Keluarga Bahagia Menurut Alkitab  Banyak keluarga yang hancur—hidup tidak, matipun enggan—karena masingmasing yang berperan dalam

keluarga itu mementingkan diri sendiri dan mengembangkan rasa tidak bertanggung jawab.  Mementingkan diri yang dimaksud: “Bagaimana pasangan saya memuaskan saya?” “Bagaimana pasangan saya melakukan segala sesuatu dengan cara saya?” “Bagaimana pasangan saya sesuai dengan standar saya?” dll  Suami isteri tinggal serumah tetapi tidak lagi sungguh-sungguh sebagai keluarga dan dalam ikatan pernikahan karena masing-masing menyimpan kepahitan dan kekecewaan terhadap pasangannya. Akibatnya: Suami, isteri, dan anak-anak menderita.  Pelajari dan terapkan 7 konsep dasar ini untuk membantu pasangan suami isteri membangun keluarga yang stabil. I. Ikuti Apa yang Diperintahkan Allah dalam Alkitab (2Tim. 3:16-17) 1. Allah menginstitusikan pernikahan (Kej. 2:24). Karena itu, pernikahan akan gagal jika pasangan suami-isteri hidup bersama dengan menggunakan aturannya sendiri dan bukan aturan Allah. 2. Akibatnya: (1) Keluarga berantakan (Kej. 27:1-46); (2) Kesetiaan anak-anak akan terpecah-pecah (1Raj. 1:6); (3) Anak-anak menyimpan kepahitan seumur hidupnya (2Sam. 18). 3. Prinsipnya: a) Semua harus sudah lahir baru (Yoh. 3:3, 7) b) Dibaptiskan, bersaksi bahwa hidup lama Anda sudah mati bersama Kristus dan dibangkitkan kembali dalam hidup yang baru untuk melakukan kehendak Allah (Rm. 6:3-5) c) Serahkanlah diri Anda masing-masing untuk berlaku yang benar (Rm. 12:1-2) d) Baca Alkitab dan berdoalah tiap hari dengan pasangan dan keluarga (Ul. 6:6-7)

III. (2) Isteri hendaknya tidak menggurui suaminya. 1:9-10) b. Minta pengampunan pada pasangan karena gagal menjadi pasangan yang dikehendaki Allah. Peganglah janji ini benar-benar bersama pasangan Anda. Isteri: (1) tunduk pada suami. 19:6) 1. c. Belajarlah untuk taat. 3:1) b. (2) Mengasihi isteri. seperti kepada Tuhan (ingat bahwa ini bukan hanya jika suami melakukan tanggung jawabnya). . Perintah Allah dalam pernikahan 100%-100% ini ada dalam Ef. 5:18-33: a. Peneguhan Kembali bahwa Pernikahan Itu Komitmen Permanen dan Persatuan yang Tidak Dapat Dipisahkan (Mat. 3.e) Aktiflah dan hadirlah bersama-sama dalam setiap kebaktian dalam jemaat Tuhan yang alkitabiah (Ibr. kaya atau miskin. 12:11) II. Pembagian 50/50 ini berarti: “Jika kamu melakukan bagianmu. maka aku akan melakukan bagianku. sehat atau sakit … sampai kematian memisahkan kita.” 2. dengan memberikan 100% tadi.Dia dapat memenangkan suaminya dengan perilakunya (1Ptr. Suami: (1) kepala keluarga—bukan dalam hal superior-inferior tetapi dalam hal otoritas dan tanggung jawab. Setiap pasangan harus memenuhi tanggung jawabnya 100%: Suami 100% dan isteri 100%. bahkan hingga rela mengorbankan nyawanya (Rm.” Bila tidak dilakukan. Ingat “Dalam keadaan suka ataupun duka. (3) dipenuhi dengan Roh Kudus (Ef. Bagaimana jika kita belum memberikan 100% ini? a. 5:18) 4. Maksudnya. Pernikahan itu Bukan Pembagian 50/50 1. 10:25) f)Carilah kesempatan untuk melayani Tuhan bersama-sama (Rm. 5:8). Akui dosa dan kegagalan di hadapan Tuhan secara rinci (1Yoh. yang kuat akan menguatkan yang lemah. meskipun seandainya salah satu pasangan tidak dapat memenuhinya. jadilah pertengkaran!! 2.

Apa yang dibutuhkan isteri?—(a) kasih. Jika kita memberi kebencian. 6:38a): Jika kita memberi kasih … kita akan mendapatkan kasih. kesatuan. Apakah kebutuhan Anda itu sudah cukup terpenuhi oleh pasangan Anda? 2. (c) mengetahui bahwa isterinya bergantung padanya. dan kesatuan. (b) mendengar bahwa dia dikasihi. 17:7) demikian juga minta pertolongan kepada mereka (Im. Pandanglah Perbedaan dengan Cara Allah (1Kor. perlindungan. Delapan Langkah Penurunan Hubungan (mengarah pada penceraian): a. komunikasi.IV. 7:3) 1. Jika tidak dipenuhi akan timbul konflik yang mengarah usaha pencarian pemenuhan kebutuhan itu pada orang lain. Kenali Bahwa Masing-masing Memiliki Kebutuhan Pribadi yang Berbeda-beda 1. Bandingkan bahwa Allah menyatakan bahwa penyembahan berhala adalah zina (Im. Jika kita memberi pertolongan. dll 3. khususnya pada saat ada kegagalan. Suami dan isteri masing-masing memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi oleh pasangannya (Ef. 7:4-5) 1. Mulailah dari diri Anda untuk memberi lebih dahulu (Luk. Hilangnya persekutuan yang hangat. kita akan menerima pertolongan. Jadi. Apa yang dibutuhkan suami?—(a) dihormati dan dihargai. 4. Sering kali hal ini karena sedikit . VI. 20:6). (d) rasa aman. Usahakanlah Untuk Memenuhi Kebutuhan Pasangan Anda (1Kor. Jika kita memberi senyum. Perangkap perzinaan—saat pasangan mencari pemenuhan kebutuhan untuk kehangatan. (b) mengetahui bahwa isterinya tetap menghargainya. perzinaan itu bukan hanya hubungan seks di luar pernikahan. V. hormat pada yang lain selain pasangan mereka—itulah perzinaan. komunikasi yang bermakna. (c) menerima bukti kasih suaminya. kita akan mendapat kebencian pula. b. kita akan menerima senyumam. 5:33) 2. sama seperti jemaat bergantung pada Kristus.

c. Bagaimana Tuhan mengampuni? a. Pasangan tidak lagi memenuhi kebutuhan pasangannya. 2. luka hati yang tidak terobati. tersenyum. Bagaimana solusi terhadap penurunan hubungan itu? a. Kristus tidak berdosa. d. kesalahan. tanpa makna. Tetapi persekutuan yang hangat itu telah berakhir.perbedaan yang terjadi antara suami isteri. Itulah jalan rekonsiliasi yang dilakukan Allah (Ef. malu. dan juga kesalahan yang tidak dimaafkan. Pernikahan menjadi dingin. b. Untuk menghindari luka yang lebih parah. berhubungan fisik. 18:15) b. kasih. Orang yang terluka itu mencari kambing hitam dengan menyakiti orang lain. 4:32) 3. h. biasanya anak-anak atau kerabat terdekat yang bersama mereka. 11:25. Benteng perlindungan pun akan juga dibangun. Selesaikan perbedaan itu dengan cara Allah. f. formalitas. tetpai Dia menanggung dosa. Bila pengampunan itu diberikan. 5:8). 5:39). Saat kita benar-benar mengampuni. 17:3-4) c. Luk. dan penghukuman kita (Rm. g. e. Sikap yang perlu dikembangkan adalah pengampunan (Mrk. Memang pasangan itu masih ada seatap. dasar pemulihan komunikasi dan keterbukaan dalam pernikahan pun akan kembali terbangun c. Perceraian. Itu jugalah yang harus kita lakukan pada orang lain … terlebih pasangan kita (Mat. Gesekan-gesekan oleh karena perbedaan itu harus diselesaikan segera (Mat. pasangan yang terluka itu menarik diri dan membangun benteng perlindungan. dan komunikasi yang bermakna. kita harus menempatkan diri kita di tempat di mana kita bisa kembali disakiti. . jangan pernah mengabaikannya.

(b) curiga. Kita dapat memberikan kepada pasangan kita kepercayaan tanpa syarat hanya jika kita percaya bahwa Tuhan akan menjaganya benar dan menguatkannya bila dia gagal. Tanda-tanda ketidakpercayaan: (a) cemburu. 31:10-11) 5. Percaya Sepenuhnya Satu Sama Lain 1. Pernikahan akan kokoh bila didasari oleh saling percaya—termasuk kepercayaan untuk pasangan dapat memulai lagi dari awal meskipun dia telah gagal 2. 5:22) jika dia percaya suaminya. 3. Suami harus dapat mempercayai isterinya (Ams. Kesimpulan Bangunlah keluarga dengan prinsip Alkitab! . 4. Isteri dapat taat pada firman Allah (Ef. (c) tembok perlindungan—batasan-batasan yang tidak masuk akal.VII.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful