Está en la página 1de 2

Analisa kasus :

Nama : Andreas Herlambang E P


NPM : 160512338 kelas B

Dituduh ingkar janji Widodo dilaporkan ke polisi.


1. Apakah ada hubungan hukum antara Widodo dan Sekar ?
Menurut saya, antara Widodo dan Sekar tidak ada hubungan hukum
atas kasus tersebut. Sekar, mengaku dirinya merasa diperdaya oleh
Bagus. Selama dua tahun mereka berhubungan Widodo sering berjanji
mau menikahinya, sampai-sampai dia pun mau diajak berhubungan
layaknya suami istri berkali kali.. berdasarkan kutipan tersebut,
widodo tidak dapat dikasuskan sebagai pelaku penipuan. Penipuan
beradarkan pasal 378 KUHP dengan maksud untuk menguntungkan
diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai
nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun
rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan
barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun
menghapuskan piutang. Widodo ini tidak menggunakan nama palsu,
tidak dengan rayuan-rayuan agar Sekar mau untuk menerima
berhubungan suami istri, apalagi memaksa sekar Widodo tidak berbuat
demikian.
Yang diperbuat oleh Agus Widodo ini termasuk tindakan
wanprestasi. Perbuatan wanprestasi tentang janji kawin diatur dalam
KUHPerdata pasal 58, Janji kawin tidak menimbulkan hak untuk
menuntut di muka Hakim berlangsungnya perkawinan, juga tidak
menimbulkan hak untuk menuntut penggantian biaya, kerugian dan
bunga, akibat tidak dipenuhinya janji itu, semua persetujuan untuk
ganti rugi dalam hal ini adalah batal. Akan tetapi, jika pemberitahuan
kawin ini telah diikuti oleh suatu pengumuman, maka hal itu dapat
menjadi dasar untuk menuntut penggantian biaya, kerugian dan bunga
berdasarkan kerugian-kerugian yang nyata diderita oleh satu pihak
atas barang-barangnya sebagai akibat dan penolakan pihak yang lain;
dalam pada itu tak boleh diperhitungkan soal kehilangan keuntungan.
Tuntutan ini lewat waktu dengan lampaunya waktu delapan belas
bulan, terhitung dari pengumuman perkawinan itu. Berdasarkan pasal
58 KUHPerdata, maka Sekar tidak dapat menuntut Widodo atas segala
kerugiannya sebab belum ada kepastian dari Widodo tentang
perkawinan tersebut yang tertuang dalam bentuk pengumuman akan

berlangsungnya pernikahan mereka. Sekar menilai Widodo telah


melakukan pelecehan dan mengingkari janjinya dalam kutipan
tersebut, Sekar menganggap widodo melakukan pelecehan padahal
dalam Pasal 287 ayat (1) KUHP yang dikenai sanksi jika melakukan
tindakan seksual dengan anak di bawah umur. Dalam kasus antara
Sekar dan Widodo ini tidak dapat dikatakan sebagai pelecehan karena
jika dilihat kembali ada unsur dimana Sekar sendiri latar belakang
pribadinya merupakan seorang yang telah menjanda selama 12 tahun,
besar kemungkinan Sekar sendiri juga punya hasrat seksual tersendiri
bukan semata-mata dituduhkan pada Widodo bahwa Widodo telah
melakukan pelecehan. Widodo secara hukum tidak melakukan
perbuatan melawan hukum karena tidak melakukan kekerasan fisik
atau pemerkosaan terhadap Sekar.
2. Apakah tepat Sekar melaporkan Widodo ke polisi ?
Menurut saya yang dilakukan Sekar ini adalah tindakan yang
tepat. Polisi juga bisa sebagai lembaga yang menerima aduan
masyarakat. Dalam kondisi panik, tidak tahu apa yang harus dilakukan,
seseorang sering kali melaporkan ke polisi atas apa yang dialaminya,
agar memperoleh kejelasan hukum dan setidaknya polisi dapat
memberi arahan kepada pelapor tentang apa yang sebaiknya
dilakukan dalam konteks kasus ini yaitu Sekar. Tetapi jika Sekar
meminta atau menuntut Widodo melalui polisi itu tidak tepat. Karena
Sekar tidak memiliki dasar hukum atas laporannya, dan perbuatan
Widodo atas kesaksian dari Sekar ini belum sampai dikategorikan
melanggar hukum. Jadi pada dasarnya melaporkan ke polisi sebagai
orang awam bukan tindakan yang salah tetapi untuk menuntut
pertanggung jawaban melalui polisi bukan hal yang tepat dalam kasus
antara Sekar dan Widodo.