Está en la página 1de 3

Pengertian/Definisi Metode Perpetual (Metode

Terus-Menerus)
Salah satu cara bagi perusahaan untuk membukuan persediaan
(inventory) yang dimilikinya adalah dengan Metode Perpetual
(Metode Terus-Menerus).
Pengertian/Definisi Metode Perpetual (Metode Terus-Menerus)
adalah sebagai berikut :
Untuk membukuan persediaan (inventory) berdasarkan Metode
Perpetual (Metode Terus-Menerus) seluruh pemasukan serta
pengeluaran barang-barang dicatat dalam perkiraan persediaan
(inventory) barang-barang bersangkutan. Pencatatan tersebut
dilakukan dengan masing-masing barang sebesar harga beli dari
barang yang bersangkutan.
Dengan metode ini, maka berapa banyaknya persediaan yang masih
ada dalam gudang akan dapat diketahui tanpa harus melakukan
perhitungan/penilaian kembali dari barang yang masih ada.
Jumlah persediaan ini dapat diketahui karena perkiraan persediaan
(inventory) selalu memperlihatkan jumlah sisa persediaan barang
yang masih ada.
Contoh Metode Perpetual (Metode Terus-Menerus) :

Pada tanggal 14 Pebruari 2014 perusahaan membeli 1.000 kg


barang dagangan seharga Rp.5.000 per kg.
Jurnal :
Persediaan Barang
5.000.000
Dagangan
Kas
5.000.000

Pada tanggal 21 Pebruari 2014 barang dagangan yang dibeli


tanggal 14 Pebruari 2014 dikembalikan sebanyak 50 kg kepada
penjualnya. Pengembalian karena barang yang diterima tidak sesuai
mutunya dengan pesanannya.
Jurnal :

Kas

250.000

Persediaan
250.000
Barang Dagangan

Pada tanggal 27 Pebruari 2014 dijual dengan tunai 100 kg


barang dagangan dengan harga Rp.5.250 per kg.
Jurnal penerimaan uang :
Kas
Penjualan
Jurnal pengeluaran barang :

525.000
525.000

Harga Pokok Penjualan


500.000
Persediaan
500.000
Barang Dagangan
Sehingga akhir persediaan barang dagangan per tanggal 27 Pebruari
2014 langsung dapat diketahui yaitu sebesar Rp.4.500.000,(5.000.000 500.000)
Penilaian Persediaan Dengan Metode Perpetual
Agar Perusahaan dapat menentukan Harga Pokok Penjualan dari suatu
product/barang, maka sangatlah penting untuk mengetahui berapa
besarnya persediaan akhir pada akhir periode tertentu.
Untuk dapat menilai berapa persediaan akhir suatu product/barang,
maka dalam akuntansi keuangan/laporan keuangan komersial dikenal
dengan adanya Penilaian Persediaan Dengan Metode Perpetual.
Penilaian Persediaan Dengan Metode Perpetual terdiri dari :

FIFO
Metode ini beranggapan, bahwa barang yang dibeli lebih awal,
dianggap dikeluarkan lebih awal pula. Dengan demikian, setiap
terjadi suatu transaksi penjualan, harga pokok penjualan (cost of
goods sold) barang yang terjual dinilai berdasarkan pada harga barang
yang dibeli lebih awal.

LIFO

Metode ini beranggapan, bahwa barang yang dibeli paling akhir,


dianggap dikeluarkan lebih awal. Dengan demikian, setiap terjadi
suatu transaksi penjualan, harga pokok penjualan (cost of goods sold)
barang yang terjual dinilai berdasarkan pada harga barang yang dibeli
paling awal.

Moving Avarage
Metode ini beranggapan, bahwa setiap terjadinya perubahan jumlah
persediaan, baik karena pembelian maupun karena adanya penjualan
yang dilakukan oleh perusahaan, sisa persediaan yang masih ada
segera diambil rata-ratanya. Nilai rata-rata barang yang masih ada
diperoleh dengan jalan membagi jumlah nilai persediaan yang masih
ada dengan jumlah satuan barang.
Dengan demikian harga pokok penjualan (HPP) barang yang dijual,
dinilai berdasarkan harga rata-rata barang tersebut.
Akan tetapi untuk menghitung besarnya pajak yang terutang / dalam
akuntansi pajak / dalam perpajakan yang diperbolehkan untuk
digunakan sebagai metode penilaian persediaan adalah dengan
Metode :

FIF

Moving Avarage / Rata-Rata


Sehingga apabila suatu perusahaan menggunakan metode penilaian
persediaan selain metode FIFO dan metode Avarage/Rata-Rata, maka
pada akhir suatu periode/ pada saat perhitungan pajak yang terutang
harus melakukan koreksi fiskal terlebih dahulu.