MANAJEMEN KOPERASI

Dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah nomor 9 tahun 1995 tentang Pelaksanaan Kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi, maka semakin jelas bahwa untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan Koperasi, kegiatan usaha simpan pinjam perlu ditumbuhkembangkan agar KSP dan atau USP pada koperasi dapat melaksanakan fungsinya untuk menghimpun dana (tabungan koperasi dan simpanan berjangka koperasi) serta memberikan pinjaman kepada anggota, calon anggotanya serta koperasi lain dan atau calon anggotanya. Persyaratan penting yang perlu dimiliki oleh KSP/USP koperasi sebagai lembaga keuangan ialah harus menjaga kredibilitas atau kepercayaan dari anggota pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Oleh karena itu KSP/USP sebagai lembaga keuangan mikro yang dimiliki dan dipergunakan oleh para anggotanya harus dikelola secara professional dan meyakinkan. Tidak seperti lembaga keuangan bank, KSP/USP menyelenggarakan kegiatan usahanya berdasarkan nilai, norma dan prinsip-prinsip koperasi, sehingga benar-benar dapat menunjukkan perilaku koperasi dan bukan perusahaan kapitalistik; dimana kedudukan anggota adalah sebagai pemilik sekaligus sebagai pengguna jasa dari koperasi, dalam hal ini berlaku asas self responsibility, anggota harus bertanggung jawab terhadap keberhasilan koperasinya. Untuk mewujudkan fungsi KSP/USP sesuai dengan tujuannya, dianggap perlu adanya upaya peningkatan dan perluasan wawasan pengetahuan tentang Manajemen KSP/USP bagi para pemula yang akan berkecimpung dalam bidang perkoperasian khususnya pada KSP/USP baru yang akan dibentuk sebagai salah satu kelembagaan alternative dari exit strategy proyek UPK dan PPK-P2KP. 1. KONSEPSI MANAJEMEN KOPERASI Sebelum kita dapat memahami konsepsi dan ruang lingkup manajemen koperasi, terlebih dahulu kita perlu memahami kembali konsepsi atau definisi dari manajemen itu sendiri. Dalam literature banyak cara orang mendefinisikan manajemen, karenanya banyak pula definisi manajemen yang dikemukakan oleh para ahli di bidang manajemen. Meskipun berbeda-beda di dalam mendefinisikan pengertian manajemen pada umumnya mereka menyetujui unsur dasar dan tujuan yang sama dari manajemen . Salah satu definisi yang lengkap diungkapkan oleh Griffin dalam bukunya Management (Ensiklopedia ekonomi, Bisnis dan Manajemen, 1992), sebagai berikut : “Manajemen adalah proses merencanakan dan mengambil keputusan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan sumber daya manusia, keuangan, fisik dan informasi guna mencapai sasaran organisasi dengan cara yang efisien dan efektif.” Istilah manajemen juga mengacu pada dua hal, yaitu sebagai fungsi dan sebagai institusi (Helmut Wagner, 1986). Manajemen sebagai fungsi berarti sejumlah tugas yang harus dilaksanakan oleh orang-orang yang diberi wewenang dan tanggung jawab tertentu untuk menjamin keandalan organisasi dalam mencapai tujuan-tujuannya. Tugas-tugas itu adalah: Perencanaan dan pengembilan keputusan, Pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian. Tugas-tugas tersebut sering

1

FIRMA dan PT) maka penerapan manajemen pada koperasi secara otomatis akan berbeda dan sangat unik. 1999. yang merupakan proses manajemen yang dinamis dan berkelanjutan. pertama-tama dapat dikemukakan bahwa terdapat prinsip-prinsip manajemen yang berlaku umum apapun jenis organisasinya ( Perencanaan. 2 . Namun disamping prinsip-prinsip umum tersebut terdapat hal-hal khusus yang berbeda dalam mengimplementasikan manajemen. akan membuat perusahaan koperasi harus dikelola secara professional dan kooperatif sedemikian rupa sehingga keterlibatan anggota dan demokrasi. sesuai dengan kekhususan dan keunikan organisasi yang bersangkutan. Dengan memiliki prinsip-prinsip manajemen koperasi kita juga meletakkan dasar sebagai criteria untuk menilai pelatihanpelatihan manajemen koperasi. Fungsi utamanya adalah mengupayakan kepemimpinan koperasi bagi anggota dan pengurus terpilih di dalam pengembangan kebijakan dan strategi yang akan memberdayakan koperasi dalam mewujudkan cita-cita atau tujuannya.juga disebut sebagai fungsi-fungsi atau prinsip-prinsip manajemen. kita dapat mengembangkan manajemen dan demokrasi di dalam koperasi sebagaimana dinyatakan Peter Davis. Manajemen koperasi adalah kegiatan professional yang dilakukan koperasi untuk membantu seluruh keanggotaan koperasi di dalam mencapai tujuannya. Para manajer professional koperasi menggunakan metoda yang sama seperti manajemen pada umumnya. Jadi karena kita ketahui bahwa koperasi memiliki nilai dan prinsip-prinsip ( jati diri) koperasi yang memang unik dan berbeda dengan organisasi bisnis lainnya ( CV. Manajemen koperasi tidak didasarkan pada pemaksaan wewenang. sebagai berikut: “pengembangan prinsip-prinsip manajemen koperasi. Dengan menyatukan manajemen Koperasi sebagai bagian dari koperasi dan sebagai representasi prinsip-prinsip penting koperasi itu sendiri. memformulasikan bahwa manajemen koperasi diselenggarakan oleh orang-orang yang bertanggung jawab untuk mengelola koperasi. Pelaksanaan dan Pengendalian ). Pengorganisasian. Mereka ini mengerahkan segala kemampuan kepemimpinannya dan memilih kebijakan untuk mengembangkan koperasi berdasarkan hasil latihan professional perkoperasian. serta menilai kinerja manajemen dalam koperasi “. akan tetap menjadi kunci keberhasilan dalam praktek koperasi. Peter Davis. melainkan melalui keterlibatan dan partisipasi. Hanya saja nilai-nilai dan tujuan yang harus diperjuangkan metode itulah yang membuat manajemen koperasi unik dan berbeda dari manajemen lainnya. Uraian diatas setidaknya memberikan gambaran singkat mengenai pengertian manajemen. nilai-nilai dan kekayaannya. Sekarang muncul pertanyaan apa manajemen koperasi itu ? Apakah ada perbedaan antara manajemen koperasi dengan manajemen pada perusahaan atau organisasi bukan koperasi? Bagaimanakah penerapan manajemen pada koperasi? Terhadap pertanyaan diatas.

atau pelanggan adalah subyek dan bukan obyek bisnis.Tabel 1. Representasi (perwakilan) 8. Sama untuk koperasi. Peran ganda pekerjaan dan karyawan Pekerjaan mempengaruhi status social. pendidikan anggota Netralitas Prinsip demokratis dan transparansi Maksimalisasi pelayanan bukan maksimalisasi profit 2. Budgeting (penganggaran) 9. Pengorganisasian 3. Tujuh prinsip manajemen Koperasi Peter Davis No 1 Prinsip manajemen pada umumnya Pluralisme Mengelola atas nama kepentingan semua “stakeholder” Mentalitas Pengakuan terhadap kebutuhan untuk memperoleh keuntungan Kemandirian perorangan Menghormati pribadi dan tanggung jawab Keadilan Pembagian sumber yang non eksploitatif Keadilan alamiah Hak untuk menjalankan prosedur yang mandiri dan peraturan yang jujur(adil) Kepedulian terhadap orang Mengakui bahwa orang apakah karyawan. Sama untuk koperasi. Struktur kepemilikan di dalam koperasi menterjemahkan prinsip ini. tetapi dalam koperasi menekankan dua hal yaitu kebutuhan organisasi itu sendiri yang harus dipertahankan dari pengendalian pihak luar dan otonomi anggota perorangan. tetapi struktur kepemilikan koperasi dan budaya pertanggungjawaban akan lebih mudah dilaksanakan. Dubashi pada tahun 1970 meringkasnya sebagai berikut: Prinsip Manajemen 1. pola konsumsi dan keseluruhan struktur hubungan di dalam masyarakat Prinsip manajemen dalam koperasi Pluralisme ditemukan di dalam kepentingan mereka den dengan itu mengakui dan menyadari ada kepentingan orang lain. melalui basis keanggotaan. Staffing Pengarahan Koordinasi Pengawasan 7. Oleh karena keuntungan atas modal bukan criteria utama bagi keanggotaan koperasi. perencanaan • Peramalan • Penetapan tujuan Prinsip Koperasi • Tujuan memaksimalkan pelayanan • Penetapan bunga terbatas atas modal • Pembagian surplus (SHU) jika ada untuk: Pembentukan modal dan dibagikan kepada anggota sesuai dengan jasa masing-masing • Demokrasi • Federalisme Keanggotaan sukarela dan terbuka Demokrasi dalam arti modern Federalisme: kerja sama antar koperasi Pengawasan demokratis satu orang satu suara. 6. Prinsip koperasi memberikan pandangan yang holistic mengenai pelanggan. Kriteria efisiensi (maksimalisasi produktivitas atas maksimalisasi profit ) 3 . Di dalam manajemen koperasi anggota dimasukkan sebagai pelanggan. mutualitas diantara stakeholder mudah diterima. pekerja atau pemasok. 4. Koperasi menyatukan prinsip ini dengan mengkombinasikan aspek social dan komersial. karena balas jasa bagi seseorang tidak diperoleh atas pengorbanan orang lain Sama seperti organisasi lain pada umumnya. 2 3 4 5 6 7 Untuk memperjelas hubungan prinsip manajemen dan prinsip koperasi. 5. tetapi lebih mudah dilaksanakan mengingat struktur kepemilikan mereka terhadap koperasi.

• • • • 4 . peleburan. Kebijakan umum dibidang organisasi. Rapat Anggota 2. penggabungan. Keputusan penting rapat anggota menetapkan: 1. pemberhentian pengurus dan pengawas 4. Rapat anggota untuk mengesahkan pertanggung jawaban Pengurus diselenggarakan paling lambat 6 (enam) setelah tahun buku berakhir. Rapat Anggota • • • Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi Rapat anggota dihadiri oleh anggota yang pelaksanaannya diatur dalam anggaran dasar koperasi. Anggaran dasar dan Anggaran rumah tangga Koperasi 2. pembagian. manajemen dan usaha koperasi 3. dan pembubaran koperasi. PERANGKAT ORGANISASI DAN MANAJEMEN Yang dimaksud perangkat organisasi koperasi menurut pasal 21 UU koperasi nomor 25 tahun 1992: 1. Apabila tidak diperoleh keputusan dengan cara musyawarah. Koperasi dapat melakukan Rapat Anggota Luar Biasa apabila keadaan mengharuskan adanya keputusan segera yang wewenangnya ada pada Rapat Anggota. Selain Rapat Anggota biasa sebagai mana telah diuraikan. Rapat anggota diselenggarakan paling sedikit sekali dalam satu tahun. rencana kerja. rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi. Hak suara dalam koperasi sekunder dapat diatur dalam anggaran dasar dengan mempertimbangkan jumlah anggota dan jasa usaha koperasi anggota secara berimbang. serta pengesahan laporan keuangan 5. pengangkatan. Rapat anggota berhak meminta keterangan dan pertanggung jawaban Pengurus dan Pengawas mengenai pengelolaan Koperasi. pembagian sisa hasil usaha (SHU) 7. pengesahan tugasnya pertanggung jawaban pengurus dalam pelaksanaan 6. Dalam hal dilakukan pemungutan suara. setiap anggota mempunyai hak satu suara.2.1. • • • • Keputusan rapat anggota diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. maka pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak. pemilihan. Pengawas Tiga serangkai (tri partiet) inilah yang dikenal sebagai manajemen koperasi yang akan menjalankan tata laksana kehidupan koperasi. Pengurus 3. 2.

2. menyelenggarakan rapat anggota. Hubungan antara pengurus dengan pengelola usaha merupakan hubungan kerja berdasarkan kontrak (perikanan). Dalam hal pengurus koperasi bermaksud untuk mengangkat Pengelola.• Rapat Anggota Luar Biasa dapat diadakan atas permintaan sejumlah anggota koperasi atau atas keputusan pengurus yang pelaksanaannya diatur dalam Anggaran Dasar. mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi (RAPBK). pengurus koperasi dapat mengangkat pengelola ( manajer. Pengurus berwenang: mewakili koperasi di dalam dan di luar pengadilan. 6. • Untuk pertama kali ( koperasi yang baru berdiri ). maka rencana pengangkatan tersebut diajukan kepada Rapat Anggota untuk mendapat persetujuan. mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4. tata cara dan tempat penyelenggaraan Rapat Anggota biasa dan Rapat Anggota Luar Biasa diatur dalam Anggaran Dasar. 2. memelihara daftar buku anggota dan pengurus. 2. • Pengurus bertugas: 1. Pengurus • Pengurus dipilih dari dan oleh anggota Koperasi dalam Rapat Anggota. 5. • Persyaratan untuk dapat dipilih dan diangkat menjadi anggota Pengurus diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi. • Pengurus merupakan pemegang kuasa (mandataris) Rapat Anggota. melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan koperasi sesuai dengan tanggungjawabnya dan keputusan Rapat Anggota. Pengelola bertanggung jawab kepada pengurus. • 1. • Pengurus baik bersama-sama maupun sendiri-sendiri. Rapat anggota Luar Biasa mempunyai wewenang yang sama dengan wewenang Rapat Anggota Biasa. menanggung kerugian yang diderita koperasi. 3. • Masa jabatan Pengurus paling lama 5 (lima) tahun. karena tindakan yang dilakukan dengan kesengajaan atau kelalaian. mengelola koperasi dan usahanya. Persyaratan. memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga koperasi. 4. 3. • 2. 5 . kepala unit dan karyawan koperasi lainnya ) yang diberi wewenang untuk mengelola usaha. susunan dan nama anggota Pengurus dicantumkan dalam akta pendirian koperasi. menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib.

• Setelah tahun buku Koperasi ditutup. apabila salah seorang anggota Pengurus tidak menandatangani laporan tahunan tersebut.• Disamping penggantian kerugian tersebut. 3. Sisi pasiva: yaitu KSP/USP melakukan penarikan dana dari anggota dan pihak-pihak lainnya. Pengawas bertugas: 1. b) keadaan dan usaha Koperasi serta hasil usaha yang dapat dicapai. Persyaratan untuk dapat dipilih dan diangkat sebagai anggota Pengawas ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi.3. Secara garis besar kegiatan tersebut dapat dibedakan menjadi: a. 2. 1. • Dalam kondisi tertentu koperasi dapat meminta jasa audit kepada akuntan public. membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya. 6 . Pengawas yang diadakan pada waktu diperlukan tersebut melakukan pengawasan sesuai dengan penugasan yang diberikan oleh rapat anggota. 2. Dari anggota dapat berupa tabungan.Pengawas • • • • Pengawas dipilih dari dan oleh anggota Koperasi dalam Rapat Anggota. Laporan tahunan yang dimaksud harus ditanda tangani oleh semua anggota pengurus. apabila tindakan itu dilakukan dengan kesengajaan. MANAJEMEN USAHA SIMPAN PINJAM Kegiatan usaha simpan pinjam dari KSP/USP meliputi kegiatan penarikan/penghimpunan dana dan penyaluran kembali dana tersebut dalam bentuk pinjaman. Pengawas bertanggung jawab kepada Rapat anggota. Hal ini tidak mengurangi arti Pengawas sebagai perangkat Organisasi Koperasi dan memberi kesempatan kepada Koperasi untuk memilih Pengawas secara tetap atau pada waktu diperlukan sesuai dengan keperluannya. Pengawas dapat diadakan secara tetap atau diadakan pada waktu diperlukan sesuai dengan keputusan Rapat Anggota. paling lambat 1 (satu ) bulan sebelum diselenggarakan rapat anggota tahunan. • Dalam hal Koperasi mengangkat Pengelola. mendapatkan segala keterangan yang diperlukan. tidak menutup kemungkinan bagi penuntut umum untuk melakukan penuntutan. melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan Koperasi. meneliti catatan yang ada pada Koperasi. anggota yang bersangkutan menjelaskan menjelaskan alasan secara tertulis. • Pengawas berwenang: • Pengawas harus merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ke tiga. 2. Pengurus menyusun laporan tahunan yang memuat sekurang-kurangnya: a) perhitungan tahunan yang terdiri dari neraca akhir dan perhitungan hasil usaha dari tahun yang bersangkutan.

Penerimaan dana dari pihak ketiga berupa pinjaman. dan modal disetor untuk USP Penerimaan simpanan pokok angsuran • • Dari pengalaman sehari-hari dapat diperkirakan besarnya pengeluaran dalam setiap hari. Berarti terjadi arus dana keluar dan akan kembali diterima secara bertahap pada masa yang akan datang. Penerimaan dan simpanan wajib untuk KSP. • • Penerimaan pendapatan operasional berupa pendapatan bunga pinjaman. Arus dana masuk di KSP/USP terdiri dari: • • pinjaman. Pada sisi lain. Pembayaran biaya-biaya usaha dan organisasi Penyetoran ke bank. koperasi lain dan atau anggotanya. calon anggota. Penerimaan simpanan berupa tabungan atau simpanan berjangka anggota. Koperasi lain dan atau anggotanya. sehingga likuiditas minimum dapat ditetapkan secara lebih 7 . minggu atau bulan. atas tabungan atau deposito KSP/USP di Bank Sedangkan arus dana keluar di KSP/USP terdiri dari: • • • • • • Pemberian pinjaman Penarikan simpanan berupa tabungan atau simpanan berjangka anggota. calon anggota. Penerimaan pendapatan bunga. Pembayaran simpanan pokok dan simpanan wajib untuk anggota KSP yang keluar. untuk KSP dan modal tidak tetap untuk USP. KSP/USP harus mampu mengatur arus dana agar selalu seimbang antara arus dana yang masuk dan arus dana yang keluar. 2) Oleh karena itu. dana simpanan yang terkumpul harus disalurkan dalam bentuk pinjaman kepada anggota yang membutuhkan. baik pokok maupun bunga. Dengan kata lain KSP/USP menghadapi dua kegiatan yang saling berkaitan antara satu dengan lainnya: 1) Pada satu sisi. provisi dan administrasi. Sedangkan dari pihak lain dapat berupa pinjaman atau penyertaan lainnya. Pengembalian pinjaman kepada pihak ketiga beserta bunganya. KSP/USP harus mampu melayani anggota penyimpan yang hendak menarik kembali simpanannya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. b.simpanan atau dalam bentuk lainnya. Sisi aktiva: KSP/USP melakukan kegiatan usaha yang berhubungan dengan penggunaan atau pengalokasian dana terutama dimaksudkan untuk memperoleh pendapatan.

pengalokasiannya dapat diprioritaskan pada pemberian pinjaman dan aktiva jangka panjang lainnya. hibah dan cadangan (KSP) atau modal tetap dan cadangan (USP) dapat digunakan untuk pemberian pinjaman dan investasi surat berharga untuk memperoleh pendapatan. dan untuk investasi aktiva tetap (sebagai aktiva tidak produktif). rapi dan sistematis. Kesemuanya itu perlu didukung oleh pencatatan-pencatatan yang akurat. Pendekatan ini nengalokasikan sumber-sumber dana. Simpanan berjangka dapat digunakan untuk pinjaman dan investasi dalam surat berharga yang sifatnya jangka pendek. dan sebagian dapat digunakan untuk cadangan likuiditas. (2) (3) 4. simpanan wajib. Ilustrasi asset allocation approach pada KSP/USP dapat dilihat dalam gambar 3. Dana dari berbagai sumber tersebut dapat berupa hutang atau kekayaan bersih (ekuitas). Pinjaman dan surat berharga disebut sebagai aktiva produktif (earning assets). baik dari anggota maupun pihak lain. Kekayaan bersih yang berasal dari simpanan pokok. Sedangkan dana yang perputarannya relatif rendah. KSP/USP perlu melakukan manajemen aktiva-pasiva dengan pendekatan asset allocation approach. Gambar: Asset Allocation Approach di KSP/USP Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa: (1) sumber dana yang berasal dari tabungan sebaiknya digunakan untuk cadangan likuiditas atau pinjaman yang sifatnya jangka pendek. • 8 . PENGHIMPUNAN DANA Penghimpunan dana adalah usaha untuk mengumpulkan dana dari berbagai sumber. Untuk lebih jelasnya jenisjenis sumber dana tersebut adalah bagai berikut: 1) Dari sumber berupa hutang: Tabungan. teliti.tepat. dengan tujuan untuk memperoleh pendapatan. Dana yang memiliki sifat perputaran yang cukup tinggi hendaknya penggunaannya diprioritaskan dalam aktiva yang tingkat likuiditasnya cukup tinggi pula. Dalam menghadapi masalah berkaitan dengan upaya nenyeimbangkan arus dana.

sementara itu terdapat jenis simpanan lain dari anggota yang merupakan kekayaan bersih bagi KSP/USP. wajib dibayar oleh anggota.Simpanan Khusus Modal Disetor (untuk USP) Cadangan Umum (untuk KSP) Cadangan Tujuan Risiko Donasi SHU Tahun Berjalan • • • • Dari keseluruhan sumber dana tersebut. Keamanan dana. kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu.Simpanan Pokok . 2) Simpanan Wajib (KSP) Simpanan wajib adalah sejumlah simpanan tertentu yang tidak harus sama. Jenis-jenis Simpanan 1) Simpanan Pokok (KSP) Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang sama banyaknya dan atau sama nilainya yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota. sehingga perlu diberikan penjelasan yang lebih mendalam tentang simpanan. Simpanan wajib tidak dapat diambil selama yang bersangkutan menjadi anggota.• • • 2) • Simpanan Berjangka.Simpanan Wajib . Simpanan pokok tidak dapat diambil selama yang bersangkutan menjadi anggota. sumber dana utama adalah simpanan. Pinjaman yang Diterima (untuk KSP) Modal Tidak Tetap (untuk USP) Dari sumber berupa kekayaan bersih: Modal Sendiri (untuk KSP) yang terdiri dari: . Faktor-faktor yang harus diperhatikan oleh KSP/USP agar anggota berminat menyimpan di koperasi antara lain adalah: 1. yaitu simpanan pokok dan simpanan wajib serta simpanan yang merupakan hutang. setiap saat pada hari kerja Koperasi. dalam arti dapat ditarik kembali oleh pemiliknya sesuai dengan perjanjian. calon anggota. koperasi lain dan atau anggotanya kepada KSP/USP dalam bentuk tabungan dan simpanan koperasi berjangka. Pengertian simpanan sebagaimana dinyatakan dalam PP tersebut adalah simpanan yang merupakan hutang bagi KSP/USP. yaitu simpanan pokok dan simpanan wajib (bagi KSP). 3) Tabungan Koperasi Tabungan koperasi adalah simpanan pada koperasi yang penyetorannya dilakukan berangsur-angsur dan penarikannya hanya dapat dilakukan oleh anggota yang bersangkutan atau kuasanya dengan menggunakan Buku Tabungan Koperasi. Menurut PP 9 Tahun 1995 simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh anggota. meliputi simpanan yang merupakan kekayaan bersih. Yaitu tabungan dan simpanan berjangka. 9 . Pembahasan mengenai simpanan di bawah ini.

3. dan karena itu anggota merasakan adanya kedudukan yang lebih istimewa dibandingkan dengan menabung di tempat lain. 10 . ikut serta mengambil keputusan koperasi dan lain-lain.2. Menghasilkan nilai tambah dalam bentuk bunga simpanan atau insentif lainnya dan diterima oleh anggota sesuai dengan perjanjian. Bahwa menabung di KSP/USP merupakan wujud dari partisipasi anggota di dalam kedudukannya sebagai pengguna jasa. Keistimewaan anggota tersebut antara lain misalnya karena menerima sisa hasil usaha pada akhir tahun buku.

adalah bagian pembukuan. bunga tabungan kepada penyimpan. penyimpanan akan mendapatkan bunga sesuai dengan jangka waktu dari simpanan berjangka tersebut: Pembayaran bunga simpanan berjangka dilakukan setiap akhir bulan dengan menambahkannya ke dalam saldo tabungan. f. Calon penyimpan pada berjangka disyaratkan terlebih dulu untuk menjadi penabung. dalam tabungan. sumber utama pendapatan KSP/USP berasal dari kegiatan penyaluran pinjaman ini. c. c. Jumlah saldo minimal yang harus ada Penyetoran dan pengambilan dapat Sebagai imbalan. e. 9/1995 pinjaman adalah penyediaan dana atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara KSP/USP dengan pihak lain yang 11 . Sebagai imbalan. simpanan d. tidak harus pemilik tabungan. 4) Simpanan Berjangka Koperasi Simpanan berjangka koperasi adalah simpanan pada koperasi yang penyetorannya dilakukan satu kali untuk suatu jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian antara penyimpan dengan koperasi yang bersangkutan dan tidak boleh diambil sebelum jangka waktu tersebut berakhir. saldo terkecil atau yang lainnya. saja. Jumlah setoran minimal. 5. i. yaitu pendapatan bunga.Ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan' tabungan dapat meliputi. hanya dapat Penyetoran dapat dilakukan oleh siapa Jumlah setoran minimal pertama (saat pembukaan tabungan) dan setoran minimal selanjutnya. b. a. dilakukan setiap saat pada hari kerja. b. Oleh karena itu. Ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan simpanan berjangka dapat meliputi: a. d. PENYALURAN DANA KSP/USP Penyaluran dana dalam bentuk pinjaman merupakan kegiatan usaha yang mendominasi pengalokasian dana KSP/USP. Pembayaran bunga dilakukan setiap akhir bulan dengan menambahkannya ke dalam saldo tabungan. Penanggung jawab penghitungan bunga Pengambilan tabungan dilakukan oleh pemilik tabungan atau yang diberikan kuasa. Bunga tabungan dihitung menggunakan metode tertentu misalnya saldo rata-rata harian. Menurut PP No. g. KSP/USP memberikan h.

1. maka penyaluran pinjaman harus didasarkan kepada prinsip kehati-hatian. Pinjaman jangka menengah dapat pula dalam bentuk pinjaman investasi. Biasanya pinjaman ini untuk menambah modal kerja misalnya untuk membiayai pengadaan bahan baku. Pertanian. Perjanjian pinjaman sebaiknya tertulis dan mengatur berbagai hal yang telah disepakati. peminjam. Jumlah pinjaman yang dapat berikan oleh KSP/USP kepada anggota selayaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Pinjaman jangka pendek. yaitu pinjaman yang jangka waktu pengembaliannya kurang dari satu tahun. tetapi selalu didahului dengan perhitungan-perhitungan bahwa: 1) 2) yang menerima. Penyaluran pinjaman selalu berhadapan dengan Ketidakpastian dan karena itu selalu mengandung risiko. dalam prakteknya banyak KSP/USP yang memberikan batas maksimum pemberian pinjaman berdasarkan jumlah yang telah disetor oleh anggota. paling tidak KSP/USP membuat akta perjanjian dalam format yang disesuaikan menurut kebutuhannya. Hati-hati bukan berarti mempersulit pemberian pinjaman.mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu disertai dengan pembayaran sejumlah imbalan. b. c. Apabila jumlah pinjaman relatif besar. Pinjaman jangka panjang. d. Dalam kaitannya dengan jumlah pinjaman yang diberikan. 3. disarankan dilakukan di depan notaris dan diikat dalam bentuk akta perjanjian. Urgensi penggunaannya. sekecil apapun biasanya tidak akan sampai ke titik nol. yaitu pinjaman yang jangka waktu pengembaliannya 1 sampai dengan 3 tahun. Misalnya pinjaman investasi yaitu pinjaman untuk pengadaan sarana/alat produksi. sebab yang disalurkan sebagai pinjaman sebagian besar merupakan dana yang berasal dari simpanan anggota (apalagi bila dana tersebut berasal dari bukan anggota). Pembatasan jumlah maksimum tersebut mencerminkan sikap kehati-hatian dari koperasi. 2. Jenis-Jenis Pinjaman 1) Berdasarkan jangka waktunya a. likuiditas koperasi. dan pemberian pinjaman akan memberi manfaat kepada diyakini bahwa pinjaman dapat dibayar kembali oleh peminjam sesuai dengan perjanjian. Misalnya pinjaman untuk membiayai kelancaran operasi usaha termasuk pula pinjaman modal kerja. 2) a. b. c. Untuk jumlah pinjaman yang relatif kecil. Industri. Peternakan. Risiko tersebut. 5. kemampuan untuk membayar kembali dari calon 12 . Pinjaman jangka menengah. Tugas KSP/USP adalah meminimalkan risiko itu. yaitu pinjaman yang jangka waktu pengembaliannya atau jatuh temponya melebihi 3 tahun. Berdasarkan sektor usaha yang dibiayai Perdagangan. Sebagai konsekuensinya.

yaitu pinjaman untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat konsumtif. yaitu pinjaman untuk menambah modal kerja anggota. biaya c. dan komitmen anggota. Berdasarkan penggunaannya Pinjaman modal kerja. investasi. 5. disebut analisis kuantitatif. kenalan (saudara atau teman). status sosialnya tinggi. Sisa pinjaman dengan pihak lain (jika ada). Berdasarkan tujuannya a. Beban rutin di luar kegiatan usaha. Pinjaman sebaiknya tidak diberikan karena pertimbanganpertimbangan: belas kasihan. nilai pinjaman maksimal yang dapat diberikan adalah 30% . Beberapa aspek yang harus dinilai sebelum melakukan analisis pinjaman adalah: Kemampuan memperoleh keuntungan/dari usaha yang dijalankan. Pinjaman pengadaan sarana/alat produksi. yaitu pinjaman untuk membiayai kebutuhan modal kerja sehingga dapat memperlancar kegiatan produksi misalnya pembelian bahan baku.e. Analisis Pinjaman Analisis pinjaman diperlukan agar KSP/USP memperoleh keyakinan bahwa pinjaman yang diberikan dapat dikembalikan oleh debiturnya. Analisis terhadap kemampuan membayar. 4) a. maka calon nasabah peminjam paling tidak diharuskan memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 3) Anggota dan calon anggota KSP/USP bertempat tinggal di wilayah bersangkutan. Pinjaman produktif. dan sebagainya.2. Aspek yang dianalisis mencakup karakter/watak. 5. yaitu pinjaman untuk b. yaitu: 1) Analisis terhadap kemauan membayar. Syarat-syarat Pinjaman Dalam upaya menekan risiko pinjaman yang mungkin timbul. misalnya untuk pengadaan bahan baku atau barang yang diperdagangkan. 2) Pendekatan yang digunakan untuk analisis kuantitatif. Pada dasarnya terdapat 2 aspek yang dianalisis. biaya pemasaran dan distribusi. disebut analisis kualitatif. pembayaran upah. yaitu untuk menentukan kemampuan membayar atau perhitungan kebutuhan modal kerja calon debitur adalah pendekatan pendapatan bersih.40% dari pendapatan bersih dikalikan dengan jangka waktu pinjaman. pengepakan. b.3. Dalam kaitan ini. ' disegani. Pinjaman harus diberikan atas dasar pertimbangan kelayakan usaha dan kemampuan membayar. misalnya membeli peralatan rumah tangga dan berbagai macam barang konsumsi lainnya. orang terhormat (terkenal. 3) Jasa. dan sebagainya). Pinjaman konsumtif. 13 .

baik berupa tabungan maupun simpanan berjangka dan telah berjalan minimal satu bulan. sedangkan penentuan besarnya nilai pinjaman maksimal lebih berkaitan dengan penekanan risiko pinjaman. Mempunyai simpanan aktif. Plafon Pinjaman KSP/USP harus menentukan berapa besarnya nilai pinjaman minimal dan berapa besarnya nilai pinjaman maksimal. Penentuan nilai pinjaman minimal lebih berkaitan dengan efektivitas penyaluran pinjaman. 14 .4. 5.4) 5) Mempunyai usaha/penghasilan.

jaminan pinjaman pada KSP/USP bukan merupakan hal yang sangat utama (apalagi pada KSP/USP fungsional). harus memperhatikan agar biaya-biaya pinjaman tersebut mampu menutupi: 1) dan 2) biaya organisasi KSP/USP yang terdiri dari beban usaha dan beban perkoperasian. a) Penghasilan dari usaha yang dijalankan. Apabila KSP/USP akan. 2) 5. tanah dan sebagainya. seperti barang-barang elektronik. b) Jumlah tanggungan keluarga. Biaya Pinjaman Penentuan besarnya biaya pinjaman meliputi biaya provisi/administrasi dan biaya bunga pinjaman. Keaktifan pada KSP/USP.7. 15 . Analisis dan wawancara yang dilakukan meliputi: Karakter: Keadaan pribadi dan keluarga nasabah. peminjam membayar sendiri ke KSP/USP.8. Cara Pengembalian dan Jangka Waktu 1) Cara pengembalian dapat ditentukan berdasarkan sifat penghasilan dari peminjam atau kesepakatan antara KSP/USP dengan peminjam. yaitu meningkatkan kesejahteraan anggota. bunga simpanan yang harus dibayar oleh KSP/USP kepada penyimpan. menerapkan jaminan sebagai suatu keharusan. Prosedur Permohonan Pinjaman 1) 2) Menerima formulir permohonan pinjaman dan photocopy bukti identitas diri dari bagian pembukuan. 1. Kepatuhan memenuhi kewajiban. Kemampuan usaha dan kemampuan mengembalikan pinjaman. a) b) c) 2. sehingga ketentuannya sama untuk semua peminjam. omzet usaha per periode. seyogyanya tidak mengabaikan tujuan koperasi. surat bukti kepemilikan kendaraan. Namun demikian apabila hal tersebut diterapkan. Jangka waktu pengembalian biasanya ditentukan berdasarkan rapat anggota. Jaminan Tidak seperti Bank.5. Dengan demikian caranya dapat bervariasi. 5. 5. Mekanisme penentuan biaya-biaya pinjaman tidak meningkatkan KSP/USP untuk menetapkan tingkat bunga pinjaman setinggi-tingginya karena anggota ikut seta menetapkan berbagai kebijakan di dalam rapat anggota. Namun demikian.6. atau petugas lapangan mendatangi domisili peminjam untuk mengambil pembayaran angsuran. Melakukan wawancara dengan nasabah untuk memperoleh informasi yang diperlukan sebagai bahan pertimbangan keputusan pemberian pinjaman.5. jaminan pada umumnya merupakan kekayaan berharga milik nasabah. c) Pinjaman kepada pihak lain. misalnya dengan pemotongan gaji.

5. 4. Menyetujui permohonan pinjaman sesuai jumlah yang' diajukan atau kurang dari jumlah yang diminta. c. Manajer menuliskan persetujuannya. Kondisi usaha (untuk pinjaman produktif) Prospek usaha yang dilakukan. Memberikan keputusan. Jaminan (bila diperlukan) Kekayaan berharga milik nasabah seperti: barangbarang elektronik. surat tanda kepemilikan kendaraan.3. 2. Menyerahkan formulir permohonan pinjaman yang telah disetujui. yaitu: 1. a. Apabila ditolak Manajer harus memberitahukan pinjamannya ditolak. Menolak/menangguhkan permohonan pinjaman dan mencatat penolakan tersebut beserta alasannya pada Buku Registrasi Permohonan dan Putusan Pinjaman. b. a) b) Modal (untuk pinjaman produktif): Modal yang sudah ditanamkan. Sarana usaha yang dimiliki. dan sebagainya. 2. Apabila disetujui: 1. tanah. kepada anggota yang permohonan 16 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful