Está en la página 1de 4

Aliran-aliran baik dan buruk

1.

Aliran Hedonisme
Aliran hedorisme bahwa norma baik dan buruk adalah kebahagiaan karenanya suatu
perbuatan apabila mendatangkan kebahagiaan maka perbuatan itu baik dan sebaliknya
perbuatan

buruk apabila mendatangkan keburukan. Setiap manusia menginginkan

kebahagian, yang merupakan tujuan akhir dari hidup manusia. Oleh karenanya jalan yang
menghantarkan ke arah kebahagian di pandang sebagai keutamaan ( perbuatan mulia/baik ).
Aliran ini mengajarkan agar manusia mencari kelezatan,karena pada dasarnya tiap-tiap
perbuatan ini tidak susni dari perbuatan tetapi aliran ini menyatakan kehendak manusia
mencari sebesar-besarnya kelezatan. Maka apabila terjadi keraguan dalam memilih suatu
perbuatan, harus diperhitungkan banyak sedikitnya kelezatan dan kepediahanya. Suatu itu
2.

baik apabila diri seseorang yang melakukan perbuatan mengarah kepada tujuan.
Aliran Idealisme
Menurut aliran ini kemauan merupakan faktor terpenting dari wujudnya tindakantindakan yang nyata. Oleh karena itu, kemauan yang baik menjdai dasar pokok dalam
idealisme. Jadi, ada kemauan yang baik di sertai dengan perasaan kewajiban menjalankan
sesuatu tindakan, maka terwujudlah tindakan yang baik.

3. Aliran Naturalisme
Ukuran baik buruknya perbuatan manusia menurut aliran naturalisme adalah
perbuatan yang sesuai dengan fitrah manusia. Baik mengenai fitrah lahir maupun fitrah batin.
Aliran ini menganggap bahwa kebahagiaan yang menjadi tujuan dari setiap manusia di dapat
dengan jalan memenuhi panggilan natural atau kejadian manusia itu sendiri.
4. Aliran Teologi
Aliran ini berpendapat bahwa yang menjadi ukuran baik dan buruknya perbuatan
manusia di dasrkan atas ajaran tuhan. Segala perbuatan yang diperintahkan tuhan itulah yang
baik dan segala perbuatan yang di larang tuhan itulah perbuatan yang buruk.
5.Aliran Vitalisme
Perbuatan baik menurut aliran ini ialah aliran yang kuat, dapat . memaksakan dan
menekankan kehendaknya agar berlaku dan di taati oleh orang yang lemah. Manusia
hendaknya memiliki daya hidup(vitalita) yang dapt menguasai dunia dan keselamatan
manusia tergantung atas daya hidupnya.
6. Aliran Utilitarisme

Paham ini menyatakan bahwa ini, sebesar-besarnya kelezatan untuk bilangan yang
terbesar, yaitu suatu kebahagiaan harus menjadi pokok pandangan setiap orang dan
keutamaanya di sebut keutamaan yang apabila membuahkan kelezatan bagi orang banyak.
Kelezatan batin, tubuh dan akal.1

E. Aliran Aliran Dalam Etika


1. Aliran Etika hedonisme (kebahagiaan)
Kebahagiaan merupakan tujuan akhir dari hidup manusia, oleh karenanya jalan yang
mengantarkan kearahnya dipandang sebagai keutamaan (perbuatan baik). Oleh karena itu,
menurut aliran ini kelezatan merupakan ukuran dari perbuatan, jadi perbuatan dipandang baik
menurut kadar kelezatan yang terdapat pada perbuatan yang dilakukan seseorang dan
sebaliknya perbuatan itu buruk menurut kadar penderitaan yang ada pada diri seseorang
tersebut.
2. Aliran Etika konsumensarisme
paham atau ideologi yang menjadikan seseorang menjalankan proses konsumsi atau
pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara
sadar dan berkelanjutan (Boros). Hal tersebut menjadikan manusia menjadi konsumtif.
Misalnya berbelanja di supermall
3. Aliran Etika Materialisme
Kata materialisme terdiri dari kata materi dan isme. Dalam kamus besar bahasa indonesia
materi adalah bahan; benda ; segala sesuatu yang tampak.Materialisme adalah pandangan
hidup yang mencari dasar segala sesuatu yang termasuk kehidupan manusia di dalam alam
kebendaan semata-mata dengan mengesampingkan segala sesuatu yang mengatasi alam
indra. Ini sesuai dengan kaidah dalam bahasa indonesia. Jika ada kata benda berhubungan
dengan kata isme maka artinya adalah paham atau aliran. Misalnya seorang Pegawai PNS
membolos saat jam kerja, pergi ke Hotel bersama PSK itu merupakan orang yang berbuat
secara tidak etis.
4. Aliran Eudemonisme
1 M. Yatimin Abdullah, Studi Akhlak dalam Perspektif Alquran (Jakarta:Amzah,
2007), hlm. 33-35

Pandangan ini berasal dari filusuf yunani Aristoteles dalam bukunya Ethika
Nikomakheia menegaskan bahwa dalam setiap kegiatan manusia mengejar suatu tujuan.
Bisa dikatakan bahwa dalam setiap perbuatan kita ingin mencapai sesuatu yang baik untuk
kita.2
5.

Aliran

Individualisme

Adalah faham yang mementingkan hak perseorangan disamping kepentingan/paham


yang menganggap diri sendiri (kepribadian sendiri) lebih penting daripada orang lain
contohnya seorang siswa ingin menang dalam kompetesi Diskusi dia tidak mau kalah dan
tidak menerima pendapat dari temannya

ALIRAN ALIRAN ETIKA


1. Hedonisme :sesuatu yang dapat memberikan rasa nikamat kepada seseorang dengan kaidah
dasarnya.
2. Eudemonisme
Eudemonisme kaidah dasar etikanya ialah bertindaklah engkau sedemikian rupa
sehingga engkau mencapai suatu kebahagiaan.3 Artinya bahwa segala tindakan manusia itu
2 K. Bertens, Etika, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama hlm. 242
3 Prof.Dr.Jahaya S.Praja,aliran aliran filsafat dan etika(jakarta;Fajar
interpratama,2012)hlm.64

pasti ada tujuannya.Apbila ingin menuju tujuan tersebut Aristoteles membaginya menjadi 3
bagian yaitu theori, praxis, phronesis. Dengan tiga komponen tersebut, Arisoteles dengan
tegas menyatakan bahwa etika bukanlah episteme, bukanlah pengetahuan. Tujuan etika bukan
pengetahuan lebih tajam (meskipun unsur pengetahuan tentu terdapat juga), melainkan
praxis, bukan yang mengetahui apa itu hidup yang baik, melainkan membuat orang hidup
dengan baik.4
3. Utilitrisme
Untilitrisme merupakan teori teleologi yang bersifat universal yang hanya menilai
betul dan salahnya tindakan manusia dari segi akibatnya.
4. Deontologia
Deontologia menurut filsuf besar jerman Immnuel Kant menyatakan moralitas
menyangkut hal baik dan buruk, tetapi bukan sembarang hal yang baik dan buruk, melainkan
dalam bahasa kant, apa yang baik pada dirinya sendiri, yang baik tanpa pembataasan sama
sekali.5 Dalam pandangan kant seseorang akan melakuan kewajibannya itu di pengaruhi oleh
tiga faktor, yiatu: pertama, karena hal itu menguntungkan. Kedua, karena adanya dorongan
dalam hati. Ketiga, melakuakannya dikarenakan memenuhi kewajiban tersebut. Melakukan
kewajiban merupakan suatu hal yang memiliki nilai baik yang tidak ada batasannya. Akan
tetapi pendapat Kant di kritik oleh Max Scaler yang menyatakan bahwa inti moralitas
bukanlah kesediaan memenuhi kewajiaban, melainkan kesediaan untuk merealisasikan apa
yang bernilai.

4 Dr.Zaprulkhan,M.Si,filsafat umum sebuah pendekatan tematik(jakarta;PT


RajaGrafindo Persada,2012)hlm.199
5 Dr .Zaprulkhan,M.Si,filsafat umum sebuah pendekatan tematik(jakarta;PT
RajaGrafndo Persada,2012)hlm.200