Está en la página 1de 44

PENDOKUMENTASIAN HASIL PEMERIKSAAN

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

181/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/1

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian

Tujuan

Kebijakan
Prosedur

Unit Terkait

Merupakan suatu prosedur pendokumentasian hasil pemeriksaan


Laboratorium Patologi Anatomi RSI Sultan Agung Semarang yang telah di
baca oleh dokter yang diketik pada program komputerisasi.
1. Supaya hasil yang telah di diagnosis oleh dokter Patologi Anatomi dapat
diserahkan kepada pasien dalam keadaan yang rapi.
2. Supaya pengarsipan hasil lebih tertata dan mudah di tracking apabila
dibutuhkan kembali
Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung
Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
1. Petugas Laboratorium mengambil Formulir yang sudah didiagnosa oleh
dokter spesialis Patologi Anatomi
2. Petugas Laboratorium melakukan pengetikan hasi pemeriksaan di
program pengetikan hasil secara komputerisasi, meliputi pengisian hal
hal sebagai berikut :
Petugas Laboratorium mengentry : data pasien, monor rekam medis,
nomor pemeriksaan, asal jaringan, dokter pengirim, cara pengambilan,
tanggal masuk, tanggal hasil jadi, nama dokter patologi, makroskopis,
mikroskopis, kesan catatan dan saran (Jika ada).
3. Petugas Laboratorium yang mengetik hasil merubah kembali hasil (jika
ada kesalahan) sesuai dengan perbaikan yang ada, lalu mencetak kembali
hasil pada lembar hasil:
4. Lembar hasil yang telah dicetak tadi diserahkan ke Dokter Patologi yang
melakukan pemeriksaan untuk di periksa ulang dan ditanda tangani.
5. Hasil yang telah benar dan di tanda tangani diserahkan kembali kepada
petugas Laboratorium untuk di catat dalam buku pengambilan hasil dan
dimasukkan dalam amlop serta laci hasil
1. Petugas Laboratorium.
2. Dokter Patologi Anatomi

PENGECEKAN KUALITAS PEWARNAAN

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

182/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/1

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian

Suatu prosedur pengecekan reagensia (quality control) yang dilakukan oleh


dokter Patologi setiap 1 bulan sekali.

Tujuan

Untuk mengetahui kualitas reagensia, apakah masih dalam kondisi yang


baik atau tidak.

Kebijakan

Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung


Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013

Prosedur

1. Teknisi Laboratorium menyediakan masing masing preparat untuk


pulasan, Papanicolou (PAP) dan Hematoksilin Eosin (HE).
2. Teknisi Laboratorium mencuci tangan sesuai prosedur.
3. Teknisi Laboratorium memakai APD yang meliputi masker surgical dan
sarung tangan non steril.
4. Teknisi Laboratorium memakai APD berupa sarung tangan non steril
dan masker.
5. Teknisi Laboratorium melakukan pewarnaan sesuai dengan prosedur
masing masing pulasan.
6. Petugas / Teknisi Laboratorium meletakkan hasil pulasan diatas meja
dokter untuk dibaca.
7. Teknisi Laboratorium mencuci tangan sesuai prosedur
8. Dokter mencatat hasil pembacaan pada check list.

Unit terkait

1. Teknisi Laboratorium.
2. Dokter Patologi Anatomi

TRACKING SPECIMENT DI LABORATORIUM PA

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

183/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/2

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian

Prosedur pelacakan spesimen yang meliputi jaringan, spesimen, blok


parafin, slide, dan hasil pemeriksaan.

Tujuan

Untuk mempermudah pencarian apabila sewaktu waktu diperlukan untuk


pemeriksaan kembali oleh dokter atau bila diperlukan oleh pasien.
1. Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung
Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
2. Menerima kembali hasil jawaban PA atas permintaan dokter klinis
karena ada ketidak sesuaian antara klinis dan PA.
3. Memenuhi permintaan pasien yang melanjutkan pengobatan di luar RSI
Sultan Agung
4. Pemeriksaan Ulang atas Permintaan Dokter SpPA maupun dokter
Pengirim.
1. Pasien / Keluarga Pasien / Dokter yang Merujuk / Dokter SpPA
menghubungi Petugas Laboratorium Patologi Anatomi untuk
dilakukannya tracking specimen karena permintaan dokter klinis atau
akan dilakukannya pengobatan lanjutan dan pemeriksaan ulang.
2. Teknisi Laboratorium melakukan pengecekan pada buku pemeriksaan
Sitopatologi, Histopatologi dan Pap Smear untuk mengetahui nama
lengkap pasien, tanggal lahir, serta nomor pemeriksaan.
3. Teknisi Laboratorium mencari bahan yang diminta.
Untuk Blok Parafin, Slide dan Hasil, Teknisi Laboratorium
mengambil bahan yang diminta di masing masing lemari
penyimpanan (Tidak perlu menggunakan APD).
Untuk mencari sisa jaringan (makroskopik) / spesimen atau sampel
sitologi. Teknisi Laboratorium harus Mencuci tangan sesuai
prosedur dan menggunakan APD (Masker Surgical, Kacamata
Pelindung dan Sarung Tangan Non Steril) sebelum mengambil di
gudang basah / lemari pendingin

Kebijakan

Prosedur

TRACKING SPECIMENT

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

Unit terkait

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

183/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

2/2

4. Teknisi Laboratorium Patologi Anatomi mengambil sisa jaringan


dengan langkah langkah sebagai berikut
Teknisi Laboratorium Patologi Anatomi mencari box container
sesuai dengan nomor pemeriksaan yang diperlukan.
Teknisi Laboratorium Patologi Anatomi membuka box container dan
mencocokkan identitas pasien dengan identitas jaringan.
Teknisi Laboratorium Patologi Anatomi mengambil Jaringan yang
sesuai dengan identitas pasien.
Teknisi Laboratorium Patologi Anatomi membawa jaringan tersebut
ke ruang potong gross untuk dilakukan tindakan selanjutnya (Potong
Ulang Gross, Ulang Makroskopik).
Teknisi Laboratorium Patologi Anatomi mengambil spesimen
sitologi dengan langklah langkah berikut
5. Teknisi Laboratorium Patologi Anatomi membuka lemari pendingin dan
mencocokkan identitas pasien dengan identitas specimen
6. Teknisi Laboratorium Patologi Anatomi mengambil spesime yang
sesuai dengan identitas pasien.
7. Teknisi Laboratorium Patologi Anatomi membawa spesimen tersebut ke
ruang potong gross untuk dilakukan tindakan selanjutnya (Ulang
Preparat Apus, Ulang Makroskopis).
8. Jika dokter Laboratorium Patologi Anatomi yang meminta, maka
Teknisi Laboratorium memberikan bahan yang dibutuhkan pada dokter.
1. Dokter yang mengirim.
2. Rumah Sakit meminta jaringan / blok paraffin.
3. Rumah Sakit yang di rujuk

PEMANTAUAN SUHU RUANG

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

184/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/1

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian

Kegiatan yang dilakukan untuk mengukur suhu (temperatur) ataupun


perubahan suhu.

Tujuan

Untuk menjaga agar suhu ruangan agar sesuai dengan penyimpanan


reagensia.

Kebijakan
Prosedur

Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung


Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
1. Teknisi Laboratorium meletakkan Termometer pada dinding ruangan
yang berdekatan dengan AC dengan kisaran suhu 15 C - 25 C.
2. Teknisi Laboratorium melakukan pemantauan suhu setiap hari agar
tetap dalam kisaran 15 C - 25 C, lalu mencatatnya pada check list suhu
harian.
3. Apabila sewaktu waktu suhu ruangan kurang atau lebih dari standar
yang telah ditetapkan, Teknisi Laboratorium segera melakukan tindakan
untuk mencapai suhu standar.
4. Apabila termometer sudah tidak sesuai (tidak stabil), Teknisi
Laboratorium melakukan pelaporan
dilakukan perbaikan alat.

Unit Terkait

1. Laboratorium Patologi Anatomi.


2. Bagian Sarana dan Prasarana.

ke Bagian Pemeliharaan untuk

PENYIMPANAN JARINGAN BASAH

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

185/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/1

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

Tanggal Terbit
29 Agustus 2013

Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes


Pengertian

Penyimpanan sisa jaringan pasien yang telah diproses dan diperiksa secara
Histopatologi dengan ketentuan jaringan disimpan ke dalam larutan
formalin 10 %.

Tujuan

Mengantisipasi untuk pemeriksaan tambahan / lanjutan sesuai permintaan


dokter maupun pihak pasien langsung.

Kebijakan
Prosedur

Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung


Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
1. Teknisi Laboratorium mencuci tangan sesuai prosedur.
2. Teknisi Laboratorium memakai APD yang meliputi, masker surgical,
kaca mata pelindung, celemek dan sarung tangan non steril.
3. Teknisi Laboratorium memasukkan jaringan pasien ke dalam Pot/
kantong plastik.
4. Teknisi

Laboratorium

memberi

identitas

pasien

dan

nomor

Laboratorium Patologi Anatomi untuk jaringan yang sudah diproses.


5. Teknisi Laboratorium menyimpan jaringan tersebut kedalam box
khusus sesuai dengan urutan nomer Laboratorium Patologi Anatomi di
ruang penyimpanan jaringan basah.
6. Teknisi Laboratorium melepaskan APD dan mencuci tangan sesuai
prosedur
Unit Terkait

Teknisi Laboratorium Patologi Anatomi

PROSEDUR PENERIMAAN SAMPLE


PASIEN RAWAT JALAN

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

186/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/2

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian

Merupakan suatu prosedur yang menjelaskan mengenai alur penerimaan


sample Rawat Jalan.

Tujuan

Mengetahui prosedur penerimaan sample pasien Rawat Jalan secara benar.

Kebijakan

1. Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung


Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
2. Pencatatan identitas pasien dari dokter pengirim serta Rumah Sakit
pengirim dan tanggal kirim harus sesuai dengan label pada specimen
dan diagnosis penyakit.
1. Perawat poliklinik mendampingi pihak keluarga pasien membawa
sampel dan formulir pemeriksaan Patologi Anatomi yang diberikan oleh
dokter pengirim, menuju bagian Administrasi Laboratorium
2. Petugas Administrasi Laboratorium menerima sampel dan formulir
Patologi Anatomi yang dibawa oleh perawat kemudian mencocokkan
label dan sampel dengan formulir pemeriksaan Patologi Anatomi yang
dibawa.
3. Setelah Petugas Administrasi Laboratorium menyampaikan kepada
pihak pasien mengenai biaya pemeriksaan dan waktu pengambilan hasil.
4. Setelah disampaikan kepada pihak pasien dan pasien menyetujui,
Petugas Administrasi Laboratorium membuat kuitansi rangkap 4 (warna
putih, merah, kuning dan hijau)
5. Selanjutnya Petugas Administrasi Laboratorium mengarahkan pihak
pasien untuk melakukan pembayaran di kasir dan memberi penjelasan
untuk menyerahkan kembali
6. Kuitansi warna hijau yang telah dibubuhi setempel tanda lunas dan
stempel RSI Sultan Agung sebagai bukti telah melakukan pembayaran,
kuitansi warna putih juga sebagai tanda bukti pengambilan, kuitansi
warna merah dan kuning untuk petugas kasir sebagai bukti transaksi

Prosedur

PROSEDUR PENERIMAAN SAMPLE


PASIEN RAWAT JALAN

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG
Prosedur

Unit Terkait

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

186/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

2/2

7. Selanjutnya Petugas Administrasi Laboratorium mencatat nama, nomer


transaksi yang terdapat pada kuitansi, dan tarif pemeriksaan ke dalam
Buku Kuitansai khusus Patologi Anatomi, kemudian memasukkan
sample dan formulir ke dalam box khusus
8. Petugas Administrasi Laboratorium membawa box berisi sample
tersebut ke bagian Laboratorium Patologi Anatomi untuk didata di buku
Pemeriksaan Patologi Anatomi
9. Setelah selesai menangani sample, Petugas Administrasi Laboratorium
melakukan cuci tangan sesuai prosedur.
1. Poli Rawat Jalan
2. Kamar Bedah

PROSEDUR PENERIMAAN SAMPLE


PASIEN RAWAT INAP

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

187/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/2

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian

Merupakan suatu prosedur yang menjelaskan mengenai alur penerimaan


sample Rawat Inap.

Tujuan

Mengetahui prosedur penerimaan sample pasien Rawat Inap secara benar.

Kebijakan

1. Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung


Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
2. Pencatatan identitas pasien dari dokter pengirim serta Rumah Sakit
pengirim dan tanggal kirim harus sesuai dengan label pada specimen
dan diagnosis penyakit.
1. Petugas dari Ruang OK/kamar operasi, membawa sampel dan formulir
Patologi Anatomi ke bagian Administrasi Laboratorium
2. Petugas dari Ruang OK menuliskan data pasien pada buku ekspedisi
Patologi Anatomi, meliputi nama pasien, nomer RM, jumlah jaringan,
nama terang pengirim sampel Patologi Anatomi dari Ruang OK
3. Petugas Administrasi Laboratorium/Analis Laboratorium Patologi
Anatomi menerima dan mencocokkan sampel beserta formulir
pemeriksaan Patologi Anatomi dari Petugas Ruang OK, jika ada yang
tidak sesuai, maka Petugas Administrasi
4. Laboratorium/Analis Laboratorium Patologi Anatomi berkewajiban
untuk mengkonfirmasi bagian OK dan mengembalikan sampel tersebut
ke bagian OK
5. Petugas laboratorium melakukan identifikasi data pasien sebagai
berikut :
Nama Lengkap Pasien
Umur / Tanggal Lahir
Jenis Kelamin
Dokter Pengirim
Riwayat Pemeriksaan Sebelumnya
Nomor Telepon
Jenis Pemeriksaan
Tanggal penerimaan sampel

Prosedur

PROSEDUR PENERIMAAN SAMPLE


PASIEN RAWAT INAP

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG
Prosedur

Unit Terkait

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

187/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

2/2

6. Selanjutnya petugas membuatkan kuitansi pembayaran rangkap 4


warna putih, merah, kuning dan hijau
7. Selanjutnya, Petugas Laboratorium memasukkan data pasien kedalam
buku pemeriksaan Lab PA, lalu formulir dan sample di beri nomor
sesuai dengan nomor urut pemeriksaan dan esuai dengan nomer PA
8. Sample jaringan dimasukkan ke dalam ruang potong basah.
9. Petugas Laboratorium menghubungi perawat/petugas bangsal untuk
memberitahukan hasil.
1. Petugas Kamar Bedah ( OK)
2. Petugas Ruang Rawat Inap
3. Petugas Kasir

PROSEDUR PEMUSNAHAN JARINGAN

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

188/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/1

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian
Tujuan
Kebijakan

Prosedur

Unit terkait

Suatu proses pemusnahan bahan jaringan yang telah dilakukan pemeriksaan


histopatologi dengan jangka waktu yang telah ditentukan..
1. Menghindari penumpukan jaringan di gudang basah.
2. Menghidari terjadinya nosokomial.
1. Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung
Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
2. Untuk kepentingan apabila pasien / dokter klinis meminta evaluasi /
review ulang hasil Patologi Anatomi karena tidak ada kemajuan therapy
/ tidak sesuai dengan diagnosa klinis dan hasil Laboratorium Patologi
Anatomi.
1. Teknisi Laboratorium memeriksa jaringan yang akan di musnahkan
dengan memperhatikan hal hal yang meliputi :
- Nomor pemeriksaan pasien pada box container jaringan.
- Teknisi Laboratorium memastikan box container jaringan telah
tersimpan dalam waktu 3 bulan atau lebih
2. Teknisi Laboratorium mencatat nomor pemeriksaan dan tahun pada
buku pemusnahan jaringan.
3. Teknisi Laboratorium mencuci tangan sesuai prosedur sebelum
menggunakan APD alat pelindung diri, meliputi :
Masker surgical, kacamata pelindung, penutup rambut, celemek, sarung
tangan non steril, dan sepatu boot.
4. Teknisi Laboratorium memasukkan jaringan ke dalam kantung kuning,
pastikan kantung di rangkap lalu dimasukkan ke dalam box container
khusus
5. Teknisi Laboratorium membawa box container tertutup yang berisi
jaringan dengan trolly ke bagian insenerator untuk di musnahkan dengan
cara dibakar
6. Petugas Sanitasi Laboratorium Patologi Anatomi membersihkan box
container dan trolly di Bagian Sanitasi menggunakan air dan sabun
netral setiap setelah digunakan.
Bagian Sanitasi

PELAYANAN PEMERIKSAAN HISTOPATOLOGI YANG


DI RUJUK KE LABORATORIUM RUJUKAN

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

189/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/3

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian

Merupakan pemeriksaan Histopatologi ke Laboratorium PA diluar RSI


Sultan Agung Semarang atas permintaan dokter klinis atau Laboratorium
Patologi Anatomi RSI Sultan Agung belum melakukan pemeriksaan yang
diminta oleh dokter klinisi sehaingga pemeriksaan harus dirujuk ke
laboratorium rujukan .

Tujuan

1. Dokter klinis ingin mendapatkan jawaban second opini


2. Pelayanan prima
Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung
Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
1. Dokter yang mengirimkan sample jaringan memberi catatan pada
formulir pemeriksaan pasien untuk memberitahukan permintaan
pemeriksaan di rujuk ke Laboratorium lain atau permintaan pemeriksaan
yang belum bisa di kerjakan di Laboratorium Patologi Anatomi RSI
Sultan Agung Semarang
Pemeriksaan yang di rujuk antara lain :
Pemeriksaan VC / Potong Beku.
Pemeriksaan Imunohistokomia.
2. Petugas Laboratorium menghubungi Laboratorium rujukan dan dokter
pengirim serta memberitahukan bahwa akan dikirim sample jaringan
untuk pemeriksaan Histopatologi serta menanyakan biaya dan lama
pemeriksaan.
3. Petugas
Laboratorium
menghubungi
pihak
bangsal
untuk
memberitahukan kepada pasien mengenai biaya pemeriksaan dan lama
hasil.
4. Jika pihak keluarga telah menyetujui untuk dilakukannya pemeriksaan
tersebut, Petugas Laboratorium menyerahkan Formulir pemeriksaan
pasien yang telah di foto copy untuk diproses pengiriman oleh petugas
Laboratorium Patologi Anatomi
5. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi membuat surat yang ditujukan
kepada Laboratorium rujukan

Kebijakan
Prosedur

PELAYANAN PEMERIKSAAN HISTOPATOLOGI YANG


DI RUJUK KE LABORATORIUM RUJUKAN

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

189/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

2/3

Prosedur
6. Petugas Laboratorium memaket sample beserta surat yang akan
Dikirimkan, sebagai berikut :
- Sampel yang akan dikirim diberi label identitas pasien (Nama
Pasien, Tanggal Lahir, Nomor Pemeriksaan, dan Nomor Transaksi)
lalu di bungkus sesuai dengan jenis sampel (untuk sampel jaringan
dimasukkan ke dalam container box lalu ditutup rapat lalu pada
tutup botol di selotif, untuk sampel berupa blok parafin dimasukkan
ke dalam kotak kardus selanjutnya kotak ditutup rapat, sedangkan
untuk sampel slide dimasukkan ke dalam kotak slide khususSampel yang telah dibungkus dimasukkan kembali kedalam kotak
yang ukurannya lebih besar daripada kotak sampel lalu
Pada ruang kosong dalam kotak diberi sterofoam agar sampel
tidak bergerak pada saat dikirimkan serta menghindari sampel
terbentur secara langsung.
- Sampel dan formulir yang telah dimasukkan ke dalam kotak dibalut
selotif pada sisi sisi kotak.
- Sampel siap dikirimkan, petugas Laboratorium Patologi Anatomi
menghubungi bagian kendaraan untuk segera mengirimkan sampel.
7. Petugas bagian kendaraan menandatangani buku sebagai bukti telah
menerima sampel untuk di kirim ke laboratorium rujukan Petugas
kedaraan membawa sampel dan buku exspedisi yang berisi nama,
tanggal. Jumlah sediaan yang akan ditanda tangani oleh penerima di
laboratorium rujukan sebagai bukti bahwa sampel sudah di terima
laboratorium rujukan .
8. Selanjutnya, Pihak Laboratorium patologi Anatomi menghubungi
kembali Laboratorium yang dirujuk untuk mengkonfirmasi bahwa
sampel telah dikirimkan dan meminta pihak Laboratorium rujukan
mengkonfirmasi kembali kepada Laboratorium Patologi Anatomi jika
sampel telah diterima.
9. Pihak Laboratorium rujukan mengkonfirmasi kepada Laboratorium
Patologi Anatomi bahwa sampel telah diterima dan memberitahukan
kembali waktu tunggu hasil.
10. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi menghubungi kembali Petugas
Bangsal / Pasien untuk memberitahukan kembali bahwa sampel sudah
dikirim.

PELAYANAN PEMERIKSAAN HISTOPATOLOGI YANG


DI RUJUK KE LABORATORIUM RUJUKAN

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG
Prosedur

Unit terkait

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

189/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

3/3

11. Pihak Laboratorium rujukan mengkonfirmasi kembali ke Laboratorium


Patologi Anatomi bahwa hasil sudah selesai dan hasil bisa di ambil
12. Kemudian petugas laboratorium menghubungi petugas kendaraan untuk
mengambil hasil Petugas kendaraan mengambil hasil dan segera
diserahkan kepada petugas laboratorium Patologi Anatomi.
13. Petugas Laboratorium Patologi anatomi memfoto copy 2 lembar (1
untuk arsip rawat inap dan 1 untuk arsip Laboratorium Patologi
Anatomi ) sedangkan hasil yang asli diserahkan untuk pasien
14. Petugas laboratorium Patologi Anatomi menuliskan data pasien pada
buku pengambilan hasil Histopatologi.
15. Petugas Laboratorium menghubungi Petugas Bangsal / pasien untuk
memberitahukan bahwa hasil telah ada dan bisa diambil di Laboratorium
Patologi Anatomi.
16. Petugas Bangsal / pasien mengambil hasil dan membuat nama serta
menandatangani buku pengambilan hasil
1. Ruang Rawat Inap
2. Laboratorium Patologi Anatomi
3. Laboratorium Rujukan

PELAYANAN PEMERIKSAAN CITO RAWAT JALAN

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

190/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/1

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian
Tujuan
Kebijakan
Prosedur

Unit terkait

Merupakan pemeriksaan Histopatologi, Sitopatologi, dan Pap Smear


yang hasilnya diselesaikan dalam waktu lebih singkat.
Memberikan kemudahan bagi pasien yang membutuhkan penanganan
segera untuk segera mendapatkan pengobatan/terapi
Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung
Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
1. Pasien Rawat Jalan membawa formulir rujukan pemeriksaan ke
Laboratorium Patologi Anatomi RSI Sultan agung Petugas Laboratorium
Patologi Anatomi menerima formulir dan
mengidentifikasi data
pasien dan menginformasikan biaya pemeriksaan dan waktu tunggu
hasil dan pasien menghendaki untuk hasil yang lebih cepat, petugas
menyarankan untuk pemeriksaan cito dengan biaya 2 x tarif biasa.
Apabila pasien telah menyetujui, maka petugas administrasi
Laboratorium Patologi Anatomi membuat bukti transaksi untuk
dilakukan pembayaran oleh pasien.
2. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi menjelaskan pada pasien
pasien akan segera dihubungi jika hasil telah selesai.
3. Pasien menyerahkan Bukti Transaksi yang telah dibubuhkan cap lunas
pada saat mengambil hasil pemeriksaan ke Laboratorium Patologi
Anatomi.
4. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi menerima Bukti transaksi yang
telah dibubuhkan cap lunas.
5. Petugas Laboratorium mengambil dan menyiapkan hasil pemeriksaan
untuk diserahkan pada pasien/ keluarga yang mengambil
6. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi menyerahkan buku
pengambilan hasil dan menuliskan nama pasien untuk di tanda tangani
oleh pasien/ keluarga sebagai bukti bahwa hasil telah diterima
7. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi menyerahkan hasil kepada
pasien
8. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi menyerahkan hasil kepada
pasien
1. Laboratorium patologi Anatomi
2. Rawat Jalan

PELAYANAN PEMERIKSAAN CITO RAWAT INAP

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

191/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/1

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian

Merupakan pemeriksaan Histopatologi, Sitopatologi, dan Pap Smear yang


hasilnya diselesaikan dalam waktu 1 hari kerja.

Tujuan

Memberikan kemudahan bagi pasien yang membutuhkan penaganan segera


untuk segera mendapatkan pengobatan.

Kebijakan

Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung


Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013

Kebijakan

Merealisasikan pelayanan laboratorium yang cepat dan tepat.

Prosedur

1. Dokter klinis/bedah menulis permintaan cyto pada blanko pemeriksaan


dan diserahkan kepada petugas kamar bedah
2. Petugas kamar bedah mengirim sampel ke Laboratorium Patologi
Anatomi sesuai dengan proseur pengirimam sampel dan diterima
petugas Laboratorium
3. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi menelpon kebagian bangsal
rawat inap dimana pasien tersebut dirawat untuk menanyakan pada
keluarga pasien, mengenai pemeriksaan cyto sesuai yang tertulis pada
blanko permintaan pemeriksaan
4. Petugas bangsal rawat inap menghubungi Petugas Laboratorium
patologi anatomi mengenai kesanggupan keluarga untuk dilakukan
pemeriksaan Cyto
5. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan pemeriksaan dan
pengiriman hasil sesuai SOP

Unit terkait

1. Laboratorium
2. Ruang Rawat Inap

PEMBELIAN REAGENSIA

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

192/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/1

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian

Suatu proses pembelian reagen berdasarkan kebutuhan di


Laboratorium

Tujuan

Agar proses pengadaan reagen sesuai dengan kebutuhan pelayanan dan


dapat digunakan dengan sebaik baiknya.
Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung
Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
1. Petugas Laboratotium Patologi Anatomi menyerahkan bon permintaan
pembelian reagen kepada bagian pembelian regaen Laboratorium
2. Petugas Laboratotium pembelian regaen menyerahkan bon permintaan
pembelian reagen kepada bagian Gudang Farmasi
3. Bagian gudang farmasi menerima bon Permintaan Pembelian Barang
yang kirim oleh petugas Laboratorium.
4. Berdasarkan Bon Permintaan Pembelian Barang dibuat Surat Pesanan ke
supplier Surat pesanan dikirim ke supplier.
5. Setelah menerima surat pesnan, supplier mengirimkan barang (Reagen)
ke Bagian Gudang farmasi.
6. Petugas bagian Gudang farmasi menerima barang dengan mencocokkan
barang dengan faktur yang ada.
7. Petugas gudang farmasi menghubungi bagial Laboratorium bahwa
reagen sudah bisa diambil
8. Petugas Laboratorium melakukan pengecekan kembali terhadap barang
yang diberikan dengan bon permintaan yang diserahkan
9. Petugas Bagian Laboratorium mengambil barang (diterima reagen )
sesuai dengan permintaan
10. Petugas Bagian Laboratorium menandatangani formulir penyerahan
reagen dan menyimpan reagen di gudang reagen laboratorium sesuai
jenis reagen
1. Bagian Laboratorium
2. Gudang Farmasi

Kebijakan
Prosedur

Unit terkait

instalasi

PROSEDUR MEMAKAI DAN MELEPAS APD

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

193/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/1

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian
Tujuan
Kebijakan

Suatu prosedur memakai dan melepas APD yang baik dan benar
yang dilakukan di Laboratorium Patologi Anatomi.
Untuk melindungi teknisi laboratorium dari bahaya infeksi akibat proses
pengolahan dan pewarnaan sampel.
Kebijakan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Di Rumah Sakit Islam
Sultan Agung Nomor : 31/KBJ/KKK/RSI-SA/VI/2013

Prosedur
Cara Memakai APD
1. Teknisi Laboratorium mencuci tangan sesuai prosedur.
2. Untuk Pembuatan preparat cairan tubuh, Pewarnaan sampel,
Penyimpanan dan Pengambilan cairan tubuh, Teknisi Laboratorium
memakai APD yang meliputi :
Masker Surgical.
Sarung tangan non steril
Untuk potong Basah (gross), Penyimapanan, Pengambilan, dan
Pemusnahan jaringan, Teknisi Laboratorium memakai APD yang
meliputi :
Penutup Rambut
Kacamata Pelindung
Masker Surgical
Celemek
Sepatu Boot
Sarung Tangan Non Steril

Unit Terkait

Cara Melepas APD


1. Teknisi Laboratorium melepas APD mulai dari yang terakhir dipakai
sampai yang pertama dengan urutan :
Sarung tangan non steril
Sepatu Boot
Masker Surgical
Kaca mata Pelindung
Penutup Rambut
2. Teknisi Laboratorium mencuci tangan sesuai prosedur
Teknisi Laboratorium

PROSEDUR DIAGNOSIS HISTOPATOLOGI

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

194/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/1

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian

Diagnosis histopatologi meliputi analisa makroskopik dan mikroskopik,


deskripsi serta menentukan penyakit sesuai dengan
jaringan yang diperiksa oleh dokter SpPA.

Tujuan
Kebijakan

Prosedur

Unit terkait

Memberikan pelayanan spesialistik untuk menentukan diagnosis suatu


penyakit secara cepat dan tepat.
1. Kemenkes RI No. 370/Menkes/SK/III/2007 tentang Standar Profesi
Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
2. Buku Konpendium IAPI tahun 2005 tentang Standar Pelayanan Patologi
Anatomi.
3. PermenkesRI No. 411/Menkes/2010 tentang Laboratorium.Kebijakan
Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung Nomor :
64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
4. Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung
Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
1. Slide jaringan yang siap diperiksa dan formulir diterima dokter
Spesialis Patologi Anatomi.
2. Slide dianalisis, didiskripsi dan ditentukan diagnosisnya.
3. Jika diagnosis belum dapat ditegakkan karena sampel kurang jelas atau
tidak representatif, atau perlu pemeriksaan penunjang dokter spesialis
Patologi Anatomi dapat meminta potong ulang blok/gross dan atau
pemeriksaan histokimia serta immunohistokimia.
4. Deskripsi dan diagnosis ditulis pada lembar formulir bagian belakang
dan ditandatangani oleh dokter yang memeriksa.
5. Bila diperlukan dokter spesialis Patologi Anatomi dapat memberikan
saran kepada dokter pengirim jaringan/klinikus.
6. Formulir dan hasil diambil Petugas Laboratorium untuk diketik.
Laboratorium Patologi Anatomi.

PROSEDUR PENERIMAAN JARINGAN YANG MEMERLUKAN


PERLAKUAN KHUSUS

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

195/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/1

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

Tanggal Terbit
29 Agustus 2013

Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes


Pengertian

Perlakuan khusus untuk jaringan Histopatologi yang baru diterima.

Tujuan

Untuk menghindari nekrosis / lysis pada jaringan

Kebijakan

1. Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung


Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
2. Mempertahankan struktur jaringan agar tidak nekrosis / lysis

Prosedur

1. Pertugas Laboratorium Patologi Anatomi yang menerma jaringan


mengecek terlebih dahulu cairan fiksasi pada jaringan.
2. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi menggantikan cairan fiksasi
dengan buffer formalin 10 % dan merendan jaringan sampai seluruh
permukaan bisa terendam
3. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan lamiler / lamelasi /
penyayatan dengan ketebalan 2 cm apabila jaringan dengan ketebalan
lebih dari 5 cm.
4. Untuk jaringan dengan ektebalan lebih dari 5 cm setelah dilakukan
lamelasi/penyayatan

Petugas

Laboratorium

Patologi

memasukkan kembali jaringan kedalam cairan fiksasi.


Unit terkait

Petugas Laboratorium Patologi Anatomi.

Anatomi

PENGENCERAAN BUFER FORMALIN 10 %

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

196/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/2

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian

Cairan yang digunakan sebagai fiksasi untuk nekrosis/lisis pada jaringan

Tujuan

Untuk menghindari nekrosis / lysis pada jaringan mempertahankan struktur


jaringan agar tidak nekrosis / lysis
1. Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung
Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
2. Fiksasi menggunakkan bufer formalin.
1. Petugas laboratorium menyiapkan alat antara lain :
Beker glass
Timbangan analitik
Batang pengaduk
2. Petugas Laboratorium mencuci tangan sesuai prosedur
3. Petugas Laboratorium memakai :
Masker Surgical.
Sarung tangan non steril
Kacamata pelindung
Jas laboratorium
4. Petugas laboratorium mengunakan APD sesuai prosedur
5. Petugas laboratorium menuang formaldehid 40% sebanyak 100 ml
menggunakan bekerglas
6. Petugas laboratorium menuang formaldehid 100 lm pada wadah yang
sudah disiapkan
7. Petugas laboratorium mengukur akuadest sebanyak 900 ml dengan beker
glassdan menuang dalam wadah yang berisi formaldehid 40% sebanyak
100 ml
8. Petugas laboratorium menimbang Sodium dihidrogen fosfat monohidrat
dengan timbangan analitik sebanyak 4,0 gram dan memasukkan pada
wadah yang berisi formaldehid dan akuadest

Kebijakan

Prosedur

PENGENCERAAN BUFER FORMALIN 10 %

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

196/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

2/2

Prosedur

9. Petugas laboratorium menimbang 6.5 gr Disodium fosfat anhidrat


dengan timbangan analitik dan memasukkan kedalam wadah yang berisi
formaldehid dan akuadest serta Sodium dihidrogen fosfat monohidrat
dan menyampurkan dengan batang pengaduk.
10. Petugas laboratorium menutup rapat wadah yang berisi larutaf bufer
formalin 10 % dan menyimpan diruangan penyimpanan B3
11. Petugas laboratorium melepas APD dan mencuci tangan sesuai prosedur

Unit Terkait

1. Petugas Laboratorium
2. Gudang farmasi
3. Kamar bedak (OK)

PROSEDUR PENGOPERASIAN RAPID TISSUE PROCESSORMILESTONE (KOS)

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

197/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/2

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian
Tujuan
Kebijakan

Prosedur

Prosedur yang berisi mengenai penggunaan rapid tissue processor-milestone


(KOS) untuk prosessing jaringan
Melakukan prosessing jaringan sesuai prosedur alat KOS dengan benar agar
jaringan mudah diproses pada tahap pemeriksaan selanjutnya
1. Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung
Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
2. Alat yang digunakan untuk memproses jaringan menjadi blok parafin di
RSI Sultan Agung Adalah Tissue prosesor (KOS)
1. Petugas Laboratorium memakai APD :
Masker Surgical
Sarung tangan non steril
Jas laboratorium
2. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi menyalakan UPS dan alat rapid
tissue processor-milestone (KOS)
3. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi menyusun cassete ke dalam
keranjang Histomodule Fixation
4. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi memastikan reagen di dalam
Histomodule sesuai dengan jumlah cassete jaringan yang akan diproses
5. Selanjutnya Petugas Laboratorium Patologi Anatomi memasukkan
histomodul kedalam mesin KOS dengan posisi tanda panah berada
didepan
6. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi memilih program dengan cara
sebagai berikut :
Memasukkan nama user dan passwod
Memilih jenis program yang akan dipakai, untuk prosesing pilih
Histoprosesing
Selanjutnya memilih ketebalan jaringan, jumlah kaset dan bahan
reagen yang digunakan. Sentuh tombol GO
Memasukkan jumlah kaset yang sedang diproses.
Program akan menanyakan apakan jaringan sudah dicelup
sebelumnya dengan formalin. Apabila tidak yakin pilih Presoking,
apabila memang sudah dicelup pilih SKIP. Jika dipilih Presoking

akan ada penambahan waktu sekitar 30 menit


PROSEDUR PENGOPERASIAN RAPID TISSUE PROCESSORMILESTONE (KOS)

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG
Prosedur

Unit terkait

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

197/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

2/2

7. Selesai Presoking atau apabila pilih SKIP maka microwave akan nyala
dan masuk ke proses Fixation dan akan berhenti dan ditandai dengan
bunyi alarem pada alat microwive, sentuh tombol X untuk mematikan
alarm, setelah itu Histomodule dikeluarkan dari dalam microwave
8. Keranjang Histomodule diangkat, lalu dicuci dengan cara mencelupkan
ke dalam larutan alkohol 96 % sebanyak 2x atau 1x ke dalam alkohol
100% selama 15-20 detik. Kocok naik turun dengan perlahan.
9. Kemudian setelah pencucian dengan alkohol selesai, keranjang
Histomodule dimasukkan ke dalam Histomodule berisi ETHANOL, lalu
dimasukkan kembali ke dalam microwave
10. Selanjutnya, sentuh tombol START, dan proses akan segera berlangsung
selama 20 menit
11. Setelah proses dengan ethanol selesai, alarm akan kembali berbunyi,
sentuh tombol X untuk mematikan alarm Keranjang Histomodule
dipindahkan kembali ke dalam.
12. Histomodule yang beisi larutan Isopropanol, masukkan kembali ke
dalam microwave, lalu sentuh tombol START, proses ini berlangsung
selama 30 menit.
13. Setelah proses dengan isopropanol selesai, alarm dimatikan, dan
keranjang Histomodule dipindahkan ke dalam Histomodule yang berisi
Wax/parafin cair, masukkan kembali ke dalam microwave, sentuh
tombol START, proses ini berlangsung selama 55 menit
14. Setelah proses dengan Wax selesai, alarm dimatikan, keranjang
Histomodule dikeluarkan untuk selanjutnya masuk ke dalam tahap
pembuatan blok parafin sesuai prosedur.
15. Setelah selesai digunakan, microwave dan UPS dimatikan, lalu bagian
dalam microwave dibersihkan dengan menggunakan kain lap yang
dibasahi larutan Isopropan
16. Selanjutnya Petugas laborarium Patologi Anatomi menaruh kain lap
yang sudah digunakan untuk membersihkan microwave Histoprosesor
pada box linen kotor
17. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melepas APD dan mencuci
tangan sesuai prosedur
Labotratorium Patologi Anatomi

PEMOTONGAN SEDIAAN BASAH

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

198/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/2

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian
Tujuan

Kebijakan

Prosedur

Suatu proses pemilihan jaringan dengan cara mendeskripsikan jaringan


kemudian dilakukan pemotongan basah.
1. Memastikan apakah jaringan yang diterima sesuai dengan formulir
pasien.
2. Memeriksa / menilai jaringan yang diterima dan menggantinya dalam
bentuk tulisan sejelas mungkin, sehingga setiap yang membacanya dapat
membayangkan jaringan tersebut secara keseluruhan (Deskripsi
Jaringan).
3. Memilih secara tepat bagian dari jaringan untuk diperiksa secara
mikroskopis.
1. Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung
Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
2. Pemotongan jaringan dilakukan oleh dokter Sp.PA atau bisa dilakukan
oleh Analis yang sudah berpengalaman
1. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan pemeriksaan
perlengkapan yang diperlukan sebagai berikut :
1.1. Perlengkapan potong jaringan (Pisau, Pinset, Gunting, kantong
plastik).
1.2. Alat Pelindung Diri (Sarung Tangan Non Steril, Masker
Surgical, Kaca Mata Google, Penutup Rambut, Celemek Plastik).
1.3. Talenan / Bantalan Lilin.
1.4. Alat Tulis (Mistar, Pensil, Kertas).
1.5. Cassette tempat potongan jaringan.
1.6. Label identitas
2. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi mencuci tangan sesuai
prosedur.
3. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi mengenakan Alat Pelindung
Diri (APD) sesuai prosedur.
4. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan pengecekan antara
identitas pasien yang tertera pada formulir dengan identitas pasien pada
wadah
5. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi menyiapkan nomor sediaan
sesuai dengan nomor urut pasien yang ada pada formulir pasien.

PEMOTONGAN SEDIAAN BASAH

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG
Prosedur

Unit terkait

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

198/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

2/2

6. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi menyiapkan nomor sediaan


sesuai dengna nomor urut pasien yang ada pada formulir pasien.
7. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melihat jenis jaringan, apakah
hasil suatu operasi, ekstirpasi, kuretasi, dan lain lain.
8. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan deskripsi jaringan
dengan menilai keadaan jaringan meliptui :
8.1. Ukuran (3 Dimensi)
8.2. Bentuk (Teratur atau Tidak
8.3. Permukaan (Rata atau Tidak)
8.4. Konsistensi (Kenyal, Kenyal Padat, Kenyal Rapuh, Keras, dan lain
lain).
8.5. Warna
9. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi mengusahakan semua jaringan
dibuat sesdiaan mikroskopis apabila jaringankecil/sedikit
10. Apabila jaringan cukup besar, Petugas Laboratorium Patologi Anatomi
melakukan penilaian secara kesuluran dengan cara sebagai berikut :
10.1. Mengambil beberapa contoh / potongan, perbatasan antara
kelainan dan normal.
10.2. Besar potongan untuk mikroskopis adalah (10 15 ) x 3 mm. Pada
umunya potongan harus tegak lurus permukaan meliputi semua
lapisan.
10.3. Potongan potongan dipisahkan dalam beberapa cassette yang
sudah diberi nomor sesuai dengan nomor urut pasien.
11. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi memotong jaringan tumor
tertentu seperti mastektomi, ca.colon, uterus, tumor ovarium disesuaikan
dengan instruksi kerja dari masing-masing jenis jaringan
12. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi menghitung jumlah
keseluruhan dari cassette yang berisi jaringan dengan yang tertulis pada
formulir sebelum dilakukan prosessing jaringan
13. Petugas Labaoratorium Patologi Anatomi melakukan proses prosessing
jaringan setelah semua data sesuai.
14. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi menyimpan sisa potongan
jaringan ke dalam gudang basah sesuai dengan nomor urut.
15. Petugas Laboratorium Patologi anatomi membersihkan Perlengkapan
potong jaringan (Pisau, Pinset, Gunting).
16. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melepas Alat Pelindung Diri
(APD) sesuai prosedur.
17. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi mencuci tangan sesuai prosedur
Labotratorium Patologi Anatomi

PENGAMBILAN SISA JARINGAN

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

199/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/1

Tanggal Terbit

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian

Pengambilan sisa jaringan PA untuk penelitian ulang, atau tindak


lanjut pengobatan,atau dikubur oleh keluarga.

Tujuan

Kebijakan

1.
2.
3.
1.
2.

Prosedur

1.
2.
3.
4.
5.

6.
Unit Terkait

1.
2.

Sebagai bahan Penelitian.


Untuk tindak lanjut pengobatan.
Untuk dikuburkan oleh keluarga pasien.
Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung
Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
Pengambilan sisa potongan jaringan dapat dilakukan setelah 3 bulan
sesuai dengan maksud dan tujuan pasien / keluarga pasien yang
bertanggung jawab.
Dokter / keluarga pasien membuat surat permintaan sisa jaringan ke
Laboratorium Patologi Anatomi.
Petugas Laboratorium melakukan pengecekkan data identitas pasien,
serta mencocokkan kesesuaian dengan Surat Keterangan pasien.
Petugas Laboratorium melakukan konfirmasi kepada dokter SpPA untuk
meminta persetujuan.
Apabila telah disetujui oleh dokter SpPA, Petugas laboratorium Patologi
Anatomi menuliskan data pasien pada buku pengambilan sisa jaringan .
Petugas Laboratorium Patologi Anatomi meminta identitas
dokter/keluarga pasien untuk ditulisdan ditanda tangani olah dokter/
keluarga pasien di buku pengambilan jaringan
Petugas Laboratorium Patologi Anatomi mnyerahkan sisa jaringan pada
dokter/keluarga pasien .
Laboratorium Patologi Anatomi
Ruang Rawat Inap

PENANAMAN JARINGAN (EMBEDDING)

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

200/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/2

Tanggal Terbit

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian

Suatu proses penanaman jaringan yang mengandung lilin parafin ke


dalam cetakan blok parafin.

Tujuan

Untuk mempermudah dalam pemotongan jaringan menggunakan mikrotome


dengan ketebalan 0,2 0,4 mikron oleh sebab itu jaringan harus ditanam
dalam parafin

Kebijakan

1. Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung


Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
2. Standart Parafin yang digunakan harus sesuai dengan panduan.

Prosedur

1. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi mempersiapkan alat yang akan


dipergunakan sebagi berikut :

Parafin cair

Embedding Cassete

Base mold

Pensil

Pinset

2. Cara penanaman jaringan :


2.1 Petugas Laboratorium Patologi Anatomi mengambil cassette berisi
jaringan yang sudah selesai diproses alat processing jaringan
2.2 Petugas Laboratorium Patologi Anatomi membuka salah satu
cassette, lalu mengambil base mold dari mold storage oven yang
sesuai dengan ukuran jaringan yang akan di tanam kemudian diisi

dengan paraffin sesuai volume.


PENANAMAN JARINGAN (EMBEDDING)

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG
Prosedur

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

200/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

2/2

2.3 Petugas Laboratorium Patologi Anatomi mengambil jaringan dari


cassette menggunakan pinset lalu letak kan di dalam base mold
tersebut dan jaringan disusun sesuai dengan posisi seharusnya
agar jaringan tidak bertumpuk.
2.4 Petugas Laboratorium Patologi Anatomi menekan menggunakan
pinset agar penampang jaringan rata.Petugas Laboratorium
Patologi

Anatomi

mengambil

cassette

penutup

kemudian

menuliskan identitas nomor urut mengunakan pensil pada kaset


tersebut
2.6. Kemudian Petugas Laboratorium Patologi Anatomi menuangkan
paraffin cair sampai rata permukaan base mold dan meletekan
kaset penutup diatas base mold tersebut lalu base mold
dipindahkan ke(Pendingin).
2.7. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi mengeluarkan cassette
dari base mold setelah parafin dalam cassette dibase mold
mengeras.
Unit terkait

Laboratorium Patologi Anatomi

PEMOTONGAN BLOK PARAFIN

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

201/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/2

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian

Suatu proses pemotongan blok parafin jaringan dengan menggunakan


microtom menjadi lembaran jaringan dengan ketebalan 2-4 mikron.

Tujuan

Untuk dapat memperoleh sediaan histopatologi yang baik dengan ketebalan


yang sesuai.
1. Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung
Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
2. Teknisi Laboratorium harus menguasai cara kerja dan terampil
menggunakan mikrotome
1. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi menyiapkan alat yang
digunakan :

Kebijakan

Prosedur

1.1. Mikrotom
1.2. Object Glass
1.3. Jarum Kasur
1.4. Kuas
1.5. Water Bath ( pemanas air )
1.6. Pensil
1.7. Kertas bekas
2. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan persiapan alat
sebagai berikut :
2.1. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi mengatur mikrotom untuk
memperoleh ketebalan pemotongan 10 mikron.
2.2. Petugas Laboratorium patologi Anatomi menyiapkan water bath
(pemanas air ) dengan suhu air di bawah titik leleh paraffin < 60C.
2.3. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi menyiapkan object glass

dan melapisi dengan albimi.

PEMOTONGAN BLOK PARAFIN

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

201/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

2/2

Prosedur
3. Pemotongan blok parafin dengan cara :
3.1. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi menempatkan blok
paraffin pada holder blok di microtome
3.2. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan pengikisan
permukaan parafin sampai di dapatkan permukaan jaringan yang
rata.
3.3. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakuakn pemotongan
jaringan dengan ketebalan 2 4 mikron sampai didapatkan
lembaran lembaran yang baik dalam bentuk pita memanjang.
3.4. Petugas

Laboratorium

Patologi

Anatomi

membentangkan

lembaran lembaran pita parafin di dalam water bath (pemanas


air) agar mengembang dengan baik.
3.5. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi menyeleksi lembaran
lembaran pita parafin, lalu diambil yang terbail menggunakan
object glass.
3.6. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi menuliskan nomor urut
pemeriksaan pasien pada object glass sesuai nomor pada blok
parafin yang dipotong menggunakan pensil.
3.7. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi mengecek kembali, dan
memastikan penomoran pada preparat benar, sesuai dengan blok
parafin yang dipotong
Unit Terkait

Petugas Laboratorium

PENGECATAN HEMATOKSILIN EOSIN

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

202/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/3

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian
Tujuan
Kebijakan

Prosedur

Pewarna pada pemeriksaan Patologi Anatomi yang digunakan untuk


mewarnai jaringan
Mengetahui detail dari morfologi sel, memeriksa intisel, untuk melihat
apakah sel tersebut sel normal, sel noeplasma jinak atau ganas.
1. Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung
Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
2. Mutu larutan diperhatikan dan larutan diganti secara berkala secara
bertahap sesuai dengan jumlah sampel.
1. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan persiapan alat
sebagai berikut :
1.1. Chamber Staining
1.2. Pinset
1.3. Kain Lap Kecil
1.4. Deck Glass
2. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan persiapan reagensia
2.1. Xylol
2.2. Alkohol Absolute
2.3. Alkohol 95 %
2.4. Alkohol 80 %
2.5. Alkohol 70 %
2.6. Mayer Hematoksilin
2.7. Eosin
2.8. Entelan/ezmount
3. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan deparafinasi untuk
menghilangkan / melarutkan kadar parafin yang ada pada objek glass
dengan cara :
Disiapkan 3 buah Cember Staining berisi xylol, preparat dimasukan
ke dalam xylol masing masing 10 menit Petugas Laboratorium
Patologi Anatomi melakukan rehidrasi untuk menghilangkan sisa

xylol dan memasukkan kadar air ke dalam jaringan. dengan cara :


Preparat dimasukkan ke dalam alkohol bertingkat turun mulai dari
PENGECATAN HEMATOKSILIN EOSIN

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG
Prosedur

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

202/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

2/3

alkohol absolute, alkohol 95 %, alkohol 80 % dan alkohol 70 %


masing masing 5 menit
Petugas Laboratorium Patologi Anatomi memasukkan preparat ke
dalam Cember Staining berisi air mengalir selama 5 menit, untuk
menghilangkan sisa alkohol.
4. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi memasukkan preparat ke dalam
mayer Hematoksilin untuk memberikan warna biru pada inti sel, selama
15 menit.
5. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi memasukkan preparat ke dalam
Cember Staining megalir air selama 7 menit.
6. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi memasukkan preparat ke dalam
eosin 1- 2 menit untuk memberikan warna merah pada sitoplasma.
4. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi memasukkan preparat ke
dalam air 5 celup.
7. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan dehidrasi untuk
menarik kadar air yang tyerdapat pada jaringan. Preparat dimasukkan ke
dalam alkohol bertingkat naik masing masing 1-3 menit mulai dari :
Alkohol 70 %
Alkohol 80 %
Alkohol 95 %
Alkohol Absolute
8. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi mengeluarkan preparat dari
Cember Staining dan di lapPetugas Laboratorium Patologi Anatomi
melakukan clearing untuk menarik kadar alkohol yang terdapat pada
jaringan preparat dimasukkan dalam xylol I dan xylol II masing
masing 5 menit.
9. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan mounting, preparat
ditetesi dengan entelan/ezmoud, deck glass sedikit ditekan agar
entelan/ezmound merata dan tidak ada gele
10. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi memasukkan preparat ke dalam
mayer untuk memberikan warna biru pada inti sel selama15 menit.
11. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi memasukkan preparat ke dalam
Cember Staining megalir air selama 7 menit.
12. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi memasukkan preparat ke dalam
eosin 1 2 celup untuk memberikan warna merah pada sitoplasma

Petugas Laboratorium Patologi Anatomi memasukkan preparat ke dalam


air 5 celup Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan
dehidrasi untuk menarik kadar air yang tyerdapat pada jaringan

PENGECATAN HEMATOKSILIN EOSIN

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG
Prosedur

Unit Terkait

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

202/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

3/3

Preparat dimasukkan ke dalam alkohol bertingkat naik masing masing


3 celup mulai dari :
Alkohol 70 % 3 celup
Alkohol 80 % 3 celup
Alkohol 95 % 3 celup
Alkohol Absolute 3 celup
13. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi mengeluarkan preparat dari
Cember Staining dan di lap.
14. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan clearing untuk
menarik kadar alkohol yang terdapat pada jaringan preparat dimasukkan
dalam xylol I dan xylol II masing masing 5 menit
15. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan mounting, preparat
dengan cara ditetesi dengan entelan/ezmoud, deck glass sedikit ditekan
agar entelan/ezmound merata dan tidak ada gelembung udara.
16. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi memberi etiket pada preparat
sesuai dengan nomor pemeriksaan pasien
1. Petugas Laboratorium
2. Dokter Patologi Anatomi

PENGECATAN PAPANICOLAU

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

203/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/2

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian

Pengecatan sitologi untuk menilai sel sel yang lepas atau deskwamasi dari
serviks, endoserviks vagina dan endometrium.

Tujuan

Memperoleh hasil pengecatan yang baik, sehingga preparat dapat diperiksa


secara mikroskopis dan diperoleh hasil diagnosa yang tepat.

Kebijakan

1. Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung


Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
2. Reagensia diganti secara berkala berdasrkan pemantauan kualitas hasil
pengecatan yang dilihat secara mikroskopis.

Prosedur

1. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi mempersiapkan alat yang


digunakan sebagai berikut :
1.1 Cember Staining
1.2 Pinset
1.3 Deck Glass
2. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan persipan reagensia :
2.1 Alkohol 96%
2.2 Hematoxilin Eosin
2.3 OG 6
2.4 EA 50
2.5 Xylol
2.6 Entelan
3. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan pengecatan dengan

langkah langkah sebagai berikut :


3.1 Preparat difiksasi dalam alkohol 96 % selama 30 menit.

PENGECATAN PAPANICOLAU

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG
Prosedur

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

203/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

2/2

3.2

Dicuci dengan air mengalir selama 5 menit.

3.3

Dimasukkan ke dalam hematoxsilin eosin selma 5 menit.Dicuci


ke dalam air mengalir selama 5 menit.

3.4

Dimasukkan ke dalam alkohol 96 % 5 menit.

3.5

Dimasukkan ke dalam OG.6 5 menit.

3.6

Dimasukkan ke dalam alkohol 96 % pertama 5 menit.

3.7

Dimasukkan ke dalam alkohol 96 % kedua 5 menit.

3.8

Dimasukkan ke dalam ES 50 15 menit.

3.9

Dimasukkan kedalam alkohol 96 % 5 menit.

3.10 Dimasukkan ke dalam alkohol kedua 5 menit.


3.11 Preparat dikeringkan di udara.
3.12 Preparat dimasukkan ke dalam xylol pertama 5 menit.
3.13 Preparat dimasukkan ke dalam xylol kedua 5 menit.
4. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan mounting, preparat
ditetesi entelan/ezmound kemudian ditutup deck glass.
5. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi memberi etiket sesuai degan
nomor pemeriksaan pasien.
Unit terkait

Petugas Laboratorium Patologi Anatomi

PENGECATAN DIFF QUICK

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

204/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/1

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian
Tujuan
Kebijakan

Prosedur

Pengecatan sitologi untuk menilai sel-sel yang lepas atau deskwamasi dari
bahan aspirasi atau cairan tubuh.
Memperoleh hasil pengecatan yang baik, sehingga preparat apus dapat
diperiksa secara mikroskopis dan diperoleh hasil diagnosa yang tepat.
1. Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung
Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
2. Kualitas reagensia penting untuk mendapatkan hasil pengecatan yang
baik
1. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan persiapan
alat sebagai berikut :
1.1 Cember Staining
1.2 pinset
1.3 Kain Lap Kecil
2. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan pengecekan
Reagensia sebagai berikut :
2.1 methanol
2.2 Eosin
2.3 Alkohol 70 %
2.4 Methylen Blue
3. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan Pengecatan :
3.1 Preparat apusan aspirasi dikeringkan terlebih dahulu selama
45 menit.
3.2 Preparat difiksasi dalam methanol selama 3 menit.
3.3 Preparat diangkat dan ditiriskan.
3.4 Dimasukkan ke dalam eosin 1 3 celup, lalu dimasukkan ke
alkohol 70 % 5 7 celup, tiriskan.
3.5 Preparat ditiriskan..
3.6 Dimasukkan ke dalam methylen blue selama 3 5 menit.
3.7 Preparat di celupkan ke dalam air 5 7 celup.
3.8 Preparat ditiriskan hingga kering.
4. Hasil pengecatan, inti sel bewarna biru, sitoplasma berwarna merah.

Unit Terkait

5. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi memberi etiket pada preparat


sesuai dengan nomor pemeriksaan pasien.
Petugas Laboratorium Patologi Anatomi
PENGUMPULAN URINE SITOLOGI

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

205/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/1

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian

Suatu cara pengumpulan urine sitologi untuk pemeriksaan sitologi.

Tujuan

1. Melakukan pengumpulan bahan secara baik dan benar.


2. Memperoleh sampel pemeriksaan yang baik.
1. Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung
Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
2. Tempat penampungan urin dengan pot urine yang bersih
1. Petugas Laboratorium menyiapkan pot urine yang bersih dengan
ukuran yang sesuai.
2. Petugas Laboratorium menempelkan identitas pasien pada pot.
3. Sampel urine dapat berupa :
- Direct voided urine (urine langsung).
- Urine kateter
4. Petugas Laboratorium memastikan jumlah urine untuk pemeriksaan
pasling sedikit 50 cc, apabila pengiriman ke Laboratorium
membutuhkan waktu lebih dari 1 jam, maka diberi fiksasi alcohol 50%
dengan perbandingan sama banyak.
5. Petugas Laboratorium memastikan apabila kelainan diduga terletak pada
ureter / ginjal maka harus dipakai urine ureter dari kateter.
6. Petugas Laboratorium Bila keadaan memungkinkan, Urine langsung
disentrifuse selama 10 menit, kemudian endapan yang didapat dibuat
sediaan apus.
7. Petugas Laboratorium mengeringkan sediaan apus di udara terbuka
kemudian difiksasi dengan alcohol 96 % selama 30 menit.
1. Bagian Keperawatan.
2. Medik.

Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait

PELAPORAN REKAPITULASI TRANS

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

206/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/2

Tanggal Terbit

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian

Suatu prosedur melakukan pelaporan rekiputulasi pemeriksaan pasien


Rawat Inap dan Rawat Jalan di Laboratorium Patologi Anatomi setiap
bulan

Tujuan

1. Untuk mengetahui total pendapatan Laboratorium Patologi Anatomi per


bulan.
2. Sebagai bukti pembayaran lunas.
3. Sebagai bukti penagihan.

Kebijakan

1. Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung


Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
2. Atrif yang dipakai sesuai dengan tarif tahun 2012

Prosedur

1. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan pelaporan setiap


akhir bulan paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya
2. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi membuat laporan antaralain :

Jumlah pasien

Jumlah pasien rawat inap

Jumlah pasien rawat jalan

Jumlah pemeriksaan

Jumlah pemeriksaan rawat inap

Jumlah pemeriksaan rawat jalan

Jasa Rumah sakit

Jasa dokter

3. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi mencetak laporan rangkap 2.

PELAPORAN REKAPITULASI TRANS

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG
Prosedur

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

206/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

2/2

4. Selanjutnya, Petugas Laboratorium Patologi Anatomi menyetorkan


kepada bagian keuangan Petugas Laboratorium Patologi Anatomi
mencatat nomor pemeriksaan pada buku Laporan Harian Laboratorium
Patologi Anatomi.
5. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi menyerahkan berkas laporan
kepada Administrasi Pusat / Kasir Poliklinik Rawat Jalan.
6. Petugas Administrasi Pusat / Petugas kasir Poliklinik Rawat Jalan
menerima berkas laporan dan menandatangani Buku Laporan Harian
Laboratorium Patologi Anatomi.
7. Petugas Laboratorium Patologi Anatomi membawa kembali Buku
Laporan Harian Laboratorium Patologi Anatomi yang telah di tanda
tangani

Unit Terkait

1. Bagian Akutansi
2. Bagian Keuangan

FIKSASI JARINGAN

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

207/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/2

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

Tanggal Terbit
29 Agustus 2013

Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes


Pengertian

Fiksasi atau pengawetan

jaringan setelah dilakukan pengambilan yang

dilakukan di Kemar Bedah (OK) untuk pemeriksaan Patologi Anatomi


Tujuan

Mencegah terjadinya autolisis atau pengaruh bakteri


Mempertahankan bentuk dan isi suatu jaringan mendekati aslinya.

Kebijakan

1. Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung


Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013
2. Fiksasi jaringan harus dengan bufer formalin 10 %.

Prosedur

1. Teknisi Laboratorium mencuci tangan sesuai prosedur.


2. Teknisi Laboratorium memakai APD yang meliputi, masker surgical,
kaca mata pelindung, celemek dan sarung tangan non steril.
3. Sebelum memasukkan jaringan kedalam larutan fiksasi, teknisi
menyiapkanlah botol/pot/kantong plastik sesuai dengan volume
jaringan, wadah dengan mulut lebar
4. Teknisi Laboratorium mengisi cairan fiksasi dengan cairan bufer
formalin 15 sampai 20 volume jaringan yang akan difiksasi
5. Teknisi Laboratorium memasukkan jaringan pasien ke dalam botol/pot/
kantong plastik( untuk kantong plastik rangkap 2) yang berisi cairan
bufer fornmalin.
6. Teknisi Laboratorium memberi identitas pasien pada bagian luar
botol/pot/ kantong plastik sediaan antara lain :

Nama Pasien

No.Laboratorium PA

Nomor RM

Lokasi/Asal jarinmgan
FIKSASI JARINGAN

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

207/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/2

Prosedur

7. Laboratorium Patologi Anatomi menunagkan cairan bufer formalin 10%


kedalam pot /kantong plastk yang berisi jaringan tersebut sampai semua
jaringan bisa terendam. Untuk jaringan yang sudah fiksasi harus
diperiksa lagi apakah fiksasi sudah sesuai
8. Teknisi Laboratorium menyimpan jaringan dalam pot/kantong plastik
tersebut kedalam box khusus sesuai dengan urutan nomer Pemeriksaan
Patologi Anatomi di ruang penyimpanan jaringan basah.
9. Teknisi Laboratorium melepaskan APD dan mencuci tangan sesuai
prosedur

Unit Terkait

Teknisi Laboratorium Patologi Anatomi

PEMOTONGAN BLOK PARAFIN DENGAN


MIKROTOME ROTATOR
RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

208/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/1

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

Tanggal Terbit
29 Agustus 2013

Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes


Pengertian

Proses pemotongan blok parafin dengan menggunakan microtome rotator

Tujuan

Menghasilkan potongan blok parafin yang terpotong sempurna dan sesuai


dengan ketebalan yang diinginkan

Kebijakan

Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung


Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013

Prosedur

1. Teknisi Laboratorium mencuci tangan sesuai prosedur.


2. Teknisi Laboratorium memakai APD yang meliputi, masker surgical
sarung tangan non steril.
3. Teknisi Laboratorium memasang blok parafin pada mikrotom
4. Selanjutnya memutar tuas pemutar microtome yang berada disebelah
kanan searah jarum jam sampai mengenai jaringan (trimming.)
5. Teknisi Laboratorium mengambil lembaran jaringan
terpotong dan meregangkan potongan jaringan

yang sudah

pada permukaan air

floating bath yang bersuhu 45 C.


6. Selanjutnya potongan jaringan yang sudah meregang pada permukaan
air di tangkap menggunakan gelas objek yang telah diolesi dengan
albumin-gliserin
7. Teknisi Laboratorium menulikan identitas/nomer pemeriksaan
objek glass menggunakan pensil sesuai nomer PA
8. Teknisi Laboratorium melepaskan APD dan mencuci tangan sesuai
prosedur
Unit Terkait

Teknisi Laboratorium Patologi Anatomi

pada

PEMERIKSAAN SITOLOGI

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dokumen No.

Revisi No.

Halaman

209/SPO/LAB/RSI-SA/VIII/2013

1/1

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSI Sultan Agung

29 Agustus 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian
Tujuan

pemeriksaan mikroskopis sel yang dikikis dari permukaan lesi dengan


mempelajari karakteristiknya.
Pemeriksaan morfologi untuk memeriksa intisel, untuk melihat apakah sel
tersebut sel normal, sel noeplasma jinak atau ganas

Kebijakan

Kebijakan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Islam Sultan Agung


Nomor : 64/KBJ/Lab/RSI-SA/VIII/2013

Prosedur

1. Teknisi Laboratorium mencuci tangan sesuai prosedur.


2. Teknisi Laboratorium memakai APD yang meliputi, masker surgical,
kaca mata pelindung, celemek dan sarung tangan non steril.
3. Sebelum memasukkan jaringan kedalam larutan fiksasi, teknisi
menyiapkanlah botol/pot/kantong plastik sesuai dengan volume
jaringan, wadah dengan mulut lebar
4. Teknisi Laboratorium mengisi cairan fiksasi dengan cairan bufer
formalin 15 sampai 20 volume jaringan yang akan difiksasi
5. Teknisi Laboratorium memasukkan jaringan pasien ke dalam botol/pot/
kantong plastik( untuk kantong plastik rangkap 2) yang berisi cairan
bufer formalin.
6. Teknisi Laboratorium menulikan identitas/nomer pemeriksaan
botol/pot/ kantong plastik menggunakan pensil sesuai nomer PA
7. Teknisi Laboratorium melepaskan APD dan mencuci tangan sesuai
prosedur

Unit Terkait

Teknisi Laboratorium Patologi Anatomi

pada