Está en la página 1de 12

Evaluasi Program Pencegahan Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara di Puskesmas

Loji Kecamatan Tegalwaru


Periode November 2015 sampai dengan Oktober 2016

Bodi Eko Febrianto1


1

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta

Abstrak
Kanker leher rahim dan kanker payudara merupakan penyebab kematian utama pada
perempuan. Menurut International Agency for Research on Cancer (IARC) 2012, kanker leher
rahim menempati urutan keempat dengan incidence rate 16 per 100.000 dan kanker payudara
menduduki peringkat kedua dengan insidens rate 44 per 100.000 perempuan di dunia. Di
Kabupaten Karawang pada tahun 2011, ditemukan 0,3% kanker leher rahim dan 0,6% kanker
payudara yang dialami oleh wanita usia subur. Pemerintah Indonesia telah melaksanakan
program pencegahan dengan metode inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) dengan
pendekatan Single Visit Approach untuk kanker leher rahim serta Clinical Breast Examination
(CBE) dan SADARI untuk kanker payudara dengan tujuan menurunkan angka kesakitan dan
kematian akibat kanker leher rahim dan kanker payudara. Evaluasi program pencegahan kanker
leher rahim dan payudara di Puskesmas Loji Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang
periode November 2015 sampai dengan Oktober 2016 dengan membandingkan cakupan
program terhadap target yang ditetapkan dengan menggunakan pendekatan sistem. Didapatkan
cakupan penapisan kanker leher rahim dan kanker payudara sebesar 17,63% pada tahun
November 2015 sampai dengan Oktober 2016 dan cakupan penyuluhan kelompok sebesar 0%.
Penyebabnya adalah masih kurangnya sosialisasi tentang pemeriksaan IVA dan kurangnya
pemberdayaan masyarakat oleh bidan yang terlatih serta sistim pencatatan dan pecatatan yang
tidak dapat dinilai pelaksanaannya.
Kata kunci: Kanker, IVA, Single Visit Approach, SADARI, CBE

Evaluation of Cervical Cancer Prevention Program and Breast Cancer in Puskesmas Loji
Tegalwaru The period November 2015 until October 2016

Bodi Eko Febrianto1


1

Faculty of Medicine Christian Krida Wacana University, Jakarta

Abstrak
Cervical Cancer And Breast Cancer is the main cause of death on Woman. According to
the International Agency for Research on Cancer ( IARC ) in 2012 , Cervix cancer occupies
the fourth incidence rate of 16 per 100,000 and is ranked second Breast Cancer with
incidence rate of 44 per 100,000 women in the World . In Karawang 2011, found 0.3 % of
cervical cancer and 0.6 % of breast cancer experienced by women of childbearing age .
The Indonesian government has implemented prevention programs with methods of
visual inspection with acetic acid (VIA ) with the approach of Single Visit Approach for
cervical cancer and Clinical Breast Examination ( CBE ) and breast self-examination for
breast cancer in order to decrease morbidity and mortality from cervical cancer and
cancer breast. Program evaluation of cervical cancer prevention and breast puskesmas
Loji , Karawang period November 2015 until October 2016 by comparing the coverage of
the program to the target set by using a systems approach . Obtained coverage of
cervical cancer screening and breast cancer by 17,63 % in period November 2015 until
October 2016 and group counseling coverage of 0% . The cause is still a lack of
socialization on IVA inspection and lack of empowerment by bidan and the system from
recording to reporting that can not be assessed implementation.
Keywords : Cancer , IVA , Single Visit Approach , BSE , CBE

email : bodi_e@yahoo.com
I.
Pendahuluan
Latar Belakang
Kanker leher rahim adalah keganasan
dari leher rahim (serviks) yang disebabkan

oleh virus HPV (Human Papiloma Virus).


Diseluruh dunia, penyakit ini merupakan
jenis kanker ke dua terbanyak yang diderita

perempuan. Pada tahun 2005

di seluruh

perempuan, kasus baru yang ditemukan

dunia diperkirakan lebih dari 1 juta

22,7% dengan jumlah kematian 14% per

perempuan menderita kanker leher rahim

tahun dari seluruh kasus kanker pada

dan 3-7 juta orang perempuan memiliki lesi

perempuan di dunia.1,2

prekanker

derajat

tinggi

(high

grade

dysplasia) dan 90% diantaranya terjadi di


negara
tertinggi

berkembang.
ditemukan

Angka
di

insidens

negara-negara

Amerika bagian tengah dan selatan, Afrika


timur, Asia selatan, Asia tenggara dan
Melanesia. Berdasarkan data Globocan
International Agency for Research on
Cancer (IARC) 2012, kanker leher rahim
menempati urutan kedua dari seluruh
kanker pada perempuan dengan incidence
rate 17 per 100.000 perempuan, dengan
jumlah kematian 7,8 % per tahun dari
seluruh kanker pada perempuan di dunia.1-3

Di Indonesia, berdasarkan data dari


Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) di
Indonesia tahun 2007 diketahui bahwa
kanker leher rahim menempati urutan
kedua pada pasien rawat inap (11,78%) dan
pasien rawat jalan (17,00%). Manakala,
kanker payudara menempati urutan pertama
pasien rawat inap (16,85%) dan pasien
rawat jalan (21,69%). Oleh karena itu,
Indonesia

mengembangkan

upaya

pengendalian kanker leher rahim dan


payudara melalui deteksi dini sejak tahun
2007. Deteksi dini kanker leher rahim
menggunakan

metode

Single

Visit

Kanker payudara adalah keganasan

Approach yaitu dengan Inspeksi Visual

yang berasal dari sel kelenjar, saluran

dengan Asam Asetat (IVA) dan krioterapi

kelenjar dan jaringan penunjang payudara,

untuk IVA positif, sedangkan deteksi dini

tidak termasuk kulit payudara. Kanker

kanker payudara menggunakan metode

payudara merupakan salah satu penyebab

Clinical Breast Examination (CBE).3,4

utama kematian yang diakibatkan oleh


kanker pada perempuan di seluruh dunia.
Menurut WHO (2008), 69% daripada
angka tersebut merupakan kejadian yang
berlaku di negara yang berkembang .
Berdasarkan data Globocan International
Agency for Research on Cancer (IARC)
2012, kanker payudara menempati urutan
pertama seluruh kanker pada perempuan
dengan incidence

rate

40 per 100.000

Di Kabupaten Karawang, kasus


kanker leher rahim yang ditemukan pada
tahun 2011 sebanyak 0,3% dari seluruh
wanita usia subur dan kasus kanker
payudara sebanyak 0,6% dari seluruh
wanita usia subur.

Menurut Depkes RI

2007, deteksi dini kanker leher rahim


difokuskan pada wanita yang berisiko
tinggi dan berusia 30-50 tahun.5

Pada Kabupaten Karawang, kasus

diantaranya

kanker leher rahim yang ditemukan pada

berkembang

terjadi

di

negara

tahun 2011 sebanyak 0,3% dari seluruh

1.2.2 Menurut International Agency for

wanita usia subur dan kasus kanker

Research on Cancer (IARC) tahun

payudara sebanyak 0,6% dari seluruh

2012,

wanita usia subur. Program penapisan

kematian kanker leher rahim di

kanker leher rahim dan kanker payudara di

dunia dengan incidence rate 17 per

Kabupaten

Karawang

yang

telah

100.000 perempuan, dengan jumlah

berlangsung

dari

2007,

Untuk

kematian 7,8 % per tahun dari

wilayah kerja Puskesmas Loji sendiri, dari

seluruh kanker pada perempuan di

data

dunia.

Dinas

didapatkan

tahun
Kesehatan

jumlah

Karawang

perempuan

masih

tingginya

angka

berusia

1.2.3 Menurut WHO (2008), 69% daripada

diantara 30 hingga 50 sebanyak 5604 orang

angka kejadian payudara terjadi di

dengan target penapisan sebanyak 4763

negara yang berkembang

untuk periode 5 tahun. Angka penapisan

1.2.4 Menurut International Agency for

diharapkan mencapai target 85% secara

Research on Cancer (IARC) tahun

keseluruhan pada tahun terakhir program

2012, masih tingginya jumlah kasus

IVA

Loji,

baru dan angka kematian kanker

Kabupaten

payudara di dunia dengan incidence

belum

rate 40 per 100.000 perempuan,

keberhasilan

kasus baru yang ditemukan 22,7%

pelaksanaan program pencegahan kanker

dengan jumlah kematian 14% per

leher rahim dan kanker payudara di

tahun dari seluruh kasus kanker

Puskesmas Loji, Kabupaten Karawang

pada perempuan di dunia.

berjalan

pada

Puskesmas

Kecamatan

Tegalwaru,

Karawang.

Oleh

diketahuinya

tingkat

karena

pada periode November 2015 sampai

1.2.5 Menurut data dari Sistem Informasi

dengan Oktober 2016, maka perlu adanya

Rumah Sakit (SIRS) di Indonesia

evaluasi program.6

tahun 2007 diketahui bahwa kanker


leher

rahim

menempati

urutan

1.2.1 Menurut WHO tahun 2005, terdapat

kedua pada pasien rawat inap

lebih dari 500.000 kasus baru, dan

(11,78%) dan pasien rawat jalan

260.000

kasus

kematian

akibat

(17,00%),

kanker

leher

rahim,

90%

sedangkan

kanker

payudara menempati urutan pertama


pasien rawat inap (16,85%) dan
pasien rawat jalan (21,69%).

1.2.6

Menurut Kepmenkes 2010 deteksi


dini kanker leher rahim difokuskan

Tujuan Khusus
1
Diketahuinya cakupan penyuluhan

pada wanita yang berisiko tinggi


dan

berusia

30-50

tahun,

kelompok dan konseling perempuan

di

berusia 30 50 tahun di Puskesmas

karawang sendiri sebanyak 0,3%

Loji, Kabupaten Karawang periode

dari seluruh wanita usia subur dan


kasus kanker payudara sebanyak

November 2015 Oktober 2016.


2

0,6% dari seluruh wanita usia subur.


1.2.7

Catatan

tahunan

kanker leher rahim pada perempuan

program

berusia 30 50 tahun di Puskesmas

pencegahan kanker leher rahim dan

Loji, Kabupaten Karawang periode

kanker payudara di Puskesmas Loji


dengan target 85% namun yang

November 2015 Oktober 2016.


3

tercapai di puskesmas loji pada

keberhasilan

di Puskesmas Loji , Kabupaten

tingkat

program

Karawang periode November 2015

upaya

pencegahan kanker leher rahim dan

Oktober 2016.
4

kanker payudara di Puskesmas Loji,


Kabupaten

Karawang

November

tahun

dilakukan

penapisan

sampai

krioterapi pada

kanker

leher

rahim

dengan IVA positif di Puskesmas

dengan Oktober tahun 2016.

Loji, Kabupaten Karawang periode


November 2015 Oktober 2016.

Tujuan Umum
Untuk
mengetahui
keberhasilan,

Diketahuinya cakupan perempuan


yang

periode

2015

perempuan

pada penapisan kanker leher rahim

pada usia subur sebesar 4,7%.


diketahuinya

cakupan

Visual dengan Asam Asetat (IVA)

yang melakukan pemeriksaan iva


Belum

Diketahui

dengan hasil positif dari tes Inspeksi

tahun 2015 didapatkan cakupan

1.2.8

Diketahuinya cakupan penapisan

tingkat

masalah,

penyebab

Diketahuinya cakupan pelayanan


rujukan pada penapisan kanker leher

masalah, dan penyelesaian masalah

rahim

terkait program upaya pencegahan

Kabupaten

kanker

November 2015 Oktober 2016.

leher

payudara
Kabupaten

di

rahim

dan

kanker

Puskesmas

Loji,

Karawang

di

Puskesmas
Karawang

Loji,
periode

Diketahuinya cakupan penapisan

periode

kanker payudara pada perempuan

November tahun 2015 sampai dengan

berusia 30-50 tahun di Puskesmas

Oktober tahun 2016.


.

Loji, Kabupaten Karawang periode


7

4. Penanganan

dengan

November 2015 Oktober 2016.

krioterapi pada penapisan

Diketahuinya cakupan pelayanan

kanker leher rahim dengan

rujukan pada

penapisan

kanker

IVA positif

payudara

Puskesmas

Loji,

5. Pelayanan

rujukan

pada

periode

penapisan

kanker

leher

di

Kabupaten

Karawang

November 2015 Oktober 2016.

rahim
6. Penapisan kanker payudara

Sasaran
Semua perempuan berusia 30-50

7. Pelayanan

Karawang

pada

penapisan kanker payudara

tahun yang ada di Puskesmas Loji,


Kabupaten

rujukan

periode

November 2015 sampai dengan

Metode
Evaluasi program ini dilaksanakan

Oktober 2016.

dengan pengumpulan, pengolahan,


penyajian, analisis, serta interpretasi
II.
Materi dan Metode
Materi
Materi yang dievaluasi

data
dalam

sehingga

untuk

dapat

menjawab

digunakan

permasalahan

ini terdiri dari catatan

pelaksanaan program pencegahan

hasil kegiatan bulanan dan catatan

kanker leher rahim dan kanker

tahunan

payudara

program

Puskesmas

mengenai

di

Puskesmas

program pencegahan kanker leher

Kabupaten

rahim dan kanker payudara di

November 2015 sampai dengan

Puskesmas

Oktober

Loji,

Kabupaten

Karawang

Loji,

2016

yang

periode
kemudian

Karawang periode November 2015

dibandingkan dengan tolok ukur

sampai dengan Oktober 2016, yang

yang

berisi kegiatan:

mengadakan

1. Penyuluhan kelompok dan


konseling
2. Penapisan

kanker

leher

rahim
3. Penapisan dengan hasil IVA
positif

pada

kanker leher rahim

penapisan

ditetapkan
pengumpulan

dengan
data,

pengolahan data, analisis data dan


interpretasi

data

dengan

menggunakan pendekatan sistem


sehingga dapat ditemukan masalah
yang ada dari pelaksanaan program
pencegahan kanker leher rahim dan
kanker payudara di Puskesmas Loji
dan kemudian dibuat usulan dan

saran sebagai pemecahan masalah


tersebut

berdasarkan

Dari

hasil

evaluasi

program

penyebab

pencegahan kanker leher rahin dan

masalah yang ditemukan dari unsur-

kanker payudara yang dilakukan dengan

unsur sistem.

cara pendekatan sistem di Puskesmas


Loji, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten

III.
Kerangka Teoritis
Pendekatan Sistem

Karawang

periode

November

2015

sampai dengan Oktober 2016 didapatkan


hasil:
Tabel 1. Masalah menurut keluaran
No
.

Variabel

Tolo
k
Ukur

Pencapaian

Masalah

Penyuluhan
kelompok

100
%

0%

(+) 100%

Persentase
penapisan kanker
leher rahim

17,6%
85%

(+)
64,29%

Cakupan
penemuan IVA
positif

5%

Persentase
penapisan kanker
payudara

85%

Gambar 1. Teori Sistem menurut Ryan

Evaluasi

ini

dibuat

dengan

menggunakan pendekatan sistem. Dimana


sistem adalah gabungan dari elemenelemen yang saling dihubungkan oleh

1.

2.

3.

suatu proses atau struktur dan berfungsi


sebagai salah satu kesatuan organisasi

4.

dalam upaya menghasilkan sesuatu yang


telah

ditetapkan,

masukan

yang

(input),

keluaran

terdiri

proses

(output),

0%

17,6%

(+) 9095%%
(+)
64,29%

dari

(process),
lingkungan

Tabel 2. Masalah menurut masukan


No

Variabel

Tolok ukur

Pencapaian

Masalah

1.

Tenaga
Bidan
(terlatih)

3 orang

2 orang

(+)

2.

Sarana

Tersedianya
krioterapi

tidak
tersedia

(+)

(environment), umpan balik (feedback),


dan dampak (impact).
Tolok Ukur Keberhasilan
Tolok ukur keberhasilan terdiri dari
variabel

masukan,

proses,

keluaran,

lingkungan, umpan balik, dan dampak.


Digunakan

sebagai

pembanding

atau

target yang harus dicapai pada program


pencegahan kanker leher rahim dan
kanker payudara.
IV.

Hasil serta Pembahasan


Masalah

Tabel 3. Masalah menurut proses


No

1.

Variabel

Tolok Ukur

Pencapaian

Pelaksanaan:
Penyuluhan
perorangan
dan atau
kelompok
dalam
maupun luar
gedung

Masala
h
(+)

Dilakukan
Senin- Kamis,
dilakukan
sebelum, semasa
dan
setelah
selesai
melaksanakan
program
IVA
dan pemeriksaan
payudara

mayoritasn
ya
dilakukan
perorangan,
dibanding
kelompok

2.

Dengan

Perencanaan:
Pelayanan
penapisan
kanker leher
rahim dan
kanker
payudara
kelompok

Dilakukan tiap
bulan sekali di
setiap desa
oleh bidan
terlatih
maupun bidan
desa

Tidak
terdapat
data tertulis
mengenai
pelaksanaa
n penapisan
kelompok
di desa

(+)

terdapat

data

tertulis

penyuluhan kelompok.
2. Unit Krioterapi belum tersedia

Variabel

Tolok Ukur

Pencapaian

Masala
h

1.

Dukungan
sosial

Tidak
menjadi
faktor
penghambat

Masih
menjadi faktor
penghambat
karena
mayoritas
perempuan
meminta
persetujuan
suami untuk
setiap
tindakan

(+)

Masih
menjadi faktor
penghambat
karena masih
ada budaya
malu

(+)

Tidak
menjadi
faktor
penghambat

yang

mengenai pelaksanaan kegiatan

No
.

Sosial
budaya

masalah

ditemukan:
1. Tidak

Tabel 4. Masalah menurut lingkungan

2.

penyebab

manfaat pelatihan dokter jadi


tidak maksimal.
3. Masih kurangnya tenaga medis
yang mencukupi dan kurangnya
jangkauan

pemeriksaan

IVA

yang seharusnya satu kali dalam


sebulan untuk tiap desa, namun
pelaksanaannya

belum

rutin

dilaksanakan.
4. Kurangnya

media

promosi

kesehatan yang menarik seperti


Dari hasil diatas ditemukan masalah
menurut keluaran:

IVA agar masyarakat tertarik

1. Penyuluhan kelompok tidak


ada tertulis (0%)
2. Cakupan penapisan kanker
leher rahim masih kurang
(12,6%) dari target sebesar
85%.
3. Cakupan

penapisan

IVA

positif ( 0%) dari target


sebesar 5-10%
4. Cakupan penapisan kanker
payudara

poster dan video untuk program

masih

kurang

memeriksakan

diri

ke

puskesmas.
Dan ditetapkan prioritas masalah sebagai
berikut:
A. Cakupan

penyuluhan

kelompok

tidak ada ( 0%)


B. Cakupan penapisan kanker leher
rahim dan kanker payudara masih
kurang dari target sebesar 85%.

(2,15%) dari target sebesar


85%.

V. Penyelesaian Masalah
A. Cakupan penyuluhan kelompok
tidak ada (0%)
Penyebab:

Kurangnya

jumlah

dan

dukungan kepada bidan desa

seiring

peningkatan

pengetahuan masyarakat.

dan kader yang terlatih atau


yang memiliki pengetahuan
cukup tentang program IVA
disetiap desa.

rahim dan kanker payudara masih


kurang dari target sebesar 85%.

Penyelesaian:
Pelatihan

penyuluhan

untuk

bidan desa dan kader oleh


bidan

B. Cakupan penapisan kanker leher

terlatih

Penyebab:
Masukan tenaga dan dukungan

Puskesmas

masih kurang. Ini karena bidan

supaya dapat menjadi sumber

terlatihnya masih kurang yang

informasi masyarakat terdekat

seharusnya terdapat 3 bidan

serta

terlatih dan di setiap desa

pencatatan

dokumentasi

bukti

untuk

dan
setiap

seharusnya

dilantik

seorang

melakukan penyuluhan. Untuk

bidan desa yang terlatih untuk

dapat meningkatkan motivasi

Program IVA, serta bidan yang

dari

siap

terkait

masing-masing
pemberi

diberi

pihak

penyuluhan

penghargaan

untuk

penyuluhan

kelompok minimal 1 kali setiap

atau

bulan kepada penduduk wanita

insentif. Pemberian penyuluhan

desa yang berusia 30 hingga 50

kelompok

tahun.

penyuluhan

bersamaan
program

lain,

Kurangnya

info

mengenai

misalnya kelas ibu hamil, dan

pelayanan

Posyandu. Penyuluhan yang

leher

diadakan harus lebih bersifat

payudara

interaktif dan dinamis dengan

Puskesmas dan hari pelayanan

mengikutsertakan narasumber

program ini setiap hari Senin-

dokter atau

kamis.

mereka yang

pernah menderita kanker leher

penapisan

rahim

Kurangnya

di

dan

kanker
kanker

gedung

penyuluhan

KIA

dan

rahim dan menjalani program

jangkauan ke desa-desa untuk

IVA

kesadaran

menarik

meningkat

tempatan

sehingga

masyarakat

akan

minat

penduduk
melakukan

pemeriksaan, dimana kegiatan

ini seharusya dilakukan 1 bulan

diadakan kegiatan rutin ini,

sekali.

cakupan penapisan kanker leher


rahim

Penyelesaian:

dan

payudara

meningkat

Perlunya

ditambah

terlatih
pelatihan

dan

dapat
dapat

bidan

menurunkan angka kesakitan

dan dilakukan pula

dan kematian akibat kanker

penyuluhan

untuk

payudara

dan

kader dan bidan desa supaya

rahim

dapat

penyebaran

menjadi

sumber

kanker

contohnya

leher

dilakukan

info

mengenai

informasi masyarakat terdekat,

pelayanan

sehingga di harapkan bidan

pemeriksaan payudara

desa memainkan peran dengan

diberikan di puskesmas dengan

memberikan

bantuan lintas program seperti

mengenai
leher

penyuluhan
penapisan

rahim

dan

yang

di posyandu dan kelas ibu

kanker

hamil.
Memberikan penyuluhan secara

melakukan

rutin dan menyeluruh sesuai

pecatatan secara bertulis akan

dengan perencanaan awal untuk

setiap kegiatan di lapangan/

meningkatkan

desa yang dilakukan dengan

pengetahuan

membuat daftar nama, catatan

tentang pentingnya pencegahan

dan dokumentasi kegiatan yang

kanker

dilakukan. Dokter, bidan di

payudara.

puskesmas dan bidan di desa

sebaiknya

bekerjasama untuk melakukan

sistem terbuka melalui kerja

program seperti IVA keliling di

sama dari puskesmas dengan

desa-desa.

pihak luar seperti media massa,

Perlu

harus

dan

kanker

payudara di tempat praktek,


serta

IVA

adanya

tingkat
masyarakat

leher

rahim

dan

Penyuluhan
diadakan

dengan

penyediaan

pamong desa, tokoh agama,

media-media promosi seperti

sponsor bakti sosial, PKK, yang

spanduk, poster, video dan

dilakukan secara rutin. Untuk

pamflet di wilayah puskesmas

dapat meningkatkan motivasi

loji, sehingga diharapkan pada

dari

tahun

diperlukan pula penghargaan

berikutnya

dengan

masing-masing

pihak

pada kegiatan yang dilakukan,

Worldwide: IARC CancerBase No 10.

sehingga

terus

(Internet). Lyon, France: International

dengan

rutin.

Agency

penyuluhan

tidak

http://globocan.iarc.fr.Diunduh tanggal

dapat

dilaksanakan
Sasaran
hanya

kepada

wanita,

tetapi

kelompok
juga

kepada

kelompok pria (suami) untuk


meningkatkan pengetahuan dan
kesadaran untuk mengijinkan
wanita

(istri)

mengikuti

penapisan.
VI.

on

5 November 2016
3. World
Health

Cancer.

Organization.

2006.Comprehensive Cervical Cancer


Control. A Guide to Essential Practice.
Geneva:WHO
4. Depkes RI. 2007.

Buku

Acuan

Pencegahan Kanker Leher Rahim dan

Pengendalian Kanker Payudara dan

Kesimpulan :

Kanker
dilaksanakan

evaluasi

program deteksi dini kanker leher


rahim dan payudara yang dilakukan
dengan cara pendekatan sistem,
ditemukan adanya masalah

pada

cakupan penyuluhan kelompok dan


cakupan penapisan kanker leher
rahim dan kanker payudara periode
November

Research

Kanker Payudara. Jakarta:Depkes RI


5. Kepmenkes. 2010. Pedoman Teknis

Kesimpulan dan Saran


Telah

for

2015 sampai dengan

Oktober 2016 di Puskesmas Loji


Kabupaten karawang masih jauh
dari target 85%.
Daftar Pustaka
1. Kampono Nugroho.

Leher

Jakarta:Kepmenkes

Rahim.
RI

No.

796/Menkes/ SK/ VII/ 2010.


6. Dinkes Kabupaten Karawang. Data
Program Penapisan Kanker Leher
Rahim

dan

Kanker

Payudara

Kabupaten Karawang 2015 - 2016.


Karawang:Dinkes

Kabupaten

Karawang
7. HS, Djap. 2011.Pedoman Evaluasi
Program.

Jakarta:Bagian

Ilmu

Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran


UKRIDA
8. Dinkes Kabupaten Karawang. 2015.
Laporan

Pembangunan

Kesehatan

Ilmu

UPTD Puskesmas Loji tahun 2015.

Kandungan. Edisi ketiga. Jakarta:PT.

karawang:Dinkes Kabupaten Karawang

2011.

Bina pustaka sarwono prawirohadjo


2. Ferlay J, Shin HR, et.al. 2008.
CancerIincidence

and

Mortality