) darah yang dimaksud 5. Sistem kardiovaskuler; dimana timbal bisa
adalah adanya akumulasi unsur timbal (Pb) dalam menyebabkan peningkatan permiabilitas
tubuh responden sopir truk yang dibuktikan pembuluh darah.
dengan uji laboratorium kadar timbal (Pb) dengan 6. Sistem reproduksi; berpengaruh terutama
spesimen darah responden dalam satuan μg/dl. Uji terhadap gametoksisitas atau janin belum lahir
laboratorium sampel darah dilakukan dengan menjadi peka terhadap timbal. Ibu hamil yang
menggunakan metode Atomic Absorbtion terkontaminasi timbal bisa mengalami
Spectrofotometer (AAS). Nilai normal kadar keguguran, tidak berkembangnya sel otak
timbal (Pb) dalam darah untuk orang dewasa embrio, kematian janin waktu lahir, serta
adalah 10-25 μg/dl. Kategori kadar timbal (Pb) hipospermia dan teratospermia pada pria.
dalam darah ditentukan dari nilai batas atas kadar 7. Sistem endokrin; dimana timbal
timbal (Pb) dalam darah yaitu 11,8 μg/dl mengakibatkan gangguan fungsi tiroid dan
dikurangi dengan nilai batas bawah kadar timbal fungsi adrenal. Bersifat karsinogenik dalam
(Pb) dalam darah yaitu 3,3 μg/dl sehingga dosis tinggi.
didapatkan hasil 8,5 μg/dl. Dari hasil pengurangan
tersebut kemudian dibagi 2 dan didapatkan hasil Berdasarkan hasil penelitian dapat
sebesar 4,25 μg/dl. Penentuan kategori batas diketahui bahwa rata-rata kadar timah hitam
bawah. dalam darah pekerja adalah 7,64 μg/dl dengan
Kadar timbal (Pb) dalam darah yaitu nilai nilai median dan standar deviasi masing-masing
batas bawah kadar timbal dalam darah adalah 7,6 μg/dl dan 2,6483 μg/dl. Kadar timah
ditambahkan dengan hasil pembagian tersebut hitam terendah dalam darah pekerja adalah 3,3
yaitu 4,25 μg/dl dan didapatkan hasil sebesar 7,55 μg/ml dan tertinggi adalah 11,8 μg/ml.
μg/dl. Namun hasil tersebut dibulatkan menjadi 7
μg/dl. Sehingga kategori kadar timbal (Pb) dalam Walaupun semua pekerja memiliki kadar Pb
darah pada penelitian ini yaitu ≤ 7 μg/dl dan > dalam darah <25 μg/dL(normal), akan tetapi hal
7μg/dl. Sebagian besar responden memiliki kadar ini tetap perlu diwaspadai karena kadar timbal
timbal (Pb) darah > 7 μg/dl yaitu berjumlah 7 dalam darah bersifat akumulatif dan akan
orang dengan persentase 70%. mengalami peningkatan secara progresif sejalan
dengan paparan yang diterima baik secara
Keluhan Kesehatan yang dialami sopir truk kuantitas maupun kualitas.
Berdasarkan hasil kuisoner dan Jumlah kadar timbal yang ada dalam
wawancara yang telah dilakukan pada sopir truk darah dapat dipengaruhi oleh jumlah paparan
diperoleh data keluhan kesehatan sebagai berikut: timbal yang masuk kedalam tubuh, lama
Dari jenis keluhan kesehatan yang dialami seseorang terpapar oleh timbal, cara masuk timbal
oleh sopir truk tersebut keluhan terbanyak yang ke dalam tubuh, faktor lingkungan dan keadaan
dirasakan adalah cepat marah sebanyak 9 orang geografis tempat seseorang tersebut tinggal,
dengan persentase 90%, dan mengalami kelelahan makanan atau minuman yang dikonsumsi,
sebanyak 8 orang dengan persentase 80%. Gejala antibodi tubuh serta pola hidup orang tersebut.
yang ditimbulkan apabila sesorang terpapar timbal Pada penelitian ini berdasarkan
dalam konsentrasi tinggi yaitu: sering sakit kepala, pertanyaan keluhan terhadap keracunan timbal
tenggorokan terasa kering, mudah lelah, sering yang diajukan kepada responden didapatkan hasil
merasa lesu, mulut terasa logam, (Darmono, jenis dan banyaknya keluhan kesehatan yang
2001). Keracunan akibat kontaminasi timbal dapat dirasakan sopir truk yang dapat yang
menimbulkan: mengindikasi bahwa gejala yang paling banyak
1. Sistem haemopoietik; dimana timbal dikeluhkan adalah cepat marah sebanyak 9
menghambat sistem pembentukan hemoglobin responden dengan persentase 90% dan kejadian
(Hb) sehingga menyebabkan anemia kelelahan sebanyak 8 responden dengan
2. Sistem saraf; dimana timbal bisa menimbulkan persentase 80%, serta keluhan yang paling sedikit
kerusakan otak dengan gejala epilepsi, adalah perasaan canggung sebanyak 1 responden
halusinasi, kerusakan otak besar dan delirium. dengan persentase 10%. Penyakit yang
3. Sistem urinaria; dimana timbal bisa ditimbulkan akibat keracunan timbale adalah
menyebabkan lesi tubulus proksimalis, Loop anemia, gangguan pada system haematopoetic
of Henle serta menyebabkan aminasiduria. dan system syaraf pusat.
4. Sistem gastro-intestinal; dimana timbal bisa Sehingga berdasarkan hasil keluhan yang
menyebabkan kolik dan konstipasi. ada, dapat dikatakan bahwa sebagian besar

LPPM STIKes Perintis Padang 202

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

pekerja sudah mengalami gejala-gejala (Perumnas) Mandala, Kecamatan Percut
kemungkinan keracunan timbal, dan jika dilihat Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
dari bentuk gejala yang terbanyak dirasakan yakni Majalah Kesehatan Nusantara Vol 38, No.
cepat marah, kelelahan dan keram otot. Hal ini Jakarta.
dapat menunjukkan kemungkinan sopir truk Darmono, 2001. Lingkungan Hidup dan
tersebut mengalami gangguan pada system Pencemaran (Hubungannya dengan
haemotopoetic dan system saraf pusat. Sehingga Toksikologi Senyawa Logam).Universitas
pekerja kemungkinan dapat terserang anemia dan Indonesia Press, Jakarta.
penyakit saraf lainnya jika tidak segera dilakukan De Ross Fj. (1997). Smelters and Metal
penanggulangan dan pemeriksaan lebih lanjut. Reclaimenrs. In Occupational,Industrial,
Berdasarkan uji statistik menggunakan uji and environmental toxicology . New York
t Test didaptkan hasil bahwa t hitung < t tabel, : Mosby-Year book.
yaitu 2,81 < 2,82 sehingga Ho diterima dan dapat Mentri Kesehatan Republik Indonesia, 2002.
disimpulkan bahwa kadar timbal (Pb) dalam darah Keputusan Mentri Kesehatan Nomor:
pria perokok yang bekerja sebagai sopir truk di 1406/MEMKES/SK/IX/2002 tentang
jalan raya padang indarung tidak melebihi ambang Standar Pemeriksaan Kadar Timah
batas normal yaitu 10-25 μg/dl. Hal ini dapat Hitam pada Spesimen Biomarker
dikarenakan rutinnya sopir truk mengkonsumsi air Manusia. Jakarta: Departemen Kesehatan.
yang cukup, buah dan sayuran yang dapat Mukono. 2002. Epidemiologi Lingkungan.
membuat akumulasi kadar timbal dalam darah Universitas Airlangga.
berkurang dan dapat diekresikan melalui urine. Palar, H. 1994. Pencemaran dan Toksikologi
Kondisi daerah yang dilalui sopir truk banyak Logam Berat. PT. Rineka Cipta, Jakarta.
ditumbuhi oleh pepohonan juga dapat mengurangi Palar, H. 2004. Pencemaran dan Toksikologi
paparan kadar timbal yang masuk kedalam tubuh. Logam Berat. PT. Rineka Cipta, Jakarta.
Palar,Heryando. 2008.Pencemaran dan
4.KESIMPULAN toksikologi logam berat-Cet.4. PT. Rineka
Cipta, Jakarta.
Berdasarkan hasil penelitian yang tentang
penentuan kadar timbal (Pb) dalam darah pada
sopir truk di jalan raya padang indarung dapat
ditarik kesimpulan sebagai berikut;
1. Hasil uji laboratorium menunjukan bahwa
kadar timbal darah pada sopir truk sebagian
besar masih dibawah batas aman dengan rata-
rata kadar timbal dalam darah adalah 7,64
μg/dl.

2. Kadar timbal (Pb) dalam darah pria perokok
yang bekerja sebagai sopir truk di jalan raya
padang indarung tidak melebihi ambang batas
normal yaitu 10-25 μg/dl.

5.REFERENSI

Bassed,J. 1994. Buku Ajar Vogel Kimia Analisis
Kuantitatif Anorganik. Edisi Keempat,
buku Kedokteran. Jakarta.

BPS,2012. Perkembangan Tingkat Penggunaan
Sarana Akomodasi dan Transportasi.
Indonesia: Badan Pusat Statistik.
Chahaya, 2005. Faktor-Faktor Kesehatan
Lingkungan Perumahan yang
Mempengaruhi Kejadian ISPA pada
Balita di Perumahan Nasional

LPPM STIKes Perintis Padang 203

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

VERIFIKASI ANALISA PLUMBUM (Pb) DALAM URIN PADA PETUGAS SPBU
KUBANG PEKANBARU

Betti Rosita , Niken Siska Apriani
Program Studi DIV TLM STIKes Perintis Padang
Email: bettirosita@yahoo.co.id

Abstract

Embodiments of the quality of a healthy environment is a fundamental part in the health sector, source
of air pollution can come from a variety of activities such as industry, transport, offices and housing.
Motor vehicles in major cities are the largest source of air pollutants, approximately 70% of air
pollution caused by vehicle emissions-driving out the harmful substances that have a negative impact
on human health and environmental health. Threats plumbum (Pb) can be experienced for those who
interact directly with the sources of pollution like Pb gasoline user for motorcycle has increased lately,
which can cause the emission of particles flying from logam.Tujuan this study was to determine the level
of contamination Pb in urine at the gas station attendant Kubang Pekanbaru and determine the validity
of urine examination by the method of destruction Wet Sprektofotometer Using Atomic Absorption
(AAS). While the benefits of the research is to provide information on the content of Pb in urine at the
gas station attendant. This type of research is the experiment, with the design of the study is the analysis
of cross-sectional approach. Laboratory examination results in the second urine sample gas station
attendant Kubang Pekanbaru, the average content of Pb is still below the Threshold Limit Value (TLV)
is 0.5725μg / L according to Kepmenkes No. 1406 year 2002yaitu <10 mg / L, the price of 0.966%
precision and accuracy of 102.47% in the validation test equipment. Validation Pb elemental analysis
with a concentration range mentioned above, with the price still meet the requirements of precision of
<2% and an accuracy of 100% ± 15% thorough destruction can be concluded that this method is more
reliable or valid for the analysis of Pb in urine using SSA.

Keywords: Verification, Plumbum, Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS)

1. PENDAHULUAN yang menjadi penyebab utama keluarnya berbagai
Seiring dengan kemajuan IPTEK dan semakin pencemar dari sektor transportasi. Senyawa-
meningkatnya populasi manusia serta bertambah senyawa tersebut seluruhnya bersifat merugikan
banyaknya kebutuhan manusia, mengakibatkan manusia, baik secara langsung terhadap
semakin besar pula terjadinya masalah-masalah kesehatan, seperti karbon monoksida dan timah
pencemaran lingkungan. Perwujudan kualitas hitam (Plumbum) (yustin, 2009).
lingkungan yang sehat merupakan bagian pokok Pb (plumbum) dalam kesehariannya lebih
di bidang kesehatan. Udara sebagai komponen dikenal dengan timah hitam. Pb adalah logam
lingkungan yang penting dalam kehidupan perlu lunak kebiruan atau kelabu keperakan yang sering
dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya sehingga terdapat dalam kandungan endapan sulfit yang
dapat meningkatkan daya dukung untuk tercampur mineral-mineral lain seperti premium,
lingkungannya (Andryes, 2011). seng dan tembaga. Ancaman Pb bisa dialami bagi
Sumber pencemaran udara dapat berasal dari mereka yang bersinggungan langsung dengan
berbagai kegiatan antara lain industri, transportasi, sumber pencemar Pb tersebut. Pencemaran oleh
perkantoran dan perumahan. Kendaraan bermotor Pb Berupa industri perakitan, pengecetan
di kota-kota besar merupakan sumber pencemar mobil,dan pengguna bensin bagi pengendara
udara yang terbesar, kurang lebih 70% mengalami peningkatan akhir-akhir ini, sehingga
pencemaran udara disebabkan oleh emisi dapat menimbulkan emisi dari partikel-partikel
kendaraan bermotor mengeluar-kan zat-zat yang terbang berupa alumunium dari logam
berbahaya yang menimbulkan dampak negatif campuran. Pb berbahaya bagi sistem peredaran
terhadap kesehatan manusia maupun kesehatan darah serta sistem syaraf pusat manusia, dampak
lingkungan. Penguapan bahan bakar, sistem negatif lain yang ditimbulkan yaitu kerusakan
ventilasi mesin dan yang terutama adalah buangan pada ginjal, anemia, liver dan sistem reproduksi
dari knalpot hasil pembakaran bahan bakar yang akibat terpapar Pb (Astini , 2013).
merupakan pencampuran ratusan gas dan aerosol

LPPM STIKes Perintis Padang 204

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana
Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153

Pb (plumbum) timbal yang terjadi di Amerik Serikat, kadar
Pb yang di kenal sehari-hari dengan nama timbal di dalam air minum mencapai 50 μg/l. Hal
timah hitam, dalam bahasa ilmiahnya dinamankan tersebut terjadi akibat penggunaan tandon dan
plumbum dan logam ini di simbolkn dengan Pb. pipa air yang berlapiskan timbal (Mukono, 2002).
Logam ini termsuk kedalam kelompok logam- 3. Melalui makanan
logam golongan IV-A pada tabel priodik unsur Jenis makanan yang dikonsumsi manusia
kimia. Pb mempuyai nomor atom 82 dengan bobot juga terdapat kemungkinan mengandung timbal
atau berat atom 207,2 . Pb menguap dan secara alami. Sehingga perlu diperhatikan menu
membentuk timbal oksida. Bentuk oksida yamg makanan yang dikonsumsi setiap harinya. Telah
paling umum adalah timbal (II). Walaupun diketahui bahwa setiap 100 mg timbal yang masuk
bersifat lunak dan lentur, Pb sangat rapuh dan ke dalam tubuh manusia melalui mulut akan
mengkerut pada pendinginan, sukar larut dalam menghasilkan timbal darah sebesar 6-10 μg/100
air, air panas dan air asam. Pb dapat larut dengan liter darah (Mukono, 2002).
asam nitrit, asam asetat dan asam sulfat pekat
(Palar, 2004). Nilai Ambang Batas Pb Pada Tubuh Manusia
Keracunan Pb adalah salasatu penyakit Menurut Menteri Kesehatan (2002) dalam
lingkungan yang berhubungan dengan kerja. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Meskipun diakui bahayanya, Pb tetap digunakan Nomor 1406/MENKES/SK/IX/2002 tentang
secara komersial di seluruh dunia. Paparan Pb dari standar pemeriksaan kadar timah hitam pada
lingkungan yang tersebar luas melalui distribusi spesimen biomarker manusia, pengukuran kadar
Pb secara antropogenik di udara, air, dan makanan timbal pada tubuh manusia dapat dilakukan
telah menurun dengan nyata selama 20 tahun melalui spesimen darah, urine, dan rambut.
terakhir ini akibat penurunan penggunaan timbal Adapun pada masing-masing spesimen tersebut
pada bensin (katzung, 2004). memiliki nilai ambang batas yang berbeda-beda,
yaitu:
Jalur masuk Pb ke dalam tubuh manusia 1. Spesimen darah
Pada debu, udara, dan tanah yang Nilai ambang batas kadar timbal dalam
mengandung timbal didalamnya akan spesimen darah pada orang dewasa normal
mengkontaminasi air minum dan kemudian adalah 10-25 μg per desiliter.
dikonsumsi manusia. Keracuanan yang 2. Spesimen urine
diakibatkan oleh persenyawaan timbal disebut Nilai ambang batas kadar timbal dalam
juga plumbism. Keracunan oleh timbal dapat spesimen urine 150 μg/ml creatinine.
terjadi diakibatkan masuknya logam tersebut 3. Spesimen rambut
melalui beberapa jalur, yaitu: Nilai ambang batas kadar timbal dalam
1. Melalui udara spesimen rambut 0,007-1,17 mg Pb/100gr
Udara ambien di pinggiran kota negara barat Jaringan Basah (Palar, 2008).
dapat mencapai kadar timbl (Pb) sebesar 0,5μg/m3
dan di dalam kota dapat mencapai 1-10 μg/m3. Urin
Dalam keadaan yang sangat padat oleh kendaraan Urin adalah cairan sisa yang
bermotor kadar di udara dapat mencapai 14-25 diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan
μg/m3. Timbal di udara ini akan masuk melalui dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses
saluran pernapasan dan penetrasi atau perembesan urinasi. Eksreksi urin diperlukan untuk
pada selaput kulit. Selain terhadap manusia, membuang molekul-molekul sisa dalam darah
hewan dan tanaman juga dapat terpapar oleh yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga
timbal di udara. Bila tanaman yang tercemar hemostasis cairan tubuh.Urin disaring di dalam
dikonsumsi oleh hewan, hal tersebut ginjal, dibawa melalui ureter menuju kandung
menyebabkan hewan tersebut akan semakin kemih, akhirnya dibuang keluar tubuh melalui
terpapar dengan timbal. Apabila hewan yang telah uretra.
terpapar tersebut dikonsumsi oleh manusia,
mengakibatkan timbal terakumulasi dalam tubuh Validasi
manusia (Mukono, 2002). Validasi adalah konfirmasi melalui
2. Melalui air pengujian dan pengadaan bukti yang obyektif
Pemaparan timbal oleh air jumlahnya lebih bahwa persyaratan tertentu untuk maksud khusus
rendah dibandingkan dengan pemaparan oleh dipenuhi.Validasi suatu metode analitik adalah
udara dan makanan. Seperti kasus pencemaran evaluasi sistematik dari suatu prosedur analitik

LPPM STIKes Perintis Padang 205

gelas ukur. dandiukurmenggunakan AAS padapanjanggelombang283. pipet tetes. %RSO. atauketerulangandilakukandalamkondisi yang kertas saring. Pengambilan urine dipakai secara scientific baik. Mengocok hingga homogen. urine.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 untuk menunjukkan bahwa metode analitik yang pada botol penampung. larutan standar Pb. Bawa urine data hasil uji dengan metode spektrometri serapan yang sudah ditampung ke laboratorium. Larutan ini standar deviasi.Masing- JenispenelitianiniadalahEksperimen. Diasamkan dengan 10 mL parameter analit yang menyertai yaitu bias. 2000) akandiperiksasebelumdidestruksi dengan 3 kali pengulangan. 4. labu ukur. Metodeujipresisidilakukansecararepitabilitas gelas beaker. %D dan batas deteksi. Ujiakurasi (ketepatan) metaloid yang pengukurannya berdasarkan Uji ini penyerapan cahaya pada panjang gelombang dilakukandengancaramenambahkanlarutanbakup tertentu oleh atom logam dalam keadaan bebas embanding (Pb0. Validasi metode uji dilakukan dengan spektrofotometer serapan atom (AAS) menentukan presisi dan akurasi yang diperoleh Pipet sebanyak 25 mL sampel urine dari pengukuran serapan larutan standar serta karyawan SPBU. ksibasahmenggunakan HNO3 dan dengan 3 kali Bahan yang digunakan adalah : Urine. kantong plastik. ulanganpadahari yang sama. 283. spektofotometer serapan atom. beberapa parameter yang perlu mendapatkan perhatian adalah validasi alat dan Pengukuran Pb pada urine Metode metode uji. Sedangkan tempat dilakukandenganmembuatkurvakalibrasistandard penelitian dilakukan di Laboratorium Kopertis enganbeberapamacamkonsentrasistandarPb yang Wilayah X dimulaidarilarutantanpaPb. Metode uji memegang peranan penting telah ditampung diambil sebanyak 50 – 100 ml. Kadar Pb dalam sampel ditentukan dengan menggunakan kurva kalibrasi yang telah Spektrofotometri serapan Atom (SSA) dibuat sebelumnya. HNO3 pekat sampai pH < 2. giemsa stok. dimasukkan kedalam labu ukur 50 ml serta Selain parameter tersebut. Hasil uji yang absah dilakukan pada pagi hari. labu yaitudenganmengukurlarutansampelmetodedestru takar.3 nm. hasilabsorbsdihitungsimpanganbakunya. Ujipresisi penampungan urine. dalam analisis mengencerkan dengan akuades sampai tanda kuantitatifunsur kelumit (trace element) perlu batas. METODE PENELITIAN (tanpapenambahanlarutanbakustandar). Hasil saringan Instrument Detection Limit. urine yang baik.Untuk memperoleh keabsahan kemudian kocok hingga homogen. Al. Kemudiandilakukanujiblanko 2. 100 samadalam interval waktu yang singkat. Setelahitudidapatkanharga Peralatan yang digunakan adalah : “r”.3nm. Berilah label atau identitas LPPM STIKes Perintis Padang 206 . mikroskop. 4. KemudiandilanjutkandenganmengukurstandarPb AlatdanBahan 2. dalam memperoleh hasil uji dengan akurasi dan kemudian tambahkan dengan 2 ml formalin 37%. atom. -1000 μL dan 50 -250 μL. mikro pipet ukuran 10 -100 μL. Uji limit deteksi (LoD) dan limit ProsedurKerja kuantitasi (LoQ) Pengambilan Sampel: Uji ini Siapkan tempat penampungan urine yang dilakukandenganmengukurkonsentrasistandar bersih dan bertutup. masingsampelkemudiandidestruksidenganmetode dengandesain penelitian analisa pendekatan destruksibasahmenggunakan HNO3 crossectional. Menyaring ditentukan batasdeteksi alat dan metode (IOL= campuran dengan kertas saring. 8 dan 10 ppm. 6. presisi yang baik. Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) adalah suatu alat yang digunakan pada metode ValidasiMetode analisis untuk penentuan unsur-unsur logam dan 1. aquades. Ujilinieritas Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2016 di Uji ini SPBU kubang Pekanbaru. Tempat dan Waktu Penelitian 2. kemudian data HNO3. dan MOL = Method diukur dengan SSA pada panjang gelombang Detection Limit). kemudian ditampung ada]ah hasil uji denganakurasi dan presisi yang dalam wadah yang sudah disediakan. kompor listrik.6 ppm) kedalamsampel yang (skoog et. wadah 3.

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 yang paling rendah yang menggunakan Atomic Absorbition dapatterdeteksiabsorbansinya. Dari darah dan tempat deposit. LoD : Limit of Detection analisa sampel dilakukan dengan cara LoQ : Limit of Quantitation membandingkan standar yang ada yaitu menurut Kepmenkes RI No.240 mg/L Uji Akurasi Pada metode destruksi basah menggunakan HNO3 mempunyai rata-rata recovery 102. pada panjang gelombang 283. 2008).218 mg/L 2 Sampel II 7Tahun 8 Jam 0. Jenis jaringan juga turut kemudian dilakukan analisis kadar Pb mempengaruhi kadar Pb yang dikandung tubuh menggunakan SSA. asam perklorat. Dari mempengaruhi kandungan Pb dalam jaringan semua pelarut tersebut dapat digunakan baik tubuh.1 kandungan Pb dalam sampel urine No Jenis Masa Rata-rata Lama Konsentrasi Pb dalam Sampel Kerja kerja/ hari urine (mg/L) 1 Sampel I 5Tahun 8 Jam 0. 1993) LPPM STIKes Perintis Padang 207 .setelah sedangkan ekskresi Pb dalam tubuh secara proses dekstruksi diharapkan yang tertinggal keseluruhan terjadi dalam waktu paruh sekitar 28 hanya logam-logam saja dalam bentuk ion. Waktu paruh analisis. Analisis dilakuklan dengan (Palar. hari. jenis lampu Hollow Chatode LoDdapatdihitungdenganrumus: Lamps (HCL).Pb dalam darah akan dapat dekstruksi basah dapat di pakai untuk menentukan dideteksi dalam waktu paruh sekitar 20 hari. Dalam penelitian ini digunakan Pb secara biologi dalam tubuh manusia dekstruksi basah karena pada umumnya diperkirakan 2-3 tahun.1406 tahun 2002 tentang 3. SedangkanLoQdapatdihitungdenganrumus: Hasil pemeriksaan kandungan Timbal LoQ = 10 x SD (Pb) yang dilakukan terhadap sampel urine Keterangan: petugas SPBU di Kubang Pekanbaru. Pb kemudian pelarut-pelarutyang dapat digunakan untuk diekskresikan melalui urine. dan asam klorida. Semakin tua umur seseorang akan semakin tunggal maupun campuran. Dapat dikaitkan pada proses destruksi yaitu tidak adanya Pb yang hilang dan dapat dianggap akurat (AOAC. Melalui SD : StandarDeviasi pemeriksaan Laboratorium Kopertis Wilayah X. Sala satu syarat analisa logam dengan Kemungkinan yang menyebabkan menggunakan AAS adalah sampel harus berupa rendahnya uji hasil laboratorium kandungan larutan. Spectrophotometer. asam keringat.3 LoD = 3 x SD nm. kedua sampel yang di periksa <10 μg/L Pb. HASIL DAN PEMBAHASAN Standar Pemeriksaan Kadar Pb Spesimen Hasil Pemeriksaan Pb dalam Sampel Urine Biomarker Manusia artinya melihat di atas atau di Kadar Pb dalam urine merupakan salasatu bawah NAB. unsur-unsur dengan konsentrasi rendah.Umur dan jenis kelamin juga sulfat. Hasil analisa didapatkan bahwa indikator terakumulasinya logam Pb dalam tubuh. feces dan dekstruksi basah antara lain asam nitrat. Fungsi dari ada di Kubang pekanbaru berumur di bawah dari dekstruksi adalah untuk memutus ikatan antara 30 tahun sehingga memungkinkan rendahnya senyawa organik dengan logam yang akan di kandungan Pb pada petugas SPBU. maka sebelum kadar Pb di analisis Timbal (Pb) dikarenakan para petugas SPBU yang dilakukan dekstruksi terlebih dahulu. Rentang tersebut dianggap baik karena menunjukkan bahwa metode tersebut mempunyai ketepatan yang baik dalam menunjukan tingkat kesesuaian nilai rata-rata dari suatu pengukuran yang sebanding dengan nilai sebenarnya. Tabel 4.47 % dengan demikian metode dekstruksi ini sudah baik karna berada pada nilai kisaran persentase recovery yang di sarankan. tinggi pula konsentrasi Pb yang terakumulasi pada Setelah sampel urin didesktruksi jaringan tubuhnya. yaitu pada rentang 100% ±15 % dengan nilai yang lebih mendekati 100%.

X= = 0.93 µg 8.8 µg 7. Pada hasil perhitungan rumus didapatkan nilai % RSD metode destruksi sebesar 0.000036 ∑X = 4.20 µg 101.11 % pb 0.608 0.2 Nilai Persentase Recovery Larutan Volume Spake Jumlah Pb Jumlah Recovery Sampel Sampel Pb Analisis Pb 100% Teoritis Sampel 2 10 ml .966 % nilai yang diperoleh masih pada rentang yang di syaratkan yaitu <2 %.. - S2+ 10 ml 10 ml 4. 2006).602 Uji Linearitas Linieritas adalah suatu koefisien korelasi antara konsentrasi larutan standar baku dengan absorbans yang dihasilkan yang merupakan suatu garis lurus.609 0.28 µg 7.72 10 ml ppm S2 + 10 ml 10 ml 7.595 -0.31 % pb 0. diperoleh nilai korelasi (r) sebesar 0.60 ppm S2+ 10 ml 6 µg 8. Metode analisis yang menggambarkan kemampuan suatu alat untuk memperoleh hasil pengujian yang sebanding dengan kadar analitik alat dalam sampel uji pada rentang konsentrasi tertentu. Seluruh hasil metode yang telah di lakukan dalam penelitian ini menunjukkan hasil uji dari metode dekstruksi basah menggunkan HNO3 menunjukkan hasil yang dapat dikategorikan teliti dapat di simpulkan bahwa dekstruksi metode ini dapat dipercaya atau lebih valid untuk analisis Pb dalam urine dengan menggunakan AAS.60 µg 9.99966.006 0.99966 yang LPPM STIKes Perintis Padang 208 .600 -0.48 ppm Rata-rata = 102. 2006). nilai r = 0.215 .000004 5 0.47 % Uji Presisi Presisi adalah suatu ukuran penyebaran (dispersi suatu kumpulan hasil).007 0.596 -0.006 0. Tabel 4.2 µg 9. Berdasarkan pengukuran sederet larutan standar.00 % pb 0.007 0. Pada gambar dapat dilihat bawah kurva kalibrasi standar tersebut mempunyaigaris singgung yang linear respon yang diberikan alat terhadap konsentrasi analit telah memenuhi syarat. Presis diterapkan pada pengukuran berulang- ulang sehingga menunjukkan hasil pengukuran individual didistribusikan sekitar nilai rata-rata tanpa menghiraukan letak nilai rata-rata terhadap nilai benar (Darmono.002 0.000036 2 0.600 -0.4 µg . Pada tabel 4. 2.000025 7 0.005 0.3 Hasil Uji Presisi No Konsentrasi Larutan (x) X-X (X-X)2 1 0.000004 4 0.60 µg 100. kedekatan dari suatu rangkaian pengukuran berulang-ulang satu sama lain.40 µg 106.000049 3 0.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Tabel 4.3 dapat Hasil Uji Presisi Pemeriksaan Pb dalam Sampel Urine.607 0. Uji linieritas dilakukan dengan membuat kurva kalibrasi yang dapat menghasilkan persamaan garis regresi serta nilai koefisien determinasi yaitu untuk mengetahui hubungan antara konsentrasi lartan baku dengan nilai absorbans yang dihasilkan (Darmono.000049 6 0.002 0.

Konsentrasi analit yang berada metode ini dapat dipercaya atau lebih valid untuk pada limit deteksi belum sepenuhnya dapat analisis Pb dalam urine dengan menggunakan dipercaya karena akurasi yang dihasilkan rendah.035 0.045 0. serta waktu yang digunakan lebih rata.Validasi terbaca oleh instrument. Sebaiknya dilakukan penelitian lanjut dengan Berdasarkan hasil pemeriksaan pada 2 memperbanyak sampel uji dan lokasi sampel urine petugas SPBU Kubang Pekanbaru. sampling. yaitu 0.Jika kosentrasi LoQ menurun mengurangi pencemaran Pb di lingkungan maka presisi juga menurun. KESIMPULAN DAN SARAN sehat.1 Kurva Uji Linieritas Uji Limit of Detection (LOD) dan Limit of Berdasarkan perolehan harga presisi0. AAS. Apabila kosentrasi berada di bawah limit dengan harga presisi<2% dan akurasi 100 % ±15 deteksii maka sinyal yang ditangkap alat adalah % yang teliti dapat di simpulkan bahwa dekstruksi sepenuhnya baik. Kesimpulan 3.01 0.04 0.LoQ perlu dilakukan adalah mengurangi merupakan suatu kompromi antara kosentrasi pencemaran Pb pada sumbernya yaitu dengan dengan presisi dan akurasi yang cara menggunakan bensin tanpa Pb dan dipersyaratkan.47 % pada validasi alat uji Parameter limit deteksi (LoD) instrument dapat disimpulkan bahwa spektrometer serapan menunjukkan kosentrasi terkecil yang dapat atom layak digunakan sebagai alat uji. lingkungan maupun kawasan yang adalah 0.015 0.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 diperoleh telah memenuhi syarat yang ditetapkan.025 0. Sebaiknya apabila di temukan kandungan Pb di 1406 tahun 2002<10 μg/L creatinine. penggunaan masker bagi petugas SPBU dan menjaga kesehatan dengan pola hidup yang 4. Perlu dilakukan pemantauan terhadap kadar Pb menghasilkan konsentrasi terendah unutk Pb di udara.Tindakan yang kondisi operasional metode yang digunakan. 4.5 1 1.005 0 0 0.02 0.05816 ppm. maka kosentrasi LoQ lebih tinggi menyerap Pb terutama Pb yang terdapat di harus dilaporkan.03 Absorban 0. limit kauntitasi (LoQ) Kubang Pekanbaru didefenisikan sebagai kosentrasi analit terendah 2.966 Quantitation (LOQ) % dan akurasi102. Dari beberapa larutan standar baku Pb diukur.99. Meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam sampel yang dapat ditentukan dengan melalui kegiatan penyuluhan agar masyarakat presisi dan akurasi yang dapat diterima pada dapat mengetahui bahaya Pb. 0.5 Pb mg/L Gambar 4. Pada kosentrasi terkecil metoda dekstruksi basah menggunkan HNO3 yang berada pada limit deteksi alat sangat terbatas analisis unsur Pb dengan kisaran konsentrasi dalam membedakan antara sinyal analit dengan tersebut di atas. dimana yang mendekati batas antara yang Saran terdeteksi dan tidak terdeteksi diukur ulang dan 1.01745 ppm.229 μg/ml sesuai dengan Kepmenkes No. dengan ketentuan r >0.rata kandungan Pb masih di bawah NAB lama. di sarankan untuk melakukan medical check up LPPM STIKes Perintis Padang 209 . hasil tersebut menunjukkan alat yang digunakan mempunyai respon yang baik terhadap sampel.Hasil LOQ didapatkan dari udara misalnya Pohon Ketapang serta perhitungan Rumus adalah 0.Jika presisi tinggi yaitu dengan menanam pohon yang dapat dipersyaratkan. padat arus lalu lintas yaitu di sekitar SPBU Sementara itu. atas NAB. masih memenuhi persyaratan noise.

Jurnal Metode dan cara perhitungannya. Analisis Pangan. Kota Ambon. Surabaya. LPPM STIKes Perintis Padang 210 . Jakarta Talise. FKUdinus. Farmakologi Dasar dan Rahayu Sri. Uji Kandungan Plumbum Disel).htlm. Universitas Indonesia. Timbal (Pb) dalam Urine pada Pedagang (Online).Depok. F.2008.Pencemaran Tosikologi Logam Pendidikan dan Kebudayaan.2004. Jakarta.Validasi Pengujian Cr. Muslich dan Sri Iswati. Pertamina. UI-Proses. Jakarta.Pencemaran Udara. UNAIR Pendidikan dan Penerapan Press. dkk. (Online). M. Konsep Dasar Kimia Operator Spbu Coco Di Jl.Studi Deskriftif Kandngan Lestari. Swalayan Kota Manado. oidesdanTrichurisTrichiuraPadaMuridKel as I. Universitas Indonesia. Dewi. Andryes. 2011 . Departemen Palar. dan III SD Negeri 45 di Anshori. UNTAD.(2 Februari Pencemaran Hubungannya dengan 2016) Toksikologi Senyawa Logam.Manado. 2009. Berat. Penerbit UNHAS. (http://www. Studi Kandungan Pb dalam Bandung. H.kpbb. M. P. Petunjuk Pelaksanaan Validasi SPBU Bayaoge Kota Palu. 2001. Epidemiologi Lingkungan Prosding Seminar Nasional Penelitian. A.2002. KPPB. Apriyanto..2009. Mukono. Cu Dan Pb Darmono. MIPA.2004. Semarang. Ahmad Yani Analitik. Journal Indonesian. Kadar Timbal dalam darah Anak.pdpersi. FK UR. Indrustri Disel Oil (Minyak Astini Dewi Sari. Surabaya. Standar Pemeriksaan Kadar Pentahidrat. H. Jakarta. Samin P.org/pdf.Com/ (Pb) Dalam Urine Karyawan Indonesia /head-office/hilir- Darmono. Developmen (OECD) 425 Pada Mencit Penerbit Salemba Medika. (Online). Timah Hitam Pada Spesimen Biomarker Syukri. 2001. 2001. Lingkungan Hidup dan Dengan Metode Spektrometri Serapan Pencemaran.G. Semarang. ITB.>http:www. Yusthin. Surabaya. 2013.. Bandung. Anak-Anak Sekolah Dasar di Kota Annisa. Faktor-faktor yang Berpengaruh Kesehatan Lingkungan Poltekkes Terhadap Kadar Timbal Dalam Darah Kemenkes Manado.M. Soedomo.Airlangga University Press.FMIPA. 2005. P. Makassar: Program Pascasarjana.J. (2009). Jakarta.2004.2012.id.pjnhk.Media Litbang Kesehatan. Buku Ajar LingkunganPembuatanBatu Bata Metodelogi Penelitian KecamatanTenayan Raya Kota Pekanbaru.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 5. 2011. P.. Rineka Cipta..Pertamina. 2008. Dampak Pemakaian Bensin Bertimbal dan Kesehatan. Polusi Timbal Bikin Bodoh. anak di Kota Makassar. Faktor-Faktor Resiko Timbal Darah dan Dampaknya Terhadap Hipertensi Pada Operator Pompa Bensin Kadar Hemoglobin Pedagang Pasar di (SPBU). 2012. W. DAFTAR PUSTAKA (http://www.GambaranInfestasiAscarisLumbric Yogyakarta.id. A. (Environmental Epidemiologi ).(2009).go. R. Catur Yuantari. Timah Hitam (Pb) Dalam Darah Khopkar.Yogyakarta.Universitas Negeri Nasir. Lingkungan Hidup dan ppdn/product/prd-solar.Skripsi Jurusan Kimia FMIPA Khidri.1990.2012.S. Bogor. W. Asongan di Sekitar Jumbo Pasar diakses 10 Februari 2016).2004. Atom. Biocelebes. Analisis Logam Pb pada Garam Manusia. Analisis Kadar Timbal Udara.C. 2005. Penerjemah dan Akut Metode Organization And Editor : Bagian Farmakologi Fk UNAIR. Betina Menggunakan Tembaga (II) Sulfat Kepmenkes RI.Yogyakarta. Pusat Teknologi Akselerator Dan Proses Bahan Batan. B. diakses 6 Februari 2016). Gorengan yang Dijual di Pinggir Jalan.Pekanbaru. Harmita. II. Kuantitatif. Palu Majalah Ilmu Kafarmasian.N.Tesis tidak diterbitkan.Validasi Uji Toksisitas Klinik Buku 3 Edisi 8. 2012.2002. S. Jakarta (2007). Katzung.co. Riyadina.Jurusan Lestari. Faktor – (http://www.M. Supriyanto. Penerbit Purwanto. diakses 7 Faktor Yang Berhubungan Dengan Kadar februari 2016).

Jakarta.Anatomi Fisiologi Untuk Perawat.Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Roger Waston.2002.Garmedia LPPM STIKes Perintis Padang 211 .

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 Copyright @ 2016 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKes Perintis Padang Alamat Penerbit : Jl. Sumatera Barat – Indonesia Telp. Adinegoro Simpang Kalumpang Lubuk Buaya Padang. Fax. (+62751) 481992. (+62751) 481962 LPPM STIKes Perintis Padang .

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan : Update Keperawatan Bencana Pengurangan Resiko Bencana ISSN: 2548-3153 .