Está en la página 1de 26

LAPORAN PRAKTIKUM

PILOT PLANT
FRICTION / ALIRAN FLUIDA

DISUSUN OLEH
NAMA / NIM

: Mira Homsatun

(13 614 011)

Atika Asmudiyati

(13 614 033)

Siti Fitriya

(13 614 034)

Charles Tandialla

(13 614 032)

KELOMPOK

: IV (Empat)

KELAS / JENJANG

: VIB / D3

DOSEN PEMBIMBING

: Alwathan, ST., M.Si

LABORATORIUM SATUAN OPERASI


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA
2015

LAPORAN PRAKTIKUM
PILOT PLANT
FRICTION / ALIRAN FLUIDA

DISUSUN OLEH :
NAMA/NIM

: 1. Mira Homsatun

(13 614 011)

2. Atika Asmudiyati

(13 614 033)

3. Siti Fitriya

(13 614 034)

4. Charles Tandialla

(13 614 032)

JENJANG

: D3

KELAS

: VI-B

KELOMPOK

: IV (EMPAT)

Telah diperiksa dan disahkan pada tanggal .......................... 2016

Mengesahkan dan Menyetujui


Dosen Pembimbing

Alwathan, ST., M.Si


NIP. 19750222 200212 1 002

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Tujuan Percobaan


1.1.1 Mengetahui prosedur kalibrasi pompa
1.1.2 Menentukan head loss pada pipa lurus dengan diameter 0,3 cm dan 1,8 cm
1.1.3 Menentukan head loss karena sambungan ellbow 900 pada sistem perpipaan
1.1.4 Menentukan head loss karena adanya gate valve pada sistem perpipaan
1.1.5 Menentukan kecepatan aliran karena adanya head loss akibat alat ukur orifice
1.1.6 Menentukan head loss karena ekspansi dari pipa kecil ke besar

1.2 Dasar Teori


1.2.1. Fluida
Fluida adalah zat yang tidak dapat menahan perubahan bentuk (distorsi) secara
permanen. Bila kita mencoba mengubah bentuk suatu massa fluida, maka didalam
fluida tersebut akan terbentuk lapisan-lapisan dimana lapisan yang satu akan mengalir
diatas lapisan yang lain, sehingga tercapai bentuk yang baru. Selama perubahan bentuk
tersebut terdapat tegangan geser (shear stress), yang besarnya tergantung pada
viskositas fluida dan laju alir fluida relatif terhadap arah tertentu. Bila fluida telah
mendapatkan bentuk akhirnya semua tegangan geser tersebut akan hilang sehingga
fluida berada dalam keadaan kesetimbangan. Pada temperatur dan tekanan tertentu,
fluida mempunyai densitas tertentu. Jika densitas hanya sedikit terpengaruh oleh
perubahan suhu dan tekanan yang relatif besar, fluida tersebut bersifat Incompressible,
tetapi jika densitasnya peka terhadap perubahan variabel temperatur dan tekanan, fluida
tersebut digolongan compressible. Zat cair biasanya dianggap zat yang incompresible,
sedangakan gas umumnya dikenal sebagai zat yang compresible.

1.2.2. Pompa
Perpindahan fluida melalui pipa, peralatan, atau udara terbuka dilakukan dengan
pompa,kipas, blower, dan kompresor. Alat-alat tersebut berfungsi meningkatkan energi

mekanik fluida. Tambahan energi itu lalu digunakan untuk meningkatkan kecepatan,
tekanan, atau elevasi fluida.
Pompa digunakan untuk mengalirkan fluida (umumnya cairan) dari suatu unit
operasi ke unit operasi yang lain. Fluida mengalir karena terjadinya perpindahan energi.
Driving force yang umumnya dgunakan untuk mengalirkan fluida adalah gravitasi,
displacement, gaya sentrifugal, gaya elektromagnetik, perpindahan momentum, implus
mekanik, atau kombinasinya. Saat ini yang paling umum digunakan adalah gaya
sentrifugal dan gravitasi.

Ada 2 kelompok utama pompa :


a) Positive Displacement Pump
Pada pompa jenis ini, volume tertentu zat cair terperangkap didalam ruang
yang berganti-ganti diisi mulai pemasuk dan dikosongkan pada tekanan yang lebih
tinggi melalui pembuang.
b) Pompa Sentrifugal
Pompa ini memiliki densitas fluida konstan dan besar. Perbedaan tekanan
biasanya cukup besar dan konstruksinya harus kuat. Pompa dipasang untuk
memberikan energi yang diperlukan untuk menarik zat cair dari sumber dan
membuatnya mengalir dengan laju alir volumetrik yang konstan pada waktu keluar
pada ketinggian tertentu.

Gambar 1. Pompa sentrifugal (a) dan pompa aksial (b)

1.2.3. Persamaan Bernoulli


a) Aliran Tak Termampatkan
Adalah aliran fluida yang dicirikan dengan tidak berubahnya besaran kerapatan
massa (densitas) dari sepanjang aliran tersebut. Contoh: Air, berbagai jenis minyak,
emulsi, dll.
Bentuk persamaannya adalah sebagai berikut :
+ +

1
2

2 =

Dimana : = Kecepatan fluida (m/s)


= Percepatan gravitasi bumi (9,8 m/s2)
= Ketinggian relatif terhadap suatu referensi (m)
= Tekanan fluida (atm)
= Densitas fluida (kg/m3)
Persamaan diatas berlaku untuk aliran tak termampatkan dengan asumsi-asumsi sbb :
Aliran bersifat tunak (steady state)
Tidak terdapat gesekan (inviscid)
b) Aliran Termampatkan
Adalah aliran fluida yang dicirikan dengan berubahnya besaran kerapatan massa
(densitas) dari fluida disepanjang aliran tersebut. Contoh : udara, gas alam , dll.
Persamaanya adalah sbb :
2
2

+ + =

Dimana : = energi potensial gravitasi persatuan massa ; Jika gravitasi konstan maka

= ( )
= entalpi fluida persatuan massa (kj/kg)

Catatan : = +

, dimana adalah energi termodinamika persatuan massa, juga

disebut sebagai energi internal spesifik.

1.2.4. Bilangan Reynold


Bilangan Reynold adalah rasio antara gaya inersi terhadap gaya viskos yang
mengkuantifikasikan hubungan kedua gaya tersebut dengan suatu kondisi aliran
tertentu dan merupakan bilangan yang tidak berdimensi. Dengan persamaan :

..

Dimana : = diameter tabung (m)


= kecepatan rata-rata zat cair (m/s)
= viskositas zat cair (cp)
= densitas zat cair (kg/m3)
Aliran laminer selalu ditemukan pada angka reynolds dibawah 2100 tetapi bisa
terdapat pada angka reynold sampai beberapa ribu, yaitu dalam kondisi khusus dimana
lubang masuk tabung sangat baik kebundaranya dan zat cair didalam tangki sangat
senang. Pada aliran turbulen pada angka reynolds diatas 4000. Angka reynolds 21004000 terdapat suatu daerah transisi, dimana jenis aliran itu mungkin laminer dan
mungkin pula turbulen, tergantung pada kondisi dilubang masuk tabung dan jaraknya
dari lubang-lubang itu.

1.2.5. Laju Aliran Volumetrik (Debit)


Debit yang dihitung adalah debit aktual dan biasanya hasil debit aktual lebih kecil
daripada debit teoritis.
=

3
=
=

.
.

Dimana : = Massa air (g)


= Volume air (L)

= Debit air (L/S)


= Waktu yang diperlukan sesaat luas akan bergerak naik (S)

1.2.6. Pressure Drop


Pressure menunjukan penurunan tekanan dari titik 1 ke titik 2 dalam suatu sistem
aliran fluida. Penurunan tekanan bisa dinyatakan juga dengan saja. Jika manometer
yang digunakan adalah manometer air raksa dan beda tinggi air raksa dalam manometer
H (ft) maka : = H ( Hg ) g/g
Dimana : = Perbedaan tekanan (mmHg)
H = Ketinggian (m)
= densitas (kg/m3)
Pressure drop adalah istilah yang digunakan untuk menggunakan tekanan dari
suatu titik didalam pipa atau aliran air. Penurunan tekanan adalah hasil dari gaya gesek
pada fluida seperti yang mengalir melalui tabung. Gaya gesek disebabkan oleh
resistensi terhadap aliran.

