Está en la página 1de 2

DAFTAR PUSTAKA

Andriyani. (2005). Efek Menyirih terhadap Gigi dan Jaringan Lunak Mulut.
Skripsi : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara.
Astuti, Dyah H., dkk. (2007). Efek Aplikasi Topikal Laktoferin dan Piper Betle
Linn pada Mukosa Mulut terhadap Perkembangan Karies Gigi. Jurnal M.I
Kedokteran Gigi, 22(1): 28-31.
Chalmers JM, dkk. (2005). The Oral Health Assessment Tool Validity and
reliablity. Australian Dental Jurnal, 50(3): 191-199.
Chalmers JM, dkk. (2009). Caring for oral health in Australian residential care.
Dental statistics and research series, (48). Canbera: AIHW.
Chen JW, dkk. (1996). A study on betel quid chewing behavior among Kaousiung
resident age 15 years and above. J Oral Pathol Med 1996, (240): 140-143.
Ginting, Mediawati. (2011). Man Belo (Sebuah Etnografi Kegiatan Menyirih
Sebagai Identitas Sosial Generasi Muda Karo di Kelurahan Titi Rantai,
Kecamatan Medan Baru, Medan. Skripsi : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politim Universitas Sumatera Utara.
Hasibuan, Sayuti. (1998). Keadaan-keadaan di Rongga Mulut yang perlu
diketahui pada Usia Lanjut. Majalah Kedokteran Gigi Usu, (4): 40-45.
Hasibuan, S., Pernama, G., Aliyah, S. (2003). Lesi-lesi Mukosa Mulut yang
Dihubungkan dengan Kebiasaan Menyirih di Kalangan Penduduk Tanah
Karo, Sumatera Utara. Jurnal Dentika, 8(2): 67-73.
Hermawan, Anang. (2007). Pengaruh Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.)
terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli
dengan Metode Difusi Disk. Artikel Ilmiah: Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Airlangga Surabaya.
Maryam, R. Siti, dkk. (2008). Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta:
Salemba Medika.
Kayser-Jones, Jeanie, dkk. (1995). An Instrument To Assess the Oral Health
Status of Nursing Home Resident. The Gerontologist, 35(6): 814-824.
Lim, Emerson. (2007). Kebiasaan menguyah sirih dan lesi yang dijumpai pada
mukosa oral masyarakat batak karo. Skripsi : Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Sumatera Utara.

Universitas Sumatera Utara

Nugroho, Wahyudi H. (2008). Keperawatan Gerontik & Geriatrik. Jakarta: EGC.


Samura, Jul A. (2009). Pengaruh Budaya Makan Sirih terhadap Status Kesehatan
Periodontal pada Masyarakat Suku Karo di Desa Biru-Biru Kabupaten
Deli Serdang Tahun 2009. Tesis: Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Sumatera Utara.
Sembiring, Bernadetta. (2007). Perilaku penggunaan sirih pada suku karo : Studi
kasus di Desa Rumah Berastagi Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo.
Skripsi: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara.
Sinuhaji, L. N. (2010). Perilaku menyirih dan dampaknya terhadap kesehatan
yang dirasakan wanita karo di Desa Sempajaya Kecamatan Berastagi
Kabupaten Karo. Skripsi: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas
Sumatera Utara.
Siswanto, Susila & Suyanto. (2013). Metodologi Penelitian Kesehatan dan
Kedokteran. Yogyakarta: Bursa Ilmu.
Stanley, Mickey dan Beare Patricia G. (2006). Buku Ajar Keperawatan Gerontik.
Jakarta: EGC
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung:
Penerbit Alfabeta.
Sundari, Siti, dkk. (1992). Minyak Atsiri Daun Sirih dalam Pasta Gigi; Stabilitas
Fisis dan Daya Antibakteri. Warta Tumbuhan Obat Indonesia, 1(1): 5-6.
Susiarti, Siti. (2005). Jenis-jenis Pengganti Pinang dan Gambir dalam Budaya
Menginang Masyarakat di Kawasan Taman Nasional Wasur, Merauke,
Papua. Jurnal Biodiversitas, 6(3): 217-219.
Wahyuni, A.S. (2010). (2011). Statistika Kedokteran. Jakarta: Bamboedoea
Commnunication.
Winasa, I. G. (1995). Perubahan Jaringan Rongga Mulut pada Usia Lanjut. The
Indonesian Journal of Dental Health, 1(4): 15-18.
Zhang, Xiaolin, dkk. (2008). Areca Chewing in Xiangtan, Hunan province, China:
interviews with chewers. J Oral Pathol Med (2008), 37: 423-429.

Universitas Sumatera Utara