Está en la página 1de 1

Acute Ischemic Stroke Intervention

Oleh: dr. A. Onie, SpBS


Kesimpulan:

Stroke terbagi menjadi dua jenis yaitu stroke pendarahan dan stroke iskemik
Kedua jenis stroke ini sama-sama dapat menyebabkan kecacatan pada hidup seseorang
Perlunya pemanfaatan golden periode pada kasus stroke untuk menyelamatkan daerah sekitarnya

(<3jam)
Pada kasus terjadinya stroke, untuk dapat membedakan apakah ini tergolong jenis stroke pendarahan

atau iskemik, kita perlu melakukan pemeriksaan penunjang


Untuk deteksi awal/early diagnosis dapat dilakukan pemeriksaan CT scan Brain dan MRI Head
Penggunaan multislice scan brain lebih baik. Namun perlu dipahami bahwa butuh waktu sekitar

minimal 4 jam untuk melihat perbedaan densitas.


Pada pemeriksaan MRI kepala memang membutuhkan waktu yang lama, risiko tinggi, namun sangat

spesifik digunakan pada kaus acute haemoraghic dan reasonable to use in early diagnosis
Modalitas lain yang dapat digunakan adalah MRA, CTA, dan DSA (gold standard)
Dengan MRA, kita dapat mengetahui dimana terjadinya oklusi terutama pada pembuluh darah yang

besar
Pada CTA pun demikian, digunakan untuk mengetahui adanya oklusi pada pembuluh darah, namun

tidak bisa mendeteksi arah aliran pembuluh darah


Sedangkan DSA sendiri merupakan gold statndar untuk mendeteksi berbagai jenis lesi dan penyakit

pada cerebrovascular
Di UGD, kita dapat melakukan pemeriksaan CT scan brain terlebih dahulu untuk kasus-kasus yang
dicurigai kasus stroke, jika tidak ditemukan pendarahan di otak, bisa dilanjutkan dengan pemeriksaan
MRI/MRA untuk mengetahui adanya oklusi pembuluh darah atau tidak, dalam waktu < 3jam dapat
dilakukan Intravenous TPA. Dalam 4-4,5 jam sampe 6 jam dapat dilakukan intrarterial TPA.
Mechanical cateterisasi bisa dilakukan untuk kasus < 8 jam.

Notulen: dr. Azwar Zulmi