1.2.7. Rugi gesek dalam persamaan bernoulli


Rugi ini tergabung dalam rugi gesek kulit pipa lurus sehingga memberi rugi gesek
total. Umpamakan kecepatan rata-rata didalam pipa ialah V, diameter pipa D, dan

panjangnya L. Rugi gesek kulit dalam bagian yang lurus ialah 4 () (2) ; rugi
2

kontraksi pada waktu masuk ialah (2) ; dan rugi ekspansi pada waktu keluar ialah
2

(2) ; sedang rugi gesek didalam katup bola (globe valve) ialah (2) . Bila
gesek kulit pada pipa masuk dan pipa keluar diabaikan maka gesek total ialah :

= (4 + + + )

2
2

Dimana : = head friction (mmHg)

kc = koefisien rugi kontraksi

= Panjang pipa (m)

kf = koefisien friksi

= Diameter pipa (m)

f = factor friction

= gravitasi (9,8 m/s2)

v = kecepatan rata-rata (m/s)

= Koefisien rugi ekspansi

1.2.8. Pengaruh kekasaran dan grafik faktor gesek


Pipa yang permukaanya kasar akan menghasilkan faktor gesekan yang lebih besar
untuk angka reynold tertentu dibandingkan dengan pipa halus.

Gambar 2. Jenis-jenis kekasaran


Tinggi dari satu satuan kekasaran ditandai dengan dan disebut parameter kekasaran
(roughness parameter). Dari analisa dimensi, ialah fungsi dan kekasaran relatif /,
dimana adalah diameter pipa. Untuk setiap jenis kecepatan tertentu. Umpamanya yang
terlihat pada gambar 2a dan 2b, dapatlah diharapkan bahwa kita harus mempunyai 1 niai vs
yang berbeda untuk setiap nilaikekasaran relatif. Demikian pula untuk kekasaran jenis
lain seperti yang terlihat pada gambar 2c dan 2d, kita harus mempunyai satu golongan kurva
vs . Untuk setiap jenis kekasaranuntuk keperluan dirangkumkan karakteristik gesekan

untuk pipa bundar, baik yang licin maupun yang kesat, dalam bentuk grafik log-log daripada
vs dengan memperhatikan nilai roughness () pipa.

Tabel 1. Nilai (Roughness) untuk setiap jenis pipa

Gambar 3. Grafik faktor gesek (moody diagram)


1.2.9. Head Loss / Kehilangan Energi Fraksi
Transportasi fluida dalam suatu sistem perpipaan akan mengikuti hukum
kekekalan massa dan energi, untuk incompresible fluida dalam system perpipaan
berlaku sbb :
Massa masuk = Massa keluar
Volume masuk = volume hukum
Neraca massa / hukum kekekalan energi
Persamaan tersebut dapat dinyatakan :

2
2

= () = () +

Jika faktor dan = 0, maka persamaan tersebut menjadi persamaan bernouli


dan dapat dinyatakan dalam satuan SI menjadi :

1 +

2
2

= 2 +

22
2

Dimana : = kecepatan rata-rata (m/s)


= ketinggian (m)
= tekanan (N/m2)
= head friction (mmHg)
= percepatan gravitasi (9,8 m/s2)
= density (kg/m2)

Head loss pada pipa lurus


Fluida dapat dialirkan dalam pipa atau tabung yang bepenampang bundar dan
dijual dipasaran dengan berbagai ukuran, tebal dinding, dan bahan konstruksi. Pada
umumnya pipa berdinding tebal berdiameter relatif besar dan tersedia dalam panjang
antara 20-40 ft. Heat loss pada pipa lurus dapat dirumuskan sbb :

= 4

. 2
.2.

Dimana : = head friction (mmHg)


= friction factor
= panjang pipa (m)
= Diameter pipa (m)
= gravitasi (9,8 m/s2)
= kecepatan alir (m/s)
Head loss pada ellbow 900

Gambar 4. Ellbow 900


Sambungan-sambungan didalam pipa, misalnya ellbow akan mengganggu pola
aliran fluida dan menyebabkan kejadianya rugi gesekan atau friction loss. Friction loss
ini biasanya dinyatakan sebagai rugi gesekan atau friction loss, yang setara dengan
panjang pipa 15 , sedangkan untuk ellbow 900 dengan diameter 3/8 in 2,5 in
misalnya maka setara dengan panjang.
Hasil pengujian head loss, semakin besar sudut sambungan ellbow pipa, nilai
head loss yang dihasilkan semakin besar. Hal ini disebabkan perbedaan tekan hingga
tekan pada sebelum dan sesudah ellbow pipa yang semakin meningkat. Hasil pengujian
head loss menunjukan bahwa kecepatan air berbanding terbalik dengan sudut
sambungan ellbow pipa, semakin besar sudut sambungan ellbow pipa maka kecepatan
air semakin besar. Hal tersebut disebabkan karena waktu yang diperlukan lebih lama

untuk sudut ellbow yang semakin besar. Head loss akibat ellbow dapat dicari dari
persamaan :

2
2

Dimana : = head friction (mmHg)


= koefisien friksi (0,9 untuk ellbow 900)
= kecepatan rata-rata dalam pipa yang menuju pipa sambung (m/s)
= gravitasi (9,8 m/s2)
Head loss pada gate valve dan globe valve
Kegunaan utama dari gate valve adalah hanya untuk menutup dan membuka
aliran, sedangkan globe valve merupakan jenis valve yang dirancang untuk mengatur
besar kecilnya aliran fluida (regulate atau irrothing) sambungan pipa jenis valve baik
gate valve maupun globe valve akan mengganggu pola aliran fluida saat melewati
globe valve akan mengalami sedikit hambatan, sehingga akan terjadi pressure drop.
Pressure drop pada globe valve lebih kecil dari pressure drop yang terjadi pada gate
valve. Rugi gesek akibat gate valve dapat dicari dengan persamaan :

2
=
2
Dimana : = head friction (mmHg)
= koefisien friksi (5,6 untuk gate valve)
= kecepatan rata-rata (m/s)
= gravitasi (9,8 m/s2)
Laju alir alat ukur fluida
Fluida memiliki alat ukur yang digunakan untuk menentukan laju alir yaitu
ventury meter, orifice meter, dan tabung pitot. Sebuah ventury meter selalu diletakan
pada perpipaan. Sebuah manometer atau peralatan lain terhadap 2 kran tekanan dan
mengukur beda tekanan antara titik 1 adalah V1 dan diameter d1 , dan pipa titik 2

kecepatan adalah V2 dan diameter d2. Persamaan yang digunakan untuk menentukan
laju alir yang melewati orifice yaitu :

0
1

(1( 0 )2 )2

(2 )2

Dimana : = kecepatan discharge (0,62 untuk orifice)


0 = luas paa orifice (3,14 x 10-4 m2)
A1 = Luas pipa pada upstream (4,522 x 10-4 m2)
= gravitasi (9,8 m/s2)
= perbedaan head (mmHg)

Gambar 5. Orifice meter


Head loss akibat ekspansi (pipa kecil ke besar)
Jika penampang saluran tiba-tiba membesar, arus fluida akan memisah dari
dinding dan keluar sebagai jet (semprotan) kebagian yang membesar itu. Jet itu
membesar pula dan mengisi seluruh tabung penampang saluran yang lebih besar.
Ruang antara jet yang membesar dan dinding saluran akan dipenuhi oleh fluida yang
berbeda dalam gerakan vorteks yang merupakan ciri dari pemisahan batas-batas.

Gesekan yang cukup besar akan terjadi didalam tabung itu, efek ini digambarkan dalam
gambar 6. Persamaan yang digunakan adalah :

2 2
= (1
)

2
Dimana : = head friction akibat ekspansi (mmHg)
= luas penampang masuk (m2)
= luas penampang keluar (m2)
= kecepatan alir (m/s)
= gravitasi (m/s2)

Gambar 6. Aliran pada pipa ekspansi (pipa kecil ke besar)

BAB II
METODOLOGI

2.1 Alat dan Bahan


2.1.1 Alat :

Satu Unit Flow Fluid Demonstration Plant

Stopwatch

Penggaris

2.1.2 Bahan : Air


2.2

Prosedur Kerja :

2.2.1 Kalibrasi Pompa


1. Memastikan pompa telah terhubung pada arus listrik
2. Mengisi air pada unit flow fluid demonstration plant
3. Mengukur volume tertentu dan menghitung waktunya dengan stopwatch sehingga
mendapatkan nilai laju alir
4. Mengulangi data dengan variasi volume yang berbeda beda yaitu 2, 4, 6, 8, dan 10
dalam satuan liter.
2.2.2 Menentukan setiap jenis alat
1. Memasang kedua selang ke pipa 1
2. Membuka kran pada pipa 1 dan menutup kran pada pipa 2,3, dan 4.
3. Mengalirkan air pada unit flow fluid demonstration plant
4. Menunggu sampai gelembung menghilang
5. Setelah gelembung hilang, kemudian menghentikan aliran air
6. Melepaskan selang pada pipa 1, lalu memencet ujung selang sampai 2 titik pada
manometer terlihat sama
7. Setelah sama, pasang kembali selang
8. Mencatat pembacaan pada manometer.
9. Melakukan hal yang sama pada pipa 3 dengan membuka kran pada pipa 3 dan
menutup kran pada pipa 1, 2, dan 4.

10. Mengulangi langkah yang sama untuk ellbow 900, gate valve, orifice, dan ekspansi

BAB III
DATA PENGAMATAN

Tabel 1. Data Pengamatan Kalibrasi Pompa

Bukaan

Volume (L)

Waktu (s)

Q= ()

2
2
2
2
2

2
4
6
8
10

4
8
12
18
22

0,5
0,5
0,5
0,4444
0,4545

Tabel 2. Data Pengamatan pipa lurus, orifice, gate valve, ellbow 900, dan ekspansi
Jenis
Pipa Lurus 1
Pipa Lurus 3
Orifice
Gate Valve
Ellbow 900
Ekspansi

H1 (mmHg)
75
331
378
383
385
364

H2 (mmHg)
708
446
396
396
389
410

(mmHg)
633
115
18
13
4
46

Data Pengamatan Temperatur, Densitas, Viscositas, Panjang Pipa, Diameter Pipa, dan pipa

T sebelum

= 28

T sesudah

= 32,5

(30,25)

= 995,617 kg/m3

(30,25)

= 0,85 cp

pipa

= 0,0015 mm

L ppa lurus

=1m

Diameter pipa 1

= 0,3 cm

Diameter pipa 3

= 1,8 cm

32,5 +28
2

= 30,25

Tabel 3. Hasil Perhitungan


Jenis

Q(

A ( )

V ( )

NRe

Head Loss
(mmHg)

Pipa Lurus 1

4,545 x 10-4

7,065 x 10-6

64,3312

2,2 x 105

0,0048

99136,582

Pipa Lurus 3

4,545 x 10-4

2,5434 x 10-4

1,787

3,7 x 104

0,0062

16,4679

Orifice

0,00019468

Gate Valve

4,545 x 10-4

2,5434 x 10-4

1,787

66,9342

Ellbow 900

4,545 x 10-4

2,5434 x 10-4

1,787

10,7573

Ekspansi

4,545 x 10-4

2,5434 x 10-4

64,3312

15490,096

Kurva Hasil Kalibrasi Pompa

0,51
0,5

Q (L/s)

0,49
0,48
0,47
0,46
0,45
0,44
0

10

15

t (s)

20

25

Grafik 1. Grafik hubungan antara t vs Q

BAB IV
PEMBAHASAN

Fluida atau zat alir adalah bahan yang dapat mengalir dan bentuknya selalu berubah
dengan perubahan volume. Fuida mempunyai kerapatan yang tertentu harganya pada suhu
dan tekanan tertentu. Jika suhu dan tekanan berubah, maka kerapatan fluida juga berubah.
Pada praktikum kali ini yang berjudul Friction/Aliran fluida ini bertujuan untuk
mengetahui prosedur kalibrasi pompa, menentukan head loss pada pipa lurus dengan
diameter 0,3 cm dan 0,8 cm, menentukan head loss karena sambungan ellbow 900 pada
sistem perpipaan, menentukan head loss karena adanya gate valve pada sistem perpipaan,
menentukan kecepatan aliran karena adanya head loss akibat alat ukur orifice, dan
menentukan head loss karena ekspansi dari pipa kecil ke besar.
Percobaan pertama yang dilakukan adalah kalibrasi pompa. Diperoleh data sebesar
0,4545 dm3/s atau 4,545 X 10-4 m3/s dari hasil kalibrasi tersebut. Kalibrasi dilakukan untuk
menstabilkan kecepatan aliran fluida. Pada percobaan ini bukaan valve dibuat tetap yaitu
sebesar 2 dan memvariasikan volumenya dengan variasi volume 2L, 4L, 6L, 8L, dan 10L.
Setelah mendapat nilai maka selanjutnya melakukan percobaan kedua yaitu menentukan
nilai pada pipa lurus 1 dengan diameter 0,3 cm dan pipa lurus 3 dengan diameter 1,8 cm.
Untuk menentukan nilai pada pipa 1 yaitu dengan diameter 0,3 cm maka menggunakan
manometer raksa pada unit flow fluid demonstration plant. Untuk menentukan pada pipa
1, air dialirkan melalui menuju pipa 1 dengan membuka kran pada pipa 1 sebanyak bukaan
dan menutup kran pada pipa lainya. Sedangkan untuk menentukan nilai pada pipa 3, air
dialirkan menuju pipa 3 dengan membuka penuh kran pada pipa 3 dan menutup kran pada
pipa lainya. Hal ini dilakukan karena apabila pada pipa 1, kran dibuka penuh maka air raksa
akan keluar dari manometer. Air raksa akan keluar dari manometer dikarenakan pada pipa 1
memiliki tekanan yang sangat tinggi. Hal tersebut bisa terjadi karena diameter pipa 1 lebih
kecil dibandingkan dengan diameter pipa 3. Sehingga dapat disimpulkan semakin kecil
diameter suatu pipa maka akan semakin besar tekanan yang terjadi, dan semakin besar
diameter suatu pipa maka akan semakin kecil tekanan yang terjadi. Hal ini dibuktikan dari

tabel 2. Data pengamatan , bahwa untuk pipa 1 sebesar 633 mmHg, sedangkan untuk
pipa 3 sebesar 115 mmHg.
Head loss atau hilangnya energi pada pipa lurus berbanding terbalik dengan nilai
diameter pipanya. Dapat dilihat pada tabel 3. Hasil perhitungan head loss pada pipa lurus 1
sebesar 99136,582 mmHg dan head loss pada pipa lurus 3 sebesar 16,4679 mmHg. Hal ini
menunjukan bahwa semakin kecil diameter pipa maka akan semakin besar nilai head loss dari
aliran fluida. Hal ini dikarenakan mengecilnya diameter pipa maka nilai reynold atau
turbulensi dari aliran semakin besar sehingga gaya gesekan antara air dan pipa juga semakin
besar.
Kemudian percobaan selanjutnya menentukan head loss pada ellbow 900. Besarnya laju
aliran fluida dan head loss yang terjadi dipengaruhi oleh besar kecilnya ellbow yang
diberikan. Ketika terjadinya pembelokan maka secara tiba-tiba terjadi kehilangan energi yang
mempengaruhi terhadap tekanan pada laju alir fluida sehingga terjadi perbedaan antara laju
alir sebelum dan sesudah melewati ellbow. Dari hasil perhitungan diperoleh head loss pada
ellbow 900 sebesar 10,7573 mmHg.
Head loss pada gate valve memiliki nilai lebih besar dibandingkan pipa 3, dimana head
loss pada gate valve sebesar 66,9342 mmHg dan head loss untuk pipa 3 sebesar 16,4679
mmHg. Hal ini menunjukan bahwa dengan adanya katup (valve) dapat memperbesar head
loss. Hal ini dikarenakan katup/valve bersifat menghambat aliran normal dan menyebabkan
gesekan tambahan. Sehingga dengan adanya valve akan memperbesar nilai head loss.
Selanjutnya yaitu menentukan kecepatan aliran karena adanya head loss akibat alat
ukur orifice. Dari hasil perhitungan diperoleh kecepatan aliran sebesar 0,00019468 m3/s.
Yang terakhir yaitu head loss pada ekspansi. Head loss pada ekspansi sebesar
15490,096 mmHg. Pada ekspansi, head loss yang terjadi cukup besar karena jika penampang
saluran tiba-tiba membesar, arus fluida akan memisah dari dinding dan keluar menjadi jet
(semprotan) kebagian yang membesar, sehingga mengisi seluruh penampang yang lebih besar
itu, dan gesekan akan terjadi cukup besar didalam ruang itu akibat dipenuhi oleh fluida yang
bergerak diruang tersebut.

BAB V
PENUTUP

Dari praktikum dan dari perhitungan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. Diperoleh kalibrasi pompa sebesar 4,545X10-4 m3/s
2. Head loss pada pipa lurus dengan diameter 0,3 cm sebesar 99136,582 mmHg dan
head loss pada pipa lurus dengan diameter 1,8 cm sebesar 16,4679 mmHg
3. Head loss karena sambungan ellbow 900 pada sistem perpipaan sebesar 10,7573
mmHg
4. Head loss karena adanya gate valve pada sistem perpipaan sebesar 66,9342 mmHg
5. Kecepatan aliran karena adanya head loss akibat alat ukur orifice sebesar 0,00019468
m3/s
6. Head loss karena ekspansi dari pipa kecil ke besar sebesar 15490,096 mmHg

LAMPIRAN

PERHITUNGAN

Diketahui : Diameter pipa 1

= 0,3 cm = 3 x 10-3 m

Diameter pipa 3

= 1,8 cm = 0,018 m

T sebelum

= 28

T sesudah

= 32,5

(30,25)

= 995,617 kg/m3

(30,25)

= 0,85 cp = 0,85 x 10-3 kg/m.s

V kalibrasi pompa

= 10 L

T kalibrasi pompa

= 22 s

Cd

= 0,62

A0

= 3,14 x 10-4 m2

A1

= 452,2 mm2 = 4,522 x 10-4 m

= 9,8 m/s2

pipa

= 0,0015 mm = 1,5 x 10-6 m

L ppa lurus

=1m

Kf (Gate Valve)

= 5,8

Kf (Ellbow 900)

= 0,9

32,5 +28
2

= 30,25

Ditanya : Head Loss tiap jenis alat = ................................................................... ?


Jawab :
i. Menghitung Q kalibrasi Pompa

10
22

= 0,4545 L/s = 0,4545 dm3/s = 4,545 x 10-4 m3/s

ii. Menghitung dari setiap variabel

pipa 1

= H2 H1 = (708-75) mmHg = 633 mmHg

pipa 3

= H2 H1 = (446-31) mmHg = 115 mmHg

ellbow 900

= H2 H1 = (389-385) mmHg = 4 mmHg

gate valve

= H2 H1 = (396-383) mmHg = 13 mmHg

orifice

= H2 H1 = (396-378) mmHg = 18 mmHg

ekspansi

= H2 H1 = (410-364) mmHg = 46 mmHg

iii. Menentukan Head Loss pada pipa lurus

Untuk pipa 1 dengan diameter 0,3 cm


1

A = 4 2 = 4 x 3,14 x (3 x 10-3 m)2 = 7,065 x 10-6 m2

NRe =

4,545 104 3 /
7,065 106 2

= 64,3312 m/s

= 995,617 kg/m3 x 64,3312 m/s x 3.10-3 m x

1
0,85 103

NRe = 226056 = 2,2 x 105


Mencari friksi dari moody diagram antara NRe vs

Dimana,

106

1,5

3 103

= 0,0005

Diperoleh f = 0,0048
Mencari hf
hf = 4f

2
2.

4 (0,0048)(1 )
3 103

2
)

9,8 / 2

(64,3312

= 1351,348 m

maka : hf aktual = hf x x g
hf aktual = 1351,348 m x 995,617 kg/m3 x 9,8 m/s2 = 13185165,41 kg/m.s2
hf aktual = 13185165,41 Pa
hf aktual = 99136,582 mmHg

Untuk pipa 3 dengan diameter 1,8 cm


1

A = 4 2 = 4 x 3,14 x (0,018 m)2 = 2,5434 x 10-4 m2

NRe =

4,545 104 3 /
2,5434 104 2

= 1,787 m/s

= 995,617 kg/m3 x 1,787 m/s x 0,018 m x

1
0,85 103

NRe = 37676 = 3,7 x 104


Mencari friksi dari moody diagram antara NRe vs
Dimana,

1,5 106
0,018

= 0,000083

Diperoleh f = 0,0062
Mencari hf
hf = 4f

2
2.

4 (0,0062)(1 )
0,018

2
)

9,8 / 2

(1,787

= 0,2245 m

maka : hf aktual = hf x x g
hf aktual = 0,2245 m x 995,617 kg/m3 x 9,8 m/s2 = 2190,2344 kg/m.s2
hf aktual = 2190,2344 Pa
hf aktual = 16,4679 mmHg
iv. Menentukan Head Loss pada ellbow 900
Nilai V pada ellbow 900 = V pada pipa 3 yaitu 1,787 m/s
hf = kf

2
2.

2
)

2
9,8 /

(0,9)(1,787

= 0,1466 m

maka : hf aktual = hf x x g
hf aktual = 0,1146 m x 995,617 kg/m3 x 9,8 m/s2 = 1430,7176 kg/m.s2
hf aktual = 1430,7176 Pa
hf aktual = 10,7573 mmHg

v. Menentukan Head Loss karena adanya gate valve pada pipa


Nilai V pada gate valve = V pada pipa 3 yaitu 1,787 m/s
hf = kf

2
2.

2
)

9,8 / 2

(5,6)(1,787

= 0,9124 m

maka : hf aktual = hf x x g
hf aktual = 0,9124 m x 995,617 kg/m3 x 9,8 m/s2 = 8902,2429 kg/m.s2
hf aktual = 8902,2429 Pa
hf aktual = 66,9342 mmHg

vi. Menentukan kecepata aliran pada alat ukur orifice

1
0
(2 )2
1
0 2 2
(1 (1
) )

1
0,62 3,14 104 2

(2 9,8 2 18 103 )2
1
4
2
3,14 10 2 2

(1 (
) )
4
2
4,522 10

= 0,00019468

vii. Menentukan Head Loss karena ekspansi


1

A = 4 2 = 4 x 3,14 x (3 x 10-3 m)2 = 7,065 x 10-6 m2

=
hfe =
hfe =

2
2.
2
2.

4,545 104 3 /
7,065 106 2

(1 -

2
)

= 64,3312 m/s

Sa <<<<<< Sb, maka

2
)

2 9,8 / 2

dianggap = 0

(64,3312

= 211,1482 m

maka : hf aktual = hf x x g
hf aktual = 211,1482 m x 995,617 kg/m3 x 9,8 m/s2 = 2060182,769 kg/m.s2
hf aktual = 2060182,769 Pa
hf aktual = 15490,096 mmHg

DAFTAR PUSTAKA

Deslia, Prima, 2011. Laporan Dasar-Dasar Proses Kimia. www.scribd.com. Diakses pada : 2
Mei 2015, 18:00 WITA
Hardinata, dkk,. 2014. Aliran Fluida dalam Sistem Perpipaan. Academi edu. Diakses pada :
2 Mei 2015. 17:46 WITA
McCabe, dkk,. 1985. Operasi Teknik Kimia Jilid 1. Edisi keempat, Jakarta : Erlangga.
Thamrin, dkk., 2013. Aliran Fluida. www.scribd.com. Diakses pada : 2 Mei 2015, 18:19
WITA
Tim Laboratorium Operasi Teknik Kimia, 2015. Penuntun Praktikum Perpindahan Massa
dan Mekanika Fluida. Samarinda : Politeknik Negeri Samarinda.