Está en la página 1de 8

Dosen :

Shanti Wahyuni M, S.T., M.Eng.

MKK. 306
ANALISA STRUKTUR III

Pertemuan
Waktu
Halaman

:I
: 2 x 50 menit
:1/8

Bahan Referensi :
1.

Sabril Haris HG., 2003, Analisa Struktur I (Struktur Statis Tak Tentu), Padang :
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Andalas.

2.

Popov E.P., 1996, Mekanika Teknik, Jakarta : Penerbit Erlangga.

BAB I PENDAHULUAN
Dalam analisa
Keseimbangan Dasar :
= 0
Fx
= 0
Fy
= 0
Mz

struktur

bidang dua dimensi

digunakan 3 Persamaan

(Keseimbangan gaya dalam arah sumbu x)


(Keseimbangan gaya dalam arah sumbu y)
(Keseimbangan momen dalam arah sumbu z)

Persamaan keseimbangan di atas dituliskan dalam notasi yang lebih sederhana, yaitu :
= 0
(Keseimbangan gaya dalam arah horizontal)
H
= 0
(Keseimbangan gaya dalam arah vertikal)
V
= 0
(Keseimbangan momen)
M
Selain itu, jika terdapat sendi dalam pada struktur, dapat digunakan Persamaan
Keseimbangan Momen Tambahan :
= 0
(bukan sendi pada rangka batang)
Ms
Persamaan-persamaan keseimbangan tersebut diperlukan untuk menghitung
Reaksi Tumpuan dan Resultan Gaya Dalam sebagai besaran yang tidak diketahui
(variabel) dalam analisa struktur. Setelah reaksi tumpuan dan resultan gaya dalam
diketahui nilai-nilainya, didefenisikan Gaya Dalam pada setiap elemen struktur berupa
momen lentur (M), gaya normal (N), gaya geser/lintang (L), dan torsi (T).
Dalam sebuah sistem persamaan, jika jumlah variabel sama dengan jumlah
persamaan, maka sistem persamaan bisa diselesaikan dan nilai-nilai variabel bisa
ditentukan.

Dosen :
Shanti Wahyuni M, S.T., M.Eng.

Contoh :
1.
4x
2x
2x

- 4y
+ 5y
+ 4y

MKK. 306
ANALISA STRUKTUR III

3z
3z
6z

=
=
=

Pertemuan
Waktu
Halaman

:I
: 2 x 50 menit
:2/8

-11
8
-10

Jumlah Variabel
= 3
Jumlah Persamaan
= 3
Sistem Persamaan bisa diselesaikan, diperoleh :
x=4 ;y=3 ;z=5

2.

7p
4p

+ 3q
- 9q

- 5r
+ 3r

=
=

8
11

Jumlah Variabel
= 3
Jumlah Persamaan
= 2
Sistem Persamaan TIDAK BISA diselesaikan
nilai p, q dan r TIDAK BISA DITENTUKAN
Agar sistem persamaan pada contoh 2 bisa diselesaikan, dibutuhkan 1
persamaan lagi yang memuat variabel p, q, dan r.

Pengertian jumlah variabel yang bersesuaian dengan jumlah persamaan


merupakan langkah awal yang penting dalam melakukan analisis struktur secara manual.
Kesesuaian jumlah variabel (dalam hal ini berupa reaksi tumpuan dan resultan gaya
dalam) dengan jumlah persamaan (dalam hal ini berupa persamaan keseimbangan
dasar dan persamaan keseimbangan momen tambahan), digunakan untuk
mendefenisikan sebuah struktur bisa dianalisis secara langsung atau tidak.

Dosen :
Shanti Wahyuni M, S.T., M.Eng.

MKK. 306
ANALISA STRUKTUR III

Pertemuan
Waktu
Halaman

:I
: 2 x 50 menit
:3/8

STRUKTUR STATIS TERTENTU :


Jumlah besaran tidak diketahui
(Reaksi Tumpuan dan Reaksi Gaya Dalam)
SAMA DENGAN
Jumlah Persamaan Kesetimbangan
(Persamaan Keseimbangan Dasar dan Persamaan Keseimbangan Momen
Tambahan)
Dengan menggunakan Persamaan keseimbangan yang ada, pada Struktur Statis
Tertentu dapat ditentukan langsung nilai-nilai reaksi tumpuan. Hal ini dapat
dilakukan karena jumlah besaran yang tidak diketahui SESUAI dengan jumlah
persamaan keseimbangan yang ada.
STRUKTUR STATIS TAK TENTU :
Jumlah besaran tidak diketahui
(Reaksi Tumpuan dan Reaksi Gaya Dalam)
LEBIH BANYAK DARI
Jumlah Persamaan Kesetimbangan
(Persamaan Keseimbangan Dasar dan Persamaan Keseimbangan Momen
Tambahan)
Dengan menggunakan Persamaan keseimbangan yang ada, pada Struktur Statis
Tak Tertentu tidak dapat langsung ditentukan nilai-nilai reaksi tumpuannya. Hal ini
disebabkan karena jumlah besaran yang tidak diketahui LEBIH BANYAK dari
jumlah persamaan keseimbangan yang ada.
Agar analisis struktur dapat dilakukan, terlebih dahulu harus dibangun sejumlah
PERSAMAAN KESEIMBANGAN TAMBAHAN yang sesuai dengan selisih
jumlah variabel dengan jumlah persamaan keseimbangan yang ada.

Dosen :
Shanti Wahyuni M, S.T., M.Eng.

MKK. 306
ANALISA STRUKTUR III

Pertemuan
Waktu
Halaman

:I
: 2 x 50 menit
:4/8

STRUKTUR TIDAK STABIL :


Jumlah besaran tidak diketahui
(Reaksi Tumpuan dan Reaksi Gaya Dalam)
LEBIH SEDIKIT DARI
Jumlah Persamaan Kesetimbangan
(Persamaan Keseimbangan Dasar dan Persamaan Keseimbangan Momen
Tambahan)
Struktur seperti ini tidak boleh terjadi dalam dunia rekayasa sipil. Pada kondisi ini
struktur mengalami ketidakstabilan akibat kekurangan reaksi tumpuan/resultan
gaya dalam sehingga gaya-gaya yang bekerja mengakibatkan struktur menjadi
tidak statis. Struktur dapat mengalami translasi vertikal atau horizontal, bahkan
mengalami rotasi akibat tidak ada reaksi tumpuan yang mengimbangi gaya yang
bekerja.
JENIS STRUKTUR STATIS TAK TENTU (STT)
STT Luar
: Besaran tidak diketahui berupa Reaksi Tumpuan
STT Dalam : Besaran tidak diketahui berupa Reaksi Gaya Dalam
DERAJAT STATIS TAK TENTU (i)
Kelebihan jumlah reaksi tumpuan pada struktur dinyatakan sebagai Derajat Statis
Tak Tentu yang dinotasikan dengan i.
Untuk struktur sederhana, i dihitung sebagai :
i
= R
- PK
Untuk struktur rangka batang, i dihitung sebagai :
i
= (m+r)-j
Dengan :
R
PK
m
r
j

=
=
=
=
=

Jumlah besaran yang tidak diketahui


Persamaan keseimbangan
Jumlah elemen rangka batang
Reaksi tumpuan
Jumlah titik hubung

Dosen :
Shanti Wahyuni M, S.T., M.Eng.

MKK. 306
ANALISA STRUKTUR III

Pertemuan
Waktu
Halaman

:I
: 2 x 50 menit
:5/8

Berikut ini akan diberikan beberapa contoh struktur statis tertentu dan statis tak tentu

Reaksi Tumpuan
Persamaan Keseimbangan

=
=

3
3

Reaksi Tumpuan = Persamaan Keseimbangan


Struktur Statis Tertentu

Reaksi Tumpuan
Persamaan Keseimbangan

=
=

4
3

Reaksi Tumpuan > Persamaan Keseimbangan


Struktur Statis Tak Tentu
Derajat Statis Tak Tentu = 1
Analisis Struktur dapat dilakukan dengan
menambahkan 1 persamaan keseimbangan

Reaksi Tumpuan
Persamaan Keseimbangan

=
=

4
3 Pers. Keseimbangan Dasar + 1 Pers. Keseimbangan
Tambahan

Reaksi Tumpuan = Persamaan Keseimbangan


Struktur Statis Tertentu

Dosen :
Shanti Wahyuni M, S.T., M.Eng.

MKK. 306
ANALISA STRUKTUR III

Pertemuan
Waktu
Halaman

:I
: 2 x 50 menit
:6/8

RANGKA BATANG
Pada rangka batang, penentuan suatu struktur termasuk Struktur Statis Tertentu, Statis

Tak Tentu atau Tidak Stabil dapat dilihat dari elemen-elemen yang terhubung pada join
dan jenis tumpuan.

STATIS TERTENTU
- Terdiri dari elemen-elemen yang membentuk segitiga tertutup dengan ujungujung sendi.
- Tumpuan terdiri dari sendi dan rol (struktur tidak dapat berpindah pada arah
vertikal dan horizontal).

STATIS TAK TENTU


Setidaknya terdapat 1 konfigurasi struktur yang bersilangan, dan/atau
Sistem tumpuan melebihi syarat Statis Tertentu.

Dosen :
Shanti Wahyuni M, S.T., M.Eng.

MKK. 306
ANALISA STRUKTUR III

Pertemuan
Waktu
Halaman

:I
: 2 x 50 menit
:7/8

TIDAK STABIL
- Setidaknya terdapat 1 konfigurasi elemen yang tidak membentuk segitiga
tertutup

Sistem tumpuan kurang dari syarat Statis Tertentu.

KETIDAKTENTUAN KINEMATIS
Selain berupa gaya, besaran awal yang tidak diketahui pada Struktur Statis Tak Tentu
dapat juga dinyatakan dalam bentuk KETIDAKTENTUAN KINEMATIS.
Ketidaktentuan kinematis menyangkut perubahan bentuk struktur akibat pembebaban
(Deformasi).
Dikenal ada dua jenis deformasi, yaitu :
- Putaran sudut/rotasi ()
- Perpindahan/translasi (, )
Dengan pendefenisian deformasi sebagai variabel, maka terlebih dahulu dilakukan
analisis untuk menentukan nilai-nilai deformasi. Selanjutnya berdasarkan nilai-nilai
tersebut, akan ditentukan besar reaksi tumpuan berikut gaya-gaya dalam elemen struktur.
Sesuai dengan konsep jumlah variabel (besaran yang tidak diketahui) yang harus sesuai
dengan persamaan keseimbangan, pernyataan variabel dalam bentuk deformasi ( dan )
memberikan konsekuensi harus disusunnya sejumlah persamaan keseimbangan yang
memuat variabel dan tersebut. Salah satu metoda analisis struktur yang
menggunakan deformasi sebagai variabel adalah Persamaan Slope Deflection (dibahas
pada Bab III).

Dosen :
Shanti Wahyuni M, S.T., M.Eng.

MKK. 306
ANALISA STRUKTUR III

Pertemuan
Waktu
Halaman

:I
: 2 x 50 menit
:8/8

Dibawah ini diberikan beberapa contoh struktur disertai dengan pendefenisian derajat
ketidaktentuan kinematisnya.

Besaran yang tidak diketahui


Derajat Ketidaktentuan Kinematis
Persamaan Keseimbangan yang dibutuhkan

=
=
=

A dan B
2
2

Besaran yang tidak diketahui


Derajat Ketidaktentuan Kinematis
Persamaan Keseimbangan yang dibutuhkan

=
=
=

, 1 dan 2
3
3