Gingivitis  Pengertian

Gingivitis merupakan peradangan gusi yang paling sering terjadi dan merupakan respon inflamasi tanpa merusak jaringan pendukung (Carranza, F. A., Newman, M. G. 2002. Clinical Periodontology. 10th ed. Tokyo: W. B.Saunders Company.). Faktor lokal penyebab gingivitis adalah akumulasi plak. Gingivitis mengalami perubahan warna gusi mulai dari kemerahan sampai merah kebiruan, sesuai dengan bertambahnya proses peradangan yang terus-menerus. Umumnya setiap individu mengalami peradangan gusi dengan keparahan dan keberadaannya yang sangat bervariasi sesuai dengan umur, jenis kelamin, status sosial ekonomi, tingkat pendidikan, dan lain sebagainya (Forrester, D. J., dkk. 1981. Pediatric Dental Medicine. Philadelphia: Lea & Febiger. Healthnotes. 2004. Gingiv itis. Available

on.http://www.evitamins.com/healthnotes.asp?ContentID=1021004. Accessed on. March 26th, 2008.).

(http://medicastore.com/penyakit/143/Gingivitis_radang_gusi.html) 

Etiologi

Gingivitis hampir selalu terjadi karena penggosokan dan flossing (membersihkan gigi dengan menggunakan benang gigi) yang tidak benar, sehingga plak tetap ada disepanjang garis gusi. Plak merupakan suatu lapisan yang terutama terdiri dari bakteri. Plak lebih sering menempel pada tambalan yang salah satu atau disekitar gigi yang terletak bersebelahan dengan gigi palsu yang jarang dibersihkan. Jika plak tetap melekat pada gigi selama lebih dari 72 jam, maka akan mengeras dan membentuk karang gigi (kalkulus flossing (benang

Pengaruh waktu pada pembentukan plak gigi adalah semakin menumpukknya plak gigi seiring dengan waktu. jaringan gusi yang membengkak ini mudah mengalami pendarahan. Disamping itu hasil pembakaran rokok dapat menyebabkan gangguan sirkulasi peredaran darah ke gusi sehingga mudah terjangkit penyakit. Artinya. struktur permukaan gigi. yaitu lingkungan fisik. Keadaan ini disebut tumor kehamilan. dimana gusi meradang dan mudah berdarah. -Pil atau suntikan KB Kekurangan vitamin C bisa menyebabkan gingivitis. 2000.iritasi ringan (yang paling sering adalah pembentukan karang gigi) bias menyebabkan pertumbuhan berlebihan dari jaringan gusi yang menyerupai benjolan. Faktor lainnya yang akan semakin memperburuk peradangan adalah : . anatomi jaringan sekitar gigi.Pil kb Obat-obat tertentu bisa menyebabkan pertumbuhan gusi yang berlebihan sehingga plak sulit dibersihkan dan terjadilah gingivitis.Pubertas . G. serta tindakan kebersihan mulut.Kehamilan . Gingivitis bisa semakin memburuk. Lingkungan fisik yang mempengaruhi pembentukan plak gigi adalah anatomi dan posisi gigi. jika plak gigi tidak secepatnya dibersihkan. Obat-obat tersebut adalah : -Fenitoin(obat anti kejang) -Siklosporin (diminum oleh penderita yang menjalani pencangkokan organ -Calcium channel blocker (misalnya nifedipin. maka akan semakin banyak terdapat plak pada permukaan gigi Adanya pengaruh nutrient muncul dalam bentuk air ludah. Kekurangan Niasin (Pellagra) juga bias menyebabkan peradangan dan pendarahan gusi. (Laskaris. waktu dan adanya nutrient. Jika terluka atau pada saat makan. Plak merupakan penyebab utama dari gingivitis. Pada kehamilan. Karang gigi yang tidak dibersihkan dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti Gingivitis atau gusi berdarah. obat untuk mengendalikan tekanan darah dan kelainan irama jantung.gigi) Ada tiga factor utama penyebab timbulnya plak gigi. cairan gusi. serta mempermudah terjadinya infeksi mulut. Keadaan ini didukung oleh kurangnya menjaga kebersihan mulut karena wanita hamil sering merasa mual di pagi hari. gesekan oleh makanan dan jaringan sekitarnya. makanan atau minuman. Hal ini terutama disebabkan oleh perubahan hormonal. Jumlah karang gigi pada perokok cenderung lebih banyak dari pada yang bukan perokok. Color Atlas of Oral Diseases in Children and . Selama kehamilan.

J. F. Umumnya plak berakumulasi dalam jumlah yang sangat banyak di regio interdental yang sempit.). Respon setiap individu terhadap plak sebagai faktor penyebab bermacam-macam.Adolescents. gingivitis subakut (tahap yang lebih hebat dari kondisi gingivitis akut). 4th ed. papillary gingivitis (meliputi papila interdental. gingivitis akut (rasa sakittimbul secara tiba-tiba dan dalam jangka waktu pendek). B. timbul secara perlahan-lahan dalam waktu yang lama. Selanjutnya enzim dan toksin menembus jaringan pendukung di bawahnya. marginal gingivitis (meliputi margin gusi tetapi juga termasuk bagian batas gusi cekat). dan tidak terasa sakit apabila tidak ada komplikasi dari gingivitis akut dan subakut yang semakin parah).  Klasifikasi Menurut Carranza dan Glickman’s Clinical Periodontology (2002)( Carranza. 4. Peradangan pada jaringan pendukung sebagai akibat dari dilatasi dan pertambahan permeabilitas pembuluh darah. perdarahan.). Tokyo: W. 10th ed. G. 2. M.Saunders Company. 4. dan gingivitis lebih sering diawali pada daerah papila.Tokyo: W. 3. sehingga menyebabkan warna merah pada jaringan. 3. dan papila interdental). localized gingivitis (membatasi gusi pada satu daerah gigi atau beberapa daerah gigi). diffuse gingivitis (meliputi margin gusi. inflamasi gusi cenderung dimulai pada daerah papila interdental dan menyebar dari daerah tersebut ke sekitar leher gigi. Saunders Company. New York:Thieme. Gingivitis berawal dari daerah margin gusi yang dapat disebabkan oleh invasi bakteri atau rangsang endotoksin.). 2005. Endotoksin dan enzim dilepaskan oleh bakteri Gram negatif yang menghancurkan substansi interseluler epitel sehingga menimbulkan ulserasi epitel sulkus. A. . gingivitis rekuren (peradangan gusi yang dapat timbul kembali setelah dibersihkan dengan perawatan atau hilang secara spontan dan dapat timbul kembali. Newman. 2. B. R. sering meluas sampai batas margin gusi. 2002. Clinical Periodontology. Berdasarkan perjalanan dan lamanya diklasifikasikan atas empat jenis yaitu : 1. gingivitis dibedakan berdasarkan perjalanan dan lamanya serta penyebarannya. Pediatric Dentistry Infancy Infancy Through Adolescence. generalized gingivitis (meliputi gusi di dalam rongga mulut secara menyeluruh). dan dapat disertai eksudat. gingivitis kronis (peradangan gusi yang paling umum ditemukan. 5. beberapa anak mempunyai respon yang minimal terhadap faktor lokal (Pinkham. edema. gusi cekat.. Berdasarkan penyebarannya gingivitis diklasifikasikan atas lima jenis yaitu: 1.

Gingival disease modified by systemic factor a. Associated with blood dyscrasias 1) Leukemia associated gingivitisDisebabkan karena terganggunya keseimbangan sel darah putih yangmenyuplai periodonsium. verapamil.GingivitisRespon terhadap dental plak dan perubahan 4ecurre. sehingga terjadi peningkatan pendarahan danpembesaran gingival. sodiumvalporat. dan sel 4ecurrent4ry host.2) Drug influenced gingivitisOral contraceptive associated gingivitisYaitu yang dikonsumsi oleh wanita premenopause d.4) Diabetes mellitus associated gingivitis b.a. Gingivitis associated with dental plaque only Disebabkan karena interaksi antara mikroorganisme pada dental plak biofilm.3) Pregnancy associated.b. jaringan.. Gingival disease modified by malnutrition 1) Ascorbic acid deficiency gingivitisYaitu kekurangan asam askorbat (vitamin C) yang kronis. Gingival disease modified by medication (drug influenced gingivaldisease) 1) Drug influenced gingival enlargementSystemic medication :. Dental Plak Induced Terjadi pada periodontium dengan tidak ada attachment loss atau adaattachment loss yang menyeluruh dan tidak berkembang. ulcer.2) LainnyaGingivitis yang berhubungan dengan keabnormlan fungsi atau jumlahsel darah.Adanya plak akan memperburuk kondisi.Anticonvulsant : phenytoinCa channel blocker : nivedipine. With local contributing factorFaktor local yaitu plaque-retentive calculus formation pada mahkota danpermukaan akar yang memiliki kemampun untuk melekatkanmikroorganisme dan menghalangi pembersihannya dengan teknik controlplak. mudah berdarah. . biasanyaterjadi selama trimester 2 dan 3. diltializem.2) Menstrual-cycle associated gingivitisRespon gingivitis terhadap dental plak dan 4ecurre sebelum ovulasi. c. Without local contributing factor2. Manifestasi :bengkak. tetapilebih umum terjadi pada interdental papil selama kehamilan. tetapi merupakan respon terhadap iritasi yng diakibatkanhemangioma yang dapat mudah berdarah.Imunosupresant : cyclosporine. Associated with Endocrine system 1) Puberty associated gingivitisRespon gingivitis terhadap dental plak dan 4ecurre yang relative sedikitselama masa puber. Bukantumor.Pyogenic granulomaTerdapat mushroom-shaped 4ecurren pada margin gingival.

Treponema pallidum c.2) Lainnya . Karena genetic a.Pemphygoid .Deficiency nutrisi spesifik :   vitamin a untuk menjaga kesehatan epitel sulkus vitamin b untuk menjaga kesehatan mukosa . Linear gingival erythema c.2. Kelainan mukokutaneus . Reaksi alergi 1) Dental restorative materials .Neisseria gonorrhoeae b. Disebabkan oleh virus Infeksi virus herpes.varicella zoster.Kelaparan mengeliminasi semua nutrient yang dibutuhkan untukkesehatan periodonsium.4 Non-plak Induced 1.primary herpetic gingivostomatitis. Hereditary gingival b. Histoplasmosis e. Infeksi candida .Erytheum multiforme .Drug induced .Gingival candidiasis b. 2. Streptooccus species 2. 3. Karena kondisi sistemik a. Disebabkan oleh jamur a. Lainnya 4.Lainnya b. dll. Disebabkan oleh bakteri a.Lichen planus .5ecurrent oral herpes.Pemphigus vulgaris . Lainnya 5.Lupus erythematosus .

sepertipada aktivasi host sistem imun seperti komplemen dan kinin. dan fibroblas untuk meningkatkansistem imun lokal dan jalur sitokin yang mempunyai semua elemen penting untukmengakibatkan perubahan pada jaringan .Lesi awal secara histologi respon inflamasi akut ditandai dengan perubahanpembuluh darah. mengakibatkan terbentuknya lesi yangdidominasi limfosit B.pembengkakan.Tanda dari lesi awal (early lesion) adalah adanya infliltrasi sel limfoid oleh limfositT dengan peningkatan kehilangan kolagen dan perubahan pada epitelium ke arahpermukaan akar . dan perkembanganlimfositdan monosit sebagian besar untuk mediasi progress lesi dari T-cell menjadilesi dimana B-cell menonjol. yangdapat meningkatkan proses patologik yang dimediasi oleh sistem imun .Sitokin bertanggung jawab untuk peningkatan. jumlah netrofil menginflitrasiepiteliumInflamatori kronis menginflitrasi dan perubahan vaskular nampak dan bentuk lesi. degradasi kolagen. perubahan kontur gingiva. kemungkinan besarproduk bakteri berinteraksi dengan fagosit. nikel.makanan  Patogenesis Patogenesis . dan jalur asamarachinoc . obat kumur . sel plasma dan fagosit. aklirik.Gingivitis kronis mempunyai karakter atau ciri-ciri yaitu kemerahan.dan perubahan jaringan yang dapat dilihat adalah destruksi kolagen danproliferatif epitelWalaupun bukti langsung dari mekanisme spesifik kurang. meningkatkan faktor kemotaktik dari bakteri atau darihost seperti komplemen dan jalur asam arachinoc mengikat neutrofil untukmempertahankan dalam melawan perusakan bakteri .Jumlah limfosit B meningkat pada fase ini. perubahan sel epitel dan infiltrasi jaringanoleh netrofil .Perkembangan dari gingivitis kronis sangat tergantung pada akumulasi plak.pasta gigi.. diferensiasi. danmeningkatkan aliran GCF . other 2) reaksi yang diakibatkan oleh . perdarahan.permen karet aditif .Diduga perubahan kemungkinan bisa akibat atraksi atau penarikan kemotatiknetrofil oleh bakti dan efeknya vasodilatasi langsung dari produk bakteri. kehilangan jaringan.merkuri.

1 minggu akumulasi plak terjadi peningkatan netrofil padapembuluh darah 2. tekstur. tanda dari gingivitis kronis. dan peningkatan PMN pada jaringan ikat JE dan sulkus gingival .secara klinis perubahan warna.Gungiva merah gelap pecahnya hemoglobin dan ekstravasasi SDM ke jaringan . sel-selplasma dan mostosit PMN keluar dari pembuluh darah Respon keradangan lebih besar dari initial lesion 70% kolagen rusak oleh karena infiltrasi seluler Pembentukan kolagen oleh fibroblas menurun Serabut sirkular dan dentogingiva rusak 3. Established Lesion.Akumilasi PMN mengakibatakan peningkatan aliran cairan gingival .Secara klinis belum tanpa tanda-tanda kelainan .Secara klinis : kemerahan dan proloferasi kapiler . netrofil.Perlu dilihat lesi akibat gingivitis dapat dipulihkan atau dicegah dengan penghilangan bakteri dental plaque dari permukaan gigi TAHAPAN PATOGENESIS 1. ukuran.Perubahan vaskular ditandai dengan dilatasi kapiler dan peningkatan flow darah  respon pertama disebut dengan gingivitis subklinis .Setelah 2 hari . Advanced Lesion .Bleeding on probing . Early Lesion . Initial Lesion .Secara histologis :     tampak reaksi keradangan yang lebih hebat antara lain meningkatnya sel-selplasma ditemukan inflitrasi seluler yang merusak komponen jaringan aktivitas kolagenolitik meningkat keradangan moderate sampai dengan severe 4. makrofag..Secara histologi :       Inflitrasi lekosit pada jaringan ikat di bawah JE.aliran darah lambat anoxemia gingiva yang terlokalisir kebiru-biruan.Secara histologi : gambaran klasik keradangan akut pada jaringan ikat dibawahJE.

Terjadi resesi .Perdarahan tampak lebih dulu daripada tanda keradangan yang lain .Hilangnya stippling . Parah:merah abu-abu. mengkilap. 100% pada usia>50 tahun Cara menggosok gigi abrasi gingival . padat atau keras dan bernodul-nodul  kronis  tergantung eksudat atau fibrotik .Permukaan gingiva licin. diffuse atau seperti bercak..Etiologi:     Fisiologis 8% pada anak-anak.Gingivitis akut  pembengkakan difuse dan lunak. Venous statis warnakebiruan. mengkilat c.Gingivitis kronis        Merah gelap atau merah kebiruan Karena proliferasi vaskuler kapiler dan berkurangnya keratinisasi karenatertekannya epitel oleh jaringan yang terinflamasi.Gingivitis akut Merah terang pada marginal.. Dimulai dari papil interdental dan margin gingival attached gingival . kadang disertaipseudomembran  warna abu-abu d. Perubahan pada tekstur permukaan .Sudah meluas ke tulang  Gambaran Klinis dan Radiografi 1. Perdarahan gingiva (BoP) .Gejala awal:   peningkatan aliran cairan krevikular gingival perdarahan sulkus gingiva dengan probing (BoP) .Warna juga dapat digunakan untuk diagnosa awal keradangan gingival b. Perubahan posisi . Gambaran Klinis a. Perubahan warna .

 Malposisi gigi. 2. Gambaran Radiologi Terlihat gambaran kontinuitas lamina dura . frenulum yang tinggi.Tergantung sifat edematous atau fibrotikf. keradangan. Perubahan kontur gingival . Perubahan konsistensi .Kronis  konsistensi lunak .Berkaitan dengan pembesaran gingiva dan kondisi. trauma oklusi. e.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful