Está en la página 1de 11

Evaluasi Program Pengawasan Sarana Pengolahan Air Limbah

Rumah Tangga Pusat Kesehatan Masyarakat


Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang
Periode Juni 2015 hingga Mei 2016
Angela Mamporok
Fakultas Kedokteran Universitas Kedokteran Kristen Krida Wacana
ajohnm2417@gmail.com
Abstrak
Air limbah merupakan air buangan yang berasal dari rumah tangga(RT) seperti sisa kegiatan mencuci,
kamar mandi dan dapur termasuk tinja manusia dari lingkungan permukiman. Setiap rumah
hendaknya mempunyai sarana pengolahan air limbah (SPAL) Rumah Tangga (RT) yang memenuhi
persyaratan kesehatan. Menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013, sebaran RT yang
mempunyai akses terhadap fasilitas sanitasi improved di Indonesia adalah sebesar 58,9%. Salah satu
program kesehatan lingkungan di wilayah kerja Puskesmas Tirtajaya yang belum diketahui tingkat
keberhasilannya pada periode Juni 2015 sampai dengan Mei 2016 adalah program pengawasan Sarana
Pengolahan Air Limbah (SPAL) RT. Materi yang dievaluasi berupa laporan bulanan data dasar
penyehatan lingkungan dengan membandingkan cakupan terhadap tolok ukur menggunakan
pendekatan sistem. Dari hasil evaluasi didapatkan masalah dari keluaran dan diambil dua prioritas
masalah: cakupan pengawasan SPAL Rumah Tangga sebesar 26,72%% belum mencapai target (40%)
pada Juni hingga Desember 2015 dan 21,48% belum mencapai target (33,33%) pada Januari hingga
Mei 2016, cakupan SPAL Rumah Tangga yang memenuhi syarat sebesar 17,33%% belum mencapai
target (40%) pada Juni hingga Desember 2015 dan 11,78% belum mencapai target (33,33%) pada
Januari hingga Mei 2016. Penyebab masalah tersebut: kurangnya petugas kesling dan kader, tidak
tersedianya sarana penyuluhan SPAL Rumah Tangga, tidak dilakukan pemetaan SPAL, pembagian
tugas lintas program dan lintas sektoral belum jelas. Penyelesaian masalah mewujudkan dan melatih
kader, melengkap sarana penyuluhan SPAL, melakukan pemetaan SPAL, dan mengkoordinasi
pembagian tugas secara lintar sektoral dan program. Setelah hal tersebut dilakukan diharapkan
pencapaian program pengawasan SPAL periode berikutnya dapat megalami peningkatan.
Kata kunci: evaluasi program, Tirtajaya, SPAL

10

Latar belakang

anak-anak dan tidak mengganggu estetika

Air limbah merupakan air buangan

atau

tidak

menimbulkan

bau

atau

yang berasal dari rumah tangga seperti sisa

pemandangan yang tidak enak. Dewasa

kegiatan mencuci, kamar mandi dan dapur

ini, banyak RT yang tidak dilengkapi

termasuk tinja manusia dari lingkungan

dengan sarana pembuangan air limbah

permukiman.

yang memenuhi persyaratan kesehatan.1,2


Menurut Riset Kesehatan Dasar

Jumlah

penduduk

di

Indonesia tumbuh dengan sangat cepat


sehingga

menimbulkan

dampak

(RISKESDAS) 2013, sebaran RT yang

yang

mempunyai

serius terhadap penurunan daya dukung

sanitasi

lingkungan. Antara dampak yang harus

akan

sebaran RT yang memiliki akses terhadap


fasilitas sanitasi improved adalah DKI

yang berdampak pada peningkatan jumlah

Jakarta (78,2%), Kepulauan Riau (74,8%),

air limbah. Pembuangan air limbah tanpa


proses

mengakibatkan
lingkungan,

pengolahan

Kalimantan

akan

terjadinya

pencemaran

khususnya

terjadinya

hanya

SPAL

tidak

penampungan terbuka di pekarangan dan


7,4% ditampung di luar pekarangan.3
Berdasarkan
Peraturan
Menteri

dapat

Pekerjaan Umum Nomor: 16/prt/m/2008

mengotori sumur, sungai, danau maupun

Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional

sumber air lainnya, tidak menjadi tempat

Pengembangan Sistem Pengelolaan Air

berkembang biaknya nyamuk, lalat, dan

Limbah

lipan sehingga harus ditutup rapat dengan


menggunakan

papan,

tidak

menggunakan

Limbah (SPAL), 13,2% menggunakan

yang

dimaksudkan dengan memenuhi syarat


adalah

yang

dengan dilengkapi Sarana Pengolahan Air

memenuhi persyaratan kesehatan. Yang


kesehatan

15,5%

penampungan tertutup di perkarangan

mempunyai sarana pengolahan air limbah


(RT)

Bangka

langsung ke got (46,7%) dan didapatkan

maupun air tanah. Setiap rumah hendaknya


Tangga

(74,1%),

Indonesia, umumnya air limbah dibuang

untuk air minum, baik air permukaan

Rumah

Timur

Belitung (73,9%), dan Bali (75,5%). Di

pencemaran pada sumber-sumber air baku

(SPAL)

disalurkan

58,9%. Lima provinsi tertinggi dengan

meningkatkan

konsumsi pemakaian air minum/bersih

melalui

yaitu

fasilitas

air limbah, di Indonesia adalah sebesar

air limbah. Hal ini karena, peningkatan


penduduk

improved

terhadap

menggunakan pipa ke tempat pengolahan

ditangani dengan cepat adalah pengolahan


jumlah

akses

Permukiman

(KSNP-SPALP),

tingkat pelayanan pengelolaan air limbah

dapat

permukiman di perkotaan melalui sistem

menimbulkan kecelakaan, khususnya pada

setempat (on site) yang aman baru

10

mencapai 71,06% dan melalui sistem

dilakukan evaluasi program yang sudah

terpusat (off site) baru mencapai 2,33 % di

dijalankan,

11 kota, tingkat pelayanan air limbah

keberhasilan program pengawasan SPAL

permukiman

melalui

RT, dan menindak lanjuti upaya perbaikan

berupa

lingkungan

pengolahan

di

perdesaan

setempat

(on-site)

mengetahui

berkaitan

tingkat

SPAL

RT

di

jamban pribadi dan fasilitas umum yang

Puskesmas Tirtajaya periode Juni 2015

aman baru mencapai 32,47% dan sebagian

hingga Mei 2016.

besar fasilitas pengolahan air limbah


setempat masih belum memenuhi standar

Rumusan masalah

teknis yang ditetapkan. Oleh karenanya

1. Lima provinsi tertinggi dengan sebaran

diperlukan suatu kebijakan dan strategi

RT yang memiliki akses terhadap

dalam sistem pengelolaan air limbah

fasilitas sanitasi improved adalah DKI

permukiman,

Jakarta

untuk

memberikan

dalam

penyelenggaraan

sistem

pengelolaan

arah

pembangunan

Riau

(74,8%), Kalimantan Timur (74,1%),


Bangka Belitung (73,9%), dan Bali

Pemeriksaan

(75,5%).
2. Di Indonesia, umumnya air limbah

Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan

dibuang langsung ke got (46,7%) dan

Kabupaten Karawang menunjukkan di

didapatkan

Kecamatan Tirtajaya didapatkan 12 917

menggunakan penampungan tertutup

(73,61%) RT yang memiliki SPAL dari 17

di perkarangan

548 keluarga yang diperiksa. Dari jumlah

Sarana

tersebut, pada periode Juni sampai dengan

(SPAL),

Desember 2015 didapatkan hanya 2 238

penampungan terbuka di pekarangan

(18,10%) dan pada periode Januari sampai

dan

catatan

limbah

Kepulauan

di

Indonesia.1
Berdasarkan

air

(78,2%),

dengan Mei 2016 didapatkan 1 521


(11,78%) SPAL yang memenuhi syarat
sesuai

dengan

pensyaratan

hanya

dengan

Pengolahan
13,2%

Air

yang

dilengkapi
Limbah

menggunakan

7,4%

ditampung

pekarangan.
3. Berdasarkan

Peraturan

Menteri

Umum

Nomor:

Pekerjaan

kesehatan.

15,5%

di

luar

16/prt/m/2008 Tentang Kebijakan dan

Target pengawasan program SPAL di

Strategi Nasional Pengembangan Sistem

Kabupaten Karawang pada periode Juni

Pengelolaan Air Limbah Permukiman

sampai dengan Desember 2015 adalah

(KSNP-SPALP),

sebanyak 40% dan pada periode Januari

akses

masyarakat

terhadap prasarana sanitasi dasar di

sampai dengan Mei 2016 adalah sebanyak

perkotaan mencapai 90,5% dan di

33,33%.4 Berdasarkan hal-hal di atas maka

10

perdesaan mencapai 67%


4. Berdasarkan
catatan
Pemeriksaan
Penyehatan

pengawasan

Dinas

SPAL Rumah Tangga di wilayah kerja

Karawang

Puskesmas Tirtajaya pada periode Juni

menunjukkan di Kecamatan Tirtajaya

2015 hingga Mei 2016.


3. Diketahuinya cakupan SPAL Rumah

Kesehatan

Lingkungan

hingga Mei 2016.


2. Diketahuinya cakupan

Kabupaten

didapatkan pada periode Juni sampai

Tangga yang memenuhi syarat di

dengan Desember 2015 didapatkan

wilayah kerja Puskesmas Tirtajaya

hanya 2 238 (18,10%) dan pada

pada periode Juni 2015 hingga Mei

periode Januari sampai dengan Mei

2016.

2016 didapatkan 1 521 (11,78%) SPAL

Materi

yang memenuhi syarat sesuai dengan


pensyaratan
pengawasan

kesehatan.
program

Materi yang dievaluasi dalam program

Target
SPAL

Pengawasan SPAL Rumah Tangga di

di

wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas

Kabupaten Karawang pada periode

(UPTD) Puskesmas Tirtajaya, Kabupaten

Juni sampai dengan Desember 2015

Karawang, Jawa Barat, periode Juni 2015

adalah sebanyak 40% dan pada periode

hingga Mei 2016, yang terdiri dari:

Januari sampai dengan Mei 2016

1. Inspeksi

adalah sebanyak 33,33%.


5. Belum diketahui tingkat keberhasilan

sanitasi

(SPAL

Rumah

Tangga)
2. Pencatatan dan Pelaporan

cakupan program pengawasan SPAL


Rumah Tangga di Puskesmas Tirtajaya,

Metode

periode Juni 2015 sampai dengan Mei

Evaluasi dilakukan dengan cara melakukan

2016.

pengumpulan
Tujuan
A. Tujuan Umum
Mengetahui tingkat keberhasilan pada
program

pengawasan

SPAL

data,

pengolahan

data,

analisis data dan intepretasi data, program


Pengawasan SPAL Rumah Tangga di
Puskesmas Tirtajaya periode Juni 2015

Rumah

hingga Mei 2016. Data dibandingkan

Tangga di wilayah kerja Puskesmas

dengan tolok ukur yang telah ditentukan

Tirtajaya pada periode Juni 2015 hingga

dengan menggunakan pendekatan sistem

Mei 2016.
B. Tujuan Khusus
1. Diketahuinya jumlah SPAL Rumah

sehingga

ditemukan

masalah

Program

Pengawasan

SPAL

pada
Rumah

Tangga. Usulan dan saran diberikan

Tangga di wilayah kerja Puskesmas

berdasarkan penyebab dari masing-masing

Tirtajaya pada periode Juni 2015

10

unsur

keluaran

sebagai

pemecahan

Tirtajaya dan Dinas Kesehatan Karawang,

masalah dengan menggunakan pendekatan

periode Juni 2015 hingga Mei 2016.

sistem.
Data Sekunder :
Catatan Data

Sumber Data

Lingkungan,

Sumber data dalam evaluasi ini berupa


data

sekunder

yang

berasal

Dasar

Penyehatan

UPTD

Puskesmas

Tirtajaya, Kecamatan Tirtajaya periode

dari

Juni 2015 hingga Mei 2016.

wawancara, laporan bulanan Puskesmas


Masalah Menurut Variabel Keluaran :
No Variabel
1.

Cakupan

pengawasan

SPAL

Tolok Ukur (%)

Pencapaian(%)

Masalah

Juni-Desember

26,72

(%)
33,20

21,48

35,60

17,33

56.70

73,40

73,70

Rumah Tangga

2015: 40
Januari-Mei 2016:
33,33

2.

Cakupan SPAL Rumah Tangga

Juni-Desember

Memenuhi Syarat

2015: 40%
Januari-Mei 2016:
33,33%

Masalah Menurut Variabel Masukan


No

Variabel

Tolok Ukur

Pencapaian

10

Masalah

1.

Tenaga

Tersedianya minimal 2 orang

Petugas Kesehatan

(Men)

petugas, masing-masing

Lingkungan sebanyak 1

sebagai koordinator dan

orang sebagai

pelaksana program

koordinator program dan

pengawasan SPAL Rumah

pelaksana program.

(+)

Tangga yang terampil


2.

Sarana

dibidangnya.
Poster

Tidak ada

(+)

(Material)
: Ada
: Ada 1 unit Ambulans
Masalah Menurut Variabel Proses :
No
1.

Variabel
Pengorganisasian

Tolok Ukur

Pencapaian

Dibentuk struktur organisasi,

Struktur

kepala puskesmas sebagai

jelas, namun pembagian tugas

penanggungjawab program,

antar lintas program dan lintas

melimpahkan kekuasaan kepada

sektoral belum jelas.

koordinator kesehatan lingkungan,


kemudian melakukan koordinasi
dengan pelaksana program.

10

organisasi

Masalah
sudah

(+)

2.

Pelaksanaan

Dilakukan
sarana

pemeriksaan/inspeksi

SPAL

Rumah

Tangga

Inspeksi SPAL dilakukan


1x/minggu

(+)

minimal 8x dalam 1 bulan atau 2x


dalam 1 minggu

Tidak ada data mengenai


penyuluhan SPAL

Adanya data hasil penyuluhan


tentang SPAL
Penyuluhan yang dilakukan
Penyuluhan dilakukan 24 kali per belum lintas program dan
tahun
(2x/bulan)
yang lintas sektor.
dilaksanakan
kesehatan

oleh
lingkungan

petugas
melalui

(+)

lintas program dan lintas sector

Man :
Terdapat hanya 1 orang petugas sahaja

Perumusan Masalah
Masalah Menurut Keluaran (Masalah
Sebenarnya)
a.
Cakupan pengawasan SPAL Rumah
Tangga

dengan

33,20%
b.

besar

masalah

(Juni-Dsember

2015),

yang

Syarat

masalah 56.70%

dengan

sebagai

koordinator

merangkap pelaksana program.


Pengorganisasian:
Belum terdapat koordinasi yang jelas

35,60% (Januari-Mei 2016).


Cakupan SPAL Rumah Tangga
Memenuhi

bertugas

untuk kerjasama lintas program dan lintas


sektor.
Pelaksanaan:
Jumlah inspeksi yang dilakukan masih

besar

(Juni-Desember

kurang.

2015), 73,70% (Januari-Mei 2016)

Dimana

1x/minggu.secara

baru

dilakukan

dini

sehingga

menggantikan kedudukan ASI.

Cakupan pengawasan SPAL Rumah


Tangga dengan besar masalah 33,20%
(Juni-Dsember 2015), 35,60% (Januari-

Penyelesaian masalah:.

Mei 2016).

Man :

Penyebab masalah:

10

Mewujudkan dan melatih kader di desa

Penyebab masalah:

tentang pentingnya program SPAL Rumah

Man :

Tangga

dalam

Kurangnya sumber daya manusia untuk

pengawasan dan penyuluhan program

melakukan pengawasan SPAL Rumah

SPAL ke masyarakat.

Tangga.

agar

bisa

membantu

Melakukan penyuluhan sekali di setiap


desa tentang fungsi SPAL Rumah Tangga

Material:

kepada masyarakat

Tidak tersedia sarana non medis seperi


poster sebagai sarana penyuluhan SPAL

Pengorganisasian :
Meningkatkan

Rumah Tangga kepada masyarakat.


koordinasi

lintas

Tidak tersedia sarana transportasi untuk

sektoral dan lintas program. Dengan cara,

melakukan pendataan dan kegiatan lain

meminta bantuan Kepala Puskesmas untuk

program

mendorong kerjasama dengan program

Tangga.

pengawasan

SPAL

Rumah

lain untuk membantu dalam melakukan


kegiatan inspeksi dan penyuluhan dengan
kader yang dilatih.
Kerjasama
seperti

dengan

Pemerintah

sektor

lainnya

Daerah,

Badan

Pengorganisasian
Belum terdapat koordinasi yang jelas

Lingkungan Hidup, Lembaga Swadaya

untuk kerjasama

Masyarakat yang bergerak di bidang

sektoral.

lintas

program

dan

lingkungan dalam bentuk dana untuk


pembangunan SPAL yang sehat di RT.

Penyelesaian masalah:
Man :

Pelaksanaan :

Mewujudkan dan melatih kader dasar

Meminta bantuan dari dasar wisma dalam

wisma untuk membantu dalam melakukan

proses inspeksi dan pengawasan SPAL RT

pengawasan SPAL Rumah Tangga dan

di desa masing-masing.

penyuluhan tentang kepentingan SPAL RT


yang sehat.

Cakupan

SPAL

Rumah

Tangga

Memenuhi

Syarat

dengan

besar

masalah

56.70%

(Juni-Desember

Material :

2015), 73,70% (Januari-Mei 2016)

10

Menyediakan

poster

sebagai

sarana

- Jumlah SPAL yang memenuhi syarat

penyuluhan SPAL Rumah Tangga kepada

kesehatan adalah 3 759.

masyarakat.

- Cakupan pengawasan SPAL Rumah

Meyediakan sarana transportasi untuk

Tangga

memudahkan pendataan SPAL Rumah

mencapai target

Tangga.

hingga Desember 2015 dan 21,48%

sebesar

26,72%%
(40%)

pada

belum mencapai target


Pengorganisasian

belum
Juni

(33,33%)

pada Januari hingga Mei 2016.

Meningkatkan

lintas

- Cakupan SPAL Rumah Tangga yang

sektoral dan lintas program. Dengan cara,

memenuhi syarat sebesar 17,33%%

meminta bantuan Kepala Puskesmas untuk

belum

mendorong kerjasama dengan program

Juni hingga Desember 2015 dan

lain untuk membantu dalam melakukan

11,78% belum

kegiatan inspeksi dan penyuluhan dengan

(33,33%) pada Januari hingga Mei

kader yang dilatih.

2016.

Kerjasama
seperti

koordinasi

dengan

Pemerintah

sektor

lainnya

Daerah,

Badan

Saran
Saran

Lingkungan Hidup, Lembaga Swadaya

mencapai target (40%) pada

kepada

mencapai

Kepala

target

Puskesmas

Tirtajaya

Masyarakat yang bergerak di bidang

1.

lingkungan dalam bentuk dana untuk

Mewujudkan dan melatih kader desa


dasar wisma minimal 5 orang per desa

pembangunan SPAL yang sehat di RT.

dengan harapan kader dapat


Kesimpulan

membantu petugas program dalam

Dari hasil evaluasi program pengawasan

melakukan pengawasan dan

SPAL Rumah Tangga yang dilakukan

penyuluhan tentang kepentingan

dengan cara pendekatan sistem di wilayah

SPAL Rumah Tangga yang memenuhi

kerja UPTD Puskesmas Tirtajaya pada

syarat.

periode Juni 2015 hingga Mei 2016

2.

Dalam tempoh 2 bulan, menyediakan

dikatakan belum berjalan dengan baik

sarana non medis seperti poster yang

melihat

merupakan sarana penyuluhan.

kepada

angka

keberhasilan

program sebagai berikut:

3.

Dalam tempoh setahun, melakukan

- Jumlah SPAL Rumah Tangga yang

pemetaan pada setiap desa untuk

ada 12 917.

memudahkan proses pengawasan


SPAL Rumah Tangga.

10

Daftar Pustaka
1. Peraturan

Menteri

Pekerjaan

Umum Nomor: 16/PRT/M/2008


Tentang Kebijakan dan Strategi
Nasional Pengembangan Sistem
Pengelolaan

Air

Limbah

Permukiman.
2. Dinas
Kesehatan
Karawang.

Kabupaten

Buku

Kumpulan

Peraturan dan Pedoman Teknis


Kesehatan

Lingkungan.

Karawang : Dinkes Kabupaten


Karawang; 2014.
3. Badan
Penelitian
Pengembangan

dan
Kesehatan

Kementerian Kesehatan RI. Riset


kesehatan dasar 2013. Jakarta :
Depkes RI; 2013.
4. Data Profil Kesehatan Kabupaten
Karawang 2015. Dinas Kesehatan
Kabupaten Karawang.
5. Laporan
Tahunan
Kecamatan
Tirtajaya,

Kabupaten

Karawang

Tahun 2015.

10

10