Está en la página 1de 3

BAB III

PEMBAHASAN

Produk samping dari pengolahan kelapa sawit adalah cangkang sawit yang asalnya dari
tempurung kelapa sawit. Cangkang sawit merupakan bagian paling keras pada komponen yang
terdapat pada kelapa sawit. Saat ini pemanfaatan cangkang sawit di berbagai industri pengolahan
minyak CPO belum begitu maksimal. Ditinjau dari karakteristik bahan baku, jika dibandingkan
dengan tempurung kelapa biasa, tempurung kelapa sawit memiliki banyak kemiripan. Perbedaan
yang mencolok yaitu pada kadar abu (ash content) yang biasanya mempengaruhi kualitas produk
yang dihasilkan oleh tempurung kelapa dan cangkang kelapa sawit.

Secara garis besar, cangkang sawit yang sering dibicarakan orang, memiliki kegunaan yaitu,
sebagai bahan baku arang (sawit) atau charcoal, sebagai bahan bakar untuk boiler, bahan
campuran untuk makanan ternak, cangkang sawit dipakai sebagai pengeras jalan/pengganti aspal,
khususnya di perkebunan sawit dan kegunaan lainnya.

Pemanfaatan limbah cangkang (Tempurung) Kelapa Sawit adalah untuk arang aktif Tempurung
kelapa sawit merupakan salah satu limbah pengolahan minyak kelapa sawit yang cukup besar,
yaitu mencapai 60% dari produksi minyak. Arang aktif juga dapat dimanfaatkan oleh berbagai
industri. Antara lain industri minyak, karet, gula, dan farmasi. Arang aktif banyak
digunakan sebagai adsorben pemurnian gas, pemurnian pulp, penjernihan
air, pemurnian minyak, katalis dan sebagainya.

Arang aktif adalah senyawa berbahan dasar karbon yang telah diolah
sehingga memiliki porositas tinggi dan luas permukaan besar. Dua sifat ini
menyebabkan arang aktif dapat digunakan sebagai adsorben yang efektif
untuk berbagai senyawa organik pada pengolahan air limbah. Berbagai
macam sifat permukaan arang aktif juga dapat diproduksi dalam rangka
memenuhi persyaratan untuk penggunaan tertentu. Pasar terbesar produk
arang aktif adalah untuk pengolahan air dan air limbah. Arang aktif
mempunyai daya serap yang tinggi terhadap warna, bau, zat-zat beracun,
dan zat kimia lainnya. Arang aktif mengandung 515% abu dan sisanya
adalah karbon. Selain unsur karbon yang tinggi, arang juga mengandung
sejumlah unsur lain yang terikat secara kimia seperti nitrogen, oksigen,
belerang, dan berbagai unsur yang berasal dari bahan mentahnya

Proses pertama dalam pembuatan Arang Aktif dari Cangkang Kelapa Sawit adalah Proses
Karbonasi yang bertujuan untuk menghilangkan senyawa-senyawa yang mudah menguap dalam
bentuk unsur-unsur non karbon, hidrogen dan oksigen. Melauli beberapa tahapan yaitu,
cangkang kelapa sawit yang sudah kering dimasukkan kedalam drum atau kaleng yang telah
dibuang tutup bagian atasnya dan diberi lubang sebanyak 4 buah dengan jarak yang sama pada
tutup bagian bawahnya, dan ukuran lubang harus cukup besar agar memungkinkan udara masuk,
selanjutnya drum ditempatkan pada 2 pipa di atas tanah dan dibakar, selama api menyala
ditambahkan cangkang sawit sedikit demi sedikit sampai setingga permukaan drum atau kaleng,
usahakan penambahan dilakukan dengan api yang menyala kecil, setelah itu drum/kaleng ditutup
dengan pelepah pisang atau karung basah dan dilapisi dengan penutup dari logam yang
ditutupkan rapat, dan biarkan sampai menjadi dingin selama semalam. Proses karbonasi
dipengaruhi oleh pemanasan dan tekanan. Semakin cepat pemanasan semakin sukar diamati
tahap karbonasi dan rendemen arang yang dihasilkan lebih rendah sedangkan semakin tinggi
tekanan semakin besar rendemen arang.

Proses kedua adalah Proses Aktifasi derngan tujuan untuk meningkatkan keaktifan dengan
adsorbsi karbon dengan cara menghilangkan senyawa karbon pada permukaan karbon yang tidak
dapat dihilangkan pada proses karbonasi. Proses aktifasi dapat dilakukan secara kimia
menggunakan aktifator HNO3 1% atau dapat juga dilakukan proses dehidrasi dengan garam
mineral seperti MgCL2 10% dan ZnCl2 10%. Tahapan dalam proses ini yaitu, arang hasil
pembakaran dihaluskan dan diayak dengan ukuran 150m, selanjutnya untuk aktifasi atau
menghilangkan ion logam yang terdapat pada arang cangkang sawit, material direndam dengan
HNO3 1% atau MgCL2 10% dan ZnCl2 10% selama 3 jam, kemudian dicuci dengan aquades
hingga pH netral, dan dikeringkan pada temperatur kamar 1 minggu sebelum digunakan.
Manfaat arang aktif diantaranya adalah : Bahan bakar alternative, Zat penghilang bau,
Pengontrol kelembaban yang efektif, Industri rumah tangga, Pemanasan di industri peternakan