LAPORAN PENDAHULUAN STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN HARI KE-1 KELUARGA

A. PROSES KEPERAWATAN 1. Kondisi keluarga Keluarga tampak cuek dengan keadaan pasien, hanya sesekali menengok pasien di ruangannya, jarang berinteraksi dengan pasien

2. Diagnose keperawatan Keluarga dengan gangguan halusinasi

3. Tujuan khusus   Menginformasikan pada keluarga klien masalah yang terdapat pada pasien dan bagaimana cara merawatnya Menjalin hubungan saling percaya kepada keluarga pasien

4. Tindakan keperawatan a. Mencari tahu perasaan keluarga klien dalam merawat pasien b. Menjelaskan kepada keluarga apa yang dirasakan klien saat ini c. Menjelaskan kepada keluarga keadaan klien saat ini d. Menjelaskan kepada keluarga apa itu halusinasi dan halusinasi apa yang dirasakan pasien beserta tanda dan gejalanya serta proses terjadinya e. Menjelaskan cara merawat pasien halusinasi

B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN  ORIENTASI

1. Salam terapeutik “selamat pagi pak, saya perawat afni yang merawat keluarga bapak disini, bagaimana keadaan bapak saat ini?”

Evaluasi/validasi Di kesempatan pertama. Dan diharapkan respon keluarga klien baik. apa anda punya waktu untuk mengobrol sebentar dengan saya?” 3. membuat nyaman mbak utina dalam keluarga. perawat “selamat pagi Pak. halusinasi itu adalah bayangan yang hanya bisa dilihat oleh mbak utina karena keadaannya yang stress. bagaimana Pak? Ohya ngobrol disini atau di tempat lain sesuai usulan bapak? Berapa lama waktu yang bapakpunya untuk ngobrol dengan saya? Apakah bapak lagi terburu-buru?”  KERJA : langkah-langkah tindakan keperawatan “selamat pagi pak. selama ini apa yang bapak rasakan dalam merawat mbak utina? Apakah ada masalah pak?” “apa yang keluarga lakukan untuk menghadapi mbak utina dirumah dengan sikapnya yang seprti itu?” “apakah keluarga mengetahui apa yang mbak utina rasakan?” “sebenarnya. ada sedikit informasi yang mau saya sampaikan kepada Bapak mengenai keadaan nona utina. Kontrak : topic. keluarga dapat melakukan ngbrol dengan mbak utina. Kalimat diatas hanya sebagai contoh untuk melakukan awal pembicaraan yang baik secara bertahap. disamping itu sebagai pengalihan dari bayangan putih yang biasa hanya ada dalam bayangannya” . waktu dan tempat Apabila keluarga menyetujuinya.Dalam salam terapeutik perawat menanyakan dengan perlahan dan bertahap. kebetulan bayangan yang biasa dilihat oleh mbak utina adalah cahaya putih. itu termasuk dalam halusinasi penglihatan?” “untuk mengatasi masalah tersebut. 2. perawat dapat memulai awal pembicaraan dengan menanyakan topic. dan sebenarnya bayangan itu tidak nyata adanya. “ehm. mbak utina itu engalami halusinasi. sehingga mbak utina merasa diperhatikan. waktu dan tempat.

 TERMINASI 1. Evaluasi respon keluara klien terhadap tindakan keperawatan : Subjektif : “Bagaimana perasaan bapak setelah ngobrol dengan saya? Apa ada lagi yang ingin bapak sampaikan atau bapak kurang faham? Bisa saya mengetahui apa yang bapak dapat dari pembicaraan kita tadi?” Objektif : Untuk penilaian objektif perawat dapat menilai dari bagaimana kontak mata kkeluarga klien selama beriteraksi. cara berbicara dan apa yang keluarga dapat dari masalah yang sedang dibicarakan tadi. atau sesuai dengan kesepakatan bapak. bagaimana keluarga klien menyampaikan pendapat. dan tempat) : “Pak. 2. Tindak lanjut keluarga klien (apa yang perlu dilatih klien sesuai dengan hasil tindakan yang telah dilakukan) : “dari apa yang sudah kita bicarakan tadi.” 3. Terimakasih ya pak” . Identifikasi kepedulian keluarga terhadap pasien. bapak punya waktu kapan untuk mengobrol dengan saya. Kontrak yang akan datang (topic. waktu. bapak bisa hubungi saya di nomor XXXX. apa bapak bersedia melakukannya kepada mbak utina? Mohon kerjasamanya demi kebaikan buat mbak utina. ini kan baru pertemuan ita yang pertama. apabila bapak mengalami kesulitan. oh iya pak. apa kita bisa bertemu lagi di waktu yang akan dating sekitar 2 atau 3 hari lagi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful