Está en la página 1de 3

NAMA

: ADE WINDA APRILIANTI

KELAS

: MANAJEMEN K

NPM

: 133402475

PENGARUH LOKASI INDOMARET DAN ALFAMART TERHADAP KEPUTUSAN


PEMBELIAN KONSUMEN

Kehadiran minimarket waralaba seperti Alfamart dan Indomaret yang sedang booming
di banyak daerah, terlihat unik. Keduanya kerap ditemui outletnya berada saling berdekatan.
Tidak jarang pula kedua outlet berdiri berdampingan. Akhirnya, soal menarik minat
konsumen tergantung dari cara kedua outlet berpromosi dan cara pelayanannya.
Semua ini tidak lepas dari persaingan bisnis. Indomaret yang berada di bawah
manajemen PT Indomarco Prismatama beradu dengan Alfamarta yang digawangi PT Sumber
Alfaria Trijata Tbk. Diungkapkan Wiwiek Yusuf, markering director PT Indomarco
Prismatama, Alfamart telah meniru konsep bisnis yang dilakukan oleh Indomaret. Bahkan,
akibat persaingan ini terjadi pula aksi pembajakan karyawan. Wiwiek mengatakan, banyak
karyawan Indomaret yang memutuskan pindah ke Alfamart.
Kita sudah mulai berdiri dari tahun 1985, berjalannya waktu mulai 2000-an (gerai).
Mereka belajar dari kita, sebagian (karyawan) kita masuk ke mereka. Mereka targetnya
sama, kita sudah survei tempat, katakanlah mereka curi start kita, kata Wiwiek seperti
dikutip situs Liputan6.
Bentuk persaingan yang dilakukan Alfamart juga terbilang ekstrim. Minimarket ini
selalu mencari lokasi yang di sana terdapat Indomaret. Namun sekarang, keduanya juga
melakukan hal yang sama. Ketika sebuah tempat ada outlet Alfamart baru, tidak lama
kemudian dalam jarak yang tidak jauh akan ada Indomaret.

Akhirnya, adanya persaingan ini membuat keduanya gencar promosi. Setiap bulan
hampir pasti ada promo penjualan produk yang kadang diwujudkan dengan promo paket
penjualan. Semua ini selain untuk memikat konsumen dalam jangka pendek, juga untuk
menumbuhkan loyalitas konsumen.
Mulai dari promosi dan memberikan fasiliatas lebih dari produk dan kemasan. Kita
sebisa mungkin buat konsumen puas, meski pasti ada yang tidak puas, bagaimana caranya
agar mereka lebih puas lagi datang belanja ke tempat kita, tutur Wiwiek.

JUMLAH GERAI RITEL MODERN 2010

2006
2007
2008
2009
Ritel
Gerai
Gerai
Gerai
Gerai
Modern
(unit)
(unit)
(unit)
(unit)
Minimarket
Indomaret
1.401
1.857
2.425
3.093
Alfamart
1.263
1.753
2.266
2.750
Sumber: Nielsen Media Research, Ritel Asia Magazine, dan berbagai sumber lainnya

2010
Gerai
(unit)
3.405
3.000

Berdasarkan tabel di atas menunujukkan bahwa persaingan antar Alfamart dan


Indomaret terus terjadi. Minimarket Indomaret memiliki jumlah gerai yang lebih besar, yaitu
sebesar 3.405, dibandingkan minimarket Alfamart yang jumlah gerainya hanya sebesar 3.000.
(Anindita,2012)
Alfamart masih belum bisa menyamai jumlah gerai yang dimiliki oleh Indomaret
meskipun berbagai strategi dan berbagai pelayanan sudah dilakukan. Hal ini belum cukup
untuk mengalahkan Indomaret didunia persaingan ritel modern yang cukup berkembang pesat
dalam dunia bisnis ritel modern. Persaingan diantara kedua peritel modern ini sangat ketat,
ditandai dengan lokasi usaha yang letaknya selalu berdekatan, serta desain ritel yang tidak
jauh berbeda. Dapat dikatakan bahwa persaingan diantara Indomaret dan Alfamart bersifat
terbuka, dalam arti telah diketahui oleh masyarakat umum.
Dari penjelasan diatas diketahui bahwa Indomaret lebih unggul dari pada Alfamart
dengan banyak nya gerai Indomaret dan adanya keuntungan-keuntungan yang bisa menarik
konsumen, juga terdapat fasilitas yang dapat dikatakan sama, ditinjau dari beberapa faktor
yang diberikan yaitu dari factor produk, lokasi, harga, kenyamanan berbelanja, iklan,
pelayanan karyawan

dapat menumbuhkan persepsi yang bagus untuk menarik minat konsumen untuk tetap
berbelanja di Indomaret maupun Alfamart. Tetapi juga banyak terdapat dari beberapa faktor
tersebut yang dapat membuat para konsumen nya tidak mau untuk berbelanja di Indomaret
maupun Alfamart, misalnya seperti: Karena buka 24 jam kurangnya sistem pengamanan yang
baik dari Indomaret dan Alfamart sendiri, banyaknya gerai lokasi Indomaret dan Alfamart
tetapi masih kurang memadainya lahan parkir yang membuat konsumen susah untuk parkir,
harga yang ditawarkan di Indomaret maupun Alfamart mungkin jauh lebih mahal dari pada
ritel pesaing lainnya, adanya
produk yang tidak ada atau tidak dijual di Indomaret maupun Alfamart (produk tidak
lengkap), dan terdapat pelayanan dari karyawan yang kurang baik terhadap konsumennya.
Penelitian diharapkan dapat mengidentifikasi beberapa pengaruh perbedaan persepsi
konsumen atas faktor penentu tempat belanja terhadap Indomaret dan Alfamart, untuk
meminimalkan kinerja yang baik di Indomaret dan Alfamart.